Don’t You Remember? [2/5]

Don't You Remember

Title     : Don’t You Remember? (2 of 5)

Author : Han Harin

Cast     : Cho Kyuhyun

Han Hyemi

Lee Donghae

And the others

Length : Chaptered

Genre  : Romance, Family, Sad

NB       : Annyeong! Seperti biasa, aku minta maaf kalo ada typo, kesamaan judul, tokoh, alur, tema, dll. Ini murni 100% dari imajinasi author >.< For the poster, this was my first time of making a poster. So, I’m sorry if.. yeaahh, if this is still bad >.< And, namanya juga karya fiksi, latar yang ada disini juga beberapa hanya imajinasi author. Because, I don’t really know about the places in South Korea, hehe.. then, I need your comment.. Okay? Happy Reading :^)

oOo

<<Previous Chapter..

“Jadi… benar bahwa kau telah menikah dengannya?”

Kali ini Hyemi benar-benar merasa kesal dengan Kyuhyun yang saat itu dengan gamblangnya mengatakan bahwa ia adalah istrinya.

Hyemi hanya menjawab dengan anggukan pelan.

“Baiklah, chukkae. Aaah, ne. Aku memanggilmu untuk memberikanmu ini,”

Donghae tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Mata Hyemi membelalak lebar ketika melihat benda yang dimaksud itu keluar.

“La-lavender u-ungu? Jadi… kau?”

oOo

Donghae hanya mengedikkan bahu lalu memberikan bunga itu pada Hyemi.

“Perlu kau ketahui, aku.. menyukaimu. Dan.. aku akan menunggumu. Karena aku tahu, tak mungkin kau sudah.. menikah dengan namja pucat itu,”

Hyemi menerima bunga tersebut dan tampak membatu mendengar ucapan namja dihadapannya saat ini. Ia tak berani menjawab apapun ucapan namja itu.

“Baiklah, aku pergi. Ingat kata-kataku tadi, aku akan mengejar dan menunggumu. Atau bahkan perlu, aku akan membuatmu melihat kearahku, arra? Annyeong,” ucap Donghae sambil melambaikan tangannya lalu berlalu begitu saja dari hadapan Hyemi.

Hyemi masih terdiam di tempatnya. Donghae-kah yang selama ini memberinya bunga lavender itu? Hingga akhirnya ia tersadar bahwa Donghae sudah menghilang dari hadapannya.

Hyemi baru saja ingin memasukkan bunga lavender itu kedalam tasnya. Namun, ia menyadari, ada sesuatu yang janggal pada bunga tersebut.

“Bunga ini… berbeda. Bunga ini tak memiliki secarik kertas itu,”

oOo

Hyemi tengah berjalan ke kantin. Ia telah menyelesaikan dua kelasnya pada hari ini.

Semua orang tampak aneh baginya. Setiap ia lewat, mereka pasti menghentikan langkah hanya untuk sekedar melihat Hyemi, dan ia yakin ini pasti karena gosip tersebut.

“Hyemi-ssi,” panggil seseorang.

Entah mengapa ia sekarang menjadi artis dadakan di Kyunghee. Banyak sekali orang yang menyapanya, tak seperti hari-hari sebelumnya.

Hyemi menoleh dan mendapati Minji berdiri tak jauh dibelakangnya.

“Minji-ssi?” tanyanya tak percaya.

Minji hanya mengangguk perlahan lalu berjalan mendekati Hyemi.

“Kau mau ke kantin bukan?” tanya Minji.

Hyemi hanya mengangguk menjawab pertanyaan itu. Minji tersenyum mendengarnya.

“Baiklah, ayo kesana bersama! Ada yang perlu kubicarakan,”

“T-tapi.. bukankah..”

“Tenang saja. Aku membolos. Ayolah,”

Hyemi pun setuju sebelum akhirnya Minji menariknya menuju kantin dengan semangat. Kini mereka tengah berada di sepan tangga menuju kantin. Minji menaiki tangga itu lebih dulu, disusul oleh Hyemi. Hyemi sebenarnya enggan menuju kantin. Kalau saja ia sarapan tadi pagi, ia tak akan menaiki tangga laknat ini.

Ia menaiki satu per satu anak tangga itu dengan sangat hati-hati, sehingga beberapa orang dibelakangnya merasa kesal saking lambatnya Hyemi menaiki tangga.

Minji yang sudah sampai sampai menatap heran Hyemi. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum bocah pada Minji.

Pada akhirnya Hyemi menghela napas lega ketika selesai menaiki tangga tersebut. Mereka kemudian mengitari kantin untuk mencari tempat yang kosong. Hingga akhirnya, pilihan mereka jatuh pada meja nomor 17.

Hyemi memesan dua buah sandwich, sedangkan Minji memesan semangkuk ramen. Suasana hening cukup lama. Minji terlihat gugup, sedangkan Hyemi terlihat heran melihat sikap Minji yang tak biasa tersebut.

“Hmm, sebenarnya.. apa yang ingin kau bicarakan Minji-ssi?” tanya Hyemi membuka pembicaraan pada akhirnya. Ia berharap bahwa ini bukan menyangkut hubungannya dengan Kyuhyun.

“Aku.. Aah, gomawo,” ucapan Minji terputus ketika pesanan mereka datang.

“Ne?” tanya Hyemi lagi setelah ia berterimakasih pada pelayan yang mengantar makanan.

“Aku mau meminta maaf atas kejadian kemarin. Aku sungguh-sungguh meminta maaf,”. Hyemi sempat terdiam sebentar mendengarnya. Kejadian kemarin cukup membuatnya shock. Dan ia tak mungkin melupakannya.

“Aah, itu rupanya. Tidak apa-apa, aku tidak terlalu memikirkannya,” ujar Hyemi seraya tersenyum manis.

“Gomawo. Jeongmal gomawo. Kau memang pantas mendapatkan Kyuhyun. Aah ya, sampaikan juga permintaan maafku padanya,”

Hyemi hanya tersenyum kikuk mendengarnya.

“Bisakah kita menjadi teman?” tanya Minji tiba-tiba tepat sebelum Hyemi baru akan mengambil makanannya.

“Ne?”

“Berteman?” tanya Minji lagi sembari menunjukkan jari kelingkingnya.

Hyemi terdiam sebentar lalu menjawab,” Tentu saja,”.

Lalu, Hyemi menautkan jari kelingkingnya di jari Minji. Mereka berdua tertawa kecil karena ulah mereka sendiri.

“Aah, disini kau rupanya,” ucap seseorang tiba-tiba lalu duduk disamping Hyemi dan merangkul pundak Hyemi. Hyemi terkejut dengan aksi orang tersebut lalu segera melepas rangkulannya. Minjipun tak kalah terkejutnya.

“Lee Donghae! Apa yang kau lakukan, huh?!” teriak Minji kesal terhadap orang dihadapannya. Hyemi menggeser sedikit duduknya menjauhi Donghae. Donghae yang menyadari hal tersebut malah mendekatkan duduknya kembali kearah Hyemi, sehingga akhirnya Hyemi yang menyerah.

“Waeyo? Tidak bolehkah duduk di sebelah gadis ini?”

“Ck! Dia itu sudah bersuami!”

“Lalu? Aku tak yakin mereka telah menikah. Bukankah Kyuhyun bau saja pindah dari New York? Kapan mereka menikah?”

Minji tak menjawab lagi ocehan namja itu. Ia hanya mecibir kesal kearah Donghae. Membuat Donghae tersenyum kemenangan karenanya. Hyemi yang duduk disebelahnya merasa risih kali ini. Namja ini memang benar-benar mengganggu.

“Hyemi-ah, maukah pulang bersamaku nanti?” tanya Donghae manja pada Hyemi.

“Hm? Tidak usah, Donghae-ssi,” tolak Hyemi dengan halus.

“Oh, ayolah. Lagipula, namja pucat-mu itu ada kelas siang hari ini. Tak mungkin dia mengantarmu seperti dua hari lalu,”

“Sudah kubilang, tidak usah. Rumahku cukup jauh,”

“Gwen-”

“Ia bilang tidak mau, Lee Donghae! Mengapa kau masih memaksanya?!” teriak Minji lagi, berusaha membela Hyemi.

“Ck, diam kau!”

Donghae kembali menoleh kearah kanan, tempat Hyemi duduk. Namun, ia melotot terkejut saat melihat seorang namja sedang berdiri tegap dengan tangan mengepal di sisi meja sebelah kanan.

“Kau.. Jangan mengganggu yeoja-ku!” teriak namja itu -yang ternyata Kyuhyun- kearah Donghae. Hyemi hanya bisa  menunduk dan menggelengkaan kepalanya pelan, sedangkan Minji, ia melongo melihat kemarahan Kyuhyun.

Donghae hanya tersenyum miring mendengarnya. Ia tak mau menjawab perintah Kyuhyun tersebut.

“Mi-ah..” panggil Kyuhyun pada Hyemi yang membuat yeoja itu menoleh padanya.

“Ayo, ikut aku,” ajak Kyuhyun padanya. Lalu, tanpa Hyemi sadari Kyuhyun telah menggenggam erat tangannya dan membawanya keluar dari kantin.

Minji tersenyum melihat pasangan tersebut. Sangat cocok, pikirnya. Sedangkan Donghae, ia tersenyum miris. Menahan perasaannya yang sakit saat ini.

oOo

“Ternyata benar kalau kau menyukai ikan itu,” lirih Kyuhyun ketika mereka telah sampai di mobil Kyuhyun. Kyuhyun tengah bersenderan pada pintu audi-nya tersebut dengan Hyemi yang berada didepannya dengan jarak kurang lebih 1 meter.

“Aku tidak menyukainya!” tegas Hyemi.

“Jinjja?” tanya Kyuhyun dengan smirk yang menjijikkan.

“NE!”

“Hmm.. Baiklah. Aku hanya mengajakmu kesini untuk bertanya itu. Aku tak bisa mengantarmu karena ada kelas siang hari ini, ne?”

Hyemi langsung saja pergi meninggalkan Kyuhyun saat itu. Yeoja itu memang paling tidak suka jika dituduh yang tidak-tidak, seperti apa yang baru saja Kyuhyun lakukan. Tapi jika dipikir-pikir, itu akan membuatnya lebih mudah untuk membenci namja itu.

Kyuhyun hanya memandang miris punggung Hyemi yang perlahan menjauh dan meninggalkannya. Ia merutuki sikapnya barusan terhadap Hyemi. Ia yakin bahwa yeoja itu kini tengah merasa kesal padanya.

“Ck! Cheonsa.. Aku akan tetap menepati janjimu untuk menjaga dongsaeng-mu itu,” gumamnya menahan frustasi.

oOo

Hyemi tengah berjalan menuju halte bus yang berjarak kurang lebih 100 meter dari universitasnya. Cuaca yang sedang terik dan perutnya yang lapar karena tadi tak sempat makan cukup membuatnya lelah. Ditambah lagi dengan sikap Kyuhyun yang membuatnya kesal.

Tiba-tiba, matanya menangkap seorang nenek tua yang sedang membawa dua buah kantung belanjaan yang tampaknya sedang ingin menyeberang. Jiwa sosialnya berkoar begitu saja saat melihatnya. Kakinya melangkah mendekati nenek itu segera.

“Permisi?” tanya Hyemi. Nenek itu segera menoleh dan tersenyum ketika melihat Hyemi.

“Boleh aku bantu?” tanya Hyemi lagi sembari menjulurkan tangannya. Nenek itu kembali tersenyum dan memberikan sekantung belanjaannya pada Hyemi.

“Terima kasih telah bersedia membantuku,”

“Aah, itu sudah wajar, nek,” ujar Hyemi sambil tersenyum ramah. Tak lama, lampu pejalan kaki telah menjadi hijau. Hyemi segera membantu nenek tersebut menyebrang.

“Rumah nenek dimana? Biar aku antar,” tanya Hyemi setelah sampai di seberang jalan.

“Aah, tidak perlu tidak perlu. Biar aku pulang sendiri saja, rumahku dekat dari sini,”

“Aniyo, aku akan mengantar nenek,”

“Bailah. Kau memang baik sekali. Siapa namamu?”

“Hyemi, Han Hyemi,”

“Nama yang cantik, seperti orangnya. Aku Im Neulmi. Panggil saja Nenek Im,” ucap Nenek Im sambil terkekeh pelan.

Perjalanan mereka berlanjut. Sepanjang perjalanan tersebut, dipenuhi oleh obrolan-obrolan ringan yang mendekatkan mereka. Terkadang cerita nenek Im mengenai masa mudanya membut hyemi terkikik geli.

Hingga akhirnya, mereka sampai di sebuah komplek rumah yang cukup besar. Dalam komplek rumah tersebut, terdapat dua buah rumah yang sama besarnya. Namun, melihat Nenek Im berjalan mendekati rumah sebelah kiri, Hyemi mengikuti saja nenek Im. Nenek Im mengeluarkan kunci dari saku celananya, lalu membuka pintu rumah tersebut dengan kunci itu.

“Masuklah,” ajak Nenek Im ketika pintu tersebut terbuka. Hyemi menurut dan segera mengikuti nenek Im yang telah masuk lebih dulu.

Suasana di rumah ini sangat gelap sebelum akhirnya Nenek Im menyibak tirai yang menutupi jendela besar di ruang tamu, membiarkan sinar matahari masuk. Hyemi memberikan lagi belanjaan yang tadi dibawanya ke Nenek Im.

“Duduklah, aku akan mengambilkan minum,”

“Tak perlu, Nek,”

“Sudahlah, tak perlu sungkan-sungkan,” ucap Nenek Im sambil tersenyum lalu pergi menuju dapur.

Akhirnya, Hyemi duduk di salah satu sofa di ruang tamu tersebut.

Ia melihat sekeliling tempat tersebut. Bersih dan terawat. Beberapa foto hitam putih terpajang di sepanjang dinding bercat putih gading tersebut.

“Ini dia,”

Nenek Im tiba-tiba datang dengan dua cangkir teh hijau, lalu ia meletakkannya dimeja yang berada tepat dihadapan Hyemi.

“Gomawo,” ucap Hyemi sopan yang ditanggapi dengan senyuman oleh Nenek Im.

“Aku yang seharusnya berterima kasih, Hyemi-ah,”

Hyemi hanya tersenyum malu mendengarnya.

“Nenek.. Mengapa rumah ini terasa sepi sekali?” tanya Hyemi tiba-tiba.

“Aah, aku sudah tinggal sendiri. Anak-anakku sudah berkeluarga dan hanya pulang beberapa kali saja kesini,”

Hyemi hanya mengangguk paham. Dari cerita yang diceritakan Nenek Im di perjalanan tadi, ia juga sudah tahu bahwa suami Nenek Im telah meninggal dunia.

“Apa… tidak merasa kesepian?”

“Yaa, terkadang aku merasa kesepian. Namun aku harus menerimanya bukan?”

Hyemi tersenyum mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan Nenek Im.

“Dan kehadiranmu saat ini membuatku sangat senang, Hyemi-ah,” sanjung Nenek Im yang membuat Hyemi tersipu.

“Gomawo, Nenek Im. Nenek membuatku malu saja,” ucap Hyemi  yang membuat mereka berdua terkekeh pelan. Tiba-tiba, Hyemi teringat dengan rumah yang berada disebelah rumah Nenek Im.

“Aah , rumah yang disebelah itu, siapa pemiliknya?”

“Itu rumah adikku. Namun sebulan lalu, ia pindah ke Busan dan menjual rumah itu. Sampai saat ini, belum ada yang membelinya. Kau lihat sendiri kan ada tulisan ‘DIJUAL’ di pintu rumah tersebut?”

Hyemi hanya mengangguk menjawabnya.

“Ah ya, rumahmu dimana?”

“Rumahku cukup jauh dari sini. Sekitar 30 km mungkin,”

“OMO! Kau mahasiswi Kyunghee bukan? Berangkat pukul berapa kau dari rumahmu?”

“Sekitar pukul enam jika ada kelas pagi,” jawab Hyemi pelan.

“Ckck. Pagi sekali. Begini saja, aku ada penawaran menarik untukmu,”

“Apakah itu?”

“Bagaimana jika kau tinggal saja disini? Sampai kuliahmu selesai?”

Hyemi tersentak mendengarnya. Betapa baik Nenek Im kepadanya. Hati kecilnya tak mungkin menolak tawaran ini mengingat ia terkadang harus menahan kantuk berangkat sepagi itu.

“Nenek… serius?”

“Tentu saja. Dengan kehadiranmu, aku tak mungkin merasa kesepian lagi,”

“Jeongmal gomawo. Aku akan meminta izin dari eomma dulu. Jika boleh, aku akan kesini hari minggu,”

Nenek Im hanya tersenyum senang mendengarnya.

“Minumlah dulu teh ini, Hyemi-ah,”

“Ahh, ne,”

oOo

“Omo, baik sekali nenek itu, Hye-ah,” ujar Ny. Han ketika mendengar cerita Hyemi barusan.

“Hmm, eomma.. mengizinkanku?” tanya Hyemi ragu. Takut eomma-nya tidak mengizinkan.

“Tentu saja, anakku sayang. Kau tak perlu mengkhawatirkanku. Lagipula aku setiap hari menjaga toko. Aku tak akan merasa kesepian seperti Nenek Im,” ucap Ny. Han sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi anaknya.

“Wuahh, gomawo, Eomma. Oh ya, aku berjanji akan kesana hari minggu besok,”

“Baiklah. Ingat, kau tidak boleh merepotkannya! Setiap minggu juga kau harus pulang kesini untuk menemui eomma-mu ini, arra?”

‘Ne, arraseo,”

oOo

“From : Cho Kyuhyun

Mi-ah.. Mianhae, aku tak bisa pergi lagi malam ini. Tugas Kang Sonsaenim sedang memberatkanku saat ini. Kau tahu kan seperti apa guru yang satu itu? Kuharap kau mengerti.

Cho Kyuhyun,”

Hyemi menutup flip handphone-nya ketika menatap pesan dari Kyuhyun. Ia tak mau, lebih tepatnya tak akan pernah mau membalas pesan namja itu. Ia merasa harus melakukannya demi kakaknya saat ini.

Tiba-tiba, ia teringat pada bunga lavender ungu yang diberikan Donghae tadi siang. Ia segera turun dari kasur yang tengah ia duduki dan menuju meja belajarnya, tempat dimana ia meletakkan tas kuliahnya.

Setelah meraih tas tersebut, ia segera mengeluarkan bunga lavender tersebut. Ia kembali berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk diatasnya. Ia mengamati baik-baik bunga tersebut.

“Jika diamati, bunga ini memang berbeda,” gumamnya pelan. Namun, jika memang berbeda, siapakah yang biasanya memberinya bunga lavender itu? Dan mengapa hari ini ia tak memberinya lagi?

Setelah mengamati bunga tersebut, ia segera meletakkan bunga tersebut bersama dengan bunga lainnya.

Baru saja ia ingin meletakkannya, niatnya itu terasa terkurung. Ia merasa bunga ini bukan dari orang yang sama. Mereka berbeda. Pada akhirnya, ia memilih menggeletakkan bunga tersebut disamping kotak lavender tersebut.

“Maaf, Lee Donghae. Kurasa, kau bukan orangnya,”

oOo

Hyemi terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia mengambil handphone-nya yang berada di nakas kecil disebelah ranjangnya sekedar untuk melihat jam. Jam di handphone tersebut menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Dengan segera, ia bangun dari posisi berbaringnya dan memakai sendal rumah yang ada di sebelah ranjangnya tersebut.

Dengan langkah gontai, ia melangkah keluar kamarnya untuk menuju dapur. Ketika sampai di dekat tangga turun, nyawanya seakan langsung terkumpul semua. Ia memang takut akan tangga. Dengan langkah yang amat perlahan, ia menuruni 20 anak tangga tersebut. Hingga akhirnya, ia telah sampai di lantai dasar rumahnya.

Segera ia menuju ke dapur untuk membuat sarapan bersama eomma-nya.

“Eomma..” sapanya setelah sampai di dapur dan melihat Ny. Han sudah mulai sibuk menyiapkan alat dan bahan untuk memasak.

“Aah, kau sudah bangun rupanya,” ucapnya sambil menghidupkan kompor untuk merebus air.

Hyemi dengan inisiatifnya sendiri segera mengambil beberapa sayuran dari dalam kulkas.

“Ne, apakah aku telat?”

“Aniyo,” jawab Ny. Han sambil tersenyum. Hyemi membalas senyum ibunya tersebut.

“Apa menu sarapan pagi ini?”

“Spesial untukmu, Hyemi sayang.. Sup Ayam! Bukankah sudah lama kau menginginkannya?”

“Jeongmal? Waah, kurasa nafsu makanku akan bertambah pagi ini!” pekik Hyemi girang sambil membersihkan dan memotong wortel. Ny. Han hanya menggeleng-geleng melihat tingkah kekanakan anaknya.

“Hye-ah..”

Hyemi menoleh kearah eomma-nya seketika dan menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Kau… sebentar lagi lulus kuliah S2-mu ini bukan?”

“Hmm, ne, eomma. Wae?”

“Belumkah kau berpikiran untuk mencari pasangan hidup?”

Pertanyaan eomma-nya itu bagaikan petir yang menyambarnya. Pekerjaannya memotong wortel terhenti saat itu juga. Ia memang sudah cukup berumur, 25 tahun. Namun untuk saat ini, entah mengapa ia tak pernah memikirkan tentang pasangan hidup.

“Molla,” jawabnya seadanya.

Ny. Han segera mendekati Hyemi dan memegang pundak anaknya tersebut.

“Baiklah. Tapi lihatlah, kakakmu sudah hampir memiliki dua orang anak. Apakah tidak ada yang mau terhadapmu?”

“Ne, nanti akan aku pikirkan,” jawab Hyemi dengan malas. Akhirnya, Ny. Han hanya menepuk pelan pundak Hyemi dan kembali pada pekerjaannya. Begitu pula dengan Hyemi. Ia telah kembali memotong wortel. Namun pikirannya, masih dipenuhi dengan kata-kata Ny. Han.

Ia sedang bimbang saat ini. Hati dan pikirannya sedang disita oleh Kyuhyun, kakak iparnya sendiri. Sedangkan sebenarnya ada yang menginginkan dan menunggunya yaitu Donghae. Namun ini.. Ini menyangkut perasaan dan masa depannya. Ia tidak boleh sembarangan saja bukan?

“Jangan terlalu dipikirkan dulu, Hye-ah. Aku tak mau membebankanmu,” kata Ny. Hn tiba-tiba yang menyadarkan Hyemi.

“Ne, eomma,”

“Aah, ya. Hari ini kau tidak kuliah kan? Bantu eomma di toko kue eomma, ne?”

“Tentu saja,”

oOo

“Hyemi-ah, kau susun dulu kue-kue itu. Eomma ingin membuat kue lainnya dulu di dapur, ne?”

“Ne, eomma,” jawab Hyemi sambil tersenyum. Lalu, Ny. Han sudah melenggang pergi ke dapur tokonya.

Hyemi sedang memakai celemek putih bertuliskan Creméux Cake, nama toko eomma-nya, yang berarti ‘Creamy Cake’. Ny. Han memang sangat menyukai sesuatu berbau Prancis, apalagi dengan keindahan kota Paris. Namun, ia bukanlah seseorang yang ahli dalam bahasa tersebut. Nama toko tersebut hanyalah didapatnya melalui bantuan Google Translate.

Setelah memakai celemek tersebut, ia segera mengambil nampan yang berisi 15 potong tiramisu. Lalu, ia meletakkannya di kontainer yang sudah tersedia.

KRING KRING

Suara bel tersebut menandakan bahwa ada pelanggan yang datang. Hyemi segera menunda kegiatannya untuk mengambil nampan berisi kue lainnya dan menyambut pelanggan tersebut.

“Selamat pagi. Selamat datang di Creméux Cake. Ada yang bi..sa.. sa.. ya.. bantu?” ucap hyemi yang makin melemah ketika melihat pelanggan yang datang tersebut.

“Omo! Hyemi, kau bekerja disini rupanya?”

“Ada yang bisa aku saya bantu?” ucap Hyemi mengalihkan pembicarakan orang yang ada di hadapannya saat ini.

“Oh, ayolah. Kau mengenalku. Tak perlu seformal itu,”

“Aku saat ini sedang bekerja, Donghae-ssi. Lagipula, ini toko milik keluargaku. Kau mau memesan sesuatu atau menggangguku?”

“Galak sekali kau ini,” jengkel Donghae sambil mendorong kepala Hyemi dengan telunjuk kanannya.

“Tak sopan sekali kau, Tuan Lee!”

“Ahh, Nyonya Lee sedang marah rupanya,”

“Mwo?! Nyonya Lee?!”

“Setidaknya itu harapanku,”

Hyemi mendengus kesal dengan namja di hadapannya saat ini. Sedangkan namja itu hanya tersenyum bocah yang membuat Hyemi bertambah kesal.

“Sudahlah, apa yang ingin kau pesan?”

“Ah ne, aku sampai lupa saking mengagumi-mu,”

“Cepatlah!”

“Ne, ne. Galak sekali kau ini.. Begini, besok keponakanku akan berulang tahun. Menurutmu, kue apa yang cocok untuknya?”

“Kau pamannya, harusnya kau yang lebih mengerti seleranya,”

“Tapi aku tak mengerti apa-apa tentang kue, Han Hyemi,”

“Baiklah, baiklah. Kurasa Blackforest saja cukup,”

“Ide yang bagus. Aku ambil Rainbow Cake-nya, ne?”

Hyemi melongo tak percaya pada namja ini. Namja ini meminta untuk diberi usulan darinya. Setelah diberi usulan, ia memilih kue sendiri ditambah senyuman mencibirnya yang benar-benar menjijikkan.

“Kau menyebalkan sekali, Lee Donghae!”

Tiba-tiba, Ny. Han keluar dari dapur dengan membawa senampan cupcake yan hiasannya berbeda-beda. Seketika itu pula, matanya menagkap sosok Donghae yang sedang tersenyum kikuk padanya.

“Annyeong haseyo, calon mertua,” sapa Donghae pada Ny. Han yang membuat ibu tersebut melongo. Sedangkan Hyemi, ia memberikan tatapan kian tajamnya pada Donghae.

“KAU TIDAK SOPAN SEKALI, LEE DONGHAE!” maki Hyemi padanya. Beruntung saat ini belum ada pelanggan lain yang datang.

“Mwo? Benarkah itu, Hye-ah?” tanya Ny. Han pada anaknya.

Hyemi segera berbalik menghadap ibunya dengan ekspresi paniknya. Takut jika eomma-nya benar-benar salah paham.

“Aniyo, itu sama sekali tidak ada benarnya. Sungguh!”

“Ahjumma, anakmu ini sulit sekali dikejar. Bagaimana kalau aku mengajaknya mengobrol sebentar disana?” sela Donghae diantara aksi pembelaan Hyemi sambil menunjuk sebuah meja dekat jendela.

Ny. Han menatap Donghae sebentar. Ia memang kagum akan keberanian dan kefrontalan namja tersebut. Tapi ia merasa ragu meninggalkan anaknya itu pada Donghae. Tapi jika hanya mengobrol, tak ada salahnya kan?

Ny. Han mengalihkan pandangannya pada Hyemi yang terlihat sedangmemohon agar tidak mengizinkannya. Namun, Ny. Han menjawab, “Baiklah. Boleh saja,”

“Tapi, eomma, aku sedang membantumu,”

“Hari ini kau kuberi libur saja, oke?”

Hyemi tertunduk lemas mendengarnya. Sedangkan Donghae, ia tersenyum penuh kemenangan. Ny. Han segera memanggil dua karyawannya yang lain untuk menggantikan Hyemi dan sekaligus mencatat pesan Donghae tadi.

Hyemi akhirnya duduk bersama Donghae di tempat yang ditnjuk namja itu tadi setelah melepaskan celemek putihnya.

“Wae? Kau marah?” tanya Donghae pada Hyemi.

“Menurutmu?” Hyemi bertanya balik dan mengalihkan tatapannya keluar jendela.

Donghae terkekeh pelan mendengarnya.

KRING KRING

Hyemi dan Donghae dengan refleks menoleh kearah pintu masuk. Begitupula dengan orang yang baru masuk tersebut. Ia melihat kearah Hyemi dan Donghae dengan pandangan tidak sukanya kepada Donghae.

“Selamat pagi. Selamat datang di Creméux Cake. Ada yang bisa kami bantu?” tanya dua orang karyawan yang tadi menggantikan Hyemi secara bersamaan.

Orang tadi segera masuk dan mendekati salah seorang karyawan.

“Aku pesan 3 potong tiramisu ini. Tak perlu dibungkus, aku akan memakannya disini saja,” ucapnya sambil tersenyum.

“Baiklah, ada tambahan lainnya?” tanya karyawan itu lagi.

“Cukup,”

“Baiklah, semua 6000 Won,”

Orang tersebut segera mengambil uang tersebut dari saku celana kanannya, dan memberikan beberapa lembar uang tersebut pada karyawan tadi.

“Terimakasih. Selamat menikmati,” ucap karyawan tersebut sambil tersenyum dan memberikan pesanan langganannya.

Orang tersebut segera berbalik dan melihat kearah Hyemi dan Donghae yang juga sedang melihatnya.

Dengan langkah pasti, orang tersebut berjalan mendekati meja mereka. Hyemi tampak biasa saja, bahkan bisa dikatakan senang. Sedangkan Donghae, ia telah tersenyum kaku sejak tadi. Hingga akhirnya, orang tersebut tiba di meja mereka dan duduk di salah satu kursinya yang berjumlah empat.

“Kurasa, aku datang kesini tepat waktu,”

TBC

Chapter ini kependekkan ya? Jelek pula -_- Jujur, aku juga gak puas sama chapter yang ini -_- Hehehe, mianhae.. Untuk ELFishy, mianhae peran Donghae disini dibuat nyebelin sampe aku yang buat ikutan sebel.. Aku juga sebenernya ELFishy, tapi kebetulan nemuin rasi bintang ‘ikan’, kepikiran deh jadiin Donghae sebagai rival, hehe..

Semoga chapter selanjutnya bisa dibuat lebih panjang dan lebih baik, ne? Gomawo for reading. Don’t forget to comment! ^^ Annyeong!

 

20 Comments (+add yours?)

  1. Azizah_679
    Aug 25, 2013 @ 16:16:58

    apa bnr kyu tu kakak iparny hyemi.. ? ah, bnr2 pnsrn.. dtunggu next chap ny y eon.. hehe

    Reply

  2. elfsparkyu21
    Aug 25, 2013 @ 16:49:13

    Penasaraaann!! Donghae nyebelin banget tuhh-__- Next thorr! Jan lama2

    Reply

  3. tiwiw
    Aug 25, 2013 @ 18:06:52

    Kyu beneran kakak iparnya hyemi? Trus apa hyemi sebenernya hilang ingatan?
    Next part nya jangan lama2 , ditunggu ^^

    Reply

  4. vadila hanin
    Aug 25, 2013 @ 20:23:29

    penasaran penasaran selanjutnya gimna~ ditunggu thor

    Reply

  5. Babyfishevil
    Aug 25, 2013 @ 20:54:24

    Next..

    Reply

  6. fitrauls
    Aug 25, 2013 @ 21:54:59

    Next thor!!:D

    Reply

  7. Thea Rizky
    Aug 25, 2013 @ 22:55:26

    Dibuat secepatnya untuk chapter slanjutnya thor yakkk!!!!! Penasaran sama hubungan antara Kyuhyun-Hyemi sebenernya apa??>W<" bagus thor chapternya, tapi kecepetan._. Slanjutnya yg agak lama ya thor♥

    Reply

  8. rissamelati88
    Aug 26, 2013 @ 00:36:42

    ikh kyuhyun itu sebenernya siapanya hyemi sih ??
    trus apa hubungan kyuhyun ma kakanya hyemi ??
    apa tujuan kyuhyun mendekati hyemi ??
    jadi makin penasaran ma kelanjutannya nih itunggukelanjutannya ya eonni jangan lama-lama kekeke 🙂

    Reply

  9. liya
    Aug 26, 2013 @ 01:16:58

    jadi sebenernya kyuhyun itu siapanya hyemi sih?
    thir, makin penasaran nih..
    ditunggu kelanjutannya ya xD

    Reply

  10. Flo
    Aug 26, 2013 @ 02:47:15

    itu pasti kyu deh…
    beneran ga sih kyu tuh kakak ipar hyemi
    ah cepetan dilanjutin thor, penasaran..

    Reply

  11. Diana Park
    Aug 26, 2013 @ 04:31:44

    Qo rasany msh da misteri besar ya..q harap kyu bkn kakak iparny hyemi…msh galau thor, blm da clue tuk misteri ini…knp hyemi hrs tkt mobil n tangga..???knp hyemi tdk ingt sm kakak iparny?? Benarkah hyemi amnesia??

    Reply

  12. inggarkichulsung
    Aug 26, 2013 @ 06:34:35

    Nd bingung misteri besarnya itu apa ya, Kyu oppa kan kakak iparnya Hyemi tp koc ia sll menghalangi donghae oppa u dekat2 dgn Hyemi.. ditunggu kelanjutannya chingu

    Reply

  13. Choi Eun Kyung
    Aug 26, 2013 @ 08:15:19

    Penasaran thor , next part’a d tunggu ….

    Reply

  14. hae_kyu aYan99
    Aug 26, 2013 @ 11:23:11

    ya ampun, beneran penasaran..
    ada blog pribadi gak thor??? mw lgsung melesat kesana ajjah, hahaha

    Reply

  15. jihanfakhria
    Aug 26, 2013 @ 15:17:26

    pendek banget thorrr
    next partttt

    Reply

  16. Sungtae
    Aug 26, 2013 @ 16:23:04

    masih nggak yakin kyuhyun kaka iparnya hyemi

    Reply

  17. Laini
    Aug 28, 2013 @ 08:09:49

    Jadi tambah penasaran. Siapa si kyuhyun itu? Hwaa!!!!!!!

    Reply

  18. minkijaeteuk
    Sep 02, 2013 @ 21:31:11

    kyk y kyuhyun bukan kakak ioar y hyemi deh tapi dia kenal deket aja ma cheonsa sampe2 minta kyuhyun jagain adik y…
    donghae karakter y agak2 beda nih dr image dia yg biasa y jd suka penyegaran baru..
    hyemi knp sih kok dia kyk punya phobia or trauma gt takut naik mobil n naik tangga jg gt pelan2 n hati2 bgt…

    Reply

  19. yua
    Dec 10, 2013 @ 19:36:56

    masih penasaran kyu apanya hyemi.

    Reply

  20. Kim Jihyun
    May 27, 2014 @ 19:18:41

    kyu itu kakak ipar kahh?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: