[FF Of The Week] YOU ARE MY HOME

YOU ARE MY HOME.

 

Author            : SDNR

Genre              : Romantic, fluff.

Length             : Oneshot

Main Casts      : Cho Kyuhyun

Han Jisoon.

 

***

Seusai kuliah, aku hanya duduk di taman kampus, di bawah pohon, tempat yang menurutku paling nyaman di kampus ini. Dari jauh ku  lihat seorang laki-laki yang nampak familiar, ia mengenakan celana jeans gelap, sweater biru tua dan tas hitam favoritnya. Laki-laki itu berjalan tegap dan menatap lurus ke depan, dengan bentuk badannya yang tegap dan kulitnya yang putih, ia benar-benar tampak seperti pangeran di mataku. Tidak ada bagian darinya yang tidak ku sukai. Tidak ada.

“Cho Kyuhyun sshi!” sapa seseorang yang memakai jaket organisasi kampus, Kyuhyun adalah ketua dari salah satu organisasi kampus. Mereka berbicara sebentar seperti membahas sesuatu tapi aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.

Setelah berbincang-bincang sebentar dengan laki-laki itu, Kyuhyun kembali berjalan, ia menuju kearah tempatku duduk. Saat jarak semakin dekat sampai ia bisa melihatku, ia tersenyum simpul padaku dan aku pun membalas senyumannya.

“Hai.” ujarnya saat duduk di sebelahku, ia meletakkan tasnya di pangkuannya.

Aku menutup buku yang ku pegang, “Hai.” jawabku.

“Sudah selesai kuliah?” tanyanya

Aku mengangguk, “Sudah.”

Ia juga mengangguk, “Hmm.. baguslah, berarti wisudamu sebentar lagi?” tanyanya kai ini dengan smirk di wajahnya.

Aku tergelak, lalu memukul lengannya, “Tidak lucu, Kyu.” ujarku. Tentu saja yang ku maksud ‘selesai kuliah’ adalah aku sudah tidak ada kelas lagi di hari itu, bukannya aku sudah menyelesaikan masa studiku.

“Kau selalu seperti itu, selalu bilang aku tidak lucu padahal kau selalu tertawa.” Protesnya.

Aku tertawa lebih keras, lalu menyenderkan kepalaku di bahunya. Lalu seperti biasa Kyuhyun langsung meraih tanganku dan mengaitkan tangannya. Ku pandang laki-laki yang ada di sebelahku ini dari samping, aku tidak mengerti kenapa banyak orang yang bilang ia adalah orang yang terlalu serius, sombong dan tidak peduli sekitar. Di mataku ia adalah orang yang hangat dan menyenangkan. Well, walaupun memang dia tidak terlalu romantis seperti kekasih pada umumnya. Tapi tetap saja dia orang yang menyenangkan, paling tidak begitulah ia di mataku.

Cho Kyuhyun, laki-laki yang ada di sebelahku ini adalah kekasihku. Sudah sejak lama, sejak tiga tahun yang lalu. Hubungan kami bisa dibilang hubungan yang bahagia selama tiga tahun ini, dia memang bukan tipe romantis yang memanggilku dengan panggilan sayang ataupun selalu memberikan kejutan dan hadiah, tapi yang aku tahu dia hanya bisa bersikap manis padaku, di depan orang lain ia akan berubah menjadi Cho Kyuhyun yang pendiam dan tidak terlalu bersahabat. Makanya orang selalu heran saat melihatnya bersamaku dan ia menjadi Cho Kyuhyun yang ‘berbeda’ dari biasanya.

Aku bisa merasakan Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya, “Ahra noona…” ujarnya memulai pembicaraan.

“Hmm?”

“Ia mengundangmu untuk pesta pertunangannya besok malam. Kau… mau datang?” tanyanya dengan agak ragu-ragu.

Ku angkat kepalaku dari bahunya, “Pertunangan? Berarti semua keluargamu akan datang juga?” tanyaku lagi.

Kyuhyun mengangguk, aku hanya diam dan berpikir. Satu-satunya masalah yang ada di hubungan ini yaitu, ibu Kyuhyun tidak pernah menyetujui hubungan kami dan itu membuat Beliau selalu membenciku dan tentu saja aku tidak akan nyaman kalau sampai nanti di acara pertunangan Ahra eonni aku harus bertemu dengan ibunya.

Geure.. Kalau kau tidak datang juga tidak apa-apa. Aku bisa mengerti.” ujarnya sambil melepaskan genggaman tangannya lalu mengambil ponselnya untuk bermain game, ia bersikap seolah tidak ada apa-apa padahal aku bisa lihat kalau ia kecewa karena sepertinya aku tidak berniat datang.

Ku ambil ponsel yang ada di tangannya, “Hei, dengarkan aku dulu.”

Ia mendongak menatapku, “Tidak apa-apa, aku bisa mengerti kalau kau tidak mau datang. Aku juga tidak mau kau merasa tidak nyaman saat nanti di—”

“Aku akan datang.”

Kyuhyun menatapku, “Kau akan apa?”

“Aku akan datang, Kyu. Tapi…”

“Tapi apa?”

“Tapi kalau aku datang ke acara itu, berjanjilah padaku kalau kamu akan selalu di sampingku. Jangan tinggalkan aku sendirian di sana. Aku takut, kau tahu sendiri kan kenapa…” ujarku akhirnya.

Mata Kyuhyun membulat, “Jadi kau benar-benar mau datang?” tanyanya tidak percaya.

Aku mengangguk, “Ini acara penting Ahra eonni, mana mungkin aku tidak datang. Tapi kau harus janji!” ujarku sambil memberikan jari kelingkingku.

Ia tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya, “Janji!” ujarnya.

***

Malam itu, Kyuhyun datang menjemputku dulu untuk nanti sama-sama pergi ke pesta pertunangan Ahra Eonni.

“Jisoonah, belum selesai juga ya?” seru Kyuhyun dari ruang tamu, ia sedang menungguku bersiap-siap untuk pergi ke pesta pertunangan Ahra eonni malam ini.

“Sebentar lagi!” jawabku dari dalam kamar.

Ku buka pintu kamarku, dan Kyuhyun langsung bangkit dari posisi tidurannya di sofa. “Sudah selesai?” tanyanya setelah menungguku sekian lama.

“Eo, bagaimana menurutmu?” tanyaku.

Ia mengangguk-angguk lalu mengangkat bahunya, “Lumayan.” jawabnya. Aku hanya mencibir, laki-laki ini memang paling gengsi untuk memujiku.

“Ayo berangkat sekarang.” ujarnya sambil menyambar kunci mobil yang ia letakkan di meja.

“Kyu, Sebentar!” ujarku menahan tangannya.

“Kau pasti tadi tiduran di sofa ya? Lihat ini dasimu jadi miring begini.” ujarku sambil membetulkan dasinya.

“Habisnya kau dandan lama sekali.” gumamnya sambil cemberut seperti anak kecil.

Aigoo, maaaaaf~” ujarku sambil membelai lembut pipinya, ia hanya tersenyum manis.

“Ayo.” ajaknya, lalu aku menggamit lengannya.

***

“Ayo turun.” ujar Kyuhyun setelah mematikan mesin mobilnya.

Aku mengusap-usap tanganku sendiri, tanganku berkeringat, jantungku berdetak cepat. Aku ingat sekali terakhir kali aku bertemu dengan Ibu Kyuhyun, beliau membentakku dan kalau teringat saat-saat itu aku masih trauma.

Aku sedang gelisah dan sepertinya Kyuhyun bisa merasakannya juga, “Kau tidak apa-apa?” tanyanya.

Aku tidak menjawab, hanya menarik nafas panjang.

Kyuhyun meraih jari kelingkingku dan mengaitkannya di jari kelingkingnya, “Kan aku sudah janji. Kau tidak lupa janjiku kan?” tanyanya.

Aku mengangguk, “Kau tidak akan meninggalkanku disana sendirian kan?”

Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk.

“Kalau begitu tidak ada yang perlu kau takutkan kan?”

Aku mengangguk lagi.

“Hei, ngomong-ngomong, kau terlihat… manis.” ujarnya sambil menggaruk bagian belakang kepalanya, ia selalu seperti ini. Sekalinya memujiku, ia pasti salah tingkah sendiri.

Aku memukul lengannya, “Tsk.. tadi katanya hanya ‘lumayan” ujarku, ia hanya terkekeh.

Sikapnya barusan  memang tidak ada hubungannya dengan kecemasan yang sedang ku rasakan tapi dengan ajaibnya langsung membuatku merasa jauh lebih baik.

“Sudah merasa lebih baik?” tanyanya.

Gaja.” ujarku.

Kyuhyun mengangguk lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku.

***

“Eonni, selamat atas pertunangannya ya.” ujarku sambil memeluk erat Ahra Eonni yang malam itu terlihat sangat cantik dan elegan dengan balutan gaun berwarna pink lembut.

“Jisoonah!! Gomawo!” balas Ahra Eonni.

“Ku kira kau tidak akan datang~” tambahnya.

“Aku tidak mungkin melewatkan hari bahagia Eonni.” ujarku, Ahra Eonni tersenyum sebelum kembali memelukku.

“Ya~ kalian berdua cepatlah menyusul!” ujar Ahra Eonni sambil menarik-narik tanganku dan tangan Kyuhyun.

“N-Noona…” kali ini Kyuhyun terlihat salah tingkah, aku dan Ahra Eonni hanya tertawa saja melihat Kyuhyun seperti itu.

“Ehm.” tiba-tiba kami mendengar suara yang familiar.

“Oh, Eomma annyeonghaseyo.” sapa Kyuhyun sambil membungkukkan badan.

“Eomonim, annyeonghaseyo.” sapaku.

Ibu Kyuhyun tersenyum, bukan kepadaku tapi kepada Kyuhyun. Tidak apa-apalah tidak tersenyum padaku, asalkan beliau tidak marah-marah, pikirku.

Annyeong Kyuhyunie, kau baru datang?” tanyanya

“Ah.. Ne Eomma.” Kyuhyun terlihat agak sedikit canggung melihat ibunya yang bersikap ramah. Karena biasanya kalau sedang melihatku beliau pasti langsung badmood.

“Kau sendirian saja, Kyuhyunie?” tanyanya.

Dadaku rasanya sesak. Jadi beliau besikap ramah bukan karena sudah menerimaku tapi karena sekarang beliau menganggapku tidak ada sama sekali? Ya Tuhan, apa salahku..

Ne?” Kyuhyun seperti tidak yakin dengan apa yang baru di dengarnya.

“Kau ini kemana-mana selalu sendirian, mungkin ini sudah saatnya kau mencari pasangan.” ujar beliau dengan santainya.

Aku hanya bisa menunduk, aku tidak mau bicara ataupun bereaksi apa-apa, aku takut nanti ini semua bisa mengacaukan malam bahagia Ahra Eonni.

Kyuhyun berbalik, “Noona, sekali lagi selamat ya!” ujar Kyuhyun sambil menyerahkan hadiah yang kami berdua bawa untuk Ahra Eonni.

Kyuhyun meraih tanganku, “Annyeonghigyeseyo Eomma. Ini sudah malam, kami pulang dulu.” ujarnya sambil menunduk berpamitan, ia sengaja menekankan kata ‘kami’ di kalimatnya.

“K-Kyu—” aku kaget saat Kyuhyun langsung menarikku pergi.

Kyuhyun menarik tanganku lebih kuat, “Gaja, tidak baik lama-lama di tempat ini.” ujarnya tanpa menatapku.

Ibu Kyuhyun menarik baju Kyuhyun, mencoba menahan anaknya, “Kyuhyunah!!” serunya, tapi Kyuhyun tidak menjawab sama sekali.

“Eomma tidak percaya kamu jadi seperti ini, dulu kamu adalah anak yang penurut!” ujarnya

“Ini semua pasti gara-gara wanita ini!” ujarnya lalu mengambil segelas minuman dan melemparkannya padaku.

“EOMMA!!” seru Kyuhyun.

Ibu Kyuhyun berjalan mendekat, “Apa? Kamu mau apa? Kamu mau memukul eomma? Kamu mau menampar eomma? Jangan hanya karena wanita ini kamu jadi anak durhaka ya!” ujarnya.

Kyuhyun memilih untuk tidak memperpanjang masalah dan langsung menarikku pergi dari tempat itu.

***

Sesampainya di apartemenku, aku mengajaknya masuk untuk sekedar membuatkannya teh hangat, karena Kyuhyun sama sekali tidak terlihat baik-baik saja. Aku tahu sekali, ia sedang kesal dan marah. Karena itu juga tadi selama perjalanan pulang, tidak ada satu katapun keluar dari bibirnya.

“Minum dulu tehnya.” ujarku sambil menyajikan secangkir teh hijau hangat tanpa gula, kesukaannya.

Ia meminumnya seteguk, lalu kembali diam. Aku duduk di sebelahnya sambil mengelus lembut punggungnya. Mungkin ini bisa membuatnya lebih rileks.

“Jisoonah..” panggilnya.

“Ya?”

Ia menarik nafas, “Kau tidak marah ya diperlakukan seperti itu??” tanyanya dengan tatapan tidak percaya kalau aku bisa setenang ini.

Aku tidak menjawab.

Kyuhyun membelai rambutku yang masih agak basah karena insiden tadi, “Ya Tuhan, pelipismu lebam!” serunya panik saat melihat ada bekas membiru karena lemparan gelas tadi.

Kyuhyun langsung berlari ke tempat di mana aku biasa meletakkan kotak obat. Ia kembali dengan membawa sekotak obat. Dengan sigap ia mengolesi obat di pelipisku. Lebam di pelipisku mungkin memang sudah tidak terasa sakitnya, tapi luka di hatiku karena di perlakukan seperti itu di depan orang banyak masih terasa sangat perih.

“J-Jisoonah…” Kyuhyun berhenti mengobatiku saat melihat air mataku mengalir.

Aku berusaha menghapus air mataku tapi Kyuhyun menahannya, “Eommaku memang sudah keterlaluan. Maaf…” ujarnya lalu menghapus air mataku dengan jari-jarinya.

“Kyu.. apa kamu pernah merasa lelah dengan hubungan ini?” tanyaku

Kyuhyun menggeleng, lalu menarikku ke dalam pelukannya.

“Tidak pernah.” ujarnya

“Kamu sendiri?” tanyanya balik

Aku mengangguk, Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu menatapku.

“K-Kamu lelah dengan semua ini?” tanyanya sambil menatapku dalam.

“Aku mencintaimu, aku bahagia bersamamu. Aku bukan lelah dengan apa yang kita jalani, aku lelah kenapa aku selalu diperlakukan seperti ini. Sebenarnya salahku apa?” kali ini aku menangis sejadi-jadinya, ku luapkan semua rasa sedih yang selama ini selalu ku simpan sendiri.

“Kenapa kamu tidak lelah dengan semua ini? kenapa kita bisa sampai tiga tahun bersama? Kenapa tidak dari dulu kau melepasku?” ujarku meracau.

Kyuhyun kembali memelukku, ia tidak mengatakan apa-apa ia tidak mau menjawab pertanyaan bodohku, ia tahu ini semua hanya emosi sesaatku. Kyuhyun hanya mengelus lembut rambut dan punggungku, menenangkanku.

Hampir satu jam berlalu, walaupun kami berdua sudah jauh lebih tenang tapi tidak ada kata-kata yang keluar dari kami, sepertinya kami larut dalam pikiran masing-masing tentang hubungan ini. Kami berdua masih duduk bersandar di sofa, dan Kyuhyunpun masih dengan posisinya mendekapku sambil mengelus rambutku.

“Jisoonah..” panggilnya lirih.

“Hm?”

“Kau pernah baca tidak….”

“Baca apa?” tanyaku

“Ah, tapi kau kan jarang membaca buku ya.” ujarnya, aku tergelak lalu memukul dadanya, bisa-bisanya ia masih bercanda di saat-saat seperti ini.

Kyuhyun terkekeh sambil membenarkan posisinya sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Aku pernah baca di salah satu buku, judulnya Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis.” lanjutnya, aku mengangguk, aku memang tahu buku itu, itu memang salah satu buku favoritnya.

“Di buku itu tertulis, di dalam hidup seseorang, ada hal-hal yang rela ia perjuangkan sampai titik terakhir, bagaimanapun caranya, apapun resikonya…” ujarnya lembut sambil tetap mengelus punggungku.

Aku masih terdiam, kurang mengerti apa maksudnya. Aku menunggunya untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kalimatnya.

“Selama ini aku tidak terlalu menghiraukan kalimat itu, karena aku belum merasakannya langsung. Tapi kali ini aku tau.. bahwa di dalam hidupku, kamu adalah salah satunya. Kamu adalah salah satu hal yang ingin ku perjuangkan, ku pertahankan sampai titik terakhirku, bagaimanapun caranya, apapun resikonya. Aku tidak peduli, aku hanya ingin kita terus bersama, Han Jisoon.” Jelasnya lirih dan perlahan-lahan, ia mengatur benar setiap kalimat yang keluar dari bibirnya kali ini.

Aku terdiam menatap Kyuhyun, baru kali ini dia seserius ini membicarakan apa yang ada di hatinya.

“Jadi tolong biarkan aku perjuangkan ini semua untukmu, untuk hubungan kita, untuk kebahagiaan kita. Hmm?” Kyuhyun meminta pendapatku, kali ini.

Aku masih terdiam, “Aku tahu aku kejam karena selalu memintamu bersabar, padahal aku tahu benar kau terluka. Tapi aku juga tahu kalau kita berpisah, kita berdua akan lebih terluka dari ini.”

“Apa menurutmu kau akan lebih bahagia kalau kita berpisah?” tanyanya.

Aku menggeleng lemah, mataku berkaca-kaca. Bahkan membayangkan berpisah dengannya pun aku sudah tidak sanggup.

Ku tatap matanya, ia tidak sedang main-main, ia sangat serius dengan kata-katanya, “Lakukanlah Kyu.. Lakukan apa yang menurutmu baik untukku, untuk kita. Perjuangkan apa yang harus kau perjuangkan.” ujarku sambil kembali menyenderkan kepalaku ke dadanya, aku bisa merasakan Kyuhyun mengangguk dan mengecup puncak kepalaku.

Pikiranku berubah, aku mengamini kata-katanya. Ternyata dalam hati, aku juga tidak peduli sekejam apapun ibu Kyuhyun memperlakukanku, asalkan aku tetap bisa bersama Kyuhyun. Orang-orang di luar sana bisa saja berlaku kejam padaku, tapi aku tahu bahwa aku akan selalu punya tempat untuk ‘pulang’ dan merasa nyaman. Cho Kyuhyun, ia adalah rumah tempatku pulang dan melepas penat dari semua yang terjadi di luar sana.

“I love you, Kyu.”

Kyuhyun tersenyum lalu mengecup setiap sudut wajahku sambil menyisipkan kata-kata di setiap kecupannya. “I. love. you. more.” ujarnya sebelum akhirnya mengecup lembut bibirku.

[END]

 

Hello I am back! hihi ^^ setelah sekian bulan nggak nulis akhirnya dapet mood lagi untuk nulis! YAY for that ^^ Semoga semua suka dengan FF ini ya,aku tau nanti mungkin banyak yang akan nanya kelanjutan sama ibunya Kyu gimana, tapi SORRY aku juga nggak tau haha krn aku nggak kepikiran untuk ngelanjutin, aku cuma mau focus ke moment Kyu dan Jisoon aja hehe *kabur*

I got a good news btw! Aku sekarang dalam proses nulis beberapa FF karena lagi banyak ide jadi langsung nulis banyak. Belom kelar sih ^^ castnya yang satu Kangin (krn dia awalnya adalah biasku dan sebelumnya aku ga rela kalau dia masuk di FF dan di pair sama orang lain hahaha tp kali ini aku coba ^^) dan yang satu Kyuhyun (lagi) Kalau pada tertarik, I will post it as soon as possible! So.. see you in the next FF (hopefully soon!) ^^ ciao.

*Comments would be much appreciated ^^

Ps: kalau ada yang mau tau FF ku sebelum ini bisa di search:

  1. You’re the love that I need.
  2. Happy Birthday, Babe…?
  3. This is Our ‘Dream’

19 Comments (+add yours?)

  1. Kodok
    Aug 01, 2014 @ 13:28:01

    arghhh…cintaku kehalang restu org tua
    g papa g ada sequel tp alangkah baiknya kalo ada sequel
    kyu nya disini mah keren…jisoon juga sabar bgt
    dialognya oke
    semunya oke

    Reply

  2. Shin Na Ra
    Aug 01, 2014 @ 14:18:22

    sequel thor

    Reply

  3. shoffie monicca
    Aug 01, 2014 @ 15:10:23

    hiks hiks…sdih bngt bca bgian jisoon nya…buat kyu smngt…jngn lpa ya thor bkin sequelnya…ditunggu

    Reply

  4. choalfi
    Aug 01, 2014 @ 16:39:25

    Ibunya kyuhyun kok jahat bangeeeet. Tapi selama ada kyuhyun, bisa mengobatilah. Selama jisoon nggak sendiri, selama ada kyuhyun. Semua bisa diperjuangkan
    so sweeeeet suka suka
    Ayo post ff lainnya. Semangat yaaa O/

    Reply

  5. elsya
    Aug 01, 2014 @ 21:00:10

    aaaaaaaaakkkkk kyuuu T_____T

    Reply

  6. JJ
    Aug 01, 2014 @ 21:14:09

    Woaaaah Kyuhyunnya cowok bangeeet! Sukaaaaa <3333

    Reply

  7. choandin
    Aug 01, 2014 @ 21:35:17

    bagus

    Reply

  8. Indah Ayu Lestari
    Aug 01, 2014 @ 21:46:15

    Bagus .! (y)
    Gak tau mesti ngomong apa, yang jelas ff dan ide ceritanya bagus (y) 😀

    Reply

  9. mei.han.won
    Aug 01, 2014 @ 22:10:36

    sequel.sequel.sequel….
    Hehehehehehe…
    FF nyaahh, manteb thor ^^

    Reply

  10. agnieregita
    Aug 02, 2014 @ 15:15:44

    Eum thor kalo menurut aku kata kata “kamu” lebih baik di ganti pake “kau” biar lebih enak di bacanya gitu terus waktu eoma kyu marahin kyuhyun kata “ya” sebaiknya dihilangkan,kalo ceritanya udah bagus ko thor ^^ keep writing maaf kalo komen aku ga sopan heheh fighting! 🙂

    Reply

  11. novanofriani
    Aug 02, 2014 @ 16:23:26

    bagus thor. gak usah dikasih squel. tapi dikasih another ff kyu aja hakhakkhak greattt ^^

    Reply

  12. afrahelf
    Aug 04, 2014 @ 09:51:04

    bagus thor . Daebak .

    Reply

  13. aila
    Aug 04, 2014 @ 20:43:14

    Aigooo. Kyu…. tapi disini belum dijelasin kenapa eommanya kyu ga suka sama jisoon.

    Reply

  14. raaya
    Aug 04, 2014 @ 22:21:06

    Dasar eomma durhaka eh?
    Semangat ya hanya masalah waktu kooo
    Hwaiting

    Reply

  15. zalsa
    Aug 05, 2014 @ 23:24:48

    Kyuhyun nya manteb

    Reply

  16. Nathalie park
    Aug 06, 2014 @ 14:40:50

    Cerita’y bgz..terharu jg liat perjuangan kyu sm jisoon bwt ng’luluhin hati eomma’y kyu…tp mngkin feel’y bkln lbh dpt lg klo kt ‘Kamu’y d’ganti jd ‘Kau’ itu lbh enak d’baca’y thor…

    Reply

  17. Shin Ha Rin
    Aug 07, 2014 @ 21:23:46

    Manisnya 🙂
    Kyuhyun keliatan laki banget, harusnya gtu, memperjuangkan apa yang memang harus diperjuangkan ..
    Semoga kalian sllu dalam lindungan Tuhan *amin 😀
    Ayo nulis lagi thor, bgu ini 😀

    Reply

  18. Ayu Tyas
    Aug 10, 2014 @ 21:17:52

    Kyaa, sisi lain dari seorang Kyu.. ^^
    aigoo.. jahat banget Eomma Kyu di sini, ampe lempar gelas segala. kkan sakit 😥 #usapkepalasendiri ~kkk
    “Orang-orang di luar sana bisa saja berlaku kejam padaku, tapi aku tahu bahwa aku akan selalu punya tempat untuk ‘pulang’ dan merasa nyaman. You are my Home Kyuuuu”
    ayo perjuangkan cinta kita ~LOL

    Ceritanya bagus plus So Sweet.
    di tunggu cerita selanjutnya, Keep Writing ne 🙂

    Reply

  19. meynininx90
    May 16, 2015 @ 06:37:36

    Mnghrukan…….ibu kyu glax bner…..
    Cnta mmng hrz d’prjngkn

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: