{Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

*Dikisahkan dari sudut pandang Saki, beberapa saat setelah Sakura mengungkapkan rahasia Jenderal Shin*

Beberapa orang terlihat hilir mudik, sibuk mendiskusikan persiapan simulasi fisik berikutnya. Simulasi fisik selalu sukses mengalihkan perhatian semua orang. Bahkan seluruh tim medis dibuat lebih sibuk dari biasanya.

Simulasi fisik tanpa Roboguard jauh lebih berat dari pada simulasi menggunakan Roboguard. Tubuh dilatih untuk bergerak cepat menghindari serangan Eve. Intinya, simulasi ini untuk bertahan, bukan menyerang.

Besok, aku beserta saudara kembarku akan menjalani simulasi fisik. Lagi-lagi tanpa Hoshi, Kanna dan Tomomi. Aku rindu latihan bersama.

Rasanya aneh, sejak kami pindah kemari, hari-hari kami hanya diisi oleh latihan dan latihan. Tak ada penyelidikan lapangan, tak ada penyusupan jaringan komputer dan lebih parahnya lagi, kami ditekan untuk tak mencolok. Tak boleh memperlihatkan kekuatan kami pada siapapun kecuali anggota Cop Squad yang ditugaskan bersama kami.

Bisa dikatakan, ini merupakan pertama kalinya kami berinteraksi dengan anggota asli Cop Squad. Sebenarnya sama saja seperti di Zodiac,  hanya saja suasananya lebih menegangkan. Kami harus berhati-hati menggunakan kekuatan kami.

Apa yang ditakutkan kakek sampai-sampai ia bersikap seperti itu?

Bahkan sampai membohongi kami tentang identitas Hitoshi. Ada apa sebenarnya dibalik kasus ini?

Aku baru saja ingin berbelok kearah kanan, ketika aku mendapati seseorang tengah duduk di depan pintu ruang rapat.

Sayuri? Apa yang ia lakukan?

Aku ingin menyapanya, namun seseorang menghentikanku. Ia memberikan isyarat gelengan, artinya aku tak boleh menganggunya.

“ Ikut aku,”

Kyuhyun menarikku pergi. Ia jauh lebih tak sabaran dari sebelumnya. Langkahnya terlalu cepat, aku hampir tak bisa menyamainya. Kami berjalan dan berjalan, hingga akhirnya, Kyuhyun berhenti di depan tangga.

“ Lari sebentar tak masalah kan?”

Aku mengangguk sebagai jawaban. Ia pun menarikku keatas, berlari menaiki tangga.

Kami terus berlari tanpa henti. Aku mulai kehabisan napas.

“ Tunggulah sebentar lagi,”

Aku mengangguk lagi. Disaat seperti ini, aku tak ingin membantahnya. Genggamannya terasa kencang, semakin kencang seolah ia takut aku akan terlepas darinya.

Kami berhenti di depan pintu dengan tulisan ‘ROOF’ diatasnya. Kyuhyun membuka pintu sementara aku memeriksa apakah ada yang mengikuti kami. Sepertinya semua orang terlalu sibuk malam ini.

Angin menyambut kedatangan kami. Ia berhembus melalui helai rambutku. Bulan pun terlihat lebih jelas dari malam-malam sebelumnya. Sungguh pertanda yang baik.

“ Nah,” Kyuhyun melepas genggamannya, “ Disini aman,”

Aku mengamati sekeliling kami, namun tak ada apapun disini kecuali pagar pembatas. Kyuhyun bergerak mundur menjauhiku.

“ Saki,” Kyuhyun melebarkan tangannya, “ Berikan aku badai yang paling kuat dan kencang,”

“ Untuk apa?”

“ Lakukan saja,”

Aku tak paham dengan maksud pembicaraannya, namun lagi-lagi aku tak berani membantah.

Ku putar tangan kananku, membuat pusaran angin kecil. Ku percepat gerakan tanganku, pusaran angin itu semakin besar. Semakin lama angin berputar semakin cepat. Aku yakin badai seperti ini bukan hal mudah yang bisa ditangani manusia biasa.

Satu, dua, tiga—enam pusaran badai terkuat kini telah terbentuk.

“ Siap?”

Kyuhyun mengacungkan jempolnya, kedua tangannya ia rentangkan bagai sayap.

Enam badai itu ku hantamkan secara bersamaan kearahnya. Dan sungguh menakjubkan. Kyuhyun tak tampak kewalahan menahan badai itu. Ia menjaga tubuhnya tetap stabil. Hingga—

BRUK!

 

“ Kyu!”

Ia menghantam pagar pembatas. Sudah ku duga, ia tak akan sanggup menahan enam badai sekaligus.

“ Kyu! Kau tak apa-apa?” Ku hentikan badai itu sambil memeriksa keadaannya. Tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tanganku. Darah segar menetes dari sudut bibirnya.

“ Lagi,”

Aku tercengang, “ A-apa?”

“ Berikan aku badai lagi. Ini belum cukup,”

Sontak aku membentaknya, tak peduli apakah ada yang mendengar kami atau tidak.

“ Kau gila??? Aku tak bisa melakukan itu!”

“ Lakukan saja! Berikan aku badai yang paling kuat! Paling kencang!”

“ Tidak! Kau kenapa sih? Kenapa tiba-tiba begini? Apa yang kau pikirkan?!”

Kami berhenti berteriak. Kyuhyun mengenggam tanganku dengan erat. Terlalu erat hingga rasanya tanganku seperti diremuk.

“ Kenapa?”

Kyuhyun mendongak, mata kami bertemu. Saat itulah, aku melihat bola matanya merah dan butiran air mata membasahi pipinya.

“ Kenapa harus kau?”

“ Apa maksudmu?”

Kyuhyun menarikku kedalam pelukannya. Untuk pertama kalinya, setelah satu minggu, kami menghabiskan malam bersama-sama. Satu minggu yang cukup lama. Satu pelukan tak cukup untuk mengikis rasa rindu. Ada hasrat menginginkan sesuatu yang lebih. Namun aku harus menahannya. Karena aku tak tahu, apakah esok aku masih bisa memeluknya? Apakah esok aku masih bisa bercakap dengannya?

Tapi ini tugasku.

Aku, Taurus, salah satu dari dua belas pemilik kekuatan Zodiac. Pengguna sihir Elemental. Dan sebagai prajurit pilihan leluhur, aku tak boleh melalaikan tugas.

Pelukan ini membuatku paham akan sikap anehnya. Tapi—

“ Maaf,” Tanganku mencengkeram jaket seragamnya, “ Tapi ini tugas, Kyu,”

Kyuhyun semakin erat memelukku. Aku nyaris tak bisa bernapas.

“ Tapi kau perempuan,”

“ Apa salahnya?”

“ Perempuan tak boleh berada di garis depan,”

“ Zaman sudah berubah, Kyu,”

“ Tapi perasaanku tak akan berubah,”

Air mataku jatuh.

“ Aku tak ingin kau pergi,” Suaranya terdengar semakin lirih, “ Aku tak ingin kau bernasib sama seperti mereka,”

Kyuhyun melepaskan pelukannya, kami saling bertatapan. Andai saja aku bukan Taurus. Andai saja aku hanya gadis biasa. Mungkin aku—

“ Kau tak percaya padaku?” tanyaku. Kyuhyun menekan kedua tangannya di pipiku, jemarinya menghapus air mataku. Aku sudah tak sanggup membendungnya.

“ Aku percaya. Aku selalu percaya padamu,” Tangan Kyuhyun bergerak membelai rambutku, “ Karena itu, ku mohon—“

“ Tidak,”

Kyuhyun menghela napas. Tangannya menopang daguku, bibirnya menekan bibirku. Ciuman pertama kami setelah satu minggu.

“ Kapan kau berhenti keras kepala?” tanyanya menahan geli. Aku mencium pipinya sambil berbisik, “ Sampai semua ini berakhir,”

Dan aku tak tahu kapan semua ini akan berakhir.

Tiba-tiba saja aku teringat sesuatu. Ku singkap lengan jaketku, tampak dedaunan berwarna emas yang dijalin menjadi sebuah gelang. Hasil percobaan pertama Seiryuu.

“ Simpan ini,” kataku sambil memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Kyuhyun. Anehnya benda itu pas. Sihir alkemi Seiryuu benar-benar unik. Aku harus memberitahukannya nanti.

“ Anggap ini sebagai diriku,” Satu usapan jariku menutup segel sihir didalamnya, “ Aku sudah memasang segel sihir angin didalamnya. Jadi, jika terjadi sesuatu padaku, gelang ini akan—“

Tiba-tiba saja jemari Kyuhyun menekan bibirku, ia tampak lebih serius dan marah.

“ Berjanjilah,” Jemarinya berpindah ke belakang leherku, “ Kau harus selamat,”

Sudut bibirku membentuk senyuman. Aku tak biasa berbohong, sebenarnya. Tapi aku harus meyakinkannya.

“ Pasti,”

Maafkan aku, Kyuhyun.

10 Comments (+add yours?)

  1. Shoffie monicca
    Aug 16, 2014 @ 19:25:25

    Lnjut thorr pnsaran….

    Reply

  2. EsaKodok
    Aug 17, 2014 @ 10:46:45

    q blm pernah bc ff ini
    trnyata seru juga
    tntng magic2 gt
    ijin baca

    Reply

  3. Fishy
    Aug 18, 2014 @ 00:11:27

    thor kok pendek banget
    lanjutt thorr
    bnr” suka ma ff ini

    Reply

  4. elfishysuperjunior
    Aug 18, 2014 @ 01:23:45

    mianhe, baru bisa coment di part ini.
    ini terlalu pendek thor…. Ditunggu next chap nya cepat dipublish… Penasaran

    Reply

  5. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  6. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  7. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  9. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  10. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: