The Story of Utopia [2/4]

Utopia

Author : Kyuhyun’s fiancee (@monamuliaa)

WordPress : http://monamuliaa.wordpress.com/

Title : The Story of Utopia 2/4

Main Cast :

  • Morin (OC)
  • Kyuhyun

Supporting Cast :

  • Minho (SHINee)
  • Heechul
  • Siwon
  • Changmin (TVXQ)
  • Donghae

Genre : AU, Angst, Romance, Fantasy

Rating : PG-15

Length : Chapter

Disclaimer : This ff is mine. Don’t Copas without my permit.

A/N : gomawo untuk kalian yg mau membaca ff ini dan menyempatkan diri untuk menuliskan komentar. Ditunggu komentar juga untuk part ini. Lagi-lagi mohon dimaklumi untuk typo. Happy reading^^

“Apakah anda membutuhkan bantuan?”

Penunggang kuda putih itu menatap Kyuhyun dengan mata membulat dan Kyuhyun langsung dapat mengenalinya hanya dengan melihat matanya. Ternyata tamu dari Aether yang telah dia dan sahabatnya nantikan akhirnya datang meskipun itu diluar dugaan karena tamu kali ini adalah seorang…perempuan.

-oooOooo-

Kyuhyun menyodorkan piala berisi minuman kepada Morin.

Morin yang sejak tadi menunduk mengangkat wajahnya lalu mengangguk. Dan saat mengangkat wajahnya itulah matanya beradu pandang dengan mata Kyuhyun yang langsung membuatnya kembali menunduk dengan cepat.

“Mari bersulang untuk keberanianmu datang kemari,” Kyuhyun mengangkat pialanya.

Morin mengamati minuman di dalam pialanya, mencoba menerka jenis minuman apa yang diberikan kepadanya. Akan sangat baik baginya jika menghindari minuman beralkohol tinggi.

“Anggur dengan kadar alkohol nol persen untuk keberanian seorang gadis Aether,” jelas Kyuhyun mengerti.

Morin mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun dengan mata membulat. “Apa maksud anda?” tanyanya dengan suara berat layaknya seorang pria.

“Untuk apa lagi berpura-pura.”

Morin merasa gemetar ketakutan. Sekarang dia baru menyesali kenapa menerima tawaran untuk sekedar minum bersama pangeran Akheilos.

“Saya akan pergi mendirikan tenda,” ucap Morin meletakkan piala minumnya begitu saja di meja.

Kyuhyun menarik tangan Morin menahannya untuk pergi. “Kulihat kau sama sekali tak membawa barang apapun kecuali busur dan anak panahmu.”

“Saya akan membelinya,” jawab Morin berusaha menarik tangannya.

“Akan lebih baik jika kau bersamaku.”

Morin membalikkan tubuh menghadap Kyuhyun, tak percaya.

“Sekarang sebutkan namamu yang sebenarnya,” Kyuhyun masih tak mau melepas tangan Morin.

“Sudah saya sebutkan nama saya sejak tadi,” Morin masih berusaha mempertahankan samarannya meskipun sebenarnya itu sia-sia.

“Aku bertanya namamu yang sebenarnya,” ucap Kyuhyun menarik Morin lebih dekat.

“Morin,” jawab Morin pada akhirnya melepas samarannya.

Kyuhyun tersenyum simpul lalu secara perlahan menarik penutup kepala sekaligus penutup wajah Morin terbuka.

-oooOooo-

Morin berjalan mondar mandir di dalam tenda tempatnya sekarang berada, berkutat dengan pikirannya. Di dalam otaknya kini terngiang perkataan Eirene bahwa pergi ke Akheilos sama halnya dengan masuk ke dalam kandang singa yang kelaparan. Mungkin Kyuhyun saat ini bisa berbuat baik kepadanya, namun bagaimanapun juga dia tetap musuh. Bahkan ditambah lagi Kyuhyun adalah pangeran Akheilos yang berarti putra raja pemimpin Akheilos. Jadi sekarang dia terperangkap di tangan putra seorang raja yang dengan kekuasaannya mampu menyuruh seluruh prajurit untuk menyerang Aether. Dan ini tidak masuk dalam daftar rencana keberangkatannya ke Akheilos sebelumnya.

“Pelayan akan mendirikan tenda baru untuk kalian berdua. Kalian bebas disana,” suara Kyuhyun dari luar tenda mengejutkan Morin. Dia buru-buru berjalan ke ruangan belakang dan segera berbaring di tempat tidur yang disediakan.

“Apa kau serius?” tanya salah seorang di antara mereka.

“Kalau begitu maafkan aku tak bisa menemanimu,” jawab yang lain terdengar bahagia lalu terlihat bayangan mereka menjauh.

Morin memejamkan matanya, hal baru yang kini diketahuinya adalah dia akan terperangkap hanya berdua dengan Kyuhyun dan itu membuatnya cemas. Namun saat dirinya ketakutan itulah muncul sosok Minho dalam benaknya. “Aku seharusnya mengatakan yang sejujurnya padamu,” gumam Morin lirih.

“Memang sudah seharusnya kau mengatakan yang sejujurnya padaku,” suara Kyuhyun muncul secara tiba-tiba.

Morin tak menjawab dan hanya pura-pura tidur.

“Gantilah pakaianmu.”

Morin mengeryitkan dahi mendengar perkataan Kyuhyun bingung dengan maksud gantilah pakaianmu.

“Kompetisi memanah baru akan dilaksanakan esok hari jadi tak ada gunanya kau berpakaian seperti itu saat ini.”

“Apa?” Morin terkejut dengan informasi yang baru didengarnya.

Kyuhyun mengangguk lalu menunjuk gaun merah marun beserta sepatu yang tergeletak di meja dihadapannya lalu berjalan munuju tenda bagian depan memberi ruang bagi Morin untuk mengganti pakaiannya –ruang belakang sebagai tempat istirahat dan ruang depan sebagai tampat penjamuan tamu dipisahkan oleh kain pemisah yang cukup tebal.

Morin memandang gaun itu beberapa saat dan akhirnya memutuskan melucuti seluruh pakaian memanah yang dikenakannya dan menggantinya dengan gaun merah marun yang telah disiapkan.

“Apakah terlalu sulit bagimu mengganti pakaian di dalam tenda?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba saja membuka kain pemisah.

“Tidak sopan masuk kamar perempuan begitu saja,” hardik Morin dengan pakaian yang telah berganti sepenuhnya dengan gaun.

Kyuhyun menatap Morin dengan takjub karena baru kali inilah dia melihat Morin mengenakan gaun. Pertemuan pertama mereka, Morin mengenakan pakaian berkuda sedangkan pertemuan kedua mereka, Morin mengenakan pakaian memanah ditambah dengan segala atribut klan Synk.

“Kau lupa dimana kau berada?” tanya Kyuhyun mengingatkan.

“Tetap saja itu tidak sopan.”

Kyuhyun terkekeh pelan lalu menutup kembali kain pemisah itu sedangkan Morin yang telah selesai berganti pakaian mengikuti Kyuhyun ke tenda bagian depan.

“Sekarang katakan padaku apa maksudmu memperlakukanku seperti ini? Kau mau menjadikanku tawanan?” tanya Morin berdiri membelakangi tirai masuk tenda memberanikan diri berdiri menghadapi Kyuhyun.

“Kau sendiri apa tujuanmu kemari?” balik tanya Kyuhyun bangkit dari duduknya mencoba menyeimbangi tinggi Morin.

“Aku bertanya kepadamu.”

“Akupun bertanya kepadamu.”

“Aku ingin mengikuti kompetisi memanah.”

“Tak seharusnya seorang perempuan mengikuti kompetisi seperti ini.”

Bahkan di Akheilos pun Morin mendapati hal yang sama yakni ‘keistimewaan’ perempuan dalam melakukan beberapa hal.

“Aku tidak berada di klanku. Kau bukan pemimpinku. Tak ada kewajiban bagiku untuk mematuhi ucapanmu,” jawab Morin cerdas.

“Kau sadar berbicara dengan siapa?” Kyuhyun bertanya pelan.

“Berbicara dengan seorang Akheilos, musuh dari klan Aether.”

Kyuhyun memandang Morin kagum dengan kecerdasan juga keberanian yang dimilikinya. Dia dengan terang-terangan mengatakan bahwa Kyuhyun adalah musuh klannya.

“Sekarang giliranmu menjawab pertanyaanku,” ucap Morin menuntut penjelasan dari Kyuhyun.

“Kakakku sedang berjalan kemari,” jawab Kyuhyun melihat bayangan tubuh sempurna yang tercetak di tenda tengah berjalan mendekati tirai tenda. “Dia akan langsung mengenalimu begitu melihat wajahmu,” Kyuhyun memperingatkan Morin.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Tidak ada.”

“Apakah pangeran ingin bermain-main denganku?” sindir Morin hendak berjalan masuk kembali ke ruang belakang untuk mengganti gaunnya dengan pakaian memanahnya kembali namun Kyuhyun menahan tangan Morin.

“Tetap diamlah disini.”

Morin menatap Kyuhyun tak percaya dan baru saja sadar bahwa maksud Kyuhyun menahan Morin untuk tetap disini adalah untuk menyerahkannya kepada kakaknya. Mungkin ini akhir dari hidupnya.

“Kau hanya perlu diam. Kau akan aman selama bersamaku” ucap Kyuhyun lalu beberapa detik kemudian dia meraih tengkuk Morin dan mencium bibirnya bersamaan dengan tirai yang membuka.

Morin membelalak tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.

“Aku akan kembali setelah kau selesai bersenang-senang.”

-oooOooo-

Sorakan membahana di penjuru padang Gaia saat satu persatu anak panah meluncur indah ke angkasa sebagai tanda resmi di bukanya kompetisi. Seluruh peserta memanah akan melalui 5 tahap sebelum terpilih menjadi juara. Untuk tahap pertama seluruh peserta diminta untuk memanah sasaran di luar jarak normal, setelah peserta mampu melewati tahap tersebut barulah mereka akan naik menuju tahap selanjutnya yang lebih tinggi begitupun setelah berhasil di tahap kedua mereka akan melaju ke tahap berikut-berikutnya hingga tahap terakhir yakni tahap ke lima.

Morin berhasil melalui 3 tahap sebelumnya dan kini dia tengah melanjutkan untuk tahap ke 4 bersama 5 pemanah yang tersisa. Dari ke lima pemanah yang tersisa keseluruhan pemanah berasal dari Akheilos kecuali dirinya yang berasal dari Aether yang sesungguhnya namun semua peserta menganggap dia berasal dari klan Styx sesuai dengan perkenalannya. Ini sudah membuktikan bahwa kemampuan memanah Morin tak dapat begitu saja diremehkan. Selain itu dia juga menjadi peserta populer diantara peserta memanah lain karena keahlian memanahnya meskipun dengan postur tubuh yang tak seorang pun menduga dia seorang pemanah yang handal.

Namun di tahap terakhir, lawan Morin memang bukan pemanah sembarangan. Keseluruhan pemanah telah terkenal menjadi pemanah yang hebat di Akheilos salah satunya adalah Kyuhyun. Dan sepertinya kompetisi Morin memang harus berakhir di tahap ke lima.

“Kerja bagus anak muda. Kau berhasil maju hingga tahap ke lima dengan tubuhmu yang terlihat rapuh ini. Meskipun kau tak dapat menjadi juara,” Agon menepuk-nepuk bahu Morin bangga.

Morin hanya mengangguk-angguk dan berkali-kali meringis karena tepukan dibahunya cukup keras untuk ukuran seorang gadis seperti dirinya. Kemudian ditambah lagi dengan tepukan dan tinjuan ringan di bahu Morin dari beberapa Akheilos pendukungnya.

Morin memandang Kyuhyun yang tersenyum padanya dari sudut lain altar kompetisi. Seperti halnya kompetisi memanah sebelum-sebelumnya, Kyuhyun lah yang keluar menjadi juara.

Morin mendesah berat dengan hal baru yang saat ini dihadapinya. Berada di klan musuh tanpa seorang pun teman, tak ada seorangpun Akheilos yang harus dipercayainya sekalipun itu pengeran Akheilos yang secara jelas telah ‘menolongnya’ agar tetap bisa mengikuti kompetisi memanah. Dan meskipun begitu, kini Morin tetap melangkah menuju tenda yang berada di ujung padang Gaia. Meskipun dia tahu musuhlah yang menunggunya disana.

“Pertunjukan yang sangat hebat kawan,” sebuah tangan yang cukup kekar tiba-tiba saja merangkul pundak Morin yang membuatnya sedikit terhuyung karena beban yang tiba-tiba saja menimpanya.

Morin membulatkan mata menatap Donghae, salah satu sahabat Kyuhyun.

“Lepaskan tanganmu darinya,” perintah Kyuhyun pada Donghae setelah melihat ekspresi tidak nyaman Morin.

Donghae mamandang bingung Kyuhyun namun segera menurunkan tangannya saat melihat tatapan tidak suka dari Kyuhyun.

“Hei, kenapa kau begitu sensitif dengan,” Changmin menghentikan ucapannya lalu menoleh pada Morin. “Siapa namamu? Aku lupa.”

“Aku?” Morin geragapan mendapat pertanyaan dari Changmin. “Alekto,” ucapnya cepat menguasai dirinya kembali.

“Kenapa kau begitu sensitif dengan Alekto?” ulang Changmin bertanya pada Kyuhyun.

“Seorang pangeran Akheilos merasa terancam kalah dari kompetisi memanah melawan seorang pemburu dari Styx. Bukankah ini akan menjadi berita yang hebat di seluruh penjuru Utopia?” goda Donghae.

“Hentikan ucapanmu,” gertak Kyuhyun.

“Baiklah-baiklah karena kenyataannya memang kau lah yang menjadi penguasa kompetisi,” ucap Donghae kini beralih menepuk bahu Kyuhyun.

“Ayo kita minum-minum semalaman untuk merayakan kemenanganmu di tenda kami?” bujuk Changmin pada Morin.

“Akan ada banyak gadis cantik disana,” bisik Donghae.

Morin menatap Donghae dan Changmin dengan bingung lalu menatap Kyuhyun meminta bantuan namun Kyuhyun hanya diam terkesan tak peduli.

“Ah. Aku akan tetap disini,” putus Morin pada akhirnya.

“Kenapa kau lebih memilih tinggal bersama lawanmu?” tanya Donghae yang secara tidak langsung menunjukkan kedudukan Morin saat ini.

Morin diam mencoba mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan Donghae. “Tenda ini lebih bagus dan luas,” jawab Morin masuk akal. Apakah jawaban sebenarnya hanya karena kemewahan dia rela mempertaruhkan nyawanya ditangan musuh? Tentu jawabannya tidak.

“Kau sungguh pria pemilih.”

“Lagipula sekarang kita sudah menjadi kawan. Jadi jangan sebut lagi Kyuhyun sebagai lawan Alekto,” Changmin memperingatkan Donghae.

Morin hanya tersenyum meskipun sebenarnya percuma karena mereka tak dapat melihat senyumnya yang terhalang oleh menutup wajahnya.

-oooOooo-

Di sebuah lapangan kecil di samping taman Alfeus tampak Morin yang tengah melatih kemampuan memanahnya seorang diri. Berkali-kali dia melepas anak panahnya namun berkali-kali juga dia gagal mengenai targetnya. Entah apa yang mengganggu konsentrasinya hingga membuatnya tidak fokus.

“Ini terakhir,” ucapnya meraih anak panah serta busur panah yang tadi diletakkannya.

Dan hasilnya…meleset.

“Argh~” teriaknya kecewa dengan latihannya lalu membaringkan diri sembarangan di rerumputan.

“Apa pantas seorang putri bangsawan melakukan itu?”

Morin menoleh ke arah tempat minum burung di dekat taman Alfeus dan melihat Kyuhyun berdiri disana mengamati Morin.

Morin buru-buru berdiri tegak lalu merapikan gaun yang dikenakannya. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Morin mencoba menahan gemuruh di dalam dadanya yang entah disebabkan karena apa.

“Melihatmu latihan memanah,” jawab Kyuhyun enteng lalu berjalan mendekati Morin. Bahkan dapat dikatakan terlalu dekat untuk ukuran dua orang yang tengah mengobrol.

“Tempat ini tidak aman untukmu,” Morin memperingatkan meski dengan terbata karena jarak Kyuhyun dengannya yang terlalu dekat.

“Apa kau tak merindukanku?” goda Kyuhyun menatap mata Morin.

Morin meremas busur panahnya dengan erat berusaha menahan diri untuk tidak mengakui bahwa sesungguhnya dia bisa dibilang, yaaaah sedikit merindukan Kyuhyun. Tapi ingat hanya sedikit. “Sama sekali tidak pantas bagiku untuk merindukanmu,” jawab Morin mencoba sedikit melangkah ke belakang memberi ruang yang lebih nyaman untuk mereka.

“Karena aku seorang Akheilos?”

“Bukan. Tapi karena aku gadis Aether,” jawab Morin cerdas.

Sudah sangat diketahui oleh seluruh klan di Utopia bahwa selamanya gadis Aether hanya diperbolehkan menikah dengan pemuda dari klan yang sama dengannya berbeda dengan pemuda Aether yang diperbolehkan memperistri gadis dari klan manapun yang ia suka.

“Gadis Aether yang hanya akan menikah dengan pemuda Aether,” Kyuhyun mengangguk-angguk paham. “Bahkan setelah apa yang terjadi. Kau tetap tak merindukanku?”

Morin membelalak menatap Kyuhyun, ingatan tentang Kyuhyun yang menciumnya menyeruak memenuhi pikirannya. Namun Morin berhasil menguasai perasaannya, “Maaf, sebaiknya kau segera pergi dari sini jika kau masih ingin kembali ke klanmu dengan selamat karena sebentar lagi kakakku akan menjemputku.”

“Kau menggertakku?”

“Jika itu yang kau kaupikirkan, berarti ya, aku menggertakmu.”

Kyuhyun hanya diam menatap Morin lalu tanpa Morin tahu apa sebabnya, Kyuhyun tersenyum padanya kemudian menarik tangan Morin berjalan menuju hutan Attis.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Morin berusaha menarik lepas pegangan tangan Kyuhyun pada tangannya.

“Aku tahu kau merindukanku,” jawab Kyuhyun singkat yang langsung mampu membungkam mulut Morin serta membuatnya berhenti memberontak dan akhirnya hanya diam mengikuti langkah Kyuhyun.

Mereka berdua berjalan tidak cukup jauh masuk ke dalam hutan karena pohon-pohon yang ditemui Morin masih tetap pohon pinus namun bedanya Morin tahu bahwa Kyuhyun tak akan membawanya ke barat hanya dengan berjalan kaki. Dan ternyata benar, Kyuhyun membawa Morin ke arah selatan menuju hutan kegelapan.

Morin menahan tangannya memaksa Kyuhyun untuk berhenti. “Untuk apa kau membawaku kesana?”

“Kau akan tahu setelah kita tiba disana,” jawab Kyuhyun tenang namun Morin menggeleng. “Kau akan aman selama bersamaku,” ucap Kyuhyun sama persis dengan yang diucapkannya kepada Morin saat kompetisi memanah yang sekaligus bagaikan mantra yang menyihir Morin menjadi penurut begitu saja.

Mereka berdua semakin dekat dengan hutan kegelapan. Morin dapat mendengar suara-suara gonggongan anjing, menurut cerita yang didengarnya bukan hanya anjing biasa namun Werewolf. Namun sepertinya gonggongan anjing itu tidak berpengaruh pada Kyuhyun karena dia masih terus berjalan masuk semakin dalam ke hutan kegelapan. Di depan Morin pohon-pohon ek besar berdiri rapat satu sama lain membentuk formasi melingkar bagai benteng yang melindungi entah apapun yang ada di balik pohon-pohon ek itu, Morin akan mengetahuinya sebentar lagi saat Kyuhyun menyingkirkan satu-satunya semak di tengah deretan rapi ek lalu menyeruak masuk ke dalamnya. Dan betapa takjubnya Morin pada tempat yang berada dihadapannya saat ini. Tempatnya berada saat ini benar-benar berbeda dengan hutan kegelapan, sangat berbeda, jika matahari tak dapat menembus masuk ke dalam barisan rapat pohon-pohon di hutan kegelapan beda halnya dengan disini. Tempat ini lebih seperti taman dengan sinar lembut senja terpancar dari langit menyinari pohon-pohon rendah berdaun hijau lebat, bunga warna-warni membentuk bayangan gelap di tanah. Ditengah taman terdapat sebuah danau dengan air yang sangat jernih yang mampu memantulkan bayangan wajah dengan sempurna dan kupu-kupu berwarna-warni yang bertebangan dari satu bunga ke bunga yang lain bahkan seekor kupu-kupu berwarna biru hinggap di kepala Morin.

“Bagaimana mungkin terdapat tempat seindah ini di dalam hutan kegelapan?” tanya Morin takjub tak dapat memalingkan wajah dari seluruh keindahan yang tergambar jelas di hadapannya.

“Inilah Ares.”

Ares? Jadi tempat itu benar-benar ada?” tanya Morin terkejut.

Dulu saat Morin masih kecil, neneknya sering menceritakan kepadanya tentang Ares. Sebuah taman terindah yang pernah ada. Berada disana kau akan selalu dilingkupi kebahagian dan tak akan sekalipun pernah merasa bosan dengan keindahannya. Namun bagaimanapun juga Morin tak pernah percaya dengan dongeng itu, karena pada kenyataannya dongeng hanyalah tetap dongeng.

“Kau tahu Ares?” ternyata bukan hanya Kyuhyun yang mengetahui tentang Ares.

“Dulu nenekku selalu bercerita tentang Ares.”

“Apakah itu kau pengeran Kyu?” tanya sebuah suara yang tiba-tiba terdengar dan sepertinya berasal dari dalam danau.

Morin menoleh dengan takut ke arah danau.

“Iya ini aku.”

Tiba-tiba saja di permukaan danau nampaklah seorang putri duyung cantik dengan rambut panjang tergerai lurus di punggungnya dan sebuah mahkota kecil yang nampaknya terbuat dari ganggang hijau melingkar indah di kepalanya.

Sekali lagi Morin harus terkagum-kagum dengan makhluk yang dihadapinya saat ini.

“Ternyata kau tak sendirian,” putri duyung itu berucap sengit kepada Morin.

“Dia temanku Maggie.”

“Jadi kau punya teman perempuan lain selain aku?” sungut Maggie lalu meluncur kembali ke dalam danau tak menunggu jawaban Kyuhyun.

“Dia terlihat tidak suka denganku,” Morin masih memandang danau tempat Maggie muncul.

“Dia hanya cemburu padamu,” kekeh Kyuhyun.

“Bahkan dia lebih cantik dariku.”

“Tapi kau makhluk sempurna. Lihatlah dirimu sendiri, kau berdiri tegak di tanah.”

Morin mengangguk mengerti tanpa harus menunggu penjelasan lebih.

“Apakah tempat ini nyata?” tanya Morin kini mencoba mendekat ke arah danau.

“Nyata selama kau mempercayainya.”

“Apa maksudmu?” tanya Morin bingung.

“Selama kau mempercayai bahwa Ares memang ada, saat itulah Ares memang benar-benar ada begitupun sebaliknya.”

“Aku percaya bahwa ini nyata,” ucap Morin menyentuh permukaan danau.

Langit berangsur-angsur berubah menjadi gelap menandakan sebentar lagi malam akan berkuasa menyingkirkan senja. Dan sepertinya bukan hal yang baik jika Morin tetap berada di Ares saat malam benar-benar turun.

“Aku harus segera pergi sebelum kakakku menemukanku bersamamu,” ucap Morin meski sebenarnya enggan meninggalkan keindahan Ares dan mungkin juga Kyuhyun.

“Aku tahu,” Kyuhyun berjalan lebih dulu keluar dari Ares memimpin Morin kembali ke hutan Attis.

Selama perjalanan mereka kembali ke Attis tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir keduanya. Entahlah apa yang menyebabkan mereka berdua diam, apakah keindahan Ares yang membungkam keduanya atau mencoba menyadarkan diri sendiri bahwa mereka berdua berasal dari klan yang saling bermusuhan? Entahlah.

“Berjalanlah lebih dulu,” Kyuhyun berhenti berjalan dan meminta Morin untuk berjalan di depan.

Kini mereka telah berjalan kembali di Attis.

Dari kejahuan Morin menangkap sesosok pria yang dikenalnya terlihat seperti kebingungan mencarinya dan itu membuatnya semakin mempercepat langkahnya. Dan benar saja, Minho lah yang mencarinya.

“Minho,” panggil Morin setelah berada di dekat Minho.

Minho menoleh pada Morin dan tanpa aba-aba langsung mendekap Morin dalam pelukannya. “Aku mengkhawatirkanmu.”

Berada didekapan Minho membuat perasaan bersalah tiba-tiba saja menyusup lembut ke lubuk hati Morin karena dia telah banyak berbohong kepada Minho.

“Apa yang kau lakukan di Attis?” tanya Minho merenggangkan dekapannya dan berganti menatap Morin.

“Aku hanya ingin jalan-jalan.”

“Jangan lakukan ini lagi. Kau tak pernah tahu bahaya yang menghadapimu di luar sana.”

Morin mengangguk meski tidak yakin apakah dia akan menuruti perintah Minho.

Sedangkan Kyuhyun mengamati Morin dan Minho dari kejahuan. Tempatnya berada cukup terlindung dari sinar bulan yang mulai menyembul dari balik awan dan itu menguntungkannya karena Minho tak dapat melihatnya.

“Jadi dia yang kau sebut kakak?” gumam Kyuhyun pelan.

Tiba-tiba saja sebuah pikiran yang menurutnya tidak masuk akal terlintas di benaknya, mendekati kedua Aether yang berada di depannya. Bagaimanakah jika Aether itu tahu bahwa seorang dari klan musuh berada bersama dengan seorang gadis dari klan mereka?

..To be continue..

9 Comments (+add yours?)

  1. sasa
    Sep 07, 2013 @ 19:07:49

    Oh my GOD kyuhyun cemburu? XD

    Reply

  2. kxanoppa
    Sep 07, 2013 @ 19:09:35

    How I like this 🙂

    Reply

  3. Kyu's Wife
    Sep 07, 2013 @ 19:51:22

    Lanjut thor, ceritanya seru ‘-‘)9

    Reply

  4. Mrs.Dimple
    Sep 07, 2013 @ 21:12:07

    L.A.N.J.U.T…
    Lanjut….
    ;}

    Reply

  5. Flo
    Sep 08, 2013 @ 02:06:32

    hayo lho, aku penasaran thor..
    ditunggu next partnya yah..

    Reply

  6. Drei_Kyu
    Sep 08, 2013 @ 07:22:30

    Entah kenapa gemes sendiri liat kyu-morin… >.<
    lanjut thor, penasaran…

    Reply

  7. kartika
    Sep 15, 2013 @ 05:34:59

    saya suka banget ff ini
    lanjut

    Reply

  8. ega ayu
    Jul 14, 2014 @ 12:04:15

    Wahh kyu salah paham..

    Reply

  9. ElvaZavier
    Dec 01, 2015 @ 00:46:47

    Omo! Apa mereka bakal jd romeo n juliet versi dunia fantasy ?
    Makin kereeeeen ceritanya. Minho perhatian dan penyayang bgt. Dan kyuhyun sangat melindungi Morin. Beruntungnya morin memiliki hati keduanya .. hohoho …

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: