H o m e

COVER

H  o  m  e

By:

KeNamGiL

 

Bilamana aku telah memilih rentang waktu yang salah? Bilamana senja terlalu singkat untuk didekap selama waktu yang kupunya? Bilamana aku telah jatuh cinta?”

 

 

 

Sebelumnya, aku tak pernah benar-benar mengenalnya. Hingga suatu senja memertemukan kami, satu rentang waktu singkat yang lindap ditelan pekat. Di senja itu, mata kami bertemu. Aku bahkan belum bisa sepenuhnya memahami apa yang seolah menderu di hati dan pikiranku.

Harus kuakui bahwa aku belum pernah sebahagia ini menghabiskan waktu diam-diam memandangi sebuah obyek yang sama-sama menghirup udara. Sebuah obyek yang juga berbicara dengan bahasa yang sama meskipun bahasa ibu kami berbeda. Begitu hidup, begitu nyata. Dekat, selekat nyawa.

Lebih dari apapun, aku ingin meneriakannya. Namun, harga diriku yang terlalu tinggi kerap kali menahanku untuk melakukannya, bahkan untuk sekedar mengakuinya. Mungkin aku hanya malu. Mungkin aku menganggapnya hal yang tabu. Aku tidak tahu.

 

Aku menyukainya.

 

Struktur tulang wajahnya yang tegas menyisakan garis-garis halus kecantikan. Meskipun aku tahu, kita semua tahu, bahwa di balik apa yang terlihat, dia telah merelakan struktur tulang wajahnya dirombak dan kulitnya disayat karena tuntutan pekerjaan. Dia tidak keberatan. Mereka tidak keberatan. Mungkinkah hanya aku yang sedikit menyayangkan?

Memandanginya tidak akan pernah lengkap tanpa memberi perhatian tersendiri pada ruas-ruas jarinya yang indah. Indah bukan buatan. Paras-paras kukunya sendiri bahkan lebih indah dari milik wanita yang merawatnya dengan berlebihan. Siapapun yang kelak ditakdirkan untuk mengaitkan jemarinya di antara ruas-ruas jarinya, adalah sosok yang beruntung.

 

Hanya sekedar memandang. Mengenalnya adalah lain hal.

 

Sejak saat itu, dia menggenggam tanganku, menenggelamkanku dalam matanya. Aku lebih memilih hanyut daripada harus karam saat terseret dalam pusaran eksistensinya. Karena di dalam pusaran itu, aku menemukan sebuah palung dimana di dalamnya aku bisa berenang selama ikan atau berdiam di dasarnya, atau bahkan menghuninya. Palung itu seperti rumah, rumah yang tiap incinya dibangun dengan setiap keping momentum kebersamaan kami, rumah yang bisa kuhuni sementara, di saat rumahku yang sebenarnya begitu jauh berbatas samudera.

Senja, matamu yang menghanyutkan, ruas-ruas jarimu yang indah bukan buatan, dan kehadiranmu sendiri, betapa aku ingin mengabadikan semua. Menjadikannya rutinitas yang kujalani setiap kali membuka mata.

 

Hingga tiba suatu senja, dimana gelap lebih cepat menyergap dari biasanya. Senja kala itu, sebuah keputusan yang disepakati telah menjadi harga mati. Sebuah keputusan yang mengharuskanku mengepaki semua mimpi yang kami bangun bersama.

 

Mimpi kami. Mimpi mereka.

 

Mungkin kaki ini sudah letih melangkah, mungkin aku hanya merasa terlalu jengah, mungkin aku hanya merindukan rumah. Namun demikian, dia bahkan tidak menunjukkan amarah. Saat genggaman tangannya kulepaskan, dia bahkan tidak menghujaniku dengan sumpah serapah. Pantaskah aku merasa bersalah, bilamana ada yang bisa dipersalahkan?

Bilamana aku telah memilih rentang waktu yang salah? Bilamana senja terlalu singkat untuk didekap selama waktu yang kupunya?

Bilamana aku telah jatuh cinta?

Aku tidak pernah tahu arti cinta yang sebenarnya, bila memang ada arti yang sebenarnya. Aku tidak pernah benar-benar memahaminya.

Maka terbanglah aku, melintasi samudera.

 

Saat kedua kakiku telah benar-benar menjejak pekarangan rumah yang tanahnya telah lama kutinggalkan, aku menoleh ke belakang. Baru kusadari, sesuatu yang berharga telah terenggut dan hilang.

 

Seiring dengan senja yang ratusan kali lindap ditelan pekat malam, aku masih kerap memandanginya, menatap kedua matanya yang tidak menatap kembali ke dalam mataku. Merekam sosoknya, walau hanya dari layar kaca dan berbagai halaman media. Sebelum langit jingga berubah menjadi segelap tinta, kerap aku menggumamkan pertanyaan yang hanya terendap dalam pikiran.

“Sudahkah terlalu terlambat untuk kembali pulang ke rumah? Kembali padanya, kembali pada kalian, kembali pada mereka yang merindukan kami bersama?”

 

.oOo.

            Han-kyung menutup laman berita yang dia akses dari ponsel pintarnya di sela-sela jeda pengambilan gambar sebuah variety show yang akan tayang dalam waktu dekat.

Ekor matanya menelisik penanda waktu yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya, ragu. Matanya terpejam setelah memastikan bahwa rentetan angka penunjuk tanggal pada jam tersebut tidak keliru. 31 – 08 – 2013.

Pria yang telah terlalu lama memendam rindu tersebut kini tengah menunggu. Menunggu jari-jarinya untuk menjadi cukup berani menelusuri ponsel pintarnya dan menemukan rentetan angka yang mampu memangkas jarak geografis yang menjadi pembatas. Bahkan, jika dia tidak menemukannya, rentetan angka tersebut telah melekat di kepalanya. Maka prosesi tersebut tidak lebih dari formalitas semata.

Akankah sebuah panggilan menjadi terlalu berlebihan, pikirnya. Jika memang demikian, pesan singkat bisa menjadi solusi yang aman. Sebuah pesan singkat tidak akan menjadi tabu bukan, pikirnya berulang-ulang.

Maka jari-jari pria tersebut mulai menjalankan perannya. Di benaknya, rentetan kalimat berhamburan, tidak ada yang benar-benar bisa mewakili apa yang dirasanya tidak cukup tersampaikan lewat aksara.

 

“Welcome home, Cinderella.”

 

* * * E N D * * *

32 Comments (+add yours?)

  1. Wiwik love Eunhyuk So Much
    Oct 13, 2013 @ 15:53:46

    ini ungkapan hati paling dalam dr seorang Hangeng ‘tuk Heechul tersayang,,,, so sweet!!!! 🙂

    Reply

    • KeNamGiL
      Oct 24, 2013 @ 18:14:48

      whoaaa…, lama gak bls komen di sini.
      tampilan blog-nya segeran ya, ijo daun, mwahahahaha xD

      well, I’m not even a hanchul shipper, yet who doesnt adore their beautiful bromance ^^
      Thanx 4 reading! 🙂

      Reply

  2. Daisynta
    Oct 13, 2013 @ 16:02:05

    “..Siapapun yang kelak
    ditakdirkan untuk mengaitkan jemarinya di antara ruas-ruas jarinya, adalah sosok yang
    beruntung.”

    Aa~ KeNamGil daebak.. diksinya selalu kece badai! Ditunggu karya2 selanjutnya ya ♥

    Reply

  3. Laini
    Oct 13, 2013 @ 16:08:06

    Aku suka kata katanya. Mengesankan dan menyentuh.

    Reply

  4. trisnasmile
    Oct 13, 2013 @ 19:46:16

    Awalx kirain ttg cewek yang terpaksa ninggalin kekasihx, eh ternyata ttg hangeng ma hechul….

    Reply

  5. Esa Kodok
    Oct 13, 2013 @ 20:00:52

    eoh…bhasanya dasyat…keren bgt….puitis juga…
    sastra sastra sastra
    dibacanya jd sambil mikir tp feelnya oke

    Reply

  6. ririnsetyo
    Oct 13, 2013 @ 21:02:17

    aahhhh KeNamGil #peyukerat author fav muncul, akhirna ini FF muncul juga di sini…
    pasti dech Ken g muncul buat blsin coment
    aku pada mu KEN^^

    Reply

    • KeNamGiL
      Oct 24, 2013 @ 18:22:58

      Aku muncul! Aku muncul! \(*o*)/
      Hehe…, harap maklum, habitat saya 2 bulan di hutan, dan cuma 2 minggu bisa liat aspal :p
      So late reply is inevitable.
      Yet I do appreciate it. THANK YOU ^_^

      Reply

  7. Flo
    Oct 13, 2013 @ 21:40:21

    always daebak deh kalau ffnya kenamgil
    keluh kesah seorang hangeng kepada cinderellanya yaitu heenim

    Reply

  8. Dewung
    Oct 14, 2013 @ 10:23:03

    Nyesek..
    I miss Hankyung.. :’)

    Reply

  9. EOG
    Oct 14, 2013 @ 12:15:06

    mo nangis…. jd kangen sm Hankyung…
    kapan ya Suju bisa balik ber 13 lg???

    Reply

  10. Black Pearl
    Oct 14, 2013 @ 12:45:29

    Agak berbeda dengan yang aku bayangkan, akhirnya mengerti stelah bagian Hankyung. Serius ini daleeeem banget, bikin tertarik untuk baca. Daebak deh pokoknya! ^^

    Reply

  11. yulia
    Oct 14, 2013 @ 13:37:42

    Good job Thor…:)

    Reply

  12. sheila
    Oct 15, 2013 @ 00:11:27

    han-chul, kngn ngliat mrk bareng lg. tp, ga mgkn. huhuhu… T^T

    wkt awal kirain POV perempuan. Trnyta hangeng. jrng2 kenamgil cast-ny selain kyuhyun atau yesung.

    Reply

  13. Kim HyeRim
    Oct 15, 2013 @ 11:05:52

    Kirain tadi pov cwe ternyata Hanggeng Heechul.Suka banget sama diksi yg digunakan.Daebak banget KeNamGiL selalu buat ff yg menyentuh ^-^

    Reply

  14. Asti AN
    Oct 15, 2013 @ 20:48:10

    Menghanyutkan 😀

    Reply

  15. V sora
    Oct 17, 2013 @ 07:26:47

    KeNamGil~ssi neo neomu daebak.! XD
    I always like ur words in ur ff..
    Thumb up

    Reply

  16. V sora
    Oct 17, 2013 @ 07:31:56

    KeNamGil~ssi neo neomu daebak.!! XD
    I always like ur words in ur ff..
    Thumb up 😀

    Reply

  17. Citra Indah
    May 23, 2015 @ 09:09:54

    Kerennn ceritanya , sukses terus gan 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: