Please… [ Sequel Do You Remember ? ] [1/?]

Title                : Please… [ Sequel Do You Remember ? ]

Genre            : Romance, Sad

Author            : ChocolateCho17

Cast                :

  • Cho Kyuhyun
  • Park Hwa Young ( OC )
  • And other support cast…

Annyeong~^^ ! Aku balik lagi dengan sequel Do You Remember yang waktu itu. Mungkin udah pada lupa semua, soalnya aku kelamaan buat sequel ^^ dan ya… inilah hasilnya… Maaf kalo berantakan, gak dapet feel-nya, dan alur kecepetan. Maklum, sequel pertama ^^ … Oke deh langsung aja gak usah banyak omong lagi…

Read Well and Don’t be Silent Reader ^^

-..-..-..-..-

“ Jalan kita telah berbeda sekarang, tidak seperti dahulu lagi. Kau mengikuti jalanmu sendiri, meninggalkan aku, dan aku mengikuti jalanku sendiri, meninggalkanmu.”

-..-..-..-..-

Author’s PoV

Awan gelap berarak-arak menutupi langit cerah siang ini. Disusul dengan angin yang berhembus cukup kencang menerbangkan rontokan dedaunan bewarna kecoklatan di trotoar jalan. Kilatan-kilatan cahaya terang mulai muncul seolah-olah membelah langit kelam. Suaranya menggelegar membuat takut siapapun yang mendengarnya. Burung-burung kecil terbang bergerombol kembali ke sarangnya.

Ketika perlahan-lahan hujan mulai membasahi bumi, lelaki jangkung itu telah sampai di sebuah café sederhana dengan dekorasi menawan. Tempat inilah yang selama beberapa bulan terakhir dijadikannya tempat untuk mengistirahatkan diri dari semua jadwal padatnya dan untuk sekedar menenangkan pikiran atau mungkin juga untuk mengingat semua masa lalunya, masa kecilnya.

Jarak beberapa menit setelah kedatangannya, seorang gadis berwajah manis memasuki café dengan bibir mungilnya yang mengulum senyum simpul. Di akhir pekan ini, dirinya sedang memenuhi janji untuk bertemu seseorang, kekasihnya. Mempunyai kekasih seorang bintang populer bukanlah hal yang mudah. Ia harus diam-diam seperti ini untuk menemui kekasihnya.

“ Sudah menunggu lama ? ” ucapnya seraya duduk di hadapan kekasihnya dengan senyuman yang masih terukir di bibir mungilnya. Tersirat kekhawatiran di wajah cantiknya. Ia tahu, kekasihnya itu tidak suka menunggu terlalu lama. “ Maaf. Tadi, jalanan sempat macet. Kau tidak marah, kan ? ”

Lelaki di hadapannya hanya menggangguk pelan. Pikirannya masih fokus terhadap aroma kopi pesanannya. Asap-asap tipis bewarna putih mengepul di hadapannya sebelum akhirnya menghilang saat menyentuh hidung mancungnya. Lelaki itu kemudian mendongak menatap gadis di hadapannya. “ Tidak. Aku terlalu awal datang kemari. Jadi itu bukan salahmu, tidak perlu khawatir.”

Han Yoo Mi, gadis tadi, tersenyum simpul. Mengisyaratkan kelegaan. Ia menyesap kopi di gelas keramik. “ Lalu, ada apa kau memanggilku kesini ? Bukannya di saat akhir pekan, kau lebih suka menghabiskan waktu seorang diri ? ”

Lelaki itu mengangguk. Menjadi bintang populer memang tidak sepenuhnya menyenangkan. Ia harus menyelinap diam-diam agar dapat pergi ke café seperti ini. “ Jika seandainya ada orang yang membuat janji dan orang itu mengingkarinya atau bahkan menyuruhmu melupakan itu, apakah rasanya menyakitkan ? Jawab saja, jangan tanya kenapa. Aku sudah menyiapkan diri untuk menanyakan ini.”

Yoo Mi mengernyit heran. Ia mencoba untuk mengikuti perkataan kekasihnya itu tanpa banyak membantah. Dirinya tahu, seorang Cho Kyuhyun sedang tidak dalam suasana hati yang baik. “ Ya, tentu saja. Meskipun tanpa bertanya, seharusnya kau sudah mengerti perasaannya walau hanya berpikir. Itu sudah terlihat jelas.”

Seketika itu juga, lelaki bernama Cho Kyuhyun itu merasa sangat bersalah. Memorinya berputar ke waktu di saat ia mengusir Park Hwa Young, kekasih masa kecilnya yang ia coba lupakan hanya karena seorang gadis bermarga Han itu. Setelah kejadian itu, hatinya merasa bersalah. Ia baru sadar jika sikapnya waktu itu terlalu kejam. Namun, apadaya, ia terlanjur menyuruhnya pergi dan mungkin, dirinya tidak akan pernah bisa menemui kekasih masa kecilnya itu.

Hujan baru saja reda sore ini. Menyisakan genangan-genangan air di tepi jalan dan aroma khas seusai hujan turun. Kyuhyun melangkah menyusuri trotoar di daerah Myeongdong. Rasa lapar sudah mulai mencakar perutnya. Angin berhembus pelan menyapu rambut coklatnya. Ia menikmati itu. Tidak ada waktu yang lebih menyenangkan kecuali merasakan belaian angin dengan bebas.

Lelaki itu duduk memandang pemandangan di luar sana. Lalu lalang kendaraan bermotor bercampur dengan pejalan kaki menjadi pemandangan yang memenuhi obsidiannya. Di saat tenang seperti ini, perkataan Yoo Mi kembali merasuki pikiran tenangnya. Tapi kenapa bayangan sosok Park Hwa Young terus melekat dalam otakku ? Aku hanya ingin melupakannya, tapi kenapa aku terus mengingatnya ? Atau mungkin, ini semua hukuman bagiku yang telah bersikap seperti itu.

“ Jangan harap bisa menemuiku kembali.”

Perkataan Hwa Young waktu itu masih mengalir jelas diingatannya. Mungkinkah itu pertanda jika suatu hari nanti, saat dirinya menyesali keputusannya itu, hati Hwa Young akan tertutup rapat untuknya ? Jelas, pertemuan beberapa bulan lalu menggoyahkan keputusannya. Keputusannya akan tetap mencintai Han Yoo Mi dan melupakan Hwa Young. Dan nyatanya, ia sempat ragu untuk memilih Han Yoo Mi atau Park Hwa Young. Seperti saat ini, dirinya merasa sangat bersalah kepada keduanya.

Untuk Han Yoo Mi, ia takut akan menyakiti hati gadis yang menjadi kekasihnya selama dua tahun ini jika ia memutuskan hubungan mereka dan hanya menjadi teman. Sementara itu, jauh di dalam hatinya, ia ingin kembali pada Hwa Young. Persaannya masih tidak ingin meninggalkan gadis itu sendiri, tanpa ada dia di sampingnya.

“ Aku memintamu datang ke café tempat kita bertemu seperti biasanya.” Kyuhyun memutuskan sambungan telpon kepada kekasihnya setelah berucap singkat bahkan Han Yoo Mi sendiri belum sempat menjawab telponnya. Setelah sekian lama meyakinkan, dirinya telah mendapat jawaban. Aku akan kembali.

Pagi menghampiri begitu cepat bagi Yoo Mi. Gadis cantik itu telah mengalami susah tidur semalaman setelah mendengar telpon kekasihnya. Lelaki itu bahkan tidak memberinya kesempatan untuk menjawab. Tidak biasanya Kyuhyun akan membuat keputusan sepihak seperti itu. Membuat hatinya khawatir setengah mati. Seperti akan ada kabar buruk yang akan ia sampaikan.

Tangan indahnya mendorong pintu café itu dan menggerakan lonceng kecil di atasnya sehingga menimbulkan suara meneduhkan. Manik mata coklat indahnya menyapu seluruh sudut café untuk menemukan sosok kekasihnya. Senyum indah terulum dari bibirnya saat menemukan sosok yang ia cari. Duduk di belakang, paling pojok, dan menunduk lesu. Sepertinya, firasatnya akan benar.

Gadis itu duduk di hadapan Kyuhyun dan masih tetap mempertahankan senyumannya walaupun hatinya sudah tidak karuan. Perasaan tidak enak menyelimuti hatinya. “ Oppa, kenapa kau menyuruhku datang ke sini dan tidak memesan satu minuman pun ? Kau juga terlihat aneh pagi ini,” ucapnya takut-takut.

Kyuhyun mendongak menatap wajah khawatir gadisnya saat ini. Ia tidak bisa tersenyum sedikitpun hari ini. Dirinya tidak tahu, akankah keputusan yang ia buat ini telah benar atau justru keputusan yang teramat salah. “ Aku tidak tahu apa kesukaanmu. Pesan saja sendiri jika kau mau, aku tidak ada niat untuk minum sesuatu.”

Yoo Mi mengernyit heran. Perkataan Kyuhyun itu memang benar. Selama ini, lelaki itu tidak pernah memberinya sesuatu yang ia sukai. Hanya menyuruhnya memilih lalu membayar untuknya. Gadis itu kembali tersenyum. “ Kau ini bagaimana ? Setelah dua tahun menjalin kasih, kau masih belum mengenal seleraku.”

Kyuhyun mendesah. Mencoba mengeluarkan semua kegelisahan dalam hatinya. Namun apadaya, kegelisahan itu tidak berkurang sedikitpun justru bertambah banyak dan mengganjal hatinya. Obsidiannya menatap wajah Yoo Mi lekat-lekat. “ Kau sudah tahu jika kita tidak lagi cocok. Aku bahkan tidak pernah tahu seleramu. Jadi, aku bukanlah kekasih yang baik untukmu dan juga bukan lelaki yang pantas untukmu.”

Gadis berambut hitam itu terdiam. Rasa sakit sedikit demi sedikit mulai menggerogoti hatinya. Ia mulai bisa menebak apa yang akan dikatakan Kyuhyun selanjutnya. Terlihat dengan jelas jika matanya mulai berkaca-kaca.

“ Katamu jika ada orang yang melanggar janji seperti itu, kau akan membencinya. Jika benar begitu, seharusnya kau juga membenciku. Saat musim panas waktu itu, aku kembali bertemu seorang gadis yang menjadi cinta masa kecilku di Gyeonggi. Dulu, aku memberinya janji sebelum aku pergi ke Seoul dan pada kenyataannya, aku mengingkari janjiku.” Sehun terdiam.

“ Aku juga menyuruhnya melupakanku dan jangan pernah muncul kembali di hadapanku. Dan saat ini, aku sudah memutuskannya baik-baik untuk kembali bersamanya. Maafkan aku, Han Yoo Mi. Jika aku terus seperti ini, perasaanku akan tersakiti. Maafkan aku yang telah bersikap egois seperti ini. Tidak masalah jika kau membenciku setelah ini, tidak masalah jika kau marah padaku atau mungkin kau tidak ingin menemuiku lagi setelah ini. Aku menerimanya dengan lapang dada.”

Han Yoo Mi, gadis itu mulai terisak pelan. Air mata mulai menetes dari sudut matanya. Perasaanya benar. Firasat itu benar. Manik mata coklatnya menatap Kyuhyun yang masih bertahan pada posisinya. Lelaki itu mencoba menahan agar air matanya tidak menetes. Terlihat dengan jelas jika mata Kyuhyun mulai memerah. “ Oppa…,” lirihnya. “ K..k..kau…”

Air mata Kyuhyun akhirnya ikut menetes. Wajahnya memerah. Lelaki itu terisak pelan diikuti dengan bahunya yang mulai bergetar. “ Maafkan aku… Maafkan aku… Karena aku, kau merasa tersakiti. Maafkan aku.. Seperti kataku tadi, kau boleh membenciku atau boleh memperlakukan apapun yang kau inginkan. Tapi kumohon, lepaskan aku. Aku harus pergi, aku tidak bisa bersamamu lagi disini.”

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan menarik nafas pelan. Sekali lagi, dia menatap Yoo Mi dengan sendu. “ Selamat tinggal,” ucapnya sebelum akhirnya melangkah pergi dan berjalan keluar dari café tersebut. Setelah berhasil keluar dari café tadi, Kyuhyun menghela nafas seraya mengusap bekas air matanya. Obsidiannya kembali memandangi Yoo Mi yang masih duduk di sana dengan kepala tertunduk. Tidak, ini memang pilihanku. Kau harus tetap menemuinya, Cho Kyuhyun.

 

Other Side at Gyeonggi. –Hwa Young’s PoV-

 

Rasanya begitu senang ketika bulan telah berganti dan memasuki musim gugur. Walaupun begitu, memori tentang pertemuanku dengannya saat musim panas lalu masih membekas di otakku. Sejak saat itu pula, rasanya aku seperti membenci kota bernama Seoul itu. Kota yang menyimpan kenangan pahitku bersama Kyuhyun.

Kakiku berjalan menyusuri kebun apel di belakang rumahku, tempat kesukaan Kyuhyun dulu. Itu sudah tidak berlaku lagi sekarang, Kyuhyun mungkin lebih menyukai klub malam bersama gadis bernama Han Yoo Mi itu. Kini, kebun apel ini menjadi tempat kesukaanku untuk sekedar menenangkan pikiran.

“ Hwa Young~ah,” seorang lelaki bertubuh jangkung berdiri tidak jauh dariku. Dia Changmin, lelaki yang selama ini menyukaiku dan ya.. aku tidak pernah membalas satu kasih sayang pun yang ia berikan untukku. Mungkin itu rasanya juga sama menyakitkan seperti saat Kyuhyun tidak lagi menganggapku dan juga mungkin, aku sama kejamnya seperti lelaki bernama Cho Kyuhyun itu.

“ Yak ! Park Hwa Young, kau mendengarku tidak ? ” dia tersenyum kecil.

Cuaca sedang bersahabat saat ini. Tidak ada awan gelap yang berarak-arak di langit ataupun kilatan-kilatan cahaya terang. Aku menyukai keadaan ini. Aku menyukai saat angin sepoi-sepoi berhembus membelai rambutku dan sinar hangat matahari menyengat kulitku. Mungkin aku juga menyukai saat melihat dedaunan pohon apel ikut bergoyang ditiup angin.

Changmin dengan lahap menggigit apel yang baru saja ia petik dari salah satu pohon apel di kebun. Lelaki itu tampak bahagia hari ini dan mungkin, lelaki itu akan bahagia selamanya karena aku belum pernah melihatnya menangis walau hanya satu kali. Bahkan saat aku berkali-kali menolaknya, dia tidak terlihat sedih. Mungkin hatinya juga tersakiti, namun dia tetap tersenyum. Sebuah pelajaran yang berharga.

“ Hwa Young, kau pernah ke Seoul, kan ? ” Changmin menatapku, menghentikan kegiatan memakan apelnya. Raut wajahnya juga berubah, walaupun hanya sedikit. Tapi aku bisa merasakan jika dia serius, tidak bercanda seperti biasanya. “ Apa yang kau alami disana ? Semenjak pulang dari sana, kau jadi lebih sering murung. Jika kau bisa, ceritakanlah padaku.”

Aku terdiam. Haruskah aku menjawab pertanyaan ini ? Setelah berusaha keras melupakannya, melupakan Kyuhyun dan Seoul, haruskah Changmin kembali mengungkit ini kembali ? Pikiranku beradu, antara iya dan tidak. Kulihat Changmin masih menungguku berbicara. Lelaki itu masih bertahan pada wajah seriusnya.

“ Ya, aku pernah kesana,” ucapku seraya menghela nafas. Aku menunduk dalam. Bersiap-siap jika seandainya air mataku akan keluar kembali setelah menceritakan ini. “ Kau tahu Cho Kyuhyun ? Akan kujawab iya jika kau berpikir dia Cho Kyuhyun, anggota termuda dalam boyband Super Junior. Aku tidak tahu kau tahu atau tidak, tapi… dia kekasihku. Entah dia masih menganggapku kekasihnya atau tidak, yang pasti kami pernah menjadi sepasang kekasih saat umurku menginjak tiga belas tahun.”

Aku melirik Changmin yang masih diam menatapku, seolah-olah ingin aku untuk melanjutkan cerita. “ Lalu, saat musim panas lalu, aku berniat mengunjunginya untuk menepati janjiku. Janjiku untuk kembali menemuinya dan ya… kau pasti tahu kelanjutan cerita ini. Kyuhyun telah memiliki seorang kekasih dan dia menyuruhku untuk pergi. Aku tidak tahu akan menyalahkan siapa. Kyuhyun juga benar, menurutku.”

Changmin tersenyum. “ Jadi, itu sebabnya kau terus menolakku. Ternyata kau masih terikat janji dengan seseorang bernama Cho Kyuhyun itu. Lalu, jika aku menyatakan perasaanku kepadamu satu kali lagi, apa kau masih akan menolakku ? Tapi mungkin, kau akan menolakku lagi. Kau masih menaruh harapan pada lelaki bernama Cho Kyuhyun itu, kan ? ”

“ Tidak,” aku tersenyum. Tersenyum setelah sekian lama tidak pernah tersenyum, jika pernah, mungkin hanya sebuah senyum paksaan. Tapi kali ini, aku tersenyum lebih tulus, untuk yang pertama kali. “ Aku rasa… aku mulai menyukaimu. Setelah semua yang kau lakukan ini, aku mulai melihatmu sebagai pria bukan sebagai teman. Jadi, aku tidak menolakmu lagi. Aku sadar, selama ini aku salah menaruh harapan.”

Lelaki itu tersenyum semakin lebar. Aku bisa melihatnya benar-benar bahagia. Dan mungkin, sadar atau tidak, dia memelukku dengan erat. “ Benarkah ? Kau tidak main-main dengan perkataanmu tadi ? Benar kau menerima pernyataan cintaku ? Terimakasih, Park Hwa Young ! Mulai sekarang, kau milikku ! ” wajah lelaki itu berseri-seri, menandakan jika ia benar-benar bahagia.

Dan pada akhirnya, aku telah berhasil melupakannya. Melupakan Cho Kyuhyun.

 

Back to Seoul. –Author’s PoV-

 

Pagi ini udara terlihat cukup bersahabat. Angin berhembus lembut membelai rambut coklatnya. Walaupun terasa sedikit dingin, ia menyukai itu. Kyuhyun membuka pintu mobilnya perlahan. Hari ini ia bangun lebih pagi dari biasanya hanya untuk pergi ke Gyeonggi, untuk menemui Park Hwa Young, kekasih masa kecilnya. Ia sudah meyakinkan diri dan memantapkan hati untuk menemui gadis itu.

 

To be continued…

-..-..-..-..-

Sekali lagi maaf.. banget kalo sequel-nya berantakan dan gak sesuai keinginan..  Maaf juga kalo bikin sequel-nya kelamaan..  Berhubung ini masih part 1, kalo pengen ada kelanjutannya, request ya…

 

 

7 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Mar 28, 2015 @ 18:02:59

    wewww,,, kayanya bakalan seru nih,,,,,
    lanjut

    Reply

  2. elmaaaa
    Mar 29, 2015 @ 14:12:38

    aaaaaa><
    penasaran sama lanjutannya, ditunggu ya authornim🙂

    Reply

  3. Monika sbr
    Mar 29, 2015 @ 18:52:20

    Wah…. Nanti hwa young jadi rebutan kyuhyun dan changmin….
    Ditungguh kelanjutannya thor!!!

    Reply

  4. evi
    Mar 30, 2015 @ 22:27:39

    tor part ini pendek!! penasaran hwa young akan milih siapa changmin or kyuhyun.

    Reply

  5. evi
    Mar 30, 2015 @ 22:29:23

    tor part ini pendek!! penasaran hwa young akan milih siapa changmin or kyuhyun.
    nyesel kan tuh kyuhyun udh nyia”in hwa young di saat hwa yong udh mulai move on kyuhyun bkl dtng

    Reply

  6. uchie vitria
    Mar 31, 2015 @ 08:56:08

    aku lupa udah baca cerita sebelumnya atau belum hehehehe

    tapi ini harus segera dilanjut ya
    suka ceritanya dan berharap hwa young tetap membuka hatinya dan mencintai changmin
    dan harus nglupain kyuhyun tapi .. tapi .. kayaknya gk mungkin sich ya
    toh pada akhirnya hwa young juga akan kembali ke kyuhyun kan
    gitu endingnya

    Reply

  7. rhisa
    Oct 09, 2015 @ 17:16:16

    kok sequelnya gak d lanjutin???.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: