RUN THROUGH THE TIME [2/?]

cover run

RUN THROUGH THE TIME ( 2 )

 

AUTHOR : AKIKO

GROUP CAST : SUPER JUNIOR, EXO, SNSD

RATING : 16+

CAST : EUN SOO as Main character

Kyuhyun as Eun Soo tutor

DongHae as EunSoo Husband

Sungmin as kyuhyun’s friend

Yuri as Eun Soo’s friend

Sehun as Kyuhyun reincarnation

Luhan as Donghae reincarnation

LENGTH : SERIES

PLEASE, DON’T BE SILENT RIDERS!!!

So be wise reader ^^. ( Happy Reading ^^)

 

Author PoV

Kyu terlihat pergi menjauh dari kamar Eun Soo, keadaannya sekarang sangat tak memungkinkan untuk membantu ayahnya mengenai urusan dokumen masalah kerajaan. Sehingga ia hanya duduk diam di tempat dimana Sungmin berada.

Sungmin adalah peramal istana sekaligus anggota penasehat istana sehingga dengan kemampuannya melihat masa depan membuat Ayah Kyu lebih mudah memutuskan langkah penyelesaian setiap masalah yang harus ia laporkan terhadap Sang Raja.

Melihat sahabatnya bermuram durja, tentu saja membuat Sungmin tak tahan untuk diam saja.

“ hyung…tak semua kisah cinta memiliki akhir yang baik. Jika memang ia adalah belahan jiwamu maka Tuhan akan memilih jalanya sendiri bagi kalian berdua. Namun menurut pandanganku kau dan Yang Mulia Putri Eun Soo memiliki ikatan yang kuat.”ujar Sungmin yang kini memfokuskan pandangannya pada Kyu.

“ maksudmu?” tanya Kyu yang mulai tertarik dangan perkataan Sungmin.

“ aku mengatakannya bukan karena kalian telah bersama sejak kecil namun setiap kali aku melihat kalian berdua maka aku dapat melihat energi positif yang keluar dari diri kalian. Aku tak tahu apa arti dari semua itu namun percayalah cinta akan menemukan jalannya.”

“ aku tak mengerti hal yang kau bicarakan tapi aku berharap aku dapat memperjuangkan perasaanku padanya, namun dengan posisi kita yang seperti ini rasanya semua hanyalah angan-angan.”

“ aku memang bukan Tuhan Hyung, namun aku diberi kelebihan untuk melihat jauh ke masa depan, percayalah Hyung jiwamu akan terus terikat dengan wanita itu, walaupun kau tak bisa mendapatkannya di kehidupan saat ini, kau akan bertemu lagi dengannya di kehidupan yang akan datang jika jiwamu telah terikat kuat olehnya, tak ada satu pun yang bisa menghalangi kalian.” Jelas Sungmin yang berbicara sambil merendahkan suaranya.

“ apakah benar yang kau ucapkan? “ tanya Kyu dengan nada sedikit bersemangat.

“ aku tak dapat berkata pasti namun besar kemungkinan hal tersebut akan terjadi. Tapi walaupun kau akan bertemu dengannya kembali mungkin ingatanmu tentang kehidupan yang lalu akan hilang.”

“ lalu bagaimana caraku menemukannya?”

“ ikatan di antara kalian berdualah yang akan mempersatukan cintamu, takdir akan menuntunmu mendekat padanya Kyu”

“ namun jika aku tak bertemu dengannya, atau bagaimana jika aku jatuh pada orang yang salah? Aku tak menginginkan wanita lain selain dia.” Tegas Kyu.

“ walaupun akan sangat sulit, namun apakah kau mau menanggung setiap ingatanmu di kehidupan ini? Dan terus membawanya hingga kau dilahirkan kembali dalam kehidupan yang baru?” tanya Sungmin hati-hati.

“ apakah kau bisa melakukannya?” tanya Kyu yang tak langsung menjawab pertanyaan Sungmin.

“ ini sebuah ritual yang sangat kuno namun memilki kekuatan yang besar sehingga sekali kau mencobanya maka kau akan terus membawa ingatanmu dari setiap kehidupan sekalipun itu adalah ingatan yang pahit. Apakah kau sanggup untuk menanggungnya?” jelas Sungmin dengan suara yang nyaris terdengar seperti bisikan.

“ aku akan memikirkannya.” Jawab Kyu hati-hati karena ia bukanlah seseorang yang akan melakukan hal ceroboh tanpa pemikiran yang matang terlebih dahulu.

Malam telah datang menyapa langit, hangatnya sinar matahari telah tergantikan dengan sinar rembulan yang samar-samar memberikan pengganti sinar matahari yang telah memejamkan matanya sejenak.

Kyu yang masih memikirkan perkataan Sungmin tanpa sengaja berjalan sendirian di sekitar koridor istana, karena kini ia sama sekali tak dapat memejamkan matanya.

“ ting..ting..ting..” terdengar suara piano yang dimainkan secara perlahan dari ruang belajar eunSoo.

Perlahan Kyu membuka pintu besar yang menjadi penghalang penglihatannya, lalu tampaklah EunSo dengan balutan gaun tidurnya yang berwarna kuning gading. Ia terlihat memainkan pianonya seorang diri dengan lamunan menyelimuti wajahnya.

Kyu hanya dapat memperhatikannya dari kejauhan dengan mata yang berkaca-kaca, berusaha menebak apa yang ada dalam pikiran yeoja yang kini mulai menangis sembari memainkan lagunya sendiri. Setelah lagunya selesai, Kyu baru memberanikan dirinya untuk melangkah mendekatinya.

“ kau belum tidur,Kyu?” tanya EunSoo yang menyadari kedatangan Kyu.

“ ehm..” jawab Kyu sambil menganggukkan kepalanya namun kini perhatiannya terpusat pada mata EunSo yang masih berair karena air matanya sendiri.

EunSo kini tengah mengamati tatapan Kyu padanya, sehingga keduanya hanya dapat melempar pandangan dengan raut muka yang sama-sama sedih. Kyu yang tak tahan dengan pandangan eunSo, segera berlutut padanya “ duduklah, aku akan melihat luka pada pergelangan kakimu”

“ ta..tapi Kyu.”

“ duduklah..” balas Kyu dengan nada suara yang agak tinggi.

EunSo hanya dapat mematuhi perkataan Kyu.

“ mainhe Kyu, aku berjanji tak akan melakukan kecerobohan lagi” sesal EunSo sembari memandangi Kyu yang tengah membaurkan obat pada pergelangan kaki EunSo yang terluka.

Kyu hanya terdiam mendengar perkataan yang baru saja EunSoo ucapkan, namun rasa penyesalan masih menyelimuti perasaannya kini.

“ mianhe Kyu, kumohon jawab aku. Apa kau tak ingin memaafkanku?” ucap EunSo yang dengan tiba-tiba menggenggam tangan Kyu erat-erat.

Melihat EunSo menggenggam tangannya, dengan cepat Kyu melepaskan pegangan tangan EunSo dari tangannya, “ kau tak seharusnya berbuat seperti ini, EunSo. Kita berdua akan mendapatkan masalah jika seseorang mengetahuinya.”

“ bagaimana ini? Aku telah berjanji padamu agar tak melakukan kecerobohan lagi namun aku baru saja melanggarnya, mianhe.” Balas eunSoo yang segera memalingkan wajahnya pada Kyu.

“ kau masih ingat lagu ini?” ucap Kyu mengalihkan perhatian EunSoo dengan memainkan piano yang tadi dimainkan oleh EunSoo.

EunSoo hanya mengangguk pelan, “ bagaimana aku bisa melupakannya, dulu kita sering memainkannya.”

“ mari kita mainkan lagi lagu itu” ucap Kyu sembari menepuk-nepuk tempat kosong yang ada di sebelahnya, sebagai pertanda agar EunSo duduk di sebelahnya.

“ sudah satu tahun kita tak memainkan lagu ini” balas EunSoo lirih, kini ia telah duduk di samping Kyu.

Ting..ting…

Kyu telah memulai bagiannya dan kini EunSoo juga menyusulnya dengan memainkan bagiannya sendiri. Pandangan Kyu mengarah lurus pada tuts yang kini ia mainkan namun pikirannya telah melayang jauh entah kemana, begitu pula EunSoo. Mereka hanya memainkan lagu tersebut dalam diam, seolah-olah terlalu banyak yang ingin mereka sampaikan hingga lisan mereka tak sanggup lagi menyampaikannya satu persatu.

“ aku akan merindukan saat dimana aku memainkan lagu ini bersamamu, EunSoo” batin Kyu dalam diamnya.

“ Kyu, mengapa permainan pianomu begitu menyedihkan? Ada apa denganmu?” batin EunSoo dalam diamnya.

Sungguh tak ada yang lebih menyedihkan ketika melihat mereka berdua hanya terlarut dalam diam serta tenggelam oleh pikiran mereka masing-masing seolah-olah tak ada secercah cahaya pun bagi mereka berdua, sehingga hanya kebisuanlah yang mampu mengungkapkan segalanya. Hal besar yang tak akan mampu terucapkan oleh lisan.

“ kyu..” panggil Eunsoo memecah keheningan di antara mereka.

“ ehm?” jawab Kyu yang kini menatapnya dengan pandangan datar.

“ jika..aku menikah kelak, apakah kau akan tetap menjagaku seperti sekarang?”

“ tentu saja, mengapa kau bertanya pertanyaan yang sudah kau ketahui jawabannya?” jawab Kyu sambil tersenyum lembut pada EunSoo namun jauh di dalam hati namja itu terdapat segala kekalutan yang hampir membunuhnya hidup-hidup.

“ aniya, hanya saja…”

“ kau tak perlu khawatir EunSoo, kau telah menikah atau belum bukanlah alasan bagiku untuk mengabaikan tugasku. Percaya padaku, aku akan selalu menjagamu.”

“ kyu..” panggil EunSo kembali dengan nada ragu-ragu.

“ wae?”

“ apakah setelah aku menikah, kau akan menikah juga?” tanya EunSoo pelan namun kini Kyu tampak kaget dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan EunSoo.

Awalnya Kyu memang kaget dengan apa yang baru saja EunSoo ucapkan namun ia segera menjawabnya dengan jawaban yang netral, “ jika kau telah menemukan kebahagianmu, maka tak ada alasan bagiku untuk tidak mencari kebahagianku sendiri. Ckck mungkin seluruh dunia akan iri padaku EunSoo.” Canda Kyu.

“ setahuku tak ada putri dari kerajaan manapun yang mengkhawatirkan masa depan pelayannya, aku baru menemuinya pada dirimu atau jangan-jangan kau bukan putri yang sesungguhnya?” tambah Kyu yang ingin mencairkan suasana di antara mereka.

EunSoo yang mendengar jawaban Kyu hanya dapat memanyunkan bibirnya sebagai tanda jika ia tak puas dengan jawaban Kyu.

“ aku bertanya seperti karena aku adalah temanmu sejak kita kanak-kanak. Aku hanya takut..” jawab EunSoo pelan.

“ apa yang kau takutkan?” tanya Kyu penasaran namun EunSoo sepertinya terlalu bingung untuk mengungkapkan hal apa yang kini membebani pikirannya.

“ EunSoo dengarkan aku, mungkin aku tak akan berani mengatakan hal ini padamu untuk kedua kalinya, kumohon jangan simpan kesedihanmu seorang diri, jangan menangis seorang diri dimana aku tak ada disampingmu, dan yang terpenting…kau tak boleh terluka karena siapapun. Kau mengerti?.” Ujar Kyu prihatin.

Entah siapa yang harus ia kasihani dirinya sendiri atau takdir yang seolah-olah tak berpihak pada perasaannya. Kenyataan bahwa EunSoo tak akan pernah menjadi miliknya adalah pil pahit yang harus ia terima, bagaikan memegang pedang dalam genggamannya. Ia harus tetap melindungi EunSoo dalam keadaan apapun walaupun EunSoo kelak tidak akan sendiri lagi.

“ araso,” jawab EunSoo yang kini kembali meneteskan air matanya.

“ uljima, kau akan mendapatkan pasangan yang baik. Aku dapat memastikan jika calon suamimu kelak adalah orang yang sangat tepat untukmu.”

Jawaban Kyu bukan menenangkan EunSoo namun jawabannya semakin membuatnya terisak seorang diri.

“ uljima…” ucap kyu yang kebingungan ketika melihat EunSoo yang semakin mengeraskan tangisannya.

“ gwencana…. kau kembalilah ke kamarmu, aku akan kembali ke kamarku sendiri. Besok masih banyak yang harus kulakukan.” Balas EunSoo di tengah-tengah tangisannya kemudian ia segera meninggalkan Kyu seorang diri di ruang belajarnya.

“ mianhe Kyu, mianhe. Aku bahkan tak tahu mengapa aku menjadi seperti ini, ketika melihatmu hatiku terasa begitu sakit. Mianhe..aku tak bermaksud membuatmu khawatir.” Batin EunSoo yang kini telah sampai di kamarnya sendiri.

Pandangan gadis itu hanya memancarkan sinar kebingungan, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, yang ia tahu sekarang adalah ia harus melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang penerus bagi kerajaannya sekalipun harus ia bayar dengan kebahagiannya sendiri.

“ mengapa ini terlalu sakit? Wae??!!” EunSo semakin menangis sejadi-jadinya ketika ia sedang sendiri di dalam kamarnya. Hatinya begitu sesak hingga ia tak mampu lagi menampung air matanya agar tak tumpah dari pelupuk matanya. Ketika seluruh beban yang ia tanggung seorang diri tak dapat tertahankan lagi, EunSoo hanya dapat menangis untuk meratapi ketidakberdayaannya sendiri hinga ia harus jatuh terduduk karena ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit di hatinya kini.

“ omaa, mengapa kau pergi terlalu cepat? Mengapa aku dilahirkan sebagai seorang putri?”

“ Tuhan, maafkan aku, aku tak seharusnya berkata seperti ini namun masih adakah secercah harapan bagiku untuk menemukan kebahagianku sendiri?”

“ aku..aku ternyata…, tidak! Aku tidak boleh membiarkan ini ada di dalam perasaanku, aku tak boleh membiarkannya tumbuh dengan subur disana. Aku harus mematikannya sebelum semuanya terlambat, ta..tapi mengapa rasanya sungguh menyakitkan?” EunSoo terus menerus berbicara seorang diri namun hanya keheningan malam yang menjadi saksi bisu kegundahan hatinya sekarang. Ia tak mungkin menceritakan atau menjelaskan perasaannya pada ayahnya atau pada siapapun karena kodratnya sebagai putri mahkota melarangnya untuk mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan pada siapapun.

Sedangkan Kyu yang berdiri tepat dibalik pintu kamar EunSoo hanya dapat menekan dadanya sendiri dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menutup mulutnya rapat-rapat. Ia sama sekali tak dapat menahan kesedihannya sendiri, kini hanya air matanya yang lagi-lagi harus mengalir demi gadis itu, demi perasaannya sendiri.

Kyu sangat terlihat jika ia berusaha menahan gejolak yang begitu menekan dadanya sehingga ia sekarang hanya bersandar di depan pintu kamar EunSoo.

Dua orang yang menangis demi perasaan yang tak akan pernah terucap, demi perasaan yang tak seharusnya melanda kedua insan yang berbeda kasta, bahkan perasaan itu tak akan pernah dibiarkan bersemi di dalam lubuk hati masing-masing dari mereka sehingga keduanya hanya berusaha mematikannya agar tak ada yang terluka.

Namun pada kenyataannya justru keduanya akan menderita luka yang teramat sangat.

–oOo—

Keesokan harinya EunSoo telah memakai pakaian kebesarannya karena hari ini adalah hari peringatan dimana ibunya meninggalkannya untuk selamanya. EunSoo tetap terlihat sangat anggun dan penuh kuasa dengan gaunnya yang berwarna hitam gelap, diatas rambutnya terdapat sebuah mahkota yang ditaburi oleh berbagai macam berlian dan bebatuan mulia lainnya. Wajah EunSoo terlihat sedikit pucat karena cuaca yang sangat tidak bersahabat akhir-akhir ini.

“ kau tak perlu mengikuti upacara ini jika kessahatanmu memburuk EunSoo, akibat luka di sekujur tubuhmu menyebabkan badanmu menjadi demam dan jika kau tetap memaksakan keadaanmu maka luka di tubuhmu akan semakin parah. Istirahatlah..” Yuri yang sedari tadi merapikan rambut EunSoo namun Yuri tetap saja melihat luka-luka EunSoo mengalami peradangan.

“ gwencana..upacara ini hanya diadakan satu tahun sekali. Bagaimana mungkin aku dapat melewatkan acara sepenting ini? aku baik-baik saja unnie.” EunSoo berusaha untuk tersenyum meskipun ia sendiri merasa badannya sedikit demam.

“ baiklah jika itu keputusanmu, aku tak akan melarangmu.” Yuri hanya semakin pasrah jika kekeras kepalaan EunSoo telah datang. Kekuasaan yang dimilikinya sejak kecil membuatnya terlihat sedikit angkuh terutama untuk mengatasi masalahnya sendiri.

Setelah selesai dengan tatanan rambutnya, EunSoo segera berjalan menuju meja riasnya. Namun sebelum sempat EunSoo duduk dalam kursinya..

Uhukk…

Tiba-tiba EunSoo terbatuk, dan batuknya terdengar begitu dalam sehingga EunSoo harus membungkukkan tubuhnya untuk memudahkannya bernafas. EunSoo begitu terkejut ketika menjumpai telapak tangannya berlumuran dengan darah.

Yuri yang melihat kejadian itu segera bergerak mendekat padanya, mata Yuri semakin terbelalak saat melihat darah segar yang berada di telapak tangan EunSoo.

“ YA!!! Sejak kapan kau seperti ini? jawab aku dengan jujur!!! Atau aku akan mengundurkan diri sebagai tabibmu.” Yuri terlihat begitu marah saat melihat tuan putrinya ketahuan mengeluarkan batuk darah.

“ mi..mianhe..unnie, a..aku tak mengatakannya padamu..uhuk…” Lagi-lagi EunSoo memuntahkan darah dari mulutnya hingga wajahnya semakin pucat.

“ EunSoo!!! Tetap bersamaku!!! Tetap pertahankan kesadaranmu! Bagaimana bisa kau begitu keras kepala, mengapa kau menyembunyikan semua ini dariku!!! Apakah kau ingin mati dengan konyol!!! Tak akan kubiarkan kau menyakiti dirimu sendiri seperti ini!!…….Kyu!!! apakah kau ada di luar??!!” Yuri semakin berteriak panik saat tubuh EunSoo semakin lemah.

“ PANGGIL KYU KEMARI!!!!!” perintah Yuri pada seluruh pelayan EunSoo. Keadaan kamar EunSoo mendadak berubah menjadi tegang ketika Yuri berteriak pada seluruh pelayan EunSoo.

Beberapa saat kemudian Kyu berjalan memasuki kamar EunSoo, dan ia langsung berlari mendekat ke arah EunSoo ketika melihat gadis yang kini berbalut gaun hitam itu tergeltak lemah dengan darah di telapak tangannya.

“ apa yang terjadi padanya?” tanya Kyu panik pada Yuri, wajahnya mendadak menjadi sangat tegang ketika EunSoo lagi-lagi memuntahkan darah dari mulutnya.

“ lukanya megalami peradangan di dalam sehingga menyebabkannya batuk darah. Cepat kau bawa EunSoo keatas ranjangnya, aku akan kembali untuk membawa beberapa ramuan untukknya. Jaga dia sampai aku kembali dan usahakan ia tetap tersadar. Kau mengerti??? Dan insiden ini sementara harus kita rahasiakan dari Yang Mulia, setelah EunSoo sedikit membaik baru kita mencoba berbicara dengan Yang Mulia.” Yuri berbicara dengan intonasi yang cepat karena kini ia tak memiliki banyak waktu sebelum upacara peringatan dimulai.

“ Kalian semua!! Jangan ada satu pun yang membuka mulut kalian tentang kejadian yang baru saja kalian lihat sebelum aku menyuruh kalian untuk membuka mulut. KALIAN MENGERTI!!!” Yuri kembali mengeluarkan titahnya sebagai kepala tabib bagi EunSoo setelahnya ia berbicara pada seluruh pelayan EunSoo, Yuri segera berjalan dengan cepat untuk meninggalkan kamar EunSoo. Sedangkan seluruh pelayang EunSoo hanya dapat diam membisu saat melihat kejadian yang menimpa tuan putrinya tersebut.

Tanpa disangka-sangka, kepala pelayan EunSoo menitikkan air matanya untuk putrinya itu, sehingga ia memberanikan dirinya untuk mendekat ke arah Kyu yang sedang menemani EunSoo.

“ Tu..tuan muda, apakah ada yang anda butuhkan untuk Tuan Putri?”

“ ne, tolong bawakan saya sebaskom air hangat mungkin saja Yuri membutuhkannya nanti. Terima Kasih bibi..” Kyu menjawab pertanyaan kepala pelayan EunSoo dengan sangat sopan meskipun pandangannya terus mengarah pada EunSoo yang terlihat sangat pucat dan kini badannya mulai demam.

“ tetaplah bersamaku EunSoo, pertahankan kesadaranmu.hmm?” Kyu kembali berbicara pada EunSoo yang terbaring lemah di pangkuan Kyuhyun.

“ hmm..” EunSoo mengangguk lemah, ia kembali menggenggam tangan Kyu erat-erat demi menguatkan kesadarannya.

“ EunSoo, mengapa kau melakukan ini semua padaku? Mengapa kau menanggung segalanya seorang diri? Kumohon jangan membuat jantungku nyaris berhenti karenamu. Kau tau, aku sangat takut jika hal buruk terjadi padamu. Kumohon jagalah dirimu dengan baik Putri.” Kyu sempat membalas genggaman tangan EunSoo, ia menggenggam tangannya yang hangat dengan begitu erat seolah-olah EunSoo tidak akan pernah pergi darinya.

“ mi..mianhe Kyu. Jeongmal mianhe… uhukk..” keadaan EunSoo kembali memburuk dengan suhu tubuhnya yang semakin tinggi diselingi keringat dingin mengucur dari pelipisnya.

“ Bibi, tolong bawakan aku beberapa sapu tangan untuk membersihkan darah dari mulutnya!!” ucap Kyu panik saat EunSoo kembali mengeluarkan darah dari batuknya.

“ bertahanlah EunSoo, yuri akan segera kembali untuk mengobatimu. Kau harus kuat, ne??” Kyu terlihat menahan tangisnya ketika EunSoo terus menerus terbatuk. Kyu berusaha menyeka keringat yang keluar dari pelipisnya namu tangannya sedikit bergetar. Kyu benar-benar ketakutan sekarang.

“ kyu… tetaplah bersamaku, jangan tinggalkan aku, jangan berusaha menghindar dariku. Berjanjilah padaku” ucap EunSoo lemah.

“ ne…jangan pikirkan apapun, fokuslah terhadap kesehatanmu EunSoo.” Kyu semakin mendekap EunSoo kedalam pelukannya sedangkan EunSoo melingkarkan tangannya pada pinggang Kyuhyun.

Beberapa saat kemudian Yuri masuk ke dalam kamar EunSoo dengan membawa semangkuk obat. Yuri yang sangat mengerti dengan keadaan yang kini terjadi diantara Kyuhyun dan EunSoo segera menyuruh seluruh pelayan di kamar eunSoo untuk keluar dari kamarnya dengan alasan Yuri ingin mengobati tuan Putrinya.

“ Kyu…” Yuri memanggil Kyu dengan suara rendah agar tak mengundang perhatian pelayan yang ada di luar kamar EunSoo.

“ apakah kau akan melihat kondisinya?” Kyu menjawab ucapan Yuri dengan nada yang sangat frustasi. Matanya terlihat memerah karena menahan agar air matanya tak jatuh menetes akibat dari rasa khawatirnya pada EunSoo

“ ne, aku membawakan ramuan obat untukknya. Obat ini akan mengobati peradangan lukanya dari dalam sehingga ini akan sedikit membantunya untuk sementara. Aku telah mengatakan segalanya pada Yang Mulia, Ayah EunSoo sangat kaget dengan apa yang kuucapkan mengenai keadaan putrinya namun Yang Mulia tidak memiliki pilihan untuk menjenguk EunSoo selepas ia menyelesaikan upacara peringatan kematian ibu EunSoo. Sehingga untuk sementara kita harus menjaga EunSoo.” Yuri menjelaskan segalanya pada Kyu sembari menyendokkan sedikit demi sedikit obat untuk EunSoo sedangkan EunSoo hanya dapat diam membisu mengingat ia tak dapat menghadiri upacara peringatan kematian ibunya yang hanya dilakukan setahun sekali.

“ Ya!! Aku akan menjagamu 24 jam mulai saat ini, jadi jangan berani-beraninya kau menyembunyikan lagi apapun dariku, ataupun Kyu. Kau mengerti?? Kami begitu mengkhawatirkanmu EunSoo.” Yuri kembali memarahi EunSoo layaknya adik perempuannya sendiri.

“ ne, gomawo unnie.” EunSoo tersenyum ringan ketika Yuri kembali memarahinya, Yuri selalu saja lebih berani dari Kyu dalam hal memarahi EunSoo.

“ obat yang kuberikan mungkin akan memberi efek mengantuk, jadi gunakan itu untuk beristirahat dan jangan pikirkan hal apapun dalam otakmu! Termasuk rencana perjodohanmu! Kau mengerti!!” Yuri terus menerus mengomeli putrinya tanpa henti hingga Kyu hanya terkekeh melihat kelakuan dua yeoja yang kini berada di hadapannya.

“ aku ingin tidur, unnie.” EunSoo berkata sembari menaikkan selimutnya untuk menutupi setengah dari tubuhnya.

“ baiklah, lebih baik kau gunakan waktumu untuk istirahat. Aku akan menemuimu lagi 4 jam lagi untuk memberimu obat. YA!! Kyu sampai kapan kau mau menggenngam tangan EunSoo terus menerus?? Biarkan dia istirahat atau kupenggal kepalamu jika kau tak mau melepaskan tangannya!!”

“ haha..ne..ne araso.” Kyu kembali terkekeh melihat Yuri yang begitu protektif kepada EunSoo.

Akhirnya Kyu dan Yuri memutuskan untuk meninggalkan EunSoo untuk beristirahat di kamarnya. Di tengah-tengah perjalanannya mereka berdua tampak berbicara serius.

“ Kyu, apakah kau tau betapa cerobohnya dirimu tadi? Kau tak bisa membiarkan perasaanmu ikut terlarut dalam situasi apapun jika orang lain melihatmu memeluk EunSoo, nyawamu akan terancam dan posisi EunSoo…akan dipertanyakan dan bisa saja perjodohannya akan dimajukan. Kumohon aku tahu bagaimana perasaan EunSoo mengenai perjodohannya jadi kita sebagai seseorang yang selalu berada di sisinya seharusnya berusaha untuk meringankan bebannya.” Bisik Yuri datar.

“ kau hanya membuatnya untuk melarikan diri dari kenyataan yang harus dihadapinya, kau tau? Aku tak akan memelukknya jika hatiku tak begitu sakit ketika melihatnya terlihat begitu frustasi dengan keadaannya, apakah kau tau jika ia sama sekali tak memperdulikan kesehatannya? Aku hanya ingin meringankan beban di pundaknya, walaupun ia terlihat sangat kuat dan berkuasa namun sebenarnya ia hanyalah seorang gadis yang merindukan kebebasannya.” Kyu menjelaskan hal tersebut pada Yuri dengan nada yang sangat serius.

“ ne, mungkin hanya kaulah yang mengerti bagaimana keadaan EunSoo yang sebenarnya namun Kyu ada satu hal yang kutakutkan ..”

“ apakah EunSoo telah mengetahui jika jabatanmu yang sebenarnya adalah penasehat sahnya ketika kelak ia telah menjadi Ratu? kau tau kan resiko menjadi penasehat seorang ratu adalah kau tak diperbolehkan untuk menikah dengan siapapun.”

“ ne, aku tahu resiko akan jabatan tersebut dan aku memiliki alasanku sendiri mengapa aku menerima jabatan sebagai penasehat agung baginya kelak.”

“ kyu.. jangan katakan padaku jika kau akan mengorbankan masa depanmu?” Yuri sedikit gugup dengan ucapannya sendiri.

“ ne, kau benar. Masa depanku ada di tangannya, tak ada alasan bagiku untuk memilih wanita lain untuk berada di sisiku.” Kyu menatap Yuri dengan pandangan yang tajam seolah-olah ia ingin meyakinkan Yuri jika keputusannya sudah tak dapat diganggu gugat.

“ kuharap EunSoo akan cukup kuat saat ia mengetahui jika kau mengorbankan masa depanmu dengan mengambil jabatan itu untuknya, Kyu..” Ucap Yuri mengakhiri pembicaraannya dengan kyu sebelum ia kembali kedalam ruangannya sendiri.

TO BE Continued….

Don’t forget to leave your comment chingu ^^

Apakah yang rahasia besar Kyu akan segera terungkap oleh EunSoo? Lalu Apakah Pengeran Lee akan bertemu dengan EunSoo secara resmi di chap selanjutnya??

Nantikan kelanjutannya di Run Through The Time chap 3…^^

Author PoV

EunSoo yang terbangun dari tidurnya di malam hari dengan sengaja bangkit dari tempat tidurnya.

“ putri,.. kami mohon jangan memaksakan diri untuk bangun jika keadaan putri masih lemah.” Ucap kepala pelayannya yang melihat EunSoo bangun dari tidurnya.

“ aku baik-baik saja bibi, obat dari Yuri telah banyak membantuku. Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar, tubuhku akan semakin lemah jika aku hanya berbaring di atas tempat tidur. “ EunSoo segera melangkah untuk bangkit dari tempat tidurnya dan dengan segera pelayan-pelayannya memakaikan pakaian hangat bagi putrinya itu dan mereka berjalan mengikuti kemanapun EunSoo berjalan.

“ aku hanya akan berkeliling di sekitar istana jadi kalian tak perlu mengikutiku.”

“ ta..tapi Putri.”

“ kalian tetaplah disini, aku yakin jika tak lama lagi ayah akan menemuiku. Panggil aku jika ayah akan menemuiku.”

“ baik putri..” Seluruh pelayan EunSoo hanya dapat mematuhi apa yang tuannya katakan karena mereka sama sekali tak memiliki kekuatan untuk membantah sepatah kata apapun dari EunSoo. Sekeluarnya EunSoo dari kamarnya, ia dapat menjumpai lorong-lorong sepi karena malam telah menyapa.

Tiba-tiba langkah EunSoo terhenti tepat di depan ruangan Ayah Kyu berada. Ia mendengarkan perdebatan kecil antara ayah dan anak laki-lakinya tersebut.

“ Kyu, kumohon dengarkan ucapan ayahmu ini. Jika kau tetap menyembunyikan semua ini maka Yang Mulia Putri EunSoo yang akan terluka. Kau tau kan bagaimana ia menjaga keluarga kita hingga saat ini?” Samar-samar terdengar suara ayah Kyu dari balik pintu sedangkan EunSoo hanya diam dan mendengarkan dengan baik. Ia berusaha mencerna apa penyebab perdebatan Kyu dan ayahnya.

“ justru karena itulah, aku harus mengabdi padanya seumur hidupku appa!”

“ tapi bukan begini caranya Kyu! Merahasiakan alih jabatanmu darinya hanya semakin membuat hubunganmu dengan Putri EunSoo semakin rumit.” Ayah Kyu terdengar sangat frustasi dengan putranya.

“ aku akan memberitahunya

10 Comments (+add yours?)

  1. erva
    May 04, 2014 @ 20:47:31

    eonni… slm knl.. mf bru comment dpart ini… aq suka ngt ma ceritax.. aplg klo nnt bnrn ada masa dpn x… dan mrk d ms dpn bs brsm sm… semngt trs nulis chapter selnjutx… jgn lm lm ya

    Reply

  2. Muthia
    May 05, 2014 @ 02:20:45

    Annyeong thor, aku reader baru disini 😀 slm kenal.

    Ffnya aku suka, keren thor >.<
    next part ditunggu

    Reply

  3. lieyabunda
    May 05, 2014 @ 17:10:39

    Hemmmm,,, makin runyam aza nih kaya nya…
    Lanjut thor

    Reply

  4. zahrachaira
    May 05, 2014 @ 20:00:32

    lanjut thor… keep writing! ^_^

    Reply

  5. littlefishy
    May 05, 2014 @ 21:31:50

    Complicated banget cerita EunKyu ya, mereka mungkin udah jelas tau perasaan masing” tp karna beda kasta mereka harus ngerasain luka yg sakit banget, ditambah kyuhyun mau ngorbanin masa depannya buat seorang eunsoo.., nggak sabar buat tau kelanjutannya..

    Reply

  6. rifqoh jannah
    May 06, 2014 @ 23:22:23

    hhuaaa makin penasaran sama kelanjutannya TT^TT
    ditunggu ya thor part selanjutnya.. hwaiting!^^

    Reply

  7. rahmahalyafanficindo
    May 07, 2014 @ 08:50:31

    aku nangis baca nya -_____- part 3 jangan lama ya eon

    Reply

  8. Flo
    May 08, 2014 @ 01:28:41

    ya ampun kasihan banget mereka berdua
    belum kyu mau mengabdi seumur hidupnya buat eun soo

    Reply

  9. kyu
    May 09, 2014 @ 19:37:45

    Compilcated bangeet;-;

    Reply

  10. YuunieSsi
    Aug 22, 2014 @ 17:03:21

    Huuaa..Seddiihhh…Entah kebetulan atau enggak aqu baa ff ini sambil dengerin lagu SM The Ballad ‘BREATH’ rasanya makin makjleb aja tuh lagu kalo dipaduin sama ni ff… Tapi menurut aqu pribadi sih gg tau yg lain..hehee
    KEREN THOR (y)
    Mereka saling cinta tapi gg bisa saling memiliki…hiks
    Gg sabar kalo mreka udah pada reinkarnasi nnti, semoga takdir mempersatukan mereka yaa^^
    kira2 Kyu bakalan ngelakuin ritual yg disarankan Sungmin nggk ya?
    Okedeh KEEP WRITING AND FIGHTING NE!!!
    Oiya, aqu udah sempetin komen di part 1 tpi gg tau mau k’post atw nggak..Semoga aja mau tapi kalo misalkan enggak, Jeongmal mianhae author-nim^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: