The Past

Tara sedang berjalan diantara rak-rak buku bertema masakan saat seseorang dari rak sebelah memanggil namanya.

“Tar? Tara?” suaranya masih sama seperti terakhir kali Tara mengingatnya.

“..Yesung!” hampir saja ia memekik senang melihat laki-laki dihadapannya.

Selama ini Yesung lah satu-satunya alasan kenapa ia sangat bersikeras mengambil pendidikan S2 di negeri ini, alih-alih mengesampingkan perjodohan keluarganya. Dengan degup jantung yang semakin tak beraturan, mata Tara menelusuri penampilan Yesung, mencari sebuah benda di antara tangan kanan dan tangan kiri Yesung. Syukurlah, ia tidak menemukan benda itu.

Yesung menyunggingkan senyum menawannya. “Apa kabar?”, tangan kanannya terulur, menyelipkan harapan pada Tara.

“Sangat baik..”, ujarnya tersenyum senang. Ya, tidak pernah sebaik ini sebelumnya. Ini adalah hari baiknya! Ingin sekali Tara mengatakan rindu yang selama ini sengaja ia pendam.

“Sepertinya kau sedang belajar menjadi wanita seutuhnya”, Yesung mengatakan hal tersebut sembari mengamati buku-buku yang ada di antara mereka.

Tara tertawa kecil, “Ya.. aku memang sedang mengusahakannya”.

“Kalau begitu aku tantang kau untuk membuatkan masakan yang paling enak. Sanggup?”

“Mudah saja. Kau mau apa?” Tara menyanggupi tantangan Yesung dengan cepat. Ia memang belum begitu mahir dalam hal memasak, tapi hobi inilah yang sedang ia geluti sejak enam bulan terakhir, dengan harapan bisa menyenangkan hati orang yang ia sayang dengan masakannya. Mungkin harapan itu sebentar lagi akan terkabul.

“Aku hanya ingin makanan yang super enak buatanmu. Itu saja”, Yesung tersenyum dan menaikkan sebelah alisnya.

“Ahaha.. baiklah akan aku buatkan, tidak perlu jahil seperti dulu”.

Tara selalu ingat masa lalu di mana ia dan Yesung menjadi sangat akrab. Tara juga tidak akan pernah lupa masa lalu di mana Yesung meninggalkannya tanpa sebab dan menjaga jarak seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Kini masa lalu itu membaur, memunculkan letupan-letupan kenangan dihatinya.

Baru saja ketika Tara hendak menyuarakan perasaannya, seorang anak kecil yang memperhatikan mereka dari jauh datang menginterupsi. Anak itu mengamati Tara dengan ekspresi bingung.

“Ini siapa, Pa?” ia menggandeng tangan Yesung dengan tangannya yang mungil.

Yesung mengusap puncak kepala anak tersebut. “Ini tante Tara, teman papa dulu waktu kuliah”.

Tara mematung. Kebahagiaan yang ia rasa sebelumnya sama sekali tidak berbekas. Ya, masa lalu punya caranya sendiri untuk datang kembali.

PS: maaf nyampah untuk yang kesekian kalinya 😉 tapi ini my first -again- setelah beberapa tahun ngga ngepost cerita hehe

15 Comments (+add yours?)

  1. JjoaHaeKyu
    Sep 02, 2013 @ 00:49:53

    waduhh… Yesung udah punya anak toh, patah hati dong Tara,,

    Reply

  2. ChoKyuAh
    Sep 02, 2013 @ 21:16:30

    Well Tara-nya NGENES pake banget itu Thor : ‘(

    Reply

  3. Kim Parker
    Sep 03, 2013 @ 01:09:04

    Tak terduga ig. Keren. Keep writing! 🙂

    Reply

  4. IJaggys
    Sep 03, 2013 @ 13:49:53

    PIE SUSUUUUUUUU

    Reply

  5. novanofriani
    Sep 03, 2013 @ 23:08:12

    Duh crtanya sgtu aja thor ? Gk dilanjutin nih ? Yah sayang banget

    Reply

  6. Flo
    Sep 04, 2013 @ 05:49:28

    kasihan banget taranya
    yeppa ternyata udah punya anak..

    Reply

  7. sparkyu17
    Sep 06, 2013 @ 13:25:47

    nyesekzz juga klo jdi tarra , so sad and sad ending !!!!:”

    Reply

  8. sophiemorore
    Apr 10, 2014 @ 10:30:23

    Aduhhh patah dong hatinyaaa
    Pasti kaget kesel dan zong banget deh

    Reply

  9. dewievkyu8
    Sep 18, 2015 @ 11:03:40

    omg!! itu pasti sakit pake bnget. . .

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: