SECRET [Prolog]

SECRET [Prolog]

 

Author: Shin Hyeonmi

Lee Hyukjae | Shin Hyeonmi | Gabriel | Park Sojin | Kim Jongwoon

Chapter | PG-17 | Romance

Rating: General

Tag: Lee Hyukjae, , Eunhyuk, Yesung, Kim Jongwoon, Kim Jong Woon, Super Junior, Superjunior

 

Note: I just hope readers will like this. Thanks for reading it (: And, I’ve published this before on my personal blog ( http://eunhaewife.wordpress.com/ ) Visit me if you have times^^ Happy reading^^

 

 

 

“Hyeonmi-ah, palli-wa!!” teriak Hyukjae dari dalam kamarnya.

Sementara gadis yang dipanggilnya itu terlihat sedikit terburu-buru untuk segera menyelesaikan kegiatan mencuci piringnya di dapur apartemen kecil milik Hyukjae. Hanya mencuci piring setelah makan, perlu diingat hanya mencuci piring, karena gadis itu sendiri tak dapat memasak satupun jenis makanan, maka dari itu saat berkunjung ke apartemen kekasihnya ia hanya membantu mencucikan piring yang ia pakai sedangkan Hyukjae tetaplah menjadi sosok yang memasakkan segala makanan yang ia ingin makan.

Setelah menempatkan piring terakhir di dalam rak piring yang ada, gadis itu segera melangkahkan kakinya sedikit lebih cepat ke kamar Hyukjae dengan rasa penasaran yang memenuhinya. Tadi pria itu berjanji akan memberikan sebuah kejutan kecil untuknya setelah ia menyelesaikan kegiatannya mencuci piring.

Dengan cepat ia membuka pintu kamar Hyukjae dan sedetik setelahnya keterkejutan itu memenuhinya. Pria itu berdiri di depan pintu kamar dengan menyangga sebuah miniatur rumah di kedua tangannya. Dan satu lagi, sebuah senyuman khas yang tertera di wajahnya benar-benar membuat gadis itu semakin tak percaya dengan semua ini.

Perlahan Hyukjae berjalan mendekat pada Hyeonmi dan meraih satu tangan Hyeonmi, sementara tangannya yang lain masuh menyangga miniatur rumah tersebut. Pria itu melangkah, membawa Hyeonmi ke sudut kamarnya, dimana disana terdapat sebuah meja dengan tumpukan buku-buku berbau ilmu bisnis yang saat ini sedang ia geluti di bangku universitas.

Ditempatkannya miniatur rumah tersebut kemudian diatas meja sebelum kemudian ia berjongkok memandangi bangunan rumah tersebut. Diarahkannya pandangannya menatap Hyeonmi yang bahkan sampai detik ini masih tampak begitu terkejut dengan hadiah yang ia berikan.

“Kau lihat rumah ini?” tanya pria itu pada Hyeonmi.

Tetapi gadis itu masih diam membeku memandangi setiap ingi dari desain rumah yang ada di depannya. Hyukjae beranjak dari posisinya, dan berjalan ke arah belakang Hyeonmi, memeluk gadis itu dari belakang dan mengaitkan tangannya di pinggang Hyeonmi.

“Aku ingin tinggal di tempat seperti itu suatu saat nanti, denganmu.” Bisiknya di telinga Hyeonmi. “Kau suka?” tanya pria itu lagi pada kekasihnya.

Senyuman Hyeonmi mengembang tatkala menyadari seluruh kejutan manis ini benar-benar dipersiapkan Hyukjae untuknya. Namun di detik berikutnya sebuah ide baru terbesit olehnya, “Emm…tapi aku ingin jendela kaca yang besar di sebelah sini.” Kata gadis itu sambil menunjuk satu bagian dari sisi arsitertur rumah.

Hyukjae diam sejenak, mengerti kemana arah pembicaraan Hyeonmi saat ini. Saat tengah beradu pendapat, gadis itu tidak akan pernah mau kalah dengannya. Pilihannya hanya ada datu, dia menyerah dan menuruti permintaan gadis itu atau Hyeonmi akan marah padanya.

“Jendela besar?” tanyanya lagi, sedangkan Hyeonmi mengangguk mengiyakan pertanyaan Hyukjae padanya, “Itu berarti saat musim dingin tiba, tagihan pemanas kita akan sangat besar.” Lanjut Hyukjae.

Senyuman di bibir Hyeonmi seketika itu juga menghilang, digantikan dengan rasa sebal yang tercermin dari ujung bibirnya saat itu. Dilepaskannya kaitan tangan Hyukjae di pinggangnya, dan kemudian dengan keras ia memukul lengan kekasihnya, “Baiklah, aku akan menemboknya, kau puas?” terang gadis itu.

Bukan lagi merasakan sakit akibat pukulan yang dilancarkan Hyeonmi padanya, pria itu justru tertawa keras karena berhasil membuat gadisnya merajuk lagi. Dengan sigap, pria itu kembali menarik tubuh Hyeonmi dan dihadapkan padanya sebelum kemudian ia meraup wajah gadis itu dan mencium pelan ujung bibir Hyeonmi.

Hyeonmi membalas ciuman tersebut dengan mengaitkan kedua tangannya di pinggang Hyukjae, sementara bibirnya mulai perlahan bergerak mengimbangi gerakan Hyukjae. Berciuman dan pada akhirnya mereka akan larut dalam desahan nafsu masing-masing.

Hyukjae melepaskan ciumannya dan menatap Hyeonmi dengan penuh senyuman kebahagiaan. Wanita ini adalah tulang rusuk yang telah ia temukan, wanita ini adalah belahan jiwanya, dan ia sangat yakin itu.

Rasa cintanya pada Hyeonmi bahkan telah mampu membuatnya berubah menjadi sosok yang dewasa. Ketika teman-temannya yang lain seusianya saat ini hanya berpikir tentang bersenang-senang dengan berganti-ganti kekasih, tetapi tidak dengannya. Ia bahkan telah mantap untuk membawa hubungannya dengan Hyeonmi sampai ke tahapan selanjutnya dan telah siap dengan segala tanggung jawab yang harus ia jalani pada gadis itu.

“Oppa, boleh aku meminta satu hal padamu.” Tanya Hyeonmi, “Aku ingin di salah satu sudut ruang keluarga di rumah kita nanti, ada beberapa pot tanaman dan bunga.” Lanjutnya.

“Tanaman?”

Hyeonmi mengangguk, “Aku ingin memeriksa seberapa besar kebahagiaanku tumbuh, sementara aku menumbuhkan tanamannya.” Jawab gadis itu.

Sementara pria di sampingnya hanya dibuat terpukau oleh keinginan Hyeonmi. Menyamakan kebahagiaan mereka ketika hidup bersama dengan tumbuhnya tanaman yang mereka pellihara bersama.

Begitukah gadis itu juga sangat mencintainya?

Tentu saja. Hyukjae adalah sosok cinta pertama dan juga kekasih pertamanya. Saat pertama kali ia memasuki sekolah sebagai seorang murid SMA dan saat pertama kali ia melihat sosok yang begitu ia rasa rupawan, itu adalah Hyukjae. Tak hanya dari situ, kebahagiaannya seolah semakin bertambah ketika mengetahui sosok yang memang ia puja tersebut rupanya juga memiliki perasaan yang sama dengannya, dan lagi kini sosok tersebut telah menjadi kekasihnya.

Gadis itu mulai mengarahkan jari telunjuknya menunjuk tiga buah boneka manusia yang ada di dalam miniatur rumah mereka. Tiga buah boneka yang terdiri atas ibu, ayah dan juga seorang anak kecil yang merupakan buah hati mereka sedang berada di dalam taman yang menjadi salah satu bagian dari rancangan rumah idaman mereka. “Ini anak kita?” tanya gadis itu, sedangkan Hyukjae hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Hyeonmi, “lucu sekali, aku juga ingin memiliki seorang anak yang lucu seperti ini.” lanjut gadis itu.

“Hyeonmi-ah, apa kau benar-benar mencintaiku?” tanya pria itu kemudian dengan wajahnya yang mulai tampak serius.

Hyeonmi mengangguk dan mengerti kemana arah pertanyaan Hyukjae itu setelah ini. Gadis itu membalikkan badannya menghadap Hyukjae yang ada dibelakangnya, dikaitkannya kedua tangannya di belakang leher jenjang Hyukjae dan kemudian dikecupnya bibir itu.

Hyukjae perlahan merengkuh tubuh Hyeonmi dalam gendongannya dan mulai membawa gadis itu keatas tempat tidurnya.

**

Jongsuk masih diam membeku melihat sosok yang begitu ia cintai itu sedang mengangis tersedu. Hatinya pilu, bahkan sesungguhnya ia tak sanggup melihat gadis itu seperti ini. Apa yang akan dilakukan seorang pria ketika wanita yang ia cintai begitu menyedihkan seperti ini? mencoba kuat? Hanya itu, padahal jauh di dalam lubuk hatinya, saat ini iapun tengah menangis, dan bahkan mungkin lebih pedih dari apa yang dirasakan gadis itu.

“Aku yang akan bertanggung jawab, kita menikah dan setelah itu biarkan aku membawamu ke Amerika untuk tinggal bersama dengan keluargaku disana.” Kata pria itu kemudian.

Menikah dengan sosok yang benar-benar ia cintai adalah sebuah keberuntungan dan harapan untuknya. Tapi akankah gadis itu juga sama? Tidak bukan? Faktanya kali ini gadis itu datang kemari hanyalah karena ia membutuhkan pelarian dari semua kesalahan yang telah ia lakukan.

ia memang mencintai gadis itu, tapi tidak sebaliknya.

**

Hyukjae masih diam menatap sebuah undangan yang baru saja ia terima. Rahangnya mengeras marah melihat semua ini, perpisahan, pengkhianatan, dan dari semua itu berakhir dengan lembaran undangan pernikahan.

Wanita sialan. Bisanya ia begitu mencintai dan mengagumi sosok itu, ia bahkan pernah berniat untuk menjadikan gadis itu sebagai sosok masa depannya. Seolah ia adalah seorang wanita yang benar-benar menyimpan tulang rusuknya.

Ia kembali menggeram, tangannya mulai meremas undangan tersebut hingga tak berbentuk. Seperti apa lagi ia harus menggambarkan kemarahannya. Gadis itu sialan, gadis itu benar-benar tak berhati. Dengan mudahnya ia setelah mengucapkan kalimat perpisahan, saat ini ia telah menggandeng lelaki lain dan bahkan memberikan undangan pernikahan untuknya.

 

 

*TBC or NO*

 

4 Comments (+add yours?)

  1. centiasyafira
    Mar 13, 2015 @ 12:03:25

    waahh~ first kah?::>_<

    Reply

  2. afrianisparkyu
    Mar 13, 2015 @ 21:52:59

    Btw eon ff ini setau ku udah pernah di puplish kan kalo ga salah tapi hehehe

    Reply

  3. inggarkichulsung
    Mar 15, 2015 @ 09:58:15

    Koc jd Hyukjae oppa yg marah sama Hyeonmi, bukannya Hyeonmi hamil krn Hyukjae oppa dan yg meninggalkannya adl Hyukjae oppa, kalau mrk memang tdk ada masalah knp Hyeonmi justru berkeluh kesah pd Jongsuk, ditunggu kelanjutannya chingu

    Reply

  4. sulfia
    Mar 20, 2015 @ 11:04:22

    dah lama ga pernah ke sini, baru buka ada ff baru….hyeonmi hamil anak hyukjae? kok yg di nikahin jongsuk? aku rasa hyukjae ga tau soal kehamilan hyeomni… aku juga rasa kyknya keluarga hyukjae ga setuju sama hyeonmi?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: