[Special Post For Donghae’s Birthday] The Beat

poster - The Beat

Judul                 : The Beat

Author              : Ririn_Setyo

Cast                   : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Song Jiyeon.

Genre                : Romance, Tragedy.

Rating                : PG-15

Words amount : 3.000 Words

Annyeong  FF ini di buat untuk merayakan ulang tahun Dongek ^_____^

Happy Birthday Lee Donghae.. *Big Hugh* >__<

*

*

15 October 2013

 

 

Song Jiyeon gadis cantik bermata indah sebening crystal, yang saat ini terbalut dres biru muda selutut itu, tampak tertawa senang saat mata beningnya menatap seorang laki-laki, yang sudah berteriak antusias sejak gadis itu menyeruak masuk ke dalam panti asuhan milik orangnya itu.

Jiyeon berjalan mendekat dengan tawa yang setia mengiringi, tangan gadis itu membawa kue tart bertuliskan happy birthday dengan 1 batang lilin kecil berwarna putih, warna favorid dari laki-laki yang berdiri di hadapannya, yang kini bahkan sudah meneteskan airmatanya.

“Saengil Chukae Lee Donghae,” ucap Jiyeon dengan tersenyum, tangan gadis itu kini sudah terulur ke pipi laki-laki yang masih menangis itu dan menghapus airmata di sana.

“Kenapa kau menangis? Apa karna aku hanya membawa satu kue ulang tahun mu?” tanya Jiyeon dengan menatap Donghae yang tampak mengeleng pelan. “Ah! Apa karna aku hanya datang sendiri, dan tidak ada pesta ulang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya?” kembali gadis itu tertawa saat Donghae yang kini sudah mengelengkan kepalanya sangat cepat, dengan expresi polosnya.

“Ania, Donghae—sangat senang, Donghae,— sangat bahagia.” Jawab Donghae dengan sedikit terbata, lalu menghapus sisa airmata di pipinya. “Donghae,— menangis karna Angel selalu ingat dengan ulang tahun, Donghae.” Jiyeon tertawa lalu mendaratkan kecupan lembut di pipi Donghae, yang mampu membuat pipi laki-laki itu bersemu.

“Sekarang pejamkan mata mu dan buatlah permintaan, sebelum kau meniup lilin ulang tahun mu.” Donghae mengangguk cepat dan serta merta menutup kedua matanya, namun dengan tiba-tiba laki-laki itu membuka kembali satu matanya.

“Angel, apa boleh Donghae,— meminta permintaan yang sama dengan permintaan tahun lalu?” tanya Donghae dengan tatapan polosnya, membuat Jiyeon untuk kesekian kalinya tersenyum sesaat sebelum menganggukkan kepalanya.

Donghae pun kembali memejamkan matanya, bibirnya terlihat komat kamit sesaat kemudian dengan sangat perlahan Donghae membuka matanya, laki-laki itu tersenyum sesaat sebelum meniup lilin yang sudah menyala sedari tadi, di atas kue ulang tahunnya.

*

*

Jiyeon yang saat ini sudah duduk di bangku yang ada di teras panti itu, terlihat tertawa saat melihat Donghae yang sedang menghabiskan kue ulang tahunnya dengan sangat lahap, menatap laki-laki yang sudah di kenalnya sejak 15 tahun lalu, sejak kedua orang tua gadis itu menemukan Donghae yang sekarat di dalam tong sampah besar yang ada di depan panti.

Menatap laki-laki yang selalu mempercayai bahwa Jiyeon adalah seorang malaikat dari langit, sejak gadis itu memakai sayap putih di hari ulang tahun Donghae yang ke 13, menatap laki-laki yang begitu di sayangi Jiyeon dengan segala kelebihan dan kekurangan yang di miliki laki-laki itu.

Jiyeon terlihat semakin tertawa saat mata bening crystalnya menatap Donghae yang kini sudah mengotori bibirnya dengan cream, membuat Jiyeon meraih tissue dari tasnya lalu mulai membersihkan bibir Donghae.

Gomawo,—“ ucap Donghae dengan tersenyum senang. “Apa kau sangat senang hari ini, Donghae-aa?” tanya Jiyeon dengan senyum tak pernah lepas dari bibirnya sedari tadi.

Donghae mengangguk antusias. “Ne karna Angel selalu ada di hari ulang tahun, Donghae.”

Jinjjayo?”

“Heem,” Donghae pun kembali mengangguk, membuat Jiyeon mengusap pipi Donghae dengan lembut. “Apa aku boleh tahu permintaan mu tahun ini, Donghae-aa?” lagi-lagi Donghae mengangguk antusias.

Ne tahun ini Donghae,— meminta kepada Tuhan agar Angel selalu bisa berdetak dengan sehat.“ jawab Donghae sambil meraba dadanya.

Jiyeon sedikit mengeryit. “Berdetak?” tanya Jiyeon lalu ikut meletakkan tangannya di dada Donghae, tapi laki-laki itu menggeleng pelan lalu meletakkan tangan Jiyeon dan tangannya di dada gadis itu.

“Ne selalu berdetak, dan tidak sakit lagi,” ucap Donghae dengan tersenyum, membuat Jiyeon memeluk Donghae seketika dengan mata yang mulai berembun.

“Aku menyayangi mu, Donghae, sangat menyayangi mu.” Jiyeon memeluk Donghae dengan erat, memeluk laki-laki yang selalu mendoakan kesehatan jantungnya.

Memeluk laki-laki yang 10 tahun lalu menangis histeris saat melihat Jiyeon yang hampir tiada, karna kerusakan jantung yang sudah gadis itu idam, sejak pertama kali gadis itu menghembuskan nafasnya ke dunia.

Jiyeon melepaskan pelukannya, menatap Donghae yang kembali menganggukkan kepalanya, laki-laki itu meletakkan kuenya di atas meja lalu meraih tangan Jiyeon dan menggenggamnya dengan erat.

“Donghae tahu Angel menyayangi Donghae, Donghae juga menyayangi Angel, bahkan Donghae mencintai,—“ Donghae tampak tersipu malu, membuat Jiyeon menahan tawanya. “Donghae juga mencintai Angel, sejak dulu.” Lanjut Donghae masih dengan senyum malunya, membuat Jiyeon tertawa seketika.

“Dari mana kau tahu kata-kata itu, Donghae-aa?” Donghae tersenyum, laki-laki itu lalu menatap ke depan, membuat Jiyeon memutar pandangannya. “Hyung yang memberitahu, Donghae,” Donghae menunjuk seseorang yang tampak berjalan mendekat ke arah mereka.

Hyung bilang jika hyung mencintai Angel sejak dulu, jadi Donghae juga mencintai Angel sama seperti hyung.” Jiyeon kembali tertawa pelan, gadis itu serta merta melambaikan tangannya ke arah laki-laki yang semakin mendekat ke arah mereka.

“Oppa,—“

Laki-laki tinggi yang saat ini mengenakan kemeja putih itu, tampak tersenyum lalu mencium puncak kepala Jiyeon dengan lembut, memandang sekilas ke arah Donghae yang sudah menyapanya dengan tersenyum lebar, namun terlihat konyol di mata laki-laki berbola mata coklat itu.

“Apa kau sudah selesai dengan bocah bodoh ini?” tanya laki-laki itu sambil menarik Jiyeon untuk berdiri dari duduknya.

“Kyuhyun oppa,—“

“Waeyo? Dia memang idi—“ dengan cepat Jiyeon menutup mulut Kyuhyun dengan tangannya, menatap Kyuhyun dengan menghembuskan nafas kesalnya.

“Dia sangat menyukai mu oppa, jadi biasakah kau tidak berkata seperti itu di depannya?” Jiyeon kembali menghembuskan nafasnya saat melihat Kyuhyun yang hanya memutar bolamatanya tanpa minat.

“Baiklah aku tahu kau akan selalu membelanya dan memarahi calon suami mu ini,” ucap Kyuhyun dengan raut kesalnya. “Hari ini sudah cukup kita pulang sekarang, kau tidak lupa kan kalau kau tidak boleh kelelahan?”

“Aku tahu,” Jiyeon memutar tubuhnya, gadis itu terlihat tersenyum saat melihat Donghae yang sudah ikut berdiri dan menatapnya khawatir.

“Apa Donghae,— membuat kesalahan, apa Hyung marah dengan Donghae, Angel?” Jiyeon menggeleng pelan.

Yak! Aku bukan Hyung mu, umur ku bahkan lebih muda dari mu!” teriak Kyuhyun dengan keras, membuat Donghae langsung menggenggam lengan Jiyeon dengan erat.

“Oppa, hentikan!” Jiyeon memeluk Donghae dengan lembut. “Gwenchana, kau tidak membuat kesalahan, Kyuhyun oppa hanya sedang lelah,” Jiyeon melepaskan pelukannya, gadis itu bahkan mengabaikan Kyuhyun yang sudah mengomel tak jelas di belakangnya.

“Donghae,— menyayangi hyung,” Kyuhyun terlihat semakin kesal dengan kata-kata terakhir yang Donghae ucapkan, laki-laki itu bahkan hampir kembali berteriak, jika saja Jiyeon tidak menatapnya dengan galak.

“Iya aku tahu itu Donghae-aa,” Jiyeon membelai wajah Donghae dengan lembut. “Aku pulang dulu, jaga diri mu baik-baik, Sarangae Donghae-aa.” Ucap Jiyeon dengan tersenyum, sesaat sebelum dirinya meranggul lengan Kyuhyun dan melangkah meninggalkan Donghae yang sudah tertawa lebar di belakang sana.

*

*

“Bisakah kau tidak bersikap berlebihan seperti itu dengan Donghae, Jiyeon-aa?” ucap Kyuhyun tanpa melihat ke arah Jiyeon yang berjalan di sampingnya.

“Ingat dia itu laki-laki dewasa, walaupun otaknya lamban dan terbelakang tetap saja,—“ tiba-tiba Jiyeon menghentikan langkahnya, membuat Kyuhyun yang kini sedang menggengam tangan Jiyeon pun ikut menghentikan langkahnya.

“Waeyo?”tanya Kyuhyun yang terlihat mulai khawatir. “Apa jantung mu sakit lagi? Apa bocah itu membuat mu lelah hari ini?” tanya Kyuhyun dengan wajah paniknya, tangannya bahkan sudah memegang wajah dan bahu gadis itu berulang-ulang.

Jiyeon hanya tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Kyuhyun saat ini. “Gwenchana, oppa,—“ ucap Jiyeon lalu meraih tangan Kyuhyun yang berada di pipinya. “Apa hari ini sudah ada donor jantung untuk ku?” tanya Jiyeon dengan tersenyum.

Kyuhyun terdiam sesaat matanya menatap bolamata bening, dari gadis yang sangat di cintainya itu dengan lekat. “Secepatnya! Dr.Park sedang mengusahakannya, yang harus kau lakukan sekarang hanyalah meminum obat mu dengan teratur dan jangan kelela,—“ ucapan Kyuhyun terhenti seketika saat Jiyeon yang tiba-tiba memeluknya dengan erat.

“Aku tahu,” ucap Jiyeon dengan lembut, gadis itu kini sudah memejamkan matanya, menikmati aroma tubuh laki-laki yang begitu di cintainya sejak dulu sebanyak yang dia bisa, sebelum waktunya habis untuk itu.

“Sarangaeo, Kyuhyun oppa.” ucap Jiyeon dengan sangat lirih, membuat Kyuhyun tersenyum lalu membalas pelukan Jiyeon di tubuhnya, dan tidak pernah tahu jika saat ini sudah ada butiran airmata yang menghiasi wajah pucat Jiyeon.

*

*

*

Seoul International Hospital

Dr.Park’s Room

 

“Jiyeon harus segera mendapatkan donor jantung yang baru, Kyuhyun.” Ucap seorang laki-laki yang terlihat khawatir itu dengan menatap lawan bicaranya, yang terlihat sudah menegang. “Rumah sakit sudah berupaya semampu yang kami bisa, untuk mendapatkan donor jantung, tapi hasilnya,— Nihil.” Ucap laki-laki itu dengan wajah menyesalnya.

“Jantung yang ada di tubuh Jiyeon saat ini, sudah tidak mampu lagi bekerja dengan baik, ini sudah 10 tahun sejak operasi jantung waktu itu.” lanjut laki-laki itu dengan suara wibawanya.

“Aku tahu itu,” Kyuhyun menarik nafasnya pelan. “Aku akan segera mendapatkan jantung untuk Jiyeon, dr.Park kau tenang saja.” Jawab Kyuhyun dengan memaksakan sebuah senyuman, sesaat sebelum meninggalkan ruang kerja dr.Park, dokter specialis Jantung yang sudah menanggani Jiyeon sejak dulu.

*

*

Kyuhyun berjalan terhuyung, laki-laki tinggi itu merasa jika tubuhnya melemah, bahkan kakinya tak mampu lagi hanya untuk sekedar menopang tubuhnya. Kyuhyun menyandarkan tubuh lemahnya di tembook rumah sakit, laki-laki tinggi itu menutup matanya dan kembali berfikir keras bagaimana caranya mendapatkan donor jantung untuk Jiyeon.

Jika saja dia tidak punya penyakit Pneumothorax mungkin saat ini Kyuhyun akan dengan senang hati menyerahkan jantungnya untuk Jiyeon, yang walaupun Kyuhyun tahu jika itu tidak akan membuat Jiyeon merasa lebih baik, karna Kyuhyun tahu pasti jika sisa hidup Jiyeon hanya akan di habiskan untuk menangisi dirinya dan itu akan terlihat lebih buruk.

“Jiyeon-aa, apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Kyuhyun lirih saat sebulir airmata sudah jatuh di pipi pucatnya.

*

*

*

Next’s Day

Seoul International Hospital

Jiyeon’s VVIP Room

Kyuhyun berjalan dengan tergesa, laki-laki itu bahkan nyaris berlari menyeruak masuk ke dalam rumah sakit tempat Jiyeon di rawat. Laki-laki itu bahkan meninggalkan rapat penting perusahaannya begitu saja, saat dirinya tahu jika Jiyeon hari ini jatuh pingsan di panti. Kyuhyun dengan nafas memburu memandang khawatir ke arah Jiyeon yang terbaring lemah di atas tempat tidurnya, dengan berbagai alat yang sudah terpasang di tubuh gadis itu.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun lirih dan perlahan berjalan mendekat ke arah Jiyeon, memandang sekilas ke arah ibu Jiyeon yang sudah duduk di tepi ranjang.

“Jiyeon kelelahan, dia kritis Kyuhyun,” ucap ibu Jiyeon dengan airmata yang sudah mengalir, membuat Kyuhyun mengusap pelan bahu calon mertuanya itu dengan lembut, berusaha menyalurkan sisa kekutaan yang dia punya, karna sungguh saat ini Kyuhyun pun memerlukan seseorang untuk menguatkan dirinya.

“Donghae yang memberitahu jika Jiyeon tiba-tiba pingsan, saat sedang bermain bersamanya di panti.” Kyuhyun mendesah pelan dia bahkan baru sadar jika ada Donghae di ruangan ini.

“Apa kau membuatnya lelah!” bentak Kyuhyun seketika setelah menatap Donghae yang terlihat takut di sudut ruangan. “Dasar pria idiot, menjauhlah dari Jiyeon ku!” Kyuhyun kembali berteriak, membuat Donghae gemetar dengan meremas ujung jaket yang di kenakannya.

“Kyuhyun hentikan!” suara lembut ibu Jiyeon menyadarkan Kyuhyun, laki-laki berwajah dingin itu tampak mengumpat kesal lalu mengusap wajah frustasinya.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang, ibu,—“ ucap Kyuhyun dengan suara lemahnya, laki-laki itu meraih tangan Jiyeon dan mengenggamnya dengan erat. “Apa yang harus aku lakukan sekarang, Jiyeon-aa?” ucap Kyuhyun dengan airmata yang sudah memenuhi pelupuk matanya, karna Kyuhyun benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupnya, jika saat ini Jiyeon benar-benar tidak bisa lagi tertolong.

*

*

The Night

Jiyeon’s VVIP Room

Lee Donghae laki-laki berwajah sendu itu tampak memandang Jiyeon dengan lekat, laki-laki itu bahkan sudah berkali-kali menghapus airmatanya yang terus saja mengalir sedari tadi.

Angel kenapa sakit lagi?” ucap Donghae pelan, tangan laki-laki itu sudah mengusap jemari Jiyeon dengan lembut. “Hyung marah dengan Donghae,— Donghae benar-benar tidak bermaksud membuat Angel sakit.” Ucap Donghae lagi sambil kembali menghapus laju airmata di pipinya.

“Donghae sudah meminta pada Tuhan agar Angel kembali sehat, Donghae akan melakukan apa saja asalkan Angel bersedia untuk bangun.” Kini laki-laki itu bahkan sudah terisak.

“Benarkah?” suara yang tiba-tiba itu sontak membuat Donghae menoleh. “Hyung,—“ Donghae tersenyum lalu menghampiri laki-laki yang masih berdiri di ambang pintu, dengan tersenyum senang.

“Apa benar kau akan melakukan apa saja untuk Angel mu itu?” Donghae mengangguk antusias, matanya menatap ke arah laki-laki berwajah dingin itu tanpa berkedip. “Kalau begitu serahkan jantung mu untuk Angel, dengan begitu Angel mu akan segera membuka matanya dan kembali sehat.”

Donghae tampak berbinar senang. “Benarkah Hyung? Aku hanya harus menyerahkan jantung ku dan setelah itu Angel akan sehat?” laki-laki yang terlihat tak berexpresi itu mengangguk pelan, mata coklatnya bergerak-gerak gelisah saat laki-laki di hadapannya tampak mengangguk setuju.

“Ne, kalau begitu ambil saja jantung ku ini untuk Angel, Hyung.

*

*

Dr.Park’s Room

“Itu criminal Kyuhyun!” ucap dokter Park dengan tegas, saat Kyuhyun baru saja menyampaikan keinginannya. “Aku tahu dia hanya laki-laki yang memiliki otak terbelakang, tapi tetap saja dia manusia dan mengambil jantung orang yang masih hidup itu criminal.”

Kyuhyun mendesah pelan, laki-laki itu terlihat sangat frustasi saat dengan tiba-tiba otaknya berfikir untuk mengorbankan Donghae demi Jiyeon. Ide gila yang muncul di benak Kyuhyun secara tiba-tiba, saat tahu jika Jiyeon akan meninggal jika besok gadis itu tidak mendapatkan donor jantung.

“Aku tidak bisa menemukan orang lain selain dia, dr.Park.” ucap Kyuhyun sesaat setelah mendudukkan tubuh lemahnya di sofa yang ada di ruangan itu. “Tapi aku tidak pernah memaksa pria idiot itu, dia sendiri yang bersedia menyerahkan jantungnya untuk Jiyeon.”

Park Jungsoo laki-laki paruh baya itu tampak menarik nafas beratnya. “Itu karna Donghae tidak mengerti arti pentingnya jantung untuk seorang manusia, Kyuhyun.”

“Aku mohon pada mu dr.Park, aku akan menjelaskan akibatnya pada Donghae dan tidak akan memaksa pria itu jika dia menolak, setelah mendegar penjelasan dari ku,” Kyuhyun mengangtungkan kalimatnya, menghirup udara di sekelilingnya yang terasa menipis sebanyak yang dia bisa. “Dan jika dia bersedia, bisakah dr.Park melakukan operasi jantung untuk Jiyeon?”

*

*

The Day’s

Kyuhyun tampak tersenyum ke arah Donghae yang terlihat antusias, saat beberapa perawat memasangkan baju yang terlihat sama dengan yang Jiyeon kenakan. Laki-laki itu bahkan berteriak dengan senang, saat memanggil Kyuhyun yang mulai berjalan mendekat ke arahnya.

Hyung lihatlah, aku memakai baju yang sama dengan Angel.” Ucap Donghae dengan cengiran lebarnya, mengabaikan tatapan bersalah yang tergambar jelas di wajah Kyuhyun saat ini.

“Donghae-aa, Gomawo,—“ ucap Kyuhyun dengan perlahan, membuat Donghae tertawa kecil.

“Gwenchana Hyung, Donghae akan melakukan apapun agar Angel kembali berdetak dengan sehat, karna Donghae sangat sayang dengan Angel.” Jawab Donghar dengan riang, membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah, dengan pria yang bahkan selalu memuja dirinya itu.

“Setelah semua ini selesai apa Donghae boleh memeluk mu, Hyung.” Tanya Donghae dengan wajah ragunya.

Kyuhyun menatap Donghae, menahan sekuat tenaga airmata yang mulai berkumpul di ujung matanya, saat dirinya harus melihat expresi senang dari laki-laki yang bahkan tidak mengerti apa yang akan terjadi setelah ini.

“Tentu saja,” ucap Kyuhyun sesaat sebelum memeluk Donghae, membuat laki-laki itu terkejut sekaligus bahagia. “Jiyeon benar, aku,—“ Kyuhyun menahan ucapannya yang tertahan di kerongkongannya yang mulai tersumbat, airmatanya laki-laki tinggi itu akhirnya jatuh juga saat disarakannya Donghae yang membalas pelukannya.

“—- Hyung menyayangi mu,— Lee Donghae.”

*

*

*

1 Week’s Letter

Kyuhyun tersenyum ke arah gadis yang sudah berdiri di ambang pintu gerbang pemakaman, gadis itu memakai dress putih selutut dengan seikat bunga mawar putih di tangannya. Gadis itu terlihat sehat, tangisan histeris gadis itu tak kala mengetahui Donghae meninggalkan di hari dia mendapatkan donor jantung pun sudah mulai memudar.

Ya Kyuhyun membuat scenario yang sangat rapi tentang meninggalnya seorang Lee Donghae, seorang laki-laki yang memiliki kelainan di Cerebrum nya, hingga tidak dapat berfikir seperti orang normal. Seorang laki-laki yang begitu memuja dirinya dan percaya jika Kyuhyun adalah seorang kesatria yang di turunkan Tuhan, sejak Kyuhyun menggunakan kostum super hero di ulang tahun Donghae yang ke 13.

Masih terngiang di benak Kyuhyun saat dirinya berbohong dengan dr.Park jika Donghae bersedia menyerahkan jantungnya, setelah Kyuhyun menjelaskan akibatnya yang pada kenyataannya tak pernah Kyuhyun sampaikan kepada Donghae. Kyuhyun juga masih sangat ingat saat dirinya dengan lancar memberitahu Jiyeon dan orang-orang panti, jika Donghae meninggal karna sebuah kecalakaan kecil di kamar mandi, laki-laki malang itu terpeleset dan mengakibatkan penyumbatan darah di dalam otaknya dan Donghae pun meninggal seketika.

Kyuhyun menarik nafasnya dan berjalan mendekat, tangannya terulur ke wajah gadis cantik itu dengan tersenyum. “Apa kau sudah siap?” tanya Kyuhyun dengan suara lembutnya, gadis itu— Song Jiyeon— hanya mengangguk pelan, sesaat sebelum mereka mulai melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam area pemakaman.

*

*

“Donghae-aa, maaf aku baru datang hari ini.” Ucap Jiyeon dengan suara lirihnya, saat dirinya dan Kyuhyun sudah berdiri di depan makam, tangan gadis itu terlihat gemetar saat meletakkan buket bunga mawar putih yang di bawanya ke tengah pusara.

“Aku membawakan bunga kesukaan mu,—“ suara Jiyeon mulai terdengar gemetar, airmata yang sudah di tahannya sedari tadi akhirnya meluncur juga di wajah pucatnya, membuat gadis itu terisak pelan.

“Kenapa kau meninggalkan ku, Lee Donghae? Kenapa kau meninggalkan Angel mu,—“ bahu Jiyeon bergetar saat gadis itu mulai semakin terisak, membuat Kyuhyun yang sedari tadi berada di samping gadis itu menarik tubuh lemah Jiyeon ke dalam dekapannya.

“Sudah cukup Jiyeon, jangan memaksakan dirimu,” ucap Kyuhyun dengan suara lirihnya, Jiyeon mengusap airmatanya, menatap pahatan batu yang mengukir nama seorang laki-laki yang sangat di sayanginya dari balik dekapan Kyuhyun.

Sarangaeo Lee Donghae,…” ucap Jiyeon dengan isak tertahan.

Kyuhyun melepaskan dekapannya, laki-laki itu menghapus sisa airmata Jiyeon dengan jarinya lalu merangkul bahu Jiyeon dengan lembut. “Kita pulang sekarang.” Ucap Kyuhyun lalu mengeratkan rangkulannya.

Jiyeon menarik nafasnya pelan. “Donghae-aa besok aku akan menikah dengan Hyung mu, apa kau bahagia?” tanya Jiyeon dengan memaksakan sebuah senyuman,

“Aku,— aku sangat bahagia jadi aku harap kau pun bahagia di sana,” Jiyeon kembali menarik nafasnya. “Aku pulang, jaga dirimu dan baik-baiklah di sana,” ucap Jiyeon sesaat sebelum membalikkan tubuhnya.

Namun baru saja Jiyeon hendak melangkah, gadis itu merasakan jika jantungnya berdetak lebih cepat, membuat gadis itu terdiam untuk beberapa saat. “Oppa,—“ ucap Jiyeon dengan sangat lirih.

Waeyo?”

“Jantung ku,— berdetak.—” Jiyeon menggantungkan kalimatnya, menatap Kyuhyun yang terlihat mulai khawatir. “Jantung ku berdetak lebih cepat, apa mungkin pemilik jantung ini ikut merasa bahagia, karna besok kita akan menikah?” tanya Jiyeon sambil mengusap dadanya pelan.

Kyuhyun tersenyum dan terlihat mengangguk kecil, sebelum kembali mengeratkan rangkulannya di bahu Jiyeon. “Ne sepertinya begitu.” Ucap Kyuhyun lalu mulai kembali melangkahkan kakinya, meninggalkan makam laki-laki yang membuat Kyuhyun merasa menjadi orang paling egois di dunia ini.

Perlahan tanpa di ketahui oleh Jiyeon, Kyuhyun  menoleh ke belakang menatap makam Lee Donghae yang mulai menjauh, seiring langkahnya yang semakin mendekati pintu gerbang pemakaman.

“Lee Donghae, mianhae… Jebal mianhae…”

.

.

“Donghae,— akan melakukan apapun agar Angel kembali berdetak dengan sehat, karna Donghae sangat sayang dengan Angel.” —– Lee Donghae.

~ THE END ~

19 Comments (+add yours?)

  1. destia
    Nov 09, 2013 @ 16:38:06

    bener bener terharu aku sma donghae,ini feelnya dapet bngt,smpe nangis aku T.T donghae berkorban demi angelnya agar bisa berdetak lgi .. bener bener daebak ceritanya ..
    di tunggu ff yang selanjutnya 🙂

    Reply

  2. Yohana
    Nov 09, 2013 @ 20:00:20

    Woy kyuhyun jahat banget sumpah ㅠㅠ donghae lu baek banget yaoloh ㅠㅠ good job thor gue terharu asli ㅠㅠ

    Reply

  3. rahma
    Nov 09, 2013 @ 20:49:14

    wah thor.. Keren ni… Aku nangis T.T ..
    Bleh ga aku share di fp? Lengkap kok pke nama authorny 🙂 Tp bleh jg mnta almat fb.nya??

    Reply

  4. LalaLuluBebeKyu
    Nov 09, 2013 @ 21:31:52

    huahh…. ㅜ.ㅜ

    Reply

  5. janefelicia28
    Nov 09, 2013 @ 21:57:20

    omaigod Kyu jahat banget disinii !!

    Reply

  6. wita
    Nov 09, 2013 @ 21:58:47

    kyuhyun jahaaaaat aaaaahhh…. kasian kan donghae XD

    Reply

  7. Flo
    Nov 10, 2013 @ 03:49:38

    ah kasihan dede donghae, tapi wajar sih dia rela berkorban
    asal jiyeonnya bisa sehat lagi
    donghae walau ga bisa berpikir normal
    tapi, dia punya hati yang lebih murni daripada orang yang punya pikiran normal
    justru orang normal kayak kyu, malah manfaatin kebaikan donghae
    demi kepentingannya sendiri, kasihan donghae
    coba klo jiyeon tahu, pasti marah sama kyu
    bisa2 ga jadi tuh ntar nikahnya.

    Reply

  8. aprilwon
    Nov 10, 2013 @ 05:43:57

    dari sekian banyak ff yg saya baca,ini adalah ff yg bisa buat saya menangis hiks..Hiks 😥
    karena feelnya dapet bngt,, 😥
    author harus tanggung jwb krna dh buat saya menangis..
    #Peluksiwonoppa
    hae oppa mengapa kau begitu baik dan polos??Dan kyu oppa mengapa kau begitu KEJAM
    #terbawaemosi
    dan ya di ff aku ksih jempol 4 karena daebak bngt!! 😀
    ditunggu karya selanjutnya.?! 🙂

    Reply

  9. Hye neul
    Nov 10, 2013 @ 07:24:25

    aaaaaa kyu nyebelin!!! demi apapun kyu jahaaaaaat!!!

    Reply

  10. BYN
    Nov 10, 2013 @ 11:32:32

    keren thior,,tapi evil’nya kyu emng bener bener evil disini

    Reply

  11. Wiwik love Eunhyuk So Much
    Nov 10, 2013 @ 13:12:26

    ternyata cinta Donghae lebih besar drpd KyuHyun,,,,, 🙂

    Reply

  12. feby goh
    Nov 10, 2013 @ 13:13:45

    (╥﹏╥) nangis bacany thor. Kyuppa egois jaat sebel jdnya ma kyuppa. Heappa salanghaeyo.

    Reply

  13. yulia
    Nov 14, 2013 @ 18:10:42

    sedih Thor….:)
    keep writing Thor

    Reply

  14. RizualTame
    Jan 30, 2014 @ 11:31:11

    Donghae oppa tenang aja..
    Entar disurga ketemu angel yang lebih kece2… 😀

    Reply

  15. KYR
    Mar 06, 2014 @ 15:18:21

    TERHURA aku.. 😥

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: