RUN THROUGH THE TIME [3/?]

cover run

RUN THROUGH THE TIME ( 3 )

 

AUTHOR : AKIKO

GROUP CAST : SUPER JUNIOR, EXO, SNSD

RATING : 16+

CAST : EUN SOO as Main character

Kyuhyun as Eun Soo tutor

DongHae as EunSoo Husband

Sungmin as kyuhyun’s friend

Yuri as Eun Soo’s friend

Sehun as Kyuhyun reincarnation

Luhan as Donghae reincarnation

LENGTH : SERIES

PLEASE, DON’T BE SILENT RIDERS!!!

So be wise reader ^^. ( Happy Reading ^^)

 

Author POV

EunSoo yang terbangun dari tidurnya di malam hari dengan sengaja bangkit dari tempat tidurnya.

“ putri,.. kami mohon jangan memaksakan diri untuk bangun jika keadaan putri masih lemah.” Ucap kepala pelayannya yang melihat EunSoo bangun dari tidurnya.

“ aku baik-baik saja bibi, obat dari Yuri telah banyak membantuku. Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar, tubuhku akan semakin lemah jika aku hanya berbaring di atas tempat tidur. “ EunSoo segera melangkah untuk bangkit dari tempat tidurnya dan dengan segera pelayan-pelayannya memakaikan pakaian hangat bagi putrinya itu dan mereka berjalan mengikuti kemanapun EunSoo berjalan.

“ aku hanya akan berkeliling di sekitar istana jadi kalian tak perlu mengikutiku.”

“ ta..tapi Putri.”

“ kalian tetaplah disini, aku yakin jika tak lama lagi ayah akan menemuiku. Panggil aku jika ayah akan menemuiku.”

“ baik putri..” Seluruh pelayan EunSoo hanya dapat mematuhi apa yang tuannya katakan karena mereka sama sekali tak memiliki kekuatan untuk membantah sepatah kata apapun dari EunSoo. Sekeluarnya EunSoo dari kamarnya, ia dapat menjumpai lorong-lorong sepi karena malam telah menyapa.

Tiba-tiba langkah EunSoo terhenti tepat di depan ruangan Ayah Kyu berada. Ia mendengarkan perdebatan kecil antara ayah dan anak laki-lakinya tersebut.

“ Kyu, kumohon dengarkan ucapan ayahmu ini. Jika kau tetap menyembunyikan semua ini maka hanya Yang Mulia Putri EunSoo yang akan terluka. Kau tau kan bagaimana ia menjaga keluarga kita hingga saat ini?” Samar-samar terdengar suara ayah Kyu dari balik pintu sedangkan EunSoo hanya diam dan mendengarkan dengan baik. Ia berusaha mencerna apa penyebab perdebatan Kyu dan ayahnya.

“ justru karena itulah, aku harus mengabdi padanya seumur hidupku appa!”

“ tapi bukan begini caranya Kyu! Merahasiakan alih jabatanmu darinya hanya semakin membuat hubunganmu dengan Putri EunSoo semakin rumit.” Ayah Kyu terdengar sangat frustasi dengan putranya.

“ aku akan memberitahunya tepat setelah ia resmi bertunangan. Tak ada yang perlu ayah cemaskan. Keputusanku telah bulat.” Suara Kyu terdengar datar namun penuh dengan keyakinan.

Karena penasaran dengan hal yang dirahasiakan oleh Kyu maka EunSoo segera berkata penjaga yang berada tak jauh dari pintu ruangan ayah Kyu berada.

“ katakan jika aku ingin masuk.” EunSoo mengatakan kalimat singkat tersebut pada penjaga laki-laki yang sedari tadi hanya dapat berdiam diri ketika EunSoo melarangnya untuk melaporkan kehadirannya.

“ baik, Putri..” Penjaga itu segera masuk kedalam ruangan dan mengatakan bahwa Putri EunSoo ingin menemui mereka.

Ayah Kyu nampak gugup dengan kedatangan EunSoo begitu pula dengan Kyu yang tiba-tiba merubah ekspresinya.

Beberapa saat kemudian EunSoo masuk kedalam ruang kerja ayah Kyu dengan mukanya yang masih sedikit pucat.

“ Paman, bisakah saya berbicara sebentar dengan Kyu?” EunSoo tetap memasang ekspresi datar saat mengucapkan kalimat tersebut pada ayah Kyu.

“ n..ne. Silahkan Putri. Hamba mohon diri..” Ayah Kyu yang masih cemas dengan Kyu segera beranjak pergi dari ruangannya dan membiarkan putranya menyelesaikan masalahnya sendiri karena ia tak memiliki daya apapun ketika EunSoo sendiri yang telah berbicara.

Sekeluarnya ayah Kyu dari ruangannya, EunSoo segera menatap Kyu dengan pandangannya yang tajam.

“ kukira kau telah mengerti mengapa aku ingin berbicara berdua denganmu Kyu.”

“ saya sama sekali tak mengerti apa maksud Tuan Putri sudi untuk datang kemari.” Jawab Kyu dengan nada suara yang rendah. Ia berusaha memasang wajah setenang mungkin namun pada kenyataannya ia tak dapat tenang sedikit pun.

“ hentikan semua tata krama istana untuk saat ini, kau telah mengetahuinya kan? Aku tak ingin menduganya tapi apakah kau menerima jabatan sebagai penasehat agungku kelak?”

“ ne..” Ekspresi Kyu tetap datar dengan jawaban singkatnya itu.

“ mengapa kau menerimanya? Apakah kau tau akibat dari  jabatan tersebut?” eunSoo bergerak mendekati Kyu namun Kyu semakin memundurkan langkahnya.

“ karena aku mengetahuinya dengan jelas, maka itu menjadi alasan dasarku menerimanya.” Jawab Kyu pelan. Ekspresi wajahnya terlihat sangat serius sembari menatap manik mata EunSoo dalam-dalam.

“ ternyata benar, dan kau menyembunyikannya dariku, huh?”

“ aku tak ingin kekuasaanmu menghancurkan seluruh rencanaku.”

“ mwo? Rencanamu? Kau hanya berencana mengancurkan hidupmu sendiri ketika kau menjadi penasehatku. Bagaimanapun aku tak akan pernah menyetujuinya.”

“ kau terlambat. Semua prosedurnya telah disetuji oleh dewan istana dan kau pasti mengetahui jika aku adalah kandidat yang paling diharapkan oleh dewan istana. Kekuasaanmu tak akan bisa menggantikan posisiku EunSoo.”

Lisan EunSoo begitu tercekat saat mendengar penjelasan Kyu, matanya mulai memanas dan tangannya menggenggam erat-erat gaun tidurnya.

“ tapi itu adalah hidupmu Kyu, bagaimana bisa kau mengorbankan hal sepenting itu hanya demi aku? bukankah kau berjanji akan hidup dengan bahagia setelah aku menikah kelak tapi sekarang apakah ini yang kau maksud dengan bahagia?”

“ ne,..”

EunSoo kembali harus menahan emosi yang bergejolak di dadanya kini, karena Kyu sama sekali tak goyah dengan keputusannya.

“ ini adalah hidupku EunSoo, kau sama sekali tak perlu memikirkan bagaimana masa depan budak sepertiku.” Kyu segera mengakhiri pembicaraannya dengan EunSoo kemudian ia sendiri segera keluar dari ruangan ayahnya dan meninggalkan EunSoo seorang diri.

“ pabo… apakah kau tau jika kau hanya akan menderita ketika menjadi penasehatku kelak? Aku tak ingin melihatmu menderita karenaku, Kyu..” batin EunSoo dalam diamnya. Kini tanpa sadar kedua matanya yang jernih mengeluarkan air mata yang tak dapat ia bendung lagi.

Perlahan EunSoo keluar dari ruang kerja ayah Kyu dengan tatapan kosong, dan ia tanpa sengaja meninggalkan mantelnya sehingga kini tubuhnya hanya terbalut gaun tidur yang tipis. Sebelum EunSoo memasuki lorong menuju kamarnya, sebuah lengan memeluknya dari belakang.

“ mianhe, aku tak bermaksud membuatmu menangis EunSoo.” Ucap Kyu sembari memakaikan mantel EunSoo yang tertinggal.

EunSoo segera merubah posisinya agar ia dapat melihat wajah Kyu dengan jelas. EunSoo dapat melihat wajah damai Kyu dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.

“ ikut aku..Kita perlu bicara.” EunSoo segera menarik Kyu menuju lorong gelap yang berada tak jauh dari kamarnya. Sebelum ia berbelok ke dalam lorong tersebut, EunSoo memastikan jika tak ada seorangpun yang mengikuti mereka berdua.

Dengan langkah hati-hati EunSoo menginjak salah satu batu bata yang terdapat di sudut lorong, kemudian tanpa Kyu duga, sebuah pintu terbuka.

Tanpa banyak berbicara EunSoo segera membawa Kyu untuk masuk kedalamnya.

“ ini adalah ruangan yang dulunya dipakai ibuku jika ia ingin berbicara berdua  dengan ayah. Namun semenjak ibu meninggal, ayah tak pernah datang kemari lagi. Menurutnya, kenangan ibu selalu membuatnya bersedih ketika ayah memasuki ruangan ini.” jelas EunSoo pelan.

Kyu berjalan perlahan sembari memperhatikan seluruh lukisan yang tergantung di dinding, beberapa di antaranya tampak sosok EunSoo yang saat itu masih berusia 3 tahun.

“ aku ingat, kau menangis tanpa henti ketika pelukis istana akan melukismu pada lukisan ini.” Kyu berkata dengan sedikit nada geli di akhir ucapannya karena ia dapat mengingat dengan jelas bagaimana ia dahulu menjalani masa kecilnya bersama EunSoo.

“ ne,.. saat itu umurmu baru 7 tahun namun kau telah berani-beraninya memelukku.” Jawab EunSoo singkat.

“ tapi itu efektif untuk membuatmu berhenti menangis.” Kyu telah memulai sikap usilnya.

“ bagaimana aku tidak berhenti menangis jika pada saat itu kau adalah laki-laki pertama yang tanpa ragu memelukku di depan pelukis istana secara terang-terangan!” EunSoo sedikit mengerucutkan bibirnya karena kesal.

Sedangkan Kyu hanya dapat tertawa saat mendengar jawaban EunSoo.

“ Kyu..” EunSoo berusaha membujuk Kyu dengan meraih tangan Kyu perlahan.

“ a..apa yang kau lakukan EunSoo, jika seseorang melihat kita seperti ini maka kita berdua akan mati.” Kyu dengan cepat melepas genggaman tanggan EunSoo namun EunSoo tetap menahan tangan Kyu sekuat tenanganya.

“ tak ada satupun yang mengetahui ruangan ini selain aku dan ayah. Jadi tak akan ada yang melihat kita. Sekarang jawab aku dengan jujur Kyu, mengapa kau melakukan semua ini padaku? Mengapa kau menerima tawaran dewan istana untuk menjadi penasehatku? Kau tau kan, ketika pertunanganku tiba maka kau akan resmi menjadi penasehatku dan itu artinya kau harus memakai topeng di sisa hidupmu jika bertemu denganku. Kau mengerti itu dengan jelas kan? topeng yang akan kau pakai adalah perlambang dari keputusanmu untuk mengabdikan seluruh hidupmu hanya demi aku. Kumohon Kyu, aku tak ingin melihatmu seperti itu.” EunSoo terlihat sangat frustasi ketika berhadapan dengan sikap keras kepala Kyu.

Kyu menatap lembut gadis yang tak akan pernah ia miliki itu, dengan ragu-ragu ia mengusap dengan lembut pipi EunSoo, kemudian ia tersenyum.“ karena aku ingin menjagamu. Apakah alasan itu tak cukup bagimu?”

“ tapi kau tak akan pernah bisa menikah Kyu, apakah kau sanggup menanggung semua itu? Kumohon Kyu, kau tak boleh menjadikan hidupmu sebagai permainan layaknya anak kecil.” EunSoo mulai menangis ketika melihat ekspresi Kyu yang sangat tenang. Karena EunSoo tahu persis jika keputusan Kyu tak akan goyah jika raut mukanya setenang air seperti saat ini.

“ uljima,.. aku akan baik-baik saja selama aku dapat menjaga dan melindungimu dengan baik. Semuanya akan baik-baik saja, aku tahu seluruh resiko yang harus kuhadapi kelak EunSoo. Kau tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi padamu nanti, namun aku akan terus berada di sampingmu meskipun kau telah menikah kelak yang perlu kau pikirkan sekarang adalah Jadilah ratu terbaik seperti yang selalu kau katakan padaku.” Kyu membalas genggaman tangan EunSoo dan menarik EunSoo kedalam pelukannya.

“ kau benar-benar seorang namja sekarang.” Ujar EunSoo pelan.

“ maksudmu?”

“ tubuhmu begitu hangat dan tanpa kusadari tubuhmu telah lebih besar dariku.”

“ haha.. kau pikir aku adalah bocah kecil yang selalu berlari-lari mengejarmu ketika kau tak ingin belajar, ehmm? Aku pun juga tumbuh besar seiring denganmu yang kini telah nampak seperti yeoja bagiku.”

“ benarkah? Apakah aku tumbuh dengan baik? dan apakah aku bertambah cantik?” EunSoo telah kembali pada sifat aslinya yang periang jika ia berkeinginan untuk menjahili Kyu.

“ ani.. aku tak dapat melihat perubahanmu, karena aku melihatmu setiap hari.” Jawab Kyu asal.

“ benarkah?” EunSoo menyipitkan kedua matanya.

Kyu hanya tersenyum melihat tingkah EunSoo yang tak pernah berubah sejak ia kecil.

“ kau adalah putri mahkota tercantik yang pernah kutemui, jadi jangan sia-siakan kecantikanmu itu hanya untuk kau habiskan bersamaku. Persiapkan dirimu untuk bertemu calon suamimu kelak, apa katanya nanti jika ia menjumpai wajahmu layaknya itik buruk rupa.” Canda Kyu.

“ andwe, hal itu tak akan pernah terjadi. “ EunSoo semakin kesal dengan jawaban kyu yang selalu saja mengalihlan pembicaraan mereka.

“ kyu, aku ingin kau bertanding denganku besok. Jika aku dapat mengalahkanmu di area memanah besok maka kau harus mencabut jabatanmu itu.”

“ shireo..”

“harus, ini adalah perintah..”

“ kau tak akan sanggup mengalahkanku, dan aku tak akan membiarkanmu pergi ke area memanah besok dengan keadaan kesehatanmu yang belum sepenuhnya.”

“ aku akan baik-baik saja, Kyu”

“ kau berkata demikian namun tubuhmu tak cukup kuat dengan semua perintahmu. Jadi tetap beristirahatlah besok, aku akan mengatur seluruh jadwal belajarmu agar dapat dilakukan di ruanganmu saja.” Kyu berusaha membujuk EunSoo dengan suaranya yang lembut, namun tak dapat dipungkiri tangannya kini bergetar saat melihat punggung EunSoo yang masih menampakkan bekas lebam.

“ kau benar-benar pandai mengaturku, bahkan melebihi ayahku sendiri.” Sesal EunSoo yang semakin mengeratkan tangannya pada tubuh Kyu.

“ ini demi kebaikanmu EunSoo. Aku tak ingin kau terluka. Jika kau terluka maka seluruh istana akan turut merasakan dampaknya. Kau harus tau itu.”

“ Kyu..?”

“ ehmm?” Kyu kembali menatap manik mata EunSoo yang tampak begitu hitam dan dalam.

“ apakah kau mencintaiku?” bisik EunSoo pelan. Kini muka EunSoo terlihat sangat merah setelah ia mengucapkan pertanyaan tersebut pada Kyu.

Deg…

Jantung Kyu serasa terhenti ketika sang Putri menanyakan hal tersebut padanya. Ia tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya padanya namun ia sendiri tak dapat membohongi perasaannya sendiri.

“ Aku mencintaimu karena aku mencintai negara kita EunSoo. Dengarkan aku, walaupun banyak orang yang mencintaimu namun kau hanya boleh memberikan hatimu pada suamimu kelak. “ Kyu seakan-akan tak dapat mempercayai ucapannya sendiri. Hatinya begitu tersayat akan seluruh kenyataan yang menimpanya dan tanpa sadar EunSoo menitikkan air matanya.

“ benarkah? Lalu mengapa kau begitu sedih ketika mengucapkan kalimat itu, Kyu?”

“ Jika aku mencintaimu maka kau sama sekali tak boleh mencintaiku. Kau mengerti?”

“ mengapa kau begitu egois?” EunSoo kembali tak percaya jika mereka kini tengah membicarakan sesuatu yang sangat berbahaya.

“ memang seperti itulah kekuasaan yang kau miliki EunSoo. Semua orang boleh mencintaimu namun tidak semua orang dapat kau cintai.” Kyu berusaha memalingkan wajahnya agar ekspresinya tak dapat terbaca oleh EunSoo.

“ mianhe Kyu..” EunSoo semakin bergerak mendekati Kyu dan tanpa Kyu duga EunSoo mencium bibir Kyu pelan.

Kyu semakin membelalakkan matanya karena kaget sehingga ia hanya dapat berdiam diri dan tidak merespon tindakan EunSoo kepadanya.

Ternyata EunSoo menangis.

Kyu segera menarik tubuh EunSoo untuk menjauh darinya dan kini Kyu menatap lekat-lekat mata berair EunSoo. EunSoo hanya diam dengan air matanya yang terus menetes karena ia telah tak sanggup membujuk Kyu untuk tidak mengambil jabatan sebagai penasehatnya.

Kyu segera menghapus air mata yang mengalir di pipinya, namun semakin Kyu menghapusnya justru air mata gadis itu semakin mengalir dengan deras.

“ uljima, jika kau menangis seperti ini dihadapanku maka pertahananku akan roboh.” Kyu berkata pada EunSoo dengan nada serius.

“………..”  EunSoo kembali mengunci lisannya karena ia tak tahu apa yang harus ia katakan. Ketika ia ingin melindungi seseorang yang penting dalam hidupnya justru ia sama sekali tak memiliki daya untuk melindunginya.

Beberapa tetes air mata EunSoo jatuh di atas punggung tangan Kyu, sehingga ekspresi Kyu kinipun terlihat sangat sulit untuk diartikan.

“ kau benar-benar membuatku gila, EunSoo.” Ujar Kyu pelan dan dengan rasa frsutasinya Kyu segera mencium gadis yang kini tengah berdiri di hadapannya tanpa ia pedulikan lagi siapakah gadis yang kini ia cium.

Mereka berdua semakin terhanyut dengan ciuman mereka, namun sebenarnya semua itu hanyalah pelampiasan dari seluruh beban yang tengah mendera mereka berdua. Rasa frustasi, keputusasaan dan perasaan yang tak terucapkan semakin membuat hubungan diantara keduanya semakin rumit layaknya benang yang tak mampu untuk diuraikan.

Author pov end.

EunSoo pov

“ apa yang kulakukan semalam bersama Kyu, andwe…andwe.  Mengapa ki..kita berdua..da..dapat. aish..”

Aku benar-benar tak percaya mengapa aku dapat berbuat seceroboh itu padanya. Sehingga kali ini aku hanya dapat berdiam diri di atas kasurku dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut. Kurasa aku tak akan sanggup menahan malu jika aku bertemu dengannya.

Tanpa sengaja aku kembali meraba bibirku yang masih terasa hangat, lagi-lagi pikiranku menolak untuk mengingat hal memalukan itu kembali namun apa daya otakku tetap saja menngulang-ulang seluruh kejadian malam itu.

Ketika aku terlarut dalam lamunanku, tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan dapat kulihat protokol istana dari balik tirai yang membatasi pandanganku.

Seperti hari-hari biasanya, seluruh kegiatanku hari ini telah diatur oleh seluruh dewan istana dan setiap pagi protokol istana akan selalu membacakannya untukku dan untuk kali ini ayahku akan berkunjung langsung ke kediamanku. Kuharap ayah tak marah besar padaku.

Setelah semua kegiatanku telah dibacakan protokol istana segera pergi meninggalkan kamarku lalu seluruh pelayanku akan segera menutup seluruh pintu dan tirai di kamarku.

Mereka dengan segera menyiapkan air hangat bagiku untuk mandi pagi, mungkin bagi rakyat jelata ritual ini adalah ritual yang paling konyol yang pernah ada. Namun bagiku yang sejak kecil telah terikat oleh seluruh peraturan istana, ritual mandi yang dapat dikatakan sangat privasi adalah menjadi tanggung jawab seluruh pelayanku untuk melayaniku dengan sebaik-baiknya.

Pertama-tama beberapa dari mereka akan membawakan beberapa potong gaun yang akan kupilih sesuai dengan agendaku hari ini. Setelah itu parade membosankan ini akan dilanjutkan dengan mereka yang membawa beberapa kotak perhiasanku seperti anting-anting, gelang, kalung atau pun cincin. Lalu yang terakhir adalah pemilihan jepitan dan hiasan rambut yang sesuai dengan gaun yang akan kupakai.

Aku benar-benar bosan ketika melewati ritual yang sama sekali tak bisa kutolak karena jika sekali saja aku menolaknya Yuri akan selalu memarahiku dengan berbagai macam petuahnya yang membuat telingaku sakit.

Dua jam berlalu, akhirnya kini aku telah kembali dalam peranku sebagai seorang putri mahkota yang selalu menjaga segalanya demi pencitraan. Kini aku duduk tepat di depan meja riasku sedangkan salah seorang penata rias mengutak-atik bentuk rambutku sehingga tercipta tatanan rambut yang begitu rumit. Bahkan aku sama sekali tak sadar jika rambutku kini telah digelung tinggi dengan kepangan rumit yang dibentuk dengan indah. Jepit-jepit emas berhiaskan intan permata memenuhi rambutku namun tak dapat kupungkiri aku nampak sangat cantik hari ini.

Tanpa sadar aku tersenyum seorang diri.

“ apakah ada hal baik yang terjadi hari ini putri? Sehingga membuat tuan putri tersenyum begitu hangat di pagi hari?” tanya salah satu pelayanku.

“ tidak, aku menyukai tatanan rambutmu. Sangat indah. Tingkatkan kemampuanmu” aku memang senang mengapresiasi segala kerja keras pelayanku agar mereka dapat bekerja dengan hati yang senang. Tak khayal jika para pelayanku bersikap sangat protektif kepadaku karena mereka telah menganggapku sebagai bagian dari hidup mereka.

“ ah.. Tuan Putri terlalu berbaik hati, hamba tak pantas menerima sanjungan sebesar itu.”

Lagi-lagi aku hanya tersenyum mendengar jawaban pelayanku itu, namun tiba-tiba seekor merpati berwarna putih hinggap di pinggir jendela kamarku. Terlihat jelas jika kaki merpati tersebut terdapat sebuah gulungan kertas putih.

Pelayanku segera menangkap merpati putih tersebut dan memberikan gulungan kertas putih itu padaku.

“ apakah kalian dapat meninggalkanku sendiri?” ucapku pada seluruh pelayanku karena aku merasa ada yang tak beres dengan surat yang kubawa sekarang.

‘ baik putri..” Mereka semua dengan serempak menjawab perintahku dan segera pergi meninggalkanku sendiri di ruang riasku.

Kubuka perlahan gulungan kertas kecil itu..

“ Bagaimana dengan lukamu putri? “

“ nuguya?” batinku penasaran.

Segera kuterbangkan kembali merpati tersebut dari luar jendelaku beserta balasan suratku. Namun batinku masih terus bertanya-tanya siapa sang pengirim surat tersebut.

Beberapa saat kemudian burung itu kembali dengan membawa gulungan surat yang baru.

“ kau memang seperti yang kubayangkan. Lagi-lagi kau tak dapat mengenaliku dengan

baik.”

Aku kembali berpikir dan pikiranku terarah pada pria asing yang menyelamatkanku di hutan beberapa hari yang lalu.

Jangan-jangan ia benar-benar pangeran Lee?

Batinku kembali menduga-duga sembari menunggu balasan apa yang akan ia katakan padaku soal identitasnya.

TO BE CONTINUED

PLEASE DON’T BE SILENT READER…

 

8 Comments (+add yours?)

  1. Flo
    May 08, 2014 @ 01:43:55

    wah, kyu sama eunsoo ngelakuin itu kah?
    aduh makin penasaran nih sama kelanjutannya nih thor..
    ditunggu next partnya yah…

    Reply

  2. khalepa
    May 08, 2014 @ 10:03:31

    author cepetan lanjutin…
    daebak!!!!

    Reply

  3. Naehyun
    May 08, 2014 @ 11:24:58

    Mianhae thor baru komen 😀 berharap kyu dan eunsoo bersama 🙂 next thoorr !!

    Reply

  4. lieyabunda
    May 08, 2014 @ 12:55:16

    Pangeran lee belom muncul yaa….!
    Lanjut thor

    Reply

  5. rifqoh jannah
    May 08, 2014 @ 18:12:44

    makin rumit aja kisah cintanya kyu sama eun soo. gatega jadinya–”
    daebak thor~~~ ditunggu ya kelanjutannya.hwaiting!^^

    Reply

  6. littlefishy
    May 08, 2014 @ 20:33:20

    Huaah kenapa chapter yg ini pendek banget thor? ;-(;-(
    next chapter harus lebih panjang ya thor, hehe..

    Reply

  7. littlefishy
    May 08, 2014 @ 20:34:40

    Huaah kenapa chapter yg ini pendek banget thor? ;-(;-(
    next chapter harus lebih panjang ya thor, hehe.. 😀 dan ditunggu kemunculan pangeran Lee-nya 😉

    Reply

  8. Yulia
    May 08, 2014 @ 21:54:09

    makin seru…
    aku makin kasihan sama pasangan ini:'(

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: