[FF Of The Week] COME BACK HOME

 

 

1. Author         :           ai-sparkyu

2. Title             :           Come Back Home

3. Genre          :           Married life, Romance

4. Cast             :           Cho Kyuhyun

Kim Hyera

 

 

~o0o~

 

Ceritanya super pendek, tiba-tiba terinspirasi waktu dengar lagu Come Back Home. Typo bertebaran karena gak di edit. Happy reading.. ^^

 

~o0o~

 

 

“Aku akan pergi dari sini.”

Hyera tersentak saat mendengar kalimat yang baru saja terucap dari bibir Kyuhyun. Tanpa basa-basi, pria itu langsung mengucapkan tujuannya. Seharusnya Hyera menyadarinya saat tiba-tiba saja suaminya yang tidak pernah sedikitpun menganggap kehadirannya itu mengajaknya berbicara tadi.

“Pergi? Kemana?”

“Kau tau sendiri kan hubungan kita sangat tidak sehat. Akan terasa sangat tidak nyaman bagi kita jika kita tetap tinggal satu rumah.”

“Jadi— maksudmu?”

“Aku akan mencari tempat tinggal lain. Kau bisa tetap tinggal disini.”

Tepat! Batin Hyera. Pria itu, suaminya, sudah tidak ingin tinggal ditempat yang sama dengannya. Mengherankan? Tentu saja tidak, karena sejak awal pernikahan mereka memang tidak sehat. Pernikahan yang berlandaskan perjodohan. Lebih dari itu, pernikahan tersebut juga dijalani secara tersembunyi. Alasannya tentu saja karena karir Cho Kyuhyun yang seorang bintang papan atas. Dia ingin menolak, tapi ada beberapa alasan yang membuatnya tidak mampu untuk menolak. Alasan pertama karena ayahnya yang memang sejak awal tidak setuju dengan jalan hidup Kyuhyun yang memilih untuk menjadi seorang bintang sudah memberikan ancaman untuk menghancurkan karirnya jika dia menolak untuk menikahi gadis pilihan orang tuanya. Alasan selanjutnya karena yang akan dinikahkan olehnya adalah gadis itu, yang tentu saja tidak akan pernah sanggup untuk ditolaknya. Tapi ada hal lain yang juga menjadi bahan pertimbangannya dalam pernikahan ini. Membuatnya tanpa sadar justru menyakiti hati gadisnya itu.

“Tidak. Kau— tidak perlu pergi. Ini rumahmu, jadi biar aku yang pergi.” Putus Hyera. Apalagi yang bisa dilakukannya jika Kyuhyun sudah memutuskan untuk tinggal terpisah? Dia sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi Kyuhyun, tapi pria itu masih belum bisa memandangnya sebagai istri. Bahkan mungkin kehadirannya tidak pernah dianggap oleh Kyuhyun.

“Jangan membantahku.”

“Aku hanya tidak ingin merepotkanmu. Mencari tempat tinggal baru bukanlah hal yang mudah. Sementara aku masih punya sebuah apartement yang pernah kutempati dulu. Aku bisa tinggal disana.” Terasa sangat menyakitkan bagi Hyera saat mengucapkan kata-kata itu,dan beruntungnya dia bisa mengendalikan diri untuk tidak menangis dihadapan pria itu.

“Baiklah. Kau bisa tinggal disana. Dan tentang keluargaku—“

“Tidak perlu khawatir. Aku bisa berperan dengan cukup baik. Katakan saja skenario yang ingin kau buat, aku akan berusaha untuk memerankannya dengan baik.” Potong Hyera, mengerti dengan maksud Kyuhyun yang ingin mengajaknya bekerja sama agar kesepakatan mereka ini tidak menimbulkan keributan di keluarga Kyuhyun. Sedikit mengurangi beban mereka karena tidak perlu melakukan hal yang sama terhadap keluarga Hyera yang kini menetap di Italia.

“Terima kasih sudah bersedia membantuku. Aku tunggu dibawah, aku akan mengantarmu ke apartement.” Tutup Kyuhyun dan beranjak dari kamar yang sejak tadi menjadi saksi kesepakatan mereka. Hyera masih terpaku dengan serentetan kejadian dan kalimat terakhir Kyuhyun.

‘Aku tunggu dibawah, aku akan mengantarmu ke apartement.’ Secepat itukah pria itu ingin menyingkirkan dirinya?

‘Kim Hyera, hidupmu benar-benar menyedihkan.’ Batin gadis itu dan bergegas mengumpulkan semua pakaian dan barang-barangnya kedalam tas besar miliknya.

 

~o0o~

 

Sepi, dan Hyera benci itu. Memang tidak jauh berbeda saat ia dan Kyuhyun masih tinggal satu rumah. Kesibukan Kyuhyun membuat pria itu jarang berada dirumah dan menjadikan rumah hanya sebagai tempatnya untuk tidur, itupun saat hari sudah menjelang pagi lagi. Lalu kembali pergi meninggalkan rumah untuk menjalani rutinitasnya yang tiada henti. Tak jarang pula pria itu tidak pulang ke rumah karena berada di luar negeri.

Tapi ini terasa berbeda. Sepi yang lebih mencekam karena Hyera tau pria itu tidak akan pernah muncul di apartement miliknya itu. Tak perlu lagi ia menunggu pria itu yang pulang larut malam. Tak ada lagi rutinitas hariannya di dapur pagi hari untuk menyiapkan sarapan pria itu.

Dan rasanya Hyera tak bisa terbiasa dengan kegiatan barunya yang tidak lagi memprioritaskan suaminya itu. Ia tidur, tanpa harus menunggu Kyuhyun pulang. Ia makan, tanpa harus menyiapkan makanan untuk Kyuhyun. Terasa aneh baginya, dan terasa asing saat ia tak melakukan kegiatan apapun untuk suaminya.

Terbiasakah dia melakukan semua itu untuk Kyuhyun? Bahkan disaat pria itu selalu mengacuhkannya, Hyera seolah menutup mata dan bersikap seakan-akan semua yang dia lakukan dihargai oleh Kyuhyun. Sedikit menyakitkan memang, tapi ini resiko yang sudah ia pertimbangkan saat memutuskan untuk menerima pernikahan mereka. Melayani suami sebagai bakti seorang istri.

“Yeoboseo, Jina-ya” sahutnya saat sahabatnya—Jina—mengangkat panggilan telepon darinya.

“Eoh, Ra-ya?”

“Apa kau sibuk hari ini?”

“Tidak juga. Kenapa?”

“Mau temani aku?”

 

~o0o~

 

“Jadi kau menelponku hanya untuk menemanimu makan steik?”

“Eoh, kenapa? Kau keberatan?”

“Aniya! Hanya saja—“ Jina menatap penuh selidik pada Hyera yang kini tengah serius memotong-motong daging steik-nya menjadi potongan-potongan kecil. “Bukannya kau tidak pernah suka makan steik?”

Hyera mengangkat pundaknya acuh, dan memasukkan potongan kecil daging steik-nya kedalam mulutnya.

“Memang benar. Tapi hari ini aku sedang ingin. Apa ada masalah?” tanyanya, tetap terlihat acuh dengan tatapan aneh Jina.

“Tidak, maksudku— hanya sedikit aneh.”

“Tidak perlu terlalu kau pikirkan, makan saja makananmu. Hari ini aku yang traktir.”

“Ra-ya, apa sesuatu terjadi antara kau dan Kyuhyun?” Ucap Jina mengalihkan pembicaraan, dan mulai mengikuti kegiatan Hyera, memakan steik yang sudah tersaji dihadapannya.

“Sesuatu? Seperti?”

“Ck! Kurasa aku tidak perlu menjelaskannya lebih detail. Kau memintaku untuk menjemputmu di apartement lamamu. Kalian pisah rumah?” Jina menatapa tajam Hyera yang masih santai dengan makanannya. Gadis itu seperti tidak terusik dengan kenyataan bahwa sahabatnya mungkin telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Hyera pun tak berniat untuk menutupi hal tersebut dari Jina. Bukankah sejak awal sahabatnya itu memang telah mengetahui semuanya tentang kehidupan rumah tangganya?

“Kau sudah tau jawabannya, Jina-ya. Tidak perlu kau pertanyakan lagi.” Jawabnya santai.

“Haruskah? Untuk apa menikah jika akan seperti ini jadinya?”

“Ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata—“ Hyera meneguk air putih yang berada disisi kanannya, lalu menyeka ujung bibirnya dengan tissue. “orang-orang sepertimu, yang mengetahui bagaimana sulitnya rumah tangga yang kami jalani pasti berpikir seperti itu, lebih baik tidak perlu menikah jika hanya akan berakhir menyakitkan seperti ini. Tapi aku tidak pernah menyesalinya, begitupun Kyuhyun. Dia mungkin belum bisa menerima kehadiranku, tapi dia sendiri pernah berucap padaku, ‘mungkin akan sulit bagiku beradaptasi dengan status kita sebagai suami-istri. Mengertilah.’ Dan bagiku, kata-kata itu adalah permintaan darinya untuk akhirnya bisa menerimaku sebagai istrinya.”

“Kyuhyun pernah berkata seperti itu? Kapan?”

“Saat malam pertama setelah kami menikah. Setelah itu dia pergi begitu saja dan baru kembali saat hari sudah hampir pagi.” Hyera tertawa kecil, mengingat betapa menyedihkannya pernikahannya. “Jika kau yang jadi aku, mungkin kau sudah menangis habis-habisan saat malam itu, Jina-ya.”

“Lalu apa kau tidak menangis?” Hyera diam sejenak, seolah mengingat apa yang dilakukannya pada malam setelah Kyuhyun pergi meninggalkannya waktu itu.

“Tidak. Aku justru bersyukur, Kyuhyun tidak mengatakan hal-hal yang menyakitkan misalnya perpisahan. Kupikir dia akan mengajukan perjanjian untuk berpisah setelah beberapa bulan pernikahan kami. Tapi ternyata dia hanya meminta aku untuk mengerti keadaan dirinya.”

“Ya Tuhan Ra-ya, hatimu terbuat dari apa, eoh? Kau terlalu baik padanya.”

“Dia suamiku, Jina-ya. Dan aku mencintainya.”

“Dan dia tidak mencintaimu. Malangnya nasibmu.”

“Aku hanya perlu menunggu sampai dia bisa menerimaku dan mencintaiku.”

Dan Jina hanya bisa memandang iba sahabatnya. Sudah terlalu banyak kesakitan yang dialami Hyera dalam pernikahannya. Tapi gadis itu selalu mampu bertahan dan terus bertahan untuk tetap berada disisi suaminya. Suami yang tidak mencintainya. Adakah gadis lain yang bisa setangguh Hyera?

“Aku mau pesan satu porsi lagi!”

“Apa??”

 

~o0o~

 

“Ah! Kenyangnya.” Racau Hyera sambil menepuk-nepuk perutnya saat mereka akan keluar restoran.

“Tentu saja! Kau menghabiskan dua porsi steik! Bagaimana bisa selera makanmu jadi mengerihkan seperti ini?”

“Entahlah, aku juga tidak mengerti. Aku hanya—“

“Hyera-ya.”

Obrolan Hyera dan Jina terhenti begitu saja saat sebuah suara memanggil nama Hyera.

“Eommonim?” Gumam Hyera saat melihat ibu Kyuhyun tepat berdiri dihadapannya, dan tepat saat itu kepalanya terasa berat dan pandangannya sedikit kabur membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan.

“Omo! Ra-ya, gwenchana?” Tanya Jina khawatir dan langsung memegang erat lengan Hyera menjaga agar gadis itu tidak terjatuh.

“Hyera-ya, kau kenapa? Wajahmu pucat nak.” Tanya ibu Kyuhyun yang juga terlihat sangat khawatir.

“A—aniya. Gwenchana.” Lirihnya. Kepalanya terasa sangat pusing dan perutnya terasa seperti dililit. Membuatnya ingin memuntahkan semua makanan yang baru saja masuk kedalam perutnya. “Sepertinya pengaruh dari makananku tadi.”

“Kau terlalu banyak makan steik tadi!” Pekik Jina.

“Steik? Bukankah Hyera tidak makan steik?” Tanya ibu Kyuhyun heran.

“Ne, tapi hari ini dia makan steik. Bahkan sampai dua porsi.” Jawab Jina, sementara Hyera hanya diam sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.

“Sebaiknya kita ke dokter. Kajja!” Putus ibu Kyuhyun dan membawa Hyera ke mobilnya. Melupakan rencana awalnya yang ingin makan siang bersama dengan beberapa temannya.

 

~o0o~

 

“Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Katakan pada eomma!” Tuntut ibu Kyuhyun pada Hyera.

“Eommonim, tidak ada masalah apa-apa diantara kami. Kami hanya—“

“Bagaimana bisa kau bilang tidak ada masalah apa-apa? Kau meminta eomma untuk tidak memberitahu Kyuhyun kalau kau sedang hamil. Dan saat eomma ingin mengantarmu pulang, kau justru menolak dan eomma mendapatimu pulang ke apartement ini dan bukannya ke rumah kalian. Seperti ini masih kau bilang tidak ada masalah apa-apa?” Ucap ibu Kyuhyun sedikit emosi.

Semua itu bermula ketika dokter yang memeriksa Hyera tadi mengatakan tidak ada masalah dengan steik yang dimakan Hyera tadi. Kekhawatiran ibu Kyuhyun dan Jina berubah menjadi sebuah kebahagiaan saat dokter justru menyatakan kalau Hyera tengah mengandung.

Penuturan dokter tersebut justru membuat Hyera takut. Dia hamil? Anak Kyuhyun? Bagaimana dia harus bersikap? Kyuhyun bahkan belum bisa menerima kehadirannya. Lalu bagaimana nasib bayi itu selanjutnya?

Dengan tanpa memikirkan apapun, Hyera memohon pada ibu Kyuhyun untuk merahasiakan dahulu berita tentang kehamilannya, termasuk pada Kyuhyun. Awalnya ibu Kyuhyun merasa sedikit aneh, tapi akhirnya dia hanya berpikir mungkin saja Hyera ingin memberitahunya sendiri sebagai kejutan.

Dan saat ibu Kyuhyun menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, Hyera menolak mentah-mentah tawaran itu dan memilih untuk diantarkan Jina. Ibu Kyuhyun yang entah mengapa merasakan firasat aneh memilih untuk mengabulkan keinginan Hyera, namun diam-diam mengikuti kemana Jina mengantar menantunya itu. Dan akhirnya semuanya terbongkar saat ibu Kyuhyun justru mendapati Hyera pulang ke apartement lamanya dan bukan ke rumahnya dan Kyuhyun.

“Itu—eommonim sungguh, kami baik-baik saja.” Jawab Hyera sedikit gugup.

“Nak, orang tua mana yang tidak khawatir saat melihat anaknya yang sudah menikah tinggal terpisah seperti ini? Bukan hanya mengkhawatirkan Kyuhyun, eomma juga mengkhawatirkanmu. Terlebih kau sedang hamil. Ceritakan pada eomma, apa sebenarnya masalah kalian.” Kini ibu Kyuhyun sedikit melunak, melihat raut wajah Hyera yang ketakutan, dia tau itu tidak baik untuk Hyera dan bayinya.

“Kami— kami hanya ingin memastikan perasaan satu sama lain.”

“Kalian tidak saling mencintai?”

“Bukan. Bukan seperti itu eommonim. Aku mencintai Kyuhyun oppa. Hanya saja— ya, sedikit masalah karena mungkin kami belum bisa saling beradaptasi dengan status pernikahan. Eommonim, kumohon mengertilah. Jangan terlalu khawatir karena kami akan baik-baik saja. Aku janji akan menyelesaikan masalah ini dengan Kyuhyun oppa.”

 

~o0o~

 

Ini berat. Dan Kyuhyun sadar akan hal itu. Terlalu banyak hal berubah yang ia rasakan sejak Hyera meninggalkan rumah mereka. Rumah yang rasanya terlalu besar untuk ditempati oleh dua orang kini terasa semakin kosong. Tidak ada lagi suara berisik di dapur setiap pagi seperti saat biasa gadis itu memasak. Tidak ada lagi suara gemericik air di halaman belakang setiap sore seperti saat biasa gadis itu menyiram bunga-bunga peliharaannya. Tidak ada lagi gadis itu, dan Kyuhyun merasa… kosong.

Sore ini, setelah beberapa minggu gadis itu pindah ke apartementnya, Kyuhyun masih belum terbiasa dengan kekosongan yang dia rasakan. Apakah ini rasanya kehilangan? Kalau jawabannya ya, sejujurnya dia merasa menyesal. Seharusnya dia tau kalau dia tidak akan sanggup jika tanpa gadis itu. Tapi pikirannya terlalu sempit saat itu hingga membuatnya mengambil keputusan bodoh untuk tinggal terpisah.

Tiiiiitt..

Bel rumah berbunyi dan menginterupsi Kyuhyun dari lamunannya.

“Eomma!” Ucapnya sedikit terkejut. Tiba-tiba rasa takut menjalar di seluruh tubuhnya. Bagaimana jika eommanya bertanya tentang keberadaan istrinya?

“Bisa eomma masuk?”

“N—ne.”

Ibu Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Kyuhyun dan Hyera. Sedikit meringis saat melihat keadaan rumah yang sedikit berantakan. Tentu saja, Kyuhyun sudah pasti tidak bisa merawat rumah dengan baik.

“Kenapa tidak bilang jika eomma ingin datang?” Tanya Kyuhyun, duduk dihadapan eommanya yang sudah duduk di sofa ruang tamu.

“Lalu kau bisa menyiapkan kebohongan jika eomma bertanya tentang istrimu, begitu?”

Deg! Kyuhyun tertegun. Ibunya sudah mengetahui jika istrinya tidak berada dirumah? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Lalu sampai dimana ibunya mengetahui semua permasalahan antara dia dan Hyera?

“Eomma bertemu dengan Hyera. Bahkan eomma ke apartementnya.” Ucap ibu Kyuhyun seolah mengerti isi pikiran Kyuhyun. Bahkan menekankan jika ia ke apartement Hyera, seolah memberitahu bahwa bahkan ibunya tau jika mereka pisah rumah.

“Eomma—“

“Hyera tidak memberitahu dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian. Dia hanya meyakinkan eomma untuk tidak perlu khawatir karena semuanya akan baik-baik saja.”

“Maafkan aku eomma.” Sesal Kyuhyun karena hal tersebut pasti membuat eommanya kecewa.

“Nak, dengarkan eomma. Apapun masalah kalian, semua pasti ada jalan keluarnya. Tidak perlu harus sampai pisah rumah seperti ini. Eomma tau, mungkin ini berat bagi kalian karena pernikahan kalian adalah sebuah perjodohan. Tapi yang kami lakukan adalah yang terbaik untuk kalian.”

“Aku tau eomma. Aku yang mengambil keputusan untuk tinggal terpisah. Aku salah, maafkan aku.” Lirih Kyuhyun sambil menundukkan kepala, terlalu menyakitkan baginya untuk melihat raut wajah kecewa ibunya.

“Kyu, eomma mengerti. Mungkin saat itu kau hanya sedang bingung dan tidak tau harus berbuat apa. Tapi kini, mulai saat ini, belajarlah untuk bersikap lebih dewasa dan menjaga emosimu. Terlebih sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah, kau harus bisa menjaga istri dan anakmu dengan baik.”

Sontak Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap bingung pada ibunya. “A—apa? Ayah?” tanyanya bingung.

“Ne. Eomma dan Hyera baru mengetahuinya tadi. Istrimu sedang hamil. Usia bayimu baru menginjak minggu ketiga.”

Bagaikan disambar petir, Kyuhyun terpaku. Badannya terasa membeku dan lidahnya kelu. Istrinya hamil? Dan dia membiarkan istrinya tinggal sendirian? Terkutuklah kau Cho Kyuhyun!!

 

~o0o~

 

Tiiiiiittt…

“Kyuhyun-si?”

“Bisa aku masuk?” Hyera yang sempat terpaku, tersadar dan menggeser sedikit tubuhnya. Membiarkan sang suami masuk ke dalam apartemennya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya, memasuki apartemen yang sudah sangat lama tidak pernah dikunjunginya. Matanya menatap tajam pada sesuatu yang terletak diatas meja makan dan membuatnya melangkah mendekati meja makan itu.

“Aku sedang makan. Kau mau?” Tawar Hyera yang menyadari kemana arah tatapan Kyuhyun.

“Ramen?”

“Ya, kenapa?”

“Tidak bisakah kau membeli makanan yang lebih bergizi daripada ramen?”

Hyera sedikit bergidik mendengar nada bicara Kyuhyun yang sepertinya sangat tidak bersahabat. Haruskah pria itu datang hanya untuk merusak makan malamnya?

“Tiga minggu pergi dari rumahmu membuatku sedikit jatuh miskin.” Jawab Hyera apa adanya. Berusaha untuk tidak terlalu terpengaruh dengan tatapan tajam dari pria itu.

“Seingatku aku mengirimkan banyak uang ke rekeningmu.”

“Itu uangmu. Aku merasa tidak berhak untuk memakainya.”

Hyera masih berusaha untuk tenang, sementara dilihatnya rahang Kyuhyun mengeras. Menandakan kalau pria itu mulai tidak bisa untuk menahan emosinya.

“Dan seingatku kita tidak pernah menandatangani surat perceraian, jadi kau adalah tanggung jawabku, Kim Hyera.”

“Kau yang membuatku merasa tidak berhak untuk memakai uangmu. Tidak ingatkah kau bagaimana perlakuanmu padaku selama ini?”

Kyuhyun tercekat mendengar penuturan Hyera, dan seketika bayangan dia yang selalu mengabaikan dan tidak menganggap kehadiran istrinya itu berputar dalam memorinya, membuatnya tiba-tiba merasakan sesak yang luar biasa.

“Aku tau kau tidak menginginkanku. Kau menikahiku hanya sebagai baktimu pada kedua orang tuamu. Seberapa besarpun usahaku untuk menjadi istri yang baik untukmu tidak akan pernah berarti apa-apa bagimu. Kau tidak pernah melihatku. Aku tidak pernah merasa berhasil menjadi istri yang melayani suaminya dengan baik. Jadi bagaimana mungkin aku sanggup menikmati hartamu? Harta yang kau raih dari hasil kerja kerasmu sendiri.”

Rasa sesak itu semakin mencekik Kyuhyun. Menyadari betapa berdosanya dia sebagai seorang suami selama ini. Haruskah ia menyakiti Hyera sedalam itu hanya karena alasan yang sederhana? Tidak ingin melibatkan Hyera dalam dunianya yang kejam. Mengkhawatirkan istrinya itu akan terluka jika publik mengetahui pernikahan tersembunyi mereka. Tapi bukan berarti dia harus bersikap sedingin itu pada istrinya kan?

“Aku cukup tau diri, Kyu. Kehadiranku saja sudah mengganggumu, bagaimana lagi kalau aku menggantungkan hidupku padamu? Sudah cukup kau tersiksa dengan kehadiranku selama ini. Untuk selanjutnya aku akan tinggal disini dan—“

“Pulanglah.”

“A—apa?”

“Aku bilang pulang.” Suara pria itu bergetar, menahan rasa sesak yang masih menjalari tubuhnya.

“Ini rumahku.”

“Ke rumah kita.” Ucap Kyuhyun terdengar lebih mantap. Tatapan mata tajam itu kini berubah nanar. Menatap penuh permohonan pada Hyera yang terlihat masih bingung dengan apa yang terjadi.

“Bukankah kau yang ingin kita tinggal terpisah?”

“Lupakan itu, dan pulanglah. Beri aku kesempatan untuk menjagamu dan—anak kita.”

Jantung Hyera seakan berhenti berdetak. Anak? Jadi pria itu tau kalau dia sedang mengandung anaknya?

“Kau—“

“Aku sudah mengetahuinya dari eomma. Dan kau tau? Aku merasa sangat berdosa saat melihatmu hanya makan ramen sementara kau sedang mengandung anakku—anak kita.”

Entah apa yang membuat Hyera tiba-tiba serapuh ini. Air matanya tumpah begitu saja saat Kyuhyun menyebut ‘anak kita’ terhadap janin yang tengah dikandungnya. Seharusnya dia bahagian kan? Dan tidak perlu menangisinya seperti saat ini. Samar-samar dia dapat melihat bayangan Kyuhyun yang berjalan mendekatinya dan berhenti tepat satu langkah dihadapannya.

“Kenapa kau menyembunyikannya dariku?” Tanya pria itu parau.

“Aku— takut.” Isak Hyera pelan dalam tunduknya. Bahunya bergetar hebat saat Hyera mencoba untuk meredam tangisnya.

“Apa yang kau takutkan, hmm?” Suara Kyuhyun melemah, dan seandainya Hyera memberanikan diri untuk mendongak dan menatap pria itu, dia akan menemukan pria itu yang sedang berusaha dengan kuat untuk tidak ikut menangis. Matanya memerah, dan sedikit saja dia kehilangan kendali, maka air mata itu akan meluncur dengan bebasnya.

“Kau tidak menerima kehadiranku. Aku takut— hal yang sama akan terjadi pada bayi ini. Kau— kau tidak mungkin bisa menerima kehadirannya sementara kau sangat membenciku. Aku takut kau tidak akan mengakui bayi ini.”

“Dan kau memilih untuk membawanya lari dariku, begitu?”

“Apa menurutmu aku punya pilihan lain?” Hyera menatap Kyuhyun, dan menemukan air mata itu telah berhasil membasahi pipi suaminya. Kyuhyun menangis?

“Satu hal yang perlu kau tau, aku tidak membencimu. Semua ini terjadi karena kebodohanku. Dan aku akan merasa lebih bodoh dan berdosa jika aku melepaskanmu dan anak kita. Jadi, pulanglah. Aku akan memperbaiki semuanya.”

“Tidak perlu memperbaikinya jika niatmu itu hanya berlandaskan rasa simpati karena aku sedang mengandung anakmu. Aku akan menjaganya sendiri dengan baik. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya.”

Hyera menatap yakin pada Kyuhyun, yakin akan kata-katanya yang akan menjaga bayi itu dengan baik, sendiri.

“Kau salah jika kau berpikir seperti itu.” Sentak Kyuhyun, nada bicaranya kembali meninggi menandakan rasa tidak suka terhadap kata-kata Hyera tersebut. Simpati? Yang benar saja. Bukankah alasannya meminta Hyera untuk kembali lebih mulia daripada sekedar rasa simpati? Tapi terlalu sulit bagi Kyuhyun untuk mengucapkannya. Mengucapkan sebuah kata yang bernilai sangat sakral baginya. Dia hanya takut, jika saat ini kata itu terucap dari bibirnya, Hyera hanya menganggapnya sebagai bualan belaka. Dan dia belum siap mendengar jika Hyera tidak menerima pengakuannya tersebut.

“Dimana yang salah? Katakan! Apa motifmu mengajakku pulang ke rumahmu kalau bukan hanya karena simpati? Oh, atau mungkin lebih menyedihkan dari sekedar simpati? Karena kasihan begitu? Demi Tuhan Cho Kyuhyun, aku tidak butuh belas kasihanmu!” Entah dari mana Hyera memiliki kekuatan untuk mengucapkan kalimat semenyedihkan itu. Ia hanya merasa, saat inilah batas dari segala kesabaran dia selama ini. Kesabaran akan kehadirannya yang tak pernah dianggap suaminya sendiri.

“Serendah itu kau menganggap perasaanku?” Desis Kyuhyun, terdengar mencekam di telinga Hyera.

“Lalu apa? Oh, satu lagi. Kau juga tidak perlu mengakui anak ini sebagai anakmu kalau kau memang tidak ingin. Perlu ku ingatkan, kau melakukannya denganku semata-mata karena kau mabuk! Bukan karena kau membutuhkanku sebagai seorang istri untuk melayanimu, terlebih bukan karena kau mencintaiku—“

“Aku mencintaimu. Kalau itu yang ingin kau dengar, aku mencintaimu.”

Kyuhyun tak mampu lagi untuk menahannya. Sudah cukup hatinya tersayat mendengar segala pikiran buruk Hyera tentang dirinya selama ini. Seandainya gadis itu mengerti Kyuhyun melakukan semuanya demi kebaikan gadis itu. Demi kenyamanan hidup gadis itu. Demi agar gadisnya itu tidak terusik dengan segala gunjingan-gunjingan penggemarnya diluar sana.

Semuanya demi gadis itu. Dia tidak pernah berpikir untuk menikah sebelumnya. Statusnya sebagai seorang bintang yang mendunia menyadarkan dirinya bahwa siapapun yang menjadi istrinya kelak pasti akan mengalami kesulitan menjalankan rumah tangga dengan orang sepertinya. Orang yang harus lebih mementingkan pandangan orang lain serta menjaga kesetiaan para penggemarnya dibandingkan dengan kehidupan pribadinya sendiri.

Miris memang. Tapi semuanya berubah ketika orang tuanya menjodohkannya dengan gadis itu. Gadis di sekolah menengah atas-nya. Cinta pertamanya. Dia tidak bisa menolak, tentu saja. Sudah terlalu lama dia memendam cinta pada gadis itu dan memilih untuk menyetujui pernikahan diam-diam mereka. Tapi kini ia sadar, caranya melindungi gadis itu ternyata salah. Keberadaan dan statusnya sebagai istri Cho Kyuhyun memang tidak pernah tercium media, tentu saja karena Kyuhyun yang sangat menjaga jarak dengannya. Tapi saat ia tau tindakannya justru membuat Hyera tersakiti sedalam ini, sungguh ia menyesal. Sangat menyesal.

“A—apa?” Gagap Hyera. Cukup terkejut saat mendengar kalimat itu meluncur dari bibir Kyuhyun.

“Jangan membuatku mengulanginya. Aku tau kau mendengarnya dengan sangat jelas.”

“Ck! Aku tidak menyangka kau bisa bercanda hingga sejauh ini. Jangan mengatakan cinta jika kau tidak mencintai.”

“Perlu kau tau, aku bukan orang yang gampang mengumbar kata cinta. Selama hidupku, di dunia ini, hanya pada tiga wanita aku pernah mengucapkannya. Eomma, noona, dan—kau.”

DEG!

Jantung Hyera serasa berhenti berdetak. Cho Kyuhyun! Bisakah pria ini menghentikan segala omong kosongnya itu? Haruskah Hyera mempercayainya? Atau itu hanya bualan Kyuhyun saja? Tidak! Bukan gaya Kyuhyun akan membual seperti itu. Kyuhyun tidak pernah bermain-main dengan kata cinta, dan Hyera tau itu melalui Ahra. Jadi, apa artinya semua ini?”

“Cukup Cho Kyuhyun! Jangan membuatku tertekan dengan segala omong kosongmu itu. Jangan membuatku semakin berharap padamu dan—“

Hyera bungkam. Lebih tepatnya terbungkam saat ia merasakan material lembut menyentuh bibirnya. Matanya terbelalak, yang bisa ia lihat saat ini adalah wajah Kyuhyun yang berada sangat dekat dengannya. Mata pria itu terpejam, dan bibirnya menempel sempurna pada bibir Hyera.

Hyera ingin berontak, tapi saat ia merasakan lumatan lembut bibir Kyuhyun dibibirnya, sungguh dia tidak sanggup menolaknya. Matanya ikut terpejam, mulai menikmati segala kelembutan yang Kyuhyun berikan melalui ciuman itu.

Merasa tidak ada perlawanan, Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Hyera. Mengunci tubuh istrinya dalam rengkuhan hangat kedua lengannya. Semakin memperdalam ciumannya membuat Hyera tanpa sadar meneteskan air matanya.

Wajah Kyuhyun perlahan menjauh, namun tidak melepaskan rengkuhannya pada pinggang Hyera. Menatap sendu istrinya yang kini juga menatapnya nanar dan dengan air mata yang masih menetes dari kedua manik matanya.

“Percayalah, aku mencintaimu.” Lirih Kyuhyun, mengecup lembut kedua kelopak mata Hyera yang masih meneteskan air mata. “Hanya saja caraku yang salah selama ini. Entah sudah seburuk apa perlakuanku padamu, dan aku sadar aku tak pantas untuk dimaafkan.”

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam. Ini untuk pertama kalinya dia berani mengungkapkan semuanya pada Hyera. Dan tentu saja Kyuhyun merasa gugup.

“Tapi—“ Kyuhyun mengangkat tangan kanannya untuk membelai lembut pipi Hyera. Menghapus jejak air mata istrinya yang tertinggal disana. “Sebenci apapun kau padaku, pada sikapku selama ini, tolong jangan pernah meninggalkanku. Pulanglah, aku membutuhkanmu disisiku.” Lanjutnya, menatap sungguh-sungguh kedalam manik mata Hyera untuk meyakinkan istrinya itu. Ya, dia bersungguh-sungguh menginginkan Hyera kembali.

Air mata semakin deras mengalir dari pelupuk mata Hyera. Jiwanya terasa melayang mendengar penuturan Kyuhyun yang membutuhkannya. Benarkah? Kyuhyun membutuhkannya? Kyuhyun menginginkannya ada disisi pria itu? Rasanya seperti mimpi, yang membuat Hyera enggan untuk pernah terbangun dari tidurnya. Tapi tidak, ini nyata. Kyuhyun ada dihadapannya, merengkuh tubuhnya, dan membutuhkannya. Dan Hyera sungguh bahagia akan hal itu.

“Kyu,”

“Hmm?”

Hyera memejamkan matanya sesaat, mengontrol jantungnya yang berdebar hebat karena sentuhan hangat Kyuhyun pada pipinya. Ia yakin pipinya telah merona saat ini. Sentuhan pria ini, suaminya, sungguh sangat ia nantikan sejak dulu. Sejak mereka terikat pada janji sakral pernikahan. Sentuhan yang saat ini dapat Hyera rasakan penuh cinta.

“Aku ingin menginap satu malam lagi disini,” jeda sesaat. Manik mata mereka bertemu dalam sebuah tatapan hangat. “bersamamu.” Lanjut Hyera.

Kyuhyun tersenyum. Senyum tulus yang rasanya baru kali ini dia mempersembahkan senyum itu untuk istrinya. “Dengan senang hati.” Jawabnya santai. “Tapi setelah itu aku tidak akan pernah lagi mengizinkanmu kembali ke apartemen ini. Jika perlu aku akan menjual apartemenmu ini agar kau tidak punya tempat tinggal lagi dan akan selalu kembali padaku.”

“Yah! Tidak bisa begitu! Ini kan apartemenku!” Pekik Hyera kesal, merasa tidak sependapat dengan rencana Kyuhyun. “Lagipula bukankah kau yang ingin kita tinggal terpisah waktu itu? Kenapa seolah-olah seperti aku yang melarikan diri darimu dan bersembunyi di apartemen ini?”

“Aku sudah memberimu rumah yang jauh lebih layak dari apartemen ini, sayang. Rumah untukmu, untukku, dan untuk anak kita. Dan masalah aku memintamu untuk tinggal terpisah waktu itu, aku bersedia untuk menggigit lidahku hingga terluka sebagai bentuk penyesalan karena sudah berbicara seperti itu.”

“Ck! Hanya menggigit lidah hingga terluka? Tidak sebanding dengan bagaimana sakitnya perasaanku.” Rajuk Hyera dan mencibir kesal, membuat Kyuhyun gemas dan terkekeh kecil.

“Baiklah, kau boleh memotong lidahku jika mau.”

“Kau kira aku sekejam itu?” Kyuhyun tertawa. Lalu mendekatkan wajahnya hingga dahi mereka saling menempel.

“Tidak. Kau tidak sekejam itu. Kau mencintaiku, aku tau itu.” Lirihnya, nyaris seperti bisikan. Membuat Hyera merasa hangat mendengar hal itu, terlebih saat merasakan hembusan nafas Kyuhyun menerpa kulit wajahnya.

“Ya, aku tidak menyangkalnya. Dan memang sudah seharusnya kau tau itu.” Balas Hyera dengan mata terpejam. Jantungnya bergemuruh dengan hebat. Jelas saja, hal seperti ini bukan sesuatu hal yang sering mereka lakukan.

“Maafkan aku, tapi kurasa saat ini belum tepat waktunya untukku menunjukkanmu pada publik. Bersabarlah sedikit lagi. Saatnya yang tepat nanti, aku akan mengumumkan pada dunia bahwa aku memilikimu.” Lanjut Kyuhyun, memeluk erat pinggang Hyera hingga tak ada jarak sesentipun dari tubuh mereka.

“Aku mengerti. Jangan khawatirkan hal itu.”

“Dan satu lagi. Kau harus mengenang dengan baik hari ini. Hari pertama kali aku mengungkapkan perasaanku padamu. Untuk kesekian kalinya aku akan mengatakannya. Aku mencintaimu, aku mencintai anak kita. Aku mencintai kalian.”

 

End— ^^

 

*Terinspirasi dari lagu Come Back Home – 2NE1. Thank u for reading.. ^^

Twitter : @quoryekira

 

 

71 Comments (+add yours?)

  1. elfexotic
    Jun 15, 2014 @ 14:52:21

    Aku mencintaimu, aku mencintai anak
    kita. Aku mencintai kalian.

    suka banget bagian Itu

    Reply

  2. rissamelati88
    Jun 15, 2014 @ 15:20:26

    sweet banget kata-kata yang kyuhyun lontarkan 🙂

    Reply

  3. fiana
    Jun 15, 2014 @ 15:25:47

    ah~sweet banget endingnya

    Reply

  4. mychokyu
    Jun 15, 2014 @ 15:25:58

    Waaaa aku suka genre ff yang kayak gini^^ nicee

    Reply

  5. Sparkyu17
    Jun 15, 2014 @ 15:35:46

    sebenernya alurnya udh bagus tapi kecepeten jadi gx dpt feelnya *sorrykritik*

    Reply

  6. Esa Kodok
    Jun 15, 2014 @ 16:54:52

    aigoo…temany tntng pernikahan…critanya bagus saeng…feelnya jg oke….trs alurnya jg bagus…jlan critnya g dipaksain….hahaha..paling suka deh ma ff marriedlife ky gini

    Reply

  7. Monika sbr
    Jun 15, 2014 @ 18:43:09

    So sweet…..!!!
    Endnya manissss bangeeeet!!

    Reply

  8. Yulia
    Jun 15, 2014 @ 19:14:25

    Kata-kata Kyu paz di akhir bikin melayang…
    Good job Thor…:)

    Reply

  9. silvianiokta
    Jun 15, 2014 @ 19:36:01

    saya suka :’)

    Reply

  10. aila
    Jun 15, 2014 @ 19:37:53

    Kyaaa… tapi kyuhyun belum ngungkapin alasannya ke istrinya. Kalo sebenernya dy cinta sama istrinya udah lama. Great job chingu. Keep writing ya

    Reply

  11. Lee Kyuvyerha
    Jun 15, 2014 @ 19:41:00

    Kisah cinta yang manis dan aku suka Kyu yang romantis dan juga memesona. Tulisannya yang rapi, bahasa yang mudah dipahami, juga ide yang kreatif menjadi perpaduan yang sempurna untuk sebuah cerita yang mengesankan.

    Reply

  12. Angelica SparKyu Sakurada
    Jun 15, 2014 @ 21:48:56

    sweet banget ❤
    saya suka saya suka 🙂

    Reply

  13. inggarkichulsung
    Jun 15, 2014 @ 22:19:17

    Akhirnya Kyu oppa sadar jg bahwa apa yg ia lakukan selama ini terhadap Hyera istrinya dan cara yg ia lakukan untuk melindungi cinta nya pada Hyera di awalnya mungkin baik tapi pada prakteknya justru membuat Hyera berpikiran lain, so sweet mereka skrg bersatu lagi

    Reply

  14. cinoCHOKYUlat
    Jun 15, 2014 @ 22:43:10

    manis bangetttt~
    aku juga mencintaimu kyuuuu….

    Reply

  15. mei.han.won
    Jun 15, 2014 @ 22:44:41

    Ceritanya simple, enak di baca, nice thor…sukaaaaaa dehhh

    Reply

  16. KimSovy0
    Jun 16, 2014 @ 04:59:51

    Entah kenapa feelnya gk dapat thor…..
    Padahal aku suka FF genre seperti ini….

    Reply

  17. Indah Ayu Lestari
    Jun 16, 2014 @ 06:35:46

    Omoo ..nyesek bacanya pas adegan kyuhyun nyatain cinta ke hyera..

    Hhh, untunglah kisah ini happy ending 🙂

    Reply

  18. im0203
    Jun 16, 2014 @ 08:03:03

    kalo bs dicantumin alamat blog apa alamat fb nya donk kak, biar yg lain jg bs baca ff nya yg lain

    Reply

  19. diana
    Jun 16, 2014 @ 10:57:58

    kereen ! so sweet !

    Reply

  20. Shekyu
    Jun 16, 2014 @ 13:55:43

    Aku suka dan akan lbh suka gi jk ad sequelny..
    ^^

    Reply

  21. oh wu sparkling
    Jun 17, 2014 @ 12:18:51

    aaa so sweet ^^
    tapi sedikit nyesek waktu kyuhyun ke apartemen nya hyera.
    apakah ada sequel? atau after story mungkin?

    Reply

  22. SpringChoCho
    Jun 18, 2014 @ 14:58:13

    Ya ampun, sweet banget…
    Nice story^^

    Reply

  23. Donghae's
    Jun 18, 2014 @ 23:24:55

    Ah suka banget sama kata-katanya Kyu ^^ Good job thor, keep write ya!

    Reply

  24. uchie vitria
    Jun 18, 2014 @ 23:44:26

    awalannya sedih sedihan tapi berakhir manissss jadi pria memang harus bertanggung jawab kyuhyun-ah kerennnnn kerennnnn chingu… next ditunggu efefmu

    Reply

  25. Putri Fairuz
    Jun 18, 2014 @ 23:54:31

    good job thor! ^_^

    Reply

  26. novanofriani
    Jun 18, 2014 @ 23:58:40

    Wahhh… pendek tapi feel nya dpt

    Reply

  27. byul
    Jun 19, 2014 @ 00:00:33

    OMMGGGG Kyu nya ko bisa jadi romantis kek gitu sih?? *plaakk
    Oh ya ff mu daebbak thorr dan endingnya ituloh SEMPURNA!!

    Reply

  28. tri murni
    Jun 19, 2014 @ 05:47:56

    sweet bgt . . .sequel dong thor …:-D

    Reply

  29. tri murni
    Jun 19, 2014 @ 05:49:57

    keren bgt .. menyampah keren nya . .bikin senyum ,nangis mringis sendri kayak orang gila

    Reply

  30. Izthie
    Jun 19, 2014 @ 08:03:51

    So sweet.. ~
    kata2 terakhir kyu emg bikin klepek2..

    Reply

  31. minrakyu
    Jun 19, 2014 @ 09:23:34

    ya ampun,, so sweeeeeetttttttttt

    Reply

  32. heeyeon
    Jun 19, 2014 @ 11:00:53

    ah keren bgt ini..

    Reply

  33. Vyln Grey
    Jun 19, 2014 @ 14:05:48

    bagus ceh… tp, bagi ku biasa dan flat bgt… maaf aq kan jujur… hehehe.. keep writing, chingu
    hwaiting

    Reply

  34. jin ara
    Jun 20, 2014 @ 07:34:46

    Seneng banget akhirnya bisa happy end 🙂

    Reply

  35. baby choi
    Jun 20, 2014 @ 10:31:58

    Kuraannngggg panjanggggg hehe

    Reply

  36. Kimy Chee
    Jun 20, 2014 @ 17:01:41

    wow

    Reply

  37. widie
    Jun 20, 2014 @ 23:50:01

    Keren 😥
    slalu suka dengan married life kek.gini dengan image kyuhyun yg dingin 😥

    Reply

  38. amaliafadhila
    Jun 21, 2014 @ 07:55:21

    Walaupun pendek, tapi tetap memuaskan feelnya dapet banget. suka cerita kayak gini yanh awalnya bersitegang ehh ending happy romance.

    Ternyata hyera itu cinta pertama kyuhyun, sangking pengen ngelindungi hyera dari media sampe-sampe harus bersikap acuh ma hyera. Awalnya sih kesal,tapi setelah tau alasannya jadi ngerti saya.

    Reply

  39. sn196
    Jun 22, 2014 @ 06:44:06

    ringkas padat dan jelas daebak thor 🙂

    Reply

  40. kyukyu
    Jun 22, 2014 @ 08:27:09

    kenapa dy sweet banget ?? huaaaah author daebak. ❤

    Reply

  41. suzy
    Jun 22, 2014 @ 08:52:55

    so sweeeeet

    Reply

  42. Xian
    Jun 22, 2014 @ 09:46:16

    cerita yang bagus,sedikit menguras emosi dan feelnya bagus..aku suka ^^

    Reply

  43. sophiemorore
    Jun 22, 2014 @ 09:51:42

    Ada beberapa kata yang salah, kapital yang tidak pada tempatnya, tapi overall ini cerita yang bagus dan punya makna
    sweet banget deh

    keep writing yaa

    Reply

  44. imma
    Jun 22, 2014 @ 10:46:25

    sukaaa.. banget.
    senyum-senyum baca pas dekat-dekat ending nya

    Reply

  45. ghefira010298
    Jun 23, 2014 @ 18:53:18

    Bagus thor, suka 😀

    Reply

  46. Niken Utami (@kenikutami)
    Jun 23, 2014 @ 19:12:18

    sukaaaa.. i ilke this 😀

    Reply

  47. Rain1004
    Jun 25, 2014 @ 13:00:18

    Gila………..!!!!!!!!!!!!!!! KEREN!
    Itu ajah deh commentnya heheh… abis gak ada kata-kata lagi^^

    Reply

  48. Heena Park
    Jun 25, 2014 @ 14:00:28

    pendek tapi bagus:’3 jadi melayang waktu bayanginnya:| paling suka pas kyu bilang kalau hyera boleh motong lidahnya/? gatau kenapa tapi suka aja bagian itu wkwk-_-

    Reply

  49. susy_luvdys
    Jul 04, 2014 @ 04:20:13

    dan q jga mencintaimu cho kyuhyun huaaaaa sukaa sma ff’a romantis

    Reply

  50. kaizi cho
    Jul 04, 2014 @ 08:41:57

    ahh sweet
    dua duany sama sama salah paham, untung ada eoma ny kyu 😀
    aih envy ama moment mereka *nangis dipojokan*

    Reply

  51. YesungAiLopYu
    Jul 08, 2014 @ 16:36:08

    SWEEETT BANGET ^^
    Momentnya Mantep ! 😀 Kyu Bikin ue ng-FLY *Plak

    DAEBBAK Thour ^^

    Reply

  52. auliatarzia
    Jul 12, 2014 @ 04:20:20

    sweet banget kyunya 🙂

    Reply

  53. kyumong
    Jul 12, 2014 @ 12:57:01

    aaaaah so sweet

    Reply

  54. novidaeluphkwonji
    Jul 13, 2014 @ 05:42:54

    omg omg omg..so sweet banget,aku suka type cerita kaya gini,alurrnya pas dan ngenaaa ke hatii,daebakkk…lanjutkan karyamu chingu..hwaithing 🙂

    Reply

  55. jacquelinehan77
    Jul 14, 2014 @ 14:28:23

    wah telat ngomen banget ni kayaknya, bacanya udah lama banget komennya baru sekarang -_- seru ih romantis lagi ceritanya pantes aja dijadiin ff of week 🙂

    Reply

  56. ayhukartika
    Jul 23, 2014 @ 00:24:40

    DAEBAKK!!! AKU SUKA SAMA CERITANYA!! Walaupun awalnya ngenes tapi gak terlalu ngenes banget dan akhirnya berakhir dengan “WOW” (y) goodjob buat author yang udah nulis cerita ini, fighting 🙂

    Reply

  57. parkhyojin
    Jul 24, 2014 @ 18:04:19

    Keren,membawa inspirasi,cemburu saya hahaha,semoga couple ini ada lagi ffnya hahaha =) , like this

    Reply

  58. alhanunaalifa
    Sep 12, 2014 @ 23:12:20

    ff nya bagus, jalan ceritanya ga dipaksakan, simple, kata-kata kyu jg sweet bgt:'( di awal2 rada ga berasa feel nya dan ya alurnya agak cepet hehe. tapi di ending nya itu berasa kok feelnya menurut aku. ini lagi banjir airmata nih karena ini mirip sama yg aku alamin hahahahaha. keep writing author-nim!^^

    Reply

  59. nia kurnianti
    Oct 18, 2014 @ 00:39:05

    aku juga mencintaimu kyu,,
    haha,,,

    Reply

  60. esakodok
    Jan 02, 2015 @ 10:54:57

    syudah berkali kali bava..ttp cinta sama ff ini

    Reply

  61. Intan Ayyu
    Jan 14, 2015 @ 19:40:42

    aaa manisnya >< tumben tuan cho bisa sosweet gtuh ngomongnya ada angin apa sih?hehe,, btw aku juga mencintaimu kyu ❤ ff sebagus ini baru dibca ah nyeselnya, pokoknya keren deh ff mu thor endnya jga gak gantung semangat buat nulis ff slnjutnya(y)

    Reply

  62. kyuwonhae's wife
    Feb 11, 2015 @ 08:00:15

    Jd kyu gtu krna dia melindubgi hyeta dri publik ? Tp itu kan menyakiti hyera . Pantas aja hyera gak pecya bgt 😦

    Reply

  63. Rahma Hwang
    Feb 25, 2015 @ 20:35:11

    Saoloohhh aku terharu 😥

    Reply

  64. febrikim2247
    May 18, 2015 @ 19:32:54

    huaa terharu 😥 aku suka.. aku suka..

    Reply

  65. Kyunara
    Sep 07, 2015 @ 15:46:52

    sweet bgt thor… bahasanya sederhana tapi pas banget didengerin… lumayan buru” sich kan oneshot…buat chapter bagus juga ini…diperpanjang konfliknya…

    Reply

  66. rina wdy
    Aug 08, 2016 @ 01:31:32

    Satu kata: “Kereeennnn”

    Reply

  67. AzkiaAya
    Oct 25, 2016 @ 11:47:05

    Wah bagus ceritanya,pendek tapi ngena. Baru nemu blog ini,ternyara banyak yg keren2 ceritanya,ijin menjelajah ya kak 🙂

    Reply

  68. esakodok
    Dec 17, 2016 @ 14:26:31

    selalau goyang goyang kalo mau baca ff ini…sudah berkali kali ttp aja melting sama kata kata kyuhyun waktu ngajak hyera rujuk

    Reply

  69. Kia
    Jan 24, 2017 @ 02:34:40

    Ff disini selalu bagus”, tidak mengecewakan
    Keren ih, bisa menghayati gitu ff nya :”

    Reply

  70. vika
    Jun 07, 2017 @ 17:18:06

    so sweetnya tingkah kyu oppa sama istrinya jadi cemburu

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: