Love Story (Sequel of Cat Story)

Love Story by Nox

 

 

Love Story (Sequel of Cat Story)

 

Author: TJ (Bukan Merk Madu!!)

Title: Love Story

Edited by: Ifa Raneza

Cast:

-Park Jung Soo (Super Junior) – male (5 or 25 years old)

-Hwang Raeka (OC) – female (15 years old)

-Lee Hyuk Jae (Super Junior) – male (17 years old)

-and others

Genre: fantasy

Rating: T

Length: Series

 

TJ’s note :

Ehem…. TJ datang membawa sequel Cat Story, part ini baru bercerita tentang gimana Jung Soo saat jadi manusia dan bagaimana hubungan Jung Soo dan Raeka setelah jadi manusia. Dan karena TJ adalah author baru, jangan lupa kritik dan saran dari readers, hehehe. semoga yang coment bisa pacaran ama bias masing-masing, amiiinnn. Baiklah, kita mulai ffnya…

 

SHIJAK!!!

 

 

––TJ

 

 

 

 

-o0o-

 

Hei, dengar ini

Ini cerita tentangku

Si kecil picisan

Tentang bagaimana kejadian membuatku sejati

Dan kepercayaan membuatku berharga

Ini cerita cinta

 

 

 

 

All is author POV

 

 

 

“ah… noemu kyeopta~,” akhirnya setelah 25 menit terdiam, sebuah bisikan kecil keluar dari bibir Jungsoo. Mata pemuda itu melengkung membentuk eyesmile manis setiap gadis yang tertidur didepannya melakukan sedikit pergerakan. Tentu saja bisikan sekecil itu tidak akan mengusik Raeka – gadis itu mengingat saat ini waktu masih menunjukkan pukul 04.30 KST. Entah apa yang ada di pikirannya, ini memang sudah menjadi kegiatan Jung Soo setiap pagi, atau bisa dibilang subuh. Yah, Jung Soo tidak perduli dengan itu asalkan pria itu bisa melihat lebih lama dan jelas wajah tidur Raeka yang selalu menggemaskan – menurutnya.

“eunghh..” Jungsoo beringsut menjauhi tempat tidur Raeka saat gadis itu sedikit melenguh karena tidurnya terganggu.

 

“huft, hampir saja ketahuan,” Jung Soo menghela nafas lega ketika melihat Raeka yang kembali tidur. Jung Soo mengalihkan pandangannya ke arah jam weker yang terdapat di meja nakas di samping tempat tidur Raeka, kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Raeka. Bukan, Jung Soo bukannya bosan terus memandangi Raeka. Dia hanya ingin membangunkan Raeka untuk sekolah dan menjadi orang pertama yang dilihat Raeka saat gadis itu membuka matanya. Bukankah ini sederhana?

 

“Raeka-yah, ireona,” Jung Soo sedikit mengguncang tubuh gadis itu. Bukannya bangun, Raeka malah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

“ck, anak ini,” walaupun suara decakan keluar dari mulutnya, namun senyum manis masih setia bertengger di bibir Jung Soo.

“aku bersumpah, jika dalam hitungan ketiga kau belum bangun, kau akan menyesal.”

“hmm..” balas Raeka dari balik selimut.

“huh, baiklah! satu.. dua.. tiga..!” seketika itu juga Jung Soo melompat ke atas tempat tidur single bed milik Raeka dan langsung memeluk gadis itu dari luar selimut.

“chagiya~ ireona~” Jung Soo mengeratkan pelukannya pada Raeka sambil meneriakinya dengan nada menggoda. Takayal hal itu membuat tubuh di dalam selimut itu menggeliat berusaha melepaskan diri. Hey! Ini tidak adil, bagaimana mungkin tubuh mantan-tuan-kucing yang besar itu menindih dan memeluk tubuh Raeka yang bisa di bilang mini?

“oppa!!” mendengar teriakkan dari dalam selimut segera Jung Soo menyingkirkan tubuhnya dari tempat tidur tersebut. Tak lama, muncullah wajah Raeka yang memerah dari balik selimut.

oppa ingin membunuhku?!” Raeka menatap Jung Soo tajam, sementara pemuda itu hanya tersenyum sumringah melihat Raeka sudah bangun.

“selamat pagi, Raeka.” Masih dengan senyumnya kini Jung Soo mendekat ke arah Raeka. Mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu dan semakin mempersempit jarak antara keduanya.

oppa, kau belum sikat gigi,” Raeka menjauhkan wajah Jung Soo dari wajahnya yang sudah memerah.

“eh? Sudah kok, apa masih bau?” Jung Soo mencium bau mulutnya sendiri berulang kali memastikan tidak ada sedikit pun bau ikan tertinggal di sana. Raeka yang melihat tingkah Jung Soo hanya tersenyum lembut kearahnya.

 

“hei, kalian berdua cepatlah turun dan sarapan.” Bibi Hwang tiba-tiba masuk ke kamar Raeka dan membuat kedua insan itu harus menghentikan kegiatan mereka.

nde,” jawab keduanya serempak.

Baiklah, mungkin kalian bingung mengapa bibi Hwang tidak memukuli Jung Soo yang sekarang adalah pria dewasa berada di dalam kamar keponakannya yang masih di bawah umur? Tentu saja karena bibi Hwang sudah mengetahui semuanya. Bahkan bibi Hwang tahu bahwa Jung Soo dulunya adalah seekor kucing, dan sekarang Jung Soo tinggal satu atap dengan Raeka. Sebenarnya, pemuda itu sudah mendapat pekerjaan dan berencana menyewa apartemen sendiri. Namun karena bibi Hwang sayang kepada Jung Soo – maklum, Jung Soo merupakan menantu idaman jika kau bertanya pada semua ibu-ibu yang pernah bertemu dengannya – jadi dia meminta Jung Soo tinggal di rumahnya dan menjaga Raeka karena dia dan suaminya yang sering bepergian keluar negeri atau keluar kota untuk bisnis. Jika kau pikir Jung Soo sekolah dan mendapatkan ijazah kemudian bekerja, tentunya itu salah. Ingat, ini cerita fantasy maka, Kris lah orang yang paling berjasa dalam hal ini.

 

-o0o-

 

“kau sudah membawa bekalmu?”

“sudah.”

“telpon aku bila sekolahmu selesai, aku akan menjemputmu, mengerti?”

ne.”

“bagus,” Jung Soo tersenyum dan mengelus rambut Raeka penuh sayang.

“eum… Annyeong, oppa,” Raeka membuka pintu mobil Jung Soo dan berniat untuk keluar sampai sebuah tarikan tangan menghentikannya.

Jung Soo kembali menutup pintu mobil yang tadi dibuka Raeka. Pemuda itu menatap Raeka dalam dan sedikit demi sedikit menghapus jarak di antara mereka. Saat hidung mereka bersentuhan, Jung Soo menatap wajah Raeka, gadis itu memejamkan matanya rapat-rapat. ‘belum saatnya, batin Jung Soo sambil sedikit menghela nafas, kemudian ia sedikit menyerongkan wajahnya dan berakhir mendaratkan bibirnya di pipi Raeka.

“baiklah, saatnya kau menuntut ilmu,” perkataan Jung Soo membuat Raeka kembali membuka matanya. Gadis itu berbalik dengan cepat dan pergi dengan semburat merah di kedua pipinya. JungSoo menatap punggung sempit Raeka yang semakin menjauhinya. ‘yah, setidaknya hal kecil itu cukup untuk membuatmu begitu manis, batin Jung Soo lagi.

 

-o0o-

 

“melamun lagi, tuan manajer?” Jung Soo menegakkan duduknya saat ia mendengar suara yang tidak asing itu.

“tumben sekali, Kris” Jung Soo memperhatikan Kris yang kini duduk di atas meja kerjanya sambil menyilangkan kaki panjangnya, Kris terlihat mengamati setiap sudut ruangan Jung Soo.

“ada apa?” tanya Jung Soo pada pemuda tinggi itu. Bukankah mereka tidak ada urusan lagi? Maksudnya setelah apa yang Kris lakukan untuknya, pekerjaan, kewarganegaraan, ijazah, dan semua yang berhubungan dengan manusia. Bukankah dia hanya harus memperhatikan Jung Soo menjalani hidupnya sebagai manusia dari jauh?

“aku hanya ingin mengetahui apa sihirku masih bertahan,” ucapnya seolah menjawab semua pertanyaan yang bermunculan di kepala Jungsoo tanpa perlu pria itu verbalkan terlebih dahulu. Kris kini memperhatikan Jung Soo dengan seksama.

“apa yang kau lihat?” tanya Jung Soo yang mulai tidak nyaman dengan pandangan Kris.

“aku bukan Tuhan,” ucap Kris masih memandangi Jung Soo.

“aku juga tahu itu, memangnya kenapa?” Jung Soo memasang wajah bingungnya, membuat Kris menghela nafasnya halus.

“entahlah, kita lihat saja nanti.” Detik berikutnya Kris sudah menghilang ditelan bubuk keemasaan yang berjatuhan di lantai.

“kenapa dia?”

 

-o0o-

 

“heuh…” Jung Soo menghela nafasnya lelah tanpa mengalihkan matanya yang terus mengawasi Raeka. Tepatnya mengawasi Raeka yang sedang bersenda gurau dengan teman sebayanya. Entah mengapa, setitik perasaan sakit muncul di hati Jung Soo. Entahlah, dia juga tidak tahu ini masalah besar atau bukan, namun ini merupakan masalah yang telah lama dipikirkannya. Masalah umur. Memang sedikit memalukan mengatakannya, tapi inilah kenyataannya. Jung Soo tahu, sebagai seorang kekasih biasanya – atau seharusnya – dia berada di dekat Raeka dan ikut mendekatkan diri dengan teman Raeka, dan membuat semua orang mengetahui bahwa Raeka adalah miliknya. Mengapa sekarang Jung Soo hanya memperhatikan gadisnya dari kejauhan? Yup, apalagi kalau bukan masalah umurnya yang bisa dibilang dewasa. Ayolah, Jung Soo berumur 25 tahun, apa yang akan dikatakan orang-orang saat melihatnya bergaul dengan segerombolan anak berusia belasan tahun? Baiklah, jangan salah paham dulu, Jung Soo bukannnya merasa malu atau menjaga imagenya, justru dia tidak ingin Raeka dianggap aneh oleh teman-temannya karena ia berpacaran dengan Jung Soo. Dan masalah umur juga yang membuat Jung Soo masih takut menyentuh Raeka, bahkan ia masih takut untuk mencium bibir gadis itu.

 

“oppa,” Jung Soo tersadar dari lamunannya saat mendengar Raeka memanggilnya. Jung Soo membalas panggilan Raeka dengan seulas senyuman, kemudian membukakan pintu mobil untuknya.

oppa, mengapa tidak memanggilku saja tadi? Kau jadi lama menungguku kan?” Raeka kini menatap Jung Soo dengan pandangan menyelidik.

“tidak, aku hanya tidak ingin mengganggumu yang sedang mengobrol dengan temanmu,” Jung Soo mengelus kepala Raeka.

“jinja?” Raeka memcingkan matanya membuat Jung Soo sedikit merasa gugup.

“berhentilah melakukan itu, kau terlihat semakin manis,” Jung Soo berkata sambil sedikit mencolek dagu Raeka.

“ish, dasar genit,” Raeka menepis tangan Jung Soo yang mencoleknya dan mengalihkan wajahnya yang memerah ke arah jendela. Membuat kekehan renyah keluar dari mulut Jung Soo.

 

-o0o-

 

Musim gugur. Lagi-lagi latar ini kembali terulang dalam kisah Jung Soo, atau lebih tepatnya kisah Jung Soo dan Raeka. Berlatar daun yang berguguran dari pohon forsythia, Jung Soo masih ingat bagaimana saat itu dia hanya bisa memandangi bunga itu gugur sambil menunggu kedatangan Raeka dari sekolah dan menyambut gadis itu dengan meongannya. Bibir Jung Soo melukiskan senyum bahagia mengingat bagaimana hari-hari pada musim itu ia lewati dengan keajaiban yang membuat laki-laki itu kini dapat menggenggam tangan gadis itu.

“kenapa tersenyum begitu?” Raeka memandang aneh wajah Jung Soo yang berjalan di sampingnya.

“tidak, hanya saja… Tidakkah kau merasa ini takdir yang indah?” Jung Soo memperhatikan tangannya yang sedang menggenggam tangan Raeka. Hari ini Jung Soo dan Raeka berkencan, bukan kencan yang terlalu romantis. Mereka hanya berjalan di taman sambil bergandengan tangan, menikmati angin musim gugur yang membawa daun kering forysthia jatuh di sekitar mereka dan memandang awan senja yang berwarna jingga lembut. Bukannya Jung Soo tidak punya uang untuk membawa Raeka ketampat yang lebih bagus, perlu diingat saat ini Jung Soo merupakan manajer di sebuah restoran Prancis yang terkenal. Bukan juga karena Jung Soo pelit. Tapi, bukankah hal yang indah selalu berawal dari kesederhanaan?

“ingat, tidak? Kau memukuliku dengan sebuah sapu saat pertama bertemu denganku dalam wujud manusia?” Jung Soo kembali mengulaskan sebuah senyum saat mengingat dirinya pertama kali menjadi menusia.

ne, tentu saja,” Raeka turut mengembangkan senyumya saat mengingat kejadian itu. Ia sedikit malu mengingat memori itu, ketika ia mengira Jung Soo adalah orang jahat yang menyelinap ke dalam rumahnya.

“kau juga menuduhku sebagai pencuri,” lanjut Jung Soo, membuat senyuman gadis itu melebar.

“eum,” Raeka menganggukkan kepalanya.

“tapi kau tetap mengizinkanku tinggal di apartemenmu,” Jung Soo teringat saat Raeka berbohong pada bibi Hwang agar tidak curiga dengan jati dirinya dulu.

“ne..”

“aku yakin saat itu kau sudah menyukaiku” Jung Soo menggoyangkan tangan mereka yang saling bergenggaman.

“percaya diri sekali,” Raeka mengulum senyumnya mendengar ucapan Jung Soo.

Jung Soo melirik Raeka sekilas dan semakin mengambangkan senyumnya. Terkadang, mengingat kenangan bahagia itu lebih membahagiakan dari membuat kenangan itu sendiri.

 

“Raeka!” Raeka menghentikan langkahnya membuat Jung Soo turut berhenti. Gadis itu menatap lurus ke arah datangnya suara itu, membuat Jung Soo mengikuti arah pandang gadisnya.

“Eunhyuk oppa…” Raeka melepaskan genggamannya dari tangan Jung Soo. Membuat pemuda itu membulatkan matanya tidak percaya. jangan lagi, tidak untuk saat ini, batin Jung Soo perih.

“Raeka-yah, lama tidak jumpa. Kau sedang kencan, eoh?” Eunhyuk mengelus rambut Raeka seperti yang sering Jung Soo lakukan kepada Raeka.

“eh? Uh? A-aniyo…” Raeka menjawab dengan sedikit gugup.

“benarkah?” Eunhyuk menatap Raeka dengan pandangan curiga.

“b-benar. Oppa sedang apa di sini?” Dan selanjutnya hanya percakapan Raeka dengan Eunhyuk yang terdengar, sementara Jung Soo lebih banyak mendengarkan mereka berdua berbicara daripada bergabung dalam obrolan itu.

Sebenarnya, dari semua masalah, ini adalah masalah terbesar Jung Soo. Entahlah ini benar atau hanya perasaannya. Jung Soo merasa bahwa Raeka masih mencintai Eunhyuk dan ini sering terjadi. Gadis itu akan melepaskan genggaman tangan mereka di depan Eunhyuk, mengalihkan seluruh perhatiannya pada pemuda itu. Dan lagi-lagi Raeka meninggalkan Jung Soo dengan beribu keraguan yang memenuhi hatinya.

‘apa kau benar-benar mencintaiku?’

Perlahan titik hujan menyentuh kulit Jung Soo, membuatnya tersadar dari lamunannya dan menarik tangan Raeka.

Raeka memandanganya dengan tatapan bingung.

“kita harus segera pulang, sebentar lagi hujan deras” Dan dengan enggan Raeka menghentikan percakapannya dengan Eunhyuk untuk mengikuti Jung Soo yang membawanya pulang.

-o0o-

 

Jung Soo menatap sendu tumpukan daun kering forsythia yang kini kembali basah tersiram hujan dari jendela. Eunhyuk dan Raeka, nama itu terus berputar di kepala Jung Soo.

“huft…” Jung Soo lagi-lagi menghela nafas mengingat kejadian saat mereka kencan tadi. Seharusnya tadi adalah kencan manisnya dengan Raeka di tengah kasibukannya sebagai seorang manajer. Berkali-kali Jung Soo menghela nafasnya berusaha meredam rasa takutnya. Ya, Jung Soo takut. Ia takut Raeka kembali mencintai Eunhyuk dan meninggalkannya, lalu membiarkannya pergi seperti waktu itu.

‘aku mohon, jangan biarkan aku pergi lagi … aku mencintaimu.Jung Soo memejamkan matanya, mencoba menghilangkan semua perasaan sesak yang mengendap di dadanya dan membuang perasaan ragu di hatinya jauh-jauh.

“oppa,” Jung Soo mengalihkan pandangannya pada Raeka. Terlihat dengan jelas Jung Soo memberikan senyum palsu kepada gadis itu.

“ne?”

“ini, cokelat panas untuk mu,” Raeka memberikan Jung Soo salah satu cangkir yang dipegangnya, kemudian duduk di sebelah Jung Soo.

“bukankah jika hujan, kelopak forsythia tidak akan jatuh dengan indah?” tanya Raeka memulai pembicaraan. Entah mengapa suasana antara mereka menjadi canggung sejak Jung Soo dan Raeka pulang dari kencan, ditambah lagi bibi Hwang dan suaminya yang memang sudah pergi ke luar negeri sejak siang tadi, membuat suasana semakin canggung.

“ya, ini terlihat menyedihkan” Jung Soo berbisik, dia tidak mampu mengeluarkan suara yang lebih besar lagi dari ini. Raeka menatap Jung Soo yang terus memandang ke arah jendela.

“apa yang terjadi?” Yah, walaupun tidak disadari, namun sebenarnya Raeka memiliki sisi dewasa yang keluar hanya saat ia bersama Jung Soo.

“bukan apa-apa.” jawaban Jung Soo membuat kedua insan itu terdiam lagi.

“aku senang saat pertama kali kau memanggilku oppa,” Jung Soo tiba-tiba mengeluarkan suaranya.

“huh?”

“saat pertama kali aku muncul sebagai manusia, kau begitu sulit menerimaku.” Jung Soo menatap Raeka dalam.

oppa, saat itu – ”

“tapi aku menjadi begitu bahagia saat kau mengejarku malam itu dan membuat kita bisa bersama seperti saat ini. Kau tidak akan melepaskanku, kan?” tanyanya. Jung Soo tidak mengalihkan pandangannya dari Raeka, membuat gadis itu harus menahan degupan jantungnya yang mulai menggila setengah mati.

Raeka hanya mengangguk mengiyakan. Ditatap seperti itu oleh Jung Soo membuatnya tidak mampu berbicara.

Sedetik kemudian Jung Soo sudah membawa gadis itu ke dalam pelukannya, memberikan kehangatan pada Raeka di tengah dinginnya malam.

‘apakah aku bisa selamanya memelukmu seperti ini?’

 

 

Sementara itu…

Kris dan Ace sedang membereskan gudang tempat penyimpanan barang berharga milik pelanggan toko mereka. Sampai tiba-tiba Kris terdiam dan memfokuskan pandangannya pada sebuah benda.

ya, Kris, ada apa?” tanya Ace sambil mengguncang tubuh Kris yang sedari tadi memandang serius sebuah kalung dengan lonceng sebagai bandulnya.

Tubuh Kris sedikit bergetar saat perlahan retakan di lonceng itu membesar.

“hei, apa ini tidak apa-apa?” tanya Ace pelan yang ikut melihat kalung itu.

“tentu saja… ini masalah,” jawab Kris pelan, sehalus hembusan angin, dengan bibirnya yang bergetar dan rahangnya yang mengeras menahan rasa khawatir.

Sedetik setelahnya, mata Kris membulat tidak percaya saat lonceng itu hancur berubah menjadi serpihan bubuk emas yang berterbangan di sekitar mereka.

 

 

Kembali ke Jung Soo dan Raeka.

 

“Raeka-yah,” Jung Soo melonggarkan pelukannya pada Raeka. Dia menangkupkan kedua tangannya pada kedua sisi wajah Raeka sambil menatap gadis itu penuh arti. Ia mengusap lembut kedua pipi Raeka dengan ibu jarinya, menarik sedikit wajah Raeka dan mempersempit jarak di antara keduanya. Jarak mereka semakin dekat hingga Raeka bisa merasakan nafas hangat Jung Soo menerpa wajahnya. Merasakan hidung mereka sudah bersentuhan, Raeka memejamkan matanya erat, mengundang Jung Soo turut memejamkan matanya perlahan. Saat dirasa jarak keduanya menghilang…

 

POOF!~

 

Mendengar suara itu Raeka segera membuka matanya, dan ia tidak bisa menemukan Jung Soo di sana, kecuali pakaiannya yang berserakan di depannya. Ya, hanya pakaiannya, tanpa pemiliknya.

 

“miaw~” Raeka tersentak kaget saat yang di temukannya hanyalah seekor kucing putih yang keluar dari tumpukan baju Jung Soo yang berceceran di lantai.

Kucing itu berwarna putih bersih dengan bulu halusnya yang lebat dan terlihat seperti……

 

 

 

“Jung Soo oppa?!”

 

 

 

TBC

(Tungmin Banget Cakep *maksa)

 

 

 

 

Weitsss…. sampai di sini dulu ya? Hehehe

Jangan lupa coment,, ok??

Ingat! Orang yang comment itu di sayang Luhan ^^v

annyeong~ *terbang pake alpaca bareng Kris*.

 

––TJ

2 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Jun 28, 2014 @ 18:18:31

    Ahhhh… Akhirnya ada kelanjutannya juga. Udah lama banget ya…?
    Kok jungso kembali jadi kucing lg sih? Ahhh…. Mudah2an aja itu cuma sementara.
    Ditungguh kelanjutannya thor!

    Reply

  2. ferhanifatimah
    Jun 30, 2014 @ 10:46:11

    Huuaaaaaaaa;;; Aku seneng banget ada lanjutannya;;;; Jan lama lama yaaa;;;;

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: