[Season 1] Crazy Time In Autumn [2/2]

Season 1

 

[Season 1] Crazy Time In Autumn (Part 2/End)

By. Lauditta Marchia T

Main Cast : Lee Hyukjae & Song Hyena (OC)

Support Cast : Choi Siwon, Lee Donghae, Song Hyori (OC), Kang Min Kyung (OC) & Hyun Bi Hyul (OC)

Genre : Commedy, Romance

Note : Season sengaja dikemas dalam commedy romance yang ringan. Jadi serial Season dimulai dari Season 1 s.d. Season 4, kemungkinan kalian tidak akan menemukan konflik yg berat. Mohon untuk tidak melakukan tindakan PLAGIAT!

 

***

 

 

“Aku sarankan, sebaiknya kau ke psikiater.”

“Siapa?”Hyukjae menatap tajam pada Siwon.“Kau kira aku sudah gila, huuhh?”

“Ya. Kau pasti gila!Hyukjae, sampai kapan kau akan bermain-main dengan gadis mengerikan itu?”

“Aku tak sedang bermain-main.”

“Sudah seminggu,” gumam Siwon.“Baiklah!Akan kukatakan pada Bibi!”

“Hei!”Hyukjae merampas ponselSiwon.

“Kembalikan ponselku!”

“Aku menolak!”

“Jangan bermain denganku!”

“Oke, oke,”Hyukjae melempar ponsel itu kepada pemiliknya.“Jika kau berani memberitahukan pada Ibuku, lihat saja, aku akan membuat perhitungan denganmu.”

“Hentikan kegilaanmu. Sangat berbahaya jika kauterus bermain dengan gadis mengerikan itu,” desis Siwon.

“Siwon, ini justru sangat menyenangkan.”

“Hyukjae, kau menyukai gadis itu?Song Hyena?”

Hyukjae diam sejenak lalu mengangkat kedua bahunya.

“Akan kupikirkan jawabannya,” ujar Hyukjae,ia tersenyum aneh.

“Lupakan saja!”Siwon menggeleng pelan.Ia merutuk kesal dengan tingkahHyukjae yang mulai melenceng dari jalur normal.

Hyukjae melirik jam tangannya.Wajahnya langsung sumringah melihat Hyena.Ia lalu melambaikan tangannya pada gadis itu.Hyena melangkah gontai ke arahHyukjae dan Siwon.

“Kemana saja kau?Aku sudah menunggumu sejak tadi!”Hyukjae memperlihatkan kekesalannya.Hyena hanya diam.“Cepatlah—hari ini banyak sekali tugasmu!” desakHyukjae.

Never!”

Hyukjae menatap wajah Hyena yang tersembunyi.Mencari keseriusan dibalik perkataannya.

“Hyena?” tanyaHyukjae, “Kau ingatkan dengan kesepakatan kita?”

“KAU!” teriak kesal Hyena membuatHyukjae dan Siwon tersentak kaget.“Aku sudah tak tahan lagi! Aku tak mau lagi jadi budakmu! TIDAK! Jika kau berani mempermainkanku, akan kubunuh kau! KAU DENGAR?”

Suasana berubah hening.Siwon merinding mendengar ancaman yang ditujukan padaHyukjae, baginya tak mustahil jika Hyena melakukan perbuatan mengerikan itu.

Seminggu ini Hyena telah melaksanakan kesepakatannya denganHyukjae, ia menjadi pesuruh—lebih tepatnya pembantu di tempat tinggalHyukjae. Membersihkan, menyapu, mencuci, memasak—apapun yang diperintah olehHyukjae, semuanya dilakukan Hyena.

“Kau ingin mengakhiri kesepakatan itu?”

“Yup!”

“Begitukah? Aku memberikanmu kesempatan untuk berpikir, jika kau menyesal maka…”

“Aku tak akan menyesal!” potong Hyena cepat.“Aku lebih baik mati daripada harus mengikuti semua perintahmu!”

“Baiklah.Aku juga telah memikirkan untuk mengakhiri semua ini,”Hyukjae menarik nafas panjang.“Oh…mengapa udara terasa lebih panas?”Hyukjaebergumam sambil melonggarkan dasinya, ia lalu melepas dua buah kancing paling atas kemeja seragamnya.

Mata Hyena langsung tertuju pada kalung di leherHyukjae, sorot mata yang berkilat-kilat penuh amarah seketika berubah,berbinar-binar saat melihat kalung berbandul tengkorak itu.

“Kunci apartemenmu?”tanya Hyena spontan.

Hyukjae merogoh saku celananya dan segera melemparkunci yang dengan sigap disambut oleh Hyena.

“Bukankah dia sangat menarik?”Hyukjae mengerling pada Siwon.

Mereka memandangi punggung Hyena yang menjauh dengan tergesa-gesa.Siwon hanya mendengus pelan melihat Hyena yang dalam sekejap melupakan kemarahannya, hanya setelah melihat kalung itu.

 

***

 

Hyena berdiri di depan sebuah pintu. Ia lalu membuka pintu tersebut dan menghilang dibaliknya. Hyena menyalakan lampu, ia lalu melepas sepatunya—mengganti dengan sendal yang tersedia, sebelum akhirnya melangkah ke dalam ruangan.Ruangan luas yang sunyi itu adalah apartemen tempatHyukjae tinggal.Karena orang tua Hyukjae di Amerika.Hyukjae lebih memilih untuk tinggal di sebuah apartemen.

Hyena memandangi ruangan apartemen yang begitu luas, ia beringsut dan terduduk lemas di lantai. Rasanya baru kemarin ia membersihkan seluruh pelosok apartemen itu dan pemandangan yang ada di hadapannya membuat seluruh tenaganya hilang.

Ruang tamu yang sangat berantakan, banyak kertas dan bekas pembungkus snack, kaleng minuman yang sudah kosong bahkan pakaian-pakaian kotor yang terletak begitu saja di lantai maupun sofa.Hyena menoleh ke kanan, segunung peralatan kotor di atas meja makan.Gadis itu benar-benar kesal luar biasa, tak menyangka jikaHyukjae sedemikian membuat hidupnya tersiksa.

Suara pintu yang terbuka, Hyena menoleh, tampakHyukjae yang baru saja masuk. Tangannya menenteng tas sekolahnya, ia melepas sepatu dan mengganti dengan sandal.

“Apa ini?”

Hyukjaemengedarkan pandangan ke sekeliling apartemennya yang lebih mirip kapal pecah.

“Maaf, semua karena teman-temanku,”Hyukjae menatap pada Hyena yang masih membatu.“Semalam mereka bermain di sini. Ah, itulah sebabnya kukatakan tugasmu sangat banyak,” ia tersenyum tipis.

“Kau…,”Bibir Hyena bergetar,“KAU—!!!” meskipun tak terlihat, tapiHyukjae yakin mata Hyena pasti sedang membelalak dengan lebar.Nafas gadis itu terlihat memburu, menahan kemarahan.

“Rasanya lelah sekali,”Cepat-cepat Hyukjae menghindari Hyena dan langsung menghilang di dalam kamar.

Pemuda itu melempar tas di atas meja. Ia melepaskan jas seragamnya—mengambil sebuah buku lalu menghempaskan tubuh di atas kasur dan mulai membaca.Tak berapa lama, ia kembali bangun. Tangannya meraih gelas di atas meja, tepat di sisi tempat tidurnya.Meneguk isinya sampai tuntas.Rasa hausnya belum terobati,Hyukjae menghentikan aktivitasnya sejenak, bermaksud menuju dapur untuk mengambil air.

Hyukjae membuka pintu kamarnya dan tersentak melihat sebuah buku yang besarnya menyaingi dosa sedang melayang ke arahnya.Dengan sigap ditutupnya kembali pintu itu.

BRAAAK!!

Dentuman cukup keras akibat buku yang terbentur pada pintu kamar.

“Kau, jangan coba-coba keluar dari kamarmu!MENGERTI?” teriak Hyena dari luar.

“Hyena, aku sangat haus.Disini tak ada air, biarkan aku keluar. Hanya beberapa detik dan aku akan tetap di sini—help me please.

“Berdoa saja kau di situ!”

“Baiklah!”Hyukjae menarik nafas dalam-dalam.Ia kembali menghempaskan tubuhnya di kasur. Hyena benar-benar berada dalam emosi penuh, sebaiknya ia tak mengganggu gadis itu.

Setelah hampir sejam terkurung di dalam kamar, perut Hyukjaemulai bersenandung ramai—ia sangat lapar.Hyukjae memberanikan diri untuk keluar kamar.Ia melongok dari balik pintu, mengawasi keadaan sekitar. Ruang tamu telah rapi seperti sediakala.Hyukjae segera menuju ke ruang makan, tapi tak ada makanan di atas meja, ia membuka kulkas—tak ada apapun yang bisa di makan.

Hyukjae memegangi perut kosongnya yang tak mau diajak bekerja sama. Ia mengitari ruang tamu dan mendapati Hyena yang sedang tergolek lemas di lantai,di belakang sebuah sofa.

“Hyena,” panggilHyukjae, “Hyena,”ia berjongkok di samping tubuh Hyena.

“Ah—sudah Halloween?” suara Hyena terdengar sangat pelan, seperti sedang mengigau.Tenaganya terkuras habis.

“Aku lapar.”

Tak ada sahutan dari Hyena.

“Mengapa tak ada makanan di meja?”

Hyena mendongak lemah.

“Kau ingin melihatku mati kelaparan, huhh?”tanya Hyukjae berlebihan.

“Tenanglah—jika saat ini ada yang akan mati, maka itu adalah aku,” desah lemah Hyena. Ia benar-benar seperti sedang sekarat.

“Kau yakin?”

Hyena mengangguk lemah, ia kembali mendongak padaHyukjae. Yang tertangkap matanya justru kalung berbandul tengkorak yang berayun-ayun tepat di hadapannya.Secara refleks gadis itu seperti merasa segenap nyawanya yang semula berkelana entah kemana, langsung terkumpul.Hyena bangkit dengan tenaga baru.Dengan sigap dan sangat cekatan Hyena segera berlari menuju dapur.

Thankyou,”Hyukjae tersenyum manis pada kalung yang dipegangnya. Ia menatap Hyena yang dengan sangat lincah memotong-motong sayuran—gadis itu tampak seperti seorang chef professional.Hyukjae tersenyum pelan sebelum akhirnya senyuman itu kian melebar memamerkan deretan giginya.

 

***

 

Min Kyung dan Bi Hyul memasuki rumah mewah milik si kembar.Keduanya datang bersama-sama dengan Hyori—ada tugas sekolah yang harus mereka kerjakan.

“Bibi!”Min Kyung dan Bi Hyul memberi salam pada Ibu si kembar yang berpapasan dengan mereka di sebuah koridor.

“Ah, Min Kyung dan Bi Hyul…sudah lama tidak bertemu.”

“Kami akan mengerjakan tugas,” terang Min Kyung. Wanita itu tersenyum sambil mengangguk pelan.

“Ibu,” Hyori menghentikan langkah Ibunya.“Dimana Hyena?”

Wanita itu mengedarkan pandangan ke sekitar.“Bukankah bersamamu?” ia justru bertanya.“Ah, mungkin saja di kamarnya.”

“Aish, anak itu..sungguh sangat..,” Hyori ingin mengumpat adik kembarnya tapi tertahan melihat lototan Ibunya.“Maaf,” katanya lagi sambil tersenyum malu.

“Berhenti mengata-ngatai adikmu.”

“Iya,” Hyori hanya tersenyum.“Ah, dimana Ayah?”

Airport.Hari ini Kakek dan Nenekmu pulang.”

“Apa?Kakek danNenek?”Hyori terlihat girang.“Aku harap mereka tidak melupakan hadiah untukku.”

Hyori melangkah dengan semangat menuju kamarnya.Min Kyung dan Bi Hyul menyusulinya setelah kembali memberi hormat pada Ibu sahabat mereka.

Mereka memasuki kamar Hyori yang begitu luas, dan terkejut melihat sesosok tubuh yang tergeletak tak berdaya.

“Hyena!Mengapa kau ada di kamarku?”Hyori bertongkak pinggang memandangi Hyena.

Hyena membuka matanya.Ia memandangi sekelilingnya dan perlahan bangun dari tidurnya, ia duduk di tepi tempat tidur dengan lesuh.

Sorry, aku tidak memperhatikannya,” gumam Hyena.

“Kau baik-baiksaja?”Bi Hyul menyadari jika Hyena sedikit berbeda.

“Tidak sebaik itu,” geleng Hyena.“Aku hanya merindukan kasur.”

“Sudah kubilang, hentikan semuanya!” ujar Min Kyung.

“Hyena, berhentilah melakukan hal-hal bodoh seperti itu.”

“Bodoh, tak tahukah kau sedang dipermainkan dan dimanfaatkan olehHyukjae?” geram Min Kyung.“Hanya demi kalung jelek itu?”

“Tutup mulutmu!”Hyena berseru kasar.“Berhentilah mengotori pikiranku!” gertak Hyena.

“Haishh~ sebenarnya pikiran siapa yang sedang dikotori?”Bi Hyul bergumam pada Min Kyung.Keduanya hanya menatap nanar pada Hyena.

Mereka selalu merasa menjadi korban Hyena, apalagi gadis itu berusaha untuk meracuni pikiran Min Kyung, Bi Hyul dan saudara kembarnya, Hyori.

“Lupakan.Dia teracuni otaknya sendiri!” desah Min Kyung.

“Sampai kapan kau akan menurutiHyukjae?”

Hyena hanya diam—tak berniat menjawab pertanyaan Hyori.

“Atau—mungkinkah, kau…”

Hyori tercekat.Ia seperti ragu melanjutkan perkataannya, sementara Min Kyung dan Bi Hyul telah menatapnya dengan tatapan ‘CEPAT, KATAKAN!

“Kau…menyukainya?”

“APA?”Bi Hyul dan Min Kyungsama-sama tersentak hebat.

Tak ada yang berusaha untuk menjawab.Mereka kini memandangi Hyena yang diam—belum bereaksi.

“Suka?” gumam Hyena penuh tanya.Tiga gadis itu hanya mengangguk, menanti kelanjutan perkataan Hyena.“Mmm, seperti apa itu?”tanya Hyena polos.

Idiot!” bentak Hyori.Ia kesal melihat ketidaktahuan Hyena akan perasaannya.

“Tenanglah,” Min Kyung berusaha untuk meredakan emosi Hyori.Ia lalu berbalik menatap Hyena.“Hyena, perasaan apa yang kau rasakan untukHyukjae?Mungkinkah perasaan saat kau ingin bersamanya, kau ingin melihatnya, atau kau sangat ingin memilikinya?Kau merasa tak bisa hidup jika tanpa dia?”

Hyena terdiam, ia berpikir sangat keras.

“Perasaan seperti itu… aku tahu rasanya,” ujar Hyena. Ketiga gadis lainnya mulai bersemangat, mereka menelan ludah saking penasarannya dengan kata-kata yang akan dilontarkan Hyena.“Seperti yang aku rasakan pada Darrin.”

Min Kyung, Hyori dan Bi Hyul melemas mendengar nama itu disebutkan. Darrin, sebuah boneka voddoo yang entah bagaimana dan darimana didapatkan Hyena, merupakan boneka paling menakutkan yang pernah dilihat oleh ketiganya—sejak melihat boneka itu, ketiga gadis itu selalu dirundung oleh mimpi buruk dan nyarisphobia boneka.Hikmah dari kejadian itu, mereka berubah menjadi umat yang paling taat ke gereja,bahkan mengikuti misa pengusiran roh jahat.

Hyori ingin menumpahkan kekesalannya tetapi dicegah oleh Bi Hyul yang sepertinya menyadari jika masih ada yang ingin disampaikan oleh Hyena.

“Perasaan itu…seperti yang aku rasakan—ingin, tinggal di alkatras..menyaksikan video pembunuhan.mutilasi..tengkorak.. voddoo..darah..  kecoak.. ular..,” Hyena menyeringai lebar.

Ia tak menyadari jika wajah ketiga gadis lainnya telah berubah total. Perut mereka terasa mual dan kepala yang pusing serta pandangan yang mulai samarsetelah mendengar kata-kata menjijikkan dari mulut Hyena.

“Membayangkan itu, aku ingin melihat, aku ingin merasakan dan sangat ingin memiliki, kepalaku pusing jika tak bisa mendapatkan itu—apakah perasaan seperti itu yang kalian maksudkan?”

Hyena bertanya dengan lugunya.

“Aku tak tahan,” Hyori memegangi kepalanya.

“Hyena, seperti itu,” Bi Hyul menarik nafas panjang.“Apakah kau merasakan hal seperti itu padaHyukjae?”

Hyena kembali berpikir sedemikian kerasnya.Keringat mulai mengucur di tubuhnya.

“Mengapa?”

Hyena mengangguk antusias.Kontan saja Hyori, Bi Hyul dan Min Kyung saling menatap tak percaya—tatapan berbinar-binar terlihat dari sorot mata mereka.Mereka tak menyangka jika Hyena masih memiliki sisi terang sebagai seorang manusia.

“Sungguh?” pekik girang Hyori.Ia mulai bersemangat membayangkan adiknya mulai sembuh dari kebiasaan buruk itu.Hari-hari yang cerah dan bahagia sedang menanti.

“Aku yakin seratus persen,” angguk Hyena.“Jika mengingatHyukjae, jika melihatnya maka..aku, maka aku…”

“Maka aku?”Bi Hyul, Min Kyung dan Hyori semakin lekat memandangi Hyena.

“Ingin sekali membelah perutnya, mengawetkan organ jantungnya, menjadikan ususnya sebagai syal baru untuk Darrin, aku ingin…”

“HENTIKAN!!!!”

Ketiga gadis berteriak hebat.Hyori segera berlari ke dalam kamar mandi sambil menahan muntahnya—tak lama Min Kyung menyusuli Hyori.Dari dalam kamar mandi hanya terdengar sahut-sahutan Hyori dan Min Kyung yang pastinya sedang menguras habis isi perut mereka.

“Bi Hyul,adakah sesuatu yang salah dengan makanan yang baru mereka makan?”Tanya Hyena dengan tenang.Ia memang tak pernah mengerti situasi yang ditimbulkannya.

“KAU!!!” hardik kasar Bi Hyul, ia menggigit bibir bawahnya, kesal.

 

***

 

Hyukjaemembuka pintu apartemen lalu menutupnya dengan tergesa-gesa. Ia bersandar di pintu dengan nafas yang belum beraturan. MataHyukjae tertuju pada Hyena yang tak memperdulikan kedatangannya—gadis itu begitu sibuk mengepel lantai.

“Hyena!” panggilHyukjae, “Sstt…Hyena!” ia mengulangi panggilannya.

Hyena menoleh.

“Kali ini kau harus menolongku,”Hyukjae terlihat panik.

“Bukankah aku sudah melakukannya?”

TING..TONG..

Bel di apartemenHyukjae berbunyi.KepanikanHyukjae semakin menjadi-jadi.Sementara itu di depan pintu apartemen. Sekitar lima orang siswi sedang berdiri.

TING..TONG..

“Heii!” panggil seorang gadis pada temannya yang sedari tadi terus-terusan membunyikan bel.“Kau yakin disini tempatnya?”

“Iya.”

“Kau tak salah?” gadis lainnya kegirangan.“Jadi, dibalik pintu ini…Oppaberseragam Chongdam High School itu tinggal?”

“Yup.Aku sudah mengawasinya berhari-hari.”

“Oohh~ tampannya itu,” seorang lagi tersenyum penuh khayal.

Mereka adalah murid dari sekolah lain yang akhir-akhir ini selalu mengejar-ngejarHyukjae.

“Tunggu sebentar,” seorang lagi terlihat ragu.“Tapi mengapa tak ada yang membukakan pintu?”

“Apa kau tak bisa bersabar?” kini gadis yang menekan bel itu terlihat emosi.“Tunggu dan lihat saja, dia pasti akan keluar,” katanya lagi dengan optimis.

“Lihatlah.”

Mereka semakin senang ketika melihat gagang pintu yang bergerak.

“Sudah kubilang,Oppa pasti akan menemui kita.”

Mata gadis-gadis itu semakin bercahaya memandangi pintu yang terbuka perlahan.Mereka menanti dengan perasaan yang bercampur aduk—bahagia dan deg-degan.Mereka terus memandangi pintu apartemen yang kian terbuka lebar.Angin berhembus. Lalu…

DEG!!!

Jantung mereka yang tadinya berdegub tak tentu mendadak berhenti.Mereka mematung dan otot yang berubah kaku, sorot mata yang melebar menyaksikan seorang gadis berambut panjang yang menutupi sebagian wajahnya, gadis berpakaian hitam dengan aura menyeramkan di sekelilingnya—gadis itu sedang berdiri di ambang pintu.

“KKYYYAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Gadis-gadis itu berteriak histeris dan dalam sekejap berlari meninggalkan tempat itu.Sosok menyeramkan itu masih mematung di ambang pintu. Tentu saja ‘hantu’ itu adalah Song Hyena. Hyena lalu menutup kembali pintu apartemen tersebut—ia menoleh memandangiHyukjae yang berdiri tak jauh.

“Mengapa mereka terburu-buru?” tanya Hyena.“Bukankah kau menyuruhku untuk mempersilahkan mereka masuk?”Hyena terlihat kebingungan.

TawaHyukjae langsung meledak.Ia tertawa dengan terbahak-bahak. Hyena semakin kebingungan.Hyukjae memegangi perutnya yang mulai sakit karena tawa yang tak bisa dihentikannya.Ia memandangi Hyena dan kembali tertawa.

“Apa yang lucu?” Hyena begitu polos, bertanya dan tak mengerti situasi yang ia timbulkan. Ia memang tak pernah menyadari jika sosoknya yang menyeramkan selalu disalahpahami sebagai makhluk halus oleh siapa pun yang melihatnya.

Hyukjae hanya tertawa melihat kebingungan Hyena.Ia berusaha untuk menetralkan rasa lucu yang seperti racun mengotori pikirannya. Pemuda itu hanya tersenyum memamerkan deretan giginya pada Hyena.Ia mendekati Hyena, menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

“Terima kasih,” ujarHyukjae, ia hanya tersenyum sambil terus memeluk Hyena.

Gadis-gadis itu memang telah merebut paksa privasinya. Sekarang ia dapat bernafas lega karena yakin jika mereka tak akan lagi mengekorinya apalagi melewati pintu apartemennya, bahkan mereka pasti berpikir dua kali untuk berdiri di depan bangunan megah apartemen tersebut—ia yakin saat ini, mereka pasti mengalami trauma hebat setelah melihat Hyena.

Hyena sendiri hanya diam membiarkanHyukjae memeluknya.Gadis itu berpikir sejenak. Mencoba memikirkan apa yang sedang mereka lakukan. Mata Hyena mendadak melebar.Ia merasakan sesuatu yang lain mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.

Gadis itu merasakan jantungnya berdetak lebih kencang, dadanya menghangat, berdebar-debar aneh, sesuatu yang tak pernah ia rasakan. Ia menatapi tengkukHyukjae yang begitu rapat dengan wajahnya, bola matanya kian mendelik. Ini perasaan yang benar-benar aneh, bukan seperti yang dirasakan terhadap Darrin ataupun benda-benda bodoh mengerikan miliknya.Hyena mendorong tubuhHyukjae dengan kasar.

“Mengapa?” tanyaHyukjae yang terkejut dengan perlakuan kasar Hyena.

“Itu…,” Hyena tak dapat melanjutkan perkataannya.Hyena merasa wajahnya mulai terbakar.

“Ah, maafkan aku—aku terlalu senang,” ujarHyukjae yang akhirnya menyadari perubahan sikap Hyena.

Hyena hanya diam, ia tak habis pikir, perasaan apa yang sedang menyerangnya. Ia hanya merasa jika terlalu lama dipelukHyukjae, maka tubuhnya akan melemas dan menghilang.

Hyena segera menjauhiHyukjae.Ia menuju ke dapur, mengambil air dan meneguk sekaligus sampai habis. Ia kembali ke ruang tamu dan mendapatiHyukjae yang telah berkutat di depan televisi. Hyena mengedarkan pandangannya, kali ini matanya tertuju pada sebuah pintu yang tertutup rapat, satu-satunya ruangan yang belum pernah dimasuki olehnya.

“Hyena~ jangan coba-coba masuk ke dalam kamar itu,”Hyukjae memperingatkan Hyena.Ia tampaknya menyadari jalan pikiran Hyena.

“Tak boleh?”

“Sama sekali tak boleh,” jawabHyukjae.

“Kau menyembunyikan sesuatu?”

“Tidak!”

“Lalu mengapa kau melarangku memasuki ruangan itu?”

Hyukjae hanya diam.

“Apakah, kau menyembunyikan seseorang?Mayat seseorang??” mata Hyena mulai berbinar-binar.

“HYENA!” bentakHyukjae, “Aku bukan orang yang se-type denganmu.Jika kau melanggarnya, maka lupakan tentang kalung itu!” ujarHyukjae.

Hyena tersentak mendengarkan kalimat itu.

“Tidak!” teriaknya.“Aku mengerti, sampai matipun aku tak akan melakukan itu.Aku janji!” katanya lagi.

“Anak pintar,”Hyukjae tersenyum.Ia lalu kembali terfokus pada televisi, tangannya menjejalkan pop corn ke dalam mulutnya.

~~~

Hyena membuka matanya perlahan.Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, ia masih berada di apartemenHyukjae. Entah sejak kapan ia tertidur di sofa, di ruang tamu apartemenHyukjae. Gadis itu segera duduk, bersandar di sofa.Ia terlihat merenung sesaat. Hyena melangkah gontai sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal—membuat rambutnya acak-acakan.

Hyena berjalan melewati sebuah cermin yang terpampang di dinding dekat dapur.Kaki Hyena terhenti.Ia terlihat mematung sejenak, gadis itu akhirnya berjalan kembali dan berdiri tepat di depan cermin. Hyena terpekik kaget.Ia memandangi bayang wajahnya yang terpantul di cermin.

Matanya membelalak memandangi dirinya, ia memegangi wajahnya mencoba meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya adalah benar-benar dirinya. Gadis itu mematung, ia hampir tak mengenali dirinya sendiri. Tak ada lagi eye liner tebal yang selalu menghiasi wajahnya, tak ada lagi tampilannya yang mengerikan itu.Hyena memandangi wajah mulusnya yang tampak polos, tanpa riasan-riasan aneh.Mata bulatnya, bibir cerahnya—semua tampak jelas.

Gadis itu mulai panik.Ia memegangi wajahnya kuat-kuat, menggerayangi seluruh permukaan kulit di wajahnya. Dengan cekatan Hyena berusaha untuk menutupi wajah polos tanpa riasan dengan rambutnya.

Mendadak seseorang mencengkeram pergelangan tangannya.Menghentikan Hyena dari kegelisahannya.Hyena memandangiHyukjae yang masih belum melepaskan cengkeramannya, keduanya saling pandang dengan durasi yang cukup panjang.

“Kau tak tahu?”Hyukjae menatap tajam pada Hyena.

Hyukjae melepaskan pegangan tangannya.Ia melangkah dan berdiri di belakang Hyena. Ia memutar pelan tubuh Hyena hingga menatap lurus pada cermin. Keduanya memandangi bayang wajah mereka di cermin tersebut.Hyukjae lalu mendaratkan kecupan lembut di pipi Hyena.Gadis itu terperanjat.

“Hadiah dariku—karena kau terlihat cantik,”Hyukjae berujar dengan sangat pelan di telinga Hyena.

Hyena dapat merasakan nafasHyukjae yang menggelitik di kulitnya dan mematung cukup lama.“KAU!” teriaknya histeris.“Kembalikan aku seperti semula!BODOH!”Hyena berteriak dengan penuh kemarahan.

Ia segera menjauhiHyukjae tetapi pergelangan tangannya kembali di tangkap olehHyukjae.

“Aku benci kau!” geram Hyena dengan mata yang berkilat-kilat.Ia menepis kasar tanganHyukjae dan berlari meninggalkan apartemen itu.

Hyukjae hanya terdiam, ia tertunduk pelan lalu menatap wajahnya di cermin, kesedihan terpancar jelas dari matanya.

 

***

 

Tanggal 31 Oktober, malam pesta dansa Halloween di Chongdam High School. Guru maupun siswa-siswi tampak ramai memenuhi sebuah ruangan luas di sekolah itu. Banyak sekali ornament-ornament yang menggambarkan suasana Halloween.Semua yang hadir juga memakai beragam kostum yang sesuai dengan tema, Halloween.

Di sudut ruangan, tampak Hyori, Bi Hyul dan Min Kyung sedang berdiri memperhatikan keadaan disekitar mereka.Banyak pasangan yang berdansa.Bi Hyul memakai kostum drakula, Min Kyung memakai kostum penyihir sedangkan Hyori dengan kostum black fairy-nya.

“Dimana gadis itu?”Bi Hyul memandangi Hyori

“Tak tahu.”

“Kau tak tahu?” tanyaMin Kyung. Hyori hanya mengangguk.

“Apakah dia akan datang??” gumam Bi Hyul.

“Aku tak melihatnya,” Min Kyung menggeleng. “Aku berharap dia tak pernah menghadiri acara seperti ini,” ia bergidik.

“Hyori, kau tak tahu konsep seperti apa yang dipersiapkan Hyena?”

Hyori hanya menggeleng menjawab pertanyaan Bi Hyul.

“Jantungku benar-benar berdetak sangat kencang” gumam Bi Hyul lagi.

Mereka sama-sama cemas bercampur takut dengan konsep yang akan dibawakan Hyena. Saat ini, ketiganya hanya sedang mempersiapkan diri, berharap kehadiran Hyena tak berdampak buruk pada kesehatan mereka. Gadis itu memang terlalu menakutkan, mereka tak sanggup membayangkan jika Hyena berusaha untuk menjadi ratu Halloween—jantung mereka rasanya tak sanggup menanggung beban dan derita, akan seperti apa gadis mengerikan itu.

“Hyena tak tampak sedang mempersiapkan malapetaka lainnya—aku sama sekali tak tahu konsepnya,” geleng Hyori yang rasa cemasnya melebihi Min Kyung dan Bi Hyul.

Ditempat lain, Siwon danHyukjaesedang bercakap-cakap.

“Kau terlihat baik dengan kostummu,” Siwon memandangiHyukjae yang memakai kostum pangeran vampire.“Gadis itu sepertinya telah mengalirkan sebagian bakatnya padamu,” sindir Siwon.

“Lalu apa yang kau lakukan dengan pakaian itu?”

Hyukjae melakukan aksi protes melihat Siwon yang hanya mengenakan setelan jas elegannya.Siwon tersenyum sinis.

“Kau tak tahu?Aku juga sama sepertimu—pangeran vampire. Tapi saat ini aku sedang dalam penyamaran,” goda Siwon.Hyukjae hanya tertawa pelan.

Pintu ruangan kembali terbuka.Seorang gadis memasuki ruangan yang telah ramai itu. Kedatangan gadis itu cukup menarik perhatian, pasalnya ia tak terlihat dengan konsep apapun. Gadis itu justru terlalu cantik untuk sebuah tema Halloween.

“Siapa dia?”Bi Hyul memandangi Hyori.

Mereka lalu memperhatikan gadis bergaun putih selutut.Gaun itu memamerkan kaki indahnya yang dibaluti dengan high heels berwarna cream.Gaun berbahan kain halus, selembut sutra, gaun bertali satu yang mempertontonkan bahu gadis itu.Rambut panjang yang terurai indah, riasan minimalis yang begitu cocok dengannya.Gadis itu memang tampak cantik dan menawan.

“Apakah dia sedang melihat ke sini?”Hyori melirik Min Kyung dan Bi Hyul dengan ekor matanya.

“Hmm…aku kira begitu,” ujar Min Kyung.

Siwon tampaknya ikut memperhatikan gadis itu.

“Apa yang kau lihat?” tanyaHyukjae.

Siwon tak menjawab.Hyukjae mengikuti arah pandang Siwon, yang masih tertuju pada gadis bergaun indah itu.

“Ada siswa baru di sekolah kita?” tanyaSiwon.“Aku tak pernah melihatnya di sekolah?” gumam Siwon.

Hyukjae tak berusaha untuk menjawab pertanyaan Siwon.Ia telah terlanjur terpukau dengan gadis itu. Ia menatap tajam gadis cantik itu.Hyukjae tiba-tiba tersadar akan sesuatu, matanya melebar dengan ekspresi yang terkejut luar biasa. Pemuda itu merasakan seluruh otot tubuhnya kaku dan tak bisa digerakan.

“Hyukjae,” Siwon heran melihat keteganganHyukjae. “Lee Hyukjae, kau baik-baik saja?”

Hyukjae tak berkutik.

“Ada apa?”Siwon semakin penasaran.Ia sadar jika perubahan sikapHyukjae karena gadis misterius itu. “Kau mengenalinya?”

Hyukjae lagi-lagi tak meresponi pertanyaan Siwon.

Sementara itu, Min Kyung, Bi Hyul dan Hyori mengalami hal yang sama dengan Siwon. Mereka kebingungan melihat gadis cantik itu menghampiri mereka sambil memamerkan senyuman malaikatnya.

“Apa kau mengenalnya?” bisik Bi Hyul.

“Tidak sama sekali,” Hyori menggeleng pelan.

“Setuju,” kata Min Kyung setelah tatapan Bi Hyul tertuju padanya.

Mereka kembali memandangi sosok gadis cantik yang berdiri manis di hadapan mereka.

“Siapa?”Min Kyung memberanikan diri untuk bertanya.

“Apa pertanyaan itu tak begitu keterlaluan?” gadis itu menatap kesal pada mereka.

“Ngg.. apa yang harus aku katakan?” bisik Hyori. “Sepertinya dia salah mengenali orang,” ia terus berbisik pada Min Kyung dan Bi Hyul.

Eonni,” gadis itu memandangi Hyori dengan tatapan yang semakin kesal.

Mereka tercekat.Terdiam.Saling pandang.Tak mengerti.Terakhir, kebingungan.

Eonni?”Hyori mengulangi pertanyaan gadis itu, telunjuknya mengarah pada dirinya sendiri.“Kau—Hye, Hyena?”Hyori terlihat ragu untuk mengutarakan pertanyaan itu.Sangat mustahil baginya jika gadis cantik itu adalah adiknya yang mengerikan. Hyori menggeleng kasar, sangat tidak mungkin!

Gadis itu hanya menarik nafas lega sambil tersenyum manis.

WHAT?” paduan suara Min Kyung, Hyori dan Bi Hyul menggema di seluruh ruangan tempat berlangsungnya pesta dansa Halloween.

~~~

Sepuluh menit berlalu.Hyori, Bi Hyul dan Min Kyung masih memandangi lekat pada gadis cantik yang mengaku dirinya adalah Hyena.Mereka memandangi Hyena dari ujung kaki sampai kepala.Hyena yang selalu mengerikan, Hyena yang selalu membuat orang-orang ketakutan, Hyena itu mendadak hilang.Kini yang berdiri di hadapan mereka adalah sosok gadis yang begitu cantik dan menawan.

“Kau benar-benar Hyena?”Bi Hyul masih tak yakin dengan pengakuan gadis itu.

“Ini aku,” Hyena memandangi mereka yang masih belum yakin.

“Sulit dipercaya,” Min Kyung menggeleng.Ia memandangi lekat-lekat wajah Hyena.

“Kalian mengapa menatapku seperti itu?” kekesalan Hyena telah memuncak.

“Siapa yang paling penting dalam hidupmu?” pancing Bi Hyul.

“Darrin,” jawab Hyena singkat.Ketiga gadis itu saling pandang penuh kepastian, dengan sorot mata ‘tidak salah lagi—DIA SONG HYENA SEJATI.

“Hyena,” tanpa ragu Hyori langsung memeluk adiknya itu.Ia memegangi wajah Hyena. “Ini benar-benar kau?” ia kembali memeluk Hyena.

Hyena tersenyum sinis melihat kepercayaan ketiga gadis itu yang terlambat datang.

“Kau kemanakan Hyena mengerikan itu?” tanyaMin Kyung.

“Jangan bertanya seperti itu.Biarkan dia melupakan masa lalunya,” ujar Bi Hyul.

“Hyena, kau sangat cantik,” Hyori terkagum-kagum memandangi wajah adiknya itu.

“Ini benar-benar mujizat,” Min Kyung menggeleng tak percaya.“Kau tahu, kami sangat khawatir menantikan kedatanganmu,” terang Min Kyung.

“Tadinya kami mengira kau akan berpenampilan sangat menakutkan.Kami tak mampu membayangkan itu,” celetuk Bi Hyul.

“Apa maksud kalian?” tanya Hyena.“Aku sudah melakukannya,” katanya lagi.

Ketiga gadis itu saling pandang tak percaya.

“Ini—penampilan ini adalah hal yang paling mengerikan bagiku,” ujar Hyena sambil memandangi dirinya sendiri.

“Apa katamu?” ketiga gadis itu kembali tersedak.

Tulang-tulang mereka rasanya mulai melunak. Mereka tak menyangka itu adalah kata-kata yang akan keluar dari mulut Hyena. Hyena yang di mata mereka sangat cantik, ternyata itu adalah hal paling mengerikan bagi gadis itu.Seluruh tubuh mereka terasa lemas, artinya, Hyena yang cantik jelita hanya untuk malam ini. Keesokan harinya, ia akan kembali seperti sedia kala menjadi gadis mengerikan. Hyena, jadi ini maksudmu dengan keseraman yang tak terbayangkan itu?

~~~

Toilet wanita.Hyena keluar dari salah satu bilik.Hyena memandangi wajahnya di cermin.Wajahnya yang tampak berbeda dari biasa, ia menyentuh wajahnya hati-hati. Hyena sendiri tak yakin jika yang disaksikannya itu adalah dirinya.Hyena menarik nafas dalam-dalam.

Tak berapa lama kemudian, gadis itu terlihat keluar dari dalam toilet.Langkah kaki Hyena terhenti melihatHyukjae yang sedang bersandar di dinding.Hyena kembali melangkah.

“Song Hyena,” tegurHyukjae.

Langkah kaki Hyena kembali terhenti.Ia menoleh padaHyukjae. Pemuda itu melangkah mendekati Hyena.Mereka saling berhadapan.

“Ada apa?”Hyena tampak ketus.Ia masih kesal padaHyukjae.

“Tidak,” jawabHyukjae.

Mereka sama-sama terdiam.Suasana terasa canggung.Hyena terkejut ketikaHyukjae meraih tangannya.Hyena berusaha untuk melepaskan tangannya tapiHyukjae lebih kuat memeganginya.Hyena hanya diam dengan sorot mata yang tak senang.

Hyukjae mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana.Iamembuka tangan Hyena dan meletakkan benda yang baru saja dikeluarkan dari saku celananya.Gadis itu terkesima memandangi kalung berbandul tengkorak yang kini berada di tangannya.Kalung yang selama ini diidam-idamkan olehnya.

“Ini?”Hyena menatap wajahHyukjae.Ia cukup heran dengan keputusanHyukjae untuk memberikan kalung itu, selama iniHyukjae tak pernah berhasil dibujuk olehnya dengan mudah.

“Bodoh—apa kau tak bisa melihat? Itu kalung yang kau inginkan,” desahHyukjae.

“Aku tahu, tapi…”

“Kau memilikinya,” tukasHyukjae.

“Serius?”Hyena mendadak berseri-seri.Ia memandangi dengan lekat kalung idamannya itu.Hyukjae hanya diam memandangi kebahagiaan Hyena.

“Perjanjian kita sudah berakhir.”

Hyena menoleh padaHyukjae.

“Kau sudah memilikinya.Kau tak perlu datang ke apartemenku.Kau tak perlu mengikuti semua keinginanku, dan…,”Hyukjae terhenti.Ia menarik nafas “Kau tak perlu mengenalku. Anggap saja kita tak pernah saling kenal,” ucapanHyukjae terasa berat untuk dikeluarkan.

Hyukjae berpaling dan meninggalkan Hyena yang masih mematung di tempatnya.

Hyena tertegun.Ia terkejut dengan semua yang didengarnya. Entah mengapa, ia merasa sedih mendengar kata-kata itu. Gadis itu menatap nanar pada punggungHyukjae yang kian menjauh.

 

***

 

Sejak malam pesta dansa Halloween itu, semua kembali seperti semula.Hyena dan keangkerannya, dengan segala aktivitasnya yang tidak masuk akal.Gadis itu tak lagi mendatangi apartemenHyukjae, tak lagi mendengar omelan dan perintahHyukjae.Bahkan mereka sangat jarang bertemu di sekolah, jika bertemu—itu hanya sambil lalu, seperti orang yang tak pernah saling mengenal.Tapi setelah kejadian itu, banyak hal yang tanpa disadari telah berubah.

“Ada apa dengannya?” bisik Bi Hyul.

Mereka memandangi Hyena yang bertongkak dagu, memandang keluar jendela.Memandangi daun-daun kekuningan yang berguguran di halaman sekolah.

“Berhari-hari dia seperti orang yang hilang ingatan.”

“Jangan bertanya padaku,” geleng Hyori.

“Apa lagi yang salah?”

“Dia memang selalu salah.”

Pandangan mereka kembali tertaut pada Hyena.Gadis itu memang mulai bertingkah aneh.Ia lebih banyak melamun, ajaibnya, Darrin bahkan diabaikan olehnya. Hyena mulai tak menyentuh benda-benda aneh, waktunya hanya dihabiskan dengan melamun.Lamunan panjang yang entah kapan berakhir.

Hyena bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan meninggalkan ruang kelas. Berjalan lemah di koridor sekolah, siswa-siswi langsung menghindarinya sambil membaca semua doa yang mereka tahu. Mata Hyena tertuju padaHyukjae dan Siwon yang berlawanan arah dengannya.Hyukjae menatap gadis itu.Jarak mereka kian dekat.Hyukjae kembali bercakap-cakap dengan Siwon, mereka telah saling melewati. Tak sedikitpun ia memperhatikan Hyena, seperti tak pernah saling kenal.

Hyena terhenti.Ia memegangi dadanya yang terasa sesak dan memanas. Ia merasa sakit melihat sikapHyukjae, ia ingin berteriak marah atas kesombonganHyukjae, ia ingin melempariHyukjae dengan seluruh kekesalannya, dan—ia ingin melihat wajah dan seringaian khas pemuda itu lagi.Hyena semakin sadar, ada yang bermasalah dengan dirinya.

 

***

 

Hyena tampak gelisah dalam tidurnya.Ia tersentak, bangun. Wajahnya basah dengan keringat.Gadis itu baru saja mengalami mimpi buruk.Hyena turun dari tempat tidurnya. Matanya tertuju pada boneka voddoo seram yang terduduk manis di dekat meja riasnya.Hyena lalu duduk di hadapan meja rias itu, tangannya meraih boneka mengerikan tersebut.Ia memandangi cukup lama, pikirannya meracau kesana-kemari.

Belakangan ini Hyena mengalami sindrom aneh, sindrom yang membuatnya kehilangan banyak selera. Hyena menarik nafas dalam-dalam, dari rautnya terlihat jika ia telah mengambil sebuah keputusan.

“Selamat tinggal—Darrin,” gumam Hyena.

Ia melemparkan Darrin ke dalam keranjang sampah di sisi meja riasnya. Pandangan Hyena tertuju cermin, ia memandangi dirinya sendiri.Hyena kembali termangu. Gadis itu menyisir rambutnya yang selama ini menutupi sebagian wajahnya, ia menyisir pelan dengan jemari tangannya.

Sejak kecil Hyena terobsesi dengan segala sesuatu yang berbau horror. Dia mengatakan horror itu sangat cool dan memiliki sensasi yang berbedalalu entah sejak kapan, kegilaannya kian menjadi-jadi ketika ia berpenampilan mengerikan dan membuat Ibunya menangis histeris melihat perubahannya—tapi tak ada yang bisa menghentikannya. Semua usaha telah dicoba dan tak ada yang pernah berhasi.Jalan terakhir, mereka hanya membiarkan Hyena dan terus berharap gadis itu akan berubah layaknya gadis normal lainnya.

 

***

 

Chongdam High School.Langkah kaki Hyena tertahan di gerbang sekolahnya.Ia menatap bangunan bertingkat yang berdiri kokoh di hadapannya.Hyena kembali melangkah dengan pasti memasuki area sekolah.Hyena berjalan santai menyusuri koridor sekolah.Gadis itu menyadari jika murid-murid yang berpapasan dengannya sedang memperhatikannya.Mereka berbisik-bisik dengan sorotan mata yang tertuju padanya.

Tibalah Hyena di kelas.Kedatangannya disambut dengan tatapan seluruh penghuni kelas.Mereka menatap heran pada Hyena.Tatapan yang terlihat kebingungan, tatapan yang sedang menerka siapakah wajah baru itu.

“Hyena?” seru Hyori, Bi Hyul dan Min Kyung.Mereka menatap Hyena yang baru saja duduk di tempatnya, lalu memandangi Hyena dari kaki sampai kepala.Tak percaya.

“Tak perlu seheboh itu,” kata Hyena santai.

Kontan saja seisi kelas langsung heboh. Mereka baru menyadari jika sosok tak dikenal yang muncul dengan misterius di malam Halloween laludan  menghilang dengan meninggalkan segudang tanya bagi sebagian besar siswa,kini sosok itu berada di kelas mereka, dan diaadalah Hyena.

Mata mereka mendelik dengan ketidakpercayaan terlihat jelas disana—termasuk Siwon, si Ketua OSIS.Bagaimana mungkin mereka tak terkejut, Hyena yang selalu berpenampilan seram, Hyena yang selalu membawa mimpi buruk bagi murid-murid mendadak berubah.

Gadis itu tak lagi dengan pakaian seragam hitam pekatnya, gadis itu tampak manis dengan seragam biru—layaknya yang dipakai semua siswa. Rambut ikal yang terurai, tertata rapi, mempertontonkan dengan jelas wajah polosnya tanpa riasan seram.Bola matanya yang bulat terlihat bercahaya.Mereka terkesima melihat Hyena yang telah berpenampilan normal.

 

***

 

Siwon berjalan menghampiriHyukjae yang sedang berdiri di dekat jendela. Seperti biasanya, ia sedang melakukan aktivitas photografinya.Siwon berdiri tepat di sampingHyukjae, ia menatap sejenak ke tempat yang menjadi objekHyukjae.

“Mengapa kauterus memotretnya?”

KLIK!

Hyukjaetak memperdulikan pertanyaan Siwon.Ketua osis itu memilih diam, iamenatap Hyena yang sedang duduk di bangku taman.Gadis itu melamun di tengah-tengah daun yang berguguran, tatapan matanya tampak kosong.Hyena menarik nafas dalam-dalam.

Angin musim gugur yang berhembus, membuat rambut ikalnya menari-nari.Hyena terlihat seperti sentuhan khusus bagi musim gugur, ditengah hembusan angin dan guguran dedaunan.Di mataHyukjae, gadis itu terlihat seperti autumn fairy.Hyukjae memotret sekali lagi, lalu menoleh pada Siwon.

“Kau sedang berbicara padaku?”

“Aish!!”Siwoncukup kesal mendengar pertanyaanHyukjae.Hyukjae hanya tertawa melihat emosi sahabatnya yang terpicu dengan cepat.Siwon kembali terdiam.“Aku masih tak yakin jika dia adalah Hyena,” mata Siwon sedang tertuju pada Hyena.“Hyukjae, apakah terjadi sesuatu diantara kalian?”

“Mengapa menatapku seperti itu?” protesHyukjae.Tatapan Siwon sedang berusaha menelanjanginya.

“Aku merasa ada yang aneh dengan kalian.”

“Semua baik-baik saja.”

“Kau maniak?”

“Choi Siwon! Pertanyaan macam apa itu?”

“Lalu mengapa kau terus mengoleksi fotonya?”

“Aish—sudah kubilang, Hyena itu sangat menarik.”

“Tak salah lagi.Kau menyukai gadis itu.”

Hyukjae tersenyum tipis sambil mengangkat bahunya.Ia tak mengatakan apapun. Jawaban yang selalu sama diberikan pada Siwon.

“Argh, kau membuatku bingung,” ujar Siwon.“Ah ya, akhir-akir ini kau tak bersama gadis itu lagi, bukan begitu?Kalian sekarang menjaga jarak, apalagi tak saling bertegur sapa.Syukurlah, akhirnya kau sadarHyukjae.Tak baik jika terus berhubungan dengannya, meskipun sekarang dia terlihat berbeda tapi itu belum menjamin apapun,” terang Siwon panjang lebar.

“Tidak.”

“Apa maksudmu??”

Hyukjae tersenyum tipis.

“Aku ingin memastikan sesuatu dan itu semakin membuatku tak sabar menunggu.”

“Apa maksudmu?”

“Siapa kau ini?Mengapa ingin tahu semua urusanku?”

“Aish!—anak ini…,”Siwon bersiap melayangkan pukulan tetapi berhasil dihindariHyukjae.

“Berhenti di situ!” seruHyukjae, memerintahkan Siwonagar tak mengejarnya.

Siwon tak memperdulikan perintahnya, justru semakin membuat Siwon lebih bersemangat untuk memberi pelajaran padaHyukjae.Hyukjae tertawa lebar dan terus berlari menghindari Siwon.

 

***

 

Hyena terpaku di depan pintu. Ya, dia sedang berada di depan pintu apartemenHyukjae. Gadis itu terlihat ragu dengan keputusannya, ia bermaksud untuk mengembalikan kalung yang pernah diberikan Hyukjae padanya, juga kunci apartemenHyukjae yang masih di pegangnya. Hyena mengurungkan niatnya, ia segera berbalik.

Baru beberapa saat melangkah, pikirannya kembali meracau. Hyena terhenti dan akhirnya memutar kembali, ia berjalan dan kembali berdiri di depan pintu apartemen.

“Kau harus mengakhirinya, Song Hyena,” bisik Hyena dalam hati.“Ini yang terakhir kalinya dan setelah itu, kau harus melupakannya—lupakan semuanya,” katanya lagi.

Hyena tak dapat memungkiri, jika ia telah jatuh hati pada sosok pemuda pemilik apartemen itu. Tanpa disadari, ia telah menyukaiHyukjae.Semua perasaan itu membuatnya gelisah dan tak tenang.Hyena yang tak ingin terus-terusan berada dalam suasana tak menyenangkan itu, bermaksud untuk mengakhiri semuanya.Mengakhiri dengan diam-diam tanpa ada yang tahu.Ia tak ingin menyimpan semua benda yang akan mengingatkannya padaHyukjae. Hyena membulatkan tekadnya, ia segera membuka pintu apartemenHyukjae.

Hyena menyalakan lampu.Ia memandangi seluruh ruangan yang tampak sunyi. Ruangan itu terlihat sama, berantakan. Hyena memutuskan untuk melakukan kebaikan terakhir padaHyukjae, ia segera membereskan kertas-kertas yang mengotori lantai, merapikan bantal-bantal sofa yang tergeletak begitu saja.Ia beralih ke dapur, gadis itu tersenyum melihat piring-piring yang kotor.

Setelah sekian menit, gadis itu kembali ke ruang tamu.Ia mengedarkan pandangan pada seisi ruangan, ini mungkin terakhir kalinya ia berada di apartemen itu.Mata Hyena tertuju pada sebuah pintu yang tertutup rapat.Ruangan yang tak pernah dimasuki olehnya.Hyukjae memang melarangnya dengan keras agar tak sedikitpun mendekati ruangan itu.Tanpa sadar, Hyena melanggar perintahHyukjae.

Ia lalu membuka pintu ruangan itu.Ruangan dengan pencahayaan yang aneh menurut Hyena.Cahaya remang-remang berwarna merah.Ada banyak foto yang tergantung di beberapa utas tali.Ia akhirnya sadar jika itu adalah ruangan tempatHyukjae mencuci negative foto—ya, pemuda itu memang sangat menyukai photography.

Hyena melangkah masuk, ia cukup penasaran dengan foto-foto itu.Mata Hyena melebar.Ia terpaku. Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, semua foto yang terpajang, semua foto yang tergantung adalah foto dirinya. Jika orang lain melihatnya, mereka akan mengira jika foto itu adalah foto penampakan makhluk halus tapi nyatanya, itu adalah foto Hyena.

Hyena tercekat, dadanya berdebar.Ia tak percaya jika selama iniHyukjae terus memotretnya, hampir di semua tempat di sekolah, dimanapun Hyena berada—artinya,Hyukjaeselalu mengikutinya. Kini Hyena yakin jika semua perkataan Bi Hyul adalah benar.

Gadis itu mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa maksudHyukjae?Maniak?Mungkinkah dia sedang mengikuti lomba untuk sebuah foto horror? Tapi tidak! Bahkan foto hyena setelah berevolusipun sangat lengkap.

“Kau sepertinya sangat penasaran dengan ruangan ini.”

Hyena tersentak kaget.Ia menoleh dan mendapatiHyukjae telah bersandar di pintu.

“Kau memang keras kepala, Song Hyena!” katanya lagi.

Gadis itu terdiam, ia tampak malu karena tertangkap basah oleh sang pemilik apartemen.

“Maaf,” ujar Hyena. “Maafkan aku,”ia berkata dengan gugup.

Hyena berjalan mendekatiHyukjae.

“Aku, aku—hanya ingin mengembalikan ini,” gadis itu semakin gugup berhadapan denganHyukjae.Ia menyerahkan kalung dan kunci apartemen padaHyukjae “Maaf.”

Setelah meminta maaf, Hyena segera berjalan meninggalkanHyukjae dengan tergesa-gesa.Ia segera menyarungkan sepatu pada kakinya.Belum sempat Hyena keluar dari apartemen itu ketikaHyukjae menangkap pergelangan tangannya. Hyena tercekat, ia memandangiHyukjae yang menatap tajam padanya.

“Hyukjae?”

Gadis itu tampak sangat gugup.

Hyukjae menatap Hyena cukup lama membuat gadis itu kebingungan dengan debaran yang semakin tak beraturan.Mata Hyena melebar ketika dirinya diraih ke dalam pelukan pemuda itu.

“Hyukjae…,” lidah Hyena mulai kelu.

“Mengapa lama sekali?” ujarHyukjae.Ia mempererat pelukannya pada Hyena “Mengapa kau baru datang?”

“???”

Hyukjae melepas pelukannya.Ia menatap Hyena yang tak mengerti kemana arah pembicaraan itu.

“Gadis bodoh.Kau tahu, aku sangat bosan menunggumu?” nadaHyukjae meninggi, ia menatap galak pada Hyena.

Tatapan itu perlahan berubah menjadi sendu.Ia kembali memeluk Hyena yang tak dapat berbuat apa-apa karena kebingungannya.

“Ah, tidak—Terima kasih. Terima kasih, kau sudah dating.”

“Hyukjae, apa-apaan ini?”

Gosh, gadis ini!”Hyukjae memandangi Hyena dengan kesal, “Hyena!kau masih tak mengerti?”

“Mengerti apa?” tanya Hyena.

“Astaga!”Hyukjae memegangi belakang lehernya yang terasa menegang dan kepala yang tiba-tiba pusing.Ia memandangi Hyena dengan kesal melihat Hyena yang masih belum menyadari semua yang dengan sengaja ia lakukan dan rencanakan.Hyukjae lalu tertunduk, “Aku menyukaimu,” katanya dengan nada yang terdengar sedikit malu.

“Kau bilang apa?”Hyena terkejut.

“Kau masih tak mengerti?Mengambil fotomu diam-diam, mengikutimu sepanjang waktu, lalu memaksamu untuk melakukan semua pekerjaan rumah.Kau masih tak paham dengan semuanya?”

“Aku tak paham,” jawaban Hyena semakin membuatHyukjae kesal.“Tapi—apakah barusan itu…, tidak—apakah dari kata-katamu yang berbelit-belit itu, kau sedang menyatakan cinta padaku?”

Hyena bertanya dengan polos.WajahHyukjae langsung memerah seperti kepiting rebus.Rasa kesalnya semakin menjadi-jadi.

“Apa kau begitu bodohnya?” geramHyukjae.

“Jadi begitu. Jadi itu benar?”gumam Hyena, ia mengangguk-angguk. Hyena terdiam dan langsung menatapHyukjae seketika. “APA?” kini iayang tersentak kaget.Hyena baru menyadari semuanya. Dasar gadis bodoh!

Hyukjae hanya diam, ia memandangi gadis itu. Memandangi eskpresi Hyena yang tampak sangat lucu.Hyukjae mendaratkan kecupan singkat di bibir Hyena.Gadis itu semakin terkejut.Debaran jantungnya bekerja dibatas maksimal.Ia merasakan wajahnya yang terbakar.Hatinya seakan meluap begitu saja.

“Hyena, mengapa kau tak sekalian menyiapkan makanan untukku?Aku lapar,” ujarHyukjae.

Bunga-bunga di mata Hyena langsung hilang seketika begitu mendengar kata-kataHyukjae setelah pernyataan cintanya tadi.

“KAU!!!”hardik Hyena, ia memandangiHyukjae dengan sadis. “Aku bahkan belum memberikanmu jawaban.Siapa kau?Berani-beraninya memerintahku seperti itu?Lupakan saja!” geram Hyena.

Hyukjae tersenyum dan akhirnya tertawa lebar melihat tingkah Hyena, ia merasa sangat lucu dengan kemarahan gadis itu.Hyena semakin tak dapat menahan kekesalannya.

“Hyena, kau mau kemana?” tanyaHyukjae ketika Hyena berlalu dari hadapannya.

Hyena hanya berbalik sekilas dengan tatapan yangsangat inginmenggilas tubuhHyukjae.Ia berjalan dengan hentakan kaki yang keras, menandakan betapa marahnya ia padaHyukjae.Hyukjae segera menarik Hyena, dan kembali merengkuh Hyena ke dalam pelukannya.

“Terima kasih. Aku sangat menyukaimu, Song Hyena,”Hyukjae berkata pelan. Kata-kata yang membuat tubuh Hyena serasa melayang.

Gadis itu terdiam.Mereka terdiam sangat lama, meresapi suasana dan juga perasaan mereka.

“Ehm, aku rasa—aku juga…,” jawab Hyena akhirnya dengan suara yang pelan.Hyukjae memperat pelukannya.Hyena tersenyum bahagia.Ia sangat senang karena perasaannya tidak bertepuk sebelah tangannya.

Ia membalas pelukanHyukjae.Hyukjae hanya tersenyum sambil membelai rambut Hyena.Tak menyangka, jika gadis yang diawal perjumpaan hampir saja membuatnya kehilangan kesadaran, gadis yang selalu dijauhi orang-orang tapi justru gadis itulah yang menarik perhatiannya dan membuatnya jatuh cinta.

 

*~Crazy Time In Autumn (Song Hyena’s story) End~*

 

Sampai jumpa di season selanjutnya, [Season 2]Winter’s Song.

6 Comments (+add yours?)

  1. han
    Mar 18, 2015 @ 18:37:34

    Ini unikkk hahaa comedy nya bener” dapett XD

    Reply

  2. Monika sbr
    Mar 19, 2015 @ 18:26:36

    Oooooh….. So sweet!!
    Mereka manis banget, jadi gak sabar nungguh kelanjutannya.

    Reply

  3. KIM YEMI
    Mar 26, 2015 @ 22:42:05

    unik sekali >< ceritanya tidak pernah aku dapetin di ff lain^^ ditunggu sequel thor xD

    Reply

  4. shoffie monicca
    Apr 13, 2015 @ 08:24:08

    adh trnyta hyena jg bsa dndn cntik jg….

    Reply

  5. saverinarepi
    Jun 20, 2015 @ 09:03:33

    Wah hyena merubah penampilannya. Ngak sabar baca season 2

    Reply

  6. cherry blossom86
    Sep 21, 2015 @ 21:28:34

    akhir.a ada tmpat juga bwt komen *fiuhh baru nemu ff dg ide gila kek gini :v 100 jempol deh bwt authornya keren bgt lah pokoknya fighting & keep writing y kak ama skalian ijin baca yg lainnya juga

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: