Devil Inside Us [1/?]

Devil Inside Us

Presented by: Val

Cast : Lee Naira, Cho Kyuhyun, Shin Hanna, others
Genre : school life
Rating : PG-15
Length : Chaptered

Author notes:

annyeong!!!!, ini ff pertamaku. Mohon maaf bila tidak sesuai dengan EYD kata-katanya, banyak typo. Dan aku mohon maaf karena ff ini bahasanya campur-campur. Ada bahasa indonesia, inggris dan korea. Muehehehe. Ada cukup banyak bahasa inggris karena untuk menambah kesan juicy aja di ceritanya. Ffnya sendiri terinspirasi dari salah satu novel yang pernah aku baca. Mungkin ada beberapa setting tempat yang sama tapi sisa ceritanya aku buat sendiri.

Baiklah, enjoy this fanfiction, don’t forget to RCL.

SMOOOOOCCCCHHH :**

~II~

Summer school in seoul

Aku reflek merapihkan terusan berwarna biru bergaris-garis putih milikku. Well, don’t laugh. Ini memang bener-bener seragam sekolahku kok. tidak ngerti juga sih, kenapa sekolah dengan standar internasional begini masih meminta siswa nya pakai seragam, terlebih untuk siswa perempuan yang harus pakai terusan berwarna biru. Ngingetin aku sama seragam jaman aku taman kanak-kanak dulu di perth, australia.

If i should choose, aku akan lebih memilih seragam seperti sekolah-sekolah di jepang. Talk about hawt and sexy. Seragam ini bener-bener jadi angka minus buat sekolah yang sudah terkenal di seantero Korea.

Lemme tell you about this school. Berdiri dengan nama Seoul international school. Hanya orang-orang dari kalangan atas saja yang bisa masuk ke sini. Bukan karena harga bayarannya yang selangit itu, tapi karena selain fasilitasnya yang oke, warga SIS juga menjunjung tinggi senioritas. Sound so creepy, rite?. I know.

Selain harus masuk sekolah ini dengan persiapan uang yang banyak, sebagai calon siswa SIS, secara gak langsung, kalian harus punya mental yang cukup kuat. Tidak jarang kok siswa baru yang di kerjain senior sekali langsung hengkang dari sekolah. So, yeah, kalau memang niat masuk ke sekolah ini, mending –buat para laki-laki- kalian harus wajib militer dulu hahahaha.

Aku dan kedua sahabatku –yang masih belum nampak juga batang hidungnya- adalah freshmen. Yap, anak baru. Kami junior disini, tapi aku sama sekali tidak terintimidasi dengan senior disini apalagi dengan siswa yang seangkatan denganku. Karena aku sudah terbiasa dengan lingkungan sekolah seperti ini.

Enam bulan lebih sudah aku bersekolah di SIS, tapi aku masih saja terkagum-kagum dengan design interior sekolah ini. Tidak heran juga, dengan mematok harga bayaran siswanya yang jauuuuh diatas sekolah internasional lainnya, jelas aja SIS harus punya interior yang awesome.

Sekolah                ini menghadap langsung ke danau buatan yang cukup keren. Memiliki tiga gedung berlantai 4 dan berbentuk leter L, dan satu gedung berlantai 3 yang memisah. Hampir 80% dindingnya di dominasi oleh warna putih dan krem, berikut loker-loker yang tertanam di dinding yang berjejer di sepanjang lorong setiap kelas. Oh ya, jangan lupa dengan lapangan indoor dan outdoor untuk keperluan olahraga basket dan sepak bola.

Disini juga ada kolam renang indoor dengan olympic size. Ada juga sebuah gedung pertemuan yang super luas yang berada dekat sekali dengan danau, terpisah dari gedung utama. Sekolah ini juga memiliki lapangan tennis yang berada di dekat taman yang mengitari danau. Dan juga lapangan baseball dan golf dengan lokasi yang berbeda dari gedung sekolah.

Terlepas dari kelakuan siswanya, sekolah ini benar-benar sekolah idaman.

“NAIRA-yah!!!!” teriak seseorang dengan lantang dari belakangku.

Aku reflek memutar tubuhku sembilan puluh derajat untuk mengetahui siapa pemilik suara tersebut – walaupun aku sudah tau siapa orangnya-. “morning, al !!” seruku pada sosok perempuan yang memanggilku tadi.

Sosok perempuan itu berlari kecil menghampiriku sambil tersenyum. Namanya Alya, dia salah satu sahabat ku di SIS . dia berdarah campuran Korea – Indonesia. Ayahnya seorang duta besar Indonesia untuk Korea, dan ibunya seorang designer baju pengantin yang sering aku lihat di majalah vogue Korea. Kulitnya kuning langsat, khas orang Indonesia –menurutku- apalagi di tambah rambut hitam panjang dan tebal miliknya itu, membuat setengah populasi siswi SIS berteriak iri melihatnya.

“kelas apa pagi ini?” tanya Alya kepadaku.

Alya, tentu saja punya nama korea. Namanya Han Haera. Cukup bagus, menurutku. Tapi katanya dia lebih suka dengan nama Alya, so, seantero SIS pun memanggilnya dengan Alya.

Aku memutar bola mataku sebagai respon pertanyaan Alya. Terlepas dari fisiknya yang sempurna, gadis tinggi ini emang paling bego kalau soal urusan sekolah. “tunggu bentar deh, aku cek dulu” jawabku sambil menscroll down jadwal sekolah di ipad ku.

Tidak aku pungkiri bahwa aku tidak pintar. Tapi aku juga tidak sebodoh Alya. aku hanya menjauhi hal-hal tidak penting apalagi untuk urusan berbau sekolah, such as menyimpan jadwal kelas dan denah kelas di memori otakku. Masih ada hal yang jauuuuh lebih penting yang harus aku simpan di otak ku selain jadwal kelas.

“kelas sejarah Korea” celetuk seseorang, membuat aku dan Alya reflek memutar badan ke belakang.

Ah, Naomi Michibata. Gadis keturunan Jepang- Amerika ini juga salah satu sahabatku. Dia tidak punya darah Korea sama sekali. Memiliki ibu berdarah seni dan ayah seorang pengusaha otomotif. Gadis yang lebih kelihatan seperti orang amerika, ketimbang orang jepang ini berbanding terbalik dengan Alya. Dia jenius. Walaupun tidak di pungkiri dia sama malasnya dengan ku dan Alya. Biasanya dia mengerjakan tugas pun saat deadline. That’s why we were best friend, right? Hahahaha.

Aku memeluk Naomi, yang selama liburan menghilang dari peredaran (read: pulang ke jepang) . setelah itu kami bertiga berjalan menuju homeroom kelas kami.

~~~

Aku, Alya dan Naomi sedang menyantap makan siang di kantin, ketika aku mendengar kasak-kusuk dari arah masuk kantin. Alya, yang notabene nya cukup eksis di kalangan senior, tentu saja sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan tanpa kami –aku dan Naomi- minta pun, dia langsung membuka mulutnya.

our evil prince is coming” seru Alya dengan intonasi tingkat tinggi.

“serius, al?” tanya Naomi kaget dengan mata membulat sempurna. Gak bisa dibilang membulat juga sih, soalnya mata Naomi sipit.

Dari seluruh bagian diri Naomi, hanya matanya saja yang diwariskan dari sang ayah.

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku sambil memotong tiramisu ku yang terlihat lebih menggoda daripada si evil prince. Dia jarang banget munculin batang hidungnya di kantin, makanya aku tidak heran kalau Naomi kaget dengan ucapan Alya tadi.

Tidak ada orang –dikalangan kami- yang tidak mengenal evil prince. Even teman sekolah ku di paris dulu pun ada yang mengenalnya. Seperti sebutannya; evil prince, dia memang benar-benar evil kok. Trust me.

Evil prince ini hobi banget ngerjain korban nya apalagi kalau dia iseng. Tapi, sekali dia mengerjaimu, kalian sebaiknya mengucapkan selamat tinggal pada ketenangan hidupmu. Atau segera hengkang dari sekolah.

Untuk kali ini, sepertinya siswi di SIS harus berteriak lantang ‘thank God’, karena sang evil prince hanya ngerjain kaum adam saja. Katanya sih, dia anti ngerjain perempuan. But, who cares?!, mau siswi ataupun siswa, judulnya tetap sama aja. Sama-sama di kerjain.

Terlepas dari kelakuannya, si evil prince ini punya tampang yang lumayan enak di liat. lol, i’m joking. Dia bukan lumayan enak di liat, tapi bener-bener enak di liat. sialan memang. Aku bahkan sangsi kalau pasti ada puluhan gadis yang rela-rela aja buat di kerjain sama si evil prince.

Eeeewwwww 1000x  …

oh my god!!!. Gak nyangka, wajah kaya dewa gitu punya kelakuan kaya iblis” seru Alya dengan nada terkagum-kagum.

Padahal Alya sudah sering melihat evil prince, tapi sepertinya Alya tetap saja berteriak heboh kalau melihat pria itu. sepertinya dia belum bisa menerima kalau sang empunya wajah tampan itu memang memiliki kelakuan iblis.

Aku lantas mengalihkan tatapanku dari cake tiramisu ke arah samping kiriku, tempat si evil prince dan para pengikutnya berada.

Evil prince berada satu angkatan di atasku. Dia berdarah korea aseli. Tapi entah kenapa dia terlihat seperti orang asing daripada orang korea. Namanya Cho Kyuhyun, tapi waktu sekolah di amerika itu –aku tahu dari Alya- namanya Marcus Cho. dia tinggi menjulang. Mungkin tinggi ku hanya se-leher nya saja. Kulitnya putih pucat, lebih putih dari pada Naomi, dan lebih putih dari padaku. Glad to know that.

Bola matanya berwarna hitam. Cukup sekali lihat, aku rasa semua orang akan langsung gemetar melihatnya, tapi tidak dengan ku. Sikapnya yang defensif membuat warga SIS berfikir ulang untuk mencari gara-gara dengannya. Kalau aku, well, terlalu malas untuk mencari gara-gara dengan nya. Apalagi dia itu laki-laki.

Saat tahu bahwa aku akan menghabiskan masa akhir sekolahku di seoul dan bahkan harus satu sekolah dengannya, membuatku semakin malas sekolah. Entahlah, rasanya tidak enak saja melihat diriku ada pada dirinya apalagi dengan kenyataan bahwa dia seorang laki-laki.

Yang ku maksud diriku ada pada dirinya adalah ketika aku menghabiskan masa junior high di paris, aku, well, bisa di bilang the cruel buat para warga perempuannya. Don’t judge me, aku biasanya ngerjain siswi perempuan tentu dengan alasan yang kuat kok. Hehehe. Tapi sekarang, rasanya aku sudah tidak punya hasrat untuk meramaikan kehidupan kaum hawa di sini.

of course, dia mungkin ada keturunan dari dewa hades” celetukku sambil beralih menatap tiramisu ku lagi.

“dewa yang melambangkan penderitaan sama mengerikan itu?” tanya Alya kelewat polos.

“singkatnya sih, dewa penjaga neraka, al” ucap Naomi.

“mengingat kelakuan evil prince , wajar ya kalau dia di samain sama hades” Alya ketawa sendiri dengan kesimpulan yang dia buat.

~~~

Aku berjalan ke arah toilet setelah 40 menit berperang dengan kalkulus. Sumpah, kalau aku bisa bertemu dengan si otak pencetus kalkulus, aku pasti langsung menendangnya jauh-jauh dari bumi.

Selesai keluar dari toilet, aku berjalan menuju westafel untuk mencuci tangan, membebaskan tanganku dari kuman-kuman kalkulus.

oh, man!!!” seruku setengah berteriak, saat melihat tampang ku yang seperti habis bunge jumping. Rambutku berantakan dan wajah ku yang memang sudah putih, terlihat tambah putih, alias pucat.

BRAAAAK!!!

Pintu toilet terbuka, dan dapat ku lihat Hanna, senior kelas dua di sekolahku beserta dengan dua pengikutnya, berhamburan masuk ke dalam toilet.

Yuri dan Gaein sunbae tersenyum padaku dan –dengan terpaksa- aku membalas senyumnya lewat cermin yang berada di depanku. Perempuan yang terakhir masuk adalah orang pertama yang ingin aku lenyapkan eksistensinya.

“hey, wajahmu tambah putih saja, Naira-ssi. Atau memang gosip bahwa kau albino itu memang benar adanya?” tanya Hanna kepadaku sambil tersenyum manis yang membuatku malah ingin muntah.

Aku tersenyum sinis memandangnya. Senior yang satu ini hobi banget cari masalah denganku. “nice to see you again. Apa kabar dagu mu setelah di operasi, SUNBAE?, aku dengar, operasinya gagal, makanya kau tidak masuk selama seminggu ini?” kataku langsung menatap manik mata cokelatnya yang aku yakin berasal dari softlens yang dipakainya.

Wajah Hanna berubah pias dengan mulut terkatup rapat. Menahan marah, tentu saja. Tidak ada orang yang berani membahas tentang operasi plastik pada dagunya, except, me. Jadi, sebelum dia berhasil mengeluarkan sumpah serapahnya, aku segera beranjak dari toilet.

Mengingat kata albino, aku jadi teringat masa sekolah ku di paris duli. Saat itu aku masih duduk dibangku kelas dua. Ada seorang anak pejabat perancis, namanya Lucinda. Dia dengan beraninya menyebarkan gosip bahwa aku memiliki penyakit kelainan genetik as we know albino.

Entah dari mana dia mendapatkan foto seorang anak kecil berumur sekitar 4-5 tahun yang memang memiliki penyakit albino itu dan menganggap itu adalah aku waktu kecil. Mengingat hal itu masih mampu membuat ku emosi tingkat tinggi.

i hate to see you everyday” begitu katanya saat aku melabraknya sepulang sekolah dulu.

An eye for an eye. Itu motto ku waktu menghadapi Lucinda. Dengan sedikit bantuan koneksi pamanku yang bekerja di pemerintahan paris saat itu, akhirnya aku bisa menyingkirkan lucinda dari sekolah. Ah, no. Dari perancis, maksudku.

Lucinda, yang notaben nya menjunjung tinggi virginitas itu pun aku depak dari perancis karena, aku memiliki fakta yang mencengangkan tentang gadis itu. bahwa, ternyata dia sudah memiliki anak yang berumur sekitar satu tahun dan tinggal di desa kecil di perancis. She was pregnant without having an husband. Gak kebayang kan, udah berapa kali Lucinda dipake sebelum akhirnya hamil di luar nikah. Nobody knows.

Sepertinya Lucinda hamil saat baru masuk junior high. But, again, who cares?!. Jadi, ketika acara pesta ulang tahun sekolahku berlangsung, aku langsung memasang foto-foto berikut video dokumentasi ketika lucinda hamil, melahirkan even menyusui bayi nya. Is it cute, isn’t it? .

Lucinda yang malu setengah mati, langsung hengkang dari sekolah ku saat itu juga.

so, if you wanna live peacefully, don’t get my bad side. Seriously.

~~~

TO BE CONTINUED…

18 Comments (+add yours?)

  1. trisnasmile
    Mar 20, 2014 @ 06:23:01

    woooooow seru nich…

    Reply

  2. evilchokyu99
    Mar 20, 2014 @ 16:35:14

    Whooaa… baru part 1 uh kereeen… lanjut ya thor, hwaiting~

    Reply

  3. alfi cho
    Mar 20, 2014 @ 16:40:21

    woaaaaah seru nih. tambah seru kalo ntar ada apa apa antara naira sama kyuhyun. love story, ofcourse 😉 aku tunggu lanjutannya o/

    Reply

  4. Nurul Hirdayu
    Mar 20, 2014 @ 17:08:20

    bagus thor, cman kurang srekk sm bhsanya. keep writing thor. aku tnngu klanjutannya ya thor 😉

    Reply

  5. ratna(랏나)
    Mar 20, 2014 @ 18:46:47

    waahh baru part satu aja udah daebak . next part jangan lama ya thor ^_^

    Reply

  6. lieyabunda
    Mar 20, 2014 @ 21:17:13

    Seru nih kayanya….
    Lanjut thor

    Reply

  7. lita
    Mar 21, 2014 @ 10:31:20

    Evil vs evil?? Can’t wait….

    Reply

  8. siskasparkyu
    Mar 21, 2014 @ 10:49:26

    Gak kebayang kalo naira ama kyu itu perang…..

    Reply

  9. Ira
    Mar 21, 2014 @ 18:05:31

    wuuuhh… liat part pertama aja udah seru, jadi penasaran sma next partnya,,
    soal bahasa, oke lah, meskipun mnurut aku lebih bagus kalo pake bhasa baku,,
    but, over all critanya keren.

    Reply

  10. Pyongpyong30
    May 26, 2014 @ 22:15:51

    bacanya gregetan, aaaa 😀

    Reply

  11. Cho Jihyun
    Oct 31, 2014 @ 09:24:06

    Eonni, novel yg bikin eonni terinspirasi judulnya apaan ?

    Reply

  12. khaerunnisamiraja69
    Dec 30, 2014 @ 11:35:58

    wiih bagus binggo !!

    Reply

  13. shoffie monicca
    Apr 15, 2015 @ 11:10:09

    wah seru nih pnsrn gmna naira klo sm kyu brmusuhan..author maapnya bhsanya kyanya krng deh.. mcm ngga srek kehati

    Reply

  14. cho mekyu
    Jun 01, 2015 @ 14:20:50

    ini tokoh ceweknya mah sama evilnya dia tegas sifatnya kayak loe ngajak tmn ayo,loe nantang gue ayo juga,beda dari biasa

    Reply

  15. oriiigamine
    Apr 30, 2016 @ 07:04:39

    wow.
    sama2 evil?
    interesting

    Reply

  16. renikyu
    May 06, 2016 @ 13:37:53

    Woa! FFnya termasuk baru yah, 2014ㅡ lol. Ignore my statement. Suka sama bahasanya, ya kayak gak baca ff, seneng tahu ffnya udah end, poin plus tersendiri.

    Reply

  17. Cici Kyuhyunnie
    May 07, 2016 @ 08:01:16

    Ninggalin jejak dulu,,izin baca ya author nim hehe

    Reply

  18. syita
    Jun 13, 2016 @ 20:13:05

    Part awal menarik..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: