FINALLY, I CAN SEE YOU [2/?]

 

Part 2

Author            :   SeKyu

Tittle               :   Finally, I can see you

Cast                :   Cho Kyuhyun, Choi Jihwa, Han Najin, Kim Joong Won

Genre                         :   Family, sad, romance

Rating             :   PG-13

Length            :   Chapter

 

 

Suatu saat

Akan tiba masa

Dimana kau harus merelakan cintamu

Dan berkorban untuk orang yang lebih kau cintai

Walau menyakitkan

Dan terasa seperti paksaan

Han Najin…

 

Sampai kapanpun Kyuhyun tak ingin berpaling dari Najin. Ia tak akan mampu untuk mangalihkan dunianya dari Han Najin. Najin seperti candu baginya, ia akan gelisah jika tak mendengar kabar dari Najin. Ia ingin Najin selalu ada untuknya, entah sesibuk apapun Najin, Najin harus tetap menghubunginya. Namun, semua itu berubah ketika Umma Kyuhyun menyuruhnya, mungkin lebih tepat memaksanya menikah dengan Choi Jihhwa, gadis yang tak pernah dicintainya. Keadaan telah mengubah semuanya. Membuatnya harus sering meninggalkan Najin untuk menuruti keinginan Ummanya. Hingga hari itu tiba, ia harus benar-benar sakit melihat Najin menitikan airmatanya  melihat Kyuhyun berdiri didepan altar dengan gadis lain, bukan dengan dirinya. Namun, apalah dayanya, ia hanya bisa menagis tanpa bisa melakukan apapun.

Ia tak bisa melihat pemandangan ini. Hatinya tak cukup kuat untuk melihat semua ini. Ia rapuh. Ia keluar dari acara pernikahan Kyuhyun dan Jihwa. Ia berlari sekuat tenaganya agar hatinya tak semakin sakit. Ia tak sanggup untuk berdiri dan meyaksikan pernikahan kekasihnya.

Oppa, kenapa kau tak melepasku jika akhirnya kau bersamanya?” tangis najin yang terduduk dibangku panjang taman.

“Kenapa kau bertahan untukku jika kau meninggalkanku, Oppa? Kenapa kau begitu jahat padaku? Apa aku tak cukup berarti untukmu?” Isak najin semakin keras, hingga menarik perhatian namja yang duduk dibelakang bangku yang didudukinya.

“Hei, nona kau kenapa?” Tanya namja itu dengan mengunyah permen karetnya

Nuguseyo?” Tanya balik najin pada namja yang bertanya padanya

Mwo? Eoh? Naneun Yesung imnida.” Jawab namja itu seraya menarik kedua ujung bibirnya, mengukir senyum manis di wajahnya.

“Kau? Mendengar semuanya?” Kaget najin

Ne,tentu saja. Kau kenapa menangis seperti anak kecil? Dan lagi usap dulu air matamu itu  menjijikan.” Ucap namja itu tanpa rasa canggung sedikitpun.

Najinpun langsung menghapus air matanya.

“…” hening, Najin tak menjawab apapun pada namja itu. Ia hanya mengedarkan panangannya kedepan.

“Siapa namamu, nona?” Tanya Yesung pada Najin

“Najin.” Jawab najin singkat dan tetap memandang kedepan.

“Kau? Kenapa kau menangis? Kau seperti anak kecil. Menangis bukanlah hal yang akan menyelesaikan masalah. Bagiku menangis hanya akan mengurangi beban tanpa merubah suatu apapun.” Celoteh Yesung pada Najin seraya memberikan semuah permen karet pada najin.

“Tak ada yang meminta pendapatmu. Dan lagi , singkirkan permen karet itu dari hadapanku!” suara Najin dengan nada yang sedikit meninggi.

“Aku tau kau barusaja mendapat masalah baru, dan kau belum bisa menyesuaikan dirimu dengan masalah yang kau hadapi. Jadi kesimpulannya, kau masih labil, nona Najin.” Jawabnya lagi dan menarik kembali permen karetnya.

“Kau tak mengetaui apaun tentangku.” Balas najin dengan nada yang lebih dingin.

Arra,arra, aku mengerti. Igo, ambil kartu namaku. Jangan sungkan hubungi aku jika kau sedang tertekan. Annyeong.” Ucap Yesung sembari memberikan kartu namanya dan melangkah meninggalkannya.

“Kim Joong Won, ternyata dia seorang psikolog.” Gumam Najin stelah luhan meninggalkannya.

~~~~~

“Kyuhyun, Umma senang kau bisa menuruti keinginan Umma. Dan sebagai hadiahnya, kalian bisa tinggal di apartement baru kalian. Manager Kang akan mengantar kalian.” Kata Umma Kyuhyun yang terlihat bahagia Karena telah melihat anaknya menikah.

Khamsahamnida Eommonim.” Jawab Jihwa dengan senyuman yang mengembang diwajahnya,meskipun matanya mengisyaratkan ketakutan.

“Eoh? Panggil aku Umma.” Timpal umma kYuhyun

“Ah? Nde, Umma khamsahamnida.” Ulang Jihwa pada umma Kyuhyun

“Sebaiknya kalian berangkat sekarang.” Ucap Umma Kyuhyun yang menyuruh mereka menempati apartement baru mereka.

Hari baru mereka dimulai. Begitu pula dengan penderitaan Jihwa. Ia tinggal bersama Kyuhyun di apartement baru mereka. Ia berharap bisa menemukan kehangatan disana. Namun, baginya itu semua hanya mimpi dan entah dapat terwujud atau tidak. Tak ada kehangatan, ataupun kenyamanan sama sekali disana. Ia tak pernah dianggap ada sama sekali oleh Kyuhyun. Bahkan, ketika tengah malam Jihwa merasa sakitpun, Kyuhyun enggan mempedulikannya. Dan pagi itu, Kyuhyun lagi-lagi mengacuhkan Jihwa.

“Kyuhyun-ssi apa kau juga sarapan dikantor hari ini? Tanya Jihwa pada suaminya yang tengah merapikan dasinya.

“Hem.” Jawab Kyuhyun tanpa menoleh pada jihwa

“Apa kau tak ingin mencicipi masakanku?” Tanya Jihwa lagi dengan lebih hati-hati

“Apa kau berharap aku akan benar-benar menjadi suamimu? Jangan berharap lebih Jihwa-ssi. Aku menikahimu hanya karena Ummaku. Dan ingat kau telah merebut posisi Najinku!!” kata Kyuhyun dengan nada tinggi.

Mianhae, Kyuhyun-ssi. Aku tak bermaksud seperti itu.” Jawab Jihwa sambil tertunduk dan mulai beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun.

Ia sakit jika harus menerima perlakuan yang tak baik dari kyuhyun yang berstatus sebagai suaminya itu. Selama beberapa minggu hidup barunya, Kyuhyun terkesan mengacuhkannya. Kyuhyun selalu pulang larut malam dan terkadang dengan kondisi yang setengah sadar. Namun, Jihwa tak pernah menyerah, ia tetap saja mempedulikan Kyuhyun.

**Jihwa POV**

Entah sampai kapan aku bisa bertahan dengan semua perlakuan Kyuhyun padaku. Mungkin sampai aku tak lagi bisa berada disisinya. Hingga saat inipun, aku masih sanggup bertahan untuknya. Ya, semua itu karena aku yakin suatu saat nanti ia akan menggenggamku dan bisa menerimaku seutuhnya. Tapi jika ia terus seperti ini akankah aku masih bisa berada disisinya? Ah, memikirkan hal ini membuat kepalaku sakit lagi. Sebaiknya aku mengambil obatku. Dengan susah payah aku mengambil obatku dikamarku. Aku segera meminumnya dan segera tidur. Berharap sakitnya akan mereda saat aku bangun nanti. Tak berapa lama aku telah terlelap.

**Jihwa POV end**

~~~~~

Kyuhyun memarkir mobilnya tepat di depan Boutique milik Najin. Ia menunggu Najin keluar dari Boutique itu. hingga tak berapa lama, ia melihat gadis cantik tengah berjalan meninggalkan Boutique. Ia segera mengejar Han Najin.

“Najin” panggil Kyuhyun yang tengah berlari mengejar Najin

“Eoh?” najin menoleh dan mencari asal suara. Ia terkejut melihat Kyuhyun. Sejujurnya, ia merindukan namja itu. mengingat sudah beberapa minggu ini ia menghindari Kyuhyun.

“Najin, tunggu aku.” Sekali lagi Kyuhyun meneriakkan nama Najin.

“Untuk apa kau kemari,Kyu?.” balas Najin dingin.

“Bahkan sekarang kau tak lagi memanggilku oppa. Waeo?” jawab Kyuhyun yang tak mau menjawab pertanyaan Najin.

“Lupakan aku, Kyu. karena kau bukan lagi milikku. Kau melepasku secara tidak langsung.” Najin menjawab dengan tatapan yang sulit diartikan pada Kyuhyun.

“Najin, aku masih mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu. Kanapa kau tak percaya padaku?”

“Karena kau sendiri yang mengingkarinya!!” bentak najin

“Karena aku menerimanya? Najin, percayalah padaku. Aku hanya mencintaimu. Aku bahkan tak pernah menganggapnya ada dalam hidupku. Kumohon Najin.” Pinta Kyuhyun dengan menggenggam erat tangan Najin.

“Bisakah kupegang kata-katamu, Kyu?” Tanya Najin pada Kyuhyun yang masih menggenggam tangan Najin.

Nde.” Jawab Kyuhyun, menarik tubuh Najin dan mendekapnya kedalam pelukannya.

Chagiya, aku ingin mengajakmu ketempat dimana aku mulai menyukaimu.” Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatap Najin.

“Dimana?” tanya Najin pada Kyuhyun

Kajja, akau akan membawamu kesana.” Jawab Kyuhyun yang langsung menarik tangan najin.

Mereka kembali dengan memulai semuanya dari awal, dan mulai terbiasa dengan hadirnya Jihwa ditengah hubungan mereka. Mereka tak pernah tau bagaimana sakit yang diderita Jihwa, namun bagi Jihwa itu tak ada artinya dibanding dengan sakit yang ada di hatinya.

~~~~~

Namja itu terlihat tampan dengan kemejanya, yang dibalut dengan jas dokternya. Ia Lee Donghae, seorang dokter muda yang terkenal dengan keramahnnya pada siapapun. Mungkin saat ini merasa bosan sehingga ia terus memainkan pulpen yang sedari tadi ada digenggamannya. Namun, tak berapa lama ia mulai meraih ponselnya dan mengetik nomor yang sudah dihafalnya diluar kepalanya. Donghae menelpon sesorang.

Yeobseyo.” Jawab seseorang diseberang sana.

Nde, Jihwa kau sedang dimana? Kenapa kau tidak kerumah sakit hari ini? apa kau lupa kau ada Check up hari ini?” celoteh Donghae pada Jihwa yang saat ini menjadi pasien kanker otaknya.

“Ish, oppa jangan menekanku dengan semua pertanyaanmu. Tanyakan satu-persatu . aku diapartement. Waeo?”

“Eoh?  Mianhae, kau selalu lupa jam check upmu. Cepat kemari!”

Oppa, bolehkah aku tidak check up untuk minggu ini? Aku lelah, Oppa. Kumohon hanya untuk hari ini.” Pinta Jihwa dengan nada yang membuat Donghae semakin mengkhawatirkannya.

Waeo, Jihwa? Apa kau begitu sakit hari ini?”

Anio, aku hanya lelah,Oppa.”

Arra, tunggu aku disana. Aku akan segera kesana.”

“Tak perlu,Oppa.

“Jangan keluar dari apartementmu. Aku akan kesana dalam 30menit.”

Donghae menutup sambungan teleponnya dan segera mengambil kunci mobilnya. Ia langsung pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju apartement Jihwa. 30menit kemudian, Ia sampai di apartement Jihwa. Ia memarkir mobilnya dan secepat mungkin menuju lantai tempat apartement Jihwa. Donghae kembali menghubungi Jihwa.

“Buka pintunya. Aku ada didepan.”

Jihwa keluar dan membukakan pintu untuk Dongahe.

Oppa, kau tak perlu kemari. Aku tak apa.” Celetuk Jihwa tanpa memberi salam pada Donghae

“Jihwa, kau bukan pembohong yang baik. Lihatlah dirimu. Kau bahkan semakin kurus dan pucat.” Jawab Donghae yang masih berada didepan pintu.

“Sudahlah, Oppa aku taka apa. Kau terlalu berlebihan. Kajja masuklah!”

“Aissh.. Apa Kyuhyun tak memperhatikanmu? Apa ia tak menyadari bahwa kau semakin kurus dan pucat. Kau sakit Jihwa.”

“Aku baik, Oppa. Kyuhyun sengaja tak kuberitahu tentang ini. aku takut ia khawatir. Aku tak mau menyusahkannya. Mau minum apa.” Jawab Jihwa yang beranjank menuju dapur.

“Terserah kau saja. Tapi dia suamimu, Jihwa. Apa mungkin ia masih mengacuhkanmu?” Selidik Donghae yang memang telah mengetahui sikap Kyuhyun pada Jihwa. Jihwa sendiri yang menceritakannya.

Deg

Jihwa gemetar mendengar Donghae memabahas masalah yang membuatnya semakin sakit. Ia tak mau membahas lagi mengenai itu. Disisi lain ia juga sakit menerima perlakuan Kyuhyun padanya. Ia tak tau harus menjawab apa. Ia juga tak bisa berbohong pada Donghae. Donghae orang yang telah lama mengenalnya.

“Ini,Oppa. Hanya jus ini untukmu.” Jihwa tak bisa menjawab pertanyaan Donghae padanya.

“Sudah kukatakan kau bukan pembohong yang baik, Jihwa. Kenapa anak itu selalu menyakitimu? Dan kau Jihwa, kenapa kau masih bertahan untuknya?”

Oppa, aku merasa bahagia dengannya.”

“Tapi yang kulihat tak seperti itu, Jihwa. Jihwa, dengarkan aku, kapanpun kau membutuhkanku aku selalu ada untukmu. Jika kau tak lagi bisa bertahan untuknya, kau bisa datang padaku.”

Gomawo, Oppa.”

“Sudahlah. Apa kau bosan?” dongahe mulai mengalihkan pembicaraan. Karena ia tau Jihwa tak sanggup bila terus mendengar kata Kyuhyun.

Nde, aku sangat bosan.”

Kajja, kita ke sungai Han. Kau suka tempat itu kan?”

Nde, Kajja.” Jawab Jihwa yang diikuti oleh anggukannya.

Dongahe mengajak Jihwa pergi kesungai Han. Ia ingin Jihwa sejenak terlepas dari kepenatannya akan pekirannya sendiri.

**Donghae POV**

Aku tak tega melihat jihwa yang semakin terlihat sakit. Aku tau ia menangis setiap malam. Terlihat jelas dari matanya. Tuhan, kenapa Kyuhyun tak bisa menjaganya? Dan kenapa Jihwa juga tak pergi dari Kyuhyun? Begitu besarkah cinta Jihwa pada namja itu? Jihwa, jika kau telah lelah menunggu namja itu, aku akan menjadi orang pertama yang akan menjadi sandaranmu. Aku mencintaimu Jihwa.

Ya, aku mencintai Jihwa jauh sebelum ia mengenal Kyuhyun. Aku tak pernah mengatakan pada Jihwa, karena aku tak ingin ia menjauh dariku. Cukup dengan aku melihatnya setiap saat dan memastikan ia makan dan tidur yang cukup. Cintaku cukup sederhana bukan?

Saat ini aku tak tega melihat Jihwa yang seperti ini. Aku mencoba menghilangkan sejenak kepenatannya akan sakitnya. Aku mengajaknya keSungai Han. Sungai yang amat disukai Jihwa. Entah kenapa. Ia selalu bahagia saat aku mengajaknya pergi ke Sungai itu. dan hal itu terjadi pada saat ini. Ia terlihat amat senang. Dengan cepat ia mengambil tasnya dan kami segera menuju tempat parkir untuk mengambil mobilku.

**Donghae POV end**

Mereka segera menaiki mobil Donghae dan dengan cepat mobil itu menuju tempat yang diperintahkan oleh majikannya. Tak ada yang bersuara saat mereka didalam mobil. Donghae yang terus berkonsentrasi menyetir dan Jihwa yang membuang muka menatap keluar kaca mobil. Hingga Donghae melihat kearah Jihwa dan melihat hidung Jihwa meneteskan darah segar. Jihwa langsung mengambil tissue yang ada ditasnya dan menyekanya. Donghae yang sedaritadi menyetir mulai menepikan mobilnya dan berhenti.

Oppa, kenapa berhenti?” Tanya Jihwa yang masih berusaha terlihat baik-baik saja.

“Kita ke Rumah sakit sekarang.” Jawab Donghae .

Anio. Tidak perlu, Oppa. Kau sudah tau, aku sering mengalami seperti ni. Dan aku baik-baik saja.”

“Kumohon, Jihwa. Kau tidak baik-baik saja.”

Oppa, jangan khawatirkan aku. Kajja, kita teruskan perjalanan kita. Aku sudah lama tidak kesungai Han. Lihat, darahnya sudah berhenti.”

“Baiklah, kalau terjadi lagi kita pulang.”

Arraseo.”

Donghae kembali mengendarai mobilnya. Jihwa juga kembali keposisinya semula, melihat keluar jendela. Donghae yang tetap menatap lurus jalanana kini mulai mengajak Jihwa berbicara. Ia mulai menanyakan keadaan Jihwa. Donghae merasa penyakit Jihwa semakin parah.

“Jihwa,” panggil donghae. Dan Jihwa menoleh padanya.

Ne, Oppa.”

“Apa penyakitmu membuatmu tersiksa?”

“Entahlah, Oppa. Kadang membuatku sakit, sesak, sedih, kecewa.”

“Ceritakan semua yang kau rasakan saat ini, Jihwa. Oppa ingin mendengar keluhanmu.”

“Aku lelah, Oppa. Aku sering tidur larut malam menahan sakit, dan saat tidur aku terganggu karena sakit itu datang. Tangan kiri, ia kadang sulit bergerak saat aku mencobanya. Pandanganku mulai terganggu, dan aku sulit mencium sesuatu. Sampai kapan semua ini akan terjadi, Oppa?”

“Aku tau, Jihwa. Tapi kau harus kuat. Jangan serahkan hidupmu pada kanker itu. Aku tau kau bukan gadis lemah. Kau harus bertahan.”

“Aku tau, Oppa. Tapi sampi kapan? Apa dengan semua itu penyakitku semakin parah?”

“Kau harus kuat, Jihwa.”

Semua perkataan Jihwa membuat Donghae sakit. Ia tak sanggup jika harus melihat Jihwa menitikan air mata. Ia tak tega melihat Jihwa yang terus diserang oleh penyakitnya. Jika ia bisa memilih, ia akan merelakan hidupnya untuk Jihwa. Namun, itu tak mungkin. Ia juga manusia biasa yang juga hidup sesuai garis yang telah ditakdirkan.

TBC**

 

13 Comments (+add yours?)

  1. @tiyakyu9388
    Jul 19, 2014 @ 11:15:12

    Wow seru sedih si kyuhyun bodoh mati ajh kamu

    Reply

  2. awewe dyrihte
    Jul 19, 2014 @ 11:39:04

    lnjut thor pnsaran klnjutanya.

    Reply

  3. Yulia
    Jul 19, 2014 @ 12:28:05

    Kasihan Jihwa….
    Ini Kyu kapan sadar thor??

    Reply

  4. triulva
    Jul 19, 2014 @ 13:47:04

    wah ceritany bagus tpi kpendekan,masih kurang panjan…next jgn lama2 ya ini kereen.. aku suka. . 🙂

    Reply

  5. shoffie monicca
    Jul 19, 2014 @ 13:47:10

    kren thor…tpi ksian jihwa

    Reply

  6. parkhyojin
    Jul 19, 2014 @ 16:35:05

    LDH memang suami ku!!! Baiknyaaa leedonghaeku :* semoga jihwa sama donghae aja, biar kyuhyun nyesek setengah mampus XD

    Reply

  7. Ti2k
    Jul 19, 2014 @ 18:12:31

    Makasih semuanya..^^
    Ditunggu aja next partnya..

    Reply

  8. dhe
    Jul 19, 2014 @ 20:14:34

    kependekannnnnn..u,u. please jgn lama-lama di publis nya

    Reply

  9. uchie vitria
    Jul 19, 2014 @ 20:50:26

    ceritanya bagus kok cuma terlalu ngebut jadi kurang feel aja next moga lebih seru ya

    Reply

  10. Lia05061992
    Jul 20, 2014 @ 02:51:29

    Jgn dibikin sad ending ne thor,,,kalo bisa happy
    Bikin Jihwa’y sembuh

    Reply

  11. tabiyan
    Jul 20, 2014 @ 10:59:34

    Kasian bgt sih, dasar kyu ga tau diri!!

    Reply

  12. lieyabunda
    Jul 21, 2014 @ 21:36:08

    Lanjut thor
    Kesian jihwa…

    Reply

  13. inggarkichulsung
    Jul 24, 2014 @ 09:42:58

    Kasihan Jihwa, Kyu oppa suaminya malah asik bersama pacarnya Najin.. Kalau Kyu oppa th Jihwa sdg berjuang menghadapi penyakit yg mematikan mgk sikapnya tdk akan seperti ini

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: