The Master Of Moon (“Nurse Ghost”) [4/4]

 

Tittle : The Master Of Moon (“Nurse Ghost”)

Author: Nur Azizah ( @hikaruZAH407 )

Cast :

  • Park Jewoon
  • Choi Siwon
  • Lee Hyukjae
  • Other Cast

Genre : Romances, Comedy, Horror

Length : OneShoot

Note: hello ini adalah prolog untuk fanfiction saya yang berjudul “The Master Of Moon” , fanfiction ini terinspirasi dari salah satu drama korea yang berjudul “The Master Sun”. jadi, jika terdapat kesamaan cerita saya mohon maaf . karena saya mau bikin konsep baru dalam Fanfiction buatan saya, rata-rata FF buatan saya genrenya adalah romance and sad or angst. Jadi ingin bawa – bawa comedy dan terjadilah konsep “The Master Of Moon”. Pemain dalam FF kali ini masih sama yaitu Park Jewoon dan Choi Siwon sebagai pemain utama, tapi tenang saya juga menjadikan oppadeul Super junior yang memiliki ketampanan luar biasa sebagai pemain utama juga! Ingat FF kali ini lagi dan lagi berepisode/berTake. Jadi harap diperhatikan. Terimakasih . Copyright by @hikaruZAH407

***

The Master Of Moon – Nurse Ghost

***

“Aku senang sekali semua berjalan dengan baik” Jewoon membaringkan tubuhnya kembali diatas kasur kesayangannya itu, ah! Lebih tepatnya kasur yang diberikan jung hoon kepadanya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika kuhitung berarti sekarang… sudah tepat 1 minggu Kyuhyun tidak bermain game!” Jewoon kembali terduduk ditepi kasurnya itu

“Sekarang apa yang harus aku lakukan? Ah.. baiklah aku akan mengambil setiap game miliknya digudang. Aku rasa dia sudah mulai memikirkan game miliknya kembali” Jewoon keluar dari kamarnya,  menuju gudang didalam dorm itu

“Jewoon! Kau merapihkan kamarku ya? Dimana kau menyimpan semua game milikku?” Tanya kyuhyun, saat Jewoon tepat keluar dari kamarnya.

“Aku menaruhnya digudang, tunggu sebentar aku akan ambilkan semua game milikmu” Tidak disangka Jewoon kira Kyuhyun akan marah dan mengamuk padanya karena tidak menemukan game miliknya, tapi respon Kyuhyun malah terbilang biasa saja, berarti pengobatan untuk menjauhkan ‘hantu game’ itu benar-benar ampuh

Jewoon masuk kedalam gudang didorm itu, gudang yang tidak begitu luas dan terkesan gelap plus lembab. Sungguh.. jewoon tahu tempat macam seperti ini pasti banyak sekali…hantu.

“Err.. aku mohon jangan menggangguku” Jewoon terlihat panic, dengan cepat ia mencari dimana Leeteuk, Donghae dan Sungmin menyimpan setiap game milik Kyuhyun. Tangannya meraba-raba tiap sudut dari gudang itu, gudang itu benar-benar memiliki penerangan yang buruk!

“Nah!” Jewoon merasakan kalau benda yang ia cari sudah ia dapatkan, Jewoon menarik benda itu kebagian yang lebih terang untuk melihat apa benar benda itu yang ia butuhkan.

“Yaaaaaaaakkkkk…..” tubuh Jewoon terbanting keatas lantai, tubuhnya tertiban beberapa kardus yang berada diatas lemari diantara tubuhnya, ternyata yang Jewoon tarik itu adalah tangan hantu dan sialnya lagi hantu tersebut mendorong Jewoon dengan teramat keras.

Kyuhyun yang berada diruang utama apartement tersebut merasa mendengar suara jewoon yang berteriak dari dalam gudang, kyuhyun datang menghampiri jewoon.

“Jewoon!!” Kyuhyun mengangkat semua kardus yang menutupi tubuh Jewoon. Kyuhyun mengguncangkan tubuh Jewoon , berharap gadis itu akan sadar , tapi tetap tidak sadar. Kyuhyun menelfon ambulans.

***

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kau membuatku khawatir saja. Aku sampai kabur dari lokasi syuting saat setelah Kyuhyun menelfonku , ah! Untung saja kau tidak apa-apa Jewoon-ah” wajah panic Donghae sudah mulai memudar

Jewoon hanya tersenyum getir, sejujurnya Jewoon senang karena Donghae datang menemuinya di UGD rumah sakit ini, Jewoon tidak mengalami masalah berat, hanya shock dan ada beberapa luka ringan dilengan dan kepala Jewoon, luka benturan kepala dengan lantai.

“Aku tadi awalnya hanya ingin mengambil game milik Kyuhyun, dan tiba- tiba aku terpeleset lalu tubuhku tertimpa kardus, hehe” Senyum gadis itu benar-benar ia usahakan dengan baik, Jewoon tidak akan memberitahu Donghae kalau dia melihat hantu di gudang dorm tersebut, apalagi dia terbanting kelantai karena hantu itu, ah! Donghae dan member Super Junior yang lain pasti akan panic dan memutuskan pindah dorm, itu benar-benar menggelikan.

“Untung saja ada Kyuhyun , jadi aku terselamatkan” lanjut Jewoon

“Gomawoyo Kyuhyun-ah” Jewoon memutuskan untuk bersalaman dengan Kyuhyun, mengucapkan terima kasih pada teman satu linernya, lebih tepatnya Kyuhyun dan Jewoon lahir ditahun yang sama.

“Kau benar-benar membuatku panic, untunglah kau tidak apa. cheonmaneyo” jawab Kyuhyun

Seseorang terlihat berlari menuju UGD ,wajah pria itu begitu terlihat panic, tapi setelah melihat Jewoon yang sudah duduk diatas ranjang UGD tersebut pria itu memelankan langkahnya. Untunglah ia tak apa, puji syukur pria itu dalam hatinya

“Siwon-ssi!!” Jewoon setengah berteriak saat tahu siwon yang datang, sejujurnya Jewoon senang. Siwon sedikit membuang muka, gengsi , itulah alasan dibaliknya

“Jangan berisik ini dirumah sakit” Suara Siwon terdengar tidak ramah sedikitpun.

Ne, kamsahamnida Siwon-ssi! Kau datang” jawab Jewoon, dikepala gadis itu dibalut perban dan dibeberapa bagian tangannya juga ditutupi oleh pembalut luka.

“ouch…” Jewoon mendekatkan tubuhnya, berharap dia dapat memeluk Siwon kali itu.

“Apa yang kau lakukan.” Siwon segera menjauh dari jewoon

“Aku ingin memelukmu, ah! Jika tidak boleh tidak apa” jawab Jewoon Jewoon sedikit kecewa.

“Jewoon, kau masih kurang mendapat pelukan? Sini” Donghae menarik tubuh jewoon kedalam pelukannya

“Ah! Begitu maksudku seperti itu….” Sebenarnya Jewoon sedang menghidari melihat hantu dirumah sakit itu yang berlalu lalang didepannya sedari tadi, alasan itulah yang membuat Jewoon ingin sekali memeluk Siwon saat itu. Jewoon terpaksa diam didalam pelukkan Donghae, setidaknya tubuh Donghae dapat menutupi penglihatannya untuk melihat hantu, walaupun sebenarnya hantu itu tetap saja terlihat.

“yak! Aku kesini mau menjemput  Jewoon!” Siwon melepaskan pelukan Donghae ditubuh Jewoon, menarik Jewoon dengan paksa agar mengikutinya.

“Pelan-pelan…” rintih Jewoon, walau bagaimanapun tetap saja tubuh Jewoon masih membutuhkan istirahat.

Donghae dan kyuhyun yang berada ditempat itu menatap kearah Siwon dan Jewoon

“Menjemput?” Kyuhyun bertanya pada Donghae, ekspresinya seolah-olah meremehkan

“Alasan, sudahlah! Biarkan saja Siwon melakukan apa yang ia mau, lagipula itu rencananya kan?” Donghae berjalan mendahului Kyuhyun keluar dari ruang UGD itu.

***

“Sekarang kita mau kemana?” Tanya Jewoon, Jewoon menatap Siwon yang focus menatap jalanan, matanya memancarkan aura marah, tapi mengapa siwon marah? Pikir Jewoon. Siwon memacu mobil sedan hitamnya dengan kecepatan tinggi

“Kau ingin mati , eoh?!” Tanya Jewoon.

“Awas!!” siwon menginjak pedal rem dengan kencang, sial! Jewoon berteriak dan itu membuat Siwon panik dan langsung menginjak pedal rem dengan kuat.

“Kau bodoh atau dungu! Didepan kita itu sepi tidak ada siapa-siapa!” Siwon malah yang memarahi Jewoon, memang benar didepan mereka tidak ada siapapun tapi tadi Jewoon seperti melihat seorang wanita berpakaian seperti perawat rumah sakit melintas didepan mobil itu.

“Aku melihat wanita berpakaian seperti perawat rumah sakit melintas didepan mobil ini Siwon-ssi” jawab Jewoon

“Hantu lagi! Hantu lagi! Aku bosan!”

***

Jewoon hanya diam mengikuti Siwon bagai seorang stalker, Jewoon berdiri terpaku saat didepan sebuah rumah besar yang pintunya saja itu bagaikan pintu istana, eh.. Jewoon belum pernah keistana ah! Baiklah anggap saja rumah yang didepannya adalah replica dari istana.

“Ini dimana?” Tanya Jewoon, pandangannya benar-benar menelusur menjelajahi tiap bagian rumah itu.

“Di Rumahku” jawab siwon.

Jeongmal?!” Jewoon tidak menyangka jika Siwon dan keluarganya benar-benar memiliki kekayaan yang begitu wow! Ah! Jewoon bahkan sempat berfikiran untuk membunuh Siwon dan mengambil setiap hartanya haha, itu adalah pikiran setan! Tetap saja jewoon tidak akan melakukan hal bodoh nan tolol macam seperti itu.

“Siwon!” Jewoon menghentikan langkahnya tepat dibelakang Siwon, Jewoon bingung saat didepannya sudah ada seorang pria yang sudah berumur sedikit tua dan wanitanya pun sama dan satu orang lagi, seorang gadis yang mungkin umurnya tidak jauh berbeda dengannya.

Anneyonghaseyo” Jewoon harus tetap menyapa dengan sopan, walaupun ia tidak mengenal orang-orang ini. Jewoon sudah menebak jika orang-orang didepannya adalah ayah, ibu dan adik dari siwon.

Anneyonghaseyo, silahkan duduk” Nyonya dari keluarga Choi itu menghampiri Jewoon dan mengarahkannya untuk duduk dibangku dimeja makan . Siwon dan yang lain mengikuti Jewoon dan nyonya Choi. Siwon duduk tepat disebelah kanan Jewoon.

“Silahkan dimakan” sambut tuan Choi, ayah Siwon. keluarga tersebut sangat ramah kepada Jewoon. Tapi… berbeda sekali dengan Siwon yang tetap focus memakan makanannya.

“Siapa namamu?” Tanya tuan Choi, obrolan diantara jam makan siang.

“Park Jewoon” jawab Jewoon

“Berapa umurmu?”

“24 tahun , oktober tahun ini aku tepat 25 tahun” jawab Jewoon, Jewoon merasa seperti ia sedang diintrogasi, untuk apa keluarga Siwon menanyakan umurnya?

“Kau lulusan dari universitas apa?”

“Seoul University” jawab Jewoon

“Keluargamu tinggal dimana?” Tanya nyonya Choi

“Mm… aku anak yatim piatu, aku di besarkan oleh pamanku yang tinggal diJeju. Lalu setelah umurku 20 tahun aku memutuskan untuk tinggal diseoul dan melanjutkan Studyku” jawab Jewoon

“Ah… maaf Jewoon saya menanyakan hal itu” sesal nyonya Choi

“Tidak apa, aku senang masih ada yang peduli padaku dengan menanyakan hal itu” Jewoon mengambil gelas yang berada didekatnya, meminum air yang berada digelas itu

“Lalu kapan kalian akan menikah?”

Jewoon hampir saja menyemburkan air yang sedang ia minum , untung saja jJwoon dapat menahannya, kalian , itu maksudnya Aku dan Siwon kan? pikir Jewoon.

“Secepatnya” jawab Siwon, Jewoon menatap Siwon tidak percaya. Apa maksud pria ini? pikir Jewoon lagi

“Baguslah, laksanakan secepatnya. Appa dan Eomma ingin segera menimang cucu. Benarkan yeobo?” Tanya tuan choi pada istrinya

“Benar itu” jawab nyonya Choi

***

“Maksudmu apa?! menikah? “ Jewoon bertanya pada Siwon

“Menikah, hanya menikah. Apa yang aneh?” Siwon malah balik bertanya

“Memangnya sejak kapan kita berencana untuk menikah ?” Tanya Jewoon

“Sebenarnya sih ini bukan rencana kita, tapi rencana dari Jung Hoon Hyung” jawab Siwon

“Jung hoon Oppa? Kok…”

“Sudahlah, aku membutuhkanmu kau juga membutuhkanku disaat kau melihat hantu. Anggap saja Simbiosis mutualisme. Lagipula ini hanya pura-pura agar keluargaku senang saja” jawab Siwon santai . Jewoon berfikir cukup keras benar apa yang dikatakan Siwon. Simbiosis mutualisme.

“Tapi… tetap saja…” Jewoon menundukkan kepalanya, hah! Mengapa hidupnya jadi serumit itu. Masalahnya dengan hantu sudah berkurang sedikit demi sedikit tapi masalah baru datang padanya…

***

“Jewoon-ah Gwechanayo?” Jung hoon, manager super junior , yang baru tahu kalau Jewoon baru saja mengalami kecelakaan ringan terlihat begitu khawatir saat Jewoon baru masuk kedalam dorm tersebut

Gwenchana Oppa” jawab Jewoon, entah mengapa sejujurnya ia kesal kepada jung hoon ya.. karena masalah barusan.

Oppa bisakah kita berbicara berdua saja? Aku ingin bertanya sesuatu padamu?”

“Tentu” Jewoon dan Jung hoon berjalan menuju balkon dari apartemen tersebut, mengunci pintu kaca tersebut.

“Apa yang ingin kau tanyakan padaku?” Tanya Jung hoon terlebih dahulu

“Tentang pura-pura kalau aku harus jadi kekasih Siwon” jawab Jewoon

“Jadi kau sudah tau?” Tanya Junghoon

“Aku bahkan sudah bertemu dengan orang tua siwon, hah… Oppa waegurae? mengapa harus aku yang kau pilih? Memangnya tidak ada wanita lain yang sepadan dengan Siwon?” Tanya Jewoon

“Tidak ada Jewoon-ah, kau sudah sangat cocok dengan Siwon. tenanglah inikan hanya pura-pura” jawab Jung hoon

“Aku tahu ini hanya pura-pura tapi .. tadi saat aku berbicara dengan tuan dan nyonya Choi mereka seperti mengaharapkan kalau aku itu untuk menjadi menantu mereka yang sesungguhnya, aku tidak tega untuk membohongi mereka” jawab Jewoon

“Jika kau tidak tega untuk membohongi mereka, cintai saja Siwon.” jawab Jung hoon

“Mwo? Cintai?! Haha , tidak mungkin aku bisa mencintai Siwon ataupun Siwon mencintaiku. Aku dan dirinya hanya terjebak didalam simbiosis mutualisme. Aku membutuhkan Siwon sebagai pelindungku dan Siwon membutuhkan ku sebagai pacar pura-puranya.” Jawab Jewoon

“Tidak ada kata tidak mungkin dalam cinta Jewoon-ah. Ah sudahlah! Sebaiknya kau tidur saja, aku rasa kepalamu agak sakit karena benturan” Jung hoon mengacak pelan rambut Jewoon, gemas. Lalu meninggalkan Jewoon dibalkon apartemen tersebut

“Simbiosis mutualisme… benar!”

***

Jewoon sedang berjalan sendirian menelusuri lorong rumah sakit, jewoon akan menebus obat yang kemarin dokter resepkan untuknya. Kemarin jewoon lupa untuk menebus obat. Sebanarnya jewoon benar-benar mengutuk tempat yang dinamakan rumah sakit, rumah sakit adalah tempat dimana orang mengalami sakaratul maut lalu meninggal. Yah… arwah orang-orang meninggal itulah yang membuat dirinya tidak tenang saat berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang cukup sepi itu.

Perjalanan jewoon memang begitu lama saat mencari apotek dirumah sakit itu, setiap langkah pasti jewoon akan berhenti, karena setiap langkahnya itu pasti ia menemukan hantu. Dari hantu yang berwajah cantik, tampan , buruk bahkan hancur pun ia lihat dirumah sakit itu. Sesekali jewoon menjerit pelan karena kaget melihat hantu-hantu aneh itu. Mengapa tadi dia tidak mengajak seseorang didorm untuk menemaninya? Harapan jewoon satu-satunya yang dapat ia gunakan sebagai penangkal hantu adalah siwon, tapi sialnya siwon selalu menolak ajakan jewoon. Hi! Bukannya siwon adalah inang yang dibutuhkan jewoon dalam sebuah simbiosis mutualisme?

Eunhyuk , hanya eunhyuk yang tersisa didorm. Mengajak eunhyuk untuk menemaninya hanya akan membuat harinya semakin ricuh saja. Jewoon yakin telinganya pasti akan langsung panas mendengar eunhyuk bercerita disepanjang perjalanannya. Jadi, jewoon lebih memilih melihat hantu daripada harus mendengar eunhyuk yang cerewet kepadanya itu.

“nona.. sedari tadi aku tidak melihat apotek, nona tahu dimana apotek?”

Untung saja ditempat itu tidak ada orang, gila! Jewoon bertanya pada hantu seorang perawat yang sedang ngesot didepannya.

“oh , jadi aku tinggal lurus saja. Kamsahamnida”

Memang jewoon berteman dengan dua dunia, sungguh gadis yang aneh sekaligus menakjubkan. Manusia tidak ada hantupun dapat ia Tanya.

“hantu itu bilang aku tinggal lurus saja, emm… nah itu dia!!” jewoon sedikit berlari saat ia melihat apotek didepannya.

Brzzzr~~

Jewoon menghentikan langkahnya saat ia merasakan tubuhnya ditabrak oleh seseorang atau dapat dikatakan sesehantu.

“mengganggu saja” jewoon kembali berjalan menuju apotek

***

Hari sudah menjelang malam dan perjalanan jewoon hanya ditemani beberapa lampu yang menyinari jalannya menuju apartemen super junior. Jewoon seperti mendengar seseorang sedang menangis, jewoonpun penasaran dan menuju kesumber suara tangisan itu.

“he.hesshhh..hehhh..heshh”

agasshi” jewoon menyentuh pundak seorang wanita berpakaian berwarna putih yang sedang menangis diujung sebuah lorong yang lumayan gelap tersebut

agasshi” wanita itu tetap saja tidak menolehkan kepalnya

agasshi, menga….” Jewoon menghentikan pertanyaannya, sial! Ternyata wanita itu adalah… hantu

***

“ternyata kau cantik juga, oh ya… jadi saat kau hidup kau itu seorang perawat?”

“woah, lalu… mengapa kau bisa meninggal? Tadi aku dengar kau sedang mencari seseorang?”

“ya, aku bisa membantumu naeun-ssi. Aku tidak keberatan untuk membantumu, tenang saja”

Jewoon tersenyum, lagi-lagi jewoon bertemu dengan hantu yang meminta pertolongan padanya. Awalnya jewoon takut kepada hantu yang berdiri disampingnya karena saat hantu tersebut pertama kali ia lihat wajahnya hancur tapi setelah ia tahu tujuan hantu tersebut meminta bantuan padanya lama kelamaan wajah asli hantu tersebut terlihat juga, Naeun nama hantu itu.

“naeun-ssi, aku tidak bisa mengajakmu masuk kedalam . aku tinggal diapartemen ini hanya menumpang. Aku tidak ingin semua orang yang tinggal didalam apartemen ini terganggu. Maaf.. ya naeun-ssi” jewoon mencegah hantu naeun yang akan masuk kedalam dorm super junior tersebut

“besok kita akan mulai mencari orang itu” jawab jewoon, hantu naeun tersenyum kepada jewoon. Mengerti apa yang dikatakan jewoon, teman manusia pertamanya.

***

“naeun-ssi, aku mohon maaf padamu. Aku tidak bisa menemanimu mencari orang itu hari ini. aku tahu aku tidak menempati janjiku padamu, tapi aku harus melakukan pekerjaanku yang mendadak Ini. sungguh aku tidak bermaksud berbohong padamu” jewoon berbicara pada hantu naeun yang sedari semalam menunggu didepan pintu apartemen tersebut. Hantu naeun terlihat sedih saat tahu jewoon tidak bisa membantunya hari ini.

“maafkan aku… naeun-ssi” jewoon juga menyesalinya, jewoon baru ingat kalau hari ini super junior dan juga siwon akan keluar kota untuk melakukan pemotretan.

“jewoon!!” jewoon menolehkan kepalanya saat eunhyuk memanggilnya. Eunhyuk berjalan mendekati jewoon.

“kau! kucari kemana-mana ternyata ada disini, ayo kita kemobil yang lainnya sudah menunggu” eunhyuk menarik jewoon dengan seenaknya, meninggalkan hantu naeun yang keduanya matanya begitu berbinar saat melihat eunhyuk.

“naeun… “ jewoon melihat hantu naeun yang berdiri didekat vas bunga dekat tangga darurat , menatap dirinya dengan tatapan berbinar?  Tunggu… naeun bukan melihat dirinya tapi melihat eunhyuk yang sedang menarik tubuhnya. Jadi?

***

“gunting .. batu.. kertas!!”

“yahahaha kau kalah! Ppali!! Ambilkan tas milikku dan juga ipod ku yang tertinggal didalam van! Ppali hyuk hahha” donghae tertawa riang saat berhasil menyuruh teman duetnya itu untuk kembali ke van mengambil tas miliknya yang sengaja ia tinggal.

“huh! Sial!” eunhyuk menendang beberapa batu kerikil yang ia lewati, memang mobil van diparkir dilapangan yang sedikit berbatu. Eunhyuk mengambil tas dan juga ipod milik donghae, sebenarnya tujuan awal eunhyuk kembali ke mobil van adalah mengambil hoodie miliknya yang ia simpan di bagasi mobil tersebut.

“kenapa ikan itu selalu menang jika melakukan suit jepang?!” gerutuan tersebut terdengar oleh dirinya sendiri, tapi…

“hihi..”

Eunhyuk mengerjapkan matanya berulang kali, dia baru saja mendengar suara wanita yang sedang tertawa… disiang bolong seperti sekarang?

“apa itu… hantu” bisik eunhyuk pelan. Seketika itupula bulu kuduk eunhyuk meremang. Hembusan angin terasa begitu hangat disela-sela lehernya, menambah kesan horror ditengah siang bolong dilapangan parkir yang begitu sepi

“aku naeun… bukan hantu”

Eunhyuk menoleh tepat kesisi kanannya dan mulutnya pun terasa kaku, sulit berteriak ataupun sekedar bernafas

“han…tu!!!” eunhyuk berlari pontang panting menjauhi hantu naeun yang menatap kearahnya dengan tatapan aneh.

“buk!” benar-benar tak sengaja! Eunhyuk tersandung dengan posisi tersungkur alhasil ia pingsan dengan sedikit memar dijidatnya.

***

oppa!! Eunhyuk oppa!!”

Eunhyuk tersenyum aneh saat mendengar namanya dipanggil oleh jewoon, mata terpejam tapi tetap tersenyum? Itu memang aneh bukan?

“yak! Cepat bangun! Pabo!” siwon sudah kesal dengan gaya eunhyuk kali ini. pura-pura pingsan? Ah! Tentu tidak! Eunhyuk memang benar-benar pingsan beberapa menit lalu, tapi bukankan sungguh jarang jewoon memanggil namanya dengan nada sesedih ini? jadi.. eunhyuk akan menggunakan kesempatan kali ini dengan sebaiknya.

“hehe” eunhyuk mengusap kepalanya sendiri dan meringis kesakitan saat menyentuh luka lecet dijidatnya itu

“untunglah kau sadar! Kau membuat kami dan seluruh staff khawatir. Aku takut kau akan koma seperti kyuhyun! Huh!” donghae mengakui itu dengan begitu jujur, memang semua member super junior maupun para staff dilokasi pemotretan sangat khawatir kepada eunhyuk yang pingsan diparkiran mobil.

“hi! Mengapa membawa namaku!!” protes kyuhyun

“sudahlah jangan membicarakan kecelakaan yang lampau itu. Eunhyuk kan sudah sadar, lebih baik kita kembali kelokasi pemotretan dan kita selesaikan saja dulu pemotretan kali ini” leteeuk sang leader memang bijak

***

“jewoon” eunhyuk menyenggol-nyenggol lengan jewoon saat ia dan jewoon duduk bersebelahan didalam van

ne oppa. Waeguraeyo?” Tanya jewoon

“kau bisa melihat hantu kan?” Tanya eunhyuk

“err.. iya , kau tau darimana oppa?” seingat jewoon yang tau keistimewaannya itu hanyalah siwon, donghae, leeteuk dan sungmin. Bahkan kyuhyun yang pernah ia tangani pun sepertinya tidak tahu tentang keistimewaanya itu, pikir jewoon

“donghae” jawab eunhyuk

“oh…” jewoon menaik turunkan kepalanya tanda ia paham, ternyata tau dari donghae.

“kau bisa membantuku?” Tanya eunhyuk

“membantu apa oppa? Kalau aku bisa membantumu aku akan bantu” jawab jewoon

“mengusir hantu yang tadi aku lihat di lapangan parkir mobil” jawab eunhyuk dengan suara begitu pelan, bahkan lebih seperti berbisik

“mm…MWOYA?!”

Semua mata didalam mobil van tersebut tertuju kepada eunhyuk dan jewoon yang duduk dibangku belakang, mereka tertarik dengan suara teriakan jewoon yang begitu cetar membahana ulala.

***

“baiklah katakan padaku , dia itu hantu seperti apa? maksudku rupanya” Tanya jewoon

“wajah hantu itu hancur, dia memakai pakaian warna putih aku rasa pakaiannya mirip dengan pakaian perawat dirumah sakit.” jawab eunhyuk , sejak kejadian tadi siang itu eunhyuk merasa ada yang mengikutinya dan enhyuk tidak tahu siapa yang mengikutinya itu.

Jewoon menolehkan kepalanya untuk melihat hantu naeun yang berdiri dibelakang eunhyuk, hantu naeun tersenyum kepada jewoon. Hantu naeun menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk miliknya

‘itu aku!’ mulut hantu naeun seakan mengatakan hal tersebut, oh.. jadi hantu yang tadi siang eunhyuk lihat itu naeun. Loh? Kok naeun? Jadi naeun mengikuti dirinya sedari tadi? Pikir jewoon

oppa… err.. apa kau pernah memiliki kekasih? Eh.. maksudku kekasih yang bekerja sebagai perawat atau semacamnya” Tanya jewoon

ne? tidak aku tidak pernah memiliki kekasih yang bekerja sebagai perawat” jawab eunhyuk. Hantu naeun yang berdiri dibelakang tubuh eunhyuk terlihat kecewa dengan jawaban eunhyuk barusan

“kalau orang yang pernah kau sukai?” Tanya jewoon

“mm… iya! Aku pernah menyukai seorang perawat “ jawab eunhyuk. Hantu naeun yang awalanya sudah melangkah jauh tiba-tiba sudah duduk disamping jewoon, hantu naeun memandang eunhyuk dengan mata yang begitu berbinar , menunggu cerita selanjutnya dari eunhyuk

“apakah tidak masalah jika oppa ceritakan? Aku rasa hantu itu ada hubungannya “ pinta jewoon, hantu naeun yang duduk disebelah jewoon mengangguk anggukan kepalanya seakan setuju dengan apa yang jewoon katakan

“baiklah”

***

“saya ingin menjenguk kyuhyun seperti biasa” eunhyuk bertemu dengan seorang perawat dimeja receptionist rumah sakit tersebut, memang sebelum menjenguk pasien dirumah sakit itu harus melapor dahulu.

“baiklah, siapa nama tuan?” Tanya perawat perempuan itu

“kau tidak mengenalku?” tumben sekali tidak ada yang mengenal dirinya, biasanya setiap perawat dirumah sakit itu mengenalnya dan menyapanya setiap iya datang untuk menjenguk kyuhyun yang masih dalam tahap pemulihan setelah mengalami kecelakaan beberapa minggu lalu.

“tidak, saya baru dirumah sakit ini, hari ini hari pertama saya bekerja dirumah sakit ini” jawab peraawat wanita itu dengan tersenyum ramah dan senyuman perawat itu membuat seorang eunhyuk terpesona pada pandangan pertama. Sial! Mengapa dirinya mudah sekali jatuh cinta pada seorang gadis! Eunhyuk kesal pada kelemahannya sendiri.

“baiklah. Perkenalkan namaku eunhyuk super junior” eunhyuk meraih tangan perawat wanita itu

“super junior? Ah! Iya aku tahu.” Perawatn itu mencoba melepaskan tangan eunhyuk dari tangannya, sejujurnya dia merasa risih.

“jadi namamu siapa?” Tanya eunhyuk

“naeun” jawab perawat itu ramah, dia harus tetap ramah walau bagaimanapun eunhyuk tetap pelanggan dirumah sakit itu

“naeun-ssi, bolehkah aku meminjam ponselmu?” Tanya eunhyuk

ne?” naeun bingung, tapi hanya meminjam ponsel saja kan? naeun pun memberikan ponselnya kepada eunhyuk. Eunhyuk menekan beberapa angka diponsel milik naeun. Lalu menggunakan ponsel itu untuk menelfon seseorang yang tak lain adalah dirinya sesndiri, eunhyuk menelfon nomor ponselnya sendiri.

“naeun-ssi, aku sudah memiliki nomor ponselmu dank au juga sudah memiliki nomor ponselku, jadi jika aku menelfonmu kau harus mengangkatnya, arraseo?” eunhyuk mengembalikan ponsel tersebut kepemiliknya. Eunhyuk mengedipkan satu matanya kearah naeun sebelum masuk kedalam lift menuju ruang perawatan dimana kyuhyun berada.

mwo?” naeun yang awalnya bengong tidak percaya dengan kelakuan eunhyuk akhirnya sadar kalau dia sedang digoda oleh seorang artis.

***

Naeun sedang berjalan ditrotoar, malam itu jalanan cukup ramai lancer. Trotoar malam itupun cukup sesak dengan para pejalan kaki yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Naeun pun juga sibuk dengan kesibukannya. Mengutak atik internet didalam ponselnya. ‘Eunhyuk Super Junior’ itulah yang Naeun explorasi didalam internet .”Ternyata kalau dilihat dari beberapa fotonya, Eunhyuk tampan juga” Ucapan Naeun hanya terdengar olehnya sendiri.

Drrtt.. Naeun membukan pesan singkat yang masuk ternyata dari pria yang sedang ia bicarakan tadi ‘Eunhyuk’ . “Sedang Apa?” . Naeun tersenyum saat membaca pesan singkat dari Eunhyuk tersebut. “Sedang Per.. Jalanan… Pulang..” jelas Naeun mengetik pesan tersebut sambil mengejanya sendiri. Naeun melangkah santai dengan masih focus pada ponselnya tersebut, tidak disangka perjalanannya kali ini menuju rumahnya tidak bosan seperti biasanya karena Eunhyuk mengajaknya berbincang melalui pesan singkat. Naeunpun sampai tidak sadar pada saat ia menyebrang jalan raya yang cukup ramai tersebut, kalau lampu pejalan kaki sudah berwarna merah. Tiiiinnn!! Dan sialnya lagi mobil sedan putih dengan kecepata tinggi tidak mampu berhenti. Naeun membeku ditempatnya saat mobil sedang putih itu mengarah kepadanya. Buk! Ponsel milik Naeun terlepas dari genggamannya, Tubuh Naeun terpental ke trotoar , naasnya nyawa Naeun tidak bisa diselamatkan. Naeun meninggal ditempat.

***

“Setelah aku cukup mengirimnya pesan singkat, lalu aku mencoba menelfon ponsel perawat itu. Dan… ternyata yang mengangkat bukan perawat itu melainkan polisi yang berada diRumah sakit, polisi itu mengatakan kalau perawat itu telah meninggal karena tertabrak mobil. Setelah itu, aku tidak ingin tahu lagi tentang perawat itu. Hah… siapa ya nama perawat itu.. mm…” Eunhyuk terlihat berfikir mengingat sesuatu. “Naeun!”

Jewoon memundurkan tubuhnya saat mendengar Eunhyuk berteriak , errr… membuat kuping sakit saja, pikir Jewoon. “Baiklah, ceritamu kali ini mudah sekali aku terima. Oppa, Apa Oppa dulu sempat menyukai Naeun-ssi atau Oppa hanya sekedar menggoda Naeun-ssi pada saat itu?” Tanya Jewoon, serius. Hantu Naeun yang duduk disamping Jewoon juga ikut menatap Eunhyuk dengan tatapa Fokus.

“Dulu, aku sempat menyukainya. Bahkan dapat dikatakan perawat itu adalah cinta pada pandangan pertama yang pernah aku rasakan.”Jawab Eunhyuk. “Kau tidak berbohong Oppa?”

“Tidak! Aku jujur! Lalu , apa hubungannya ini dengan hantu yang tadi siang menggangguku?” Tanya Eunhyuk , kesal.

“Hubungannya adalah, hantu yang tadi siang menemui Oppa itu… adalah Hantu Arwah dari Naeun-ssi. Dan Oppa boleh percaya atau tidak Naeun-ssi sedang duduk disampingku.”

Eunhyuk tersentak kaget saat mendengar apa yang Jewoon katakana, Jewoon cepat-cepat menarik Eunhyuk agar duduk kembali didepannya. Kalau Eunhyuk kabur atau pingsan mungkin masalah ini tidak akan selesai.

Oppa! Aku mohon Oppa jangan takut! Aigoo… sepertinya ini akan lebih sulit dari masalah Kyuhyun 3 minggu lalu”Jewoon menggeleng-gelengkan kepalnya, kesal dengan masalah hantu yang selalu datang padanya setiap harinya.

“Tapi Jewoon…”

Aigo! Oppa mau masalah ini selesai atau tidak?” Tanya Jewoon frustasi. Eunhyuk menggangguk- anggukan kepalanya. “Baiklah, Oppa ulurkan tangan Oppa” Eunhyuk mengikuti perintah Jewoon untuk mengulurkan tangannya. “Naeun-ssi, silahkan”

Eunhyuk tambah merinding saat Jewoon berbicara , padahal disampingnya tidak ada orang yang terlihat. Tiba-tiba saja Eunhyuk merasakan dingin ditelapak tangannya. Eunhyuk menatap telapak tangannya yang terbuka itu, lalu menatap Jewoon bergantian. “Oppa merasakannya?” Tanya Jewoon sambil tersenyum.

“Itu Suhu tubuh Naeun-ssi, hantu. Hantu memiliki suhu tubuh yang jauh berbeda dari manusia.” Eunhyuk hampir saja menarik tangannya kembali, sebelum Jewoon mencegahnya lagi. “Rasakan, walaupun Naeun-ssi itu hantu. Dia bisa merasakan perasaan Oppa. Oppa bisa berkomunikasi lewat Hati Oppa. Oppa katakan apa yang Oppa inginkan. Oppa pejamkan mata Oppa dan mulailah berbicara kepada Naeun-ssi”

Eunhyuk melakukan perintah Jewoon dengan takut-takut.”Ketulusan Oppa, itu yang Oppa butuhkan untuk berbicara dengan Naeun-ssi”

***

“Hi” Eunhyuk tersentak kaget saat melihat siapa yang berdiri didepannya dan menyapanya dengan senyum cerianya.

“K…au?” Eunhyuk melangkah mundur. Walau gadis yang didepannya malah melangkah maju kearahnya.

“Masih ingat denganku? Aku Kim Naeun, perawat yang waktu itu”

“Bukannya… kau…”

“Mati, ah! Kau membuatku kesal saja. Kau tahu aku sudah mencarimu hampir bertahun-tahun, kau tahu sepertinya aku mati penasaran karena mu. Eumm..” Perkataan Eunhyuk sengaja dipotong oleh naeu.

“Karena aku? Memangnya aku salah apa, dan aku sekarang ada dimana? Apa aku juga sudah mati?” Tanya Eunhyuk. “Kau di… dimana ya, aku juga tidak tahu nama tempat ini. kau masih hidup , tenang saja.”

“Aku kesini ingin mengatakan sesuatu!” Jelas Eunhyuk, sekarang ia sudah mulai berani . Eunhyuk berfikir jika ia terus takut mungkin masalahnya tidak akan selesai, lagipula dia mengenal Naeun kan?

“Aku yang harus mengatakannya terlebih dahulu!”  naeun sepertinya tidak kalah, hah.. ternyata hantu pun tidak mau kalah juga. “Baiklah, kau dahulu.”

“Aku punya pertanyaan langsung untuk mu! Mmm… Apa kau waktu itu hanya menggodaku saja atau kau benar-benar jatuh cinta padaku?” Tanya naeun, memang itulah pertanyaan yang selalu memutari otak ‘Hantu’ nya selama bertahun-tahun ini. Eunhyuk menundukan kepalanya.

“Aku benar-benar jatuh cinta padamu, pada pandangan pertama” Jelas Eunhyuk. naeun tersenyum , senang. “Tapi itu dulu, sebelum semuanya berubah. Sebelum takdir tuhan merubahnya” lanjut Eunhyuk.

“Sekarang bolehkan aku berbicara?” Tanya Eunhyuk. naeun menganggukan kepalanya.

“Aku ingin kau Menjauh dariku” Walau hantu , tapi naeun masih dapat untuk kaget atau shock. “Menjauh dairmu , maksudmu kau membenciku?”

“Aku tidak membencimu sungguh, aku hanya ingin membuatmu sadar. Aku dan dirimu sekarang sudah berbeda alam. Dan tempat mu seharusnya bukan didunia manusia, kan? jadi aku harap kau mengerti, aku ingin menjalani hidupku dengan baik. Tanpa ada gangguan hantu kembali, maaf…”

“Kau tahu, kau yang membuatku pertama kali merasakan apa yang namanya jatuh cinta. Hah… jadi begini hasil pencarianku mencarimu bertahun-tahun, gurae … aku harus bersalaman denganmu” naeun mengulurkan tangannya, Eunhyuk tidak ragu untuk menjabat tangannya, walaupun Eunhyuk tidak percaya kalau dia bisa menjabat tangan naeun.

“Senang, karena aku pernah jatuh cinta padamu”

“Aku Juga, Lee Hyuk Jae. Benar kan nama aslimu itu?” Tanya naeun, “Benar”

“Nanti, jika takdir kematianmu telah tiba. Aku ingin menjalani rengkarnasi bersamamu, agar di masa yang akan datang aku menjadi jodohmu , hehe. Aku pergi. Anneyonghaseyo

***

Eunhyuk membuka matanya, dan ditataplah Jewoon lekat-lekat.

“Sudah selesai kan Oppa?” Tanya Jewoon dengan senyum anehnya. Eunhyuk mengedipkan matanya berulang kali, dia masih belum focus dengan yang terjadi padanya.

“Hah… dari ekspresimu menandakan kalau masalahmu sudah selesai. Leganya…” Jewoon menyenderkan tubuhnya di sofa. “Jadi , tadi aku benar-benar bertemu dengan naeun?” Tanya Eunhyuk.

Ne..” Jawab Jewoon malas, padahal Jewoon masih melihat Eunmi duduk disampingnya, hantu Eunmi tersenyum saat melihat Eunhyuk yang sudah kembali ceria. “Woah! Berarti masalah selesai. Kim naeun!! Gomawooo!!” Eunhyuk melakukan gerakan dance ‘Oppa Oppa’ untuk menggambarkan kegembiraannya karena masalah dengan hantu telah selesai. Jewoon dan hantu naeun tersenyum bersama melihat Eunhyuk didepan mereka.

“Jewoon-ah Gomawo, aku pergi” Hantu naeun melambaikan tangannya sebelum tubuhnya menghilang keseluruhan dibalik cahaya yang datang tersebut. “Ne” Jawab Jewoon pelan.

***

“Hello, kita belum bertemu sebelumnya, aku Henry. Aku member Super Junior M” Jewoon tersenyum ceria saat dia baru bertemu dengan seorang pria yang baru ia temui kali ini. “Aku Park Jewoon, aku asisten pribadinya Siwon. panggil saja aku Jewoon”

“Ah, Jewoon. Junghoon hyung bilang kau seumur denganku ya? Kau kelahiran tahun 89 kan?” Tanya Henry. “iya, aku lahir tahun 89, aku lahir bulan oktober” Jelas Jewoon.

“oh ya, kau juga pasti belum bertemu dengan Zhoumi kan?” Tanya Henry . “Zhoumi, nuguya?”

“Zhoumi , juga salah satu member Super Junior M, kau taukan super Junior M lebih focus di China, jadi aku dan Zhoumi jarang sekali kekorea, tapi belakangan ini aku dan Zhoumi sedang disibukkan dengan karir dikorea, hehe” Jelas Henry

“Oh, Arraseo. Zhoumi nya dimana? Aku hanya melihatmu sendiri disini” kecuali… dengan seorang wanita disudut ruangan itu, jewoon tidak berani melanjutkan perkataannya. Takut-takut Henry akan mengganggapnya gadis gila, hi! Ini kan pertemuan pertama mereka.

“Zhoumi sedang ke toilet kita tunggu saja” Tiba-tiba pintu didepan mereka terbuka. “Nah! Itu Zhoumi!” Jewoon dan Henry berdiri, seperti menyambut Zhoumi yang baru datang dari toilet.

“Aku Park Jewoon, aku asisten pribadinya Siwon, panggil saja aku Jewoon , senang bertemu denganmu” Jewoon membungkukan tubuhnya , sopan. “Oh, hehe. Aku ZHoumi, aku member super Junior M, senang bertemu denganmu. Oh ya.. berarti kau gadis yang Junghoon Hyung ceritakan itu ya. Ternyata benar apa yang dikatakan Junghoon Hyung kalau kau itu memang cantik” Jewoon tersenyum kaku saat mendengar yang Zhoumi katakan.

“Jewoon,Mimi aku mengangkat telfon dahulu ya. Nanti aku akan langsung menyusul ke lantai 5. Oh ya, Jewoon , beberapa saat lalu, Siwon Hyung mengirim kan pesan singkat keponselku, kata Siwon Hyung kau diminta untuk membelikan kopi Espresso di Coffee shop depan perusahaan” Henry keluar ruangan itu. Henry mengangkat telfon didekat kaca, agar dia lebih mendapat privasi.

“Halo, ya bibi saya Henry” Hanry mengangkat telfon tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris yang cukup fasih. “Hah?!” Henry hampir saja melepaskan ponselnya saat sang penelfon mengatakan apa maksud sang penelfon tersebut menelfonnya. Karena kalau boleh jujur Henry sudah lama tidak mendapat telfon dari bibi tersebut.

“Aku akan mengusahakannya bi. Sampai jumpa. Bye “ Henry terduduk lemas didekat kaca disudut lorong tersebut. “Tidak mungkin” Suara Henry terdengar bergetar, karena pria itu sepertinya sedang menahan tangisnya sendiri.

‘Henry, aku mohon jangan menangis. Aku disini , berdiri didekatmu’

The End

 

10 Comments (+add yours?)

  1. mirami
    Jul 22, 2014 @ 08:07:16

    wah makin seru^^ jadi masalah eunhyuk sma kyuhyun udah selesai nih?? yah padahal aku berharap masih dipanjangin,next ditunggu!

    Reply

  2. shoffie monicca
    Jul 22, 2014 @ 11:03:57

    seru…ditnggu nya klnjutannya thor

    Reply

  3. choi sena
    Jul 22, 2014 @ 12:39:11

    target selanjutnya pasti henry,
    eunhyuk jahat bingit masa disuruh pergi kaya gitu si naeun

    Reply

  4. hanna
    Jul 22, 2014 @ 16:27:29

    hwaaaa akhirnya… ff ini post juga 🙂 makin seru panjangin lagi dong ff nya yayayyaaaaaaa #maafakubanyakmaunyaaaaaaa 🙂 😉

    Reply

  5. ELFlawless
    Jul 23, 2014 @ 20:09:28

    Kok Jewoon satu line sama Kyu? Padahal kan Jewoon bilang dia lahir di tahun yang sama dengan Henry.

    Reply

  6. dewi
    Jul 27, 2014 @ 08:47:00

    Ini msh next apa udh selesai?

    Reply

  7. vwahyu86
    Aug 02, 2014 @ 14:36:06

    Koq udah 4/4 tapi masih ada ceritanya Henry…. ayo thor dilanjut
    Aku sukaaaa

    Reply

  8. lynda hy handayani
    Nov 12, 2014 @ 17:58:02

    Keren thor 🙂

    Pada tanggal 22/07/14, Superjunior Fanfiction 2010

    Reply

  9. Hanum
    Apr 11, 2015 @ 22:44:57

    Gantung!!!
    Lanjut Henry Dong :v

    Reply

  10. galuh yuliana
    Feb 04, 2017 @ 18:07:09

    baru aja bca masa’ udah bersambung?? gx seru nich!!!!!!!!! :p ;b 😮

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: