[FF Of The Week] Destiny

1378702_593912693978639_1469012328_n

Nama : Betty Dwinastiti
Judul Cerita : Destiny

Tag (tokoh/cast) : Cho Kyuhyun Super Junior as Cho Kyuhyun

Shin Rhae Hoon (OC)

Genre : AU, Romance.


Rating :  PG -15
Length : Oneshoot
Catatan Author (bila perlu): FF ini sudah pernah dipublish di wp pribadi author di
www.shinrhaehoonstalkerchokyuhyun.wordpress.com

 

Happy Reading!

“……………………………….takdir sudah merangkainya menjadi sangat indah, astaga…apa tujuanku masih sama meski aku sudah menentangnya dengan keras?”

 

 

 

Mata bulat gadis itu membola seketika saat retinanya menangkap fokus yang begitu ia kenal dengan baik tengah tersenyum tenang di hadapannya. Rhae Hoon meremas jemarinya sesekali sambil tak bisa melepas fokusnya pada sosok nan gagah yang kini tengah menyesap kopinya dalam diam.

Cho Ahjumma dan Cho Ahjussi tersenyum lebar, sementara ayah dan ibu Rhae Hoon bersikap begitu ramah dengan mempersilakan ketiga tamu istimewanya malam itu untuk menyantap hidangan yang sudah di sediakan di ruangan ekslusif restoran itu.

Kyuhyun lalu menyendok makanannya dalam diam, sama sekali tak tertarik menanggapi lemparan tatapan seram Rhae Hoon yang tak bisa ia artikan. Ia lebih memilih memandang gadis itu dalam diam, menikmati suasana formal yang baru pertama kali ia rasakan.

“Jadi kapan tanggal pernikahannya?” suara tegas Tuan Cho, ayah Kyuhyun menggema. Rhae Hoon mengulum makanannya, membiarkan sup ayam ginseng itu menghangat di mulutnya.

Yeobo, apa tidak terlalu terburu-buru jika langsung menentukan hari pernikahan? Bagaimana kalau kita beri waktu pada Kyuhyun dan Rhae Hoon dulu, bagaimanapun pernikahan adalah sesuatu yang harus di pikirkan masak-masak.” Cho Hanna menginterupsi.

“Ah, itu benar. Kita serahkan pada anak-anak kita saja dulu.” ujar ayah Rhae Hoon, sementara Ibu Rhae Hoon yang duduk di antara suami dan anak perempuannya itu hanya mengangguk sembari mengulum senyum.

-XXX-

Suara debur ombak memecah keheningan yang tercipta, Kyuhyun memasukkan tangan kiri Rhae Hoon yang dingin ke dalam saku mantelnya, iris kecokelatan itu memandang mata Rhae Hoon sebentar lalu menatap lurus lagi ke depan. Tak ada yang berniat membuka pembicaraan, setidaknya sampai Rhae Hoon tiba-tiba menginjak kaki Kyuhyun dengan sengaja. Bersamaan dengan amarah yang sudah ia tahan di ubun-ubun, gadis itu tertawa puas menikmati tampang menyedihkan Kyuhyun.

Appo,” Kyuhyun mengelus kaki kirinya yang menderita , ia lalu terduduk di atas pasir dan membuka sepatunya.

“Itu hadiah karena kau sudah menipuku mentah-mentah.” Rhae Hoon ikut duduk di samping pria bermata cokelat itu sambil bersedekap di depan dada.

“Kalau kau tahu siapa yang akan di jodohkan denganmu aku yakin kau pasti akan lari terbirit-birit Nona Shin.” Kyuhyun menyeringai, wajah tampannya makin bersinar meski di tengah gelap. Rhae Hoon menghela napasnya pelan, ia melepas high heels yang ia kenakan dan membiarkan pasir yang dingin  menyapa kakinya.

“Setidaknya jangan berbohong dengan dalih pergi ke Nami jika nyatanya kita akan di pertemukan malam ini,” Rhae Hoon mengerucutkan bibir, di jodohkan dengan Kyuhyun sama sekali tak pernah terlintas di otaknya. Seminggu yang lalu ia memang di suruh memilih satu diantara lima amplop yang di sediakan ibunya. Dan entah sedang sial atau malah tengah dinaungi dewi keberuntungan ia memilih satu amplop yang paling dekat dengan tempat duduknya tanpa tahu di dalam amplop berwarna cokelat itu ternyata sudah tersimpan foto Cho Kyuhyun.

“Apa yang sedang kau pikirkan Hoon-ie?”

“Aku sedang memikirkan nasibku yang begitu malang, yang benar saja Kyu? Aku harus menikah dengan raja setan sepertimu? Astaga, sepertinya memang isi dari lima amplop itu adalah fotomu semua!”

Kyuhyun terkekeh geli melihat tampang sayu Rhae Hoon, gadis itu menopang dagunya dengan kedua belah tangan dan menatap horor padanya. Mata bening itu sama sekali tak menyiratkan apapun untuk Kyuhyun selami, sampai saat ini pria itu tak pernah tahu apa yang membuat Rhae Hoon betah hidup menyendiri sementara usia gadis itu tengah menjelang dua puluh empat tahun sementara kedua orang tua gadis itu  sudah heboh mencari calon mantu.

“Setidaknya kau harus bersyukur karena akhirnya memilihku sebagai calon suamimu, bagaimana kalau ternyata kau memilih foto seorang ahjussi mesum yang botak dengan perut buncit huh?”

“Hah, kau terlalu mendramatisir. Mana mungkin ibuku tega melihat anaknya yang cantik ini menikahi ahjussi seperti dalam khayalanmu itu.”

“Makanya terimalah nasibmu menjadi istriku, sepertinya aku juga takkan keberatan menerimamu sebagai calon istri. Kalau dilihat-lihat lagi kau cukup cantik dan seksi, yah….setidaknya aku takkan malu jika membawamu ke pesta.”

“Ya! Cho Kyuhyun, kau mau mati huh!”

-XXX-

“Selamat pagi pemalas,” Rhae Hoon menggeliat sekilas merasakan kelembutan tangan seseorang tengah membelai wajahnya, nyawa gadis itu sama sekali belum terkumpul. Ia lalu menepis tangan itu kasar dan memejamkan matanya lagi. Sementara orang itu menggelengkan kepalanya samar dan mulai berjalan memutari kamar bercat cokelat muda itu. Foto-fotonya dan gadis itu berjajar dengan rapi di tiap sudut kamar, Kyuhyun mengambil salah satu foto. Tersenyum mengingat memori yang tersimpan di baliknya, dirinya dan Rhae Hoon yang masih memakai pakaian seragam sekolah dan menyandang tas dipunggung, wajah gadis itu masih sama seperti beberapa tahun lalu, masih polos dan tak pernah membosankan untuk dipandangi. Kyuhyun bukannya tak terkejut saat orang tuanya berencana mencarikan calon istri untuknya yang tahun ini berulang tahun ke dua puluh lima, ia sempat mencak-mencak dan menolak perjodohan itu. Namun saat tahu siapa gadis yang akan dinikahkan dengannya Kyuhyun merubah keputusannya, apa mungkin selama ini ia menyimpan perasaan cinta pada gadis yang kini tengah membasahi bantalnya dengan ukiran pulau abstrak itu?

Seperti biasa, jika tak berhasil membangunkan Rhae Hoon maka Kyuhyun melakukan hal yang kini ia kerjakan sambil terkekeh. Menggulung tubuh gadis itu dalam selimut tebal lalu membawanya keluar kamar, Kyuhyun tertawa puas saat Rhae Hoon berteriak heboh di gendongannya minta di turunkan. Gadis itu tahu dengan benar bencana macam apa yang tengah menantinya saat ini seperti yang sudah-sudah.

“Turunkan aku sebelum aku berteriak!” suara gadis itu terdengar serak, Kyuhyun memeletkan lidah sebelum menjatuhkan tubuh gadis itu kedalam bath up dan mengguyur tubuh Rhae Hoon yang masih di balut selimut tebal dengan air hangat.

“Ya! Setan berambut cokelat, kau benar-benar mau mati rupanya,” umpat gadis itu saat wajahnya sudah terkena sapuan air hangat. Rhae Hoon mendudukkan dirinya dengan susah payah lalu mendaratkan satu jitakan manis pada kepala Kyuhyun.

“Ya!”

“Itu hukuman karena kau sudah mengganggu acara tidurku untuk ratusan kali Cho Kyuhyun. Kau benar-benar setan berambut cokelat yang menyebalkan!” Rhae Hoon mengumpat, lagi dan lagi sampai Kyuhyun hampir di buat frustasi karenanya.

“Kau bisa diam tidak, telingaku bisa tuli mendengar umpatanmu itu,”

“Aiiisssh,”

Kuhyun tersenyum tenang, ia lalu menggapai wajah Rhae Hoon. Menangkupnya dengan kedua belah tangan, merasakan getaran aneh pada kulitnya saat menyentuh kedua pipi pualam gadis itu.

“A..apa?” Rhae Hoon merona, bukan hanya sekali ini. Tapi setiap kali Kyuhyun menatapnya seperti ini atau ketika pria bermata indah itu menyentuhnya meski hanya sekedar mengacak rambutnya.

“Mulai saat ini kau harus bersikap manis padaku.”

“Itu hanya akan terjadi jika dunia sudah runtuh Kyu.”

“Kau itu calon istriku.”

“Benarkah? Seingatku aku sama sekali belum menjawab iya Tuan Cho.”

“Tapi kau juga sama sekali tak menolaknya ‘kan? Padahal semalam aku pikir kau akan melempariku dengan semua makanan di meja saat kau tahu siapa calon suamimu atau mungkin menenggelamkanku di pantai. Tapi nyatanya kau hanya diam bak Cinderella yang menemukan sepatu kacamu  tengah di genggam pangeran impiannya, jadi bisa di simpulkan jika kau sangat bersedia menerimaku menjadi suamimu.”

Rhae Hoon membeku, padahal air hangat mulai menjalar disekitar tubuhnya. Kesadarannya mulai kembali, tak habis pikir kenapa ia tak melakukan hal-hal yang baru saja Kyuhyun katakan. Benar juga, kenapa aku tak lari terbirit-birit saat tahu pria ini yang akan menjadi suamiku nantinya? Rhae Hoon mengerjapkan matanya sambil membatin tak jelas. Ia hampir beranjak dari duduknya sebelum Kyuhyun menahan bahu gadis itu untuk tinggal. Manik cokelatnya meniyipit seolah mempertanyakan maksud tin- dakan pria itu. Kyuhyun menghela napasnya sebentar dan makin menyamankan duduknya di pinggiran bath up. Pria yang pagi ini memakai kemeja cokelat itu masih betah menatapi wajah di hadapannya, wajah yang sangat ia kenal dengan baik bahkan sejak berusia lima tahun. Saat itu Rhae Hoon adalah gadis berusia empat tahun yang sangat manis, ia bahkan masih ingat bagaimana gadis itu menangis saat ia merebut permen Rhae Hoon kecil.

“Apa kau membenciku?”

“Kenapa aku harus membencimu?” Rhae Hoon mengikuti permainan Kyuhyun, ia juga menatap mata indah itu. Ingin tahu siapa yang akan bertahan lebih lama jika posisi mereka terus seperti ini.

Kyuhyun tersenyum miring, bagaimanapun  kenangan itu masih tercetak jelas di ingatannya. Kenangan yang membuat Rhae Hoon menyimpan sebentuk kebencian padanya meski gadis itu tak pernah memperlihatkannya dengan terang-terangan.

“Kalau begitu mari kita menikah.”

“Tidak mau!”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak mencintaimu.” Seuntai kalimat itu begitu lancar terucap dari bibir Rhae Hoon meski sebenarnya gadis itu merasakan pembuluh darahnya menyempit. Tidak mencintai Kyuhyun? Ia bahkan sudah jatuh cinta pada pria itu sejak Kyuhyun masih suka mengompol dan menceceri dinding kamar dengan ingus.

“Kalau begitu mari kita buat satu pembuktian.”

“Apa?” Rhae Hoon memicingkan mata, pembuktian macam apa yang akan Kyuhyun  lakukan padanya? Gadis itu bergidik ngeri saat teringat jika kini keduanya tengah berada di satu ruangan sempit dan sama sekali tak ada orang dirumah. Keluarga gadis itu memang pergi piknik hari ini, dan Rhae Hoon sama sekali tak berminat ikut menapaki jalanan menuju gunung yang pasti tengah membuat ayah, ibu dan kakak laki-lakinya bahagia.

“Aku bisa teriak kalau kau aneh-aneh padaku Hyun-ie?” Rhae Hoon pucat, wajahnya pias saat Kyuhyun mendekatkan wajahnya, bukannya takut pria itu malah menyeringai khas layaknya malaikat pencabut nyawa.

“Sudah lama aku tak mendengarmu memanggilku dengan nama Hyun-ie seperti itu.”

Kyuhyun senang bukan kepalang, sudah lama sekali Rhae Hoon ‘mogok’ memanggilnya seperti itu. Hyun-ie, Rhae Hoon kecil yang manis selalu memanggilnya seperti itu sampai beberapa tahun lalu gadis itu tak pernah lagi melakukannya. Entahlah, meski Kyuhyun tahu dengan pasti penyebabnya ia sama sekali tak berniat menanyakan hal itu pada Rhae Hoon.

“Apa yang ada di kepalamu saat ini Hyun-ie?” Rhae Hoon ketakutan setengah mati, ia yakin Kyuhyun takkan melakukan tindakan kriminal. Tentu saja, yang ia khwatirkan adalah bagaimana jika jantungnya melompat keluar saat ini? Gadis itu lebih memilih memejamkan matanya menikmati bibir Kyuhyun yang kini sudah mengulum daun bibirnya bergantian. Sial! Kenapa bisa sehangat ini? Gadis itu mengumpat dalam hati, meski kepalanya memerintahkan agar ia mendorong tubuh pria itu jauh-jauh justru nalurinya menolak semua itu. Tangan gadis bahkan sudah menjalar pada kerah kemeja Kyuhyun, alih-alih menjauhkan tubuh pria itu. Ia malah terlihat seperti mencari pegangan untuk melampiaskan sensasi aneh yang sudah merusak sistem kerja otaknya. Kyuhyun masih memejamkan matanya, ia tersenyum dalam ciuman hangat itu. Pembuktian yang ia rencanakan berhasil, dan Rhae Hoon kini tengah merutuk dalam hati. Merasa mendapat ejekan lewat senyuman miring Kyuhyun kini, tapi decapan manis yang berasal dari bibir Kyuhyun membutakan perasaannya. Biar saja setelah ini ia akan menyesal dan mengacak-acak tatanan kamarnya, biar saja Kyuhyun akan menertawakannya habis-habisan. Astaga Shin Rhae Hoon, kau benar-benar sudah tidak waras!

-XXX-

Gadis itu melihat tumpukan buku-buku di depannya dengan tampang bosan yang membuat kepalanya mau meledak. Ia baru saja menyelesaikan mengkatalog ratusan judul buku dalam lima hari belakangan dan kini Kepala Bagian sudah datang bersama para pekerja yang sudah membawa puluhan kardus berisi buku yang seakan tersenyum padanya. Dari sekian banyak pekerjaan pustakawan Rhae Hoon memang paling mengutuk pekerjaan mengkatalog. Astaga! Gadis itu bahkan sudah kehilangan nafsu makannya saat ini.

“Jangan terburu-buru mengerjakannya Nona Shin, setidaknya kau punya waktu sampai akhir bulan.” Kepala Bagian bernama lengkap Park Jung Soo itu tersenyum ramah sambil lalu.

Aiggooo Hyosun-ah, kenapa kau harus menikah dan hamil huh? Lihat, aku harus berkencan dengan semua buku ini sampai akhir bulan. Astaga!” Rhae Hoon memandangi wajah sahabat kentalnya, Kim Hyo Sun yang terpampang manis bersamanya sebagai wallpaper handpone. Gambar itu diambil sebelum Hyo Sun menikah dan kini sudah mengambil cuti hamil.

“Aku juga bisa membuatmu hamil kalau kau menikah denganku nanti,”

Suara merdu yang Rhae Hoon anggap bagai suara serangga pengganggu itu membuat ia menoleh, Kyuhyun tengah bersandar di daun pintu sembari memegang seikat bunga dan sebuah kotak berwarna merah.

“Apa yang kau lakukan di tempat kerjaku?”

“Hanya ingin mengantarkan bunga cantik dan makanan ini,” Kyuhyun meletakkan kotak merah tadi di atas meja Rhae Hoon dan menyerahkan seikat bunga mawar, Rhae Hoon menerima bunga itu dengan kaku. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Kyuhyun lagi setelah peristiwa di kamar mandi, astaga gadis itu bahkan sudah merinding mengingat cengkramannya pada kerah kemeja Kyuhyun saat itu.

“Aku pergi dulu, aku takut kau takkan fokus bekerja jika ada malaikat tampan di sekitarmu,” Kyuhyun melambaikan tangan dan  berbalik meski keinginannya untuk memeluk gadis itu hampir membuat ia gila. Pria itu segera menghilang di balik pintu, meninggalkan Rhae Hoon yang termangu di tempat. Gadis itu lalu menghirup wangi mawar di tangannya, tersenyum girang lalu mulai membuka kotak makanan dari Kyuhyun dengan penuh minat, pria itu sudah berhasil mengembalikan keinginannya untuk memasukan makanan kedalam perutnya yang belum terisi apa-apa dari pagi.

-XXX-

“Jadi bagaimana? Kau sudah memutuskan akan menikah dengan Kyuhyun atau tidak?”

Rhae Hoon menghentikan kegiatannya memotong bawang, gadis itu lalu menatap pada sang ibu yang masih asyik membolak-balik masakannya.

Eomma, apa menurutmu aku akan bahagia hidup bersama Kyuhyun?”

“Tentu saja sayang, dia baik dan tampan. Apa lagi yang kau takutkan? Ingat ya, kau sendiri yang bilang takkan menolak siapapun yang  di jodohkan padamu jika kau sudah berusia dua puluh empat tahun dan belum menemukan calon suami sesuai keinginanmu.”

Rhae Hoon meringis, ucapan sang ibu benar. Ia sendiri yang sudah mengucapkan hal itu dulu, kenapa takdir harus mempersiapkan Kyuhyun untuknya? Kenapa ia harus memilih amplop dengan foto Kyuhyun di dalamnya? Dan kenapa Kyuhyun pernah menyakitinya di masa lalu dan membuat gadis itu berhenti memimpikan Kyuhyun sebagai pendamping hidup?

“Kau masih membencinya diam-diam?’’ suara lembut wanita paruh baya itu membuat Rhae Hoon meletakkan pisau di tangannya. Gadis itu duduk dengan malas dan menopang dagu.

“Aku benci padanya, tapi aku juga tak bisa memungkiri jika aku mencintai setan berambut cokelat itu begitu banyak Eomma.”

Nyonya Shin mematikan kompor lalu menghampiri anak gadisnya, di usapnya pelan rambut hitam gadis itu. Rhae Hoon menyandarkan kepalanya di perut ibunya dengan manja. Ibu Rhae Hoon itu tahu dengan benar kekecewaan macam apa yang Rhae Hoon rasakan pada Kyuhyun, yang telah membuat gadis itu menjauhi Kyuhyun mati-matian dan memulai merenda benang cinta dengan lelaki lain meski hal itu selalu kandas dan akhirnya membuat Rhae Hoon menjalani masa-masa kesendirian selama tiga tahun belakangan.

“Ikuti kata hatimu sayang, dan lihatlah cahaya hatimu akan membawamu pada tujuanmu yang sebenarnya.”

“Tujuan?”

“Ya. Entah Kyuhyun adalah tujuan akhirmu atau tidak, yang  jelas jalan takdir sudah menuntunmu menemukannya.”

Menemukannya? Menemukan Kyuhyun?

-XXX-

Musim gugur membuat jalanan dipenuhi daun-daun kering, Rhae Hoon tersenyum sembari menendang-nendang serakan daun mapple di sekitar kakinya, ia baru saja mengunjungi makam sahabatnya, Kim Na Rin. Seseorang yang telah merebut Kyuhyun dari sisinya semasa sekolah, gadis itulah yang telah membuat Rhae Hoon kehilangan sosok Kyuhyun yang sudah ia miliki bahkan sejak balita. Ia masih ingat betul bagaiman ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Kyuhyun dan Na Rin berciuman di aula sekolah. Saat itu, matahari bagai terbit dari barat baginya, seperti terlempar kedunia lain saat melihat pria yang ia cinta diam-diam sudah memilih Na Rin, sahabat baiknya. Rhae Hoon kembali merasakan sesak di ulu hatinya, ia lalu membuka tas selempangnya. Surat cinta untuk Kyuhyun itu bagai membuka luka lama, ia tak pernah mampu menyampaikan surat itu pada Kyuhyun. Ia lebih memilih menjauh dari keduanya – Na Rin dan Kyuhyun – semenjak tahu jika kedua sahabatnya itu sudah menjalin cinta. Rasanya bagai neraka bagi Rhae Hoon menjalani masa-masa terakhir di sekolah jika harus melihat kemesraan keduanya. Perutnya mual tiba-tiba, Rhae Hoon gelagapan saat ini. Ia mencari-cari obat maag di tasnya namun ia tak menemukan sebutirpun dan itu membuat ia frustasi.

“Kau mual lagi?” Kyuhyun, entah sejak kapan lelaki itu sudah berdiri di samping Rhae Hoon. Ia menyuruh Rhae Hoon duduk di sebuah bangku taman sementara ia berlarian mencari toko yang menjual obat maag. Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia cari Kyuhyun kembali berlari menemui Rhae Hoon, matanya memicing saat tak menemukan gadis itu di tempat ia meninggalkannya terakhir kali.

Kyuhyun amat khawatir pada gadis itu, meski tak habis pikir kenapa Rhae Hoon selalu saja merasa mual seperti itu, menurut pengakuan ibu Rhae Hoon gadis itu akan merasakan perut mual jika tengah mengumpat seseorang didalam hati. Kyuhyun jadi penasaran siapa yang tengah Rhae Hoon umpat habis-habisan tadi, pria itu memang mengikuti Rhae Hoo pergi mengunjungi makam  Na Rin- mantan kekasihnya.

“Sial!” Kyuhyun menutup ponselnya, Rhae Hoon tak mengangkat teleponnya dan itu membuat Kyuhyun mengeraskan rahang. Ia kembali berlari ke segala tempat, menyusuri danau sepi yang tak berpenghuni dan betapa leganya ia mendapati gadis itu tengah duduk sendirian di sebuah bangku sambil memegangi perutnya yang masih terasa kaku dan mual.

“Ah, Eomma, sakit.” Gadis itu menyeka air matanya lagi, entah yang keberapa kali ia melakukannya. Rhae Hoon berkutat dengan keangkuhannya sendiri dan itu membuat ia menderita, di saat yang bersamaan memikirkan jalan takdir yang ibunya singgung. Jalan takdir yang membawa Kyuhyun kembali untuknya dan memikirkan sosok Kyuhyun yang tak pernah menjalin cinta lagi semenjak kematian Na Rin. Kyuhyun dan Rhae Hoon seolah melupakan semuanya dan bersembunyi dalam identitas sebagai sahabat meski jarang bertemu, jarang menyapa, hanya kadang Kyuhyun akan menghampiri gadis itu di rumah dan mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan anehnya membangunkan gadis itu,membuat kamarnya berantakan dan berakhir mendapat jitakan yang sama sekali tidak bisa di katakan manis. Semua itu berputar di otak Rhae Hoon bagai potongan film kusam, dan sialnya membuat perutnya makin mual saja. Astaga! Kutukan macam apa ini?

“Apa yang kau lakukan disini?” Rhae Hoon menolehkan kepalanya dengan susah payah, sedikit terkejut mendapati wajah dingin itu. Seingatnya ia sudah berlari sejauh mungkin agar tak terlihat lagi oleh Kyuhyun.

“Buka mulutmu,” Kyuhyun mengangsurkan sebutir obat berwarna hijau dan juga sebotol air mineral pada Rhae Hoon. Namun gadis itu masih saja menggeleng dan menatap Kyuhyun penuh dengan kebencian.

“Ya! Kenapa kau hobi sekali menyiksa diri sendiri?” Kyuhyun meninggikan intonasinya membuat Rhae Hoon kaget bukan kepalang. Gadis itu menutup kedua telinganya dengan tangan sembari memejamkan mata.

“Aku tidak berniat membentakmu, maaf.” Lanjut Kyuhyun pelan, ia menurunkan tangan gadis itu. Dengan lembut ia meminta Rhae Hoon meminum obat  dan gadis itu menurut saja. Terlalu takut jika pria itu membentaknya lagi.

“Bagaimana? Apa obatnya sudah bekerja?”

“Sepertinya begitu Kyu,”

“Kenapa kau pergi? Aku sudah bilang untuk menungguku, tapi kenapa kau malah menghilang dari sana?”

“Aku tidak mau menunggumu lagi, aku…sudah pernah menunggumu tapi ternyata kau tak pernah datang.” Sudah saatnya semua ini terungkap, Rhae Hoon menatap wajah yang selalu ia kagumi. Tuhan terlalu sempurna mengukir bentuk mata Kyuhyun yang selalu menyeretnya dalam kegilaan, maka gadis itu kini lebih memilih menunduk dalam diam daripada terus terseret makin dalam, ia takut tak bisa menemukan jalan kembali jika nyatanya Kyuhyun tak menginginkannya.

“Apa maksudmu?”

“Na Rin, kau tahu? Hari itu, aku menunggumu dekat danau belakang sekolah. Tapi, akhirnya aku melihatmu tengah bersama Na Rin. Aku hampir gila saat mereka bilang kau dan Na Rin pacaran, rasanya dunia mau runtuh saja.”

Kyuhyun terdiam, semua ini…sudah saatnya terbongkar. Pria itu menyandarkan kepala Rhae Hoon didadanya dan mulai membelai rambut lurus gadis itu dalam diam.

“Apa menurutmu aku tidak sesak napas melihatmu bergonta-ganti kekasih seperti berganti pakaian?” Kyuhyun mengulum senyum kecut, hatinya bahkan bagai di tusuk ribuan jarum melihat Rhae Hoon dekat dengan banyak pria sebelum gadis itu memilih hidup sebagai ‘jomblo sejati’ selama tiga tahun belakangan.

“Itu karena aku bisa gila kalau harus melihatmu bersama Na Rin setiap hari.”

“Kau tahu kenapa aku tak bisa menemuimu hari itu?”

“Kenapa?”

“Na Rin, gadis itu memintaku menyembunyikannya darimu. Gadis itu sakit liver.”

“Apa?” Rhae Hoon mendongakkan kepalanya dan menatap Kyuhyun tak percaya, Kim Na Rin…gadis yang ia anggap sudah merenggut sumber kebahagiaannya itu mengidap penyakit liver? Bagaimana bisa?

“Dia memintaku untuk menjadi kekasihnya sampai ia menghembuskan napas terakhir, aneh memang. Tapi jauh lebih aneh dan jahat jika aku tak bisa memenuhi permintaannya itu. Kau tahu? Setiap detik bersamanya bagaikan ribuan tahun yang menyiksa karena aku tak bisa bersamamu lagi.”

“Kenapa kau tak pernah cerita padaku?”

“Dia memintaku merahasiakannya darimu. Dia lebih suka di cap gadis perebut pria yang di sukai temannya sendiri daripada di kasihani sebagai gadis yang tengah menunggu ajal.”

Rhae Hoon menggigit bibirnya sendiri, bagaimana mungkin ia tak tahu jika sahabatnya itu mengidap penyakit ganas yang kini telah merenggut nyawa Na Rin? Air mata bercucuran di pipi gadis itu, Kyuhyun kembali menenggelamkan wajah Rhae Hoon di dadanya.

“Kau penasaran kenapa setelah Na Rin meninggal aku tak menjalin cinta dengan siapapun?”

“Karena kau terlalu mencintainya, tentu saja,” Rhae Hoon melirihkan isakannya. Masih terekam dengan jelas bagaimana wajah Kyuhyun yang sembab di hari kematian Na Rin.

“Dasar idiot!”

“Apa?”

“Itu karena aku terlalu mencintaimu bodoh, rasanya sangat sesak harus melihatmu bersama pria lain. Dan anehnya kau sama sekali tak menyadari itu sampai hari ini, apa perhatianku selama ini tak cukup menggambarkan perasaanku padamu?”

“Mana aku bisa tahu kalau kau tak pernah mengungkapkannya?”

“Itu karena kau bodoh.”

“Ya!”

“Aku, hanya ingin kau membuang segala kebencianmu padaku. Menunggumu benar-benar siap menerimaku lagi dalam hidupmu, apa kau tak tahu bagaimana menderitanya aku hanya bisa menatapmu dari jauh sementara kau menyibukkan diri dengan buku-buku tebal di perpustakaan itu?”

Keduanya terdiam, saling memeluk dan mengerjap pelan. Daun-daun berguguran dan desau angin terkesan dingin, perpaduan yang patut di syukuri Rhae Hoon sebagai pecinta musim gugur.

“Jangan-jangan kau mengintip amplop-amplop itu sebelum memutuskan mengambil salah satunya ya.”

“Tidak, memangnya aku kurang kerjaan.”

“Lalu kenapa kebetulan sekali kau memilihku?”

“Mana aku tahu, mungkin aku sedang sial saja.”

“Ya!”

“Jadi kapan kita menikah Hoon-ie?”

“Enak saja, kau harus mengganti hari-hari penuh deritaku selama ini dulu baru aku mau mempertimbangkannya.”

“Apa?”

“Buat aku melupakan masa-masa kesakitan itu dulu bodoh, kau pikir mudah menjalani hari-hari sepi dan harus mati-matian menjauhimu, aku  harus cukup puas menjadi bahan olok-olokanmu selama ini.”

“Salah siapa suka menyiksa diri sendiri?”

“Itu juga karena kebodohanmu.”

“Kau juga bodoh, hmmm…baiklah untuk menebus kesalahanku selama ini maka aku akan membahagiakanmu dan membuatmu tak bisa lari lagi dariku. Bagaimana?”

“Kita lihat saja nanti.”

Dua orang idiot itu tertawa, menertawakan kebodohannya selama ini yang lebih suka menyimpan rasa cinta yang  begitu banyak hingga tak tertampung lagi di dalam hati. Dan hari-hari kedepannya, entah kebodohan macam apa yang akan tercipta jika dua manusia bodoh itu menyatukan cinta mereka dalam suatu ikatan pernikahan. Apakah akan menjadi satu pernikahan bodoh yang manis?

“……..dan akhirnya aku kembali menemukan tujuan awalku untuk memilikimu.”

FIN

 

42 Comments (+add yours?)

  1. enyangel
    Feb 01, 2014 @ 15:08:49

    yeeeyy aku yang pertama comment 😀

    Reply

  2. fira
    Feb 01, 2014 @ 17:27:57

    Wahh, keren!

    Reply

  3. Kim Parker
    Feb 01, 2014 @ 18:12:43

    Daebak. Keep writing 🙂

    Reply

  4. minyounghan815
    Feb 01, 2014 @ 19:58:00

    kyaaaaa sweet banget

    Reply

  5. inggarkichulsung
    Feb 01, 2014 @ 20:13:09

    So sweet Rhae hoon and Kyu oppa sbtlnya sdh lama2 slg mencintai namun krn keadaan baru saat2 ini mrk bersatu

    Reply

  6. Flo
    Feb 01, 2014 @ 22:18:12

    akhirnya mereka bersatu walaupun banyak rintangannya..

    Reply

  7. ceaaa
    Feb 01, 2014 @ 22:49:52

    Manis sekali :’)

    Reply

  8. joyers
    Feb 02, 2014 @ 00:06:14

    Yeeeeyyyy squelll thorrr

    Reply

  9. haeda
    Feb 02, 2014 @ 10:29:52

    Keren…♡♡♡

    Reply

  10. novanofriani
    Feb 02, 2014 @ 12:52:27

    Manisss

    Reply

  11. *elizabeth
    Feb 02, 2014 @ 12:59:39

    A seqeul dong tor 🙂 😀

    Reply

  12. kyukyu
    Feb 02, 2014 @ 14:03:32

    so suitt ><

    Reply

  13. wiwik love eunhyuk so much
    Feb 02, 2014 @ 15:47:29

    sweet ending, emang lbh baik ngungkapin smua dr pd ditahan2, bikin sakit hati……… 🙂

    Reply

  14. kartika
    Feb 02, 2014 @ 16:17:44

    so sweet bgt 🙂
    jadi nae yg ng’fly nih

    Reply

  15. bininya sungmin
    Feb 02, 2014 @ 19:22:54

    SEQUEL aaa keren banget ini! 😀

    Reply

  16. yana teuk teuk
    Feb 03, 2014 @ 21:31:25

    nice
    berharap kisahku juga berakhir seperti itu LOL
    curhat hehehehehe

    Reply

  17. rirhanabila
    Feb 04, 2014 @ 00:00:21

    Penyakitnya Rhae hoon sama kayak So ra di drama lie to me, yg sakit peruut klo menghujat org hahahahah. Hmm ff nya so sweet tapi knp gag smp mereka nikah sih.

    Reply

  18. trisnasmile
    Feb 04, 2014 @ 17:14:21

    Suka suka suka…

    Reply

  19. ronaldo
    Feb 04, 2014 @ 19:36:22

    Sweeettt
    kerennn
    pokonya daebak bangett

    Reply

  20. mei.han.won
    Feb 04, 2014 @ 20:56:45

    sequel plis…ttg apa aja blh deh…kekeke..
    aku suka gaya tulisan.y…

    Reply

  21. heeyeon
    Feb 04, 2014 @ 21:07:54

    bagus tapi kyak di bagian tengah pernah baca deh

    Reply

  22. Esa/Kodok
    Feb 04, 2014 @ 22:15:19

    ff mu juga muncul disini saengi..
    hahahaha..
    kangen makrya2 mu yang lain saengiiiii

    Reply

  23. vhiyzaza
    Feb 05, 2014 @ 09:59:40

    So sweet banget dah,
    gw juga pengen kayak gitu, hahaha

    Reply

  24. Sparkyu17
    Feb 05, 2014 @ 14:09:47

    sweet bgt,, tata bahasa juga oke, alur gx ketebak. ahg,,, bener2 gx bisa dikritik

    Reply

  25. laini
    Feb 05, 2014 @ 21:53:14

    Dua orang bodoh yang melakukan hal bodoh pula. Untung saja dua orang bodoh itu telah mendapatkan hal yang mereka inginkan. meskipun harus melewati masa yang cukup sulit.
    So sweet!!!!

    Reply

  26. theayu0221
    Feb 06, 2014 @ 12:07:16

    dua orang bodoh yang saling cinta tuh kaya gini nih 😀
    suka~~~ 🙂

    Reply

  27. ChoKyuLate
    Feb 06, 2014 @ 22:14:00

    Thor, bikin cover ff nya pake aplikasi apa?

    Reply

  28. Dianaa
    Feb 07, 2014 @ 07:20:02

    Yaampun so sweet bgt ceritanya, bikin aku terharu :’)

    Reply

  29. aiia kyu'♥
    Feb 07, 2014 @ 11:27:55

    Ceepet x selesai nya , , , , baguss oeennnn

    Reply

  30. avidyan suryani
    Feb 07, 2014 @ 15:26:10

    Cerita’a menarik & buat’a sequel’a dong… yg lebih menarik utk d’baca lg

    Reply

  31. Yulia
    Feb 09, 2014 @ 08:19:06

    keren Thor…
    squel yaa….:)

    Reply

  32. Hayena Li
    Feb 09, 2014 @ 13:54:57

    Kereen bangeet :3

    Reply

  33. sasa
    Feb 10, 2014 @ 12:29:34

    Aaahhh sweet banget… Ternyata mereka saling cintaaaahhh… ˆ⌣ˆ

    Reply

  34. KyuNa_KyuhyunKresna
    Feb 10, 2014 @ 13:48:52

    wawwwwwwwwwwwwwwwwwwwww………………… keren!!!!

    Reply

  35. VynnaELF
    Feb 11, 2014 @ 13:25:44

    Nice ff ^^

    Reply

  36. Sekyu
    Feb 13, 2014 @ 18:44:51

    Yaaak
    tidak boleh..tidak boleh..tidak boleh brakhir bgitu aj!

    Thor, pengen sequelny donk..
    Ya..ya..yaaa
    😉

    Reply

  37. hee chan
    Mar 01, 2014 @ 16:23:47

    kereeen :3

    Reply

  38. kaizi cho
    Mar 09, 2014 @ 18:38:05

    ahh so cute, suka banget ama kyuhyun oppa yg narsis tapi manis banget gini. Daebak thor 😀

    Reply

  39. byullie
    Mar 10, 2014 @ 22:47:40

    saya suka

    Reply

  40. ckhxo
    Mar 31, 2014 @ 10:52:38

    bagus thor ceritanya manis bgt:3

    Reply

  41. Elva
    Jun 07, 2015 @ 03:44:57

    Kereeennn … Suka sama karakter evilkyu..

    Reply

  42. kimmayurinerays
    Nov 10, 2015 @ 03:11:54

    Yeah.. ending nya keren bnget..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: