Time

Time

 

TITTLE : Time

GENRE : Sad romace

LENGTH : Oneshoot

RATED : G

MAIN CAST :

– Cho KyuHyun

– Jung HyeJoon

AUTHOR : A.S

TWITTER :https://twitter.com/AprillyaSekar

FACEBOOK :https://www.facebook.com/april.sekar

DISCLAIMER :

Salam untuk para readers sekalian! Setelah bertahun-tahun enggak nulis atau bahkan ngepost FF akhirnya gue comeback juga. Sebenernya sih ini FF udah lama banget gue buat terus cuma ngendep di notebook tersayang gue, jadi daripada mubajir mending gue post, iye gak?

Yaudahlah daripada banyak cincong gajelas, mending langsung baca ya. Kalo enggak suka immediately leave FF abal ini, kalo suka stay tuned until the story end. Jangan lupa klik ‘like’ kalo perlu ‘comment’ yap, jangan biasain jadi pembaca gelap! Maap kalo masih banyak typo yang beterbaran atau EYD yg tidak jelas. Maklumlah karena author ini hanya manusia biasa. Kesamaan nama, tokoh, dan latar merupakan kekhilafan author *plak* maksudnya ketidaksengajaan. Happy reading guys!

 

<.><.><.><.><.><.>

Aku selalu menunggumu disini. Menunggu waktu berputar mundur. Di sini, di tempat ini kenangan itu selalu berputar. Aku mencoba mendengar suaramu. Namun, tak bisa kudengar lagi. Aku mencoba membayangkan dirimu. Namun, kau tak bisa terlihat dimataku lagi.

Kisahku berhenti begitu saja, seperti saat sang tokoh utama kehilangan sebelah sayapnya, berhenti bergerak dan menghilang.

<.><.><.><.><.><.>

“ Tidakpeduli kapan kau dan aku bersama. Tidak peduli kapan kau dan aku berpisah nantinya . Yang menentukan semua itu bukanlah kita tetapi waktu, bukan? “ –Jung HyeJoon.

“ Tidak peduli seburuk apa waktu dimatamu. Waktu akan selalu indah dimataku saat kau dan aku bersama.“ –Cho KyuHyun

 

“ Semua akan indah pada waktunya. Dan waktu akan selalu indah saat kau dan aku bersama. “

Jung HyeJoon menatap Cho KyuHyun di hadapannya dengan tatapan berkilat-kilat menahan amarah. “ Berhenti mengatakan omong kosong itu. “

“ Apa? “ KyuHyun mengangkat kedua tangannya sebatas bahu, pura-pura menyerah dan tidak mengerti. “ Yang kukatakan benar, bukan? “

HyeJoon mendengus, tidak sudi berdebat lebih jauh mengenai ‘waktu’ dengan Cho KyuHyun—pacarnya. Berdebat dengan KyuHyun hanya akan membuat kenangan buruknya menyeruak kembali kepikirannya. Ia membuang pandangan keluar café yang ada di pinggir jalan Apgeujong-dong yang ramai. Matanya menatap kosong jalan raya Apgeujong-dong dan para pejalan kaki dengan mantel berwarna-warni.

“ memikirkan kenangan burukmu lagi? “ tanya KyuHyun, tangan hangat laki-laki itu sudah menyelubungi sebelah tangannya yang tergeletak di meja. HyeJoon tersenyum tipis sambil menggeleng. “ Tidak juga. Hanya saja setiap kita berdebat tentang waktu, kenangan buruk itu mencoba muncul di pikiranku. “

Tiga tahun yang lalu, di waktu yang bersamaan keluarga HyeJoon meninggal dalam kecalakaan mobil. Ayah, Ibu, dan adik perempuannya. Di saat hari itu seharusnya menjadi hari terindah untuk keluarga mereka—HyeJoon menjadi sarjana dengan nilai terbaik—malah menjadi hari terburuk yang pernah ada. Karena hal itulah ia akan marah bahkan mengamuk jika seseorang mengatakan padanya bahwa semua akan indah pada waktu. Nyatanyapun di waktu paling indahnya saja hal buruk malah menimpanya dan meninggalkan kenangan buruk yang belum bisa ia hilangkan sepenuhnya dari memorinya.

“ Maafkan aku. Tidak seharusnya aku membuatmu kembali memikirkan kenangan buruk 3 tahun yang lalu itu. “

HyeJoon menghela nafas panjang dan berat. Ia membalas genggaman tangan KyuHyun sambil tersenyum lebar. “ Tidak apa. Aku akan mencoba melupakannya dan kembali berdamai dengan waktu. Lagipula aku lelah hidup seperti ini. “

“ Aku akan membantu. “

“ Lusa kita sudah 3 tahun, bukan? “ HyeJoon tersenyum lebar menatap KyuHyun yang sudah sibuk dengan ponsel pintarnya. Laki-laki itu mendongak, tersenyum lebar sambil mengangguk dengan semangat. “ Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat? “

“ Kemana? “ tanya HyeJoon tidak kalah semangatnya.

“ Lusa aku akan menjemputmu di apartemenmu. “ kata KyuHyun, saat melihat HyeJoon hendak bertanya bahkan protes laki-laki itu menambahkan. “ Tidak ada pertanyaan bahkan protes. “

<.><.><.><.><.><.>

Lusa, KyuHyun benar-benar datang ke apartemen HyeJoon tanpa memberitahu kemana mereka akan pergi. Matahari belum begitu jelas menampakkan dirinya. Tentu saja, ini masih jam empat pagi. Warna gelap masih mendominasi langit. HyeJoon yang saat itu sudah duduk di sebelah KyuHyun di dalam mobil laki-laki itu terus saja menggerutu dan menyumpahi laki-laki disebelahnya.

KyuHyun melirik HyeJoon yang masih memasang tampang kusut. “ Sudahlah. wajahmu tampak seperti nenek sihir sekarang ini. “ katanya sambil tertawa. HyeJoon yang tidak terima dengan ejekan KyuHyun langsung memukul lengan laki-laki itu dengan sekuat tenaga. “ Aish…sakit sekali. Jangan melakukan itu lagi atau kita akan berakhir menabrak trotoar! “

“ aku sudah mengatakan padamu untuk merayakan hari jadi kita yang ke tiga tahun. Jadi, aku memutuskan mengajakmu pergi ke pantai Incheon untuk melihat matahari terbit. “ kata KyuHyun memberi alasan agar HyeJoon tidak terus menerus menekuk wajahnya, menggerutu bahkan menyumpahi dirinya.

HyeJoon mendengus. “ Tapi, kau harusnya memberitahuku lebih awal. Tidak perlu sampai datang ke apartemenku secara tiba-tiba seperti penangih hutang di pagi buta. “

“ Penagih hutang? “ ulang KyuHyun tidak percaya. “ Apa kau menganggap kekasihmu yang tampan ini adalah seorang penagih hutang? “ tanyanya dengan nada kesal.

Baiklah, aku membuat baby Kyu marah. Batinnya jengah. Ia tidak akan mau meladeni KyuHyun jika laki-laki itu mulai emosi. Jadi, yang sebaiknya ia lakukan adalah diam sampai emosi laki-laki itu hilang dengan sendirinya.

Selama perjalanan tidak ada satupun yang memulai pembicaraan setelah perdebatan kecil berujung acara perang dingin itu. Begitu sampai, KyuHyun keluar dari mobilnya begitu saja tanpa berkata apapun pada HyeJoon.

HyeJoon memberengut menatap KyuHyun yang sudah meninggalkannya dengan langkah dihentak-hentakkan. “ Aish… Dasar baby Kyu. “ tanpa bicara apapun lagi HyeJoon turun dan menyusul KyuHyun yang sudah lumayan jauh darinya.

“ Yak! Tunggu aku! “ Teriak HyeJoon kesal karena tidak bisa menyamai langkah kakinya yang kecil-kecil dengan langkah kaki KyuHyun yang besar-besar. Namun, yang diteriaki dengan keras kepala masih saja berjalan tanpa menoleh sedikitpun. “ Baiklah aku sudah keterlaluan! Aku minta maaf! “ teriak HyeJoon lagi, membujuk.

KyuHyun berhenti dan menoleh. “ Lalu apa yang ingin kau lakukan sebagai permohonan maaf? “ tanya KyuHyun setengah berteriak. Kali ini nada bicaranya sudah seperti penagih hutang. HyeJoon menarik lengan sweaternya, jam berwarna biru pemberian KyuHyun 1 tahun lalu melingkar disana. 5 lewat 25 menit. “ Diam disana! “

HyeJoon melangkah mendekati KyuHyun dengan langkah lebar. Laki-laki itu tengah menatapnya dengan kening berkerut. “ Aku akan menunjukkannya sekarang… “ kata HyeJoon saat jaraknya dengan KyuHyun hanya 10 cm. HyeJoon berjinjit, mendekatkan wajahnya dengan KyuHyun, begitu sesuatu yang indah keluar dengan cahaya yang tampak berkilau di ujung dunia HyeJoon menempelkan bibirnya ke bibir KyuHyun dengan gerakan kilat.

“ Happy third Anivversary Cho KyuHyun and Jung HyeJoon! “ kata HyeJoon sambil tersenyum dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar setelah melepaskan ciuman kilatnnya. KyuHyun berdehem. “ Tadi itu apa? Seperti ada sesuatu yang menempel di bibirku. “

“ Aku menciummu bodoh! “ kata HyeJoon gemas.

“ Menciumku? Bisakah kau mengulangnya lagi? Aku tidak merasakan apapun tadi. “

HyeJoon merasakan kedua pipinya memanas, ia yakin sekarang pipinya sudah semerah kepiting rebus. “ Kau mesum! “ teriak HyeJoon kesal sambil memukul KyuHyun membabi buta.

KyuHyun tertawa sambil berlari kesana kemari menghindari pukulan HyeJoon. “ AKU MENCINTAI SI BODOH JUNG HYE JOON!!! “ teriak KyuHyun tiba-tiba sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

HyeJoon yang berlari di belakang KyuHyun tersenyum simpul. “ AKU JUGA MENCINTAI SI PEMARAH DAN KEKANANAKAN CHO KYUHYUN!!! “

HyeJoon berharap saat ini waktu berhenti dan biarkan kenangan manis ini terus berputar, hanya ada ia dan Cho KyuHyun. Selalu dan selamanya.

<.><.><.><.><.><.><.><.>

“ Mengapa disaat aku mempercayai omong kosong itu. kau malah menjadikannya kembali terdengar hanya omong kosong saja ditelingaku. Waktu mungkin akan indah pada waktunya, namun bukan berarti waktu akan selalu indah, bukan? Karena kau tidak lagi berada di sampingku.“–Jung HyeJoon.

1 tahun kemudian—

Happy fourth annive… “

“ Maaf HyeJoon aku lelah denganmu. Aku bosan denganmu. Dan aku sudah tidak mencintaimu lagi. Pergilah cari laki-laki yang lebih baik dariku. Jangan ganggu aku lagi. Selamat tinggal.“ kata KyuHyun diujung sana begitu saja menyela ucapan Hye-Joon, kemudian menutup sambungan tanpa menunggu Hye-Joon menyelesaikan ucapannya.

HyeJoon menurunkan ponselnya, menaruh benda persegi itu di meja café yang ia tempati 1 tahun yang lalu bersama KyuHyun, kemudian menghela nafas panjang dan berat setelah menahan nafas selama KyuHyun bicara. Aku sudah tidak mencintaimu? HyeJoon tertawa mengejek.

Mudah sekali dia mengatakan hal terkutuk itu. Selama ini dia kemanakan rasa cintanya?

Tidak terasa air matanya sudah mengalir melewati pipinya setitik demi setitik. “ Kau bodoh… laki-laki brengsek… “ isaknya sambil memukul-mukul dadanya yang sesak.

HyeJoon bangkit, berjalan keluar dari café itu, kemudian pergi ke apartemen KyuHyun menggunakan taksi. Ia sudah tidak tahan, ia tidak mengerti ada apa sebenarnya dengan KyuHyun yang selama satu tahun ini terus menghindarinya. Laki-laki itu selalu beralasan bahwa ia sedang pergi dinas keluar kota, tapi nyatanya HyeJoon malah melihatnya barusaja keluar dari sebauh rumah sakit. Dan sekarang ia akan memastikannya.

Begitu sampai di depan gedung apartemen KyuHyun di daerah Gangnam, HyeJoon langsung naik ke lantai 15, kemudian berbelok ke kanan. Saat langkahnya berhenti di depan apartemen bernomor 402, dengan ragu HyeJoon menekan digit nomer yg ada di sebelah pintu itu. 020323. Dan klik! Pintu terbuka.

Bahkan dia belum mengganti password apartemennya. Tanggal lahirnya, lahirku, dan hari jadi kami.

Dengan cepat HyeJoon masuk ke dalam apartemen KyuHyun. Pemandangan pertama yang menyapanya adalah ruang duduk yang hangat dengan grand piano di pojok ruangan, tidak ada yang berubah disini, semuanya masih tampak sama—hangat dan nyaman. HyeJoon baru saja menyelesaikan keterkagumannya saat suara benda pecah memenuhi telinganya. Dadanya terasa sesak, tanpa mengatakan apapun ia melesat ke arah suara itu.

HyeJoon berhenti melangkah, menutup mulutnya yang mengangga kaget, kemudian sambil menangis menghampiri KyuHyun yang sudah tergeletak dilantai dengan darah segar terus keluar dari hidung laki-laki itu. “ K..yu… apa yang terjadi denganmu? Kyu… “ dengan tangan gemetar HyeJoon menepuk pipi KyuHyun, namun laki-laki itu sama sekali tidak merespon.

“ Apa yang harus kulakukan? “ HyeJoon kebinggungan, setengah sadar iapun mengambil ponselnya dan menelpon siapapun yang namanya pertama kali terlihat di ponselnya. Eommanim. Begitu nama itu muncul HyeJoon langsung memencet tombol call hijau dengan tangan gemetar.

Eommanim… “

“ Ada apa HyeJoon? Mengapa suaramu bergetar seperti itu? “

Eommanim… Kyu…hyun.. “

“ Ada apa dengan putraku? “

“ Aku… aku tidak tahu. Dia pingsan… hidungnya… hidungnya mengeluarkan darah. Cepatlah kesini eommanim. Aku takut.. “

 

“ Ya Tuhan! Diamlah disitu, aku segera kesana. “

Sudah 5 jam KyuHyun berada di dalam ruang ICU, tapi belum ada tanda-tanda yang menunjukkan operasinya akan segera selesai. HyeJoon masih setia memeluk AhRa eonni sambil terisak. “ Dia akan baik-baik saja, kan? Iayakan, eonni? “ sudah berates-ratus kali Hye-Joon menanyakan itu.

AhRa mengelus kepala Hye-Joon yang sudah ia anggap adiknya sendiri sambil sesekali menyeka air matanya. “ Dia pasti… baik-baik saja. “ kata Ahra akhirnya, meskipun ia ragu.

Sekian detik setelah AhRa menyelesaikan ucapannya, pintu besar itu terbuka lebar. “ Bagaimana keadaan anak saya, uisanim? “ tanya eomma KyuHyun. HyeJoon bangkit kemudian menatap eomma KyuHyun dan uisanim dengan matanya yang sayu. “ Apa dia.. baik-baik saja? “

Uisannim menghela nafas panjang. “ Kita bicarakan diruanganku, mari nyonya dan tuan cho ikuti saya. “

HyeJoon baru saja ingin mengikuti eomma dan appa KyuHyun, namun eomma KyuHyun menahannya. “ Temani AhRa, kau lihatlah KyuHyun dulu, eomma dan appa akan menyusul. “ katanya lembut.

HyeJoon mengangguk pelan dan pergi keruang rawat KyuHyun bersama AhRa eonni.

HyeJoon menatap KyuHyun dengan tatapan sayunya. Sudah berjam-jam ia menangis. Ruangan ini terasa sagat dingin dan sepi. AhRa eonni baru saja pergi kembali ke rumahnya, ia tidak bisa meninggalkan anaknya terlalu lama, sedangkan eomma dan appa KyuHyun sedang pulang untuk mengambil pakaian KyuHyun. Jadi, disini hanya ada ia dan KyuHyun yang sampai saat ini belum kunjung membuka matanya.

Baru saja HyeJoon diberi sebuah kejutan yang menyesakkan dadanya. Kejutan berisi rahasia yang dipendam KyuHyun selama bertahun-tahun darinya. Laki-laki itu sakit, ia tidak baik-baik saja, sejak kecil ia mengidap penyakit kanker darah, dan sekarang penyakit itu sudah sampai stadium akhir. Air mata HyeJoon kembali menetes mengingat hak buruk itu. kekasih macam apa dirinya, selama empat tahun berhubungan ia sama sekali tidak tahu tentang itu. Dan betapa pintarnya KyuHyun menyembunyikan hal itu darinya.

“ Kau bodoh… Kau brengsek Cho KyuHyun..“ HyeJoon mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan KyuHyun sambil terisak. “ Mengapa aku bodoh. Mengapa kau terlalu pintar. Omong kosong macam apa lagi ini? “ rancau HyeJoon.

Tanpa HyeJoon sadari, KyuHyun sudah sadar sejak tadi, dan setititk air mataya jatuh di pelupuk matanya.

<.><.><.><.><.><.>

1 bulan kemudian—

“ Aku ingin pergi ke suatu tempat. “ KyuHyun menatap kedua orang tuanya dengan tatapan memohon. “ Satu hari saja, “ tambah KyuHyun.

Kedua orang tuanya saling berpandangan. Uisannim yang berada di samping mereka berdua menghela nafas. HyeJoon yang duduk di samping ranjang KyuHyun sambil menggenggam tangannya hanya diam.

“ Aku akan baik-baik saja, “ kata KyuHyun.

HyeJoon mengeratkan genggaman tangan mereka. “ Kau ingin pergi kemana? “ tanya gadis itu.

“ Pantai. Mengulang kenangan indah kita, “ kata KyuHyun, ia tersenyum tipis sambil mengelus pipi gadis itu. “ Kau mau menemaniku, HyeJoon? “

HyeJoon menatap kedua orang tua KyuHyun dan uisannim. “ Bolehkah? “

Setelah mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya dan uisannim. HyeJoon, ia dan kedua orangtuanya pergi ke pantai dimana 1 tahun lalu ia dan HyeJoon merayakan hari jadimereka yang ke tiga. Disinilah mereka, berjalan berdua di bibir pantai sambil berpeganggan tangan.

“ Apapun yang terjadi ingatlah omong kosong yang selalu kukatakan padamu, mengerti? “ kata KyuHyun memecah keheningan. HyeJoon yang sejak tadi menunduk, mendongak menatap KyuHyun yang tengah tersenyum tipis kearahnya dengan bibir pucat. “ Semua akan indah pada waktunya. Waktu akan selalu indah saat kau dan aku bersama. “ kata gadis itu, mengulangi omong kosong yang selalu ia katakan pada gadis itu.

Langkah kaki HyeJoon berhenti, KyuHyunpun ikut menghentikan langkah kakinya. “ Lalu, jika salah satu dari kita pergi apa waktu akan selalu indah…? “

“ Cari peggantiku, hidup bahagialah dengannya, dan buatlah kenangan indah bersamanya. Dia yang akan menggantikan diriku membuat waktu dihidupmu agar selalu indah. “ kata KyuHyun.

Tiba-tiba saja darah segar keluar dari hidungnya, ia terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah juga. HyeJoon menahan tubuh KyuHyun yang limbung. “ Eommanim! Appanim! “ teriak HyeJoon.

“ Kyu.. jangan tinggalkan aku.. kumohon.. “ kata HyeJoon sambil menangis terisak dan berusaha menahan kepala KyuHyun agar tidak jatuh ke pasir pantai. KyuHyun menghapus air mata HyeJoon. “ Aku mencintaimu… “ setelah mengatakan itu tangan KyuHyun jatuh terkulai begitu saja.

HyeJoon menepuk-nepuk pipi KyuHyun. “ Tidak! Kau tidak boleh pergi! “ kata HyeJoon sambil memeluk KyuHyun yang sudah tidak bernyawa lagi. “ Jangan tinggalkan aku! “

Satu minggu kemudian setelah kematian KyuHyun. HyeJoon mendatangi apartemen KyuHyun, hanya untuk membereskan apartemen itu. HyeJoon menatap sekeliling apartemen KyuHyun yang sudah tidak senyaman dan sehangat saat pemiliknya masih berada di sini. Ia mengenggam sebuah kotak yang ia temui di dalam lemari pakaian KyuHyun.

HyeJoon duduk di kursi yang ada di ruang duduk. Kemudian dengan perlahan membuka kotak itu. HyeJoon menutup mulutnya untuk meredam isakannya. Di kotak itu terdapat satu buah surat berwarna biru aquarel—warna kesukaan HyeJoon—dan gaun berwarna senada. Dengan tangan gemetar HyeJoon mengambil surat itu dan membukanya.

“ Dear Jung HyeJoon, kekasihku yang bodoh tapi aku mencintaimu.

Gaun itu adalah hadiah hari jadi kita yang keempat. Kuharap kau menyukainya, tapi aku tahu bahwa kau akan menyukainya. Butuh waktu cukup lama untuk mendesainnya, oh..tentu saja aku dibantu oleh AhRa noona. Harusnya aku memberikannya langsung padamu dengan cara yang romantis dan melihatmu menggunakan gaun itu, bukannya malah mengatakan hal terkutuk itu “ Maaf HyeJoon aku lelah denganmu. Aku bosan denganmu. Dan aku sudah tidak mencintaimu lagi. Pergilah cari laki-laki yang lebih baik dariku. Jangan ganggu aku lagi. Selamat tinggal. “ Lihat, aku bahkan mengingat dialog yang kususun hampir satu tahun itu. sungguh demi apapun, aku tidak akan pernah sudi mengatakan hal itu. kau boleh menganggapku bodoh, brengsek, sakit jiwa atau apapun itu. Satu hal yang perlu kau tahu, aku akan terus mencintaimu.

aku mengatakan hal itu dan berusaha menjauhimu, karena aku rasa laki-laki penyakitan sepertiku tidak pantas mendampingimu lebih lama lagi. Aku bukan melepas tanggung jawabku begitu saja, hanya saja menjauhimu mungkin akan lebih baik dibandingkan aku teteap disisimu tetapi aku malah membuatmu repot dengan penyakitku. Dan maafkan aku jika aku menyembunyikan tentang penyakitku itu, aku bukannya tidak mempercayaimu, lagipula tidak ada gunanya menyebarluaskan apa penyakit yang kau derita, bukan?

Baiklah, aku sudah lelah menulis dan aku terlalu banyak bicara. Sekali lagi, ingatlah Jung HyeJoon. Cho KyuHyun akan selalu dan selamanya mencintai Jung HyeJoon. Ada atau tidaknya aku, terlihat atau tidak terlihatnya aku, suaraku terdengar atau tidaknya itu, aku selalu bersamamu… di dalam hatimu. Cari peggantiku (kau harus pastikan ia bebas dari penyakit apapun itu), hidup bahagialah dengannya, dan buatlah kenangan indah bersamanya. Dia yang akan menggantikan diriku membuat waktu dihidupmu agar selalu indah.

From : Cho KyuHyun yang selalu dan selamanya mencintai si bodoh Jung HyeJoon. “

 

HyeJoon menangis sekencang-kencangnya sambil memeluk kotak berisi gaun yang KyuHyun berikan untuknya. Menangis sendirian, karena ia sudah kehilangan sebelah sayapnya. Untuk selamanya.

 

E N D

8 Comments (+add yours?)

  1. ariariken23
    Mar 28, 2015 @ 06:20:27

    sad ending.hiks pasti sangat sulit di laluin JungHyeJoon. 😥

    Reply

  2. elmaaaa
    Mar 28, 2015 @ 11:17:23

    sedih bgt 😥

    Reply

  3. i'm2IP
    Mar 28, 2015 @ 15:03:06

    Sad ending.. aduhh miris rasanya 😥 kyu nya hidup lagi dong xP.. bagus thor ff nya good job^^

    Reply

  4. ichul
    Mar 28, 2015 @ 20:55:49

    Sedih, dan ini harusnya Angst juga..

    Reply

  5. esakodok
    Mar 28, 2015 @ 22:58:06

    ahhahahahaha…..galau galau galau…q suka…kyunya tulus bgt…kasihan mereka..tp harus ttp move on

    Reply

  6. july
    Mar 29, 2015 @ 23:44:31

    Sedih banget….apa jadi y kalo itu gue.Like it

    Reply

  7. Park HaeMin
    Mar 30, 2015 @ 17:41:50

    huaa… sad ending yg sad banget, sakitnya berasa TT.TT yah selamat move on deh buat Hyejoon, stay strong… love it thor..

    Reply

  8. Monika sbr
    Mar 31, 2015 @ 07:57:10

    Sedih banget thor!!
    Gak nyangka, ternyata kyu mengidap sakit parah…..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: