[FF Of The Week] Thankyou…… PSP

Cast                 : Kang Choco (OFC), Cho Kyuhyun

Genre              : Romance, AU

Length                        : One-shot

Author            :  Shinefl

Visit this blog, ok?  seasongirls.wordpress.com

Note : Annyeonghaseyo~!! This is FF pertamaku yang penuh kegajean disana-sini. Ini pure hasil pikiranku sendiri jadi maap kalo mau dibilang apalah, dibikin hepiii saja ya kakak-kakak, adek-adek. Jangan lupa commentnya, ok? SALAM SUKSES! *bow*

Don’t be silent reader please ^^

HAPPY READING GUYS~!!

***

Menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Terkadang jika kita menunggu sesuatu yang ternyata hanyalah harapan kosong, bagaimanakah rasanya? Sakit? Tentu saja.

 

Mencintai adalah hal yang menyenangkan sekaligus menyakitkan. Mencintai seseorang berarti harus siap dengan apapun yang akan terjadi. Tersakiti adalah hal yang biasa dalam ini. Dipermainkan, dibodohi.. Semua adalah konsekuensi cinta.

 

* * * *

Hari ini Choco keluar kampusnya lebih awal sejam dari biasanya dan tentu saja meninggalkan satu mata kuliah yang diarasanya sangat membosankan–statistik. Ia sedang ingin menghabiskan waktu sejamnya yang berharga dan langka itu di tempat favoritenya. Ia segera berjalan ke terminal subway di dekat kampusnya. Ia harus cepat-cepat menghilang dari daerah ini karena setengah jam lagi supirnya pasti akan menemukannya dan memaksanya pulang jika ia masih terlihat di daerah ini.

Ia sebenarnya sangat bosan dengan kehidupannya. Setiap hari tujuannya hanya rumah-kampus-rumah-kampus. Berangkat dan pulang dengan supir. Sampai rumah hanya ada Kim ahjumma yang sudah mengabdi dengan keluarganya sejak ia kecil. Jarang ia bisa melihat ayahnya. Ia pergi ke kantor pagi-pagi sebelum Choco bangun dan pulang ketika ia sudah tidur. Kerap kali ia merindukannya. Ia ingin seperti dulu, ayah yang perhatian dan sering berada di sisinya. Tapi kenyataannya tidak seperti yang ia harapkan. Semuanya semakin suram dari hari ke hari.

Choco berjalan ke tempat permberhentian subway setelah membeli tiket. Banyak orang yang berdesakan untuk mendapatkan tempat di paling depan agar dapat masuk lebih dulu. Ia sebenarnya tidak terbiasa dengan suasana yang ramai seperti ini. Ia lebih terbiasa dengan suasana sepi yang suram. Hidupnya selama bertahun-tahun hanya di dalam rumah dan tidak terlalu mengenal dunia luar. Tapi ia sudah pernah melakukan hal seperti ini beberapa kali sebelumnya jadi ia tidak terlalu terkejut dengan suasana seperti ini.

Subway tujuan Choco pun tiba. Ia segera berjalan memasuki subway setelah menunggu beberapa penumpang keluar. Di jam menjelang sore seperti ini subway pasti ramai seperti sekarang. Tidak ada tempat duduk satupun yang tersisa. Ia terpaksa harus berdiri. Ia berdiri di dekat pintu dan bersandar pada salah satu tiang besi di dalam subway. Ia lalu mengeluarkan suatu benda dari dalam tasnya. PSP. Benda mati yang selalu menemaninya sejak usianya 9tahun.  ‘Benda mati’ yang selalu menghilangkan penatnya. ‘Benda mati’ yang menyimpan kenangan masa kecilnya dengan seseorang. ‘Benda mati’ yang selalu membuatnya merindukan seseorang.

Choco memainkan ‘benda mati’ itu dengan serius sampai ia tertunduk dan sebagian rambutnya menutupi wajahnya.

“Sepertinya kau menjaga pacarku dengan baik,”

Choco mengadahkan kepalanya untuk melihat wajah pemilik suara itu. Pria itu tersenyum. Choco bingung dengan pria di hadapannya ini. Ia memicingkan mata menatap pria itu dari bawah sampai atas. Siapa pria ini? Itulah pertanyaan yang berkelibat di benaknya.

* * * *

“Ah! Mobil sialan!” gerutu Kyuhyun kesal. Ini belum ada setengah perjalanannya pulang tapi mobilnya sudah mogok lebih dulu. Ia menendang ban mobilnya dengan kesal dan menelpon seseorang untuk membawa mobilnya ke bengkel. Terpaksa ia harus naik subway. Terminal subway juga tidak terlalu jauh dari sini. Ia meninggalkan mobilnya dan berjalan ke terminal subway.

Ramai. Itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan terminal subway ini menjelang sore seperti sekarang. Ia berjalan ke tempat pemberhentian subway setelah membeli tiket. Tidak lama kemudian subway tiba dan ia masuk setelah penumpang keluar.

Ia mencari tempat yang nyaman untuk berdiri. Subway ini sangat penuh sehingga tidak menyisakan satu pun tempat duduk. Ia memilih untuk berdiri dekat pintu. Ia melihat seorang gadis berambut coklat pirang di seberangnya. Gadis itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Benda yang sangat familiar di matanya. PSP. Ia terkekeh melihat ada gadis yang menghilangkan keanggunannya hanya untuk PSP di subway. Ia masih terkekeh ketika ia melihat sesuatu yang janggal pada PSP itu. Ada tulisan ‘KH & CC’ yang ditulis dengan spidol putih permanen di PSP itu. Ia berjalan menuju gadis itu untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat tidak salah. Benar..  ada tulisan itu.

Ia berdiri di depan gadis itu dan gadis itu sama sekali tak menghiraukannya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka mulut.

“Sepertinya kau menjaga pacarku dengan baik,”

Gadis itu mengadahkan kepalanya dengan tatapan bingung. Kyuhyun  hanya tersenyum mendapati kebingungan pada gadis itu. Dan ia bisa memastikan ia tidak salah. Gadis ini.. Ini benar. Ini adalah Choco.

Choco memicingkan matanya menatap Kyuhyun dari bawah sampai atas. Kerutan di dahi Choco semakin menjadi. Kyuhyun mencoba memberi clue pada Choco. Ia menatap tulisan pada PSP itu. Sesuai harapannya, Choco pun mengikuti pandangan Kyuhyun. Choco tersentak dan menatap Kyuhyun dengan lekat. Pikiran mereka kembali ke 14 tahun yang lalu.

 

Flashback

 

14 years ago

 

Choco kecil menghabiskan sorenya di taman dekat rumahnya. Sangat ramai. Banyak orang-orang menghabiskan sorenya disini, sama seperti Choco. Banyak anak-anak yang seumuran dengannya, remaja, orang dewasa yang juga ikut menikmati angin segar sore. Banyak juga keluarga yang seperti piknik di taman ini. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Kapan ia bisa merasakan hal itu? Biasanya ia hanya bisa menghabiskan waktu bersama ayahnya. Kapan ia bisa merasakan helain lembut ibunya? Bercanda bersama kakaknya? Sayang Choco belum pernah dan tidak akan pernah merasakan hal itu. Ia iri dengan mereka yang bisa merasakan hal itu.

Choco membeli es krim di salah satu pedagang es krim di taman. Ia memesan es krim cokelat favoritenya ketika seorang pria yang sekiranya lebih tua darinya beberapa tahun merogoh kantongnya dengan gusar sambil memegang es krim coklat. Sepertinya ia mencari sesuatu. Dan sepertinya ia mencari.. uang? Mungkin.

Choco baru akan membayar ketika pria kecil tadi membuka mulut, “Maaf ahjussi, sepertinya uangku ketinggalan,”

Choco memerhatikan pria kecil itu dengan lekat. Pria kecil itu merasa dilihati oleh Choco dan melemparkan tatapan datar padanya. Choco berpaling dan bertanya pada ahjussi, “Berapa harga dua es krim ini?”

Pria kecil tadi memandangi Choco dengan tatapan bertanya. Choco tak menghiraukannya dan memberikan sejumlah uang sesuai yang disebutkan ahjussi  itu.

“Aku akan menggantinya. Datanglah kesini lagi besok,” ucap pria kecil itu. Pria kecil itu lebih dulu pergi meninggalkan Choco sebelum ia diberikan kesempatan untuk berbicara sepatah kata pun.

 

Next Day

Choco kembali ke taman kemarin sesuai permintaan pria kecil kemarin—yang entah siapa namanya. Ia duduk di sebuah bangku taman bercat putih dan menopang dagu dengan tangannya. Ia sedikit mengehentakkan kakinya di tanah. Tak lama kemudian ia mendengar seseorang yang duduk disebelahnya. Ia berharap itu adalah pria kecil kemarin. Dan benar. Itu pria kecil kemarin.

“Aku pikir kau tidak akan datang,” ucap pria kecil itu sambil duduk disamping Choco.

“Aku datang. Aku tidak suka mengingkari janji,” balas Choco.

Pria kecil itu mengeluarkan selembar uang dari sakunya dan memberikannya pada Choco. Choco menatap uang itu. Tangannya sama sekali tidak bergerak untuk mengambil uang itu.

“Kenapa?” tanya pria kecil itu.

Choco menggeleng. “Tidak perlu diganti,”

“Tidak bisa. Aku akan merasa terbebani jika aku tidak menggantinya,”

Choco terlihat seperti menimbang-nimbang sesuatu. Akhirnya ia tersenyum sangat manis pada pria kecil itu. Pria kecil itu hanya menyerngit mendapati senyuman berlebihan Choco.

“Aku tidak butuh uang, ayahku sudah punya banyak uang. Bagaimana kalau sebagai gantinya kau menjadi temanku? Aku tidak punya banyak teman. Eo?”

Pria kecil itu sama sekali tak berkedip. “Mwo?”

“Bagaimana?” tanya Choco penuh harap. Ia berharap bisa mendapatkan teman walaupun tidak sebanyak yang ia pikirkan selama ini.

Pria kecil itu terlihat sedang menimbang-nimbang tawaran Choco. Choco menatapnya dengan wajah aegyo-nya. “Mm.. baiklah,” ucap pria kecil itu akhirnya.

Jinjja?” tanya Choco dengan wajah berbinar yang disambut dengan anggukan pria kecil itu. Choco tersenyum senang dan mengucapkan terimakasih pada pria kecil itu yang hanya disambut dengan anggukan lagi.

“Siapa namamu?” tanya pria kecil itu.

“Choco. Kang Choco,”

Kyuhyun tertawa, “Kang Choco?”

Choco mengangguk. “Apa kau mau bilang namaku seperti nama anjing?” tebak Choco. Kyuhyun mengehentikan mengangguk ragu.  Choco tersenyum. “Tidak apa. Aku sudah terbiasa dengan hal seperti itu.”

“Kenapa orang tuamu memberimu nama Choco? Seperti tidak ada nama lain saja,”

Choco menghela napas. “Dulu ketika aku menangis aku hanya bisa diam jika diberi cokelat. Dan aku juga akan berhenti menangis jika dipanggil Choco,” jelasnya. Kyuhyun hanya mengangguk mengerti.  “Oh ya, siapa namamu?”

“Aku? Aku Cho Kyuhyun. Berapa usiamu?”

“8 tahun. Kau? Sepertinya kau lebih tua beberapa tahun dariku,”

“10 tahun. Kau tidak perlu memanggilku oppa,” jawab Kyuhyun.

“Kenapa?” tanya Choco. “Tidak apa,” jawab Kyuhyun singkat.

Mereka berdua terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Suasana diantara mereka menjadi hening seketika walaupun taman ini ramai seperti biasa. Kyuhyun mencoba memecah keheningan diantara mereka dan berkata, “Kau bilang kau tidak punya banyak teman?” Choco hanya mengangguk. “Kenapa?” sambungnya.

Choco menghela napas. “Dari kecil ayahku melarangku untuk bergaul dengan dunia luar. Beliau bilang itu terlalu bahaya karena banyak sisi negatifnya. Jadi aku tidak pernah punya teman,”

Kyuhyun menyerngit, “Mwo?”

“Karena itu, aku ingin kau menjadi temanku,” sambung Choco .

Kyuhyun menggeleng tidak mengerti. Ia berpikir kenapa ada ayah yang segitu tega pada anaknya. Bagaimana jadinya Choco nanti? Tidak pernah bersosialisasi dengan dunia luar, pasti akan sulit beradaptasi dengan dunia baru suatu saat nanti.

“Tidak mungkin itu alasan utama ayahmu seperti itu,” ucap Kyuhyun.

Choco mengangguk, “Memang,” jawabnya singkat. “ayahku mungkin tidak mau hal yang buruk terjadi padaku. Mungkin ayahku trauma dengan apa yang terjadi pada kakakku,”

“Kakakmu? Kau punya kakak? Lalu apa yang terjadi padanya?” tanya Kyuhyun penasaran. Ia sedikit tertarik dengan kisah Choco. Bukankah sekarang mereka berteman? Setidaknya ia boleh tau sedikit ataupun banyak tentang Choco. Ia bisa menjadi tempat curhatan Choco saat ini. Bukankah itu gunanya teman?

Choco menarik napas—bersiap untuk menceritakan kisah keluarganya. “Aku punya kakak perempuan yang selisih 4 tahun denganku. Ia hilang diculik ketika berumur 8 tahun saat pulang sekolah. Karena itu ayahku melarangku sekolah juga,”

Kyuhyun mengerjapkan mata tak percaya. “Mwo? Jadi.. kau.. tidak sekolah?” tanyanya hati-hati.

“Tentu saja aku sekolah. Home schooling,” bantah Choco .

“Pasti ayah dan ibumu sangat menjagamu,” ucap Kyuhyun prihatin. Ah.. ia bahkan tidak bisa membayangkan jika ia berada di posisi Choco sekarang.

“Tidak,” jawab Choco. “Tepatnya hanya ayahku yang menjagaku. Ibuku sudah tidak ada,”

Kyuhyun benar-benar terpana dengan ucapan Choco. Bahkan ibunya pun sudah tidak ada. Ia bisa membayangkan betapa menderitanya Choco. Hidupnya sudah seperti terkepung di penjara, sendirian tidak punya teman, kakak dan ibunya sudah meninggal. Gadis ini.. ia benar-benar gadis yang kuat. Jika Kyuhyun yang berada di posisi Choco, mungkin ia sudah gila sekarang.

“Maaf,” ucap Kyuhyun menyesal. Choco hanya tersenyum.

Mereka terdiam lagi beberapa saat. Kyuhyun benar-benar sangat menyesali ucapannya tadi. Ia sungguh tidak bermaksud menyinggung tentang itu karena ia tidak tau jika ibunya sudah tidak ada. Apa boleh buat? Ia hanya bisa menyesali sekarang, toh ia juga sudah minta maaf pada Choco. Ia tau bagaimana perasaan Choco saat ini. Hancur.

Setelah beberapa saat terdiam, Kyuhyun mulai merasa bosan. Ia mengeleuarkan sebuah benda dari kantongnya.

“Apa itu?” tanya Choco antusias.

“PSP. Jangan bilang kau…”

“Aku memang tidak pernah memainkannya,” sambung Choco. Kyuhyun menatap Choco tak percaya. Ia pikir semua anak-anak yang memiliki orangtua kaya pasti punya benda seperti ini, tapi pikirannya itu tidak tepat untuk Choco.

“Jangan bilang…”

“Ayahku memang tidak membolehkanku memilikinya. Lagipula aku juga tidak suka bermain game,” sambar Choco dan memutuskan ucapan Kyuhyun. Tingkat keprihatinan Kyuhyun pada Choco kali ini meningkat. Pemikirannya berubah. Jika sebelumnya Kyuhyun berpikir jika ia berada di posisi Choco ia mungkin sudah gila, tapi kali ini berubah—mungkin lebih tepatnya ia sudah mati. Ketahuilah, ia tidak bisa hidup seharipun tanpa PSP.

Kyuhyun menghembuskan napas dan meghentikan pikiran-pikiran gilanya itu sebelum menjadi semakin gila. Ia mulai memainkan PSPnya. Choco pun melihatnya dengan antusias. Kyuhyun memainkannya dengan sangat ahli yang membuatnya nampak seperti gamer sejati. Tak lama kemudian game selesai. Seperti biasa, Kyuhyun selalu menang.

“Wah Kyuhyun-ah, kau gamer yang hebat!” seru Choco.

Kyuhyun tersenyum bangga. “Tentu saja,”

“Hey, bisakah kau mengajariku memainkannya? Sepertinya game itu menarik,” pinta Choco. Kyuhyun nampak berpikir sejenak sampai akhirnya ia menyetujuinya. Choco tersenyum senang.

Kyuhyun mengajari Choco cara-cara bermain game dan Choco menurutinya dengan antusias. Sekali mencoba Choco langsung bisa memenangkan game. Kyuhyun berdecak kagum padanya, padahal level yang Kyuhyun berikan adalah level yang paling sulit bahkan Kyuhyun sendiri membutuhkan waktu sebulan untuk menguasai level itu. Tapi Choco? Hanya sekali mencoba ia langsung bisa memenangkannya.

“Bagaimana bisa?” tanya Kyuhyun heran.

Choco menyerngit, “Bagaimana apanya?”

“Kau bisa memenangkan game level itu dengan sekali mencoba. Atau jangan-jangan kau sudah pernah memainkannya dan kau berbohong padaku?” tebak Kyuhyun asal.

“Tidak, aku bahkan belum pernah menyentuh PSP,” bantah Choco. “Hei, bolehkah aku memiliki benda ini?”

“Maksudmu kau ingin aku menyerahkan pacarku yang cantik ini padamu?” tanya Kyuhyun yang langsung disambut oleh tawa Choco. “Apa? Benda mati ini pacarmu?” tanya Choco di sela tawanya.

Kyuhyun sama sekali tidak bergeming. Ia terpana menyaksikan tawa lepas Choco yang menurutnya.. sangat manis. Bahkan tawanya yang lepas itu lebih manis daripada senyumnya yang sudah berkali-kali ditampakan padanya sejak tadi. Choco yang merasa terus dipandangi Kyuhyun menghentikan tawanya. “K—kenapa?” Mendengar pertanyaan itu Kyuhyun pun segera tersadar dan mengalihkan pandangannya. “Tidak,”

Choco hanya mengembungkan pipinya. “Bagaimana? Boleh tidak?”

“Apa?”

“Aish.. PSP ini. Boleh tidak aku memilikinya? Kalau tidak boleh juga tidak apa-apa,” jawab Choco dengan nada kesal. Kyuhyun berpikir sejenak. Bukannya memberikan jawaban boleh atau tidak pada Choco, ia malah mengeluarkan spidol putih permanen dari kantongnya dan menulis ‘KH & CC’ pada PSP itu. Kini alis Choco saling bertaut dengan sempurna menandakan kebingungnnya dengan apa yang dilakukan Kyuhyun saat ini.

“Sekarang kau boleh memilikinya,” ucap Kyuhyun sambil menyodorkan PSP yang ia anggap sebagai pacarnya itu kepada Choco. Choco menerimanya dengan setengah kebingunan pada benaknya. Ia memerhatikan tulisan yang dibuat oleh Kyuhyun barusan. “Apa ini?”

Kyuhyun tersenyum, “Sebagai tanda jika suatu saat kita bertemu lagi, maka aku bisa mengenalimu dengan tulisan itu. Jadi, tolong jaga pacarku ini baik-baik,”

Choco tertawa kecil dan berkata, “Aku janji akan menjaga pacarmu ini dengan baik,”

 

Flashback End

* * * *

Kyuhyun dan Choco duduk bersebelahan di bangku bercat putih disebuah taman. Ya, taman dimana pertama dan terakhir kali mereka bertemu 14 tahun lalu. Semuanya masih sama seperti dulu, hanya saja sekarang ada lebih banyak bangku dan bunga.  Suasananya juga sama ramainya seperti 14 tahun lalu. Dan masih tetap menjadi tempat favorite mereka berdua karena tempat inilah yang menjadi saksi pertemuan dan perpisahan mereka 14 tahun lalu.

Sudah 10 menit mereka saling berdiam diri di taman ini. Tidak ada satupun dari mereka yang berniat memulai pembicaraan. Bahkan saling menyapa pun belum, hanya ketika di subway tadi. Mugkin mereka masih shock dengan pertemuan pertama mereka setelah 14 tahun yang secara tiba-tiba.

Kyuhyun mulai bosan dengan suasana hening diantara mereka. Ia pun memutuskan untuk membuka mulut, “Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu,”

Choco menatap Kyuhyun sejenak lalu kembali memusatkan pandangannya ke depan. “Baik. Kau?”

“Seperti yang kau lihat. Bagaimana hari-harimu?” tanya Kyuhyun. Choco menghela napas sejenak lalu menjawab, “Semakin suram,”

Kyuhyun tertawa kecil, “Apa kau juga tidak boleh menikah?”

“Entahlah. Bisa jadi,” guraunya. Kyuhyun hanya tertawa kecil lagi mendengarnya.

Sejenak mereka menikmati keheningan yang mereka buat lagi. Mereka menantikan saat-saat seperti ini yang belum pernah terpikirkan untuk terjadi bukan dalam mimpi ataupun khayalan mereka. Tapi ini benar bukan mimpi ataupun khayalan. Benar-benar seperti mimpi. Mereka bertemu lagi secara kebetulan setelah 14 tahun lalu. Tentu saja berkat pacar kesayangan Kyuhyun—PSP. Oh dear, mungkin setelah ini mereka akan menganggap PSP sebagai benda keramat.

Kyuhyun berdiri dari bangku dan berkata pada Choco, “Kau jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali,” Kyuhyun pun langsung meninggalkan Choco yang kembali membungkamkan mulutnya untuk menahan ucapannya. Choco pun menurut. Ia menunggu sambil memainkan kakinya di tanah. Tatapannya menerawang ke langit sore. Ia suka langit sore. Berbagai warna saling bercampur dan menciptakan kesan damai yang membuatnya selalu merasa tenang. Choco memejamkan mata menikmati angin-angin kecil yang berhembus menerpa wajahnya dan rambutnya yang tergerai begitu saja.

“Hei, gadis coklat,”

Choco membuka matanya mendengar sapaan seseorang. Ia melihat Kyuhyun berdiri di depannya sambil menyodorkan es krim coklat padanya. Choco menatap es krim itu.

“Kau masih suka coklat bukan?” Tanya Kyuhyun karena es krim yang ia sodorkan belum kunjung disentuh oleh Choco. Choco tersenyum dan menerima es krim itu. “Gomawoyo

Kyuhyun kembali duduk disamping Choco. Mereka menikmati es krim masing-masing sambil memandangi langit sore yang berwarna jingga. Sedikit aneh sebenarnya. Sekarang mereka tak banyak bicara satu sama lain. Tidak seperti saat mereka kecil dulu, saling banyak bicara satu sama lain. Faktor usia mungkin? Entahlah.

Tiba-tiba suara nada dering Magic Castle memecah keheningan mereka. Mereka berdua saling sibuk mencari sesuatu di kantong masing-masing. Ternyata ponsel Kyuhyun yang bunyi.

“Kau harus menggati nada deringmu setelah ini,” ucap Choco. Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangkat teleponnya. Choco kembali menikmati kegiatannya. Sesekali ia melirik Kyuhyun yang berkata manis dan lembut pada lawan bicaranya di telepon.

Tak lama kemudian Kyuhyun menutup teleponnya. “Itu tadi tunanganku. Ia memintaku untuk menemuinya sekarang. Tidak apa kan?”

Choco menghentikan kegiatannya secara tiba-tiba. Tubuhnya menegang seketika. Dadanya terasa sesak seketika. Tak pernah sebelumnya ia merasakan hal seperti ini. Bahkan ketika ayahnya memarahinya habis-habisan ia tak pernah merasakan dadanya seperti ini. Satu kata yang seperti ‘bom’ bagi Choco. ‘Tunanganku’. Dan Kyuhyun mengucapkannya tanpa beban sama sekali.

“Hey,” ucap Kyuhyun seraya melambaikan tangannya di depan wajah Choco. Choco pun terkesiap dan sadar dari lamunannya. “Gwenchana?” tanya Kyuhyun cemas yang hanya dibalas anggukan dan senyum kaku Choco.

“Aku tidak apa. Pergilah, temui tunanganmu. Dia pasti sedang menunggumu sekarang,” ucap Choco dengan senyuman yang sangat dipaksakan.

“Kau yakin? Apa kau sakit? Aku bisa mengantarmu pulang dulu jika kau merasa sakit,” ucap Kyuhyun khawatir. Choco menggeleng, “Tidak. Aku benar-benar tidak apa. Cepatlah, dia pasti sedang menunggumu.”

“Baiklah,” balas Kyuhyun. Dengan berat hati dan langkah yang dipaksakan, ia berlalu meninggalkan Choco sambil sesekali menoleh ke Choco.

Setelah dirasa Kyuhyun benar-benar meghilang dari pandangannya, perlahan cairan bening membahasahi pipinya. Ia kemudian mengeluarkan diary yang penuh dengan tulisan tangannya.

Dia menunggumu tak sampai sehari, tapi kau langsung menghampirinya. Bagaimana denganku? Aku menunggumu selama bertahun-tahun dan kau baru datang setelah14 tahun.

 

Aku yang bodoh. Aku yang gila.

 

Selama 14 tahun aku hanya berpikir tentang harapan kosong.

 

Kenyataan bahwa aku mencintaimu tapi kau tidak, kenyataan bahwa kau sudah bertunangan, semua benar-benar membuatku terluka. Andaikan saat itu kau tak sebaik itu padaku, andaikan saat itu kau menolak menjadi temanku, mungkin sekarang aku sudah bahagia dengan pria pilihan ayahku yang selalu aku tolak. Kau tau? Bahkan hampir seratus pria-pria sempurna itu kutolak semata-mata hanya karenamu.

 

Aku menunggumu.

 

Bodoh memang, dengan umur kita yang sekecil itu mungkin hanya bisa disebut ‘cinta monyet’. Awalnya aku pun berpikir begitu. Tapi entah kenapa hatiku selalu berkata bahwa aku mencintaimu dan harus menunggumu.

 

Bodohnya lagi otakku selalu bekerja berlawanan dengan hatiku. Dan sialnya lagi kenapa aku harus mengikuti kata hatiku yang akhinya hanya membawa petaka untukku. Bodoh.

 

Aku yang bodoh. Aku yang gila. Menunggumu sambil mencintaimu selama itu.

 

Maaf.”

Tanpa sadar, air matanya terus mengalir dan tak berhenti bahkan sampai ia selesai menuliskan isi hatinya. Ia ingin teriak sekencangnya sekarang. Ia ingin menangis sepuasnya. Ia pun menyambar tasnya dengan satu gerakan cepat dan berlari meninggalkan taman. Dan tanpa sadar, diary-nya pun tertinggal di bangku itu. Tak lama kemudian, seseorang muncul dari balik pohon yang tak jauh dari sana. Ia memungut diary itu dan membukanya perlahan. Ia membuka halaman pertama yang ditulis dengan tulisan yang sedikit berantakan–seperti tulisan anak-anak.

Semakin ke halaman berikutnya, tulisan-tulisan tersebut kian rapi. Orang itu selalu tersenyum dan bahkan terkekeh ketika membuka halaman per halaman sampai pada akhirnya pada halaman yang baru saja ditulis oleh si empu diary tersebut. Raut wajahnya seketika berubah menjadi raut penyesalan. Tentu saja, itu yang memang seharusnya ia dapatkan. Bagaimana bisa ia membiarkan seorang gadis lemah seperti Choco harus menunggunya selama itu. Bodoh. Cho Kyuhyun bodoh. Kenyataan dimana sebenarnya ia juga mencintai gadis lemah itu tak diketahui siapapun temasuk Choco.

-THE END-

73 Comments (+add yours?)

  1. mitarizkyaprilyan
    Nov 26, 2013 @ 13:10:06

    butuh banget sequel thor, sumpah keren banget T__T

    Reply

    • Season Girls
      Nov 27, 2013 @ 14:25:17

      Hai reader kece~ Thankyu udah sempetin baca ff tak berbentuk ini (?)
      Buat squel author ngga janji ya, soalnya jadwal lagi padat merayap (?) Tapi akan author usahain kok. I’m sorry dear :’) *bow*

      Reply

  2. yulia
    Nov 26, 2013 @ 13:20:06

    squel Thor…:)
    maunya sih Happy ending…:)

    Reply

  3. Chanrin
    Nov 26, 2013 @ 14:27:45

    ayo ayo author…. bikin sequel…
    cepet bikin sequel *nyanyialasonice*

    Reply

  4. christin
    Nov 26, 2013 @ 16:06:13

    butuh sequel thor….
    ceritanya keren….

    Reply

  5. Mrs.Dimple
    Nov 26, 2013 @ 16:26:36

    Sequel thor,, gantung banget, trus mau.nya tuh happy end, choco sama kyu…#banyak_mau.nya

    Reply

  6. kyunii
    Nov 26, 2013 @ 16:44:06

    ceritanya keren… Sequel yah thor…

    Reply

  7. ziajung
    Nov 26, 2013 @ 19:21:02

    ㅠㅠ)b no comment

    Reply

  8. hana-ya
    Nov 26, 2013 @ 21:08:37

    apa itu…endingnya gantung…mau sequel pokonya

    Reply

  9. Flo
    Nov 27, 2013 @ 01:11:50

    ah mesti kudu harus ada sequelnya
    itu kyu beneran dapat telpon dari tunangannya bukan
    kenpa ngumpet ngintipin choco
    sequelnya segera yah thor..
    ceritanya keren banget…

    Reply

  10. Arisa
    Nov 27, 2013 @ 07:24:08

    Bagus:D dibuat squel nya keren niih eon:))

    Reply

  11. Yurika Han
    Nov 27, 2013 @ 08:00:09

    Seru” gc bza ngbyngn klo jdie pmran utma’x.btuh sequel thor 🙂

    Reply

  12. Purple Love
    Nov 27, 2013 @ 09:41:39

    huwaaaaa mau sequeeeeeel
    ini butuh cerita selanjutnya
    karena nyatanya mereka saling mencintaiii
    iiiiiiiiiih mau sequeeeeeel

    Reply

  13. juniorcho
    Nov 27, 2013 @ 10:50:51

    tidaaaaakkk
    so sad…..but wow

    Reply

  14. Ira
    Nov 27, 2013 @ 14:30:16

    good story,
    ampun itu choco kasian ya, hidup dalm sangkar emas, mskipun kya tapi kurng kasih sayang,
    btw, need sequel thor…
    critain khidupan kyu nya dong, ato stelah kjadian ini,,
    oke thor??? hehe

    Reply

  15. trisnasmile
    Nov 27, 2013 @ 17:05:40

    Kan kyuhyun dah pergi k tempat tunanganx, kok balik lagi?

    Reply

  16. renikyu
    Nov 27, 2013 @ 22:16:59

    Keren lho thor , suka yg nyesek gini tapi romance…kalau gak ada sequel nanggung banget T_T tunangan??? Pft

    Reply

  17. Livia Jung
    Nov 28, 2013 @ 06:14:59

    WAJIB SEQUEL !!!!
    GANTUNG CERITANYA !!!
    DI TUNGGU SEQUELNYA TITIK !

    Reply

  18. Season Girls
    Nov 28, 2013 @ 19:13:35

    Coba tebak kenapa hayo? lol
    Squel akan aku usahain kok.. Thankyu commentnya dear :^)

    Reply

  19. sarahlady23
    Nov 28, 2013 @ 20:16:53

    sequel please .. ceritanya keren banget , ga ngebayangin kalo aku jadi choco

    Reply

  20. @WidyananW
    Nov 30, 2013 @ 12:46:10

    dapet bngt feel nya=))

    Reply

  21. Ai Park
    Nov 30, 2013 @ 21:59:32

    keren! empat jempol buat nih author~
    penulisan yg rapi rajin harus dipertahankan.
    but one…. SEQUEL!!!!

    Reply

  22. sclouds9
    Dec 02, 2013 @ 04:20:32

    waaa butuh sequel… sumpah keren ff nya thor

    Reply

  23. neezhaa
    Dec 02, 2013 @ 08:26:44

    Sequel…sequel…hehe
    keren bray^^

    Reply

  24. Ade Fitria
    Dec 02, 2013 @ 10:03:13

    keren,,, nyesekkk,,,,,

    T_T

    Reply

  25. hellkyu
    Dec 02, 2013 @ 11:36:02

    WUAH SEQUEL!!!!!! Bagus ceritanyaa tapi gantung:( keep writing thor;)

    Reply

  26. chochi
    Dec 02, 2013 @ 15:59:09

    CHO KYUHYUN PE’A’
    SEQUEL THOOORRRR~

    Reply

  27. sikyuh
    Dec 02, 2013 @ 16:46:41

    huuuuh…ini gntung T.T

    Reply

  28. kyuzalia
    Dec 02, 2013 @ 19:10:45

    thor!!! kudu sequel, awas kalo ndak ada sequelnya >…< bhahaha *evil smile*

    Reply

  29. Natasha-tjung
    Dec 02, 2013 @ 19:58:22

    Bagus thor.. Kang choco? Itu kan salah satu cast di Nice Guy (filmnya Song Joong Ki) lg ngebayangin kalo dia yg jd perannya.. Kekekeke~.. All over, keren thor! Wajib sequel.. Ditunggu ya~..

    Reply

    • Season Girls
      Dec 05, 2013 @ 15:00:08

      Ok ternyata ada yang nyadar hahaha
      Maklum lah author demen banget sama itu drama XD suka sih sama si kang choco, jadi kepake deh namanya buat ff hahaha

      Thankyu dear :^)

      Reply

  30. YeShin30
    Dec 02, 2013 @ 21:26:15

    Please bgt thor。。。 ni ff btuh sequelny!!!
    kyuppa nya bru tunangan kan?? jd msh bs nyatu kan ma choco ^_^
    brharap bgt mrka bkalan hdup bhgia。。

    Reply

  31. varaarouvhs
    Dec 02, 2013 @ 21:27:46

    kang choco,, kyk di Nice guy ya.. tapi lawan mainnya beda, bukan kwangsoo.. tapi kyuhyun,, haha.. ditunggu sequelnya

    Reply

  32. just_dez
    Dec 02, 2013 @ 22:22:35

    Two thumbs up b^^d
    Gantung gini gpapa, ada sequel juga gapapa :-

    Jarang juga nemu yg beginian, hehe

    Reply

  33. Gaem
    Dec 03, 2013 @ 10:33:13

    Kyu TT

    Reply

  34. diya
    Dec 03, 2013 @ 22:02:53

    ya ampun ya ampun jd ini gmana choco ma kyu nya ? ,
    hah daebak thor . .

    Reply

  35. dintahyuk
    Dec 03, 2013 @ 22:21:01

    Aaahhh sedih 😥 ini keren ceritanya 🙂

    Reply

  36. Itazhou
    Dec 04, 2013 @ 00:09:14

    Terus?? Gantung deh
    Hahaha
    Bagus”

    Reply

  37. ryeongut
    Dec 04, 2013 @ 23:19:35

    endingnya tidak terduga! so far than i thought><

    Reply

  38. liya
    Dec 05, 2013 @ 10:28:03

    ini butuh sequel thor..
    ceritanya masih gantung gitu..
    apa bener si kyuhyun ini punya tunangan? dia kan ternyata suka sama choco –“

    Reply

  39. Lee Hana
    Dec 05, 2013 @ 14:48:39

    huaaaaa T_T bagus banget ffnya…….ah kyu kok masih disitu sih sebenernya???butuh sequel bgt ini mah author T^T keep writing^^

    Reply

  40. tasyaaquamarine
    Dec 05, 2013 @ 15:39:59

    Nooooooo butuh sequeeeellll TT TT huwaaaaaaa gila jleb banget

    Reply

  41. Season Girls
    Dec 05, 2013 @ 18:41:21

    Kyaa iyaa luput dari pengeditan ><
    Thankyu dear ^^

    Reply

  42. Rida
    Dec 06, 2013 @ 14:26:50

    Aiish. . Kalo sama2 suka blg lah. . Jgn malah nyesek2an gini. . 😐

    Reply

  43. ninanina
    Dec 07, 2013 @ 17:10:19

    kirain hepi ending 😦 jd kuyuhyun udh tunangan tp trnyata cinta sm choco? aakkk sequel donks.. sedih..

    Reply

  44. vadila hanin
    Dec 07, 2013 @ 17:43:52

    kereen banget ff-nya thor (y) , squel yaa thor 😀

    Reply

  45. YesungAiLopYu
    Dec 08, 2013 @ 01:43:57

    Ternyata Kyu Juga Mencintainya 😥

    Trus Tunangannya Gimana ?

    Itu Bneran Tunangannya Apa Bukan Si ! o.O

    Kurasa Kyu Hanya Pura-Pura,Supaya twu Perasaan Choco yg Sesungguhnya -_-

    BUUTTUUHH SQUEL THOUR .. 🙂

    WAAJJIIBB SQUEL 😀

    HAARRUUSSS SQUEL 😉

    Gak Ngabulin TEGA -_-

    Reply

  46. mika
    Dec 08, 2013 @ 11:55:44

    need sequeeel . . keren banget thor. bikin mewek :”

    Reply

  47. Amelyn
    Dec 08, 2013 @ 13:44:41

    keren bangett… need sequel ya :3

    Reply

  48. yeon97
    Dec 08, 2013 @ 13:57:22

    ya,, ksian amat si choco..

    Reply

  49. rebeccavania
    Dec 08, 2013 @ 23:41:03

    Uwooo.. Jeongmal daebak!
    Suka banget ama crita flashback wktu msih kecil gitu.
    Cara penyampaian ceritanya menarik dan idenya bagus!
    Perlu sequel buat ga ngegantung. Hhi
    Ditunggu yaaa..
    Hwaiting! ^^

    Reply

  50. KIM SOO YOO
    Dec 09, 2013 @ 15:20:59

    ffny kren abizzz…. nyesek bgt klo gw jdi kang choco ternyata kyu dah tunangan….. tp kyu kand ska ma choco.. SEQUEL-ny di tnggu ya thor

    Reply

  51. dheana
    Dec 09, 2013 @ 20:00:30

    Ceritanya gantung:( tpi seru

    Reply

  52. Diana Rosalia
    Dec 13, 2013 @ 09:25:51

    SEQUELNYA MANA WOI!! MANAAAAAAAAAAAAAAA!!

    Reply

  53. ovi yanti
    Dec 15, 2013 @ 19:46:25

    squel nya thor yayaya keren banget

    squel squel squel..

    Reply

  54. azizah_kyubie^^
    Dec 16, 2013 @ 21:19:21

    aku suma namanya.. choco.. kk~.. unik bgt.. choco.. choco.. choco *ampe bcanya diulang*.. hehe..
    aduh.. choco ngengitin aq ma seseorg.. ~~..
    kyu knp ga jujur.. mlah tunanangan *eh,mang bneran mau tunangan? bukan trik kn?* .. *gatau*..
    ok deh.. keep writing y..

    Reply

  55. QotrunNada
    Jan 05, 2014 @ 13:48:13

    Jiaah, sad ending T.T

    Reply

  56. chillie angelchildish
    Feb 05, 2014 @ 09:09:47

    sedih,,,
    kirain kyuhyun belum punya tunangan,,
    gantung

    Reply

  57. Qu Hui Liang
    Feb 21, 2014 @ 11:57:58

    Agak mirip kayak cerita hidupku 😥

    Reply

  58. hee chan
    Mar 01, 2014 @ 17:06:51

    huhhh gantungg.. ceritanya manis awalnya sesek:”””””
    knp kyu masih ada disitu bukannya langsung pergi???? huhhh. daebak. keren ffnya thor

    Reply

  59. Duckiie Chen
    Oct 24, 2014 @ 14:27:02

    suka ama ffnya thor..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: