When That New Love Comes

Author             : Sparchangel

Title                 : When that New Love Comes…

Casts               : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kang Yebin (OC)

Rating             : General

Genre              : Sad romance, Fluff

Twitter                        : @yuniarchristy

Facebook         : www.facebook.com/christy.yuniar.98

a/n                   : FF ini pernah diikutkan dalam sebuah lomba tapi sayang gak menang :’) hope you all can enjoy this story. Don’t forget to give feedback😉

Yebin’s POV

Aku sedikit gugup saat memasuki gerbang kampus baruku ini. Tidak, saat ini tujuanku ke kampus bukan untuk kuliah. Lagipula waktu telah menunjukkan pukul lima sore, mustahil jika ada dosen yang memberikan kuliah di senja hari seperti ini. Maksud kedatanganku saat ini adalah untuk menghadari pertemuan perdana anggota baru komunitas musik jurusan Post Music Modern, jurusan yang akan aku tekuni selama 4 tahun ke depan di Kyunghee University. Komunitas yang bernama PMM Community (PMMC) ini merupakan komunitas yang cukup bergengsi di Kyunghee Univesity. Hanya orang-orang berbakatlah yang berhasil lolos melalui serangkaian seleksi yang cukup melelahkan.

Lalu, apakah aku juga termasuk dalam ‘kumpulan’ orang berbakat itu? Ku rasa tidak. Aku bahkan masih tidak percaya aku berhasil lolos dalam proses seleksi yang terakhir, yaitu wawancara. Kualitas vokalku jauh dari kata merdu. Memainkan alat musik pun aku tidak bisa. Sampai akhirnya, aku lolos ke divisi EO. Salah satu dari dua divisi yang ada di PMMC. Meski aku gagal masuk ke divisi musik, paling tidak aku telah berhasil mewujudkan ‘cita-cita’ku untuk bergabung dalam komunitas ini.

Jika kau bertanya apa motivasiku untuk bergabung ke PMMC, mungkin kau akan terperangah mengetahui jawabanku. Tak sama dengan mahasiswa lain yang ingin meraih kepopuleran, atau sekedar ingin menyalurkan hobi bermusik, aku hanya memiliki satu alasan yang kedengarannya mungkin sangat konyol. Aku ingin bergabung ke PMMC karena pria itu. Cho Kyuhyun. Mahasiswa yang setingkat lebih tua dariku, sangat populer terutama diantara para mahasiswi, tinggi, tampan, dan pintar. Dan aku jatuh cinta padanya saat pertama kali bertemu dengannya.

Dan aku tak bisa hanya berdiam diri, berharap cintaku disambut pria itu. Aku harus melakukan sesuatu agar ia menyadari ‘keberadaan’ku. Itulah mengapa aku memutuskan untuk mengambil formulir pendaftaran PMMC, meski aku tahu aku tak memiliki bakat apapun di bidang musik. Yang aku tahu hanyalah, aku harus berjuang untuk mendapatkan cinta pria itu.

Memasuki aula tempat acara ini diadakan, secara refleks aku mencari keberadaan pria itu. Hal ini tak berlangsung lama karena dengan mudah aku menemukan pria itu, memakai kaos hitam dirangkap jaket abu-abu dan celana jeans, terlihat sangat casual. Seperti biasa tubuhku mematung di tempat setiap kedua mata ini menangkap objek pandang yang sangat ku sukai. Aku langsung mengalihkan tatapanku saat seorang sunbae menepuk pundakku.

“Kang Yebin? Isi daftar absen dulu ya..” ajak Changmin sunbae.

“Eoh? Nde sunbae.”

Ku lihat daftar absen para anggota baru PMMC di atas meja yang diletakkan di dekat pintu masuk aula. Rasanya seperti mimpi saat membaca namaku tertera di sana. Aku masih belum percaya bahwa aku benar-benar telah menjadi anggota komunitas ini. Akhirnya aku sekomunitas dengan Cho Kyuhyun. Seharusnya aku bahagia. Tapi, entah mengapa, hatiku merasakan hal lain. Suatu perasaan tak enak yang sangat sulit untuk ku enyahkan.

“Baiklah. Bagi kalian yang telah mengisi daftar absen silahkan langsung duduk di tempat yang telah disediakan. Karena acara spektakuler malam ini akan segera dimulai!”

Suara lantang nan ceria sang pembawa acara membuyarkan lamunanku. Segera ku bubuhkan tanda tanganku di kolom yang tersedia, lalu bergegas menuju kursi yang rupanya telah sebagian terisi.

“Annyeonghaseyo, joneun Kang Yebin imnida,” sapaku pada gadis yang sepertinya seumuran denganku. Gadis itu tersenyum ramah padaku lalu menjabat tanganku.

“Joneun Hyunmi imnida. Senang berkenalan denganmu.”

Percakapan kami terpaksa berhenti karena rupanya acara telah dimulai. Kedua MC naik ke atas panggung dan dengan riang menyapa para pengunjung, terutama kami para mahasiswa baru yang baru saja bergabung dalam komunitas ini.

“Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Dan, aku secara pribadi mengucapkan selamat kepada kalian-kalian yang telah resmi menjadi bagian dari komunitas ini!”

Suara riuh anggota komunitas lainnya bercampur dengan tepuk tangan membuat acara ini semakin meriah. Aku terlarut dalam kebahagiaan. Menyadari bahwa aku telah memiliki ‘keluarga’ baru saat ini. Merasa sangat beruntung telah menjadi bagian dari mereka. Dan aku hanya meringis saat mengingat tujuan utamaku bergabung ke komunitas ini. Benar-benar konyol.

“Sebagai pembuka, akan ada penampilan spesial dari pria yang mengaku dirinya tampan!” ucap sang MC  pria yang ku ketahui bernama Michael, mahasiswa berkebangsaan Amerika yang telah lima tahun menetap di Korea.

“Eoh? Mengaku dirinya tampan?” si MC wanita yang bernama Hye Na membeo ucapan Michael sunbae.

“Nde! Aku sendiri juga heran mengapa rekan kita yang satu ini sangat narsis hahaha”

Para penonton pun ikut tertawa mendengar pengakuan Michael sunbae yang ku akui kebenarannya. Namun jauh dalam lubuk hatiku, aku berharap orang yang tengah mereka bicarakan saat ini adalah Kyuhyun sunbae. Akan sangat menyenangkan jika aku bisa melihatnya menyanyi secara langsung saat ini. Apalagi aku duduk tepat di depan panggung. Ah aku tak bisa membayangkan saat ia menyanyi lalu terjadi eye contact antara aku dan Kyuhyun sunbae! Okay, lupakan imajinasi gilaku ini.

“Baiklah Michael, daripada kita berlama-lama, bagaimana kalau kita langsung panggil saja pria ‘tampan’ ini?” tawar Hye Na sunbae.

“Okay. Mari semua kita sambut Cho Kyuhyun!!”

Aku terperangah seketika saat kedua MC itu menyebut nama Kyuhyun sunbae secara bersamaan dibarengi dengan naiknya pria itu ke atas panggung. Aku tak henti-hentinya memuji ketampanan Kyuhyun sunbae. Oh Tuhan betapa beruntungnya wanita yang bisa memiliki hati Kyuhyun sunbae, dan aku sangat berharap wanita beruntung itu adalah aku.

“Kyuhyun-ssi lagu apa yang akan kau nyanyikan malam ini?” tanya Michael sunbae.

“Apakah untuk wanita itu? Ku dengar kau tengah melakukan pendekatan dengannya saat ini,” ujar Hye Na sunbae tak mau kalah. Gemuruh sorakan memenuhi aula. Kyuhyun sunbae tersenyum malu sembari menutupi mulutnya, menyembunyikan senyum yang terkembang dengan sendirinya saat pertanyaan itu terlontar dari mulut Hye Na sunbae.

Bagaikan tersambar petir, tubuhku menegang saat itu juga. Mataku memang masih menatap lekat pada sosok yang membuatku berjuang selama ini, tapi aku tak bisa memungkiri ada gemuruh yang ku rasakan di dalam dadaku. Wanita itu? Pendekatan? Siapakah wanita yang dimaksud Hye Na sunbae tadi?

“Sudahlah. Jangan mengumbar gosip didepan anggota baru,” gurau Kyuhyun sunbae.

“Gosip? Ah~ ku kira kau memang benar-benar menyukainya Kyuhyun-ssi…” ujar Michael sunbae dengan nada kecewa.

Kyuhyun sunbae kembali tersenyum geli. Oh tidak, sebenarnya apa yang terjadi. Seseorang katakan padaku bahwa Kyuhyun sunbae belum memiliki pacar! Jeritku dalam hati.

“Okay, baiklah. Langsung saja kita sambut dengan meriah, Cho Kyuhyun dengan lagunya yang berjudul All My Heart.”

Lantunan suara merdu Kyuhyun sunbae mulai memenuhi aula. Aku amat sangat mengaguminya, caranya menyanyi, penghayatannya saat melantunkan baris demi baris lagu yang terkesan romantis itu. Namun, aku merasa ada segumpal air mata yang siap jatuh saat aku melihat Kyuhyun sunbae turun panggung, berjalan ke salah satu wanita cantik berambut panjang yang tengah berdiri di samping panggung, lalu menariknya ke atas panggung. Hatiku hancur seketika saat di akhir lagu Kyuhyun sunbae mengeluarkan suatu pertanyaan yang ku harap tak pernah ku dengar keluar dari mulutnya. Para penonton bahkan bersorak serta bertepuk tangan riuh, memberi dukungan pada pria itu. Dan sialnya, wanita itu menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Song Hye In, maukah kau menjadi pacarku?”

Ku harap bumi mau berbaik hati menelan tubuhku saat ini juga, atau angin topan yang membawa tubuhku terbang jauh dari tempat ini. Apapun itu asal aku tak melihat Kyuhyun sunbae yang kini tengah memeluk mesra wanita itu di atas panggung.

***

4 days later

“Yebin-ah apakah kau datang ke gereja hari ini?”

Pesan dari Donghae oppa, salah satu teman yang segereja denganku, sempat membuyarkan lamunanku.

“Ne, oppa. Saat ini aku sedang dalam perjalanan.”

Ku balas singkat pesannya, lalu kembali memasukkan ponselku ke dalam tas. Empat hari telah berlalu sejak kejadian yang membuatku patah hati berat. Bagaimana tidak? Orang yang kau cintai, menyatakan cintanya pada wanita lain tepat di depan matamu. Ku rasa itu adalah hal terburuk yang pernah ku alami. Sehari sesudahnya aku benar-benar terpuruk. Namun, hidup bagaikan roda yang terus berputar dan jarum jam pun tak terus berhenti pada angka yang sama. Life must go on. Ku putuskan untuk tetap melanjutkan hidupku dan tak lagi memikirkan pria sialan itu. Pria brengsek yang telah membuatku jatuh cinta namun sekaligus membuatku patah hati, tanpa pria itu sadari. Benar-benar menjengkelkan.

Bus yang ku naiki akhirnya berhenti di depan halte yang berada tak jauh dari gereja yang akan ku tuju. Ku langkahkan kakiku santai menuju gereja sambil bersenandung pelan. Menikmati suasana Seoul di sore hari yang agak mendung. Setelah sekiranya aku hampir sampai, langkahku berhenti seketika saat kedua mataku menangkap sebuah mobil Hyundai hitam yang amat ku kenali sebagai milik Kyuhyun sunbae. Mobil itu berhenti tepat di depan gereja.

Awalnya aku ingin mengacuhkan keberadaan mobil itu beserta pengemudinya namun niatku ku urungkan saat tanpa sengaja aku melihat pengguna mobil lain yang tengah menunggu dibukakan pintu oleh sang supir. Ku sipitkan mataku untuk memperjelas fokus mataku dan ku tarik mundur kepalaku dengan cepat saat mengetahui ternyata wanita itu yang berada satu mobil dengan Kyuhyun sunbae. Mereka berdua berjalan beriringan memasuki gereja. Oh sungguh romantis bagi sepasang kekasih untuk pergi ke gereja bersama.

Tanpa pikir panjang ku balikkan badanku dan berjalan cepat, menjauh dari gedung megah yang semula menjadi tujuanku itu. Ku pikir aku telah berhasil mengenyahkan perasaanku. Ku pikir mudah untuk menghapus rasa cinta itu dari hatiku. Tapi nyatanya, hatiku berdenyut perih saat melihat Kyuhyun sunbae dengan wanita lain. Aku tersentak pelan saat mendengar suara petir menyambar membelah langit, mengisyaratkan sebentar lagi hujan akan turun. Sial. Bahkan alam pun ikut menangis bersamaku. Takdir memang benar-benar kejam. Setidaknya untukku.

Tak ku hiraukan tetesan air hujan yang mulai membasahi tubuhku. Aku hanya menuruti kakiku yang membawaku berjalan entah ke mana aku sendiri pun tak tahu. Guyuran hujan semakin deras menghunjam bumi. Aku yang saat ini tak melapisi tubuhku dengan jaket menerima resikonya, menggigil kedinginan. Namun, aku tak peduli lagi. Aku hanya ingin pergi menjauh. Sejauh langkah kaki ini membawa ragaku yang mulai rapuh. Sejauh mungkin agar aku tak lagi bisa melihat sosok pria itu. Aku terisak di tengah guyuran air hujan yang membasahi wajahku, berbaur dengan air mata yang sedari tadi telah jatuh dari pertahanannya tanpa bisa ku tahan. Apakah kisah cintaku harus berakhir seperti ini? Bahkan aku belum sempat memilikinya. Haruskah aku melepasnya begitu saja?

Tiba-tiba aku merasa hujan berhenti mendadak, karena aku tak lagi merasakan guyuran deras yang menusuk-nusuk kulitku. Namun, aku terperangah saat menyadari bahwa nyatanya hujan belum berhenti. Ia masih dengan semangatnya menghunjami bumi dengan ribuan butiran air. Sesaat aku sadar, ada sebuah payung yang melindungi kepalaku serta sekujur tubuhku dari limpahan air dari langit. Dan, tak lama, telah ada sesosok pria yang memosisikan tubuhnya hingga sejajar denganku.

“D-d-donghae oppa?” tanyaku, terkejut karena kemunculannya yang secara mendadak.

“Mengapa kau menyiksa dirimu sendiri dengan berjalan di tengah derasnya hujan seperti ini? Kau tak membawa payung, eoh?” Ia balik bertanya dengan mata yang masih menatap lurus ke depan.

Aku menghentikan langkahku untuk memandangnya. Astaga apakah aku gila? Hanya dengan menatap wajahnya jantungku telah bekerja melebihi batas normal. Aku merasakan tubuhku kembali menggigil karena dinginnya udara Seoul hari ini. Membuat beberapa gigiku gemertakan dan tanpa sadar aku mengeluarkan desisan-desisan pelan.

Donghae oppa menoleh cepat ke arahku dan terkejut melihat kondisiku saat ini. Spontan ia melepaskan jaketnya lalu memakaikannya ke tubuhku lalu ia menggenggam kedua tanganku dan meniupkan udara ke permukaannya. Hangat.

“Eotte?”

Aku hanya melongo, tak mengerti dengan maksud pertanyaannya. Sial. Air mata itu kembali jatuh tanpa seijinku. Pria di hadapanku ini teramat baik untukku. Jauh lebih baik daripada Kyuhyun sunbae. Seandainya saja hatiku memilih pria ini terlebih dulu…

“Uljima. Kau tak perlu menangisi orang yang bahkan tak memedulikanmu sama sekali,” ujarnya sembari menghapus air mata di pipiku dengan ibu jarinya. Tangannya masih menempel di wajahku, cukup untuk memberi kehangatan di tubuhku yang kembali menggigil.

“Jika pria itu tak bisa kau miliki, lupakan saja dia, dan bukalah pintu hatimu untuk pria lain yang telah lama menanti untuk mendapatkan hatimu. Ia yang selama ini mencintaimu tanpa kau pernah mengetahuinya,” ujarnya lagi sembari menatap mataku intens.

“Oppa…”

“Jika kau butuh waktu, berapapun lamanya itu, aku akan tetap menunggu. Eotte?”

Ia menarik kembali tangannya dan mengusap kepalaku lembut. Jantungku berdenyut aneh saat ia tersenyum padaku, tanpa sadar menularkan senyum itu ke wajahku. Aigoo~ Secepat inikah hatiku berpaling? Atau memang aku tak pernah menyadarinya bahwa ada secuil rasa yang ku simpan untuk Donghae oppa?

“Kau tak perlu menunggu, oppa. Kau boleh memiliki hatiku, sekarang…”

END

2 Comments (+add yours?)

  1. aryanahchoi
    Apr 05, 2015 @ 12:16:52

    keren ah dongek sweet bgt seq dong bt ngelanjutin crta mrka

    Reply

  2. Deana
    Jun 14, 2015 @ 23:39:44

    Seru… Kurang panjang tapi -,- *wantmore*

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: