[FF Of The Week] The Antagonist

The Antagonis

Title     : The Antagonis Author : Retz Cast     : Cho Kyuhyun, Yoon Hyun Ae (OC), Song Haven (OC) Genre  : Romance Rating : G

***

Karena tidak ada putih yang benar-benar putih dan hitam yang benar-benar hitam.

***

Haven tersenyum memandangi pria tampan di hadapannya yang sedari tadi tenggelam dalam tumpukan buku yang bukannya semakin menipis, malah semakin bertambah seiring dengan langkah kakinya yang segera berlari menuju rak begitu menemukan hal yang menarik dalam buku yang dibacanya. “Dokter Cho, apakah kau berniat menjadi ilmuwan sekarang?” Kerutan di dahi Kyuhyun mulai nampak. Jujur, kalau saja Haven tidak berbicara, ia tidak akan tahu bahwa gadis itu masih duduk di sana. Pandangan Kyuhyun tampak menerawang sesaat, memikirkan hal yang akan menjadi jawabannya, lalu mendesah pelan dan kembali menekuni bukunya. “Aku hanya ingin menyembuhkannya… Aku benci merasa tidak berguna.” Jawaban Kyuhyun yang datar itu entah mengapa berhasil membungkam dan menghapus senyum di bibir Haven. Menyentakkannya dari langit ketujuh dalam benaknya, tempatnya sedari tadi berada. Dia. Sosok yang menjadi tujuan kalimat itu, Haven sendiri mengenalnya. Seorang gadis berumur dua puluh dua tahun dengan rambut berombak indahnya dan wajah pucat yang cantik. Gadis yang menghuni kamar nomor 432. Gadis yang menjadi pasien kesekian Cho Kyuhyun, namun satu-satunya pasien yang mampu membuat orang yang selalu yakin bahwa ia seorang jenius itu merasa tidak berguna dan bodoh. Dengan kaku, Haven mencoba mengulum senyumnya kembali dan menatap nanar kekasihnya yang kini sedang memijat keningnya frustrasi. Sama sekali tak memperdulikan cara Haven menatapnya dan sekali lagi lupa akan keberadaan gadis itu.

***

Pintu ruangan bernomor 432 perlahan-lahan terbuka dari luar dan memperlihatkan sosok Kyuhyun yang terkejut dengan cahaya lampu yang masih bersinar di dalam ruangan itu. Keningnya berkerut dan dengan sedikit kesal, ditutupnya pintu di belakangnya sebelum melangkah mendekati tempat tidur. Ke arah seseorang yang masih asyik duduk di sana dengan laptop di pangkuannya. “Kau pikir sekarang sudah jam berapa, huh? Kenapa belum tidur?!” Orang itu mendongakkan wajahnya menatap wajah kesal Kyuhyun dan tersenyum takut-takut, “Aku baru saja akan mematikannya. Lihat, lihat, ini sudah ku close semuanya.” Kyuhyun tidak menjawab, kekesalan masih menghiasi wajahnya bahkan sampai setelah orang di hadapannya meletakkan laptop yang sudah mati itu ke nakas di samping tempat tidurnya. “Bisakah kau berhenti menatapku seperti itu? Aku sudah mematikannya.” “Kalau begitu, bisakah kau menjadi pasien yang manis? Aku sudah sangat lelah, nona Yoon Hyun Ae.” Gadis yang dipanggilnya Yoon Hyun Ae tadi segera mengerucutkan bibirnya dan merebahkan tubuhnya ke kasur, memandang Kyuhyun yang mulai memeriksa keadaannya dalam diam. “Aku hanya sedang mengerjakan skripsiku.” Gadis itu bergumam saat Kyuhyun masih memasang wajah kesalnya setelah memeriksa kondisinya. Kyuhyun terdiam sesaat dari gerakannya menulis sesuatu di clipboard sebelum melanjutkannya kembali, seolah gadis itu tidak pernah berkata apapun. Ketika ia mencapai lembar terakhir, dialihkannya matanya ke arah wajah pucat yang dari tadi mengamatinya. “Aku sudah bilang kau harus mengambil cuti.” “Tidak!” Hyun Ae menggeleng keras, “Aku hanya perlu menyelesaikan ini dan segera lulus! Aku sudah terlambat bila dibandingkan dengan teman-temanku. Aku ingin segera bisa menjadi dokter sepertimu.” Mata Kyuhyun meredup. Ia tahu jalan untuk menjadi seorang dokter tidaklah singkat. Perlu waktu minimal lima tahun lagi bagi Hyun Ae. Minimal. Dan dengan keahlian yang masih minimal pula. Bisakah gadis itu bertahan selama itu? Ia tersenyum miris, sangat tahu bahwa bagi gadis di hadapannya waktu adalah hal yang mewah. Terlalu mewah hingga tak bisa dibelinya dan didapatkan dengan cara apapun. “Babo! Kau pikir kau bisa menjadi dokter dengan tubuh sakit?” Kyuhyun tercekat. Bukan itu yang ingin dikatakannya! Bukan itu yang ia maksudkan! Ia menatap Hyun Ae yang tampak kaget dan terdiam. Gadis itu pasti akan marah karena menganggapnya berkata bahwa impian orang sakit sepertinya sama sekali tidak berarti, pikirnya, kemudian kembali tercekat saat dilihatnya senyum terukir di wajah pucat itu. Gadis itu menatap Kyuhyun dan tersenyum lembut. “Aku tahu, aku akan lebih memperhatikan kesehatanku dan menjaga keseimbangan hidupku agar tidak bertambah sakit.” Kyuhyun merasakan kehangatan merayapi hatinya. Gadis ini mengerti. Ia tidak salah paham seperti apa yang selama ini terjadi pada kebanyakan orang di sekitarnya. Sinar matanya melunak membalas senyuman lembut Hyun Ae. Kehangatan itu menghipnotisnya sampai ia melihat cairan berwarna merah segar menuruni hidung Hyun Ae. “Jangan bergerak!” Kyuhyun merasakan napasnya seperti ditarik keluar begitu saja. Tangannya dengan cepat berayun menyentuh kepala gadis itu, menghentikan gerakan yang mungkin akan terjadi, lalu menatapnya dengan pandangan ngeri. Tangannya segera beralih ke atas nakas dan mengambil tissue di box dalam jumlah yang banyak sebelum menengadahkan wajah Hyun Ae dan menyumpalkannya di kedua lubang hidungnya. “Jawab dengan mulutmu, bukan kepalamu. Apa kau merasa pusing sekarang?” “Ng” “Bagaimana pusingnya?” “Seperti saat meminum soda tanpa sengaja masuk melalui hidung. Rasa pusing yang perih dan menekan tengkuk.” “Aku mengerti, sekarang tutup mulutmu!” Kyuhyun dengan cepat menekan tombol untuk memanggil perawat lalu kembali mengambil lembaran tissue yang lain. Terlalu banyak. Darahnya keluar terlalu banyak lagi… Tangan kirinya terus menyambar lembaran-lembaran tissue untuk menggantikan tissue yang sudah penuh darah di hidung Hyun Ae, sementara tangan kanannya berada di tengkuk gadis itu, menahan kepalanya untuk tetap mendongak. Ia memaki pelan saat tidak ada tissue lagi yang tersisa di dalam box. “Tetap seperti itu dan pejamkan matamu!” perintahnya singkat sebelum berlari ke arah nakas dan membuka box tissue yang baru lalu kembali menjejalkannya di hidung Hyun Ae ketika pintu terbuka dan terdengar ketukan sepatu mendekat. “Ada apa, Dok?” seorang perawat masuk dengan tergesa-gesa lalu memandang ngeri pada lembaran-lembaran tissue penuh darah yang memenuhi nakas dan sebagian berjatuhan di lantai. “Siapkan untuk transfusi darah!” Kyuhyun mencoba untuk tidak panik, tapi tetap saja suaranya yang juga didengar oleh telinganya sendiri sarat dengan kepanikan. Kyuhyun merasa perawat itu sepertinya mengangguk terlebih dulu sebelum kembali keluar ruangan, ia tidak tahu karena saat ini ia sudah kembali sibuk menyumpal darah yang terus mengaliri hidung Hyun Ae. Berdoa berkali-kali di dalam hati agar yang terburuk tidak datang. “Berapa kali harus kubilang padamu untuk tidak berpikir terlalu keras, huh?” gumamnya kesal. Suaranya serak dan bergetar menahan perasaan perih dan takut yang berkecamuk di dalam dirinya. Harusnya ia lebih menjaga gadis itu dan menjauhkannya dari hal-hal yang memiliki kata skripsi dan kuliah di dalamnya.

***

Kyuhyun mengerjapkan matanya saat sinar matahari perlahan menyelinap melalui tirai jendela, dan hampir berguling ke samping sebelum menyadari bahwa ia sedang duduk di sebuah kursi. Keningnya berkerut namun perlahan menghilang dan disusul keluarnya helaan napas dari bibirnya. Kejadian tadi malam terputar kembali dengan cepat di kepala Kyuhyun: Hyun Ae mimisan dan pusing hingga harus dilakukan transfusi darah, dan karena takut kalau-kalau terjadi sesuatu di saat ia tak ada, ia memutuskan untuk menungguinya sampai pagi. Rupanya ia tertidur saat menjaga Hyun Ae. Dengan mata yang masih mengantuk, diliriknya tempat tidur di hadapannya sekilas. Sebuah gerakan yang seketika itu juga langsung melemparnya ke dunia nyata dan mengusir sisa-sisa kantuknya. Secepat kilat hingga hampir limbung, ia segera berdiri dari tempat duduknya dan memastikan penglihatan sekilasnya tadi. Kosong. Tempat tidur di hadapannya kosong. Ia merasa jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa detik. Apa yang terjadi saat ia tertidur tadi?! Dengan panik, ia berlari ke ujung ruangan dan menerjang pintu toilet yang tertutup hingga terbuka dengan keras. Matanya mencari-cari di setiap sudut dengan seksama, namun tak berhasil menemukan sosok gadis itu. Jantungnya semakin keras memalu-malu dadanya. Dilangkahkannya kakinya lebar-lebar keluar dari kamar 432, berlari ke segala penjuru dengan jutaan kekhawatiran dan ketakutan di benaknya yang menggetarkan tangannya dan mempercepat langkah kakinya. Ia harus menemukan gadis itu! Ia harus melihatnya sekarang juga! Ia berharap dapat terbang atau berlari secepat mungkin saat sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar dan ia merasakan lengannya disentuh oleh seseorang. Sentuhan yang biasanya menenangkannya, tapi tidak kali ini. “Kyuhyun-ah?” Haven mencengkeram lengan Kyuhyun, mencoba menghentikan langkahnya saat mereka berpapasan di depan pintu Rumah Sakit. “Ada apa? Apa yang terjadi?” ia semakin berusaha menghentikan Kyuhyun saat dirasakannya tubuh pria itu gemetaran. Hal lain yang tidak biasa untuk seorang Cho Kyuhyun. “Aku tidak bisa menemukannya,” Kyuhyun bergumam panik sembari mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Haven di lengannya, tapi entah kenapa itu sangat sulit. Gadis itu seolah menjadi sangat kuat untuknya sekarang. “Apa?” “Hyun Ae hilang! Aku tidak bisa menemukannya!” teriaknya frustrasi pada Haven, didorongnya tubuh gadis itu ke samping hingga hampir terjatuh dan kembali berlari keluar ketika cengkeramannya terlepas, tanpa menyadari wajah terkejut Haven yang berusaha menstabilkan tubuhnya. Ditatapnya punggung kekasihnya yang berlari menjauh dengan tidak percaya. Cho Kyuhyun berteriak padanya. Dia bahkan mendorongnya. Dan, oh Tuhan, Haven berani bersumpah melihat genangan air di kedua mata jernih pria itu. Ketakutan kini menerjangnya semakin hebat. Selama 10 tahun bersama pria itu, ia tidak pernah melihatnya seperti ini. Dan menyadari siapa penyebab ini semua, hatinya serasa terpilin. Tidak mungkin, ini hanya ketakutan tak berdasar. Ketakutannya itu tidak akan pernah terjadi.

***

Hyun Ae berdiri menatap mimbar yang kosong. Sudah lama ia tidak pernah ke gereja. Sangat lama hingga ia tidak bisa mengingatnya dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini. Haruskah ia berlutut seperti yang biasa dilihatnya di drama-drama? Ataukah ia hanya perlu duduk di salah satu kursi panjang yang berderet-deret di kanan-kirinya? Ia menghela napas, melangkah semakin mendekati altar dan berdiri diam di sana, menggigit bibir bawahnya untuk kemudian dengan ragu-ragu berkata pada mimbar yang kosong di hadapannya. “Aku tidak tahu apa yang seharusnya ku lakukan di sini, jadi aku memutuskan untuk berdiri saja dan melihat ke arah mimbar. Bukankah yang terpenting bagiMu adalah hati? Mengingat betapa lamanya aku tidak pernah menghampiriMu di sini, bisakah Kau tidak menghiraukannya kalau mungkin bagiMu sikapku ini tidak sopan?” Hyun Ae menarik napas dalam dan menggigit bibir bawahnya sekali lagi, “Aku… ingin meminta sesuatu.” Katanya dengan suara pelan. Ada bagian dalam dirinya yang merasa seperti orang bodoh sekarang. “Selama ini, orang-orang di sekitarku berkata bahwa tidak ada gunanya berdoa dan meminta pada Tuhan, yang terpenting adalah usaha kita. Karena itu, aku terus berusaha dan sama sekali tidak pernah berbicara denganMu.” Kali ini Hyun Ae menundukkan kepalanya. Bibirnya bergetar sehingga ia harus menggigitnya dengan keras. Dan ketika rasa sakit di bibirnya behasil menghentikan getaran bibirnya, ia kembali melanjutkan kalimatnya, “Tapi… sekarang aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan.” “Tidak, kenyataannya adalah… tidak ada yang bisa ku lakukan.” Ia menggelengkan kepalanya perlahan, merasakan air mata mulai menggenangi kedua matanya. Wajahnya masih tertunduk dan jemarinya tidak berhenti memilin-milin ujung baju pasiennya. “Karena itu, kali ini aku ingin meminta padaMu. Bisakah… bisakah Kau menyembuhkanku?” “Aku ingat dulu saat kecil, aku pernah mendengar orang berkata kalau Kau adalah Maha. Tidak ada yang tidak bisa Kau lakukan. Selama ini, aku berpikiran itu konyol. Tapi sekarang, aku ingin mempercayainya. Aku benar-benar sudah tidak bisa melakukan apapun, begitu juga dengan dokter-dokter itu. Aku tidak tahu harus bagaimana. Jadi, maukah Kau menyembuhkanku?” Hyun Ae memejamkan matanya saat air mata mulai mengaliri wajahnya. Ia putus asa. Berada di titik ini benar-benar menyakitinya. “Aku tahu ini konyol. Aku, yang selama ini tidak pernah berdoa dan ke gereja, tiba-tiba datang di pagi hari dengan sebuah permohonan. Bila aku menjadi Kau, aku tidak akan mendengar permintaan dari orang sepertiku. Tapi aku tidak tahu lagi harus bagaimana.” “Sembuhkan aku. Kumohon. Aku ingin hidup lebih lama lagi,” ia mulai sesenggukan. Kedua tangannya berulang kali menghapus aliran air matanya yang tak henti-hentinya keluar. Lututnya yang seperti jelly tak mampu lagi menahan berat tubuh dan bebannya, membuatnya jatuh berlutut ke lantai. “Aku mohon… Biarkan aku menua dan merasakan rambutku memutih…” “Aku akan berubah. Aku akan lebih mengandalkanMu, mempercayaiMu, dan selalu berbicara padaMu.” “Ku mohon… Aku… aku hanya ingin hidup,” ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, tangisan sudah mengambil alih suaranya. Tangannya yang semula mengusap air mata kini beralih memukul-mukul dadanya, menyampaikan rasa perih dan putus asanya. Berharap Tuhan akan mengabulkan permohonannya yang terlihat mustahil. Tubuhnya bergetar hebat dan erangan putus asa tidak berhenti keluar dari bibirnya. Melemahkan syaraf-syarafnya dan menekan paru-paru. Ia merasakan napasnya mulai memendek serta pandangannya mengabur, bersiap jatuh pingsan di lantai yang dingin ketika kedua lengan merengkuhnya dari belakang, membiarkan tubuh lemahnya bersandar di dada hangat orang itu. “Babo, harusnya kau duduk saja di kursi. Tuhan melihat hati, Ae- ah,” Cho Kyuhyun tersenyum hangat, menyembunyikan bekas air matanya dengan sempurna dan dengan perlahan mengangkat tubuh lemah gadis itu. Saat mereka keluar dari gereja kecil tak jauh dari rumah sakit, ia semakin mendekap tubuh rapuh Hyun Ae dengan erat, seolah melindunginya dari hembusan angin yang mungkin akan membuat gadis itu menggigil. Dan memang itulah kenyataannya, Hyun Ae tak merasakan kedinginan sama sekali. Hanya kehangatan yang membuatnya nyaman hingga kembali terlelap. Tak menyadari saat dengan lembut Kyuhyun merebahkannya di atas kasur dan menyelimutinya, bahkan saat jari-jari panjang itu mengusir helaian rambut yang jatuh di wajahnya hingga kemudian pria itu memutuskan untuk bangkit dan keluar dari kamarnya, berjalan menuju perpustakaan rumah sakit yang masih sepi.

***

Dengan gusar, Cho Kyuhyun melewati rak demi rak yang berbaris berlapis-lapis memenuhi perpustakaan begitu saja, hingga ia sampai di ujung lapisannya dan tak ada lagi rak yang tersisa untuk dilalui. Alisnya berkerut menyadari kenyataan itu. Ditatapnya barisan rak disekitarnya tak percaya, dan seketika amarahnya meluap, mengalahkan akal sehatnya. “Aaargh!!!” Ia berteriak marah dan mendorong salah satu rak kayu hingga jatuh dengan suara berdebum yang sangat keras dan memekakkan telinga, membuat langkah-langkah kaki berderap terdengar menghampiri perpustakaan. Menggoncangkan lantai lebih lagi. Seolah tak puas, ia berjalan ke arah rak lain dan menyapu buku-buku di rak tersebut dengan kedua tangannya hingga jatuh tak beraturan memenuhi lantai, sebelum kemudian menendang rak yang sudah kosong tersebut hingga jatuh menyusul rak yang tadi dengan bunyi yang lebih nyaring. “Cho Kyuhyun?” Haven berdiri di ujung pintu dengan terkejut melihat pemandangan di hadapannya. Orang-orang mulai berbisik keheranan menyaksikan seorang Cho Kyuhyun yang biasanya tenang itu kini mengamuk seperti orang kesetanan. Dengan langkah cepat, diterobosnya kerumunan itu dan segera melangkah memasuki ruangan. Tak lupa dikuncinya pintu berat di belakangnya untuk menghalangi orang-orang yang sedang bergerombol itu ikut masuk dan memperburuk keadaan. Sementara itu Kyuhyun yang seolah tak mendengar seruannya, masih tidak berhenti mengobrak-abrik rak-rak di sana. Haven terkesiap di tempatnya berdiri saat lagi-lagi Kyuhyun menjatuhkan sebuah rak. Ia tidak pernah menyangka pria itu memiliki kekuatan yang begitu besar hingga mampu merubuhkan tiga rak yang terbuat dari kayu jati dan berukuran sangat besar dengan mudah. Ada rasa takut dan keraguan di benaknya. Ini bukan Cho Kyuhyun-nya. Apakah aman bila ia mendekat? Pegangan tangannya di handle pintu semakin menguat ketika suara brak yang keras kembali terdengar, ia menutup matanya dan memekik sampai telinganya samar-samar menangkap erangan seseorang. Perlahan, ia membuka kedua matanya dan terkejut saat dilihatnya tubuh Kyuhyun terbaring di lantai dengan meja besar menindih sebagian tubuh bawahnya. Apakah meja itu tergelincir dari tangannya dan malah jatuh menimpanya? Kecemasan menyelimuti Haven, namun belum sampai kakinya berhasil membawanya mendekat, Kyuhyun sudah menggulingkan meja itu ke samping dan bangkit berdiri, berjalan menuju meja yang lain untuk melampiaskan kemarahannya. Melewatinya dengan pandangan dingin dan aura membunuh yang mendominasi. “HENTIKAN!” Kyuhyun menegang, teriakan Haven yang cukup keras hingga menggema di ruang perpustakaan sedikit membawa kembali akal sehatnya. Ia membalikkan tubuhnya perlahan dan menatap Haven yang berdiri tak jauh darinya dengan nanar. Tubuh gadis itu gemetar ketakutan, matanya menyiratkan sebuah kengerian. Dengan cepat dan dengan kesadaran yang bertahap menghampirinya, ditariknya tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Satu-satunya cara untuk menghilangkan ketakutannya yang telah ia pelajari selama 10 tahun berada di sisi gadis itu. Ketika dirasakannya tubuh gadis di pelukannya mulai tenang dan membalas memeluknya, ia pun menenggelamkan wajahnya pada leher jenjang Haven, mencari ketenangannya sendiri yang sudah sejak lama didapatinya dalam diri gadis secantik malaikatnya. “Ini semua tidak berguna.” Haven meringis saat didengarnya suara pelan Kyuhyun yang serak dan putus asa. Rengkuhan Kyuhyun di tubuhnya semakin erat saat ia merasakan tetes-tetes air membasahi lehernya. Diusapnya punggung pria itu dengan lembut, berharap memberinya kenyamanan. “Aku sudah membaca semua buku di sini hingga tidak ada lagi yang bisa ku baca. Semuanya…” Kyuhyun menarik napas dalam, “Tapi kenapa aku tidak menemukan jawabannya? Kenapa, Haven-ah?” “Kyu…” “Aku ingin dia sembuh. Kau tidak tahu betapa menyedihkannya gadis itu saat ia berdoa tadi. Dia bilang dia hanya ingin hidup.” Haven memejamkan matanya, merasakan sebuah palu tak kasat mata yang sangat besar memukul dadanya. Jadi, lagi-lagi prianya menjadi seperti orang gila karena gadis di kamar 432 itu. “Aku harus bagaimana, Haven-ah? Aku benar-benar ingin dia sembuh… aku akan melakukan apapun, bahkan mati sekalipun….” Kyuhyun kini tak menyembunyikan isakannya. Menangis dengan keras sembari mengeratkan pelukannya pada tubuh Haven. Satu-satunya sandaran yang ia miliki. Sebaliknya, Haven mencengkeram pakaian Kyuhyun dengan erat, mencoba meredakan sedikit saja rasa sakit di hatinya. Mati? Kyuhyun-nya bahkan rela mati demi gadis itu? Dan dia mengatakannya langsung padanya? Kyuhyun-ah, tidak sadarkah betapa jahatnya kau?

***

Mendung masih dengan setia menggayuti langit kota Seoul hari itu dan angin masih menemani mereka, seolah menyapa setiap orang dan mencoba membekukan air mata yang mengalir di wajah setiap orang, terutama gadis itu. Gadis yang sejak tadi malam mengenakan pakaian berwarna hitam dan tak henti-hentinya menangis. Kini orang-orang itu pergi satu per satu meninggalkannya. Ia tahu itu. Bagi mereka, mendatangi pemakaman hanyalah salah satu kewajiban dalam kehidupan sosial, dan air mata adalah topeng untuk membuat kewajiban itu terlihat tulus. Gadis itu terus menangis menatap kedua gundukan baru di hadapannya. Akan seperti apa hidupnya setelah ini? ia tidak tahu. Sekarang semuanya terlihat gelap baginya. Seorang diri di usianya yang baru menginjak 17 tahun. Tentu saja, ini adalah akhir dunianya. Seolah ingin lebih mendramatisir keadaan ini, hujan rintik-rintik mulai turun. Ia sudah bersiap untuk menggigil kedinginan saat menyadari bahwa selain pipinya yang basah karena air mata, tubuhnya sama sekali tidak basah. Perlahan, ditengadahkannya kepalanya dan terkesiap saat melihat seseorang merentangkan jas di atasnya, menghalangi air hujan untuk jatuh dan membasahi tubuhnya. “Kalau kau terus di sini, jas ini akan basah kuyup dan usahaku untuk menjaga tubuhmu tetap kering akan sia-sia,” pria itu tersenyum, dan saat dilihatnya gadis itu tidak beranjak sama sekali, ditariknya tangan gadis itu hingga berdiri dan mengajaknya berlari ke sebuah tempat menyerupai kuil kecil yang tak jauh dari mereka sambil tetap memayungi gadis itu dengan jasnya. Ia baru menjauhkan jasnya yang sudah mulai basah saat mereka berhasil tiba di kuil kecil itu dan hujan turun dengan derasnya. “Wah, untung kita tepat waktu sampai di sini,” teriaknya senang lalu mengibaskan jasnya, mengusir titik-titik hujan dari serat kainnya sambil sesekali memperhatikan curahan air hujan yang mengguyur bumi. Gadis di sampingnya hanya diam dan memperhatikan sekelilingnya kemudian tanpa sadar bergumam, “aku tidak tahu kalau di sini ada kuil.” Mendengar gumaman pelan gadis di sampingnya -yang sepertinya hanya ditujukan untuk dirinya sendiri- pria ‘penolong’ itu tak tahan untuk tidak menyeringai. “Ini bukan kuil.” “Huh?” gadis itu menatap ke arahnya dengan wajah terkejut, sama sekali tidak menyangka kalau gumamannya tadi juga didengar oleh orang lain. Seringai di wajah pria itu semakin melebar bersamaan dengan diarahkannya jari telunjuknya ke suatu tempat, yang diikuti dengan pandangan ingin tahu sang gadis. Sebuah foto seorang kakek, lengkap dengan nama dan tanggal kelahiran serta… tanggal kematiannya. “I… ini makam?” Ia mengangguk, menikmati wajah terkejut yang beralih menjadi ketakutan gadis yang ditolongnya tadi. “Ah, eottoke? Bagaimana kalau kakek itu tidak senang kita ada di sini? Hantunya bisa menggentayangi kita!” “Tenanglah,” pria itu terlihat geli, “kakekku tidak akan tega melihatku kehujanan. Dia justru akan menggentayangi kita kalau kita berlarian di tengah hujan begini.” Sang gadis yang mulai gemetar ketakutan sontak menghentikan racauannya dan menatap pria yang sedang terkekeh melihat reaksinya itu, “Kakekmu?” “Iya. Dia meninggal satu minggu yang lalu karena sakit jantung,” pria itu terdiam. Wajahnya yang tadinya berseri kini menjadi sendu, kekehannya pun seolah tak pernah terdengar dan hanya merupakan ilusi di telinga gadis yang masih menatapnya ingin tahu di sampingnya. Pria itu mengalihkan pandangannya pada genangan air di jalanan, menikmati pemandangan saat titik hujan memercikkan air di dalam genangan tersebut. Cukup lama ia tenggelam dalam kesunyiannya hingga akhirnya ia menarik napas dalam dan matanya kembali tertuju pada manik mata hitam gadis yang baru ditemuinya beberapa menit yang lalu itu. “Apa mereka orang tuamu?” Tak menyangka akan pergantian topik pembicaraan yang tiba-tiba, gadis itu hanya mengangguk. Kepalanya tertunduk dan tubuhnya perlahan gemetar sebelum ia menyuarakan fakta yang menjadi ketakutan terbesarnya, “Mereka meninggal karena kecelakaan… Meninggalkanku sendirian di sini.” Keheningan kembali hampir di antara mereka. Hanya terdengar suara hujan yang seperti alunan musik di telinga mereka hingga kepala gadis itu perlahan mendongak saat ia merasakan sedang ditarik ke dalam pelukan pria asing di sampingnya. Pelukan yang seharusnya tak terasa hangat dan menenangkan. “Jangan khawatir. Kakekku akan menjaga mereka di sana, dan aku…” pria itu kembali tersenyum, “akan menjagamu di sini.” Mata gadis itu melebar tidak percaya. Matanya menatap sepasang mata cokelat terjernih yang pernah dilihatnya, mencari-cari kebohongan di sana. Namun, ketidakpercayaannya dengan cepat menguap saat sekali lagi pria itu mengucapkan janjinya dengan penuh kepastian. “Aku akan selalu menjagamu.” Sebuah janji dari pria asing yang tiba-tiba memeluk tubuhnya, dan yang entah bagaimana sangat dapat dipercayainya. Apakah ia sebodoh itu? Mungkin. Mata cokelat yang sedari tadi ditatapnya itu dipenuhi kehangatan saat sang pemilik kembali berbicara dengan santai. “Ah, ya, kita sudah berpelukan tapi belum berkenalan. Aku Cho Kyuhyun.” Gadis itu terdiam mendengar kata-kata Kyuhyun, ditatapnya wajah tampan Kyuhyun dan tersenyum, senyuman pertamanya sejak ia merasa dunianya telah hancur. “Namaku Song Haven.” Haven. Mirip kata Heaven yang berarti surga?” *** Haven membuka matanya, merasakan mata dan pipinya basah karena menangis di dalam tidurnya. Dan bukannya berhenti, air mata justru semakin deras meluncur dari kedua pelupuk matanya. Tangannya melayang menutupi bibirnya, menahan isakan yang ia tahu akan keluar, namun usahanya sia-sia karena isakan itu tetap lolos juga. Isakan penuh kesakitan yang memenuhi kamarnya. Kesakitan yang sama saat kedua orang tuanya pergi meninggalkannya sendirian, kesakitan yang membuatnya takut merupakan sebuah pertanda bahwa seperti orang tuanya, Kyuhyun pun akan pergi meninggalkannya. Dan kali ini ia akan benar-benar sendirian. Kyuhyun-ah… Kyuhyun-ah…!!

***

“Hyun Ae!!” Kyuhyun membuka pintu dengan napas terengah-engah dan segera menghembuskan napas lega begitu dilihatnya gadis dengan rambut bergelombang indah itu sedang setengah berbaring sambil menonton acara televisi. Tadi ia mendapat telepon bahwa Hyun Ae kesakitan dan harus mendapat penanganan segera. Untung saja tim dokter di rumah sakit ini cepat tanggap, sehingga meskipun Kyuhyun sedang tidak di sana, Hyun Ae tetap mendapatkan perawatan yang sangat dibutuhkannya. Ia melangkah menghampiri Hyun Ae dan menutup pintu di belakangnya dengan perlahan. Kakinya terasa lemas. Ia sangat ketakutan hal-hal buruk akan terjadi pada Hyun Ae. Seandainya saja ia tadi tidak ke rumah Haven… “Kau terlihat berantakan,” Hyun Ae mengernyitkan keningnya melihat penampilan Kyuhyun yang biasanya rapi itu. “Aku memang berantakan,” Kyuhyun bergumam dan tetap melangkahkan kaki lemasnya mendekati Hyun Ae. “Kenapa?” “Karena kau membuatku ketakutan,” “Aku?” Hyun Ae mendongakkan kepalanya dengan bingung, menatap wajah Kyuhyun yang kini sudah berada tepat di hadapannya. Kyuhyun hanya diam dan balik menatap gadis itu lekat, seolah ingin gadis itu melihat ketakutan yang tersirat jelas di matanya, kemudian tanpa disangka, ia menarik Hyun Ae ke dalam rengkuhannya, menghirup aroma gadis itu yang sempat ia takuti tidak akan dapat ia hirup lagi dan merasakan detak jantungnya yang ia harap tidak akan pernah berhenti. Ia kembali menarik napas dalam dan menutup matanya saat ia merasakan matanya memanas. “Aku takut aku tidak akan melihatmu lagi. Aku takut kau akan meninggalkanku. Aku…” Kyuhyun terisak lalu semakin menenggelamkan wajahnya di helaian halus rambut Hyun Ae. “Aku benar-benar takut.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya di tubuh Hyun Ae yang tertegun. Takut gadis itu akan tiba-tiba menghilang. Yoon Hyun Ae, kau tidak sedang bermimpi kan? “Saranghae, Saranghae… Yoon Hyun Ae.” Hyun Ae merasa jantungnya melompat keluar dari dadanya. Cho Kyuhyun… mengatakan ia mencintainya? Bolehkah…? “Bolehkah…? Bolehkah aku menjawab itu meskipun aku adalah seorang penderita kanker otak yang akan meninggal nantinya?” “Kumohon…” Dan itulah. Satu kata itu menghancurkan dinding hati Hyun Ae yang telah ia bangun untuk Cho Kyuhyun dengan susah payah sejak ia melihat jemari pria itu. Ia menangis menumpahkan perasaannya dan membalas pelukan Kyuhyun. Merasakan tubuh hangat prianya. “Nado… nado saranghae, Cho Kyuhyun…” Bolehkah…? Bolehkah ia mencintai pria ini di umurnya yang tidak lagi panjang? Bolehkah… ia memanggilnya ‘prianya’, meskipun di jari manisnya melingkar cincin yang sama dengan gadis lain? Bolehkah ia bersikap egois?

***

Hyun Ae sudah tidak ingat lagi bagaimana rasanya sehat dan bahagia. Ia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali ia berkata ia bahagia dan benar-benar serius akan kalimat itu. Kata ‘bahagia’ dan ‘baik-baik saja’ adalah kata kebohongan yang terlalu banyak diucapkannya di umurnya yang singkat ini. Ia tahu, sangat tahu bahwa ia tidak baik-baik saja. Ia adalah seorang calon mayat. Dan dengan pengetahuan seperti itu, bagaimana mungkin ia bisa bahagia? Hingga saat Tuhan memperkenalkannya pada anak kesayanganNya, Cho Kyuhyun. Pria yang diciptakan Tuhan dengan sangat hati-hati sembari bersenandung itu adalah sosok paling indah yang pernah dilihatnya. Bukan hanya fisik, tapi juga hatinya. Ia tahu di balik sikap acuh yang ditunjukkannya, ada kepedulian yang begitu besar yang membuatnya menghabiskan waktu lebih lama daripada dokter lain dalam memeriksa pasiennya. Dan, di balik wajah dinginnya, Cho Kyuhyun mempunyai senyuman yang sangat indah dan tawa anak kecil yang menghangatkan hati setiap orang. Ia tidak pernah tahu hal itu sebelumnya, sampai hari di saat ia tidak sengaja melihat dokter tampan itu tersenyum secara tiba-tiba pada seorang gadis yang menghampirinya. Senyuman yang bertambah lebar dan indah seiring dengan mendekatnya langkah kaki gadis itu hingga kemudian berubah menjadi tawa yang tak pernah bisa hilang dari ingatannya saat Kyuhyun merengkuh tubuh gadis itu tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Tanpa memperdulikan dirinya. Tentu saja, untuk apa kau harus repot-repot memikirkan orang lain saat kau merengkuh seorang gadis yang sangat cantik, memiliki kaki indah, rambut halus yang tergerai lurus menyilaukan, dan yang juga seorang dokter? Ia sangat ingat saat itu ia hanya bisa tersenyum kecut. Seandainya penyakit terkutuk ini tidak menimpanya, ia pasti juga tidak akan kalah cantik dibandingkan gadis itu dan mungkin saja Kyuhyun akan jatuh hati padanya. Namun, kalau penyakit yang menurutnya terkutuk  ini tidak menimpanya, akankah ia bertemu dan mengenal seorang Cho Kyuhyun? Saat itu, ia berharap gadis yang berada di dalam pelukan pria itu adalah dirinya… Ia menghembuskan napas perlahan, takut kalau-kalau orang yang sedang tertidur dengan kepala berada di ujung ranjangnya dan dengan tangan yang menggenggamnya itu akan terbangun. Senyuman kembali terukir di wajahnya mengingat apa yang diucapkan pria itu tadi malam. “Saranghae… Saranghae, Yoon Hyun Ae.” Ini adalah saat kedua dimana ia merasakan bahagia. Saat pertama adalah saat ia bertemu dengan Cho Kyuhyun, sang anak kesayangan Tuhan. “Tuhan, terima kasih sudah membawa anak kesayanganMu ini padaku dan mengijinkanku mengenalnya. Di umurku yang sangat singkat ini… terima kasih sudah memberiku kebahagiaan yang sangat besar.”

***

Hyun Ae tidak pernah berhenti memandangi jam dinding, menantikan saat kedua jarumnya bertemu di angka 12, saat prianya akan menemuinya untuk makan siang bersama. Ia mendesah dan dalam hati mengumpat kesal karena jarum pendek jam itu masih berada di angka 9. Masih sangat lama menuju angka 12. Ia mendengar pintu kamarnya terbuka dan segera menoleh dengan senyuman lebar, berharap menemukan pria itu di sana. Namun saat matanya menangkap sosok yang membuka pintu kamarnya, senyumannya menghilang tergantikan oleh raut wajah cemas. “Selamat pagi, pasien kamar 432.” *** Haven tersenyum menatap gadis berwajah pucat di depannya yang balik menatapnya dengan gurat kecemasan yang terlihat jelas. Tentu saja ia harus cemas. Ia merebut prianya! Haven berjalan mendekat, bayangan prianya yang mencium gadis di hadapannya tadi malam membuatnya muak dan ingin mencakar-cakar wajah polos menyebalkan gadis itu. Ya, tadi malam ia berniat menemui Kyuhyun, menceritakan ketakutannya, dan membuat Kyuhyun tetap berada di sampingnya, tetap menjadi miliknya. Tanpa sedikitpun menduga bahwa pemandangan Kyuhyun yang mencium gadis kamar 432 itu dengan dalam dan tulus adalah hal yang akan ditemuinya. Jawaban dari ketakutan yang belum sempat diungkapkannya : Kyuhyun-nya sudah tidak lagi menjadi miliknya. Hyun Ae, tidak, gadis 432 itu kemudian tersenyum manis. Senyum manis yang membuat amarahnya semakin meningkat dan membuatnya semakin enggan menyebut namanya. “Jauhi Cho Kyuhyun-ku!” Haven berkata singkat dan mantap. Matanya tajam menusuk hingga gadis 432 terlihat ketakutan diantara keterkejutannya. “Dokter Song…” “Mulai sekarang aku yang akan menjadi doktermu. Aku lebih lama menangani pasien sepertimu, pihak rumah sakit pasti tidak akan keberatan. Dan jangan coba-coba membuatku marah dengan menolak pengajuanku.” Gadis kamar 432 itu menarik napas keras, menatapnya dengan ketakutan dan kepedihan. Hati Haven merasa diremas melihatnya. Jadi beginilah matanya selama ini… mata penuh ketakutan dan kepedihan. Tidakkah mereka berdua melihatnya? “Dokter Song, kumohon…” Dirinyalah yang seharusnya memohon! “Aku tidak perduli.” Kalian lah yang tidak memperdulikan perasaanku terlebih dulu! “Aku tidak akan menyerahkan Cho Kyuhyun padamu.” Hanya dia yang ku punya… hanya dia. Haven membalikkan tubuhnya, melangkah menuju pintu tanpa berniat menoleh pada gadis 432 yang ia tahu sedang menangis. Tangisan yang sama sekali bukan apa-apa bila dibandingkan tangisannya semalam. “Aku… aku akan melakukan apapun… apapun, asal Kyuhyun oppa tetap di sampingku. Kumohon…” Oppa?! Haven menghentikan langkahnya dan segera berbalik, menatap gadis itu dengan mata membara. Gadis itu bahkan memanggilnya ‘oppa’ di depannya? Setega itukah ia? “Dia tunanganku, nona Yoon Hyun Ae.” “Aku tahu,” Hyun Ae mengangguk, “tapi kami saling mencintai. Kumohon, sebentar saja… sebentar saja sampai akhirnya aku meninggal nanti… ijinkan aku bersamanya. Kumohon. Aku akan melakukan apapun…” Haven tercenung mendengarnya. Ia meminta Kyuhyun-nya? Ia baru saja akan memaki gadis tidak tahu diri itu saat dilihatnya darah mengalir dari hidung Hyun Ae. Haven melangkah cepat hendak memberikan pertolongan hingga kata-kata Hyun Ae setelahnya kembali menghentikan langkahnya. “Kami saling mencintai…” Haven merasakan hatinya yang sudah hancur semakin hancur. Ia tahu itu! Matanya memanas dan sebuah ide muncul di benaknya, membuatnya berucap, “Lalui hari ini tanpa transfusi darah, dan aku akan mempertimbangkan permohonanmu.” Hyun Ae mengernyit mendengarnya. Ia tidak salah dengar kan? Bagaimana mungkin? Saat ini saja darah tidak berhenti mengalir dari hidungnya, menetes membasahi baju dan selimutnya, kepalanya juga terasa sangat sakit hingga telinganya berdengung. Ia hendak menolak, tapi kemudian teringat bahwa Kyuhyun lah yang ia minta dan apa yang telah ia lakukan: Jatuh cinta pada pria tunangan seseorang. Tentu saja ini adalah harga yang pantas dibayarnya. Napas Hyun Ae terasa berat, pandangannya mengabur. Bau anyir darah memenuhi hidungnya setiap kali ia bernapas. Tidak, ia harus bisa tetap kuat! Ditatapnya Haven yang tidak bergeming dari tempatnya berdiri, menyaksikan dirinya yang tersiksa seperti di neraka. Bagaimana bisa wanita seperti inilah yang dulu pernah dicintai Kyuhyun? Belum sempat ia menemukan jawabannya, kepalanya terasa pecah dan pandangannya menggelap. Tak terlihat apa-apa. Tak terasa apa-apa. Tubuhnya jatuh dari tempat tidur tidak sadarkan diri di bawah tatapan dingin Haven.

***

BRUK! Kyuhyun mendorong tubuh gadis berbalut jas putih itu dengan keras hingga gadis itu terjatuh di lantai. “Kau… bisa-bisanya kau melakukan itu?” Haven mengangkat kepalanya menatap mata Kyuhyun yang penuh kebencian padanya. Pandangan yang tak pernah ia jumpai sebelumnya. Digigitnya bibir bawahnya, menahan keinginannya untuk menangis. Ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan pria ini. Pria yang masih mengenakan cincin pertunangan mereka di jari manisnya tapi mencium gadis lain tanpa sedikitpun memikirkannya. “Apa kau tahu apa yang kulakukan untuk membuat gadis itu tetap hidup meskipun hanya sedetik lebih lama?!” Kyuhyun berteriak marah, membuat semua orang di lorong ICU memperhatikan mereka. “Suster Kim bilang saat ia masuk untuk rutinitasnya mengecek Hyun Ae, ia melihatmu di sana. Berdiri diam tanpa melakukan apa-apa sementara gadis itu tergeletak tidak sadarkan diri di lantai dengan mimisan yang tidak berhenti!” “APA YANG KAU LAKUKAN, SONG HAVEN?!” “AKU INGIN DIA MATI!!” Kyuhyun tercekat dan menatap Haven tidak percaya. Gadis itu menatapnya dengan kesakitan dan kebencian. Kesakitan. Ia tidak pernah menyadari pandangan itu sebelumnya. “Aku ingin kau tidak mempunyai wanita selain aku di hatimu. Aku ingin hanya aku yang ada di sana… karena hanya kau yang berada di hatiku,” Haven tidak bisa lagi menahan tangisannya. Biar saja! biarkan pria jahat ini tahu betapa dalam luka yang ia torehkan padanya. “Kau bilang kau akan menjagaku selamanya. Tapi kenapa kau meninggalkanku? Kenapa?!” Haven berteriak dan duduk bergelung di atas lantai yang dingin, mendekap rasa kesepiannya sekaligus melindungi dirinya dari rasa sakit di hatinya yang mungkin akan kembali menyerangnya. Jantung Kyuhyun terasa ditusuk melihatnya. Apa yang sudah ia lakukan? Ia menyakiti gadis ini dengan sangat dalam. Mengubah malaikat itu menjadi menyedihkan dan hancur. Seharusnya ia lebih menahan perasaan cintanya pada Hyun Ae. Seharusnya ia tetap di sisi Haven meskipun hatinya berteriak memanggil-manggil nama Hyun Ae. Ia melangkah menghampiri Haven, berharap dapat mengumpulkan kepingan gadis itu dan merekatkannya kembali, berharap membuatnya mengerti bahwa ia sama sekali tidak bermaksud menyakitinya. Ia… tanpa ia ketahui jatuh cinta begitu saja pada Hyun Ae yang bersemangat dan tetap bermimpi meskipun umurnya tak lama lagi. Ia tidak tahu sehingga ia tidak sempat mencegah perasaan itu timbul. Kyuhyun baru melangkahkan kakinya sebanyak dua langkah saat sebuah tangan menekan pundaknya dan menghentikan langkahnya. Dua orang pria berbadan tegap kemudian menghampiri Haven dari belakangnya sebagai ganti dirinya. Pria di sebelah kanannya menarik Haven berdiri dengan kasar, membuat Kyuhyun hendak berlari dan menghajarnya tapi tangan di pundaknya itu dengan cepat beralih memegang kedua lengannya, menahannya di tempatnya. Kyuhyun menoleh dan meronta tanpa hasil. Pria yang sedang menahannya itu terlalu kuat. Ia berdeham menyadarkan Kyuhyun bahwa hasilnya akan tetap sama lalu berkata tegas, “Kami dari kepolisian. Pihak rumah sakit menelepon melaporkan sebuah percobaan pembunuhan yang dilakukan Nona Song Haven terhadap pasien bernama Yoon Hyun Ae.” Mata Kyuhyun nanar. Ia menatap Haven yang memucat mendengarnya dan mendapati seorang polisi yang lain menunjukkan tanda pengenal serta surat dari kepolisian. “Nona Song Haven, ikut ke kantor kami sekarang juga dan berikan penjelasan di sana!” “Andwae!” Kyuhyun kembali meronta. Tidak! Mereka tidak boleh membawa Haven! Ia bisa melihat tubuh gadis itu gemetar ketakutan. Pupil matanya membesar seakan melihat neraka yang berada beberapa langkah di depannya. Ia harus memeluknya dan menenangkannya. “Menyingkir kalian semua!!” Klik! Suara menyatunya borgol di kedua tangan Haven itu terdengar dingin dan mengerikan di telinga Kyuhyun. Ia menatap tidak percaya besi yang melingkari tangan indah itu, begitu pula Haven yang masih tidak berkutik. Kedua polisi di sampingnya kemudian menghelanya dengan kasar melewati Kyuhyun. Menambah amarah dan ketakutannya. “Andwae! Andwae!!” Suara Kyuhyun terdengar serak, otot-otot di lehernya terlihat jelas. “Haven! Haven! HAVEN!!” raungnya di sela aliran air mata, membuat orang-orang yang melihatnya tanpa sadar ikut menitikkan air mata. “SONG HAVEN!” Sia-sia. Teriakannya tidak menghentikan kedua polisi itu menyeret Haven menjauh darinya. Air matanya tak mampu menyembuhkan luka yang ia ciptakan di hati Haven. Rontaannya tak bisa mengalahkan tenaga seorang polisi yang menahannya. Dan penyesalannya… tak mampu membuat waktu kembali ke saat sebelum amarah menguasainya dan membuatnya menelepon polisi untuk melaporkan perbuatan Haven tanpa berpikir terlebih dulu. “HAVEN-KU!!”

***

“Kenapa kalian begitu jahat padaku, Kyuhyun dan gadis 432 yang sebelumnya tak pernah ku temui?” “Dokter Song, kami saling mencintai. Tidak bisakah kau mengijinkanku yang calon mayat ini untuk merasakan perasaan mencintai dan dicintai sebentar saja? Tak bisakah kau membiarkan pria yang kau cintai bahagia? kenapa kau sejahat ini pada kami?” “Song Haven, kenapa kau begitu jahat mencoba membunuh gadis yang ku cintai? Yoon Hyun Ae, kau memang penyihir jahat! Kau menyihirku hingga mencintaimu sedemikian rupa sampai terasa sakit. Dan Cho Kyuhyun, kau seorang iblis! Kau menyakiti kedua gadis yang mencintaimu dengan tulus. Kau membuat yang satu hampir mati dan yang lain mendekam di penjara yang dingin.” . . -THE END-

112 Comments (+add yours?)

  1. prileyy
    Dec 20, 2013 @ 06:37:14

    jadi ini end atau tbc?
    si evil yaa klo mau selingkuh itu diem2 jgn terang2an kayak gini. *eh

    Reply

  2. Ruka_Chan
    Dec 20, 2013 @ 08:11:22

    Gila ini Keren!!
    ada sequel nya thor ?? *puppy eyes #muntah

    Reply

  3. dittaaacho
    Dec 20, 2013 @ 08:15:17

    I hope this fict not end u.u
    Aaaaa si Kyu nya sih maruk (?) banget..
    Iisshhhh jadi gregetan aja ama si Kyu..
    Sequel thor sequeell😀

    Reply

  4. The dreamers
    Dec 20, 2013 @ 08:24:35

    Bagus banget thor🙂

    Reply

  5. kyunie~
    Dec 20, 2013 @ 09:10:37

    Endingnya msh gantung klo buat aku hehe
    So I really need so much sequel!!! ><
    Ini crtny keren bgt!!
    Fighting!!! ^^9

    Reply

  6. fitrauls
    Dec 20, 2013 @ 09:29:10

    Udah end?? Akankah ada sequelnya thorr?? Msh butuh sequel thor..

    Reply

  7. Virginiaasti
    Dec 20, 2013 @ 09:51:46

    Gila, gak kebayang deh kalau ada di posisinya haven. Sakit bgt u.u kyuhyun tega bgt, ya thor kasian havennya😦

    Reply

  8. setia
    Dec 20, 2013 @ 09:56:03

    jadi berakhir dg begitu. pasti nyesek banget buat ketiganya. keren ff nya.
    tp ada satu hal yg mau aku komen, saat yoon ae mimisan kyuhyun nyuruh dia dongak, setahuku saat orang mimisan dia malah gak boleh dongak, krn takutnya darah marah masuk ke paru2.

    Reply

    • retz
      Dec 20, 2013 @ 11:21:59

      iya, author jg pernah tau gitu.. tapi author galau cz dulu waktu mimisan, dokter UKS nya nyuruh dongak.. -.-“

      Reply

  9. lutkyu
    Dec 20, 2013 @ 09:57:16

    Aaaa min aq nangs! Sumpah kyu hyun jahat bgt. Kasian haevennya. .😥 minta sequelnya tpi pengen hyun ae ninggal trus kyu nyesel ninggalin haeven. Akh kyu jahat!

    Reply

  10. Dewi Puji Astuti
    Dec 20, 2013 @ 10:16:03

    astaga…. asli ini ff keren.kasian skali havennya. aku disini lebih kasian ama si haven dari pada hyun ae. author bikin sequel jgn bolein haven masuk penjara. dri baca ini ak bisa dpt feel and ngerasain kesakitan haven. pokoknya author daebbak.. lanjutkan author.

    Reply

    • retz
      Dec 20, 2013 @ 11:26:24

      makasiiiiiiiiih.. ^^
      buat sequel, author belum dapet wangsit nih, dapetnya malah pangsit.. -.-”
      hehehe…

      Reply

  11. liya
    Dec 20, 2013 @ 11:16:21

    udah end?😮
    beneran jengkel sama sifat kemaruknya kyuhyun disini
    entah mengapa kok lebih simpatik sama haven –“

    Reply

  12. Mrs.Dimple
    Dec 20, 2013 @ 11:27:04

    Keren, saking kerennya sampe bingung mau komen apa..

    Reply

  13. yua
    Dec 20, 2013 @ 11:37:06

    kenapa ini feelnya dapet banget T.T
    antara haven sama hyun ae sama sama menderita sih,

    Reply

  14. wonma
    Dec 20, 2013 @ 11:57:21

    Gantung nih sequel ya

    Reply

  15. Reysa
    Dec 20, 2013 @ 11:58:57

    ya thor, kok nggantung sih?
    udah nangis2, eh endinngnya nggak tau?! kau tahu thor? aku merasa jadii heaven, dengan ending pasrah dan menyesal, ingin run away dari kehidupan….
    lanjut thor, aku tunggu…kalau nggak di lanjut jadi jelek,
    feelnya bagus banget thor

    Reply

  16. fadhilah
    Dec 20, 2013 @ 12:16:46

    sampe berlinang air mata nih bacanya!
    nice ff🙂
    minta sequelnya dong author🙂

    Reply

  17. feby goh
    Dec 20, 2013 @ 12:42:07

    Must squel thor. Gantung bener rasanya. Tp feelny dpt bnr mpe mewek2 ªķΰ bacanya.

    Reply

  18. Eliza
    Dec 20, 2013 @ 13:21:42

    Entah kenapa nggak ada rasa simpati sedikit pun buat haven._. Sequel ne,pengen tau kyuhyun pilih siapa nantinya. Nice FF😉

    Reply

  19. annie
    Dec 20, 2013 @ 13:54:20

    kyuhyun siaaaaaal! nyebelin. malah bete ke hyun ae -.- tapi coba haven ga sejahat itu. ahhhh miris banget kenapa harus haven yg disakitin
    auhor plis sequel :((((

    Reply

  20. dhharuhowon_ie
    Dec 20, 2013 @ 14:23:59

    ya ampun thor, endingnya gak ketebak. Diawal aku mihak si haven, tapi pas haven jadi jahat terus hyun ae sekarat, aku jadi kesel sama kyu. Nyesek pake banget ituu.. Sequel thor pokoknya salah satu atau dua ceweknya bahagia

    Reply

  21. Retz
    Dec 20, 2013 @ 14:36:45

    Makasih ya semua udah baca.. dan maaf gak bisa bales semua commentnya.. *bow*
    Hmm,, berhubung banyak yang request sequel, author baru aja bertapa dan akhirnya dapet wangsit juga.. hahaha..
    Ditunggu ya sequelnya..😉

    Reply

  22. joyers
    Dec 20, 2013 @ 15:21:53

    Squel dong thor. Ini agak gantung ceritanya

    Reply

  23. Arvianda Zefania
    Dec 20, 2013 @ 15:22:21

    Ini udah end ya? Kok agak sedikit gantung sih need sequel sepertinya hehehe ^^ kyuhyun jahat amettt elah si evil! hahah

    Reply

  24. peachly
    Dec 20, 2013 @ 15:24:12

    keren bgt. sampe kebawa emosi baca cerita ini. biasanya aku selalu nyelesein cerita yang ngegantung sendiri di kepalaku, tapi kali ini: ini. butuh. sekuel. bgt.

    kalo menurutku haven ga salah dan haven berhak utk dapet happy ending. meski menurutku jangan sama kyuhyunlah; kyuhyun sumpah jahat dan harus dimusnahin bgt. ih keseeeelll

    ya pokonya: sekuel. hehehehe

    akhir kata; hwaitiiiiiing! ditunggu bgt sekuelnya thor

    ps: ada blog pribadi?

    Reply

    • Retz
      Dec 21, 2013 @ 07:43:19

      Makasih y udah baca..
      Iy,, ini masih proses “penggodokan” ide sequel..😀
      author belum punya blog pribadi.. ini aj br beberapa kali nyoba nulis ff.. hehehe

      Reply

  25. yulia
    Dec 20, 2013 @ 15:27:58

    Tragis Thor…
    keep writing yaa:)

    Reply

  26. artha
    Dec 20, 2013 @ 15:51:24

    ahhh ini kenapa end kayanya harus aa lanjutannya, itu kyuhyun kenapa jahat juga laporin heven ke polisi, hufft alur diakhirnya gk nyangka banget kalo kaya gini, terus kyu jadinya lebih milih siapa ? butuh penjelasan banget nih thor,
    semangat deh buat author dan semoga dapet inspirasi buat bikin sequelnya fighting \^Δ^/

    Reply

  27. janefelicia28
    Dec 20, 2013 @ 16:47:19

    sekuel authorrrrrr

    Reply

  28. susi lawati
    Dec 20, 2013 @ 19:16:43

    keren.. !!!!! >< peranya si kyu bener2 jahat sama tunanganya sndiri. dasar evil evil evil :p squelnya dong thor.

    Reply

  29. laini
    Dec 20, 2013 @ 19:17:38

    Karena mencintai Kyuhyun dan rasa takut ditinggalkan lagi membuat Haven berubah menjadi jahat.
    Aku tak menyangka Kyuhyun tega melakukan hal itu. Menyakiti hati wanita yang mencintainya. Benar benar jahat.
    Dan tak mungkin kesalahan dilimpahkan kepada Hyun ae.

    Reply

  30. tasyaaquamarine
    Dec 20, 2013 @ 19:39:39

    Maaf itu bukan mimbar tapi Altar

    Reply

    • Retz
      Dec 21, 2013 @ 07:59:50

      Altar kan area yg d depan itu.. *duh, gmn y jelasinnya.. >.<
      mimbar kan yg tempat pendeta kotbah.. yg mirip podium gtu.. kl d gereja author dan mnurut pengetahuan author yg entahlah itu c gtu, chingu.. hehehe

      Reply

  31. ziajung
    Dec 20, 2013 @ 19:53:57

    itu kalimat terakhirnya kata-kata siapa? ‘-‘
    ini daebak laaah ^0^)b

    Reply

  32. ckh12312
    Dec 20, 2013 @ 19:58:49

    benci bgt sma kyuhyun dan hyun ae .. sya lbih kasian sma heaven .. di sini yg antagonis mnurut sma kyu sma pasiennya tuh .. sakit bgt rsanya klo jd heaven .. dan gk nyangka bgt bahkan dy yg nglaporin heaven .. sya gk prnah ngrasa sebenci ini sma pmeran utama .. disini yg antagonis mlah yg cast utamanya .. pngen ad squel buat kyu yg nyesel udah nyakitin heaven stelah si pasien mati . keren ffnya keep writing🙂

    Reply

  33. ceaaa
    Dec 20, 2013 @ 22:42:22

    That’s all? Without an ‘end’ or ‘tbc’ -_____-

    Reply

  34. fishanchovy
    Dec 21, 2013 @ 00:26:48

    Sequel dong please T_______T

    Reply

  35. Flo
    Dec 21, 2013 @ 00:57:48

    thor ini ngenes banget
    kyu jahat banget, klo aku ada di posisi haven
    aku juga bakalan kayak haven, poor her..
    sequel dong thor, jgn dibikin masuk penjara havennya
    tp, ga nyangka kyu sendiri yg laporin
    pasti sakitnya ga kebayang deh..

    Reply

  36. kyunaiy
    Dec 21, 2013 @ 10:39:42

    OmaigatOmaiygat.. ini keren.. suka sma endingnya…
    apalagi narasi pas d ending, pembunuh & penyihir yg sama-sama nenycintai seorang iblis…
    #IblisTamphan
    rasanya adil klo semuanya menderita..
    hahahaha…
    good job thor.. ^_^

    Reply

  37. putriindah
    Dec 21, 2013 @ 11:28:42

    Wahhh…. Ini bagus8-):D tapi ceritanya bikin nyesek;(

    Reply

  38. Wulan Bindia
    Dec 21, 2013 @ 11:58:02

    Keren FF nya , baca nya sampe nyesek di hati. Squel dong thor tapi ntar kyuhyun sama Haven aja jangan sama Hyun Ae😀 #pisss thor #

    Reply

  39. Nisa snikers
    Dec 21, 2013 @ 12:31:35

    Bagus bnget,,,,
    Sequel ya thorr,,,,
    Crita’a msih gntung bget,,,,

    Reply

  40. Cho In Hyun
    Dec 21, 2013 @ 12:45:03

    Huaah authornim jahat *peluk kyu
    kasian Heaven hidup sebatang kara dan cuma kyu yg dia punya tapi kenapa Hyun Ae merusak semuanya
    Aku PRO sm HEAVEN, KYU jgn berpaling ke Hyun Ae jebalyo
    AUTHOR PLEASE BUATIN SEQUEL…..SEQUEL….SEQUEL…SEQUEL..SEQUEL.SEQUEL *puppy eyes + aegyo

    Reply

  41. nury choi
    Dec 21, 2013 @ 14:59:41

    ‎​◦°˚ ˚°◦Hhh omg kyu selingkkuhhhh. Sad ending TTT,,,,TTT

    Reply

  42. izaas khairina
    Dec 21, 2013 @ 15:48:02

    jahat semua ya orangnya??… kerenn thor daebak!!!

    Reply

  43. sanghee
    Dec 21, 2013 @ 17:42:33

    ini seru chingu, tapi ini udah selesai atau masih ada sequel? penasaran sama lanjutannya

    Reply

  44. Park Jang Mi
    Dec 22, 2013 @ 08:50:23

    peran cho kyuhyun disini sedikit brengsek. udah punya tunangan tapi suka juga sama cewe lain, mana cewenya lemah sakit tak berdaya *alah bahasanya*

    Reply

  45. fitri indriyani
    Dec 22, 2013 @ 09:52:14

    wah seru cinggu..trus hyun ae jdinya gmana?kyu knp jd jahat d sini. ini tbc or end?kalo end sekuel donk..1!

    Reply

  46. Park jihyun
    Dec 22, 2013 @ 12:57:11

    ff nya keren sumpah. brilliant🙂
    sad ending yaa.. feel nya dapet bgtt

    Reply

  47. kimyeju
    Dec 22, 2013 @ 15:27:30

    aduh bener2 nyesek banget bacanya, ini ff keren banget udah bikin aku nangis.. 😥 keren keren .. 🙂

    Reply

  48. astrielfishy
    Dec 22, 2013 @ 20:53:25

    thor, sumpah aq gemes bnget bca nih ff.. kyu tega bnget sih sma haven, kyu juga lgi yg lpor polisi. tdinya aq sneng sma castnya hyun ae tpi pas ksininya aq lbih ska sma castnya haven..

    thor, squel dong. bkin hyun ae nya mati aja…kkke *jahat dan buat kyu sma haven aja, buat kyu nyesel udh nyakitin haven… hhe

    thx

    Reply

  49. BYN
    Dec 22, 2013 @ 21:11:41

    ff’nya bagus banget
    speechless deh baca ff’nya

    Reply

  50. someone24
    Dec 23, 2013 @ 01:37:42

    OKAY CHO KYUHYUN,IZINKAN AKU MEMBUNUHMU.
    Jinjjaaa!! Kyuhyun bener2 keterlaluan,nggak pake mikir dulu sebelum bertindak ckck

    Bythewaaaay,Author-nim~~sequel,please? :3

    Reply

  51. Kim Hyun Ji
    Dec 23, 2013 @ 09:03:18

    hahhhhh sesadisnya kyu aku baru baca yang mengangkat tpoik kyk beginian
    aishhhh jinjja???
    kyuuuu SADIS

    SEQUEL ya thor *puppy eyes

    Reply

  52. minrakyu
    Dec 23, 2013 @ 10:25:43

    Author yg baik hati.. ini mesti dan harus ada sequelnya..
    aghhhh kyu tega banget, dia yg ngejanjiin sendiri sama haven, eh malaj nyakitin gitu.. aghhhhhhhj… i neeeed sequel thorrr

    Reply

  53. choicho
    Dec 24, 2013 @ 01:38:39

    gilaaaa!!!
    keren suka ide nya…
    gini nih kyu kebiasaan di ff suka bgt selingkuh tp banyakan dibikin happy ending dgn balikan dan ninggalin srlingkuhan nya..
    tp ini DAEBAK!!!! gaya tulisannya bagus, coba buat lebih bnyk ff lagi author nim pasti banyak yg suka: )

    Reply

  54. Lee Hana
    Dec 24, 2013 @ 18:38:10

    omg omg keren bangetttt!!!! feelnya dapet banget. sampe netesin air mata:’
    ini end kan?ditunggu author karyamu yg lainnya^^ keep writing:)
    btw authornya punya blog pribadi?

    Reply

    • Retz
      Dec 25, 2013 @ 08:12:18

      Iya, udh end.. tp msh ada sequelnya..
      Author blm punya blog pribadi.. masih baru2 bikin ff soalnya..
      makasih y udh baca..🙂

      Reply

  55. guna
    Dec 26, 2013 @ 08:23:57

    bagus banget… kok aku lebih dukung ke haven ya?.. hihi.. mudah-mudahan ada sequelnya n endingnya kyu-haven : )

    Reply

  56. kyuwifeu
    Dec 29, 2013 @ 09:51:08

    Kenapa harus dibuat oneshot? Kenapa harus end? Kenapa kyu gamilih gue *plak* keren feel fpt smpe ikut menitihkan air mata :”) hope this story have a sequel ^^

    Reply

  57. Sparkyu17
    Dec 30, 2013 @ 19:15:08

    jd? sequelnya udh ada kah ? maaf bru berani comment……….

    Reply

  58. GyuHae
    Dec 31, 2013 @ 08:22:09

    Perlu sequel thor nanggung cerita’a udh seru! Gimana nasib hyun ae? Nasib kyu juga? Heaven dipenjara :-o… Araghhhhh terllu bagus niat ga baca jd dibaca :-p

    Reply

  59. *elizabeth
    Jan 03, 2014 @ 19:49:06

    I need a sequel
    #demo xD

    Reply

  60. Trackback: The Darkness [ SEQUEL The Antagonist] | Superjunior Fanfiction 2010
  61. inggarkichulsung
    Jan 06, 2014 @ 08:40:38

    Kasihan Haven jd berbuat seperti itu krn Kyu oppa yg dulu berkata akan menjaganya selamanya tp skrg selingkuh dgn pasien itu.. Kyu oppa adalah alasan knp Haven bs berbuat jauh seperti itu

    Reply

  62. AnnA
    Jan 06, 2014 @ 10:24:22

    kyuhyun ngga punya perasaan -_- dua”nya emang kasihan, tapi kyu egois =.=
    suka alurnya :3 keep writing thor!!

    Reply

  63. mychococho
    Jan 06, 2014 @ 11:39:19

    berat!! Ff nya berat isinya, ceritanya, semuanya keren ^^b kyunie jahat!! Ga suka karakternya kyunie disini!…

    Reply

  64. hwang yeonhee
    Jan 06, 2014 @ 15:48:38

    demi apapun ini keren to the max. Oh my God oh my no oh my wew *maap korban sinetron* ijin share yaw

    Reply

  65. ganes
    Jan 17, 2014 @ 19:14:06

    summmppah .. keren bingit ni ff .. bru kali ini aku pro sama antagonis. hyun ae baik tapi ga suka. hua.. cho kyuhyun !! bner”.
    aku jg uda bca squel.ny dan omg. lee donghae so cool… hua.. meledak ledak. :-D:-D:-D:-D:-D:-D

    Reply

  66. Lee heeso
    Feb 02, 2014 @ 13:03:49

    eh???? Ngga nyangka pas part terakhir itu uda ending karna terlalu menikmati, kyuhyun musti gimana ? Kasian juga dia galau.. Jadi inget scent of women end-ingnya dua2nya mati.. -ga nyambung-

    Reply

  67. lhjssi
    Mar 28, 2014 @ 19:10:53

    Aaaaaah kereeeeeeen
    punya wp gak dears? Kalo punya boleh minta alamatnyaa? :))

    Reply

  68. ElfKyu
    Oct 10, 2014 @ 13:44:09

    Miris banget jadi Haven..
    Butuh sequel thor

    Reply

  69. Manda
    Feb 10, 2015 @ 14:15:10

    T_T T_T T_T ,,, kyuhyun nappeun nom !!! Huaaaaa nangis bombai aku authornim😥 ffnya bagus bgt , dan aku suka🙂

    Reply

  70. ohsondono
    Mar 29, 2015 @ 07:42:24

    fanficnya baguss. ini end apa tbc? tbc aja laah pengen baca lanjutannya

    Reply

  71. taemfallin
    Apr 20, 2015 @ 14:33:04

    baru bacaa dapaat recommend
    wah g tau Mau mihak yang mana
    tapi yang pasti salah itu kyu
    kalo emang udah g suka ya bilang donk
    jangan selingkuh gt

    Reply

  72. shoffie monicca
    May 09, 2015 @ 16:36:43

    kyu jht bngt mempermainkn 2cwe sekaligus..ksian heaven sm hyun ae…

    Reply

  73. PuSiKyu
    May 09, 2015 @ 21:01:48

    Ini kok kayaknya mirip sama ff Speak Now di part 3 karya Aileen Oka ya?
    Terutama kejadian Kyuhyun selingkuh sma pasiennya dan tunangan Kyuhyunyg menyuruh sang pasien untuk melewati transfusi darah?
    Maaf sebelumnya bukannya mau nuduh atau gimana. Aku sebagai pembaca cuma menyalurkan apa yg ada di pikiran aku

    Reply

  74. PuSiKyu
    May 09, 2015 @ 21:07:39

    Klo ga percaya bisa di cek di blognya Aileen Oka https://nonalienkiller.wordpress.com/
    Cari ff yg Speak Now

    Reply

  75. PuSiKyu
    May 09, 2015 @ 21:18:50

    MAAF BANGET 🙏
    Salah baca akunya, ternyata FF ini yg duluan di publish daripada ff Speak Now.
    DUHH MAAF BANGET tdi NUDUH YG ENGGA”. MAAF SEKALI LAGI🙏

    Reply

    • Retz
      Sep 15, 2015 @ 23:29:34

      hey, dear.. aku baru baca comment kamu.
      iya, cerita ini udah aku bikin lamaa banget, jadi gak mungkin kan kalau yang awal yang mirip2in sama yg muncul kemudian?? thanks udah percaya sama aku. Tapi,, cerita yang itu seriusan mirip??
      boleh bantu cek gak? soalnya tadi aku liat blognya diprotect..😦
      makasih ya atas infonya..

      Reply

  76. kimjongbrother
    May 10, 2015 @ 09:08:24

    daebakkk
    Minta sequel dong

    Reply

  77. esakodok
    May 10, 2015 @ 15:25:52

    haven…dia sebenrnya hanya kalut..mencoba mempertahankan apa yh dia punya..kyu juga g tegas…hrsnya dia bisa memilih salah satu..q suka havennya

    Reply

  78. dhani
    May 10, 2015 @ 22:32:44

    Ahhh sumapah ffnya keren, sebel banget kenapa kyuhyun jahat?? Kasihan havennya
    Butuh sequel thor ditunggu ya semangat

    Reply

  79. ddd
    May 11, 2015 @ 12:20:23

    jujur binggung lgi gak konek kali ya hahahhaha

    Reply

  80. ida
    May 11, 2015 @ 15:27:14

    Aduh, rasanya sakiiiiiiit bgt! Argh….

    Reply

  81. habyung94
    May 14, 2015 @ 22:02:20

    yg ini bru bca, tpi squel udh d bca dluan wkwkwk kreend bgt da, critanya bkin blu kaki bdiri hehehehe….mu lg dong squelnya…..

    Reply

  82. GyuHae
    May 29, 2015 @ 09:40:41

    Perasaan pernah baca cerita ini, tp kapan? Lupa lg… Kayanya udh lumayan lama… Tp ttp aja saya baca lumayan menghilangkan rasa bosan saya.

    Reply

  83. Ichiyeppa11
    Jun 05, 2015 @ 06:38:25

    Daebakk… suka bgt thor ma fanfic nya..😊😊 langsung ke sequelnya ah..😀😀😀

    Reply

  84. Elva
    Jun 06, 2015 @ 15:35:49

    Astagaaa … Ceritanya menguras emosi bgt . Gmn bisa si kyu selingkuh sama pasiennya sendiri . .. Dan dgn terang2an lg . Klo aq jd haven mgkin jg bkal berbuat hal yg sma …

    Reply

  85. Seftia yolanda
    Sep 08, 2015 @ 14:15:38

    Nyesek……
    Buset dah…. Ngga ikhlas gue Haven masuk penjara….. Semua gara gara kyuhyun tuh….. Bisa bisa nya kyuhyun yg udh janji sama haven cinta ama Ae….. Ngga ikhlas…..

    Ah…. Baper kan tuh…..

    Boleh minta sequel nggak…? Boleh ya boleh ya…..

    Reply

  86. kyunie143
    Feb 22, 2016 @ 15:10:19

    Kyuhyun dan wanita itu yang jahat kenapa haven yang menderitaaa???!!! I hate this!!!

    Reply

  87. yanteuk
    May 05, 2016 @ 09:54:26

    kyu jahat banget sihhh. harusnya haeven meninggalkan kyu aja biar dia tau rasa. ffnya keren banget feelnya benar2 dapat. buat squelnya dong. salam kenal aku pembaca baru disini izin baca ya

    Reply

  88. gyukyu
    May 05, 2016 @ 11:45:28

    Nyesek bangettt (۳º̩̩́Дº̩̩̀)۳
    Dapet bgt feel’y…
    Need sequel thor kalo bisa…
    Kyu b****sek bgt ˘̀^˘́҂
    Keep writing thor😉

    Reply

  89. halisahsufriaditaba
    May 05, 2016 @ 11:46:08

    Wah,,, Daebak!!! Aku dapat rekomendasi ini dari Cho Raesun Eonni. Bener2 ngaduk perasaan. Semua perannya antagonis. Tapi siapa yang membuat peran itu?? Tentu saja penulisnya. Hanya saja peran antagonis yang ini beda dari yang lain. Dan aku suka banget!! Thanks untuk ceritanya. Ditunggu cerita selanjutnya.

    Reply

  90. Widya Choi
    May 05, 2016 @ 13:18:52

    Ini smua tjdi krn u tak bs mnjaga hatimu oppa.. n skrg mrk berdua yg tskiti

    Reply

  91. uchie vitria
    May 08, 2016 @ 11:59:03

    agak ambigu ya sebenarnya mungkin niata kyuhyun menjaga haven itu sebagai seorang kakak ya mungkin hanya sebatas kasih sayang kakak terhadap adiknya
    tapi tindaksn haven mencelakai hyun ae juga salah banget
    kyuhyun kamu sebenarnya ingin bagaimana
    benar” cintakah sama hyun ae atau karna kasian

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: