THE FIRST TIME ~

Image

 

Aku menyukai sebuah pertemuan, namun tidak dengan –perpisahan ~

Aku tahu perpisahan adalah bagian dari –pertemuan, namun terkadang tak kuindahkan ~

Akhirnya aku coba untuk tidak menyukai pertemuan, namun hal itu tak berlaku saat aku bertemu denganmu .

Berakhir dengan kata -apa pertemuan kita nantinya ? Tetap bertemu atau akan berpisah ?

**

“ Ingin tahu sesuatu ? Ya, aku sangat membenci yang namanya perpisahan . Tidakkah kau mengerti ? “

..

Kim ..

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku barusan. Seorang pria jangkung, rambut hitam, rahang tegas, mengenakan kemeja yang lengannya digulung asal, dan .. dia memakai kaca mata berbentuk persegi, sepertinya .

“ Ya, apakah kau Bryan ? “ tanyaku, dan ia menjawab dengan senyuman lugas. Aku pun membalas senyumannya. Ternyata pria yang kutemui beberapa waktu lalu di dunia maya ini tak se-misterius seperti bayanganku. Alih-alih bertemu pria yang dingin, pelit bicara, bahkan menyembunyikan senyuman –pria ini malah menonjolkan sikap ramahnya. Awalnya aku merasa malas saat pria ini mengajak untuk bertemu. Bukan karena nilai wajahnya yang hanya kulihat di sebuah gambar profil, tapi gaya berbahasanya yang tidak kusukai. Ia sering sekali menggunakan bahasa Italia. Padahal ia sendiri tahu bahwa aku adalah warga Negara Korea Selatan yang baik.Dan tidak terlalu suka menggunakan bahasa asing selain bahasa negaraku sendiri.

“ Kita duduk disana saja , “ ajakku sambil berjalan ke depan. Angin laut yang kencang hampir saja menerbangkanku. Bbbrr .. Kalau saja aku tidak memakai jaket, saat ini aku pasti sudah mati kedinginan .

“ Cuaca sore sangat buruk. Kalau saja ada hari lain yang lebih cerah, aku akan menyukainya .. “ aku berbicara sendiri . Bryan hanya memandangku sekilas, lalu –kembali mengarahkan pandangannya lurus ke depan. Garis horizon yang tergambar jelas di ujung lautan sana menarik perhatianku dan Bryan .

I nostri personaggi sono molto diversi .. sambungnya. Ha ? Ternyata bukan hanya saat chatting saja ia menggunakan bahasa Italia, tapi pada saat percakapan langsung seperti ini juga. Aku menggaruk-garuk kepala, padahal tidak merasa gatal .

“ Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti ~ “

“ Ahaa, maksudku, kepribadian kita sangat berbeda. Kau menyukai tulisan dan membenci angka. Sedangkan aku sangat menyukai angka, dan tidak menyukai tulisan-tulisan yang membuatku bosan . “ jelas Bryan. Dan kemudian aku sudah mengerti .

Aku merasa Bryan akan kesal atau kecewa telah bertemu denganku. Why ? Karena percakapan yang kami ciptakan kebanyakan berisi kata , Hah ? Apa ? Maksudmu seperti apa ? Hei aku tidak mengerti , dan pertanyaan lain yang sejenis.

Awalnya kupikir ,Bryan berbahasa Italia karena ia menyukai bahasa tersebut. Namun dugaanku salah. Bryan hidup dan tinggal di Italia. Di sebuah kota bernama Trieste. Yang kutahu, Trieste merupakan salah satu kota romantis yang ada di sana.Bangunannya merupakan perpaduan gaya Jerman,Latin dan Skandinavia. Bisa dibayangkan bukan bagaimana indahnya bentuk bangunan yang ada di sana ? Bryan menghabiskan masa kecilnya di sana. Dan inilah satu-satunya alasan kenapa pria kelahiran Seoul ini malah lebih mahir berbahasa Italia daripada bahasa Negara kelahirannya sendiri. And now, aku bisa memaklumi semua kesombongan palsunya.

“ Bisa kita pulang sekarang ? Aku khawatir sebentar lagi akan turun hujan. Tidakkah kau lihat langit semakin gelap  ? “ aku mengajak Bryan pulang saat ia sedang menyeduh teh panasnya. Bryan memberi tanda oke dengan jempolnya.

**

Di tengah perjalanan, apa yang kukhawatirkan terjadi juga. Hujan turun dengan pelan, lalu menjadi hujan yang sangat deras. Pandanganku jadi sedikit kabur, dan tubuhku menggigil kedinginan karena kebasahan. Tapi Bryan malah menunjukkan ekspresi bahagia saat hujan turun .

“ Sepertinya sudah lama sekali aku tidak mandi hujan ~ “ katanya padaku sambil berteriak. Pria aneh, gumamku dalam hati . Sore ini aku dan Bryan membawa sepeda motor, jadi mau tidak mau kami berdua kebasahan –sangat kebasahan .

“ Apakah kita harus berteduh ? “ tanyanya padaku. Aku segera mengangguk pertanda iya. Dan akhirnya kami menepi ke pinggir jalan. Pas sekali, ada halte bus di sana. Aku dan Bryan segera memarkir motor kami, dan berlari kecil ke bawah atap halte yang sudah dipenuhi orang-orang lain.

Terlihat jelas Bryan sedang menggigil kedinginan. Dan aku menggodanya. Karena selama hujan turun tadi, dia adalah orang yang paling senang menerima kehadiran hujan. Tanpa memikirkan dampak buruknya. Ya .. Kebasahan .

“ Kau benar-benar terlihat sedang kedinginan, Bung ~ “ ejekku lalu membuang muka .

“ Kau tidak merasakannya juga ? “

Not really ~ Lihat, aku memakai jaket. Jadi baju dalamku tidak basah . “ jawabku sambil tersenyum mengejek . Bryan terlihat geram. Aku hanya bisa tertawa kecil. Dan saat itu, aku merasa hanya ada kami berdua yang sedang berteduh. Saling bercanda tanpa memperdulikan pandangan orang-orang disekeliling. Aku rasa, ini tawaku yang paling jujur ~

**

Aku telah bertemu dengan seorang pria, pria yang kukenal dari dunia maya ~

Ya, ini namanya pertemuan. Tapi, tak begitu kupedulikan arti sebenarnya .

Karena, jika aku berpikir ini adalah pertemuan yang berkelanjutan, hanya akan menyusahkan .

Karena jantungku akan berdetak cepat saat berharap ini dan itu akan terjadi ~

Jadi tak begitu kupedulikan ~

Aku tak berharap jika pertemuan ini akan terjadi lagi, tentunya ..

Dan, aku tak begitu tertarik untuk menjadikan ini momen atau kenangan yang kusukai .

Karena aku tak mau berakhir dengan rasa suka pada pria itu .

Tahu maksudku ?

Aku tak begitu berharap jika aku akan menyukai pria itu .

Aku sudah merasakan sakit yang amat saat menyukai seorang pria, dan aku tak akan melakukan hal itu untuk kedua kalinya ~

 

* Bryan disini adalah Bryan Trevor Kim a.k.a Kim Ki Bum

9 Comments (+add yours?)

  1. *elizabeth
    Feb 02, 2014 @ 21:11:49

    Gantung?
    Sequel?

    Reply

  2. Flo
    Feb 02, 2014 @ 23:05:39

    iya gantung nih
    butuh sequel..

    Reply

  3. Lee Kyuvyerha
    Feb 03, 2014 @ 00:18:51

    Ga ngerti
    *garuk2kepala

    Reply

  4. eunkyupit/pipit
    Feb 03, 2014 @ 00:23:57

    rada kurang ngerti… Mianhee *bow

    Reply

  5. aupaupchan
    Feb 03, 2014 @ 06:36:47

    jadi ending nya gimana? aku buttuhhhh sequeell

    Reply

  6. Nadifah Nurani
    Feb 03, 2014 @ 11:44:45

    Bingung. . ?

    Reply

  7. Iyane DongKyuChul
    Feb 04, 2014 @ 02:19:20

    goood story guys…
    tulisan nya bagus. setidaknya aq g berfikir buat berhenti atau jenuh.

    lanjuttkan dengan karya berikut nya

    Reply

  8. Januar
    Feb 04, 2014 @ 14:36:05

    eum, i know. . . .

    Reply

  9. dewievkyu8
    Sep 18, 2015 @ 10:52:29

    penasaan ama cewek.x -.-” ada squel??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: