We Are Nover Know When Love Coming True

JongJe

 

Judul    :  We are never knows when love coming true

Author :  Recasha

Cast     :  Kim Jongwoon Lee Jewon

Genre :   Romance

Rating  :  PG 18

Lenght : One-Shot

 

Mohon bantuan nya ini pertama kalinya FF ku punya ending dan jalan cerita yang kompleks, jadi mohon di mengerti jika ada beberapa kata yang keselip dan beberapa kata baku menjadi tidak baku,aku masih tahap pembelajaran saudara-saudara.

 

 

Jongwoon POV

Pagi ini seperti biasa aku menjalani hari ku yang membosankan. Setiap hari harus melayani tingkah para yeoja yang kegenitan itu, tapi itulah cara ku agar aku terlepas dari rasa bosan yang selalu menghampiri ku ini. Di kampus aku terkenal sebagai playboy kelas kura-kura yang lambat tapi menghanyutkan. Bukan mau ku mendapat julukan seperti itu, para yeoja yang kegenitan itu saja yang terus menggoda ku, selalu menempel pada ku setiap ada waktu. Cukup risih juga bagi ku, namun aku bisa mengambil keuntungan dari itu semua. Yeoja-yeoja genit itu mau memberikan apapun padaku termasuk harta nya yang paling berharga.

Aku memakirkan Audy Hitam ku di parkiran, tepat saat aku keluar seseorang sudah muncul dihadapan ku, siapa lagi kalau bukan pacar ku, choi Hyemi.

“Oppa…”, Hyemi langsung menggaet lengan ku dan bersandar manja.

“Wae?Apa kau ada kelas pagi?”Ucap ku sembari mengusap pucuk kepala nya.

“Ani, aku hanya ingin bertemu dengan mu saja”

“Kenapa kau tidak menelpon, aku kan bisa ke apartemen mu, lalu kita menghabiskan waktu berdua disana” aku menggandeng tangannya dan berjalan menjauhi tempat parkiran.

“Tidak bisa Oppa, Oppa ku sedang di apartemen ku sekarang” apa yang di maksud nya Oppa nya Hyemi.

“Kenapa, kau tidak memberitahukan hubungan kita dengan Oppa mu?”

“Ne, sebenarnya aku mau, tapi siwon Oppa melarang ku untuk berpacaran dulu.”

“Lalu kenapa kau malah berpacaran dengan ku?”

“Karena aku menyukai mu. Ani, aku menggilai mu Oppa. Jangan pernah tinggalkan aku ne, jangan seperti dengan pacar mu yang lainnya.” Ya ampun ini, sudah tahu bagaimana aku kalau berhubungan tidak pernah bisa bertahan lebih dari 3 bulan, kenapa masih tetap berharap banyak.

“Eenggh,, Hyemi-ah jangan terlalu berharap banyak padaku, aku tidak bisa janji apakah aku ini bisa dengan mu lebih lama, karena kau tahukan aku type pria yang mudah bosan”, aku selalu sangat jujur dengan semua pasangan ku, aku berharap mereka bisa mengerti hal itu, dan tak jarang pula mereka melakukan apapun setelah aku mengakhiri hubungan agar kami balikan lagi.

“Oppa,, jangan bilang begitu, sungguh aku menyukai mu. Aku akan berusaha agar kau tidak akan merasa bosan dengan ku.” Bisa di bilang hubungan ku dengan Hyemi masih seminggu, tapi kalau melihat sifat nya yang seperti ini, aku ingin sekali segera memutuskan nya. Aku sangat benci dengan yeoja yang sifatnya manja. Dan sayang nya yeoja genit yang selalu menempeli ku sifat nya seperti itu semua.

Ini semua salah eomma ku, aku jadi sangat membenci yeoja karena eomma sering meninggalkan ku dan appa saat aku masih kecil, eomma selalu marah-marah pada ku dan appa. Eomma akan selalu membentak appa jika appa tidak memberikan uang belanja yang cukup. Padahal appa sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkan uang itu, eomma setiap hari hanya menghabiskan uang yang diberikan appa dengan Cuma-Cuma ia hanya memberikan kami yang seadanya saja, tapi untuk dirinya sendiri sangat berlebih. Aku melakukan ini semata-mata untuk membalaskan dendam ku pada eomma, salah memang akutahu tapi, rasa simpati ku untuk seorang yeoja seakan hilang jika mengingat eomma yang selalu semena-mena terhadap appa. Appa sangat mencintai eomma, ia selalu memenuhi keinginan eomma, namun saat appa tidak bisa memberikan apa yang eomma inginkan ia akan mengamuk, mengancam akan pergi dari rumah. Dengan saat itu pun terjadi, appa tidak bisa memberikan sesuatu yang eomma inginkan, dan seperti bisa pula eomma akan mengancam akan pergi dari rumah, tidak seperti biasa nya appa akan membujuk eomma, namun kali ini appa hanya diam saja dan sebalik nya berkata

“Aku harap setelah kau keluar dari rumah ini kau tidak akan pernah menunjukkan muka mu di hadapan ku dan Jongwoon. Pergilah sesuka mu.” Appa pun menyerah kan seamplop uang pada eomma, eomma pun meneri uang itu lalu berlalu pergi. Aku yang waktu itu sudah cukup bisa mengerti kejadian hanya bisa menangis dan mengejar eomma ku, namun eomma sudah menghilang dari pandangan ku appa pun mencoba menenangkan ku. Perasaan ku saat itu sangat sedih marah sekaligus kecewa dengan sikap eomma. Dan sampai sekarang eomma menuruti permintaan appa untuk tidak pernah muncul lagi di hadapanku dan appa.

 

***

 

Jewon POV

 

Sial kenapa hari ini telat bangun ini semua karena park soesangnim yang memberikan ku banyak tugas dan deadline nya tepat hari ini. Aku terjaga sampai pukul setengah 4 pagi untuk menyelesaikan seluruh tugas itu dan sekarang aku harus buru-buru  mengejar bus terakhir sebelum aku terlambat.

 

Kyunghee University

 

Aku berlari sepanjang koridor menembus orang-orang  yang berlalu-lalang disana  dan tepat saat aku ingin masuk ke kelas, aku menabrak seseorang yangjuga  hendak mau keluar dari kelas.

“Mianhae aku tidak sengaja”, aku membungkukkan badan ku

“Cih kau ini kalau jalan pake mata dong”, jawab nya ketus, menyebalkan sekali yeoja ini

“Mianhae aku tidak sengaja kau tidak terluka kan”, aku masih berbaik hati menanyakan keadaannya

“Huh aku memang tidak terluka tapi tangan ku jadi lecet”, sungut nya sambil memperlihatkan tangan nya yang tidak kenapa-kenapa. Hah lecet dari mana coba , dasar yeoja centil manja dan menyebal kan. Kini ia menyodor-nyodorkan tangannya ke arah namja yang sejak tadi berada di samping nya. Namja itu hanya mengelus-elus pelan tangan yeoja itu, kemudian yeoja itu malah menyenderkan kepala nya di bahu namja itu. Ciiihh pemandangan yang sangat memuakkan untuk kulihat di pagi hari. Aku masuk ke kelas melewati jarak yang ada diantara mereka berdua, tepat nya masuk ditengah mereka.

Bel  masuk segera terdengar saat aku duduk di bangku ku tepat di sebelah hyena sabahat ku.

Dan betapa ini semua sungguh memuakkan untuk hari ini, ternyata park soesangnim yang menyebalkan itu tidak masuk, sudah capek aku mengerjakan semua tugas nya yang banyak  itu tapi ia malah tidak datang, dan sekarang dengan mudah nya ia menyuruh assisten nya untuk memberikan kami tugas baru, oh my.. Aku bisa gila dibuatnya.

Kami disuruh buat tugas tentang perkembangan ekonomi tiap negara di bumi ini dan setiap kelompok terdiri dari 2 orang dan harus sepasang alias namja dan yeoja ohh my,,  padahal aku ingin sekali mengerjakan nya dengan hyena karna aku tidak terlalu dekat dengan namja yang ada di kelas ku. Bisa ku bayangkan bagaimana jadinya nanti kelompok kami, aku yang mengalah akan mengerjakan nya sendirian atau tetap mengerjakan nya bersama-sama walaupun dengan rasa yang kurang nyaman. Iya aku memang kurang nyaman jika dekat dengan seorang namja, kecuali appa dan Oppa ku tentunya juga sahabat ku sejak kecil hyukjae.

Saat junho mengumumkan nama pasangan yang akan satu kelompok aku berharap jika di pasangkan dengan yeoja saja karena di kelas kami lebih banyak yeoja nyaketimbang dengan namja nya namun nasib berkata lain oh dan sialnya aku satu kelompok dengan namja yang pacar nya kutabrak tadi. Sial sekali hari ini .

Aku sama sekali tidak pernah berbicara degan nya aku juga sama sekai tidak pernah melihatnya berinteraksi dengan teman-teman sekelas nya tapi aku sering melihatnya di gandrungi oleh yeoja-yeoja  cantik.

Aku pindah dan duduk di sebelahnya karena tidak mungkin ia mau ke tempat ku. Aku mencoba berbicara seadanya seperti hey kita bertemu lagi, dan aku juga meminta maaf karena telah menabrak pacar nya yang menyebalkan itu walaupun sebenarnya aku muak sekali tapi demi agar aku bisa berhubungan baik dengannya demi kelancaran  tugas kami mengenai perkembangan ekonomi ini.  Kebetulan kami mendapatkan negara indonesia untuk di jadikan bahan pengamatan, sungguh aku sangat menyukai indonesia mulai dari budaya makanan alam dan warga-warga nya yang ramah. Oh kebiasaan lama aku melamun lagi.

“Kau tenang saja serah kan tugas ini padaku cukup memberiku uang sebagai imbalannya”, aku tersentak dari lamunan ku ketika namja ini menyuruhku untuk tenang seolah melepas diri dari tugas ini dan hanya tinggal terima bersih,  namja ini sungguh sangat menyebalkan sama seperti yeojanya  -___- . Aku yang merasa di remehkan tidak tinggal diam,,

“Enak saja kita harus mengerjakan ini bersama-sama karena ini adalah tugas kelompok bukan tugas kelompok namanya jika hanya seorang saja yang mengerjakan”

“Baiklah jika itu mau mu, kalau begitu kau saja yang mengerjakan nya, nanti aku akan memberimu hadiah”, mworago? Apa ia sudah gila. Kenapa omongannya tidak nyambung sama sekali.

“Yakk, aku bilang kita mengerjakan nya secara bersama bukan kau atau aku yang mengerjakan nya dan yang lainnya memberi hadiah(kata manis dari sogokan/imbalan)”

“Tapi jika begitu aku tidak akan sempat karena jadwal ku sangat sibuk, akan susah mengatur nya apalagi kau juga punya kesibukan masing-masing”

“Yah itu urusan mu pokoknya kita harus mengerjakan tugas ini bersama”. Aku menambah penekanan pada kata BERSAMA.

“Baiklah, nanti sore di apartemen ku kita akan mengerjakan nya otte”,  hah ia memutuskan seenaknya saja, belum tentu aku bisa.

“Yaakk,, kau ini seenak nya saja memutuskan sesuatu, memang nya aku juga tidak sibuk apa ?”

“Kau kan memang tidak sibuk untuk sesuatu, aku tahu kau hanya akan berdiam diri di rumah sambil melakukan aktivitas favorite mu”, wah benar sekali tebakannya itu.

“Dari mana kau tahu hah ?”, Aku cukup terkesima melihat penuturan nya.

“Hanya dengan melihat mu saja, aku juga sudah tahu”

 

Jongwoon POV

“Hanya dengan melihat mu saja, aku juga sudah tahu”, ucap ku, ia hanya bertambah melongo melihat ku yang berbicara seperti itu seolah aku mengikuti setiap kegiatannya atau semacam penguntit. Tapi pada dasar nya aku tahu karena aku sudah sering berhubungan dengan yeoja jadi aku tahu betul apa saja kegiatan yang paling mereka sukai. Namun untuk yeoja yang satu ini sangat-sangat mudah untuk di tebak jika melihat dari gayanya tampak sekali kalau yeoja ini belum pernah berpacaran.

“Apa maksud mu berkata seperti itu, apa kau penguntit eoh?”, Sudah ku duga ia pasti berpikir begini.

“Bukan apa-apa hanya saja tampak jelas di wajahmu kalau kau itu anak rumahan yang hobi nya nonton film dan menghayal saja, hahaha”,  ia hanya mengerucutkan bibir nya yang tak sexy sama sekali, bibir tipis dan tidak penuh itu semakin maju ke depan.

“Geurae terserah kau sajalah lah bagaiman ayang penting tugas kelompok kita ini bisa segera di selesaikan.”

“Baiklah jika itu mau mu temui aku di parkiran kampus saat pulang nanti kita akan segera mengerjakannya”

“Eh??”, jawabnya dengan muka penuh tanda kebingungan dan sesaat terdengar bel berbunyi tanda kelas selesai dan akan berlanjut sejam lagi. Aku langsung berhambur keluar meninggalkan yeoja dihadapan ku ini.

 

***

 

 

 

Kyuhghee kafetaria

 

“Jongwoon Oppa…..” Seseorang meneriakkan namaku. Aku mengedarkan pandangan sampai ketika aku melihat Hyemi melambaikan tangan nya pada ku. Ia berlari hendak menuju tempat ku berada, aku hanya menyungging kan senyum ku melihat tingkah nya yang kekanakkan itu.

“Oppa…” Teriak nya lagi. Ya ampun yeoja ini benar-benar membuat ku illfeel. Dan saat ia sudah dekat dengan tempat ku berdiri ia malah menabrak seseorang sehingga menumpahkan minumana yang yeoja itu bawa. Ckck,, yeoja ini kapan sih ia tidak pernah membuat kekacauan tadi pagi dengan Jewon dan sekarang oh…

 

Author POV

 

Hyemi setengah berlari dengan langkah nya hendak menuju tempat dimana Jongwoon berdiri namun sialnya ia malah menabrak seorang yeoja yang sama saat ia mengalami insiden tabrakan juga tadi pagi,namun sekarang yeoja itu sedang membawa minuman yang baru saja ia beli dan sekarang minuman itu tumpah mengenai baju kaos nya yang putih sedangkan Hyemi hanya terkena tangannya saja tidak sedikit pun mengotori bajunya. Yeoja itu Lee Jewon.

“Hey kau hati-hati kalau berjalan”, sembur Hyemi pada Jewon yang  sontak Jewon membersihkan baju nya yang terkena noda kopi itu, mengelap mencoba menyamarkan warna nya namun sayang sekali itu black coffee.

“Hey kau yang seharusnya hati-hati, berlarian di tengah kafe yang ramai begini, dan lihat baju ku sampai kotor karena mu, apa kau tidak sadar hah?” Sewot Jewon yang masih mencoba membersihkan bajunya.

“Kenapa aku kan kau yang membawa minuman dan itu resiko buat mu untuk terkena minuman mu sendiri,”

“Kau apa kau ada kelainan hah? Kerja mu hanya menyalahkan oranglain saja kau tidak pernah berkca bagaimana dirimu itu sebenarnya, kau itu sangat menjijikkan ,” Jewon sudah tak tahan lagi mengontrol emosi nya terhadap perlakuan yeoja di depan  nya ini. Saat sebelum Hyemi menjawab Jongwoon secara tiba-tiba sudah berada di dekat Hyemi mencoba untuk melerai mereka.

 

Author pov

 

Hyemi senang melihat Jongwoon sudah ada di depannya, dan langsung bermanis manja meminta pertolongan dari Jongwoon. Saat Jongwoon tahu bahwa orang yang di tabrak Hyemi adalah Jewon Jongwoon jadi merasa bersalah dan ingin sekali dia memarahi Hyemi namun tindakan itu tidak mungkin  ia lakukan.

Jongwoon hanya menarik Hyemi pergi sambil mengucapkan maaf menggantikan Hyemi, ia hanya merengut karena Jongwoon meminta maaf pada gadis itu.

Jongwoon yang sudah hampir kehilangan kesabarannya hanya menghempas kan tangan Hyemi yang di genggam nya tadi.

“Oppa,, kenapa kau seperti ini,”

” Kau ini yang apa-apaan Hyemi-ah, apa kau tidak sadar kau yang bersalah kau malah menyalahkan orang lain”

” Tapi Oppa dia yang menabrakku”

“Orang itu menabrak mu juga karena ulah mu sendiri Hyemi. Kau yang berlari-lari sehingga dia menabrak mu”

“Tapi kan tetap saja, ia yang.. ”

“Kau kan tidak kenapa-kenapa kan. Orang itu yang kenapa-kenapa, bajunya sampai kotor terkena noda akibat ulah mu”

“Oppa kenapa kau malah membela nya, aku ini yeojachingu mu kau ingat itu”, tampak Hyemi sudah mengeluarkan air matanya.

“Kau ingat kan aku bilang apa saat kita jadian, aku sangat tidak menyukai yeoja yang cengeng dan terbukti kau itu cengeng sudahlah lebih baik kita putus saja, aku juga sudah bosan terhadap mu”

” Mwo? Kau bilang apa Jongwoon. Katakan sekali lagi”, mendadak tangisnya berhenti dan melotot kearah Jongwoon.

” Kau sudah dengar tadi, mulai sekarang kau dan aku tidak ada hubungan apa-apa lagi kita putus” Jongwoon langsung pergi meninggalkan Hyemi sendirian. Sepeninggalnya Jongwoon Hyemi menangis memikirkan akibat putusnya ia dengan Jongwoon ia tetap tidak terima mereka putus hanya karena Jongwoon membela gadis itu, dan siapa dia, Hyemi harus tahu.

 

Hyemi POV

 

Aku tidak terima Jongwoon Oppa memutuskan ku hanya karena gadis itu,  bagaimana bisa Jongwoon Oppa membela orang lain yang tidak di kenalnya dan malah memutuskan ku, ini sungguh tidak adil. Aku harus cari tahu siapa yeoja itu dan memberi nya pelajaran, lihat saja nanti.

 

Jewon POV

 

Huuh,,, sial sekali aku hari ini, tadi pagi telat bangun, park saem tidak datang, sekelompok dengan Jongwoon dan sekarang bajuku terkena noda kopi akibat yeoja nya Jongwoon yang menyebalkan itu. Dan kenapa aku harus selalu berurusan dengan yeoja itu.

Aku pamit ke toilet setelah kami(aku dan hyuna) dapat tempat duduk. Saat menuju toilet kebetulan aku berpapasan dengan Jongwoon, aku hanya melewatinya namun belum beberapa langkah lenganku sudah di tarik olehnya menyebabkan aku mengahadap kearah nya.

Ia langsung menarikku menuju parkiran kampus, aku yang bingung atas perlakuan nya hanya bisa mengikuti kemana ia pergi.

Kami sudah tiba di depan sebuah mobil, kemudian Jongwoon merogoh kantong celana nya mencari sesuatu kemudian membuka mobil itu dan masuk ke dalamnya,

“Cepat masuk” teriak nya dari dalam.

“Kita mau kemana” aku masih berdiam diri di tempat ku masih bingung maksud nya.

“Sudahlah masuk saja” katanya lagi.

“Tapi kelas sebentar lagi mulai”, aku masih diam di tempat.

Tiba-tiba ia sudah keluar dan mendorong ku paksa untuk masuk ke mobilnya

“Heyyyyy” teriakku dan sekarang mobil ini sudah meninggalkan lapangan parkir

Di dalam perjalanan aku hanya diam saja setelah beberapa kali ku tanya tujuan kami kemana dan Jongwoon hanya diam saja. Tak lupa juga aku mengirim pesan pada hyuna karena aku mendadak pulang karena ada urusan jadi ia tidak perlu menunggu ku.

 

Jongwoon’s Apartment

 

“Kenapa kita kesini?” Tanya pada Jongwoon yang sekarang sedang menekan tombol untuk membuka pintunya.

Bip Bip Bip Bip dan Krekk suara pintu terbuka karena kata sandi yang ia masukkan benar. Jongwoon langsung masuk tanpa menutup pintunya

Aku bertanya lagi kenapa kita kesini dan akhirnya ia pun menjawab

” Ini apartment ku dan kita disini untuk mengerjakan tugas kelompok kita bukankah tadi kau sudah janji” jawabnya panjang lebar sambil melenggang kearah dapur.

Ruangan disini sangat luas tidak ada penyekat antara ruang tamu dapur serta ruang lainnya kecuali untuk kamar dan kamar mandi.

Aku masih sibuk menelusuri ruangan ini, dan terhenti ketika aku melihat beberapa foto, terlihat foto Jongwoon waktu masih kecil kemudian fotony yg masuk smp dan foto dengan seorang pria yang tampak seperti ayahnya, aku cukup sibuk memperhatikan foto-foto itu dan berpikir dimana ibunya mengapa tak ada satu pun foto yang menunjukkan ibunya.

Aku terkesiap ketika Jongwoon berteriak padaku.

“Ahh,, kau mengagetkanku, kenapa berteriak begitu”

“Kau yang melamun, dari tadi aku memanggil mu tapi kau tidak menyahut”

“Yakk,, tapi tidak perlu mengagetkan begitu dong”aku memukul lengan nya dan mengerucutkan bibirku.

“Haha,, ara. Ayo kita kerjakan tugas kita ini, tapi sebelum nya ige, baju ganti untuk mu kau bisa menggantinya di kamar mandi sana” katanya sambil menyerahkan baju yang ia maksud dan menunjuk ke arah kamar mandi yang ada di sebelah dapur.

“Ohya, kau juga bisa membersihkan tubuhmu, igo ada handuk di rak belakang pintu kamar mandi itu masih baru, kau bisa mengenakan nya” katanya lagi dan ia masuk ke kamar nya(sepertinya).

Aku melihat baju yang tadi ia berikan dan menuruti perkataan nya, kenapa ia perhatian sekali. ^^

Aku sudah selesai mengganti serta membersihkan tubuhku yang terkena tumpahan kopi tadi, dan rasanya sangat nyaman, aku gak merasa gatal lagi. Saat aku keluar dari kamar mandi nya yang wangi jeruk ini, aku langsung bisa melihat nya sudah duduk di depan tv sambil mengotak-atik laptop nya, dan terlihat ia juga sudah berganti pakaian. Terlihat lebih tampan. Omo!! Apa yang aku pikirkan, dasar Jewon pabo! Aku menghilangkan pikiran itu saat aku sudah ada di depannya mencoba menata pikiran ku agar tidak korslet karena melihatnya yang tampak serius itu jadi membuat ku merasa panas.

“Apakah ac di ruangan ini mati, kenapa rasanya panas sekali”, aku mengalihkan pikiran ku dan mengipaskan tangan seolah aku ini memang kepanasan.

“Tidak ac nya sudah hidup dari tadi, mungkin belum terasa dinginnya, namun seperti nya ruangan ini tidak sepanas itu”, katanya dan sekarang ia mengalihkan perhatiannya dari laptopnya dan memandang kearahku. Oh jantung ku malah berdebar. Ada apa dengan ku tuhan kenapa aku ini, apakah hamba mu ini terkena penyakit labil detak jantung.

Kami mulai mengerjakan tugas kelompok kami, aku sibuk dengan tablet ku dan Jongwoon sibuk dengan laptop nya, tak jarang juga kami bertukar melihat hasil pekerjaan masing-masing dan memberikan saran satu sama lain. Cukup nyaman saat aku berdiskusi dengan nya, ternyata ia tidak seburuk yang aku kira.

Tak terasa hari sudah menjelang malam, Jongwoon berniat mengantar kan ku pulang dan tentu saja ku terima, aku cukup takut jika harus naik bus malam-malam.

Di dalam perjalanan tiba-tiba saja Jongwoon menghentikan mobil nya di depan sebuah restoran, ia lalu keluar dan meninggalkan ku tetap di dalam.

” Hey kenapa kau tidak keluar, ayo kita makan”, ucap Jongwoon sambil mengetuk kaca mobil

“Ah ne”, jawab ku yang baru sadar jika ia mengajak ku mampir ke restoran untuk makan.

 

Ke esokkan harinya ….

 

Kelas selesai lebih awal hari ini, aku dan hyena berniat pergi mengunjungi toko buku melihat apakah komik kesukaan ku sudah keluar atau belum. Tapi hyuna mendadak berhalangan karena ia di telfon eomma nya menyuruh untuk cepat pulang, akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri saja.

Saat aku akan keluar tepat di gerbang kampus, secara bersamaan pula sebuah mobil juga melintas mendahului ku, awal nya aku tidak perduli siapa pengemudinya namun, saat orang itu keluar ternyata itu Jongwoon, memang aku tak cukup tanda dengan mobil nya. Jongwoon keluar lalu menghampiri ku

“Kau mau kemana?” Tanya nya langsug tanpa berbasa-basi.

” Toko buku”, jawab ku singkat

” Ayo kuantar”, apa ia tidak salah.

” Kenapa diam saja, ayo masuk”, tiba-tiba saja ia sudah bersiap masuk ke mobilnya.

” Eh, ne” jawab ku dan langsung mempercepat langkah tak ingin membuat nya menunggu.

 

Book Store 01.30 pm

 

“Buku apa yang ingin kau cari?”, Jongwoon terus mengikuti ku yang sedang mencari blok komik.

” Komik”, jawab ku singkat.

” Komik apa?”

” Detective conan”, aku bisa mendengar kalau ia sedang terkekeh pelan di belakang ku.

” Kenapa kau tertawa?”, Tanya ku sambil membalikkan badan,

Ia tampak terkejut setelah ia selesai tertawa.

“Sudah selesai ketawa nya”, tanya ku ketus.

” Hey kau ini, jangan marah”, aku sudah pergi meninggalkan nya yang masih tertawa.

” Yakk, Jewon tunggu”, ia mengejarku yang sudah sampai di blok komik.

“Kau ini seperti anak kecil saja sukanya membaca komik,”

“Huh, biar saja,”

“Apakah komik itu menarik?,”

“Tentu saja komik conan adalah yang terbaik, ini bukan sekedar komik biasa,”

“Misalnya apa?”

“Di dalam conan kita akan banyak menemukan trik dalam menyimpulkan analisis,”

“Jika dilihat dari cerita mu seperti nya conan itu bacaan yang cukup berat”

“Tidak juga, kita akan terhibur dengan keren nya conan yang sebenarnya Leeichi dalam memecahkan kasus” jawab ku antusias.

“Oh begitu”

” Ah ne”

” Sudah kau dapat kan apa yang kau cari?”

“Iya sudah. Kau apa ingin membeli sesuatu?”

” Tidak, kalau begitu ayo kita pulang”, aku menuju kasir membayar komik yang sudah ku dapatkan dan Jongwoon menunggu di pintu keluar.

Jongwoon menjalankan mobil nya keluar dari parkiran, mengarahkan nya ke suatu tempat yang pasti bukan arah rumah ku.

“Kenapa kau membawa ku  kesini?,” tanya ku saat Jongwoon sudah memakirkan mobil nya di basement apartment tempat ia tinggal.

“Tentu saja untuk mengerjakan tugas kita. Kan kau yang bilang kita harus mengerjakan nya bersama-sama”

“Ah ne”

“Kajja turun”, aku hanya mengukuti perintah nya dan mengikuti kemana ia berjalan.

Padahal aku ingin segera membaca komik yang baru ku beli, tapi mengapa ia mengganggu waktu luang ku ini.

 

***

 

Setelah dua minggu kami mengerjakan tugas park soesangnim bersama-sama akhirnya hari ini ada final dari kerja keras kami. Jongwoon mempresentasikan makalah kami dengan sangat baik. Aku baru tahu kehebatan nya jika berdebat tentang sesuatu seperti ini, wawasan nya sungguh luas, namun sayang selama aku dekat dengan nya banyak gosip yang ku dengar jika ia itu seorang playboy.

Setelah ini aku dan Jongwoon berencana merayakan keberhasilan kami dan membuat park soesangnim puas.

 

***

 

Hari ini cukup melelahkan setelah kelas selesai aku harus membantu park saem memeriksa tugas-tugas kami, entah kenapa aku yang malah di suruh padahal jelas ia punya assisten yaitu junho. Belum lagi dengan kejadian yang semalam aku alami, sungguh memberatkan pikiran saja.

Saat aku tengah sibuk membawa berkas yang di minta park soesangnim seseorang menarik lengan ku hingga semua berkas itu jatuh berserakan.

 

Author POV

Tiba-tiba saja Hyemi muncul dan menarik tangan Jewon yang sedang membawa berkas-berkas sehingga menyebab kan berkas itu jatuh berserakan di lantai

” Kau jangan pernah kau mendekati Jongwoon Oppa lagi, kau tahu kau itu tidak pantas dengan nya, kau itu bukan tipe nya, hanya aku yang boleh bersama Jongwoon Oppa ingat itu” ancam Hyemi pada Jewon

” Apa hak mu mengatur ku hah?,” tantang Jewon.

“Hak ku ? Hak ku atas Jongwoon adalah segalanya asal kau tahu. Kau tidak jera dengan kejadian yang menimpa mu tadi malam hah?

” Mwo? Bagaimana kau tahu?,” tanya Jewon dengan polos nya.

” Asal kau tahu, jika kau mendekati Jongwoon Oppa lagi kau akan tahu akibat nya, mengerti?,” Hyemi melengos meninggalkan Jewon yang masih beku mencerna ucapan Hyemi barusan. Kenapa ia bisa mengetahui kejadian tadi malam, atau jangan-jangan… Ah!!

 

Flash back

 

Aku dan Jongwoon Oppa merayakan keberhasilan kami dalam persentasi tugas kelompok nya park soesangnim. Jongwoon Oppa mengajak ku makan di restoran yang cukup mewah.

Namun saat perjalanan pulang aku meminta Jongwoon Oppa tidak mengantar ku sampai depan rumah hanya sampai ke halte bus yang dekat dari rumah ku saja, awalnya ia  menolak tapi karena aku memaksa akhirnya aku pun diturunkan di depan halte bus. Jika saja aku akan tahu hal apa yang akan terjadi aku pasti tidak akan meminta Jongwoon menurunkan ku di halte.

Saat aku menyebrang menuju blok rumah ku ada sebuah mobil yang awal nya berjalan pelan namun saat ia dekat dengan ku bukannya menurun kan kecepatan ia malah menambah kecepatannya, untung saja ada seorang ahjussi yang menarik ku agar aku tidak tertabrak mobil itu. Ahjusshi itu bilang pasti orang yang di dalam mobil itu sengaja mau mencelakakan ku karena ia menambah kecepatan nya saat aku berjalan. Aku pun terima kasih pada ahjusshi itu karena ia sudah menolong ku dan mengantarku sekalian menyebrang. Aku sungguh tidak percaya jika ada orang yang ingin mencelakakan ku, tapi saat aku sudah sendiri, ponsel ku berbunyi dari nomor yang tidak ku kenal, saat ku angkat ternyata itu suara yang tak asing orang itu mengatakan bahwa aku sangat beruntung malam ini, awas saja jika kau mengulangi kejadian hari ini. Dan tuuttt… Sambungan terputus.

 

Flashback End

 

***

 

 

Jewon POV

 

“Jewon-ah” panggil Jongwoon, suara nya sudah tak asing lagi bagiku. Aku tetap menekuni apa yang kukerjakan tadi berpura-pura tidak mendengarnya. Lalu ia pun sudah berada di hadapan ku, aku menyadari keberadaan nya namun tetap ku hiraukan dia, aku semakin menunduk melihat catatan yang dalam proses penulisan itu. Ia berhenti memanggilku dan memilih duduk di samping ku, masih dengan menghiraukannya, ia tetap saja memandangiku dari samping. Lama-kelamaan aku risih juga diliatin seperti itu, aku mencoba menyindirnya dengan berkata “banyak sekali lalat yang memperhatikan ku” dan respon nya itu dia hanya tertawa bisa kulirik senyum nya itu sangat manis. Ohh,, aku bisa gila. Refleks ku tutup buku ku yang tebal itu dengan kasar  sehingga terdengar bunyi nya. Ia pun terkejut ketika aku tiba-tiba berdiri lalu memasukkan semua nya ke dalam tas ku, dan kebetulan sekali, salah satu teman sekelas ku ingin keluar aku jadi sekalian untuk mengalihkan perhatiannya. Dan orang itu sungmin, namja yang katanya naksir padaku, langsung saja ku gandeng lengannya dan mengajak nya makan bersama, dihadapan Jongwoon. Ini adalah salah satu cara ku agar Jongwoon mau menjauhi ku.

 

Jongwoon POV

Apa-apaan yeoja ini dari tadi aku menyapa ia hanya diam saja, dari tadi aku memperhatikannya ia malah menyueki ku dan sekarang ia akan pergi dan mengajak makan namja lain. Tuhan,, apa yang ada di pikiran gadis itu hah. Ia pergi seenaknya saja meninggalkan ku. Ckck, baiklah jika kau ingin bermain-main dengan ku kita lihat saja.

 

Jewon POV

Uh,, untunglah berkat sungmin yang mau ku ajak makan, aku jadi bisa terbebas dari Jongwoon. Dan hal ini kan yang memang di rencanakan. Aku membuat Jongwoon menjauh dari ku dan Hyemi tak akan mencelakakan ku lagi. Susah memang jika kita dekat dengan seorang yang populer seperti Jongwoon.

Aku berterima kasih pada sungmin karena sudah mau menolong ku tadi, tapi ia malah mengajak ku makan sungguhan, wah kebetulan sekali aku juga lapar. Aku menerima ajakan sungmin itu dan mencari tempat makan yang nyaman.

 

Jongwoon POV

Aku mencari-cari dimana tempat Jewon dan namja tadi makan di kantin. Saat ku edarkan pandangan ku, aku melihat mereka, Jewon memilih meja di tempat biasa ia duduk dengan hyuna, pojok kanan dekat jendela dan ia selalu memilih kursi di samping jendela.

Kulihat mereka sedang membicarakan sesuatu dan tak lama Jewon tertawa dengan lepas nya dan namja itu yang baru kusadari adalah sungmin tersenyum kearah nya, hal itu membuat ku risih.

Aku memilih meja yang bersebrangan dengan meja mereka membaca menu nya dan memanggil pelayan memesan sesuatu, tanpa mengalihkan pandangan ku dari Jewon, ia tampak sangat bahagia ketika bersama dengan pria itu.

.

 

***

 

Ke esokkan hari nya ….

 

Kyunghee University

 

Jongwoon POV

 

Benar seperti nya setelah tugas kelompok kami selesai Jewon tidak mau lagi berhubungan dengan ku. Saat aku mendekatinya ia selalu saja menghindar dengan cara apapun, dan selalu saja ada cara agar ia tidak berinteraksi dengan ku. Sebenarnya ia kenapa sih ? Apakah salah jika aku ingin berteman dengannya. Tadi saja saat aku memanggil nya di kantin, ia pura-pura tidak mendengar ku padahal jelas saja semua orang melihat kearah ku yang terus saja memanggil nya, aku seperti orang bodoh.

 

Aku memperhatikan nya dari jarak yang cukup jauh agar ia tidak merasa terganggu, akhir-akhir ini aku sering sekali melihat nya dekat dengan sungmin, dan dari gosip yang kudengar sungmin itu menyukai Jewon. Apakah Jewon juga menyukai nya, akhir-akhir ini mereka sering terlihat bersama. Kenapa aku jadi memikirkan perasaan Jewon, ah sudahlah.

 

 

***

 

Jewon POV

 

Aku semakin dekat dengan sungmin yah walaupun terkadang aku juga memikirkan Jongwoon, tak jarang juga aku melihat nya berdekatan denga yeoja genit yang selalu menempel dengan nya, entah lah setiap aku melihat Jongwoon dekat dengan yeoja centil itu aku jadi merasa sesak.

Sungmin yang sudah kembali dari memesan makanan hanya mencibir saja jika aku adalah yeoja yang sangat bodoh, ia mengatakan jika aku ini gadis yang tidak peka terhadap keadaan sekitar. Aku hanya menanggapi omongan nya sebagai candaan saja.

Bel pun berbunyi tanda kelas akan segera di mulai kembali aku mengajak sungmin untuk segera kembali ke kelas, namun tangan sungmin lebih dulu menggenggam tangan ku lalu menuntunku menuju suatu tempat yang pasti nya bukan arah ke kelas ku.

Tiba-tiba saja kami sudah sampai di depan sebuah kelas kosong yang jauh dari kelas lainnya, dan memang kelas ini sudah lama tidak terpakai. Sungmin langsung menarikku masuk.

 

 

Jongwoon POV

 

Seperti biasa walaupun aku selalu di tempeli oleh gadis-gadis namun mata ku tetap menuju kearah Jewon. Rasanya tidak bisa jika tidak memperhatikan sosok nya itu, dan itu mulai terjadi entah sejak kapan. Lalu aku melihat Jewon berdiri disusul oleh sungmin, namja itu lalu menggandeng tangan Jewon dan mengarahkan jalan tempat tujuan mereka, aku langsung berlari mengejar ketinggalan Jewon dari jarak pandang ku tanpa memperdulikan teriakan yeoja-yeoja itu memanggilku. Aku mengikuti Jewon dan aneh kenapa mereka malah menuju kelas yang sudah lama tak terpakai, lalu dapat ku lihat sungmin menarik Jewon paksa untuk masuk ke kelas.

Lama aku menunggu takut terjadi sesuatu dengan Jewon, dan tak lama kemudian aku dapat mendengar jeritan Jewon, bisa kulihat sekarang ia berlari keluar sambil menangis, setelah itu sungmin pun ikut keluar berniat mengjar Jewon namun belum sempat ia mengejar nya sungmin sudah aku tinju duluan.

 

 

BUGHH….

Aku langsung meninju  nya sekuat tenaga tanpa ia sempat membalas nya, aku meninju nya tanpa tahu sebab permasalahan tapi yang ku tahu ia sudah membuat Jewon menangis,dan tidak ada yang boleh membuat Jewon menangis.

 

“Kau apapun yang sudah kau lakukan pada Jewon, aku tak akan pernah membiarkan mu. Jangan pernah menemui Jewon lagi mulai detik ini sekalipun”, aku pergi meninggalkan nya dan mencari Jewon.

Aku berlari menelusuri jalanan yang tadi Jewon lewati, kemana gadis itu pergi, sampai akhirnya aku tiba di sebuah taman tepat di tengah kota, aku dapat melihat nya. Lee Jewon, ya itu dia. Aku mencoba mendekati nya, dapat kulihat ia sedang menundukkan kepalanya sambil menutupi seluruh wajahnya ketara sekali jika ia sedang menangis. Aku mendekatinya, namun ia malah menyuruh ku pergi, ia terus meronta menyuruh ku pergi namun dengan sekuat tenaga aku memeluk nya. Dan tanpa sadar aku mengungkapkan perasaan ku.

“Jewon-ah aku menyukai mu. Ntah kenapa, padahal kau sama sekali bukan tipe ku, tapi jika aku melihat mu tersenyum jantung ku akan berdebar dan jika melihat mu menangis seperti ini, hatiku sangat sakit, sesak rasanya melihat mu menangisi seseorang yang brengsek seperti nya, kumohon berhentilah menangis air matamu itu tak pantas kau keluarkan untuk orang sepertinya”

Aku mengusap air matanya yang terus jatuh dan mendekap nya di pelukan ku memberikan rasa nyaman. Ia membalas memelukku erat, ku belai rambut nya yang panjang itu. Setelah cukup lama ia menangis akhirnya ia sudah bisa menenangkan diri nya, tangis nya sudah berhenti, ia pun melepaskan pelukannya dari ku serta menjauhkan tubuhnya dari ku.

“Jongwoon Oppa gomawoyo” katanya sambil mengusap matanya.

“Gwenchana Jewon kau sudah baikan, ayo kita pulang sekarang” kataku sambil tersenyum sendu padanya. Aku berdiri dan mengulurkan tangan ku padanya dan ia pun meraih tanganku. Kami pun berjalan menuju parkiran dan aku mengantar kan nya pulang.

 

***

 

 

 

Jewon POV

 

Sejak kejadian itu Jongwoon  menjadi dekat dengan ku lagi, dan aku pun tidak bisa menahan untuk tidak berdekatan dengan nya. Aku tidak menceritakan apa yang telah sungmin lakukan padaku karena itu merupakan hal yang sangat memalukan, Jongwoon pun tidak mempermasalahkan hal ini dan hanya bilang asalkan aku baik-baik saja ia tak masalah, dan aku disuruh menjauh dari sungmin.  Dan setelah sekian lama Ternyata aku baru sadar jika aku menyukai Jongwoon, terserah Hyemi mau bertindak apa yang jelas hati ku sakit jika melihat Jongwoon dekat dengan yeoja lain yang sifat nya aneh bin genit itu.

Walaupun aku sudah menyadari jika aku menyukai Jongwoon namun aku belum ada menjawab pernyataan cinta nya itu, ku rasa belum nya aku mengutarakan isi hatiku ini.

 

Jongwoon POV

Aku janji dengan Jewon mengajak nya pergi ke Lotte World. Karena yang kutahu Jewon belum pernah kesana dan ia sangat senang saat ku ajak. Aku menyuruh nya menunggu di parkiran tempat biasa aku memakirkan mobil ku. Setelah kuliah berakhir aku dan dia akan segera pergi ke sana. Walaupun letaknya cukup jauh, akan ku lakukan asalkan Jewon merasa bahagia.

 

Lotte World  02.45 Pm

 

Setelah kami membeli tiket masuk Jewon dengan gembira nya tidak sabar menikmati arena permainan yang ada di sana, dasar yeoja ini sudah besar tapi tingkah lakunya tetap seperti anak-anak jika di ajak ke taman bermain.

“Jewon-ah berhenti berjinjit  seperti itu, kau seperti eomma-eomma yang sedang mencari anaknya”

“Ah Jongwoon, kenapa antrian masuk saja panjang sekali sih, padahal inikan bukan weekend”

” Hey apa kau tidak tahu jika ini hari pasangan sekorea”, jawab ku asal membodohinya Jewon.

” Hari pasangan ? Memangnya ada hari seperti itu, kau jangan mengada-ada Jongwoon” jawabnya dengan senyum smirk tanda ia tak percaya dengan ucapan ku.

” Tentu saja ada, kau lihat di belakang kita semuanya berpasangan” toleh ku belakang dan Jewon mengikuti apa yang ku lakukan. Cukup bervariatif sih pengunjung nya hanya saja kebanyakan remaja yang sedang berkencan tepat berbaris antri di belakang kami.

” Ah, paling hanya kebetulan sudahlah. Ehh,, akhirnya kita masuk” sahut nya girang, tanpa sadar kami sudah ada di barisan depan. Dengan semangatnya Jewon masuk dan hampir melupakan ku saat ia sudah melewati gerbang ia berbalik lagi dan menarik tangan ku

” Cepat Jongwoon kenapa kau lambat sekali katanya hari ini hari pasangan sekorea”, ia terus mengoceh sampai akhirnya aku benar-benar masuk ke arena permainan matanya hanya liar melihat kesana kemari menunjukkan ekspresi aneh.

” Waeyo? Kenapa dengan ekspresi mu” tanya ku khawatir

” Engghh, Jongwoon apakah semua permainan disini jenis nya seperti itu?” Katanya sambil menunjukkan roller coaster yang sedang berputar-putar membuat semua penumpangnya berteriak.

” Tidak juga sih, masih ada permainan lainnya”, kataku santai

” Benarkah? Ayo kita main permainan yang lain itu” jawabnya sumringah. Yeoja ini kenapa sifat nya tidak menentu sih.

 

Huwaaaaa……… Aaaaaaaaaa

 

” Wah Jongwoon tadi itu mengasikkan sekali” ucapnya penuh keceriaan.

” Kau ini padahal kau takut naik roller coaster tapi sungguh senang ketika naik kora-kora yang benar saja” aku sungguh tak habis pikir dengannya, lebih baik roller coaster yang berputar-putar dari pada kora-kora yang cara kerja nya membuat jantung ku hampir lepas karena di hempas kan.

“Hahaaha,,, ayo kita main lagi satu kali lagi ya,” dia beraegyo sambil menunjukkan satu telunjuk nya.

“Tidak Jewon, masih banyak permainan lainnya yang harus kita kunjungi, lagi pula akan membuang waktu jika kita memainkan permainan itu lagi, lihat antriannya sangat panjang” kataku sambil menunjukkan wajah memelas.

” Ahh,, ara. Ayo kita main permainan lainnya,” tampak sedikit kekecewaan di wajahnya.

 

***

Author POV

 

” Gomayo Jongwoon-ah, hari ini kau sudah mengajakku bersenang-senang”, Jewon menunjukkan senyum dengan manisnya.

” Cheonamane, lain kali aku akan mengajak mu ke suatu tempat yang lebih menyenangkan lagi, ne”

” Geurae, aku masuk dulu ya. Kau hati-hati di jalan. Jaljayo”

“Ne, masuklah”

Jewon masuk ke dalam rumahnya setelah beberapa saat pintu terbuka. Jongwoon hanya diam di depan kemudi nya memperhatikan Jewon apakah gadis itu sudah masuk atau belum, setelah Jewon masuk Jongwoon langsung menancapkan gas nya.

 

Jewon POV

 

Benar-benar hari yang menyenangkan, itu baru pertama kali nya aku mengunjungi lotte world. Sepanjang jalan Jongwoon terus saja menggenggam tangan ku takut aku akan menghilang. Sepanjang jalan pula aku terus menata perasaan ku agar tidak gugup jika berinteraksi dengannya. Sungguh jantung ku terus berdebar dengan cepat nya walaupun aku hanya memikirkan nya.

 

***

Jewon POV

 

Akhir-akhir ini banyak sekali teror yang mendatangi ku, siapalagi kalau bukan dari Hyemi, yeoja itu tidak pernah mengirmiku sms dan telfon yang isi nya selalu berupa ancaman, ini semua akibat kedekatan ku lagi dengan Jongwoon. Maka dari itu Aku berniat akan menemui Jongwoon hari ini, aku ingin mengatakan bahwa Hyemi telah meneror ku, aku sudah tidak tahan jika setiap saat dilanda rasa bahaya.

Ku percepat langkah ku menelusuri koridor takut Jongwoon menunggu. Suasana koridor yang biasanya ramai kini tampak sepi, mungkin karena ini hari libur, aku terus berjalan sampai tanganku di tarik oleh seseorang dan membekap mulut ku lalu menyeret ku masuk ke sebuah ruangan.

 

 

Jongwoon POV

 

Jewon mengajak ku bertemu di taman belakang kampus meskipun ini hari libur. Entah apa yang ingin di katakan gadis itu, tapi aku berharap itu sesuatu yang baik, ah mungkin saja ia akan mengungkapkan perasaan nya pada ku, tapi kenapa harus di taman kampus.

Aku datang lebih awal dari waktu janji ku dengan Jewon, aku ingin tahu apakah ada hal spesial yang di siapkan nya disini, tapi setelah kulihat taman ini tetap lah taman yang sama. Aku duduk di salah satu bangku, mendengar kan lagu dari ipod ku menunggu Jewon datang.

Cukup lama aku menunggu akhir nya sosok yang aku tunggu datang juga, tapi ada yang sedikit berbeda dengannya, Jewon yang selalu mengikat rambutnya kini menggerai nya membiarkan rambut nya itu jatuh dengan indah nya, saat ia mendekat aku bisa melihat sosok yang sebenar nya dan ternyata ia Hyemi. Mau apa ia disini.

 

“Jongwoon Oppa,” panggil Hyemi

 

Author POV

 

“ Jongwoon Oppa”, Hyemi memanggil Jongwoon dengan nada lirih.

“Ne, sedang apa kau disini?,” tanya Jongwoon ketus

“ Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu Oppa,”

“ Waeyo? Tidak ada yang ingin apa bicarakan denganmu,”

“Oppa, ku mohon sekali ini saja,”

“Ah sudahlah aku sedang menunggu seseorang, cepat lah kau pergi,” usir Jongwoon.

“ Siapa? Lee Jewon? Ia tak akan datang Oppa,” teriak Hyemi Jongwoon mendadak melotot mendengar yang di ucapkan Hyemi.

“ Apa maksud mu Jewon tak kan datang? Katakan padaku,” Jongwoon berdiri dan mengguncang-guncang bahu Hyemi meminta penjelasan darinya.

“Entahlah mungkin saja ia berada di suatu tempat,” jawab Hyemi santai.

“Katakan dimana ia jung Hyemi, apa yang sudah kau lakukan pada nya hah?,” Jongwoon semakin panik memikirkan hal apa yang akan terjadi pada Jewon.

“ Oppa benar kah aku tidak berarti apa-apa bagimu, segitu penting kah Jewon itu sampai kau sepanik ini,” Hyemi mulai meneteskan air mata nya.

“ Hyemi, cepat katakan dimana Jewon, kumohon jangan bercanda sekarang,” tampak guratan kekhawatiran di wajahnya memikirkan nasib Jewon, ia sangat tahu maksud Hyemi, pasti ia yang sudah menyebabkan semua ini.

“ Oppa, benarkah kau menyukai nya, benarkah kau mencintainya, mencintai melebihi diriku mencintaimu,” kini tampak air mata Hyemi semakin deras mengalir dan membuat nya sedikit terisak mengetahui fakta yang sebenarnya.

“ Benar aku mencintai nya melebihi apapun di dunia ini dan tak ada seorang pun yang boleh menyakiti nya termasuk kau Hyemi, dan sekarang cepat katakan diman Jewon berada, apa yang sudah kau lakukan padanya…,” Jongwoon mulai frustasi mengahadapi Hyemi

“ Aku tidak melakukan apa-apa Oppa, aku hanya sekedar bermain saja dengan nya, tidak ada hal lain yang ku lakukan, jika kau memang benar mencintai nya temukanlah ia dengan usaha mu sendiri tapi ingat jangan sampai kau terlambat, jika kau terlambat sedikit saja mungkin kau tak akan bertemu dengan Jewon lagi, sebelum pukul 4 sore kau sudah harus menemukan nya jika tidak, kau harus rela apapun yang terjadi dengannya dan satu lagi aku sangat baik padamu bukan, hari ini pelayaran terakhir dari kapal yang hendak pulang ke amerika, kapal-kapal itu membawa banyak sekali barang-barang mungkin Jewon ada diatara barang-barang itu,”

“Tsk,, kau sungguh keterlaluan Hyemi,” Jongwoon langsung berhambur meninggalkan Hyemi yang hanya diam mematung, padahal jelas-jelas ia tahu jika sebenarnya tempat Jewon di sekap itu di gudang sekolah yang sudah lama tak terpakai.

 

Pelabuhan Merak Seoul

 

Jongwoon sampai tepat beberapa menit sebelum pukul 4, Bunyi sirine dari kapal yang segera berlabuh pun terdengar nyaring di telinga mendengar bunyi yang terus menggema itu, Jongwoon semakin panik karena waktunya tinggal sedikit untuk menemukan Jewon. Ia langsung berlari keluar tanpa sempat menutup pintu mobilnya, ia bertanya pada salah satu nelayan yang ada di sana, apakah benar ada kapal yang tujuan nya amerika dengan angkutan barang-barang akan segera berlayar. Sang nelayan itu mengiyakan dan mengatakan kapal itu akan segera berangkat, tetttt…. Terdengar bunyi panjang dari sirine kapal dan itu tanda kapal akan segera berangkat.  Jongwoon yang menyadari hal itu berteriak histeris menangis menyesali kepergian Jewon yang keadaan nya.

Jongwoon pulang dengan rasa penuh kekecewaan dan penuh rasa bersalah ia tak kan tahu nasib seperti apa yang akan Jewon alami. Saat ia sudah sampai di depan apartemen nya ia cukup heran sebab ada sebuah kotak yang sangat besar terletak tepat di depan pintu,tertera namnya diatas kotak itu,  Jongwoon pun penasaran akan isi kotak tersebut kemudian membukanya….

 

 

Jongwoon POV

 

Saat aku sudah kembali ke apartemen aku cukup di kejutkan dengan ada nya sebuah kotak besar yang di letakkan di depan pintu, tertera nama ku pada kotak itu dan aku yakin itu pasti punya ku. Aku yang penasaran akan isi kotak tersebut segera membuka nya, saat sudah ku buka sebagian penutup kotak itu ternyata isi nya,,

DEG…

Seperti tubuh seseorang ku perhatikan lagi dan benar itu tubuh seseorang dan ternyata ia Jewon, Lee Jewon, itu tubuh yeoja iu. Siapa yang tega melakukan hal ini padanya. Segera ku keluarkan Jewon dari dalam kotak itu, tangan dan kaki nya di ikat menjadi satu, mulutnya di tempel dengan lakban dan kurasa ia pingsan, aku memeluk Jewon erat di dekapan ku menyalurkan rasa hangat padanya, lalu kulepas kan seluruh ikatan nya dan lakban yang menempel di mulutnya kubawa ia masuk membaringkan nya di sofa dengan posisi yang nyaman.  Tak lama dari  itu ponsel ku bergetar tanda pesan masuk dan kau tahu siapa itu, itu dari Hyemi gadis saiko yang pernah menjadi pacar kyu dulu ia yang melakukan nya, kenapa aku melupakan bahwa pelaku semua ini adalah Hyemi, aku benar-benar tidak menyangka jika Hyemi adalah yeoja yang seperti ini, sungguh mengerikan.

 

Oppa Mianhae aku telah menyakiti Jewon, sampaikan juga permintaan maaf ku padanya, mulai sekarang aku tak akan mengganggu hubungan kalian lagi Oppa aku akan pergi menjauh dari kehidupan kalian berdua, jagalah Jewon Oppa, sayangi ia layak nya sebuah permata yang indah yang  akan sayang jika kau membuangnya. Semoga hidup kalian bahagia selalu. Mianhae

 

 

***

 

 

Author POV

 

Jewon-ah panggil Jongwoon dari kejauhan, ia itu tampak sedang membawa dua eskrim masing-masing satu di tangannya, ia sedikit berlari mendekati seseorang yang duduk di bangku panjang sambil terus memperhatikannya yang sedang berlari-lari itu. Dengan cekatan ia melompati kubangan air yang ada di taman itu akibat hujan yang baru reda.

Jongwoon terus melompat sambil memandang fokus ke arah Jewon dan tanpa ia sadari  ia akan menabrak orang-orang yang sedang bersepeda, Jewon yang melihat keadaan itu refleks memanggil Jongwoon mencoba memperingatkan, Jongwoon yang sadar akan bahaya yang segera di hadapi nya, segera memberhentikan langkah dan sedikit oleng akibat  berhenti mendadak yang membuat nya jatuh, Jewon yang melihat keadaan itu bangkit berdiri dan berlari menghampiri Jongwoon

“Gwenchana ? “, Tanya Jewon khawatir

” Ne gwenchana”, jawab Jongwoon cepat sambil menunjukkan es krim yang ada di tangan nya,

“Ck, paboya. Maksud ku kau”, Jewon menyelentik dahi Jongwoon.

“Aish kau ini, aku ini pria tak akan terluka hanya karena jatuh” katanya hendak berdiri, dan Jewon membantunya.

Jewon hanya bisa berkomentar kalau Jongwoon itu seperti anak kecil saja, yang hanya mementingkan es krim nya dari pada diri nya sendiri.

Jongwoon hanya bisa tertawa dan berkata jika Jewon lah yang terlihat kekanakan jika seperti ini.

 

Jongwoon POV

 

“Ige es krim mu, rasa vanilla dan punya ku rasa coklat” kata ku sembari memberikan es krim nya pada Jewon.  Jewon tampak senang ketika ia mulai menjilati es krim nya itu, benar-benar seperti anak-anak.

” Gomawoyo”, katanya masih dengan mulut yang penuh es krim

” Ne, cham” kataku, aku melihat mulutnya belepotan akibat es krim yang dimakan nya.

” Wae? ” Sekarang ia sudah menelan sepenuh nya es krim itu.

” Ada, es krim di atas bibir mu” kata ku sembari menunjukkan bagian yang terkena es krim.

” Disini?” Katanya sambil menjilat bibir nya sendiri.

” Bukan tapi disitu”, ” iya dimana” katanya lagi yang sekarang memonyong-monyongkan bibir nya agar ia bisa melihat dari jarak pandang nya sendiri. Aku geram sekali melihat tingkah nya yang semakin menggoda itu, Sontak ku dekatkan tubuh ku kearah nya dan ia malah menutup matanya, benar-benar gadis ini sungguh menggoda ku, aku membersihkan es krim yang ada di dekat hidung tepat di atas bibir nya. Setelah itu aku menjauh kan tubuh ku takut akan godaan yang menerpa.

Ia membuka matanya dan mengerjapkan nya beberapa kali, mungkin ia bingung karena tidak terjadi hal yang di ingin kan nya.

” Kenapa kau menutup matamu” tanya ku menggoda nya.

” Ahh, itu, tadi itu, tadi ada angin jadi aku takut mataku terkena debu” bisa kulihat pipinya memerah menahan malu dan sekarang ia menundukkan kepala nya.

“Oh begitu. Ah aku ingin merasakan es krim mu” Jewon mengangkat kepalanya saat aku sudah mendekatkan diriku untuk mencicipi es krim yang di pengang nya. Ia kemudian menundukkan kepalanya lagi dan dapat kulihat wajah nya semakin memerah.

” Ehmm, apa kau juga mau merasakan es krim ku?” Tanya ku pada nya. Ia hanya mengangguk dan mengulurkan tangan nya yang satu untuk mengambil es krim ku. Aku tidak langsung memberikan es krim ku dan malah memakan nya separuh sekaligus, bisa kulihat ia hanya merengutkan bibir nya segera ku tarik tangannya yang masih mengantung tadi mendekat kan dirinya dengan diriku, ku arahkan pandangan ku ke bibir nya yang merah itu, dan seketika ku lumat bibir nya yang manis itu, masih sangat terasa vanila yang di makan nya tadi, dan mungkin ia juga bisa merasakan coklat yang ku makan ini. Lama-lama ciuman ku ini semakin dalam dan menuntut nya untuk membalas, namun Jewon menjatuhkan es krim nya tepat mengenai paha ku dan rasa nya amat dingin, ku lepas  tautan bibir kami, dan membersihkan es krim yang jatuh mengenai celana ku yang noda nya tak tampak tapi baunya uuh,, terasa sekali kalau itu vanila dan itu  berarti susu. Aku membenci nya namun tidak jika aku merasakannya langsung dari bibir Jewon.

” Ahh,, Mianhae” ia menundukkan wajahnya yang sudah pasti merah layaknya kepiting rebus.

” Gwenchana, kau kan tidak sengaja. Mianhae aku terlalu memaksa”

” Ah,, ne”jawab nya yang membuat,  oh Jewon kau lucu sekali. Membuat ku ingin mencium mu lagi.

“Ehmm,, Jewon-ah” aku mendekatkan lagi tubuh ku padanya,

” Ne Jongwoon” apa katanya Jongwoon gadis ini benar-benar ingin ku cium rupanya.

” Apa kata  mu tadi, Jongwoon. Heyy, kau harusnya memanggilku Oppa” aku melotot pada Jewon dan hanya mendapatkan senyum smirk nya.

“Kau ini benar-benar ingin ku cium ya” Jewon segera berdiri mendengar aku akan mencium nya aku pun berdiri mengikuti nya. Ku dekatkan lagi tubuh ku ke arahnya untuk memperkecil jarak antara kami, ku raih dagu nya dan… “Awww” Jewon menginjak kaki ku dan langsung berlari menjauh, aku mengejar Jewon dan kami akhirnya main kejar-kejaran layak nya anak kecil.

 

 

THE END

 

 

 

Gimana ?? gimana?? Aku cukup malu dengan hasil FF ku yang Cuma begini aja, ini terinspirasi dari banyak cerita yang aku baca dan kahir nya jadi beginilah FF ku. Buat reader terimaksih, mohon Kripik Sambel nya ya, ciee kritik dan saran maksud nya hehe. Maaf kebanyakan ngebacot, wassalam, ting^^

 

 

10 Comments (+add yours?)

  1. Babyfishevil
    Jul 26, 2013 @ 12:25:49

    Bagus, koq

    Reply

  2. haninvadila
    Jul 26, 2013 @ 14:21:12

    kren thor 🙂

    Reply

  3. Christiani
    Jul 26, 2013 @ 14:49:41

    BAD

    Reply

  4. @salmaayu1
    Jul 26, 2013 @ 17:51:58

    Insaf juga tuh si hyeminya 😀
    Keren thor 🙂
    keep writing ya ^^

    Reply

  5. yulia
    Jul 26, 2013 @ 20:50:36

    Jong woon… miss U…

    Reply

  6. Devi
    Jul 26, 2013 @ 22:44:57

    Seru bgt

    Reply

  7. GaemGyu Yuni
    Jul 27, 2013 @ 20:52:53

    Kerennn nih ff nyaaaa (y)

    Reply

  8. renikyu
    Aug 02, 2013 @ 14:53:48

    Bagus kok thor~seruuu , keep writing thor!^^

    Reply

  9. Tasya
    Aug 17, 2013 @ 17:39:41

    Ffnya keren n lucu

    Reply

  10. 2425yy
    Nov 13, 2014 @ 12:21:18

    menarik ff ny, cman agak aneh aj sm hyemi…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: