Balcony Where We Fall In Love

Microsoft Word

 

Nama             : minlixu (mixed heart)

Judul              : Balcony Where We Fall In Love

Tag                 : Kwon Gayoo, Kim Kibum (Kibum), Lee Sanmi, Lee Donghae   (Donghae)

Genre             : Romance

Rating                        : PG-14

Length           : One-Shot

Catatan          : Annyeong Haseyo! Jadi ini FF pertama yang dibuat+dirilis keiinternet hohoho mohon dukungannya. FF ini dibuat berdasarkan imajinasi dan khayalan. Jadi ini bukan hasil copy-paste. Mungkin aja di FF ini ada typo dan hal semacamnya, jadi Mianhae. Kenapa aku milih Kibum? selain dia salah satu biasku dan lagi kangen sama dia (eaa ._.), aku pikir dia cocok buat meranin tokoh di FF ini. Plus, lagi, kalo cerita ini aneh, gak sesuai judul, pokoknya aneh gitu, jeongmal mianhae, aku masih pemula, dan butuh saran dari readers. So, Enjoy it!! ^^

 

 

 

Dibalik kacamatamu terdapat seribu rahasia.

 

Jam menunjukkan jam 7 pagi. Kwon Gayoo, gadis berumur 17 tahun, bersiap-siap ke sekolah untuk hari pertama dia menjadi siswa kelas 12 di Paran High School. “ibu, ayah, Minjae, aku berangkat!” pamit Gayoo sambil turun dari tangga. “Gayoo-ah, bawa bekalmu. Kamu kan belum sarapan.” Bilang nyonya Kwon (ibu Gayoo). “hm.. oke aku bawa. Ayah, aku berangkat ya.” “ya, hati-hati ya” bilang tuan Kwon (ayah Gayoo) sambil meminum kopinya. “ya! jangan lari, kau hampir menjatuhkan roti ku!” protes Minjae (kakak Gayoo) yang baru memasuki kuliah.

 

Setelah 10 menit perjalanan, Gayoo telah sampai di sekolahnya. “oh iya aku harus mencari namaku dipapan pengumuman. Aku masuk kelas berapa ya?” tanyanya pada diri sendiri. “Kamu sekelas sama aku lagi kok, tenang aja!” sahut seseorang dari belakangnya. “Sanmi!” Gayoo langsung memeluknya. “duh, padahal kan baru ketemu 2 hari yang lalu kok kamu sesenang ini sih hahahah” bilang Sanmi, sahabat Gayoo sejak dia masih SMP. “kamu tau darimana kita sekelas?” “oh, aku udah baca dipapan itu. Kebetulan kita sekelas lagi. Ayo kita kekelas. Kita duduk bareng” ajak Sanmi sambil menggandeng tangan Gayoo. “oke!”.

 

Bel sudah berbunyi. Kami semua sudah di kelas. Kami kelas 12-1. Beberapa dari kami masih harus berkenalan satu sama lain karena beberapa anak tidak pernah sekelas. Tiba-tiba guru Park datang. “Selamat pagi anak-anak” “selamat pagi” jawab semua murid. “hari ini hari pertama kalian menjadi siswa kelas 12, benar?” “ne~” “bapak harap kalian bisa mengikuti pelajaran kelas 12, karena bisa dibilang sedikit-lebih-sulit. Mengerti?” “ne~” jawab semua murid. “Sanmi, kenapa kursi disana kosong?” sambil menunjuk kursi dipaling belakang, dan mereka duduk dibarisan kedua. “oh? Aku juga baru lihat. Kayaknya ada murid baru.” Bilang Sanmi. Murid baru?. “hari ini ada murid baru. Ayo masuk” kata guru Park. Sambil mengajak masuk seorang murid baru. “baiklah, sekarang perkenalkan dirimu.” Kata guru Park. “Annyeong Haseyo. Kibum imnida. Saya dari Busan. terima kasih, mohon bantuannya.” Perkenalan Kibum, kemudian dia membungkuk.Rambut hitam, tinggi, berpakaian rapih tapi tetap santai dan cool, sopan, dan memakai kacamata. Dia seperti tipe orang yang pendiam, dan serius. Semua orang (apalagi para gadis) terkesima akan ketampanan dari seorang Kibum. Tetapi Gayoo tidak. “Gayoo-ya, orang-orang pada seneng kok kamu biasa aja?” tanya Sanmi. “ya, emang kenapa? Aku kan biasa aja.” “..kok aneh sih” bilang Sanmi dengan suara pelan. “baik sekarang kamu bisa duduk dibelakang dengan Lee Donghae” kata guru Park. Kemudian Kibum berjalan ketempat duduknya. “aku Donghae” sambil menyiapkan kursinya. Kibum hanya tersenyum.

 

2 minggu setelah masuk. Paran High School mengadakan upacara, dan kebetulan kelas 12-1 giliran menjadi petugas. “yang akan bertugas adalah…” kata guru Park sambil menyebutkan murid-murid yang akan bertugas. “…Kibum dan terakhir Gayoo. Kalian jadi petugas upacara, silahkan kalian diskusi kalian mau jadi petugas apa. Setelah pulang sekolah, kalian latihan. Baiklah, saya permisi dulu.” Pamit guru Park. “aku, jadi petugas? Gak salah denger?” bingung Gayoo. “yaampun kamu kan pernah jadi pembawa acara. Kamu jadi protokol aja, oke!” saran Sanmi. “hm.. oke. Ohya kamu gak jadi petugas ya?” tanya Gayoo. “nggak. Yaudah aku pulang duluan ya. Aku mau jemput adikku di TK.” “oke, salam buat adikmu ya” bilang Gayoo sambil memukul pelan pundaknya. Akhirnya, Gayoo membereskan tasnya. “kamu.. Gayoo?” tanya seseorang dari belakangnya. Gayoo melihat kebelakang, dan dia melihat Kibum, dengan muka bertanyanya. Deg. “oh, iya, aku Gayoo. Kau Kibum ya?” “ya.” kenapa aku? “jadi sekarang latihan upacara ya?” tanya Kibum. “iya. Mau ke lapangan sekarang?” “iya..” jawab Kibum sambil melihat kebawah. “hm.. yaudah, ayo.” Akhirnya mereka berjalan kelapangan. Saat berjalan, mereka sedikit berbicara. Karena mereka tidak begitu dekat. “oh, jadi kamu pindah kesini karena mau kuliah di Seoul University?” tanya Gayoo. “iya, aku mau masuk jurusan musik. Aku suka musik.” Jawab Kibum. “jadi kamu bisa nyanyi dong?” tanya Gayoo semakin penasaran. Kenapa aku sok pengen tau gini sih, bodoh. “se..dikit” jawab Kibum ragu-ragu. Seketika hening. “ayo, sekarang kita latihan sama anggota yang lain” ajak Gayoo. Kibum jalan mengikuti.

 

Kebesokan harinya. Tiba-tiba kelas ramai saat Gayoo memasuki kelas. “kenapa ramai begini?” bingung Gayoo. Tiba-tiba teman-teman sekelas mengerubungi Gayoo sambil bertanya. “Gayoo-ya! kamu pacaran sama Kibum??” “beneran pacaran sama Kibum?” “yah.. aku cemburu, tapi mereka “tampak cocok” “oh pacaran beneran??” tanya teman-teman sekalas pada Gayoo. “YA!! BISA DIAM KALIAN?” teriak Gayoo yang semakin pusing. Tiba-tiba kelas hening, dan Kibum baru saja mau memasuki kelas. “oh itu Kibum!” “wah ada Kibumnya tuh!” “tanya Kibum deh!” heboh kelas lagi. Sebelum kelas tambah berisik, Gayoo langsung bilang “ya! siapa yang bilang kami pacaran? Aku gak pernah pacaran, apalagi Kibum kan murid baru!” bilang Gayoo sambil sedikit kesal. Kibum hanya bisa diam dengan wajah kagetnya. Salah satu murid berkata “kalo aku tau dari temen aku yang ngeliat kalian ngobrol berdua di sekolah kemaren”. Semuanya mengiyakan. Lalu guru Park masuk. “sudah sudah kembali ketempat kalian sekarang!” perintah guru Park, dan sekelas langsung diam dan kembali kekursi mereka. Saat pelajar, Sanmi berbisik ke Gayoo “apa bener kamu pacaran sama Kibum?” “nggak kok. Aku kan gak pernah pacaran.” Bilang Gayoo. “tapi kalian ngobrol kemaren” tanya Sanmi, yang membuat Gayoo merasa ada perasaan yang aneh. “eo.. itu sih emang. Te-terus kenapa?” bilang Gayoo. “ooh nggak kok. Aku percaya sama kamu” bilang Sanmi sambil menahan ketawa. Sedangkan dimeja Kibum, Donghae bilang. “berani banget kamu nembak Gayoo. Padahal kamu kan murid baru.” “diamlah. Aku tidak pacaran sama dia, dan gak nembak dia.” Jawab Kibum sambil melihat Donghae dengan tatapan ‘cukup’. Saat pulang sekolah, kelas heboh lagi karena masih penasaran. Akhirnya Gayoo langsung berlari untuk menghindari semuanya. “Gayoo!! Tunggu aku!!” bilang Sanmi sambil berlari menyusul Gayoo. Kibum hanya berjalan cepat dan mengabaikan semuanya. Kibum memikirkan semuanya didalam pikirannya. Kenapa seperti ini. Perasaan apa ini.

 

Setelah kejadian itu, mereka seperti tidak mengenal satu sama lain. Mereka berpikir ini yang seharusnya mereka lakukan. Tapi hati mereka berkata tidak.

 

-9 Bulan setelah kejadian-

 

“Leganya! Untung nilai ujianku bagus. Kamu gimana, Sanmi-ah?” tanya Gayoo sambil membawa tasnya. “Aku bagus juga, syukurlah. Bagaimana kalo sekarang kita ke cáfe? Mumpung aku dapet diskon” ajak Sanmi. Ajakan Sanmi langsung diiyakan oleh Gayoo. Saat di cáfe, cuaca mendung. Membuat pemandangan di sekitar cáfe sangat indah. Karena Gayoo menyukai suasana mendung dan hujan. Lalu  mereka saling bercerita. “aneh banget aku ya, gara-gara aku lagi gak suka sama siapa-siapa, orang tuaku berniat nyariin aku jodoh. Padahal kan aku juga bisa nyari sendiri” bilang Sanmi sambil meminum capucino-nya. “sebenernya.. aku mau bilang sesuatu, Mi” bilamg Gayoo sambil melihat keluar jendela. “oh? Bilang apa? Aku gak bakal bilang kesiapa-siapa kok” Sanmi penasaran hingga dia mendekatkan kursinya ke meja. “aku ngerasa aneh dari kemaren. Bukan.. dari awal masuk sekolah. Aku ngerasa ada sesuatu yang aneh.” Kata Gayoo. “kamu lagi suka sama seseorang?” “..sepertinya.” “Kibum?” tebak Sanmi langsung to-the-point. “sepertinya kamu tau banyak aku, walaupun aku gak pernah bilang ke kamu” bilang Gayoo sedikit kaget. “aku ini sahabatmu, ya jelas dong, aku tau kamu” sambil sedikit ketawa. “tapi.. kayaknya Kibum gak suka. Maksud aku, lihat aja. Kami gak pernah ngobrol lagi, udah dari semester 1. Ah sudahlah, biarin aja deh. Lebih baik kita pulang yuk sebelum hujan.” Bilang Gayoo sambil memakai jaketnya. “kamu pulang dulu aja, aku masih pengen disini. Lumayan, aku bosen di rumah terus hehehe hati-hati ya!” bilang Sanmi. “Iya, kamu hati-hati juga ya!” pamit Gayoo. Saat Gayoo sudah pergi, “Gayoo-ya, sebagai sahabatmu, aku akan membantumu.” Sambil membawa tasnya, dan berlari ke sekolah.

 

Kebesokan harinya. Beberapa menit lagi bel pulang sekolah. Gayoo heran, kenapa Sanmi terlihat bersemangat. “Sanmi, kau kenapa senyum-senyum terus?” bingung Gayoo. “nggak kok. Ohya, nanti tungguin aku di perpustakaan sebentar. Aku mau minjem buku.” “oke”. Sedangkan di meja Kibum dan Donghae. “Kamu mau ikut nonton gak habis ini?” tanya Donghae. “sorry, aku ada urusan habis ini. Lain kali aja ya.” bilang Kibum. Donghae hanya bisa pasrah. Bel pulang sekolah berbunyi. “Gayoo, ayo ke perpustakaan.” Ajak Sanmi dengan semangat. “eh? Iya bentar aku beresin dulu.” Saat Gayoo membereskan bukunya, Kibum melirik sebentar. Lalu berjalan keluar.

 

Di perpustakaan. Disaat sekolah sudah mulai sepi. Dan suasana juga mendung. “Gayoo, kamu tunggu disini ya. sebentar aja. Oke oke?” minta Sanmi. ‘Aduh kamu ngerepotin banget. Yaudahlah.” Jawab Gayoo. Setelah Sanmi masuk, Gayoo menunggu ditempat duduk samping perpustakaan. Tiba-tiba Kibum menghampiri Gayoo. “kebalkon sekolah, sekarang.” Bilang Kibum sambil melihat kebawah. “..oke. aku bilang Sanmi dulu.” “gak usah. Sekarang.” Kibum langsung berjalan. Gayoo ragu-ragu. Tetapi akhirnya ia langsung mengikuti Kibum dari belakang.

 

Saat dibalkon lantai 3 sekolah. Mereka berdiri bersampingan, tapi tidak begitu dekat. karena hujan, mereka berdiri dibagian balkon yang teduh. Kenapa Kibum mengajakku kesini? Fokuslah Gayoo, jangan berharap lebih. Setelah diam beberapa lama, Kibum akhirnya berkata. “Mianhae.”. Gayoo bingung, kenapa dia meminta maaf. “Mianhae.. untuk apa?” Gayoo bertanya. “semenjak kejadian itu. Kejadian teman-teman kelas kita yang bilang kita pacaran. Aku menjauhimu.” “oh yang itu.” Jawab Gayoo. Lalu Kibum melanjutkan “Aku gak pernah dibilang kayak gitu sebelumnya. Aku pikir, kalo aku ngejauhin kamu, mereka bakal diam.” Kibum menjelaskan. “Mianhae. Aku juga sama kayak kamu.” Bilang Gayoo. Seketika mereka diam dan menatap pemandangan kota dari balkon sekolah saat hujan. “Udah 9 bulan kita gak kayak gini lagi, padahal sebentar lagi kita lulus ya.” kata Kibum sambil tersenyum melihat kedepan. Ya Tuhan, dia gak pernah sekalipun senyum,  dan aku melihatnya sekarang. “sebenernya aku gak suka kayak gini. Maksudnya.. gak suka kita ngejauh. Kita  temenan lagi bisa? dari awal lagi?” minta Kibum sambil melihatku dan tersenyum. Tidak tidak tidak dia sangat tampan. “iya, oke, baiklah” seketika Gayoo salah tingkah. “yaudah segitu aja. Besok pulang sekolah kesini lagi, bagaimana?” ajak Kibum. “besok? Pulang sekolah?” kaget Gayoo akan ajakan Kibum. “iya” Gayoo masih tidak percaya. “oke. Sebaiknya kita pulang. Hujan udah mulai reda.” Ajak Gayoo. “kamu pulang aja dulu. Aku mau disini sebentar.” Bilang Kibum. “yaudah, aku duluan ya.” “hati-hati ya Gayoo” sambil melihatnya dan tersenyum. Saat Gayoo menuruni tangga, tiba-tiba Sanmi sudah menunggu disamping tangga. “gimana? Seneng kan?” bilang Sanmi sambil tersenyum. “ba-bagaimana kau bi-bisa ta-ah sudahlah, ayo kita pulang” bilang Gayoo, dan muka Gayoo memerah. Makasih Sanmi, kau memang sahabatku.

 

Setelah kejadian di balkon, kami semakin dekat. Walaupun kami berbicara saat pulang sekolah, tapi aku bersyukur. Dia kadang menungguku saat aku belum dijemput. Dan disaat aku lupa bawa payung. Dia kadang mengajariku pelajaran, dan quotes yang menginspirasiku.

 

-Sebulan kemudian. Hari dimana cuaca mendung-

 

Gayoo pergi ke balkon saat pulang sekolah, seperti biasanya. Tapi saat sampai disana, Gayoo tidak melihat Kibum, sebatang hidungnya pun tidak kelihatan. Lalu dia mengirim chat ke Sanmi “Sanmi, kamu lihat Kibum?” semenit kemudian dia bales. “bersabarlah, dia ada urusan sebentar. Aku duluan ya, mau jemput adikku. Sukses ^^.”  Loh kok Sanmi bilang sukses? Buat apa? Lalu Gayoo duduk. 10 menit kemudian, Kibum akhirnya datang. “Tumben kamu datengnya lama.” Tanya Gayoo. “oh.. a-aku ada urusan, mianhae.” Tumben juga kenapa dia gugup begitu. Dia kedinginan? Tapi kan dia udah make jaket. Suasana hening. Udara juga semakin dingin. Akhirnya Kibum berkata. “kamu tau, kenapa aku lama datengnya tadi?” tanya Kibum, tatapannya lurus kedepan. “ng-gak.” Jawab Gayoo. “aku bingung.” Jawab Kibum. seketika hening sebentar. Gayoo tanya “bingung kenapa?” “kata-kata.” Kata-kata?. Hening lagi. Kibum kelihatan sangat gugup. “kamu.. suka sama aku?” Kibum bertanya, dengan susah payah akhirnya dia mengeluarkan kata-kata. “i-iya.. kau?” “Aku juga. Aku juga suka kamu.” Degdegdegdegdeg. ”Dari awal kita ketemu, aku ngerasa ada yang aneh. Aku gak pernah ngerasain ini. Tapi perasaan ini membuatku nyaman.” Bilang Kibum dan setelah itu menatap Gayoo. “Ki-Kibum-ah.. kau gakpapa kan?” tanya Gayoo. “nggak. Aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Kalo aku menyukaimu. Tidak, aku mencintaimu.” Tatapan Kibum sangat serius, sehingga Gayoo tidak bisa lepas dari matanya dibalik kacamatanya. ”Gayoo-ah..” panggil Kibum sambil melihatnya, dan dia tiba-tiba memegang tangan Gayoo. “N-ne?” Gayoo semakin gugup. Lalu Kibum bernyanyi.

Saranghandan mal neol hyanghae haneun mal.

Bogo sipdan mal neol ango sipeun mal.

Ojikhan saram.

Neoreul jikigo sipeo dasi naege,

dorawa jul neoreul wihae~” (Super Junior – Y)

“Kibum-ah..” Gayoo menetaskan air mata. Gayoo tidak percaya ini, seperti mimpi. Rasanya seperti ada kembang api yang meledak diseluruh tubuh Gayoo. “I have a question for you” bilang Kibum. “Do you wanna be someone that I love, I thrust, and someone that can be my future?” akhirnya Kibum menyatakannya. Kibum tersenyum dan semakin memegang erat tangan Gayoo. “I-I do” jawab Gayoo sambil menangis bahagia. Setelah itu Kibum memeluk Gayoo dengan erat. “Gomawo, Saranghae, Gayoo-ah.” “nado, saranghae, Kibum-ah.”

 

Balkon, tempat ini biasa saja. Tapi kenangan yang dimiliki yang mengingatkanku bahwa aku mencintaimu, Kibum.

-Kwon Gayoo-

 

 

EPILOGUE

Sanmi bergegas pergi ke sekolah lagi. Saat Sanmi sampai digerbang sekolah, ia melihat Kibum dibalkon lantai 3 sekolah. Sanmi langsung keatas. Kemudian ia menghampiri Kibum. “kau Kibum kan?” Sanmi bertanya sambil menepuk pundak Kibum. “ne, aku Kibum. Kau temennya Gayoo ya?” tanya Kibum. “lebih tepatnya aku sahabatnya. Aku ingin bertanya sesuatu.” “oke” “kau menjauhi Gayoo?” tanya Sanmi yang sontak membuat Kibum kaget. “Aku memang menjauhinya. Tapi sebenarnya aku gak mau. Aku ngejauhin Gayoo karena aku ngerasa akulah penyebab berita itu terjadi. Aku pikir Gayoo gak suka aku, jadi aku jaga jarak. Aku gak mau ngelihat Gayoo kesel. Makanya aku ngejauhin dia. Tapi sebenernya gak mau.” Jelas Kibum. lalu Sanmi berkata. “Percaya padaku, Gayoo gak seperti itu. Justru Gayoo mirip sama kamu. Kamu gak mau jauhan sama Gayoo kan?” “nggak.” “makanya itu, aku kesini mau kasih kamu saran. Kamu ajak dia baikan. Gayoo menyukai orang yang baik kepadanya. Dan kamu, aku tau kamu menyukainya.” Sanmi memberi saran. Lalu Kibum berpikir. “baiklah kalo begitu. Sanmi-ah, mohon bantuannya, ya?” “ne, tenang aja. Besok kamu harus ajak dia kesini, balkon lantai 3, pulang sekolah. Kami bakal nunggu di perpustakaan. Oke?” “oke” jawab Kibum sambil memberikan jempol ke Sanmi. Kemudian Sanmi bertanya. “kamu menyukainya?”. Kibum jawab “tidak. Aku mencintainya.”

 

-THE END-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Lia9287
    Nov 18, 2014 @ 19:38:08

    Ya ampun Kibum >_<

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: