The Story of Utopia [3/4]

Utopia

Author : Kyuhyun’s fiancee (@monamuliaa)

WordPress : http://monamuliaa.wordpress.com/

Title : The Story of Utopia 3/4

Main Cast :

  • Morin (OC)
  • Kyuhyun

Supporting Cast :

  • Minho (SHINee)
  • Heechul
  • Siwon
  • Changmin (TVXQ)
  • Donghae

Genre : AU, Angst, Romance, Fantasy

Rating : PG-15

Length : Chapter

Disclaimer : This ff is mine. Don’t Copas without my permit.

A/N : lagi-lagi ditunggu komen dari kalian. Jika nanti menemukan kata-kata yg membuat ingin muntah, ahaha mohon dimaklumi. Yg udah baca tp blom sempat memberi komen, semoga kali ini mau menyempatkan diri menulis komen. Gomawo. Happy reading^^

 

“Jadi dia yang kau sebut kakak?” gumam Kyuhyun pelan.

Tiba-tiba saja sebuah pikiran yang menurutnya tidak masuk akal terlintas di benaknya, mendekati kedua Aether yang berada di depannya. Bagaimanakah jika Aether itu tahu bahwa seseorang dari klan musuh berada bersama dengan seorang gadis dari klan mereka?

Kyuhyun melangkahkan kaki keluar dari tempat gelap namun segera melangkahkan kakinya kembali ke belakang begitu sadar bahwa itu bukan hal yang tepat. Dan hanya memandang Morin pergi. Sebenarnya ada perasaan tidak rela melihat Morin pergi darinya.

-oooOooo-

“Dimana busur dan anak panahmu?” tanya Minho setelah mereka berdua keluar dari hutan Attis.

“Kurasa aku meninggalkannya di lapangan,” jawab Morin meskipun sama sekali tak yakin dimana terakhir kali dia meninggalkan busur dan anak panahnya. “Ah. Itu,” tunjuk Morin pada busur panahnya lalu berjalan mengambilnya.

“Kau menghabiskan seluruh anak panahmu?” tanya Minho heran melihat tempat anak panah yang kosong.

Morin mengangguk. “Ada sesuatu yang mengganggu konsentrasiku.”

“Apa itu karena ketidak hadiranku?” tanya Minho menggoda Morin.

“Kurasa memang karena kau,” jawab Morin tersenyum.

“Aku akan melatihmu menggunakan pedang jika itu memang benar karena aku,” ledek Minho.

Morin mendengus karena dia tahu sejak awal Minho hanya menggodanya.

Sedangkan Minho tertawa mendengar dengusan Morin. Minho tahu bukan dirinyalah penyebabnya, lagipula sejak kapan Morin kehilangan kemampuan memanahnya hanya karena ketidak hadiran dirinya.

“Apa kau mendengar tentang kompetisi memanah yang diadakan di Akheilos?” tanya Minho tiba-tiba.

“Iya. Aku mendengarnya.”

“Seseorang dari klan Styx mampu sampai di tahap lima bukankah ini menakjubkan? Dia berhasil mengalahkan beberapa Akheilos yang menjadi lawannya. Ini pertama kalinya sepanjang sejarah,” jelas Minho lebih terdengar seperti memuji-muji.

“Iya. Dia sangat hebat,” timpal Morin menahan tawanya.

“Akan sangat lebih menakjubkan jika salah seorang dari klan kita yang menjadi juara,” ucap Minho menimang-nimang. “Tapi kurasa tidak mungkin. Karena dia tidak akan kembali dengan selamat ke Aether.”

Morin berhenti melangkah mendengar ucapan Minho.

“Ada apa?” tanya Minho berbalik saat menyadari Morin tak lagi berjalan di sampingnya.

Morin hanya diam menatap Minho.

“Kata-kataku terlalu kasar?”

Morin mengangguk.

“Kurasa aku berkata kebenaran.”

-oooOooo-

Morin mengamati kuda milik Kyuhyun yang merumput dengan tenang di lapangan kecil di Ares.

“Dia terlihat seperti kuda milikku,” gumam Morin.

“Siapa nama kudamu?”

“Aku tak punya nama untuknya.”

Kyuhyun menggeser tubuhnya menghadap Morin. “Benarkah?”

Morin mengangguk. “Aku mendapatkan kuda itu dari ayahku saat ulang tahun ke lima belas.”

“Apa kau sudah mengetahui kenapa kuda milikmu bersikap di luar kendali saat di hutan Attis?”

“Mungkin dia merasa takut.”

“Hanya itu? Kau sama sekali tak mengerti tentang kuda itu?”

“Apa lagi yang harus diketahui?” balik tanya Morin bingung.

“Kau pernah mendengar tentang sepasang kuda Xanthos dan Balios?” tanya Kyuhyun.

Morin menggeleng.

“Mereka adalah sepasang kuda abadi milik Akhilles. Dan kau tahu, kuda milik kita adalah keturunan dari mereka,” jelas Kyuhyun.

“Benarkah?” tanya Morin takjub. “Bagaimana kau tahu?”

“Penjual kuda mengatakannya padaku. Saat aku membeli kuda itu dia menceritakan tentang sepasang kuda abadi milik Akhilles dan kemudian di akhir cerita dia mengatakan bahwa aku telah membeli salah satu dari dua keturunan kuda abadi itu.”

“Berarti kuda kita bersaudara?” tanya Morin.

Kyuhyun mengangguk.

“Ini menakjubkan. Banyak hal menakjubkan yang aku ketahui saat bersamamu.”

“Kaulah awal mula dari semua hal menakjubkan ini.”

“Aku tidak mengerti,” Morin berkata pelan.

“Kuda yang kau miliki. Keikutsertaanmu dalam kompetisi memanah kemudian Ares.”

“Kau yang mengenalkanku pada Ares.”

“Aku menemukan Ares tepat satu hari setelah bertemu denganmu di dalam hutan Attis.”

“Apakah itu yang kau sebut semua hal menakjubkan berawal dariku?” tanya Morin.

Kyuhyun mengangguk.

“Itu hanya sebuah kebetulan,” Morin menoleh pada Kyuhyun lalu mengangguk-angguk puas dengan hasil pemikirannya sendiri.

“Benarkah seperti itu?” tanya Kyuhyun menatap mata Morin.

“Kurasa seperti itu,” jawab Morin mengalihkan pandangan berusaha menghindari adu pandang dengan Kyuhyun. Hanya dengan menatap mata Kyuhyun telah mampu membuat jantungnya bekerja di luar kendali.

“Detak jantungmu terlalu cepat,” Kyuhyun membelai rambut panjang Morin.

Morin mematung mendengar ucapan Kyuhyun dan mendapatkan perlakuan semacam itu dari Kyuhyun.

-oooOooo-

Beberapa hari lagi akan diadakan pesta topeng di Aether. Sebenarnya pesta topeng di Utopia bukan lagi merupakan hal yang asing namun pesta topeng di Aether merupakan pesta topeng yang paling terkenal dan istimewa karena pesta topeng di Aether hanya dilakukan 10 tahun sekali dan tepat tahun inilah jatuh tempo pesta. Salah satu acara penting dalam pesta topeng adalah pesta dansa, terdapat mitos di Aether siapapun yang menjadi pasangan dalam pesta dansa akan menjadi pasangan dalam kehidupan nyata kelak. Dan pesta dansa ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk Aether di samping pesta topengnya sendiri.

Seluruh penduduk Aether sibuk dengan persiapan untuk menyambut pesta topeng tersebut termasuk Morin dan Eirene yang saat ini tengah berada di tempat tenun untuk mengambil gaun tenun milik mereka yang akan digunakan ke pesta dansa. Sebenarnya Morin tak begitu antusias dengan hal-hal semacam ini namun karena paksaan ibunyalah yang menyebabkannya juga cukup sibuk menyambut pesta topeng ini.

“Aku berharap menemukan jodohku di pesta dansa nanti,” Eriene berucap antusias pada Morin.

“Aku doakan kau agar menemukan jodohmu di pesta nanti,” kekeh Morin melihat antusiasme Eirene.

“Baiklah, baiklah, sekarang ayo kita pulang ke rumahmu. Aku tidak sabar ingin mencoba gaun pesta ini.”

Morin hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Eirene dan berjalan pulang namun langkahnya terhenti sangat mengingat sesuatu. “Eirene. Bisakah kau kembali ke rumahku lebih dulu? Aku ada sedikit urusan. Aku akan segera pulang begitu urusanku selesai.”

“Kau janji?” tanya Eirene menatap Morin curiga.

Morin mengangguk. “Aku janji. Bawakan juga gaunku,” Morin menyerahkan gaunnya pada Eirene. “Pulanglah dulu,” imbuhnya saat melihat Eirene tak kunjung pergi.

Eirene mengangguk lalu berjalan kembali ke rumah Morin.

Saat melihat Eirene yang sudah cukup jauh berjalan, Morin berbalik arah menuju hutan Attis. Lebih tepatnya menuju Ares, bertemu Kyuhyun. Hanya berpikir bahwa mereka akan bertemu sudah membuatnya bahagia.

Morin berjalan semakin dalam memasukki hutan kegelapan, meskipun dia baru dua kali pergi ke Ares tapi sudah cukup membuatnya hafal dengan jalan-jalan yang benar menuju Ares. Dan setelah menyeruak di antara semak yang cukup lebat akhirnya Morin tiba di Ares. Saat tiba disana kebetulan Maggie, putri duyung Ares tengah bersenandung merdu dan tampak tak peduli dengan kedatangan Morin.

Morin menikmati senandung Maggie hingga akhirnya suara Kyuhyun mengejutkan keduanya.

“Suara yang indah Maggie.”

Morin dan Maggie bersamaan menoleh kepada Kyuhyun.

“Terima kasih pangeran,” ucap Maggie tersenyum malu-malu membuat Morin ingin tertawa.

“Kenapa? Kau iri pangeran Kyu memujiku?” hardik Maggie pada Morin.

Morin buru-buru menggeleng. “Kau memang memiliki suara yang indah.”

Maggie mendengus dan kembali besenandung mengacuhkan Morin dan Kyuhyun.

“Kau mengagumi suara maggie?” tanya Kyuhyun mendekat.

Morin mengangguk. “Aku mengagumi semua yang ada disini.”

“Termasuk aku?” goda Kyuhyun.

“Maggie, apa kau pernah mendengar pesta topeng di Aether?” tanya Morin pada Maggie berusaha menghindari godaan Kyuhyun membuat Kyuhyun hanya terkekeh mengerti.

“Iya. Pesta topeng Aether cukup terkenal dikalangan kami,” jawab Maggie tanpa memandang lawan bicaranya.

“Beberapa hari lagi akan diadakan pesta topeng Aether,” jelas Morin.

“Benarkah?” tanya Maggie yang kini tampak tertarik dengan berita yang diperolehnya.

Morin mengagguk.

“Tunggu, bagaimana kau tahu?” tanya Maggie. “Apa kau seorang Aether?”

“Dia belom tahu?” tanya Morin khawatir pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menggeleng membuat Morin terkejut.

“Jadi kalian berdua berasal dari dua klan yang saling bermusuhan?” pekik Maggie kali ini tampak lebih antusias daripada mendengar tentang diadakannya pesta topeng Aether.

Morin dan Kyuhyun sama-sama tak menjawab dan sepertinya Maggie sudah dapat menebak apa jawabannya.

“Ini pasti akan menjadi berita yang heboh,” ucapnya meluncur kembali ke dalam danau.

“Apa yang akan dia lakukan?” panik Morin.

“Menceritakan ini kepada kawanannya,” jawab Kyuhyun tenang. “Mereka dapat dipercaya,” ucap Kyuhyun yang melihat Morin panik.

“Benarkah?” tanya Morin memastikan.

Kyuhyun mengangguk. “Kau bilang tadi pesta topeng?” tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan tentang pertemuan diam-diam seorang gadis dan pemuda dari klan yang saling bermusuhan yang diketahui oleh putri duyung.

“Aku hampir saja melupakannya. Beberapa hari lagi.”

“Lalu?”

“Apa kau akan datang?” tanya Morin hati-hati.

“Apa kau berharap aku akan datang?”

“Tidak, tidak. Bukan seperti itu. Aku hanya ingin….”

“Akan kupastikan aku datang,” jawab Kyuhyun memotong ucapan Morin yang terlalu bertele-tele.

Morin memandang Kyuhyun mencoba memastikan. “Kalau begitu aku akan segera kembali ke Aether. Aku tak dapat berlama-lama disini. Maafkan aku,” ucap Morin dan segera berjalan pergi setelah mendapat anggukan mengerti dari Kyuhyun.

Kali ini Morin berjalan dengan lebih semangat kembali ke Aether.

“Eirene~” seru Morin pada Eirene begitu tiba di rumahnya dan buru-buru memeluknya.

“Kau kenapa?” tanya Eirene setelah Morin merenggangkan pelukannya dan beralih mengamati Morin yang terlihat bahagia.

Morin hanya menggeleng namun masih dengan tersenyum.

“Ceritakan padaku. Kau terlihat sungguh bahagia,” Eirene menatap Morin curiga.

“Dia bahagia karena Minho menerima perjodohan mereka,” ucap Heechul dari arah pintu.

Morin menoleh pada Heechul terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Benarkah?” tanya Eirene pada Heechul lalu beralih memeluk Morin memberi ucapan selamat. “Aku sudah menunggu-nunggu tentang kabar ini,” ucap Eirene dengan senyum menggoda pada Morin.

Morin hanya tersenyum hambar mendengar ucapan Eirene.

“Aku harus segera pergi. Nanti jika masih ada waktu aku akan kembali kesini agar kau bisa berbagi kebahagiaan denganku. Aku meletakkan gaunmu di dalam kamar, maaf tidak bisa menemanimu aku masih  harus menyiapkan ini dan itu. Dan pastikan kali ini kau tidak melarikan diri lagi meskipun kau sudah memiliki Minho.”

Morin hanya mengangguk lalu Eirene pun berjalan, mungkin sedikit berlari menghilang di balik pintu.

“Kalian pasti akan menjadi pasangan paling serasi di seluruh Utopia,” Heechul mendekati Morin dan memeluk adiknya itu sebentar.

Sedangkan Morin justru ingin menangis mendengar ucapan Heechul. “Aku percaya Minho bisa menjagamu lebih baik dariku.”

Morin masih tetap diam.

“Hei. Apa kau bahagia?” goda Heechul menyenggol bahu Morin.

“Benarkah Minho menerima perjodohan kami?” tanya Morin mencoba memperjelas.

Heechul mengangguk antusias. “Minho mengatakannya padaku. Mungkin nanti malam orang tua Minho akan kemari untuk membicarakan itu. Ku kira kau telah mengetahui ini.”

“Aku akan menemui Minho,” Morin buru-buru berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan kakaknya.

Morin beruntung karena begitu dia tiba di rumah Minho, Minho sendirilah yang menyambut kedatangannya.

“Ada masalah?” tanya Minho begitu melihat ekspresi wajah Morin.

“Aku ingin bicara denganmu.”

Minho mengangguk sepertinya mengerti apa yang akan dibicarakan Morin.

“Kau menerima perjodohan kita?” tanya Morin langsung ke masalah.

“Apakah kakakmu yang mengatakannya padamu?” balik tanya Minho.

Morin mengangguk tidak sabar.

Minho hanya tersenyum, cukup jelas bagi Morin apa jawaban dari pertanyaannya.

-oooOooo-

Pesta topeng yang telah ditunggu-tunggu oleh penduduk dari klan Aether akhirnya tiba juga. Seluruh penduduk berbondong-bondong pergi ke aula istana tempat dilangsungkannya pesta dansa. Aula istana sesak dipenuhi gadis-gadis serta pemuda-pemuda Aether yang sudah sangat siap untuk melakukan dansa menggunakan pakaian berwarna-warni dan berlian kerlap kerlip di tubuh mereka serta tidak lupa menggunakan topeng seperti halnya acara utama dari pesta topeng ini. Tampak di balkon aula seorang gadis mengenakan gaun berwarna peach serta topeng indah senada dengan warna gaunnya. Dia telah berdiri di balkon sejak dia tiba di aula istana dan selama itu pula pandangannya tak teralihkan dari hutan Attis. Nampaknya dia menunggu tamu yang diundangnya secara istimewa untuk hadir di pesta topeng yang diadakan oleh klannya.

Pesta dansa pun akhirnya dimulai namun dia tampak tak ada niat untuk beranjak dari balkon sebelum tamu istimewanya tiba.

“Apakah anda bersedia berdansa dengan saya nona?” tanya sebuah suara yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuhnya dengan tangan yang terjulur menunggu sahutan tangannya.

Morin memperhatikan pria yang ada dihadapannya mencoba mencari tahu apakah pria yang dihadapannya ini adalah tamu yang telah dinanti-nantikannya.

“Siapa namamu?” tanya Morin.

“Nama yang selalu nona nantikan.”

Morin mengeryit mendengar jawabannya lalu tersenyum namun belum juga menyahut uluran tangannya. “Kau datang darimana?”

“Dari tempat yang selalu ingin nona kunjungi.”

Morin terkekeh pelan. “Aku tidak berdansa dengan sembarang pria.”

“Saya mempertaruhkan nyawa yang saya miliki untuk datang kemari, hanya untuk berdansa dengan nona. Masihkan nona tak ingin berdansa dengan saya?”

Morin tersenyum simpul lalu menyahut uluran tangan Kyuhyun dan mulai berdansa hanyut dalam setiap langkah yang membawa mereka semakin dekat.

“Kau merasa nyaman berada didekatku?” goda Kyuhyun ditengah dansanya.

“Aku merasa nyaman berada didekat seseorang yang rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk berdansa denganku,” balas Morin.

Morin dan Kyuhyun akhirnya menyelesaikan dansanya setelah berdansa cukup lama.

“Bersenang-senanglah di pesta,” ucap Kyuhyun setelah dia mengatakan akan segera kembali ke klannya.

“Tidak. Akupun akan kembali ke rumahku,” jawab Morin tak lagi tertarik dengan pesta dansa.

“Bisakah kita pergi berdua?” tawar Kyuhyun yang mendapat anggukan dari Morin.

Morin dan Kyuhyun akhirnya pergi keluar bersama-sama dari pesta dansa. Meninggalkan aula yang terang menuju jalanan yang gelap. Mereka berjalan beriringan di bawah sinar remang bulan yang bersembunyi di balik awan, seperti berusaha mengintip dua manusia yang tengah berbahagia. Tak banyak kata yang terucap dari keduanya selama perjalanan hingga akhirnya hutan Attis nampak di depan mata, kembali memisahkan mereka berdua.

“Kau percaya dengan mitos yang menyebar tentang pasangan yang berdansa di pesta dansa Aether?” tanya Kyuhyun.

“Aku hanya percaya pada cinta yang mempersatukan mereka.”

“Hari ini aku percaya.”

Morin menoleh kepada Kyuhyun. “Kenapa?”

“Karena kau pasangan dansaku.”

“Malam sudah terlalu larut,” ucap Morin.

“Kau selalu menghindari topik seperti ini.”

“Aku hanya melakukan hal yang terbaik.”

“Apa maksudmu yang terbaik?” Kyuhyun berhenti berjalan dan kini menghadap Morin.

Morin merasa sekarang lah waktu yang tepat untuk mengatakan pada Kyuhyun tentang semuanya, bahwa tak seharusnya mereka melanjutkan hubungan terlarang ini. Ditambah pula dengan perjodohan dia dan Minho yang telah disetujui kedua keluarga.

“Aku selalu mengingat darimana aku berasal. Dan kuharap kaupun selalu mengingat darimana kau berasal,” jawab Morin menghentikan langkahnya mengikuti Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam menunggu kelanjutan ucapan Morin.

“Terlalu dalam jurang yang membentang diantara kita. Kau akan selamanya menjadi musuh klanku dan akupun akan selamanya menjadi musuh klanmu.”

“Aku sama sekali tak pernah menginginkan permusuhan diantara kedua klan.”

“Akupun menginginkan hal yang sama denganmu. Namun kenyataan tak sesuai dengan yang kita inginkan.”

“Aku mencintaimu.”

Morin terkesiap mendengar pernyataan Kyuhyun. “Sangat tidak pantas kau ucapkan itu padaku.”

“Apakah cinta sekalipun tak dapat menyatukan kedua klan?”

Morin terdiam sejenak memikirkan pertanyaan dari Kyuhyun namun ingatan tentang perjodohannya dengan Minho mencoba menyeruak diantara pemikirannya. “Akan sangat sulit bagi kita.”

“Kau meragukanku?”

“Tak ada maksudku untuk meragukanmu.”

“Apa kau ingin aku mengatakan pada seluruh klanmu bahwa aku mencintaimu?”

“Tidak aman bagimu untuk tetap berada disini.”

“Aku akan mengatakannya sekarang juga,” tekat Kyuhyun hendak melangkah kembali ke Aether.

Morin menahan tangan Kyuhyun. “Kau akan celaka. Aku tak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi padamu.”

“Tidak masalah bagiku asalkan kau percaya padaku.”

“Aku mempercayaimu. Sangat mempercayaimu layaknya malam yang selalu percaya bahwa bulan tak akan mengkhianatinya.”

Kyuhyun berbalik dan memeluk Morin erat mencoba meyakinkan ketulusan cinta yang dimilikinya. Dia benar-benar telah melupakan jati dirinya yang sesungguhnya, namun bukankah cinta memang buta?

Morin pun membalas pelukan Kyuhyun, tak kuasa menolak perasaan yang sebenarnya juga dimilikinya. Mungkin dia akan menyakiti Minho karena keegoisannya, namun bukankah cinta memang selalu egois?

Sret.

Sebuah panah menancap tapat di punggung Kyuhyun membuat pelukannya melemah dan tubuhnya merosot ke tanah.

Morin membelalak menatap Heechul yang berdiri beberapa meter darinya dan Kyuhyun, mengarahkan panah ke arah punggung Kyuhyun bersama beberapa pengawal dan Morin baru menyadari bahwa Heechul telah melepas anak panahnya saat Kyuhyun merosot ke tanah.

3 anak panah menancap di punggung Kyuhyun yang langsung membuat Morin memekik ngeri.

“Kau telah bertindak di luar hukum alam yang berlaku,” desis Heechul memerintah pengawalnya untuk membawa Morin pergi meninggalkan Kyuhyun yang tersungkur di dalam hutan.

“Lepaskan aku,” perintah Morin pada pengawalnya namun sepertinya pengawal itu hanya akan mendengar perintah Heechul.

“Bagaimana mungkin kau bertemu dengan salah seorang dari klan musuh? Dia bisa saja membunuhmu kapanpun yang dia bisa,” bentak Heechul pada Morin.

“Dia tak akan pernah melakukannya. Lepaskan aku,” ratap Morin.

“Kau tak pernah tahu otak licik yang dimilikinya.”

“Aku bahkan rela mati untuknya.”

“Kau sungguh telah dibutakan cinta. Kau akan menyesal telah mengkhianati hukum alam. Seret dia pergi,” perintah Heechul dengan kasar kepada pengawalnya.

Air mata Morin mengalir tanpa mampu dicegah saat terbayang tubuh Kyuhyun yang tersungkur di dalam hutan. Bagimanakah kondisinya? Apakah dia masih hidup? Apa yang akan terjadi jika tak ada seorangpun yang mencarinya? Apakah dia akan terbujur kaku di dalam hutan yang gelap hingga esok hari? Siapakah yang akan membawanya pulang? Bukankah ini terlalu tidak adil baginya? Memikirkan hal-hal seperti itu mampu membuat air mata Morin tak berhenti mengalir.

Dan kesalahan besar yang telah dibuat Heechul adalah melukai seorang pangeran kemudian meninggalkan begitu saja tubuhnya di dalam hutan.

..to be continue..

7 Comments (+add yours?)

  1. Flo
    Sep 10, 2013 @ 21:10:56

    yah gimana nasibnya kyu
    tapi, klan kyu terkenal tubuhnya kuat kan yah
    moga2 kyu bisa bertahan sampai ada yg nemuin

    Reply

  2. Mrs.Dimple
    Sep 10, 2013 @ 21:19:18

    Akan kah terjadi perang?
    Akan kah kyu & morin bersatu?
    Next

    Reply

  3. sasa
    Sep 10, 2013 @ 21:24:49

    Andwaeee jangaan bikin kyuhyun matiii… Seddih beneerrrr 😦

    Reply

  4. liya
    Sep 10, 2013 @ 21:59:14

    yah heechul lagi adegan romantis gitu kenapa gangguin sih *pletakkk
    thor, ditunggu kelanjutannya ya!!
    ceritanya keren xD

    Reply

  5. ocha
    Sep 11, 2013 @ 20:36:43

    Aaaa
    Kyuhyun jangan sampe kenapa napa dong
    Lanjut thor

    Reply

  6. kartika
    Sep 15, 2013 @ 05:54:29

    ahhh heechul datang di saat yg tidak tepat
    dan kenapa dia kejam banget
    kyu bertahan ya aku segera datang

    Reply

  7. ElvaZavier
    Dec 01, 2015 @ 01:02:23

    Kayaknya bakal ada peperangan besar. Heechul melukai pangeran ? Omona !
    Ini benar2 kisah romeo juliet .. smoga happy ending .. 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: