I LOVE YOU [143]

ilove

Author : kim_agasshi17
Judul : I LOVE YOU ( 1-4-3 )
Cast : Cho Kyuhyun , Kim HaNeul
Genre : Family , sad , romance
Rating : PG-15
Lenght :FOneshot
This FF is mine !!
Mungkin cerita seperti ini sudah pasaran, tapi semoga kalian menikmati. Happy reading~~
kritik dan sarannya kutunggu.

( KIM HANEUL POV )

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi orang yang kutunggu tunggu sejak tadi belum juga pulang.

Apa dia tidak akan pulang lagi malam ini ? Padahal aku sudah mengirimkan pesan padanya tadi agar pulang cepat, ada hal penting yang ingin aku bicarakan padanya.

Aku menghela nafas berat. Menatap beberapa makanan yang tergeletak rapi diatas meja dengan pandangan menyedihkan.

Makanan-makanan itu sudah dingin dan sepertinya mereka akan berakhir ditempat sampah seperti biasa.

Aku mondar mandir di dekat ruang makan itu, masih tetap menunggu dia pulang. Siapa dia ? Suamiku. Orang yang jarang sekali pulang kerumah.

Dan tidak lama kemudian, terdengar olehku pintu depan terbuka. Aku menghampirinya dan mendapati dia disana.

Akhirnya dia pulang juga, batinku.

“kau sudah pulang ?” tanyaku basa basi.

Dia hanya menatapku cuek dan berlalu masuk kedalam.

Yah, beginilah sikapnya kepadaku selama kami menikah. Selalu dingin.

Aku mengikutinya dari belakang.

“kyu,,” panggilku.

Dia tetap diam, cuek.

“kyuh aku ingin bicara”

dia berbalik dan menatapku.

Kulihat alis sebelah kanan laki-laki itu terangkat sebagai tanda ‘apa ?’

aku mendekatinya.

“kau sudah makan ? Kalau belum aku akan menghangatkan makanan untukmu”

kyuhyun menatapku sebal “cepat katakan apa yang ingin kau katakan, aku tidak punya banyak waktu”

aku menghela nafas resah. Ragu untuk mengataknnya atau tidak. Aku takut aku akan mendapat kekecewaan setelah mengatakannya.

Kuambil amplop berwarna cokelat yang sedari tadi tergeletak diatas meja tak jauh aku berdiri, lalu memberikannya pada kyuhyun.

Dia terlihat bingung, tapi diterimanya juga amplop itu.

Kulihat kyuhyun mulai membuka amplop itu. Meraih selembar kertas didalam sana lalu mulai membacanya.

Seketika dia menatapku dengan pandangan aneh. Aku tak tau arti dari pandangannya ini, apakah dia senang atau malah tidak.

“kau,,”

aku mengangguk.

“aku hamil kyu”

wajahnya mendingin.
Sepertinya dia tidak senang dengan berita ini.
Inilah yang kutakutkan dan membuatku ragu untuk mengatakannya atau tidak.

“usianya satu bulan”

kyuhyun mendengus kesal.

“kau sepertinya tidak senang kyu” kataku takut takut.

Dia menatapku tajam.
Tatapannya sangat sinis, menusuk hingga hatiku.

“kalau iya bagaimana”

hatiku terasa diiris-iris sekarang. Sunguh sakit rasanya mendengar suami sendiri tidak menginginkan bayi yang kukandung. Anaknya, darah dagingnya. Sungguh menyedihkan sekali nasibku.

Tanpa diminta, air mata sudah terjun bebas dipipiku.

Melihat aku menangis, kyuhyun semakin sebal.

“aissh, sudahlah, kau membuatku kesal” katanya kemudian berlalu masuk kekamar.

Aku hanya bisa diam dan menatap punggungnya yang hilang dibalik pintu.

Tentu saja dia tidak menginginkan bayi ini, dia tidak mencintaiku, batinku sambil mengelus perut datarku lembut.

###

Pagi ini aku bangun seperti biasanya. Mengerjakan tugasku seperti biasa. Membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan untuk suamiku, walaupun aku tau kalau dia tidak akan memakannya.

Ditengah tengah kegiatanku memasak, tiba-tiba saja perutku terasa bergejolak. Sangat mual. Aku ingin muntah.

Kututup mulutku dengan kedua tangan lalu berlari kearah kamar mandi didekat dapur.

Aku menuju wastafel dan muntah disana.

Hoekkk,,hoekkk…

Aku tak memuntahkan apapun, tapi perutkku terus seperti diaduk aduk. Kepalau terasa pusing.

Oh Tuhan, inikah yang dinamakan morning sick. Rasanya aku ingin menangis dibuatnya.

Dengan lunglai aku berjalan keluar kamar mandi setelah muntah berkali-kali tapi tak mengeluarkan apapun.

Sesampainya didapur aku melihat kyuhyun tengah membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral.

Melihat suamiku itu entah kenapa aku jadi ingin makan disuapi olehnya.

“kyu”

kyuhyun melirikku sinis.

Aku jadi ragu untuk memintanya menyuapiku melihat sikap sinisnya itu.

“aku mau makan kyu”

kyuhyun menatapku aneh. Memang tidak biasanya aku seperti ini.

“kalau mau makan ya makan saja, kenapa mengatakannya padaku” katanya jutek.

Aku menghampirinya.

“tapi aku ingin makan disuapi olehmu” aku memelas.

Kyuhyun semakin sebal.

“makan saja sendiri, kau kan punya tangan !!”

aku cemberut.

Laki-laki satu ini memang tidak pengertian. Aku kan sedang ngidam.

“ayolah kyu” kupasang wajah semenyedihkan dan semelas mungkin agar dia mau.

“shireo !! Makan saja sendiri”

dia berlalu pergi.

“cho kyuhyun aku kan sedang mengidam”

dia berhenti dan berbalik menatapku.

“itu masalahmu, bukan urusanku !!” diapun masuk kekamar.

Kuhentakkan kaki dan menatapnya kesal.

Suami kejam !!, berangku.
###

3 bulan kemudian.

“kyu,,” panggilku.

Tak ada jawaban.

“kyu,,,” panggilku lagi.

Dia masih sibuk dengan laptopnya.

Aku mengerang kesal.

“Kyuhyun !” bentakku.

Dia mendengus dan menatapku sebal.

“Wae ?!” tanyanya melotot.

“Aku mau makan sushi”

Kupasang wajah semelas mungkin agar dia mau membelikannya.

“Besok sajalah, sekarang sudah malam”

Aku melirik kearah jam dinding disamping lemari dekat tv yang menunjukkan pukul 11.10 p.m.

“Ayolah Kyu, aku ingin sushi”

“Aishh, kau ini kenapa suka sekali menyusahkanku hah ?!!”

Aku cemberut.

“Ini kan bukan kemauanku, tapi maunya si bayi”

Aku mengelus perutku yang sekarang sedikit membuncit.

Ya, aku hamil 3 bulan sekarang.

“Shireo, aku malas keluar, aku capek !”

Cho kyuhun, suamiku itu kembali fokus ke laptop.
“Kau kejam sekali dengan anakmu sendiri” seruku sebal.

Aku yang sedari tadi duduk di sampingnya, berdiri dengan wajah cemberut. Lalu pergi meninggalkan si lelaki dingin itu sendirian di ruang tv.

Aku pergi masuk ke kamar.

Sesampainya dikamar, kurebahkan tubuhku diatas kasur.

“Dasar suami tidak pengertian” gerutuku.

Disaat seorang istri sedang hamil, biasanya sang suami akan selalu menuruti permintaan istrinya, selalu memanjakan istrinya. Tapi semua itu tidak berlaku buatku. Suamiku, Cho Kyuhyun yang sedingin es itu tidak pernah memperlakukanku dengan manis, baik sebelum aku hamil, maupun saat hamil seperti sekarang.
Dia selalu cuek padaku,bersikap menyebalkan, dan kadang-kadang menjahiliku. Padahalkan disaat hamil ini emosiku tidak stabil, tapi dia tidak merubah sikapnya sedikitpun.

Kami memang menikah karena dijodohkan, aku tau dia tidak menyukaiku. Tapi tidak bisakah laki-laki menyebalkan itu bersikap baik padaku ??. Kalau tidak ingin ku susahkan seperti sekarang, kenapa dia membuatku hamil ?!!. Ah, aku bisa gila karena dia.

Kutarik selimut dan berusaha untuk tidur. Akan tetapi, mataku ini tidak mau juga terpejam.
Mungkin karena saking kesalnya dengan Kyuhyun aku jadi insomnia. Selain itu, diotakku sajak tadi berputar-putar bayangan sushi yang menggiurkan. Sungguh aku ingin makan itu sekarang !!

Kuelus perutku.

“Baiklah sayang, kalau appamu yang menyebalkan itu tidak mau membelinya, biar kita saja yang pergi beli” gumamku.

Aku bagkit dari tempat tidur dan mengambil mantel. Setelah memakainnya aku bergegas keluar.

Saat melewati ruang tv, kulihat Kyuhyun melirikku. Tapi aku cuek saja dan terus berjalan menuju pintu depan.

“Kau mau kemana ?” suara dinginnya menginterupsiku untuk berhenti.

Aku berbalik menghadapnya yang masih duduk setia didepan laptop.
“Menurutmu ??” aku balik bertanya.

“Ini sudah malam”

“Tapi bayiku ingin makan sushi !”

Malas berdebat dengannya. Aku bergegas pergi. Tapi sebelum tanganku menyentuh ganggang pintu, terasa tanganku ditarik seseorang. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“Kau ini kenapa sih !! Kau tidak mau pergi membelikannya, jadi aku pergi beli sendiri. Lalu kenapa lagi sekarang ?!!”

Sungguh aku emosi saat ini.

Kyuhyun menatapku tajam. Lalu dia menghela nafas.

“Arraseo, arasseo ! Aku yang pergi, kau dirumah saja”

Akhirnya dia mengalah.

Kulihat kyuhyun mengambil kunci mobilnya.

“Aku akan membelinya” katanya kemudian pergi keluar.

Sepeninggal Kyuhyun, wajahku yang semula cemberut kesal, perlahan berubah. Senyum tipis terpancar di bibirku.

Kali ini kau menang Kim HaNeul, batinku.

##
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, dua jam yang lalu Kyuhyun berangkat kerumah sakit. Sekedar informasi bahwa Cho Kyuhyun yang dingin itu adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit yang cukup terkenal di Seoul, yakni Seoul International Hospital. Baru dua jam di tinggalnya kerja, entah kenapa aku sangat merindukannya. Tidak biasanya aku seperti ini. Apa ini juga bawaan bayi ??.

Ku pandangi wajah Kyuhyun difoto pernikahan kami yang tergantung didinding kamar. Berharap dengan cara seperti itu, rasa rindu yang aneh ini bisa hilang. Akan tetapi semuanya sia-sia, semakin lama aku memandang fotonya, aku semakin ingin bertemu dengannya. Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh cinta pada laki-laki dingin itu.

Kuraih handhponeku yang tergeletak diatas tempat tidur. Aku bermaksud untuk menelpon Kyuhyun dan menyuruhnya untuk pulang.

“Yeobseo” serunya saat telponku diangkat.

“Ada apa ?” tanyanya.

“Kyu, ayo pulang kerumah sekarang” rengekkku.

“Mwo ?”

“Aku ingin kau pulag sekarang”

“Memangnya ada apa ?”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin kau pulang”

Mungkin Kyuhyun sedang ternganga sekarang mendengar permintaan anehku ini.

“Kau menelponku hanya untuk menyuruhku pulang ?” tanyanya tak percaya.

Aku mengangguk “ne”

“Yang benar saja. Aku banyak pasien hari ini. Kim Haneul kau jangan mengangguku dengan permintaan bodohmu itu”

Lihatlah, dia sangat kasar dengan istri sendiri.

“Permintaan bodoh ? Yak, ini permintaan anakmu. Dia ingin kau pulang sekarang !!” seruku.

Kyuhyun mengehela nafas “Bilang dengannya kalau aku banyak kerjaan. Sudahlah jangan mengangguku, aku banyak pasien sekarang”

tutt…tuutt…

Dan sambungan telponpun terputus.

Aish menyebalakan sekali.
Apa dia bilang ? Dia menyuruhku mengatakan pada bayiku kalau dia sedang sibuk ?? Menyebalkan sekali.

Karena saking inginnya ketemu Kyuhyun, akhirnya kuputuskan untuk menyusulnya ke Rumah Sakit. Ini memang aneh, tapi ini keinginan bayiku. Biasakan hal ini terjadi dengan wanita hamil ?

Setelah perjalanan 15 menit dari rumah menggunakan bis, akhirnya aku sampai juga di Seoul International Hospital, tempat suamiku bekerja.

Aku memasuki gedung mewah itu dan berjalan menuju lift. Aku tau ruangan Kyuhyun ada dilantai 5.
Lift terbuka, dan akupun masuk. Bersamaan denganku, ada dua orang perawat juga yang masuk.

“Ryu-ah, apa gosip itu benar ?” tanya seorang salah satu perawat pada temannya.

“Gosip apa ?” tanya yang satunya.

Aku bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas.

“Gosip dokter Kyuhyun dan dokter Haerin”

Aku menatap kedua perawat itu penasaran saat mereka menyebut nama suamiku.
Dan gosip ?? Gosip apa maksudnya ?.

“Sepertinya gosip pacaran dokter kyuhyun dan haerin itu memang benar” jawab perawat itu.

“Wahh, mereka memang pasangan yang cocok. Tampan dan cantik, serasi sekali”

Jantungku berdegup kencang. Gosip pacaran ? Apa-apaan ini.

“Tapi bukankah dokter Kyuhyun sudah menikah ?”

“Mana mungkin. Kalau memang benar kenapa dokter Kyuhyun tidak pernah membawa istrinya, bahkan ke acara ulang tahun rumah sakit kemarin dia datang sendiri”
Hatiku terasa perih mendengar percakapan dua perawat itu. Hidupku memang sangat miris. Kami sudah menikah selama 6 bulan tapi teman-temannya tak ada yang tahu. Saat acara pernikahan pun dia tak mengundang temannya.

“Kudengar dokter kyu dan haerin sudah berpacaran sejak kuliah”

“Oh, begitu”

haerin ? Siapa kah gadis itu ?, batinku sakit.

Tak terasa lift kembali terbuka, kami sudah sampai dilantai 5. Aku keluar dan sedikit ragu untuk keruangan Kyuhyun, percakapan dua perawat tadi membuat keinginanku untuk mertemu Kyuhyun hilang seketika.
Tapi setelah menimang nimang, akhirnya kuputuskan juga untuk pergi ketempat laki-laki menyebalkan itu.

“Apa dokter kyuhyun ada didalam ?” tanyaku pada salah satu perawat yang berada didepan ruangan Kyuhyun.

“Ada nyonya” jawabnya.

Perawat itu membungkuk kemudian buru-buru pergi. Sepertinya dia sedang sibuk.

Aku yang sudah berdiri di depan pintu ruangan suamiku itu mulai mengetoknya.

Tokk,,tokk.

Tak ada sahutan.

Tookk, tokk..

Kuketuk lagi tapi tetap saja tak ada sahutan.

Akhirnya kuputuskan untuk membuka pintu itu.

Perlahan kubuka, dan betapa terkejutnya betapa sakitnya hatiku saat melihat pemandangan yang terdapat didalam ruangan itu.

Kyuhyun, suamiku, tengah berpelukan dengan seorang wanita. Walaupun cuma berpelukan tapi tetap saja membuatku sakit hati. Dan siapa wanita itu ? Apa dia yang bernama Haerin ?.

Pelukan mereka terlepas saat mereka sadar aku mengamatinya. Kyuhyun terkejut melihat kehadiranku, sementara wanita itu hanya menatapku bingung.

“Maaf aku menganggu kalian” kataku pelan lalu bergegas pergi dari tempat itu.

Aku berlari dan berlari sekencang mungkin. Aku ingin cepat-cepat keluar dari gedung ini.

Sambil terus berlari, kuseka air mata yang jatuh membasahi pipiku.

“Seharusnya aku tidak datang kesini” gumamku terisak.

###

Hatiku benar-benar sakit sekarang. Rasanya seperti ditusuk ribuan jarum, seperti di hantam oleh batu dengan berat seribu ton. Siapa yang tidak sakit hati melihat suami yang sangat dicintai berpelukan mesra degan wania lain ?

“Apa lagi yang dia lakukan padamu ?”

Sekarang aku berada diapartemen sahabatku, SunMi. Jika sedang kesal atau punya masalah aku selalu datang kesini. Berkeluh kesah dengan sahabatku sejak Sekolah Dasar itu. Cuma SunMi yang selalu kuajak berbagi suka dan duka.

“Dia mengataimu lagi ?”

Aku menggeleng sambil terisak kecil.

“Dia memarahimu ? Menghinamu ?”

Kembali aku menggeleng.

“Lalu apa ?” tanyanya.

Aku menghapus air mata dikedua pipi “Aku melihatnya berpelukan mesra dengan wanita lain”

SunMi menhela nafas.

“Sudah kukatakan sejak awal kalau hidup dengan Kyuhyun itu hanya membuatmu menderita”
Aku tahu, sudah berulang kali SunMi mengatakan itu. Dari dulu semenjak aku terus bertengkar dengan kyuhyun, dia selalu menyuruku untuk berpisah saja dengan laki-laki itu.

“Sebaiknya kau tinggalkan saja dia. Aku tidak ingin melihatmu menangis terus seperti ini. Carilah laki-laki lain, kau berhak bahagia” nasehatnya.

Aku menggeleng. Kuelus perutku.

“Aku tidak bisa. Aku sedang hamil, kau tau kan ?”

SunMi kembali menghela nafas “Bukannya tidak bisa, tapi kau tidak mau. Kalau kau benar-benar ingin berpisah dengannya pasti kau sudah melakukannya sejak sebelum kau hamil. Sepertinya kau sudah termakan cinta buta Haneul-ah”

Betul sekali apa katanya. Aku memang sudah buta akan Kyuhyun. Dulu memang aku tak menyukainya, tapi dengan seiring berjalannya waktu rasa itu mulai tumbuh. Saking butanya cintaku, aku terima saja diperlakukan dingin, cuek dan kadang kasar olehnya. Benar-benar bodoh !!

“lalu aku harus bagaimana SunMi-ah ?”

SunMi mengangkat kedua bahunya.

“Kalau menurutku sebaiknya kau tinggalkan saja dia, banyak laki-laki lain yang bisa membahagiakanmu. Tapi kalau kau mencintainya, kau pertahankan saja pernikahanmu itu. Tapi ingat, aku tidak ingin melihat mu menangis lagi”

SunMi yang semula duduk disampingku, beranjak pergi kedapur. Meninggalkanku sendiri dengan sejuta kebingungan yang melanda.

##
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dengan paksaan SunMi, akhirnya aku pulang juga kerumah. Padahal aku berniat untuk bermalam dirumahnya. Aku malas sekali bertemu dengan Kyuhyun. Tapi SunMi tidak boleh, dia menyuruhku untuk pulang dan segera menyelesaikan masalahku.

Ngomong-ngomong soal Kyuhyun, dia itu benar-benar kejam, tidak punya perasaan. Seharusnya kalau ketahuan selingkuh seperti itu, dia mengejarku, mencariku, dan meminta maaf padaku. Tapi lihat saja, mencariku saja tidak. Menelpon pun juga tidak. Dia benar-benar tak pernah peduli padaku. Dugaanku kalau dia tak akan pernah mencintaiku semakin kuat.

Dengan wajah kubuat sedingin mungkin, aku membuka pintu utama rumah kami, lalu berjalan masuk. Suasana didalm sepi, hanya terdengar suara tv dari ruang tengah.

Aku yang berjalan memasuki ruang tengah mendapati Kyuhyun yang sedang duduk serius didepan laptop.

Lihatlah, dia sama sekali tidak merasa bersalah, dia malah sibuk kerja.

Aku semakin kesal. Rasanya ingin kujambak rambut suamiku itu.

Kulangkahkan kaki menuju kamar, tapi sebelum langkahku masuk kedalam kamar, suaranya terdengar.

“Dari mana saja kau ?” tanyanya dingin.

Aku hanya diam tak menjawab pertanyaannya. Kemudian segera masuk kedalam kamar.

Setelah aku masuk, ternyata dia juga masuk, mengikutiku.

“Jawab pertanyaanku ?!”

Aku berbalik dan menatapnya sinis.

“Bukan urusanmu aku dari mana”

“Mwo ?!!”

“Kau tak usah memperdulikanku”

Dia mendengus kesal.

“Kau marah padaku ?”

Tentu saja marah, dasar babo !! batinku.

“Tidak” tapi yang keluar dimulut berbeda dengan hatiku.

Kyuhyun tersenyum evil “kau marah karena kejadian di rumah sakit tadi kan ?”

aku melotot padanya.

“tidak ! Untuk apa aku harus marah. Terserah kau mau berpelukan dengan wanita siapapun, itu bukan urusanku !!”

sungguh bodoh, kenapa aku mengatakan itu.

“jangan salah paham, dia itu….”

“dia dokter haerinkan ? Pacarmu sejak kuliah. Tak perlu kau jelaskan aku sudah tau”
dengan kesal ku ambil handuk dan masuk kekamar mandi. Setelah dikamar mandi tangisku pun pecah.

“tuhan, kenapa aku bisa jatuh cinta pada orang seperti itu” gumamku terisak.
( KYUHYUN POV )

Kim Haneul, kenapa kau selalu membuatku khawatir. Seharian entah pergi kemana dan pulang dengan wajah dingin. Apa kau salah paham dengan kejadian di rumah sakit tadi ??
Aishh, kenapa kau menyebalkan sekali.

Aku menatap kesal pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat selama 20 menit.

Apa yang gadis itu lakukan didalam sana ??. Kenapa mandinya lama sekali ? Apa dia pingsan ?.

Pikiranku mulai ngelantur.

Aku berjalan mendekat kearah pintu itu.

Tok,,tokk,

“haneul-ah, kenapa kau lama sekali didalam ?” panggilku.

Tak ada jawaban.

“haneul !!”
masih tetap nihil.

“kim haneul !!” teriakku dengan masih terus mengetok pintu.

Benarkah dugaan ku dia pingsan didalam ??

Saat aku hendak memanggilnya lagi, pintu kamar mandi itu terbuka. Menampakkan wajah jutek haneul yang sekarang sedikit berbeda. Dia sedikit pucat.

“kenapa ?!” tanyanya datar.

Sungguh aku benci melihat ekspresinya sekarang. Aku lebih suka melihatnya yang merengek rengek meminta sesuatu, menyusahkanku, daripada harus melihat wajah dingin dan juteknya itu.

“kenapa kau lama sekali didalam ?”

“aku mandi” jawabnya sambil berlalu ketempat tidur.

Aku menghampirinya.

“kenapa kau datang kerumah sakit tadi ?”

dia merebahkan diri di kasur. Kulihat sepertinya dia sangat lelah.

“kenapa ? Kau merasa terganggu dengan kedatanganku ??” haneul malah balik bertanya.
“iya aku terganggu”

upss, keceplosan. Pasti sesudah ini dia semakin marah.

Dan benar saja, haneul menatapku tajam.

“oh jadi kau tidak suka aku kesana karena aku mengaggu kecan mesramu dengan dokter itu !!”

“bukan itu maksudku,,”

“kenapa kau ini menyebalkan sekali Cho Kyuhyun. Tak bisa kah kau tidak berkata kasar padaku !! Aku sedang hamil, wanita hamil itu sensitif, jadi tolong sekali saja kau jaga perasaanku !!”

yak yak yak kenapa jadi seperti ini.

Kulihat air mata mulai jatuh membasahi pipinya. Dia bangkit dan duduk, menundukkan kepalanya kemudian terisak.

Aish, aku tidak suka melihat wanita menangis.

Haneul menutup wajah dengan kedua tangannya.

Isakannya semakin terdengar kencang.

Dengan ragu aku menhampirinya.

“yak uljimma”

aku duduk disampingnya.

“jangan menangis. Baiklah aku minta maaf”

“kau jahat cho kyuhyun, aku benci !! Kalau kau ingin bersama dokter itu sebaiknya kau ceraikan saja aku !”

hey, apa yang dia katakan ?? Cerai ? Yang benar saja.

“mworago ?”

haneul menatapku. Wajahnya berlinang dengan air mata dan pucat.

“aku tau kau tidak pernah menginginkan pernikahan ini. Aku juga tau kau tidak menginginkan anak ini”

haneul memegang perutnya.

“jika kau bahagia dengan dokter itu, lebih baik kita bercerai saja. Soal anak ini kau tidak usah khawatir, aku akan mengurusnya sendiri. Aku tidak akan menyusahkanmu”

sepertinya istriku ini sedang depresi makanya bicara ngelantur terus.

Kulihat dia berdiri, berjalan menghampiri lemari. Mengambil koper lalu mulai memasukkan baju-bajunya kedalam koper itu.

Oh Tuhan, ternyata dia serius dengan ucapannya itu.
Aku menghampirinya dan menahan tanggannya yang sedari tadi memasukkan baju kekoper.

“kau mau apa ?!!”

“kau tidak lihat aku sedang membereskan bajuku ?!! Aku akan pulang kerumah eomma malam ini juga, dan besok aku akan mengurus surat perceraian kita”

aku menatap haneul tajam. Cengkramanku ditangannya semakin kuat.

“kau tidak boleh kemana-mana !”

“waeyo ? Seharusnya kau senang aku pergi. Kau bisa berhubungan bebas dengan dokter itu, silahkan kalian berpelukan…..”

“Kim Haneul !!!!” kupotong kata-katanya dengan bentakanku.

“berani kau keluar dari rumah ini, maka aku akan,,,”

“akan apa hah !!!”

haneul menatapku marah. Sungguh ini pertama kalinya aku melihatnya marah seperti ini.

Dengan paksa dia melepasan cengkraman tanganku, lalu kembali memasukkan sisa bajunya. Setelah itu dia membawa kopernya keluar, bermaksud untuk pergi. Tapi belum sampai dipintu depan. Kulihat haneul tiba-tiba berjongkok sambil memegang perutnya. Dia meringis kesakitan. Aku yang panik setengah mati langsung menghampirinya.

“haneul-ah, kau kenapa ??” tanyaku

“arrgh sakitt,,,”

haneul memegang perutnya.

“perutmu sakit ? Oh tidak jangan sampai pendarahan”

baru saja aku mengatakn itu, kulihat ada darah disekitar kakinya.

Aku yang seorang dokter – walaupun bukan dokter kandungan – tau kalau ini adalah kondisi yang gawat. Haneul seketika bisa keguguran.

“ayo kita kerumah sakit”

kuangkat tubuhnya yang lemah itu, bergegas membawanya masuk kemobil. Kemudian aku segera tancap gas ke Seoul International Hospital.
###
Tuhan, tolong selamatkan anak dan istriku. Aku berjanji akan menjaga mereka dengan baik, aku berjanji tidak akan mengacuhkan lagi. Kumohon selamatkan mereka.
Saat pintu ruang UGD itu terbuka dan menampakkan Eunsoo -dokter kandungan- dirumah sakit ini yang sekaligus temanku, aku menghampirinya dengan harap-harap cemas. Aku berharap tak ada kabar buruk yang kuterima.

“bagaimana keadaanya Eunsoo-ah ?” tanyaku.

Eunsoo menghela nafas “untunglah anakmu selamat, terlamabat 5 menit saja istrimu pasti sudah keguguran”

akhirnya aku bia menghela nafas lega.

“keadaan Haneul bagaimana ?”

“dia juga baik-baik saja”

terima kasih ya Tuhan.

“tapi kuperingatkan padamu. Kandungan istrimu itu sangat lemah, dia tidak boleh lelah dan banyak fikiran. Jangan buat dia tertekan”

aku mengangguk “arraseo. Bolehkah aku melihatnya ?”

“ne, kau bisa melihatnya”

“terimakasih Eunsoo-ah”

dokter eunsoo itu tersenyum padaku.

Aku masuk kedalam ruangan itu. Tampak olehku haneul sedang tidur diatas tempat tidur. Aku menghampirinya.
Kugeggam tangnnya, kuamati wajahnya yang terlihat sangat pucat.

“mianhe. Maafkan aku yang selalu mengacuhkanmu dan membuatmu sebal”

kuelus pipinya dengan tangan kananku. Ku cium keningnya.

“cepatlah sadar”

tanganku turun kearah perutnya. Mengelusnya pelan.

“maafkan appa” gumamku menyesal.
( AUTHOR POV )

Pagi menjelang. Haneul membuka matanya yang terasa berat perlahan. Dia menatap keadaan disekelilingnya yang sangat asing. Bau obat yang menyengat diruangan ini membuatnya tau kalau ini adalah rumah sakit.

Haneul menoleh kesamping. Dia mendapati kyuhyun sedang tertidur dikursi dengan kepala dia tas tempat tidur. Tangannya juga sedang mengenggam tangan haneul.

Terbesit rasa senang dihatinya saat melihat Kyuhyun yang tidur sambil menggengam tangannya. Tapi rasa senang itu menguap seketika saat bayangan kyuhyun memeluk dokter bernama haerin itu melintas diotaknya..

Kyuhyun mulai terbangun. Dia menegakkan kepalanya.

“kau sudah sadar ??” tanyanya pada haneul.

Gadis itu memalingkan mukanya dari kyuhyun. Dia tau kalau haneul masih marah.

Kyuhyun mengelus pipi haneul lembut.

“maafkan aku. Aku memang salah, tolong maafkan aku”

haneul menatapnya “akhirnya kau sadar kalau kau salah”

kyuhyun menghela nafas.

“ne, aku salah karena sudah berpelukan dengan haerin, tapi percayalah padaku kalau kami tidak ada hubungan apa-apa”

haneul tersenyum sinis “kau pikir aku bodoh”

“memang benar kalau kami pernah berhubungan, tapi itu dulu, saat masih kuliah. Sekarang aku sama sekali tidak punya hubungan apa-apa dengannya”

kyuhyun mencoba menjelaskan kesalahpahaman ini.

“lalu kenapa kalian berpelukan mesra ?!”

“dia menyatakan masih suka padaku dan tiba-tiba langsung memelukku. Tapi aku bersumpah kalau aku tidak menyukainya lagi”

“kau bohong !! Pokoknya aku ingin bercerai”

“yak kim haneul, kau jangan terlalu cemburu seperti itu. Cuma masalah sepele kau minta bercerai ??”

“kau bilang masalah sepele. Kau benar-benar brengsek cho kyuhyun”

mata haneul mulai memerah. Sedetik kemudian, air mata sudah keluar dari sana.

Kyuhyun emosi saat ini, tapi dia berusaha meredamnya meningat kondisi haneul sekarang.

“pokoknya aku tidak mau bercerai. Tidak mau !”

“kenapa ? Bukankah ini yang kau harapkan ?!!”

“tidak. Aku ingin di kau tetap disisiku !! Bersama membesarkan anak kita ! Jadi jangan pernah katakan cerai lagi !”
“awalnya aku memang tidak menyukaimu, kau itu pengganggu dihidupku Kim Haneul. Tapi lama-kelamaan kau sudah masuk dalam hidupku, bukan hanya itu tapi kau juga sudah masuk dalam hatiku. Kau tau, aku tergantung dengan dirimu sekarang. Entah apa jadinya aku kalau kita bercerai”

haneul menatap kyuhyun tak percaya. Ini pertama kalinya laki-laki itu berbicara panjang lebar padanya, ini pertama kalinya seorang cho kyuhyun yang sedingin es itu memohon padanya. Haneul merasa ini seperti mimpi. Terlebih lagi saat ini kyuhyun sedang menyatakan persaannya.

Terbesit rasa senang di hati haneul, akan tetapi tetap saja dia merasa kesal akan sikap kyuhyun selama ini padanya. Dia tidak akan memaafkan kyuhyun semudah itu. Laki-laki itu harus diberi pelajaran.

“aku ingin pulang ke rumah eomma, aku tidak ingin tinggal denganmu untuk sementara waktu” kata haneul sambil memalingkan mukanya dari kyuhyun.
##
hari ini tepat tiga bulan Haneul dan Kyuhyun tinggal terpisah. Kandungannyapun semakin bertambah besar sekarang, usianya sudah 6 bulan. Selama tiga bulan ini, haneul benar-benar melaksanakan aksi balas dendamnya pada suaminya itu.
Dia sama sekali tidak mau bertemiu dengan Kyuhyun. Jika suaminya itu datang menjenguknya dirumah sang mertua, haneul selalu mengurung diri dikamar. Telpon kyuhyun tak pernah sekalipun dia angkat, sms pun juga sama. Hal ini membuat Kyuhyun frustasi berat.

Hidup kyuhyun sekarang benar-benar kacau. Tak ada yang mengurusnya, makan tak pernah teratur. Fikirannya terpecah belah antara pekerjaan dirumah sakit dan haneul. Mungkin sebentar lagi dia akan menjadi gila.

( Haneul POV )

siang ini, aku tengah sibuk di dapur. Membuat kue bersama bibi Jung. Entah kenapa belakangan ini aku senang sekali membuat kue. Rasanya mengasikkan sekali. Ada kebahagiaan tersendri saat melihat kue yang kubuat masak dengan sempurna dan dicicipi oleh orang lain.
Saat aku tengah sibuk mengaduk adonan yang kubuat. Tiba-tiba eomma datang menghampiriku dengan wajah cemas, khawatir, dan syok yang bercampur menjadi satu.

“haneul-ah” panggil eomma panik.

“eomma kenapa ?” tanyaku yang masih terus mengaduk adonan.

“haneul-ah, kyuhyun…”

aku menatap eomma bingung. Ada apa dengan kyuhyun ??.

“barusan mertuamu menelpon dan dia bilang kyuhyun,,,”

kenapa eomma terlihat cemas sekali ?

“dia kenapa eomma ?”

“kyuhyun kecelakan”

aktifitasku terhenti. Aku menatap omma tak percaya.

Kyuhyun kecelakaan ? Tidak mungkin.

“kyuhyun ada dirumah sakit sekarang, dia kritis”

aku menggeleng.

Tidak mungkin.

Kupegang perutku yang membesar itu.

Appamu sayang, batinku.

Tanpa fikir panjang lagi aku langssung berlari keluar rumah menuju garasi. Aku harus cepat sampai di rumah sakit. Aku ingin melihat kyuhyun. Aku tidak ingin dia kenapa- kenapa. Aku tidak ingin hal buruk menimpanya sehingga membuatku menjadi janda.

Sepuluh menit di perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah sakit. Aku berlari menuju resepsionis.

“dimana korban kecelakaan barusan ?” tanyaku panik.

“sekarang diruang UGD”

aku berlari menuju ruang UGD.

Tuhan kumohon selamatkan suamiku.

Air mata sudah mengalir deras dipipiku. Sungguh aku tidak mau kehilangan dia.

Dari jauh dapat kulihat eomma kyuhyun, mertuaku berdiri harap-harap cemas di depan pintu ruang UGD itu. Aku segera mendekat kearahnya.

“eommonim,,”

mertuaku menoleh. Dia langsung memelukku.

“kenapa dengan kyuhyun ?? Bagaimana ini bisa terjadi eomma”

“kau harus sabar sayang” katanya sampil mengusap-ngusap punggungku.

Aku menangis terisak.

Tidak lama kemudian, pintu ruang UGD itu terbuka. Menampakkan seorang dokter dengan wajah lelahnya. Dokter itu menatapku dan eommonim bergantian. Ia menghela nafas berat kemudian menggeleng lemah.
Seketika kakiku terasa lemas. Aku tak kuat berdiri. Sungguh, tulang-tulangku seperti mau copot semua melihat reaksi dokter itu.

“kami sudah berusaha” ucap dokter itu.

Di membungkuk kecil kemudian berlalu dari hadapan kami.

Aku terduduk dilantai rumah sakit. Aku menagis sekencang-kencangnya.

Eommonim memelukku erat.

“andwe !! Kyuhyun tidak boleh pergi meninggalkanku eommanim. Andwe !!”

“dia tidak boleh pergi seperti ini. Aku mencintainya eommanim, aku membutuhkannya”

eommanim mengelus lembut punggungku.

“eommanim, kyuhyun tidak boleh pergi. Aku dan anak kami membutuhkannya. Alu mencintainya eomma”

sungguh aku rasanya ingin mati saja sekarang. Bagaimana bisa nasibku seburuk ini ? Ditinggal suami saat sedang hamil. Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan.

“kita harus kuat sayang”

emmanim menatapku sedih.

“semalam kyuhyun mengatakan pada omma dia sangat mencintaimu, dia berharap kau memaafkannya. Tapi sekarang semuanya seperti ini”

aku menggelng kuat dan semakin histeris.

“aku sudah memaafkannya dari dulu, aku mencintainya, kenapa sekarang dia pergi meninggalkanku ??”

“benarkah ??”

tangisan histerisku terhenti seketika saat telingaku mendengar suara yang amat familiar bagiku.

Aku yang masih terduduk dilantai langsung menoleh kebelakang. Dan betapa syoknya aku mendapati kyuhyun berdiri disana. Dia sehat-sehat saja, tak ada satupun luka ditubuhnya, dia terlihat baik-baik saja dengan jas dokternya.

Dia mendekat, dan berjongkok dihadapanku yang masih terlihat syok.

“benarkah kau mencintaiku ?” tanyanya.

Dan kini aku sadar kalau aku sedang dikerjai. Ide siapa ini !! Kurang ajar sekali mereka membuatku hampir pingsan seperti ini.

Aku menatap eommonim sebal. Wanita itu hanya bisa mengalihkan pandangannya salting.

“ah, eomma ada janji. Eomma pergi dulu ya”

mertuaku itu berdiri dan bergegas pergi dari hadapanku.
Pandanganku kini beralih ke kyuhyun. Aku menatapnya kesal, jengkel.

“brengsek” gumamku.

Kyuhyun menatapku dan tersenyum lembut.

“kau mengerjaiku”

air mata kembali menetes dari mataku.

“aku mencintaimu” ujarnya lembut.

Sekali lagi air mataku menates.

“kau jahat !”

“aku merindukanmu !”

aku terisak.

“kau menyebalkan”

“maafkan aku. kembalilah padaku”

aku manatapnya dengan perasaan campur aduk.
Sebal, jengkel, senang bercampur jadi satu.

“aku mencintaimu” kata-kata itu meluncur dengan mulus dari mulutku.

dengan berlinang air mata aku langsung memeluk laki-laki dihadapanku ini. Suamiku, ayah dari anakku.

“aku juga mencintaimu hanuel-ah”

dia membalas pelukanku.

“maafkan aku melakukan ini, cuma dengan cara seperti ini aku tau bagaimana perasanmu padaku”

kupukul dadanya pelan.

Cho kyuhyun, laki-laki paling jahat yang pernah kutemui. Dia itu cuek, dingin, menyebalkan dan suka mengerjaiku. Dia tidak punya perasaan dan suka seenaknya. Tapi entah kenapa aku malah jatuh cinta padanya. Sangat-sangat mencintainya.

“maukah kau mulai dari awal lagi bersamaku ?”
aku melepaskan pelukannya. Kami saling bertatapan. Tanganya menyentuh pipiku dan menghapus sisa air mata disana.

“mau ya ?”

aku terus menatap matanya. Mencari kebohongan atau bercandaan disana. Tapi sama sekali tak kutemukan, yang ada hanyalah sebuah ketulusan.

Kumantapkan hatiku seraya mengangguk.

“ne, aku mau”

Kyuhyun tersenyum senang dan kembali memelukku, kini lebih erat dari yang sebelumnya.

“gomawo, aku janji akan selalu membahagiakanmu”

aku mengangguk didalam pelukannya.

“kupegang janjimu”

!!! THE END !!!

31 Comments (+add yours?)

  1. nia
    Nov 17, 2013 @ 12:34:49

    Aaaaa keren thor , udah ketebak endingnyaa 😀

    Reply

  2. Cho
    Nov 17, 2013 @ 12:40:23

    Sweet 🙂

    Reply

  3. aisyahamaliyah
    Nov 17, 2013 @ 12:57:04

    aigoooo haha
    kyuhyun nya masih kurang disiksaaaa /plak/
    tapi overall keren thor 😀 aku suka aku suka ._.

    Reply

  4. choandin
    Nov 17, 2013 @ 13:38:12

    bagus 🙂

    Reply

  5. feby goh
    Nov 17, 2013 @ 14:37:22

    So sweet^^

    Reply

  6. wita
    Nov 17, 2013 @ 16:00:45

    ff nyaaa lucu n so sweet deh heehehe…

    Reply

  7. renakim
    Nov 17, 2013 @ 16:55:06

    udah ketebak endingnya tp oke lah nih.

    Reply

  8. Melinda
    Nov 17, 2013 @ 17:14:23

    jahat bgt,kirain sad ending..
    gtw nya cm boongan,kyupa nya jahil bgt

    Reply

  9. AhHyo
    Nov 17, 2013 @ 18:14:08

    Huuaaa Daebakk…Good job 😀

    Reply

  10. tara
    Nov 17, 2013 @ 21:36:22

    bagus , cuma kakta2 nya hrs di perbaiki , jgn pakai kata “gadis” haneul kan statusnya istri hehehe

    Reply

  11. novanofriani
    Nov 17, 2013 @ 21:50:04

    alasan kyuhyun jutek diawal apa klo sebenrmya dia juga cinta sma istrinya?

    Reply

  12. Flo
    Nov 17, 2013 @ 23:55:59

    ahaha, kampret banget sih evil
    ngerjainnya ga kira2, masa pura2 mati, klo beneran gimana

    Reply

  13. sasa
    Nov 18, 2013 @ 10:16:26

    Haha lucu dibagian akhirnya. Hihi baagus thoorrr…

    Reply

  14. yua
    Nov 18, 2013 @ 10:38:03

    suka sama yg happy ending gni 😀

    Reply

  15. myfanfiction24
    Nov 18, 2013 @ 13:42:04

    Thanks for your comment in my gaje FF 😀

    Reply

  16. *Elizabeth
    Nov 18, 2013 @ 16:49:20

    Ud ketebak sih 😀
    tapi kren 😀

    Reply

  17. Esa Kodok
    Nov 18, 2013 @ 21:00:29

    hahhahaha…si hneulny kurng ngenes. karkternya juga kurng. ddpn dia kliatan.mnderita bgt…tp dblakng jd tukang rajuk. ehm….

    Reply

  18. kyucicitcuit
    Nov 18, 2013 @ 22:11:04

    auhhh… sweet pisan deh

    Reply

  19. kiki chan
    Nov 19, 2013 @ 07:10:32

    hhhh.. kyuhyun kurang asem! sm ibu hamil masih aja dikerjain. tp sbenernya aq masih aga emosi nih sm kyuhyun.. heu2

    Reply

  20. chochi
    Nov 19, 2013 @ 11:56:20

    panjangin dikit pasti seru thor… sampe bebi kyu brojol (?).. tp tetep keren thor… XD

    Reply

  21. Kim Hyun Ji
    Nov 19, 2013 @ 12:22:32

    kekekekek,,,
    emang tuh si evil
    bener2 bikin greget
    aw aw aw
    nice FF…
    🙂

    Reply

  22. IthaPaksi
    Nov 19, 2013 @ 19:27:29

    ceritanya menguras emosi nih, nice ff

    Reply

  23. Aurell KyuNa
    Nov 19, 2013 @ 19:53:29

    Huaaaaa,aku kaget saat Kyuhyun nya di UGD,Dan langsung panik….

    Bagusss thorrr

    Reply

  24. yana teuk teuk
    Nov 19, 2013 @ 21:35:37

    sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttt BGT
    semyum sendiri baca ff ini

    Reply

  25. fifin
    Nov 21, 2013 @ 00:36:46

    hah bgus sipp dah ffnya ,,,

    Reply

  26. fuji
    Dec 30, 2015 @ 00:57:46

    cerita keren thor ada kejamnya, terus endingnya juga ok

    Reply

  27. kyura2 ninja
    Feb 19, 2017 @ 13:51:30

    haaaa..aku kira beneran mati eh ternyata cuma boong doang
    keren kak ffnya buat yang lain dong@_@

    Reply

  28. nenkamiaristy
    Feb 21, 2017 @ 08:29:27

    walaupun tema nya pasaran tentang perjodohan, tp ceritanya bagus kok, fighting buat bikin story lainnya😘😁😁

    Reply

  29. bibi
    Mar 29, 2017 @ 13:22:07

    annyeong reader baru nih
    meskipun alurnya agak cepet
    tapi tetap bagus kok ceritanya
    daebak….
    oh ya coba buat yang series ala perjodohan gitu pasti tambah seru ceritanya
    hehehe…. cuma nambahin saran aja thor
    😁✌

    Reply

  30. viraputriermanda
    Jun 08, 2017 @ 14:24:27

    Wwooouuwww keeceee kereenn
    good fanfic
    FIGHTING!!!
    Gomawo~~~

    Reply

  31. Nizi
    Jul 22, 2017 @ 20:59:05

    ahaide keren banget ff nya tjor

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: