The Deathly

thedeathly

Judul     : The Deathly

Author  : Ririn_Setyo

Cast       : Lee Donghae, Song Jiyeon.

Genre    : Tragedy

Length  : One Shot ( PG-15 )

FF ini juga publish di blog pribadi saiiya : http://www.ririnsetyo.wordpress.com

Lee’s House

Living Room – Twilight

“Aku mencintainya— maafkan aku, Jiyeon-aa!”

Sebaris kalimat singkat namun berefek mematikan denyut jantung untuk seorang wanita bernama Song Jiyeon, menyembunyikan kepalan tangan yang begitu kuat hingga memutihkan buku-bukunya ke balik dress yang di kenakannya. Satu senyum manis berusaha di lukiskan di wajah wanita dengan anugrah ragawi yang terpahat nyaris sempurna itu, untuk menguatkan tapakan kakinya yang mulai mati rasa.

Terlalu sombong untuk terlihat terpuruk di depan laki-laki yang membuatnya mengubah nama depannya menjadi Lee sejak 3 tahun yang lalu, terlalu tinggi hati untuk terlihat menangis meraung dan meratapi nasib sebagai wanita yang di campakkan karna sang pria menginginkan wanita lain di luar sana.

“Lupakanlah Lee Donghae! Aku— sudah melepaskan mu sejak tahu jika kau,—” suara Jiyeon terhenti tanpa perintah, saat bayangan menyakitkan sang suami bersama wanita lain di dalam sebuah kamar hotel, menari nari tak tahu diri di depan matanya. Bayangan yang membuat tulang rahang Jiyeon mengeras dengan nyeri hulu hati yang menyesakkan jiwa.

“—Jika kau, memilihnya!”

Menuntaskan kalimat pendek yang terasa begitu menyakitkan jiwa, sungguh menjadi tamparan keras bagi Jiyeon yang sedikit memundurkan tubuhnya, bersandar di tembok putih yang berdiri dengan sangat kokoh di belakang punggungnya. Merasa jika kakinya mulai tak sependapat dengan otaknya, untuk tetap berdiri tegak di depan laki-laki yang telah mematikan seluruh hati dan asa, tentang sebuah keabadian cinta yang di yakini Jiyeon hanya akan terpisah karna kematian yang di kirimkan Tuhan.

“Pengacara ku akan datang sebentar lagi, kau— tinggal menandatangi surat cerai dan semuanya akan berakhir hari ini juga.”

Suara yang dulu terdengar begitu manis di telinga Jiyeon kini terdengar bagai petir yang menyakiti pendengarannya. Suara yang dulu selalu menyerukan kalimat sayang penuh cinta, kini justru menyerukan kata perpisahan yang menghempaskan seluruh rasa hingga hancur berkeping keeping tanpa sisa. Tanpa bisa di perbaiki, tanpa bisa kembali di kumpulkan apapun caranya.

Semuanya sudah berakhir!

Jiyeon menarik satu nafas yang mampu dia tarik dari paru-parunya yang semakin menyempit, berjalan mendekati sosok dingin yang dulu begitu menginginkannya. Tersenyum manis selayak senyumnya saat laki-laki itu melamarnya, dengan puluhan batang bunga mawar biru favoritnya tepat 3 tahun yang lalu.

“Bolehkan aku memeluk mu untuk yang terakhir kali? Memeluk mu sebentar saja, sebelum semuanya— berakhir?”

Jiyeon memejamkan matanya saat permintaannya terkabul tanpa penolakan sedikit pun, menikmati pelukan hangat terakhirnya dari sosok yang begitu di cintainya dengan segenap jiwa dan raga.

Karna di detik berikutnya sosok hangat itu telah berubah menjadi dingin dan membeku, sesaat setelah Jiyeon menarik belati yang terselip di pinggang dari balik dress yang di kenakannya. Belati yang sudah di beri racun yang mampu membekukan jantung dalam hitungan detik, belati yang kini sudah tertancap begitu dalam di bagian jantung hingga tubuh tegab itu perlahan mulai beringsut ke lantai.

“Tidak ada tempat untuk seorang penghianat di dunia ini, Lee Donghae!”

Bibir merah Jiyeon tertarik saat menatap Donghae yang di ambang kematiannya, mengerakkan bibirnya yang terasa begitu kaku dengan tangan yang memegangi belati di dadanya, sesaat sebelum pada akhirnya tubuh itu benar-benar terbujur kaku di lantai, dengan cairan pekat berwarna merah kehitaman yang mengaliri ubin hingga menyentuh ujung high hell yang di kenakan Jiyeon.

Jiyeon tersenyum dingin sesaat sebelum berbalik, meninggalkan semua kenangan yang sempat tertulis bersama Lee Donghae di belakang sana dengan tenang. Menarik cincin berlian yang melingkar di jari manisnya, cincin yang membuatnya terikat dengan Donghae seraya membuangnya begitu saja di lantai.

Karna setelah hari ini semua kisahnya bersama Lee Donghae sudah berakhir, ya semuanya benar-benar telah berakhir untuk selamanya.

~ THE END ~

9 Comments (+add yours?)

  1. zahra syifa
    Apr 03, 2015 @ 18:10:41

    ow my god……spertinya jiyeon emng udh ngerencanain it dr awal ya….yahhh donghae mati dong….makanya jangan selingkuh bang….

    Reply

  2. rdestinea
    Apr 03, 2015 @ 18:28:29

    seremm amet.. hahaha tp donghae bodo sih knpa gampang bgt jtuh cinta .

    Reply

  3. ichul
    Apr 03, 2015 @ 19:15:42

    Ngeriiiiii cuy
    Tapi FFnya keren…

    Reply

  4. ellasaft
    Apr 04, 2015 @ 06:44:13

    Oke bye

    Reply

  5. B14FF
    Apr 04, 2015 @ 21:12:21

    sampe ngulang gara2 gak percaya klo Jiyeon setega itu o.o

    Reply

  6. aryanahchoi
    Apr 05, 2015 @ 12:10:10

    keren tapi ngantung seq dong eon

    Reply

  7. M a r u g u r l 1 9
    Apr 07, 2015 @ 09:10:25

    Pertamanya udah hanyut banget sama permainan katanya yang berhasil menyentuh hati. Tapi endingnya malah ketawa-tawa bacanya hahaha Dongek mati ;(
    Keep writing thor T.T

    Reply

  8. fitri tari
    Apr 20, 2015 @ 08:42:40

    waduh jiyeon membunuh donghae????
    ngeri bgt

    Reply

  9. sophie
    Aug 02, 2015 @ 07:06:16

    Weehh tau2 udah END

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: