[Special Post for Heechul Event] Wait For Me

Judul: Wait for Me

Author: Lhyunji

Cast:

  • Kim Heechul
  • Yoon Jihae (OC)

Genre: Romance

Rating: PG-13

A\N: aduh, sepertinya posternya terlalu upay, apalagi fontnya TT^TT masih abal buat poster ff soalnya hehehe~ dan kalo ada kesalahan akan waktu Uri Heenim ini Kambek, mohon dimaklumi, karena saya agak kudet belakangan ini, jadi, yah, Cuma inget-inget waktu dikasih tau sama temen._.v ehehehe~ happy reading! 😀

 Wait For Me

-Wait for Me-

Heechul –Laki-laki dengan seragam militernya- itu berbaring ditempat tidur yang ia tempati selama 2 tahun ini, mata hitam pekatnya melirik pada sebuah kalender, kemudian tersenyum. Sebentar lagi ia akan keluar dari segala urusan kemiliterannya, dan juga sebentar lagi ia akan melihat kembali sosok yang paling ia rindukan selama ia menjalani wajib militer.

 

“Kenapa manager harus mengirim orang sepertimu untuk menggantikannya!” Cibir Heechul pedas, melirik kearah perempuan yang duduk disebelahnya.

“Jika aku bisa menentang, aku pasti akan menolak untuk menjadi penggantinya, bodoh.” Perempuan dengan balutan dress berwarna putih gading keluaran Guess, dan juga blazer dengan warna coklat muda itu juga tidak mau kalah mencibir Heechul.

“Tsk, kau ini hanya manager, beraninya kau mengataiku bodoh.”

“Oh, kau sadar jika aku mengataimu bodoh? Sykurulah, artinya kau tidak sebodoh yang aku kira.”

“Jeogmal,” Heechul mendesis, lalu mengalihkan pandangannya kearah jalanan kota, “Iblis macam apa kau ini, bagaimana bisa kau diterima menjadi staff SM.”

“Oh, tentu saja karena aku ini cerdas, perlu kau ingat, IQ-ku lebih tinggi darimu, Tuan Kim.” Kata perempuan yang terpaut 4 tahun dari Heechul, yang kemudian mengeluarkan Handphone-nya, “Setelah acara di Strong Heart, kau memiliki jadwal—“

“Aku tahu, mengurus segala hal untuk militerku, kan?” Kata Heechul, masih membuang pandangannya, terdengar enggan untuk membahas hal yang menyangkut tentang kewajibannya sebagai warga Negara Korea beberapa hari lagi, “Aku ingat.”

“Aku hanya mengingatkan.” Kata Perempuan itu –Yoon Jihae- dingin, kemudian ia membalikkan kedua bola matanya, ia merutuki nasibnya yang sekarang harus menjadi manager sementara seorang idol Kim Heechul.

“Antarkan aku ke coffee shop.” Jihae sedikit terhenyak saat tiba-tiba Heechul menggandeng tangannya saat mereka baru saja keluar dari mobil.

“Tapi kau—“

“Kau pikir seberapa jauh jarak ke coffee shop?” Heechul menunjuk sebuah coffee shop yang cukup mungil didekat tempat mereka turun dari mobil –Gedung SBS-. Jihae hanya menghela nafas berat menuruti permintaan laki-laki disebelahnya, dan kemudian mensejajarkan langkahnya dengan Heechul. Jihae sempat melirik tangan mungilnya yang sekarang masih digenggam oleh Heechul, dan menjalarkan kehagatan tersendiri bagi Jihae.

Mereka membuka pintu coffee shop yang cukup sepi itu, dan indera penciuman mereka langsung dimanjakan aroma khas minuman berkafein itu. Jihae masih saja diam, memperhatikan setiap gerakan Heechul yang saat ini masih menggenggam tangan kanannya.

“1 cappuccino, dan 1 Mochaccino.” Kata Heechul, tanpa membaca daftar menu yang berada didepannya. Menunjukkan bahwa ia sudah sering berkunjung kesini.

Tak perlu menunggu lama, 2 cup dengan aroma kopi yang akan memanjakan kedua orang ini sudah siap. Heechul melepaskan genggamannya, kemudian membayar pesanannya, dan membawa 2 cup tersebut keluar dari coffee shop. Jihae hanya mengikutinya dari belakang, masih memperhatikan sosok yang berbeda 6 cm darinya ini.

“Ini untukmu.” Heechul menyodorkan 1 cup berisi Mochaccino pada Jihae.

“Darimana kau tahu aku menyukai Mochaccino?”

Heechul mengedikkan bahu ringan atas pertanyaan Jihae, “Sudah, kau mau tidak?”

“ne! Gomawo.” Jihae menerima moccacinno tersebut dengan senang hati. Tentu saja, ia memang penggemar minuman berkafein yang cocok dengan udara dingin seperti sekarang.

 

“Bagaimana?” Tanya Jihae saat Heechul baru saja memasuki mobil.

Mwo-ya?”

“Wajib militermu, bodoh.”

Heechul mendesis atas panggilan bodoh yang ditujukan untuknya, “Ada beberapa berkas yang belum aku bawa, jadi besok aku akan kembali kemari lagi.”

“Ceroboh.” Cibir Jihae, kemudian mengeluarkan Handphone-nya, menambahkan jadwal Heechul untuk besok yang ia simpan di Handphone berwarna putih miliknya, “Besok jadwalmu cukup padat, Musicbank, strongheart, Young street, dan kembali mengurus wajib militermu.” Jihae melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 12 malam, “akan lebih larut dari biasanya.”

“Besok pagi aku akan sarapan dengan Hongki.” Kata Heechul, “Kau ikut denganku.”

“Mwo-ya? Untuk apa aku ikut makan pagi bersama orang aneh seperti kalian?”

Heechul berdecak kesal atas panggilan aneh yang ditujukan untuk ia dan Hongki, “Setelah itu kita langsung pergi mengurus wajib militerku. Tolong ingatkan aku agar tidak ada berkas yang tertinggal.” Kata Heechul, dan hanya dijawab dengan desisan dari Jihae yang sekarang sudah melepas Blazernya, mempertontonkan lengan putih miliknya.

“Hey, SM Building tidak mengarah kesini.” Kata Jihae, menyadari bahwa ada yang mengganjal dari jalan yang mereka lewati.

“Temani aku.” Kata Heechul menggantung, matanya menatap kosong jalanan kota Seoul yang tak pernah sepi. Jihae hanya menghela nafas berat, ia tahu akan dibawa kemana ia oleh Heechul: Club. Ia rasa Heechul cukup lelah memikirkan wajib militernya nanti. Tentu saja, 2 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk Heechul melepaskan segala aktifitas keartisannya dan juga melepas para fansnya.

Jihae merasa mobil mereka berhenti. Ia mengarahkan pandangannya keluar jendela mobil; gelap, bukan tempat penuh lampu dan dentuman musik keras yang ia duga.

“Turunlah.” Kata Heechul, dan mereka berdua turun dari mobil hitam tersebut.

“Untuk apa kita kesini?” Tanya Jihae saat menyadari tempat tesebut adalah taman yang sudah sepi, bahkan tidak ada seorangpun disini kecuali 2 orang bergolongan darah AB ini. Jihae merasa ia tidak punya urusan apapun dengan Heechul di taman yang sepi seperti ini, atau—

“Jangan berpikiran apapun, aku tidak mungkin memperkosa perempuan sepertimu, cih, apa menariknya dirimu.” Cerca Heechul, yang kemudian melangkahkan kakinya menuju sebuah bangku taman. Hanya ada beberapa lampu taman dengan cahaya remangnya yang menjadi penerangan di beberapa sudut taman ini. Jihae mengekori Heechul dari belakang, kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri, berharap hal tersebut dapat mengurangi udara dingin yang menggelitik kulit mulus Jihae.

“Kau sebenarnya ada urusan apa?” Tanya Jihae, merasa sebentar lagi ia akan mati kedinginan ditengah malam seperti ini, dan Heechul akan meninggalkannya sendiri untuk pulang ke dormnya.

“Tidak ada, aku hanya ingin mencari udara segar saja.”

“Udara segar katamu?” Ujar Jihae tidak percaya. Jihae berdecak heran bagaimana laki-laki disampingnya ini tidak kedinginan hanya dengan kemeja yang merangkap kaos tipisnya. Heechul menolehkan pandangan kearah Jihae, dan langsung berdesis, “Siapa suruh kau melepas blazermu, ha?”

“Mana aku tahu jika kau akan mengajakku ketempat terbuka seperti ini?”

“Jadi kau berharap aku mengajakmu ke sebuah club, dan setelah aku mabuk berat aku melihatmu dengan dress seperti itu, lalu aku akan menciummu? Begitu?” Kata Heechul, menaikkan salah satu sudut bibirnya, hal yang sangat dibenci oleh Jihae, “Aku bukan jenis pria brengsek yang akan mencium perempuan dibawah kendali alkohol.”

“Tsk! Bodoh, sudi sekali aku membayangkan hal-hal menjijikkan seperti itu!” Dengus Jihae, yang kemudian tersentak dengan genggaman tangan Heechul yang tiba-tiba saja, dan memberi kehangatan sendiri bagi Jihae. Ia menghela nafas berat, heran dengan segala sifat Heechul yang dapat berubah 180derajat hanya dalam sepersekian detik.

“Menurutmu, apa keputusanku sudah benar?” Tanya Heechul, menatap Jihae dengan sorot mata damainya, bukan sorot mata kesal yang biasa ia tunjukkan.

Seolah mengerti arah pembicaraan Heechul, Jihae tersenyum, “Tentu saja, kau sudah memikirkannya matang-matang, jika kau yakin atas keputusanmu, itulah yang terbaik untukmu.”

“Untukku, ya?” Kata Heechul ragu.

Bukan berarti keputusanmu itu keputusan yang egois, semua pasti mengerti, bodoh. Semua fansmu juga dituntut untuk mengerti dimana posisimu sekarang.” Kata Jihae tenang, tersenyum pada Heechul, “Wajib militer bukan akhir dari karirmu, mereka pasti setia menunggumu, ingin melihat bagaimana Kim Heechul yang baru.”

Heechul hanya tersenyum puas mendengar jawaban dari Jihae, kemudian mendekatkan wajahnya, menatap Jihae hanya dengan jarak beberapa senti, mengamati detail dari pahatan Tuhan yang begitu sempurna itu. Sedetik kemudian, Jihae merasakan sesuatu yang hangat dan lembut mendarat tepat dibibir merah mudanya, menyapu lipbalm yang ia pakai, dan menjalarkan kehangatan yang terasa aneh keseluruh tubuh Jihae. Heechul melumat bibir Jihae dengan sangat hati-hati, takut melukai pahatan sempurna Tuhan ini.

Heechul melepaskan bibirnya, tersenyum pada perempuan yang masih membeku dengan rona merah dipipinya, “Besok pertemuan terakhir kita, setelah itu kau akan melihat Kim Heechul yang lebih tampan 2 tahun lagi,” Heechul mengacak singkat rambut panjang Jihae yang dibiarkan tergerai, “Aku harap kau mau menungguku, 2 tahun lagi, ditempat dan jam yang sama.” Kata Heechul, menatap lekat manik mata hazel didepannya, “Jangan menangis, kau hanya akan membuatku khawatir dan tidak tenang selama wajib militer nanti.” Heechul mengusap kedua pipi Jihae dengan tangan kanannya melihat genangan air mata sudah siap turun dan membuat aliran sungai kecil dipipi perempuan itu.

“Bodoh.” Hanya itu kata yang terlontar dari mulut Jihae, dan Heechul terkekeh pelan, “Aku anggap kau sudah berjanji padaku untuk tidak menangis, dan jaga kesehatanmu.” Tangan Heechul turun dan menggenggam erat kedua tangan Jihae, “2 tahun lagi, aku mau melihatmu tidak sekurus saat ini, ne?”

“Jangan lupa, bawalah jaket 2 tahun lagi.”

Heechul beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju mobil. Jihae hanya mendengus kecil dan mengikuti Heechul dari belakang.

 

“Ya! Kim Heechul! Yoon Jihae!” Seru Leeteuk yang melihat Heechul dan Jihae memasuki dorm.

“Hyung! Kau tidak apa-apa, kan—“ Perkataan Donghae kemudian terpotong, digantikan oleh senyum penuh arti saat melihat tangan Jihae yang digenggam oleh Heechul.

“Arraseo,”  Leeteuk yang  menyadari juga ikut tersenyum penuh arti, “Jadi, kedua iblis ini bisa bersatu?”

Jihae yang sadar maksud dari senyuman kedua orang didepan mereka langsung melepaskan genggaman tangannya dari Heechul.

“Kami semua di dorm ini khawatir, kami kira akan terjadi perang dunia, atau kalian berdua akan membunuh satu sama lain.” Kata Shindong yang baru saja bergabung dengan yang lainnya.

“Atau kami pikir kalian akan membunuh orang-orang yang lewat dihadapan kalian.” Sahut Kyuhyun, dan langssung dijawab dengan tawa Heechul, “Bodoh, kalian pikir kami ini pembunuh, ha?”

Leeteuk mengedikkan bahunya, “Mana kita tahu, sifat kalian selalu berubah tiba-tiba,  kami tidak pernah mengerti jalan pikiran kalian beruda yang bergolongan darah AB.”

“Ya!” Protes Yesung tidak terima, “Setidaknya aku tidak seaneh kedua orang ini.” Yesung memberi pembelaan sembari menunjuk Jihae dan Heechul.

“Yah, setidaknya kedua orang aneh yang baru saja datang ini membawa kedamaian, diluar dugaan kita.” Kata Shindong.

 

August, 2013

Heechul, pria dengan balutan hoodie hitam dan masker masih duduk dibangku sebuah taman sejak 5 menit yang lalu, pria itu melihat jam tangan yang melingkar ditangannya, menunjukkan pukul 1.05 dini hari. Heechul melepas maskernya dan menghela nafas panjang, masih menunggu perempuan yang selalu ia rindukan selama ia menjalani wajib militernya.

Mianhamnida, pak!” Heechul terhenyak, dan kemudian tersenyum saat ia mendapati sumber suara, sosok peremuan yang sedang memberi hormat padanya.

“Ya! Kenapa kau terlambat?” Kata Heechul tegas.

“Saya mengambil jaket, pak!” seru perempuan itu, kemudian senyum mengembang di wajah tirusnya, mempercantik wajahnya.

“Kau menepati janjimu rupanya.” Heechul tersenyum puas.

“Tentu saja, kau yang tidak menepati janjimu, tuan Kim.”

“Hey, aku sudah datang kesini, tentu saja aku menepati janjiku.”

Jihae menggeleng, “Kau bilang akan kembali menjadi lebih tampan?” Jihae memperhatikan penampilan Heechul dari atas sampai bawah, “Hmm, kau tak berubah, tuan Kim—“

“Ya! Ketampananku akan terus bertambah, Nona!”

“Kau tidak berubah, kau masih menjadi Kim Heechul yang aneh dan tampan.” Kata Jihae, dan langsung dibalas dengan pelukan hangat Heechul.

“Sebenarnya kau bisa menemuiku, kan? Aku yakin tugasmu tidak seberat itu.” Protes Jihae. Heechul terkekeh, mengacak singkat rambut Jihae, “Aku tidak ingin menemuimu, kau tahu, jika kita bertemu, lalu kemudian berpisah lagi, itu malah akan menyiksaku, bodoh.”

“Alasan yang aneh, sama sepertimu.” Jihae mendengus.

“Dan kenapa kau tidak mengucapkan selamat ulang tahun untukku, ha?” Protes Heechul.

“Kau yang bilang bahwa kau tidak mau menemuimu dengan alasan aneh bahwa itu makin menyiksamu.” Jihae mendengus.

“Sudahlah,” Heechul menyerah, kemudian menatap Jihae, memperhatikan setiap detail yang ia rindukan itu, menatap manik mata hazel milik Jihae, “Kau semakin gendut ya, chagi?”

Mwo-ya?” Jihae membelalakkan matanya, “Ada hubungan apa sampai kau memanggilku chagi? Bahkan kau tidak pernah menyatakan perasaanmu padaku!”

Well, karena kau tidak menolak ciumanku 2 tahun lalu, aku anggap kau juga mencintaiku—“

“Dasar bodoh, kenapa otakmu dangkal sekali! Kau benar-benar tidak berubah Kim Heechul!” Jihae memukul kecil dada Heechul, menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai memanas.

“Apa aku salah? Aku benarkan? Kau juga mencintaiku, kan?” Tanya Heechul, menggenggam erat jemari lentik milik Jihae.

Ne, naddo.” Kata Jihae, langsung menundukkan kepalanya, kembali menyembunyikan wajahnya yang sudah benar-benar memanas.

“Sudah kuduga, tentu saja, siapa orang didunia ini yang tidak takluk akan ketampananku?” Kata Heechul, menarik satu sudut bibirnya, yang membuat Jihae memukul lengannya, “Hentikan kepercayaan dirimu yang sudah melebihi batas itu, Bodoh!”

END

20 Comments (+add yours?)

  1. icha_savitrie
    Aug 03, 2013 @ 17:07:09

    Ceritanya simple tapi maniiiiiis bgt..

    Sukaaa.. ^^

    Reply

  2. Gaemelgyu
    Aug 03, 2013 @ 17:09:23

    Kyaa~~nice ff
    Heechul-ah,PD sekali dirimu nak._.
    Tapi tak perlu menunggu 2 atau beberapa tahun lagi,kau tetap akan menjadi “Cinderella man” kami.
    Btw untuk koreksi author,ada beberapa kata yang typo *oke ini nggak penting* tapi dari keseluruhan udah bagus.
    Mian terlalu banyak komentar *bow*

    Reply

    • lhyunji
      Aug 04, 2013 @ 11:34:44

      iya dong~ heechul bakal tetep jadi heechul buat kita sampe kapanpun :’)
      waduh, berarti mataku kurang jeli sampe tetep aja ada typo >< mian ya~
      well, komen panjang jauh lebih baik daripada gk komen (?) ehehe~ thanks for reading amel~ :p ^^

      Reply

  3. song yoo jin
    Aug 03, 2013 @ 18:04:27

    Ga kebayang heechul bisa manis ky gitu…hihihi..

    Reply

    • lhyunji
      Aug 05, 2013 @ 21:49:59

      aduh sampe salah bales komen kan-_- heechul selalu manis kok kalo sama aku(?) #abaiakanini well sebenernya aku sndr bingung gimana cara dapetin karakter aslinya heechul yg aneh itu *digampar heechul* jadi ya kek begini, jadi Heechul si manis(?) bergolongan darah AB. thanks for reading btw^^

      Reply

  4. Flo
    Aug 03, 2013 @ 20:05:24

    ahaha..
    lucu banget deh, lihat couple ini…

    Reply

  5. jihanfakhria
    Aug 03, 2013 @ 20:06:38

    So sweet:D
    Udah gasabar heechul oppa comeback^^
    Keren thor ffnya^^

    Reply

  6. yulia
    Aug 03, 2013 @ 21:18:01

    romantis banget sih…

    Reply

  7. minyin
    Aug 03, 2013 @ 21:25:14

    Sweet.. tumben heechul bisa manis begitu

    Reply

  8. Pink Sista
    Aug 03, 2013 @ 22:11:47

    Haha… Lucu dan romantis abis thor! 😀 aku ngakak bacanya.wkwk 😀
    Di tunggu ff yg lain ya thor! Keep writing! FIGHTING!!! ^^

    Reply

  9. Cho In Hyun
    Aug 05, 2013 @ 10:45:47

    Aaaaahhh jarang bangett nemuin FF yg castnya Heenim yg jadi Pria sejati *ehh
    Gak kerasa bentar lg Oppa udh mau keluar wamil (˘ε˘ƪ)

    Reply

    • lhyunji
      Aug 05, 2013 @ 22:44:25

      Pria sejati? lolol xD iya, bentar lagi uri Heenim mau keluar dari wamil :’D dan maybe, dia bakal jadi yang kamu maksud “pria sejati” dan banyak ff Heenim sebagai pria sejati dimana-mana kkk~ xD thanks for reading btw :3

      Reply

  10. lhyunji
    Aug 05, 2013 @ 12:30:52

    heechul selalu manis kok kalo sama aku(?) #abaiakanini well sebenernya aku sndr bingung gimana cara dapetin karakter aslinya heechul yg aneh itu *digampar heechul* jadi ya kek begini, jadi Heechul si manis(?) bergolongan darah AB. thanks for reading btw^^

    Reply

  11. diah ayu .k
    Mar 16, 2014 @ 18:45:49

    seru thor,,,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: