Snakes On The Plane {14/?}

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

Part 11

Part 12

Part 13

 

Yun Hee….

Gadis itu berdiri tepat dihadapanku. Pistolnya mengarah lurus kearahku.

Sorot matanya memancarkan kemarahan. Mungkinkah ia sudah tahu?

Trek

Ia bersiap menembak. Aku pasrah jika ia memang menembakku.

1…

2…

“ Hemph. Lupakan,”

Ku buka mataku perlahan. Yun Hee tampak marah, menggenggam pistolnya. Tapi pistol itu tidak mengarah padaku. Aku merasa sedikit lega.

Kemudian aku menyadari ada sosok mungil didekat kaki Yun Hee. Sosok itu menatapku sekilas, lalu bersembunyi dibalik kaki Yun Hee.

“ Siapa itu, Yun Hee?” tanyaku. Yun Hee yang sedang menyimpan pistol kedalam sakunya sedikit terkejut, melirik kearah kakinya.

“ Oh, dia…” Yun Hee tak melanjutkan kalimatnya. Aku memiringkan kepalaku, kali ini sosok itu terlihat jelas.

Anak perempuan bermata sipit, berkulit putih kekuningan dan rambut hitam mengenakan baju terusan warna pink. Ia menatapku dengan raut wajah ketakutan.

Detik itu juga aku merasakan sensasi aneh.

Tubuhku seperti ditusuk jarum, jantungku seperti diremas. Sesak! Kenapa ini? Apa yang terjadi?

“ Hentikan, sayang,”

Suara lembut Yun Hee menyelamatkanku. Sesaat setelah ia berbicara, sensasi menyakitkan itu hilang.

Aku hampir kehabisan nafas. Mataku melirik kearah Yun Hee. Gadis itu menggendong anak perempuan itu. Anak itu membenamkan wajahnya dalam pelukan Yun Hee. Apa mungkin….

“ Jadi,”

Aku terkesiap mendengar suara Yun Hee. Suaranya dingin bagai es.

“ Apa yang Kapten Choi lakukan disini?”

Sorot matanya setajam pisau. Aku menelan ludah, berusaha tetap tenang.

“ Aku datang menjemputmu,”

* * *

Yun Hee POV

“ Aku datang menjemputmu,”

Menjemput? Atau ini perintah dari ahjussi?

“ Ayo kita pulang, Yun Hee,”

Pulang?

Aku menunduk, kemudian melirik gadis mungil yang tengah ku gendong. Tubuhnya gemetar. Kehadiran Siwon membuatnya ketakutan.

Pulang ya…

Aku tak ingin kembali kesana. Aku tak ingin menyakiti perasaan Sakura. Aku sudah berjanji akan menjauh dari Saki.

Tapi disisi lain, aku harus mencari tempat yang aman untuk anak ini. Ku pejamkan mataku, berpikir apa yang sebaiknya ku lakukan.

Samar-samar aku mendengar isak tangis. Oh, gadis ini menangis. Ia pasti ketakutan.

Aku menghela nafas,

“ Baiklah,”

Siwon tampak sumringah mendengar jawabanku. Ku lirik tubuh kecil dalam pelukanku, perlahan ku belai rambutnya.

“ Kau aman sekarang,”

* * *

Ruang Simulasi Cop Squad…

Seiryuu menggebrak tuas penggendali Roboguardnya, berteriak frustasi.

“ Ayolah! Bergerak!!”

Saki mengamati dengan rasa khawatir. Beberapa saat setelah mereka tiba di ruang simulasi, tiba-tiba salah satu teknisi mengabarkan Roboguard milik Seiryuu mengalami sedikit kerusakan sehingga harus diperbaiki. Seiryuu yang tak percaya akan hal tersebut, memaksa menjalankan Roboguardnya.

“ Sialaaaan!!!! Kenapa tidak mau bergerak!!??”

Sakura menghela nafas, “ Buang-buang waktu saja,”

Saki memukul Sakura, teriakan protes meluncur dari mulutnya.

“ Apaan sih?!”

Saki melotot, “ Kau ini….bisa tidak jangan komentar? Oneechan sedang berusaha mati-matian saat ini. Tidak bisakah kau sedikit merasa khawatir?”

Sakura menepuk keningnya, “ Khawatir? Yang aku khawatirkan sekarang adalah Ryuu jadi gila. Sudah hampir tigapuluh menit ia seperti itu. Dan selama itu juga ia tak menjelaskan apapun pada kita,”

Saki melirik kearah Roboguard milik Seiryuu. Ia pun merasa ada yang aneh dengan kakak kembarnya. Setelah Seiryuu memanggil adik-adiknya dengan radio, ia langsung menuju Roboguardnya. Tak ada penjelasan mengapa mereka harus buru-buru.

Saki menghampiri Roboguard milik Seiryuu. Ia baru saja hendak membuka mulutnya ketika ia merasakan desiran angin yang tak biasa.

“ Ada apa?” tanya Sakura. Ia melihat perubahan raut wajah Saki.

Saki menoleh kearah Sakura, “ Aku mendengar suara helikopter,”

Sakura mengerutkan keningnya,

“ Helikopter?”

* * *

Helikopter hitam itu turun perlahan. Angin berhembus kencang akibat putaran baling-baling helikopter itu. Seiryuu berlari menghampiri heliport, diikuti Saki dan Sakura. Dari kejauhan, ia melihat Siwon dan Yun Hee didalam sana. Yun Hee terlihat memeluk seseorang.

“ Kapten!”

Baling-baling helikopter berhenti berputar. Yun Hee turun sambil menggendong seorang gadis kecil. Sorot matanya tak biasa. Seolah jiwanya sedang terbang berkelana.

“ Sayuri-neechan…”

Saki terperangah. Sebagai seseorang yang memiliki kekuatan elemen angin, ia bisa merasakan ada yang tak biasa dengan udara disekeliling Yun Hee. Seperti pisau yang tak terlihat, kini menyayat sekujur tubuhnya.

“ Ada apa?”

Saki tersentak, hampir saja ia hanyut dalam gelombang udara yang menyakitkan itu. Jika saja Sakura telat memanggilnya, mungkin saat ini—

“ Kapten!”

Derap langkah kaki saling sahut menyahut dibelakang Saki. Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun dan Ryeowook berlari menghampiri Siwon, sementara Hankyung berjalan santai mengikuti mereka.

“ Kapten, apa yang terjadi?”

“ Kenapa kau tiba-tiba pergi?”

“ Apa ada yang kau temukan?”

Baru saja Siwon turun, ia sudah dibombardir pertanyaan oleh anggota timnya. Hankyung menengahi mereka.

Yun Hee berjalan melewati mereka, menimbulkan gelombang udara yang aneh bagi Saki. Seperti listrik, udara itu menyentuh Saki dan ia berjengit kesakitan. Namun Yun Hee seolah tak melihatnya. Ia terus berjalan memasuki markas sambil menggendong gadis kecil itu.

“ Kau merasakannya, Saki-san?” tanya Siwon. Kali ini Saki terkejut mendapati pemuda tegap itu berdiri didekatnya.

Saki mengangguk, meski sebenarnya ia tak yakin dengan arah pembicaraan Siwon. Mata cemerlangnya beralih kearah pintu masuk.

“ Anak itu seperti kalian,”

Saki tercengang.

“ Ia juga memiliki kekuatan,”

* * *

Yun Hee menurunkan gadis kecil itu, membaringkan diatas ranjang. Gadis itu menatap Yun Hee, sensasi menyakitkan itu muncul namun Yun Hee mengabaikannya.

Dimana ini?

“ Markas Besar Cop Squad. Disini aman,”

Gadis itu terbelalak.

Kau bisa mendengar pikiranku?

Yun Hee tersenyum, mengusap kepala gadis itu, “ Bukankah sudah ku bilang aku ini sama sepertimu?”

Gadis kecil itu tersenyum lega. Jemari Yun Hee berpindah ke pipi gadis itu, “ Tidurlah,”

Sensasi menyakitkan itu perlahan menghilang, bersamaan dengan terpejamnya mata gadis itu.

Yun Hee mengambil selimut tebal dari dalam tasnya. Matanya terpaku pada pistol yang ia simpan saat menaiki helikopter.

Pikirannya melayang, mengingat situasi beberapa jam sebelumnya.

* * *

“ Eh?”

Yun Hee menurunkan pistolnya. Matanya bertemu dengan mata seseorang. Seorang gadis kecil. Baju terusannya tampak lusuh dan kotor. Namun matanya sedikit berbeda. Ketika Yun Hee menatapnya, tiba-tiba tubuhnya terasa sakit. Perlahan nafasnya terasa sesak seolah udara disekitarnya menipis. Tubuhnya limbung. Ia pun terjatuh menabrak dinding reyot.

Pistol Yun Hee terangkat, gadis kecil itu menjerit. Tak lama rasa sakit itu lenyap. Yun Hee terengah-engah. Ia mencoba menarik nafasnya. Matanya mencari keberadaan gadis kecil itu.

“ Si-siapa kau?”

Yun Hee menurunkan pistolnya, menyimpannya didalam tas. Perlahan ia mendekati gadis itu.

“ Jangan mendekat!”

Langkah Yun Hee terhenti. Suara isakan tangis terdengar dari balik sofa. Gadis kecil itu ketakutan.

“ Kau pasti salah satu dari mereka kan?”

Yun Hee menggeleng. Kakinya kembali melangkah, mencoba mendekati gadis itu.

“ Aku tak tahu siapa yang kau maksud, tapi,” Yun Hee mengulurkan tangannya, “ Aku bukan musuh,”

Sejenak gadis kecil itu ragu. Gemetar, tangannya terulur meraih tangan Yun Hee.

“ Aku Yun Hee. Siapa namamu?”

Gadis itu mendongak, sensasi menyakitkan muncul tiba-tiba.

“ Mei Lin. Li Mei Lin,”

* * *

Yun Hee menatap leher Mei Lin. Sebuah tanda melekat disana, seperti yang ada di tangan kanan Yun Hee. Namun bentuknya berbeda.

Aquarius.

Firasat buruk muncul dalam benak Yun Hee. Ia mengenal satu orang dengan tanda yang sama.

Kenapa anak ini bisa memilikinya?

“ Yun Hee?”

Suara itu cukup membuatnya nyaris melompat dari ranjang. Siwon muncul dari balik pintu, raut wajahnya masih sama seperti saat di hutan. Khawatir dan takut.

“ Maaf, aku sudah mengetuk tapi kelihatannya kau tidak mendengar,”

Yun Hee memalingkan pandangan, “ Ada perlu apa?”

Siwon melirik Mei Lin, kemudian beralih ke Yun Hee, “ Jenderal Shin ingin kau menemuinya,” Matanya beralih pada Mei Lin lagi, “ Dan ia ingin kau membawa anak itu,”

* * *

Setibanya di ruangan Jenderal Shin, Yun Hee mendapati seluruh anggota tim Siwon juga berada disana. Ia berusaha untuk tidak menatap Sakura, namun matanya justru bertemu dengan Seiryuu dan Saki.

Sekilas ia nyaris tidak bisa membedakan ketiga gadis itu. Sakura membiarkan rambutnya sedikit memanjang, menjadikannya Seiryuu kedua. Sementara Saki mulai mengikat rambutnya keatas, beberapa helai dibiarkannya menjuntai tak terikat.

Satu hal yang membuat mereka berbeda. Seragam mereka. Sudah lama rasanya Yun Hee tak melihat seragam itu. Seragam Zodiac. Denyut jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

“ Nah,”

Seiryuu memecah keheningan, nada bicaranya terdengar aneh. Hanya Sakura yang akan mengeluarkan nada sinis seperti itu. Tapi kali ini Sakura diam.

“ Apa yang ingin Anda bicarakan, wahai Tuan Jenderal?”

Saki tak menyikutnya, seperti yang sering ia lakukan. Ia juga diam. Pertanda Seiryuu benar-benar marah.

Belum pernah ada yang melihatnya marah kecuali Hitoshi dan Komisaris Hayate. Yun Hee pernah mendengar, membuat Seiryuu marah sama halnya dengan membangunkan beruang yang tertidur.

Dan Seiryuu lah beruang itu. Kini, ia terusik. Entah apa sebabnya. Namun keganjilan sikap Seiryuu itu rupanya juga mengusik Siwon.

“ Seiryuu, tenanglah,”

Seiryuu tak bergeming, akan tetapi bola matanya bergerak kesamping, menghindari tatapan Siwon.

Jenderal Shin berdiri, memandangi satu persatu hingga pandangannya tertuju pada Mei Lin. Menyadari dirinya sedang diamati, Mei Lin refleks mendongak dan sorot matanya memancarkan kekuatan. Detik itu juga, Jenderal Shin merasakan tubuhnya seperti ditusuk dan jantungnya dicengkeram. Yun Hee yang melihat itu, mengusap kepala Mei Lin dan menenangkannya. Perlahan rasa sakit itu menghilang. Jenderal menghela napas lega.

“ Jenderal, kau baik-baik saja?”

Tapi Yun Hee tahu, terlihat dari derasnya keringat yang mengalir dari dahi pamannya itu. Ia tahu, karena ia yang pertama kali merasakannya.

“ Ya, aku baik-baik saja,” Jenderal Shin menatap Mei Lin sekali lagi, gadis kecil itu kini tertunduk sambil memegang kaki Yun Hee.

“ Siapa namamu, manis?” Keramahan Jenderal Shin tak mampu mengusir ketakutan Mei Lin. Menyadari itu, Yun Hee menjawab, “ Li Mei Lin. Aku menemukannya didalam rumah yang nyaris ambruk di hutan. Dia memiliki kekuatan Zodiac,”

Seiryuu tercengang, sementara Siwon mengangguk paham. “ Itu menjelaskan sensasi aneh yang kurasakan saat menatap matanya,”

“ Bagaimana bisa? Ia terlalu kecil untuk kekuatan sebesar itu,” Kali ini Kyuhyun yang angkat bicara. Jenderal Shin menatap Yun Hee, gadis itu mengangguk, “ Mei Lin tidak ingat bagaimana ia bisa melakukan itu. Hal yang terakhir yang ia ingat hanyalah ia tertembak saat sedang bersama ibunya,”

Jenderal Shin tak melepaskan pandangannya dari Yun Hee, “ Maksudmu, ia hampir mati saat itu?”

Yun Hee memalingkan wajah, “ Kira-kira begitulah,”

Sorot mata Jenderal Shin memancarkan kepuasan, “ Ah….tentu saja. Pantas saja ia memilikinya,”

Yun Hee mendelik, “ Maksud Anda?

“ Jika pemilik kekuatan Zodiac tewas, maka kekuatannya akan berpindah. Akan tetapi perlu diingat, kekuatan ini tak akan berkembang jika pemilik selanjutnya dalam keadaan sehat. Kekuatan Zodiac justru menjadi sangat kuat ketika dipindahtangankan kepada seseorang yang sedang sekarat,”

Semua yang ada didalam ruangan tersentak. Terutama Siwon dan Yun Hee.

“ Bagaimana mungkin?” tanya Saki. Jenderal Shin mengerling kearah lapangan, pandangan matanya menerawang.

“ Pada dasarnya, kekuatan Zodiac adalah energi kehidupan. Ia membangkitkan jiwa setiap makhluk yang berada diantara hidup dan mati. Akan tetapi ada sebagian orang yang beruntung memiliki kekuatan Zodiac sejak lahir,”

Seiryuu dan Saki saling pandang. Sementara Sakura diam membeku. Ryeowook maju selangkah kemudian bertanya, “ Lalu kenapa Anda memberikan kekuatan Sagitarius pada Kapten Siwon? Anda kan belum sekarat saat itu,”

Refleks, Donghae menjitak kepala Ryeowook.

“ Ouch!”

“ Diam,” bisik Donghae. Ryeowook tertunduk malu. Namun Jenderal Shin justru terkekeh mendengar pertanyaan lancang Ryeowook.

“ Aku memutuskan memberikan kekuatan Sagitarius pada Siwon karena aku merasakan ada potensi dalam dirinya. Dan dugaanku benar. Spirit Sagitarius membangkitkan kekuatannya yang terpendam. Berbeda sekali ketika kekuatan itu berada dalam tubuhku,”

Jenderal Shin membalikkan badan, beralih ke Mei Lin.

“ Mei Lin,”

Mendengar namanya disebut, Mei Lin refleks bersembunyi dibalik Yun Hee. Jenderal Shin menghampirinya, bertanya dengan nada kebapakan, “ Siapa nama orangtuamu?”

Tangan mungilnya mencengkeram baju Yun Hee. Ia tampak ketakutan mendengar pertanyaan Jenderal Shin.

“ Apakah ibumu…..Li Shin Pei?”

Mei Lin mengangguk. Seiryuu terkejut melihat reaksi Mei Lin.

“ Shin Pei-sama? Maksudmu….kapten team 1 Zodiac?”

Jenderal Shin tersenyum, tampak bangga. “ Kau memiliki ingatan yang hebat, Hiragawa-san,”

Namun Seiryuu tak terpengaruh dengan pujian itu. Ia seperti tak percaya dengan kenyataan yang ia dapat.

“ Maaf…tapi siapa Li Shin Pei?” tanya Eunhyuk.

Semua menoleh kearah Seiryuu, meminta penjelasan. Gadis itu diam sejenak, kemudian ia berbicara, “ Li Shin Pei. Kapten Team 1 Zodiac, pasukan khusus keamanan flora dan fauna wilayah Eropa. Ia termasuk dua belas orang yang memiliki spirit pendahulu Zodiac. Terakhir kali ku dengar ia pergi ke Brazil untuk mengawasi fauna disana,”

Jenderal Shin berdiri, mengambil secarik kertas dari atas mejanya, “ Li Shin Pei memang tadinya ada di Brazil, tapi sekarang tidak lagi,”

Jenderal Shin menarik napas, terdengar berat.

“ Ia sudah tewas,”

 

To Be Continued…

12 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Jan 23, 2014 @ 22:20:42

    Makin seru!!! Tp kelanjutannya jgn kelamaan lg dong thor. Ditggu…
    Faighting!!!

    Reply

  2. KSMaMin
    Jan 25, 2014 @ 14:29:41

    gilaaa… lama bgt ini…
    tp ketjeh.. memuaskan buat penantian panjanggg…
    ilanjutin yg cepet ya thooorrr…

    Reply

  3. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  4. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  5. shoffie monicca
    Aug 10, 2014 @ 15:11:41

    lnjut thor..

    Reply

  6. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  7. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  9. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  10. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  11. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  12. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: