Why You Leave Me? [1/3]

Why You Leave Me? (part 1 of 3 )

Author            : Cho Hye Kyo / Cho Min Young

Tittle               : Why You Leave Me [Part 1]

Main Cast      : Lee Donghae (Super Junior),  Cho Min Young (OC), Kwon Yuri (SNSD / Donghae’s Sister)

Genre             : Romance

Rating             : PG

Age                 : 13+

Length            : Chapter

Note    :

Hello author comeback again ada yang masih mengingat author? #gak ada.Okay ini adalah ff kedua yang di publish di blog ini, ff sebelumnya adalah ‘Say You Love Me’. Saya kembali lagi dengan ff pertama kali yang saya buat jadi maklumkan jika ada kata-kata yang masih kaku. Disini saya mengganti nama korea saya yang lama ‘Cho Hye Kyo’ dengan nama korea baru saya ‘Cho Min Young’ jadi selama berjalannya cerita nama yang digunakan adalah ‘Cho Min Young’. Oke sekian pembukaan saya, Happy reading ^^. Oh iya anggap disini Yuri kakaknya Donghae.

 

As I think only of you all day long a single stream of tears flows on its own, I always see you every step of the way. So even as I work, tears flow without me knowing. Even when I sing, even when I walk the streets, I’m filled with thoughts of you.

“Oppa..” teriak seorang yeoja yang baru masuk ke dalam sebuah café , membuat seorang namja mencari asal suara tersebut “O.. Youngie” kata namja itu setelah melihat yeoja yang bernama Min Young itu “Donghae oppa.. mianhae, aku telat” Min Young duduk di hadapan Donghae

“gwaenchanayo, kajja…” Donghae berdiri lalu menarik tangan Min Young “Mwo? Eodisseoyo?” kata Min Young lemas “aish.. kajja kita ke N Seoul Tower” kata Donghae “Ya oppa.. baru aku duduk udah di ajak pergi lagi, Shireo..” Min Young mengerucutkan bibirnya sambil mengembungkan pipinya.

“aishh…” Donghae mencium bibir Min Young sekilas dan sontak  membuat pipi Min Young memerah “buahahahahahaha, jagiya pipimu merah sekali” kata Donghae sambil tersenyum kearah Min Young “Ya oppa.. neo” Min Young memukul lengan Donghae “Appo” ringis Donghae

“bweee.. biarin” Min Young memeletkan lidahnya kearah Donghae dan berlari keluar dari café “Ya.. Park Min Young” Donghae berlari keluar café untuk mengejar Min Young “Oppa tidak akan bisa menangkapku..” kata Min Young meledek

“Ya..” donghae berlari dengan sangat kencang dan akhirnya Min Young tertangkap kedalam pelukan Donghae “Oppa.. kita di perhatikan banyak orang” Min Young mulai mencoba melepas pelukan Donghae “biarkan saja..” Donghae memeluk Min Young bertambah erat

“Oppa..” kata Min Young lemas. “Min Young-ya.. kamu tidak akan pernah pergi meninggalkanku kan?” tanya Donghae di telinga kanan Min Young “ne.. aku tidak akan pergi meninggalkanmu oppa, saranghae” Min Young membalas pelukan Donghae

“nado saranghae Min Young-ya, kajja..” Donghae melepaskan pelukannya lalu dia menggandeng tangan Min Young “kajja.. N Seoul Tower I’m coming” kata Donghae girang, Min Young hanya tertawa melihat namjachingunya yang sedang bersemangat itu. “Kajja..” teriak Min Young, lalu mereka berdua naik ke dalam mobil milik Donghae dan Donghae mengendarainya menuju N Seoul Tower.

[Donghae POV]

Aku memarkirkan mobilku di tempat parkiran yang berada dekat dengan N Seoul Tower, aku melirik kearah Min Young yang duduk berada di sebelahku aku melihatnya sedang tertidur “Jagiya ireona” aku menggoyangkan tubuhnya tak selang waktu berapa lama matanya sudah terbuka “hoamm.. wasseo?” tanya Min Young dengan memasang muka mengantuk

“ne.. kajja” aku tersenyum manis kearahnya dan dia juga membalas senyumanku. Aku keluar dari mobil dan menggandeng tangan Min Young menuju N Seoul Tower, “Oppa, oppa sudah beli gembok cintanya?” tanya kepadaku “sudah.. nih” aku menunjukkan gembok cinta itu kearahnya “ah.. kajja oppa, palliwa.. aku sudah tidak sabar” dia menarik tanganku untuk masukke N Seoul

Tower. Saat kami sudah berada di puncaknya aku segera menulis permohonan di kertas lalu aku lipat dan aku gembok dengan gembok yang tadi kubeli, dan aku membuang jauh-jauh kunci itu. Min Young juga sama sepertiku dia menulis surat lalu di gemboknya dan kuncinya di lempar. “Oppa.. aku sudah selesai” katanya sambil tersenyum kearahku “nado.. kajja kita ke Sungai Han” aku menarik tangan Min Young untuk turun dari puncaknya.

Sungai Han..

“wah.. yeoppeuda” teriak Min Young saat kita sampai di sungai han “Ne.. neomu yeoppeuda” aku tersenyum kearahnya dan dia membalas senyumanku “kajja oppa kita ke situ” dia menarik tanganku agar kita lebih dekat lagi kearah sungai han, aku berdiri di belakangnya “Min Young-ya saranghae.. neomu neomu saranghaeyo” aku memeluknya dari belakang dan membisikkannya di telinga kanannya “aku tahu oppa.. nado saranghaeyo oppa” Min Young memegang tanganku yang berada di pinggangnya

“Min Young.. kajja kita foto” aku melepaskan pelukanku dan mengajaknya untuk foto bersama “ne” jawabnya riang. Aku mengeluarkan I-phone ku dan ‘klik’ aku memfoto kami berdua yang sedang tersenyum senang dengan tanganku yang merangkul pundaknya “Oppa coba aku lihat.. wah kyeopta” dia tersenyum senang saat melihat foto tersebut “nugu?” kataku “moseun?” tanya Min Young bingung “siapa yang kyeopta? Na?” aku menunjuk diriku dengan senyum jahil “aish.. pede sekali kau oppa.. na neomu kyeopta” dia tersenyum menang “YA.. aku ini kan namjachingumu, asal kamu tahu ya namjachingumu ini adalah namja yang paling tampan di korea” aku tersenyum pede kearahnya

“Mwo? Lebih tampan Eunhyuk oppa dari pada kamu oppa” dia memasang muka seperti orang yang tidak punya dosa “aish.. naneun neo namjachingu, kenapa malah membela eunhyuk.. sudah kamu jadi yeojachingunya eunhyuk saja nggak usah jadi yeojachingunya Lee Donghae” kataku kesal, aku berjalan pergi meninggalkannya

“Oppa.. mianhae.. aku hanya bercanda, Oppa..” dia menarik tanganku “Oppa.. namja yang aku cintai hanya oppa saja, yang aku cintai itu hanya seorang namja yang bernama Lee Donghae” dia memasang muka seriusnya “hehehehe.. arasseoyo” aku tersenyum mendengar perkataannya “Oppa kajja kita pulang aku sudah lelah” katanya manja “ne” aku menarik tangannya menuju mobilku.

***

Sinar matahari memasuki sela-sela jendelaku dan membuatku terbangun “hoamm…” aku menggerakkan tubuhku sedikit lalu kembali tertidur “Lee Donghae… IREONA” teriak Yuri noona. Ya di rumah ini aku hanya tinggal bersama dengan noonaku karena eomma dan appaku sedang pergi berlibur ke jepang. ‘Brrak’ pintu kamarku terbuka lebar, yuri noona berjalan kearah tempat tidurku lalu menarik selimutku “YA.. Ikan pabo.. ireona..” katanya sambil memukul tanganku

“aish.. noona aku masih ngantuk..” aku menengok kearahnya sebentar lalu kembali tertidur lagi “YA.. Ireona, aish jinjja.. namja ini ‘pletak’” dia memukul kepalaku dengan novelku yang sangat tebal dan kebetulan novel itu berada di sebelahku tempat tidurku “aish.. arasseo” aku mulai kesal dan akhirnya beranjak dari tempat tidurku. Aku berjalan menuju meja makan yang berada dekat dengan ruang tamu “Noona mau kemana?” kataku saat baru duduk di kursi makan dan kulihat noonaku memakai kaos dan celana panjang serta tas selempang berwarna coklat dan sepatu bot yang menghiasi kakinya

“ehmm.. itu.. ah.. noona mau bertemu dengan teman noona” jawab noonaku gugup “jinjja? Arasseo, noona jangan pulang malam aratchi?” kataku “ah ne hae-ya.. annyeong” noona melambaikan tangan kearahku lalu menghilang keluar dari rumahku “meoseun mariya?

Kenapa noona gugup sekali” aku menggeleng-gelengkan kepalaku mengingat muka noonaku yang sangat gugup, “dari pada aku memikirkan noonaku lebih baik sekarang aku makan” aku membuka penutup makananku dan terlihatlah telur mata sapi beserta roti bakar dan susu stroberi

“wah..” decakku kagum karena perutku yang sudah sangat lapar, aku memakan roti beserta telur mata sapi itu dengan lahap “ehm mashita” aku memakan potongan satu lagi setelah habis aku meneguk semua isi susu stroberiku “ah.. aku akan menelepon Min Young untuk datang ke rumah kebetulan noona sedang pergi” aku mengelap mulutku yang masih bersisah sedikit susu stroberi yang kuminum, aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju sofa ruang tamu, aku mencari hapeku

“dimana aku meletakkan hapeku?” aku mengangkat semua bantal sofaku dan kulempar ke lantai “ah ini dia” aku menemukan hapeku yang berada di lantai, aku baru ingat kalau kemarin malam aku menaruh hapeku di lantai karena keasyikkan nonton variety show running man. Aku menekan nomor yeojachinguku lalu menekan tombol call “tut…tut..tut..” tidak ada balasan sama sekali “kemana yeoja itu?” dengusku kesal aku menekan tombol itu kembali tapi tetap saja tidak ada jawaban

“akkh jinjja.. apa mungkin dia belum bangun?” aku menghempaskan hapeku ke sofa yang kududuki “lebih baik aku menunggu 2 jam lagi pasti nanti dia sudah bangun” aku mengambil hapeku yang berada di sofa dan meletakkannya di meja yang berada di sebelah sofa lalu aku tiduran di atas sofa yang kududuki tadi.

2 hours later..

Aku mengambil hapeku yang berada di sebelahku dan kulihat tidak ada panggilan masuk.

10 menit..

15 menit..

30 menit..

Tetap tidak ada tanda-tanda panggilan masuk kutolehkan kepalaku ke kiri dan kulihat kearah jam dinding “bahkan sekarang sudah jam 2 siang tapi kenapa dia belum menelpon sama sekali?” aku mulai merasa khawatir “apa ada sesuatu yang terjadi?” aku beranjak dari sofaku lalu berjalan mondar-mandir sambil memegang hapeku, aku mengangkat tangan kananku dan melihat hapeku tapi hasilnya tetap nihil tidak ada panggilan masuk di hapeku

“akkh.. kemana yeoja itu” aku mengacak-acak rambutku frustasi rasa khawatir hinggap di hatiku ‘cklek’ pintu rumahku terbuka dan membuat aktifitasku berhenti sejenak, aku melihat yuri noona masuk ke dalam rumah denga muka gugup “wae irae?” tanyaku bingung “ehmm.. a-ni” jawabnya gugup lalu dia berjalan menuju kamarnya dan.. ‘braak’ pintu kamarnya tertutup dengan kencang “apa yang terjadi?” aku memasang muka bingung masih dengan melihat pintu kamar noonaku itu.

[Donghae POV end]

[Yuri POV]

“eonni.. jangan pernah eonni menceritakan ini semua kepada donghae aratchi?” kata yeoja yang berada di hadapanku “ne.. Min Young-ya” kataku pasti. Ya yeoja yang berada di hadapanku ini adalah Min Young yeojachingu dongsaengku “Pesawat keberangkatan korea-amerika akan segera lepas landas, bagi yang sudah memiliki tiket segera memasuki pesawat. gamsahamnida” terdengar suara operator yang memberitahukan bahwa peawat akan segera lepas landas

“eonni.. aku sudah di panggil, ingat pesanku eonni dan suruh dia makan dengan teratur, annyeong..” Min Young memelukku sebentar lalu berjalan pergi meninggalkanku dia membalikkan tubuhnya sebentar lalu melambaikan tangannya dengan senyum terpaksa aku hanya membalasnya dengan lambaian “apa yang harus kulakukan?” aku membalikkan tubuhku untuk kembali ke rumah. Aku masuk kedalam mobil dan mengendarainya menuju rumahku.

At home..

Aku membuka pintu rumahku dengan perlahan ‘cklek’ kulihat donghae sedang mondar-mandir dengan muka khawatir lalu terhenti saat melihat aku masuk kedalam rumah, aku menundukkan kepalaku “wae irae?” tanyanya dengan muka bingung yang di paksakan “ehmm.. a-ni” jawabku gugup lalu pergi meninggalkannya ‘braak’ aku membanting pintu kamarku “eottohke?” bibirku bergetar “lebih baik aku tidur untuk menghilangkan rasa khawatirku” aku merebahkan tubuhku ke atas kasur dan mencoba memejamkan mata.

***

Aku bangun dari tidurku kulihat jam yang berada di meja sebelah tempat tidurku “Mwo? Sudah jam 12 malam? Bahkan aku belum makan dari siang.. apa donghae sudah makan?” aku beranjak dari tempat tidurku lalu kubuka pintu kamarku perlahan kulihat donghae sudah tertidur di sofa “aish.. namja ini kenapa dia tidur disini” aku melangkahkan kakiku perlahan menuju kearah sofa “eottohke.. hae-ya!!” aku mengguncang-guncangkan tubuhnya perlahan. Saat ini muka donghae sedang sangat pucat dengan tangannya yang memegang buku dan hapenya.

“hae-ya.. ireona” aku mengguncang-guncangkan tubuhnya pelan lama-lama matanya terbuka “hae-ya kamu sudah makan?” tanyaku khawatir “ani..” katanya sambil menggelengkan kepalanya, aku memegang dahinya “Omo.. hae-ya kamu demam? Makanlah dulu” aku menyentuh dahinya lalu ke pipinya “nan gwaenchanayo” dia menyunggingkan senyuman

“moseun mariya?” tanyaku “noona.. dari pagi sampai sekarang Min Young belum meneleponku. Kalau misalnya dia sibuk pasti dia akan menyuruh yunho hyung untuk meneleponku tapi dari tadi tidak ada panggilan masuk kedalam hapeku.. aku takut terjadi sesuatu kepada yeojachinguku yang sangat kucintai itu” jelasnya sambil menahan tangis “Min Young pasti baik-baik saja.. lebih baik sekarang kamu makan dulu” jelasku “ne.. gomawoyo noona” dia berdiri lalu berjalan menuju meja makan “mianhaeyo hae-ya” kataku lirih.

[Yuri POV end]

*To Be Continued*

4 Comments (+add yours?)

  1. yulia
    Sep 21, 2013 @ 05:44:51

    Telp ga di jawab aja Donghae langsung demam,gimana klo tau Min Young pergi ke US??
    nextlah Thor:)

    Reply

  2. Heo Min Jae
    Sep 22, 2013 @ 13:42:44

    oh ini chapter? aku gk baca.. heheheee…. baguslah klo chapter… 🙂

    Reply

  3. Flo
    Sep 23, 2013 @ 22:53:07

    yah napa min youngnya pergi ke amrik
    ditunggu next partnya yah thor..

    Reply

  4. YeShin30
    Oct 21, 2013 @ 09:09:39

    Wah。、 penasaran nich knpa min young pergi ke Amerika…
    pa dy mw kuliah?? atw malh mw berobt krna skit?? atw mw ngunjungin sdranyj? hemm dripd bingung mending langsung k part-2 aj 🙂
    ijin ya thor、、 hehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: