Freak The Mighty

Freak The Mighty

Cast:

  • Kyuhyun (SJ)
  • Eunhyuk (SJ)
  • Jung Ae-hee (OC)

Genre: Friendship.

Inspiration: ‘Freak The Mighty.’

start doing, not hoped.

 

Summary: Seorang anak lelaki autis bernama Kyuhyun, yang berteman baik dengan seorang anak cacat bernama Eunhyuk. Mereka berdua bersahabat sekian lamanya. Tak mempedulikan kelainan pada diri mereka masing-masing, ataupun omongan semua orang.

*****


Author POV

Kyuhyun, berlari menuju sebuah rumah milik temannya. Tangannya memegang selembar kertas ulangan fisika, yang tadi menjadi test di sekolahannya. Dan dia, berniat memberikan hasilnya itu untuk Sahabatnya. Berbagi kebahagiaan di dalam hatinya yang bergejolak senang tiada dua.

Saat setelah dirinya mengetuk pintu dan menyapa Ibu sahabatnya itu, dia langsung berlari bak orang kesetanan, kearah taman luas milik keluarga Lee. Dia melihat Eunhyuk sahabatnya, yang tengah membaca buku dengan cermatnya. Tak menyadari kehadiran Kyuhyun, yang padahal sedari tadi heboh sendiri.

Eunhyuk-ah! ” Teriak Kyuhyun kencang. Lalu berjalan mendekat kearah Eunhyuk. Eunhyuk seketika menoleh kearah belakang tubuhnya. Menatap Kyuhyun heran.

Igo! ” Seru Kyuhyun sambil tersenyum. Eunhyuk mengambil kertas yang Kyuhyun sodorkan kepadanya.

Dia beralih menatap Kyuhyun kembali. Lalu tersenyum senang seperti Kyuhyun sekarang. Tangannya berusaha meraih tubuh jangkung Kyuhyun, namun nihil. Akhirnya, Kyuhyun mendekatkan tubuhnya sendiri kearah Eunhyuk, sambil menepuk-nepuk pundak Sahabatnya itu.

“Kau berhasil! Kau berhasil!” Eunhyuk terus menjerit kegirangan. Tangannya beralih mencubit-cubit pipi chubby Kyuhyun berkali-kali. Membuat Kyuhyun tergelak tawa.

“Ternyata tidak sia-sia, aku mengajarkanmu pelajaran fisika.” Seru Eunhyuk lega. Eunhyuk, ia mengajarkan Kyuhyun mati-matian agar Kyuhyun mengerti pelajaran fisika. Eunhyuk sangat pandai dalam pelajaran itu. Dia memang termasuk murid ter-pandai, di sekolah mereka berdua. Berbeda dengan Kyuhyun. Entah ia bisa dipelajaran apa. Bahkan ia tak bisa membaca dengan lancar. Dan ia hanya bisa tersenyum mendengar Eunhyuk berucap seperti itu, karena dia tak mengerti banyak apa arti dari ucapan Eunhyuk.

Tapi, tak ada yang menghalangi semua itu. Mereka tetap berteman bagaikan benang yang tak pernah bisa dilepaskan, karena mereka saling membutuhkan satu sama lain. Kyuhyun ibarat tubuh Eunhyuk, karena Eunhyuk mengalami kelumpuhan pada kakinya, dan terpaksa ia harus memakai kursi roda kemana-mana. Membuat pergerakannya tak sebebas seperti anak-anak yang lain. Dan Eunhyuk, ibarat sebuah ilmu pengetahuan bagi Kyuhyun. karena Kyuhyun harus banyak belajar dari Sahabatnya itu. Dan karena itu juga, mereka tidak pernah merasa kekurangan.

“Aku akan men-traktirmu. Apapun yang kau mau.” Kyuhyun tersenyum bertambah senang, saat mendengar itu.

“Dasar! Soal makanan saja, kau baru mengerti apa yang ku-ucapkan.” Canda Eunhyuk.

“Hehe.” Kyuhyun hanya tersenyum cengengesan, Dan itu terlihat lucu dimata Eunhyuk.

Jadi, menurut kalian.. Apa ada alasan kalau nanti mereka tidak berteman lagi?

 

*****

“Pelan-pelan makannya Kyu.” Ujar Eunhyuk penuh pengertian, sambil mengusapkan tisu ke mulutnya yang sedikit belepotan. Kyuhyun berhenti sejenak, lalu meraih tisu dan mengusapkannya ke mulutnya yang penuh dengan limah es krim.

“Eum.” Gumam Kyuhyun. Mereka terus melanjutkan makan mereka.

 

KRING

Suara bel pintu masuk berbunyi. Tanda pelanggan yang akan mencicipi es krim telah datang.

Seorang genk yang hanya berjumlah 3 orang, yang dipimpin oleh seorang anak lelaki yang berada diposisi tengah. Menatap ke-sekeliling penjuru Kafe es krim tersebut. Seperti sedang mencari-cari tersangka yang baru saja hilang. Dan sepasang mata mereka ber-tiga, berhenti di meja Eunhyuk dan Kyuhyun. Mereka berpandangan satu sama lain, lalu tersenyum penuh arti.

Mereka berjalan mendekati meja Eunhyuk dan Kyuhyun, bak seorang raja yang akan pergi ke kursinya. Sambil memberikan senyum meremehkan. Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu.

“Eum.. eum..” Gumaman Kyuhyun terdengar oleh mereka, dan dipandanginya Kyuhyun dengan tatapan geli sekaligus jijik.

“Hei Bocah! Umur sudah 17 tahun, makan es krim saja masih berbunyi. Haha.” Ucap sang ketua genk, dan diikuti gelak tawa teman-temannya.

Eunhyuk dan Kyuhyun sama-sama menoleh kearah suara tersebut. Kyuhyun yang merasa dirinya disindir, karena dia melihat tatapan Saebom yang menatapnya remeh, hanya bisa menunduk-kan kepalanya menahan takut. Membuat Eunhyuk geram melihatnya. Eunhyuk mengepalkan tangannya, ketika melihat Kyuhyun hanya diam menanggapi ocehan Saebom dan genknya. Seperti manusia yang tak berdaya.

“Tutup kuping-mu Kyu.” Perintah Eunhyuk dengan nada pelan. Kyuhyun menutup telinganya rapat-rapat sambil tetap menunduk. Genk Saebom yang melihat itu, malah semakin mengejek-ngejek Kyuhyun dengan sebutan ‘Idiot’.

“Dasar Idiot!” Ejek Saebom. Kyuhyun menutup matanya. Berusaha meredamkan detak jantungnya yang  bergemuruh.

“Kau adalah orang yang paling idiot yang meladeni orang idiot.” Seru Eunhyuk tajam sambil menatap Saebom. Mereka bertiga tertawa sanjung mendengar pembelaan dari Eunhyuk yang mereka anggap hanya omong kosong. Entah kenapa, Kyuhyun merasa tersindir dengan ucapan Sahabatnya yang padahal bermaksud membelanya. Dia sudah terlalu hafal kata ‘Idiot’ dari lelaki bernama Saebom itu.

“Ternyata ada ‘Ibu-nya’ yang pintar pelajaran fisika, disini.” Mereka bertiga tertawa keras. Eunhyuk mengela nafasnya kasar. Lalu, melemparkan es krimnya ke wajah Saebom secepat kilat.

Saebom terdiam. Teman-temannya menatapnya dengan pandangan menahan tawa.

“Pft..” Teman-teman satu genk Saebom, berusaha untuk tak tertawa. Saebom memukul perut teman sebelah kanan-nya dengan keras. Membua tawa lelaki itu terhenti seketika, disusul dengan temannya yang sebelah kiri. Agar tak mendapat pukulan keras dari bosnya yang kasarnya itu.

“Kau..” Geram Saebom.

Mwo? Mau lagi?” Tantang Eunhyuk sambil memandang Saebo dengan pandangan tak bersalah. Saebom mengepalkan tangannya. Lalu, menatap Eunhyuk dengan garang.

Dia berjalan mendekati Eunhyuk, berbicara tepat ditelinga Eunhyuk.

“Kalau kau bukan anak ternama. Aku pasti sudah mematahkan leher-mu.” Ucap Saebom sok garang. Dia meludahkan wajah Eunhyuk, lalu menyeringai kecil. Eunhyuk mendorong tubuh Saebom menjauh dari tubuhnya, dengan kasar. Dia mengelap wajahnya sambil menatap Saebom dingin.

“Dan kau..” Saebom menunjuk wajah Kyuhyun yang menatap Saebom takut-takut.

“..Berubalah menjadi jantan.” Mereka bertiga tersenyum remeh sambil  menatap Kyuhyun. Seperti melihat seekor keledai yang sedang memakai pita di bokongnya.

Mereka keluar dari Kafe itu. Semua orang yang sedari tadi memperhatikan kejadian barusan, mulai berbisik-bisik tidak jelas.

Eunhyuk memanggil pelayan, untuk memesan es krimnya lagi. Setelah itu, dia terdiam menatap Kyuhyun yang memakan es krimnya dengan wajah ditekuk.

“Kyu?” Panggil Eunhyuk. Kyuhyun beralih menatap Eunhyuk datar, tanpa membalas panggilannya. Eunhyuk mengernyit heran, menatap Kyuhyun yang terlihat tak bersemangat memakan es krim kesukaannya seperti sebelumnya.

“Kau kenapa?” Tanya Eunhyuk. Dia membenarkan letak kaca matanya. Berusaha melihat raut wajah Kyuhyun dengan cermat.

“Idiot..” Gumam Kyuhyun pelan. Minhyuk terkesip.

‘Kau adalah orang yang paling idiot yang meladeni orang idiot.’ Sepertinya itulah masalahnya. Eunhyuk menghela nafasnya perlahan. Air muka Eunhyuk berubah menjadi rasa bersalah. Dirinya sungguh kejam mencela Sahabatnya sendiri, di depan khalayak umun.

“Maafkan aku.” Ucap Eunhyuk penuh rasa bersalah. Kyuhyun terdiam cukup lama. Membuat perasaan bersalah Eunhyuk bertambah besar. Sungguh ia merasa tidak nyaman, seperti popoknya sedang basah.

“Kyu..” Kyuhyun langsung berdiri dan berjalan.. keluar kafe, tanpa mengubris ucapan Eunhyuk. Minhyuk langsung histeris. Dirinya bingung harus berbuat apa. Mengejar Kyuhyun? Sepertinya kursi rodanya kalah cepat dengan kaki jenjang Kyuhyun. Meminta pertolongan? Kyuhyun tak suka diganggu oleh siapa-pun kecuali dirinya.

Akhirnya Eunhyuk menyerah. Dia menyenderkan punggungnya dikursi, dengan lemas. Matanya menatap nanar kearah 7 mangkuk es krim dengan rasa yang berbeda-beda, milik Kyuhyun yang lelaki itu tinggalkan.

“Apa aku harus membayar ini semua..” Ucapnya miris.

 

*****

Eunhyuk terus memutar-mutarkan roda dari kursi rodanya dengan segenap jiwa, agar bisa sampai di rumah dengan cepat.

Setelah sampai diperantaran rumah, ia mendengar grasak-grusuk dari pintu utama. Dia melihat 2 orang pelayan rumahnya yang menghampirinya dengan tatapan khawatir.

“Tuan Muda! Kenapa kau sendirian?”

“Dimana Tuan Kyuhyun!?”

“Ada apa dengan Tuan Cho?”

“Antarkan aku ke rumah Kyuhyun. Sekarang.” Ucap Eunhyuk datar, untuk menghentikan ocehan pelayan-peyannya itu. Salah satu pelayan itu langsung berlari ke belakang tubuh Tuan mudanya, untuk mendorong kursi roda Eunhyuk. Dan yang satunya lagi, berdiri disamping tubuh Eunhyuk, untuk berjaga-jaga jika kalau ada yang menyerang Eunhyuk tiba-tiba. Eunhyuk menghela nafasnya bosan, ketika ia melihat pelayan rumahnya itu begitu overprotectiv pada dirinya. Itu membuatnya malu setengah mati.

Mereka mulai berjalan melewati beberapa blok, dari rumah mewah Eunhyuk. Akhirnya mereka memasuki Halaman dengan taman Bunga yang luas, dan rumah yang terlihat kecil. Itu rumah Kyuhyun bersama Kakek dan Neneknya. Taman luas itu menjadi pemandangan tersendiri bagi Eunhyuk.

Mereka berjalan menuju pintu rumah Kyuhyun. Pelayan yang berdiri disamping Eunhyuk menatap Eunhyuk sejenak. Eunhyuk mengangguk, menanggapi tatapan pelayannya itu. Lalu, dia -pelayan- mengetuk pintu rumah Kyuhyun, selama beberapa kali.

Tapi, tidak ada yang menyahut.

“Buka.” Perintah Eunhyuk pada pelayannya. Pelayan itu hanya mengangguk sambil membungkuk-kan kepalanya sedikit.

 

KNOCK!
KNOCK!
KNOCK!

“Pintunya dikunci Tuan.” Ucap pelayan itu. Eunhyuk menatap sedih pintu itu. Lalu, tangannya beralih memegang roda kursinya dan memudurkan langkahnya. Dia sekarang berada ditengah taman luas milik Nenek Kyuhyun, dan matanya yang terbungkus kaca mata, menatap salah satu jendela yang ternyata adalah jendela kamar Kyuhyun.

Kyuhyun-ah! ” Teriak Eunhyuk kencang. Dari dalam rumah, Kyuhyun yang tengah menulis sesuatu di buku usangnya, tiba-tiba menghentikan pekerjaannya. Dengan perlahan, dia berjalan ke jendela kamarnya dan membuka sedikit gordennya. Dia menatap Eunhyuk yang saat itu juga melihat Kyuhyun dibalik tirai.

Eunhyuk tersenyum. Dia berhasil mencari perhatian agar Kyuhyun menanggapinya.

“Kyuhyun! Keluarlah! Aku tahu kau didalam.” Teriak Eunhyuk lagi. Kyuhyun masih menatapnya dalam diam tanpa merubah posisinya sedikit-pun.

“Ke-lu-ar-lah. Ak-u Ing-in Min-ta Ma-af.” Eja Eunhyuk, masih dengan suara yang kencang. Karna menurutnya, Kyuhyun sedikit kebingungan dengan ucapannya.

Akhirnya dengan perlahan, Kyuhyun berjalan keluar dari kamarnya. Memutar kunci yang menggantung di pintu. Membukanya sedikit karna ia masih enggan bertemu dengan Eunhyuk.

Eunhyuk bisa melihat setengah dari wajah  Kyuhyun yang berdiri dibalik pintu rumah, dari balik lensanya. Dia tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Kyuhyun-ah! ” Seru Eunhyuk senang, dan tubuhnya bergerak keatas, ingin menghampiri Kyuhyun. Namun, ia malah merasakan nyeri di kakinya dan detak jantungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat, berbeda dari biasanya. Ada apa dengannya?

“Ahk!” Jerit Eunhyuk. Kyuhyun yang mendengar Eunhyuk menjerit kesakitan, segera menghampirinya keluar rumah.

Gwechanna? ” Tanya Kyuhyun panik. Eunhyuk malah tersenyum.

“Kau sudah tidak marah lagi denganku?” Tanya Eunhyuk girang, mengabaikan rasa sakit ditubuhnya. Berlagak masa bodo padahal itu berakibat fatal bagi dirinya sendiri.

Kyuhyun menghela nafasnya lega. Lalu, tersenyum. Namun, seketika juga senyuman itu pudar, ketika ia melihat wajah pucat Eunhyuk, yang berbeda dari biasanya. Ada apa sih dengannya?

“Kau sakit?” Ucap Kyuhyun heran.

“Tidak.” Jawab Eunhyuk singkat, sambil tetap tersenyum. Kyuhyun hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

“Sekarang kau sudah mengerti, Apa yang aku ucapkan?” Tanya Eunhyuk hati-hati. Takut membuat Kyuhyun tersinggung kembali dan Kyuhyun akan marah lagi dengannya.

Nde.” Jawab Kyuhyun malu-malu. Detik itu juga, Eunhyuk langsung menarik tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. Dia menepuk-nepuk punggung Kyuhyun dengan sedikit keras tanpa mendengar rintihan kecil yang keluar dari mulut Kyuhyun.

“Aku bangga padamu Kyu!” Seru Eunhyuk girang. Kyuhyun tersenyum bertambah lebar mendengar pernyataan Sahabatnya itu. Entah kenapa, Tuhan sangat baik padanya karena telah memberikannya Sahabat seperti Eunhyuk. Dia sangat.. sangat.. sangat.. bersyukur atas ini semua. Dia tak mau kehilangan Eunhyuk, seperti ia kehilangan Orang tuanya. Orang tuanya, yang bahkan tidak ia ketahui bagaimana bentuk rupanya. Dan dia selalu berdoa untuk 3 orang ini. Ibu. Ayahnya. Dan juga Eunhyuk.

“Lalu.. Bagaimana?” Tanya Eunhyuk, sambil melepaskan pelukan mereka.

“Apanya?” Tanya balik Kyuhyun dengan alis yang menyatu.

“Sebuah buku. Yang aku suruh kau untuk membuat sebuah buku. Apakah sudah jadi?” Tanya Eunhyuk.

Kyuhyun mendesah pelan. Lalu, dia berbalik bermaksud mengambil buku itu. Tapi, langkahnya terhenti karena lengannya dicegah oleh Eunhyuk.

“Tidak usah sekarang. Besok saja. Datanglah ke rumahku.” Ucap Eunhyuk sambil tersenyum simpul.

“Baiklah..” Jawab Kyuhyun.

“Kalau begitu, Aku pulang dulu.” 2 pelayan Eunhyuk segera menghampiri Tuannya, dan berjalan pergi meninggalkan halaman rumah Kyuhyun.

“Jangan marah padaku lagi Kyu!” Ucap Eunhyuk sedikit berteriak, sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum sambil membalas lambain tangan Eunhyuk.

 

*****

Ke-esokannya..

Kyuhyun berjalan dengan langkah ringan, tangannya membawa sebuah buku usang yang isinya sangat berharga. Ini kesekian kalinya, dia persembahkan buku jelek ini untuk Sahabatnya. Walaupun belum semua tulisannya telah selesai. Namun, ia sekarang ingin sekali mendengar pendapat yang keluar dari mulut Eunhyuk. Sebelum sampai dihalaman rumah Eunhyuk, ia mendengar suara yang begitu berisik dari dalam rumah Eunhyuk. Ia menoleh dengan hati-hati kearah rumah itu. Lalu, kakinya terus berjalan memasuki rumah mewah itu.

Saat memasuki rumah Eunhyuk, yang terbuka lebar. Hal pertama yang membuatnya terkesip adalah Ibu Eunhyuk menangis. Wajahnya menunjukan bahwa dirinya begitu tertekan akhir-akhir ini. Suara tangisannya sungguh menyayat hati orang-orang disana. Tapi Kyuhyun tidak tersentuh sedikitpun, Karena dirinya masih bertanya-tanya, Ada apa ini?

“Kyuhyun..” Panggil seseorang. Ternyata Ibu Eunhyuk.

“Masuklah ke kamar Eunhyuk, Nak.. Dia ingin bertemu denganmu.” Kyuhyun yang masih kebingungan, hanya mengangguk ketika dirinya dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan dengan pintu bercat hitam, itu kamar Eunhyuk. Wajah pelayan yang membuka pintu untuk Kyuhyun, juga memunculkan kesan dingin dan sedih yang bercampur menjadi satu. Sungguh dia butuh seseorang untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi sekarang.

Kyuhyun menatap pintu yang tertutup itu, dalam diam. Hingga ia terkejut mendengar gesekan kursi, dari arah belakang tubuhnya. dia membalikan badannya, dan..

Ia terkejut setengah mati.

Dilihatnya Eunhyuk, Sahabat sehidup sematinya, tengah tertidur diatas kasur empuk itu. Matanya tertutup rapat, tanpa menggunakan kaca mata yang biasa ia pakai.

Pelayan yang tadi berniat menyuapi sesuap nasi, untuk Eunhyuk berjalan keluar. Sebelumnya, ia menepuk bahu Kyuhyun ringan. Seperti memberi kekuatan untuk ini semua. Tapi, Kyuhyun mengabaikan.

Kyuhyun menatap Eunhyuk, yang tengah berbaring dikasur empuk itu, dengan alat-alat medis tertempel disemua bagian tubuhnya.

“Apa yang terjadi?” Lirih Kyuhyun penuh kebingungan. Ketika itu juga, Eunhyuk dengan wajah lelahnya, beralih menatap Kyuhyun dengan sayu. Dia tersenyum miris, sambil menatap Kyuhyun dengan mata menyipit.

“K–yu–h…” Panggilnya begitu pelan dengan susah payah. Kyuhyun langsung berhambur menghampiri Eunhyuk. Tangan Eunhyuk yang sedari tadi, mencoba menggapai Kyuhyun, tengah digenggam erat oleh Kyuhyun sendiri. Nafas Kyuhyun memburu. Matanya terpejam erat, sambil menundukan kepalanya. Mulutnya menggumamkan ucapan-ucapan yang terdengar begitu putus asa Tubuh Eunhyuk terasa melayang karena, seharian ini dia belum memasukan asupan makanan sedikitpun.

Kyuhyun, di lubuk hatinya, ia merasa sedih yang teramat sangat. Bingung dan sedih. Ya, sedih karena dia tidak tahu jika Eunhyuk tengah terbujur sakit. Sahabat macam apa dirinya ini? Ironis.

Tangan Eunhyuk, tiba-tiba terangkat. Seperti sedang mengisyaratkan sesuatu. Kyuhyun yang awalnya bingung, kemudian mengangguk mengerti. Dirinya yang tadi terduduk disamping ranjang Eunhyuk, mulai mencari-cari buku usang yang tadi ia bawa. Kyuhyun mengulurkan tangannya, ke bawah kolong ranjang Eunhyuk, lalu mengambil buku yang terjatuh dari genggamannya tadi.

Dia beralih menatap Eunhyuk kembali. Dia menaruh buku jelek itu ke tangan Eunhyuk yang terbuka disisi tubuh kurusnya.

Eunhyuk memejamkan matanya. Tangannya meraba-raba cover buku itu. Beberapa lama kemudian, Eunhyuk membuka matanya kembali, lalu tersenyum manis namun tersirat penuh duka. Kyuhyun menatap Eunnhyuk dengan teliti. Gurat ke-khawatirannya masih sangat kentara diwajah Pemuda itu.

Eunhyuk masih terus tersenyum entah karena apa. Seperti mengisyaratkan Dia menyukai buku itu. Matanya perlahan menatap kearah langit-langit kamarnya, dan kemudian matanya kembali terpejam, dalam diam.

 

TIN…….

Bunyi suara dari layar monitor pendeteksi jantung, terdengar begitu berisik. Kyuhyun menatap layar monitor itu dengan heran. Lalu, dia beralih menatap Eunhyuk yang terpejam dengan tenangnya. Entah apa yang Kyuhyun pikirkan, saat itu juga, dia mendekatkan telinganya kearah dada Eunhyuk yang.. tak berdetak.

Kyuhyun panik. Dia menatap Eunhyuk dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

“Tolong!” Teriak Kyuhyun, sembari mengguncang-guncangkan tubuh Eunhyuk.

Pelayan-pelayan itu, langsung memasuki kamar Eunhyuk dengan tergesa-gesa. Diikuti oleh Pria paruh baya yang memakai jas putih. Pria itu segera menghampiri tubuh Eunhyuk, dan langsung memeriksa jantungnya dan juga nadinya.

Kyuhyun mundur beberapa langkah, dari ranjang Eunhyuk. Ranjang itu sedikit berdecit, ketika tubuh Eunhyuk diberi alat kejut jantung, oleh sang Dokter.

Ibu Eunhyuk sudah menangis dipelukan Ayah Eunhyuk. Dan saat itu juga, Kyuhyun merasakan tubuhnya seperti jatuh ke dalam jurang. Pikirannya mendadak kosong. Dan ia tidak tahu apa yang sedang Ia rasakan saat ini.

 

Tuan Muda Lee, sudah pergi..

Kyuhyun tak mengerti. Atau lebih tepatnya tidak berusaha untuk mengerti, keadaan ini semua. Nafasnya memburu ketika melihat tubuh kaku Eunhyuk. Semua pelayan membuka alat-alat medis itu, dari tubuh Minhyuk. Tatapan mereka tertuju kepada Eunhyuk. Semuanya terkena pahitnya. Mereka bisa merasakan bagaimana Eunhyuk berjuang melawan penyakitnya selama 17 tahun hidupnya.

Ibu Eunhyuk sudah pingsan, lemas tak berdaya di hadapan tubuh Anak tersayang. Orang tua Eunhyuk juga tidak tahu harus bagaimana menyingkapi peristiwa ini.

Kyuhyun? Dia terduduk diam, bersandar di dinding samping jendela kamar Eunhyuk. Eunhyuk masih berada ditempatnya. Hanya tinggal mereka berdua, di kamar itu.

Pikiran Kyuhyun melayang entah kemana. Otak dan tubuhnya tak bekerja dengan sama. Kyuhyun memeluk tubuh jangkungnya. Menunduk-kan kepalanya diantara lututnya. Memikirkan, bagaimana Tuhan tega mengambil orang-orang tersayangnya. Padahal, baru kemarin Ia bersyukur mendapatkan Sahabat seperti Eunhyuk. Tapi, kenapa malah begini?

Berfikir, apakah ada mesin waktu? berapa-pun ia harus bayar, dia akan tetap membelinya. Demi berada di sebelah Sahatnya untuk detik-detik terakhir yang Eunhyuk miliki. Kyuhyun terisak perlahan.

Apa Eunhyuk tadi menunggunya, agar Ia bisa bertemu dengan Sahabatnya untuk terakhir kalinya? Tangannya mencengkram celana jins panjangnya. Hatinya seperti di gores oleh silet tajam. Dadanya sesak Hei! Dia tidak yakin, jika ada obat yang bisa menyembuhkan rasa sakitnya.

Masih banyak yang ingin dia lakukan bersama Eunhyuk di masa depan.

Kehilangan Eunhyuk, seperti mengawali kehancuran dalam hidup Kyuhyun. Bahkan baru seperti ini saja, Kyuhyun bisa merasa keberantakan dalam hidupnya.

Dia tidak tahu, bagaimana nanti dirinya, jika tidak ada Sahabat yang selalu ada di setiap harinya.

Jadi.. Apa ini salah satu alasan kalian, kalau mereka tidak berteman lagi?

 

*****

3 hours later..

Semua orang sudah pergi. Hanya tinggal Kyuhyun disitu. Berdiri di depan gundukan basah milik Sahabatnya yang terkubur dalam kenangan. Dia menundukan kepalanya, tangannya mengepal di depan mulutnya. Matanya terbuka, sambil menatap nanar pemandangan dihadapannya. Hatinya yang sesak, hanya berdoa, berdoa, dan berdoa terus. Tapi pikirannya, malah melakukan hal yang sebaliknya.

Pikirannya malah menyalahkan takdir. Menyalahkan penyakit jantung yang selama ini diderita Eunhyuk seorang diri. Kyuhyun tak habis fikir, kenapa Eunhyuk tidak pernah meminta bantuannya? Apa karena Kyuhyun begitu idiot? Ck.

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri.” Ucap seseorang. Kyuhyun terdiam. Tak peduli sama sekali. Dia sedang tidak ingin diganggu.

“Kenalkan aku Jung Ae-hee. Teman Eunhyuk.” Wanita itu malah memperkenalkan dirinya, membuat dada Kyuhyun bergemuruh ketika mendengar nama Eunhyuk .

“Apa kau mengerti apa yang ku-ucapkan?” Tanya Ae-hee hati-hati. Kyuhyun beralih menatap Ae-hee galak. Ae-hee sendiri hanya terdiam melihat tatapan Kyuhyun padanya. Lalu, dia beralih menatap pemakaman Eunhyuk lagi.

“Maaf.” Ujar Ae-hee entah untuk apa. Kyuhyun menghela nafasnya.

Mereka lama terdiam satu sama lain. Sampai pada akhirnya, Ae-hee membuka tas selempang yang bertengger di bahu kokohnya, lalu mengeluarkan sebuah surat yang diberi prangko lucu dengan rapih.

“Ini darinya. Untukmu.” Ae-hee mengulurkan surat itu kearah Kyuhyun. Kyuhyun hanya meliriknya tak berniat. Tapi, tetap menerimanya tanpa menatap Ae-hee.

“Bacalah..” Ujar Ae-hee sambil menunduk. Kemudian, Tangannya terkepal di depan mulutnya. Dia sedikit berlutut di depan mendiang Eunhyuk, mengantarkan doa entah yang ke berapa ratus kalinya, untuk temannya itu.

Kyuhyun yang tadinya heran, langsung saja membuka surat itu.

Membacanya sengan cermat, padahal ia kebingungan. Tapi, berusaha untuk mengerti semua kilasan omongan Eunhyuk untuk terakhir kalinya.

Annyeong Haseyo! Hehe

Surat ini aku persembahkan untukmu Kyu.

Sahabatku. Dan Keluargaku Sehidup Semati.

Maafkan aku.
Aku mungkin menyembunyikan banyak sekali rahasia padamu.
Aku.. aku hanya tidak mau kau menjadikanku masalah dalam hidupmu.

Memang alasan itu terdengar konyol. Tapi, semua orang pasti akan memberikan alasan yang sama persis seperti diriku.

Kyu, kau harus berjanji akan menyelesaikan buku itu. Aku tidak mau tahu, karena ini permintaan terahirku.

Kau punya bakat, Tapi kau malah terkurung dalam masa lalu.

Kau terlalu sibuk memikirkan satu kesalahan didalam hidupmu, tanpa memikirkan kebaikan yang selama ini kau lakukan.

Kyu, bukan berarti kehidupan tidak berpihak padamu. Hanya saja kau sedang di uji, Sobat. Aku tahu kau tidak suka kata-kataku itu.

Tapi, percayalah niscaya, kau akan menjadi lebih hebat dariku nanti!

Dan.. Aku ber-terima kasih padamu, sebelumnya. Kau telah membuka dirimu padaku.

Dan sekarang, yang harus kau lakukan adalah ‘Putar balikan omongan jelek semua orang tentang dirimu’

Dan mulailah lakukan. Jangan terus berharap.

Sampai Jumpa,
Lee Hyukjae.

PS: Jangan lupa, temukan cintamu. J

Kyuhyun diam. Dia mengernyit heran.

“Dia memintamu untuk melanjutkan.. buku itu.” Ucap Ae-hee tiba-tiba, dengan pelan tapi pasti. Kyuhyun menatap bola mata biru Ae-hee heran, begitu juga sebaliknya.

“Dia me-min-ta-mu.. untuk-terus-beru-saha, dan-jangan-pernah-mendengar-omongan-buruk-dari-orang-lain..” Ucap Ae-hee lagi dengan hati sabar, agar Kyuhyun mengerti. Kyuhyun menatap surat itu lagi.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun.

“Dia mengatakan bahwa, dia begitu menyayangimu.” Jawab Ae-hee masih dengan hati sabar.

“Dia sangat berterima kasih padamu. Jadi, jangan terus-terusan menyalahkan dirimu atau kepergiannya.” Ucapan Ae-hee, seperti menampar pipi Kyuhyun untuk menyadari ini semua dengan nyata. Dengan segenap hatinya. Dengan penuh kesadaran akal dan pikiran normal. Bahwa.. memang dirinya memang idiot. Cengeng. Rapuh. Dan menyusahkan. Ya, dia sadar itu.

Kyuhyun terdiam terpaku. Tangannya mencengkram erat surat yang berada di genggamannya. Meratapi nasibnya sekarang dan setelah ini.

“Dia juga bilang.. bahwa Ia sangat bangga padamu.” Ucap Ae-hee pelan-pelan, sambil menatap gundukan tanah dihadapannya.

“Jangan kau buat, usahanya selama ini menjadi sia-sia.” Kyuhyun mengernyit heran, ketika mendengar pernyataan Wanita cantik dihadapannya itu.

“Dia memang sudah diturunkan oleh Tuhan, untukmu. Sebagai sahabat. Keluarga. Dan juga guru yang paling sabar dalam menghadapimu.” Ae-hee tersenyum miring, ketika dirinya mengatakan kalimat terakhirnya.

Raut muka Ae-hee, terlihat sama sedihnya seperti Kyuhyun.  Kyuhyun baru sadar kembali sekarang. Tidak hanya dirinya, yang kehilangan begitu dalam atas kepergian Eunhyuk . Masih ada Orang tua-nya. Pelayan-pelayan overproktetif, yang menyayanginya. Ae-hee dan juga dirinya. Mereka sama-sama Sahabat Eunhyuk, yang Eunhyuk sayangi dengan segenap jiwanya.

Ae-hee menoleh kearah Kyuhyun. Lalu, menghela nafasnya gusar.
Matanya sedikit berkaca-kaca dan berair. Hatinya bergetar tak nyaman, jika terus berada disini.

“Jaga dirimu baik-baik.” Ingat Ae-hee dengan lembut, kepada Kyuhyun yang bahkan hampir lupa memikirkan dirinya sendiri. Dia menepuk bahu lelaki itu. Lalu, pergi sambil menutup mulutnya. Sebelumnya, Ia menaruh bunga mawar terlebih dahulu bersama dengan raket bulu tangkis kesayanganya, diatas gundukan Eunhyuk.

Kyuhyun menatap kosong samping tubuhnya, yang tadi Ae-hee tempati. Matanya tak fokus menatap cahaya-cahaya disekitarnya. Matanya mulai berkaca-kaca. Mulai mengeluarkan setitik air mata. Mulai menangis dengan rasa bersalah.

Lalu, dimana Cintanya berada? Dimana Ia harus menemukannya?

 

*****

 

EPILOG

Kyuhyun terus belajar dengan giat, demi membuktikan, bahwa usaha Eunhyuk terhadapnya tidak sia-sia. Dia mulai belajar membaca. Menulis dengan benar, Karena ternyata tulisan yang selama ini Ia pelajari sendiri, masih kurang baik. Orang tua Eunhyuk, memberinya suatu layanan untuk pemulihan jiwanya. Dan akhirnya, dirinya lama-lama berangsur membaik.

Dan, tentang buku itu.. Dia menamainya dengan judul ‘Freak The Mighty’ Yang pasti, itu cerita tentang dirinya dan juga Sahabatnya, yang selama ini menjalani kehidupan keras dunia.

Kyuhyun juga mulai belajar dibidang IPTEK. Siapa sangka, otak yang selama ini orang-orang  anggap rendah, punya kecerdasan dalam pelajar teknologi. Tuhan memang punya rencana.

3 minggu setelah ujian Kelulusan. Dirinya kembali mendapat kenikmatan. Usaha yang selama ini dia kerjakan tidak sia-sia. Usaha Eunhyuk yang mengajarinya selama ini, juga tidak terbengkalai menjadi bangkai di otak Kyuhyun. Karena Kyuhyun selalu mengingat perkataan Sahabat yang tingginya, lebih pendek darinya itu.

Dan ada suatu kejadian dimana, Hidup Kyuhyun terasa begitu sempurna.

Yang pertama, orang yang selama ini menilainya buruk, menarik perkataannya kembali. Sekarang, tidak ada lagi kata-kata yang memuakan disekitarnya, yang mengharuskan Kyuhyun untuk bersabar dan menutup telinganya rapat-rapat.

Yang kedua, Saebom dan teman-temannya, TIDAK LULUS UJIAN! Karma memang selalu berlaku, Sampai ajal menjeput. Dasar Idiot! Berubalah menjadi Lelaki jantan yang cerdas!

 

Dan yang terakhir.. Ah tidak! Dia malu kalau harus mengatakan, dirinya.. menemukan..

Cintanya. Haha

 

Hei! Aku sudah menyelesaikan buku itu. Bagaimana mana menurutmu Eunhyuk-ah?
Aku juga sudah Lulus dengan nilai-nilai yang memuaskan. Apa kau bangga padaku?
Aku, juga sudah menemukan cintaku. Terima kasih telah mempertemukan-ku dengannya!

Sampai Jumpa,
Cho Kyuhyun. J

 

END

*****

Thank you for reading! 😉
Sorry for typo.

14 Comments (+add yours?)

  1. IlaBJ
    Nov 17, 2013 @ 09:31:53

    DAEBAK thor!!!

    Reply

  2. janefelicia28
    Nov 17, 2013 @ 09:46:00

    so sweet banget thor ! sekuel !!

    Reply

  3. Yashinta
    Nov 17, 2013 @ 12:52:45

    sampe nangis baca ni ff.
    bagus banget. tp siapa cintanya kyuhyun oppa ?

    Reply

  4. Nico siwonest
    Nov 17, 2013 @ 13:58:13

    Ampe ikut terisak baca ni ff,,sumveh deh!!

    Reply

  5. eunkyuphiet
    Nov 17, 2013 @ 17:09:48

    Sweet banget.. Aku suka sama persahabat yang tulus kaya mereka 🙂

    Reply

  6. Melinda
    Nov 17, 2013 @ 17:27:00

    nyesek baca nya..
    terharu,bnr2 kreatif…
    sukaaaa bgt

    Reply

  7. ChoCho
    Nov 17, 2013 @ 19:16:44

    fiuhh..
    pertama ini salah satu cerita yang menyentuh
    kedua,,baca ini sambil pusing, sedih mpe nggak bisa nangis soalnya*sebel bgt kyk gini, nyesekk
    ketiga kenapa author bikin cerita kayak gini, pasti sedihnya ilang klo dah 3 hari…gimana ini???huhuhu..
    keempat, terimakasih buat cerita yang indah nan nyesek ini..

    Reply

  8. Flo
    Nov 17, 2013 @ 23:56:23

    ah keren banget ceritanya thor
    biasanya kyu ma hyuk berantem mulu
    tapi, di sini sahabatan, sayang banget satu sama lain
    ah cintanya itu, temennya hyuk kan, si ae hee kan..

    Reply

  9. *Elizabeth
    Nov 18, 2013 @ 16:27:02

    Min ff.a mengajarkan org untuk selalu bersyukur 😀

    Reply

  10. Ann
    Nov 18, 2013 @ 20:08:37

    Aku suka ceritanya.. Mudah dimengerti.
    Tapi aku sedikit bingung nih thor, itu TYPO atau bukan?
    Minhyuk ??? Bukankah harusnya Eunhyuk?

    Aku nemu nama itu 2x

    Maaf, hanya mengoreksi. Jika menyinggung. Mohon maaf

    Keep writing! 🙂

    Reply

  11. Ardharani
    Nov 19, 2013 @ 16:04:32

    tadinya mikir endingnya bklan sedih!!
    kerennnnn banget

    Reply

  12. liya
    Nov 21, 2013 @ 02:48:30

    ceritanya bagus!!
    keren!!

    Reply

  13. yulia
    Nov 21, 2013 @ 13:54:50

    maknanya dalem banget….
    good job Thor:)

    Reply

  14. ninanina
    Nov 24, 2013 @ 17:44:11

    sedih bangettt!! terharu.. mau sekuel kyu jadinya sama siapa :p ahhaha

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: