SHE IS BACK [11/?]

she-is-back-poster 11

SHE IS BACK / Part 11

 

Author                        : Ltiffa

Cast                            : Min Sunra (OC)

Kim Ryeowook (Super Junior)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump)

Yamada Ryosuke(Hey! Say! Jump)

Support Cast             : Super Junior member

Rest of Hey! Say! Jump member

And another cast that you can find it by yourself

Genre                         : Romance, Familylife, Friendship

Rating                        : PG-15 (?)

Length                       : Around15 part

Languanges             : I use Indonesian mostly, Korean, Japan, & English in some cases

Poster                         : Thanks to Alice Jang

 

 

Previous

Sunra pulang ke Korea ketika merayakan Natal bersama keluarganya. Di malam natal, ia menyampaikan permintaan damai untuk Kyuhyun dan Ryeowook. Walau tak ingin, namun Kyuhyun dangan berat hati menyanggupinya. Beberapa hari kemudian, Sunra bertemu Ryeowook tepat di hari ulang tahunnya. “Saengil Chukae.” Ucapan sederhana namun penuh arti membuat Sunra bisa tersenyum dengan tulus untuk pertama kalinya pada Ryeowook. Mereka mengobrol, namun berakhir dengan sebuah ajakan konyol Ryeowook yang disanggupi Sunra. “Hanya sehari, maukah menjadi Sunra-ku yang dulu?” Kencan yang roomantis dan menyenangkan layaknya sepasang kekasih… ya mereka memang berkencan, tapi hanya sehari. Ketika hari itu berakhir, ketika jam dua belas malam berdentang, ketika riuh kembang api dan terompet menyambut pergantian malam, mereka kembali ke status mereka yang seharusnya tak saling menyayangi.

Nb : My bad. I couldn’t make a proper previous chapter. Im sorry.

 

Sunra POV

Tahun 2010 ini diawali dengan banyak pertengkaran kecil dengan Ryon. Aku tahu, aku lah orang yang bersalah dalam pertengkaran kami. Aku terlalu egois dan keras kepala. Aku yang entah kenapa akhir-akhir ini gila kerja sampai pernah pingsan berulang kali, menyebabkan dia marah besar. Dia marah, itu wajar. Bagaimanapun, kemarahannya adalah salah satu bentuk perhatiannya padaku. Tapi, bekerja dan sibuk adalah bentuk pengalihanku dari hal yang ingin kutata ulang dalam hidupku.

“Aku tak ingin mendengar kau jatuh pingsan lagi, OK?”

Aku menganggukkan kepalaku dengan patuh sambil terus menyuapkan menu brunch plate yang menjadi andalan di kafe ini.

Yakusoku?” (J : janji)

Aku menautkan jari kelingkingku dengan Ryon. “Yakusoku.”

“Kau juga bilang seperti itu dua hari yang lalu,” Ryon mengerucutkan bibirnya, menyilangkan tangannya di dada, dan matanya memutar-mutar kesal. Kalian tahu, sikap dia yang seperti ini selalu membuatku gemas. Ia terlihat lucu saat ngambek. Membuatku berkeras hati untuk tidak segera berdiri di depannya, mencubit pipinya, dan mengacak-ngacak rambutnya gemas. Kekeke, maafkan aku yang berpikiran seperti ini, Ryon. Tapi maaf, kau memang terlihat lucu.

Aku mengaduk-aduk kopiku yang mulai dingin sambil sesekali mencuri tatapan ke arahnya. Ia masih marah. Namun, aku yakin seperti biasanya ia akan berbalik dan kembali berceramah betapa pentingnya menjaga kesehatanku.

Atau ….. tidak? Sudah 10 menit berlalu dan ia bersikukuh pada posisinya.

Terkadang aku merasa sangat bersalah padanya. Ia yang begitu perhatian denganku melebihi diriku sendiri, kenapa?

Aku berdiri, berjalan ke arahnya, dan memeluknya dari belakang. Ia menoleh ke belakang, menatapku wajahku dengan sayang, membelai tanganku yang mengalung lehernya.

“Aku sangat khawatir. Ketika mendengarmu pingsan lagi kemarin malam, aku tidak bisa tidur karenanya. Ingin sekali ke tempatmu, tapi …..  tidak bisa.” Suaranya terdengar sangat sedih.“Aku pacar yang tidak becus ya?”

Aku menggelengkan kepalaku. Mengecup pipinya singkat. “Ini terakhir kalinya aku berjanji padamu tentang hal ini. aku janji, aku tidak akan gila kerja lagi. Aku akan makan dengan baik, istirahat yang cukup, dan menjadi gadis yang akan selalu mendukungmu. Bagaimana?”

Dia tetap membelai tanganku dengan sayang tanpa berbicara sepatah katapun.

“Dan kau adalah pacar terbaik yang pernah ada.” Aku mengakhiri ucapanku dengan mengecup bibirnya.

***

Musim semi tiba dengan cepat. Hari ini aku dan Ryon pergi ke Koushien melihat pertandingan baseball. Hey, pertandingannya sangat seru. Aku menikmatinya. Walau aku bukanlah orang yang bertandingan di rumput hijau sana, namun aku bisa merasakan semangatnya. Ganbare! Ganbare!  (J : Fighting)

Tapi, satu hal yang menyebalkan terjadi. Ketika keluar dari stadion, sudah ada belasan wartawan yang mengerubungi kami. Hal ini sangat sangat sangat menyebalkan. Walaupun saat ini, media belum mengetahui status hubunganku dengan Ryon, namun satu persatu fakta kedekatanku dengannya mulai jadi perbincangan hangat media. Hal ini sangat menyebalkan dan menggangguku.

Ah ya, ada hal yang lebih menyebalkan terjadi dua bulan kemudian. Kyuhyun Oppa menghabiskan waktu liburannya di Jepang. Tidak apa hal itu terjadi selama dia melupakanku statusku sebagai sepupunya yang manis tinggal di Jepang. Tak apa selama dia tak merecoki kehidupan damaiku. Tak apa selama dia tidak menginap di RUMAHKU.

“Ya, Rae-ya! Aku kelaparan setengah mati karena tidak makan seharian. Kenapa kau tidak meninggalkan makanan siap saji di rumahmu?” Aku yang baru saja pulang kuliah dilemparinya dengan sebuah bantal sofa ketika melewati ruang tv.

Aku mengacuhkannya. Tetap berlalu menuju kamarku di lantai dua. Ia mengikutiku dari belakang sambil menghentakkan setiap langkahnya dengan berlebihan secara sengaja. “Aku lelah. Jangan mengusikku. Aku tidak pernah bertanggung jawab tentang keadaanmu. Bukan salahku kalau kau kelaparan. Kau sudah tua, dan bisa mengurus dirimu sendirimu. Salahkan dirimu yang terlalu pelit dan malas untuk membeli makanan di supermarket yang jaraknya hanya 200 meter dari sini ini.”

Aku menutup pintu kamarku dengan keras. Membiarkannya menceracau tidak jelas karena kejedot pintu. Aku kesal. Aku kesal. AKU KESAL. Baru dua hari dia di sini, namun sukses membuatku merasakan bagaimana rasanya hidup di neraka. Sudah cukup kemarin aku mengorbankan jadwal kuliahku karena menemaninya jalan-jalan keliling TOKYO. Sudah cukup aku dia recoki selama dua hari ini dengan perbuatannya.

Kyuhyun Oppa berhenti mengedor-ngedor pintuku. Mungkin dia sudah lelah. Entahlah. Aku tertidur dengan cepat karena begitu lelah dengan aktivitasku. Aku sudah keluar dari rumah sejak jam lima pagi. Jadi, mana sempat membuatkannya makananan. Kegiatan pagiku diawali dengan melakukan rehearsal show selama enam jam non-stop untuk showTokyo Autumn Collection satu minggu lagi. Kemudian berangkat ke kampus karena ada kuliah jam dua sampai sore. Aku sudah cukup lelah dengan aktivitasku, tak perlu juga ditambahi dengan mengurus si bayi besar Cho Kyuhyun!

Aku tersentak dari tidurku ketika mendengar suara gedoran pintu keras dari Kyuhyun Oppa.

“Ya! Rae-ya! Buka pintunya. Ada teman-temanmu di luar. Aku tak tahu yang mereka katakan dan mereka menatapku dengan pandangan seram. Ayo, keluar!”

Aku membenahi penampilanku. Membuka pintu dengan cepat dam menyaksikan muka merah Kyuhyun Oppa yang menahan marah. “Siapa yang datang malam-malam begini?.” Aku berjalan menyusuri koridor yang ada di depan kamarku. “Jangan mengikutiku. Tetap di sini, jangan sampai teman-temanku melihatmu.”

Ia melototkan matanya. “Mereka memang sudah melihatku, bodoh! Dan kau tidak berhak melarangku melakukan apapun.” Kyuhyun mendahului langkahku.

“Stop! Oppa, jangan begini. Aku mohon hanya berdiri saja di sini. Aku hanya perlu menemui mereka. Aku janji tidak akan lama. Setelah itu, aku janji akan men-service-mu selama di Jepang. Otte?”

 

Siapa yang datang malam-malam begini? Menganggu waktu istirahatku saja. Aku menyusuri tangga sambil merapikan rambutku yang sedikit berantakan.

“Kalian datang. Ada apa malam-malam begini. Hoahhmm.” Aku menyapa tamuku sambil menutup mulutku karena menguap. Aku mengantuk. Aku memposisikan diriku duduk di sofa berhadapan dengan tamu-tamuku.

“Kau baru pulang?” Ryon bertanya.

“Sudah dari tadi. Oh ya, kalian ingin minum atau makan sesuatu?” Aku berdiri menuju konter dapur, namun teringat stock makanan yang telah habis membuatku kembali menghempaskan tubuh ke sofa.

“Kenapa? Tak ada makanan lagi ya?” Yuto bertanya sambil menertawakanku.

Aku mendengus. “Kau kan tahu aku sibuk sekali akhir-akhir ini.”

“Apa itu sebuah alasan, huh? Jadi kau akhir-akhir ini kelaparan dan kurang istirahat. Kau mau pingsan lagi, HUH! ” Ryon menautkan alisnya dan berkata dengan suara tinggi.

Aku mendecak sebal. Menautkan tangan di dada. “Aku sudah berjanji padamu untuk hidup dengan baik. Dan aku melakukannya. Sebelum kalian datang, aku sedang tidur.” Aku memutar-mutar mataku. “Dan aku tidak akan kelaparan. Aku makan dengan baik. Jangan berlebihan, Ryon.”

“Sudah, kenapa sih kalian hobi sekali bertengkar. Dan, kau, Yuuki, berhentilah bersikap keras kepala. Kau tahu kan, orang ini sikapnya seperti apa.” Yuto menunjuk Ryon dengan dagunya.

Ryon menatap Yuto kesal. “HEY!…..”

“YA! YA! YA! Wae gurae? Kenapa daritadi kalian menyerang uri Rae-ya?” Kyuhyun Oppa datang dengan langkah cepat.

Yuto dan Ryon menatap Kyuhyun Oppa dengan heran.

“Ya! Bukankah kalian berdua teman uri Rae-ya? Kenapa membentaknya. Kalian teman macam apa?”

Aku merutuk-rutuk dalam hati. Orang ini, kapan dia akan menuruti permintaanku?

“Apa yang dikatakannya?” tanya Ryon heran. Tentu saja Ryon tak mengerti rentetan kalimat cepat Kyuhyun Oppa yang diucapkan dalam Bahasa Korea. “Aku melihatnya tadi. Dia siapamu? Selingkuhanmu? Tapi penampilannya aneh sekali.”

Aku membuka mulutku lebar karena lontaran gila yang dituduhkan Ryon. Lalu mengalihkan pandangan pada Kyuhyun Oppa yang berdiri di sampingku. Berusaha kutahan tawa yang ingin meledak karena melihatnya. Ya, orang ini aneh sekali. Apron yang dipakainya tidak cocok sekali dengan penampilannya. Juga rambutnya yang sedikit panjang dijepit asal-asalan. Jika penampilannya seperti ini, mana ada yang menyangka kalau dia seorang superstar. Hahahaha.

***

Kyuhyun POV

Siapa yang menyangka kalau liburan kali ini akan sebegini menyenangkannya? Hahaha…

Saat ini, aku sedang berada di kawasan Harajuku yang dikenal sebagai pusat mode di Asia. Berjalan di kawasan seperti ini sangat memanjakan mata. Melihat berbagai macam jenis ‘mode berjalan’ sepanjang jalan. Owh.. Jepang memang mengangumkan.

“Ne, Kyuhyun Hyung…a…mau makan?” suaranya yang terbata membuatku tersenyum.

Aku mengangguk kepalaku. “Aku lapar. Ayo, kita cari tempat yang enak.”

Kami makan di sebuah café yang dipenuhi oleh anak muda yang ‘gaya’.

Yamada Ryosuke. Orang yang menemaniku hari ini ternyata sangat baik. Kepintarannya dalam urusan masak-memasak juga menyelamatkan perutku dari kelaparan tadi malam. Walau, ia tak fasih berbahasa Korea, ia tetap berusaha mengajakku ngobrol dengan bantuan e-tanslator. Ia mengajakku ke Harajuku dan kami hampir menghabiskan waktu di sini dengan keluar masuk toko.

Aku telah salah menilainya. Aku pikir dia hanya mempermainkan Rae-ya, sehingga aku berusaha menjauhkan Rae-ya darinya. Waktu di Hongkong, aku beberapa kali melihatnya ‘akrab’ dengan teman Rae-ya – ya, temannya juga sih-. Aku juga pernah melihatnya berpelukan dengan wanita yang sama setelah ia resmi menjadi pacar Rae-ya. Aku yang emosional langsung ingin memberitahukan ini pada Rae-ya, namun yang aku lakukan malah menyeretnya pulang ke Korea. Menyadarkannya kalau dia sudah punya Ryeowook, calon tunangannya yang aku kenal baik tidak akan menyakitinya, dan meninggalkan pacar barunya yang tukang selingkuh. Aku sudah salah paham. Wanita itu adalah kakak sepupun pacarnya. Dan itu adalah kesalahan terbesar yang kulakukan pada adik sepupuku ini. Tidak seharusnya dia berada di Korea lagi. Tidak seharusnya dia bertemu lagi dengan Ryeowook Hyung. Walaupun aku tahu Ryeowook juga tak dapat disalahkan sepenuhnya, namun setidaknya mereka berdua seharusnya tidak dipertemukan lagi.

***

Kulihat seorang gadis cantik memakai yukata merah jambu berjalan cepat ke arahku dan Ryosuke-san. Geta yang dipakainya menimbulkan bunyi-bunyian yang mengiringi langkahnya. Owh…Rae-ya, baru sekali ini aku melihatnya memakai pakaian tradisional Jepang. Ia terlihat cantik, dengan semua hal yang melekat padanya. Ckckck, uri Rae-ya, entah sejak kapan ia cantik begini. Padahal ia dulu pendek dan cengeng begitu, sejak kapan ia menjadi manis dan memancarkan aura indah yang bersinar begini?

Ia menghampiri kami dengan senyum lebar. Tas kain yang ada di tangannya bergoyang-goyang seiring tangannya mengengam tanganku dan Ryosuke-san.

“Come on. Festival Musim Panas, menunggu kita.”

Ia tak berhenti tersenyum sepanjang perjalanan. Senyuman yang sepanjang aku ingat sangat menular, mau tak mau membuatku ikut tersenyum bersamanya. Sungguh Rae-ya, apa kau sangat nyaman di sini? Kau tak pernah sebahagia ini ketika di Korea.

***

Kami tiba di tempat festival yang ramai. Sunra langsung mengiring kami menuju sebuah stand kecil yang menjual topeng-topeng berbentuk oni (J=devil) yang telihat lucu. Ia membeli tiga buah topeng dan memberikan salah satunya padaku.

“Pakai ini. Kau tak mau jika ada yang mengenalimu, kan? Tak perlu memakainya dengan di seluruh wajah, pasang saja arah menyamping di atas kepala.”

Ia dan Ryosuke-san memakainya dengan cepat.

“Ini..hmmm penyamaran,” Ryosuke berkata ketika melihatku masih terlihat bingung. Aku mengangguk dan ikut memasang topengku.

Ketika selesai, kami berburu ke berbagai stands untuk mencoba beragam permainan ataupun makanaan yang biasa dijual di festival.

“Oppa, apa kau mau mencoba permainan yang lainnya?” Sunra bertanya sambil menengok sekelilingnya.

“Yang itu?” aku menunjuk sebuah stand melempar dart yang hadiahnya cukup menggiurkan.

Aku berjalan di belakang Sunra dan Ryosuke-san, karena jalanan yang ramai tak memungkinkan kami jalan beriringan. Mereka berdua menautkan tangan dan saling tersenyum menatap satu sama lain. Ryosuke-san berbicara sesuatu dengan Sunra. Sunra terlihat tersenyum dan tertawa setelahnya. Sungguh, aku bisa merasakan ada hal yang berbeda jika mereka berdua bertatapan. Selalu terlihat.. entah bagaimana mendefinisikannya.. meant together? Mungkin itu cara mengungkapkan keadaannya.

Melihatnya, aku bisa memastikan Sunra sudah menemukan kebahagiaannya sendiri. Ia sudah menemukan orang yang tepat, yang akan menjaganya dan selalu membuatnya tertawa juga tersenyum.

***

“Ya, Kyuhyun-ah, apa maksudnya ini?” Eunhyuk Hyung mengarahkan topeng berwarna merah dengan muka cemberut.

Aku tersenyum geli. “Yang penting aku sudah memenuhi janjiku memberimu OLEH-OLEH dari Jepang. Ada masalah?”

“Dasar kau magnae pelit. Mati saja kau di Jepang sana!” ia melemparkan bantal sofa ke arahku bertubi-tubi. Mengenai kepalaku dengan tepat.

“LEE HYUK JAE!!!! Terima pembalasanku!” Dan perang bantal pun menghiasi siang kepulanganku dari Jepang.

Monyet tak tahu diri dan terimakasih ini sangat menyebalkan. Kenapa selalu menagih oleh-oleh padaku ketika pulang dari berlibur. Apa dia tak pernah instropeksi diri? Dia saja tak pernah memberikanku oleh-oleh yang pantas ketika pulang liburan? Ckckckck…..

 

“Bagaimana kabar Sunra?” Sungmin hyung bertanya sesaat setelah dia masuk ke kamar yang kami tempati berdua.

Aku berhenti sesaat dari kegiatanku mengeluarkan barang-barang dari koper. “Dia baik,” jawabku kemudian melanjutkan kegiatanku yang sempat terhenti. “Atau malah sangat sangat baik,” gumamku kecil.

“Hmm…apa?”

“Ah, aniyo.”

“Ini pacar Sunra itu ya?” Sungmin hyung mengambil salah satu foto yang sudah kupigura. Di foto itu ada aku, Sunra, dan Ryosuke-san, diambil di depan Ginza Wako Clock.

“Ya, begitulah,” jawabku sambil tersenyum ketika mengingat momen foto itu diambil.

Sungmin hyung memperhatikanku dengan serius. “Mungkin ini terdengar tidak adil bagi seseorang, tapi sungguh aku bisa merasakan bagaimana laki-laki ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi dongsaengmu ini, Kyuhyun-ah,” tambah Sungmin hyung sambil mengusap foto itu.

“Kurasa juga begitu.”

 

***

I didn’t expect too much for you, ma lovely readers. I  so sorry to keep you waiting for it. Since I was so busy lately, I didn’t type this ff, even almost forgot about it, upsss my bad.

But, thanks for those who keep waiting for this ff. I really apreciate you. Thank you for reading it and  I m sorry to keep you waiting.

 

 

Nb : Do you have any idea how this strory will develop?

22 Comments (+add yours?)

  1. Flo
    Aug 16, 2013 @ 22:49:56

    akhirnya muncul jga lanjutan ff yang satu ini
    aku maunya sunra tetep sama ryochan yah thor, plis banget
    kelihatan sih sunranya udah bahagia banget sama ryochan…
    pliss jangan bikin ryochan yah, coz dy member fav aku d hey say jump *oot dikit XD*

    Reply

  2. Sherleen
    Aug 19, 2013 @ 22:05:33

    Author… Plis…. Pas akhirnya buat rae sama wookie yah…. Gamsahamnida ^^

    Reply

  3. eMJi
    Aug 27, 2013 @ 12:53:14

    gomen chingu… aku ga liat di daftar listnya td, ternyata part 11 sudah ada. kyaaaaaaa…. seneng bgt.hontoni arigato.. #pelukauthor#

    Reply

  4. eMJi
    Aug 27, 2013 @ 13:10:25

    baru selesai baca. nande.. g ada cerita wookkie disini, huhuhu.. yuto nyempil dikit.. aaahhh.. gimana hubungan sunra ma yama dan sunra ma wookkie???
    cingu dalam bhs Jepang apa?? aku ga tau..

    Reply

  5. eMJi
    Sep 25, 2013 @ 20:16:39

    tomodachi… kamu suka Yuto ya.. baru tau aku, he.. Yuto itu suka jail tapi tetep keren ko, xixixi.. kalo aku suka ama Kei. tp waktu aku tau dia paling hentai, aku shock (lebay!tp beneran loh). orang paling pintar ternyata juga yang paling hentai. OMG! aku pengen punya DVD konser HSJ tp ditempatku ga ada. kaset2 Jepang susah bgt dicari disini. nyari info ttg anak JE jg susah, apalagi punya temen yg suka JE susah nyarinya. Hhh..*ko’ aku malah curhat ya?hehe*
    Tomodachi… ku mohon cerita wookie dibanyakin yah.. 🙂 dan aku juga mau sunra ma wookie, tapi sunra nya tetep temenan ma Yama dkk.
    kira2 she is back ini sampai part berapa ya…? walopun partnya bakalan lama aku tetep menunggu sampai kapan pun.ciaaaa…
    tomodachi… arigato gozaimasu telah bikin FF ini sampe sekarang. please..jangan putus sebelum ceritanya selesai ya.. coz bisa bisa aku mati penasaran nanti…
    puanjang bgt aku komen ya..
    keep writing. ganbaryo…

    Reply

    • Latiffah Turrahmah
      Oct 07, 2013 @ 17:25:46

      firstly, aneh juga kalo qmu manggil; aq tomodachi, lagian tomodachi itu bukan sebuitan panggilan juga, n sorry aq g tau sebutan buat teman it apa, call me tiffa, ok
      yap bener bgt, aq sukanya ama yuto, dia gokil bgt

      thanks bgt qmu dah appreciate cerita aq..part berapanya aq blum mastiin..hohoho.just wait a little loner okay, n sorry

      Reply

  6. eMJi
    Nov 02, 2013 @ 21:24:01

    gomen na.. aku lama bgt ga online.. oke lah, aku panggil kamu Tiffa.. tapi waktu baca nama kamu, nama kita sama akhirnya. aku jd ingat namaku sendiri yang sering bikin orang2 yang baru tau namaku salah menuliskannya. miftahur rahmah jadi miftahul rahmah, berasa belibet nyebutinnya. kaya nama kamu latiffah turrahmah kalo kita yg biasa ngomong bahasa arab agak ribet, coz seharusnya kan latifatur rahmah. ah,kok aku ngeributin masalah nama, ya… maaf
    maaf juga slama ini aku make nama kembaranku. ntar kalo dah part 12nya muncul aku pasti pake namaku deh, ehehehe..
    gara2 HSJ aku malah ngubek2 ttg anak2 JE dan ketemu si reia, adenya Yuto. jd ingat ma Ryutaro. kaaaaaangeeeeeeennnnnn bgt. coz Shintaro ga seimut Ryu,hehe..
    aku juga kangen cerita wookkie ma sunra. Tiffa.. jgn lama2 ngepostkan part 12 nya ya… tapi pasti kutunggu sampai ceritanya tamat.ohoho…
    Tiffa.. jaa ne..

    Reply

  7. Mr.A8
    Dec 25, 2013 @ 19:15:04

    ohayo, Tiffa… waktu buka td berharap udah ada part 12, ternyata eh ternyata.. blm ada ya… aku kan janji d part 12 nanti q bakalan pake namaku sendiri, tp aq ingkar janji nc, sekarang aj ya..?he..
    Tiffa.. ge sibuk ya..? abis, q penasaran bgt ama cerita wookkie n sunra selanjutnya…tp aku hrs sabar ya, kan aku dah janji pasti nunggu ampe ceritanya tamat. Tiffa hrs janji juga ya..bakalan nerusin cerita ini ampe abis.(sdkt maksa)hehe
    gambar yo..

    Reply

  8. Mr.A8
    Jan 22, 2014 @ 15:40:24

    Ohayo, Tiffa… satu minggu yg lalu aq baru dapat MV ride with me HSJ, uwwaaahhh…. keeerrrrreeeennnnnn bgt! apalagi fokus membernya kebagian semua, yah..walopun tetap aj banyakan Yama, kenapa ya..?lupakan
    Tiffa… next partnya masih lama ya…? udah penasaran bgt nih… pliss.. jgn putus ampe disini ya..hehe… walopun mungkin Tiffa ge sibuk bgt skrg… onegai…
    Ja.. Ganbar yo…

    Reply

  9. Mr.A8
    Feb 12, 2014 @ 17:08:54

    ohayo.. Tiffa… lama ga ol, eh ternyata msh blm ada yah.. ya sudah lah..
    kmren liat MV barunya HSJ AiNoArika, wuuaaahhh… Sugoii… Kakoi…semuanya keren bgt! apalagi fokus semunya lg senyum.wuaahh..tertusuk berkali2 liatnya! trus aq jatuh ke dasar jurang stelah liat rambut Inoo yg kuning! g sukaliat Inoo dengan rambut kuning!jelek!huwaa…nangis liatnya! T.T

    Reply

  10. Mr.A8
    Apr 29, 2014 @ 20:43:42

    Tiffa chan..^^
    barusan ngitung berapa bulan ya aku nunggu lanjutan FF ini..? ternyata! paling lama! 8 bulan! hmm.. lama juga ya.. demo, watashi matteru.. na gidaryo..(benar juga kah bahasanya?)
    Tiffa.. Gambayo..

    Reply

  11. Mr.A8
    Feb 08, 2015 @ 22:27:40

    ohayo, Tiffa chan..
    ternyata… aku tetap menunggu Tiffa ngelanjutin ff ini.. walo udah 17 bulan..(nani..??!!!)
    keep writing ‘n Ganbare

    Reply

    • Latifah Turrahmah
      Nov 30, 2015 @ 02:13:19

      gw terharu ini… beneran deh.. iseng iseng liat post dsini ternyata walo cuman satu, ada aja yg nungguin cerita yg gw buat… uwahhhhh makasih chingu
      walo kamu belum bisa berharap banyak sama aku soal kelanjutannya.. insyaallah kalo lagi mood ngetik aku bakal lanjutin.. tapi kayaknya lanjut d fb aja.. g bakal aku numpang post dsini lagi.. sekali lagi makasih ya Mr.A8

      Reply

    • Latifah Turrahmah
      Dec 01, 2015 @ 01:27:04

      gw terharu ini… beneran deh.. iseng iseng liat post dsini ternyata walo cuman satu, ada aja yg nungguin cerita yg gw buat… uwahhhhh makasih chingu…
      2 tahun dia masih setia nungguin kabr kelanjutan ff ini… bahagia beneran ini gw nya
      wuahhhhhh…..
      walo kamu belum bisa berharap banyak sama aku soal kelanjutannya.. insyaallah kalo lagi mood ngetik aku bakal lanjutin.. tapi kayaknya lanjut d fb aja.. g bakal aku numpang post dsini lagi.. sekali lagi makasih ya Mr.A8

      Reply

  12. Latifah Turrahmah
    Nov 30, 2015 @ 02:11:28

    gw terharu ini… beneran deh.. iseng iseng liat post dsini ternyata walo cuman satu, ada aja yg nungguin cerita yg gw buat… uwahhhhh makasih chingu
    walo kamu belum bisa berharap banyak sama aku soal kelanjutannya.. insyaallah kalo lagi mood ngetik aku bakal lanjutin.. tapi kayaknya lanjut d fb aja.. g bakal aku numpang post dsini lagi.. sekali lagi makasih ya Mr.A8

    Reply

  13. Mr.A8
    Dec 22, 2015 @ 22:02:58

    kya…tentu aja. Aq pasti setia menunggu she is back part 12

    Reply

  14. eMJi
    Dec 22, 2015 @ 22:11:34

    anyong, aku adalah kembaran Mr. A8 dan aku juga menunggu penuh harap she is back part 12. walau sebenarnya suka Yesung oppa tp aku suka ff ini, ceritanya unik. jangan sampe deh nasibnya kaya ff kesukaanku ttg yeppa judulnya my fake ordinary wife tuh tapi pas udah part 14 ga dilanjutin lagi, sedih banget. plis lanjutin ff ini ya….

    Reply

  15. ryechachacha
    Feb 04, 2016 @ 17:12:32

    please lanjutin udah 2 tahun saya nungguin

    Reply

  16. shikikun
    Mar 29, 2016 @ 14:06:44

    met siang Tiffa, sekarang udah taun 2016 ya…dan aku tetap menunggu kelanjutan ff ini. bagiku karakter sunra sangat menarik….sangat keren!!! please lanjutin cerita ini…yaya….ya….iya ya…..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: