Follow Your Heart

 

Nama: listen2ming

Judul cerita : follow your heart

Cast: -jung hana (OC)

-choi siwon

-kim ryeowook

-seungri

-kim daesung

-kwon jiyong

Dan dua tokoh tambahan yang Cuma muncul sebentar:

-park ri rin (OC)

-lee sungmin

Genre: romance, thriller

Rating: PG-13

Length : one-shot

Catatan author : this is the first time i published my FF yaay >< it’s a bit too delusional right???. And this is my first thriller fanfic kk~~. Oneshot, or longshot?? Kk~~ i need your comments!^^ kalo ada typo, atau ketidaktepatan EYD, atau diksi, maklumilah XD

*Siwon point of view*

 “ayo! Cepat, ikut denganku!!!” kataku sambil menarik tangan seorang gadis yang bahkan aku sudah lupa namanya. “kau, mau kau bawa kemana Sae Na???!!” kata seorang pria yang sepertinya pacarnya. Ah, sae na, itu dia namanya…. aku bahkan sudah lupa namanya… pokoknya, tujuanku hanya satu dan kurasa apapun namanya itu tidak penting… aku membawa gadis itu, ah sial aku lupa lagi namanya, bersama pacarnya ke sebuah gang yang sangat terpencil, dan disana, aku melepaskannya.

“kau, siapa kau???!!! Apa yang kau inginkan??!!” kata pria itu padaku lagi. Aku hanya tersenyum mendengarnya, “apa yang kuinginkan??” aku mengeluarkan pistol dari sakuku, menarik gadis itu kedalam pelukanku, dan mengarahkan pistol itu ke kepalanya. “inilah yang kuinginkan! Aku ingin semua laki-laki di dunia ini merasakan hal yang sama denganku! Kehilangan orang yang paling mereka sukai dengan cara yang sangat sadis dihadapan mereka!” “kau psikopat! Tak pernahkah kau memikirkan perasaan orang lain?!” jawab pria itu lagi. Psikopat… mungkin dia benar…. aku jadi psikopat sejak 5 tahun yang lalu…

“tak pernah memikirkan orang lain??? Apa kalian sendiri pernah memikirkanku? Kau ingat kasus kematian Park Ri Rin 5 tahun yang lalu? Polisi hanya menutup kasus itu, dan hanya meganggapnya sebagai kasus bunuh diri” “maksudmu, kasus bunuh diri itu?” “hah, yang benar saja, bahkan kau menganggap itu bunuh diri… kau tahu apa sebenarnya yang terjadi? Dia ditenggelamkan ke dalam air terlebih dahulu selama satu jam, lalu kemudian, urat nadinya disayat untuk membuatnya seolah-olah bunuh diri, kau ingin tahu kenapa aku tahu semua itu?? Karena dia mati dihadapanku”

“a, apa??? Kalau begitu kenapa kau tidak melapor pada polisi?” “kau pikir aku masih bisa berbicara setelah syok berat karena kehilangan orang yang paliing kusayangi didunia ini dengan cara yang sangat mengenaskan dihadapanku? Well,daripada kita memperpanjang cerita, sebaiknya, kita akhiri saja ini” kataku sambil menembakkan peluru ke kepala gadis itu. “sae na!!!! Tidak!!! Kau!! Orang sepertimu sebaiknya membusuk di penjara!!!!!” kata pria itu sambil meraih sakunya untuk mengambil handphone-nya “maaf, tapi kukira, kehilangan orang yang paling kusayangi memberikanku sebuah kemampuan khusus, yaitu, aku bisa mengambil barang seseorang tanpa ia sadari sedikit pun” jawabku sambil menunjukkan handphone-nya dan evil smirk sambil berjalan pergi meninggalkannya. “kau…. dasar psikopat!!!!”.

Psikopat…. sepertinya makin lama panggilan itu semakin cocok untukku…. aku melemparkan handphone pria itu ke tempat sampah setelah merusaknya. Membunuh orang lagi…. Aku melihat ke pantulan wajahku di etalase toko. Yah, untuk ukuran pembunuh, wajahku bisa dibilang innocent…. dan… aku harus mengakui kalau aku memang lebih tampan dari kebanyakan pria lainnya… siapa yang menyangka kalau dibalik wajah tampan ini tersimpan jiwa seorang psikopat yang mendekati seorang wanita yang sudah memiliki kekasih hanya untuk membunuhnya?.

Aku melemparkan diriku ke tempat tidur… apa sebaiknya aku mati saja? Tidak… kurasa aku punya terlalu banyak dosa, dan aku tak siap menghadapinya…. aku melihat ke kaca. Wajah ini, memang tampan, tapi aku sangat membenci wajah ini… karena wajah ini jugalah yang hanya bisa melihat kematian Ri Rin tanpa melakukan apapun.

-5 years ago…-

“baiklah, selamat malam, aku akan menjemputmu lagi besok!” kataku sambil mencium pipi Rin sebelum akhirnya pergi. “hehe…. ok, aku akan menunggumu!!!” teriak Rin padaku sebelum aku pergi terlalu jauh. Aku hanya melambaikan tanganku tanpa menoleh kebelakang. Ah, gawat!  Handphone-ku! Pasti ketinggalan di rumah Rin tadi!. Aku pun berlari ketempat Rin lagi, dan menekan bel-nya. Eh? Tak ada jawaban…. kalau tidak salah…. kodenya… 200899… aku menekan kodenya, dan pintu terbuka.

Rin tergeletak di ruang tamu,badannya basah kuyup. “Rin-ah!! Kau tidak apa-apa?????” kataku sambil mendekatinya, dan memukul-mukul wajahnya pelan. Tidak ada reaksi. Aku mengecek denyut nadinya. Tidak, tidak mungkin!. Aku langsung buru-buru melakukan CPR, tapi tak ada reaksi. Aku terduduk lemas. Tidak… aku terlambat…. aku mendengar suara langkah kaki dari dapur. Aku langsung berlari untuk bersembunyi dibalik dinding. Seorang pria bertinggi badan sekitar 175 cm terlihat, membawa pisau. Tidak, tidak, tidak mungkin itu dia! Tidak mungkin SungMin Hyung yang melakukan ini!!!! SungMin Hyung adalah mantan pacar Rin. Dan dia sangat mencintai Rin! Aku tahu itu tak mungkin!! SungMin Hyung tak mungkin melakukannya!!!. Dia lalu berjalan mendekati Rin.

Dia masih memegang pisau itu. “omo, rin-ah! Apa yang terjadi padamu?!” katanya sambil melakukan apa yang kulakukan tadi. Sudah kutebak… tidak, dia yang melakukan ini padamu, dia melakukan ini karena dia sangat mungkin min Hyung melakukan itu…. “ya! Park Ri Rin!! Siapa yang melakukan ini padamu?! Lee sungmin?! Ahaha! Aku Benar-benar menyayangimu rin-ah… kalau aku tidak bisa memilikimu, lebih baik kau mati…” kata sungmin hyung sambil menggenggamkan pisau yang dia pegang ke tangan kiri Rin.

“aku, ingin membuatmu merasakan bagaimana rasanya dituduh melakukan sesuatu yang tidak kau lakukan…. aku, dituduh mencampakkanmu demi effie? Gadis yang hanya bekerja sama denganku untuk drama musikal sekolah? Beritahu pada pacarmu yang tampan, dan kaya itu, aku tidak pernah mencampakkan siapapun, oh, maaf, aku lupa, kau tak akan bisa bicara ataupun bernapas lagi selanjutnya…. gadis sepertimu, yang mendekati seseorang hanya demi hartanya saja…. chagi, saranghae” kata  SungMin Hyung sambil menggerakkan pisau yang di tangan kiri Rin, dan menyayat pergelangan tangan kanan rin.

Tidak! Tidak mungkin Min Hyung melakukan ini!!!! Dia terkekeh setelah berhasil menyayat pergelangan tangan Rin “gadis brengsek sepertimu, pantas mendapat perlakuan seperti ini” katanya sebelum akhirnya berjalan mendekati pintu untuk keluar dari rumah Rin. Tenang, choi siwon, cepat atau lambat, dia akan tertangkap, dia tadi menggenggam pisau itu kan? Harusnya sidik jarinya… shit! Dia memakai sarung tangan!!! Setelah membuka pintu rumah Rin untuk keluar dia berkata “choi siwon, aku tahu kau disana…maafkan Hyung kau harus melihat hal kejam seperti ini… tapi aku tak ingin lebih banyak lagi orang terluka karena dia, terutama kau, kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri aku tak ingin kau terluka” kata ming hyung sebelum pergi meninggalkan aku dan tubuh Rin.   Dan keesokan harinya sungmin hyung ditemukan meninggal bunuh diri di apartemennya…

Lee SungMin… kau telah merubah seorang choi siwon menjadi psikopat total… dan setelah membuatnya seperti itu, kau dengan santainya pergi meninggalkan dunia ini…. kalau seandainya aku mati saat aku tertidur, dan bertemu dengan Rin disana, akankah dia memaafkan aku yang telah membuat begitu banyak orang menderita?.

Matahari pagi yang sangat menyilaukan membuatku membuka mataku. Tiba-tiba bel pintu depan rumahku berbunyi. Tsk, sepagi ini, siapa sih? Aku berjalan ke pintu depan dan menekan tombol interkom. Sial! Pacar si….. ah, aku lupa lagi namanya… aku membuka pintu depan. “ternyata benar dugaanku, kau tinggal disini” kata pria itu. Aku mengeluarkan pistol yang sudah dilapisi plastik untuk meredam suaranya “kau tahu tentang aku terlalu banyak. Jadi, aku tidak akan membiarkanmu hidup.” kataku sebelum menembakkan peluru pistol itu kearah pria itu, dan “case closed.”. “waaah oppa! Daebak!!! Keren sekali!!! Kau terlihat seperti spy sungguhan!!!!” kata suara seorang gadis yang tidak kukenal. Aku menoleh kearahnya.

“shit!” gumamku. Sial! Aku tertangkap! Aku bersiap-siap membunuh gadis itu, “oppa? Kau mau apa? Kau terlihat sangat keren seperti itu!!!^^” kata gadis itu sambil tersenyum. Sesaat aku seperti melihat Rin seolah hidup kembali. Kenapa…. bisa seperti ini? Sifat mereka berdua mirip sekali… aku menurunkan pistol itu, dan melemparkannya ke luar jendela. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak sanggup membunuh orang. “tsk, sial!” aku menutup mulut gadis itu, dan membawanya masuk ke dalam kamarku. Dia menggigit tanganku “ah! Kau! Apa yang kau lakukan?!” “habisnya oppa tiba-tiba seperti itu, aku kan jadi kaget…..”

“kumohon… jangan lakukan itu lagi…” aku memohon padanya.  Kami berdua terdiam sejenak, dan setelah mendengar teriakan ajumma tetangga sebelah, aku bersiap keluar. “kau, jangan katakan apapun tentang apa yang kau lihat tadi… ah, tidak, maksudku, jangan keluar dari ruangan ini sampai aku menyuruhmu!!! Mengerti?!” kataku sebelum pergi keluar.

*Jung Hana point of view*

“ya! Seungri-ssi! Kau gila?!kau menyuruh aku yang seorang anggota baru ini menyelidiki seorang psikopat yang sudah membunuh orang selama 5 tahun tanpa ketahuan sedikitpun?! Case impossible!” teriakku pada Seungri, boss-ku. “maaf, ha na-ssi…. tapi, hanya kau satu-satunya permpuan di kelompok ini…” “kau kan bisa menyuruh wookie berpura-pura jadi perempuan?! Dia akan terlihat lebih cantik dari aku!!!” “hey! Aku tidak mau!!! *pout*

” jawab wookie yang merasa namanya disebut. “kalau begitu Daesung!!!!” “baiklah, aku mau-mau saja melakukan itu ;;)” kata daesung sambil mengedip-ngedipkan matanya, yang jujur saja terlihat seperti……….. kau tahu maksudku… “tidak bisa! Daesung akan terlihat sangat mengerikan jika dia jadi perempuan…. kumohon Hana-ssi, kau harus melakukan ini!!!” “AKU TIDAK MAU!!! Kalau begitu jiyong saja!!!!! Aku pernah melihatnya menyamar jadi perempuan, dia sangat cantik!!!” “JIYONG BUKAN DARI BAGIAN INI!! Kumohon Hana-ssi, hanya kau yang bisa melakukan ini!!!”

“KALAU BEGITU KAU SAJA!!!” “KAU GILA?! AKU SUDAH PUNYA KASUSKU SENDIRI!! Kumohon Hana-ssi, hanya kau yang bisa melakukannya!! Ditambah lagi akting-mu paling bagus ditara kami semua!! Lagipula, Kau lupa terakhir kali kita membuat Ryeowook menyamar jadi perempuan?! Kita hampir gagal karena dia menampar anak tersangka kita hanya karena dia bercanda sedikit keterlaluan?!” “oh, baiklah, tapi kalian harus menemaniku! Aku tidak mau sendiri!!!”

“tsk… baiklah, pakai ini…” kata Seungri sambil memberikan pemancar yang sangat kecil. “hehe! Terima kasih boss!^^” kataku sambil memasang pemancar itu di telingaku. “ok, kita akan berangkat sekitar 10 menit lagi karena tempatnya dekat. Kau, bacalah tentang gadis ini dulu, ok? Dia adalah mantan pacar tersangka kita, choi siwon, kalau kau bisa menirukan sifat gadis ini, 90% kemungkinan kau akan selamat.” “park ri rin? Oh, ini kan gadis yang meninggal karena bunuh diri 5 tahun yang lalu itu..”

“aku kurang yakin dia bunuh diri.. dari hasil otopsinya, terdapat air di paru-parunya… dan kau ingat lee sungmin yang ditemukan bunuh diri di apartemennya sehari setelah kematiannya? Orang itu adalah mantan pacar Park Ri Rin” “jadi maksudmu, mereka berdua dibunuh oleh choi siwon?” “kemungkinan… tapi aku juga kurang yakin…. yah… kita tidak punya cukup bukti….” “ok, baiklah! Aku juga akan menyelidiki tentang ini!^^” “cepatlah pelajari tentang gadis itu!”

“jadi ini tempatnya?” tanyaku ragu sesaat sebelum turun dari mobil. “ya, dan kemungkinan dia akan langsung membunuhmu begitu kau melihatnya, jadi ingatlah untuk terus waspada dan bersikaplah seperti Park Ri Rin ok?” kata seungri dengan tatapan khawatir. “baiklah…. tapi kau tahu, aku tak pernah yakin soal ini…. kau tahu dia memiliki catatan pembunuhan yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya, yang bahkan tak seorang pun selain kita mencurigainya….”aku bergumam pada diriku sendiri.

“tenanglah, aku akan selalu menemanimu, dan kapanpun kau membutuhkanku, kau hanya perlu berbicara lewat pemancar ini ok?” kata seungri sambil mengelus pipiku pelan seolah-olah dia sedang membujuk anak-anak berumur 5 tahun. “baiklah, asalkan kau janji selalu menemaniku…” “yah… mungkin aku hanya akan menemanimu selama 10% kasusmu, dan sisanya mungkin wookie atau Daesung akan membantumu… kau tahu aku sibuk..”

“baiklah boss!^^” kataku berusaha terdengar seceria mungkin meskipun sebenarnya aku sangat takut. “baiklah, Jung Hana, tidak, untuk kasus ini, Jung Ri Rin, semangat!” kataku saat berada didalam lift. Pintu lift terbuka, dan dor! Suara tembakan yang teredam terdengar. Aku berlari tanpa suara ke tempat itu. Seorang pria tampan, tingginya sekitar 183 cm, dan masih memegang pistol berdiri di sebelah mayat pria lainnya. Rambut hitam, kulit putih, tinggi, baiklah! Dia pasti Choi Siwon!!! “case closed” kata pria itu sambil tersenyum dan menurunkan pistol itu. Waah… dia seorang psikopat total. Baiklah, biar kuingat, sifat Park Ri Rin kurang lebih sama dengan sifat Jung Ri Rin…. Park Ri Rin polos, dan seperti anak kecil. Baiklah, aku harus bisa melakukan ini! Jika aku gagal, maka semua dari kami akan gagal juga!. hana-ssi, kau tidak apa-apa? Aku mendengar suara tembakan tadi’ kata Seungri melalui pemancar itu.

“tenang saja, aku tidak akan mati secepat ini! Oh iya, berapa umur Jung Ri Rin, dan Choi Siwon?” aku berbisik pada Seungri. “jung Ri Rin, 25 tahun, Choi Siwon 27 tahun” “perfect! Dia seorang oppa! Aku bisa berakting lebih bagus” aku menyeringai pada diriku sendiri. ““waaah oppa! Daebak!!! Keren sekali!!! Kau terlihat seperti spy sungguhan!!!!” aku berkata sambil memasang ekspresi kagum. Dia terlihat terkejut aku datang, dan seolah menggumamkan kata “shit!”. Tapi kemudian, dia mengarahkan pistolnya padaku. Oh, tidak, apakah aku akan mati secepat ini?. Seungri mulai berteriak di pemancar yang terpasang di telingaku, menanyakan apa aku baik-baik saja.

Mana mungkin aku menjawabnya saat begini-_-“. Tapi, serius, Choi Siwon bahkan lebih tampan daripada di fotonya… he’s like….. wow… just… irresistable!!. “oppa? Kau mau apa? Kau terlihat sangat keren seperti itu!!!^^” ok, yang tadi itu, sekitar 90% kalimat jung hana, dan 10% kalimat Jung Ri Rin… dia melihatku dengan tatapan kaget, dan perlahan menurunkan pistolnya, dan melemparnya ke luar jendela. Apakah aku benar-benar mirip dengan Park Ri Rin sekarang?._. dia terlihat sedikit sedih, tapi dia langsung bergumam “tsk! Sial!” dan langsung membungkam mulutku, dan menyuruhku masuk ke kamarnya. Mau apa dia?! Aku tiba-tiba menggigit tangannya “ack! Apa yang kau lakukan?!” “habisnya oppa tiba-tiba begitu, aku jadi kaget *pout*” kataku tetap berusaha berakting meskipun sebenarnya aku ingin membunuhnya saking kesalnya.

“kumohon… jangan lakukan itu lagi…” dia memohon padaku. Tunggu dulu, tatapannya tadi, berbeda dengan tatapan dinginnya seperti yang aku lihat di foto, atau saat dia melihatku untuk yang pertama kalinya tadi…. tatapan itu, tatapan peduli?.  Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita. “kau, jangan katakan apapun tentang apa yang kau lihat tadi… ah, tidak, maksudku, jangan keluar dari ruangan ini sampai aku menyuruhmu!! Mengerti?!” katanya sebelum pergi meninggalkanku sendiri. “seungri-ssi?” aku berbisik. Tak ada jawaban. “seungri-ssi!”aku mulai setengah berbisik setengah menjerit.

‘oh, maaf, tadi Seungri Hyung barusan pergi untuk kasusnya sendiri, dan karena aku satu-satunya yang bebas di bagian kita, dia menyuruhku… jadi, kau butuh bantuan?’ kata sebuah suara tenor yang hampir terdengar seperti suara perempuan. Ryeowook. “baiklah, aku ingin kau menyelidiki soal….. yang terakhir kali dibunuh choi siwon…… kim sae na? Dia punya pacar kan? Bagaimana cirinya?” ‘oh, Cho Kyuhyun? Rambut cokelat gelap, tingginya sekitar 180 cm, dan kulitnya putih pucat, kenapa memangnya?’ “kalau begitu, dia adalah korban selanjutnya, tidak, maksudku, korban choi siwon, catat itu di catatan kriminalnya.” ‘eh? Baiklah. Tapi dia juga membunuh pacar gadis itu? Aneh. Biasanya dia membiarkannya hidup setelah mereka stess dan tak bisa bicara lagi.’

“aku juga kurang tahu! Catat saja!” aku berbisik pada wookie sambil berjalan kearah pintu, dan menempelkan telinga ke pintu. “ajumma, ada ap—astaga, apa yang terjadi?” suara choi siwon. “a, aku juga tidak tahu…. aku tiba-tiba melihat pria ini terguling di sini…” suara seorang wanita. “ajumma! Cepat panggil ambulans!” suara choi siwon lagi. Tsk! Rasanya aku benar-benar ingin mendobrak pintu ini, dan bilang “ajumma! Dia dibunuh! Pria inilah yang membunuhnya!”-___-“ tapi, yah, aku tidak ingin kasus ini berantakkan. Tak lama kemudian Choi Siwon masuk lagi, dan langsung terduduk lesu di depan pintu. Dia kemudian meirikku.

“namamu?” dia bertanya padaku. “Jung Ri Rin…” “Ri….. Rin? Jung Ri… Rin…..?” dia bertanya padaku dengan tatapan sedih. Kim Ryeowook! Kuakui kau hebat membuat nama samaran-___-“ “ada apa oppa?” tanyaku polos. “ah, t, ti, ti, tidak, hanya saja namamu mirip dengan seseorang yang kukenal….” pasti Park Ri Rin… “yang pergi dariku secara tragis” dia bergumam, nyaris tidak terdengar. “baiklah, karena kau telah melihat semuanya, kau, harus tinggal disini. Bersamaku”. Aku bisa mendengar Ryeowook berkata ‘uh-oh’ di seberang sana. ‘hana-ya, mungkin kasus ini akan panjang’…. aku tahu. Bodoh.

“oppa, kenapa aku harus tinggal denganmu? *pout* walaupun aku tinggal sendiri, aku kan punya kehidupan pribadi juga…” kataku berusaha merubah keputusan Choi Siwon, meskipun aku tahu, dia tak akan merubah keputusannya apapun yang terjadi… ‘kau bodoh hana-ya, kalau aku jadi kau, aku akan bilang orang tuaku akan mencariku, dan kalau dia menyuruhmu untuk bilang kalau kau menginap di rumah temanmu, aku akan bilang orang tuaku tahu semua teman-temanku… dengan begitu, kemungkinan dia akan menyerah akan menjadi semakin besar’ woah! Benar juga! “kim ryeowook! Jjang!” teriakku dengan suara yang hampir tidak bisa didengar. ‘heheh… i know…’ dia balas berbisik padaku. Tsk pria ini tak bisa dipuji sedikit saja-_-“

“kau tinggal sendiri? Bagus. Kau harus tinggal denganku. Kau melihat terlalu banyak hari ini, kau adalah seorang saksi pembunuhan, dan aku tak akan membiarkanmu bebas begitu saja, karena meskipun kau terlihat polos, aku tak pernah tahu apa yang bisa saja kau lakukan. Bisa saja kau memberitahu seseorang…” jawabnya dengan tatapan serius yang jujur saja… sedikit… menakutkanku…. sedikit… “oppa, jadi kau baru saja membunuh orang? Ibuku bilang membunuh orang itu dosa… “ aku berusaha menyindirnya dengan ekspresi se-innocent mungkin. Tapi dia malah hanya menyeringai melihatku. “jadi, kau tidak tahu aku baru saja membunuh seseorang? Aku mulai tidak yakin kalau kepolosanmu itu asli….” katanya masih sambil menyeringai.

Aku merasakan ada sedikit sarkasme dalam nada bicaranya. Deg! Ternyata aku tidak bisa main-main dengan orang ini. Salah langkah sedikit saja dia bisa langsung tahu!. ‘sudah berapa kali kubilang, hati-hati dalam memilih kata-kata’  sialan kau kim ryeowook-_-“ daripada memberitahuku untuk bilang apa, kau malah mengomentariku? Apakah ini yang disebut sebagai kerja sama antar rekan?!. Aku terus terdiam memikirkan kata apa yang harus kukatakan. Siwon hanya menatapku sambil terus menyeringai. “ada apa? Kau bingung memikirkan apa yang harus kau katakan?” dia berkata seolah-olah bisa membaca pikiranku. ‘tsk… baiklah, daripada dia tahu tentang kita, dan kita semua mati terbunuh…-_-“ bilang saja kau kira itu hanya pura-pura’ baiklah kim ryeowook, kuakui kau cerdik-_-“ “ti, tidak… kukira, tadi itu hanya main-main…. kau tahu kan, permainan anak laki-laki!^^” kataku mulai berakting dengan lancar lagi.

“oh ya? Kalau begitu, apakah wajar sebuah permainan membuat seseorang berdarah?” tanya siwon lagi, masih sambil menyeringai. Kyaaaaakkk lesung pipi nya… dia benar-benar manis… kalau saat ini aku tidak sedang diinterogasi, aku pasti sudah berteriak seperti  fangirl yang melihat idolanya. ‘shit. Dia benar-benar pintar bicara-_- hana-ya, mungkin ini akan jadi terakhir kalinya aku bicara denganmu… walaupun kau hoobae yang menyebalkan, aku tetap menyayangimu. TT^TT’ ck dia ini… benar-benar! Sunbae  macam apa kau?! Dasar tomat! Tunggu dulu…. tomat??! Ah! Itu dia!! Tomat!! “ha..habis kukira itu tomat *pout* oppa-ku sering melakukan itu… >_<”

‘hahaha! Tomat?! Kau bercanda! Kau pasti sedang mengumpatku dalam hati dan tiba-tiba teringat tomat! XD berterima kasihlah pada tomato sunbae-mu ini kkk~~’ “hahaha! Tomat?! Kau bercanda?! XD” tawa siwon dan ryeowook meledak bersamaan. Huft… untunglah wajah yang ada didepanku ini adalah wajah tampan choi siwon, dan bukannya wajah menyebalkan kim ryeowook…. kalau tidak, mungkin misi ini akan gagal-_-“ aku hanya pouting mendengarkan mereka berdua tertawa. Rasanya aku benar-benar ingin mencabut pemancar ini dari telingaku-_-“. “oh… baiklah… kurasa kau benar-benar polos… atau bodoh lebih tepatnya…” kata siwon masih berusaha menahan tawanya. Ya tuhan… aku tidak mimisan kan?  ‘hahaha! Omo! Choi siwon! Kita pasti akan menjadi teman seandainya kita hanya orang biasa! XD’ kata wookie masih sambil tertawa… aku tahu, sebenarnya mereka sama-sama menyebalkan-_-“ mereka pasti cocok jika mereka bersama.

Tapi, choi siwon tampan, dan ryeowook…. ok baiklah, dia manis, dan imut… tapi…. yeah… singkatnya lagi, aku ingin bilang it’s all about face…. -__-“. “oh iya, dari tadi kau memanggilku oppa, memangnya berapa umurmu?” “25 tahun… aku tidak tahu umur oppa, tapi, kau terlihat lebih tua dariku… jadi aku memanggilmu oppa… apakah aku salah?” “oh… tidak… aku 27 tahun, aku memang oppa untukmu… baiklah, siapa namamu tadi? Oh.. Ri Rin.. park… oh, maksudku Jung Ri Rin kan? Namaku Siwon, Choi Siwon, karena kau lebih muda dariku, aku akan berbicara non-formal saja padamu… yah… kau juga boleh kalau kau mau, karena sepertinya, kita akan terlibat dalam hal ini cukup lama…” kata Choi Siwon sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku.

“ta. Tapi, Siwon oppa, sampai kapan kita akan tinggal bersama?” tanyaku mulai panik. “umm… begini, aku menyuruhmu tinggal bersamaku bukan hanya karena kau tahu terlalu banyak tentangku….  well, sebenarnya aku ini psikopat… dan aku benar-benar ingin berhenti seperti ini…. jadi… kau harus tinggal disini sampai kau bisa merubahku. Sampai aku tidak ingin membunuh orang lagi. Meskipun kau harus membuatku menderita aphasia seperti kebanyakan pacar gadis-gadis itu, tidak apa, yang penting, aku tidak bisa membunuh lagi…. oh, kau mengerti apa yang kumaksud dengan aphasia kan? Mati otak… tapi mungkin ini akan sedikit sulit haha… soalnya aku bisa melihat orang yang sangat kucintai dibunuh dihadapanku tanpa terkena shock berat seperti aphasia haha…” dia berusaha bercanda padahal sebenarnya siapapun bisa melihat dengan jelas sorot kesedihan dimatanya. “o, oppa, apa yang bisa membuatmu jadi psikopat? Ma, maksudku, kau tampan, keren, dan sepertinya kau tidak bodoh, jadi… apa yang membuatmu seperti ini?” dan jujur saja, itu 100% kalimat Jung Hana, aku kasihan padanya, dia tidak seperti seseorang yang akan membunuh orang tanpa sebab yang jelas…

hah… Jung Hana, kau ini mendiskiriminasi orang sesuai wajahnya ya-_-“ coba kalau aku yang seperti itu, pasti kau akan langsung membunuhku’ sekarang suara Daesung terdengar. -_-“ mereka berdua ini bisa tidak berhenti menggangguku sekarang?. ‘ya! Daesung hyung! Seungri hyung kan sudah bilang jadwalmu itu besok! Sekarang, kembalikan mikrofonnya!’ ‘tidak bisa! Dia terlalu mendiskriminasi orang sesuai wajahnya!’ ‘aku tahu kau tidak tampan, tapi jangan begini juga!!! Aku juga merasa terdiskriminasi disini!!!!’ “kalian berdua bisa tidak berhenti bertengkar?-_-“ aku berbisik dengan sangat kecil. Untungnya siwon sedang melihat kebawah. Ryeowook dan daesung oppa memang jarang sekali bisa akur…  ‘oops, maaf….’ kata ryeowook dan daesung bersamaan. “uhm… aku harus mulai darimana ya? Oh… baiklah… jadi, dulu aku punya pacar, namanya Park Ri Rin, dan jujur saja sifatnya mirip denganmu. Aku sangat menyayanginya. Dulu, dia punya pacar, namanya lee sungmin, tapi, sungmin berselingkuh dengan Effie,rekan kerjanya di drama musikal. Atau setidaknya itulah yang kudengar dari Ri Rin… jadi temannya, Han Jae Hee, mengenalkannya padaku, dan kami jadi sering bertemu, dan akhirnya kami berpacaran. Tapi, suatu hari, kami pergi ke taman bermain, dan saat aku mengantarnya pulang, kami mengobrol cukup lama.

Tiba-tiba, saat aku sudah setengah jalan, aku baru sadar ponselku tertinggal di rumahnya. Jadi aku kembali ke apartemennya. Dan saat aku membunyikan interkom, tak seorang pun menjawab. Lalu, akhirnya, aku menekan kombinasi kunci kamarnya, 200899. Tapi, saat aku membuka pintu, dia tergeletak tak berdaya di kamarnya, tubuhnya basah kuyup. Aku mengecek denyut nadinya, dan bahkan melakukan CPR, tapi sama sekali tak ada respons darinya…. dan saat itu aku mengalami shock berat, tapi kurasa itu belum cukup untuk membuatku menjadi psikopat, karena selanjutnya sungmin hyung datang, dan aku langsung buru buru sembunyi… aku masih sangat ingat kata-katanya saat itu….

‘ya! Park Ri Rin!! Siapa yang melakukan ini padamu?! Lee sungmin?! Ahaha! aku benar-benar menyayangimu rin-ah… kalau aku tidak bisa memilikimu, lebih baik kau mati…’ dia berkata begitu sambil menyayatkan pisau ke urat nadi ri rin, dan memegangkan pisau itu ke tangan kiri ri rin. Kejam bukan? Dialah yang membuatku menjadi seorang psikopat… tapi, keesokan harinya, lee sungmin ditemukan bunuh diri di rumahnya…. biarpun dia membunuh rin, aku sangat,sangat,sangat menyayangi, dan menghormati sungmin hyung, dia seniorku waktu kuliah dulu, dan dia sangat pintar, dan baik…. karena kehilangan mereka berdua-lah yang membuatku jadi psikopat…. semua keluargaku terlalu sibuk diluar negeri… aku tak punya seorang pun untuk diajak berbicara.

Dan saat itu, hanya sungmin hyung-lah yang bisa mengerti diriku….. bahkan, saat dia akan pergi meninggalkan tempat kejadian setelah ia membunuh ri rin, dia berkata ‘choi siwon, aku tahu kau disana…maafkan Hyung kau harus melihat hal kejam seperti ini… tapi aku tak ingin lebih banyak lagi orang terluka karena dia, terutama kau, kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri, aku tak ingin kau terluka’ aku benar-benar shock setelah kejadian itu… sehingga akhirnya aku ingin membuat semua orang yang mengira kematian rin adalah bunuh diri menderita…” katanya sambil menahan air matanya.

Ternyata dia menyimpan luka sedalam, dan seperih itu didalam hatinya… ‘yeah! Kita berhasil menyingkap satu misteri! Jung hana jjang! Semangat ya! Aku sudah merekam semua perkataan choi siwon tadi~~~~’ kata ryeowook bersorak kegirangan di telingaku. Tapi aku terlalu sibuk untuk mendengarkan ryeonggu… aku terlalu sibuk menatap sorot kesedihan dimata siwon. “biasanya aku tidak menceritakan hal seperti ini pada siapapun, tapi… entahlah… aku masih belum 100% mempercayaimu, tapi kurasa aku bisa mengandalkanmu” kata choi siwon sambil tersenyum pahit. Deg! Perasaan aneh apa ini? Kenapa aku merasa begitu…. senang? Senang karena dipercaya olehnya?. Tiba-tiba handphone-ku berbunyi, memecah keheningan diantara kami berdua.

Seungri? Untuk apa dia menelepon?. ‘hey, siapa itu? Cepat angkaaatt!! Aku penasaran!!’  teriak ryeowook seolah-olah dia adalah salah satu anak gadis yang melihat temannya mendapat telepon dari laki-laki yang disukainya-_-“. “siapa itu?” tanya siwon. Meskipun dia berusaha untuk berekspresi se-cool mungkin, aku tetap mendengar nada penasaran di dalam suaranya. Aish, ryeowook, dan pria ini akan sangat cocok. Aku yakin itu._.. “oh, tidak, hanya saja….. temanku! Baiklah, oppa, dimana toiletnya? Mungkin dia meneleponku untuk alasan yang sedikit pribadi… kau tahu perempuan, kemarin aku membantu mendekatkannya dengan laki-laki yang dia sukai, jadi mungkin sekarang ada hal yang ingin dia bicarakan berdua saja denganku…” aku berbohong dengan lancar ‘lama-lama kau semakin cocok dengan peran ini… jika suatu hari nanti kita bubar, kau jadi aktris saja kkk~~~~’ kata ryeowook menggodaku. Sialan -_-“ jika dia sama sekali tidak membantu, aku benar-benar akan mengadukannya pada seungri._.. siwon menatapku dengan pandangan ‘oh, baiklah aku mengerti’ dan menunjuk kearah sebuah pintu yang sepertinya toilet. “ada apa?” “kenapa kau lama sekali sih? Aku jadi khawatir… jadi, bagaimana keadaan di sana? Oh iya, aku memantau pekerjaanmu dan ryeowook hari ini, kau bilang aku seorang anak gadis?! Tsk… baiklah, jangan panggil aku seungri… panggil  aku….. mi young saja…” kata Seungri memikirkan nama samaran untuknya dengan cepat. “aku harus mengatakan sesuatu dulu, seung… maksudku miyoung-ah, aku sedang bersama seseorang disini…”

“jadi, bagaimana kemajuan tugasmu?” “yah… ada hal baik dan hal buruk… hal baiknya, dia mulai percaya padaku, dan kami tahu dia tidak membunuh Park ri rin, dan lee sungmin, hal buruknya, dia menyuruhku tinggal bersamanya karena aku saksi pembunuhan yang dia lakukan…” “apa? Jadi lee sungmin dan park ri rin benar-benar bunuh diri?” “tidak…. park ri rin dibunuh oleh lee sungmin, dan lee sungmin benar-benar bunuh diri, untuk detilnya kau tanya saja pada ryeowook” jawabku dengan sedikit kecewa. Kenapa dia sama sekali tidak mengkhawatirkan aku yang harus tinggal  bersama pembunuh?, dan lagi kenapa aku malah kecewa? Harusnya aku biasa saja kan?. “oh…. baiklah… aku akan menanyakan soal itu padanya nanti……………………….. tunggu dulu, tadi kau bilang dia menyuruhmu apa?” “menyuruhku tinggal bersamanya! Kau punya masalah pendengaran?!” jawabku sedikit keras.

Tawa ryeowook mulai meledak lagi. ‘mendengarkan percakapan kalian berdua ini seperti mendengarkan dialog sebuah drama saja…. tidak akur tapi tetap romantis’. Hah! Tidak akur tapi tetap romantis apanya? Dasar, asal bicara saja!. “APA?! DIA MENYURUHMU TINGGAL BERSAMANYA?!” seungri, oh, maksudku miyoung mulai menjerit di telingaku. Aku menjauhkan ponselku dari telinga, dan setelah merasa Seungri, maksudku miyoung tak akan meledak lagi, aku mulai mendekatkannya lagi. “kau ini, punya masalah pendengaran atau, responsmu memang sangat rendah?” “aish, kau ini… tidak bisa, hana-ssi! Kau harus menolaknya!” “aku sudah menolaknya, tapi dia malah mencurigaiku!!!” “aish…. bagaimana ini?” dia mulai terdengar panik.

Tiba-tiba pipi bayangan diriku di kaca mulai terlihat memerah. Aish, aku ini kenapa sih?>__<. Suasana hening sesaat “uh…. hana-ssi…. mu, mungkin kau akan kaget mendengarnya, tapi, kumohon jangan berteriak ya…. hana-ssi, aku sebenarnya sudah lama memperhatikanmu… aku…” dia terdiam sesaat. “seung…ri…ssi?” aku bertanya dengan pipi yang malah bertambah merah. ‘HEY! AKU MASIH DISINI!!!” teriak ryeowook dari telinga sebelah kiriku. Baiklah, setelah ini, aku harus ke dokter untuk mengecek telinga kanan, dan kiriku setelah ini. “oh…woo…wookie-ya… itu kau ya yang sedang mengawasi hana? Kukira kau sedang pergi entah kemana….” kata seungri sedikit tergagap. ‘aku sempat mengatakan sesuatu tadinya…..’ “yah.. aku tidak mendengarmu… kalau begitu, aku…. tutup dulu telponnya ya… hana-ssi, jaga dirimu, wookie-ya, berhentilah mengganggu hana saat dia sedang bertugas ya… dan bantulah dia sebisamu ok?” ‘ya, hyung, tapi kau harus menambah honorku ya?? :3’ “akan kuusahakan itu nanti karena kasus ini sangat sulit..””ba, baiklah… err… seungri-ssi kurasa aku sudah harus menutup teleponnya, kalau terlalu lama nanti dia bisa curiga.” Aku berbohong dengan sedikit gugup. Alasannya bukan itu kok… aku hanya… entahlah… perasaan ini sulit dijelaskan.

“baiklah, jangan lupa ganti caller ID ku di ponselmu dengan miyoung ya, choi siwon bisa saja memeriksa ponselmu…” “ok, baiklah, kututup dulu ya” kataku sebelum akhirnya menekan tombol end call di layar ponselku. ‘aish, kau salah tingkah ya nona??? Kkkk~~~ haruskah aku memberitahu seungri hyung tentang ini?’ sialan. Sejak kapan ryeowook bisa membaca pikiranku?. ‘hey kim ryeowook! Berhentilah mengganggu hana dalam tugasnya! Bukannya tugasmu itu membantu, dan bukannya mengganggu?’ ini… suara seungri? Suara itu terdengar sangat samar tapi jelas. Sejak kapan dia… ‘oh! Seungri hyung!!! Sejak kapan kau sampai?’ ‘bukan urusanmu!’ ‘oh, kau marah aku mengganggumu tadi? Baiklah, hyung ambillah tugasku~~~ tugasmu sudah selesai kan untuk hari ini? Kalau kau mencari soal rekaman pengakuan choi siwon, lihatlah di mejaku~~~’ kata ryeowook dengan nada yang sangat ceria. Fiuh~ akhirnya aku bisa lepas dari sifat, dan suara menyebalkan ryeowook…. ‘hana-ssi, kau mendengarku kan?’ suara ini… seungri. Kyaaakk aku benar-benar bebas dari ryeowook!!! “i,iya aku mendengarmu” jawabku masih sedikit gugup karena kejadian tadi.

*siwon point of view*

Matahari pagi memaksaku membuka mataku lagi. Benar-benar rutinitas yang membosankan. Setiap hari seperti ini. Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan di pintu kamarku. Pasti dia. Entah kenapa aku bisa mulai mempercayainya, meskipun aku masih merasa ada yang aneh dari sifatnya. Entah ini Cuma perasaanku saja atau apa, aku sering melihat, dan mendengarnya berbisik dengan suara yang hampir tidak bisa didengar. “masuk” kataku dengan suara yang masih parau.

“oppa, kau mau berolahraga diluar sebentar? Cuacanya cerah hari ini^^” katanya sambil menyembulkan kepalanya dari balik pintu. “tidak.” Jawabku dingin. “*pout* oh ayolah, oppa, jarang-jarang kan cuacanya cerah seperti ini” katanya masih sambil menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Rasanya kemarin juga cerah. “aku tidak terbiasa dengan dunia luar.” “oh, ayolah, kau ingin berhenti jadi psikopat kan??? Pertama-tama kau harus terbiasa dengan dunia luar dulu :3 dan lagi, aku tak yakin park ri rin, dan sungmin hyung bahagia melihatmu begini”. Shit. Gadis ini kenapa pintar sekali sih membujuk orang. “baiklah! Asal ini tidak memakan waktu lebih dari 2 jam!!!” jawabku sambil akhirnya bangun dari posisiku semula.

Ternyata dia benar juga, pagi hari di dunia luar ternyata tidak seburuk yang kukira. Sudah sekitar 5 tahun aku tidak pergi keluar di pagi hari. Aku hanya pergi keluar untuk mendekati gadis-gadis, dan membunuhnya. Itupun kulakukan di malam hari, tanpa memperhatikan sekitarku sedikitpun. Tempat ini sudah banyak sekali perkembangan setelah 5 tahun rupanya. “omo! Ri rin-ah!” teriak sebuah suara seorang gadis. Aku melirik kearah sumber suara itu. Seorang gadis berambut panjang berombak berwarna coklat kemerahan, dan tinggi sekitar 173 cm, tinggi untuk seorang perempuan, berdiri tak jauh dari kami. “omo! Miyoung-ah!!!” jawab jung ri rin balas berteriak. Dia pun berlari kearah gadis yang dipanggilnya miyoung itu.

“terima kasih telah mendekatkanku dengan seungri! Kau mau tahu tidak apa yang terjadi setelahnya?? Dia menyatakan perasaannya padaku kyaaakkkk!!! >\\<” kata gadis itu dengan sangat bersemangat. Sambil menggenggam tangan ri rin. Gadis yang aneh…. tangannya tidak seperti tangan perempuan, tapi wajahnya sangat cantik….  “omona!! Selamat miyoung-ah!! Jadi, kau jawab apa?!” kata ri rin tak kalah semangatnya dengan gadis itu. Apakah ini hal yang biasa bagi perempuan?. “aku belum menjawabnya…. ri rin-ah, bagaimana ini… aku takut>\\<” “tidak apa! Temui saja dia!” “baiklah! Aku ke mouse rabbit sekarang! Terima kasih ri rin-ah! Kau sangaaatttt berjasa untukku! Ngomong-ngomong siapa pria itu? Aish! Kau ini! Punya pacar, tapi tidak bercerita sedikitpun pada kami!!” tanya gadis itu sambil menunjuk kearahku. Aku tetap berdiri tanpa ekspresi di tempatku.

Meskipun gadis ini bodoh, aku yakin dia takkan membongkar semuanya semudah itu. Lagipula tempat macam apa itu, mouse rabbit… si seungri itu pasti seorang pria yang aneh… “oh, dia? Dia bukan pacarku! Dia hanya seorang oppa yang kukenal~” tuh kan, seperti yang kutebak. “oh.. ngomong-ngomong dia sangat tampan! Aku sangat mendukungmu dengannya rin-ah!^^ kalau begitu aku pergi dulu ya~~  bye~~” kata gadis itu sambil berlari meninggalkan kami berdua. “dia miyoung temanku yang menelepon kemarin^^” katanya sambil tersenyum. Aku hanya menjawabnya dengan ekspresi ‘memangnya aku bertanya padamu?’ “cih, kau ini, tidak bisa peduli sedikit apa…. masa aku terus yang menanyakanmu?” “aku juga tidak pernah memintamu untuk menanyakanku” jawabku sambil memasang ekspresi datar. “oh iya, oppa, aku lapar, mau ke cafe dekat sini untuk sarapan?” “1 jam 30 menit..” “oh, ayolah, ini takkan lebih dari 30 menit!!^^” katanya sambil menarikku.

Dia menarikku ke sebuah cafe bernama the kona beans. Gadis ini benar-benar pintar sekali memaksa orang… dia tetap memakan sandwich nya sambil menatap keluar jendela, dan sesekali tersenyum. Apa sih yang begitu lucu?. “oppa….” katanya memanggilku. Tapi dia menghentikan kalimatnya setelah melihatku

. Dia hanya menatapku dengan tatapan kosong. Tiba-tiba sinar matahari menyinari kami. Entah kenapa wajahnya yang begini terlihat begitu….. innocent, dan…. cantik. Tunggu dulu kenapa aku malah memperhatikannya seperti ini?. Aku segera mengalihkan pandanganku darinya, dia pun melakukan hal yang sama. “uhm…. ri rin-ah…” kata seorang pria yang sepertinya sudah lama berdiri disitu. Tatapan pria ini sedikit aneh. Tapi, rasanya aku pernah melihat tatapan seperti ini. Ini… seperti tatapan sungmin hyung saat dia melihatku dan ri rin bersama. Ini…. seperti….. tatapan cemburu?.

*jung hana point of view*

Haha! Ryeowook benar-benar pintar menyamar, dan membuat kode! XD dia sangat cantik tadi!. Siapa yang menyangka gadis manis yang kutemui tadi ternyata ryeowook?. “terima kasih telah mendekatkanku dengan seungri! Kau mau tahu tidak apa yang terjadi setelahnya?? Dia menyatakan perasaannya padaku kyaaakkkk!!! >\\<” artinya cepat terima ini, dan temui seungri, “omona!! Selamat miyoung-ah!! Jadi, kau jawab apa?!” artinya ok, baiklah, dimana dia?, dan “baiklah! Aku ke mouse rabbit sekarang!” artinya dia ada di cafe didekat tempat ini sekarang. Dan cafe didekat tempat tadi hanya ada satu kkk~~~~. Tiba-tiba aku teringat choi siwon. Aish! Bodohnya aku! Pasti dia curiga kenapa aku tertawa sendiri!. “oppa,”

kataku memanggilnya, berusaha untuk mengatakan alasan mengapa aku tertawa. Tapi, aku tak bisa melanjutkan kalimatku setelah mata kami bertemu. Dia pembunuh kan? Kenapa wajahnya begitu…. entahlah tampan, tapi….. terlihat…. sedih?. Kami memperhatikan satu sama lain cukup lama. Sampai akhirnya dia sadar kalau aku memperhatikannya, dan akhirnya aku pun mengalihkan pandanganku. “ri rin-ah” kata suara seorang pria yang sangat kukenal. Aku menoleh kearah sumber suara itu. “seungri oppa! Apakah miyoung sudah menemuimu?” kataku berpura-pura ceria sambil menggenggam tangan seungri, atau lebih tepatnya pura-pura menggenggam tangan seungri untuk memberikan flashdisk berisi data penelitian kemarin yang diberikan ryeowook tadi, padanya.

“ya, dia bilang dia masih bingung, tapi… sepertinya dia ingin menncoba menjalaninya denganku. Terima kasih ri rin-ah” jawabnya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari siwon. Ada apa sih? Dari tadi juga dia tidak berhenti menatap siwon. Aku menendang kakinya pelan agar dia mengalihkan pandangannya sebelum siwon curiga.  Dia langsung mengalihkan pandangannya padaku. “kalau begitu, aku pergi dulu… terima kasih ya…” katanya sambil tersenyum terpaksa. Sebelum pergi, dia membisikkan sesuatu yang tidak terlalu jelas kudengar. Entahlah, tapi sepertinya dia bilang ‘jung hana, i love you’.

“siapa pria tadi?” tanya siwon saat kami sampai di rumahnya. “oh, itu…. seungri oppa, pacarnya miyoung…” kataku sedikit muram. Masih sambil memikirkan apa yang diucapkan seungri tadi. “tidak, maksudku, si seungri itu…. apa hubungannya denganmu?” “eh? Memangnya kenapa?” “entahlah… rasanya dia terus memperhatikanku saat berbicara denganmu tadi…”. deg!. Seungri bodoooh!!! ><. Tuh, kan dia curiga! Aku harus jawab apa? ><. ‘bilang saja dia begitu pada semua orang yang tidak dikenalnya. Soal hubunganmu dengannya, dia adalah seniormu waktu kuliah’ suara ini! Daesung oppa! Yay! Aku lebih suka kalau pengawasku adalah daesung oppa, dia membantu lebih banyak daripada ryeowook, dan dia juga suka membuatku tenang, dan tertawa saat aku sedang gugup.

Tunggu, jangan salah paham, aku tidak menyukainya-__-“ ketika aku menyukai seseorang, aku selalu memikirkan masa depanku dengannya. Dia akan menjadi orang pertama yang kulihat saat aku bangun, dan orang terakhir yang aku lihat sebelum tidur, jadi jelas saja dia harus… umm…. good looking…. “oh, seungri oppa adalah seniorku waktu kuliah. Tenang saja, dia begitu pada setiap orang yang tidak dikenalnya, kok…..” jawabku, berpura-pura kalau kalimat itu berasal dari diriku sendiri. Siwon membuka mulutnya lagi untuk mengatakan sesuatu, tapi kemudian berpikir sebentar, dan kemudian hanya menjawab “oh”. Deg! Kenapa aku merasa…. dia… semakin curiga padaku?. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Seungri… ada apa lagi sih?. “oppa, aku, permisi sebentar”. Kataku pada siwon yang dari tadi hanya menatapku dengan tatapan curiga “ada apa lagi?” tanyaku pada seungri. ‘oh, jadi itu seungri… aku permisi dulu ya, beritahu aku kalau kalian sudah selesai’ kata daesung dengan nada menggoda. Ada apa sih sebenarnya?. hana-ya….” “apa?” “aku… minta maaf telah membuatmu menyelidiki kasus seperti ini…” katanya dengan nada sedikit sedih. Harusnya kau katakan itu sejak dulu!!!. “sekarang, kaburlah dari tempat itu, dan kembalilah, kau kutarik dari kasus ini.” ”apa?! seungri-ssi, mana mungkin aku….” “diamlah, dan turuti saja perintahku” “kau gila? Tidak! Aku tidak akan berhenti!” “hana-ya….”

“apa lagi?!” jawabku mulai sedikit berteriak karena kesal. “maaf….. aku…. hanya tidak ingin kau terluka… aku tidak mengira kasus ini akan menjadi besar, dan rumit seperti ini…” “kau kira aku anak kecil yang tidak bisa mengurus diriku sendiri?!” “bukan seperti itu hana-ya….” tunggu dulu, aku baru sadar… kenapa dari tadi pagi dia terus menerus bicara non-formal padaku?. “hana-ya… sebenarnya, aku… aku sudah lama menyukaimu, aku tidak ingin kau terluka, jadi, tolong pikirkanlah permintaanku tadi… tidak apa-apa jika kau tidak menyukaiku, tapi kumohon, pikirkanlah keselamatanmu sendiri, dan jangan terus menerus memikirkan organisasi… dan jujur saja… choi siwon, aku cemburu padanya…” apa? Dia… menyukaiku?. “seungri-ssi….” tiba-tiba terdengar bunyi ‘pip’ dari ponselku. Call ended.

‘hana-ya… sebenarnya, aku… aku sudah lama menyukaimu, aku tidak ingin kau terluka, jadi, tolong pikirkanlah permintaanku tadi… tidak apa-apa jika kau tidak menyukaiku, tapi kumohon, pikirkanlah keselamatanmu sendiri, dan jangan terus menerus memikirkan organisasi… dan jujur saja… choi siwon, aku cemburu padanya…’ kata-kata seungri itu terus terngiang ditelingaku bagaikan kaset yang rusak. “kau tidak apa-apa?” tanya siwon saat aku kembali dari toilet. “eh? Kenapa memangnya?” “tadi aku mendengarmu berteriak, jadi, apa kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi. “oh, tidak kok, aku hanya… bertengkar sedikit dengan temanku…” “oh” jawabnya sambil mengalihkan pandangannya ke TV lagi. Maybe he knows what should i do…. “oppa….” “eung?” katanya tanpa mengalihkan pandangannya dari TV sedikitpun. “aku ingin bertanya padamu….” “soal apa?” tanya siwon akhirnya mengalihkan pandangannya darI TV.

Aku pun melangkah ke sofa, dan duduk disebelahnya. “aku punya seorang teman pria…” “seungri?” “bukan…. sebut saja… ummm…. ryeowook.” Aku berbohong. Namanya memang betulan seungri kok-_-“. “jadi, kenapa dia?” “dia…. selama ini aku hanya menganggapnya sebagai teman, sekaligus rekan kerja… dan dia juga sepertinya begitu. Baru-baru ini, aku mendapatkan promosi di pekerjaanku…” “tunggu dulu, kau punya pekerjaan?” “bu, bukannya pekerjaan betulan… hanya pekerjaan yang pasif saja…” jawabku berbohong lagi. “jadi, baru-baru ini, aku dapat promosi, dan sekarang aku anggota tim-nya. Dan baru-baru ini, dia memberiku tugas yang saaaaaaaaaaangaaaaaattttttttt sulit untuk pemula sepertiku. Tapi, di tengah-tengah tugas yang sangat sulit itu, dia menarikku dari tugas itu, dengan alasan, dia tidak ingin aku terluka… dan saat aku protes, tiba-tiba, dia bilang, dia menyukaiku, dan sudah memperhatikanku sejak lama. Menurutmu, apakah dia benar benar menyukaiku?”. Dia hanya mengangguk mendengar pertanyaanku yang panjang lebar. “eh? Hanya itu saja jawabanmu?” tanyaku sedikit kesal. “haha… kau ini, masa begitu saja langsung kesal sih? Aku masih belum selesai bicara! Menurutku, ya, dia memang sangat menyukaimu…. makanya dia tidak ingin kau terluka, dan menarikmu dari tugas itu…” “tapi kalau dia tidak ingin aku terluka, kenapa dia memberiku tugas yang sangat sulit seperti itu dari awal?” “menurutku, itu karena dia ingin kau memperhatikannya, dan memiliki waktu lebih banyak dengannya.

Kalau kau diberi kasus yang sangat sulit, kau pasti akan terus memperhatikan atasanmu kan? Dan juga, pada awalnya, kau pasti menolak tugas itu, dan akhirnya mau tidak mau kau harus berbicara padanya. Dan juga, karena kau pegawai baru, pasti bos-mu akan mengawasi-mu menjalankan tugas, dan mau tidak mau kau akan menghabiskan waktu lebih banyak dengannya.

Kau tahu, kami laki-laki lebih pemalu daripada perempuan. Ketika kami menyukai seseorang, kami selalu tak pernah menunjukkannya…. kata-kata ‘aku suka padamu’ tidak akan semudah itu kami keluarkan…. yah… singkatnya, kami ini agak sulit…” “oh…. tunggu dulu, kenapa kau bisa tahu soal pekerjaan sejauh ini? Bukanya kau tidak bekerja?” tanyaku penasaran. “ayahku memiliki sebuah dept. Store…. tapi aku tidak terlalu akrab dengannya… aku hanya…. pergi ke tempatnya jika dibutuhkan saja… kau pikir, aku dapat uang untuk hidup dari mana?” jujur saja, aku baru tahu soal ini. “…. oh iya, menurutmu, apa yang harus kulakukan?” tanyaku lagi, kembali ke topik pembicaraan semula. “menurutku… sebaiknya kau… tak butuh saranku…. kau harusnya memikirkan sendiri soal jawabannya… just follow your heart….”. aku hanya menganggukkan kepalaku pelan mendengarkan jawabannya. “melihat dari reaksimu saat ini, persentase kau akan bilang ya lebih besar daripada persentase kemungkinan kau akan bilang tidak kkk~~~” aku memukul belakang kepalanya pelan. “kau ini… apa masalahmu sih?” “hahaha~ benar-benar! Ternyata kau cepat sekali marah!” “uh dasar…” jawabku dengan nada pura-pura kesal. Aku sedang mengerjakan tugasku kan sekarang? Mengapa aku merasa seperti hanya sedang berbicara saja?. Ternyata choi siwon orang yang menyenangkan….

*author’s point of view*

“hyung, kau benar-benar sudah kalah telak bahkan sebelum dia sempat menjawab pernyataan cintamu tadi…” kata daesung berkomentar memecah keheningan diantara dia, dan seungri yang sedang mendengarkan percakapan hana, dan siwon. Hanya ada mereka berdua di ruangan mereka saat itu. “diamlah.” Jawab seungri tanpa ekspresi. Dia begitu kesal menghadapi kenyataan bahwa dia kalah dari seorang psikopat yang baru saja hana kenal, choi siwon.

“sudah kubilang, kau salah menyuruh hana menjalankan tugas ini…” jawab daesung. “kubilang diamlah!!!” kata seungri mulai berteriak. “oh, baiklah… tapi aku yakin kau takkan membiarkan mereka berdua begitu saja kan? Jadi, apa rencanamu?” tanya daesung sambil menatap ke seungri tanpa ekspresi. “untuk saat ini belum ada. Tapi, kurasa sebaiknya kita tunggu dulu sampai hana menyadari perasaannya sendiri. Belum tentu kita benar…” “aku cukup yakin 90% kita benar…” jawab jiyong yang dari tadi hanya diam. sambil evil smirk, membuat wajahnya terlihat benar-benar licik. “jangan gegabah… kau tahu aku orang yang penuh persiapan…” jawab seungri evil smirk.

*jung hana point of view*

Ada apa ini? Kenapa sejak kemarin aku jadi aneh begini sih? Sejak dia memberiku solusi, follow your heart itu, aku tidak berani menatap matanya. Padahal apa hubungannya dengan dia? Ini kan masalahku dengan seungri….  kenapa setiap aku memikirkan what my heart said dan follow your heart itu aku selalu memikirkan wajahnya terus?><. Apakah aku menyukainya?? Tidak, tidak, dan tidak mungkin. Dia adalah seorang psikopat yang tidak bisa meninggalkan masa lalunya. Seungri jauh jauh jauh lebih baik darinya. Tapi…. aku tidak bisa merasa nyaman seperti saat aku bersama dengan choi siwon dengan seungri… jadi, sebenarnya aku ini mau apa???!!!! “hey, sedang memikirkan apa?” tanya siwon sambil menepuk bahuku pelan.

“oh, aku… hanya memikirkan masalah kemarin…” “kau masih belum menjawabnya?”. Aku hanya menggeleng sebagai jawaban. “laki-laki tidak suka menunggu terlalu lama, kau harus menjawabnya….” dia menasihatiku. Lagi. “uhm… begini, aku juga tidak tahu apa aku menyukainya atau tidak… tapi, saat aku merasa nyaman dengan seseorang, saat aku ingin terus bersamanya, saat dia membuatku tenang untuk segala kondisi, dan dia bisa menghiburku tanpa benar-benar menghibur, apakah itu cinta?” tanyaku, berusaha menanyakan kejelasan perasaanku padanya.

Dia hanya mengangguk. Apa???!!!. “ya, itu cinta, saat kau tidak ingin orang itu pergi darimu, saat kau hanya ingin dia melirikmu, saat apapun yang ia katakan terdengar manis, dan menghibur untukmu, ya, itu cinta…” jawabnya tanpa melirikku. Dia hanya menatap kedepan dengan tatapan kosong. “memangnya kenapa?” dia balik bertanya padaku. “ah, tidak…” “terkadang, kau bisa jatuh cinta pada orang yang tidak kau duga…” katanya masih tanpa melirikku.

*choi siwon point of view*

“terkadang, kau bisa jatuh cinta pada orang yang tidak kau duga…” yah… itu benar, seperti aku,  yang saat ini tiba-tiba menyukainya. Sejak kejadian pagi itu, aku tidak berani menatap matanya ataupun meliriknya. Ini benar-benar menakutkan… tapi kurasa perasaan ini sudah layu sebelum berkembang… sepertinya dia akan menerima pernyataan cinta dari boss-nya itu… aku hanya menatap kedepan dengan pandangan kosong, mengingat saat dia memergokiku sedang membunuh seseorang.

Tunggu dulu, membunuh seseorang?? Ternyata sudah berhari-hari aku tidak melakukan itu… sejak aku bertemu dengannya, aku bahkan sudah lupa soal itu… “jadi, menurutmu itu cinta?” tanyanya lagi yang membuat lamunanku buyar. Aku hanya mengangguk menjawabnya. Kemudian dia tersenyum. Deg! Aku tidak boleh meliriknya! Benar-benar tidak boleh! Daripada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi… “menurutku kau bukan psikopat…” katanya masih sambil tersenyum.

eh? Apa aku tidak salah dengar? Baru sekali ini ada orang yang tahu semua rahasiaku bilang begitu. “kau bukan psikopat, kau hanya stress karena orang yang kau sayangi saling menyakiti satu sama lain, dan meninggalkanmu sendirian di dunia ini… sebenarnya kau itu baik hati, hanya saja sifatmu yang satu itu telah lama terkubur jauh di lubuk hatimu…” “eh? jadi maksudmu aku hanya terjebak di masa laluku?” tanyaku sambil akhirnya meliriknya. Dia masih tersenyum.

Deg! Perasaan itu lagi… saat dimana kau merasa upside down, and your heart skips a beat. “yah… sejenis itu… sebenarnya kau tidak suka kan melihat orang lain meenderita karenamu? Tapi mau apa lagi, kau merasa diperlakukan sangat tidak adil… tak ada seorang pun mempercayaimu… aku juga pernah merasa seperti itu… saat di SD, aku pernah dituduh mencuri dompet, padahal bukan aku yang mencurinya, dan aku tahu siapa yang mencurinya, tapi aku tak bisa memberitahu, karena dia adalah sahabatku… jadi, akhirnya, aku menampar si pemilik dompet itu, dan kabur dari sekolah… keesokan harinya aku mendapat detensi, tapi setidaknya aku lega… setidaknya, temanku terlindungi, dan aku juga bebas dari hukuman mencuri dompet yang bahkan tidak kulakukan itu…” jawabnya sambil menatap kosong kedepannya, melihat flashback kejadian masa kecilnya. “manusia biasa melakukan hal seperti itu saat sedang terdesak… aku yakin kau sebenarnya adalah orang yang baik, tapi kau hanya terdesak, dan tidak punya pilihan lain, jadi kau melakukan hal seperti ini…” jawabnya masih sambil tersenyum, sambil mebelai pipiku, seolah-olah aku ini anak-anak atau apalah itu…tiba-tiba aku menahan tangannya, dan mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dia terlihat kaget. “o,oppa, apa yang…” “diamlah” jawabku. Tapi dia menghentikan gerakanku dengan tangannya.

you told me to follow what my heart said right??” aku hanya mengangguk sebagai jawaban. “my heart said that i choose you” katanya sambil berusaha menciumku duluan. Tiba-tiba handphone ri rin berbunyi. Ringtone-nya adalah sebuah lagu dari super junior M, kalau aku tidak salah, judulnya confession. “when you really love someone, just go for it, yeah!”. Lagu ini benar-benar…-___-“ aku tahu, tapi ini tidak semudah kedengarannya-___-“ apanya yang ‘just go for it’?!-..- siapa yang membuat lagu ini?-___-“ dia harus tahu dunia itu tidak mudah… dia langsung menjauhiku, dan aku melakukan hal yang sama. Dia langsung mengangkat teleponnya.

Aku sempat melihat caller ID yang tertera di layar handphone-nya. Miyoung? Temannya yang kemarin itu?. “halo, miyoung-ah” kata ri rin smbil mengangkat teleponnya. Aku agak kesulitan mendengar suara yang diseberang sana,tapi yang jelas, aku kurang yakin itu suara perempuan… teleponnya langsung diputus setelah orang itu menjawab. Ri rin langsung menoleh kearahku, dan bertanya “oppa, maaf ya, miyoung memintaku untuk menemuinya di dekat sini, mungkin masalah dengan seungri oppa? Boleh kan ya???”. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban meskipun aku masih sedikit curiga dengan suara si miyoung ini….

“oppa, aku pergi^^” teriak ri rin sebelum pergi. Setelah dia pergi cukup lama, aku baru sadar dia meninggalkan tasnya. Aku membuka tasnya, yah, aku tahu ini tidak sopan, tapi boleh kan?. Oh, dia juga meninggalkan handphone-nya… aku membuka handphone-nya dan melihat call historynya. Miyoung? Aku memberanikan diri menelepon si miyoung ini. “hey, ada apa? Kan sudah kubilang cepat datang!” suara seorang pria terdengar. Aku segera menirukan suara ri rin. “ma, maaf aku hanya tidak sengaja menekan nomormu…” sebelum akhirnya mematikan teleponnya. Suara pria itu… ini suara laki-laki yang kemarin kan? Kalau tidak salah namanya seung…ri?. aku lalu membuka lagi tasnya, dan melihat sebuah foto, dia, seungri, dan dua pria yang tidak kami kenal. T

unggu dulu, wajah pria ini… bukannya ini miyoung? Aku membalik foto itu, dan menemukan tulisan dibelakangnya. ‘tim bagian kasus pembunuhan, aku, seungri, ryeowook, dan daesung! Hwaiting!^^’ tim bagian  kasus pembunuhan?. Tidak, tidak mungkin kan dia seorang… spy?. Aku membuka tasnya lagi, dan menemukan sebuah pistol. No, it can’t be…

*jung hana point of view*

“cepatlah temui aku di luar”. Kenapa sih dia tiba-tiba menyuruhku menemuinya, dan kenapa tiba-tiba aku mengatakan hal seperti itu pada choi siwon?!. Tiba-tiba seseorang membekapku dari belakang. Apa ini? Kenapa aku jadi ngantuk? Chloroform?!. Aku sempat menoleh untuk melihat siapa yang melakukan ini padaku. Dia?! Apa yang dia lakukan?! Kenapa dia tiba-tiba melakukan ini?!.

Aku terbangun diruangan dengan penerangan yang sangat minim. Kedua tanganku terikat ke sebuah kursi. “YA! KWON JIYONG! KAU DIMANA?! KENAPA KAU MENCULIKKU SEPERTI INI?!” teriakku mencari seseorang yang menculikku. Ya, jiyong, dia yang menculikku. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dua orang pria. “maaf, hana-ya, tapi aku harus melakukan ini” kata suara yang terdengar akrab. Jiyong?!. “ya, benar, kau sudah kelewatan…” suara ini, daesung oppa?! Kenapa mereka melakukan ini padaku?!. Tiba-tiba seseorang berjalan mendekatiku… seungri?!. “maaf, hana-ya, tapi aku benar-benar harus melakukan ini, aku yang menyuruh jiyong, dan daesung menculikmu, maaf…” “apa?! Ke, kenapa kau melakukan ini padaku?! Memangnya apa salahku padamu?!” teriakku sambil berusaha melepaskan ikatan tali ini. “kau telah melakukan hal yang sangat salah… jatuh cinta kepada seorang pembunuh!

Sejak awal, aku memang salah menyuruhmu melakukan hal ini… hana-ya maafkan aku… sekarang, jangan pernah kembali kepadanya, dan mulailah sebuah awal yang baru bersamaku…” apa?! Dia sudah gila?!. Ugh, kenapa ikatan ini kuat sekali sih… yak! Akhirnya lepas!. “dengar ya, seungri-ssi, meskipun, dia adalah seorang pembunuh, setidaknya dia….” aku sengaja menggantungkan kalimatku untuk melepaskan tali yang masih melingkar ditanganku secara sempurna. “tidak akan pernah melakukan hal serendah yang telah kau lakukan ini!” teriakku sambil menendangnya tepat di wajah, dan berlari meninggalkan mereka bertiga. Jiyong, dan daesung hanya terdiam menatap apa yang barusan terjadi. “kalian ini kenapa malah bengong seperti itu?! Cepat, kejar dia!” teriak seungri memerintah jiyong, dan daesung. Jiyong, dan daesung langsung mengejarku. Sial, apa yang bisa kulakukan?!

Jiyong, dan daesung tidak sedang off guard seperti seungri tadi! Aku pasti kalah!. Aku melirik keseitar untuk melihat apa yang bisa kulakukan. Ah! Kursi!. Aku mengangkat kursi itu dan melemparkannya ke jiyong, daesung. Sepertinya, mereka berdua terluka. “jiyong-ah, daesung oppa, seungri-ssi, maaf!” teriakku sambil berlari meninggalkan mereka bertiga. Aish, aku harus pergi kemana?! Bisa saja jiyong, dan daesung masih mengejarku!. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku. Choi siwon?. Dia membawaku masuk ke apartemennya. Dia melepaskan genggamannya, dan mengatur napasnya yang masih sesak karena berlari. “tolong…. jelaskan… padaku…. apa artinya ini?” kata siwon masih sambil mengatur napasnya. “apa artinya apa?” tanyaku bingung.

“kau… kenapa kau membohongiku selama ini??? Kau adalah seorang spy kan?”. Apa? Da, darimana dia tahu soal itu?!. “rekan kerjamu, seungri, ryeowook, dan daesung, kau bekerja di bagian kasus-kasus pembunuhan, apakah itu benar?” “o,oppa, aku tidak mengerti apa yang kau katakan” “jangan berbohong!!! Kau… meninggalkan ini tadi” katanya berteriak sambil melemparkan tasku. “omo… “ bagaimana aku bisa seceroboh ini?!. “kukira… kau benar-benar menganggapku sebagai orang yang kau sukai…. ternyata aku bodoh, mana mungkin seorang spy bisa jatuh cinta kepada seorang pembunuh? Ya kan, nona jung hana?”. Ba, bahkan… dia sampai tahu nama asliku?.

“ka, kau… salah paham, aku… aku memang berbohong untuk kebanyakan hal padamu… tapi… soal perasaanku… itu adalah perasaanku yang sebenarnya padamu…” jawabku sedikit tergagap. Tiba-tiba dia mengarahkan pistolnya kearahku. “sudahlah, aku sudah muak denganmu” katanya sambil merubah arah pistol itu ke kepalanya sendiri. Dia… berniat bunuh diri?!. “o,oppa….” “mungkin memang beginilah akhir bagi seorang pembunuh seperti aku, dan sungmin hyung, membunuh dirinya sendiri”.

Tiba-tiba pintu terbuka. Ryeowook, Seungri, Daesung, dan Jiyong masuk. Daesung,  dan Jiyong menahan tngan siwon, sementara, ryeowook, memastikan aku aman dalam pelukannya. “hana-ya, kau tidak apa-apa kan?” tanya ryeowook panik sambil melihat kondisiku. “baiklah, sekarang, choi siwon, kau tak punya pilihan lain selain mengikuti kami” kata seungri sambil menunjukkan spy ID cardnya.

*choi siwon point of view*

Aku hanya duduk diam di ruang interogasi. “jadi kau sama sekali tak mau menjelaskan?” tanya pria yang baru saja memperkenalkan dirinya. Namanya adalah  ryeowook. Ternyata mereka tidak memakai nama samaran untuk hal-hal seperti ini-__-“. “kurasa tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Kuarasa gadis itu… siapa namanya? Hana? Sudah melaporkan semuanya pada kalian” “aku kurang yakin itu adalah semuanya…” “kalau begitu, kau tak mempercayai rekan kerjamu sendiri.”.

ryeowook hanya menggelengkan kepalanya, tanda pusing melayaniku. “HANA! JUNG HANA! CEPAT MASUK!” teriak ryeowook memanggil hana. “a, ada apa?” “dia client-mu kan? Tolong urusi, aku sudah pusing dengannya-__-“” kata ryeowook sambil memijat dahinya sendiri, dan pergi meninggalkan aku, dan hana sendirian. Hana hanya duduk di kursi didepanku. “kau marah padaku?” tanyanya sambil menopang dagunya. “tidak juga… kurasa ini hanya sudah waktunya saja… aku hanya tidak suka kau menipuku…” jawabku santai. Entahlah… aku bisa lebih bersantai kalau bersamanya, meskipun dia menipuku..

. “aku kan sudah bilang, aku hanya menipumu untuk beberapa hal saja… perasaanku padamu itu nyata…” jawabnya sambil tetap menopand dagunya. Tiba-tiba dia memegang tanganku. “ngomong-ngomong, hukumanmu telah dipastikan 5 tahun penjara..” “harusnya mereka menghukum mati saja..” “jangan begitu… setelah lima tahun ini, ayo kita mulai sebuah awal yang baru…” katanya sambil tersenyum. “baiklah, promise?” “i promise you” jawabnya sambil melingkarkan jari kelingkingnya ke jari kelingkingku.

*author’s point of view*

5 years later.

Jung hana berlari terburu-buru kearah sebuah tempat. “apa dia masih menunggu?” batinnya sambil terus berlari kearah sebuah cafe. Dia tersenyum kecil saat melihat orang itu masih menunggu. “sudah berapa lama kita tidak bertemu?” tanya hana pada orang itu. “entahlah, aku tidak pernah menemuimu” kata orang itu sambil menunjukkan senyumnya, dan berdiri.

“perkenalkan, namaku choi siwon, aku CEO dari Hyundai dept. Store, dan umurku 32 tahun, senang bertemu denganmu” kata orang itu sambil tersenyum, dan menyodorkan tangannya. Hana hanya menyalami tangannya, tersenyum, dan berkata “perkenalkan, namaku jung hana, 30 tahun, pekerjaanku adalah seorang spy, senang bertemu denganmu” “pastikan jangan ada kebohongan lagi diantara kita” kata siwon sambil tersenyum. “tentu. I promise you” jawab hana sambil balas tersenyum.

“kau tambah cantik setelah lima tahun” “kau juga bertambah tampan setelah lima tahun” “yah, lima tahun adalah waktu yang cukup lama” jawab siwon masih sambil tersenyum. “choi siwon, you told me to follow my heart, and my heart choosed you” batin hana sambil tersenyum memandang wajah orang yang sangat dicintainya dihadapannya.

*

*

*

EPILOG

“oppa! Ming oppa! Kau dimana??” tanya rin sambil berjalan kesana kemari dan mengintip ke setiap ruangan untuk mencari kekasihnya, lee sungmin. “ming oppa, kumohon” tiba-tiba dia mendengar suara seorang gadis dari dalam ruangan. Dia mengintip kedalam ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat itu. Dia tidak ingin mempercayai apa yang dilihatnya, ia mencubit pipinya sendiri untuk memastikan dia tidak bermimpi. Terasa sakit. Dia tidak bermimpi. “effie-ya…”. bahkan suara kekasihnya yang memanggil nama gadis lain, sambil memeluk gadis yang dia panggil effie itu pun terdengar sangat jelas.

Lee sungmin, pria yang sangat dipercayainya selama lima tahun belakangan ini ternyata telah mengkhianatinya. Dia tidak mampu lagi menahan berat badannya sendiri untuk berdiri, dan terjatuh menabrak pintu, membuat sungmin, dan gadis itu terkejut lalu menoleh kearahnya. “rin-ah…” panggilnya sambil menatap kekasihnya dengan tatapan kosong. Sejak awal rin sudah tahu, dia, dan lee sungmin itu terlalu bagus untuk menjadi nyata.

Too good to be true. Rin tidak mampu lagi mendapatkan tatapan seperti itu dari orang yang sangat dicintainya, dan pergi berlari meninggalkan semua ming, dan gadis yang tadi dia panggil effie itu. “rin-ah! Tunggu! Kau salah paham!” kata ming berusaha mengejarnya. “oppa, jangan tinggalkan aku, biarkanlah dia dan pergilah bersamaku” kata effie sambil memegang tangannya agar dia tak pergi lebih jauh. “lepaskan aku!” katanya, sambil melepaskan genggaman effie dengan kasar, dan pergi mengejar rin. Sial! Kenapa dia harus melihat kejadian tadi, dan salah paham sih?!. Dia merasa sedikit lega setelah melihat rin duduk di sebuah bangku taman sambil menangis. Syukurlah, dia tidak apa-apa. “rin-ah…” “sudahlah oppa, pergilah jika kau ingin pergi, pergilah, aku tak butuh penjelasan apa-apa, aku bisa mengerti, mana mungkin kau mau bertahan selama-lamanya dengan gadis membosankan, dan tidak cantik seperti aku, yang bahkan tidak bisa bernyanyi dengan merdu, yang bahkan hanya bisa membuat ilustrasi yang kekanak-kanakan untuk sebuah buku anak-anak, aku mengerti itu, gadis yang tidak punya bakat apa-apa dalam hukum, tapi berusaha keras masuk fakultas hukum, dan akhirnya tidak memiliki waktu luang untukmu, tidak akan ada yang mau dengan gadis seperti itu….” rin belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ketika ming tiba-tiba mencium bibirnya.

“menurutku, kau menyenangkan, dan menarik, sama sekali tidak membosankan, menurutku kau manis, dan imut, tidak jelek sedikitpun, aku tidak peduli meskipun kau tidak bisa bernyanyi dengan merdu, ilustrasi-mu sama sekali tidak kekanak-kanakan, aku bahkan bangga memiliki kekasih yang punya bakat, dan kemauan yang begitu besar, dan siapa bilang kau tidak punya bakat dalam hukum? Kau punya bakat, dan kemauan yang sangat hebat, itulah penyebab mereka menerimamu. Meskipun kau tidak punya banyak waktu luang untukku, itu semua demi masa depan, dan cita-citamu, menjadi seorang jaksa, aku sama sekali tidak pernah bosan denganmu, menurutku kau sempurna….”. tiba-tiba rin meletakkan jari telunjuknya didepan bibir ming. “sst…” katanya berbisik sambil tersenyum seolah berkata ‘tidak apa-apa’, dan mulai bernyanyi.

“if I could just get over you I would, don’t wanna love you anymore, and missing you is like fighting a war, it’s a battle, I’m losing, and I’d give up boy if I could, if I could walk away as easily as you, I would. Thought I’ve seen enough to know it all, but not enough to know how it feels to fall. But the kind of pain you left me with, it never seems to heal, and it never lets me go. Just tell me how to walk away, away from loving you, and I would”

Setelah selesai menyanyikan bait terakhir lagu itu, dia meninggalkan ming, dan membiarkan kesalahpahaman menghancurkan hubungan yang telah mereka bina seama lima tahun.

-THE END-

Admin’s Note: Untuk author lain kali tolong dikasih jarak ya setiap paragraf-nya agar tim kami tidak memakan waktu banyak untuk mengedit FF kamu, terimakasih, dimohon kerjasamanya di kedepanya 🙂

11 Comments (+add yours?)

  1. Flo
    Nov 02, 2013 @ 04:08:18

    jadi bukan salah ririnnya ninggalin ming dong..
    mingnya selingkuh kan tuh
    bagus deh, hana bisa bikin siwon oppa balik ke jalurnya
    ga jadi pembunuh lagi, sequel dong thor
    mereka nikah gitu, yg bahagianya deh..

    Reply

    • listen2ming
      Dec 11, 2013 @ 21:14:03

      Sebenernya ming ga selingkuh sih.-. Cuma kayak salah paham gitu deh… jd sama2 salah sebenrnya coupleyg satu ini XD sequel? Ok author pikirin dulu deh~

      Reply

  2. Addysti
    Nov 03, 2013 @ 01:23:38

    huft! capek bacanya >,< ngos2an sendiri.
    Fanfict yang keren! sayang mataku agak lelah bacanya…
    good job, thor!

    Reply

    • listen2ming
      Dec 11, 2013 @ 21:11:53

      ㅋㅋㅋ sebenernya author maunya bikin perchapter sih… tp rada males ngetikin satu2 (?) Jadi inilah oneshot superpanjang XD

      Reply

  3. Silmiii~
    Nov 03, 2013 @ 13:28:35

    ih sumpah speechless mau bilang apa. ini ff daebak banget!!!!
    bikin feelnya dapet bangeett..
    aduh kereeenn thorrr 🙂

    Reply

  4. novanofriani
    Nov 04, 2013 @ 11:10:29

    alur nya kyk keceepetan gitu thor, terus maksud epilog nya itu apa yah ?

    Reply

    • listen2ming
      Dec 11, 2013 @ 21:02:45

      Hehe maaf deh ^^ ini pertama kalinya author ngetik FF, ngetik sm nulis dikertas beda rupanya (?) Jadi rada bingung pas ngetiknya. Epilog itu sebenernya seharusnya kayak kejadian sebelumnya itu. Tp author yg salah itu harusnya prolog, karena itu sebelom cerita mulai^^

      Reply

    • listen2ming
      Dec 11, 2013 @ 21:09:06

      Iya ya? Hehe maaf deh^^ soalnya ini pertama kalinya author ngetik FF (biasanya cuma nulis di kertas ㅋㅋㅋ) jadi rada2 bingung.epilog itu kayak kejadian setelah/sebelumnya. Tp kalau disini author yg salah, itu harusnya prolog bukan epilog^^ *deep bow

      Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: