I Lost My Love [1/?]

I Lost My Love

Cast:
Kim Jong Woon (Yesung)
Clarissa becomes Kim Yu Ra
Other

Genre: Romance, Friendship, Angst
Length: Chapter
Warning: Typo(s), OOC
Author: Windhy Ekawardhani

Aku merasa sangat beruntung dikelilingi orang-orang yang menyanyangiku, sekalipun tidak semua dari mereka kusayangi. Dan untukmu, terima kasih karena telah menghapus kabut gelap di kehidupanku selama 3 tahun terakhir, aku benar-benar berterima kasih

I LOST MY LOVE -Chapter 1-

Clarissa pov

Apakah ini sudah menjadi takdirku? Lahir dari latar belakang orangtua yang berbeda, ayahku japanese sedangkan ibuku californian. Kenapa mereka harus bercerai? Aku tidak memikirkan urusan mereka mengapa bercerai, tapi mengapa aku yang menjadi korbannya, aku sudah kuliah, seharusnya aku sudah harus menjalani hidupku sendiri, kenapa aku harus hidup satu tahun di jepang, satu tahun kemudian di korea, begitu seterusnya sejak aku lulus kuliah 3 tahun yg lalu, ya kalian bisa menebak sekarang usiaku 25 tahun. Jujur saja, dari kedua negara tersebut, tidak ada yang kusuka. Aku jauh lebih suka Korea Selatan, jika aku membaca artikel mengenai negara tsb, aku merasa aku akan bahagia sekali jika bisa tinggal disana. Singkat cerita, perkenalkan, namaku Clarissa, aku lahir di California dgn latar belakang orang tua californian-japanese, jika kalian bertanya kenapa namaku tidak ada unsur japanese sama sekali, alasannya karena kata ayahku, wajah california sepertiku tidak pantas diberi nama org jepang, padahal ayahku orang jepang

“sampai kapan aku harus menjadi korban pertengkaran kalian?” tanyaku pada ibu
“jaga bicaramu, clarissa” balas ibu
“aku bertanya, SAMPAI KAPAN AKU HARUS MENJADI KORBAN PERTENGKARAN KALIAN?” lanjutku yang tak mendapat sepatah katapun dari ibu, ah, ibu? aku rasa, aku tidak pantas menganggapnya ibu, dia pergi meninggalkanku sendiri di meja makan
“ASAL KAU TAU, JIKA AKU SUDAH TERLALU MUAK KARENA PERBUATAN KALIAN YANG MENGIRIMKU KESANA KEMARI, KALIAN AKAN MERASAKAN JIKA AKU PERGI MENINGGALKAN KALIAN” ucapku dengan suara keras yg sebenarnya tidak pantas terlontar dari mulut seorng anak dengan lawan bicara ibunya, yang telah mengandungnya, melahirkannya, dan membesarkannya

***
Hari minggu yang cerah, kuputuskan untuk berjalan ke taman, mumpung ini musim semi, aku berharap bunga di taman sedang bermekaran

“Permisi, bolehkah aku duduk disini? Semua kursi taman sudah terisi” ucap seseorang padaku
“Terserah kau saja, aku akan pergi” balasku
“Kalau kau pergi karena aku mau duduk disini, lebih baik aku yang pergi” lanjutnya
“Baiklah, aku akan tetap duduk disini bersamamu” balasku
“kenapa kau kesini?” tanyanya
“Aku ingin melihat bunga yang bermekaran” jawabku
“Bagaimana d..d..denganmu?” lanjutku
“Aku sedang ingin melepas beban di kepalaku” jawabnya
“Sungguh? Tujuanku kesini… sebenarnya juga itu” balasku
“Bagaimana kalau kita saling bertukar cerita?” tanyanya
“Baiklah, kau duluan” jawabku
“Aku sedang banyak beban di kantor, karyawanku akhir-akhir ini sulit sekali mengerti dengan tugas-tugas yang kuberikan pada merek, aku rasa sebentar lagi perusahaan ku bangkrut, sementara keluargaku di korea sedang menjalankan toko kacamata dan coffee shop yang kubangun sebelum aku kesini (ke california), sungguh aku hampir tak sanggup menjalaninya” ujarnya
“bagaimana denganmu?” lanjutnya
“Sebenarnya ini bukan masalah akhir-akhir ini, tapi ini masalah 3 tahun terakhir setelah aku lulus kuliah, ayahku orang jepang sedangkan ibuku orang california, mereka bercerai 3 tahun yang lalu, aku tidak peduli dengan perceraian mereka, tapi ada satu yang aku harus tuntut dari mereka, kenapa harus aku yang menjadi korban perceraian mereka? setiap tahun aku harus pindah, jepang-california, mereka tidak berfikir bagaimana perasaanku, aku menjadi manager di perusahaan ibuku, perusahaan pakaian, Clarissa Fashion. Setiap aku kesini, aku bekerja, kalau aku jepang hanya sedekar menikmati hidup yang sebenarnya tidak bisa disebut nikmat, sungguh, aku lelah diperlakukan seperti ini oleh orangtuaku” jelasku
“Apa kau punya saudara?” tanyanya
“Aku punya seorang kakak laki-laki, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan ayah dan ibu” jawabku
“Kau orang dari mana?” tanyaku
“Korea Selatan” jawabnya
“Clarissa imnida” ucapku
“Yesung imnida” balasnya
“Kau bisa berbahasa korea?” lanjutnya
“Ya, aku belajar sejak kecil, kau terkejut?” tanyaku
“Ya, wajahmu memang wajah asia, rambut blondemu saja yang membuatmu terlihat seperti gadis california” jawabnya
“Sudah berapa lama kau disini?” tanyaku
“3 tahun” jawabnya
“Aku senang bisa berkenalan dengan orang sepertimu” ujarku
“Aku lebih” balasnya
“Apa kau ingin pergi makan siang bersamaku?” lanjutnya
“Aku tidak ingin makan makanan berat, bagaimana kalo minum kopi aja?” balasku
“baiklah, aku tau coffee shop paling enak disini” ujarnya

Clarissa pov end

Clarissa Coffee Shop

Yesung pov

“kenapa kau tidak bilang kita akan kesini?” tanya clarissa
“aku suka tempat ini, aku sering kesini untuk melepas penat” jawabku
“tapi aku tidak suka” balasnya
“kenapa kau tidak suka?” tanyaku
“Clariss Coffee Shop, coffee shop milik ibuku, di tempat ini, untuk pertama kalinya aku melihat ayah-ibuku bertengkar, dan saat itu ibu mengucapkan kata perceraian, aku benci itu” jelasnya
“aku pulang saja” lanjutnya
“biar kuantar” ucapku mencegahnya sebelum dia benar-benar pergi meninggalkanku
“aku tidak butuh rasa kasihanmu” balasnya
“aku tidak mengasihanimu, aku hanya ingin membantumu” ucapku
“tapi aku tidak perlu” ucapnya lalu melepaskan lengannya dari genggamanku

***

Kenapa gadis itu begitu membenci hal-hal menyangkut kedua orangtua nya? Dia sungguh aneh, anak di dunia ini seharusnya berbakti pada orangtua nya, tapi dia begitu membenci orangtua nya, tapi dia juga tidak salah, dia patut menuntut keadilan, aku ingin menemuinya lagi. Astaga aku bodoh sekali, tidak meminta nomor telfonnya, tidak meminta alamatnya. Oh ya, aku ke coffee shop nya saja, pasti pegawai disana tau alamatnya.

Yesung pov end

Clarissa pov

“Aku pulang” ucapku saat memasuki rumah
“Kau darimana?” tanya ibu
“Apa kau perlu tahu?” tanyaku
“Bicaralah sedikit lebih sopan pada orang yang telah melahirkanmu” ucapnya
“Kalau aku tidak mau, apa kau marah?” tanyaku
“Tentu saja, karena aku ibumu” jawabnya
“Marah lah padaku, usir aku dari rumah ini, usir aku dari kehidupanmu supaya aku bisa bahagia” ucapku yang berbuah tamparan di pipi kananku. Aku melihat gunting yang terletak di meja ruang tamu, kuacungkan gunting itu hingga jarak gunting dan matanya sudah sangat dekat
“Kau ingin membunuhku dengan menusuk gunting itu dimataku?” tanyanya
“Ya, jika kau tidak berhenti mempersulit kehidupanku” jawabku
“Bunuhlah aku, ini sudah menjadi perjanjian antara aku dan ayahmu” balasnya
“Clarissa! jangan lakukan!” ucap seseorang yg kurasa tak jauh dari belakangku yg membuatku langsung menoleh ke arahnya, dengan sigap, ibuku menggenggam lenganku dengan mengambil gunting yg hampir saja mencungkil bola matanya
“Bryan Trevor” ucapku
“Apa kau tega melakukan itu pada ibu?” tanyanya
“Kak, kau memang bisa berkata seperti itu, apa kakak bisa merasakan betapa suramnya hidupku selama 3 tahun terakhir? Mereka mengirimku setiap tahun jepang-california, kenapa kau pergi begitu saja? Kenapa kau tidak mengajakku? Kenapa kau membiarkanku hidup dalam kesengsaraan bersama ayah dan ibu? hah? sekarang kau masih bisa bicara? hah?” ujarku
“ibu memberimu pekerjaan, ibu memberimu pakaian, makan, dan tempat tinggal yang serba kecukupan” ucapnya
“Aku tidak hanya membutuhkan kebutuhan primer, aku masih butuh perhatian seorang ayah dan ibu sekalipun aku sudah berusia 25 tahun. Lagipula, sejak kita kecil apa mereka pernah tinggal di rumah seharian full? Tidak pernah kan, kita bahkan lebih akrab dengan bibi yang bekerja di rumah kita” balasku
“maafkan ibu, clarissa” ucap ibuku yang sedari tadi menonton perdebatanku dengan kakakku
“kau minta maaf? minta maaf yang mana? tuliskan semua kesalahan yang pernah kau perbuat jika kau mampu menuliskannya” balasku lalu pergi meninggalkan mereka berdua

Clarissa pov end

“Kenapa kau tiba-tiba muncul, bryan?” tanya si ibu pada anak laki-lakinya
“Aku hanya ingin melihat keadaan kalian, aku sedang mengambil cuti dari pekerjaanku di london, 3 hari yang lalu aku juga mengunjungi ayah di jepang, aku rasa aku datang di saat yang tepat” jelas sang anak, bryan trevor
“Sangat tepat, sebelum dia benar-benar mencongkel mataku” ucap si ibu
“dia masih tidak bisa menerima keadaan” ucap bryan
“ibu juga sudah kehabisan akal, dia membantu ibu di kantor sebagai manager di kantor, tapi dia bertindak seakan-akan aku ini atasannya, bukan ibunya, setidaknya jika ia ingin memisahkan urusan pribadi dan kantor, dia tidak harus selalu bersikap dingin padaku di kantor” balas ibunya
“biarkan aku menghampirinya ke kamarnya” ucap bryan
“pergilah” balas si ibu

Tok tok tok

Bryan pov

“Clarissa, aku ingin bicara, boleh aku masuk?” ujarku
“tapi aku tidak ingin bicara” balasnya
“Clarissa, kakak mohon, kakak hanya ingin bicara baik-baik denganmu” lanjutku
“masuklah, aku tidak mengunci pintunya” balasnya
“kau sedang apa?” tanyaku
“memikirkan cara untuk lari dari kehidupan ayah dan ibu” jawabnya
“apa selama ayah dan ibu bercerai, hanya itu yang kau pikirkan?” tanyaku
“Ya.” jawabnya
“kenapa?” tanyaku
“karena sudah tidak ada hal lain yang perlu kupikirkan” jawabnya
“Usiamu 25 tahun, belum memiliki kekasih?” tanyaku
“punya temanpun aku bahkan tidak punya” jawabnya
“kau yakin tidak punya teman?” tanyaku meyakinkan
“aku punya satu teman, satu-satunya orang yang kuceritakan tentang hancurnya hidupku 3 tahun terakhir ini” jawabnya
“sejak kapan kau mengenalnya?” tanyaku
“tadi pagi” jawabnya
“apa? tadi pagi?” tanyaku meyakinkan
“apa sekarang giliranku bertanya? Apa kau mengintrogasiku?” tanyanya
“aku hanya ingin membuatmu sedikit melupakan permasalahan ayah dan ibu” jawabku
“kau tidak akan bisa melakukannya” ucapnya
“aku bisa, jika aku bertemu temanmu itu dan membuatnya ingin membantuku mengubahmu” balasku
“dia tidak tau alamat rumah ini, dia tidak tau nomor telfonku, tapi…. dia tau clarissa coffee shop” ujarnya
“bagus, dia seorang laki-laki kan?” tanyaku
“kenapa kau bisa menebaknya?” tanyanya
“kalau pertama bertemu perempuan, kalian pasti saling bertukaran nomor telfon, kalau laki-laki, kalian masih canggung, jadi belum berani memberikan nomor telfon” jawabku
“baiklah kak, sekarang waktunya kau keluar dari kamarku” ucapnya
“baiklah, see you tomorrow my sist, have a nice dream” balasku lalu pergi meninggalkan kamarnya

Bryan pov end

Akhir musim semi di California

“good morning clarissa” ucap bryan
“good morning too” balas clarissa dengan wajah datarnya
“kau tidak sarapan?” tanya si ibu
“this is the first time you ask me to breakfast with u” jawab clarissa
“maafkan ibu, clarissa” ucap ibu
“aku ingin ke taman belakang” ujar Clarissa

Ting tong… seseorang memencet bel rumah Mrs. Stephani

“good morning, apa benar ini rumah Clarissa?” tanya si tamu pagi
“benar, aku kakaknya. Aku rasa kau temannya” jawab bryan
“teman Clarissa hanya kau, tidak ada lagi orang yang datang ke rumah ini untuk mencari Clarissa, dia sedang di taman belakang, masuklah, berbincang bersamaku” lanjutnya

Several minutes later…

“kau kenapa bisa tau alamatku?” tanya Clarissa
“aku ke coffee shop ibumu, aku bertanya pada pegawai disana” jawab Yesung
“apa perlumu kesini?” tanya Clarissa
“ingin menemuimu?” jawab Yesung
“kenapa ingin menemuiku?” tanya Clarissa
“karena aku merindukanmu” jawab Yesung
“hah? kita baru kenalan kemarin, kau sudah merindukanku” ucap Clarissa
“sejak kapan kau disini?” lanjutnya
“beberapa menit yang lalu” jawab Yesung

Flashback

Yesung pov

Hari ini adalah akhir musim semi, sebaiknya aku bergegas ke coffee shop 24 jam itu untuk bertanya alamat Clarissa dan mengajaknya ke taman untuk menikmati bunga bermekaran di akhir musim semi

Clarissa Coffee Shop

“goodmorning” ucapku pada salah seorang pegawai
“goodmorning” balasnya
“aku kesini tidak untuk minum kopi, aku ingin bertanya alamat nyonya yang punya coffee shop ini” ujarku
“apa perlumu dengan alamat nyonya Stephani?” tanyanya
“aku ingin bertemu dengan anak perempuannya, Clarissa” jawabku
“baiklah tunggu sebentar” ucapnya lalu meninggalkanku ke ruang belakang

Tok tok tok

“good morning, apa benar ini rumah Clarissa?” tanyaku
“benar, aku kakaknya. Aku rasa kau temannya” jawab seorang laki-laki yang membuka pintu rumah tersebut
“teman Clarissa hanya kau, tidak ada lagi orang yang datang ke rumah ini untuk mencari Clarissa, dia sedang di taman belakang, masuklah, berbincang bersamaku” lanjutnya
“kau orang mana?” tanyanya
“Korea Selatan, aku bekerja disini” jawabku
“Ohh, annyeonghaseyo Kim Kibum imnida” ucapnya
“Yesung imnida” balasku
“namamu nama korea?” tanyaku
“aku bekerja di korea selatan sebagai aktor, jadi managerku membuatkan nama korea untukku, keluargaku lebih memilih memanggilku Bryan Trevor daripada Kibum” jawabnya
“kau sudah tau tentang Clarissa kan?” lanjutnya
“sudah, dia sudah menceritakan seluruhnya kemarin” jawabku
“apa kau ingin membantuku?” tanyanya
“membantu apa?” tanyaku
“membantuku mengubah Clarissa” jawabnya
“Baiklah” balasku
“aku akan membawa Clarissa ke Korea Selatan bersamaku dan bersamamu” ucapnya
“kapan?” tanyaku
“besok” jawabnya
“secepat itu? tapi baiklah” ucapku
“sekarang bagaimana cara berbicara dengannya supaya mau ikut kita ke Korea selatan?” tanyanya
“aku akan mengajaknya ke taman” jawabku

Yesung pov end

Flashback off

“kau ingin ke taman?” tanya Yesung
“hari ini adalah hari terakhir musim semi, aku ingin melihat bunga-bunga taman, baiklah” jawab Clarissa
“pergilah, tidak usah pamit pada ibu, dia sedang di kamarnya” ucap Bryan
“tanpa kau suruh aku juga tidak akan pamit dengannya” balas Clarissa

Bunga-bunga di taman favorit Clarissa dan Yesung bermekaran sangat indah, Clarissa tak bisa membendung perasaan bahagianya melihat bunga-bunga tersebut

Yesung pov

“kau terlihat bahagia sekali melihat bunga-bunga disini” ucapku
“kau merasa anehkan melihatku tersenyum?” tanya Clarissa
“Ya, aku baru tau senyummu semanis itu” jawabku
“Kenapa tidak setiap hari tersenyum seperti itu?” lanjutku
“tidak tahu” jawabnya
“Clarissa aku ingin memberitahumu sesuatu” ujarku
“apa?” tanyanya
“kau ingin ke Korea Selatan bersamaku dan kakakmu?” tanyaku
“aku mau” jawabnya
“besok” ucapku
“baiklah, setidaknya kalian membawaku pergi dari ayah dan ibuku” ujarnya
“sekarang kau mau jalan-jalan bersamaku?” tanyaku
“baiklah” jawabnya

Yesung pov end

***

Clarissa pov

“semoga kau bahagia di korea selatan” ucap ibu
“sekalipun tidak di korea selatan, tidak berada di dekatmu saja sudah cukup membuatku bahagia” balasku
“ibu kami permisi” ucap bryan
“saya titip anak saya ya, yesung” ucap ibu
“baiklah mrs. stephani” balas yesung
“aku tidak perlu dititip, aku bisa makan dan mandi sendiri” ucapku

MY LIFE IN SOUTH KOREAN HAS BEEN STARTED

-TBC-

2 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Sep 01, 2013 @ 20:10:25

    Ff ini kayaknya udah pernah di post deh….!! Tp penasaran ama kelanjutannya ni, next partnya jgn lama2 ya thor? Di tunggu….

    Reply

  2. yulia
    Sep 02, 2013 @ 20:37:23

    Di tunggu part selanjutnya…^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: