HELP ME!

 Author: Lee Haejin/Bru

Cast : Lee Donghae

            Lee Hyukjae

            Cho Kyuhyun

            Lee Taemin

            Lee Sungmin

Ocs. :   Kangin, Jungsoo, Key, dll

NB : ini hanya karangan, jangan sampek ada yang nganggap ini nyata oke! Thanks for my favorite cinema, “supranatural “ who give me inspiration.

-Beginning-

Seorang pria muda sedang berlari pagi di jembatan yang pinggirnya di selimuti oleh lapisan es tipis, di kedua telinganya terpasang earphone, dia terus berlari namun entah apa yang ada di pikirannya, tatapannya selalu kosong, nafasnya yang terengah-engah sangat tampak bersamaan dengan kabut yang keluar dari bibir merahnya

“ hah…… sudah siang rupanya, aku bisa terlambat kalau begini!!” pria itu melanjutkan larinya menuju arah sebaliknya, jembatan begitu sepi, jangan kan mobil, orang hilir mudik saja tidak ada, di kanan dan kiri jembatan terdapat hutan yang dedaunannya sudah rontok. Sesekali pria itu menoleh ke arah hutan dan tersenyum lalu melanjutkan larinya lagi.

“ hyung……………… kau lama sekali? Aku kan belum sarapan!!!”

“ ampun…………. aku baru saja datang, bukannya kamu menawari aku minum atau apa kek” pria itu membuka sepatunya dan melangkahkan kakinya gontai

“ tapi, aku kan lapar!!”

“ bukannya ada Hyukjae??”

“ hyukjae hyung masih tidur”

“ ya kamu bangunkan sana!!!”

“ gak, ah, lebih baik aku cari makan di luar saja!!”

“ kamu mau kemana Kyu?”

“ aku mau cari makan di luar, hyung mau titip?”

“ No, Thanks” kyuhyun berjalan ke arah pintu dan segera keluar dari rumah yang bernuansa kayu itu untuk pergi ke minimarket terdekat

“ hyukjae-ah………………. ireona!!” pria tadi berjalan gontai ke kamar hyukjae dan membuka pintu kamar.

“ astaga, hei…………….. ini sudah siang!! Mau sampai kapan kamu tidur?”

“ ahh…..~~~~~~~~~~ Hae-ah, bisakah kau tidak berisik?”

“ banguuunn……………… kamu mengajak adik ahra noona menginap di sini untuk pesta semalam, dan sekarang kau menelantarkannya” donghae meyibak gorden kamar hyukjae dan empunya kamar hanya bisa pasrah, hyukjae yang kini ada di atas kasurnya hanya mengenakan celana putih panjang sedangkan bagian atas tubuhnya hanya di tutupi oleh sehelai selimut krem

“ donghae-ah……….”

“mmm……………” saut donghae yang sedang memilih-milih VCD yang ada di rak kaset milik Hyukjae

“ malam ini kau ada acara??”

“ sepertinya ada! Kenapa?”

“ ahni, aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan, sudah lama kita tidak hange out bareng” hyukjae menyibak baju mandinya dan duduk santai di kursi kamarnya

“ oppa!! Astaga, ada donghae oppa disini?” dari arah kamar mandi keluarlah seorang wanita dengan handuk yang melilit tubuhnya

“ astaga!! Kau lagi! Sudah berapa kali aku katakan!! Jangan melakukan hal itu di rumah ini!! Ingat sudah berapa gadis yang kamu tiduri hyukjae-ah” donghae menatap dingin sahabatnya itu dan berjalan menuju pintu

“ BIASAKAN DIRIMU, KAU SENDIRI KAN TAHU! AKU TIDAK BISA HIDUP TANPA WANITA! AKU INI PRIA! INGAT ITU…… “

“ LALU APAKAH DENGAN HANYA KAMU SEORANG PRIA, MAKA KAMU SEENAKNYA MENIDURI BANYAK WANITA?? HAH??”

“ SUDAH JANGAN KAMU CAMPURI URUSANKU, KAU KAN SUDAH MEMILIKI KEKASIH, MANFAATKAN SAJA DIA”

“ YA!! HAEJIN BUKAN GADIS MURAHAN…………. DAN INGAT, AKU TIDAK AKAN DAN TAK AKAN PERNAH MELAKUKAN HAL SEHINA YANG KAMU LAKUKAN HYUKJAE………..” donghae mengakhiri perdebatan paginya dan membanting keras pintu kamar hyukjae, donghae berjalan penuh emosi menuju kamarnya di lantai 2 dan dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.

*********************************

“ kyuhyun oppa! Kenapa rumah sepi sekali?” tanya seorang gadis yang tadi sempat berpapasan dengan kyuhyun di mini market

“ jangan-jangan baru terjadi perang!!!”

“ perang?”

“ ya, tadi pagi aku menunggu donghae hyung pulang lari pagi, setelah dia pulang aku minta makan, eh dia malah menyuruhku membangunkan Hyukjae hyung, ya mana aku mau, karena……….”

“ karena apa?” gadis itu menghentikan langkahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Kyuhyun

“ ya…………….. karena itu” kyuhyun menunjuk ke arah rumahnya, gadis itu mengikuti arah jari telunjuk kyuhyun mengarah

“ astaga!! Kenapa selalu begitu?” dari arah rumah kyuhyun tampak hyukjae yang keluar bersama dengan seorang wanita yang mengenakan pakaian sexy dan hot pants, mereka saling berciuman lalu si wanita melambaikan tangan dan berjalan ke arah jalan setapak kemudian pergi dengan senyum terkembang di wajahnya

“ biasakan dirimu”

“ aku sepertinya sudah akan terbiasa…………. semoga saja aku tidak akan mengalaminya”

“ tenang………………. yang aku tahu donghae hyung gak kotor kok otaknya”

“ ya sudah ayo cepat, aku mau memasakkan sesuatu untukmu” mereka berjalan lagi, sesekali gadis itu yang tingginya hanya sepundak kyuhyun mengusap-usap kedua permukaan tangannya yang di balut sarung tangan rajut yang sangat tebal

“ kau kedinginan?”

“ iya oppa!!”

“ kajja……….. aku juga” akhirnya mereka sampai

“ annyeong…..” kyuhyun membuka pintu rumah dan berjalan menuju dapur, baginya tidak lah penting mendengar balasan salamnya, karena yang dia tahu sampai malam pun tak akan ada yang membalas salamnya

“ aku ke kamar donghae oppa dulu ya”

“ ya………… heh………….. ketuk dulu sebelum masuk”

“ oke aku ngerti, dia kan kalau sedang marah, jadi seperti orang lain” gadis itu berjalan menaiki anak tangga yang juga terbuat dari kayu

“ oppa………………. boleh aku masuk?”

“ masuklah” sapa suara di dalam kamar dengan nada dingin

“ oppa!! Kau baik-baik saja kan?” gadis itu berjalan ragu mendekati donghae yang duduk di ranjangnya yang hanya mengenakan celana merah panjang tanpa atasan, donghae duduk membelakangi gadis itu, sesekali donghae menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keras

“ oppa…………..”

“ haejin-ah…………………” sapa donghae di barengi dengan hembusan nafasnya yang berat

“ oppa………… kenapa?” haejin hanya bisa mematung menatap takut pria yang ada di depannya

“ duduk di sampingku, ada yang mau aku bicarakan” haejin hanya bisa menurut dan duduk dengan ragu di samping donghae, saat baru duduk, dengan cepat donghae memeluknya, haejin dapat merasakan detak jantung dan deru nafas donghae yang saling berkejaran.

“ aku, aku takut…………….. entah kenapa! Tiap melihat hyukjae melakukan itu, aku takut kalau sampai suatu saat itu akan terjadi padaku”

“ nggak, aku percaya, oppa bukan orang yang jahat” donghae melepas pelukannya dan mencium kilat bibir haejin

“ maukah kau berjanji untuk setia?”

“ oppa! Pertanyaan macam apa itu?”

“ jawab saja”

“ i-iya, aku mau…”

“ peluk aku……………” pinta donghae manja

“ heh………………. kau aneh-aneh saja oppa!! Sudah akh aku mau memasak untuk kyu oppa, dia sudah menjerit kelaparan” haejin berjalan cepat meninggalkan donghae, tak lama donghae pun ikut turun dan mengenakan T-shirt yang tergantung di kaki ranjang

“ hei…………… tunggu aku, aku juga lapar”

Di lantai bawah

“ hyung, kau ini pacaran mulu……………….. kasihanilah aku, aku lapar” rengek kyuhyun dengan wajah kekanak-kanakannya

“ heuh…………… hei haejin-ah, sana adik kecilku lapar tuh” donghae mendorong pelan haejin agar berjalan ke arah dapur

“ ya…….. ya………… dasar anak manja, sudah besar masih manja” haejin berjalan dengan senyuman ke arah dapur

“ donghae-ah………” saat donghae akan berjalan mengikuti haejin ke dapur, tiba-tiba hyukjae menarik tangannya dan sontak membuat donghae yang tadinya ceria langsung berubah geram dan dingin, melihat hal itu kyuhyun memilih untuk mengekori haejin ke dapur.

“ mau apa?” tanya donghae dingin dan menyibak tangannya tapi tetap memunggungi hyukjae

“ aku minta maaf……………. maaf kan aku” pinta hyukjae lemah

“ aku sudah berulang kali memaafkanmu, tapi entah sudah berapa kali pula kau………………” donghae menunjuk wajah hyukjae dengan jari telunjuknya.

“ kau………… kau berkali-kali pula mengingkari janjimu, ini bukan karena aku sok berkuasa, tapi aku hanya ingin kau menjadi orang baik-baik”

“ aku mengerti, maka dari itu aku minta maaf, pliss………….. forgive me”

“ oke!! Kali ini aku maafkan, jangan kau ulangi lagi mengerti?”

“ thanks……………… kau memang sahabat terbaikku, aku tidak akan pernah berpisah darimu, aku akan selalu ada untukmu…………” hyukjae memeluk donghae namun donghae hanya membalasnya dengan menepuk punggung hyukjae dan melepas pelukannya lalu berjalan ke arah dapur

“ syukurlah dia sudah memaafkan aku, malam ini aku akan memberikan kejutan untuknya, malam ini malam ulangtahunnya…………….” hyukjae keluar dan mengendarai mobilnya cepat.

“ haejinie, kau masak apa?” donghae memeluk pinggang haejin dan bermanja-manjaan dengan rambutnya

“ kok diem? Apa lagi asiknya masak sampai tidak mempedulikan ku?” donghae masih terus bergelayutan manja

“ oppa…………….. kau sedang memeluk……………” haejin muncul dari arah luar dapur dengan sekeranjang sayuran

“ oaaaa………………. kok………….kok…………. lalu ini siapa?” donghae membalik tubuh yang tadi dia peluk dan…………..

“ hai oppa!! Hahahaha………………. hyung kenapa kau tidak mengenaliku?”

“ kyuhyun…………. gyaaa……………..kenapa kamu memakai wig hah???” donghae berlari ke punggung haejin dan mengibas-ngibaskan tangannya geli, kyuhyun melepas wig nya dan terus tertawa

“ gila kau kyu, hueekkkk pantas saja rambutnya bau”

“ tapi kau menikmatinya kan hyung???”

“ hiih…………… gila……….”

“ HAHAHAHAHA…………………” tawa kedua orang itu, donghae yang merasa terpojokkan memilih keluar dari dapur dan duduk di ruang tengah sambil menonton TV.

Setengah jam kemudian………………

“ makanan siap” kyuhyun berteriak dengan membawa sepiring makanan…..

“ sini aku lapar!!!”

“ oppa!! Jangan di makan………….. itu masakannya kyuhyun oppa” donghae yang sudah memasukka suapan pertama nya langsung memuntahkannya

“ hahahha………………. kau memang sangat mudah di kerjai hyung”

“ kyuhyun-ah……………….. jangan lari” donghae mengejar kyuhyun yang mencoba kabur dan akhirnya tertangkap juga dan mereka bergulat di dekat pintu masuk, haejin yang melihat itu semua hanya berdiri sambil tersenyum tipis, tak lama terdengar dering telepon, haejin segera berjalan cepat menuju desk telepon

“ hello………”

benar dengan rumah tuan lee hyukjae, kami dari kepolisian sekitar”

“ iya, benar……”

“ begini baru saja sekitar 20 menit yang lalu telah terjadi kecelakaan yang menewaskan saudara lee hyukjae, kalau boleh tahu ini dengan siapa?”

“a-a-apa? Tewas? Sa-sa-saya temannya, sekarang dia ada dimana?”

sudah kami semayamkan di rumah jenazah *******”

“ terimakasih, saya akan segera ke sana” haejin menutup telepon dan segera melerai dua mahkluk yang masih asyik bertengkar

“ oppa……………..oppa……………… cepat kita harus ke rumah persemayaman”

“ hah? Ada apa?”

“ hyukjae oppa” haejin yang sudah tidak sanggup berkata-kata lagi langsung menangis sejadi-jadinya

“ ada apa?” tanya kyuhyun bingung

“ hyukjae oppa…………… ke…….ce………la……kaan”

“ APA??? “ donghae terbelalak kaget padahal baru beberapa menit yang lalu hyukjae memeluk dirinya dan beberapa menit yang lalu pula dia masih belum bisa memaafkan sahabatnya itu sepenuh hati

“ oppa kita harus cepat ke **** jenazah hyuk oppa ada di sana”

“ ayo cepat” donghae menggandeng tangan haejin dan berlari ke arah mobilnya diikuti kyuhyun di belakangnya

“ cepat hyung………..”

“ iya kyu sabar ini aku juga keburu” mereka segera menuju tempat persemayaman

Keesokan harinya di pemakaman

“ hyukjae-ah…..” donghae terus menanangis tanpa bisa berhenti saat peti di turunkan ke dalam liang lahat

“ sabar oppa! Kalau oppa terus menangis kasihan hyukkie oppa”

“ tapi di saat-saat terakhirnya aku masih saja bersikap dingin sama dia”

“ sabar oppa” donghae menatap nanar makam sahabatnya itu, sesampainya di rumah 3 orang ini hanya diam dan diam, tak ada satupun yang berbicara. Donghae menatap seonggok peralatan ulangtahun dan kue tart yang sudah hancur, semua adalah persiapan kejutan ulangtahun yang hyukjae ingin berikan buat donghae, namun apa mau di kata, maut memisahkan mereka, berkali-kali donghae menarik berat nafasnya dan menghembuskannya keras.

Hyukjae memang bukan saudara ataupun keluarga Donghae, dia hanya sahabatnya, sahabat yang sangat dekat dengan donghae, dulu hyukjae orang yang sangat menyenangkan dan selalu ada di manapun donghae ada, seolah mereka enggan untuk di pisahkan, tapi semenjak hyukjae putus dengan pacarnya, sifatnya pada orang lain banyak berubah, dia lebih suka bermain-main dengan banyak wanita dan menghamburkan uangnya. Donghae adalah satu-satunya orang yang masih di anggap sahabat baginya, hyukjae masih bersikap seperti biasanya terhadap donghae, itulah kenapa donghae sangat menyayangi hyukjae lebih sari seorang sahabat karena donghae sendiri hanya tinggal seorang diri di rumahnya sedangkan orangtuanya sudah meninggal dalam kecelakaan mobil saat donghae masih berusia 12 tahun. Dan di saat itulah hyukjae hadir dalam kehidupannya.

“ terimakasih hyukkie, sekarang aku benar-benar hanya tinggal sendiri”

“ masih ada kami donghae hyung” kyuhyun berjalan mendekati donghae dan menepuk pundaknya

“ aku ingin sendiri” donghae berjalan ke kamarnya di lantai 2 namun saat akan menaiki tangga sesekali dia melirik ke arah kamar hyukjae dan melepas senyum miris, lalu melanjutkan langkahnya lagi

“ kyuhyun-ah, aku pulang dulu ya!! Appa ku menyuruhku pulang”

“ ya, aku juga, sudah 3 hari aku meninggalkan ahra noona, bagaimana kalau kita pulang bersama saja?”

“ baiklah, aku akan menulis note dulu untuk donghae oppa”

************************************

“ hyukkie, terimakasih………….” donghae tertidur

Now~ Now it’s time to fly
Gomanhajima
Now it’s time to fly
Geuge du pal beolryeo himkkeot jampeuhae bwa
It’s time to fly hi-hi-high!
Hamkkemyeon hal su isseo
Now~ Now it’s time to fly
Jjarithan moheom
Now it’s time to fly
Hal su eobsneun geoseun jeoldaero eobseo
Jeo pureureun badaya Here we come!
Eodumi chajaomyeon gwi giuryeobwa jeogi deulrineun padoui norae nege bachineun serenade

HP donghae yang ada di buffet berbunyi, donghae mengerjapkan matanya dan meraih Handphone nya, mata nya langsung membolak ketika di layar panggilan tak terjawab tertera nama “Lee Hyukjae”

“ omona…… tunggu dulu” donghae duduk sambil terus memperhatikan layar handphone nya

“ ini pasti hanya halusinasiku” donghae mengucek matanya namun tetap sama yang tertera di layar handphone nya adalah nama Lee Hyukjae, dan tak lama masuk sebuah sms

Fromm : Hyukjae-hyukkie

Kau kesepian? Aku juga, temani aku Hae-ah

“ gila, pasti ada orang yang sudah mencuri HP hyukkie, mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimi aku pesan” donghae kembali tidur namun saat akan memejamkan mata, tampak di sampingnya berdiri seorang namja dengan pakaian santai

“ hyukjae?” donghae mambuka matanya namun tak ada seorangpun di kamarnya yang terbilang luas

Matahari senja sudah makin redup, satu persatu lampu di rumah donghae menyala, malam ini donghae hanya duduk sendirian di ruang tengah, tidak ada lagi gelak tawa sahabatnya itu, berkali kali dia mencoba melupakan sahabatnya namun semakin dia mencoba melupakan maka makin sakit hatinya

“ hyukkie, aku kesepian”

“kau kesepian? Temani aku” donghae mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang rumahnya namun tak ada seorang pun di sana

“ siapa?”

aku……………” donghae menoleh ke sisi kanannya dan menemukan sosok hyukjae duduk di sebelahnya

“ AAARRGGHHHH…………………… KAU SUDAH MATI” donghae bangkit dari duduknya dan berjalan mundur menghindari hyukjae

aku memang sudah mati, tapi aku tidak mau kesepian, aku tidak mau”

“ alam kita sudah beda, aku manusia, kau bukan”

lalu, aku harus diam? Tidakkkk………….. aku ingin kau menemani aku donghae”

“ aku tidak mau” donghae berlari ke arah pintu keluar namun secara tiba-tiba pintu itu sama sekali tidak bisa di buka

kau tidak akan bisa kemana-mana, ikutlah denganku”

“ tidaakkk aku tidak mau”

ikutlah dengan ku” hyukjae mengulurkan tangannya mencoba mencekik donghae, donghae yang posisinya terpojok dan tidak bisa kemana-mana hanya bisa pasrah

“ AAA……………………….AAAAAAAAAAAAAAA”

“ oppa……………….. ireona………… oppa”

“ haaaaahhh……………………. aku dimana?”

“ oppa………….. kau semalam  demam, aku dan appa ku niatnya ingin menjengukmu, tapi saat aku mengetuk pintu rumah sama sekali tidak ada yang membuka jadi aku langsung masuk”

“ donghae-ssi, sepertinya kamu kelelahan”

“ ahjussi………………… terimakasih” donghae mencoba duduk walaupun kepalanya masih pusing

“ istirahatlah, aku tahu perasaanmu seperti apa! Karena sahabatku dulu juga meninggal, tapi bukan karena kecelakaan melainkan karena sakit jantung”

“ iya, terimakasih ahjussi”

“ kali ini kau selamat hae-ah, tapi aku akan selalu mengawasimu, kau harus menemaniku”

“ ahh….. siapa?”

“ ada apa oppa?”

“ haejin, apa kau tidak mendengar suara itu?”

“ suara apa?”

“ sejak kepergian hyukjae, aku sering mendengar suara-suara aneh, aku jadi takut sendiri”

“ memangnya seperti apa?” tanya leeteuk sambil menggaruk-garuk dagunya sambil menerawang

“ ya, semalam saja suara itu bilang kalau aku tak mau sendiri, dan saat aku mencoba bertanya itu siapa, muncul hyukjae di samping ku dan ingin membunuhku, apakah itu berarti …”

“ tidak, hyukjae oppa sudah meninggal, kau hanya kelelahan dan sedih saja oppa….”

“ kau kenapa?” tanya donghae bingung dengan sikap haejin yang berubah

“ aku hanya takut saja kalau sampai terjadi apa-apa padamu”

“ hooh…. tenang saja, aku akan baik-baik saja”

“ haejin-ah, appa pulang dulu ya, ini jam praktek jadi nanti biar sungmin yang menjemputmu ya”

“ ya appa!!!” jungsoo keluar dari kamar donghae menuju ruang depan…

********************************

“ sepi sekali rumah ini” entah perasaan apa yang menyelimutiku, aku sudah bertahun-tahun menjadi dokter di rumah sakit dan untuk hal-hal yang berhubungan dengan gaib dan sebangsanya sudah biasa bagiku, tapi ini beda, sejak aku keluar dari kamar donghae, yang aku rasakan adalah perasaan sedih dan mencekam, aku terus menuruni anak tangga dan tepat di ujung anak tangga merupakan kamar almarhum sahabat donghae, hyukjae, kasihan dia masih muda tapi sudah meninggal, aku memperhatikan kamar yang tertutup rapat itu, namun tak lama pintu kamar itu terbuka perlahan dan cahaya matahari dari dalam kamar menyeruak ke luar.

“ siapa yang membuka pintu itu?” aku mencoba mendekati kamar itu, aku membuka pintu kamar untuk mengetahui apa yang ada di kamar, tapi berkali-kali aku mengedarkan pandangan, tidak ada apa apa di dalam kamar yang lumayan luas ini, hanya sebuah ranjang serba putih, sofa mini dan TV kabel, aku melangkah mundur sedikit untuk menutup pintu, dan menganggap bahwa angin yang membuat pintu ini terbuka,

jangan ikut campur urusanku………………..”

“ siapa?” aku menoleh cepat ke belakangku, karena barusan saja aku mendengar suara yang menggeram di belakangku

kau menjauhlah dari dia!  Jangan coba-coba untuk melindunginya! Dia milikku” teriaknya tepat di telingaku, aku menutup kedua telingaku,

“kau siapa? Dia siapa?”

jangan banyak omong, mulai sekarang jauhi Donghae, atau kau dan keluargamu akan mendapat masalah”

“ persetan denganmu, aku tidak takut” ancamku seberani mungkin pada udara yang ada di depanku

ini maumu, jangan salahkan aku” aku tidak mendengarkan lagi ucapan mahkluk yang sama sekali tidak dapat aku lihat itu, aku melangkahkan kakiku menaiki anak tangga untuk memberi tahu donghae bahwa yang dia alami betul-betul nyata, aku mempercepat langkahku namun baru 5 langkah aku menaiki tangga, sesosok mahkluk mengerikan dengan pakaian serba hitam, mata dingin dengan eyerliner di matanya menatapku dengan tatapan benci,

“ kau-kau-kau hyukjae?” tanyaku ketakutan

ssttt…..” dia menempelkan jari telunjuknya di bibir merah darahnya, lalu menoleh menatap kamar donghae dan menutup pintu itu pelan setelah pintu tertutup, dia menuruni tangga perlahan dengan masih menatap aku benci, tatapannya membuatku mau tak mau mundur selangkah demi selangkah hingga aku sampai di lantai bawah lagi

jangan berisik, mereka sedang bersenang-senang”

“ kau sudah mati….. pergilah jangan ganggu kami”

bodoh……………. aku hanya ingin donghae menemaniku, aku KESEPIAN, KAU HARUS MEMBANTUKU”

“ tidak……………… aku tidak akan pernah membantumu…………” entah energi darimana tubuhku sudah melayang di udara, aku bergerak kesana kesini sesuai dengan tatapan matanya yang kelam.

“ turunkan aku……………. tolong……….. tolong……………..” aku mencoba berteriak namun sekencang apapun aku berteriak hanya desahan yang keluar, aku terus meronta di udara dan di saat yang sama pula tubuhku terhempas sangat keras ke tembok dan akhirnya menndarat dengan kasar ke lantai, aku dapat mendengar suara beberapa tulang ku patah, dan semua menjadi gelap.

***************************

“ oppa……………………… apakah kita harus menanyakan ini sama temanku saja?”

“ haejin-ah, kau tahu sendiri, jaman sekarang mana ada yang percaya sama hal seperti ini?”

“ tapi tidak ada salahnya kan kalau kita mencoba?”

“ aku akan baik-baik saja, tenanglah”

“ baiklah, aku percaya”

Tookk……. ttookk……

siapa?” haejin

“ haejin…..ini appa, boleh appa masuk?”

“ oh ahjussi, masuk saja”

Pintu kamar terbuka dan masuklah leeteuk dengan langkah tergopoh-gopoh dan peluh yang mengalir di dahinya.

“ appa bukannya tadi sudah mau pulang?”

“ begini, appa mau memberi tahu, donghae……….semua omongan mu tentang suara mistis itu…. aku juga mengalaminya, barusan saja aku mendengarnya juga, kita sebaiknya pergi dari sini” cerita leeteuk terengah-engah

“ ahjussi, tapi….. kemana? Ini rumahku”

“ tinggallah di rumahku……”

“ annyeong……………. ada orang?” sapa sebuah suara dari lantai bawah

“ appa, itu sungmin oppa, baiklah sekarang sebaiknya kita pergi dari rumah ini” haejin berdiri sambil menarik tangan donghae

“ aku-aku aku tidak bisa”

“ oppa!! Aku hanya ingin kau selamat”

“ baiklah…………..” mereka bertiga turun ke lantai satu dan berpapasan dengan sungmin yang baru saja menapaki tangga

“ kalian mau kemana?”

“ sungmin oppa!! Cepat kita harus pulang…”

“ ada apa haejin?”

“ rumah ini angker”

“ haejin kamu pulang dengan sungmin, biar appa sama donghae…. palli”

“ wae appa? Kenapa kita tidak satu mobil saja?”

“ sudah jangan banyak tanya, appa mau ke rumah sakit sebentar, nanti appa dan donghae akan segera ke rumah”

“ nde~~ oppa hati-hati ya!!”

“ ya, gomawo” haejin dan sungmin akhirnya pulang duluan, dan tinggallah donghae dan leeteuk

“ sudah kamu bawa semua barangmu?”

“ sudah ahjussi, maaf kalau saya merepotkan”

“ tidak apa-apa, menginaplah di rumahku” mereka menuju mobil milik leeteuk, selama perjalanan mereka hanya diam dan berkutat dengan dunianya masing-masing.

“ ahjussi, begini, bukannya saya lancang, tapi bukannya saya dan haejin sudah berpacaran lebih dari 2 tahun, jadi saya berniat untuk melamarnya”

heemm………………. jadi kamu ingin menikahi anakku?”

“ iya, kalau ahjussi mengizinkan” donghae menunduk

hahaha……. halo sahabatku lee donghae!!”

ahjussi kenapa? Kenapa suara ahjussi berubah?”

kau bahkan tak mengenaliku?”

“ hyukjae??”

“ ya ini aku dan kau tidak boleh hidup dengan dia!!!”

“ ta-tapi kau leeteuk ahjussi!!”

ya, tubuhnya memang si dokter sialan itu, tapi tubuh ini sekarang jadi milikku” hyukjae yang merasuki tubuh leeteuk menoleh ke arah donghae dengan tatapan ingin membunuh

“ apa maumu? Lepas kan aku……………”

hahahaha………………. memangnya kau fikiraku akan melepaskanmu begitu saja? Tidak akan pernah donghae-ah….” mobil yang di kendarai donghae dan hantu hyukjae makin menjauh dari keramaian kota dan berjalan menuju jalanan yang agak sepi

“ turunkan aku disini…..!!! turunkan!!”

tidak akan!! Kau harus menemaniku, aku kesepian hae-ah”

“ tidaaakk….. aku mohon turunkan aku” donghae mencoba membuka pintu mobil namun macet

kau mau kemana? Kau tidak akan bisa kemana-mana” perlahan tapi pasti mobil itu menepi dan makin mendekat ke arah jurang

“ hyukjae turunkan aku…….”

hahahhaa…………………. nikmati saja perjalanan ini sahabatku……………”

“ sialan……………… turunkan aku…………..”donghae mendobrak lebih keras lagi pintu mobil itu dan akhirnya pintu itu terbuka, dengan cepat donghae lompat dari dalam mobil dan terlempar cukup jauh, darah mengalir di pelipisnya, dengan sisa tenaga yang ada dia mencoba bangkit dan melihat ke arah mobil milik leeteuk yang akhirnya terjun juga ke jurang, ledakan mobil itu menyadarkan donghae dan membuatnya sontak berlari terseok-seok.

“ tolong………………. tolong……………….” donghae terus berlari dan akhirnya sampai juga di pinggir jalan raya

“  sial kenapa sepi sekali?? Tunggu dulu itu telfon umum………….” donghae berjalan mendekati telfon umum dan segera mengubungi key, temannya

“ key……….. kau ada dimana?”

“ aku ada di rumah kyuhyun……… kenapa? Dan kenapa hyung memakai telepon umum?”

“jangan banyak tanya, tolong jemput aku di jalan ***** cepat, aku mohon”

hyung kau baik-baik saja kan?”

“ cepat key, cepat…”

“ nde~~” donghae terus mondar-mandir di sekitar telepon umum dan selang 20 menit kemudian datang sebuah mobil berwarna merah menyala yang langsung membuat donghae dapat menghela nafas lega setelah melihat 2 orang yang sangat ia harapkan kedatangannya

“hyung……………. gwenchana?”

“ kyuhyunie…………… key…. kenapa kalian lama sekali?”

“ maaf hyung, tadi aku agak bingung mencari tempat ini” terang key

“ tak apa, terimakasih, dan bisakah kita pulang, oh ya key, tolong antarkan aku ke rumah haejin” donghae, kyuhyun dan key berjalan masuk ke dalam mobil key

“ ada apa?” tanya kyuhyun bingung di tambah lagi dengan melihat kondisi donghae yang acak-acakan serta darah kering yang masih menempel di pelipis donghae

“ kau kenapa hyung? Kenapa ada darah di pelipismu?”

“ ceritanya panjang! Nanti aku ceritakan kalau kita sudah sampai di rumahnya haejin”

“ baiklah………….”

***********************

“ oppa, donghae oppa dan appa kemana ya? Kok lama?” tanya haejin sambil berjalan ke arah meja makan sambil membawa 2 gelas teh hangat.

“ sabar kenapa? Kan tadi appa bilang mau ke rumah sakit dulu”

“ ya tapi aku takut terjadi apa-apa dengan donghae oppa”

“ oh ya tadi memang nya ada apa? Kenapa tiba-tiba donghae kelihatan lusuh sekali?”

“ aku mau cerita ya sekaligus bertanya”

“ apa?” sungmin duduk di depan haejin, mereka berdua duduk di meja makan

“ begini oppa! Kau tahukan kalau hyukjae oppa sudah meninggal beberapa hari yang lalu?”

“ iya… lalu?”

“ kau percaya dengan mitos hantu yang kesepian dan mengincar nyawa sahabatnya sendiri?”

“ ya di beberapa negara ada yang percaya tapi ada juga yang tidak”

“ nah, hyukjae oppa sekarang jadi hantu dan beberapa hari yang lalu sewaktu donghae oppa mau tidur, hyukjae oppa mendatanginya dan berkata bahwa dia kesepian dan ingin di temani, tadi sewaktu donghae oppa sadar dari pinsannya, dia juga berkata bahwa baru saja ada suara yang membisikkan bahwa aku kesepian, tapi jelas-jelas di kamarnyab hanya ada aku dan appa”

“ jadi, hyukjae meneror donghae?”

“ ya semacam itulah, mangkanya aku takut kalau sampai terjadi apa-apa”

“chankam aku akan menelfon appa”

“ he em…………….”

“ sial…. HP appa tidak aktif”

“ apa? Mana mungkin….. appa kan tidak pernah mematikan telponnya”

HAEJIN…………….. SUNGMIN……………”

“ oppa itu kan suara kyuhyun oppa”

“ ya, biar aku yang buka pintunya”

“ aku ikut” mereka berdua berjalan ke depan membuka pintu dan mendapati 3 orang yang berdiri di depan rumah

“ kalian ngapain ke sini?” tanya sungmin kaget

“ haejin……….” donghae langsung memeluk haejin sambil menangis

“ ada apa oppa?”

“ masuk saja dulu” sungmin

“ ceritakan ada apa sebenarnya kenapa donghae sampai terluka begini?” tanya sungmin sambil menatap semua orang yang ada di ruangan itu tajam

“ mian sungmin-ah, tadi mobil leeteuk ahjussi kecelakaan dan dia meninggal, aku minta maaf, tapi sungguh tadi di mobil bukanlah ahjussi melainkan hantu hyukjae” donghae

“ APA? JA-JADI APPA? ANDWAE…………… APPA!!” haejin

“ haejin tenang, aku bisa menjelaskannya” donghae bangkit dari duduknya dan mencoba menenangkan haejin yang hampir menangis

“ kenapa harus appa yang jadi korban” haejin makin menjadi dan akhirnya dia menangis dalam pelukan sungmin

“ donghae, jelaskan semuanya, kenapa sampai appa ku meninggal” pinta sungmin geram

“ mian, tadi mobil yang di kendarai leeteuk ahjussi mengalamin kecelakaan dan terjun ke jurang, tapi semua di luar dugaanku sungguh”

“ SIALAN!! GARA-GARA KAU!!! APPA KU TEWAS! SETELAH INI SIAPA LAGI HAH?” sungmin

“ sungmin-ah, leeteuk ahjussi tadi di  rasuki arwah hyukjae dan dia meninggal dalam kecelakaan itu karena arwah hyukjae, aku sungguh tidak tahu apa-apa………….” donghae

“ lalu apa dengan kamu minta maaf appa ku bisa hidup lagi huh??” sungmin mencengkeram kerah baju donghae.

“ hyung tenang hyung, tenang” key mencoba melerai namun kekuatan sungmin dan kemarahan sungmin mengalahkan semua.

“ key, kalau kamu yang ada di posisiku apa kamu hanya akan diam? Appa ku tewas dan itu semua karena dia……”

“ maaf sungmin-ah, aku sungguh tidak tahu apa-apa……. aku hanya…..”

“ sudah, percuma kalian memperdebatkan ini semua, sebaiknya kita tenang dulu” kyuhyun menengahi semua sedangkan haejin yang mendengar semua itu hanya bisa diam dalam sedih. Dan dia masuk ke dalam kamarnya

“ haejinie…… terserah kalian mau apa aku tidak ingin melihat kau lagi, pergi sana lee donghae…………” sungmin mendorong donghae hingga tersungkur.

“ sungmin hyung sudahlah kita tenangkan pikiran kita” kyuhyun mendudukkan sungmin di sofa ruang tengah sedangkan key membawa donghae ke kamar tamu di rumah sungmin dan mengobati luka di pelipis donghae

“ donghae hyung, apa yang sebenarnya terjadi???”

“ aish….. sakit….” ringis donghae saat alcohol mengenai luka di pelipisnya

“ mian……………”

“ begini key, kau tahukan hyukjae sudah meninggal seminggu yang lalu dan semenjak saat itu hantunya menggangguku, aku sama sekali tidak mengakibatkan kematian leeteuk ahjussi, sungguh…”

“ hyung, aku punya teman, namanya taemin dan kangin,taemin memiliki indra ke enam siapa tahu dia bisa membantu kita……………”

“ maaf aku sudah merepotkan mu key”

“ tak apa, oh ya hyung ini sudah malam, istirahatlah, aku tidur di kamar sebelah, kalau ada apa-apa ke kamarku saja…”

“ OK!!!!” key keluar dari kamar donghae dan membiarkan donghae di kamar itu sendirian..

********************************

“ aku tidak bisa hanya diam kyu……………. appa ku tewas………….. dan semua itu karena dia”

“ tadi kan sudah di jelaskan, kalau leeteuk ahjussi kerasukan arwah hyukjae, tolong hyung tenang lah”

“ kyu…………….. hah sudahlah, aku lelah berdebat terus”

“ hyung, sudah siap? Kita kan mau ke rumah sakit untuk menengok jenazah leeteuuk ahjussi?” tanya key yang baru masuk ke ruang tengah

“ key? Ka-ka mu kok dari luar rumah?”

“ iya aku tadi ke garasi dulu lewat pintu belakang”

“ oh ok lah!!!” kyuhyun masih bingung, bukannya tadi key ke kamar? Lalu ini siapa? Tadi siapa? Tapi karena keadaan yang kalang kabut, mana sungmin masih emosi jadilah mereka hanya diam dalam pikiran masing-masing.

“ nde~~” jawab sungmin lalu mereka berjalan ke mobil sungmin

“ sialan semua tidak ada yang membelaku, lihat saja kau donghae, tidak akan aku biarkan kau tenang, enak saja……………… appa ku tewas dan kau…..” umpat sungmin dalam hati

“ hyung kau kenapa?” tanya key yang duduk di kursi kemudi dan sungmin duduk di sebelah key sedangkan kyuhyun duduk di belakang

“ tidak ada apa-apa………….”

“ mmmm…………… key, bukannya tadi kamu ke kamar ya?” ucap kyuhyun membuyarkan kesunyian di dalam mobil

“ iya”

“ lalu akh aku bingung, kenapa kamu tiba-tiba muncul dari depan rumah?” sambung kyuhyun sedangkan sungmin masih menatap ke depan sambil menahan emosi

“ kan tadi sudah aku jelaskan”

“ ya tapi, tunggu bukannya rumahmu tidak ada pintu belakangnya ya hyung?” protes kyuhyun

“ hahahaha……………… kalian sangat lambat menyadarinya…..” dengan sekejap mata key berubah menjadi hyukjae dengan tatapan mata yang menyimpan kebencian.

“ hyukjae…??!!! ka-kamu?” sungmin yang menyadari bahwa yang mengemudi bukanlah key, sungmin baru percaya bahwa hantu hyukjae meneror donghae dan sekarang dia hanya bisa menelan ludah

“ kau harus mati seperti ayahmu, karena kau sudah membenciku sewaktu aku masih hidup bahkan kau sangat jijik bila aku dekat dengan haejin, ya aku tahu aku bukan orang baik-baik” mobil yang mereka tumpangi oleng ke kanan dan kiri

“ hyukjae, alam kita sudah beda……………… kenapa kamu masih mengganggu kami? Dan kenapa kau membunuh appaku?”

“ hahahaha……………… alam kita memang beda, dan modus aku membunuh si tua itu karena dia mencoba memanfaatkan kekayaan donghae dan ingin menikahkan haejin dengan donghae hanya karena harta, ingat………… donghae adalah milikku” mobil itu akhirnya menabrak pohon besar dan 2 orang yang ada di dalamnya mengalami luka yang sangat parah.

******************************

“ haejin……….. kamu sudah tidur??”

“ key??”

“ apa aku boleh masuk??”

“ iya, aku tidak tidur kok”

“ haejin…………” key membuka perlahan kamar haejin dan berjalan pelan ke arah ranjang haejin

“ kau baik-baik saja kan?”

“ apa aku terlihat baik-baik saja? Appa ku tewas dan itu semua karena…………. hiks……hiks…”

“ ssttt…… dengarkan aku, semua bukan karena donghae hyung, dia sudah menceritakan semuanya padaku dan kamu harus percaya”

“ bagaimana aku bisa percaya, bisa saja dia bohong”

“ kamu sudah tahu bagaimana donghae luar dan dalam kan? Kalian sudah bersama lebih dari 2 tahun, sekarang lihat aku, apa menurutmu donghae hyung berbohong??” haejin hanya bisa menggeleng lemah tat kala ia mengingat tatapan mata donghae sewaktu menjelaskan mengenai kecelakaan yang menimpa appanya.

“ key, aku harus bagaimana?”

“ hyung menunggumu di kamar, kita ke sana saja yuk”

“ andwae….  aku tidak mau sekarang, besok saja, aku mau istirahat saja”

“ ya sudah kalau begitu, aku mau menunggu kyuhyun hyung dan sungmin hyung”

“ mereka kemana? Kenapa tidak mengajakku??”

“ molla……………. tapi tadi aku mendengar mesin mobil sungmin hyung itu berarti mereka keluar”

“ aku hubungi saja” haejin mengambil HP nya dan menekan beberap nomor dan tertera di layarnya

Lee Sungmin

Cukup lama haejin menunggu hingga akhirnya ada yang mengangkatnya

“ oppa……………..neo eodiya?”

mian, nuguseyo?”

“ heh? Ini siapa? Ke-kenapa bukan oppa ku yang mengangkat?”

“ mianhamda, ini dari rumah sakit incheon, apakah anda keluarga dari pemilik Hand Phone ini?”

“ nde aghassi…. saya adiknya”

“ begini pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan dan sekarang kondisinya masih kritis”

“ apa? Baik saya akan segera ke sana”

“ baik”

“ key, kita sekarang juga ke rumah sakit incheon, oppa ada di sana?!!”

“ mereka kenapa?”

“ nanti aku jelaskan….. aku ke kamar donghae oppa , kamu siapkan mobil ya” haejin kalap dan berjalan agak cepat ke arah pintu kamar namun saat ia mengucapkan nama donghae, langkahnya terhenti dan berbalik badan

“ key kau saja yang memanggil donghae oppa, aku akan menunggu kalian di mobil” tanpa menunggu persetujuan dari key, haejin langsung berjalan ke luar rumah dan masuk ke dalam mobil key dan duduk di jok belakang

“ kamu sudah di sini?” tanya donghae yang baru datang dan duduk di depan di susul key yang duduk di kursi kemudi

“ iya”

“ kamu masih marah?”

“ sudah jangan di bahas, key cepat kita ke rumah sakit” haejin membuang tatapannya dan memilih menatap jalanan malam yang agak berkabut

“ pliss jangan marah, aku akan melakukan apa saja asalkan kamu mau memaafkan aku”

“ sudah oppa aku ingin diam dulu”

“ haejin-ah….”

“ hyung sudah lah, jangan memperkeruh suasana”

“ baiklah” mereka bertiga mengendarai mobil menembus kabut yang makin pekat, jam menunjukkan pukul 12 malam, rintik-rintik hujan mulai turun membasahi jalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang di tuju

Haejin hanya bisa diam dalam kekalutan, di rumah sakit ini, appa nya di semayamkan, di rumah sakit ini pula sekarang oppa nya terbaring kritis, semua membuat pikirannya kosong dan berjalan hanya mengandalkan tuntunan dari key

“ haejin… gwenchana? Kalau kau belum siap, biar kami saja yang menjaga hyung, kamu istirahat saja di rumah mu!!” saran key, namun haejin hanya menggeleng

“ key, mereka di rawat di ruang mana?” tanya donghae pelan

“ di kamar 130 dan kyuhyun di kamar 132”

“ baiklah, kalian ke kamar mereka, aku akan mengurus jenazah leeteuk ahjussi”

“ nde hyung”

“ jangan kamu sentuh appa ku walaupun hanya sesenti” bentak haejin tiba-tiba sambil menghempaskan tangan key, suasana rumah sakit sangat sepi hanya ada mereka bertiga di lorong rumah sakit, sedangkan desk front office berjarak 1 lantai di bawah lantai yang mereka pijaki sekarang

“ haejin kamu kenapa?” –key

“ jangan kamu sentuh appaku, kamu pembunuh, dan kamu juga yang sudah menyebabkan sungmin oppa dan kyuhyun kecelakaan iyakan”

“ haejin tenang dulu aku”

“ apa? Kau mau membela diri lagi? Kenapa harus pelan-pelan? Bunuh juga aku sekalian!!! Jangan perlaha-lahan menyakitiku, aku manusia! Aku hanya manusia biasa! Dan sekarang hati manusia ku hancur dalam semalam itu semua karena kamu” teriak haejin

“ haejin-ah, tolong dengarkan aku, aku sama sekali tidak mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa mereka” donghae mencoba memegang kedua pergelangan tangan haejin namun langsung di hempaskan lagi

“ bulshit, semua orang juga akan mengatakan hal yang sama, kamu dan semua orang itu sama, jahat…………….. aku benci” entah dari mana haejin membawanya namun yang pasti sekarang di tangannya sudah terdapat pisau lipat yang ujungnya tepat mengarah ke wajah Donghae sedangkan key hanya bisa mematung.

“ kamu mau apa?” key menengahi suasana yang makin panas

“ diam!!!” haejin terus maju sambil menyodorkan pisau itu yang ujung nya kini tepat mengarah ke dada donghae

“ tenanglah!! Jangan kalap seperti ini”

“ hei memangnya kenapa? Kamu takut?”

“ haejin-ah, aku mohon jangan seperti ini?” donghae terus berjalan mundur, key yang melihat segera berlari ke arah haejin dan memukul agak keras tengkuk haejin dan akhirnya dia tumbang

“ key apa yang kamu lakukan??”

“ kalau tidak begini, semua akan makin runyam hyung”

“ tapi…..” donghae membungkuk untuk mengambil pisau lipat itu dan memasukkannya ke saku jaket hitamnya lalu membopong haejin

“ hyung kita ke ruangan sungmin hyung saja”

“ kamu ke sana, aku ke kamar kyuhyun saja, aku akan mengistirahatkan haejin di sana”

“ jangan, nanti kalau ada apa-apa bagaimana? Begini saja, kita ke ruang rawat sungmin hyung, nanti haejin istirahatkan saja di sana, dan hyung langsung ke kamar kyuhyun hyung”

“ nde~~” mereka berjalan menyusuri lorong dan bangsal-bangsal rumah sakit yang sepi

*********************************

“ key, aku titip haejin ya?!!”

“ nde, hyung hati-hati”

“ tenang saja, ruang rawat kyu kan hanya berjarak satu belokan dari sini”

“ ok!!” aku keluar dari ruang rawat sungmin hyung, miris saat melihat keadaan sungmin hyung, di dahinya di baluti perban dan lengannya harus di bebat karena pergelangan tangannya ada yang geser. Aku berjalan menembus kabut yang entah kenapa makin tebal, ini perasaanku atau memang benar, sejak tadi aku mencari kamar nomor 132 namun belum aku temukan juga, malam juga makin dingin, seandainya ada seorang suster saja yang lewat aku ingin menanyakan dimana ruangan itu.

kamu mau kemana?”

“ siapa itu?” aku menoleh saat sebuah suara menyapaku, aku merasa suara itu dekat sekali namun saat aku mencarinya, di sini hanya ada aku dan ya aku

Donghae-ah, aku kesepian, kau kan sahabatku, temani aku”

Hyukkie? Apa itu kau??”

Hae-ah, temani aku”

“ gak………… hyukkie alam kita sudah beda!! Kumohon jangan sakiti orang-orang yang ku sayangi lagi”

“ aku lah yang harusnya kau sayangi, aku sahabatmu dan mereka hanya orang lain…………. KAU HARUS MENEMANIKU DONGHAE-AH……………………”

“ TIDAKKK!!! “ aku memutuskan untuk berlari, karena mungkin berlari adalah pilihan terbaik, mahkluk yang aku tidak tahu wujudnya itu secara tiba-tiba muncul didepanku dalam wujud hyukjae yang biasa aku kenal, hyukjae yang mengenakan kaos T-shirt kesayangannya, dan celana treening merah yang biasa dia pinjam dariku, aku menghentikan langkahku dan hanya bisa menganga melihatnya, di sisi hatiku ingin sekali aku memeluknya, aku merindukannya, senyummnya dan wajahnya yang manis membuatku makin tidak bisa menahan genangan air mataku.

“ Hyukjae???”

kenapa kamu lari?” tanyanya sambil tersenyum seperti biasanya

“ aku-aku, kau kenapa masih di dunia ini?” aku mencoba memberanikan diriku, aku tahu yang ada di hadapanku saat ini bukanlah manusia namun setan

aku merindukanmu, apa kau tidak rindu padaku??”tanyanya sambil berjalan mendekatiku, aku melangkahkan kakiku mundur perlahan-lahan

aku, ya aku juga merindukanmu, tapi……..”

kenapa kau takut? APA AKU JAHAT? DONGHAE-AH AKU SAHABATMU, KAU BERJANJI AKAN MENEMANIKU SAMPAI KAPANPUN!!!!”

“ HYUKKIE, ALAM KITA SUDAH BEDA, AKU TIDAK MUNGKIN MENEPATI JANJI ITU”

“ IKUTLAH DENGAN KU DAN KITA BISA BERSAMA SELAMANYA!!” aku melihat kedua tangan hyukjae mengangkat dan kuku-kuku hitam panjang tumbuh di jemarinya, wajahnya yang semula manis berubah menjadi tegas dan dingin tatapannya yang bersahabat juga berubah menjadi gelap, aku membalik badanku dan berlari dengan sisa tenagaku, aku ingat aku tidak sendiri

“ KEEY!!!! KEEYY!! TOLONG AKU!! KEYY!!!!” sial mana key, astaga ini lorong yang mana lagi? Kenapa aku lari ke sini? Tuhan tolong aku

Aku terus berlari tanpa arah dan saat aku menengok ternyata tidak ada siapa-siapa di belakangku, aku melangkah gontai, entah kenapa tubuhku lemas dan ya mungkin saja ini karena aku daritadi terus menerus berlari, dan tanpa aku sangka tepat di depanku adalah ruang rawat kyuhyun, huuffttt syukurlah, aku mendorong pintu itu dan masuk. Di dalam aku melihat kyu terbaring dengan selang infus, kyu tidak separah sungmin hyung, karena lelah, aku memutuskan untuk tiduran di sofa yang ada di ruangan itu.

*************************

“ pagi……..” sapa key saat melihat donghae yang tertidur di sofa

“ key..?? sekarang jam berapa?”

“ sudah jam 7 pagi, sepertinya hyung lelah, apa hyung baik-baik saja?”

“ iya, ku rasa” jawab Donghae lemas

“ wae hyung? Kenapa wajah hyung kusam? Hem sebaiknya kita pulang saja yuk, haejin sudah aku antar ke rumahnya”

“ huuftt semalam hyukjae meneror ku lagi, aku bingung ada apa!” terang donghae saat membasuh wajahnya di westafel

“ hyung, aku sudah menghubungi taemin mereka akan ke rumah ku siang ini, hyung mau menginap di rumahku ?”

“ ya sebaiknya aku menginap di rumah mu saja, lagi pula aku lelah bila harus di rumah, karena di rumah banyak sekali kenangan tentang hyukkie” donghae berjalan lemas ke arah ranjang kyuhyun dan memandangi kyu yang masih terlelap dalam tidurnya

“ key, sebaiknya kita menunggu sampai kyuhyun siuman, oya bagaimana keadaan sungmin hyung?”

“ sungmin hyung sudah sadar, mangkanya dia menyuruh haejin pulang”

“ aku mau ke kamar sungmin hyung “

“ ayo!!”

“ kamu tahu key! Aku sampai sekarang masih bingung sebenarnya kenapa hyukkie sampai berbuat seperti ini….” suasana rumah sakit tak jauh beda dari semalam hanya ada beberapa pembesuk yang berlalu lalang dan suster yang lewat beberapa kali.

“ hufft sayang nya aku kuliah tidak pada jurusan hal hal gaib”

“ YA!! Key kenapa kau malah membahas masalah kuliah??”

“ ya aku kan hanya ingin mencairkan suasana saja”

“ baiklah aku paham”

“ ayo masuk hyung” key mendorong pintu yang bercat serba putih itu dan sudah menemukan sungmin yang berbaring sambil memainkan Ipad nya

“ hyung kau baik-baik sa-ja?” tanya donghae ragu

“ donghae-ah, sini, aku punya beberapa pertanyaan”

“ nde~~”

“ donghae, apa sebelum kematian hyukjae, kalian ada masalah?”

“ iya!”

“ apa kalian sudah baikan?”

“ su-sudah”

“ kenapa kamu ragu?”

“ hyung, bisakah kita jangan bicarakan ini dulu?”

“ baiklah”

“ hyung!! Aku kamar kyuhyun hyung dulu ya” key

“ iya!!!”

“ sungmin hyung, aku mau pulang, oh iya, kapan hyung pulang?”

“ mungkin besok, aku tidak betah terlalu lama di sini, kyuhyun bagaimana?”

“ dia masih belum siuman”

“ kamu sebaiknya pulang sana! Wajahmu pucat sekali, haejin di rumah ku kamu menginap saja di rumahku”

“ haejin masih marah hyung” jawab donghae lemas

“ tidak, aku yakin dia akan memaafkan mu, sudah sana kamu istirahat saja di rumahku”

“ gomawo hyung”

“ hyung….”

“ iya aku tahu lusa pemakaman appa, kamu jangan telat ya!!”

“ mian hyung! Aku-aku”

“ ya key sudah menjelaskan semuanya”

“ mian……..”

“ sudah jangan nangis…. sana cepat pulang, atau aku bakalan berubah fikiran”

“ iya” donghae keluar dari ruang rawat sungmin dan berjalan lemah menuju parkiran

“ key?”

“ hyung…. tadi kyuhyun hyung sudah siuman dan nanti malam dia sudah boleh pulang, oiya aku mau mengantarkan hyung pulang”

“ lalu siapa yang akan menjaga kyuhyun?”

“ dia bilang tidak apa-apa, dia menyuruhku pulang saja”

“ baiklah”

*********************

“ key….. tolong ambilkan minum donk”

“ iya hyung”

“ key, bukannya kamu sudah aku suruh pulang mengantarkan donghae hyung?”

“ ini minumnya hyung”

“ key kamu baik-baik sajakan?”

“ iya, memangnya kenapa?”

“ tidak, eh kamu mencium bau anyir darah?”

“ darah? Mungkin dari ini!!” key mengangkat tangannya dan di tangannya sudah ada sebuah jarum suntik dan di dalamnya sudah ada cairan berwarna merah agak kehitaman

“ key kamu mau apa?” kyuhyun yang kakinya masih sakit berusaha beringsut dari ranjang rumah sakit

“ kamu harus mati”

“ key, kamu kenapa?” key terus mendekati kyuhyun dan berusaha menancapkan jarum suntik itu

“ key kamu gila” kyuhyun beringsut dan menurunkan kakinya yang masih di bebat sebelah kanan

“ ARRGHH………….. sial kenapa sakit sekali”

kamu mau kemana?” kyuhyun yang menyadari bahwa suara itu bukanlah suara key, langsung menoleh dan sudah mendapati hyukjae yang berdiri di belakangnya

“ hyuk-hyukjae hyung?”

kyuhyun kamu kenapa? Takut? Tenang ini tidak akan lama, darah ini mengandung banyak virus dan akan bereaksi dalam tubuh mu ya mungkin selama 10-15 menit sisanya kamu akan mati dengan tenang”

“ aku salah apa hyung?” kyuhyun mencoba berdiri hanya dengan satu kaki dan tangannya meraih selang infus dan melepasnya, hingga darah segar mengalir deras di tangan kanannya.

“ aku salah apa hyung??” ulang kyuhyun dengan nada bergetar

kamu tidak salah apa-apa, hanya saja aku ingin melihat satu persatu teman donghae mati dan akhirnya dia sendiri yang menyerah dan mau ikut dengan ku hahahahaha…………….”

“ kau gila hyung, donghae hyung salah apa? Dia bahkan sangat menyayangimu” kyuhyun menyeret kaki kanannya dan bergerak perlahan menuju pintu keluar, hyukjae yang menyadari itu segera mendekat dan menarik kaki kiri kyuhyun hingga kyuhyun terjerembab

“aakkkhh….. hyung lepaskan” kyuhyun meronta sambil meraih gagang pintu

jangan harap kamu bisa hidup”

TOLONGG!!! TOLONG AKU!!! TOLONG…………………”

“ tuan……………. astaga anda kenapa ??” seorang suster langsung membuka pintu dan memapah kyuhyun yang dadanya sudah berlumuran darahnya sendiri sedangkan wajahnya pucat pasi

“ ta-tadi ada setan…”

“ tuan mungkin anda kelelahan……….. suster tolong bantu saya” dan datang lah beberapa orang suster dan membersihkan ruangan itu

“ sus, saya mau pulang sekarang”

“ tapi tuan, anda masih”

“ POKOKNYA SAYA MAU PULANG………..”

“baik tuan” siang itu akhirnya kyuhyun memutuskan untuk pulang. Sungmin sebenarnya juga ingin pulang namun karena kondisinya yang kurang mendukung, jadi malam ini sungmin hanya tinggal di rumah sakit sendirian

@sungmin house

“ oppa, maaf aku sudah menyalahkanmu”

“ aku yang harusnya minta maaf”

“ oppa…………….. aku-aku…………… aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi”

“ masih ada sungmin hyung” donghae merangkul haejin yang berdiri sambil menangis sesenggukan

“ aku takut oppa!!”

“ uljima!!”

Lusanya_pemakaman

Suara tangisan tak henti-hentinya menggema di pemakaman, langit sama sekali tidak bersahabat, langit mendung dan angin berhembus agak kencang, donghe memeluk haejin dan mendekapnya, sungmin masih diam dalam kesedihan memandangi makam appanya, kyuhyun dan key hanya bisa terdiam dalam dunia mereka.

“ maaf kami terlambat” sapa sebuah suara dari belakang

“ taemin… kangin hyung?” key yang tidak asing lagi dengan sosok keduanya langsung menyambut dengan senyuman, sedangkan yang lain masih fokus menatap sosok tampan yang kini sudah menyatu dengan tanah, foto yang terpampang di nisan itu semakin membuat haejin dan sungmin menangis.

“ sudah jangan menangis lagi” donghae mempererat pelukannya

“ aku sangat menyayangi appa”

“ kamu jangan nangis terus, ahjussi tidak suka melihatnya” saut taemin polos

“ apa maksudmu?” tanya sungmin dingin

“ hyung, ahjussi masih di sini di sebrang makam ini, ahjussi tampak sedih”

“ apa?” sungmin menoleh dan mengarahkan pandangannya ke sebrang makam appanya, namun hanya ada deretan makam lainnya di sana

“ hyung, kau tidak akan bisa melihatnya, sebaiknya kita mengikhlaskannya saja”

“ iya” saut haejin lemah

“ kita pulang saja ya!!”

“ aku rasa juga begitu, aku lelah” donghae yang entah kenapa tiba-tiba jatuh pinsan dan langsung di tangkap oleh kangin yang tepat berada di belakangnya

“ oppa!!” haejin langsung menghambur memegangi wajah donghae yang lemas dan seolah tidak bernyawa

“ cepat kita pulang, hyukjae hyung ada di sini cepat!!” taemin mengarahkan semua untuk berlari ke arah mobil

“ kita ke rumah ku saja” saran haejin

“ baiklah” hujan tiba-tiba saja turun sangat deras di sertai guntur dan kilat, angin juga berhembus lebih cepat menerbangkan dedaunan kering yang ada di kompleks pemakaman.

“ cepat masuk ke dalam mobil” kangin menidurkan donghae di jok belakang mobilnya, sesampainya mereka di rumah sungmin

“ kenapa tadi ada kejadian aneh?” tanya kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi sambil memasang bajunya

“ entahlah, mana donghae belum sadar-sadar juga” keluh sungmin

“ hyung…………….. donghae hyung hilang” teriak taemin yang beberapa menit lalu masuk ke kamar haejin yang di gunakan untuk mengistirahatkan donghae

“ APA??!!” semua yang ada di ruang tengah langsung beranjak berdiri dan bersamaan lari ke arah kamar haejin

“ kemana dia?” tanya key

“ OPPA!! NEO EODIYA????!!!!” teriak haejin

“ semua kumohon tenang, aku bisa merasakan aura donghae hyung, tapi dia jauh dari sini” taemin memejamkan matanya

“ dia………………….. dia……………………. aaahh……………. cepat………..”

“ ada apa taemin?” kangin

“ hyung cepat kita harus cepat!!! Donghae hyung ada di jalan raya, dia berjalan sambil tidur, sekarang tubuhnya di kuasai oleh arwah-arwah penasaran”

“ dimana?”

“ ayo cepat ikuti aku” taemin berlari ke luar rumah diikuti oleh key, taemin, kangin dan kyuhyun sedangkan haejin dilarang oleh sungmin untuk mengikuti mereka karena di luar sedang hujan.

“ oppa………… aku juga ingin mencari”

“ di luar hujan deras”

“ jebal oppa!!”

“ gak!!”

“ oppa………….. aku mohon”

“ sekali nggak tetap nggak” haejin akhirnya beringsut jatuh dan menangis

Sudah hampir setengah jam haejin menunggu namun belum tampak seorangpun yang melintasi pagar rumahnya

“ oppa, aku mau mengajak raerin dan shinji menginap ya”

“ baiklah lagi pula kamu butuh teman wanita” haejin merogoh kantong celana nya dan mengambil HP nya

yeoboseyo……….”

“ raerin, kamu sibuk gak? Kalau gak mau ya nginep di rumahku!!”

nde~~ aku gak sibuk, bentar lagi aku ke rumah mu ya! Kebetulan eomma dan appa gak ada di rumah………”

ok!! Heh ajak shinji ya!!!”

oke nyonya cerewet” cklik

Tak lama sekitar 20 menit kemudian datanglah raerin dan shinji dengan mobil milik raerin.

“ annyeong, haejinie…..” teriak raerin saat masuk ke teras rumah sungmin

“ raerin-ah shinji-ah….” haejin langsung keluar dan memeluk ke dua sahabatnya sambil menangis

“ ada apa?” tanya shinji bingung

“ masuk dulu haejin, di sini dingin” akhirnya sesampainya di dalam haejin menceritakan semuanya dari awal dan akhirnya shinji yang agak penakut dan raerin yang memang dasarnya takut memilih untuk menginap dan tidur di kamar sungmin, ya dengan terpaksa sungmin tidur dengan key di kamar tamu.

“ kemana yang lain?”

“ mereka keluar mengejar donghae” terang sungmin

**************************

“ taemin kita harus mencari kemana?” tanya key sambil mengusap beberapa kali wajahnya karena hujan

“ iya taemin kenapa tadi kita tidak naik mobil saja” sambung kyuhyun

“ sudah dekat………….. itu” taemin mempercepat langkahnya, jalanan sangat sepi dan tepat di depan mereka tampak sesosok orang berjalan limbung dengan pakaian T-shirt hitam dan celana jeans

“ donghae hyung………….” kyuhyun mempercepat larinya dan meraih pergelangan tangan donghae, namun langkah donghae tidak berhenti

“ hyung kau mau kemana?”

“ hyung……….” key juga memegangi pergelangan tangan donghae namun dia terus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa.

“lepaskan aku” saut donghae lemah

“ hyung, hujan sangat deras, pulanglah” pinta kyuhyun sambil menghadang  donghae

“ lepaskan aku bodoh” donghae meronta dan akhirnya pegangan tangan key lepas lalu donghae mengarahkan tangannya ke leher kyuhyun yang tepat ada di depannya

“ hyung lepaskan” ronta kyuhyun, kangin yang melihat itu langsung berusaha melepas tangan donghae dari leher kyuhyun, key dan taemin mencoba menarik tubuh donghae namun sama sekali tidak bergerak sedikitpun

“ kamu harus mati” pekik donghae

“ le-pash-kanh-hyungh” rintih kyuhyun yang tubuhnya di tindih oleh donghae, taemin memejamkan matanya dan dengan keras memukul punggung donghae tak lama cekikan itu melemah dan tubuh donghae ambruk di tengah guyuran hujan, kangin menggendong donghae di punggungnya, key dan taemin membopong kyuhyun yang sempat lemas karena tadi sempat di cekik dan hampir mati.

“ hyung gwenchana?” tanya key

“ apa aku tampak baik baik saja?”

“ iya aku tahu” sesampainya di rumah, kyuhyun langsung masuk ke kamar tamu di rumah sungmin, donghae di baringkan di kamar haejin sedangkan haejin memilih untuk tidur di sofa di kamarnya, malam makin larut namun kangin dan taemin yang menginap di rumah sungmin masih belum tidur, mereka menginap di kamar tamu di lantai 1, di rumah sungmin ada 3 kamar tamu yang terletak di lantai 1, kamar pertama di huni kyuhyun, kamar kedua di huni key dan kamar ketiga di huni kangin dan taemin, suasana agak mencekam tat kala tiba-tiba lampu padam dan hujan yang masih belum kunjung reda. Di rumah itu juga ada 2 orang teman haejin.

Malamnya………..

Haejin yang merasa kalau donghae baik-baik saja segera berjalan ke kamar sungmin untuk menengok 2 sahabatnya,

“ halo… ada orang???”

“ haejin-ah…. syukurlah kamu di sini, aku sendirian”

“ mana shinji?”

“ dia ke kamar mandi”

“ oh~~”

“ haejin-ah aku haus…” raerin merajuk dan duduk lemas di kamar sungmin

“ ya sebentar aku ambilkan minum” haejin turun ke lantai bawah namun di saat yang bersamaan lampu menyala lalu padam lagi, suasana rumah sangat sepi dan hujan belum reda, haejin mengira semua sedang tidur, jam menunjukkan pukul 11 malam. Langkah derap kaki haejin terdengar menggema di tangga.

Di kamar sungmin hanya ada raerin seseorang

“ aduh haejin mana ya? Lama sekali?” raerin duduk di pinggir ranjang dan bersandar di kepala ranjang. Bleep~~~~

“AAAA…… kok mati lampu? Aduh gelap…. huaa gimana ini?” raerin meraba-raba untuk menemukan meja dan menyalakan lilin

“ ini dia lilinnya” raerin mengangkat lilin itu

“AARRGGHHH………………….. JARI SIAPA INI???” raerin melempar sebuah jari yang barusan dia pegang, jari itu penuh dengan belatung dan darah yang mengering

“ HAEJIN………. HAEJIN…..” raerin berteriak dan tak lama haejin datang dengan sebuah lilin dan segelas air

“ ada apa raerin-ah?” haejin meletakkan gelas di meja dekat pintu masuk dan berlari ke arah raerin dan memeluknya

“ haejin kenapa tadi ada….”

“ uljima….” haejin mengelus kepala raerin “ duduklah”  pinta haejin sambil merangkul raerin, lalu dia berjalan untuk meletakkan lilin dan mengambil gelas

****************************************

Aku duduk dan menatap haejin yang berjalan meletakkan lilin dan mengambil air, aku menyandarkan punggung ku, aku mencoba menenangkan pikiranku dan berharap bahwa tadi itu hanya halusinasi ku, entah kenapa tengkuk ku merinding dan entah darimana sebuah tangan dingin sudah mencengkeram leherku dari belakang

“AAAA………….AAA…………. HAEJIN TOLONG AKU!!!” aku meronta ingin melepas tangan itu namun cengkraman itu makin keras dan dingin

“ ada apa raerin……. ada apa?” saat haejin mendekat, tangan itu melepas cekikannya dan aku langsung memeluk haejin

“ ada apa???”

“ ada-ada tangan yang mencekikku, aku mau pulang”

“ tapi ini sudah malam dan di luar hujan”

“ aku mau pulang…. sekarang”

“ iya…………. iya besok aku antar pulang”

“ aku mau pulang sekarang”

“ ya, besok aku antar kita sekarang tidur ya!”

“ aku mau menunggu shinji” akhirnya haejin menemani raerin di kamar, raerin bergidik ketakutan dan air mata mengalir dengan deras.

“ raerin-ah…………………… aaaa……………..” shinji masuk dengan nafas terengah-engah

****************************

_Shinji_

“ hufftt……………. dingin sekali?? Mana kamar mandi ada di bawah lagi” aku melangkah menuju kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi.

“ huufft…………….. kenapa rumah ini besar sekali sih???” aku memutar knop kran dan air yang dingin mengalir, aku membasuh wajahku dengan air yang huuiiii dingin sekali.

“ kasihan kalau di pikir-pikir donghae oppa! Ganteng-ganteng tapi di ganggu ma hantu” aku membungkukkan badanku dan membasuh wajahku, aku membuka mataku dan memandang cermin

“AAARRGHHH……………………… SI-SIAPA KAMU??”

hihihi…………… aku ? kamu tidak mengenaliku??”

“ ka-kamu siapa?” aku melihat sesosok wajah penuh kemarahan di dalam cermin wajah itu sepertinya aku pernah melihatnya

“ kau-kau hyukjae oppa??” aku mundur dan membalikkan badan dan tepat di depanku sesosok mahkluk yang memiliki wajah penuh luka dan entahlah aku tidak sanggup memandangnya sudah berdiri di hadapanku

jauhi donghae….”

“ aku-aku…………….. aaaa” aku berlari keluar kamar mandi dan naik ke lantai atas menuju kamar sungmin oppa, mana lampu padam lagi!!

************************************

“ taemin, menurutmu hantu seperti apa yang menggangu donghae?” tanya kangin sambil menyalakan lilin yang memang tersedia di kamar

“ hyung, aku takut kalau kali ini, kita semua yang akan kena imbasnya”

“ maksudmu?”

“ aku tadi sempat berkomunikasi dengan penghuni rumah ini, dia seorang wanita yang baik hati, katanya hantu yang mengganggu donghae hyung adalah arwah sahabatnya sendiri yang meninggal karena kecelakaan, dan di alam sana dia kesepian dia masih belum rela berpisah dengan donghae hyung, mangkanya sampai sekarang dia masih penasaran”

“ lalu apa hubungannya dengan kita?”

“ katanya lagi, setiap orang yang sudah ikut campur dalam urusan donghae hyung maka dia juga sudah mengundang masalah dengan hantu hyukjae”

“ astaga! Lalu kita harus bagaimana?”

“ kita harus membantu menenangkan arwah hyukjae, hyung kau tahu”

“ apa taemin?” kangin sedikit takut karena selain suasana rumah yang sepi dan gelap, mimik wajah taemin pun secara spontanitas berubah  menjadi tegang

“ han-hantu hyukjae ada di rumah ini”

“ maksudmu?”

“ dia ada di sini di rumah ini, aku bisa merasakan auranya hyung …. sangat gelap dan jahat”

“ dimana dia?”

“ di-di…aakhhh sial kenapa aku jadi pusing begini?” taemin memegangi kepalanya sambil memejamkan matanya

“ ada apa taemin-ah??”

“ cepat hyung, hantu hyukjae ada di kamar donghae hyung” taemin berdiri dan membuka pintu namun pintu itu macet, kangin juga tidak bisa membuka pintu

**************************

Aku membuka mataku, ini dimana? Ini…………. ini kamar raerin, kenapa gelap? Apa sedang mati lampu?

Aku turun dari ranjang dan hendak berjalan ke luar kamar namun belum sempat melangkah, entah tenaga dari mana sehingga membuatku terhempas ke ranjang lagi dan aku bisa merasakan darah mengalir dari kepala belakangku, karena saat terhempas tadi, kepalaku membentur kepala ranjang yang terbuat dari kayu

“ aakhh………… sial” aku mencoba menggerakkan badanku namun sama sekali tidak bisa, aku ingin berteriak namun suaraku tercekat dan saat aku menoleh ke atas sudah ada hyukjae yang menindih tubuhku, berat dan dingin

“ kamu… mau…. apa??”

aku mau kamu mati dan menemaniku…………….”

“ gila………….. lepaskan aku hyukjae..”

“ tidak akan………” aku merasakan jari-jari dingin dan tajam menembus dan menyayat leherku, darah mengalir membasahi kerah bajuku

BRUUAKK……………………

“ hyung…!!!!” Taemin?.. syukurlah, aku melihat taemin berlari ke arahku bersama dengan kangin hyung, dia melempari hyukjae dengan serbuk yang baunya sangat menyengat

“ lepaskan dia” pinta taemin

gyaaa…………… sialan awas kalian”

Akhirnya aku bisa bernafas lega dan kangin memapah ku berdiri, tak lama sungmin, key dan kyuhyun masuk juga ke kamar di susul haejin dan 2 orang temannya.

“ ada apa?” tanya key

“ tadi hantu hyukjae mengganggu donghae hyung” terang taemin sedangkan kangin mendudukkan ku yang masih lemas di sofa, aku melihat salah seorang teman haejin yang berdiri ketakutan di ambang pintu dan hanya bisa memegang lengan haejin sambil gemetaran.

“ donghae-ah….. lehermu” kangin meraba bekas cakaran di leherku

“ sakit hyung” rintih ku pelan

“ tunggu aku ambil P3K” sungmin hyung hendak turun namun di cegah oleh kangin

“ biar aku saja, beri tahu aku dimana tempatnya”

“ di dekat dapur, di sana ada kotak P3K yang di tempel di tembok”

“ ok!!”

“ aku kenapa?” tanyaku pada taemin

“ tadi hantu hyukjae datang dan ingin membunuh mu hyung, untung saja kami tidak terlambat”

***************************************

“ini obatnya” kangin datang dan menyerahkan kotak obat itu pada key

“ hyung ikat rambutmu” key memberikan karet gelang agar donghae mengikat rambutnya yang agak penjang

“ nde~” key kaget saat melihat luka itu, temaram cahaya lilin hanya mampu menerangi sebagian cakaran itu

“ ke-kenapa banyak sekali?” key bingung, cakaran itu seperti cakaran binatang

“ kenapa key?” tanya donghae yang merasa ada yang aneh dengan sikap key

Semua yang ada di kamar itu mendekati tubuh donghae dan kaget serempak karena cakaran itu sangat dalam dan tidak hanya di leher namun juga memanjang hingga punggung

“ kenapa?”

“ luka mu oppa! Lukamu sangat parah” saut haejin

“ sepertinya kita harus ke rumah sakit” saran kyuhyun

“ tapi di luar hujan sangat deras dan lampu masih padam” saut raerin pelan

“ tidak usah, key kamu obati saja, lalu perban, aku baik-baik saja kok” senyum donghae

“ ta-tapi hyung”

“ besok saja kita ke rumah sakit”

“  baiklah” akhirnya semua orang turun ke lantai satu dan duduk di ruang tengah, hanya tinggal taemin dan key saja di kamar haejin

“ hyung, darah nya gak mau berhenti” keluh key

“ key, sakit~~~” rintih donghae menahan sakit tat kala alkohol mengenai kulitnya

“ bagaimana ini? Taemin apa kamu…”

“ mian hyung, aku juga tidak tahu menahu kalau soal medis”

“ key, langsung kamu balut saja, aku sudah tidak tahan dengan perihnya alkohol”

“ tapi hyung…. nanti bisa infeksi”

“ gak akan, besok kan kita ke rumah sakit”

“ hyung…. ini” taemin menyerahkan sebuah kalung bermata giok hitam dengan bentuk bulan sabit

“ apa ini?”

“ ini jimat, sebagai pelindung mu hyung! Aku takut kalau sampai terjadi hal-hal yang buruk dengan mu hyung” taemin menyerahkan jimat itu

“ gomawo taemin-ah”

“ nde~”

“ nah hyung sudah aku perban, kau istirahat saja ya” key memberikan pakaian milik donghae dan donghae mengalungkan kalung pemberian Taemin tadi, Key menyuruh donghae tiduran namun itu sama saja membuat luka di punggungnya makin terasa sakit

“ akkh…. kepalaku”

“ astaga………… kenapa baru aku lihat” key

“ ada apa?” taemin mengarahkan sinar lilinnya ke kepala donghae

“ ada darah juga di kepala donghae hyung”

“ berbalik lah hyung” key menelisik kepala donghae dan menemukan luka dengan darah yang mulai mengering

“ besok kita benar-benar harus ke rumah sakit” taemin

Besoknya di rumah sakit

“ kenapa sampai luka seperti ini?” bisik salah seorang suster

“ entahlah, mungkin di cakar binatang buas” bisik suster satunya lagi

“ kalian sedang membicarakan apa sih?” protes dokter yang menjahit luka di kepala bagian belakang donghae sedangkan yang bersangkutan masih berada di alam bawah sadar

“ selesai, baru kali ini aku melihat luka se seram ini” 2 orang suster dan dokter itu keluar ruangan dan di sambut oleh haejin dan kyuhyun

“ apa dia baik-baik saja?” tanya kyuhyun

“ iya, hanya luka ringan, nanti kalau sudah siuman bisa langsung pulang”

“ terimakasih dok”

“ oh satu lagi, apa luka teman kalian itu akibat di cakar binatang buas?” tanya dokter itu penasaran

“ bukan, dia hanya terjatuh dari atas pohon saat kemarin memotong ranting di halaman”

“ oh… lain kali berhati-hatilah!!”

“ iya” saut kyuhyun lalu dokter itu di ikuti 2 orang suster yang setia menemaninya pergi meninggalkan ruangan tadi.

“ oppa, kita langsung ke kampus yuk!!”

“ tapi, donghae hyung gimana?”

“ oppa hari ini ada kuliah kan??”

“ ada, tapi kita berangkat bareng ya”

“ baiklah!!” sesampainya di dalam, haejin dan kyuhyun menemukan donghae yang duduk sambil memegangi kepalanya

“ hyung, sudah baikan?” kyuhyun langsung menghampiri donghae dan duduk di ranjang donghae

“ iya, astaga, sekarang sudah jam berapa?”

“ sudah jam 11 siang” kyuhyun

“ aku ada kuliah jam 12” donghae turun dari ranjang dan memakai jaketnya

“ hyung, kau kan baru sembuh! Sebaiknya istirahat saja dulu” kyuhyun memegang pergelangan tangan donghae namun langsung di lepas

“ tapi aku ada kuliah”

“ ya sudah kalau itu maumu” kyuhyun berdiri dan mendekati haejin yang semenjak tadi hanya diam dan menatap donghae datar.

**********************************************

_Kyuhyun_

Baru kali ini aku melihat haejin sedingin ini sama donghae hyung.

“ haejin, kenapa tadi kamu diam saja? Apa ada masalah ?” tanyaku saat kami masuk ke dalam mobil

“ kenapa? Aku baik-baik saja kok!”

“ iya nggak, hanya saja…”

“ oppa ayo nyalakan mobil mu, sudah siang”

“ tunggu hyung dulu, sebentar lagi”

“ merepotkan sekali orang itu”

“ kamu, kenapa sih?”

“ aku baik- baik saja!”

“ mian aku lama, tadi aku ke toilet dulu” donghae

“ tidak apa-apa, ayo masuk” donghae hyung duduk di belakang dengan wajah merengut sedangkan haejin hanya diam dan memilih melihat jalanan

aduh sepi gini, huufftt………… mereka kenapa ya?” aku melirik spion dalam mobil untuk melihat hyung di jok belakang

“ kamu lihat apa?” tanya donghae hyung

“ ahni, eh kita sudah sampai” kami turun di parkiran dan haejin langsung berjalan menuju kelas

“ kyu, memangnya aku ada salah ya sama dia?”

“ ku rasa tidak, sudahlah ayo kita masuk”

“ he’em” kami berjalan dalam diam, kampus sepi dan angin semilir menerbangkan beberapa daun kering di halaman kampus

************************

_Donghae_

Di kelas aku hanya diam dan memandangi punggung haejin, dia biasanya duduk di sebelahku atau di depan ku, namun sekarang dia lebih memilih duduk di sebrang bangku ku.

memangnya aku salah apa ya?” aku terus memperhatikan hingga haejin menoleh dan wajah yang aku lihat bukanlah wajah haejin melainkan “ HYUKJAE?” aku terkesiap dan hanya bisa menganga lebar, mana mungkin? Aku berdiri dan haejin ahni maksudku hyukjae menoleh lagi ke depan

“ ya, donghae-ssi ada yang mau di tanyakan?” tanya dosenku

“ ah-ahni sahjangnim” aku terus memperhatikan haejin

“ baiklah kalau tidak ada sebaiknya anda duduk kembali”

“ nde~” aku duduk namun terus memandangi punggung haejin, dan dia menoleh lagi namun kali ini sambil tersenyum, senyum setan dan wajahnya sekilas berubah menjadi hyukjae, lalu berubah lagi menjadi wajah haejin begitu hingga beberapa kali

“ aaaa……. setan pergi sana” bentakku, membuat semua murid memandangku kaget, karena frusrasinya, aku memilih keluar kelas dan meninggalkan semua orang yang mungkin berfikir kalau aku gila.

“ gila kenapa aku jadi begini?” aku duduk di kantin kampus sambil menyeruput orange just

“ hyung, kamu kenapa?”

“ kyuhyun?”

“ kenapa? Apa hyung tidak senang aku ke sini?”

“ bukan, tapi ini kan masih jam kuliah?”

“ dosennya sedang ada urusan, jadi kuliah di tunda! Kamu sungguh beruntung”

“ mana haejin?”

“ dia langsung pulang”

**************************************

Ting…… tong ………………..

“ sebentar…” sungmin berlari ke arah teras depan dan membuka kan pintu

“ taemin?”

“ nde hyung, oh ya haejin noona ada?”

“ baru saja dia sampai, tuh ada di kamarnya…..”

“ siapa oppa?”

“ ini taemin kesini… ayo masuk dulu…”

“ nde hyung, gomawo….” taemin melangkahkan kakinya masuk dan langsung di sambut oleh Haejin.

“ ada apa? Mau apa kamu kesini? ” tanya haejin yang berdiri di anak tangga yang jaraknya satu meter dari tempat taemin

“ Hei! Sopan kenapa? Kamu duduk dulu kek” gertak sungmin

“ males”

“ tidak apa-apa hyung” taemin berjalan mendekati haejin dan sungmin memilih duduk di sofa

“ apa?”

“ noona…”  belum selesai taemin bicara, wajah haejin berubah menjadi wajah hyukjae

“ hyuk-hyukjae?”

“ apaan sih kamu? Kamu mau ngomong apa?”

“ noona, kau… kau”

“ aishh sudahlah aku lelah” haejin menaiki anak tangga dan sekilas taemin melihat hyukjae mengekori haejin sambil tersenyum sinis

“ noona tunggu” taemin mengejar haejin hingga ke kamar dan menarik pergelangan tangan haejin

“ noona, tatap aku” haejin berbalik badan dan celingukan memastikan keadaan sepi

heh…………… sudah aku peringatkan, se keras apa pun kalian mencoba melindungi Donghae, toh pada akhirnya dia akan jadi milikku, lihat saja nanti, dan kamu anak kecil ada baiknya kamu jangan ikut campur”

“ kau sudah lain alam pergilah, jangan ganggu kami”

“ siithh………….. siapa kamu berani memerintahku?”

“ ku mohon pergilah”

“ kamu memberikan Donghae sebuah kalung pelindung, dan kamu berpikiran bahwa itu akan membuatnya aman? Bodoh, lihat tubuh ini, inilah kelemahan Donghae, dan dengan tubuh ini, aku akan dengan mudah membuat donghae cepat-cepat bersama dengan ku……….” taemin mengeluarkan sebotol cairan bening dan hendak menyiramkan ke arah tubuh haejin namun

“ KU MOHON JANGAN?!!!” teriak haejin

“ ada apa ini??” sungmin berlari menaiki anak tangga dan melihat taemin seolah ingin menganiaya adiknya itu

“ hei kamu mau apa?” haejin turun dari anak tangga dan bersembunyi di balik punggung sungmin

“ hyung, ini semua…”

“ oppa! Dia jahat, aku hampir di pukul”

“ tenang ada oppa di sini” haejin menyeringai dan tersenyum puas ke arah taemin dari balik punggung sungmin

“ hyung, dia bukan haejin noona, dia………”

“ keluar kamu dari rumahku” sungmin menyeret taemin hingga ke pintu keluar

“ hyung, dengarkan aku, dia……”

“ sudah jangan ganggu lagi” braaak….. dengan keras sungmin menutup pintu dan menghampiri adiknya yang masih menangis

“ gwenchanayo?” sungmin memeluk haejin

“ nde oppa~~~”

“ malam ini, oppa ada kuliah malam, jadi kamu menginap di rumah key atau kyuhyun saja ya”

“ nde oppa!!”

Malamnya…………

“ maaf ya key kalau aku merepotkan mu”

“ tidak apa-apa!”

“ ya sudah kalau begitu aku pamit dulu”

“ iya”

“ sungmin oppa! Hati-hati” salam haejin dingin

“ iya” sungmin melangkah menuju mobilnya dan kemudian mengemudikan mobilnya menjauhi rumah key

“ haejin, kenapa kamu tidak menginap di rumah donghae hyung saja?”

“ ……”

“ kenapa kamu diam?”

aku ke sini untuk berpesta denganmu”

“ suaramu kenapa berubah jadi cowok?” key mendekati haejin dan melihat kedua mata haejin berubah menjadi gelap

hahahaha……………….. aku bukan haejin, aku hyukjae, ya tubuh ini aku manfaatkan” hyukjae yang merasuki tubuh Haejin berjalan perlahan mendekati key dengan tatapan ingin membunuh.

“ hei hyukjae hyung!! Kenapa kamu tega sekali dengan sahabatmu sendiri? Apa salah donghae hyung?”

aku hanya ingin dia menemaniku”

Braaak….. pintu rumah key terbuka dan masuklah taemin dengan kangin

“ kalian?”

“ key, maaf kami lancang, tapi ini demi kebaikan mu” kangin memegangi ke dua tangan haejin dan hal itu membuat haejin meronta seperti orang kesetanan

“ hyung, haejin noona kerasukan, aku melihatnya sejak tadi siang, dan aku memutuskan untuk mengikuti haejin noona”

“ lalu kita harus bagaimana?”

“ ikat dia” perintah taemin, akhirnya haejin di ikat di kursi.

“ LEPASKAN AKU………….. KALIAN JANGAN HALANGI AKU UNTUK BERSAMA DONGHAE……………..!!!”

“ hyung, kalau kau memang menyayangi donghae hyung, ku mohon lepaskan dia!” pinta key

“ AKU HANYA INGIN DIA BERSAMAKU, KALIAN BEDEBAH! KALIAN JANGAN HALANGI AKU!!” tubuh haejin makin menjadi meronta, Taemin dengan sigap meraih botol yang ada di ranselnya dan menyiramkan ke sekujur tubuh Haejin,

“ AARGGHHH……………. PANAAASSS……………. SIALAN KALIAN, LIHAT SAJA NANTI PEMBALASANKU” perlahan tubuh Haejin melemas dan matanya terpejam.

“ taemin, sepertinya dia baik-baik saja” kangin

“ jangan di lepas”

“ aku ke kamar mandi dulu” pamit key

Key berjalan ke kamar mandinya dan mengambil alat pencukur kumis, beberapa kali dia menaut wajahnya di cermin sambil mengelus dagunya

“ hemm……….. aku tampan juga” suara dari mesin cukur membuyaran kesunyian di kamar mandi, key meletakkan alat pencukur itu di westafel dan berjalan menuju perangkat bazz dan menyalakan lagu rock yang memekakkan telinga namun bagi key itu mengasyikkan, key berjalan kembali ke westafel dan mengambil alat cukur tadi, entah kenapa tiba-tiba tangan key tidak bisa di kontrol dan alat pencukur itu mengarah ke mata key, dengan sekali sentakan, alat cukur itu sudah mencukur habis kelopak mata  kanan key

“ AARRGHHH……………………. TOLONG……………. TOLONG…………….” pekik key, namun suaranya kalah dengan suara musik di kamar mandi, alat penckur itu sama sekali tidak bisa lepas dari tangan key malah kini mengarah ke mata kiri key dan akhirnya mata kanan dan kiri key sudah tidak memiliki kelopak lagi.

“ kau dan semua teman mu harus mati, kalian sudah ikut campur urusanku……………..” bisik sebuah suara kasat mata.

“TOLONG!!…………………. TOLONG…….!!!!” key meronta dan berjalan mundur hingga tersandung bathub dan tenggelam ke bathub yang berisi air panas bersama dengan alat cukur nya, akhirnya key tewas dengan kondisi mengenaskan, mata membelalak karena sudah tidak memiliiki kelopak dan urat tangan yang membiru karena efek sengatan listrik

***************************

Taemin dan kangin duduk di dekat haejin, beberapa kali taemin bergidik

“ kamu kenapa?”

“ hyung, kenapa key lama sekali?”

“ mungkin dia sedang mandi”

“ tapi ini sudah lebih sejam”

“ kamu dengar itu musik dari kamar mandi dan itu berarti key masih ada di kamar mandi”

“ tapi perasaanku tidak enak”

“ sudahlah kita tunggu saja” taemin memegang nadi haejin dan sontak membuat haejin bangun

“ taemin?” tanya haejin lemah

“ noona? Kau sudah sadar?”

“ kenapa aku di ikat? Kenapa aku di rumah key?”

“ noona kemana saja daritadi?”

“ sejak semalam aku tidur”

“ hyung sudah lepaskan saja” kangin melepas tali yang mengikat pergelangan haejin

“ key mana?” tanya haejin sambil melemaskan pergelangan tangannya

“ dia tadi ke kamar mandi” saut kangin

“ hyung, kita periksa saja yuk, perasaanku tidak enak” akhirnya kangin, haejin dan taemin memeriksa ke arah kamar mandi, suara musik terus menggema namun sama sekali tidak terdengar tanda-tanda kehidupan di dalam

“ key……………… key” haejin mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada jawaban

“ KEY!! KEY!! BUKA PINTUNYA” kini giliran kangin yang berteriak dan dengan cepat kangin mendobrak pintu kamar mandi, mereka hanya bisa menganga saat melihat air bathub yang mengalir dengan warna merah darah

“da-darah” haejin berjalan seberani mungkin menyibak tirai bathub

“ KEY!!!” di bathub sudah terdapat mayat key dengan  kondisi yang mengenaskan, kangin segera menelfon ambulan dan taemin mengajak haejin keluar agar dia tidak shock, kangin terperangah saat melihat tulisan di cermin westafel dan memilih untuk keluar dari kamar mandi.

“ key~ kenapa ini bisa terjadi?”

“ entahlah noona!!”

“ pertama appa, lalu key, dan hyung ku juga hampir saja mati”

“ sakalipun sekarang kita menjauhi ataupun meninggalkan donghae hyung, itu percuma karena kita sudah menjadi sasaran kemarahan hyukjae”

“ kenapa? Kenapa harus kehidupan ku”

“ taemin ambulan sudah datang, apa kamu tahu sekarang hantu hyukjae kemana?”

“ sebentar hyung, hyung……………… cepat kita ke rumah kyuhyun hyung”

“ apa dia ke sana?” –haejin

“ iya, cepat” mereka bertiga berlari ke halaman depan dan mengendarai mobil kangin sedangkan jenazah key di serahkan pada pihak berwajib dan kepolisian langsung menghubungi anggota keluarga key yang ada di china

“ hyung antarkan aku ke kampus sungmin hyung, aku mau menjemputnya, kalian ke rumah kyuhyun duluan saja oke!”

“ baiklah” kangin memutar arah dan mengantarkan taemin sampai ke depan gerbang kampus

“ haejin kamu smsi sungmin, suru dia menemui taemin” kangin

“ nde..” kangin meninggalkan taemin dan melanjutkan perjalanan ke rumah kyuhyun

“ aku hubungi donghae oppa dulu” haejin mengambil ponselnya dan menghubungi donghae

yeoboseyo……….. ada apa?”

“ oppa…………… cepat ke rumah kyuhyun oppa!! Oppa!! Key meninggal”

“ apa? Kamu dimana?”

“ aku dalam perjalanan ke rumah kyuhyun oppa, palli oppa! Hantu hyukjae oppa makin menggila, tentang kematian key nanti aku jelaskan di rumah kyu oppa” klik haejin mematikan telponnya dan tak lama mereka sampai di depan rumah kyuhyun, rumah itu dalam keadaan sepi

“ kemana kyu?” tanya kangin saat baru keluar dari mobil

“ KYUHYUN OPPA!! KYU OPPA!!!” haejin berlari dan menggedor pintu rumah kyu

“ chankam……….. eh haejin ada apa?” kyu membuka pintu rumahnya dan kaget melihat ada kangin dan haejin di depan rumahnya, haejin datang sambil menangis dan kangin hanya diam

“ kyu apa kami boleh masuk?”

“ oh iya ayo masuk” mereka duduk di ruang tengah

“ haejin kamu kenapa?”

“ key oppa tewas……….”

“ apa?? Kok bisa?”

“ hantu hyukjae makin menjadi, tadi key izin mau ke kamar mandi namun sejam kemudian saat kami dobrak pintunya, key sudah di temukan tewas dan di cermin westafel ada tulisan, tunggu giliran kalian” terang kangin

“ lalu kenapa kalian ke sini?”

“ hantu hyukjae ke sini! Dia ada di sini, nyawamu terancam kyu!!” jelas kangin lagi.

“ hei, daritadi tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja!!” kyuhyun membanggakan dirinya dengan berputar-putar di hadapan temannya hanya untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik saja

“ oppa, jangan tenang dulu” saran haejin

“ lalu? Lalu aku harus ketakutan?”

“ bukan. Hanya saja”

“ sudahlah aku lelah, kalian istirahat saja dulu”

Tok………………. tok…………………. tok…………………..

“ kyuhyun-ah…………………….” donghae masuk ke dalam rumah dalam keadaan basah kuyup

“ apa di luar hujan hyung?” tanya kyuhyun

“ iya di daerah rumah ku hujan, haejin-ah……………… kau kenapa?”

“ key oppa meninggal dan semua gara-gara hantu sialan itu” isak haejin

“ tenang haejin-ah, aku akan menjaga kalian semua” donghae mendekati haejin dan memeluknya.

“ oppa! Mana kalungmu?”

“ kalung? Astaga aku tinggal di mobil”

“ oppa! Ambil sana”

“ sebentar, kyu, aku pinjam bajumu, aku bisa sakit kalau basah-basah begini”

“ kajja ke kamarku” kyuhyun menemani donghae ke kamarnya untuk mengambil baju

“ huuhh dasar malas, kangin oppa, aku ke mobil donghae oppa dulu ya! Aku mau mengambil kalungnya”

“ mau aku temani?”

“ terserah” kangin dan haejin keluar dari rumah kyuhyun dan berjalan ke halaman depan

“ mana mobil donghae? Oh ya tadi kamu dengar suara mesin mobil gak?” kangin

Tin……………….. tin……………………..  datanglah sebuah mobil berwarna silver dan turunlah seseorang dari mobil itu

“ donghae?” kangin menghentikan langkahnya dan saling bertatapan dengan haejin

“ iya ini aku, kenapa? Mana kyu? Mana taemin?”

“ oppa… ?? kau baru datang?”

“ iya aku baru datang!! Ada apa?”

“ astaga, oppa! Jangan-jangan………….KYUHYUN OPPA!!”

“ KYUHYUN-AH…….” haejin dan kangin berlari masuk ke dalam rumah kyu diikuti donghae yang bingung sebenarnya ada apa? Mereka berlari terus sampai ke depan kamar kyu

“ KYU BUKA PINTUNYAA!!” teriak kangin dari kejauhan

“ HYUNG TOLONG!! HAEJIN-AH………………. TOLONG AKU…………….ARRGGH………………….. TOLONG….” teriakan terdengar dari kamar kyu dan makin lama makin keras

************************************************

_Kyuhyun_

“ hyung, memangnya hujannya lebat ya?”

“ iya lumayanlah, palli kyu, aku kedinginan”

“ masuk saja dan pilih saja hyung, aku tunggu di depan ya!”

“ jangan begitu kyu, ini kan kamar mu, kamu saja yang pilihkan”

“ ya sudah kalau begitu” kyu masuk ke kamarnya sambil bersiul

“ ngomong-ngomong eomma dan appa mu mana?”

“ hyung~~ kau kan tahu sendiri~ mereka sudah meninggal” kyuhyun menunduk lesu dan mengambil salah satu bajunya dan berbalik badan

“ kenapa hyung hanya berdiri di pintu?”

“ aku hanya iseng bertanya” cklek “ emm……….. kyu, apa kamu tidak rindu pada mereka?”

“ apa maksudmu hyung? Dan kenapa pintu kamar nya kau kunci?” kyu menyerahkan baju nya ke donghae dan duduk di kasurnya

“ biar tidak ada yang mengganggu permainan ku kyuhyun-ah”

“ apa maksudmu hyung?”

“ kau kira aku donghae? Hahahaha…………..” mahkluk itu berbalik dan wujudnya kini berubah menjadi hyukjae dengan pakaian yang serba hitam.

“ hyukjae hyung??”

ya ini aku dan kali ini kamu tidak akan bisa lolos lagi…………”

“ hyung………….. apa salahku??”

salahmu………….. ya apa salahmu? Entahlah, tapi aku sangat senang melihat satu persatu teman donghae meninggal lalu akhirnya nanti donghae akan setres dan menyerah pada kematian”

“ donghae hyung gak akan pernah menyerah”

o ya? Kita lihat saja nanti” hantu hyukjae mengeluarkan sebuah suntikan yang sama dengan yang pernah dia bawa saat kyuhyun di rawat di rumah sakit

“ hyung……………….. jangan” kyuhyun berlari ke pojokan kamar dan posisinya kini benar-benar terpojok sedangkan hantu hyukjae makin mendekat, dengan keberanian yang tersisa, kyuhyun berlari melewati hantu hyukjae dan berlari menuju pintu kamar dan sayup-sayup dia mendengar suara kangin

“ kangin  hyung?……………… HYUNG TOLONG!…………… HYUNG……….! HAEJIN-AH………………. TOLONG AKU…………….ARRGGH………………….. TOLONG….”

“ KYU BUKA PINTUNYA………………… BUKA KYU” donghae

“ DONGHAE HYUNG, PINTUNYA MACET………………… TOLONG AKU HYUNG” air mata kyuhyun mengalir dengan deras sedangkan hantu hyukjae hanya memandanginya sambil tersenyum

hahahaha………………… menangislah selagi kau bisa kyuhyun-ah”

“ tolong lepaskan aku hyung!! Aku mohon……………..” kyuhyun merosot dan akhirnya terduduk di lantai sambil terus memohon

tidak akan aku lepaskan, kau harus mati……….” hyukjae mengangkat tinggi-tinggi jarum suntiknya dan kyuhyun beringsut menjauhi pintu mendekati ranjang kamarnya

“ aku mohon hyung, jangan”

“ kamu harus mati…………yaaaaa” BRUAAAK………………………

“ HYUKKIE-AH…………………..” pekik donghae dan membuat hantu hyukjae mematung dan mengarahkan tatapan matanya ke sahabatnya itu dengan tatapan marah namun lama-kelamaan air mata abu-abu mengalir dari bola matanya

“ ku mohon jangan sakiti teman-teman ku lagi” donghae berjalan maju mendekati hantu hyukjae sambil menangis, tak lama datanglah sungmin dan taemin dan langsung masuk ke dalam kamar kyuhyun, kangin mencegah taemin yang hendak menyiramkan air suci ke hantu hyukjae

“ taemin jangan………….”

“ ada apa ini?” tanya sungmin bingung, haejin menjelaskan semuanya dan sungmin hanya bisa tersenyum miris

“ hyukkie-ah, kau sayang kan sama aku?” donghae maju selangkah lagi

hae-ah, aku hanya ingin kau bersamaku, aku kesepian hae-ah” rengek hyukjae sambil menangis

“ kalau kamu memang sayang, ku mohon lepaskan teman-temanku, dan aku-aku……….”

“ apa?”

“ aku akan ikut dengan mu…………”

“ benarkah?” hantu hyukjae yang semenjak tadi menangis akhirnya memasang wajah ceria dan membuat suasana di kamar yang sempat mencekam berubah menjadi mengharukan

“ iya…………….. sini” donghae mengulurkan tangannya dan hyukjae juga, namun tangan kiri donghae meraih kalung yang ada di lehernya dan hendak menancapkan ujung kalung yang berbentuk bulan sabit itu ke nadi hyukjae

kau kira aku bodoh, kau hanya menipuku” di saat yang bersamaan, hantu hyukjae menghilang dan muncul lagi tepat di antara taemmin dan sungmin, dan dalam sekali seringaian, jarum suntik yang ada di tangan hyukjae sudah menancap tepat di nadi leher sungmin lalu dia menghilang lagi.

“ arrgghhh…………………… sialan” sungmin tergeletak di lantai sambil terus kejang-kejang, haejin dan taemin langsung beringsut jatuh, haejin memapah sungmin sambil menangis melihat oppa nya yang dalam keadaan sekarat itu

“ oppa!!! Oppa!!! Jangan mati oppa!!”

“ maaf kan aku haejinie………..” sungmin memejamkan matanya dan wajahnya langsung berubah agak keungu-unguan dan kulit wajahnya melepuh sambil mengeluarkan nanah dan darah

“ tidaaaaaaakkkkkkkkkkk………………………….. oppa!!!”

“ setan sialan” haejin merebut air suci yang ada di tangan taemin dan menyiramkan nya ke arah hantu hyukjae

hahahaha……………… kamu kira aku hantu jaman dulu yang takut dengan air suci dan alkitab juga salib? Bodoh, mau kamu siram aku berkali-kali dengan air suci ini pun, tidak akan mempan”

Hantu hyukjae meraih pinggangnya dan mengeluarkan sebilah pisau berkarat sambil tersenyum menghina.

hahahaha……………… satu persatu temanmu akan mati donghae-ah, DAN AKU AKAN MENUNGGU KAU MENYERAH!!” hantu hyukjae menghilang lagi dan kini muncul tepat di hadapan kangin dan dia sudah memegang sebilah pisau, kangin yang masih kaget dengan kemunculan hyukjae hanya bisa mematung dan dengan cepat hantu hyukjae langsung menancapkan pisau itu tepat di dada kangin

“ arrghh………………………”

“ hyung…..” taemin beringsut untuk memapah kangin, darah terus mengalir dari dada kangin

“ apa maumu?” donghae jatuh terduduk sambil menangis, melihat sungmin yang sudah meninggal sambil terus di tangisi oleh haejin dan kangin yang terus-menerus mengeluarkan darah dari dadanya

sudah aku katakan berulang kali, AKU INGIN KAU BERSAMAKU……………..” kyuhyun yang tahu ini kesempatannya untuk mengusir hantu hyukjae, dia segera mengambil kalung sabit milik donghae yang jatuh ke lantai, posisi kyuhyun berada di belakang hantu hyukjae. Dia berdiri dan mengangkat tinggi-tinggi kalung itu lalu menancapkannya tepat di punggung hantu hyukjae

AARGGGH…………. SIALAN……………..” hantu hyukjae berbalik dan menghempaskan tubuh kyuhyun hingga membentur tembok dan kyuhyun pinsan dengan darah yang mengalir dari kepala nya

“ hyukkie-ah, aku mohon…………….” donghae berdiri dan meraih pergelangan tangan hyukjae namun dengan cepat hyukjae menghilang lagi.

ini yang terakhir”  hyukjae mendekati haejin dan mengarahkan sebilah pisau berkarat ke perut haejin, haejin yang sudah tidak bisa kemana-mana lagi, hanya bisa diam dan memandangi mata hyukjae penuh kesedihan dan kemarahan, di tangan hyukjae appanya tewas dan malam ini karena hyukjae juga, oppa nya tewas

“ kau ingin membunuhku? Bunuh saja! Percuma aku hidup, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi” taemin yang sudah tidak bisa diam lagi, lantas merapal beberapa mantra dan mampu membuat hantu hyukjae mundur dan menghadap ke arah taemin sambil menutupi kedua telinganya, dengan sekali gerakan, hantu hyukjae menghujam taemin dengan pisau tadi, tidak hanya sekali namun hingga berkali kali, hingga membuat taemin tidak sempat berteriak, pisau itu berakhir dengan menancap dalam di mata kanan taemin

“ TAEMIN…………………….. HYUKJAE…………….. SIALAN KAU SETAN” kangin bangkit dan meneruskan rapalan mantra tadi namun sial kalimat terakhir rapalan itu tidak kangin afal dan dengan mudah hyukjae memperdalam luka di dada kangin dengan menginjak-injak dada kangin yang masih terluka dan terakhir menancapkan pisau karatan itu tepat di tempurung kepala kangin

“ hyukjae……………………… jangan~~” donghae hanya bisa terduduk lemas tanpa bisa berbuat apa-apa, seluruh tubuhnya lemas melihat banyak jenazah di depannya, di depan pintu kamar kyuhyun tergeletak sungmin yang di sebelahnya juga terdapat jenazah kangin, haejin hanya bisa berdiri sambil bergetar hebat, air mata terus menerus membasahi pipinya yang sudah belepotan dengan darah. Beberapa langkah di hadapannya ada jenazah taemin dan di sisi kanannya ada kyuhyun yang belum sadarkan diri, entah dia pinsan atau sudah meninggal, donghae terus mengedarkan pandangannya tat kala hantu hyukjae yang secara tiba-tiba menghilang.

“ haejin-ah…………………..” donghae mencoba berdiri dan berjalan pelan ke arah haejin

“ oppa~~ kenapa ini semua terjadi?” haejin berbicara sambil terus memandangi jenazah sungmin

“ mianhae…………….”

“ sangat indah kalau begini”

“ hyukkie-ah apa sekarang kamu puas?”

YA !!! donghae-ah, aku belum puas, temani aku”

“ pergilah, kau sudah membunuh terlalu banyak teman ku, ku mohon pergilah”

belum waktunya” dengan sekejap mata, hantu hyukjae menghilang lagi dan kini sudah berada di semping tubuh kyuhyun yang mulai bergerak menandakan kalau dia sudah sadar

“ kyuhyun-ah………..” donghae bergerak mendekati kyuhyun namun hantu hyukjae lagi-lagi menyeringai dan memperlihatkan pisau penuh darah yang ada di tangannya

sekarang giliranmu”

“ jangan………………” donghae mendekati tubuh kyuhyun dan tepat di saat itu juga pisau yang ada di tangan hyukjae menancap di punggung donghae

“ huupphhh……………. kyuhyun-ah, kau………………….. baik………………. baik……………saj…a…kan?”

“ hyung….?” hantu hyukjae mundur dan menjatuhkan pisau itu ke lantai, haejin hanya bisa menutupi mulutnya yang menganga dengan tangannya,

“ haejin cepat lari, cari bantuan……………” kyuhyun menyuruh haejin pergi karena jarak haejin dengan pintu keluar yang paling dekat

“ nde~”

“ SEKARANG APA LAGI MAUMU?” teriak kyuhyun frustasi sambil memangku donghae yang sekarat

“ kyu, sudahlah” donghae berusaha bangkit dan berjalan dengan wajah meringis ke arah hantu hyukjae,

“ eunhyuk-ah………………. apa sekarang kamu ingin aku ikut dengan mu?” tanya donghae pelan sambil menahan sakit

eunhyuk? Kau memanggilku dengan nama itu?” hantu hyukjae mempertegas tatapan matanya dan semua lampu yang ada di kamar kyuhyun pecah satu persatu dan pecahan dari lampu itu mengenai kasur dan barang-barang yang mudah terbakar hingga menyebabkan kebakaran

“ kyuhyun-ah, lari keluar” pinta donghae

“ tapi hyung? Kau bagaimana?”

“ sudah cepat lari, aku akan baik-baik saja” kyuhyun berlari keluar dari kamar menyusul haejin

Sesampainya di halaman depan.

“ haejin……………..”

“ kyu oppa? Mana donghae oppa?”

“ dia……………” duar………………… ledakan terdengar dari arah kamar kyuhyun dan api makin membesar

“ oppa…………..!!!” haejin hendak lari ke dalam rumah kyuhyun, namun kyuhyun menarik tangan haejin dan melarangnya masuk

“ jangan, di dalam berbahaya”

“ tapi donghae oppa ada di dalam”

“ kita cari bantuan”

“ oppa cepat telpon pemadam kebakaran”

**********************************

_before_

“ iya, aku memanggilmu eunhyuk-ah, apa aku salah?”

hae-ah, terakhir kau memanggilku saat aku berulangtahun”

“ lalu? Apa sekarang aku masih boleh memanggilmu seperti itu??”

hae-ah, ku mohon jangan menangis lagi!!”

“ eunhyuk-ah, kau sahabatku sampai kapanpun” donghae mendekati hantu hyukjae sambil tertatih dan meraih pisau karatan tadi, donghae terus berjalan maju dan memeluk hyukjae.

sudah lama aku merindukan ini hae-ah”

“ eunhyukie, aku akan bersamamu, dan setelah ini jangan ganggu sahabatku lagi, aku mohon jauhi haejin, kyuhyun dan 2 orang teman haejin, mereka tidak salah apa-apa, utamanya haejin, dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, aku mohon” donghae mengarahkan pisau tadi ke arah perutnya dan dengan sekali hentakan, pisau itu menancap dalam di perut donghae namun donghae terus memeluk hantu hyukjae, hantu hyukjae pun juga memeluk tubuh donghae sambil menangis

iya hae-ah, aku janji, sekarang aku akan pergi”

“ aku akan bersamamu!!” donghae meringis kesakitan namun dalam posisi tetap memeluk hyukjae.

apa maksudmu?” brruuk…………….. tubuh donghae jatuh menghantam lantai dengan perut yang penuh darah dan sebuah pisau ada di tangan kanannya

ARGHH…………….. BUKAN KEMATIAN SEPERTI INI YANG AKU INGINKAN……………. TIDAAK….” api yang ada di ruangan itu makin membesar dan melalap seisi ruangan tanpa sisa.

****************************************

Rumah kyuhyun terbakar sangat hebat, setengah jam kemudian datanglah 10 mobil pemadam kebakaran, besoknya tim evakuasi menemukan 4 jenazah yang sudah di identifikasi, mereka adalah kangin, taemin dan sungmin, satu jenazah lagi kondisinya sangat mengenaskan hingga polisi sulit untuk mengenalinya, namun haejin dan kyuhyun meyakini bahwa itu adalah donghae, karena semalam yang ada di kamar hanya tinggal donghae seorang. Haejin dan kyuhyun hanya bisa saling berdiam diri di jok belakang ambulans, tatapan mata mereka kosong.

“ haejin-ah…………….” teriak shinji yang baru datang

“ haejin-ah…………” ulang raerin yang melihat keadaan haejin kacau balau

“ untuk sementara, mereka berdua sepertinya akan mengalami tekanan mental, jadi ada baiknya kalian membantu kesembuhan mereka” saran salah seorang dokter

“ baik pak” satu persatu kantong jenazah di angkut ke dalam mobil dan 2 mobil ambulans pergi menuju tempat persemayaman

One week later

Suara musik dari piringan hitam, menggema lembut di lorong-lorong rumah sakit jiwa, ya sejak kejadian itu, haejin hanya bisa diam namun terkadang tersenyum dan seringkali menangis

“ haejin, ku mohon sembuhlah” pinta kyuhyun

“ appa ku mana? Oppa ku mana? Oya donghae oppa sudah pulang belum dari kuliahnya?” tanya haejin dengan nada kekanak-kanakan pada kyuhyun

“ haejin-ah, kamu kenapa?” kyuhyun memeluk haejin sambil menahan air matanya

“ oppa!! Nanti aku mau jalan-jalan sama donghae oppa!!”

“ ku mohon haejin jangan begini” kyu hanya bisa terisak melihat kondisi sahabatnya yang menurut dokter mengalami tekanan jiwa hebat, haejin hanya tersenyum dalam pelukan kyuhyun, raerin dan shinji yang melihat itu hanya bisa menunduk sedih

“ kyu oppa, bilang ya sama donghae oppa! Aku sangat merindukannya…………”

         -THE END-

10 Comments (+add yours?)

  1. Cha
    Nov 24, 2013 @ 15:26:15

    Keren bikin degdegan (y).

    Reply

  2. Flo
    Nov 24, 2013 @ 16:55:42

    gila, ini parah banget…
    si hyuk jadi hantu jahat, tapi ujung2nya nyesel kan
    kasihan hyejinnya jadi gila

    Reply

  3. reza aprilia
    Nov 24, 2013 @ 20:19:07

    kerennn

    Reply

  4. kimsunra
    Nov 24, 2013 @ 23:57:19

    gak bisa ng0m0ng lg aq, keren thor dag dig dug aq bcanya……

    Reply

  5. Feinie Rachma
    Nov 25, 2013 @ 12:38:55

    Ngenes banget thor, 4 jempol banget deh buat author! Charmed versi ff hahahaa..
    Tapi Kyu baik2 aja, hebat, padahal udah 3x hampir mati. Romance-nya kurang feel dikit lagi thor, tanda bacanya juga masih banyak yang kurang jadi harus ekstra memahami bacanya. But so far so good, success for you! 🙂

    Reply

  6. sclouds9
    Nov 25, 2013 @ 14:34:42

    keren bikin deg2an hahaha daebak thor

    Reply

  7. Elisa
    Jan 08, 2014 @ 21:05:11

    bagus bgt… sumpah bikin degdegan
    keren, seru, wuhuuuuu….~~
    daebakk thor..!! 😀

    Reply

  8. Anandaaa
    Jan 12, 2014 @ 00:28:47

    pertama ubrak abrik nih web 😮 judul ini udah minta buat di baca aja :/ pertama entah ganrenya apa :3 ternyata, dan lagi aku baca jam segini~~~ keren bgt nih ep ep (y)

    oh ya, Tanda bacanya di perbaiki lagi ne thor !!!~~~
    degdegan bgt waktu hae oppa yg terakhirnya 😥

    Reply

  9. Hafizhah Salsabila
    Jan 30, 2014 @ 17:24:43

    Huaaahhh… Bacanya sampe’ keringetan >w< Kereeeeeeeen….

    Reply

  10. MaghfiraRamadhanti (@maghfira_ira)
    Aug 24, 2015 @ 22:41:26

    deg2an baca ff ni,, aku bacanya udah malam juga, jadi ngerii gituu,,
    hyukkie oppa jadi hantu kok jahat sih? kan nyeseell.. kasihan hyejin,, good job author.. 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: