[Special Post For Shindong’s Birthday] Shindong’s Love Live Story

Judul          : Shindong’s Love Live Story

Author : petriCHOr

Main cast : Shin Donghee, Mrs. Shin (Shindong’s mom/OC)

Genre : Family

Rating : General

Author Notes :

Holla… Saya author pemula yang memberanikan diri buat ikut meramaikan special event Shindong’s birthday ini. Jadi tolong dimaklumin ya kalo tulisannya random, ngaco, gaje, dan kawan-kawan…

*nyengirbareng abangkuda*

Happy reading…^^

06:35 KST

Rumah Keluarga Shin.

“Yaaakk… Shin Donghee! Cepatlah bangun! Alarm jammu sudah berteriak sejak dua jam yang lalu!”

Byuurr…

Aku membelalakkan mata sekejap setelah cairan dingin menerpa wajahku, yang masuk ke hidung dan juga telingaku. Aku terpaksa bangun dari tidur nyenyakku.

“Ya! Lihat, sudah jam berapa ini? kau tidak boleh terlambat di hari pertamamu. Oemma sudah membuat sarapan dan bekal untukmu. Palliwa, pergi ke kamar mandi sekarang juga!” wanita yang kusebut ibu ini berteriak tepat di telingaku. Seperti biasanya.

Aku hanya mengangguk pelan dan segera bangkit dari tempat tidurku kalau tidak ingin di guyur air es lagi seperti tadi.

Cklek.

Aku menutup pintu kamar mandi, mengaitkan handuk di tempatnya dan duduk di kloset. 5 menit lagi. Zzz… Zzz…

15 menit kemudian.

Duk, duk, duk… dor, dor, dor…

“Yak! Shin Donghee! Kau sedang apa di dalam sana? Apa kau tertidur lagi? Aiisshh… anak ini!”

Ku dengar suara ibuku beserta ketukkan pintu yang sangat keras. Ibuku seperti ingin mendobraknya. Ya aku tertidur sebentar tadi. Aku sudah mencuci muka dan juga menggosok gigi. Itu sudah cukup.

Cklek.

Tok!

Aaa… kepalaku dihantam benda tumpul yang kulihat adalah sendok sayur yang digenggam oleh ibuku.

“Aaaw… Appo… Apakah kau ingin membunuh anak semata wayangmu ini, oemma?” aku mengusap-usap kepalaku.

“Yak, kalau kau masih terus saja seperti ini lebih baik kau tinggal saja jauh dariku! Aku lelah dengan sikap burukmu ini!” ibuku mendengus kesal.

Aku tahu ia tidak bersungguh-sungguh. Ia tidak bisa berada jauh dariku, anak kesayangannya lebih dari 24 jam. Kami selalu bersama dan sulit untuk dipisahkan. Oleh apapun dan siapapun.

“Mianhe, nae yeoja chingu… aku akan mencoba menjadi kekasih yang lebih baik lagi di kemudian hari…” aku mengangkat kedua sudut bibirku keatas hingga membuat bola mataku tak terlihat.

Hahahaha…

Ibuku tertawa. Ia selalu tertawa melihat wajahku yang seperti itu. Aku seperti ayah saat kecil katanya.

“Baiklah, Shindong-nim… terserah kau saja. Aku tahu kau tidak mandi hanya mencuci muka, cepatlah berpakaian dan semprotkan parfum sebanyak-banyaknya agar bau badanmu tidak tercium oleh siapapun, bahkan lalat sedikitpun. Lihat, waktumu semakin tipis…” ibuku mengarahkan matanya pada benda persegi yang ada di dinding rumah kami.

“Omo! 10 menit lagi!” aku segera berlari masuk ke kamarku.

Gradak… gruduk…

Suara gaduh karena ulahku sendiri memenuhi seisi rumah.

“Oemma aku makan di jalan saja. Aku tidak mungkin sarapan dengan waktu yang sudah sangat tipis ini.” aku sibuk dengan kaos kaki dan sepatuku.

“Ne… Arrayo. Ibu sudah memasukkannya dalam tasmu. Ibu juga sudah buatkan bekal untuk makan siangmu. Semuanya harus kau habiskan otte?!” ibuku tersenyum padaku dan merapikan sweater hijau muda yang kupakai.

“Jangan pernah memintaku untuk melakukan hal itu, oemma. Tanpa kau suruhpun aku akan menghabiskannya. Masakan nae yeoja chingu nomor satu! Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Aku pergi…”

Aku berlari setelah mengecup keningnya. Wanita pertama dalam hidupku. Wanita yang tidak dapat digantikan oleh apa atau siapa.

-0-0-0-

08:58 KST.

Kyunghee University.

Ruang dosen, jurusan seni rupa.

Hah… hah.. hah…

Aku berlari dari pintu gerbang hingga ke ruang ini dengan napas tak beraturan. Aku tahu, aku terlambat nyaris satu jam. Semoga Tuhan menyelamatkanku. Saat aku telah mengatur napas dan penampilanku, aku membuka pintu bercat cokelat susu ini dengan pelan.

“Ah, ini dia! Shin Donghee, dosen baru yang akan menggantikan Mr. Park. Ayo, silakan masuk Shindong-nim.” Seorang lelaki nyentrik menyambutku dengan sangat… senang?

Entahlah. Aku merasa dari nada bicaranya ia sangat senang. Mungkin memang begitu gaya berbicaranya. aku berjalan kearahnya, lelaki dengan rambut panjang sebahu bercat merah kehitaman. Diruangan ber-AC ini ia mengenakan kacamata hitam, sweater motif bunga matahari dan celana jeans usang yang robek di beberapa bagiannya. Untukku, gaya berpakaiannya cukup nyentrik. Ya walaupun ini adalah fakutas seni.

“Aku Kim Heechul, ketua jurusan. Senang berkenalan denganmu, kau terlihat seperti beruang grizzly. Semoga semangatmu juga sebesar itu ya?!” Ia menjabat tanganku dan tersenyum lebar.

Dia adalah ketua jurusan? Sulit dipercaya.

Beruang grizzly katanya?!

Aku beruang kutub!

Aku diperkenalkan oleh beberapa dosen yang memiliki jadwal mengajar pagi ini. Setelah perkenalan singkat itu, aku bisa bernapas sedikit lega. Jadwalku hari ini dipindahkan. Aku akan mulai mengajar setelah makan siang. Jadi aku masih ada waktu untuk makan bekal buatan yeoja chingu tersayangku…

-0-0-0-

03:10 KST.

Kyunghee University.

Ruang 289.

“Baiklah, kurasa cukup untuk hari ini. Tugas pertama dariku adalah…”

“Mwo? Kau sudah ingin memberi kami tugas, sajangnim? Aisshh… yang benar saja!” seorang lelaki yang terlihat lebih dewasa diantara mahasiswa lainnya protes padaku.

Lee Donghae, pasti dia yang diceritakan oleh ketua jurusan tadi. Katanya, ada satu mahasiswa yang sudah berada di ujung tanduk. Maksudnya ia telah berada di tahun terakhirnya di kampus ini. Kalau ia tidak lulus di tahun ini, ia akan di DO. Baiklah, aku harus menghadapi anak ini dengan kepala dingin.

“Ya! Kau bahkan belum mendengarkanku hingga akhir, tuan Lee. Coba dengarkan aku dulu. Ini baru awal semester, kau harus lebih bersemangat!”

Ia duduk kembali dan memandangku acuh tak acuh.

“Tugas pertama untuk kalian adalah membuat kelompok berpasangan. Satu kelompok terdiri dari dua orang. Lusa kita akan membahasnya. Jadi carilah teman mulai dari sekarang. Sampai jumpa, class.” Aku membungkuk dan meninggalkan ruang itu.

-0-0-0-

 “Jadi bagaimana hari pertamamu, hm? Apakah semua bersikap baik padamu? Apakah ada yang mengatakan kau seperti babi atau kerbau seperti di tempatmu dulu?” ibuku bertanya antusias saat kami makan malam.

Ia terlihat sangat antusias mendengarkanku. Aku tahu ia mengkhawatirkan orang-orang yang tidak bisa menerima keadaanku, ukuran badanku. Tapi aku sudah terbiasa dan mengabaikannya. Ibuku bilang, “Abaikan apapun yang tidak membuatmu senang. Itu akan lebih baik…” dan aku melakukannya. Aku juga menceritakan ketua jurusanku yang nyentrik dan ucapannya tadi pagi.

“Mwo? Beruang grizzly? Keterlaluan!” ibuku menaruh mangkuk sup ke meja dengan keras.

“Hajiman… beruang grizzly itu seperti apa? apa bedanya dengan beruang madu atau beruang kutub?” ya… sudah kutebak. Ibuku terkadang bisa lebih polos dari seorang bayi.

“Aissh… oemma tidak tahu tapi sudah seperti itu. Beruang terbesar dari jenis yang ada. Mengingat berat badanku sudah semakin berkurang, seharusnya aku tidak sebesar itu. Aku beruang kutub. Iya ‘kan, oemma?” aku memamerkan barisan gigiku dan mulai menghabiskan mangkuk nasi keduaku.

“Beruang kutub… ya, kau beruang kutub sekarang. Bukan beruang grizzly. Tetapi semangatmu harus tetap sebesar itu ya?!”

“Tidak bisa.”

“Mwo? Kenapa tidak bisa? Wae? Wae?”

“Cintaku padamu lebih besar dari itu, oettohke oemma?”

“Aisshh, jinja?! Anak ini… benar-benar!”

Kami menghabiskan waktu dengan cerita dan tawa hingga mengantuk dan pergi tidur.

-0-0-0-

Beberapa minggu kemudian.

Rumah Keluarga Shin.

“Baiklah, aku pergi. Sepertinya aku akan pulang malam, oemma. Kalau sudah mengantuk, tidurlah lebih dulu. Tidak usah menungguku.”

“Arasso. Aku bukan anak kecil lagi. Kau, jaga dirimu nae nampyeon! Kkk…”

Kyunghee University.

Ruang dosen.

“Chogiyo, sajangnim. Kau memanggilku?”

“Ah, Cho Kyuhyun. Ya, aku membutuhkan bantuanmu. Bisakah kau menggantikanku minggu depan? Aku izin untuk tidak masuk pada hari itu.”

Seorang namja tampan mengalihkan fokusku dari bekal buatan ibu. Ia adalah asistenku. Salah seorang mahasiswa terbaik yang dimiliki kampus ini. katanya Ia baru saja lulus di semester kemarin.

“Baiklah. Aku akan mengosongkan jadwalku pada hari itu. Ada lagi, sajangnim?

“Hm… sebentar…”

“Apakah kau akan berpikir sepanjang hari ini? Bagaimana kalau kau mengirimkanku pesan atau menelponku nanti? Aku harus menyelesaikan sesuatu.”

“Yak! Cho Kyuhyun! Kenapa kau berbicara informal seperti itu pada dosenmu?!” ini salahku. Karena aku bersikap seperti temannya, anak ini menjadi sedikit keterlaluan.

“Mianhamnida, sajangnim. Anda sudah menghabiskan waktu saya sekitar… 5 menit. Kau tahu apa yang bisa kulakukan selama 5 menit?”

“Apa? membaca buku di perpustakaan? Melukis mural di taman kampus? Atau berkencan?”

“Aku bisa menamatkan game yang baru ku download pagi ini. Aku belum tertarik dengan hal-hal yang kau sebutkan tadi, sajangnim.”

“Jinja?! Whoaah… kau hebat. Lalu kenapa kau tidak masuk ke jurusan teknologi animasi, huh?”

“Maaf. Itu bukan urusan Anda tuan. Jadi bagaimana? Bolehkah aku pergi sekarang?” (aissh… anak ini…)

“Chakkaman! Aku ingat. Tolong bantu mahasiswa bernama Lee Donghae di semester ini. Kita harus membantunya untuk bisa lulus tahun ini. Bisa ‘kan?”

“Anak bodoh itu? Biarkan saja ia dikeluarkan dari kampus ini, tuan Shin. Merepotkan saja.”

“Cho Kyuhyun…” aku menatapnya dengan tatapan-kalau-kau-tidak-mau-melakukannya-gajimu-akan-dipotong.

“Baiklah. Aku tidak ingin membuat Anda marah, sajangnim. Itu akan berakibat pada kesejahteraan dompetku, hidupku. Aku akan mencobanya. Aku permisi.”

Beberapa saat kemudian.

“Chogiyo, apakah kau Shin Donghee sajangnim?” suara lembut seorang wanita menghentikan aktivitasku.

Demi Tuhan! Seorang bidadari datang padaku, dihadapanku. Saat ini. Apakah aku sedang bermimpi? Cantik sekali.

“Tuan…?” suaranya meyakinkanku kalau ini bukan mimpi. Aku segera mengontrol diri.

“Benar. Aku Shindong. Ada yang bisa kubantu?”

“Ah, perkenalkan… Aku Shim Song Ran. Aku asisten Kim Heechul sajangnim. Ia memintaku untuk mengambil berkas yang dititipkan…”

“Ah! Berkas itu! Ya, dia menitipkannya padaku. Sebentar…”

“Ini dia. Coba kau lihat dulu. Seingatku tuan Kim hanya menitipkan ini padaku kemarin.”

“Hm… sepertinya memang ini. Khamsa hamnida, sajangnim. Aku permisi. Maaf telah mengganggu waktumu.”

“A-aniyo… kau tidak mengganggu sama sekali, Song Ran-ssi. Aku senang bisa membantu.”

“Baiklah. Terima kasih sekali lagi, sajangnim. Permisi.”

Setelah mataku tak dapat melihat punggung wanita cantik itu, aku baru membalikkan badan dan duduk di kursiku. Wanita bertubuh mungil dengan make up tebal namun tidak terlihat berlebihan menghiasi wajahnya. Cantik. Kenapa aku baru melihatnya?

Shim Song Ran…

-0-0-0-

Rumah Keluarga Shin.

Aku dan ibuku sedang membereskan meja makan. Kami baru saja selesai makan malam. Aku merasa ada yang aneh dengan ibuku. Beberapa hari beakangan ini ia lebih banyak diam. Aku juga sibuk dengan kegiatanku hingga saatku di rumah ibu sudah pergi ke kamarnya. Ini hari Sabtu. Seperti malam-malam sebelumnya, kami selalu makan malam bersama dan menghabiskan waktu dengan menonton tv atau bercerita hingga larut. Seharusnya seperti itu, tapi…

Drrt… drrtt…

Ponsel di saku celanaku bergetar. Ku lihat tulisan yang ada di layar ponselku. Little Shin’s heart. Shim Song Ran. Kekasihku.

“Yeobseo…” aku pergi ke ruang tengah dan meninggalkan ibu yang sedang mencuci piring di dapur.

“Ne, Chagiya… aku akan sampai secepat pesawat jet di rumahmu. Kau berdandanlah yang cantik untuk bertemu dengan pangeranmu ini. otte?”

Aku memasukkan kembali ponselku dan mengambil sweater biru muda dari lemari. Aku akan berkencan. Ini kencan pertamaku di malam minggu. Aku, Shindong dan Song Ran telah resmi menjadi sepasang kekasih 2minggu yang lalu. Aku sangat senang. Ternyata ia menyukaiku, lelaki beruang kutub ini. hubungan kami bisa sangat dekat karena Song Ran menggantikan tugas tuan Kim selama satu bulan ini.

Oleh karena itu, kami saling bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Aku belum memberitahu ibu. Kami jarang berbicara banyak beberapa minggu ini. Aku sibuk dengan pekerjaanku dan ibu sibuk dengan galerinya. Aku akan mengatakannya sekarang.

“Omo!” aku memeluk ibuku dari belakang. Ia masih mencuci piring. Dan kaget dengan perbuatanku.

“Yak! Kau ingin membuat wanita tua ini cepat sampai dikuburan, huh?” ia membalikkan tubuhnya dan memercikkan air ke wajahku.

“Aiisshh… oemma. Hentikan. Anakmu yang sudah tampan ini akan basah kuyup nanti.” Aku menutup wajahku.

Ia berhenti dan memperhatikanku. Aku melihat raut wajah yang berbeda.

“Oemma, mianhe.”

“Untuk apa? Apa kau dipecat?”

“Aniyo… Bukan itu. Hm… Maaf, aku menduakanmu. Aku sudah memiliki yeoja chingu yang lebih muda darimu. Aku akan pergi kencan dengannya malam ini.” aku menyunggingkan senyum kecil sebagai penutup kalimatku.

“Ck… Aku sudah menduganya. Pergilah. Jangan sampai ia menunggu beruang ini terlalu lama.” Ia menepuk pundakku dan berbalik badan. Ia pergi ke kamarnya.

“Aku pergi, oemma. Selamat beristirahat.”

-0-0-0-

Hari terus berlalu. Minggu terus bergulir. Tidak terasa hubunganku dengan Song Ran sudah memasuki bulan ke-3. Aku semakin mencintainya. Ia selalu bersikap manis padaku. Walaupun terkadang keegoisannya selalu berhasil membuatku melupakan program dietku tapi sejauh ini hubungan kami baik-baik saja. Seperti hari ini. Aku dan Song Ran sedang menikmati waktu makan siang kami di bangku taman tidak jauh dari kampus. Song Ran membawakanku bekal makan siang seperti hari-hari biasanya. Ia pintar memasak, seperti ibuku.

Hhh…

Ibuku… karena ia tahu kalau Song Ran pintar memasak, ia berhenti membuatkan bekal untukku. Kadang, aku merindukan masakannya di bekal makan siangku.

“Chagiya… wae? Apakah ada yang kurang? Kurang pedas, eoh?”

“Hm? Ani, ani… ini enak sekali seperti biasanya. Masita!”

“Jinja?! Gomawo, oppa…”

Chu.

Song Ran menciumku. Mencium pipiku. Ini… Pertama kalinya.

Aku tersenyum padanya. Ku rasa wajahku berwarna sama dengan cardigan yang dikenakannya, merah.

-0-0-0-

Rumah Keluarga Shin.

“Oemma, kenapa kau tidak keluar kamar? Aku ingin memakan masakanmu. Ayolah, oemma. Aku tidak akan mengguyurmu dengan air es seperti yang kau sering lakukan padaku. Oemma…”

Aku berbicara didepan pintu kamar ibuku. Tidak ada jawaban. Aku mengetuknya dan masuk.

“Oemma, kau demam?! Bagaimana kau bisa tidak memberitahu aku, huh?” aku sibuk mencari kotak P3K, handuk kecil, baskom dan peralatan lainnya. Aku tahu rumahku bergoyang karena ulahku yang seperti banteng di arena pertandingan. Aku panik. Baru kali ini ibuku sakit, terbaring seperti ini.

“Ssshh… Sudahlah… Aku sudah lebih baik sekarang. Kau sudah terlambat setengah jam untuk mengajar.” Nada bicaranya lemah.

“Aku sudah meminta Kyuhyun, asistenku, untuk menggantikanku hari ini, oemma. Tenanglah. Kita akan ke dokter.”

Sore hari.

“Dokter bilang, kau terlalu lelah. Fisik dan pikiran. Apakah ada yang mengganggu pikiranmu belakangan ini, oemma? Kita sudah lama tidak bercerita…” aku berbaring di sampingnya.

“Ani… ini hanya soal pameran lukisan ibu. Mungkin ibu terlalu bersemangat untuk acara ini. Tenanglah, beruang kutubku…” Ibuku hanya tersenyum tipis dengan tatapan mata menenangkan.

Tangannya mengusap-usap kepalaku lembut. Aku terbuai… ke alam mimpi.

Keesokan harinya.

Mrs. Shin’s POV.

Aku menatap wajah tampan nan bulat disampingku. Ia masih berada di alam tidurnya. Aku mengamati setiap inci wajahnya. Anakku yang lucu ini sudah dewasa ternyata… 28 tahun. Pantas saja. Aku tidak sadar sudah selama ini kami bersama. Ia anak yang sangat baik. Kami selalu menghabiskan waktu bersama, berdua.

Kau tahu? Aku sudah tahu kau memiliki seorang kekasih jauh sebelum kau mengatakannya padaku. Aku tahu. Sikapmu telah menunjukkannya. Ibu senang. Tetapi ibu merasa semakin jauh darimu beberapa minggu terakhir ini. Kau pulang larut malam dan pergi lebih pagi. Padahal sejak kecil kau harus dibangunkan oleh ibu bukan? Dasar, beruang kutub! Kau bisa melakukannya tanpa ibu sekarang. Apakah karena kekasihmu? Sejak kau mengatakannya, kau belum pernah membawanya kehadapanku. Aku juga ingin tahu seperti apa wajahnya, pribadinya dan lainnya. Apakah belum waktunya?

Mianhe… maafkan sikap ibumu ini. Ibu tahu, sikapku seperti anak kecil yang tidak rela miliknya diambil oleh orang lain. Ibu takut kau tinggalkan. Kalau itu sampai terjadi, ibu harus bagaimana? Oettohke, Shin Donghee?

Drrt… Drrt…

Ponsel anakku bergetar di meja riasku. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Aku membangunkannya.

“Shindong, Shindong… Shin Donghee…”

Mrs. Shin’s POV end.

-0-0-0-

Kyunghee University.

Lorong menuju ruang dosen.

Aku dan Song Ran berangkat ke kampus bersama hari ini. Kami sama-sama ada kelas pagi ini. Ibuku sudah kembali sehat setelah satu minggu beristirahat di rumah. Hubungan kami sudah mulai membaik. Ia memintaku mengajak Song Ran datang ke rumah. Aku menyetujuinya. Aku akan mengatakan padanya sekarang.

“Chagi, ibuku memintaku mengajakmu ke rumah akhir pekan ini. hari itu ibuku beruang tahun. Kita akan merayakannya bertiga. Apakah kau bisa datang?”

“Minggu ini?”

“Ne… Kau akan datang, eoh?”

“Eoh… Tentu saja. Aku akan membuatkan kue tart untuknya, bolehkah?”

“Apakah ada alasan untukku melarangmu, chagi? Tentu saja! Gomawo… Saranghae,” aku mengulurkan tanganku untuk menggenggam tangan mungilnya.

“Nado, saranghae oppa…” ia tersipu malu. Lucu sekali.

Kami berjalan bergandengan hingga sampai di depan ruang dosen.

-0-0-0-

Rumah Keluarga Shin.

Mrs. Shin’s POV.

Tok, tok, tok…

“Eomma…, bangunlah. Cepat bangun oemma…”

Cklek.

“Yak, beruang kutub Shin Donghee! Jam berapa ini? Kau ingin rumah kita dibakar warga karena telah mengganggu tidur mereka, eoh?”

Anakku, satu-satunya, si beruang kutub ini, mengejutkanku di pagi buta seperti ini.

“Oemma, Saengil chukkahamnida…”

Aiissh… aku tidak jadi marah karena ulahnya. Lihatlah, ia membawa dua buah cup cake dengan lilin angka 5 & 4 di masing-masing kue kecil itu. Anak ini… benar-benar tahu kelemahanku. Aku mudah terharu dengan kejutan ulang tahun.

“Tiuplah lilinnya oemma…setelah itu kita makan kuenya. Kkkk…” ia

tersenyum seperti yang mendiang ayahnya sering lakukan dulu.

Mrs. Shin’s POV end.

Malam hari.

Aku dan ibu duduk di bangku taman belakang. Kami menikmati langit malam yang sepertinya ingin memberikan hadiah pada ibuku. Taburan bintang menemani kami walaupun bulan tak menunjukkan wujudnya.

“Shindong-ah…”

“Hm?”

“Gomawo… untuk hari ini. Kejutanmu, hadiah untukku dan juga kue dari Song Ran. Ibu sangat terharu…”

“”Mianhe, oemma… Ini adalah penebus kesalahanku yang sudah mengabaikanmu akhir-akhir ini. Aku tahu sikapku pasti sangat menybalkan bukan?”

“Ini bukan salahmu, ibu yang terlalu berlebihan. Aku takut kau meninggalkanku. Aku cemburu. Tapi sekarang aku sudah mengontrol diri dan karena aku sudah mengetahui kekasihmu. Dia yeoja yang baik dan manis, ibu menyukainya.”

“Ah… sudah kutebak ibu akan menyukainya! Apakah boleh aku melamarnya tahun depan, eoh?”

“Yak! Aku tidak mengizinkannya!”

“Mwo? Wae? Tadi kau bilang kau menyukainya…”

“Kau harus melamarnya bersamaku. Kita akan melamarnya tahun depan. Bagaimana?”

“Aaissh… oemmaa… Saranghae, jongmal saranghae…”

“Yak, seseorang… tolong aku! Aku bisa mati tercekik karena pelukan beruang kutub ini… Shin Donghee! Lepaskan!”

Ibuku. Wanita yang tidak akan pernah kugeser posisinya dihatiku. Aku tak bisa mengelak kalau cintaku padamu masih lebih besar dari Song Ran. Eomma… Saranghae.

31 Comments (+add yours?)

  1. trisnasmile
    Oct 07, 2013 @ 19:42:41

    Hubungan ibu dan anak yang patut dicontoh…..

    Reply

  2. fadhilah
    Oct 07, 2013 @ 22:53:48

    so sweet banget cerita anak dan ibunya :*

    Reply

  3. Flo
    Oct 08, 2013 @ 02:34:42

    huwa iri deh lihat hubungan shindong oppa sama eommanya..
    eommanya sayang banget sama shindong oppa..

    Reply

  4. sasasicebocebo
    May 02, 2017 @ 06:47:24

    Dear,

    We’ve been at a very nice place recently and we loved it so much, I think it is just a fantastic place, check it out http://handmaidens.galtindustries.ca

    Very truly yours, salsa_gms

    Reply

  5. Adiriah_Cs
    May 07, 2017 @ 15:53:11

    Hey friend,

    Have you ever seen such amazing stuff before? It’s simply cool))) Take a look http://jehoaddan.fashionspeakslouderthanwords.com

    Pardon my monkey thumbs, chiiedachiie

    Reply

  6. shellyawn
    May 15, 2017 @ 06:27:57

    Hello!

    Look at that! wow! It’s so amazing and interesting, and even sometimes shocking! Just take a look here http://various.scrapbookcrafting.com

    Warm regards, shellyawn

    Reply

  7. sasasicebocebo
    May 25, 2017 @ 19:32:54

    Dear friend!

    Look what I’ve just found on the web, that really cool, yeah, more info here http://practice.allyourhiphop.com

    Faithfully, salsa_gms

    Reply

  8. @mingyunxian
    May 26, 2017 @ 05:48:29

    Hey,

    There is an interesting story I’ve read recently, I really liked it. You may find it here http://issue.elisarmy.net

    Best Wishes, ivy_hanshinki

    Reply

  9. cutepanda22
    May 26, 2017 @ 15:10:49

    Hi,

    I’d like to watch something really interesting, can you suggest me something cool? Here is the list of movies I’ve already watched http://success.aimdirectmail.com

    stromboly_r66

    Reply

  10. @mingyunxian
    Jul 05, 2017 @ 07:09:23

    Hey,

    I’ve found some new stuff recently, it is really gorgeous, please take a look here http://www.shaktitrader.com/inquiry.php?2e2f

    Later, ivy_hanshinki

    Reply

  11. @mingyunxian
    Jul 12, 2017 @ 07:48:59

    Hey,

    I’ve read something worthy on the web and I think this is a very good idea for your business, take a look http://hidroelectrica.net/mentalx.php?2829

    Speak to you later, Jose Lamar

    Reply

  12. @mingyunxian
    Jul 14, 2017 @ 13:55:03

    Hello!

    I’ve found that store with a lot of amazing new stuff, just take a look, you’ll love it http://innovations2012.iteach.com.ua/wp-admin/libs/libs/quuyo/papkaa17/talk.php?8d8c

    Pardon my monkey thumbs, Dave Norwood

    Reply

  13. sasasicebocebo
    Jul 17, 2017 @ 19:59:54

    Hi friend!

    Facebook is fighting a court order that prohibits it from letting users know when law enforcement http://partner-central.msg.dev.expandtheroom.net/wp-content/plugins/msgpc-app/src/Lib/supposedlyx.php?d0d1

    My best to you, Dennis Berger

    Reply

  14. Adiriah_Cs
    Jul 18, 2017 @ 11:51:55

    Hey friend,

    Tens of thousands of people who took out private loans to pay for college but have not been able to http://abpconsultant.ru/grayx.php?a9a8

    Traci Reaves

    Reply

  15. Adiriah_Cs
    Jul 24, 2017 @ 09:46:18

    Hi,

    Thank you so much for the info you’ve recently sent to me, it was really helpful, in case you forgot read it here http://fashion68.tygwenn.com/dining.php?4b4a

    April Shipman

    Reply

  16. sasasicebocebo
    Jul 25, 2017 @ 08:52:51

    Dear,

    I just wanted to show you something really worthy, please take a look at that here http://beautysalondinanda.nl/discount.php?0607

    Best Wishes, Ivan Latham

    Reply

  17. @mingyunxian
    Jul 30, 2017 @ 15:06:15

    Hi friend!

    Please take a look at the stuff I’ve just found, I think that’s what you were looking for. Check it out http://ag-nn.ru/greatest.php?9293

    All best, Melody Felix

    Reply

  18. @mingyunxian
    Jul 30, 2017 @ 17:27:15

    Hello,

    Have you already read my new article about the elections? You’ve got to take a look, here is the link http://notim88.fr/local/cache-vignettes/L273xH300/options/xe/chef.php?dedf

    Sincerely yours, Clifford Dotson

    Reply

  19. @mingyunxian
    Aug 01, 2017 @ 20:04:08

    Hey,

    I’ve read something really interesting and I thought that kind of info may be really useful, check it out http://www.leyababy.com/four.php?c6c7

    Faithfully, Kristin Pickett

    Reply

  20. shellyawn
    Aug 02, 2017 @ 02:51:32

    Hello friend,

    There is something amazing I wanted to show you, I couldn’t believe that, please take a look http://www.ecaambrass.com/shopping.php?0908

    Winifred Flowers

    Reply

  21. @mingyunxian
    Aug 03, 2017 @ 03:45:50

    Hello!

    look at that wonderful stuff! It’s is so useful, check it out http://www.theahconnection.com/figure.php?d4d5

    Looking forward, Sarah Hendrickson

    Reply

  22. sweetsjunior
    Aug 03, 2017 @ 14:26:41

    Hi friend!

    I’ve had an amazing weekend with my friends and family, so I just wanted to share this great memories with you, just take a look http://www.sunfishgo.com/wp-content/parking.php?c6c7

    Yours faithfully, Mae Gomes

    Reply

  23. Adiriah_Cs
    Aug 11, 2017 @ 22:32:21

    Dear friend!

    I’ve gathered some interesting information, just take a look, it may be helpful for you. You may read it here http://tekbilge.net/bellekleme/HTML/northeast.php?cccd

    Jeannette Higginbotham

    Reply

  24. sasasicebocebo
    Aug 19, 2017 @ 12:05:24

    Hi friend!

    I’ve lately read some useful information, I assume it could be helpful for you too, please read at http://pdgroma.it/jpt/lbkgf/options/06vvt/papkaa17/evaluation_n.php?6e6f

    Hugo Bacon

    Reply

  25. @mingyunxian
    Sep 05, 2017 @ 19:15:02

    Hello friend,

    I’ve visited a nice place lately, it really was cool! Take a look http://fotocollagekunst.nl/wine.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcV95NThiOWkxc3JwbGoyakBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    See you soon, Brian Caron

    Reply

  26. nadyulia
    Sep 20, 2017 @ 21:43:08

    Hey,

    I think I’ve just found the stuff you were looking for, it’s just amazing! Check it out http://www.ngonetrokona.com/halfway.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcV95NThiOWkxc3JwbGoyakBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    Faithfully, Rosario Conner

    Reply

  27. nadyulia
    Sep 22, 2017 @ 09:08:00

    Hi friend!

    I’ve never seen something like that before, it’s fantastic! You must take a look http://www.suleymancelik.org/far.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcV95NThiOWkxc3JwbGoyakBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    Best, Bethany Daniels

    Reply

  28. @mingyunxian
    Oct 04, 2017 @ 07:25:05

    Hey friend,

    I’ve satisfied such a very good couple just lately and wanted to share some of their thoughts together with you, they are actually interesting therefore unusual, this is actually the link http://ahmedfathyclinics.com/instructor.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcV95NThiOWkxc3JwbGoyakBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    Bests, Virgil Hess

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: