[Special Post For Donghae’s Birthday] 예기치 않은 (Unexpected)

Unexpected_HMJ

 

 

Title: 예기치 않은 (Unexpected)

Author: Heo Min Jae (Tri Handayani)

Genre: Romance

Rating: Teen

Length: Oneshot

Main Cast: Donghae, Kim Yoora (OC)

Support Cast: Eunhyuk, Kyuhyun, Song Chae Kyung (OC), Yuri.

 

A/N: So sorry for the typos and other mistakes *if appear, hehee ^__^.  Just read and feel the story readers 🙂

 

HAPPY READING

 

***

Not every human’s stories end as what we guess. Everything is going unexpected.

 

***

 

:: STARBUCKS COFEE, Seoul. December 2012. 12:00 PM ::

 

Terlihat seorang lelaki muda tengah terduduk manis di pojokan sebuah Coffee House yang tampak seperti tampilan ala New York City. Lelaki muda itu terlihat duduk tenang menikmati suasana sejuk diluar sana. Ya, walaupun bumi kini tengah berjalan tepat dihadapan sang mentari, namun dikarenakan musim yang tengah terjadi hari inilah di tanah negeri gingseng itu kurang dapat merasakan betapa dahsyatnya panas sang mentari. Benar, musim dingin tengah terjadi di daerah ini.

Lelaki muda itu pun mulai mengalihkan pandangannya pada secangkir Expresso dihadapannya, yang kemudian ia seruput dengan perlahan. Pandangannya pun kembali teralihkan saat terdengar suara lonceng yang berasal dari pintu masuk Coffee House tersebut.  Dilihatnya seorang gadis cantik baru saja memasuki area kafe. Gadis itu luar biasa anggun dengan mengenakan mini dress berlengan panjang dan rambut kriting panjangnya yang terjuntai rapi. Lelaki muda itu begitu terpukau dengan keanggunan dan kecantikan yang terpancar dalam gadis itu. Bahkan matanya serta mulutnya menganga dan tak kerkedip sedikitpun melihatnya.

“Ya Tuhan! Eomma! Gadis itu cantik sekali..” gumam lelaki itu, Lee Donghae.

 

:: SEOUL NATIONAL HIGH SCHOOL. January 2013. 07:00 AM ::

 

Yak, Donghae-yah! Kenapa kau melamun?” tanya sahabatnya, Eunhyuk, saat mereka bertiga —Eunhyuk, Donghae, dan Kyuhyun— tengah berada di kafetaria sekolah.

Donghae sama sekali tidak menanggapi perkataan sahabatnya itu. Sedari tadi pikirannya terus melayang-layang pada sesosok gadis yang akhir-akhir ini sering menghantuinya. Bahkan sampai beberapa kali panggilan dari kedua sahabatnya itu, ia tetap tak mendengarnya.

“DONGHAE-YAH!!!!” seru Eunhyuk dan Kyuhyun serempak.

“Hah??” jawab lelaki itu dengan raut tersentak dan kebingungannya.

“Aish, anak ini!! Apa yang sedang kau pikirkan sih?!” gerutu Kyuhyun.

“Kau sampai tidak mendengar kita yang memanggilmu dari tadi!” ucap Eunhyuk kesal.

“Ah.. Haha, mianhae.” jawabnya sembari membenarkan letak kacamatanya.

 

Lagi-lagi, matanya menyusuri setiap sudut kafetaria. Tiba-tiba saja tertangkap oleh sudut retinanya sesosok sangat familiar di kejauhan sana. Donghae begitu terkejut begitu melihat gadis itu berkeliaran di sekolahnya bersama dua gadis lainnya di samping kanan dan kirinya. Gadis yang selama ini menghantui pikirannya. “Ya! Gadis itu murid baru, ya? Aku baru melihatnya.” tanyanya kepada kedua sahabatnya.

Eoh? Yang mana?” tanya Kyuhyun.

“Itu… yang sedang memesan makanan.” jawab Donghae sembari mengarahkan telunjuknya ke arah gadis itu. “Eh, aku juga baru lihat  kedua gadis di sampingnya itu. Mereka bertiga murid baru, ya?” lanjutnya.

“Oh, yang itu. Yang di tengah itu namanya Kim Yoora. Dan kedua gadis yang berada di sampingnya itu Song Chae Kyung dan Yuri. Di sebelah kanan itu Chae Kyung dan di kirinya bernama Yuri.” jawab Eunhyuk dengan enteng.

“Oh, dari mana kau tahu?” tanya Kyuhyun heran.

“Oh, aku selalu tahu. Terutama soal wanita. Apa sih yang aku tidak tahu? Hahaa…” ucap Eunhyuk membanggakan diri.

“Cih! Dasar kau ini ! Sifat playboy manusia setengah monyet ini kumat lagi” sindir Kyuhyun pada Eunhyuk. Sedang yang disindir hanya terkekeh mendengarnya.

Mereka bertiga pun sontak menatap ketiga gadis itu secara bersamaan. Cukup lama mereka bertiga menatap ketiga gadis itu dengan terkagum-kagum dengan mulut yang ternganga-nganga. Hampir saja ketiganya meneteskan air liur mereka.

“Ah, mereka cantik-cantik ya? Aku sangat menyukai gadis yang lebih mirip salah satu anggota girlband terkenal itu. Siapa namanya, yang di sebelah kiri itu?” ujar Kyuhyun.

“Yuri maksudmu?” tanya Eunhyuk yang tanpa sedikitpun menolehkan kepalanya pada Kyuhyun.

“Iya. Aku suka gadis itu..”

“Hmmm… kalau aku sih.. aku lebih menyukai gadis yang bernama Chae Kyung itu. Dia cantik dan manis. Terutama bodinya itu.. Wow!” ujar Eunhyuk seraya menunjukkan Gummy Smile-nya, diikuti dengan kekehannya.

“Yak, Donghae-yah. Kau suka yang mana, eoh?” tanya Kyuhyun.

Mendengar tidak adanya respon dari Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun pun melirik Donghae seraya berdecak melihat tingkah satu sahabatnya itu yang sedikit lugu dan polos.

“Donghae-yah, kenapa kau memandang mereka sebegitunya, eoh? Siapa sih yang kau tatap?” tanya Eunhyuk sedikit menggoda seraya menatap bingung pada Donghae.

“Aaah.. pasti gadis yang di tengah itu. Siapa namanya?” ucap Kyuhyun.

“Yoora?” ucap Eunhyuk seraya melirik ke arah Yoora sekilas lalu kembali menatap Donghae. “Hae-yah, kau menyukainya ya?”

 

Tidak ada respon…

 

“DONGHAE!!!” seru Eunhyuk dan Kyuhyun serempak.

“Hah?” ucap Donghae yang akhirnya tersadar dan seketika itu melirik ke arah kedua sahabatnya itu. (Ya ampun :-P)

“Haaahh… Donghae, Donghae… Kau ini..” ucap Eunhyuk.

 

:: CLASSROOM. 08:00 AM ::

 

“Mwoya? Mereka sekelas dengan kita?” tanya Kyuhyun terkejut sekaligus kegirangan,  diikuti dengan Donghae yang menganga lebar seraya matanya yang membulat besar melihatnya. (lebay ya? 😀 :-P)

“Kalian baru tahu? Aish, jinjja!” ucap Eunhyuk mendecak.

“Aku pasti akan mendapatkannya.”

Mendengar pernyataan Donghae yang tiba-tiba itu—walaupun terdengar samar, sontak kedua sahabatnya melirik ke arah Donghae dengan kecepatan waktu yang tak terhitung bahkan dengan detik (?).

“Hae-yah? Kau serius? Dengar-dengar dia itu anak keluarga orang kaya raya lho. Kau yakin? Melihat keadaanmu.. Aku tidak yakin dia akan menerimamu..” ucap Eunhyuk khawatir namun terdengar sedikit meledek.

“Baru kali ini aku melihatmu seperti ini. Biasanya kau tidak pernah tertarik dengan yang namanya wanita. Yang kutahu selama ini kau hanya tertarik dengan kumpulan halaman-halaman kertas tebal yang tulisannya saja bahkan membuat seluruh sarafku menurun sehingga membuatku cepat mengantuk, yang namanya buku. Hahaa..” sindir Kyuhyun.

“Aku serius. Aku sangat menyukai gadis yang bernama Yoora itu. Sebelumnya juga aku pernah melihatnya saat kita liburan kemarin. Dan tak kusangka dia sekolah disini.” aku Donghae sembari tersenyum.

“Wow! Donghae kita sedang jatuh cinta!!” ledek Eunhyuk dan Kyuhyun bersamaan.

“Eunhyuk! Kyuhyun! Apa yang sedang kalian lakukan?” rupanya suara mereka terdengar sampai ke telinga guru mereka yang sedang menerangkan materi di depan.

Sontak Eunhyuk dan Kyuhyun menoleh ke arah guru mereka, “Animnida, seonsaengnim. Amugeotdo. Hehee..” jawab Eunhyuk menyeringai.

 

:: 03:00 PM. SEOUL NATIONAL HIGH SCHOOL ::

 

“Donghae-yah. Kita berdua pulang duluan, ya. Kau ada kegiatan ekstra kan?” ucap Eunhyuk seraya merangkul Kyuhyun.

“Mmm..” jawab Donghae sambil mengangguk pelan.

“Okay. Kalau begitu kami pulang ya? Annyeong uri Fishy!” pamit Kyuhyun seraya melambaikan tangannya.

 

Hari ini Donghae ada kegiatan tambahan di sekolahnya. Ia ada kegiatan ekstrakulikuler yang diikutinya, yaitu Scientific Organization. Maka dari itu, ia akan pulang telat. Saat dirinya sudah berkumpul dalam organisasi tersebut,  ia tak menyangka ternyata gadis itu juga mengikuti organisasi yang sama dengannya. Ia semakin tak menyangka lagi tatkala pembina organisasi tersebut memasukkan dirinya dan gadis itu ke dalam satu kelompok. Ia senangnya bukan main. Inilah kesempatannya untuk mendekati gadis itu.

 

“Eu~ Annyeong. Donghae imnida. Senang kita bisa satu kelompok, Yoora-ssi.” sapanya dengan malu pada gadis itu.

“Oh, annyeong. Bangapta. Senang bisa satu kelompok denganmu, Donghae-ssi.” ucap Yoora dengan ramah, membuat pipi Donghae merah merona dengan tersenyum malu-malu.

 

Sempat terjadi keheningan diantara mereka berdua. Keheningan yang cukup lama. Namun kembali terpecah oleh suara Yoora. “Ja! Donghae-ssi, kapan sekiranya kita akan mengerjakan proyek ini?”

 

Tidak ada respon..

 

“Donghae-ssi? Kenapa melamun?” tegur Yoora sekali lagi dengan lembut.

“Hah?? Apa?” Donghae akhirnya tersadar dari lamunannya. 🙂

“Aku bilang kapan sekiranya kita akan mengerjakan proyek ini?” ulang Yoora.

“Oh, besok juga bisa.”

“Oh, arasseo.”

 

 

:: Tomorrow. 12:00 PM. SEOUL NATIONAL HIGH SCHOOL ::

 

Yah, kalian tahu tidak? Aku akan berkencan dengan Chae Kyung.” ujar Eunhyuk tatkala mereka bertiga berada di Kafetaria sekolah, yang sukses membuat Kyuhyun menoleh dengan cepat ke arah Kyuhyun.

Yah, kapan kau mengajaknya? Aku tidak melihatmu bertemu dengannya.” tanya Kyuhyun.

“Kemarin saat aku sedang berjalan menuju rumah, eh tak kusangka aku bertemu dengannya. Rumahnya ternyata tak jauh dari rumahku. Jadi aku menggobrol cukup lama dengannya saat kami berjalan menuju rumah kami. Setelah itu aku mengajaknya berkencan. Tak kusangka dia menerimanya. Aihh! Aku sedang beruntung.” aku Kyuhyun kegirangan.

Mwo? Benarkah? Bukankah katamu dia itu sedikit galak?” ujar Kyuhyun.

“Heii~ Kau tidak tahu siapa aku? Memangnya ada wanita yang menolak ajakanku? Hahahaa..” jawab Eunhyuk membanggakan diri.

Cih! Kau ini… Donghae-yah, kau bagaimana?” ucap Kyuhyun yang langsung menoleh ke arah Donghae. Melihat tingkah aneh Donghae membuatnya terheran-heran. “Hae-yah, kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun.

“Hae-yah, kenapa kau senyum-senyum tidak jelas begitu? Kau tidak apa-apa?” kali ini Eunhyuk yang bertanya ─turut aneh dengah tingkah Donghae yang tidak biasa.

Eoh? Gwaenchanha.. Jinjja.” ucap Donghae. Namun ia tak berhenti tersenyum, membuat kedua temannya semakin bergidik melihatnya.

“Hae-yah, kau kenapa? Sepertinya kau terlihat senang sekali.” tanya Eunhyuk.

Belum sempat Donghae menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kedua sahabatnya itu, tiba-tiba Yoora datang menghampiri mereka yang membuat ketiganya terkejut. “Maaf, jika aku mengganggu kalian. Tapi aku ada urusan dengan Donghae-ssi. Bisa aku meminjamnya sebentar?” ucap Yoora.

Sungguh sangat tak disangka. Eunhyuk dan Kyuhyun amat terkejut melihatnya. Mereka amat keheranan dan berpikir, ‘Bagaimana bisa?’. Mereka terbelakak lebar seraya menatap heran Yoora dan Donghae secara bergantian. Sadar ia tengah  ditatap aneh oleh kedua sahabatnya, Donghae pun kembali menyunggingkan senyumnya. Sontak Donghae berdiri dari kursinya lalu melirik ke arah Eunhyuk dan Kyuhyun sebelum ia beranjak.

“Nah, sudah terjawab kan?” ucapnya seraya menyunggingkan senyumnya. “Yoora-ssi, kkaja!” lanjutnya. Ia pun pergi diikuti oleh Yoora yang mengekorinya, meninggalkan Eunhyuk dan Kyuhyun yang masih ternganga terhadap apa yang baru saja dilihat mereka.

***

 

Satu bulan lamanya Donghae dan Yoora mengerjakan observasi mereka, dan rencananya hari ini laporan dari observasi tersebut akan dikumpulkan. Selama satu bulan ini Donghae semakin akrab dengan Yoora. Tak jarang mereka menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan, sembari mengerjakan proyek mereka. Hari ini merupakan hari terakhir mereka saling bekerja sama. Namun di hati kecil Donghae, ia tak ingin ini berakhir walaupun ini dikarenakan tuntutan organisasi mereka.

Tiba-tiba saja muncul suatu ide di dalam benak otaknya tatkala jam ekstrakulikulernya selesai. Segeralah ia mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu di atasnya, lalu dimasukanlah ke dalam sebuah amplop berwarna biru. Setelah selesai ia pun berlari mengejar Yoora yang sudah mendahuluinya keluar dari ruangan.

“Yoora-ssi! Tunggu.”

Langkahnya segera terhenti begitu ia sudah sampai di hadapan Yoora. Napasnya tersengal-sengal dan hampir tidak bisa bernapas. Sejenak ia jadi gugup untuk berkata.

“Eumm.. Yoora-ssi. Tolong terimalah ini.” ucapnya sembari menyodorkan amplop biru tersebut dengan kaku. “Aku tunggu, ya. Ssa..  Sampai jumpa.” tambahnya, lalu ia pun segera berlari meninggalkan tempat itu.

Perkataan Donghae yang menggantung barusan sontak membuat Yoora mengernyitkan keningnya. Ia tak paham maksud dari perkataan lelaki itu. “Apa maksudnya?” gumamnya. Ia pun memutuskan untuk membuka isi surat itu.

 

Kumohon besok siang saat pulang sekolah, datanglah ke taman belakang sekolah. Aku akan menunggumu
disana. Aku mohon. Aku akan sangat senang sekali jika kau datang.
 
Salam,
Lee Donghae.

 

:: Tomorrow Later. SEOUL NATIONAL  HIGH SCHOOL. 12:00 PM ::

 

“Benar. Aku akan melakukannya.” gumam Donghae sembari melirik sebuah kotak berpita merah di genggamannya.

Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. “Yak, Donghae-yah! Benda apa yang kau pegang itu?” tanya Kyuhyun yang menghampirinya, lalu duduk tepat di samping tempat duduknya. Diliriknya benda yang tengah di pegang Donghae. “Wow! untuk siapa itu?”

“Wah, sepertinya akan ada seseorang yang ingin menyatakan cintanya tuh. Wah, uri Donghae ! Fighting!” ucap Eunhyuk tiba-tiba.

 

Fighting. Semoga berhasil uri Fishy!” hibur Kyuhyun.

 

Saat pulang sekolah Donghae pun berjalan keluar dari kelasnya menuju taman belakang sekolahnya. Sesampainya di halaman belakang sekolahnya, ia melihat Yoora yang berdiri sembari tersandar pada sebuah pohon. Rupanya gadis itu datang. Sebelum ia mulai melangkahkan kakinya, ia kembali menatap kotak hitam berpita merah itu. Ia menjadi ragu untuk memberikannya.

“Semangat, Donghae. Semangat! Kau pasti bisa.” ucapnya menyemangati diri. Setelah itu ia pun menyembunyikan kotak itu tepat di belakang punggungnya dan mulai melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu.

 

“Mmm.. Yoora-ssi..” sapanya kaku, diikuti Yoora yang menoleh ke arahnya. “Rupanya.. kau… datang. Maaf aku telat.”

“Gwaenchanhayo. Ada perlu apa?” ujar gadis itu.

“Mmm… keuge… Ini… aku..” Ia terbata-bata. Donghae sebetulnya sangat kebingungan apa yang harus diucapkannya. Ia bahkan sempat beberapa kali membetulkan letak kacamatanya, karena saking gugupnya ia. Namun, dengan perlahan-lahan ia mulai menunjukan kotak itu ke hadapan Yoora. “Igeo. Ini untukmu.” ucapnya sembari menyodorkan kotak itu kepada Yoora.

Yoora mengernyitkan keningnya saat menerima kotak itu. “Apa ini?” tanyanya.

“Ini untukmu. Aku tidak tahu harus berkata apa. Maka dari itu, aku memberikan ini. Kau harus membukanya. Setelah itu, sisanya terserahmu. Anggap ini sebagai hadiah karena kau telah mau bekerjasama denganku atau semacamnya. Aku sendiri tak mengerti.” jelas Donghae terbata-bata. Namun, Yoora masih belum mengerti apa yang dimaksud Donghae.

“Aku pergi dulu..” pamit Donghae dan setelah itu ia pun berlari begitu saja. Jujur saja, ia sangat malu melakukan itu semua.

Yoora masih tak mengerti. Namun, ia memutuskan untuk membuka isi kotak tersebut. Setelah dibuka, ia melihat terdapat sebuah kertas. Diambilnya kertas itu dan dibukanya lipatan kertas itu. Ternyata itu sebuah surat.

 

[*] Suatu ketika ..

Saat aku tak tau siapa dirimu,

Saat aku tak tau bagaimana dirimu,

Aku ingin tau, siapa dan bagaimanakah dirimu?

Karena kau telah berhasil memasuki pikiranku belakangan ini

 

Suatu ketika..

Saat aku sudah tau siapa dirimu,

Saat aku sudah tau bagaimana dirimu,

Aku akan berusaha menyelusuri hidupmu.

Namun aku tak tahu bagaimana caranya

Ini pertama kalinya untukku

 

Suatu ketika..

Saat aku sudah mulai menyelusuri hidupmu,

Saat aku sudah mulai mengetahui semuanya,

Adakah yang belum aku tau dan ingin aku tau lagi darimu ?

Yaitu isi hati dan perasaan kamu..

 

Suatu saat..

Saat aku sudah tau isi hatimu,

Saat aku sudah tau perasaanmu,

Aku bertanya pada diri ku sendiri,

Apakah aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku?

 

Aku berusaha ,

Aku bersabar,

Aku bertahan,

Membuat kamu yakin akan perasaan ku ini.

Membuat kamu yakin akan adanya cinta dariku,

Membuat kamu yakin akan adanya sayang dariku.

 

Setiap waktu..

Aku selalu berdoa,

Semoga perasaanku dipertemukan dengan perasaanmu.

Aku selalu meminta,

Semoga aku bisa menjadi kekasihmu,

Aku selalu memohon,

Semoga aku bisa menjadi pilihan hatimu

 

Mmm.. Maafkan atas kelancanganku. Baru kali ini aku melakukan hal seperti ini. Aku buta mengenai hal ini.

 

Maafkan aku karena mengatakan ini. Maukah kau berkencan denganku? Aku akan sangat senang jika kau menerimanya. Jika iya, datanglah ke taman kota besok jam lima sore. Tapi.. jika kau tidak, kau boleh melakukan apapun sesukamu pada hadiah yang ada di dalam kotak itu. Menghancurkannya juga tidak apa-apa. Aku benar-benar tidak apa-apa.

Tapi semua itu terserahmu. Aku akan senang sekali jika kau menerimanya. Jika kau tidak mau.. Aku bisa terima dengan lapang dada.

 

Maafkan atas kelancanganku, Yoora-ssi.

Lee Donghae

 

Melihatnya, Yoora pun  membulatkan matanya lebar-lebar. Ia amat terkejut, dan seketika saja ia merasa mati rasa. Ia terkejut karena tiba-tiba saja Donghae menyatakan perasaan dirinya. Apa yang harus ia lakukan?

Langsung saja ia melirik isi kotak tersebut. Sebuah hati yang terbuat dari keramik berwarna merah mengkilau yang sangat indah. Inilah yang akan menjadi penentuannya.

 

:: SEOUL NATIONAL HIGH SCHOOL ::

 

Terhitung sudah empat hari semenjak peristiwa tersebut. Baik Yoora maupun Donghae, diantara keduanya belum ada satupun yang saling sapa. Bahkan keduanya enggan saling tatap. Rasa malu dan gengsi sangat mendominasi dan terlihat kontras dalam diri keduanya.

 

Namun Donghae, entahlah apa yang dirasakannya kini. Selain rasa malu dan gengsi yang memenuhi hatinya, ada perasaan lain yang lebih mendominasi seluruh hati bahkan pikirannya, yang mungkin berdampak sekali pada sikapnya tiga hari ini.

“Omona! Donghae-yah? Benarkah ini Donghae kita?” begitulah yang dikatakan Kyuhyun dua hari lalu dengan keheranan melihat Donghae yang begitu lesu masuk ke dalam kelas.

Donghae bahkan sama sekali tak mengindahkan seruan Kyuhyun. Ia terus berjalan dengan lesu sembari menampakkan ekspresi wajahnya yang begitu sendu menuju tempat duduknya. Kyuhyun dan Eunhyuk yang melihat tingkah Donghae, terheran-heran dengan sikapnya yang berbanding terbalik dengan kondisinya pada  hari dimana ia akan berkencan dengan Yoora. Begitupun Eunhyuk berkata pada sahabatnya satu itu. Sahabatnya itu selalu terlihat lesu dan tak bersemangat selama tiga hari belakangan ini.

“Kau kenapa lesu begini? Akhir-akhir ini kau aneh sekali. Kemarin-kemarin kau terlihat gembira sekali. Lah sekarang? Sudah tiga hari kau begini terus. Kau kenapa sih?” ucap Eunhyuk.

“Kau sudah seperti mayat hidup, tahu tidak? Lesu, ditambah mukamu ini pucat sekali.” celoteh Kyuhyun.

Donghae hanya terdiam lesu menanggapi  semua perkataan kedua sahabatnya. Selang beberapa menit, barulah Donghae mengeluarkan suaranya. “Dia tidak datang..”

Sontak kedua temannya terkesiap mendengar perkataan Donghae yang tiba-tiba. Mereka berdua juga saling menatap Donghae dengan penuh kebingungan. “Apa maksudmu?”

***

“APA? Jadi dia tidak datang?” ucap Eunhyuk sangat terkejut setelah mendengar penjelasan Donghae.

“Itu berarti dia…”

“Dia menolakku.” ucapan Kyuhyun terpotong begitu saja oleh Donghae dengan suara yang begitu parau. Sontak mereka bertiga pun terdiam seketika.

 

Beberapa menit kemudian, terlihat Yoora masuk ke kelas dan segera menuju tempat duduknya. Donghae pun ternyata menyadari akan kedatangan gadis itu. Seketika ekspresinya berubah 180° lebih buruk. Pandangannya terus saja terfokus pada satu obyek itu, tapi dengan ekspresi yang jauh berbeda dari biasanya. Ekspresi itu menunjukan keparauan yang sangat mendominasi. Bahkan lebih buruk.

“Hae-yah, kau tidak apa-apa?” tanya Eunhyuk hati-hati. Jujur ia  tak tega melihat sahabatnya seperti ini.

“Tidak usah kau pikirkan, Hae. Terima saja semua ini. Masih banyak gadis lain. Masih banyak kesempatan.” ucap Kyuhyun sembari menepuk-nepuk pelan bahu Donghae, bermaksud untuk menenangkannya.

 

Yoora dengan ragu menolehkan kepalanya ke arah Donghae tatkala ia sudah berada di tempat duduknya.

“Yoora-yah, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Chae Kyung. Ia mengikuti arah pandang Yoora. Begitu pula dengan Yuri. Mereka langsung saja terkesiap dan tertegun melihatnya.

“Yoora-yah, kenapa kau memandang Donghae seperti itu?” tanya Yuri.

 

***

 

Donghae’s POV

 

Hidupku serasa hambar semenjak itu. Bahkan lebih buruk. Aku pun heran dengan diriku sendiri. Bahkan sudah tiga bulan berjalan. Rasanya aku sudah tidak bersemangat lagi untuk menjalani hari-hariku.

Bagaimana tidak? Ini baru pertama kalinya aku mengalami apa yang namanya jatuh cinta. Namun juga pertama kalinya dalam hidup aku ditolak seorang yang kusukai. Ini membuatku down seketika. Hal ini mungkin sepele untuk kalian, tapi beda lagi denganku. Bahkan Kyuhyun dan Eunhyuk pun sudah bosan dengan sikapku ini. Payah? Aku memang payah. Tentu kalian sudah tahu, aku ini memang ciut jika soal perempuan dan lebih menyibukkan diri dengan buku dibanding dengan urusan seperti ini.

Tapi saat aku bertemu dengannya, entah kenapa rasa itu muncul begitu saja. Dia berhasil menyita seluruh perhatianku hampir satu bulan semenjak pertama kali aku melihatnya saat liburan natal kemarin. Dia berhasil mencuri hatiku, dia berhasil membuat pikiranku seluruhnya hanya terfokus padanya—selain belajar dan ilmu pengetahuan tentunya. Tuhan begitu baik padaku. Berkat-Nya aku kembali dipertemukan dengan Yoora. Kehadiran Yoora, membuatku berani ‘tuk menyatakan perasaanku padanya—walaupun itu secara tidak langsung. Meskipun itu berakhir tidak seperti yang kuduga. Aku begitu menyedihkan, bukan?

 

:: May 30th, 2013. 06:30 AM @ SEOUL NATIONAL HIGH SCHOOL ::

 

“Yak, Hae-yah! Apa ini yang ada di kolong mejamu?”

 

Aku yang tengah menyendiri di hadapan jendela kelas, sedikit tersentak dengan suara menggema Kyuhyun yang berhasil menyadarkanku dari bayang-bayang masa lalu. Maklum saja karena di kelas ini belum ada seorang pun yang datang, hanya ada aku seorang. Wajar saja jika aku kaget sekali mendengar suaranya yang tiba-tiba.

Eoh? Sebuah surat.” Sontak aku berbalik dan menghampirinya, bermaksud ingin melihat apa benar yang dikatakannya barusan. “Eh? Tertulis namamu disini… Tapi, tidak ada nama pengirimnya. Ini dari siapa?”

“Coba sini kulihat.” Akupun mengambil surat itu dan mulai membuka isinya perlahan.

***

 

“Yoora…”

 

Donghae membulatkan matanya lebar-lebar tatkala melihat nama yang tertera tepat di bawah surat itu. Tiba-tiba saja seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan, seluruh tubuhnya bergetar. Bahkan air mata yang menumpuk di seluruh pelopak matanya pun tak kuasa menahan diri.

“Hae-yah, kau baik-baik saja? Siapa pengirim surat itu?”

***

Pernahkah kau memperhatikan matahari?
Dimulai dari pagi hari, ia muncul dan naik ke atas permukaan dengan perlahan
Lambat laun memancarkan sinarnya
Dimulai dari gelap saat pagi buta
Semakin tinggi, semakin terang pula sinarnya ke seluruh penjuru bumi
Menerangi seluruh permukaan bumi dengan sinar yang dipancarkannya
 
Sedangkan aku hanyalah sekuntum bunga
diantara beribu bunga
yang terkumpul menjadi sebuah taman
 
Setiap pagi menjelang
terutama saat sinar matahari perlahan mulai muncul ke permukaan
Beribu bunga tersebut setiap harinya selalu berebut
siapa yang akan mendapat sinarnya pertama kali
dan mekar yang pertama kali
Kau pasti tidak tahu akan hal itu
 
Mahkota bunga yang awalnya masih kuncup
akan mekar jika sinar matahari datang menghampirinya
Menyinarinya dengan senang hati sampai kuncup bunga itu tumbuh
Walaupun malu-malu, asalkan bunga itu tetap bersemi
 
Sampai akhirnya matahari itu perlahan mulai meredup
dan perlahan mulai melesat
dan kembalilah ia ke tempat asalnya
 
Saat matahari itu pergi
bunga itu akan sangat sulit bereproduksi
Pernahkah melihat sebuah bunga mekar di malam hari?
Mungkin ada, namun sesuatu yang jarang
 
Seperti kau yang mulai meredup di hadapanku.
Aku ingin sang mentari terus menyinari bumi
Terus menyinari sang bunga agar tak layu dan terus bersemi
Walaupun sebenarnya ada resiko besar jika itu terjadi, tentu saja
 
Bisakah kau mengerti maksud dari semua yang kutulis ini?
Aku harap kau mengerti
 
김유라

 

~

“Hae-yah, ini… Ini…. Yoora.. Kau… Apa maksudnya ini?” Bahkan Kyuhyun pun yang notabene adalah sahabatnya, tidak dapat berkata-kata seusai membaca sepucuk surat tersebut.

 

Ia tak menyangka, sungguh sangat tak disangka.

 

“Hae-yah, kau baik-baik saja? Ada apa denganmu?”

Sekarang ini Donghae sama sekali tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya. Seketika saja seluruh tubuhnya kaku setelah membaca surat tersebut. Wajahnya pun terlihat tidak menampakkan ekspresi apapun. Tatapan matanya kosong.

“Kyu-yah..”

“Wae?”

“Tampar aku.”

“Mwo?”

“Cepat tampar aku! Aku ingin tahu ini mimpi atau bukan.”

“Baiklah.”

 

PLAKK!

 

“Aww! YA!! Appo!”

“Kau bilang kau ingin aku menamparmu, bagaimana sih?”

“Geurae? Kalau begitu… Aku tidak bermimpi. Ini bukan mimpi, Hyuk-ah. Ini bukan mimpi!”

“Hah? Maksudmu apa? Memangnya apa yang dimaksud dari surat Yoora ini, eoh?”

 

“Yoora-yah…”

“Mwo? Yoora? Mana?”

 

Sementara itu di tempat lain…..

 

“Ish! Yes! Usaha kita berhasil, Hyuk. Tidak sia-sia aku melihat dan menemukan surat Yoora yang ia buang di tempat sampah. Haha…”

“Oh, iya dong. Ini juga ideku yang menaruh surat itu dibawah mejanya Donghae. Wah! Jagiya, kau harus mentraktirku habis ini.”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Bukankah kemarin kau bilang akan mentraktirku jika ini sukses, Kyungie? Ayolah Jagiya….”

“IShhh!!! Lepaskan tanganmu dariku!! Kau menggelikan!!!”

 

-oo0oo-

 

Happy birthday My Sweetie 🙂 Saengil chukhahaeyo, uri Donghae Oppa!

[*] Puisi yang ada di dalam suratnya Donghae itu adalah puisi yang aku dapet dari internet. Aku lupa siapa pengarang aslinya yang jelas itu puisi judulnya “Suatu ketika” Jadi itu puisi bukan aku yang bikin. Hak cipta puisi sepenuhnya milik sang pengarang. Ya, walaupun ada yang sedikit aku rubah.

Sedangkan puisi yang ada di suratnya Yoora itu original punya saya dan dikarang oleh saya. Jadi maklum aja kalo jelek 🙂

 

Thanks for reading, my beloved readers.

Wanna visit my blog, readers? 🙂 http://mykpopidolworld.wordpress.com/

 

만나요!  🙂 See You Later! Thank You very kamsa ^^

 

※허민재 ※

7 Comments (+add yours?)

  1. Yazelf
    Oct 23, 2013 @ 18:26:44

    lovey dovey anak remaja bangeett

    Reply

  2. Selfi Tan
    Oct 23, 2013 @ 22:44:44

    ini galauan banget yah kisahnya XD
    jadi perasaan haeppa bersambut kan..

    Reply

  3. Trackback: [Special Post For Donghae’s Birthday] 예기치 않은 (Unexpected) | 허민재 | Heo Min Jae's Blog
  4. Adiriah_Cs
    Jul 04, 2017 @ 12:35:59

    Hello,

    I wanted to share with you some interesting links that they gave us at the last meeting, here is the list http://www.ogrelogic.com/educational.php?d3d2

    Bests, chiiedachiie

    Reply

  5. Adiriah_Cs
    Jul 20, 2017 @ 15:33:47

    Hello friend,

    Senator John McCain has been diagnosed with the aggressive brain cancer glioblastoma, his office http://sheff-roll.ru/rarex.php?5d5c

    In haste, Kristi Ragland

    Reply

  6. Adiriah_Cs
    Aug 07, 2017 @ 01:40:24

    Hello!

    I wanted to share with you some interesting links that they gave us at the last meeting, here is the list http://feifan8.net/newspaper.php?2425

    In haste, Ricardo Harrell

    Reply

  7. Adiriah_Cs
    Aug 11, 2017 @ 22:32:40

    Hey,

    I wanted to tell you that I’m doing fine, even better that ever, you may find the reasons of it here http://sprib.ru/hi.php?e0e1

    Good wishes, Trevor Lawson

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: