The End of Us [2/2]

The End of Us

Presented by: Val

Cast : Lee Naira, Cho Kyuhyun
Rating : PG-15

Length : twoshot

Genre : marriage life

 

Author notes:

Sebelumnya, mari ucapkan selamat untuk mini album pertama kyuhyun ajjushi xD

Seneng banget deh kyuhyun punya album sendiri xixixi rasa pengen teriak “pinang aku dengan mini album mu, ajjushi!!!” wkwkwk canda deng.

Di part ini sesuai permintaan kalian di komen –makasih betewe komennya yaa- aku coba buat menuruti semua permintaan kalian. Semoga suka yaaaaa!!!! Maaf kalo ceritanya jadi beneran kek sinetron wkwkwk.

Maaf untuk typo dan alur gak jelas. Aku lagi dalam masa males cek-cek ulang karena masih ditengah uts. Jangan lupa komen yaaa. Me love love you so muchhh.

Happy reading.

~II~

 

Butuh satu bulan penuh bagi Naira untuk menerima semuanya. Kenyataan yang sangat melukainya. Dan selama itu, yang bisa naira lakukan adalah sebisa mungkin menjauh dari kyuhyun. Bangun tidur lebih pagi, menyiapkan sarapan untuk pria itu dan segera kabur ke kantornya. Pada akhir minggu, naira akan memutuskan untuk pergi dari pagi dan pulang larut malam.

Dia belum siap berhadapan dengan kyuhyun. Dia masih membutuhkan waktu untuk memutuskan segalanya hingga kemudian dia siap membicarakan semuanya kepada kyuhyun. Memutuskan akhir dari hubungan mereka. Apakah berpisah, atau tetap melanjutkan.

Kyuhyun bukan tidak tahu bahwa naira berusaha menjauhinya. Dia amat sadar bahwa istrinya itu menjauhinya selama satu bulan ini. Dan dia sudah berusaha untuk mencairkan suasana diantara mereka jika ada kesempatan. Pulang kerja lebih awal agar bisa melihat wanita yang diam-diam dia rindukan itu, mencoba membuka pembicaraan yang hanya dibalas satu atau dua buah kata oleh naira.

Mengingat semua hal yang dilakukan nya kepada naira membuat dia semakin merasa bersalah. Dan malam ini, kyuhyun bertekad untuk membicarakan semuanya. Meluruskan semuanya, karena kyuhyun sudah mulai muak dengan keadaan mereka yang seakan tidak saling mengenal satu sama lain.

“bisa kita bicara?” tanya kyuhyun begitu melihat naira yang baru keluar dari kamar mandi.

Naira hanya diam dan memandang kyuhyun. Seakan kyuhyun tidak pernah berkata apa-apa, naira berjalan menuju meja rias dan mulai menyisir rambutnya dengan pelan.

“jangan acuhkan aku—“

then, talk” potong naira dengan suara yang dingin.

Kyuhyun menghela nafas lelah kemudian mengusap wajahnya dengan kasar. “kenapa kau menjauhiku?”

“kenapa memangnya?” tanya naira balik.

just answer that damn question” seru kyuhyun yang sudah mulai tersulut emosinya.

Naira kemudian berbalik dan menatap kyuhyun dengan wajah datarnya. “should you ask me that question? You know exactly what you did to me, right? Then, what should i do? Act like i didn’t know?

Kyuhyun tidak bergeming. Beberapa detik setelahnya, barulah dia membuka suaranya. “aku khilaf” ujarnya pelan. Sangat pelan hingga menyerupai bisikan. “aku minta maaf. Aku tahu aku salah, membiarkan orang lain masuk diantara kita. I know, i shouldn’t let this happen.

“khilaf? Setelah selama ini kau menjadikannya kekasih mu kau bilang hanya khilaf?” tanya naira. wajahnya terlihat datar. Tangannya terlipat didepan dadanya, namun matanya memancarkan kesedihan dan luka yang dalam, membuat kyuhyun menundukan kepalanya. Enggan menatap mata itu terlalu lama tanpa ikut merasakan terluka.

“aku… aku tahu aku salah. Sangat bersalah. Aku sudah mencoba untuk memulai kembali bersamamu, tapi yang terjadi kau malah semakin menjauh dan itu membuatku kesal. Aku tidak ingin kehilanganmu. I’ll do anything to fix you” kyuhyun menatap mata naira dalam-dalam. Mencoba meyakinkan wanita itu jika dia bersungguh-sungguh atas ucapannya.

Naira segera membuang muka. Dia tidak ingin menatap kyuhyun, karena hanya dengan menatap pria itu membuat luka di hatinya semakin terbuka. Baginya, maaf dari kyuhyun sudah tidak ada gunanya. Hatinya sudah beku dan terluka. Biarkan dirinya sendiri yang menyembuhkan luka itu. kyuhyun tidak perlu mencoba menyembuhkannya.

“pada saat pertama aku tahu bahwa kau memiliki wanita lain di hidupmu, maka pada saat itu pula aku memutuskan udah keluar dari hidupmu” seru naira tanpa emosi.

Kyuhyun menegang mendengar ucapan naira. Tidak. Tidak. dia pasti salah dengar. Naira tidak mungkin menyerah padanya, kan? Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “NO! You can’t do this to me” teriaknya setengah histeris. “tolong, beri aku kesempatan. Aku berjanji akan memutuskan hubunganku dengannya.”

“kau tidak perlu memutuskan hubunganmu dengannya. Karena disini, aku yang akan memutuskan hubungan kita. Tapi, jika kau tetap ingin memutuskan hubunganmu dengannya, then, do it. it doesn’t mean anything to me.”

Naira segera berjalan keluar dengan menyeret koper yang tadi sudah tertata rapih di belakang pintu. Dia memutuskan untuk keluar dari apartemen kyuhyun dan memakai apartemen yang di akomodasikan dari perusahaannya. “i’m leaving” ucap naira.

do you love me?” tanya kyuhyun dengan suara yang berupa bisikan.

Naira menghentikan langkahnya. Dia menarik nafasnya kuat-kuat, menahan sesak yang sudah menyangkut di tenggorokannya. Tangannya mencengkeram pegangan koper dengan kuat. cukup sekali dia menangis untuk pria itu. tidak akan ada lagi air mata untuk pria itu. “it was” jawabnya dengan pelan kemudian melangkah lagi, meninggalkan kyuhyun dengan sejuta penyesalan dalam diri pria itu.

~~~

Kyuhyun berdiri di depan sebuah pintu apartemen dengan tidak sabar. Kaki kanannya yang terbalut sepatu berwarna coklat dihentakannya dengan lantai lorong apartemen. Setelah mengetuk selama tiga kali dan memencet bel sebanyak dua kali, barulah pintu apartemen itu akhirnya terbuka. Mata pria itu segera mencari wajah si pemilik apartemen.

“kyu, aku merindukanmu” seru wanita itu dan segera menubrukan tubuhnya kepada kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam tidak bergeming. Pria itu segera menarik Shinae menjauh dari tubuhnya dan menarik wanita itu untuk masuk ke dalam apartemen wanita itu. Shinae segera duduk di sofa ruang tv dan menarik kyuhyun untuk duduk bersamanya. Tanpa merasa canggung, Shinae menyandarkan tubuhnya pada bahu kyuhyun dan memeluk pria itu.

“ada yang ingin aku bicarakan” kata kyuhyun akhirnya setelah beberapa menit yang panjang hanya di isi dengan keheningan.

“bicaralah” ujar shinae tanpa melepaskan pelukannya dari pria itu.

Kyuhyun mendesah dan melepas pelukan shinae dari tubuhnya, membuat wanita itu mengerutkan dahi dengan bingung. “ada apa?”

“aku ingin hubungan kita cukup sampai disini” ucap kyuhyun dengan wajah tanpa emosi.

Shinae membeku ditempat, lalu setelahnya dia tertawa. “kau bercanda.”

Pria itu menggelengkan kepalanya. “aku mencintainya.”

Kini, giliran Shinae yang menggelengkan kepalanya. “kau mencintaiku” serunya. “dari dulu.”

“kau salah” ujar kyuhyun pelan. “yang benar, aku mencintaimu. Tapi dulu.” Ralatnya. “sekarang aku mencintai istriku.”

Wanita itu menggelengkan kepalanya dan menatap kyuhyun tidak percaya. “ucapkan sekali lagi kata itu dan aku akan segera membunuh istrimu” serunya dengan dingin.

Kyuhyun tersentak kaget mendengar lontaran kata yang diucapkan shinae. “kau tidak mungkin melakukan hal itu.”

Shinae tersenyum dingin. “kau tidak mengenalku cukup dalam rupanya.”

“shinae-ah, aku benar-benar minta maaf” pinta kyuhyun.

“kau berjanji padaku kau akan menceraikannya, bukan? Dan kau akan menikahiku. Aku tahu keluargamu tidak menyukaiku, tapi aku akan berusaha menjadi istri yang baik, kyuhyun-ah. Aku akan buktikan pada keluargamu bahwa aku pantas menjadi istrimu. Aku mohon, berikan kita kesempatan” pinta Shinae dengan lirih berikut dengan airmata yang tumpah membasahi pipinya.

“kau fikir selama ini aku mau kau jadikan yang kedua? Tidak! aku tidak pernah menginginkan posisi ini. Tapi janjimu itu yang menguatkanku. Sekarang kau ingin menyudahi semuanya? Seakan-akan kau tidak pernah mengucapkan janji itu. aku yakin, kau tidak sejahat itu, kyu. Jangan sia-siakan pengorbanan ku untukmu selama ini.”

Kyuhyun membeku di tempat. Dia baru sadar bahwa dulu, saat dia kembali bertemu dengan Shinae pertama kalinya, dia pernah menjanjikan akan menikahi shinae karena dia membenci perjodohan yang dilakukan orang tuanya. Tapi keadaan sudah berbeda. Kini dia sangat mensyukuri perjodohan itu karena dia mencintai istrinya.

“itu dulu” gumam kyuhyun dengan pelan. “aku minta maaf tidak bisa menepati janjiku. Maafkan aku.”

“tidak. tidak. aku tidak mau mendengarkanmu. Aku akan mendatangi naira dan meminta dia melepasmu” seru Shinae histeris dan segera beranjak dari duduknya. Wanita itu setengah berlari memasuki kamarnya diikuti dengan kyuhyun.

Shinae menarik asal jaket parka berwarna hijau tua dan memakainya lalu menarik tas kecil yang ada di meja rias. Kyuhyun segera menarik wanita itu saat dia akan keluar dari kamarnya. “shinae” seru kyuhyun sedikit mengguncang tubuh wanita itu.

“dengarkan aku. Aku minta maaf. Ini memang semua salah ku. aku pria yang buruk, aku akui itu. maka dari itu, carilah pria yang baik. Aku tidak pantas untukmu, shinae-ah. Aku mohon, lepaskan aku. Carilah pria yang benar-benar mencintaimu. Yang akan selalu menjadikan mu nomor satu. Dan pria itu bukan aku shinae-ah” ujar kyuhyun dengan mata menatap langsung ke dalam manik mata Shinae.

Selesai dengan ucapannya, kyuhyun memeluk shinae untuk terakhir kalinya, membisikan kata maaf sekali lagi dan beranjak pergi meninggalkan wanita itu.

Tubuh shinae meluruh di lantai dan meringkuk seperti janin dalam kandungan begitu telinganya mendengar bedebam pintu yang dihasilkan saat kyuhyun keluar dari apartemennya. Tubuhnya bergetar dengan hebat dan airmatanya mengalir dengan deras bersamaan dengan isakan lirih yang keluar dari bibirnya.

“aku sadar dari dulu bahwa mencintaimu menyakitiku. Tapi aku sudah terlalu mencintaimu, kyuhyun-ah. Apa yang harus aku lakukan?” lirihnya diantara isak tangisnya.

~~~

Shinae memicingkan matanya begitu pandangannya beralih pada seorang wanita yang membuat hidupnya berantakan akhir-akhir ini. Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan segera manghampiri wanita itu.

“Lee Naira” ucap Shinae membuat wanita yang sedang duduk di kursi berwarna abu-abu itu menengadah keatas. Pandangan mereka bertemu.

Naira segera berdiri dan menatap Shinae tanpa takut. “Kim Shinae” ucap Naira dengan datar.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Shinae dengan nada tidak peduli.

“bukan urusanmu” jawab Naira dingin.

Shinae terkekeh pelan. “kalau aku baru saja bertemu dengan dokter kandungan. Kau tahu? aku sedang hamil. Tanpa perlu aku beritahu pun aku yakin pasti kau tahu siapa ayah dari janin yang ku kandung.”

Ucapan Shinae membuat naira tertawa. “oh begitu? Siapa kira-kira ayahnya? Setahuku, bukankah dulu kau menjadi ‘piala bergilir’ di dalam exodus?” tanya naira dengan tenang sembari menyebutkan tempat biasa dimana Shinae menghabiskan malam-malamnya.

Dengan wajah merah padam, shinae mengepalkan kedua tangannya. Mencoba untuk tidak menampar wajah naira yang sudah berani menghinanya tepat di depan wajahnya. “kalau bukan karena dijodohkan, pasti kyuhyun dan aku sedang berbahagia sekarang, bersama anak-anak kami” tiba-tiba saja shinae menumpahkan semua kekesalannya pada naira.

“karena kau, aku harus rela menjadi yang kedua. Karena kau, kyuhyun meminta aku melepaskannya. Tapi aku tidak akan semudah itu melepaskannya. Aku berharap kau pergi dari hidup kyuhyun. Kau cantik, pasti masih banyak pria diluar sana yang menginginkanmu. Lepaskan kyuhyun ku. carilah pria lain. biarkan kyuhyun bahagia bersamaku.” Shinae mengakhiri kata-katanya dengan nada memohon yang sangat terdengar jelas di telinga naira.

Belum sempat naira mengeluarkan suara, seorang suster menghampiri mereka dan memberikan sebuah amplop putih kepada naira. setelah suster itu pergi, naira membuka amplop itu. matanya terpaku pada tulisan di kertas itu untuk beberapa saat. Hingga dia menarik nafas dengan dalam lalu meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah yang berada persis di sampingnya.

Naira kemudian menatap shinae. “aku sudah memberikan kyuhyun pilihan. Jika dia memang memilihmu, aku merelakannya untukmu. Jadi semuanya ada di tangan kyuhyun” seru naira tiba-tiba tersenyum. “lagipula, jikapun kau yang di pilih oleh kyuhyun, tidak menutup kemungkinan hal yang di lakukan kyuhyun kepadaku akan dilakukannya juga kepadamu, kan?” Tambah naira dan segera pergi meninggalkan shinae yang terpaku akibat ucapannya.

Wanita itu berbalik kembali menatap shinae. “kau cantik, pasti masih banyak pria diluar sana yang benar-benar menginginkanmu” kata naira membalikan ucapan shinae kemudian segera masuk ke dalam lift.

Setelah kembali dari keterkejutannya akibat ucapan Naira, shinae kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Dia segera duduk di kursi panjang tempat dimana tadi naira duduk. Kemudian dia teringat bahwa naira sempat membuang kertas yang baru saja diterimanya dari seorang suster.

Tanpa malu, shinae segera membuka tempat sampah yang berada di sampingnya dan mencari kertas yang tadi sempat dibuang oleh naira. Beruntung, sepertinya petugas kebersihan baru membersihkan tempat sampah tersebut hingga tidak banyak sampah yang ada di dalamnya. Shinae segera menemukan kertas itu dan membacanya.

Dia tertegun seketika membaca tulisan-tulisan dalam kertas itu. setelahnya, dia melakukan hal yang tadi naira lakukan. Meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.

Kini dia sadar, harapannya untuk bersama kyuhyun benar-benar hilang tanpa bekas. Tapi disisi lain dia tidak mau pengorbanan yang sudah diberikannya pada kyuhyun sia-sia.

Kyuhyun harus merasakan apa yang sekarang aku rasakan, gumam Shinae dalam hati.

~~~

Naira duduk di lantai kamar mandi. Di sekelilingnya, bertebaran testpack yang tadi dibelinya di sebuah apotek dalam perjalanan pulang. Dia sadar dia bodoh. Seharusnya yang diragukan adalah hasil dari testpack, bukan hasil dari pemeriksaan dokter.

Matanya berkeliling menatap testpack-testpack yang semuanya bertanda dua garis merah. Hal terakhir yang tidak dia inginkan terjadi.

Dia hamil.

Dia tidak bisa menerima semua ini. Tidak di saat semuanya sudah berakhir. Dia tidak mau ada kyuhyun yang bersarang dalam dirinya. Naira tidak ingin melihat kyuhyun lagi, ataupun manusia yang mirip dengan pria itu.

Intinya, dia tidak menginginkan anak ini.

Apa yang harus dia lakukan sekarang? Menggugurkannya, kah?

Tapi dia tidak bisa sejahat itu. walau bagaimanapun janin yang tumbuh di rahimnya tidak tahu apa-apa. dia tidak bisa memenghilangkan janin itu, namun dia juga takut. Takut kyuhyun akan mengikatnya karena keberadaan janin itu.

Setetes air mata jatuh di pipi kanannya. Detik berikutnya, tetesan demi tetesan air mata mulai membasahi kedua pipinya dan suara isak tangis tertahan menggema di dalam kamar mandi.

~~~

Dengan mantap naira membuat surat resign dan segera mengirimnya ke tempatnya bekerja lewat pos. Dia sudah tidak memiliki waktu lagi untuk sekedar datang ke kantor dan mengucapkan selamat tinggal atau memberikan alasannya keluar kepada seluruh rekan kerjanya karena dia sadar bahwa kyuhyun masih memperhatikan gerak-geriknya walaupun mereka sudah berpisah tempat tinggal.

Hidup bersama kyuhyun selama empat bulan membuatnya tahu bahwa kyuhyun adalah tipe pria yang sangat posesif pada sesuatu yang sudah menjadi miliknya. Apalagi ditambah kenyataan bahwa kyuhyun sekarang tidak ingin berpisah darinya, membuat naira seratus persen yakin bahwa kyuhyun mengawasinya.

Naira sudah menelepon anak dari teman almarhum ayahnya yang tinggal di Geumsan dan meminta izin untuk tinggal disana dalam waktu yang belum ia tentukan. Setelah menerima izin, naira segera membereskan seluruh pakaiannya ke dalam koper.

Setelah di yakin bahwa semua barang yang akan dibutuhkannya nanti di Geumsan telah masuk ke dalam koper, naira segera menarik koper berikut sebuah tas backpack-nya.

Saat berjalan menuju lift, naira memegang ponselnya dan menempelkannya pada telinga kanannya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.

“ya, aku Lee Naira. apa sudah selesai? Ya? ya, tolong di kirim ke kantor nya saja. pengacara saya yang akan mengurus semuanya. Saya pun sudah menandatangani surat itu kemarin. Terima kasih banyak.”

Naira memutuskan sambungan telepon. Matanya tertuju pada layar ponsel dimana nomor telepon dari pengadilan agama keluarga seoul masih terpampang di layar ponselnya. dia mengeratkan cengkramannya pada ponselnya saat masuk ke dalam lift. Menguatkan dirinya bahwa ini adalah jalan yang terbaik.

~~~

Ahra menatap kyuhyun dengan wajah penuh airmata. Dia baru saja selesai –kembali- memaki-maki kyuhyun karena membiarkan naira pergi. Donghae dan Hyukjae yang melihat itu hanya bisa terdiam. Tentu mereka menyalahkan kyuhyun atas segalanya. Menyalahkan kebodohan kyuhyun yang terbuai cinta masa lalu, menyalahkan kyuhyun karena tidak menahan naira. setidaknya menahan naira untuk tetap di seoul.

Naira pergi dari seoul satu bulan yang lalu. dia bahkan keluar dari perusahaan yang sudah memberikannya jabatan yang cukup menggiurkan untuk orang-orang dan memilih pindah ke tempat yang tidak diketahui siapapun. Tidak ada dari mereka yang mengetahui dimana keberadaan Naira. Merekapun tidak bisa menghubungi saudara naira karena memang wanita itu tidak memiliki saudara. Dia hidup sendiri selama ini. Dan hal itu membuat kyuhyun bertambah frustasi.

Ditempatnya, kyuhyun hanya diam tidak bergeming. Dia tidak memperdulikan ucapakan ahra atau tangisan ahra yang belum berhenti dari duapuluh menit yang lalu. seluruh fikiran dan matanya hanya tertuju pada amplop berwarna coklat dengan stempel pengadilan keluarga seoul yang baru sampai tadi pagi.

Kyuhyun belum –atau tidak akan- menyentuhnya, seakan menganggap bahwa dokumen di dalam amplop tersebut bisa membunuhnya. Dia bahkan tidak menganggap seperti itu, karena dia memang merasa dokumen itu akan membunuhnya. Atau lebih tepat, menyiksa hidupnya hingga akhirnya dia memilih jalan mati dengan bunuh diri.

Pria itu tidak akan membuka amplop tersebut sampai dia bisa menemukan Naira dan meminta Naira sendiri yang membuka amplop tersebut. Jikapun dia sudah bertemu dengan Naira dia tidak akan pernah mau menyentuh isi dari amplop tersebut –apalagi menandatanganinya.

Bunyi ponsel di atas meja kyuhyun membuat kyuhyun tersentak kaget. Dia baru saja akan mengambil ponselnya ketika Ahra sudah lebih dulu menarik ponselnya. kyuhyun menatap ahra dengan intens, mencoba menebak siapa yang meneleponnya. Dia berharap besar bahwa yang meneleponnya adalah Naira –walaupun kemungkinan itu sangat kecil bahkan cenderung mustahil. Sedikit hatinya pun berharap bahwa bukan Shinae yang meneleponnya.

Jerit tertahan ahra membuat kyuhyun kembali kepada kenyataan. Dia mengerutkan kening melihat ahra yang menjerit. Bertanya-tanya siapa yang sudah menelepon kyuhyun hingga membuat ahra menjerit seperti itu.

Pemikiran bahwa telahh terjadi sesuatu pada naira membuat perutnya tiba-tiba melilit dan jantungnya berpacu dengan cepat. “nuna, ada apa?” tanya kyuhyun parau. Tidak tahan untuk tidak bertanya siapa yang menelepon dan informasi apa yang diberikan penelepon itu hingga ahra menjerit seperti itu.

ahra diam tidak bergeming. Dia masih fokus mendengar ucapan si penelepon. Membuat kyuhyun, donghae dan hyukjae frustasi karena terlalu  penasaran. Setelah empat menit, ahra menyudahi pembicaraan dan kemudian menarik nafas dengan panjang sambil memejamkan mata.

“jangan pernah menandatangani surat perceraian itu” ucap ahra tanpa membuka matanya.

Kyuhyun, donghae dan hyukjae mengernyit bingung. Mereka tidak mengerti kenapa ahra meminta hal yang berkebalikan dengan keinginan ahra kemarin. Bukankah ahra yang pertama kali mendukung naira untuk berpisah dengan kyuhyun, walaupun kyuhyun tidak akan pernah menceraikan wanita itu.

“nuna—“

“dia sakit” kata ahra pelan.

Kyuhyun membeku. Fikiran-fikiran buruk langsung melintasi benaknya. Bermacam-macam nama penyakit yang mungkin dapat melenyapkan wanita itu dari kehidupannya terus berputar di otaknya membuatnya ingin berteriak kencang.

“sakit apa?” suara donghae memecah keheningan.

“pembengkakan pembuluh darah di otaknya—“

“APA?!” jerit kyuhyun histeris. “sebenarnya siapa tadi yang menelepon, nuna? Dokter yang menangani naira? apa dia dirumah sakit? bagaimana keadaannya? Tidak terjadi sesuatu dengannya kan? Nuna,–“

“diam kyuhyun!” seru hyukjae kesal. “kita dengarkan dulu penjelasan ahra.”

Setelah kyuhyun sedikit lebih tenang, ahra mulai membuka suara. “penyakitnya tidak terlalu serius. Dia hanya  harus operasi. Masalahnya, dia tidak datang selama jadwal check-up yang dokter jadwalkan padanya. Dia… kau tahu sendiri, dia menghilang” ucap ahra.

“kalau begitu kita harus menemukannya segera. Menyeretnya ke rumah sakit dan melakukan operasi itu” ujar donghae sedikit panik. Dia mengenal naira cukup baik sehingga menganggapnya adik yang tidak pernah dia miliki.

“tidak bisa” ucap ahra pelan.

“kenapa tidak bisa?” tanya kyuhyun frustasi.

Ahra menatap kyuhyun dengan dalam. Menimbang apakah harus memberikan informasi yang tadi dokter katakan atau tidak. Dia menghela nafas frustasi. Kesal karena masalah yang terjadi semakin rumit.

Wanita itu menarik nafas panjang. “pertama, kita tidak tahu dimana dia—“

“aku bisa mengerahkan seluruh orang-orangku untuk mencarinya” potong hyukjae cepat.

Ahra menatap hyukjae lalu kembali menatap kyuhyun. “kedua, dia sedang hamil.”

Ucapan ahra itu membuat hati kyuhyun menghangat. Akan ada seseorang yang akan mirip dirinya dan naira dimasa mendatang. Entah itu laki-laki atau perempuan. Pemikiran itu membuatnya bersemangat ditengah-tengah tekanan yang terjadi akibat pemberitahuan ahra bahwa naira sakit.

Namun pemikiran bahwa naira akan menggugurkan bayi itu karena membenci kyuhyun yang telah menyakitinya melintas di benaknya. Pria itu menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan membiarkan naira menghilangkan calon anaknya. Dia harus segera menemukan naira dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa naira tidak melakukan hal itu. Dia rela berlutut dan mencium kedua kaki naira, memohon padanya untuk tidak menggugurkan bayinya. Bayi mereka. Jika naira meminta hal itu.

“Yang tadi meneleponmu adalah dokter nya, kyu. Sangat beresiko untuk melakukan operasi saat dia sedang hamil. Bisa saja ditengah operasi terjadi pendarahan dan membuatnya kehilangan bayinya. Atau yang lebih parah, kita bisa kehilangan keduanya” lanjut ahra membuat ruangan kyuhyun terasa seperti di kutub utara. Dingin dan hening. Seakan-akan memang tidak ada orang didalam sana. Karena baik kyuhyun, donghae dan hyukjae sepertinya lupa bagaimana cara bernafas.

~~~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Few months later

            Naira bukan tidak mencintai bayi yang ada di rahimnya. Dia hanya tidak bisa berbahagia saat menerima kabar bahwa dirinya sedang hamil. Walau bagaimana pun, ada sebagian dirinya dan darah ayah ibunya dalam bayi yang masih meringkuk di dalam rahimnya itu.

Dia juga belum siap untuk mengurus seorang bayi. Menjadi single parent adalah hal yang tidak pernah terfikirkan olehnya dari dulu. Dia bisa saja memberi makan calon anaknya dengan makanan yang enak dan bergizi. Namun, dia juga butuh dukungan dari orang-orang yang sekarang sudah tidak bisa lagi dia minta dukungannya.

Orang tuanya adalah hal yang selalu di fikirkannya akhir-akhir ini. Naira sangat merindukannya hingga rasanya rela-rela saja meninggalkan kehidupannya dan bertemu orangtuanya di surga. Namun ketika mengingat masih ada satu nyawa yang menopang hidupnya dari tubuhnya membuat naira mengurungkan niat itu. orangtuanya pasti marah kalau naira lebih memilih mengakhir hidupnya dengan membawa nyawa yang bahkan belum sempat melihat dunia. Belum sempat merasakan kasih sayang dari ayahnya.

Ayahnya. Tiba-tiba saja naira memikirkan pria itu.

Ah, bukan tiba-tiba. Karena selama ini dia selalu memikirkan hal itu. beberapa bulan yang lalu –tepatnya sebelum dia pindah ke Geumsan- dia sudah memberikan wewenang kepada pengacara nya untuk mengurus seluruh perceraiannya. Dan kabar yang telah di dapat dari pengacara adalah bahwa pria itu sudah menandatangani surat perceraian dan pengadilan sudah mengabulkan perceraiannya. Sidangnya bahkan sudah selesai.

Mereka telah resmi bercerai.

Naira sudah bukan istri dari seorang Cho Kyuhyun.

Entah mengapa pemikiran itu membuatnya sesak. Dia tidak memungkiri bahwa dia mencintai pria itu. Tapi terkadang cinta saja tidak cukup –apalagi cinta yang berikan oleh satu pihak- untuk menopang sebuah rumah tangga. Butuh kesetiaan, kepercayaan dan kejujuran yang sayangnya tidak pernah naira dapatkan dari rumah tangga mereka dulu.

Penyesalan karena telah menerima perjodohan itu pun sudah tidak ada gunanya. Tidak akan mengembalikan kehidupannya yang tenang dulu. Kini yang harus dilakukannya adalah bertahan hidup hingga bayi didalam rahimnya dapat melihat dunia. Dan setelah itu, dia menyerahkan seluruh hidupnya pada Tuhan.

Entah Tuhan akan mengambilnya nyawanya dengan penyakit yang masih bersarang di tubuhnya, atau memberinya kesempatan hidup untuk mengurus anaknya kelak.

~~~

Ahra, donghae dan hyukjae berlarian di lorong Samsung Medical Center begitu dokter yang dulu pernah meneleponnya lewat ponsel kyuhyun kembali menghubungi mereka melalui nomor kantor kyuhyun. Sayangnya pria itu sedang tidak ada di kantor.

Ahra belum mengabari kyuhyun bahwa naira sudah ditemukan. Dia terlalu panik saat mengetahui bahwa naira sedang menuju samsung medical center menggunakan ambulance dari rumah sakit di Geumsan. Dia tidak tahu apa yang membuat rumah sakit di Geumsan memutuskan untuk memindahkan naira ke rumah sakit di seoul. Ahra tidak bisa menjauhkan pemikiran bahwa telah terjadi sesuatu yang buruk pada wanita itu sehingga harus pindah ke rumah sakit di seoul.

Donghae, hyukjae dan ahra membeku melihat suster yang berlalu lalang di hadapan mereka dengan ritme yang sama. Meninggalkan tempat tidur yang ditempati naira berbaring. Yang dapat mereka lihat dengan jelas adalah bercak merah di sarung tangan mereka. Seorang suster yang sadar bahwa ada tiga orang asing didalam ruangan tersebut pun mendorong ketiga orang itu untuk keluar dari ruangan.

“saya akan memanggil dokter. Tolong tunggu sebentar” ucap suster itu setelah mengetahui bahwa mereka bertiga adalah kerabat dari pasien yang sedang diurus nya.

Dengan gemetar ahra mengeluarkan ponsel dari tasnya dan langsung menghubungi kyuhyun. Dia tidak ingin memikirkannya. Tapi kemungkinan buruk itu ada. Apalagi saat dia sempat dengan sekilas melihat naira yang hanya setengah sadar dengan berbagai selang berada di tubuhnya.

“kyuhyun, samsung medical center. Sekarang” hanya itu yang bisa ahra ucapkan. Dia tidak sanggup mengucapkan apapun lagi. terlalu gelisah dan takut jika terjadi sesuatu pada wanita yang sudah dianggapnya adik tersebut.

~~~

Kyuhyun meninggalkan mobilnya terparkir di lobi rumah sakit. Dia tidak peduli jika mobilnya diangkut paksa oleh petugas keamanan. Pria itu berlari di sepanjang koridor rumah sakit. Hal yang selama ini di nantikannya datang juga. Dia akan bertemu wanitanya. Yang tidak pernah di bayangkannya adalah jika dia akan bertemu naira dirumah sakit. Dengan keadaan yang genting seperti ini.

Ahra hampir saja jatuh karena kyuhyun menabraknya jika saja pria itu tidak reflek memegang pinggangnya. Nafas kyuhyun masih memburu akibat berlarian. Namun dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi.

“bagaimana?” tanya nya sambil berusaha mengontrol nafasnya.

“kembar. Laki-laki dan perempuan. Ada di dalam inkubator karena lahir prematur” jawab ahra. Kyuhyun tidak tahu apakah ahra sedang senang atau sedih saat menjawab pertanyaan nya walaupun sebenarnya bukan itu yang dia tanya kan. Namun tetap saja perasaannya menghangat. Mimpi buruk yang sering muncul karena berfikir naira menggugurkan anaknya berakhir sudah.

“ibunya?” tanya kyuhyun dengan nafas tercekat.

Tidak ada jawaban dari ahra. Membuat fikiran kyuhyun memikirkan hal-hal yang buruk.

“berdoa lah” akhirnya donghae yang menjawab pertanyaan kyuhyun.

Lalu suasana menjadi hening kembali.

~~~

Kyuhyun dan ahra baru saja kembali dari ruang inkubator, sedangkan hyukjae dan donghae masih sibuk mengurus administrasi karena mereka yakin kyuhyun dan ahra sama sekali tidak berfikir mengenai administrasi. Mereka juga sudah menghubungi orangtua kyuhyun dan ahra.

Kakak beradik itu menggunakan pakaian yang sama. Baju steril khusus untuk menjenguk pasien dalam ruang ICCU. Mereka berdiri dalam diam. Mengamati seseorang yang masih terbaring dengan tenangnya.

Dokter berhasil melakukan dua operasi sekaligus. Mengeluarkan bayi kembar dalam rahim naira, dan operasi pada pembuluh darah wanita itu. Tapi dokter tidak tahu, kapan naira akan bangun karena menurutnya operasi itu hanya berhasil 40% di akibatkan naira yang tidak pernah melakukan check-up sehingga pembengkak-an nya melebar.

Ahra duduk disamping tempat tidur naira. menggenggam tangan wanita itu. “anakmu kembar. Pasti kau tidak tahu. dokter yang menanganimu pun kaget saat mengetahui ada bayi lain yang masih ada dirahim mu tadi” ahra mulai bermonolog. Melupakan bahwa kyuhyun ada disana dan mendengarkan ucapannya.

“ibu dan ayah merindukanmu. Aku merindukanmu. Donghae dan hyukjae pun merindukanmu. Apa kau merindukan kami juga?” ahra menghela nafas untuk menghilangkan sesak di dadanya.

“naira” panggil ahra dengan pelan. Air matanya menetes di pipi kanannya. “kau masih memiliki keluarga disini. Aku, ibu, ayah, hyukjae, donghae, kedua anakmu dan kyuhyun adalah keluarga mu, naira. kami menantimu. Bangunlah. Bertahanlah demi kami” ujar ahra sambil terisak.

Dia tidak kuat menahannya. Ahra bangun dari duduknya dan setengah berlari keluar dari ruang ICCU. Meninggalkan kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya. Di pojok ruangan. Menatap naira dalam diam dengan perasaan yang berkecamuk. Perasaan bersalah yang begitu besar menyesakan dadanya.

Dengan perlahan pria itu melangkah maju mendekati tempat tidur dengan tatapan mata yang masih terpaku pada wajah wanita yang begitu baik padanya. Dan wanita yang begitu dia sakiti hatinya.

Kyuhyun duduk di kursi. Tangannya dengan gemetar bergerak menyentuh tangan naira. menyentuh tubuh yang beberapa bulan ini di impikannya. “naira” ada kehangatan yang mengalir di dadanya saat kyuhyun menyebut nama itu. juga ada perasaan bersalah disana.

“maafkan aku” gumam kyuhyun dengan nafas tercekat. “maafkan aku karena terlalu pengecut untuk mengakhiri hubunganku dengan shinae. Maafkan aku karena terlambat menyadari bahwa aku telah mencintaimu. Maafkan aku tidak bisa berada disisi mu saat kau kesakitan. Maafkan aku telah menyakitimu begitu dalam hingga kau tidak ingin melihatku lagi dan memilih pergi menghilang dari kehidupanku” kyuhyun terisak tanpa bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.

Dia tidak peduli karena menangis. Karena memang itulah yang dia butuhkan sekarang. Menangis meminta maaf kepada naira. kyuhyun terlalu takut naira tidak akan memaafkannya, terlalu takut naira tetap tidak ingin melihatnya hingga memilih pergi untuk selamanya.

“jangan pergi” pinta kyuhyun. “tetaplah disini. Beri aku kesempatan. Aku membutuhkan mu. Anak kita membutuhkanmu” isakan pria itu semakin kencang terdengar. Air mata nya terus mengalir tanpa henti dan kyuhyun tidak ingin repot-repot untuk menghapusnya.

please stay. Aku sangat mencintaimu hingga sakit rasanya” kata kyuhyun terisak dan menelungkupkan wajahnya diantara tangannya dan tangan naira.

Kyuhyun tidak tahu. Bahwa naira mendengarkan. Bahwa naira melihat semua yang terjadi diruangannya. Melihat kyuhyun yang menangis untuknya. Melihat ahra yang menangis untuknya. Dan kyuhyun tidak tahu. bahwa naira ikut menangis bersamanya.

~~~

Naira memandang kyuhyun dengan sendu. Ingin sekali memeluk pria itu dan menghapus air matanya, tapi dia tidak bisa. Ingin memeluk ahra, namun dia juga tidak bisa. Dia ingin sekali mengulang semuanya. Namun memang dia siapa? Dia bukan Tuhan yang bisa mengulang kehidupan seseorang. Tuhan pun sepertinya tidak akan pernah mau mengulang kehidupan seseorang. Yang Tuhan mungkin lakukan adalah memberikan kesempatan. Bukan untuk mengulang, namun untuk memperbaiki hal buruk yang pernah dilakukan oleh manusia.

Tuhan memang tidak bisa mengulang kehidupannya. Tapi Tuhan juga tidak memberikannya kesempatan untuk memperbaikinya. Yang Tuhan berikan padanya adalah mengabulkan permohonannya dahulu.

Yaitu, bertemu dengan kedua orang tuanya.

~~~

Kyuhyun sudah duduk di lorong rumah sakit tepat di depan ruang inkubator dimana kedua anaknya berada. Dia baru saja kembali dari pemakaman Naira. Rasanya dia ingin menangis lagi mengingat wanita itu benar-benar pergi dari hidupnya. Bahkan tanpa mengucapkan selamat tinggal atau pernyataan apakah wanita itu memaafkannya atau tidak.

Seorang suster menghampirinya dan memberikan sebuah paperback berwarna coklat padanya. “tuan, ini adalah pakaian nyonya naira saat beliau dibawa ke rumah sakit ini beberapa hari yang lalu” ucap suster itu. setelah kyuhyun bergumam terima kasih, suster itu segera pergi dari hadapannya.

Tanpa sadar kyuhyun mengeluarkan isi dari paperback itu. ada sebuah dress khusus ibu hamil berwarna biru muda dan switer berbahan rajut berwarna putih. Kyuhyun baru saja akan kembali memasukan baju-baju itu begitu dirasa ada sesuatu dalam kantung switer tersebut. dia segera merabanya dan menemukan sebuah kertas terlipat didalamnya.

Kyuhyun mulai membuka lipatan kertas itu dan menemukan sebuah tulisan tangan disana. Matanya menatap tulisan tersebut. hanya pesan pendek yang membuatnya merasa beban yang selalu berada di bahunya hilang entah kemana.

Aku akan bisa memaafkanmu jika kau mau merawat bayi yang sudah aku kandung ini. Dia anakku. Entah kau percaya atau tidak. dia juga anakmu.

            Jikapun kau tidak mau merawat anakku, tolong minta ahra eonni untuk merawatnya, atau donghae oppa, atau hyukjae oppa. Tapi aku tetap memaafkanmu. Walau bagaimana pun kau pernah ada di dalam hidupku. itu berarti kau adalah keluargaku, dan sebagai keluarga kita harus saling memaafkan.

            Ada satu hal yang aku inginkan darimu. Bisakah kau memberitahunya bahwa aku mencintainya jika dia bertanya-tanya tentang ibunya? Tolong beritahu setiap hari padanya jika aku mencintainya.

            Katakan pada ibumu, ayahmu, ahra eonni, hyukjae dan donghae oppa bahwa aku menyayangi mereka.

            Terima kasih sudah membuatku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam hidupku. aku mencintaimu, kyu. Dan berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama-sama denganmu.

            Hiduplah dengan bahagia, maka aku juga akan bahagia bersama orang tua ku.

           

Ibu dari anak mu,

            Lee Naira.

           

            Kyuhyun menutup bibirnya dengan tangan kanannya sambil terisak. Tangan kirinya dengan gemetar masih memegang kertas yang berisi pesan dari naira. wanita itu tahu bahwa hidupnya tidak akan lama, maka dari itu dia sudah menyipkan surat untuk kyuhyun –untuk keluarganya di seoul.

Dengan cepat dia melipat kembali kertas tersebut dan menyimpannya didalam saku jas. Dia tidak ingin air mata nya menetes di kertas itu. dia tidak ingin satu-satunya pesan yang naira tulis untuknya rusak. Hanya itu satu-satunya bukti bahwa naira mencintainya, bahwa naira memaafkannya.

Pria itu pun sudah mulai merasa bahwa kertas itu akan menjadi penopangnya untuk terus bertahan hidup dan merawat anak mereka.

“kyuhyun” suara ahra membuat kyuhyun tersentak kaget dan dengan cepat menghapus air matanya.

“nuna” kyuhyun menengadah dan menatap ahra. Tatapan mata pria itu masih sayu seperti saat upacara pemakaman tadi pagi.

“mereka sudah bisa dibawa pulang” ujar ahra. “untuk saat ini—“

“aku yang akan merawatnya” potong kyuhyun dengan cepat begitu sadar kemana arah pembicaraan ahra.

“tapi—“

“aku akan menyewa perawat untuk memantau keadaan mereka. Mendatangkan dokter anak untuk datang kerumah setiap hari” lagi-lagi kyuhyun memotong ucapan ahra.

“mereka akan tinggal dirumah utama. Begitu juga dengamu” suara tegas milik kepala keluarga Cho membuat ahra dan kyuhyun berhenti berdebat.

Kyuhyun hendak protes saat kini suara milik ibunya  yang terdengar, “jangan membantah. Turuti perkataan orangtua mu. Kalian tinggal dirumah besar, hingga mereka bisa kau urus sendiri” membuat kyuhyun dan ahra bungkam seketika.

~~~

Ahra dan kyuhyun berjalan beriringan masuk kedalam rumah. Masing-masing dari mereka menggedong seorang bayi mungil berbeda jenis kelamin. Mereka segera membawa kedua bayi yang belum diberi nama itu ke dalam kamar yang sudah di rancang ulang oleh ahra menjadi kamar bayi dalam waktu singkat. Ahra dan kyuhyun memandang dua bayi yang tidur dengan lelap itu.

“bagaimana shinae?” ahra mulai membuka pembicaraan.

Kyuhyun menatap ahra beberapa detik kemudian kembali menatap bayi kembarnya. Mengelus pipi keduanya dengan pelan. “overdosis obat-obatan. Dia menggunakan narkoba. Meninggal ditempat. Dia juga tidak hamil seperti yang di beritahukan pada ayah dan ibu” jawab kyuhyun dengan datar.

“lalu?”

“hidupku hanya untuk mereka sekarang. Aku sudah berjanji padanya untuk mengurusnya walaupun tanpa berjanji pun aku pasti akan mengurusnya” kini tatapan kyuhyun berubah senyu kepada bayi kembarnya.

            Ahra tersenyum letih dan ikut menatap bayi kembar itu. “setidaknya, masih ada beberapa bagian dari nya yang ditinggalkan pada bayi kalian” gumam ahra kemudian beranjak pergi meninggalkan kyuhyun bersama anaknya.

Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan ahra. “aku harap kalian lebih mirip ibu kalian dibandingkan mirip denganku. Jadi, jika aku merindukannya, rinduku padanya bisa terobati dengan melihat kalian” gumam kyuhyun.

Pria itu kemudian mencium kening kedua bayinya. “ayah mencintai kalian. ibu bilang, dia juga mencintai kalian. Ibu tidak tahu bahwa ada dua bayi dalam perutnya” kyuhyun bermonolog tanpa memutuskan tatapan pada bayi kembarnya.

“ibu kalian juga tidak tahu bahwa dari dulu, aku tidak pernah melepaskannya. Tidak pernah mencerainkannya” ucap kyuhyun kini dengan senyum tulus yang terukir dibibirnya. “Lee naira masih menjadi istriku, pasanganku, ibu kalian. Selamanya” lanjut kyuhyun.

Setelah mencium kembali bayi kembarnya, dia segera beranjak keluar sembari memikirkan nama yang cocok untuk sepasang bayi nya. Anaknya dengan Lee Naira.

~~~

END

 

Yey akhirnya END. Disini aku coba untuk menuruti semua keinginan kalian.

Nyiksa kyuhyun? Udah tuh dibuat nairanya meninggal.

Bahagiain kyuhyun? Udah tuh dikasih bayi kembar.

Bahagiain naira? udah tuh naira ketemu orang tuanya.

Bagaiain mereka berdua? Udah tuh kyuhyun dikasih bayi kembar yang mirip naira sama naira yang bahagia karena kyuhyun udah nyatain perasaannya dan kyuhyun bersedia dengan senang hati merawat anaknya. HORAIIIIIII \o/

Ayo kasih nama buat cho kembar !!!!! xixixixi

Jangan minta sequel ya *pede*

 

Sorry for typo’s

40 Comments (+add yours?)

  1. vaneshyarcl
    Nov 21, 2014 @ 10:52:05

    aduh… nyesekkk
    like thor

    Reply

  2. aneeminie90
    Nov 21, 2014 @ 10:54:08

    so sad banget
    hiks hiks

    Reply

  3. Nanat
    Nov 21, 2014 @ 12:01:50

    Mewek TT, sequel thor yayaya

    Reply

  4. inggarkichulsung
    Nov 21, 2014 @ 12:06:22

    Sadly love story, tragic.. Naira meninggal krn penyakit yg dideritanya stlh melahirkan anak mrk yg ternyata kembar, Naira th bahwa dirinya mencintai Kyu oppa meskipun waktu itu mantan suaminya itu mengkhianati, Naira pun bahagia krn ia bs berkumpul dgn kedua org tuanya di syurga dan ada bayi kembar u Kyu oppa

    Reply

  5. Lia9287
    Nov 21, 2014 @ 13:04:03

    Kenapa Naira’y meninggal 😥
    Mewek,tapi ini ff yg keren !!!

    Reply

  6. Yulia
    Nov 21, 2014 @ 13:52:18

    sedih,bahagia,nyesek jadi satu….
    good job Author;)

    Reply

  7. Shin Lia
    Nov 21, 2014 @ 13:56:49

    hi author .. aku readers baru di blog mu .. ff ini sukses buat air mata aku berlinang, apalagi pas baca suratnya merinding

    Reply

  8. irma cho
    Nov 21, 2014 @ 13:59:59

    aq meneteskan air mata hikh….hikhhhh.. .sungguh malang kau naira…..kyu selamat menderita…….sebell.seballl

    Reply

  9. ayususanti94
    Nov 21, 2014 @ 14:29:35

    mewek bacanya:'(

    Reply

  10. frila
    Nov 21, 2014 @ 16:02:17

    i am cry..

    Reply

  11. Monika sbr
    Nov 21, 2014 @ 16:43:32

    Penyesalan emang selalu datang di akhir….

    Reply

  12. Oh Wu Sparklingn
    Nov 21, 2014 @ 16:51:29

    So saadd……
    Padahal aku berharap ini happy end huhu
    Fighting thorr ^-^ ditunggu karya selanjutnya..

    Reply

  13. kaihun28
    Nov 21, 2014 @ 17:47:45

    Yaaah thor ko jangan minta sequel?? Author mah jahat nih ayolaah kasih kita sequel yaa yaaa yaaaaa atau gaa kasih kitaa ff yang lain deh yaa yaa yaaa *please*

    Reply

  14. silvianifyodour
    Nov 21, 2014 @ 18:44:35

    hiks… hiks… hikss…. 😥

    ga bisa berenti nangis 😥

    Reply

  15. lieyabunda
    Nov 21, 2014 @ 18:54:24

    gak nyangka naira bakalan mati……

    Reply

  16. icut_rara
    Nov 21, 2014 @ 19:41:12

    😭😭😭😭😭😮

    Reply

  17. choalfi
    Nov 21, 2014 @ 20:57:40

    haaaaaaak ;A; nggak ngira bakal kayak gini akhirnya. naira dan shinae nggak ada yg berakhir bahagia selamanya.
    naira sampai akhir hidupnya pun mikir kyuhyun udah setuju cerai sama dia, sampai akhir pun dia nggak bisa bahagia. sediiiiih bgt. feelnya keren!

    Reply

  18. LJ
    Nov 21, 2014 @ 21:35:19

    Uri Du Saram…
    hahaha.. jadi inget lagunya sung si kyung wkwk

    Reply

  19. esakodok
    Nov 21, 2014 @ 21:43:33

    arghh
    penyesalan selalu datang terlambat
    kasihan kyunya
    tp apa mau dikata
    arghhh
    bahagianya mrk bisa diliat dr berbagai sudut pandang

    Reply

  20. uchie vitria
    Nov 21, 2014 @ 23:28:14

    lengkaplah kebahagiaannya sedihnya sakitnya kyu dapet balesannya naira dapet kebahagiaannya shinnae dapet kematiannya
    complit banget endingnya

    Reply

  21. kawaiikyu
    Nov 22, 2014 @ 04:48:20

    gak sengaja baca ff ini sambil dengerin eternal sunshine, at close & one confession secara berulang2.. Tau lah gimana keadaanku setelah ini, astaga tega sueraan -_-”

    Reply

  22. hanhan
    Nov 22, 2014 @ 06:59:30

    Sedih bgt. Psti kyu repot jd singke parent yg ngurus dua bayi… Kasian

    Reply

  23. yuri
    Nov 22, 2014 @ 09:20:42

    Baca’a smbil nangis .. 😦

    Reply

  24. dewi
    Nov 22, 2014 @ 12:16:57

    haduu nyesek nyaaa keliatan banget nyesek di ff ini

    Reply

  25. yuni LW
    Nov 22, 2014 @ 12:39:11

    Sad ending waaaa… T_T

    Nairanya knapa harus meninggal ….kasian baby nya

    Reply

  26. lina lay
    Nov 22, 2014 @ 16:11:06

    Nangis sumpah… kirain bakal balikan… 😥

    Reply

  27. kyun
    Nov 22, 2014 @ 22:43:49

    Ah tetep aja sad ending

    Reply

  28. Kwan Menzel
    Nov 22, 2014 @ 22:51:43

    aku udh baca blm part 1 nya?? hehe

    Reply

  29. queencyblooms
    Nov 30, 2014 @ 01:22:03

    leherku sesek lagi :””” uhh bisa banget ini authornya ngerebut perhatian sekaligus feel aku cuma buat baca cerita ini>< aku tunggu ff selanjutnya ya author Val ^____^

    Reply

  30. Ayu Intan Permatasari
    Dec 03, 2014 @ 08:49:59

    maksudnya bahagia barenk* thor, mreka berdua hdup bersama ga mati T.T
    Naira terlalu baik, setidaknya semasa hdupnya berikan dia kebahagiaan
    Dia blum smpet ngerasain hdpu brsma bayinya T.T

    Sequel klo bisa bkin org mrip naira, wkkakaa

    Reply

  31. HyeraLee
    Dec 07, 2014 @ 21:18:14

    Hiks hiks.. ampe sesegukan thor.. ㅠㅠ
    Jempol deh buat author yg udah buat akoh nangis.. :’3

    Reply

  32. i'm2IP
    Feb 09, 2015 @ 00:01:55

    Ahh.. awalnya baca end of me baru sadar itu sequel akhirnya baca the end of us.. asli ini sedih buat terharu.. hiks hiks hiks.. keren kasian nairanya gak tau kyu hyun sayang banget sama dia.. ehh salah deh naira tau kyu hyun sayang banget sama dia soalnya hyun twins bilang kalau ibunya bilang didalam mimpi mereka kalo eommanya sayang appa nya^^.. bagus ff nya.. like this (y)

    Reply

  33. Elva
    Nov 16, 2015 @ 11:29:00

    kenapa baca cerita ini bikin tenggorokan q jd sesak. huwaaa ! aq terenyuh ! author mengobrak-abrik emosiku. sebenarnya aq suka banget sama karakter Naira disini. meskipun dia disakiti tp tetap tetap tegas dan tidak mengemis cinta pada kyuhyun.
    meskipun akhirnya nyesek, tp aq suka pada bagian penyesalan terdalam bagi tukang selingkuh ! hoho .. 😀

    Reply

  34. chominjissi
    Dec 22, 2015 @ 19:05:47

    Makasih kak, makasih udah berhasil bikin gue nangis. Feelnya dpt banget, kyuhyun sama sekali ga gantle, asli. Greget banget. Btw bukannya kyuhyun blm menandatangani surat cerai ya? Kenapa si pengacara naira bilang perceraian mereka sudah dikabulkan?
    Oh iya, salam kenal ya kak. Gue suka sama karya tulismu. Gue juga udah baca Devil inside us. Keren banget!! Suka karakter naira di devil inside us wkwk komen disini skalian gapapa kali ya :v

    Reply

  35. febrikim2247
    Mar 10, 2016 @ 18:37:46

    nyiksa sih nyiksa eon.. tapi jangan dibikin meninggal juga donk eonni.. kalo endingnya kayak gini bukan Kyuhyun aja yg trsiksa.. aqu juga trsiksa 😥 kasihan dua anak kembar itu gak bisa liat ibunya hiks hiks hiks

    Reply

  36. Sinar
    May 27, 2016 @ 06:00:12

    Tp autornim nggak biikin aku bahagia… Hiks…. Gw nangia. Sumpah

    Reply

  37. esakodok
    Jun 06, 2016 @ 14:26:25

    endingbya q suka
    kalo bgini kyuhyun bener bener dpt.kRm sekaligus kebahagiaan

    Reply

  38. wiwiex lee
    Jun 12, 2016 @ 15:24:59

    parah bgt ih… bener2 terkuras air mata gw bacanya.. tp kayaknya kecepetan alurnya…jadi perjuangan naira hamil si kembar plus nglawan penyakitnya ga kliatan disini….
    but so far it’s nice story

    Reply

  39. chocogrill
    Jun 12, 2016 @ 20:12:43

    nyesek banget 😭 walaupun pengen buat kyu nyesel tapi ga tega harus dibuat kehilangan naira selamanya 😭

    Reply

  40. sity kyeopta
    Apr 27, 2017 @ 06:28:00

    Di akhir cerita naira meninggalkan karena penyakit yg dy alami..
    .semoga kyu bisa menjaga anak kembar nya dan hidup dgn bahagia walapun khdupannya tanpa naira di sisi mreka tp mreka sellu mengingat naira…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: