Between Me, You, and the Baby [14/17]

Images 5

Nama                   : Lilia Hamzah

Judul Cerita      : Between me, you, and the baby

Tag (tokoh)       :  Kim Myung woo (OC), Choi Siwon, member of suju (Please find them by yourself, he eh…),

and the  little baby named Kim Seva (OC). PS, disini member Suju memiliki umur tidak sesuai umur asli. Melainkan disesuaikan dengan cerita.

Genre                     : Romance (I hope so)

Rating                  : Sebaiknya pembaca sudah dewasa, meskipun ada anak bayi yang terlibat di dalam ceritanya.

Length                                 : Chapter  14/??? (As much as the writer can write)

Catatan              : Jika ada kosakata, tutur kata, dan karakter yang dianggap vulgar mohon maaf, semata-mata

author hanya ingin memperkuat karakter tokoh yang memang memiliki tingkat kemesuman level

sepuluh (Cabe kaleee pake level sepuluh…)

Myung woo’s POV

Kamar 220, Blue Sapphire.

Hey, aku pindah kamar….

Setelah mendengar pengakuanku mengenai aku membantu paman Jong woon membebaskan Shin, ahjussi mesum langsung memindahkan kamarku menuju kamar 220. Katanya, ia juga bersikeras untuk menginap di kamar baruku itu, demi menjagaku. Alah, modusmu ahjussi, gak hilang-hilang.

“Apa ini Sungmin oppa???” tanyaku saat Sungmin oppa mengunjungiku dan menyodorkan kardus coklat kepadaku. “Apa itu??? sepupuku itu bertanya balik saat melihat ahjussi mesum ada di kamarku. Ya, mau bagaimana lagi, ahjussi mesum bersikeras menjagaku. Jadi aku hanya membiarkannya. He eh…

“Aku sedang menjaga sepupumu opsir. Aku dengar kau mengajaknya main polisi-polisian tadi pagi??? Magnaeku juga kau ajak. Iyakan???” ucap ahjussi mesum sarat oleh sindiran.

“Aku tidak mengajak mereka, mereka yang memaksa ikut ahjussi mesum” balas Sungmin oppa,

“Lho inikan kura-kura???” aku tambah bingung saat membuka kardus coklat tersebut yang ternyata berisi kura-kura. Mirip kura-kura punyanya paman Jong woon. Ini juga memakai Kevlar. Lho???

“Paman Jong woon memiliki tiga kura-kura yakni Ddangkoma, Ddangkomi, dan Ddangkoming. Kau ingat kan Ddangkoma yang sering di bawa paman??? Yang dipakaikan Kevlar itu???” ucap Sungmin oppa. Ya iyalah aku ingat, tidak setiap hari aku melihat kura-kura makai rompi anti peluru macam itu. Malahan, aku baru lihat yang namanya kura-kura dipakaikan rompi anti peluru, bahan Kevlar pula. Mungkin, sama kayak anjing polisi yang juga pakai rompi semacam itu – nah kalau yang itu aku pernah lihat di film atau di TV, makanya Ddangkoma sebagai kura-kura polisi juga butuh rompi. Tauk ah….

“Arra, yang pakai Kevlar kan??? Supaya anti pecah, anti peluru??? Iyakan” balasku.

“Juga anti maling, karena di balik Kevlar itu disusupkan chip super canggih yang membuat Ddangkoma juga anti maling. Jadi kalau ada orang tak dikenal berusaha mencurinya maka bakal ada alarm berbunyi”

Hah??? Serius??? Kura-kuranya mahal ya sampai dipakaikan alarm segala???…

Sepupuku Sungmin mengabaikan tatapan heranku, juga tatapan tak percaya ahjussi mesum, dan memilih mengambil kura-kura itu dari kardus, lalu meletakkannya di kolong meja yang berada di dekat ranjangku. “Ne, chip tersebut memungkinkan ada pendeteksi sidik jari di lapisan atas Kevlarnya, jadi siapapun yang sidik jarinya tak terdaftar dalam data chip alias orang asing, yang menyentuh Ddangkoma maka alarmnya akan terpicu untuk berbunyi. Itu sebabnya paman membuatnya menjadi lebih canggih, sekarang siapapun yang profilnya tidak ada dalam data chip terus mendekat ke arah Ddangko, maka chip akan menandainya sebagai penyusup, otomatis alarmnya akan berbunyi kencang, lumayan untuk membangunkan warga sekampung” ucap Sungmin sedikit lebay di bagian akhir ucapannya.

“Kau serius oppa???” aku masih tidak mempercayai penjelasannya barusan. Jangan-jangan pertempuran tadi membuatnya gegar otak dan mendadak meracau begini.

“Anio, Ddangkoma memang dirancang sebagai pengganti anjing penjaga kok. Makanya tidak semua orang bisa mendekati kamar paman Jong woon, karena DDangkoma selalu berada di kolong ranjangnya. Untungnya aku keponakannya, makanya profilku dimasukkan ke data chip. Btw, alarmnya sekaligus terhubung dengan kepolisian. Akan ada polisi yang langsung menuju kemari ketika alarm berbunyi. Hey, Myung woo, apakah ahjussi mesummu, si tuan Siwon ini perlu kita masukkan profilnya ke data??? Sehingga tidak dianggap orang asing.  Atau biarkan saja sebagai orang asing sehingga jika ia mendekatimu dengan niat mesumnya, satu hotel dan pihak kepolisian akan mengetahuinya” entah Sungmin bertanya atau bercanda.

Aku tertawa mendengarnya, sementara ahjussi mesum memilih melempari bantal ke sepupuku. “Aku penjaganya tauk, aku yang menjaganya setiap malam” ucap ahjussi mesum sewot.

“Alah modus, bilang saja mau barengan sama sepupuku” bantah Sungmin oppa, “Myung woo, aku tidak suka melihatnya sebebas ini. Seharusnya ia menikahimu dulu baru bisa masuk ke kamarmu, atau sebaiknya aku menyeretnya ke altar pernikahan setelah kasus???” tanya Sungmin sengaja memakai bahasa Indonesia.

“Yakk kalian bicara dalam bahasa apa???” bentak ahjussi mesum. Kami mengabaikannya.

“Tenang saja aku bisa menjaga diriku dari tangannya kalau itu maksudmu”

“Oya, aku sudah menaruh saudaranya kura-kura ini di kamarnya Seva, sekarang ia bukan hanya punya pelayan Park sebagai penjaga,  ia juga punya kura-kura penjaga. Kayaknya yang di Seva itu Ddangkomi sedangkan yang ini Ddangkoming dah, sama-sama kelihatan kayak kura-kura dimataku. Untunglah paman memasukkan teknologi keamanan ke trio kura-kura peliharaannya” ucap Sungmin. Ya ampun, ternyata paman Jong woonku sama parnonya seperti ke empat ahjussiku kalau menyangkut keamanan, sampai mengubah peliharaannya sebegitunya. Tsk…tsk…tsk..

“Yakkk jelaskan kepadaku, kalian bicara apa???” protes ahjussi mesum karena tidak memahami percakapan antara aku dan sepupuku. Hihihihihi, kasian dah elo ahjussi.

**************************************************************************************************************************************Anonymous’s POV

Sebutkan satu permintaanmu my Lady??? Ucapku memulai dialog dengan diriku sendiri saat berjalan menuju kamar my Lady. Aku tahu kau pindah kamar, karena aku sudah mengawasi Blue Sappire sedari sore. Damn, aku benar-benar namja yang sabar rupanya. Fufufu.

Baiklah, aku ulangi sekali lagi pertanyaanku, apa permintaan terakhirmu my Lady??? Dan sisi lain diriku yang berperan sebagai my Lady menjawab, “Oh pembunuh tampan sebutkan namamu supaya aku tidak mati penasaran???. Fufufufu, dan aku menjawab, “Namaku adalah yang tidak boleh disebut my Lady, karena aku adalah pembunuh kesayangan Mister K  . Aha kau kaget kan karena aku mengetahui panggilan kesayanganmu untuk bosku. Well, aku disebut pembunuh handal karena memiliki telinga yang tajam my Lady”, lalu sang Lady memohon, “Jeball, sebutkan namamu tuan pembunuh??? Bukankah aku akan pendiam saat menjadi mayat. Aku menyeringai, “Kau benar-benar pandai my Lady. Baiklah, aku akan menyebut namaku. Well, karena aku akan menikammu, kau boleh menjeritkan namaku, yah desahkan Kim Ryeowook sesuka hatimu ketika aku menembakmu my Lady. Fufufu”

**************************************************************************************************************************************

Myung woo’s POV

Kamar 220, tengah malam…

YAKKK PENYUSUP JELEK PERGI KAU!!!! WAHAI PENYUSUP JELEK PERGILAH KAU DARI SINI. HUSSS…HUSS…HUSS…. NGUING…NGUING…NGUING…

Sontak suara bising itu membangunkanku serta ahjussi mesum yang tertidur di sofa – sebenarnya ia ingin dengan mesumnya tidur di satu ranjang denganku, namun sebuah lemparan bantal menghalangi niatnya.

“Apa ini???” teriak ahjussi mesum. Namun aku tak sempat menjawabnya karena aku melihat seseorang berdiri terperangah di dekat ranjangku. Omo, itu penyusup.

Aku lantas melemparkan bantalku ke arah mukanya, semacam pengalih untuk membuatnya lengah. Namun penyusup itu dengan sigap menghindar. Rupanya, ia sudah sepenuhnya pulih dari rasa kagetnya akibat mendengar alarm ala saudaranya Ddangkoma. Ia mengarahkan tokalevnya ke arah tubuhku. Sebelum ia sempat menarik pelatuknya, juga sebelum aku meraih bantal sebagai tamengku, sebuah badan menabrak tubuh penjahat itu. Kemudian suara letusan tokalev terdengar berbarengan dengan suara rubuh dua orang yang jatuh. Salah satunya ahjussi mesum. Oh my…

Aku bergegas berlari ke arah tersebut, bantal yang aku raih sebelumnya aku lemparkan ke arah penyusup itu yang berusaha menyingkirkan badan ahjussi yang menindih tubuhnya. Aku berhasil mengibaskan bantalku ke pergelangan tangannya sehingga membuat tokalev itu terlepas dari genggamannya, lalu dengan gesitnya kakiku menendang benda besi itu sampai meluncur menjauhi posisi kami berdua. Karena, kalau aku menunduk memungutnya sama saja memberinya kesempatan untuk menyerangku.

Penyusup itu bangkit lalu mulai menyerangku dengan jab dan tendangan. Aku menangkisnya. Untuk sejenak aku fokus kepadanya alih-alih ke tubuh ahjussi mesum yang terbaring di lantai. Damn, penyusup ini bertubuh mungil untuk ukuran namja namun ilmu beladirinya bagus sekali, sabuk hitam sepertinya. Karena ia dengan mudahnya mematahkan seranganku. Aku melakukan tendangan menjegal ke kakinya. Berhasil, ia terjatuh. Namun ia berhasil bangun dalam sekejap dengan sebuah gerakan. Sial, namja ini tangguh juga.

“Myung woo apa yang terjadi???” sebuah teriakan terdengar dari arah pintu lengkap dengan derapan kaki. Gawat, kalau yang datang adalah ketiga anak kaya itu atau pelayan Park maka itu menyudutkan posisiku. Karena ada banyak namja yang bisa ditawan oleh si penyusup.

Teriakan mereka mengalihkan fokusku sehingga sebuah jab yang diarahkan sang penyusup ke rusuk di bagian bawah dadaku lolos, membuatku merintih sakit. Ia kembali melancarkan serangan bertubi-tubi yang membuatku semakin terpojok sampai akhirnya sebuah pukulan membuatku mental sampai menabrak meja di sudut ranjang. Tubuhku mendadak diserang rasa sakit akibat bagian ujung mejanya tepat mengenai rusuk bawah dadaku. Ouchhhh….

Detik selanjutnya tubuhku pun merosot di tepian meja, sementara kepalaku membentur lampu tidur sampai menjadikannya oleng. Namja itu mencerabut lampu tersebut dan hendak menghantamnya ke arah kepalaku. Untungnya mataku menangkap sekilas DDangkoma yang diletakkan Sungmin oppa di kolong meja. Aku bergegas meraihnya dan melempar ke arah penyusup itu. Di saat yang bersamaan hantaman keras kap lampu di tubuhku membuatku menjerit kesakitan. Berbaur dengan suara teriakan perih si penyusup yang mungkin mengalami pelipis robek akibat hantaman tubuh Ddangkoming atau Ddangkomi mungkin. Entahlah.

Dorrr…. Sebuah tembakan dilepaskan. Diikuti oleh suara jatuhnya si penyusup sampai tersungkur di lantai.

“Itu untuk appaku brengsek…” itu suara umpatan Stiltskin. Aku melihatnya sedang mengarahkan tokalev milik si penyusup yang aku singkirkan tadi. “Stiltskin kau…???”

Namja itu mengabaikan panggilanku, ia berjalan mendekati tubuh si penyusup yang tersungkur di lantai, “Ini untuk Myung woo, bayi kesayangan appaku” umpat Stiltskin kembali seraya menendang tubuh pingsan itu. Memang tidak ada pengaruhnya karena penyusup sudah tak sadarkan diri. Namun itu sepertinya membuat Stiltskin lebih tenang. Urat-urat di seputaran lehernya mulai mengendur seketika.

“Siwon…” jerit Heechul yang saat itu berdiri  dekat pintu, seraya menumpangkan satu tangannya di pundak Eunhyuk, satu tangan lagi di bagian perut, “Siwon…aku merasakannya…kesakitan” jeritnya terengah. Oh sial, aku lupa kalau ahjussi mesum masih terbaring.

“Hae oppa, panggil ambulan” teriakku,

“Ne, palli. Aku merasakan sesak nafas…” ucap Heechul sebelum akhirnya rubuh ke lantai.

“Hyung…” itu teriakan Eunhyuk kaget karena Heechul mendadak tak sadarkan diri.

Semuanya mendadak terasa seperti hitungan detik saat aku membalikkan tubuh ahjussi yang kini berlumuran darah di bagian perutnya. “Ahjussiii…”  teriakku pilu seperti saat aku meneriakkan appaku ketika tragedi itu terjadi. Namun ahjussi juga seperti appa, ia tidak menjawab. Aku menggoncangnya, “Ahjusii…ahjussiiii…bangun ahjussi mesum…” teriakku. Mengabaikan semua hiruk pikuk yang mendadak memenuhi kamarku.

Aku terus memukul dadanya, “Bangun ahjussi mesumku.. aku tahu kau bisa mendengarku. Bangun….” Aku tetap meneriakkan itu meskipun Sungmin oppa memegang erat kedua tanganku saat para medis mengangkut tubuh ahjussi. Aku mengalihkan kepalaku untuk bersandar di tubuh sepupuku, “Kau harus menghajarnya sepupuku kalau ia menolak untuk bangun….kau…kita…harus…” dan aku tidak bisa berkata apapun akibat larut dalam isakan tangisku. Ahjussi bangunlah….

“Ssshhh…shhhh…” hanya itu penghiburan yang terdengar di telingaku. Anio, aku mau suara mesum ahjussiku….

**************************************************************************************************************************************

Siwon’s POV

At Hospital….

Rasanya Myung woo sudah menyiksaku dengan tindakan sadisnya, karena aku merasa kepalaku pusing sekali. Belum lagi sekujur tubuhku yang mendengingkan teriakan sakit. Oh my, apa yang dilakukan pumpkinku itu??? Mengapa aku merasa babak belur saja.

“Hyunnie lihat…tangannya…”

Ya ampun Myung woo, mengapa kau berteriak di telingaku???. Keras sekali.

“Lihat, panggil dokter palii…”

Hadeuh, mengapa mataku melekat satu sama lain, seperti ada yang menuang lem ke kelopak mataku. Rasanya aku ingin membukanya namun sulit sekali. Satu…dua…tiga…berhasil. Aku memaksakan diri, sehingga akhirnya berhasil membukanya samar-samar.

“Oppa??? Kau baik-baik saja???”

Aku menatap yeoja itu. Myung woo??? Itu benaran Myung woo kan??? Mengapa ia memanggilku oppa???

“Oppa, oh syukurlah kau sadar juga….”

Apa yang terjadi??? Mengapa yeoja itu terlihat berbeda??? Lebih kurus, tak terurus, dan pucat. Aku mengerjap mataku berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang masuk, lalu… eh apa yang terjadi pada Myung woo??? Mengapa tangannya di perban begitu??? Benar juga, ada beberapa goresan luka di wajahnya. Aku mengangkat tanganku berusaha menyentuh lukanya.

Myung woo tersenyum, ia menangkap tanganku dan meletakkannya di pipinya, “Aku senang oppa sudah sadar” ucapnya sambil menatapku bahagia. Omo, apakah aku berada di surga sekarang??? Sampai bertemu bidadari secantik ini???.

“Apa yang terjadi???” tanyaku. Seingatku, terakhir kali aku berada di kamar Myung woo, lalu bunyi alarm membangunkanku.., “Ya ampun ada penjahat di kamar itu???” jeritku sadar.

Myung woo, memindahkan tanganku ke tepian ranjang, kemudian menepuknya pelan, “Orang kiriman pengkhianat itu berusaha menghabisiku. Untung alarm berbunyi  kalau tidak…” yeoja itu mengangkat pundaknya keatas, “Tapi sekarang ia sudah dipenjara, yeah dengan pundak sakit akibat tembakan. Aku tidak simpati kepadanya. Aku jahat ya???”

Aku tersenyum seraya menggeleng pelan, “Apa kau melakukan sesuatu kepadaku selama aku tertidur my sweetheart??? Mengapa kau memanggilku oppa???”

“Anio, hanya saja aku sudah berjanji akan berhenti memanggil ahjussi mesum kalau ahjju…maksudku oppa sadar”

“Jangan, tetap saja memanggilku ahjussi mesum. Aku anggap itu panggilan kesayanganku” tolakku.

“Oke, ahjussi mesum. Oya, sepertinya ucapan Hyunnie benar. Katanya karena Heechul oppa sudah sadar maka ahjussi juga bakalan segera sadar. Apa memang ahjussi dan Heechul oppa benar-benar bisa saling merasa satu sama lain??? ”

“Yah, mau bagaimana lagi. Bawaan anak kembar” jawabku santai. Sepertinya aku berhutang maaf kepada hyungku. Karena aku, ia juga turut pingsan. “Berapa lama hyungku tak sadarkan diri???” tanyaku penasaran sekaligus cemas.

“Tiga hari. Sama seperi ahjussi. Bedanya, Heechul oppa sadar satu jam yang lalu. Tahu tidak, gara-gara pingsan misteriusnya Heechul oppa yang tanpa sebab, tanpa tanda-tanda penyakit, atau semacamnya para dokter disini jadi bingung” ucap Myung woo sambil terkikik. Oh ya ampun, aku benar-benar berada di surga.

Suara pintu dibuka membuatku dan Myung woo menoleh. Disana berdiri magnaeku bersama seorang Dokter yang berjalan mendekati ranjangku.

“Hati-hati hyung, ruangan ini ada CCTV nya lho, jadi kalau hyung berbuat mesum bisa ditonton satu rumah sakit” entah Kyuhyun sedang mengejekku, membohongiku, atau menggodaku. Mana ia pakai memasang wajah tengilnya pula. Ne, sekarang aku terhempas di neraka karenanya.

“Hyunnie…” tegur Myung woo, yang dibalas Kyuhyun dengan senyum jahil, “Hey, aku kangen sama hyungku tauk, sudah lama aku tidak mengodanya”. Dasar evil, kau tetap evil seperti biasanya. Aku tersenyum melihatnya.

“Ssst, ini rumah sakit, harap tenang. Lagipula bisakah kalian minggir karena aku harus memeriksa pasienku” tegur Dokter dengan tegasnya.

“Ne, Dokter Sang…” jawab Myung woo dan Kyuhyun serempak.

Satu jam kemudian setelah berita mengenai sadarnya aku, satu persatu makhluk tak jelas mendatangi kamarku sehingga kini kamar tempatku dirawat sudah bak pasar yang ramai saja. Ya ampun, apa di rumah sakit ini tidak diterapkan jam besuk apa.

“Percuma saja kau mengeluhkan pelanggaran ini ke para suster. Justru Donghae dengan mata puppy eyesnya serta Eunhyuk dengan rayuan gombalnya lah yang membuat para suster menutup mata dengan kunjungan overload ini” itu suara Heechul hyung yang bicara dari arah sofa. Ia masih memakai pakaian rumah sakit sepertiku. Sekarang ia sedang asik membaca majalah remaja. Di sebelahnya aku melihat Kyuhyun dan seorang namja asing asik bermain PSP bersama. Siapa namja itu???.

Lalu tatapanku beralih ke arah Donghae dan Eunhyuk yang duduk di sofa satuannya lagi, keduanya seperti orang kelaparan mengapit Myung woo yang duduk di bagian tengah sofa dan sedang mengupas apel. Yakkk, yang sakit aku, mengapa kedua bocah tengik ini yang dikasih makan???. Myung woo menyodorkan apelnya, menawarkannya ke Sungmin yang duduk terpisah di dekat pintu masuk. Sungmin menolak seraya berkata, “Sedang tugas jaga manis…”. Oh, dia sedang menjagai aku rupanya.

Lho, kenapa aku tidak melihat Seva???.

“Seandainya pelayan Park dan eoma tidak mengatakan tidak baik membawa bayi ke rumah sakit, mungkin Donghae menyusupkan Seva kemari” jawab Heechul yang kembali membaca isi benakku.

“Eh Eoma??? Mereka sudah kembali???” ucapku kaget

Hyungku itu mengangguk, “Ya iyalah, orang tua mana yang tidak langsung terbang pulang saat mendengar putranya tertembak. Kemarin appa bahkan seharian disini, sekalian mengusir lalat-lalat pers yang haus berita. Oya, sepertinya hari ini keduanya sedang memamerkan Seva kesana kemari, mungkin mereka tidak bakalan menjenguk”

“Mwo???” tanyaku kaget. Ya ampun appa, ya ampun eoma??? Mimpi apa aku sampai punya orang tua nyentrik macam ini.

“Tenang, ada paman Jong woon yang mengawal” kali ini Myung woo yang bicara.

“Oya, Stiltskin, apa mereka sudah selesai menginterogasimu???” tanya Donghae

Namja asing itu mengangguk.

Hah??? Stiltskin???, “Namamu Stiltskin??? Kok kaya rumplestiltskin???” ucapku kaget. Hilang sudah rasa penasaranku. Aku tidak berminat mengetahui siapapun dia, meski ia  putra mahkota sekalipun.

“Emang iya hyung. Habisan ia tidak mau menyebutkan nama, ya sudah aku panggil Stiltskin” imbuh Kyuhyun.

“Oya, mian ya Stiltskin. Kejadian malam itu berlangsung cepat sampai aku melongok dan tidak bisa bergerak. Mian ya Myung woo” Donghae meminta maaf.

“Nado…” ucap Eunhyuk tidak mau kalah.

“Ne…” jawab Stiltskin dan Myung woo kompak.

“Untunglah kejadiannya sudah berlalu” ucap Kyuhyun, namun namja itu masih asik berkutat dengan PSPnya.

“Tapi aku tetap mencintaimu Myung woo meskipun kau putri preman” ucap Donghae tiba-tiba,  seraya mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, membentuk tanda cinta.

“Nado…” si monyet Eunhyuk ikut-ikutan, “Sebaiknya kau tinggalkan saja hyungku itu. Toh aku jauh lebih mesum dan Hot” ucap Eunhyuk dengan genitnya. Membuatku jadi ingin melempar sesuatu ke kepalanya. Tapi mereka membuat Myung woo tertawa geli. Ya sudahlah yang penting Myung woo senang, aku akan mengabaikan pemujaan si monyet dan si ikan ini.

**************************************************************************************************************************************

Inspektur Jong woon…

At kantor kepolisian pusat….

Sebenarnya aku ingin menjenguk penyelamat keponakanku, si mesum Siwon itu namun sebuah surat yang sampai di mejaku membuatku mengurungkan niatku. Entah bagaimana surat itu sampai di mejaku, namun aku buru-buru membukanya,

Ahjummaku tersayang,

Ahjumma, aku sudah menemukan racun tikus yang kau minta. Carilah di supermarket kesayanganmu di lorong dua, rak ke lima dan deret ke tujuh dari kiri. Jangan lupa sekalian beli kamper untuk lemari besimu ahjumma. Oya, aku lupa mengatakan bahwa anjingku menyembunyikan sejumlah tulang-tulang di rumah tetangga. Ingat tetangga kita yang rumahnya pernah terbakar itu??? nah anjingku menyembunyikannya di halaman belakang. Jangan kau marah ya ahjumma. Aku harap kau senang mendengar kabarku ini.

Keponakanmu – S

Aku tersenyum membacanya. Ini adalah pesan yang dikirim oleh opsir Shindong, isinya kode untuk memberitahukan kepadaku mengenai identitas si penyusup yang berada di kantorku. Juga posisi jenazah appanya Myung woo. Ohh, disitu rupanya mereka menyembunyikan. Cukup nekat namun siapa yang bakal berpikiran kesana. Kadangkala kita berpikir terlalu jauh sampai melupakan yang terdekat dan yang paling sederhana. Pengkhianat itu memanfaatkan pemikiran ini. Hmmm, trik psikologis yang cerdik. Mau tidak mau aku merasa salut kepada penjahat itu. Simple but smart….

Aku sengaja meraih cangkir kopiku lalu berpura-pura ingin meneguknya namun malah tumpah ke atas kemejaku. “Upsss..” ucapku, lalu aku berusaha menemukan sesuatu untuk mengelapnya, sayangnya aku tidak menemukannya sementara noda kopi semakin merembes ke kemejaku dan membentuk noda hitam nan lebar. Pura-puranya menggerutu kesal, aku bergegas berjalan menuju loker ganti yang ada di bagian paling ujung dari gedung kepolisian ini.  “Aku harus ganti baju nih” ucapku pura-pura.

Supermarket kesayangan mengacu pada kantor kepolisian pusat tercinta dimana tempatku bekerja. Di lorong dua, rak ke lima dan deret ke tujuh dari kiri berarti kalau mengabaikan kata lainnya, hanya mengambil kata yang menunjukkan angka, maka opsir Shindong ingin menyebut 257. Lemari besi disinggung karena opsir Shindong ingin menunjuk kepada loker yang di ruang ganti. Berarti aku harus mencari pemilik loker nomor 257, dan pemiliknya adalah anak buah preman itu yang berusaha memata-matai kepolisian. Itu sebabnya aku sengaja menumpahkan kopi, dengan dalih ingin mengganti baju maka aku bisa mencuri lihat siapakah pemilik loker tersebut. “Oho, rupanya dia…” gumamku menyindir saat melihat nama yang tertera di bagian atas loker bernomor 257. Baiklah, aku akan mencari cara untuk menjebakmu, wahai tikus penyusup.

Satu masalah sedang menuju penyelesaian, berarti aku hanya harus menyelesaikan yang kedua yakni menemukan jenasah iparku serta pengasuh bertatto Myung woo. Anjingku menyembunyikan sejumlah tulang-tulang di rumah tetangga, rumah yang terbakar. Itu pastinya mengacu kepada rumahnya Myung woo yang sudah rata dengan tanah akibat dibakar mereka. Ne, untuk ukuran penjahat yang sangat rapi,  tidak ada yang menyangka bukan, justru ia mengubur mayatnya tak jauh dari lokasi kejadian. Lagipula, kejadian kebakaran di rumah Myung woo dianggap sebagai kebakaran tak disengaja sehingga para tetangga yang menyaksikan hanya menghubungi pemadam kebakaran saja, dan tidak menghubungi polisi.

Emmm, kalau melihat dari tidak adanya saksi saat tragedi berlangsung,  tidak diragukan lagi, appanya Myung woo serta pengasuh bertattonya ditembak memakai senjata dengan peredam suara. Supaya tidak ada tetangga kanan kiri yang mendengar. Apalagi di malam kejadian, kebanyakan tetangga Myung woo sedang tidak berada di rumah karena menghadiri acara pernikahan yang diadakan oleh salah satu tetangganya Myung woo. “Sebenarnya malam itu kami akan menghadiri acara nikahan tetangga namun batal. Kata appa kita bakal makan-makan di rumah karena ada berita besar”, Ne Myung woo mengatakan demikian kepadaku. Dan Myung woo bilang, appa menyebutkan bahwa si pengkhianatlah yang menahan mereka di rumah dengan alasan ingin menyampaikan berita gembira. Sepertinya, pembantaian ini sudah direncanakan dengan matang. Sampai pemilihan waktu untuk ekskusi pun sudah ditentukan dengan baik.  I see, rupanya si pengkhianat memang ingin melenyapkan Myung woo sekeluarga. Aku mendesah lega, untungnya serapi-rapinya ia menyusun rencana namun ada gagalnya juga. Andai berhasil maka ia tidak akan sempat mengenal Myung woo dan Seva, dua keponakannya tersayang. Aku mendesah kembali.

Baiklah, sekarang aku harus menemukan cara supaya bisa membongkar kuburan tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan. Aku harus membuatnya seperti tidak sengaja ditemukan. Emmm, aku rasa aku bisa meminjam beberapa anjing disini. Baiklah, aku sudah menemukan anjingnya, aku hanya perlu seseorang untuk membantu menggalinya. Emmmm, aku rasa saatnya aku menghubungi kedua teman-teman cantikku yang kadang membantuku yakni Yoona dan Yuri. Ne, aku membutuhkan pesona mereka. Dan untuk mengajak jalan-jalan anjing-anjing disini. Akupun meraih ponselku, “Hai cantik, apakah kau sibuk??? Anio, aku hanya ingin mengajakmu dan temanmu jalan-jalan…”

Hahahaha, jahat sebenarnya untuk mengakuinya, namun aku merasa lega saat menembaknya. Ne, akhirnya terbongkar juga identitasmu anynomous; namja tak bernama yang disewa Mister K untuk melenyapkan Myung woo dan Seva. I know it now, rupanya namamu Kim Ryeowook.

Mian, Ryeowook, aku benci harus melukaimu, tapi di satu sisi aku merasa lega karena berhasil menyelamatkan Myung woo. Dia satu-satunya yeoja yang bisa aku anggap sebagai my baby sister saat ini – Stiltskin –

Gomawo Stiltskin hyung, sudah menyelamatkan nunaku. Satu namja K sudah disingkirkan, berarti tinggal Mister K seorang untuk disingkirkan. Mian opsir Shindong, juga paman Jong woon yang harus memeras otak untuk menyelesaikan kasus ini, so satu ciuman jauh untuk kalian berdua. Muachhh.

Mwo??? Ahjussi mesum juga??? Haruskan aku berterima kasih kepadanya??? Sigh… – Seva ganteng –

20 Comments (+add yours?)

  1. choi nia
    Aug 10, 2013 @ 07:13:34

    part 14 telah tibaa hore hore hore hore!! (?) *lebay x.x
    uwuhh siwon berjasa ‘-‘)// hebat hebattt u.u
    dan ddangkomi keren.. ber kevlar atau apa td wkwk jongwoon parah XD jd kangen yesung n.n huhuhh
    b
    part 15 yaa yg cepet jangan biarkan kami menunggu trllu lama :O

    Reply

  2. vielfbee
    Aug 10, 2013 @ 07:14:46

    yang 13 mana ya?

    Kereeeen. Ampe ga bisa berkata-kata.

    Muach buat Seva ganteng! N muach muach buat authornyaaaaaa.

    😀

    Reply

  3. @saroh407
    Aug 10, 2013 @ 08:06:57

    wahh,tak tik shindhong smart juga >o<
    tambahin lagi dong myung woo-siwon momentnya hhaahaa

    ehmm,thor menurut ku lebih baik klo pake bahasa baku deh,klo kayak gini jadi gimanaa gitu 😀
    hihi,,saran aja yah..ditunggu next part 🙂

    Reply

  4. Jiyeon
    Aug 10, 2013 @ 09:25:28

    ah..ksian Wookkie ktembak & d pnjra pula..dia kn namja polos, msa d jdi’n pmbunuh.. mklum ak kn Ryeosomnia&Sparkyu..
    *oke thor, ak hrap next part’a d prbnykin skin romance’a siwon&myungwoo.. lw bsa mngkin ad 1 part khusus yg ad NC’a..#Plakkk#Yadong kumat…hahaha

    Reply

  5. Jiyeon
    Aug 10, 2013 @ 09:25:52

    ah..ksian Wookkie ktembak & d pnjra pula..dia kn namja polos, msa d jdi’n pmbunuh.. mklum ak kn Ryeosomnia&Sparkyu..
    *oke thor, ak hrap next part’a d prbnykin scene romance’a siwon&myungwoo.. lw bsa mngkin ad 1 part khusus yg ad NC’a..#Plakkk#Yadong kumat…hahaha

    Reply

  6. ddangkom
    Aug 10, 2013 @ 10:27:07

    Kirain penjahatnya kibum ternyata wookie-___- haha gacocok dia poloss u.u tp gapapalah next part thor:)

    Reply

    • lilia hamzah
      Aug 10, 2013 @ 13:59:49

      JuStru krn Wookie berwajah polos and tampak tak bersalah mkax Wooki jdi pmbunuh bayaran handal. syapa cba nyangka Ҝ∂ℓӧ namja seimut ntu bkal mbunuh. Bgitu chingu alasanx author jdiin Wookiee sbg killer

      Reply

  7. sheila
    Aug 10, 2013 @ 11:37:29

    Mr. K pinter, y. pny ank buah pembunuh profesional, yg pny tampang imut kya wookie. org lain ga bkal nyangka, apalagi curiga.

    Reply

  8. Flo
    Aug 10, 2013 @ 11:52:14

    ternyata penjahatnya si wookie
    ane rasa mister K si kibum nih, bis rencananya terorganisir banget
    stiltskin kayaknya youngwoon
    ditunggu next partnya yah…

    Reply

  9. Ira
    Aug 10, 2013 @ 12:02:33

    walahhh, siwon kerenn,,,
    demi nylametin myung woo smpe kena tembak.,
    ah, aq bru tau kalo ikatn sodara kmbar bsa smpe kayk heechul, *busyett
    ok dech, next part thor…

    Reply

  10. Ike
    Aug 10, 2013 @ 12:59:47

    Lanjuttt thor. .
    Trio ddangko yg canggih 😀

    Reply

  11. sasa
    Aug 10, 2013 @ 13:04:24

    Bahahaha lucu aakhirnya kirain siapa yg ngomong ternyata si seva… Hihihi itu heecul tiba tiba pingsan gitu bikin tambah panik.. Seruu thor 😀

    Reply

  12. sung rin
    Aug 10, 2013 @ 13:37:11

    huwaaaa
    kura2 yesung ikut jadi plndung myungwoo juga, gak byngin kura2 pake baju anti peluru,,,

    omo ahjussi mesum kena tembak, myung woo mnggil oppa jdi aneh dengernya, lebih cocok pnggil ahjussi mesum,,,

    Reply

  13. Park Nana
    Aug 10, 2013 @ 16:54:01

    Ahhhhh jd inget wookie bawa senjata di opening nya SS5…

    Reply

  14. tswusi
    Aug 10, 2013 @ 19:44:53

    akh banyak ketinggalannya
    yess akhirnya si annymious ketahuan …eh kamu ketahuan
    ember kemang klo kibum nama yg lucu geto or terlalu pasaran cos bejibunnya
    yess seva unyu dah baikin deh ahjussi mesum calon kakak ipar kesian
    om tante choi mamerin seva kemana aja ????
    next chingu i luv it
    chao ..

    Reply

  15. G Park
    Aug 10, 2013 @ 21:41:52

    Aigoo.. Chullie smpe bsa ngrasain apa yg draskn siwonnie… Bhkan pingsang aj bersma2,kekeke
    huhuhu, trnyata pria dngn wjar polos ‘KIM RYEOWOOK’ adlh anynomous ‘PENJAHAT TANPA NAMA’
    trnyata tnpa dsngka pria dgn wjh plos, tpi menakutkan..

    Reply

  16. trisnasmile
    Aug 11, 2013 @ 11:30:18

    Yaaaa sheva ga nongol….

    Reply

  17. ocha
    Aug 11, 2013 @ 23:47:13

    Akhirnya Siwon bertindak sebagai superhero juga disini selain sebagai ahjussi mesum(?)
    Lanjut thor

    Reply

  18. Ninda Dwil Dwilaras
    Aug 16, 2013 @ 22:22:00

    mwo? kalo anonim itu wooki oppa, brarti mister. K kibum? Trus stitskin kangin? Entahlah-_- myung woo udah baik sama siwon ahjussi keke

    Reply

  19. Eun
    Aug 20, 2013 @ 15:24:25

    Part terakhir seva ikut nimbrung.. Kkkk~
    Lucu bgt..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: