Devil Inside Us [Part 9]

Devil Inside Us

Part 9

Presented by: Val

Cast : Lee Naira, Cho Kyuhyun, Shin Hanna, others
Genre : school life
Rating : PG-15
Length : Chaptered

Author notes:

annyeong!!!!, apa kabar??, siapa yang kangen sama devil inside us?? *krikkrik* hahaha . yaudah author gak banyak cincong. Silahkan menikmati devil inside us dari sisi kyuhyun yaa… dan sampai saat ini aku blm punya blog jg wkwkwk . if u want to know me, jst catch me up on twitter @mutiaravs . i’ll see u there. tataawwww :*

Don’t forget to RCL

SMOOOCCCCHH :***

~II~

 

Kyuhyun pov

The Hero

Aku melirik sekali lagi gadis keras kepala yang berdiri tepat di sampingku. Beberapa hari yang lalu ibu nya menelepon ibuku dan berkata gadis itu memiliki masalah dengan suhu dingin. Aku sudah memutuskan untuk membatalkan taruhan itu namun gadis keras kepala itu tetap ingin melakukannya.

Padahal kami jelas-jelas sudah mengetahui dalang dibalik berita sampah itu. Sampai saat ini aku masih tidak habis fikir kenapa video itu bisa sampai ‘bocor’. Karena pada dasarnya hanya aku dan temanku di kanada yang memegang video itu dan hanya kami berdua juga yang mengetahui rekaman video itu.

Jangan tatap aku seperti itu. Jangan pernah mencoba berfikir bahwa aku merekam adegan ‘panas’ ku sendiri. Memang nya kalian fikir aku ini apa? Psycho? Enak saja!

            Hell, yeah. Baiklah aku akan jelaskan sedikit. Ehmm, jadi begini. Orang dalam video itu bukanlah aku. T-R-U-S-T  M-E !. like… seriously, masa iya aku merekam diriku sendiri. Lagipula aku belum pernah melakukan hal seperti. Melihatnya saja aku sudah jijik, apalagi melakukannya.

Maksudku ‘melakukannya’ adalah merekam video itu. Kalau tentang yang –uhuk- satu ‘itu’, well, sejujurnya pasti aku akan melakukannya. Nanti. Iya kan?

I don’t even try to denie it, guys. Just deal with it.

Yah, pokoknya aku akan segera mencari tahu siapa yang berhasil memegang rekaman itu, begitu aku selesai berurusan dengan gadis kekanakan ini. Dan sekali lagi, aku menghela nafas. Semoga hari ini Tuhan bersama ku dan gadis di sampingku ini tidak penyusahkan ku.

Aku sedikit mendengus begitu melihat hyukjae dan naomi. Mereka terlihat seperti akan mengadakan pengambilan gambar untuk pre-wedding daripada bermain ski. Hah, lihat saja pakaian mereka. Pasangan yang sedang kasmaran ini menggunakan coat dengan warna yang sama. Hyukjae juga terus-menerus menggenggam jemari Naomi, seperti takut jika dia lengah sedikit, naomi akan hilang dibawa oleh hembusan angin.

Disebelah pasangan kasmaran itu ada donghae dan alya. Wajah donghae terlihat frustasi. ha-ha-ha. Tentu aku tahu apa yang menyebabkan pria itu frustasi. Sebenarnya hanya masalah sepele. Donghae menyukai Alya dan ingin menyatakannya pada gadis itu. Namun donghae takut di tolak. Kasihan sekali dia. Padahal aku sudah memberinya dorongan dengan berkata bahwa Alya juga menyukainya. Aku yakin sekali dengan hal itu. Dalam sekali lirikan mata pun sudah dapat diketahui bahwa Alya menyukai donghae. hah, dasar donghae, terlalu banyak berfikir.

“sudah siap?” tanyaku sambil melirik sedikit kearahnya. Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya, kemudian permainan ini pun di mulai.

Aku berjalan dengan pelan karena aku sudah sering melakukan pendakian di pyeongchang-gun karena sejujurnya, resort ini adalah milik keluarga ku, jadi sudah tentu aku sering ke sini apalagi aku sangat menyukai bermain ski.

Sesekali aku berbalik untuk memastikan bahwa gadis itu masih berjalan atau setidaknya sadar.

The last time i checked i really want to destroy her. Today… I found myself wanting to protect her. Hah, ini menggelikan.

Pendakian sudah berjalan hampir 20 menit. Aku berjalan sendiri sedangkan di belakang ada donghae, hyukjae, naomi, alya dan naira. Aku sedikit heran kenapa mereka belum menyusul ku juga. apa karena mereka memang benar-benar tidak terlalu bisa bermain ski, atau mereka malas. Tapi yang pasti, hyukjae akan mengambil kesempatan ini untuk bermanja-manja dengan naomi.

“kyu” seseorang menepuk pundakku. Aku segera berhenti berjalan dan memutar tubuhku.

“alya dan naomi sudah tidak kuat. Kami akan turun. Aku sudah mengajak naira turun tapi gadis itu tidak mau” jelas hyukjae sambil menunjuk kearah belakangnya. Disana ada alya dan naomi yang sedang menghampiri kami. begitu juga dengan Naira.

“ya sudah. Kalian turun saja terlebih dahulu. Aku dan gadis keras kepala itu akan menyusul” ucapku.

“aku tahu kau membenci naira, tapi bisa kah kau menjaganya?” tiba-tiba suara seorang gadis terdengar.

Aku meliriknya dengan sengit. “memangnya aku babysitternya.”

“aku mohon sunbae” gadis itu –alya- merengek padaku.

Aku menatap gadis itu dengan jengah. “baiklah. Sekarang kalian turun sana” seruku dan segera melanjutkan perjalanan.

“kenapa kau berhenti ?” tanya sebuah suara dari sampingku.

Aku mendengus sebal. “teman mu lemah sekali” seruku dingin.

“aku kira Burberry Brit Hooded Quilted Puffer Jacket itu akan membuat mu hangat. Tapi seperti nya percuma saja. suara mu tetap dingin seperti biasa” komentar gadis itu datar sambil tersenyum sinis.

Gadis itu segera berjalan mendahului ku. Namun setelah beberapa menit, aku kembali memimpin jalan. Kami terus mencoba mendahului and i found myself enjoy this game.

Setelah yakin gadis itu tidak dapat menyusul lagi, aku segera berjalan dengan cepat ke puncak bukit dengan semangat menggebu-gebu. Angin semakin berhembus kencang yang itu berarti aku sudah hampir mencapai puncak bukti dan aku akan menang.

Senyum ku mengembang begitu aku tiba di puncak bukit. Aku mengontrol nafas ku kemudian berbalik untuk melihat pemandangan yongpyong resort dari atas sini. Kemudian aku menatap jalan tempat tadi aku mendaki dan aku tidak menemukan gadis itu disana.

Ku lirik jam tangan Rolex yang melingkar di tangan kiriku. Sudah pukul 6 sore dan karena ini musim dingin, cuaca menjadi lebih gelap dari sebelumnya, juga suhu dan angin yang semakin dingin dan kencang.

Aku tersenyum miring. Sepertinya gadis itu menyerah dan kembali turun. Jadi aku akhirnya menikmati suasana di puncak bukti selama beberapa menit  dan kemudian memutuskan untuk turun.

~~~

Aku masuk ke dalam lobby hotel setelah sebelumnya meletakkan kembali alat-alat ski di tempat peminjaman. Aku menemukan Donghae, Hyukjae, Sungmin, Alya dan Naomi duduk di dekat perapian di lobby hotel.

“mana naira ?” tanya Naomi begitu melihat ku duduk di samping Hyukjae.

Aku mengerutkan kening dan duduk disamping sungmin. “aku kira dia sudah turun. Aku tidak melihatnya dari tadi.”

Wajah Naomi dan Alya memucat. “sebaiknya aku periksa di kamar” alya segera berdiri dan berlari menuju lift.

“kau yakin tidak melihatnya kyuhyun-ssi ?” tanya naomi gemetar dan matanya berkaca-kaca.

Aku menatap gadis itu tidak mengerti. Ada apa sebenarnya ?

Aku menganggukkan kepala ku. “aku sempat menunggunya di bukit tapi dia tidak ada. Aku juga tidak melihatnya dari atas bukit, jadi aku mengambil kesimpulan bahwa dia sudah turun.” Jelasku.

“sial, dia tidak ada di kamar.” Teriak alya dari arah lift, membuat beberapa pengunjung menatapnya dengan risih.

“sebaiknya kita berpencar mencarinya” seru sungmin yang sekarang sudah berdiri.

Brengsek, kemana gadis itu ?

Perasaanku tidak enak. Dengan segera aku berlari menuju meja resepsionis, meminta mereka memanggil tim penyelamat dan beberapa pelatih ski  untuk mencari Naira. Naomi menangis di pelukan hyukjae. Ada yang tidak beres. Seharusnya mereka tidak perlu berlebihan seperti itu karena sahabatnya menghilang.

Ah ya, gadis-gadis memang suka berlebihan jika panik seperti ini.

“sunbae, cari dia sampai dapat” pinta naomi.

“tentu saja” dengusku sedikit kesal. “lagi pula bisa tidak kalian tidak berlebihan seperti itu. dia akan ditemukan.”

Tentu saja aku akan mencarinya. Ayahnya memberi tanggungjawab kepadaku. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan gadis itu, aku yang akan terkena imbasnya.

“dia tidak kuat dengan hawa dingin. Dia bisa mati jika berada di luar kyuhyun-ssi” teriak Alya dengan sedikit kencang.

Tubuhku membeku. Sialan, jadi ini maksud ibunya ? brengsek, aku harus segera mencarinya sebelum gadis itu terkena hipotermia tingkat tinggi. Aku melirik jam tangan. Sudah pukul setengah delapan. Angin musim dingin semakin kencang berhembus.

Ya, jika dia berada lebih lama di luar dengan cuaca seperti ini, dia bisa mati.

~~~

Aku segera berjalan melawan hembusan angin dan gumpalan salju untuk mencari Naira. Beberapa tim penyelamat sudah berpencar untuk mencari gadis itu. tempat bermain ski sudah sepi karena hari sudah malam dan cuaca cukup buruk untuk bermain ski.

Aku, donghae dan sungmin terus meneriaki namanya. Sedangkan Hyukjae berada di hotel untuk menemani Alya dan Naomi  yang sempat histeris tadi.

Sesekali aku menajamkan penglihatan ku karena angin membuat salju beterbangan dan membuat penglihatan orang-orang sedikit buram.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku berdoa untuk orang lain. Aku terus menerus berdoa agar gadis itu bertahan di cuaca sedingin ini, walaupun dengan tubuhnya yang tidak tahan dingin itu sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.

Mataku tertumbuk pada suatu  benda yang janggal di balik sebuah bukit kecil. Aku segera berjalan ke arah sana. Kaki ku berhenti saat melihat Naira tergeletak bersandar pada bukit salju kecil dengan tubuh gemetar hebat.

“aku menemukannya. Dia disini” teriakku kepada orang –orang yang mencari Naira kemudian berlari menghampiri gadis itu.

Aku berjongkok dan mensejajarkan tubuhku dengan tubuhnya. “naira-ssi” panggil ku.

Tidak ada respon. Tubuhnya tetap gemetar dengan hebat dan aku segera memegang bahunya dan mengguncang-guncang tubuhnya. “naira-ssi ?”

Yang terjadi selanjutnya adalah gadis itu menghempaskan tanganku dari bahunya dan membuka sarung tangannya, kemudian topi rajutnya dan membuka coat nya. “panas. Panas sekali” teriaknya dengan suara parau.

Sial, dia terkena hipotermia tingkat tinggi.

Aku segera memasang kembali coat nya, kemudian menggendongnya menuju hotel, sebelum dia benar-benar membuka seluruh pakaiannya.

~~~

Sesampainya di kamar naira, aku langsung meletakkan gadis itu di atas tempat tidur. Tubuhnya masih gemetar hebat dengan mata terpejam. Giginya bergemeletukan tanda bahwa dia memang benar-benar kedinginan.

“Alya-ssi, naomi-ssi, cepat peluk dia” teriak ku pada kedua sahabat naira itu yang daritadi hanya berdiri di depan pintu kamar.

Mereka segera mendekati naira yang mengigil hebat dan memeluknya, sedangkan aku langsung menarik selimut dari tempat tidur sebelah untuk menutupi tubuh mereka bertiga.

“sungmin-ah, cepat panggil bantuan medis” pinta ku pada sungmin.

“tubuhnya masih tetap gemetar. Dia kenapa kyuhyun-ssi? Kenapa dia malah berteriak kepanasan sedangkan tubuhnya dingin seperti ini?” tanya naomi setengah menangis.

“nanti akan ku jelaskan” seruku bersamaan dengan datangnya seorang dokter.

Dokter itu memeriksa naira dan meminta kami semua untuk keluar dari kamar. Aku memandang hyukjae yang sibuk menenangkan naomi sedangkan donghae menenangkan Alya.

“kenapa dia bisa begitu kyu?” tanya donghae.

“dia sudah terkena hipotermia tingkat tinggi. Biasanya itu terjadi saat seseorang sudah benar-benar merasa kedinginan dan yang dirasakan malah sebaliknya. Dia akan merasa tubuhnya panas dan tanpa sadar dia akan membuka seluruh bajunya” jelasku.

“Apa kau tidak tahu kalau naira mengalami hal seperti itu, sayang ?” tanya hyukjae pada naomi yang membuatku bergidik geli.

Sayang? Ha-ha-ha. Hyukjae memang pria brengsek bermulut manis.

“aku tahu, aku dan naomi sudah memperingatkan dia, tapi dia tidak mendengarkan” jelas naomi.

“dasar gadis keras kepala” desisku sengit.

Beberapa menit kemudian dokter keluar dari kamar dan menjelaskan keadaan gadis keras kepala itu kepada kami. “saya sudah memberinya obat penenang, sebaiknya besok di bawa ke rumah sakit untuk di tindak lanjuti” jelas dokter pria itu.

“ne, usianim, gamsahamnida” kataku dan membungkuk hormat padanya dan dia berlalu dari hadapan kami.

Aku menghela nafas lega. “sana, temuimu sahabatmu, aku ingin tidur” seruku sambil berlalu dari depan kamar gadis-gadis merepotkan itu.

~~~

Keesokan paginya, kami segera bersiap-siap untuk kembali ke gangnam. Aku mengikuti hyukjae, donghae dan sungmin masuk ke kamar gadis-gadis merepotkan itu.

“sudah siap?” tanya donghae kepada mereka.

Aku memperhatikan sekeliling kamar, hingga tatapan ku berhenti pada seorang gadis bermata sayu yang masih bersandar di headboard tempat tidur. Dia masih bergelung dalam selimutnya, dan sesekali memejamkan mata.

Dia terlihat trauma. Well, kalaupun aku jadi dia, aku pasti akan trauma juga. berada di antara hidup dan mati adalah hal yang paling manusia hindari.

“apa yang ku katakan tentang membatalkan perjalanan kita, naira-ssi” seruku datar sambil terus menatap matanya.

Gadis itu memandangku sebentar dan langsung membuang muka. “ugh, shut up. Get the hell outta here.” Ketusnya.

Aku sontak terkekeh pelan. Dalam keadaan kritis seperti ini pun lidah gadis itu tetap tajam seperti biasa. Unbelievable.

            Guess who’s saving you?”tanyaku retoris, tidak mengindahkan kata-kata ketusnya tadi.

“guess what? I’m not asking you to saving me” jawab gadis itu.

Aku kembali dibuat takjub oleh gadis yang ku kira memiliki darah lain, selain darah korea itu. karena wajah gadis itu jauh dari kata korea. Maksudku, jika orang bertanya apa dia warga korea atau bukan dan dia berbohong dengan menjawab tidak, pasti orang itu akan percaya.

enough, okay. Ayo pulang. Kau butuh perawatan intensif.” Sergah Naomi cepat.

Mungkin gadis itu takut akan terjadi perang dunia ke tiga jika kami terus-terusan bersitegang seperti ini.

But, it won’t happen.

            Menyerang seorang gadis bukan gaya ku, apalagi dia sedang sakit seperti ini. Kecuali, well, kalau menyerang dalam kontradiksi lain. Hahahaha.

Aku tersenyum –menahan tawa sebenarnya. “need some help?” tanyaku berusaha bersikap baik saat melihat naomi dan alya memapah tubuh naira keluar dari kamar.

i swear to god if you touch me, i will kick your ass” desis naira dan seketika itu juga aku langsung tertawa kencang.

~~~

Aku bersama sungmin akhirnya berjalan keliling resort sebelum kami pulang. Setelah berkeliling, aku menghampiri donghae dan hyukjae, naomi dan alya yang sudah berada di samping van kami, sedangkan naira sudah tidur di dalam van. Kemudian seorang pekerja menyapaku.

“oh, tuan muda cho, selamat pagi” sapa pria paruh baya itu.

Aku hanya tersenyum. “pagi” ucapku singkat.

“teman tuan sudah ketemu ?” tanya pria itu.

“sudah” jawabku.

“dua lagi mana, tuan ?” tanya pria itu membuatku mengernyit bingung.

“maksud anda?” tanyaku.

“waktu sore itu, saya lihat teman anda yang hilang itu di bopoh oleh dua orang. Satu pria satu wanita. Waktu itu saya mau bantu, tapi kata mereka, teman anda mau di bawa pulang saja. jadi saya biarkan saja mereka membawa teman tuan itu” jelas nya.

“apa dua orang itu seperti mereka ?” tanyaku menunjuk donghae, hyukjae, sungmin, naomi dan alya.

Pria paruh baya itu berfikir dan menggelengkan kepalanya. “tidak tuan, tidak sama  sekali” jawabnya dengan tegas.

“apa wajah mereka seperti ini?” tiba-tiba alya memberikan ponselnya kedepan wajah pekerja itu.

“ah ya, yang wanita wajahnya mirip dengan ini” ucap pria itu sambil tersenyum lebar.

bitch” ku dengar alya berdesis kesal.

Aku memalingkan wajahku untuk menatap alya. “siapa?” tanyaku singkat.

your ex” jawab alya ketus.

“Annastasia?”

Alya menggelengkan kepalanya. “Hanna” jawabnya dengan malas.

Aku reflek menaikkan satu alisku. Heran, kenapa semua orang menganggap Hanna adalah mantan kekasihku, padahal aku tidak pernah menyatakan cinta pada gadis itu.

~~~

Perjalanan yang ditempuh untuk kembali ke seoul sekitar tiga jam. Ku lihat hyukjae, sungmin, donghae, alya dan naomi tertidur. Begitu juga dengan Naira. aku duduk di samping gadis itu yang hanya terpisah jarak beberapa senti untuk akses ke bangku belakang.

Tanpa sadar aku memperhatikan gadis berlidah tajam itu. dia terlihat sangat polos saat sedang tidur. Well, semua orang memang akan terlihat polos jika sedang tidur.

aku teringat kembali bagaimana hebohnya sekolah saat mengetahui Naira akan menghabiskan masa sekolahnya di Seoul international school. Seluruh murid SIS tampak tegang dan gelisah. Aku tidak tahu kenapa pada awalnya. Sampai Hanna dengan baik hati menceritakan siapa itu Lee Naira.

“lee naira itu terkenal karena lidah tajamnya. Dia punya banyak musuh. Dia suka merusak hidup orang lain. dia memang seperti kita, ayahnya pengusaha dan ibunya mantan supermodel. Dari beberapa info yang ku dengar, dia pernah membuat gadis bernama Lucinda –teman junior high school nya- keluar dari sekolah. Makanya aku yakin pasti murid-murid disini syok saat tahu gadis keturunan iblis itu akan bersekolah disini. Aku harap itu hanya rumor saja.

Begitu kira-kira ucapan Hanna waktu itu. entah kenapa aku langsung tertarik begitu Hanna menceritakan tentang gadis itu padaku. Dia terdengar seperti ku –hanya saja berjenis kelamin perempuan. Aku juga berharap bahwa gosip dia akan bersekolah di SIS benar, sehingga aku bisa melihat refleksi dari diriku itu dan mencoba mencari kebenaran semua hal yang di ceritakan Hanna.

Dan hari itupun tiba, ketika seluruh freshmen di kumpulkan di aula sekolah. Beberapa murid di sekitar ku langsung berbisik-bisik sambil menunjuk seorang gadis asing yang terlihat begitu tenang, seakan-akan dia buta dan tuli dari sekeliling nya yang sedang memperhatikan dan membicarakan tentangnya secara terang-terangan.

Tanpa sadar aku mencocokkan cerita Hanna dengan wajah gadis itu. dan hasilnya, tidak cocok sama sekali. Gadis itu terlihat polos. Rambut kecoklatannya yang di kuncir kuda membuat dia tidak terlihat seperti iblis. Tubuhnya memang tinggi, berbeda dari murid-murid seangkatan dengannya. Karena itu ku kira dia memiliki darah kaukasia dalam dirinya.

Beberapa minggu setelah kedatangan gadis itu di sekolah, murid-murid terlihat lebih tegang, apalagi untuk kaum perempuan dan yang seangkatan dengan gadis itu. aku sering memperhatikan gadis itu untuk mengetahui kebenaran semua yang di ceritakan Hanna, namun gadis itu tidak pernah berbuat macam-macam. Dan kemanapun dia pergi, dua orang gadis yang ku simpulkan adalah sahabatnya itu selalu mengekor kemanapun dia pergi.

“kau memperhatikan gadis itu terus. Kau menyukainya?” tanya Hanna saat itu.

Aku hanya menjawabnya dengan malas. “uh-huh.”

            “kau tidak boleh menyukainya” Hanna terlihat tidak terima dengan jawabanku saat itu. Padahal aku hanya menjawab asal saja.

“waeyo?”

“karena aku menyukaimu, jadi kau harus menyukaiku juga.” jawab gadis itu yang sampai sekarang masih membuatku mual jika mengingat percakapan tidak berguna itu.

“dengar hanna-ssi. kau menyukaiku atau tidak, itu urusanmu. Bukan urusanku. Dan aku tidak menyukaimu, Mengerti? Sekarang, bisa kau pergi dari hadapanku? Atau aku yang harus pergi?” tanyaku. Dan detik itu juga gadis itu segera menghilang dari pandangaku.

Setelah kejadian itu, aku hampir setiap hari memperhatikan gadis itu dan dia masih tidak berbuat macam-macam. Aku baru saja akan mengambil kesimpulan bahwa apa yang di bicarakan semua murid SIS salah tentang gadis itu, begitu ku dengar sekolah heboh karena Naira.

Saat aku bertanya ada apa kepada salah satu murid yang lewat, dan saat itulah aku tahu bahwa apa yang di bicarakan murid SIS benar. Aku segera bergerak menuju kantin –tempat yang murid tadi ceritakan padaku- dan menemukan naira sedang bersitegang dengan Hanna.

Entah kenapa aku 95% yakin bahwa Hanna yang memulai masalah ini, dan mungkin itu karena perkataan asal ku yang mengiyakan bahwa aku menyukai Naira.

“so, who the hell are you?” tanya naira dengan sangat tenang, seolah-olah tidak terusik dengan perlakuan Hanna yang sepertinya baru saja menumpahkan nampan berisi makanan ke baju seragam gadis itu.

i really don’t know why you do this to me. but, i’m gonna say something to you. I don’t care who you are, if you’re my senior or not, or if you own this school. I’m not giving apologize easily. Stay away from me, or you’re gonna wish you never had to met me” ucap gadis itu dengan penuh ancaman, dan setelah itu dia segera pergi dari hadapan Hanna berikut kedua temannya.

Aku tersenyum melihat cara gadis itu menyelesaikan masalahnya. Dan saat itu lah aku yakin, bahwa sekolah akan menjadi lebih menyenangkan karena adanya gadis itu.

~~~

TO BE CONTINUED

 

20 Comments (+add yours?)

  1. Ira
    Aug 04, 2014 @ 21:02:17

    Ah, akhirnya yg ditunggu muncul juga..
    Keren, as always..
    Aku lebih suka Kyu side malah, keliatan lebih terbuka(?).. Juga terbukti kalo kyu emang merhatiin Naira.. Aku harap benih cinta nya segera muncul..hihihi
    Next part ditunggu thor..

    Reply

  2. soojae
    Aug 04, 2014 @ 21:16:08

    akhirnya part ini di publish~~ udah nunggu lama banget nih xD good story good author :3 what a perfect combination.. love it !!

    Reply

  3. trisnasmile
    Aug 04, 2014 @ 21:37:02

    Makin seru aja nich….

    Reply

  4. anasetiandari
    Aug 04, 2014 @ 21:46:28

    akhirnyaaaaa nongol juga!!
    YEAAAIY!! ternyata diam2 kyu merhatiin naira ya cieee…!cuit!cuit!
    ayo ayo aku tunggu next partnya! smangat thor^^

    Reply

  5. oNeL
    Aug 04, 2014 @ 21:59:02

    Akhirnya nongol juga. .,
    Next partnya ga pake lama titik.

    Reply

  6. choalfi
    Aug 04, 2014 @ 22:48:42

    Seriusan deh, ini ff yg plig aku tunggu tunggu lanjutannya… Dan walaupun agak kirang panjang tapi aku suka banget. Awal hubungan kyuhyun naira tu nggak berlebihan, kerasa real. Nggak tiba tiba langsung begini begitu.
    Wah, hana di sini sama di chsi beda banget ya (oke lupakan)
    Aku nggak sabar kapan kyuhyun naira bakal jadi couple hihihi… Suka suka

    Reply

  7. minrakyu
    Aug 05, 2014 @ 10:47:56

    OMG..AKHIRNYAAAAA YAHHHHHHH…
    setelah menunggu ber-abad-abad *lebeng* nongol juga kelanjutannya..
    ayok buruan part selanjutnya..
    *nodongingolok*
    kkkkkkkk……

    Reply

  8. xoxocholate9
    Aug 05, 2014 @ 15:18:13

    ditungguin lama bangeeeett sampe lumutan u,u
    kmarin waktu liat “Devil Inside Us” di TL lgsg excited bgt, tp kok udh end aja -_- trs dihapus…
    berati ini gak bkl berenti ditengah kan ^^ yeee ditunggu admin publish lanjutannya!!

    Reply

  9. Vyln Grey
    Aug 05, 2014 @ 15:23:13

    FINALLY… hyaaa… muncul jg, next chap jgn lama” eonni.. cz ni favoritku hehehe..
    semangat eooni..

    Reply

  10. chokobee
    Aug 06, 2014 @ 04:55:45

    Argggh gila!!!akhirnya dipost juga ni ff ,,udh brpa taun yah ak nunggu DIU.. Mkin seru!!! For the next jgn lma” ya author..

    Reply

  11. ratna(랏나)
    Aug 06, 2014 @ 10:49:54

    huaaaaa akhirnya muncul juga kelanjutannya >_< . daebak thor next part di tunggu ya thor semangat ^_^

    Reply

  12. intanelf38
    Aug 06, 2014 @ 23:49:40

    like like like.
    daebak thor
    #next

    Reply

  13. Titania Adela
    Aug 09, 2014 @ 16:12:35

    Gak sabar pengen liat Kyuhyun sama Naira mesra-mesraan *plak*
    Ditunggu part selanjutnya author-nim…
    Fighting!

    Reply

    • val
      Aug 15, 2014 @ 23:14:52

      hahhhh pikiran kamu ketauan yaaa yadong hahahahahahaha *ditabok*
      aku gak bisa bikin ff mesra-mesra :”””
      FIGHTING !!!!
      eh… makasih udah baca :***

      Reply

  14. uchie vitria
    Aug 16, 2014 @ 11:21:05

    naira emang gadis yang menarik salahkan aku karna telat baca

    Reply

  15. lamiIG
    Aug 16, 2014 @ 15:39:55

    Daebak💗💗, kok part 10,11 ngga ada thorr? 😭

    Reply

  16. shoffie monicca
    Apr 16, 2015 @ 17:47:42

    yeah akhirnya ada jg bagian kyunya jdi ngga sbr nunggu part slnjutnya

    Reply

  17. syita
    Jun 13, 2016 @ 22:15:16

    Kyuhyun dari awal sudah tertarik dengan naira…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: