Marriage Not Dating : How ‘It’ Begins

5B

 

Title : Marriage Not Dating : How ‘It’ Begins

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Yoo Hyunjin
  • Cho Ahra
  • Park Jungsoo
  • Their Parent

Genre : Romance, Comedy, Marriage Life, Family

Rated : PG 13

Length : Oneshot

Author : Garini Cho

Homepage : kyujinzone.wordpress.com

 

Cho Kyuhyun

Seorang Arsitek muda yang terkenal di Korea. Di usianya yang menginjak 26 tahun, ia bahkan telah banyak memenangkan tender menjadi Arsitek untuk membangun perusahaan-perusahaan besar di Korea. Bahkan banyak pengusaha yang berusaha mendekatinya untuk mendapatkan blueprint hasil rancangan dari seorang Cho Kyuhyun. Dan juga ia sering muncul di majalah-majalah. Entah majalah ekonomi, ataupun majalah yang memajang wajah-wajah artis. Memang tidak mengherankan, wajahnya saja mampu menandingi bahkan mengalahkan wajah bening aktor di Korea.

 

kyuff

 

Dari semua kesempurnaan itu, ada satu yang hal tidak dimiliki oleh seorang Cho Kyuhyun. Pasangan. Dan hal itulah yang membuat sang Eomma – Kim Hana uring-uringan. Berkali-kali mengenalkan anak laki-lakinya itu dengan anak kenalannya dan tidak satupun dari yang dikenalkan ke Cho Kyuhyun berhasil membuat anaknya itu untuk menjajaki hubungan yang serius dengan seorang gadis.

Tidak berbeda dengan sang Eomma, Noonanya – Cho Ahra pun turut mendesak Cho Kyuhyun untuk segera memiliki istri. Ah, paling tidak memiliki seorang kekasih. ia sering menggoda dongsaengnya itu dengan kalimat-kalimat seperti “Apa kau seorang gay?” atau “Lihatlah betapa bahagianya telah menikah dan memiliki anak sepertiku. Apa kau tidak menginginkan itu, Cho Kyuhyun?”. Dan tentu, pertanyaan-pertanyaan itu membuat Cho Kyuhyun sangat terganggu. Ia bahkan sangat normal untuk ukuran seorang pria. Tapi, tentu ada alasan dibalik semuanya kan?

Memang benar. Ia memang sedang menunggu seseorang. Walaupun berkali-kali pikirannya mengatakan bahwa tidak mungkin ia dapat bertemu kembali dengan ‘dia’ tetapi hatinya pun berkali-kali menentang hal tersebut. Berkata bahwa semua kemungkinan bisa saja terjadi. Bahwa semua itu tergantung kehendak Tuhan.

 

Cho Kyuhyun POV

Aku kembali memikirkan kata-kata Eomma tadi pagi saat Eomma mengunjungi apartementku. Hal itu memang kebiasaan Eomma setiap akhir pekan. Memasuki apartementku pagi-pagi, bahkan sebelum aku bangun dengan password yang ia ingat. Tak lupa Eomma selalu membawakan persediaan makanan yang ia buat untukku dalam jumlah yang banyak, mengingat aku malas sekali mengisi kulkas dengan makanan yang sehat dimakan. Dan tadi pagi, Eomma kembali membicarakan pembicaraan yang sangat aku hapal. Apalagi kalau bukan pernikahan. Ayolah Eomma, bagaimana bisa kau meminta anakmu yang tampan ini untuk segera menikah. Kekasih saja aku tidak punya. Ah, perlu diperhatikan dan digaris bawahi, bahwa aku masih sendiri bukan karena aku tidak bisa menggaet yeoja, tapi memang saat ini aku sedang tidak ingin memiliki seorang gadis. Kecuali gadis itu. Dan menurutku umurku masih muda – menurutku untuk memiliki sebuah hubungan yang dilandasi ikatan suci itu. Pernikahan. Tapi tidak menurut keluargaku. Mereka bilang umurku sudah sangat cukup untuk menikah bahkan memiilki seorang anak. Dan omongan Eomma tadi pagi, walaupun sering ia bicarakan denganku, tapi alasannya cukup membuatku terdiam.

 

Aku menghampiri Eomma yang sedang sibuk menjejali kulkasku dengan berbagai makanan. Mengambil air dingin yang ada di pintu kulkas lalu menegaknya sambil memperhatikan Eomma.

“Mau sampai kapan kau begini, Kyu? Tidakkah kau memikirkan siapa yang membuatkanmu sarapan di pagi hari? Dan siapa yang membersihkan Apartmentmu?” sambil menatap prihatin kepadaku.

“Eomma ingin aku mencari seorang istri atau mencari pembantu, eo?” balasku sambil mencoba mengalihkan permbicaraan serius Eomma. Aku sudah cukup hafal, ah ani, sudah sangat hafal arah pembicaraan ini.

“Aiiissh, kau ini!” geram Eomma sambil menjitak kepalaku. “Kau lihat, Eomma sudah tua, Kyu. Eomma ingin menimang cucu.” Aku hanya menatap jengah Eomma sambil mengelus kepadaku yang menjadi sasaran jitakan Eomma.

“Eiish jinja. Bahkan Eomma sudah mendapatkan cucu dari Noona. Mengapa terus mendesakku, Eomma?”

“Yaak! Satu cucu saja tidak cukup. Kau tidak tahu, Eomma dan Appa saja sering berebutan untuk bermain dengan Park Soowan – anak Ahra.  Dan sadarlah dengan umurmu! Apa kau ingin saat kau mempunyai anak nanti anakmu memanggilmu dengan sebutan ‘Haraboji’ karena kau terlihat lebih pantas menjadi Harabojinya dari pada Appanya? Apa kau harus melihat Eomma dan Appa terbaring dulu baru kau mengenalkan seorang gadis ke kami?”

Suara deringan ponsel membuyarkan lamunanku beberapa saat yang lalu. Melirik sebentar ke id callernya, lalu mengangkatnya.

Wae?” jawabku dengan ketus.

“Yak! Sopanlah sedikit pada Noonamu, setan!” sedikit kujauhkan ponsel dari telingaku saat mendengar lengkingan suara cempreng noona.

“Noona, kalau kau menelponku hanya untuk teriak-teriak tidak jelas, lebih baik kumatikan sa…”

“Ya. Ya. Kyu, kau ini kenapa! Kau yang memulainya dulu tadi! Ah, jadi begini, besok apa kau ada acara?” Tanya Noona dengan intonasi suara yang dibuat-buat.

“Aku sibuk” jawabku langsung.

“Sibuk apa kau saat hari libur? Pacar saja tidak punya! Aku tahu kau tidak ada acara besok” balas noona dengan tidak melupakan ejekan untukku. Yeoja setan ini memang!

“Kau sudah tahu kalau aku tidak ada acara besok, mengapa masih bertanya?” ketusku.

“Aku hanya basa-basi” jawabnya enteng. “Besok temani aku membawa Soowan ke Dokter anak. Sejak kemarin dia susah sekali makan.” Jelas noona. Apa keponakanku itu sakit?

“Kenapa harus aku yang menemanimu? Pergi saja sana sama suamimu Noona” yah benar. Kemana perginya Jungsoo hyung – suami Ahra?

“kau belum tahu? Jungsoo oppa sedang ada urusan di Jepang. Aku tidak mau tahu, besok kau harus menemaniku ke Dokter.” Bip. Sambungannya dimatikan noona. Dasar pemaksa! Aku bahkan tidak mengiyakan permintaannya. Ya tuhan, ada apa dengan keluarga ini. Mengapa isinya penuh dengan orang-orang pemaksa!

Cho Kyuhyun POV end

 

Author POV

Pagi ini apartemen Cho Kyuhyun penuh dengan suara tangisan anak bayi. Anak Ahra. Ahra membuktikan omongannya kemarin untuk meminta Kyuhyun menemaninya ke Dokter Anak. Ahra juga punya kebiasaan yang sama dengan Eomma mereka, masuk sesuka hati ke dalam apartement Kyuhyun. Mendengar suara tangisan anak bayi, Kyuhyun yang tadinya sedang tidur nyenyak terusik dan terpaksa menyeret tubuhnya keluar kamar. Dan Kyuhyun tidak terkejut mendapati noonanya dan anak noonanya yang masih 10 bulan itu diruang tengah apartemennya.

“Sedang apa kau noona, pagi-pagi sudah diapartementku? Kau tidak ada kerjaan?” Tanya Kyuhyun sambil berjalan ke dapur untuk mengambil minum.

“Kau tidak lupa apa yang aku katakan kemarin kan, Kyu? Aku kan sudah memintamu untuk menemaniku ke Dokter Anak. Kau tidak kasihan melihat keponakanmu ini, huh?” kesal Ahra saat dongsaengnya itu masih menanyakan keberadaannya di apartemen dongsaengnya itu pagi ini.

“Oh” jawaban singkat Kyuhyun yang siapapun mendengarnya akan merasakan jengkel tiba-tiba.

“Kalau kau sudah tahu, lalu mengapa kau belum juga bersiap-siap? Cepatlah Cho Kyuhyun! Anakku sudah rewel dari tadi!” teriak Ahra yang hanya mendapat decakan malas dari seorang Cho Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tetap saja melangkahkan kakinya kembali ke kamar untuk bersiap mengantarkan noonanya itu ke Dokter Anak. Bagaimanapun, Kyuhyun sangat sayang dengan Park Soowan – keponakannya itu.

♥♥♥

 

Selama perjalanan ke tempat Dokter Anak, Soowan terus saja rewel. Membuat Ahra ketar-ketir berusaha untuk menenangkan anaknya. Sedangkan Kyuhyun sedang menyetir mobil dan sesekali  melihat keadaan Soowan di sampingnya.

Sesampainya di tempat Dokter Anak, Ahra langsung memberikan Soowan ke gendongan Kyuhyun. Ia bermaksud untuk mengisi administrasi dan mengambil nomor antrian. Setelah selesai dengan urusan administrasi dan mengambil nomor antrian, Ahra kembali ke tempat Kyuhyun menunggu dan segera duduk di ruang tunggu. Tidak perlu menunggu terlalu lama, nomor antrian milik Ahra sudah dipanggil dan dia segera bergegas untuk masuk keruangan Dokter tersebut. Saat akan melangkah, diperhatikannya Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya tidak bergeming untuk mengikutinya masuk ke dalam ruangan Dokter tersebut.

“Ya, apa yang kau lakukan disitu. Cepat ikut aku ke dalam ruangan Dokternya” tegur Ahra kepada Kyuhyun.

Dengan malas, Kyuhyun mem-pause game yang sedang asyik dimainkannya tadi. Dan mau tak mau mengikuti noonanya masuk kedalam ruangan dokter. Karena sedari tadi ia sadar bahwa ia kini menjadi pusat perhatian para ibu-ibu dan suster-suster yang ada di Klinik Anak ini.

“Ada yang bisa saya bantu?” suara itu terdengar saat Ahra dan Kyuhyun sudah memasuki ruangan tersebut. Kyuhyun yang sedari tadi sedang memasukkan PSPnya ke dalam saku dan tidak memperhatikan ruangan doketr tersebut tertegun saat mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya itu.

Author POV End

 

Cho Kyuhyun POV

“Ada yang bisa saya bantu?”

Aku yang sedang memasukkan PSP yang kumainkan tadi kedalam saku seketika tegang saat mendengar suara barusan. “Apa aku salah dengar? Apa aku berhalusinasi?”. Suara ini, suara ‘dia’. Langsung kutegakkan kepalaku menghadap langsung kearah Dokter yang sedang berada didepanku. “benarkah ini ‘dia’?”

Terus kuperhatikan wajah gadis didepanku ini. “ya, aku tidak salah. Ini memang ‘dia’”. Dan seketika rasa rindu itu membuncah. Gadis ini kembali.

“Yoo Hyunjin” ujarku tanpa sadar dan dengan suara pelan hampir tak terdengar. Gadis ini kembali. Ya tuhan, yeoja ini berada dihadapannya.

 

Cute Korean Ulzzan model Yoo Hyun Jin picture (013)

 

Kembali kuperhatikan wajah gadis dihadapanku saat ini. Wajahnya masih sama seperti terakhir aku ingat. Hanya saja sedikit terlihat raut dewasa di wajahnya. Jadi sekarang dia seorang Dokter Anak, kah?

Dan hatiku menghangat. Seperti apa yang selama ini aku tunggu-tunggu kini telah terpampang jelas didepan mataku. Dan apa mataku salah, gadis ini tersenyum. Ya tuhan, apalagi ini. Aku belum membiasakan jantungku dengan kehadiran gadis ini, dan sekarang ia menunjukkan segaris senyum lembut. Dan hal itu tambah membuat kerja jantungku tambah keras. Bahkan aku takut kalau sampai suara degupan jantungku sampai terdengar oleh gadis ini Belum puas aku memperhatikan wajah gadis didepanku, sebuah suara mengganggu kegiatan yang menyenangkan ini.

“Ekheem” deheman kedua yang lebih keras. Tak perlu melihat siapa yang membuat suara ini pun aku sudah tahu siapa dia. Siapa lagi kalau bukan noona setan disampingku. Dan gadis didepanku pun tersadar dan langsung memalingkan wajahnya kebawah, seperti malu karena tertangkap sedang balas menatapku – mungkin.

 

Cute Korean Ulzzan model Yoo Hyun Jin picture (006)

Cho Kyuhyun POV End

 

Author POV

Dan tidak berbeda jauh dengan Kyuhyun, gadis itu juga terpaku memperhatikan sosok Kyuhyun yang sekarang nyata berada di hadapannya. Dan suara yang keluar dari bibir Kyuhyun menyadarkannya dari ketergunannya beberapa saat yang lalu. Dan tanpa sadar, garis bibirnya membentuk lengkungan. Tersenyum menyadari yang ada dihadapannya ini nyata, bukan hanya khayalannya saja.

Dan saat terdengar suara yang mengintrupsi, segera ia tersadar bahwa bukan hanya ia dan Kyuhyun saja yang berada di ruangan ini. Dan hal itu membuatnya malu karena tadi sempat tertegun dengan sosok Kyuhyun dan hal itu disaksikan oleh orang lain. Ia pun langsung memalingkan wajahnya ke bawah karena sedikit salah tingkah. Setelah menormalkan jantungnya karena malu – dan karena Kyuhyun, ia pun langsung menghadapkan tubuhnya ke sosok wanita yang sedang menggendong anak kecil disamping Kyuhyun.

“ah, mian. Ada yang bisa saya bantu?” kembali mengulang pertanyaan yang sempat dia lontarkan tadi.

Bukannya menjawab pertanyaan dokter didepannya, Ahra malah mengeluarkan senyum jahilnya dan balik bertanya.

“kalian saling mengenal?” Tanya Ahra penasaran dan dengan senyum jahil yang tidak luput.

“ne?” Tanya Hyunjin sedikit kaget karena bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan sebuah pertanyaan yang ditujukan padanya, ah tidak, melainkan pertanyaan yang ditujukan untuknya dan Kyuhyun.

“ah, itu..” jawab Hyunjin gantung sambil melirik ke arah Kyuhyun yang ternyata Kyuhyun pun sedang memperhatikannya.

“Yak, noona! Kau kesini untuk mengobati anakmu atau mewawancarai orang, huh?” potong Kyuhyun cepat. Ia tahu noonanya itu tidak akan berhenti bertanya hingga ia mendapat jawaban yang ia inginkan. Dan Kyuhyun tahu itu membuat Hyunjin sedikit tidak nyaman.

“Aiish, kau ini!” balas noonanya sedikit kesal karena tidak mendapat jawaban dari siapapun.

“kau berhutang penjelasan kepadaku, Kyu!” lanjut noonanya sedikit berbisik dengan badan yang dicondongkan kearah Kyuhyun. Dan Kyuhyun hanya menggidikkan bahunya malas untuk menanggapi noonanya.

“mian dokter” ujar noona setelah menegakkan badannya dan langsung menghadap ke Hyunjin. Memberikan senyuman merasa bersalah karena telah membuat Hyunjin sedikit tidak nyaman.

“gwenchana” balas Hyunjin sambil memberikan senyum. “Ya Tuhan, senyum itu lagi” batin Kyuhyun saat mendapati senyum yang tadi  memporakporandakannya lagi.

“begini dokter, anakku sudah 2 hari ini susah sekali makan dan rewel sekali.” Adu Ahra ke Hyunjin.

“baiklah, saya periksa dulu, ne?” jawab Hyunjin lembut sambil mengarahkan noona dan Soowan ke tempat pemeriksaan. Dan yang Kyuhyun lakukan hanyalah duduk ditempatnya sambil memperhatikan semua gerak-gerik Hyunjin. Dan seulas senyum terpampang diwajah tampannya.

“Kau berhasil meraih mimpimu, Hyunjin”

Dan kembali, ingatan di kepalanya menghantarkannya pada saat ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Hyunjin. 5 Tahun yang lalu.

 

June, 2009

Siang ini jam kuliah Kyuhyun kosong. Terlalu malas untuk langsung pulang kerumah, karena di rumah saat jam segini tidak ada orang. Dan langsung terlintas di otaknya tempat yang sangat cocok untuk menghabiskan waktu luang. Game Center. Tanpa pikir-pikir lagi, dilajukannya motor Ducati warna hitamnya menuju Game Centre.

Suasana Game Centre hari ini tidak terlalu ramai. Kyuhyun mengambil tempat kosong yang berada di sudut ruangan. Tujuannya agar ia bisa berteriak-teriak sepuasnya. Setelah itu, ia tidak lagi memikirkan keadaan sekitar karena terlalu tenggelam dengan permainan Starcraft didepannya.

Saat sedang asyik dengan dunianya, Kyuhyun merasakan ada yang duduk di computer yang kosong disebelahnya. Tapi tetap saja, ia tidak mengindahkan sekitarnya karena terlalu serius dengan gamenya. Sampai Kyuhyun mendengarkan umpatan-umpatan dari arah sebelahnya, dan sedikit terkejut karena suara umpatan itu adalah suara gadis. Di pause-kannya game yang sedang asyik dimainkannya itu dan melirik kesebelah. Didapatinya yeoja rambut pendek sebahu yang mengenakan pakaian sekolah yang masih terus saja mengeluarkan umpatan dari bibirnya. Jari gadis itu bergerak lincah diatas keyboard mengarahkan permainan di monitornya agar tidak kalah. Bukannya melanjutkan game yang tadi dimainkannya, Kyuhyun malah memperhatikan gadis itu bermain.

“Yaak! Yak! Mati kau!” Kyuhyun terus memperhatikan gadis itu bermain, hingga beberapa saat kemudian terpampang di monitor gadis itu tulisan ‘YOU WIN’, dan membuat Kyuhyun kagum dengan kemampuan bermain game gadis itu.

“Assaa! Yes! Yes! Mana mungkin aku kalah!” ucap gadis itu bangga karena kemenangannya barusan.

“Baru segitu saja sudah sangat bangga” ejek Kyuhyun padahal dalam hatinya mengakui kemampuan bermain gadis itu.

“Ne?” merasa sindiran tersebut tertuju untuk dirinya, yeoja itu langsung menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang melipat tangannya didepan dada sambil memasang wajah mengejek. “Baru segitu kau bilang?” lanjutnya dengan tatapan tidak suka atas pernyataan Kyuhyun. Menurutnya, permainan yang ia mainkan tadi bukan hanya sekedar ‘baru segitu saja’ seperti yang dikatakan namja ini barusan.

“Jadi kau merasa kau lebih hebat dariku, tuan?” kini gadis itu pun ikut melipat tangannya di depan dada dan memasang wajah menantang ke Kyuhyun.

“Oh, tentu saja” juar Kyuhyun bangga. “Perlu bukti, nona?” tantang Kyuhyun.

“Oke, siapa takut! Siapa yang kalah mentraktir yang menang, Call?” tawar gadis itu sambil menjulurkan tangannya dan tak perlu tunggu lama, Kyuhyun langsung balas menjabat tangannya. “Call!”

Kemudian hanya terdengar umpatan-umpatan dari keduanya yang sedang bertanding menentukan siapa yang lebih hebat dari siapa. 

 

Lamunan Kyuhyun buyar dengan kembalinya Hyunjin, noonanya dan keponakannya dari tempat pemeriksaan. Segera Kyuhyun mengontrol raut wajahnya yang sejak melamun tadi tersenyum tidak jelas kembali memasang wajah serius.

“ini resep obatnya, putri anda mengalami gangguan pencernaan dan rewelnya itu karena rasa tidak nyaman di perutnya.” Jelas Hyunjin.

“Aah, begitu rupanya. Kalau begitu terima kasih banyak dokter saya permisi dulu.  Soowanie bilang annyeong sama dokter cantik. Annyeong uisanim” Ahra memainkan tangan anaknya seakan-akan melambai ke arah Hyunjin sambil menirukan suara anak bayi. Dan hal itu sukses membuat Kyuhyun hampir muntah.  Dan Hyunjin membalas dengan lambaian tangan juga.

“Apa sudah selesai Noona?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba ke Ahra, sarat akan ketidakrelaan meninggalkan ruangan ini. Beberapa detik Ahra sempat bingung dengan sikap dongsaengnya, tapi akhirnya dia mengerti maksud tersembunyi Kyuhyun.

“Mengapa memangnya? Kau ingin berlama-lama disini?” Kyuhyun yang mendapat pertanyaan seperti itu kelagapan dan menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“tidak, maksudku …” ucapan Kyuhyun menggantung sambil melirik kearah Hyunjin yang sedari tadi memasang wajah bingung.

“nona, apa kau masih ada jadwal setelah ini?” Tanya Ahra langsung ke Hyunjin yang sebelumnya ia panggil ‘Dokter’ kini berubah menjadi ‘Nona’.

“hari ini jadwalku hanya setengah hari. Anda pasien terakhir saya hari ini.” Hyunjin yang sedari tadi masih bingung hanya menjawab seadanya.

“baguslah kalau begitu. Sepertinya dongsaengku ingin berbincang denganmu, nona” Ahra hanya mengeluarkan seringaian ‘setan’ kebanggaannya yang dibalas dengan tatapan ‘apa yang sedang kau lakukan’ oleh Kyuhyun.

“baiklah kalau begitu, aku pulang dulu. Aku naik taksi saja, Kyu.” Pamit Ahra, lagi. Langsung saja meninggalkan ruangan yang hanya diisi oleh 2 orang yang sama-sama bingung. Keluar dari ruangan itu, Ahra kembali memasang senyum setannya, merasa puas dengan apa yang baru saja ia lakukan. Ia bisa menebak apa yang Kyuhyun pikirkan saat pertama kali melihat dokter tadi. Dan Ahra tahu pasti ada sesuatu yang ia tidak tahu, ah bukan, yang ia belum tahu antara Kyuhyun dan Dokter itu. Dan Ahra tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat dongsaengnya itu sesegera mungkin memiliki pasangan. Hahaha. “Kau harus berterima kasih padaku, Kyuhyun” pikirnya sambil terus melenggang keluar dari Klinik anak.

Sepeninggalnya Ahra, baik Kyuhyun maupun Hyunjin masih belum ada yang mengeluarkan suara. Sampai Hyunjin terlebih dahulu memulai percakapan.

“Hai” ucap Hyunjin sambil mengangkat tangannya kikuk.

“oh, ne. Hai” balas Kyuhyun tak kalah kikuk. “Apa kau sudah makan siang?”

♥♥♥

Hyunjin terperangah saat mobil yang Kyuhyun bawa berhenti di depan Restaurant yang tidak asing lagi baginya.

“bukankah ini…” sambil menolehkan wajahnya ke Kyuhyun dan dibalas senyuman hangat oleh Kyuhyun.

“Benar. Kau masih mengingatnya?” ada rasa bahagia di hati Kyuhyun saat mengetahui gadis disampingnya masih mengingat tempat ini.

“Bagaimana aku bisa lupa. Kita dulu sering sekali datang kesini” hampir saja Kyuhyun melayang saat mendengar jawaban yang dilontarkan Hyunjin. “Kita! Kita! Iya kita! Kau dan aku. Kita!” girang Kyuhyun dalam hati.

Hyunjin langsung membuka pintu mobil untuk segera memasuki Restauran yang sudah lama tidak didatanginya diikuti Kyuhyun yang hatinya saat ini sedang berbunga-bunga. Mereka duduk disalah satu meja yang kosong, hingga tak berapa lama pelayan datang membawakan buku menu. Sambil menunggu pesanan mereka, Kyuhyun mulai mencairkan suasana.

“Apa kabarmu?” Hyunjin yang sedari tadi ‘sibuk’ dengan handphonenya langsung mengalihkan perhatiannya ke Kyuhyun.

“Baik.” Jawab Hyunjin singkat. “Kau sendiri?”

“Seperti yang kau lihat. Aku juga baik-baik saja.” Yang mendapat anggukan Hyunjin.

“Kapan kau kembali ke Korea?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Hmm.. sekitar 3 bulan yang lalu.” Jawab Hyunjin santai.

“Mwo?! 3 bulan yang lalu? Dan bahkan kau tidak mengabariku tentang kepulanganmu?”

“Bagaimana aku bisa mengabarimu? Apa kau tidak ingat kalau kita tidak saling menghubungi selama 4 tahun ini, dan bagaimana aku mengabarimu tentang kepulanganku.” Jelas Hyunjin.

“dan juga, apa begitu penting kabar kepulanganku untukmu? Seperti kau menunggu kepulanganku saja” seloroh Hyunjin yang sukses membuat Kyuhyun menegang saat mendengarnya. “Aku memang sangat menunggu kepulanganmu” bisiknya dalam hati.

“Kalau aku memang sangat menunggu kepulanganmu ke Korea, bagaimana?” pertanyaan Kyuhyun membuat Hyunjin terdiam. Kini Kyuhyun yang sukses membuat Hyunjin menegang. Hyunjin terpaku ditempat sambil menatap mata Kyuhyun, berusaha untuk mencari kebohongan atas ucapan Kyuhyun barusan. Dan hal itu tidak ia dapatkan. Degupan jantung yang sedari tadi ia tahan, kini tidak bisa diajak kompromi lagi. Kini degup jantungnya bahkan bekerja 2 kali lebih cepat dari biasanya.

Author POV End

 

Yoo Hyunjin POV

“Kalau aku memang sangat menunggu kepulanganmu ke Korea, bagaimana?” Pertanyaan yang lebih cocok disebut pernyataan Kyuhyun barusan sukses membuat tubuhku seketika menegang. Aiissh ada apa denganku. Kenapa semenjak pertama bertemu lagi dengan namja ini, aku merasakan perasaan tak menentu begini? Sejujurnya aku sangat merindukan sosok dihadapanku saat ini. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana mengekspresikan rasa rindu ini. Aku cukup sadar dengan situasi kami yang sudah tidak bertemu selama 4 tahun. Tidak mungkin aku langsung bersikap seperti dulu kepadanya.

Ditengah kebingunganku untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi, pelayan datang mengantarkan pesanan kami. Setelah meletakkan pesanan di meja kami, pelayan itu pergi dan tinggallah aku dan Kyuhyun dengan situasi seperti tadi, lagi. Aku sedari tadi berusaha untuk menutupi kegugupanku dengan melakukan apa saja yang penting tidak menatap Kyuhyun. Tidak. Itu terlalu bahaya untuk jantungku. Aku tidak mau mati konyol diusia muda.

“Kemana ponimu?” suara Kyuhyun mau tak mau membuatku menatapnya. Poni?

“Dulu kau selalu memakai model rambut berponi, kan?” Lanjut Kyuhyun seperti mengerti dengan kebingunganku atas maksud pertanyaannya tadi.

“Oh, itu. Kurasa umurku sekarang tidak cocok lagi memakai poni. Memangnya kenapa? Apa aku tidak cocok dengan model rambut tidak memakai poni seperti ini?” Aiish ada apa dengan mulutku? Mengapa aku malah menanyakan pendapatnya tentang penampilanku. Kenapa mulut dan otakku tidak bisa bekerja sama!

Dan kuperhatikan Kyuhyun tersenyum geli mendengar pertanyaanku tadi. Lihatlah akibat kelakuanmu Hyunjin! Dia pasti mengejekmu!

“Yah, tidak buruk. Paling tidak kau tidak terlihat seperti bocah” dan dugaanku tidak meleset. Aku hanya mempoutkan bibirku kesal. Yah, Kyuhyun tetaplah setan. Berapapun usianya ia akan tetap memiliki sifat setan. Dia tidak berubah.

“Lihatlah, tingkah bocahmu tidak berubah. Kau masih saja memanyunkan bibirmu saat kesal. Hahaha!” melihat tawanya itu, bukannya bertambah kesal, aku malah tersenyum. Suasana yang sebelumnya canggung lama-kelamaan mulai mencair bahkan menjadi hangat. Kami seperti hanyut bernostalgia mengenang kelakuan kami dulu. Dan terlepas dari semuanya, aku  bersyukur dapat bertemu lagi dengannya.

Kami masih bernostalgia tentang betapa konyolnya kami dulu, hingga aku teringat sesuatu.

“Oh iya, Kyu. Apa wanita yang datang bersamamu ke klinik tadi noonamu?” tanyaku

“Benar. Dia noonaku. Noona setan-ku.” Jawaban Kyuhyun membuatku tersenyum geli. Setan teriak setan. Hahaha dasar tidak tau diri.

“Kau sendiri setan, Kyu” ledekku. Dan hanya ditanggapi dengan tawa oleh Kyuhyun.

♥♥♥

Ternyata kecanggungan itu hanya berlaku beberapa saat saja untukku dan Kyuhyun. Bahkan tak terasa kami telah menghabiskan waktu berjam-jam. Terlalu asyik bercengkrama dan bernostalgia, hingga kini jam menunjukkan pukul 5 sore. Aku dan Kyuhyun bersiap untuk pulang. Ia akan mengantarkanku kembali ke Klinik, karena mobilku disana. 20 menit kemudian, mobil yang dikemudikan Kyuhyun telah sampai di depan Klinik.

“Terima kasih untuk hari ini, Kyu” ucapku tulus. Dia hanya membalasku dengan senyuman.

“Kalau begitu, aku pulang dulu. Kau hati-hati dijalan” ujarku sambil membungkukkan sedikit tubuhku. Dan saat aku hendak membuka pintu mobil, suara Kyuhyun menginterupsi dan membuatku menghentikan gerakan tanganku yang sedang terangkat untuk membuka pintu.

“senang bisa bertemu denganmu lagi, Jinnie” tak berapa lama terasa tangan Kyuhyun di puncak kepalaku. Diacaknya pelan rambutku, dan apa yang tadi dibilangnya? Jinnie? Panggilan itu, hanya Kyuhyun yang memanggilku seperti itu. Aku masih terpaku dengan posisi yang sama. Menghadap kearah pintu mobil, yang otomatis membelakangi Kyuhyun. Kemudian tak kurasakan lagi tangannya di kepalaku.

“kau tidak ingin pulang?” seketika aku tersadar apa yang seharusnya aku lakukan sedari tadi. Seharusnya aku segera keluar dari mobil Kyuhyun.

“Ah, ne. aku pulang dulu.” Pamitku lagi dan kali ini benar-benar membuka pintu mobil untuk segera keluar. Kubalikkan badanku menghadap kearah mobil Kyuhyun, menunggu mobil itu beranjak dari tempatnya. Beberapa saat kemudian terdengar suara klakson mobil Kyuhyun, tanda ia akan pergi. Dan aku hanya melambaikan tanganku sampai mobil itu belok disimpang jalan.

“aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu, Kyu”

Yoo Hyunjin POV End

 

Author POV

Malam harinya, Kyuhyun hanya berguling-guling tidak jelas di atas tempat tidurnya. Merutuki kebodohannya yang tidak meminta nomor handphone Hyunjin sore tadi.

“bodoh kau, Cho Kyuhyun! Kemana otak cerdasmu pergi? Mengapa kau tidak ingat untuk meminta nomor handphonenya?” rutuknya pada dirinya sendiri dengan tangan yang menarik-narik rambutnya sendiri.

“kalau begini, bagaimana bisa aku bertemu dengannya lagi? Tidak mungkin aku datang lagi ke tempat kerjanya! Memangnya aku anak bayi yang sedang sakit? Aiiissh! Aku bisa gila!” teriaknya sambil menghentak-hentakkan kakinya hingga selimut dan bantal guling diranjangnya berjatuhan ke lantai.

Berbeda jauh dengan kondisi Kyuhyun yang sedang merutuki kebodohannya, Hyunjin kini sedang menenangkan degup jantungnya setiap kali ia memikirkan Kyuhyun, bahkan ketika nama Kyuhyun terlintas dibenaknya pun berhasil membuat jantung bekerja 2 kali lebih cepat.

“tarik nafas dalam-dalam, hembuskan perlahan” sugestinya pada dirinya sendiri. Kebiasaan Hyunjin saat ia sedang tidak tenang. Ia mencoba cara itu untuk kasus kali ini, dan tidak menghasilkan apapun.

“aaa, ottokhe” rengeknya entah pada siapa.

♥♥♥

Sudah terhitung seminggu sejak pertemuan ‘kembali’ Kyuhyun dan Hyunjin. Kyuhyun kini sedang sibuk dengan proyek barunya. Dan juga, jika ia sedang tidak sibuk, ia juga tidak dapat bertemu dengan Hyunjin. Gengsi berlebihan. Bisa saja ia langsung mendatangi tempat kerja Hyunjin, tetapi ia enggan melakukannya. Alasan tadi, Gengsi berlebihan. Dan ia tahu apa akibat dari rasa gengsinya itu. Rindu. Rindu dengan wajah Hyunjin. Rindu dengan senyumnya. Dan selama seminggu ini, rasa gengsinya mengalahkan segalanya. Ia lampiaskan rasa rindunya itu dengan sibuk bekerja, tetapi hal tersebut tidak banyak membantu. Tetap saja hatinya mengatakan dengan lantang bahwa ia ingin sekali bertemu dengan Hyunjin.

Seperti biasa, setiap weekend Nyonya Cho selalu datang membawakan makanan untuknya. Nyonya Cho sangat terkejut saat memasuki apartement anaknya dan mendapati apartement anak bungsunya itu tak ubahnya kapal pecah. Apa aku salah masuk apartemen? Pikir eomma Kyuhun karena sepengetahuannya, Kyuhyun merupakan orang yang sangat mencintai kerapian dan kebersihan. Dan apa yang ia saksikan saat ini tentu saja membuatnya terkejut.

Ia langkahkan kakinya menuju dapur untuk meletakkan bawaan – makanan yang sedang ia tenteng. Dan tambah terkejut saat membuka kulkas yang isinya tidak berkurang dari minggu lalu. Segera diambilnya plastik kosong kemudian memasukkan makanan yang menurutnya sudah tidak layak lagi dimakan untuk dibuang.

Setelah selesai dengan urusan makanan, eomma Kyuhyun langsung menuju ke kamar Kyuhyun. Heran karena anaknya tidak keluar kamar untuk menghampirinya seperti biasanya padahal ia pasti mendengar suara pintu apartementnya terbuka. Dan juga saat ini jam sudah menunjukkan pukul 11.00.

Saat pintu kamar terbuka, eomma Kyuhyun hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat kondisi kamar Kyuhyun yang tidak jauh berbeda dengan ruangan lainnya. Pakaian berserak dilantai, bungkus makanan ringan dimana-mana, dan TV yang masih menyala dengan game dari PS yang sedang di-pause.

Dan tak berapa lama, Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah tetapi terlihat jelas bahwa namja itu masih mengantuk.

“Eoh, eomma waseo?” tidak terlalu terkejut dengan kehadiran eommanya di apartementnya saat weekend seperti ini.

“Apa yang kau lakukan dengan apartementmu, Kyu?” Tanya eomma langsung. Diperhatikannya wajah anaknya itu lebih tirus dan lebih pucat dari yang dia ingat saat ia datang minggu lalu.

“Aku sedang malas membersihkannya eomma. Biarkan saja. Saat aku sedang mood, aku akan membersihkannya.” Jawab Kyuhyun asal sambil berlalu keluar kamar menuju dapur.

“Ada apa denganmu?” Tanya eomma pada Kyuhyun. Jelas sekali eommanya sedang khawatir dengan kondisi anaknya itu.

“Pekerjaanku sangat banyak minggu ini” bohong Kyuhyun. Tidak sepenuhnya berbohong karena minggu ini memang ia menyibukkan diri dengan pekerjaan. Walaupun ada hal utama yang membuatnya uring-uringan seperti ini.

“dan mengapa kulkasmu masih penuh?” Tanya eommanya lagi.

“aku tidak sempat memakannya”

“Alasanmu saja. Bahkan kau bisa memakan makanan ringan dan cepat saji” sindir eommanya dan hanya dibalas gidikan bahu oleh Kyuhyun. Ia sedang malas menanggapi lebih jauh omongan eommanya. Karena ia tahu pasti tidak akan selesai-selesai.

“Nanti eomma suruh Kim ahjumma datang kesini untuk membersihkan apartementmu.”

“terserah eomma saja” jawab Kyuhyun lagi-lagi singkat.

Eomma melirik sedikit kearah Kyuhyun yang kini sedang memakan makanan yang ia sediakan tadi. Memikirkan apa ia akan mengatakan sekarang atau nanti saja ke Kyuhyun. Lebih baik kukasih tahu saja sekarang pikir eommanya.

“Kyu”

“Hmm” Kyuhyun yang sedang mengunyah makanan hanya menjawab dengan deheman saat eommanya memanggilnya.

“Nanti malam apa kau ada acara?” Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan makanan yang didepannya langsung mengalihkan perhatiannya ke eommanya.

“wae, eomma?” dahinya sedikit berkerut memikirkan apa yang sedang eommanya rencanakan. Dan sepertinya ia tahu apa maksud eommanya.

“kau bisa menemani eomma makan malam bersama teman eomma?” jelas eomma dan tambah membuat Kyuhyun yakin dengan apa yang ia pikirkan tentang rencana eommanya.

“apa eomma yakin hanya makan malam?” Tanya Kyuhyun dengan nada menyindir.

“tentu, hanya makan malam” balas eomma dengan suara – dibuat-buat yakin.

“sudahlah eomma, aku sudah tahu akal-akalan eomma. Pasti bukan hanya sekedar makan malam yang seperti eomma katakan. Pasti eomma akan mengenalkanku dengan anak teman eomma, kan?” tembak Kyuhyun langsung membeberkan rencana yang ada di otak eommanya. Bagaimana ia tidak tahu, eommanya sudah sering melakukan hal tersebut padanya.

“baiklah eomma menyerah, kau sudah sangat hafal trik eomma” ucap eomma pasrah karena rencananya terlalu transparan.

“aku tidak mau ikut” ucap Kyuhyun singkat dan tidak terbantahkan. Untuk apa ia berkenalan dengan gadis lain jika gadis yang selama ini mengisi hatinya sudah kembali dan ia sudah bertekad untuk menjadikan gadis itu miliknya. Yah, cepat atau lambat.

“ayolah, Kyu. Eomma janji ini yang terakhir kalinya.” Pinta eomma dengan memasang wajah memelas.

“eomma selalu berkata seperti itu” balas Kyuhyun masih tetap pada pendiriannya untuk menolak ajakan eommanya.

“ani, kali ini eomma janji tidak akan mengenalkanmu dengan anak teman eomma lagi. Kalau sampai yang terakhir ini kau tidak tertarik juga, eomma akan menyerah” ucap eomma dengan wajah meyakinkan. Ia harus berhasil membuat Kyuhyun datang ke acara makan malam itu. Ia tidak boleh mengacaukan rencananya kali ini.

“bisakah eomma pegang janji eomma kali ini?” Tanya Kyuhyun sedikit luluh dengan janji yang dilontarkan eommanya barusan. Dan langsung dibalas dengan anggukan meyakinkan oleh eommanya.

“baiklah, akan aku pertimbangkan untuk datang nanti malam” jawab Kyuhyun yang pada akhirnya menuruti keinginan eommanya.

“Tapi eomma harus siap-siap untuk menyerah” ejeknya sambil menunjukkan senyum setengahnya dan dibalas dengan senyum yang sama persis oleh eommanya.

Kita lihat siapa yang menyerah, Putraku.

♥♥♥

Ini sudah pangilan ketiga yang masuk ke handphone Kyuhyun dan dari penelpon yang sama, Eommanya. Akhirnya dengan malas diangkatnya telepon dari eommanya.

“Ya! Kau dimana sekarang? Kau tidak lupakan acara makan malamnya jam 7?” sembur eommanya langsung saat Kyuhyun baru saja menekan tombol hijau dan me-loudspeaker-kan handphonenya.

“Sabarlah eomma. Aku tidak lupa. Aku sedang dijalan sekarang. 10 menit lagi aku sampai.” Jawab Kyuhyun dan langsung ia memutuskan sambungan telepon dari eommanya. Kembali ia fokus menyetir di jalanan yang sedikit macet ini.

Di sisi lain, Eommanya kembali masuk keruangan yang telah dipesan untuk acara makan malam saat ini.

“Sepuluh menit lagi putraku akan datang. Ia sedang terjebak macet.” Jelas eomma Kyuhyun dengan memasang wajah senyum sungkan kepada beberapa orang dihadapannya.

“Gwenchana, kita juga baru sampai, kan?” balas yeoja berumur yang ada di hadapan Eomma Kyuhyun.

Author POV End

 

Cho Kyuhyun POV

Kuparkirkan mobilku di basemant hotel berbintang ini. Sebenarnya aku sedikit heran, kenapa hanya untuk makan malam harus di restaurant yang ada di hotel berbintang ini. Ah, aku tidak mau ambil pusing. Yang penting aku datang, duduk, makan, lalu pulang.

Kulangkahkan kakiku masuk kedalam restaurant, kemudian bertanya pada waiters dimana ruangan atas nama Cho Hana – eommaku. Setelah mengetahui letak ruangannya, langsung aku masuk. Dan betapa terkejutnya aku saat mendapati bahwa ruangan ini bukan hanya terdapat eommaku dan temannya saja. Melainkan ada Appa, Ahra noona, Jungsoo Hyung dan anak mereka. Dan dihadapan mereka ada sepasang suami istri – menurutku. Mereka semua sedang asyik bercengkrama. Ada apa ini? Mengapa ramai sekali yang datang?

Lalu eomma yang menyadari kedatanganku langsung berdiri menghampiriku yang masih terdiam di pintu ruangan ini. Eomma langsung menggandeng tanganku, menuntunku untuk masuk lebih dalam ke ruangan ini.

“Ada apa ini eomma? mengapa semuanya berkumpul disini? Apa rencana eomma kali ini?” Tanyaku langsung pada eomma dengan berbisik sambil berusaha menghentikan ‘seretan’ eomma.

“Kau akan tahu nanti” balas eomma dengan senyum misteriusnya. Oh ya tuhan! Apa yang akan dilakukan eomma padaku?

“Ini putraku, Cho Kyuhyun.” Saat eomma sudah berhasil menyeretku ke samping meja makan di tengah ruangan ini, eomma langsung mengenalkanku kepada dua orang yang tidak aku kenal. Karena rasa sopan santun, aku pun membungkukkan badanku memberi hormat kepada sepasang suami istri yang lebih tua dariku ini.

“Wah, tampan sekali. Dia bahkan lebih tampan dari pada foto-fotonya dimajalah. Kau beruntung sekali, Hana-ya” puji wanita paruh baya dihadapanku. Aku hanya tersenyum canggung mendengar pujian darinya.

“Kau berlebihan, Mirae-ah. Putrimu juga sangat cantik” dan kemudian mereka berdua – eommaku dan yeoja yang dipanggilnya Mirae itu saling tertawa ala ibu-ibu. Dasar!

Kualihkan pandanganku ke arah noona, berusaha meminta penjelasan atas apa yang terjadi saat ini. Saat mata kami bertubrukan, ia langsung mengalihkan pandangannya kepada anaknya yang sedang ia pangku. Dasar setan! Aku kemudian langsung duduk di tempat yang kosong.

“Mirae-ah, kemana putrimu? Bukankah tadi dia ada disini?” Tanya eomma pada temannya itu.

“Dia sedang ketoilet. Ah, itu dia sudah kembali” seru teman eomma yang menatap kearah pintu masuk.

Semua orang dalam ruangan ini mengikuti arah pandang teman eomma tadi, dan mau tidak mau aku ikut-ikutan melihat kearah pintu masuk. Dan kemudian yang aku lakukan hanyalah terdiam ditempat dengan alis berkerut bingung. Kenapa Hyunjin ada disini?

“Hyunjin?” ucapku tanpa sadar.

Gadis itu sepertinya sama terkejutnya denganku. Ia malah menghentikan langkahnya untuk masuk dan memasang wajah terkejut.

“Kyuhyun?” Tanya gadis itu memastikan. Dan dapat kurasakan suasana di ruangan ini mendadak hening.

“Loh, kalian saling mengenal?” suara yang dapat kupastikan milik Jungsoo hyung memecah keheningan beberapa saat yang lalu di ruangan ini.

Aku yang sedari tadi menatap tak percaya kearah Hyunjin tersadar bahwa bukan hanya ada aku dan Hyunjin didalam ruangan ini. Langsung alihkan pandanganku kearah lain dan aku yakin Hyunjin juga melakukan hal yang sama.

“Mengapa hanya berdiri disana? Ayo duduk, Hyunjin” kini eommaku yang membuka suara. Dan tunggu! Eommaku mengenal Hyunjin? Ada apa ini? Kenapa banyak sekali hal yang membingungkan?

“Ah, ye ahjumma” jawab Hyunjin canggung dan kemudian tak berapa lama aku merasa ada yang mengisi kursi disebelahku. Dan benar saja, Hyunjin yang mendudukinya. Kuedarkan pandanganku ke sekeliling dan yang aku dapati memang hanya kursi disebelahku saja yang dibiarkan kosong. Dan aku yakin ini pasti bukan karena ketidaksengajaan.

Cho Kyuhyun POV End

Author POV

Setelah semua anggota dari kedua keluarga ini sudah berkumpul lengkap, mereka pun memulai makan malam bersama. Makan malam terasa hangat karena kedua keluarga tersebut saling bercengkrama dan bahkan melontarkan lelucon yang membuat seisi ruangan ini tertawa, tak terkecuali Kyuhyun dan Hyunjin. Walaupun mereka berdua memasang tawa palsu, dibuat-buat. Karena masih bingung dengan situasi saat ini.

Dan tanpa mereka sadari, eomma Kyuhyun dan Ahra sedari tadi saling melirik dan saling mengeluarkan seringaian licik. Ahra sembunyi-sembunyi mengangkat sedikit jempolnya kearah eommanya dan dibalas dengan senyuman bangga oleh eommanya.

Flashback seminggu yang lalu

“baiklah kalau begitu, aku pulang dulu. Aku naik taksi saja, Kyu.” Pamit Ahra, lagi. Langsung saja meninggalkan ruangan yang hanya diisi oleh 2 orang yang sama-sama bingung. Keluar dari ruangan itu, Ahra kembali memasang senyum setannya, merasa puas dengan apa yang baru saja ia lakukan. Ia bisa menebak apa yang Kyuhyun pikirkan saat pertama kali melihat dokter tadi. Dan Ahra tahu pasti ada sesuatu yang ia tidak tahu, ah bukan, yang ia belum tahu antara Kyuhyun dan Dokter itu. Dan Ahra tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat dongsaengnya itu sesegera mungkin memiliki pasangan. Hahaha. “Kau harus berterima kasih padaku, Kyuhyun” pikirnya sambil terus melenggang keluar dari Klinik anak.

Sesampainya di luar klinik, ia langsung menghentikan taksi kosong yang kebetulan seang melintas didepannya. Kemudian ia memberitahu tujuannya pada supir taksi. Rumah eommanya.

♥♥♥

Ahra jalan tergopoh-gopoh karena sedang menggendong anaknya dan ingin segera masuk menemui eommanya. Langsung saja menghampiri eommanya yang sedang sibuk didapur.

“Aigoo Aigoo~ cucuku yang cantik datang” ucap eomma girang langsung mengambil alih gendongan.

“Eomma, aku ada berita hangat! Kau ingin segera memiliki menantu perempuan, tidak?” pancing Ahra agar eommanya penasaran. Dan tentu saja eommanya langsung penasaran dengan kelanjutan cerita putriya.

“Wae? Wae? Ada berita apa? Cepat beritahu eomma!” paksa eomma dengan sangat antusias.

“Begini, aku tadi datang ke klinik anak karena Soowan akhir-akhir ini susah sekali makan. Karena Jungsoo oppa sedang urusan ke Jepang, jadi aku meminta Kyuhyun untuk menemaniku datang ke klinik anak tersebut.” Ahra memberi jeda dalam penjelasannya untuk mengambil nafas.

“dan saat kami menemui dokternya, Kyuhyun terkejut lalu ia menyebutkan nama dokter itu seperti sudah sangat mengenalnya, eomma. aku saja mungkin tidak akan tahu nama dokter itu kalau saja tidak melihat name tag yang ia kenakan. Dan selama didalam ruangan dokter itu, tatapan Kyuhyun terus saja tertuju pada dokter itu eomma! dia bahkan tidak sadar kalau aku memperhatikan gelagat anehnya itu. Dan ini yang paling penting eomma! saat kami akan pulang, Kyuhyun seperti enggan pergi dari ruangan itu. Kelihatan sekali dari wajahnya ia ingin sekali mengobrol dengan dokter itu eomma!” jelas Ahra panjang lebar.

“Lalu, lalu? Apa yang terjadi?” eomma sedari tadi serius mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Ahra.

“tentu saja tidak kusia-siakan kesempatan itu eomma. aku bilang bahwa Kyuhyun tidak perlu mengantarku pulang karena aku akan naik taksi saja. Dan kutinggalkan mereka berdua didalam ruangan itu eomma! Hahahaha! Hebatkan aku!” bangga Ahra pada dirinya sendiri yang mendapat anggukan setuju dari eommanya.

“Yaaaa! Kau memang hebat Ahra!” ucap eomma kegirangan. “siapa nama gadis itu, Ahra-ya?”

“namanya Yoo Hyunjin. Dia lebih muda dari Kyuhyun dan sepertinya dia dokter baru di Klinik itu, eomma”

♥♥♥

Keesokkan harinya, Eomma dan Ahra yang selalu membawa anaknya mulai menjalankan rencana mereka. Kini mereka berada di klinik yang kemarin Ahra dan Kyuhyun datangi. Mereka langsung mendatangi meja administrasi. Mereka berdua meminta alamat rumah Hyunjin. Padahal Hyunjin saat itu sedang berada dalam ruangannya di klinik yang sama. Mereka tidak langsung menemui dan menanyakan hal tersebut pada Hyunjin karena gadis itu pasti akan kebingungan dan merasa tidak nyaman. Kemudian setelah mendapat apa yang mereka inginkan, mereka berdua langsung bergegas menuju alamat tersebut.

Sesampainya mereka di depan rumah megah yang alamatnya sama dengan alamat yang baru saja di dapatkan, mereka langsung turun dari mobil dan segera menekan bel yang ada di depan rumah tersebut. Tak berapa lama terdengar langkah mendekat ke pintu untuk membukanya. Saat pintu sudah terbuka, orang yang berada dibalik pintu itu sukses membuat eomma terkejut.

“Shin Mirae? Benarkah ini kau?” Tanya eomma memastikan ia tidak salah orang.

“Kim Hana?” sahut yeoja didepan eomma dan tak berapa lama mereka berdua saling berpelukan.

Setelah puas berpelukan, si nyonya rumah langsung mempersilahkan eomma dan Ahra yang sedang menggendong anaknya masuk kedalam rumah. Setelah selesai dengan urusan temu kangen yang membuat Ahra mengetahui bahwa dua orang wanita berumur didepannya ini merupakan sahabat semasa SMA dulu. Tak berapa lama seseorang datang dan meletakkan minuman dan makanan kecil di atas meja tamu.

“ah, iya. Mengapa kau bisa kemari, Hana-ya?” Tanya Mirae yang baru sadar akan kedatangan tiba-tiba sahabat yang sudah lama tidak ia jumpai itu.

“apa kau mempunyai seorang putri?”

“Ya. Dan hanya satu. Putri tunggalku. Tetapi ia sedang bekerja sekarang” jelas Mirae yang membuat senyum diwajah Hana tambah merekah.

“Namanya Yoo Hyunjin kan?”

“Eoh! Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Mirae sedikit takjub.

“Apa dia sudah mempunyai kekasih?” bukannya menjawab pertanyaan Mirae, Hana malah balik memberikan pertanyaan.

“setahuku Hyunjin tidak pernah mengenalkan seorang pria padaku. Ya, ada apa sebenarnya? Jangan membuatku bertambah penasaran!”

“Wah, bagus sekali kalau begitu! Ayo kita kenalkan anak kita!” ajak Hana semangat.

“anakmu?” Tanya Mirae sambil melirik keaah Ahra, dan langsung dimengerti oleh Hana.

“ah, ini anakku yang pertama. Namanya Cho Ahra, dia sudah menikah. Dan anakku yang kedua namanya Cho Kyuhyun. Aku ingin mengenalkan anakku itu dengan anakmu” jelas Hana sambil mengenalkan anaknya.

“Cho Kyuhyun? Cho Kyuhyun arsitek itu? Yang kemarin baru saja masuk majalah?” Tanya Mirae tidak percaya. Hana langsung mengangguk bangga.

“bagaimana? Atau sekalian saja kita jodohkan mereka!”

♥♥♥

Setelah menyusun rencana bersama Hana kemarin, sekarang giliran Mirae menjalankan aksinya. Kini keluarga Yoo sedang makan malam di rumah mereka. Dan Mirae rasa sekarang saat yang tepat.

“Yeobo” panggil Mirae ke suaminya, Yoo Dong Il. Hyunjin yang mendengar masih santai melanjutkan makan malamnya.

“Hari minggu besok temanku mengundang kita sekeluarga untuk makan malam bersama. Ia sahabatku saat SMA dulu.” Terang Mirae pada suaminya yang membalas dengan mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.

“Baiklah, minggu malam, kan? Kita pergi saja” setuju Dong Il.

“Kau bisa datang kan, Hyunjin?” kini mengalihkan pertanyaannya pada anaknya.

“Apa aku harus ikut?”

“Tentu saja!” jawab Mirae atas pertanyaan anaknya sedikit keras. Terlalu bersemangat.

“A.. maksud eomma teman eomma pun membawa keluarganya. Masa eomma tidak.” kini  Mirae menjelaskan lebih pelan setelah mendapatkan alasan yang masuk akal.

“Arraseo”

Flashback End

 

Masih menikmati makan malam, eomma Kyuhyun mulai memancing dua orang pemeran utama malam ini.

“Hyunjin” panggilnya lembut.

“Ne, Ahjumma. Ada apa?” Hyunjin yang sedang menikmati makan malamnya dalam diam menyahut.

“Apa kau sudah mempunyai kekasih?”

Seketika ruangan menjadi hening, menunggu jawaban apa yang akan dikeluarkan Hyunjin.  Bahkan Kyuhyun pun kini menghentikan aktivitas makannya dan menajamkan pendengarannya untuk mendengar jawaban Hyunjin.

“sampai saat ini aku belum memiliki kekasih, Ahjumma. Aku tidak ada waktu untuk memikirkan hal semacam itu.” Jawaban Hyunjin yang berhasil membuat Nyonya Cho, Nyonya Yoo, dan Ahra senang karena rencananya sampai saat ini berjalan dengan mulus. Selain mereka bertiga, tentunya Kyuhyun juga sangat bahagia mendengar jawaban Hyunjin. Ia bahkan hampir melonjak kegirangan karena gadis disebelahnya ini tidak ada yang memiliki.

“Wah, kalau begitu kebetulan sekali! Uri Kyuhyun juga sampai saat ini tidak memiliki kekasih.” Ucap Ahra antusias yang tentu saja itu scenario yang telah disusun.

“Kalian pacaran saja!” lanjutnya lagi dan membuat Kyuhyun yang sedang menegak minum tersedak hebat dan mengeluarkan air melalui hidungnya. Sedangkan Hyunjin yang sedang mengunyah makanan juga tersedak saat mendengar lontaran dari bibir Ahra.

“Wah, belum apa-apa kalian sudah kompakan seperti ini. Romantisnya” kini Eomma Hyunjin yang ikut-ikutan menggoda kedua orang itu.

“dimana letak romantisnya?” cecar Kyuhyun dalam hati dan kini sedang sibuk mengelap hidungnya yang basah karena tersedak tadi melirik sekilas kearah Hyunjin yang baru selesai menegak air minum sambil menepuk pelan dadanya.

“Benar Kyuhyun! Kau juga sudah mengenal Hyunjin sudah lama, kan?” kembali Ahra menjadi kompor dalam ruangan ini.

“Benarkah itu? Wah kebetulan apa lagi ini?” sahut Eomma Kyuhyun pura-pura baru mengetahui hal tersebut dan tentu saja dengan wajah yang sumringah.

Kyuhyun yang ingin menjawab terpotong oleh suara Appanya “Bagaimana kalau kita jodohkan saja?” kini pandangan semua orang tertuju pada Tuan Cho. Tuan Cho sepertinya telah mengerti situasi saat ini mengarah kemana. Walaupun ia tidak tahu apa-apa pada awalnya, tetapi melihat gelagat istri dan anak perempuannya, ia akhirnya mengerti dan sekarang ikut mengambil bagian dalam rencana ini. Dan ucapan Tuan Cho tadi hampir saja membuat rahang Hyunjin jatuh kelantai saking shocknya.

Cepat-cepat Kyuhyun mengeluarkan suaranya “Bukan begitu Eomma, Appa, Ahjumma, Ahjussi. Aku dan Hyunjin, kami memang benar saling mengenal. Dan saat Hyunjin pergi melanjutkan kuliahnya ke luar negeri, aku dan dia tidak ada lagi saling menghubungi. Kami bahkan baru bertemu lagi minggu lalu dan hanya hari itu saja” jelas Kyuhyun panjang lebar pada para orang tua dan tentu saja langsung di iyakan oleh Hyunjin.

“Jadi kalian sudah saling mengenal sejak selama itu? Wah, Daebak!!” bukannya berhenti, Ahra tambah mengompori para orang tua. Bahkan kini Soowan sudah dipindah tangankan kepada suaminya, saking semangatnya.

“Benarkah Hyunjin? Kalian sudah saling mengenal selama itu?” sedari tadi hanya memperhatikan saja sekarang Tuan Yoo ikut bersuara.

“Benar Appa.” Balas Hyunjin dengan suara pelan dan kepala yang sedari tadi ditundukkannya karena merasa sedang di introgasi. Terlalu malu untuk balas menatap seisi ruangan yang sedari tadi menatap dirinya dan Kyuhyun.

“Bukankah itu bagus?”

TBC

“Bukankah itu bagus?”

Pernyataan Tuan Yoo membuat seisi ruangan –kecuali Kyuhyun dan Hyunjin bersorak gembira. Tuan Yoo mengalihkan pandangannya kearah Nyonya Yoo yang sedari tadi juga sedang menatapnya. Kemudian menganggukkan kepalanya dan dibalas senyuman oleh Nyonya Yoo. Dan selanjutnya mereka semua larut dalam pembahasan mereka akan menjadi besan, keluarga mereka akan bersatu dan hal lainnya.

Kyuhyun sedari tadi hanya diam sambil sesekali melirik ke sebelahnya. Gadis itu masih saja menundukkan kepadanya dengan bahu yang melemas. Kyuhyun tentu saja sangat setuju dan gembira tentang hal menikah dengan Hyunjin. Tapi bukan dengan cara seperti ini. Ia tidak mau Hyunjin menikah dengannya hanya karena dijodohkan.

Beberapa saat yang lalu, Ahra dan suaminya sudah pamit pulang terlebih dahulu karena anaknya sudah rewel karena mengantuk. Para orang tua masih saja sibuk berbincang seperti tidak ada puasnya. Bahkan Tuan Yoo dan Tuan Cho sudah sangat akrab saat ini.

“Kyu, kau bawa mobilkan?” Tanya Nyonya Cho basa-basi pada anaknya dan mendapat jawaban berupa tatapan ‘menurut-eomma?’ oleh Kyuhyun.

“Kau antarkan saja dahulu Hyunjin pulang, Kyu. Kami masih lama lagi selesainya, pasti kau dan dia akan bosan lama-lama berada disini.” Usul Nyonya Cho.

Kyuhyun langsung mengangguk sekilas dan langsung berdiri dari kursinya. Dalam hati membenarkan ucapan eommanya bahwa ia dan Hyunjin pasti akan mati kebosanan bila bertahan lebih lama berada disini.

“Kaja” ucapannya yang tertuju pada Hyunjin yang belum bergeming. Mendengar ajakan Kyuhyun ia pun langsung berdiri dan sedikit merapikan pakaiannya. Setuju dengan usulan untuk pulang terlebih dahulu karena ia sudah menahan diri sedari tadi untuk tidak langsung melenggang keluar ruangan ini. Ia sudah bosan setengah mati.

“Berjalan-jalanlah terlebih dahulu, habiskan waktu kalian berdua lebih banyak” goda Tuan Cho yang mendapatkan anggukan setuju dari yang lainnya.

Kyuhyun tidak menanggapi godaan Appanya barusan. Telinganya sudah kebal dari tadi mendapatkan ejekan dan godaan. Sebenarnya Kyuhyun suka-suka saja dengan semua omongan yang mengaitkannya dengan Hyunjin, hanya saja ia memikirkan perasaan gadis itu. Nyamankah dia mendengar semua itu? Atau bahkan gadis itu tidak mau dan menolak dengan keras usulan-usulan para orang tua.

“kami pulang dahulu” ucap Kyuhyun hampir berbarengan dengan Hyunjin. Mereka membungkukkan badannya memberi hormat kepada para orang tua.

Setelah Kyuhyun dan Hyunjin meninggalkan ruangan itu, para orang tua kembali sibuk membahas rencana perjodohan Kyuhyun dan Hyunjin. Tuan dan Nyonya Cho sangat setuju karena selama ini menginginkan putranya itu cepat menikah. Tuan dan Nyonya Yoo pun setuju karena yang akan dijodohkan dengan putrinya adalah seorang Cho Kyuhyun. Pria idaman, begitu kata Nyonya Yoo. Dan sepertinya, perjodohan ini bukan hanya omongan semata.

 

♥♥♥

 

Kini Kyuhyun dan Hyunjin sudah berada didalam mobil. Sedari keluar hotel tadi, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut masing-masing. Keduanya lebih memilih bungkam. Entah karena canggung akibat apa yang dibicarakan di acara makan malam tadi atau canggung karena hal lain. Kyuhyun masih saja menyetir mobilnya tanpa tahu akan kemana.

“apa kau mau langsung pulang?” Tanya Kyuhyun setelah sebelumnya ragu-ragu untuk bertanya kepada Hyunjin.

“sekarang masih jam 8. Eomma dan Appa pasti masih lama pulangnya. Dan rumahku jam segini kosong.” Jawab Hyunjin setelah sebelumnya melirik sebentar ke jam tangannya.

“Lalu?”

“Aku… tidak suka sendirian dirumah” ucap Hyunjin pelan dan ragu-ragu.

“Baiklah” singkat Kyuhyun sambil menganggukkan sedikit kepalanya tanda mengerti. Kemudian dilajukannya mobil yang ia kemudikan ke tempat yang sudah tidak asing lagi. Sungai Han.

“Hhh..” lenguh Hyunjin yang sebelumnya menghirup udara malam Sungai Han dalam-dalam. Kini ia duduk disalah satu bangku taman yang kosong. Dinginnya udara malam cukup menusuk tulang Hyunjin, berkali-kali ia mengusap lengannya yang tidak tertutup karena ia mengenakan baju formal – dress tanpa lengan untuk acara makan malam tadi. Berharap dengan mendapatkan kehangatan dari apa yang diperbuatnya itu. Sedangkan Kyuhyun berinisiatif membeli kopi saat sampai di Sungai Han.

Tak berapa lama, Kyuhyun kembali dengan 2 buah gelas kertas yang berisi kopi di tangannya. Langsung duduk dan kemudian memberikan satunya untuk Hyunjin.

“Gomawo”

“Hmm” Kyuhyun hanya berdehem membalas ucapan terima kasih Hyunjin.

Dan kembali mereka hanyut dengan pikiran masing-masing.

“Kurasa kita memikirkan hal yang sama”  ucapan Kyuhyun memecah kesunyian diantara mereka.

Hyunjin masih saja diam sambil melingkarkan tangannya disekeliling gelas kopi ditangannya. Mencoba menyalurkan panas kopi tersebut. Dan menghela nafas panjang.

Melihat itu, Kyuhyun semakin merasa tidak enak.  ‘Apa gadis itu tidak mau menikah denganku? Apa dia merasa tertekan dengan omongan orang tua kami tadi?’  dan masih banyak lagi pikiran negative yang hinggap dikepalanya.

“Kurasa omongan mereka tadi hanya bercanda. Jangan terlalu kau pikirkan, Jinnie” hibur Kyuhyun yang tidak tega melihat Hyunjin melamun sedari tadi. Tapi setelah mengucakan itu, malah hati Kyuhyun yang tidak rela.

“Ani. Aku tahu Eomma dan Appa tidak sedang bercanda, Kyu” ucap Hyunjin pelan dan masih dengan posisi yang sama. Bahkan suaranya hampir saja tidak terdengar oleh Kyuhyun. Dan Kyuhyun yang mendengar hal tersebut menyerngitkan alisnya tidak mengerti.

“Aku dan orang tuaku mempunyai kesepakatan” lanjutnya dan kembali memberi jeda untuk mengulur waktu.

“Kau ingatkan saat aku mendapatkan beasiswa itu?” kini Hyunjin bertanya dan langsung mendapat anggukan lemah Kyuhyun. ‘bagaimana aku bisa melupakan saat itu’ ucap Kyuhyun dalam hati.

“Awalnya kedua orang tuaku tidak menyetujui untuk menerima beasiswa itu. Aku anak perempuan dan anak mereka satu-satunya. Mereka tentu saja tidak memperbolehkanku untuk meneruskan kuliah di luar negeri. Tapi aku sangat ingin mencoba hidup mandiri. Lalu aku terus-terusan membujuk mereka agar memperbolehkanku untuk kuliah di luar. Entah mendapat ide dari mana aku menawarkan kepada orang tuaku bahwa jika mereka mengijinkanku, mereka mempunyai hak sepenuhnya atas diriku saat aku kembali lagi ke Korea. Termasuk tentang siapa yang akan menikah denganku. Kemudian dengan terpaksa mereka mengizinkanku pergi. Aku tahu orang tuaku sedang tidak bercanda. Kalau orang tuamu aku tidak tahu apakah mereka hanya bercanda atau tidak. Tapi aku tetap saja merasa tidak enak padamu atas kejadian ini, Kyu. Aku minta maaf” Penjelasan panjang lebar Hyunjin sontak saja membuat Kyuhyun terperangah tidak percaya. Ya Tuhan! Seharusnya dia yang meminta maaf kepada gadis itu! Kenapa malah gadis itu yang merasa tidak enak padanya? Dan perjanjian macam apa itu? Apa gadis ini sudah gila mau menikah dengan siapa saja pilihan orang tuanya?

“Jadi kau akan menerima saja siapa yang menjadi pilihan orang tuamu untuk menjadi suamimu?” kalimat itu meluncur saja dari mulut Kyuhyun. Masih dengan tatapan tidak percayanya.

Hyunjin hanya menganggukkan kepalanya sambil meminum sedikit kopi ditangannya.

“Jadi, jika ada pria yang sudah dipersiapkan oleh orang tuamu sebelum aku, kau akan menerimanya juga begitu saja? Bahkan walaupun kau tidak mengenalnya?” Tanya Kyuhyun lagi masih dengan nada ketidakpercayaannya dengan jalan hidup Hyunjin.

“Yaa! Biasa sajalah! Jangan berlebihan!” Hyunjin mulai jengah karena sedari tadi Kyuhyun menatapnya dengan ekspresi yang menurutnya berlebihan.

“Bagaimana kau bisa biasa saja, Jinnie? Bagaimana bisa kau menikah dengan lelaki pilihan orang tuamu? Ini hidupmu! Apa kau tidak ingin menikah dengan pria yang kau cintai dan juga mencintaimu seperti gadis-gadis normal?”

“Mau bagaimana lagi?” Hyunjin menghadapkan tubuhnya kearah Kyuhyun. Ia tertarik dengan pembicaraan mereka sekarang, karena selama ini tidak ada orang yang diajaknya untuk bercerita tentang hidupnya. Tidak sahabatnya, tidak orang tuanya. Yang ia yakini selama ini adalah bahwa orang tuanya pasti akan memberikan pilihan terbaik, bahwa orang tuanya tentu tidak akan mengarahkannya kejalan yang salah. Memang apa salahnya menjadi anak yang berbakti kepada orang tua?

“Aku hanya menjadi anak yang berbakti pada orangtuaku, memangnya salah?”

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“dan masalah cinta. Bahkan hingga kini pun aku tidak pernah merasakan perasaan semacam itu. Bukankah cinta bisa datang dengan sendirinya, yah begitulah yang pernah kubaca diinternet. Dan aku tidak keberatan dengan hal itu”

“Mwo? Yang benar saja! Kau tidak pernah jatuh cinta? Kau gunakan untuk apa masa mudamu dulu?”

“Main game. Kau tahu itu” Kyuhyun yang mendapat jawaban telak seperti itu langsung bungkam. Bahkan dia sendiripun menghabiskan masa mudanya – dan hingga kini untuk bermain game.

“Dasar maniak”

“Kalau aku maniak, lalu kau apa?” sembur Hyunjin. Tak berapa lama mereka berdua tertawa bersama. Merasa geli karena saling mengejek tentang kebiasaan bermain game masing-masing.

“lalu kenapa kau terlihat murung?” Tanya Kyuhyun kemudian meminum kopinya.

“aku hanya…. sedikit terkejut. Aku tidak menyangka akan secepat ini setelah kepulanganku ke Korea.”

Kembali kesunyian menyelimuti keduanya.

“kau tahu”  jeda Kyuhyun membuat Hyunjin yang penasaran kembali menatap Kyuhyun

“orang tuaku juga tidak main-main dengan omongan mereka”” jelas Kyuhyun.

“Jinja?”

“Hmm.. Setelah Ahra noona menikah 2 tahun yang lalu, mereka selalu menyuruhku untuk segera menikah juga”

“Lalu?” Tanya Hyunjin gantung entah bertanya tentang apa.

“Aku tahu kalau keluargaku yang merencanakan ini semua agar keinginan mereka supaya aku segera menikah terwujud. Selama ini sudah banyak anak perempuan teman eommaku yang dikenalkan kepadaku.”

“Lalu kenapa hingga sekarang kau belum menikah? Bukankah kau bilang barusan kalau eommamu sudah mengenalkanmu dengan anak temannya? Dan juga kenapa kau tidak memiliki kekasih sampai sekarang sampai keluargamu ikut campur mencarikan seorang gadis untukmu?”

Kyuhyun mati kutu mendengar pertanyaan yang dilontarkan Hyunjin. Dia harus jawab apa? Pada kenyataannya dia menunggu gadis itu selama ini. Tidak mungkin kan ia mengatakan hal itu pada gadis yang bertanya ini. Mau diletak dimana mukanya.

Hawa panas kini menjalari mukanya yang semula dingin akibat diterpa angin malam di pinggir Sungai Han.

“Yah, kau tahu. Kriteria yang aku tetapkan untuk seorang yang akan menjadi pendamping hidupku terlalu tinggi.” Bohong Kyuhyun dengan tidak melupakan kalimat harga dirinya.

Hyunjin yang mendengar jawaban yang terkesan angkuh dari Kyuhyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya walau dalam hati mencibir jawaban pria itu.

Tak disangka angin berhembus sedikit kencang dengan membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Otomatis Hyunjin langsung mengusap-usap lengannya yang tidak tertutup karena dingin yang ia rasakan. Menyadari hal tersebut, Kyuhyun langsung membuka jasnya dan menyodorkannya kehadapan Hyunjin.

“Pakai ini”

“Tidak usah”

“Pakai saja! Kenapa keras kepalamu tidak hilang atau paling tidak tinggal di luar negeri?” paksa Kyuhyun sambil terkekeh kecil. Hyunjin pun hanya tersenyum malu mendenger penuturan Kyuhyun. Dan entah dapat keberanian dari mana, Kyuhyun berdiri dari duduknya dan memasangkan jasnya di sekeliling bahu Hyunjin. Hyunjin yang diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun tidak mampu menatap Kyuhyun yang kini berdiri tepat didepannya. Ia hanya terpaku bagai patung ditempatnya. Dan Hyunjin kembali merasakan debaran jantungnya yang bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya. Ia pun mengalihkan pandangannya kearah lain karena terlalu malu bila menatap Kyuhyun

Kyuhyun masih memperhatikan Hyunjin didepannya dengan pose seperti orang yang sedang menilai.

“Sepertinya ada yang kurang” ucapnya sambil menyeringai jahil.

Dengan ide setannya, Kyuhyun mengambil kedua lengan jas yang menggantung begitu saja, dan saling mengikatkan kedua lengan jas tersebut mengelilingi tubuh Hyunjin. Bukan hanya sekedar ikatan biasa, Kyuhyun malah mengikatnya sangat kuat.

 

ikat erat

 

“Kyu!” Hyunjin yang sadar dengan apa yang diperbuat Kyuhyun langsung menyergahnya. Dengan posisi terikat seperti ini dia tidak bisa mengerakkan tangannya. Bahkan bentuknya saat ini seperti anak bayi yang sedang dibedong.

Kyuhyun yang mendapat tontonan yang menurutnya lucu itu langsung terbahak. Hyunjin menggerakkan badannya seperti cacing kepasanasan supaya dapat bergerak leluasa.

 

Hyunjin terikat jas

 

“Yaak! Lepaskan ini! Palli! Aku tidak bisa menggerakkan tanganku, Kyu!”

Hyunjin langsung berdiri meminta untuk Kyuhyun segera membuka ikatan jas ditubuhnya.

“Bukankah dengan begitu akan lebih hangat” tolak Kyuhyun untuk membuka ikatan tersebut dengan masih menahan tawanya.

Hyunjin hanya mendenguskan nafasnya kesal dan mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun yang melihat itu hampir saja menyemburkan tawanya lagi jika tidak dihadiahi tatapan sebal milik Hyunjin.

“Sudahlah biarkan saja sepeti itu, Jinnie” putusnya. Hyunjin tidak menanggapi keputusan Kyuhyun.

“Jadi..” Hyunjin yang hendak membalikkan badannya untuk kembali duduk di bangku mengurungkan niatnya tersebut. Menunggu kelanjutan ucapan Kyuhyun walaupun masih dengan perasaan sedikit kesal dengan kondisinya saat ini.

“Kita akan menikah?” Tanya Kyuhyun yang sebenarnya lebih terdengar seperti pernyataan.

“Kurasa begitu” jawab Hyunjin gugup.

“Apa kau mau menikah denganku?” Tanya Kyuhyun lagi seperti meyakinkan Hyunjin. Dan jika ia mengatakan hal tersebut dalam keadaan ‘normal’ mungkin itu akan terdengar romantis. Tetapi karena situasi yang mereka alami, membuat kalimat yang seharusnya terdengar romantis itu terdengar seperti hanya pertanyaan biasa.

“Yah, jika orang tuaku memang memutuskan aku menikah denganmu, kenapa tidak? Dan paling tidak aku mengenalmu, kan?” penyataan Hyunjin sontak saja membuat Kyuhyun nyaris saja melayang. Walaupun sebenarnya ia ingin menikahi gadis ini tanpa embel-embel ‘perjodohan’, tetapi saat mendengar bahwa gadis itu tidak menolak menikah dengannya saja sudah membuatnya sangat bahagia. Jika saja Kyuhyun tidak mengontrol ekspresi wajahnya, mungkin saat ini ia sedang tersenyum seperti orang idiot.

“Well, kau benar. Paling tidak kita menikah bukan dengan orang yang tidak kita kenal. Ini tidak buruk, bukan?” ucap Kyuhyun mengamini pernyataan Hyunjin tadi. Hyunjin yang mendengar ucapan Kyuhyun hanya mengangguk setuju.

“Yak! Sekarang buka ikatan ini, Kyu! Aku tidak bisa bergerak!”

FIN

Hai hai! Halohaaaa~ ini ff yang diposting pertama kali di wordpress ini. Judulnya aku ambil dari judul salah satu Drama Korea yang aku suka banget. Yep Marriage Not Dating. Tapi ceritanya aku bikin beda. Disini belum keliatan cast-cast lain yang recananya bakalan aku masukin dalam cerita. Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke sini dan mau membaca FF aku ini *bow*. Jangan lupa RCL nya yaa^^

 

17 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    Nov 22, 2014 @ 21:36:49

    ada visualnya jugaa….arghhh…jd lebih krasa suasana ma feelnya

    Reply

  2. LJ
    Nov 22, 2014 @ 23:07:22

    wiii.. kyu romantis

    Reply

  3. lutfi
    Nov 23, 2014 @ 06:39:42

    crita.a keren, da rncana bkin sequel ga ?
    rncna prnikahan mrka gtu ? taw crta uda nikah.a mreka,
    ditunggu bgt ya, ku suka bgt crita.a..

    Reply

  4. ayususanti94
    Nov 23, 2014 @ 06:46:17

    Gak ada sequelnya kah
    Sequel please thor:)

    Reply

  5. elfishysme
    Nov 23, 2014 @ 13:11:05

    ko fin, ga ada lanjutanya gtu.
    pokoknya ditunggu lanjutanya.

    Reply

  6. icut_rara
    Nov 23, 2014 @ 13:54:31

    Sequel thoe

    Reply

    • Shinta
      Apr 06, 2020 @ 21:51:30

      Maaf kak saya mau nanya apakah cerita mariage not dating juga di publis di mangatoon? Karna saya mendapat cerita kakak persis di mangatoon

      Reply

  7. chocolate
    Nov 23, 2014 @ 16:01:49

    Wah critax romantis skali,,, salut ma thourx,,,

    Reply

  8. tabiyan
    Nov 23, 2014 @ 17:15:12

    Tumben kyu mau dijodohin hahahahaha, biasanya biar cweknya cakep tetep ja ga mau!

    Reply

  9. Kwan Menzel
    Nov 23, 2014 @ 18:47:33

    wow wow wow kyuhyun nikahhh

    ada squelnya gk??

    Reply

  10. suci
    Nov 24, 2014 @ 03:19:15

    squeelnya thor

    Reply

  11. Ira
    Nov 24, 2014 @ 05:10:05

    Ohh, cinta masa lalu nih kyuhyun ceritanya, sampe ditunggu gitu.. Sekarang ketemu trus mau langsung nikah, ciyee… Haha
    Next part ditunggu thor..

    Reply

  12. Xiao Lu Jung
    Nov 24, 2014 @ 16:26:03

    Yah, kok FIN. .
    Next dong, atau bikin chapter.
    Keren!!!.
    Daebak deh!.

    Reply

  13. Indah Ayu Lestari
    Nov 24, 2014 @ 17:57:07

    Ide ceritanya baguss 🙂 aku suka tatanan bahasanya yang teratur, dan juga alurnya pas banget. Gak kecepetan jugaa..

    Reply

  14. dwianjar
    Dec 12, 2014 @ 17:55:43

    Sequel dong thor 😀
    Ditunggu ~^^

    Reply

  15. Trackback: Marriage Not Dating : Our Wedding, Right? [1/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  16. Trackback: Marriage Not Dating : Our Wedding, Right? [1/?] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: