[FF Of The Week] Uncle Cho [3-END]

Uncle Cho

lTitle                      : Uncle Cho [3/3]

Author                  : Anno

Genre                   : Family, Romance

Rating                   : PG 16

Cast                       :

–          Cho Kyuhyun

–          Song Jihyun        (OC)

–          Dailey                    (OC)

–           Nicole                  (OC)

Note                      : Cerita ini terdiri dari beberapa sudut pandang (author, Kyuhyun dan Jihyun) berganti-ganti. Jadi perhatikan baik-baik biar gak tersesat J.

“ Kyuhyun, Dailey―bukan anakmu…”

DEG! Apalagi ini?

1

2

3

PRANG!

Jantungku serasa melompat saat Kyuhyun dengan sengaja membanting cangkir ke lantai. Pecahan cangkir itu berserakan di sekitar kaki Kyuhyun. Aku panik saat melihat beberapa merobek kulit kaki lelaki itu dan dengan cepat mengucurkan darah segar yang tidak ia pedulikan.

Kucengkeram telapak tangan kirinya semakin kuat.

“ Kau menciptakan lelucon apalagi, Nick? Sialan. Sekarang aku benar-benar ingin mencekikmu, gadis brengsek!!!” Kyuhyun berteriak kalap. Sekujur tubuhku merinding mendengarnya.

“ Beri aku lima menit untuk menyelesaikan penjelasanku. Demi Tuhan, Kyuhyun.. aku tidak akan melakukan hal ini jika bukan untuk menyelamatkan anakku dari tangan mereka

Kurasakan napas Kyuhyun tersengal di sampingku. Aku segera mengusap bahunya memberi ketenangan. “ Dengarkan dia. Demi Dailey, kau tidak boleh melukai Nicole” aku mengingatkannya.

Dengan helaan napas pasrah, akhirnya Kyuhyun menurut duduk di sofa. Dan Nicole memulai cerita panjangnya.

“ Selama ini keluargaku selalu memintaku pulang ke rumah. Tapi aku tidak bisa pulang, karena aku tahu Dailey tidak pernah merasa nyaman tinggal bersama keluargaku. Kemudian tak kusangka keluargaku akan menggunakan cara sekejam itu untuk membuatku kembali. Mereka berusaha memisahkan aku dengan Dailey” Nicole memandang Kyuhyun dengan tatapan putus asanya. Entahlah, saat ini aku tidak bisa menemukan dusta di setiap perkataannya. Justru wanita itu teramat sangat bersungguh-sungguh.

“ Tidak hanya itu. Kim Taehyun, ayah kandungnya telah mendengar hal ini. Taehyun juga berusaha merebut Dailey dariku. Hubungan kami tidak pernah baik. Aku selalu berpikir ketika Dailey berada di tangannya aku tidak akan bisa bertemu dengan anakku lagi. Aku sangat ketakutan. Saat itulah, aku tidak ada daya lagi untuk mempertahankan anakku. Hingga aku terpikir olehmu. Dailey akan aman bersamamu selama aku menyelesaikan masalah ini dengan keluargaku. Taehyun tidak akan pernah terpikir tentang aku akan menitipkan Dailey padamu”

“…”

“ Hanya dirimu, Kyuhyun.. aku tak bisa memikirkan siapapun lagi. Tapi aku takut kau masih menyimpan rasa benci itu padaku sampai saat ini. Maka dari itulah aku merekayasa kebohongan ini, supaya kau bisa menerima Dailey dengan baik”

Nicole mengakhiri ceritanya dengan kepala tertunduk dalam. Tangan Kyuhyun terasa basah di dalam genggamanku. Aku tahu lelaki ini sedang berusaha keras melawan emosi yang bergejolak hebat di dalam batinnya.

“ Maafkan aku .. aku sama sekali tak bermaksud untuk mengganggu hidupmu, apalagi sampai menghancurkan hubungan kalian. Sungguh, maafkan aku” Nicole terisak di tempatnya.

Aku menunggu Kyuhyun untuk bicara sesuatu menanggapi pengakuan Nicole. Tapi sekian menit sudah berlalu, lelaki itu tak kunjung membuka suaranya. Dan aku sadar Kyuhyun masih belum mampu memahami situasi ini. Terlebih mengontrol keterkejutannya.

Akhirnya aku memutuskan untuk angkat bicara. “ Sebaiknya kau pulang, Nicole-sshi. Dailey sudah terlalu lama menunggumu. Biar aku yang bicara dengannya”

“ Terima kasih, Jihyun-sshi. Aku sangat berterima kasih”

Kemudian Nicole berlalu. Begitu saja membawa Dailey pergi dari sisi Kyuhyun.

***

Aku membuka mata pagi ini, dan merasakan kosong pada sebagian hatiku. Aku sudah terbiasa dengan suara cicitnya membangunkanku. Suara Dailey yang hampir selalu bangun lebih pagi dariku. Dan hari ini aku tidak mendengar alarm itu, pula untuk pagi-pagi selanjutnya.

Aku mendesah keras. Menyadari belum genap satu hari kepergiannya, aku sudah diselimuti rindu akan wajah cerianya yang selalu menyambut bangun pagiku. Gadis malaikat itu, aku bahkan sudah hampir sempurna menerimanya sebagai anakku.

Bip!

Lamunanku pecah ketika telingaku menangkap dering singkat dari ponselku. Kubuka pesan singkat dari Song Jihyun.

Selamat pagi, Direktur Cho. Hidup membosankanmu kembali lagi, huh? Aku bertaruh sekarang kau sedang berpikir mengapa pagimu terasa sepi kali ini. Karena itulah dalam lima menit aku akan tiba di apartemenmu. See you soon^^

Senyumku merekah.

Ah, setidaknya aku sangat bersyukur gadis ini masih bertahan di sisiku.

***

Uncle Uncle!

Dailey memekik riang menyambut telponku hari ini. Dua hari setelah kembalinya dari apartemenku, aku baru menghubunginya sekarang.

“ Ley-ya, maafkan Uncle baru menelponmu hari ini”

No problem, Uncle. Uncle kan seorang direktur jadi pasti sangat sibuk. Aku bisa memakluminya”

Aku tersenyum. Tahu benar bahwa gadis malaikat ini akan mengerti.

“ Tapi Uncle, bagaimana ini? Dailey kangen sekali sama Uncle. Kapan kita bertemu lagi? Jangan-jangan Uncle tidak kangen sama Dailey” Dailey bersungut. Aku membayangkan bagaimana wajahnya setiap kali merajuk padaku. Bibirnya monyong dan mata hijaunya itu semakin kuat menghipnotisku, yang selalu membuatku kalah berdebat dengannya.

Ups, tapi Uncle menelpon hari ini karena mau mengajak Dailey jalan-jalan. How about Lotte Word?”

“ Benarkah?” Sekarang dalam bayanganku mata hijau itu sedang berbinar indah.

Yap! Weekend?”

Sure!

See you, Ley-ya

I love you, Uncle!”

***

Menjelang weekend aku justru dibuat super sibuk. Sekretarisku jatuh sakit dan terpaksa mengambil cuti tiga hari ke depan. Padahal tugasnya minggu ini cukup membabi buta karena momen besar di kantor kami semakin dekat. Ulang tahun ketiga serta bersamaan dengan peluncuran produk iklan baru bulan depan. Aku harus menjanjikan liburan ke Nami pada tim kreatifku yang diketua Song Jihyun agar mereka bersedia menyelesaikan tugas sekretarisku.

Aku sendiri juga tak lepas dari beberapa tugas sekretarisku. Malam ini aku harus menyelesaikan proposal peluncuran produk iklan untuk kantor pusat. Meskipun aku berlutut bahkan bersujud di hadapan ayahku, sang direktur terhormat itu takkan pernah membubuhkan tanda tangannya pada surat perizinan selama proposal yang selayak-layaknya itu tidak mejeng di atas mejanya besok pagi. Catat. Besok pagi. Tidak ada siang, sore, malam ataupun pagi di hari lain.

Jadilah malam ini aku lembur di apartemen. Berkutat dengan laptop dan secangkir kopi yang kalau tidak salah menghitung ini sudah cangkir ketiga kalinya. Kini kantukku terbang entah kemana.

Kulirik jam dinding kamar. Pukul 03.40 pagi. Aku mendesah. Tinggal menyelesaikan bagian anggaran dana dan aku akan segera mencium kasurku. Kemudian tanpa sengaja mataku tertumbuk pada bingkai foto di atas meja kerjaku. Di sana terdapat protretku yang menggendong Dailey serta Jihyun yang berdiri di sisi kananku. Ketiganya memasang tampang konyol.

Aku tersenyum. Hari minggu ini aku akan bertemu Dailey. Yah, inilah satu-satunya yang bisa kuharapkan untuk mengikis kepenatanku atas segala pekerjaan yang rasanya bisa saja membunuhku secara perlahan. Mungkin sebaiknya aku cepat-cepat menikahi Jihyun. Setidaknya ada yang mengurus diriku yang aku sendiri menyaksikannya kerap terlihat menyedihkan.

Tet tet tet….

Bel apartemen berbunyi seketika menyentak lamunanku. Aku diam mempertajam telingaku, mungkin saja aku salah dengar. Mana ada orang bertamu sepagi ini? Tapi kemudian bel itu berdering lagi, semakin tidak sabar.

“ Cho Kyuhyun-sshi! Kau mendengarku? Cho Kyuhyun tolong buka pintunya!!”

Well, memang benar ada yang datang. Aku bergegas menuju pintu dengan berbagai asumsi menggelantung di pikiranku. Kurasa orang bersuara wanita ini sedang dalam keadaan darurat. Aku tak sempat menangkap suaranya yang tak asing di telingaku.

Aku membuka pintu dan terperangah bukan main.

Uncle..” suara mungil yang kurindukan itu memanggilku lemah, tanpa daya. Aku shock melihatnya menangis di gendongan Sarah. Apalagi darah yang sudah tampak mengering di dahinya.

Dailey melompat ke pelukanku sebelum aku sempat menyadari situasi yang amat mengejutkan ini. Ia kini sudah menangis pilu di bahuku. Terisak kuat. Gadis ini menangis dari kapan? Pertanyaan itu sangatlah tak penting kulontarkan.

“ Ada apa ini? Dailey kenapa?” aku memburu Sarah yang sama kacaunya dengan Dailey. Matanya yang merah terus mengeluarkan cairan bening. Menangis tergugu.

“ Kyuhyun-sshi, tolong Nick.. tolong Dailey..” Sarah meracau dalam tangisnya. Aku kebingungan, namun satu yang kudapati setelah melihat ini.

Berbagai firasat buruk dengan cepat menerjang batinku.

Ya Tuhan, ini apalagi?

***

Aku segera melesat menuju rumah sakit pagi ini setelah menerima telpon dari Kyuhyun. Mendengar suara paniknya yang mengatakan bahwa ia tidak bisa membangunkan Dailey. Tanpa pikir lagi aku memerintahkan Kyuhyun untuk membawa bocah itu ke rumah sakit. Meskipun sebelum ini aku tidak tahu apa yang terjadi pada Dailey dan bagaimana anak itu bisa berada di tempat Kyuhyun―karena mendengar suara Kyuhyun yang super panik aku tidak bisa menuntut penjelasan apapun dari lelaki itu melalui telepon, tapi aku yakin Dailey yang tidak bisa bangun pasti karena ada sesuatu yang salah di dalam tubuhnya.

Dan di sinilah aku mengetahui semuanya.

Nicole meninggal. Dan anaknya si gadis malaikat itu terpuruk sedalam-dalamnya. Aku mendengar berita ini dari tetangga sekaligus sahabat Nicole―Sarah―yang mengantar Dailey ke apartemen Kyuhyun menjelang subuh tadi. Desas desus yang ia tangkap dari mulut tetangga lain adalah tengah malam tadi ayah kandung Dailey datang ke rumah Nicole untuk membawa Dailey pergi. Karena Nicole tidak menginjinkan, maka terjadilah pertengkaran hebat di dalam rumah mereka. Sampai ketika, entah sengaja atau tidak, ayah Dailey mendorong tubuh Nicole hingga jatuh berguling di tangga. Dalam keadaan lemah dan terluka Nicole berusaha membawa Dailey lari dari kejaran pria itu. Sepertinya meminta pertolongan pada Sarah. Sarah yang mendengar jeritan Nicole langsung bergegas keluar. Namun semuanya terlambat.

Kecelakaan itu terjadi sangat cepat, tepat saat Sarah membuka pintu rumahnya. Nicole sempat mendorong Dailey sebelum sebuah mobil menghantam tubuhnya. Nicole tewas di tempat. Di hadapan anaknya.

Saat mendengar berita itu yang kupikirkan adalah, aku benar-benar tidak tahu mengapa Tuhan memberi ujian begitu berat pada anak sebaik malaikat itu.

Kyuhyun masih di sana. Duduk di samping ranjang Dailey menggenggam tangan mungil itu. Tak pernah beranjak sedikitpun dari tempatnya sekarang semenjak Dailey berada di kamar ini. Aku melangkah mendekati mereka. Memandang wajah polos Dailey yang terbalut perban melingkari keningnya. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anak itu saat ia terbangun nanti. Akan tetapi aku bisa mengetahui apa yang dirasakan gadis kecil itu. Sama seperti yang kurasakan saat tragedi dua tahun silam. Masa terburuk yang pernah terjadi di dalam hidupku.

Demi Tuhan, aku saja teramat sangat kesulitan saat itu, hampir hampir tak mampu bertahan hidup. Apalagi Dailey, yang di dunia ini hanya memiliki Nicole untuk ia minta perlindungan. Yang aku tahu dengan jelas bahwa cinta anak itu terhadap ibunya terlampau besar.

“ Aku akan menuntut lelaki brengsek itu. Secepatnya setelah ini, setelah Dailey pulih” Kyuhyun berkata dengan suara paraunya namun penuh penekanan. Tanpa melarikan tatapannya pada wajah bocah itu.

Aku mendesah, kuusap bahunya dengan pelan berharap ini dapat mereda emosinya. “ Itu murni kecelakaan, Kyuhyun-ah. Lagipula tanpa kau bertindakpun polisi sudah mengurusnya” kataku menenangkan.

Kyuhyun mengangguk enggan, kedua matanya memancarkan kegelisahan yang begitu besar. “ Aku hanya tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya nanti. Bagaimana kalau dia menanyakan ibunya? Hyun, di dunia ini Dailey hanya memiliki Nicole”

“ Aku tahu”

Kyuhyun tidak menanggapi. Wajahnya tiba-tiba menegang saat mata Dailey berkerut, mengerjap beberapa kali kemudian terbuka sempurna. Sesaat wajahnya terlihat menyapu sekeliling, seolah mencari sesuatu. Dan ketika tidak menemukan apa yang ia cari, tatapannya mendarat pada Kyuhyun yang tampak tidak tenang. Akupun sama.

Tegang menunggu apa yang akan diucapkan anak itu pertama kali setelah ia sadar. Dan dugaan kami benar…

Uncle, Mom di mana?”

***

Setelah aku dengan amat sangat hati-hati menjelaskan apa yang terjadi pada ibunya, Dailey seketika itu menangis meraung-raung. Hingga dokter terpaksa menyuntik penenang ke selang infusnya. Dokter mengatakan kondisi fisik Dailey tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keadaan ini lebih diakibatkan karena psikis anak itu yang terguncang hebat.

Justru inilah yang sangat kucemaskan dari awal. Dan akhirnya nyata terjadi.

Jihyun menyuruhku untuk pulang sebentar. Menolong tubuhku yang sejak membuka mata tujuh jam yang lalu belum terisi makanan apapun. Sementara Jihyun menjaga Dailey, aku hanya perlu ke rumah untuk mandi dan beristirahat sejenak. Mampir ke kantor barang beberapa menit untuk mengurusi berbagai hal yang tidak bisa kutinggalkan. Selebihnya aku serahkan semuanya pada orang kantor.

Dan sorenya aku kembali ke rumah sakit. Menemukan Dailey yang telah sadar lagi. Tetapi ada yang berbeda dari gadis mungil itu, yang langsung menohok jantungku keras saat menyadarinya.

Dailey tidak bisa berbicara.

***

Dailey tidak bisa bicara. Atau mungkin lebih tepat kukatakan ia tak mau bicara. Gadis itu sadar kembali tepat saat Kyuhyun tiba di sini. Bangun dengan kebisuannya.

Dokter Jung membawa rekannya seorang psikiater untuk mengecek kondisi Dailey. Tak lama kemudian aku dan Kyuhyun mendapatkan satu vonis menyakitkan dari psikiater itu bahwa Dailey mengalami Selective Mutism. Bisu akibat trauma.

Tenagaku serasa menguap melemaskan otot-otot di tubuhku. Kyuhyunpun begitu. Tanpa menanggapi keterangan dari dokter, ia langsung berlalu begitu saja memilih untuk menutup telinganya dan kembali masuk ke kamar Dailey.

“ Aku tahu ini sangat berat untuk kalian. Menghadapi anak yang memiliki trauma hebat amat sangat tidak mudah” kata Dokter Han, sang psikiater wanita yang saat ini berdiri di sampingku memperhatikan Kyuhyun yang berbicara sepihak dengan Dailey.

“ Percayalah, gadis cantik itu bukannya menolak berbicara. Dia justru ingin sekali dapat menyampaikan keluh kesahnya pada orang lain. Tetapi karena kecemasan luar biasa yang ia tanggung membuatnya tak mampu berkata apapun. SM bukanlah penderitaan yang permanen. Asal ia bisa sedikit demi sedikit mengikis kecemasannya. Dan untuk itu Dailey sangat membutuhkan kalian”

Kutatap nanar Kyuhyun yang masih berusaha mengajak Dailey berinteraksi. Namun gadis itu masih bertahan dengan bungkamnya meskipun sesekali ia tersenyum tipis pada Kyuhyun. Memaksaku untuk membuka mata lebar-lebar menyaksikan kenyataan pahit itu.

***

Sepuluh hari berlalu terasa sangat lambat dan menyakitkan. Menyakitkan melihat perubahan total gadis kecil itu dari yang luar biasa ceria penuh celoteh di bibirnya menjadi diam layaknya patung. Sepuluh hari itu pula genap Dailey absen dari sekolahnya dan menolak berinteraksi dengan dunia di luar apartemen Kyuhyun.

Segala cara telah Kyuhyun kerahkan demi mengembalikan keceriaan Dailey. Atau setidaknya melenyapkan vonis Selective Mutism itu. Ia menjadi super sibuk dengan urusan kantor dan gadis kecilnya. Pagi ia mengurusi Dailey sekaligus kantor, siang meeting dengan rekan bisnis, sore setiap tiga hari dalam seminggu bertemu dengan Dokter Han untuk konsultasi mengenai Dailey, dan malam Dailey lagi. Aku melakukan sisanya. Menjaga Dailey, membantu Kyuhyun mencari solusi yang terbaik dan yang paling penting memberinya peringatan untuk selalu makan dan istirahat yang cukup. Aku mencemaskan tubuhnya yang mulai mengurus serta lingkaran matanya yang menghitam.

Saat ini yang harus kutanamkan dalam pikiranku adalah aku tidak boleh meninggalkan Kyuhyun meski barang sebentar saja. Lelaki itu membutuhkanku.

Aku menutup pintu setelah berhasil menidurkan Dailey di kamar Kyuhyun. Baru saja tangis anak itu pecah secara mengejutkan, seolah memperlihatkan keputusasaannya yang tak kunjung mampu bicara. Dokter Han benar, saat ini Dailey sangat ingin menyampaikan perasaannya kepada orang lain. Tapi ia tidak mampu. Dan gadis kecil itu mulai dibuat frustasi karenanya.

Sesaat aku teringat jeritan panik Kyuhyun di telpon, mengabarkan Dailey tiba-tiba menangis tak terkendali. Dan Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang kutemukan lelaki itu duduk di balik meja, memandangku putus asa.

“ Mau kubuatkan teh panas?” tawarku kepadanya.

“ Tidak, duduk di sini saja” Kyuhyun menolak sembari menunjuk satu kursi di sampingnya. Aku menurutinya duduk di kursi membawa segelas air hangat untuknya.

Aku menarik napas perlahan. “ Dailey menangis itu kemajuan, Kyu. Dia bahkan menangis dengan suaranya, meskipun masih tidak mampu bicara”

Kyuhyun mengusap wajah letihnya. Aku yakin dia belum sempat mandi sepulang dari kantor tadi.

“ Entahlah. Aku sangat bingung harus melakukan apa sebelum kau datang”

“ Lalu?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatapku tak berdaya. “ Hyun, bukan aku yang Dailey butuhkan. Tapi Nicole”

Dahiku berkerut. “ Lantas? Kau mau menyerah?”

Kyuhyun menghempaskan tatapannya pada gelas yang ada di depannya, tidak menjawab pertanyaanku. “ Nicole gadis yang baik, Hyun. Terlepas dari penghiatan yang pernah dilakukannya, dia sangat menyayangi Dailey. Lebih dari apapun. Itu yang tak bisa kuberikan pada anak itu. Aku tidak menyayangi Dailey sebesar kasih sayang Nicole”

Aku menghela napas panjang mendapati tanda-tanda keputusasaan Kyuhyun. Kutarik kedua tangannya mendekati gelas itu dan menempelkannya di sana dengan tanganku yang menggenggamnya di luar. Menyalurkan kehangatan pada tangannya yang begitu dingin. Kyuhyun hanya memandang wajahku menerima perlakuanku.

Aku menatapnya tenang. “ Dailey tidak butuh kasih sayang sebesar itu untuk sembuh. Yang dia butuhkan hanyalah Uncle­-nya yang ia cintai”

“ Hyun…” Kyuhyun tak setuju.

“ Dulu kau bisa mengangkat aku dari jurang menyakitkan itu, mengapa sekarang tidak? Aku di sini, Kyuhyun-ah. Aku yang akan menguatkanmu untuk Dailey”

Kyuhyun menatapku beberapa saat lagi, mencoba mencari keseriusan di dalam mataku. Aku tidak perlu berusaha terlihat serius di matanya karena memang itulah yang sungguh ingin kulakukan. Kemudian Kyuhyun mendekap kepalaku ke dadanya. Aku bisa merasakan kelegaan di dalam napasnya.

“ Maafkan aku, akhir-akhir ini aku tidak memiliki waktu untukmu. Kau pasti merasa terabaikan”

Aku mencibir. “ Cish, jangan merasa tenang secepat itu, direktur Cho. Aku akan menagih waktu itu suatu saat nanti”

Kyuhyun tertawa lepas. Untuk pertama kalinya sejak sepuluh hari yang lalu.

“ Terima kasih, Hyun. Aku benar-benar membutuhkan ini.

***

Malam sudah semakin larut namun kedua mata anak ini masih terbuka penuh―memandangi hiasan-hiasan tata surya yang menempel di langit-langit kamar. Mata yang biasanya hidup itu kini menatap kosong. Aku tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat ini. Apa ia sedang memikirkan Nicole? Merindukan ibunya?

“ Dailey nggak bisa tidur, ya?”

Wajah Dailey bergerak ke samping menatapku―mengangguk kecil.

Uncle juga. Bagaimana kalau uncle mendongeng? Tapi dongeng apa ya?”

Mata gadis mungil itu hanya berkedip-kedip menatapku. Seolah mengikuti apa saja cerita yang akan kubagi dengannya. Baiklah, kali ini aku harus memikirkan cerita yang bisa menghidupkan kembali keceriaan gadis malaikat itu.

Dan dengan segera skenario cerita itu mengaliri pikiranku…

“ Ada seorang gadis kecil yang saaaangat cantik, namanya Kim Jinju. Jinju tinggal di sebuah desa yang memiliki beragam keindahan. Laut biru yang membentang sangat luas, dengan pasir-pasirnya yang selembut salju. Menyimpan kekayaan yang harganya tidak berhingga. Gadis cantik itu tinggal bersama ayah, ibu dan neneknya. Mereka setiap menjelang malam selalu menyaksikan sunset yang indah tiada tara di pantai dekat rumah mereka. Jinju sangat suka melihat segala keindahan”

Dailey mulai menikmati ceritaku. Aku sendiri belum tahu kemana aliran cerita ini akan bermuara, aku hanya berusaha merangkai kata yang mudah dipahami oleh gadis malaikat itu.

“ Teman-teman Jinju sangat iri dengan kecantikannya, karena saking cantiknya mereka selalu bilang pada Jinju bahwa wajah Jinju secantik peri. Padahal kan mereka belum pernah melihat peri”

Dailey tertawa tanpa suara.

“ Tapi hati Jinju sangat baik. Dia nggak pernah menyombongkan diri pada teman-temannya dan ia selalu bersyukur atas segala keindahan yang diberikan Tuhan kepadanya. Pada suatu hari ayah dan ibu Jinju mengajaknya mendaki sebuah bukit yang terlihat jauh dari belakang rumahnya. Mereka berkata pada Jinju bahwa bukit itu memiliki keindahan yang jauh berkali lipat indahnya dari yang pernah Jinju lihat. Bukit itu dihiasi ribuan bunga yang amat sangat cantik. Secantik Dailey”

Bocah malaikat ini tersenyum manis kepadaku.

“ Gadis cantik itu dengan senang hati menyetujuinya. Maka berangkatlah mereka pagi itu. Mendaki bukit yang tingginya terlihat seperti mencapai langit. Tapi sepanjang perjalanan gadis itu tidak pernah merasa lelah, karena ia selalu terperangah kagum oleh keindahan di bukit itu. Hingga tiba-tiba hujan lebat datang membawa badai kecil di bukit itu. Ayah dan ibu Jinju akhirnya memutuskan untuk turun dari bukit dan berjanji kepada gadis itu akan mengajaknya kembali suatu hari nanti. Namun di tengah perjalanan karena jalannya sangat licin, ayah Jinju terpeleset dan jatuh ke jurang. Begitu pula dengan Ibunya beserta Jinju yang jatuh di sisi jurang yang lain”

Aku menarik napas panjang. Tak kusangka cerita ini mengalir begitu saja dari otakku dan langsung kusampaikan pada Dailey tanpa ku-edit sepatah katapun.

“ Keesokan harinya Jinju tersadar dan mendapati matanya gelap tidak bisa melihat apa-apa. Sang nenek dengan sedih mengatakan bahwa mata Jinju buta. Jinju menangis sejadi-jadinya. Untuk pertama kalinya gadis cantik itu mengeluarkan air mata. Apalagi setelah mendengar bahwa kedua orangtuanya meninggal dunia. Jinju merasakan hatinya sangat sakit sampai ia kesulitan bernapas”

Aku sengaja memberi gambaran perasaan si tokoh seperti apa yang dialami gadis mungil di sampingku ini. Dan sepertinya aku berhasil, senyum gadis itu lenyap seketika tergantikan dengan kepiluan yang sumpah demi Tuhan aku tak ingin menyaksikannya. Tapi hanya ini satu cara yang kumiliki saat ini untuk mengajarkan Dailey agar ia bisa mengikhlaskan kepergian ibunya.

“ Sang nenek meminta Jinju untuk menjalani pengobatan agar Jinju bisa melihat lagi. Tapi Jinju menolak, ia merasa tidak ada lagi keindahan yang dapat dilihat dengan kedua matanya bersama orangtuanya. Sampai bertahun-tahun Jinju hidup dalam kegelapan. Tidak bisa lagi melihat laut beserta pasirnya yang selembut salju, dan sunset yang indah tiada tara. Yang ia lakukan hanya menangis setiap hari di tepian pantai sambil berdoa kepada Tuhan agar mengembalikan ayah ibu kepadanya.”

“ Suatu hari saat Jinju beranjak dewasa, ia bertemu dengan seorang pangeran yang sedang berjalan-jalan menikmati indahnya pantai itu. Sang pangeran melihat wajah cantik Jinju yang terus menerus mengeluarkan kristal bening. Hati pangeran itu sangat sedih. Ia mengusap air mata Jinju dengan lembut dan mencium kedua mata Jinju. Dan saat itulah keajaiban terjadi. Jinju membuka kedua matanya dan mendapati pangeran tampan berdiri di hadapannya. Pangeran itu berkata kepada Jinju bahwa mulai saat ini ia akan menciptakan kebahagiaan untuk Jinju. Jinju bisa melihat kembali, ia bahagia luar biasa. Saat itu ia menyadari bahwa keindahan itu masih ada, dan ia masih bisa melihat dan menikmatinya. Pada akhirnya Jinju hidup bahagia bersama pangeran tampan itu. Dan ia berharap kepada Tuhan bahwa orangtuanya mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan. Seindah apa yang pernah ia lihat”

Aku mengakhiri ceritaku dengan membelai rambut Dailey. Gadis kecil itu tersenyum lebar seolah puas dengan ceritaku. Yang tak kusangka kemudian adalah, Dailey bergerak mendekatiku dan mencium keningku. Hatiku bergetar, air mataku merebak. Tanpa kata-kata, malaikat itu mengalirkan rasa cintanya kepadaku. Aku bisa merasakannya. Lalu Dailey memelukku dalam tidurnya.

Aku hanya berharap, Dailey mampu menangkap pesan yang kukirim lewat ceritaku ini. Dan ketika pagi menjelang nanti, setidaknya luka itu terkikis meski hanya sepersekian persen.

***

Dailey menangis lagi.

Aku bisa melihat betapa frustasinya anak itu menghadapi traumanya sendiri. Ia terus menangis, memanggil ibunya―pada sisi ini aku teramat sangat lega akhirnya bisa kembali mendengar suara bocah malaikat itu. Kyuhyun mungkin menyadarinya, namun ia terlalu kalut menghadapi Dailey yang menangis pilu di dalam pelukannya. Nyaris melewati satu jam bocah itu menangis tergugu dan tidak mau lepas dari pelukan Kyuhyun.

Aku membiarkan mereka berdua, karena kurasa saat ini hanya Kyuhyun yang dapat memberikan ketenangan untuk Dailey.

Kyuhyun menarik sedikit paksa tubuh Dailey dari pelukannya, mengusap wajah sembab anak itu. Dan kembali berusaha mengajak Dailey bicara. “ Ley-ya, please.. bicara sama Uncle. Dailey kenapa?”

“ Dailey takut, Uncle..” isak Dailey lirih. Demi Tuhan, akhirnya setelah terpuruk selama ini―aku tahu ia anak yang kuat.

“ Kenapa takut?” Mata Kyuhyun menatap anak itu penuh kasih sayang. Menyadarkanku bahwa pria itu sudah sangat pantas menjadi seorang ayah. Ya, ayah Dailey.

“ Sekarang Dailey sendiri, Uncle. Dailey sangat takut” tutur bocah itu dengan bibirnya yang bergetar.

“ Lalu Uncle bagaimana? Apa Dailey tidak bisa melihat Uncle di sini?” kata Kyuhyun lembut, mengusap kedua tangan mungil Dailey yang berada dalam genggamannya. Melihat ini mengingatkanku tentang apa yang pernah dilakukan Kyuhyun padaku saat aku kehilangan orangtuaku dua tahun silam. Yang membuatku semakin jatuh ke dalam pesona lelaki itu.

Mata sendu bocah malaikat itu hanya memandangi Kyuhyun.

“ Ley­-ya, mulai saat ini Uncle akan menjadi Mom sekaligus Dad untuk Dailey. Kalau Mom bisa kenapa Uncle tidak? Kan Dailey sendiri yang bilang kalau Uncle ini sangat keren dan hebat. Tapi Uncle mohon satu hal sama Dailey. Uncle tidak akan meminta Dailey melupakan Mom, justru Dailey harus selalu mengenang Mom yang paling hebat sedunia. Dan percayalah suatu saat nanti kalian akan bersatu kembali. Tapi sebelum itu Dailey harus menjadi anak yang selalu tersenyum untuk Uncle. Hanya itu. Mudah sekali kan?”

“ Mengapa Dailey harus tersenyum untuk Uncle?” tanya anak polos itu di sisa isak tangisnya.

“ Karena melihat Dailey tersenyum Uncle jadi tahu bahwa Uncle mencintai Dailey, dan bahwa Tuhan begitu baik telah mengirim Dailey untuk menjadi malaikat di sisi Uncle

Dailey masih memandang Kyuhyun dalam diam. Berusaha mencerna setiap kalimat Uncle-nya itu. sementara aku sendiri justru menyadari cairan ini semakin deras terjun menuruni pipiku. Aku sangat terharu. Melihat dua orang yang kucintai sedang berusaha saling memahami.

Uncle…” Dailey mendesah lirih. Mengulurkan kedua tangannya meminta Kyuhyun untuk mendekapnya. Kyuhyun langsung berhambur memeluknya.

Uncle…” gumam gadis mungil itu sekali lagi, kedua tangannya memeluk leher Kyuhyun dengan erat seolah tak ingin terlepas sampai kapanpun. Sementara Kyuhyun hanya menggunakan kedua tangannya untuk mengusap rambut dan punggung Dailey dengan pelan, mulutnya bungkam.

Kuusap kedua pipiku yang basah lalu bergerak menghampiri mereka. Duduk berhadapan dengan Kyuhyun―di belakang Dailey. Dan dari sinilah aku mampu menangkap jelas kristal bening itu juga membanjiri pipinya. Demi Tuhan, seterpuruk apapun Kyuhyun, aku tak pernah melihatnya sampai menitikkan air mata seperti ini.

Aku mengangkat tanganku, ibu jariku dengan lembut mengusap pipi Kyuhyun. Lelaki itu hanya tersenyum malu padaku. Namun menit berikutnya matanya terbelalak saat wajahku bergerak maju mendekatinya lalu mendaratkan kecupan lembut di bibirnya.

Hanya ini yang bisa kulakukan saat ini. Mencoba memberi secuil kekuatan untuk dirinya yang mulai detik ini akan selalu melindungi gadis malaikat itu dengan segenap hati. Karena Kyuhyun mencintainya.

Lalu kudekatkan bibirku ke telinganya dan membisikkan satu kalimat padanya. Kalimat kekuatan.

“ Kau adalah pria paling keren sedunia dan aku sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun”

***

“ Perkenalkan! Dailey Cho, gadis paling cantik dan terhebat sedunia. Putri dari pria paling tampan dan paling keren, Cho Kyuhyun!”

Semua melongo. Kyuhyun tiba-tiba muncul bersama Dailey. Mereka berdua berhasil menciptakan kehebohan pagi ini. Aku hanya terkikik geli melihat bagaimana lelaki itu dengan percaya dirinya yang kelewat batas memperkenalkan anak manis itu sebagai putrinya.

Mwoya? Ley-ya benarkah itu?” Park Joon tampak cukup shock. Tentu saja ia tak tahu cerita mengharu biru selama ini.

Dailey manggut-manggut menggemaskan, “ yes, ajjushi. Cho Kyuhyun is my dad.”

“ Kalau begitu―” Park Joon melirikku aneh. “ Song Jihyun .. adalah ibumu?” lelaki itu sengaja memenggal setiap kata-katanya dengan geli. Sengaja mengejekku. Aku sontak melototinya.

Kulihat Dailey memandangku sejenak kemudian mendongak menatap ayah ‘baru’nya. Kyuhyun mengangguk pada gadis kecil itu seolah memberi tanda persetujuan yang entah tentang apa. Kemudian Dailey nyengir kembali melempar tatapannya padaku.

Astaga manis sekali anak itu.

“ Kebahagiaan kami akan lengkap bila Bibi Song menjadi Mom Dailey” tukasnya polos.

Dadaku buncah seketika.

Kyuhyun melarikan tatapan sok tidak pedulinya ke arah lain sambil berkacak pinggang. Angkuh sekaligus konyol. Tapi tidak bisa menyembunyikan senyum suka citanya dari mataku.

“ Benarkan Dad?” Dailey menggenggam jemari Kyuhyun menarik tatapan lelaki itu padanya.

Kini Kyuhyun menatapku. Menyunggingkan senyum polos. Matanya memancarkan sebuah kelegaan yang begitu besar. Lelaki hebat itu telah melewati satu masa yang memberinya banyak pelajaran dengan baik. Aku tak lagi menemukan mimik egoisnya yang dulu kerap membuatku menghela napas panjang.

Dailey, anak manis itu berhasil merubah Kyuhyun menjadi pria yang semakin hebat. Sempurna sebagai lelaki sejati.

Yap! Song Jihyun tak pernah mampu berpaling dari mata indah Dailey, jadi bagaimana mungkin ia bisa menangkis pesona Cho Kyuhyun? Bukan begitu Song Jihyun tersayang?”

Aku membatu. Baiklah, dengan sangat terpaksa untuk yang satu ini aku harus membenarkannya.

“ Diam berarti benar. Ley-ya kita berhasil! Yeah, give me five!”

Kedua sosok terhebat di mataku itu saling ber-high five ria. Tawa kemenangan mereka berderai. Untuk kesekian kalinya mereka berhasil memenangkan hatiku.

Cho Kyuhyun. Dailey Cho. Aku sangat mencintai kalian.

Memiliki mereka di sisiku, tak ada yang lebih membuatku bersyukur dari segala yang kudapatkan dalam hidup ini.

END

54 Comments (+add yours?)

  1. yulia
    Nov 04, 2013 @ 15:38:41

    akhir yg manis…
    good job thor &keep writing yaa:)

    Reply

  2. fpa729897
    Nov 04, 2013 @ 15:45:51

    Kereeen
    Keep writing thor (•o•)9

    Reply

  3. KyutuKyupret
    Nov 04, 2013 @ 15:50:13

    First? daebak hahaha XD

    kyuuuu elu calon Suami idaman gue bangettt , Andaikan dalam kenyataannya ada “ANGEL KYU” bukan “EVIL KYU” , tapi gue kagak peduli mau lu Angel ato Evil gue tetep Cinta sama elu :*

    FF nya keren thor XD

    Reply

  4. ChoCho
    Nov 04, 2013 @ 16:34:13

    akhirnya setelah sekian lama ff ini publish juga
    author gk da blog y?
    kirain cerita ini bakal mandeg,,terimakasih sudah berakhir dengan bahagia

    Reply

  5. wonma
    Nov 04, 2013 @ 16:58:00

    Ih unyu bgt deh endingny:3

    Reply

  6. shinkyu
    Nov 04, 2013 @ 17:03:52

    sweet story kyaaa~ like this. keep writing author ^^

    Reply

  7. lieyabunda
    Nov 04, 2013 @ 19:07:06

    Dailey akhirnya jadi anak cho kyuhyun juga,,,

    Reply

  8. jung je hee
    Nov 04, 2013 @ 19:47:42

    akhirnyaaa Uncle Cho part terakhir keluar jugaaa T__T
    authooorr aku benar – benar heboh pas ngeliat munculnya ending ini FF , soalnya lama banget ditungguin gak muncul-munculll ._.
    Endingya imuuuut banget …. wakakak love cho kyuhyun’s family to the max deh !

    Reply

  9. SparkFishy
    Nov 04, 2013 @ 20:49:08

    Yeeeeay! akhirnya FF ini muncul jugaa, sekian lama menungguu..
    Dan ceritanya bner2 baguuuss, feelnya dapet bangeettt…
    Terbayar sudah penantianku..
    daebbak !
    Author yang baiik, bikin sequelnya doong *puppy eyes*
    masuh belum rela kalo harus end.

    Reply

  10. miichanmimi
    Nov 04, 2013 @ 21:09:00

    huaaa..keren
    walaupun bru naca di part ini tapi, aq langsung suka sm..ceritanya
    mantap thor

    Reply

  11. chokyussi
    Nov 04, 2013 @ 21:15:41

    huaaa endingnya sweet bangeeett :”””) finally chapter ini diposst :””)

    Reply

  12. JjoaHaeKyu
    Nov 04, 2013 @ 22:09:31

    leave komen dulu ya,mau nyari part 1-2, gak mudeng aku kalau gak baca dr awal XD

    Reply

  13. Amelia wulandari
    Nov 04, 2013 @ 22:10:55

    Akhir yang manis walaupun diawali dengan kepiluan #eeaaa
    Keren banget thor!
    Iihh aku gemes sama Dailey nya, mau nyubit dehh..

    Reply

  14. sheila
    Nov 04, 2013 @ 22:23:34

    pelajaran berharga yg bsa kita dpt. tdk ada kta menyerah dlm keadaan paling terpuruk sekali pun.

    Reply

  15. vielfbee
    Nov 05, 2013 @ 06:59:56

    Demi apa coba aku nangis.

    Daebak!!! Ga ada kata lain selain KEREN…

    ^^

    Reply

  16. trisnasmile
    Nov 05, 2013 @ 07:25:47

    Sweet ending….

    Reply

  17. Drei_Kyu
    Nov 05, 2013 @ 07:55:14

    Sweet ending… >.<
    walau sempat sedih ngeliat dailey yg trauma, tapi berkat usaha sang uncle semuax jadi happy ending 😉 cho kyuhyun, daebakk!!

    Reply

  18. Jaeni HeroUni
    Nov 05, 2013 @ 09:44:16

    kasihan sma Deiley..
    akhirx jd ankx kyu jg.
    jd kluarga bhagia deh sm jihyun..
    d tnggu ff selanjutx..

    Reply

  19. Monika sbr
    Nov 05, 2013 @ 09:55:48

    Ahhh…. Akhirnya muncul jg. Endnya so sweet…..!!!
    Wkwkwkwkwkwkwk…….

    Reply

  20. sasa
    Nov 05, 2013 @ 10:15:52

    Sedih bangettt.. Ampe nangis bacanya T.T tapi baguuussss banget ceritanya thorrr daebaaakkk!!!

    Reply

  21. Ira
    Nov 05, 2013 @ 10:28:35

    oh my,, aku smpe menitikan air mata liat kefrustasian dailey ama kyuhyun,,,
    untng ada jihyun,,
    aw, so sweet end nya…
    1 sequel dong thor, gmana khidupan mreka stelah ini,,,
    d tnggu yah, hehe

    Reply

  22. yua
    Nov 05, 2013 @ 15:07:25

    aku terharuu T.T

    Reply

  23. Diana park
    Nov 05, 2013 @ 15:10:34

    Mengharukan…hebat bgt p’juangn kyu, bnr2 siap jd ayah yg narsis he..aq blm bc part 1 n 2,tp ni ok bgt, hy sj dongeng kyu aneh ha..

    Reply

  24. falinhaewon
    Nov 05, 2013 @ 19:52:16

    ommooo sweet banget ceritanya. menyentuh dan keren juga

    Reply

  25. kyukyu
    Nov 05, 2013 @ 20:49:52

    cho kyuhyun manis bgt. sumpah deh , seneng sifat dewasa kyu yg kaya gini. (walau evil masih kbawa dkit :p) keep writing thor! daebak!! ^^

    Reply

  26. setia
    Nov 05, 2013 @ 22:37:17

    akhir yang manis. kyuhyun memang keren disini.

    Reply

  27. TRizy
    Nov 06, 2013 @ 16:39:16

    kereeeennnnnn,,,

    Reply

  28. choanha
    Nov 06, 2013 @ 17:34:44

    Oh my…
    Ff ini bener2 manis dan memberikan inspirasi buat pembacanya. Ah entahlah mau ngomong atau komen apa lagi, pokoknya ff ini daebak!
    Keep writing author nim~

    Reply

  29. kyucicitcuit
    Nov 09, 2013 @ 07:14:27

    ah.. sweet ending.. dibikin sekuelnya dong..

    Reply

  30. Alwi Raninda Sari
    Nov 10, 2013 @ 23:37:27

    Finally aaaaa sekian lama ditunggu lanjutan nya akhirnya keluar jugaaa,
    okelah ff ini selalu membuat aku terharu dan nangiiiss,kyuuuu aduh cocok bgt udh jd appa.
    T.O.P bgt deh ini,dailey you’re good angle
    keren pokoknya seneng dgn cho’family hihi
    I love youuuu uncle choooo

    Reply

  31. SarangforHAE
    Nov 11, 2013 @ 15:13:54

    Ahh keren banget! Suka deh kalo cho kyuhyun itu sikapnya dewasa kayak gini^^

    Reply

  32. Cho In Hyun
    Nov 11, 2013 @ 19:13:08

    Yap dailey cho putri keluarga cho yg sangat amat tegar…akhirnya bisa memiliki orang tua yg lengkap walaupun bukan orang tua kandung

    Reply

  33. rvidynti
    Nov 12, 2013 @ 02:02:14

    Sukaaaa~~!!><

    Reply

  34. dennis alfiana
    Nov 12, 2013 @ 12:33:18

    kereeeen, awalnya aku pikir kyuhyun beneran ayahnya dailey-_-

    Reply

  35. neezhaa
    Nov 12, 2013 @ 21:09:23

    Asli sedh banget..
    Meski happyending tpi kyay ni crta harus ad sequely thor..harus kdu banget thor^^

    Reply

  36. novanofriani
    Nov 13, 2013 @ 07:23:22

    padahal aku gk baca part 1,2 nya tapi walaupun bgtu tetep terharu plus nyesek baca nya thor. daeebakk

    Reply

  37. ChikuMj
    Nov 13, 2013 @ 11:12:49

    Daebak author keren keren bgt pljrn kecil dr si dailey hebat bgt sekecil it bs tetep tabah

    Reply

  38. :))))
    Nov 15, 2013 @ 21:43:20

    wow foto ff nya lucu si lauren lunde nya .-.

    Reply

  39. rahmi18
    Nov 16, 2013 @ 03:34:15

    so sweet..

    Reply

  40. Devi_Jungsooholic
    Nov 18, 2013 @ 10:22:53

    sumpahhhh ni ff kren abiisss….
    daebak 😀

    Reply

  41. vadila hanin
    Nov 19, 2013 @ 14:20:00

    ff nya keren, kata2nya simple & mudah dimengerti. jarang bngt ff yg kyak beginian. pokoknya nice story deh thor !! (y)

    Reply

  42. dintahyuk
    Nov 22, 2013 @ 22:55:21

    Ini keren ^^

    Reply

  43. mira asshauqie
    Dec 30, 2013 @ 16:13:09

    nangis sesenggukan …..
    * author hrs tgg jwb !
    but mksh bnyk thor bt ff ny ….
    ak jd mkn syg bgt ma anaku …
    anak emang anugerah yg trindah yg tuhan berikan kpda ku ….
    jd seorg ibu emg ga gmpg tp akn mengasyikkn klo kita mgrti akn anak kitha ….

    jd pgn nyium authot …
    ppo ppo … muach …

    thanx author ….
    gomawoyo ….

    Reply

  44. bellabells
    Jan 11, 2014 @ 23:09:45

    keren banget, so sweet
    akhir yg sempurna

    Reply

  45. kyubo
    Feb 16, 2014 @ 23:37:09

    astaga Tuhan!!!! kyu sweet banget yaa. kata-katanya itu lohh yaampunnnn >,<

    Reply

  46. dongrim
    Sep 30, 2014 @ 17:01:40

    wah, akhirnya dailey punya keluarga baru yg lengkap dgn kebahagiaan

    Reply

  47. dandelion
    Apr 17, 2015 @ 01:21:00

    Sumpah ceritanya keren banget..top markotop 👍👍

    Reply

  48. Aimee Cho
    Oct 04, 2015 @ 05:37:38

    Happy ending…
    Sekuel??
    Daebakk
    Peace…

    Reply

  49. Shinji
    Oct 06, 2015 @ 13:36:47

    Astaga. Endingnya manis bgt. Lucu ada. Mewek2an ada. Terharunya juga ada. Perfect to! Daebak !!

    Reply

  50. J.Na Kim
    Oct 09, 2015 @ 18:19:19

    Huwaaaaaa happy ending ……

    Reply

  51. esakodok
    Nov 04, 2015 @ 22:07:57

    arghh..endingnya manis bangett sie..sempet kaget knapa nicolenya meninggal..trs traumanyabdialey bikin nangisss

    Reply

  52. fatimatus19
    Dec 02, 2015 @ 23:58:56

    Seru

    Reply

  53. Anggrain
    Jan 21, 2017 @ 11:42:17

    Sumpahh KERENNNN bgettttt
    gw mewek tau ndkk…. Aduhhh oppa cho..calon SUAMI q …hahha ..aduhh mau bgt pnya anak n suami kyk oppa cho n dayley ….initi.x FF inii KERENNNNNNNNN

    Reply

  54. Kia
    Jan 26, 2017 @ 02:48:50

    Nangis baca ff chap ini
    Tapi aga janggal pas percakapan kyuhyun sama ley-ya, ngga pake bahasa formal soalnya :”

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: