Devil Inside Us [7/?]

Devil Inside Us

Part 7

Presented by: Val

Cast : Lee Naira, Cho Kyuhyun, Shin Hanna, others
Genre : school life
Rating : PG-15
Length : Chaptered

Author notes:

annyeong!!!!, selamat datang di part 7 hihihi. Semoga belum bosen ya sama ceritannya. AMIN!!! xD . maaf kalau gak suka sama ceritanya tapi tolong jangan ngebash. Sangat ditunggu komentar dan kritiknya supaya aku makin semangat bikin ceritanya ehehehe.

Baiklah, enjoy this fanfiction, don’t forget to RCL.

SMOOOOOCCCCHHH :**

 

Game on.

Setelah perang mulut antara Alya dan Annastasia beberapa hari yang lalu, spot di kantin yang biasa kami tempati, kembali lagi kami gunakan. To be honest, aku tidak terlalu permasalahin meja kantin ini, tapi sepertinya rebutan meja kantin juga menjadi ajang untuk mempertahankan harga diri. Dan untuk kasus Alya, harga diri itu segalanya.

Aku bersandar lemah di sofa sepulang sekolah. Niatnya mau mengerjakan tugas bersama Naomi dan Alya. Naomi tentu saja sudah berkutat dari tadi dengan Macbooknya, sedangkan Alya lebih milih selfie lewat iphonenya. Dan aku lebih memilih menutup wajahku menggunakan syal berwarna biru yang sejak tadi melilit leherku. Aku kurang tidur. Hipotermia tadi malam, padahal aku berada di kamar. Tubuhku benar-benar sedang tidak bisa di ajak kompromi akhir-akhir ini.

Appa dan eomma sebenarnya sudah melarangku untuk bersekolah hari ini, tapi aku memaksa untuk sekolah karena tidak bisa ketinggalan ulangan biologi. Kebayang dong malasnya ulangan susulan.

Aku baru saja memejamkan mataku saat mendengar suara berisik ketukan sepatu dengan lantai yang semakin lama, semakin dekat.

i thought this was my place” suara itu terdengar dalam telingaku, namun aku tetap memejamkan mataku.

excus-me, tapi sejak kapan ya?, you’ve been here for a couple weeks. Correct me if i’m wrong” ku dengar Alya meladeni suara itu. ah, suara Annastasia.

need some sleep, Naira-ssi?, what are you doing excatly last night ?” tanya suara itu dengan nada menghina. Suaranya yang akhir-akhir ini terdengar memuakkan ditelingaku.

Ugh, kenapa Hanna berikut sirkusnya selalu mengganggu di saat-saat tenang seperti ini sih? Aku sudah tidak mengerti lagi sama sunbae yang bodohnya selangit ini. Tidak bisa ya, sehari aja tidak menggangguku?

Dengan terpaksa aku menarik syal dari wajahku hingga dapat dengan jelas melihat Hanna, Annastasia, Yuri dan GaeIn yang sedang menatapku. “late night sleep. Doing my assignment, and as you see, i’m a lill’ bit busy here, honey, if you don’t mind”. Ucapku dengan nada datar.

Tentu saja aku berbohong. Mana mungkin aku menceritakan bahwa semalam aku terkena hipotermia?, aku belum sebodoh Hanna.

in other words, get lost, please” Alya menambahkan sedikit ucapan drama queen nya. Mungkin supaya Hanna dan pengikutnya ngerti, apa maksud kata-kata ku barusan.

~~~

Aku memijat-mijat keningku selama akhir mata pelajaran Song seosangnim. Sudah beberapa hari ini kepalaku pusing, mungkin efek cuaca korea yang memang lagi ekstrim banget. Tapi kalau terus-terusan begini, aku bisa berakhir di rumah sakit seperti kejadian empat tahun yang lalu.

“semakin lama Hanna dan Anna semakin dekat saja” Naomi mengomentari musuh Alya dengan nada geli.

“biar saja. mungkin mereka akan berakhir menjadi istri Kyuhyun” sergah Alya sambil ketawa.

“both of them?” tanyaku sambil sesekali memegang kening. Pusingnya bukan main.

yes, honey. anyway, are you okay?” Alya terdengar khawatir sambil memegang bahuku.

“gwenchana. Pusing saja. sepertinya dua mata pelajaran terakhir aku tidak akan ikut. Mau pulang saja” putus ku , tidak ingin mengambil resiko pingsan di sekolah.

THATS DEFINITELY IS NOT MY STYLE.

“arraseo. Nanti aku akan bilang ke Oh seosangnim dan Mr. Mark. Sekarang kau ingin pulang?” kali ini Naomi bersuara.

Aku menganggukkan kepala. Setelah itu, aku segera beranjak menuju lobby sekolah karena sudah ditungu oleh Park ajjushi, supir keluargaku.

~~~

Tiga hari menghilang dari peredaran sekolah membuat aku menjadi santapan untuk mata-mata yang sekarang memandangku saat aku berjalan menuju kelas bahasa inggris pagi ini.

Miss me THAT much?!.

“aku kira kau tidak akan pernah kembali, Naira-ssi” ucap seseorang di depanku.

i haven’t been here for a three days, right?, not a three years, whoaa kemajuan besar Kim Yuri sudah berani berbicara kepadaku.

good morning to you too, Yuri sunbae” ujarku tampa memperdulikan ucapannya barusan.

where have you been?, this school is so boring without you, if you know what i mean” kali ini Annastasia yang berbicara.

C’mon, berasa sudah setahun ya bersekolah di SIS, sampai berkata seperti itu?, you’re such a joke, annastasia.

Did you come all the way from America just to kiss my ass? Because that’s not necessary since we surely know that you were here to bring kyuhyun back to your side”  kataku sambil tersenyum.

Aku dan Alya tahu betul bahwa Anna bersekolah di SIS tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meminta Kyuhyun kembali. sound so pathetic. Seperti laki-laki di dunia ini sudah habis saja.

Sedangkan Hanna merekrut Annastasia ke dalam kelompoknya karena membutuhkan informasi everything about kyuhyun.

Two of them is soooooo pathetic.

Apalagi sepertinya mereka belum sadar bahwa mereka berdua sama-sama saling memanfaatkan. Kasian banget.

Teeeeeet teeeeeet

Bel masuk menyelamatkan ku. Aku sedikit membungkuk kepada mereka, untuk memberi kesan SOPAN padanya dan berlalu dari sana. Berdekatan dengan mereka terlalu lama bisa berbahaya untuk kesehatan ku. Seriously.

I’m SO done with those women.

~~~

Alya dan aku berjalan beriringan menuju toilet, karena Naomi sedang berduaan dengan Hyukjae. Mereka benar-benar sedang jatuh cinta. Terlihat dari cara Hyukjae merangkul Naomi dan mereka saling melemparkan tatapan lovestruck. Membuat Alya mengerang iri -karena sudah dua minggu ini dia masih sendiri- dan akhirnya aku menarik dia menuju toilet.

Keluar dari toilet, Alya meminta di temani menuju lokernya untuk mengambil tas make up yang sudah dua hari mendekam disana. Alya memang gila make up tapi dia tahu tempat dimana harus menggunakan make up.

our evil prince and his force” celetuk Alya sambil memutar pintu loker –menguncinya- dan melirik Kyuhyun yang berjalan didepan kemudian di ikuti oleh beberapa laki-laki di belakangnya.

Sepertinya dia baru saja melakukan eksekusi karena bisa ku lihat ada tiga orang laki-laki yang sedang membereskan barang-barang mereka di lantai, berikut dengan dua pintu loker yang hampir lepas dari engselnya.

Aku bersandar pada dinding sambil tertawa. “benar-benar seperti mau perang”.

what are you laughing at?” sebuah suara menginterupsi tawaku.

You, of course, Jawabku dalam hati.

Aku segera berdeham dan berdiri tegak. “nothing” ucapku datar.

“come on, naira darling. I know you well, you can’t lie to me” ucap laki-laki itu membuatku tertawa.

Percaya diri banget sih ini laki-laki. Seakan-akan aku dan dia sudah kenal sejak masih di kereta bayi.

okay, right. I’m laughing at you” jawabku.

“kenapa?” suaranya terdengar polos di telingaku.

Penting banget ya, aku kasih tahu dia kenapa aku tertawa?, oh god, blessed his soul.

i just like your baby face” jawabku akhirnya dengan nada sedikit menggoda karena ku lihat ada Annastasia dan Hanna beberapa meter di belakang Kyuhyun dan pengikutnya.

i’m glad you like it” katanya sambil tersenyum miring mematikan itu.

Aku tersenyum tipis saat ujung mata ku melihat Hanna dan Annastasia menatapku dengan pandangan sirik pangkal benci. Sirik karena Kyuhyun selalu menghampiri ku –mencari gara-gara denganku- dan benci karena Kyuhyun selalu bersikap manis –yang malah terlihat mengancam- di depanku.

~~~

BRAAKKKK!!!

Reflek aku mengangkat wajahku dan melihat siapa yang sudah membanting pintu kelas sosial dan saat itu juga aku kembali menekuni novel yang sedang ku baca.

Annastasia. Gadis itu satu kelas denganku di kelas sosial. Dan kini dia duduk tepat di samping kiriku. Aku tentu saja tidak akan meliriknya karena novel di hadapanku ini jauh lebih menarik di banding gadis itu.

Guru mata pelajaran sosial ku adalah Kim Kwangsook seosangnim. Berumur sekitar empat puluh tahunan. Guru berkaca mata tebal itu sering di bully oleh muridnya sendiri dan mudah untuk di monopoli. Tinggal berikan dia film yadong, dan kami –para murid- bisa bebas melakukan hal apapun di dalam kelasnya dengan –tentu saja- nilai sempurna tercetak di laporan buku nilai.

Jadi tidak heran kan, kalau Annastasia baru datang di pertengahan jam pelajaran dan aku sibuk membaca novel ku?!.

Aku menutup novel yang sedang ku baca setelah sebelumnya menyelipkan pembatas buku di halaman yang terakhir aku buka. “is there something wrong?” tanyaku datar tanpa menoleh sambil bersandar pada kursi.

Karena tidak ada jawaban, maka aku pun –dengan terpaksa- memutar kepalaku ke arah kiri. Menatap Annastasia yang masih memandangku.

What is all about?!.

“can i ask you something?” tanya Annastasia terdengar ragu.

She looks so different from the last time i saw her.

Aku mengangkat alisku sebagai tanda bahwa dia boleh mulai berbicara.

why you and Hanna always fight?”.

did you know that Hanna up to something?, she like your ex, don’t you know that?” tanyaku balik.

Kulihat Annastasia mematung di kursinya dengan tatapan kosong. I know that, Hanna pasti berhasil membodohi Annastasia. As i said before, she was born to be a manipulative bitch.

Aku juga memang tidak tahu kok, kenapa Hanna selalu mencari gara-gara denganku. Mungkin dia sirik berat denganku, atau hanya ingin terkenal karena selalu mencari gara-gara denganku, atau hanya untuk mencari muka dari Kyuhyun. I REALLY don’t know.

~~~

Langkahku terhenti saat melihat Hanna dan pengikutnya menghadang jalanku, Alya dan Naomi. Aku menatap wajah gadis itu dengan datar dan dingin.

Aku melirik ke sekelilingku dan akhirnya aku tersenyum. Di  samping kananku –sebuah sofa yang biasa di pakai untuk tempat siswa melepas penat- terdapat Kyuhyun dan kawan-kawannya. Oke, kenapa aku bilang kawan-kawannya?, karena Hyukjae –pacar Naomi- memintaku untuk berhenti menyebutnya Pengikut Kyuhyun, karena ternyata mereka sudah berteman sejak disekolah dasar.

That’s cute.

Back to Hanna. Sepertinya gadis yang satu ini memang sengaja mencari gara-gara denganku agar Kyuhyun meliriknya. Terlalu banyak mengkonsumsi drama sepertinya gadis yang satu ini.

Annastasia berdiri di samping Hanna –masih dengan gaya angkuhnya yang sangat berbeda saat tadi dia bertanya di kelas sosial kepadaku – sementar warga SIS sudah mengambil tempat –bersiap menonton another Hanna’s story.

Semua warga SIS juga sudah tahu kalau Hanna yang selalu memulai pertengkaran denganku dan mereka juga sudah tahu seberapa busuk otak Hanna untuk mendapatkan Kyuhyun, karena sepertinya dulu Kyuhyun hanya mempermainkan Hanna. Tidak heran sih, soalnya dia kan cassanova. Aku justru akan heran kalau kyuhyun masih bersama Hanna setelah apa yang gadis parasit itu lakukan.

Buktinya sekarang Hanna sudah tidak menempel lagi dengan Kyuhyun. Atau jangan-jangan Kyuhyun mendepak Hanna karena dia sadar bahwa Hanna hanya sebuah parasit. Ha-ha-ha.

Karena dari tadi Hanna hanya diam saja, akhirnya aku pun bersuara. “hello, Hanna. Goodbye, Hanna” kataku yang disambut tawa cekikikan Alya.

Namun belum sempat aku melangkah, Hanna segera menahan kedua bahuku.

Aku menggeram. “jangan.sentuh.aku”

Hanna segera melepaskan tangannya dari bahuku.

“apa maumu sebenarnya?, i really don’t have a time. I really busy, you know. So come on, spill it out or i’ll go now”.

Aku udah benar-benar capek menghadapi Hanna bodoh ini.

“sebenarnya, aku ingin melakukan hal ini dari dulu” ucapnya dan setelah itu dia melayangkan tangannya menuju pipi kiri ku diikuti oleh teriakan seluruh warga SIS.

Reflek, aku segera menahan tangan kanannya yang masih berada di udara dengan lenganku.

Dengan emosi tingkat tinggi, aku menatap langsung ke manik matanya “you’ve heard me earlier not to touch me. Do you have a hearing problem?” tanyaku tajam.

Hanna mengepalkan tangan kanannya kuat dan menjatuhkannya di samping tubuhnya. “aku membencimu” ucapnya dengan bibir terkatup rapat.

The truth is, i already heard that before, so, i’m not so surprice.

aku benar-benar sudah muak dengan Hanna berikut drama yang dia buat sendiri.

Hanna benar-benar membangunkan sisi devil dalam diriku.

listen, i’m gonna say something to you. And this is important, okay” aku memajukkan wajahku tepat ke depan wajahnya sambil terus menatap manik matanya dengan tajam.

Hanna yang kaget reflek menganggukkan kepalanya cepat.

Good.

look, i know what are you trying to do to me with Annastasia…”

Dari sudut mata, ku lihat Annastasia menggelengkan kepalanya cepat.

Don’t you even dare try to deny it, ‘cause i really know exactly what was that all about. Ini semua karena dia kan?” tanyaku retoris dengan tangan kananku menunjuk kearah Kyuhyun berada.

just leave me and my friends out of this. I really don’t want to be a part of you and your sick drama. So, if you so much try to do this shit again, i would be more than happy to make you end up like Lucinda!

Setelah puas dengan ucapanku, aku mundur selangkah dan menatap Hanna yang masih gemetar. Entah menahan marah, malu atau takut dengan ancamanku. Persetan dengan senioritas karena aku benar-benar sudah muak dengan Hanna.

Selesai dengan pidato singkatku, aku segera beranjak menuju kelas.

Enough, is enough.

~~~

Setengah hari ini aku lalui dengan buruk. Setelah pagi yang menguras banyak emosi, aku sudah tidak ada niat untuk belajar. Kalau bukan karena aku masih diantar jemput supir, aku mungkin sudah tidak ada di sekolah saat ini.

Siangnya, Alya dan Naomi –yang mengerti perasaanku saat ini- mengajakku ke kantin untuk sekedar merefreshkan fikiranku. Tapi sepertinya pilihan yang salah, karena kali ini, sudah ada Kyuhyun yang bertengger manis di sofa tempat biasa kami duduk.

Aku baru memutar tubuhku untuk kembali ke kelas, ketika Kyuhyun memanggilku dan memintaku untuk duduk di sampingnya.

Naomi memegang lenganku, berharap aku tidak mengikuti kemauan Kyuhyun. “sampai ketemu di kelas” ucapku, membuat Naomi melepaskan jemarinya dari lenganku.

Kyuhyun menepuk-nepuk sofa di samping kanannya –memintaku duduk disana. “ada apa?” tanyaku to-the-point. saat aku sudah duduk disampingnya.

Jujur saja sebenarnya aku sedikit AGAK takut dengan pria yang duduk manis di sampingku ini, mengingat aku dengan lantang tadi menunjuk pria itu saat mengkonfrontasi Hanna.

Dari sudut mata, beberapa warga SIS sudah duduk dengan tenang dengan mulut terkatup rapat sambil menatap kami –aku dan Kyuhyun- karena pasti mereka mengira akan terjadi perang lagi.

Laki-laki ini menatapku intens, membuatku sedikit risih. “mau minum sesuatu?” tanyanya basa-basi yang justru terdengar sangat basi di telingaku.

just cut the crap and tell me already” sergahku tajam supaya bisa segera pergi dari sana.

Yang terjadi selanjutnya adalah Kyuhyun terkekeh pelan sambil bersedekap dan bersandar di sofa. “you’re unbelievable” ucap pria itu akhirnya sambil geleng-geleng kepala.

“You have to admit, I’m getting better at this” kataku sedikit memasukkan nada bangga di akhir kalimat.

“aku hanya penasaran sebenarnya” ucapnya. “bagaimana bisa kau mengetahui panggilan ku dirumah, even my ex-girlfriend -Annastasia didn’t know that. Dan aku masih penasaran juga kenapa kau bisa ada di acara anniversary Alluvia ?”

“panggilan yang mana?” tanyaku dengan alis bertaut bingung. “aku cenderung lupa dengan hal-hal tidak penting. Kalau soal Alluvia, well, itu rahasia” tambahku.

Semoga dia sadar bahwa ‘tidak penting’ itu merajuk padanya.

Dia kemudian memajukan wajahnya mendekat ke arah pipi kiriku, dan bisa kulihat warga SIS yang menonton kami tampak terkejut. Sepertinya, aku bisa membaca apa yang ada di pikiran sebagian dari mereka.

Hal yang paling mereka takutkan, ketika aku dan Kyuhyun saling jatuh cinta dan membuat kesatuan paling devilish di sekolah.

Lol. That’s never gonna happen.

kyunnie” bisiknya di telingaku. Hembusan nafasnya saat berbisik membuat kulit di sekitar leherku sedikit meremang.

Aku tersenyum seketika, mengingat kejadian tempo hari saat aku menyebutnya kyunnie.

“ah, apa kau sudah ingat?” tanyanya selembut belendu yang tentu saja malah terdengar mengancam, setelah menarik wajahnya kembali.

“bagaimana kalau kita akhiri ini semua, baru aku akan memberitahu dari mana aku mendapatkan sebutan itu?” tanyaku.

“kita tidak sedang berada dalam tahap negosiasi, naira-ssi” katanya datar.

Aku mengangkat bahuku ringan. “okay. Then, l would like to enjoy watching you died with your curious”.

“Are we really going to do this again?, I always get what I want, naira-ssi. and I don’t care what I have to do to get it. My list of victims is a long one, and I have no problem adding one more name to that list.” Ucapnya dengan nada penuh ancaman, berbanding terbalik dengan postur tubuhnya yang malah terlihat merileks di sandaran sofa.

Sepertinya ucapan ancaman yang keluar dari bibir itu sudah menjadi ucapan kesehariannya. No wonder, why everybody looks so scared just to talk to him.

Aku tersenyum sinis mendengarnya. “go ahead, kyuhyun-ssi. Torture me. Do what ever you want. And honestly, i can’t wait to see what would you gonna do to me” balasku santai.

Mungkin sekarang seluruh warga SIS meneriaki ku gila karena benar-benar dengan berani dan secara langsung mengajak evil prince yang notaben nya senior ku dan sekaligus anak pemilik sekolah ini untuk berperang.

Atau bahkan mereka mungkin sudah sadar bahwa kami memang sudah berperang sejak kejadian di kolam renang, dulu.

But, as always, i don’t care enough to care.

~~~

TO BE CONTINUED….

 

                Nb: sorry for typo’s

20 Comments (+add yours?)

  1. lyra
    May 25, 2014 @ 11:05:17

    like banget sama ceritanya 🙂 kalau boleh saran jangan terlalu pendek ceritanya hehehe ._.

    Reply

  2. lieyabunda
    May 25, 2014 @ 11:08:40

    Kapan peperangan mereka berakhir…..!!!
    Lanjut thor

    Reply

  3. pay (@farahzibaa)
    May 25, 2014 @ 11:34:15

    Lanjut thor~

    Reply

  4. gyuxx
    May 25, 2014 @ 11:42:30

    kelanjutan ceritanya makin panas aja, gak ada berhentinya mereka itu utk berperang ya ckckck

    Reply

  5. gyuxx
    May 25, 2014 @ 11:42:49

    kelanjutan ceritanya makin panas aja, gak ada berhentinya mereka itu utk berperang ya ckckck
    lanjut thor….

    Reply

  6. choalfi
    May 25, 2014 @ 13:33:34

    Naira-ssi, i adore you so much. Dia tu cuek bebek tapi kelihatan cool dan keren banget. Ayo kita lihat apa yg bakal dilakuin kyuhyun dan apa yg bakal terjadi sama hati mereka. Yuhuu~ keren! Aku tunggu lanjutannya

    Reply

  7. thania
    May 25, 2014 @ 13:42:19

    Kyuna moment nya kok belum muncul sih? Udh dong perangnya.. next jgn lama” thor

    Reply

  8. oNeL
    May 25, 2014 @ 14:35:29

    Menanti KyuNa moment.

    Reply

  9. anasetiandari
    May 25, 2014 @ 16:05:39

    kapan aksi naira?? katanya dia evil princess? tp sampe skarang belum jg muncul

    Reply

    • val
      May 29, 2014 @ 17:46:55

      hemm soalnya prinsip dia itu ; lo asik gue santai, lo usik gue bantai . wakakakak xD
      intinya dia gak akan ngerusuhin hidup orang kalo orang itu gak ngerusuhin hidup dia .
      makasih udah baca, anyway :**

      Reply

  10. Monika sbr
    May 25, 2014 @ 19:01:31

    Peperangannya makin panas aja deh…… Seru!!!

    Reply

  11. Ira
    May 25, 2014 @ 19:24:56

    Wheew, kayaknya perang yang sebenarnya baru mau dimulai..
    Hmm, ditunggu lanjutannya thor.. 🙂

    Reply

  12. LisaJuly89
    May 25, 2014 @ 21:55:23

    gileeeeeee..
    makin panas aja

    Reply

  13. minrakyu
    May 26, 2014 @ 09:58:09

    ah makin suka ama ni cerita,,
    penasaran deh,, g sabar nunggu pertarungan mereka ber2..kkkkk…..

    Reply

  14. Wulan Bindia
    May 26, 2014 @ 14:36:13

    Wowwww is an amazing story w̶̲̥̅̊ow ……..

    Reply

  15. erva
    May 29, 2014 @ 12:13:53

    peperangan mrk berakhir saat mrk brdua jth cnt.. haha… g sbr saat itu trjd.. author lbh pnjg lg part lnjtnx.

    Reply

  16. ega ayu
    May 31, 2014 @ 03:52:15

    Suka bgt sama semua kata” disini keren bgt.. bikin gregetan bacanya.. keep writing thor.. jiayo…

    Reply

  17. shoffie monicca
    Apr 15, 2015 @ 13:02:26

    author pndek bngt crtanya dipnjngin lg donk thor ff nya

    Reply

  18. syita
    Jun 13, 2016 @ 21:35:56

    Perang semakin panas antara kyuhyun dan naira…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: