The Painful Fate

The Painful Fate

The Painful Fate

Title               : The Painful Fate

Author          : Hyera Lee

Cast                : 1. Kang Chaeri as Chaeri

  1. Cho Kyuhyun as Kyuhyun

Genre            : Romance

Rating           : Teen

Lenght           : Oneshot

Disclaimer   : This is mine, pure from my own mind. Don’t copy without permission J

J Happy Reading J

Saat sang pujaan pergi tiada kembali

Aku selalu menanti tiada henti

Meski hati ini tak sekuat dulu

Walau perasaan ini tak setegar dulu

Tidak masalah bagiku

Karena aku akan menunggu, menunggu, dan menunggu

Sang pujaan mungkin kembali

Menantinya tanpa jeda

Menunggunya sampai lelah

Akan kulewati segala macam badai yang datang

Jikalau itu menyakitkan, aku tetap bertahan

Bertahan untuk pujaan

Sampai takdir yang menghentikan

            Air mata kembali menetes dari pelupuk mata yeoja itu. Pensil yang ada di tangan kanannya sampai terjatuh karena tangannya gemetar. Tidak lagi dia pedulikan kertas yang baru saja ia hiasi dengan kata-kata sederhana namun menusuk jiwa. Hatinya teriris tanpa semaunya. Perasaannya pecah berkeping-keping dan menjadi boomerang bagi dirinya. Otaknya lelah akan pikiran yang terus datang tanpa jeda. Kang Chaeri, untuk kesekian kalinya, kembali terisak mengingat hal yang sebenarnya berusaha dia lupakan.

Keputusan akhir itu masih belum dapat dia terima. Bagaimana tidak? Chaeri tidak pernah menyangka jika orang yang sangat dia percayai mengatakan kata-kata yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Orang yang sangat dia cintai tega membuatnya merasakan rasa sakit yang luar biasa. Orang yang sangat berharga baginya pergi begitu saja, meninggalkannya dan membiarkannya menanggung penderitaan yang tak bisa dia bendung. Chaeri tidak sekalipun pernah mengira hal ini akan terjadi. Bahkan yeoja itu tidak pernah sama sekali membayangkan hal ini terjadi. Namun kini hal ini terjadi dan dia belum siap untuk menanggung beban berat seperti ini.

Kau tidak cukup baik untukku, menjauhlah dariku.

Tujuh kata mematikan yang berhubungan membentuk kalimat paling mematikan yang pernah Chaeri dengar. Apalagi kalimat itu keluar dari mulut Cho Kyuhyun, namja yang sangat berarti baginya. Malaikat pelindungnya. Satu-satunya pangeran yang menempati seluruh isi hatinya.

Chaeri masih bisa mengingat dengan jelas, bagaimana datarnya ekspresi namja itu saat mengatakannya. Nada suara yang ditangkap oleh kedua telinganya, menyerbu dan terus mengiang dengan jelas di pikirannya tanpa henti. Dia tidak lagi menemukan pandangan sayang dan nada suara yang manis dari dalam diri Kyuhyun. Semua telah menghilang tanpa bekas dan seakan pergi, meninggalkan seorang Kyuhyun yang baru. Kyuhyun yang dingin dan tidak lagi menginginkannya. Tapi, kemana sebenarnya semua itu pergi?

Matanya yang basah dan merah menatap lekat foto dirinya dan Kyuhyun, yang terpajang rapi di atas meja belajarnya. Tangan Chaeri terulur untuk mengambil foto yang dilindungi sebuah frame bertema autumn. Jari-jarinya mengusap wajah Kyuhyun yang tersenyum tulus saat merangkul dirinya. Rasanya sulit dipercaya jika kini mereka tidak lagi bersama. Dan bahkan rasanya lebih sakit saat Chaeri menyadari jika namja yang tersenyum di foto itu ternyata sudah bosan dengannya.

Sekeras apapun usahanya untuk menganggap semua baik-baik saja, nyatanya hasilnya nihil. Ini bukan mimpi buruk yang akan hilang saat dia bangun nantinya. Ini adalah kenyataan yang telah digariskan Tuhan, yang tak mungkin bisa dia ubah kembali. Tapi sungguh, ini benar-benar menyakitinya. Ini membunuhnya secara perlahan namun pasti. “Kyuhyun-ah, saranghae…” gumam yeoja itu dengan pelan, bahkan sangat pelan sehingga bisa disebut sebuah bisikan. Bisikan kata-kata manis yang mengandung arti sejuta kecewa. Bisikan kesabaran yang sebenarnya kalah akan kemarahan yang membuncah. Bisikan lelah, yang benar-benar lelah. Yang membuat Chaeri memejamkan matanya dengan damai, membiarkan foto itu di genggamannya. Setidaknya untuk sekarang dia benar-benar merasa nyaman dan tenang, di alam bawah sadarnya.

The Painful Fate

            Kira-kira sejak saat itu terjadi, sulit sekali melihat senyuman di wajah Kyuhyun. Entah karena dia menyesal, ragu, atau mungkin benci dengan dampak yang ditimbulkan. Sehingga Kyuhyun terlalu sibuk membenci untuk sekedar meluangkan waktu untuk tersenyum seperti dulu.

Seperti sekarang, tidak ada lagi senyum menawan seorang Cho Kyuhyun. Kyuhyun berjalan dengan malas bersama sahabat karibnya, Lee HyukJae. Mungkin HyukJae adalah sahabat yang sangat sensitif, sehingga bisa merasakan bahwa Kyuhyun telah sepenuhnya berubah. Apalagi sejak dia mengakhiri hubungan harmonisnya dengan Kang Chaeri. Jujur, itu membuatnya prihatin, juga khawatir. Dia tahu bahwa tetap diam dan berpura-pura seperti tidak ada sesuatu yang terjadi –persis seperti yang Kyuhyun minta padanya– adalah satu-satunya hal yang akan membuat Kyuhyun tenang, walaupun HyukJae mengerti jika jauh di dalam pikiran sahabat karibnya sejak di sekolah dasar itu tersimpan rasa sakit yang tidak dapat dia bayangkan.

Seumur hidup bersahabat dengan Kyuhyun, HyukJae tidak pernah melihat keadaan Kyuhyun yang seperti ini. Sahabatnya terlihat seperti kehilangan semangat dan alasan untuk hidup. Jelas bahwa Kyuhyun ‘tidak baik-baik saja’. “Kau ingin kembali ke kelas? Atau berjalan-jalan tidak tentu arah seperti ini sampai bel pulang dibunyikan?” pertanyaan HyukJae dijawab Kyuhyun dengan tinjuan kecil di lengannya.

“Kau tahu aku ingin melihat seseorang,” bibir Kyuhyun sedikit terangkat dan membuat senyum kecil.

“Ya, ya, ya. Aku sangat tahu jelas Cho Kyuhyun-ssi.”

“Nah itu kau sudah mengerti.”

“Tapi setidaknya kau harus carikan sahabatmu ini tempat yang teduh dan tempat duduk yang nyaman, bukankah begitu?”

“Hanya sebentar,” Kyuhyun tertawa kecil dan menepuk pundak HyukJae.

“Baiklah. Meskipun aku tahu arti dari kata ‘sebentar’ itu adalah sampai jam istirahat berakhir.”

Kali ini pembicaraan itu terhenti karena Kyuhyun tak lagi menghiraukan perkataan HyukJae. Tidak butuh waktu lama, namja itu sudah bisa menebak kenapa Kyuhyun mengabaikannya. Tentu saja karena Kang Chaeri, memangnya apa lagi?

Kyuhyun memasukkan kedua tangannya di masing-masing saku celana seragamnya. Terik matahari tidak dia pedulikan, asal bisa melihat Chaeri walaupun hanya sedetik dan dengan jarak jauh, itu sudah bisa membuatnya merasa lebih baik. Chaeri berjalan bersama teman-temannya dan Kyuhyun bisa melihat dengan jelas jika Chaeri tertawa bersama mereka. Ludahnya dia telan dengan susah payah. Melihat Chaeri tertawa lepas seperti itu, dadanya tiba-tiba terasa sesak disaat otaknya menyuruhnya untuk bahagia karena Chaeri terlihat gembira. Sangat berkebalikan memang, namun kedua hal itu terjadi dalam waktu yang bersamaan dan memiliki power yang sama kuatnya. Sampai-sampai membuat Kyuhyun tidak tahu harus memutuskan untuk mengikuti perasaannya yang sakit, atau logikanya yang berusaha untuk bahagia.

Dia menyadari bahwa sekarang tak ada lagi kesempatan luas untuk sering bertemu Chaeri. Memang sampai saat ini Kyuhyun masih menghindari mantan kekasihnya itu. Dirinya masih belum siap untuk bertemu lagi dengan Chaeri. Sebenarnya, dia belum siap akan reaksi yang sebenarnya akan diberikan yeoja itu padanya. Mengingat saat setelah memutuskan hubungan dengan Chaeri secara sepihak, dia pergi begitu saja dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menghiraukan yeoja itu. Berjuang susah payah agar tidak berbalik, berlari ke arah Chaeri dan memeluknya, menenangkan dan menghapus air matanya.

Manik mata Kyuhyun masih tetap mengekori punggung Chaeri yang telah menjauh dan menghilang di dalam keramaian. Bahkan dia sedikit berjinjit –walaupun Kyuhyun memiliki tubuh yang tinggi– untuk mencari sosok Chaeri yang membaur dengan siswa lainnya. Saat dirasanya dia tidak bisa menemukan yeoja itu, akhirnya dia menyerah dan menghela napasnya. “Kau sudah melihatnya kan? Bisa tidak sekarang mencari tempat teduh?” HyukJae memegang pundak Kyuhyun. Membuat Kyuhyun menoleh dan seakan baru sadar jika sedari tadi dia telah melupakan kehadiran sahabatnya.

“Tapi mungkin dia akan kembali lagi?” Kyuhyun mengedarkan pandangannya sekali lagi.

“Kau berniat menghilang dari kehidupan Chaeri, kau ingat?”

“Aku merindukannya…”

Pandangan Kyuhyun berubah sendu. Senyum yang tadinya terukir karena melihat Chaeri, kini pudar begitu saja. Lenyap tak berbekas. HyukJae hanya dapat menghela napasnya, tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menghilangkan sifat keras kepala Kyuhyun. Diam-diam HyukJae berpikir, mungkin dia akan berusaha mengakhiri hidupnya jika menjadi Kyuhyun. Takdir yang dijalani sahabatnya terlalu berat untuk dipikul oleh seseorang sepertinya. Beruntung jika Kyuhyun adalah namja yang pantang menyerah dan tidak kenal takut. Salah satu hal yang sangat HyukJae segani karena kebanyakan orang jarang memiliki dua sifat tersebut, sekaligus. “Semua telah kau putuskan sejak awal. Kau harus mempertanggungjawabkannya. Seperti itulah Kyuhyun yang aku kenal,” jelas HyukJae.

“Menurutmu apa aku bisa mewujudkan keputusanku untuk menjauh dari Chaeri?”

“Karena Cho Kyuhyun yang aku kenal adalah namja yang pantang menyerah.”

Kyuhyun tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya. HyukJae menepuk pundak Kyuhyun dengan pelan sebelum kedua sahabat karib itu berjalan pelan. Berbaur dengan siswa yang lainnya. “Kyuhyun?” panggil HyukJae. Kyuhyun menoleh dan menatap sahabatnya. “Sampai kapan kau akan seperti ini dan merahasiakan semuanya?” pandangan Kyuhyun tetap lurus ke depan tanpa menghiraukan pertanyaan dari HyukJae. Detik berikutnya dia terlihat sedikit bingung, membuat HyukJae yang berjalan di sampingnya juga dibuat bingung karenanya. Namun dengan cepat HyukJae mengikuti arah pandangan Kyuhyun, ternyata Chaeri dan teman-temannya berjalan ke arah mereka!

Untuk sesaat Kyuhyun tidak tahu harus berbuat apa. Dia belum siap untuk bertemu Chaeri, belum sama sekali. Nafasnya tiba-tiba memburu, tubuhnya sedikit gemetar, dan jantungnya terasa dipompa dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya. Walau mereka masih berada dalam jarak yang jauh, tapi Kyuhyun bisa melihat bahwa Chaeri juga sama seperti dirinya. Dengan pikiran yang berkecamuk, Kyuhyun berusaha untuk tetap terlihat normal. Egonya menentang hatinya. Logikanya melawan perasaannya. Kedua sisi dirinya yang berlawanan, saling berusaha untuk mendominasi. Sampai akhirnya batinnya yang mengambil alih.

Aku tahu apa yang harus kulakukan!

Langkah kaki yang diambil Kyuhyun tidak terlalu cepat, tapi juga tidak terlalu lambat. Tidak terlalu jauh. Kyuhyun berusaha untuk menormalkan pernapasannya yang memburu. Dekat. Dihilangkannya dengan cepat keinginan untuk tersenyum pada mantan kekasihnya. Wajah Chaeri terlihat jelas. Mata yang tadinya terlihat bingung, kini menjadi tangguh dengan dibuatnya keputusan. Semakin dekat. Tangannya kembali dia masukkan ke dalam saku. Tepat di hadapannya. Kyuhyun berjalan melewati Chaeri dengan wajah datar tanpa berniat menyapanya sedikitpun, yang ternyata dibalas dengan perlakuan yang sama oleh Chaeri.

Kedua insan itu sama-sama bersikap dingin, seakan-akan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Seakan-akan mereka berdua tidak saling mengenal. Seakan-akan diri mereka berubah menjadi orang asing. Seperti tidak ada yang terjadi pada Kyuhyun dan Chaeri. Karena ego keduanya sama-sama kuat. Tidak ada lagi keceriaan yang menghiasi seperti saat mereka bertemu dulu. Kini semua berubah dingin, pedih, dan menohok ulu hati. Karena semua tidak lagi seperti dulu. Karena mereka rasa sebuah cerita itu telah berakhir. Benar-benar berakhir.

The Painful Fate

            Langit terlihat sedikit mendung malam ini. Hanya sedikit bintang yang berani menampakkan dirinya. Sementara bintang-bintang yang lain bersembunyi dengan malu, malas untuk menerangi malam ini. Dengan bantuan awan hitam, bintang-bintang pemalu itu menghilang. Nyatanya, awan hitam itu tidak berniat menutupi bintang saja, namun juga bulan. Jadilah langit terlihat muram malam ini. Seperti yeoja yang sekarang tengah memandanginya lewat jendela kamar. Mungkin angkasa sedang tidak ingin menghiburnya.

Sunyi senyap adalah satu-satunya kesan yang cocok. Chaeri memainkan jari-jarinya yang mungil. Sesekali juga menggumamkan bagian lagu favoritnya, walaupun dengan sangat pelan. Dia merasa tidak ada hal penting yang dapat dia lakukan, itu membuat Chaeri merasa bosan.

Mungkin Chaeri terlalu sibuk dengan aktivitas kecilnya hingga dia tidak sadar jika Kang Hyeri –adik perempuannya yang memiliki selisih 2 tahun– membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk. Chaeri baru sadar akan kehadiran Hyeri saat adiknya itu duduk di sampingnya. Ikut memandangi langit malam lewat jendela kamar Chaeri. “Unni sedang apa?” tanya Hyeri.

“Tidak ada. Kau tidak tidur?”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Besok kita harus pergi ke sekolah, jadi kembalilah tidur.”

Unni sendiri kenapa tidak tidur?”

“Aku baru saja akan pergi tidur saat kau kemari.”

“Bohong.”

Lantas Chaeri menolehkan kepalanya dan memandangi adiknya. Hyeri ternyata juga memandanginya. Chaeri menghela napasnya pelan. Tanpa sadar dia telah menahan napasnya saat melihat Hyeri tadi. Chaeri merubah posisi duduknya dan memeluk kedua lututnya. Matanya menerawang, memikirkan banyak hal. “Aku tahu Unni masih memikirkan Kyuhyun-kun,” Hyeri meniru posisi kakak perempuannya.

“Kembali ke kamarmu dan tidurlah.”

“Kau masih merindukannya kan?”

“Hyeri…”

“Bilang saja jika kau masih mencintai Kyuhyun-kun dan belum bisa melupakannya! Aku benar, kan?”

“……..”

“Aku selalu bersyukur karena memiliki Unni tercantik. Aku selalu bangga karena memiliki Unni yang kuat dalam keadaan apapun. Dan aku selalu merasa beruntung memiliki Unni sepertimu. Unni yang aku kenal adalah dia yang selalu ceria, selalu menampilkan senyum manis di wajahnya yang cantik. Tapi aku sedih karena sekarang Unni yang aku kenal tidak lagi seperti yang dulu…” Hyeri menatap kakaknya yang terdiam dan kembali memandangi langit.

Mata indah Chaeri mengerjap-ngerjap, berusaha menahan air mata yang menyeruak keluar. Dirasakannya kepala Hyeri yang bersandar pada bahunya. Adik semata wayang yang sangat ia sayangi, harus ikut merasakan penderitaan akibat dirinya. Chaeri merasa gagal sebagai seorang kakak. Selama ini dia terlalu sibuk meratapi dan menangisi Kyuhyun, dan melupakan kehadiran adik yang selalu ada untuknya. Rasa pedih semakin menyerang Chaeri yang merasa sangat bersalah karena mengabaikan perasaan adiknya. Dia mengutuk dirinya sendiri karena tanpa sadar telah menularkan kesedihan pada Hyeri.

“Bagaimanapun aku membenci Cho Kyuhyun! Aku tidak akan pernah memaafkannya karena dia telah menyakitimu. Memangnya dia pikir dia siapa? Berani-beraninya menyakitimu dan meninggalkanmu disaat sulit seperti ini. Kau terlalu bodoh jika terus berharap pada namja tidak tahu diri seperti dia, Unni,” Hyeri berkata dengan tegas. Chaeri terdiam.

“Aku tidak mau jika Unni terus menerus larut dalam kesedihan, dan melupakan diri Unni sendiri…” air mata Chaeri menetes mengalir di pipinya saat mendengar perkataan adiknya.

Seandainya Hyeri tahu jika dia telah berusaha melakukan hal itu sejak lama. Hyeri yang merasakan bahwa tubuh kakaknya bergetar, menyadari jika kakaknya sedang menangis. “Unni…” suara Hyeri sedikit gemetar. Mencoba untuk tidak menangis melihat keadaan Chaeri.

“Kau tidak perlu menyalahkan Kyuhyun. Dia tidak bersalah. Aku hanya memikirkan alasan yang tepat untuk melupakannya. Hanya saja aku belum bisa menemukan alasan itu. Hyeri, aku sudah memaafkan Kyuhyun sejak awal, maka kau juga harus memaafkannya. Aku sangat yakin jika dia tidak pernah berniat menyakitiku. Aku bisa mengerti karena aku benar-benar mengenalnya…”

“Tapi aku tidak suka karena dia membuat Unni sedih.”

“Jika kau pikir baik-baik, kau akan mengerti kalau sebenarnya aku sendiri yang terlalu menyulitkan diri. Memangnya Kyuhyun menyuruhku untuk bersedih? Tidak, kan?”

“Tetap saja dia jahat padamu.”

“Aku baik-baik saja Hyeri. Sungguh…”

“Kau bohong lagi. Kenapa kau selalu menyalahkan dirimu? Kau terlalu baik, Unni!”

Chaeri menoleh dengan wajah yang basah. Dengan sedikit terisak dia memeluk Hyeri dengan erat. Air matanya terus mendesak keluar, menjebol pertahanannya. Chaeri menangis, merasa menjadi yeoja paling bodoh di dunia. “Kau tidak perlu memikirkan aku yang sekarang, Hyeri. Kau bilang aku adalah Unni yang kuat, bukan? Pikirkan saja aku seperti itu. Terima kasih kau sudah mengkhawatirkan aku, aku sangat menghargainya. Yang perlu kau ingat adalah semua akan baik-baik saja, Hyeri,” mendengar ucapan kakaknya membuat Hyeri terdiam.

Hyeri tidak bisa jika tidak memikirkan kakaknya. Kakaknya terlalu banyak memikul beban berat. Seperti sekarang, air mata kakaknya lah yang akhirnya menjelaskan perasaannya yang sebenarnya. Tidak ada yang bisa Hyeri lakukan, selain berusaha untuk selalu ada di dekat kakaknya. Dia balas memeluk Chaeri dengan erat, membiarkan kakak kesayangannya menangis, menumpahkan seluruh kepedihan yang dia rasakan. Setidaknya itulah yang bisa Hyeri lakukan sekarang. Walaupun rasanya benar-benar menyakitkan melihat Chaeri mendapat banyak cobaan berat yang tak berujung.

Satu hal yang membuat Hyeri sangat mengagumi kakaknya adalah bahwa kakaknya benar-benar kuat disaat dia sebenarnya rapuh seperti sekarang. Entah mendapat keyakinan dari mana, Hyeri tiba-tiba yakin jika apa yang dikatakan Chaeri adalah benar. Dimana penderitaan kakaknya pasti berakhir dan semua akan baik-baik saja. Sehingga Hyeri tidak akan lagi melihat kakaknya hancur seperti ini. Ya, Hyeri harap seperti itu.

The Painful Fate

            “Apa kau melihat Kang Chaeri?” Kyuhyun bertanya pada seorang siswi yang ia tahu adalah teman sekelas Chaeri. Akhir-akhir ini Kyuhyun jarang melihatnya. Hari ini Kyuhyun memutuskan untuk menatap Chaeri dari jauh –lagi– namun setelah menunggu lama, sosok Chaeri tak kunjung muncul.

“Oh, keadaannya sedikit buruk, jadi dia memilih tinggal di kelas,” siswi berkacamata itu menjelaskan. Kening Kyuhyun berkerut, masih belum menangkap maksud yang dikatakan siswi itu.

“Keadaannya sedikit buruk? Maksudmu Chaeri sedang sakit?”

“Chaeri sering absen karena sakit sejak dua minggu yang lalu. Saat masuk juga dia kelihatan tidak sehat. Kau tidak tahu?”

“Tidak. Ummm, tapi apa dia baik-baik saja?”

“Kupikir iya. Chaeri tetap semangat belajar walaupun keadaannya sedang sakit.”

“Syukurlah, terima kasih.”

Siswi itu pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya. Dia merasa sedikit khawatir, sebenarnya. Chaeri sering absen karena sakit? Hal itu sedikit mengganggu pikiran Kyuhyun. Apa seburuk itu sampai Chaeri tidak masuk sekolah? Kyuhyun sangat ingin untuk menemui yeoja itu dan menanyakan kabarnya, tapi dia tidak bisa melakukannya. Mengingat tujuannya untuk menghilang dari kehidupan Chaeri. Ditambah lagi mungkin Chaeri tidak akan mau bertemu dengan Kyuhyun karena saking bencinya dia padanya. Yang bisa Kyuhyun lakukan hanyalah berharap bahwa Chaeri baik-baik saja.

Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.

–oOo–

Mata Kyuhyun mengikuti siluet yeoja yang membuatnya khawatir seharian. Chaeri berjalan pelan, sesekali dia berhenti untuk istirahat sejenak sebelum kembali berjalan. Sekolah sudah sepi karena semua siswa telah pulang. Hanya beberapa saja yang masih ada di sini, termasuk Kyuhyun dan Chaeri. HyukJae telah pergi lebih dulu beberapa menit yang lalu karena Kyuhyun menyuruhnya. Kyuhyun tidak ingin membuat HyukJae menunggu hanya karena dia ingin melihat Chaeri.

Ekspresi Kyuhyun berubah khawatir ketika melihat Chaeri sempoyongan dan hampir saja terjatuh. Namun Kyuhyun menghela napas lega karena Chaeri dapat menyeimbangkan tubuhnya dan kembali berjalan. Apa dia harus mengikuti yeoja itu sampai ke rumahnya hanya untuk memastikan dia pulang dengan selamat? Pertanyaan itu belum sempat terjawab sampai Kyuhyun mengetahui jika Chaeri pingsan dan ambruk ke tanah. Kakinya berlari dengan cepat menghampiri yeoja yang terkapar tak berdaya itu. Beberapa siswa mengerumuni Chaeri yang pingsan.

“Permisi,” Kyuhyun menyerobot kerumunan hingga dia ada di samping Chaeri. Wajah Chaeri terlihat sangat pucat dan tubuhnya berkeringat dingin. “Chaeri? Kang Chaeri? Kau dengar aku?” tangan Kyuhyun menepuk-nepuk pipi mantan kekasihnya. Tapi dia tidak mendapat respon apapun. Chaeri tetap diam dengan matanya yang terpejam. Tanpa pikir panjang, tangan kekarnya mengangkat tubuh yeoja itu. Menggendong dan mendekapnya. “Lebih baik dia dibawa ke rumah sakit, kurasa keadaannya parah,” seorang siswa berkata yang langsung dijawab Kyuhyun dengan anggukan.

Dengan sedikit tergesa, Kyuhyun berjalan dengan langkah yang lebar agar segera sampai di rumah sakit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah mereka. Wajahnya menampakkan ekspresi khawatir. Pikirannya kacau dan bingung. Rasa khawatir berbondong-bondong menghampirinya. Kyuhyun takut. Takut jika terjadi apa-apa pada yeoja yang ada di gendongannya. Mungkin Kyuhyun terlalu kalut sehingga dia tidak melihat jalanan dan menyebrang dengan buru-buru. Hampir saja dia ditabrak sebuah mobil, namun untunglah mobil itu berhenti tepat waktu sehingga tidak sampai melukai Kyuhyun dan Chaeri.

Chaeri segera mendapat pertolongan di rumah sakit. Tidak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain duduk dan berdoa agar Chaeri baik-baik saja. Sebuah peChaeriran terlintas di benak Kyuhyun. Chaeri tidak boleh tahu jika dia yang membawanya ke sini. Dia harus pergi segera setelah dokter menjelaskan keadannya sebentar lagi. Namja itu mengambil smartphone yang ada di tas Chaeri, dan menghubungi seseorang agar menjemputnya.

–oOo–

            Mulutnya seketika bungkam. Berulang kali dia meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia dengar adalah salah. Dia berharap bahwa itu tidak nyata. Dia berharap bahwa dia salah dengar. Tapi kenyataannya pendengarannya normal, maka apa yang Kyuhyun dengar adalah benar. Lututnya lemas sampai-sampai dia hampir terjatuh. Kyuhyun masih saja sulit menerima perkataan dokter yang baru saja meninggalkannya. Niatnya untuk segera pergi tiba-tiba menghilang. Dadanya terasa sesak, air mata berusaha mendesak keluar dari kedua matanya. Tidak, tidak mungkin!

Kyuhyun tidak menyadari jika Hyeri yang ia hubungi tadi sudah ada di belakangnya, ikut mendengar perkataan dokter. Saat Kyuhyun berbalik dia mendapati Hyeri memandanginya dengan tatapan tidak suka. Dengan cepat Kyuhyun mengusap air matanya dan berusaha terlihat normal. “Kau sudah tahu kan sekarang?” tanya Hyeri dengan mata berkaca-kaca.

“Katakan padaku itu tidak benar!!” Kyuhyun menatap Hyeri dengan nanar.

“Sayangnya itu benar, Cho Kyuhyun-ssi,” air mata Hyeri menetes, membuat sungai kecil di pipinya.

“Kau bohong padaku!”

“Terserah kau mau menganggap aku berbohong atau apa! Tapi semua yang kau dengar baru saja adalah benar! Sekarang pergilah dari sini karena aku tidak suka kau ada di dekat Unni!!!”

Hyeri berjalan masuk ke dalam ruangan, namun baru saja dia hendak membuka kenop pintu saat Kyuhyun menarik tangannya. Yeoja berumur 15 tahun dan masih memakai seragam sekolahnya itu menghempaskan tangan Kyuhyun dengan kasar. “Kubilang pergi dari sini!” bentak Hyeri.

“Jika saja aku tahu, aku tid…”

Mwo? Tidak akan meninggalkannya maksudmu? Ck! Semua sudah terlambat!”

“Tapi dia tidak pernah memberitahuku…”

“Dia tidak ingin kau khawatir!! Tapi kau pergi meninggalkannya! Bukankah kau sangat menyedihkan? Unni terlalu baik untuk kembali lagi bersamamu!!”

“Aku tahu. Aku mengerti maksudmu, Hyeri-chan. Aku akan pergi.”

Hyeri memutar kenop pintu, tapi Kyuhyun kembali menghentikannya dengan memanggil namanya. “Tolong jangan beritahu Chaeri jika aku ada di sini,” Kyuhyun berbalik dan berjalan pergi. Tangis yang sedari tadi dia tahan, kini melesat keluar begitu saja. Mengiringi jalan pulangnya. Dengan perasaan sakit, tidak percaya, dan menyesal yang bercampur menjadi satu, Cho Kyuhyun berjalan pulang.

The Painful Fate

            Dengan sedikit berlari, Chaeri semakin menajamkan pengelihatannya. Butuh usaha keras untuk mencari Cho Kyuhyun. Setelah apa yang HyukJae ceritakan padanya, membuat Chaeri benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Kyuhyun. Kenapa namja itu merahasiakan hal sepenting ini darinya? Kenapa dia begitu bodoh dan akhirnya memilih pergi hanya karena tidak ingin membuat Chaeri khawatir? Chaeri mengumpat kesal saat sosok Kyuhyun tidak juga dia temukan.

Chaeri berlari di sepanjang koridor, terkadang bertanya pada orang yang dia kenal. Dia sampai harus naik turun tangga hanya untuk menemukan Kyuhyun. Bagaimanapun dia harus mendapat penjelasan dari namja itu. Tanpa sengaja, Chaeri kembali mengingat perkataan HyukJae saat dia menanyakan kabar Kyuhyun padanya.

Kanker lambung stadium akhir. Keadaannya semakin memburuk sehingga dia memutuskan untuk pergi darimu. Dia ingin kau melupakannya sehingga saat dia pergi nantinya kau akan baik-baik saja, Chaeri. Dia melarangku memberitahukan hal ini padamu, tapi aku tahu sebenarnya dia sangat membutuhkanmu. Kyuhyun sama sekali tidak ingin meninggalkanmu, tapi dia memaksakan dirinya. Dia dalam kesulitan, Chaeri. Sikapnya sama sekali berubah sejak dia putus denganmu. Bisakah kau pergi menemuinya dan bicara padanya? Kyuhyun benar-benar merindukanmu.

Setidaknya Chaeri sudah mengitari seluruh isi sekolah sebanyak empat kali. Tapi Chaeri tidak menemukan Kyuhyun di manapun. Nafas Chaeri tersengal karena telah berlari cukup lama. Dia tidak tahu lagi harus mencari Kyuhyun di mana. Detik berikutnya dia kembali berusaha untuk mencari Kyuhyun. Sampai langkah kakinya membawanya ke bagian belakang sekolah. Kang Chaeri menghela napas lega karena mendapati Kyuhyun sedang duduk sendiri di sebuah kursi. Dia ingat, tempat inilah di mana mereka sering menghabiskan waktu bersama. Entah itu sekedar makan siang, atau mengerjakan tugas dan belajar bersama. Chaeri merutuki dirinya sendiri karena tempat ini sama sekali tidak terlintas di pikirannya. Dia berjalan pelan menghampiri namja yang sangat ia rindukan.

Begitu menyadari kehadiran Chaeri, Kyuhyun langsung berdiri dari tempat duduknya. Rasanya sangat berbeda, dapat melihat Chaeri ada di dekatnya lagi. Rasanya berbeda karena dia dapat melihat wajah Chaeri dengan jelas. Rasanya berbeda setelah sekian lama Chaeri tidak menatapnya.

PLAK

            Tamparan keras mendarat di pipi Kyuhyun. Matanya membelalak karena tidak menyangka bahwa Chaeri menamparnya seperti tadi. Kyuhyun tidak mengerti apa maksud yeoja ini sebenarnya. Apa dia ingin membalas dendam?

PLAK

            Sekali lagi tamparan itu dilayangkan oleh Chaeri. Yeoja itu, dengan mata berkaca-kaca menatap Kyuhyun. Namun namja itu hanya diam, menunggu Chaeri bersuara dan mengatakan apa maksud dia sebenarnya. Walaupun pipinya memerah dan terasa sedikit sakit, tapi semua itu seperti tidak terlalu penting lagi karena kini Chaeri ada di depannya. Betapa dia merindukan untuk melihat Chaeri dalam jarak sedekat ini. “PABO!!!” teriak Chaeri kemudian.

“Kenapa kau merahasiakan semuanya, hah?!!” kembali, Chaeri berteriak padanya.

“K..kau…apa maksudmu?”

PABO!!! Kau bertanya apa maksudku?? Sudah jelas aku bertanya padamu!!”

“Chaeri…”

“KENAPA KAU MERAHASIAKAN SEMUANYA? KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU KALAU KAU SAKIT? AKU MENJAUH SEPERTI APA YANG KAU KATAKAN DENGAN KEBENCIAN YANG TERUS MENGUSIKKU!!! TIDAKKAH KAU MECHAERIRKAN BETAPA AKU KESAKITAN KARENA KAU PERGI TANPA ALASAN YANG JELAS??!!!”

“Bagaimana bisa kau marah padaku, Chaeri?”

“TENTU SAJA AKU MARAH!! KAU MERAHASIAKAN PENYAKITMU DAN MEMBUATKU BERUSAHA MEMBENCIMU!! BUKANKAH AKU SANGAT BODOH SAMPAI TIDAK MENGETAHUI KEADAANMU?”

“Bagaimana bisa kau marah sedangkan kau juga merahasiakan sesuatu dariku??!!!”

“APA MAKSUDMU??!”

“Bagaimana bisa kau memarahiku seperti ini karena aku merahasiakan penyakitku?? Disaat kau sendiri memiliki penyakit yang bahkan lebih parah dariku??!!”

“Kau? Siapa yang memberitahumu?!”

“Jika saja aku tahu kau terkena AIDS… aku tidak akan pernah meninggalkanmu, separah apapun penyakitku. Jika saja aku peka sejak awal, aku akan tetap bersamamu seburuk apapun keadaanku, Chaeri. Aku sangat ingin kembali bersamamu, tapi aku selalu takut karena kurasa kau tidak ingin bersamaku lagi. Kurasa kau membenciku setelah apa yang aku lakukan padamu. Maafkan aku, Chaeri…”

Lutut Chaeri melemas, membuat tubuhnya terjatuh berlutut di hadapan Kyuhyun. Air matanya mengalir deras, tangisnya meledak. Dia terduduk di tanah, menutup wajahnya dengan kedua tangan. Menangis sekeras mungkin untuk mengeluarkan seluruh bebannya.

Bagaimana bisa kau tahu keadaanku, Kyuhyun?

Melihat Chaeri menangis seperti itu membuat Kyuhyun merasa sakit. Dia berlutut di hadapan yeoja itu. Dengan sekuat tenaga dia tahan agar air matanya tidak menetes. Tapi apa daya, semakin dia berusaha agar tidak menangis, semakin air mata itu menetes. Membasahi wajahnya. Tangan Kyuhyun terulur untuk memegang tangan Chaeri, menariknya agar tidak menutupi wajahnya. Kyuhyun menarik tangan Chaeri agar berdiri bersamanya, sebelum akhirnya mendekap yeoja itu. Memeluknya dengan sangat erat, bahkan lebih erat dari sebelumnya.

Dulu dia berharap agar semua selalu berjalan seperti apa yang dia harapkan. Tapi Tuhan berkata lain. Tuhan memberi mereka takdir yang sangat menyakitkan. Dengan memberi mereka berdua penyakit mematikan. Tapi Kyuhyun tidak terlalu memedulikan dirinya, yang paling membuat hatinya sakit adalah bahwa ternyata Chaeri memiliki cobaan yang lebih berat darinya. Rasanya Kyuhyun sangat ingin mengambil beban Chaeri untuk ia pikul, agar yeoja itu tidak perlu merasakan penderitaan seperti ini. Nyatanya, dia tidak bisa melakukannya.

Chaeri terlalu rapuh untuk mendapat cobaan yang berat. Kyuhyun merasa bahwa dirinya sangat bodoh karena tidak menyadari hal itu sejak awal. Dia merasa sangat menyesal karena telah pergi meninggalkan yeoja itu disaat yeoja itu sangat membutuhkan kehadirannya. Kyuhyun memeluk Chaeri dengan erat. Membiarkan yeoja itu menangis, menumpahkan segala kesedihannya. “Aku takut. Aku sangat takut…” isak Chaeri.

“Kau tidak perlu takut, sekarang aku ada di sini.”

“Aku tidak pernah tahu kalau kau sakit, Kyu. Aku benar-benar yeoja yang bodoh…”

“Tidak, kau sama sekali tidak bodoh. Jangan menyalahkan dirimu.”

“Maafkan aku karena sempat membencimu tanpa mengetahui keadaanmu yang sebenarnya…”

“Kau tidak perlu minta maaf. Kau tidak perlu cemas, aku bersamamu sekarang.”

“Jangan pergi lagi… jangan pergi meninggalkan aku sendirian…”

“Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Tangisan Chaeri semakin menjadi. Seumur hidup dia tidak pernah membayangkan takdir yang menyakitkan seperti ini. Merasa bodoh karena tidak mengetahui penyakit Kyuhyun. Merasa lelah karena penyakit mematikan yang ada pada dirinya. Merasa takut jika dia akan pergi dengan cepat. Merasa khawatir saat tidur di malam hari, khawatir jika keesokan paginya dia tidak lagi bangun dan membuka matanya. Dirinya merasa sangat lelah akan takdir yang menyakitinya dengan perlahan. Sampai kapanpun dia tidak bisa menghindar dan lari dari kenyataan. Bahkan terasa seperti Chaeri tidak ingin hidup lebih lama karena Kyuhyun meninggalkannya.

Tapi harapan itu kembali ada. Ketenangan itu kembali muncul. Saat Kyuhyun memeluknya seperti ini. Ketakutan yang menjalari hatinya seakan pergi. Digantikan dengan rasa nyaman yang diberikan Kyuhyun padanya. Chaeri ingin sekali menghentikan waktu dan terus berada di pelukan Kyuhyun. Pelukan hangat itu cukup membuat Chaeri lupa sesaat pada segala kesedihan yang dia rasakan.

“Jangan pernah lagi merasa takut, aku selalu bersamamu. Aku mencintaimu, sangat…” Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Chaeri. “Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu…” Chaeri balas memeluk Kyuhyun. Menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun. Melupakan sejenak segala kepedihan yang selama ini menjalari hatinya.

The Painful Fate

            Lampu ruangan itu menyala terang. Bau khas obat-obatan memenuhi isi ruangan itu. Kyuhyun berbaring di samping Chaeri yang memakai baju pasien rumah sakit. Infus menempel di tangannya. Beberapa alat terpasang di tubuhnya, membuat Kyuhyun merasa kasihan pada yeojanya. Pastilah Chaeri kesakitan karena tubuhnya dipasangi berbagai macam alat seperti itu.

Mata Chaeri yang tadinya terpejam dengan damai, kembali terbuka pelan. Dia mengerjap-ngerjap pelan, menyesuaikan kadar cahaya yang masuk ke matanya. Senyum Kyuhyun mengembang saat yeoja itu tersenyum padanya. Tangannya menarik yeoja itu agar semakin dekat dengannya, mendekapnya dengan sayang. “Kenapa bangun?” tanya Kyuhyun, yang hanya dibalas dengan gelengan pelan.

“Aku hanya merindukanmu. Jadi aku bangun,” suara Chaeri terdengar sangat pelan.

“Kau melihatku setiap saat.”

Chaeri tertawa kecil.

“Kau cantik kalau tertawa.”

“Oh, maksudmu aku hanya terlihat cantik saat tertawa? Begitu?”

“Kkkk, tidak. Kau selalu cantik dalam keadaan apapun.”

“Yang benar?”

“Apa aku terlihat seperti sedang berbohong, hum?”

Tawa kecil Chaeri kembali menghiasi ruang rawat tersebut. Membuat Kyuhyun tersenyum karenanya. “Apa ibuku sudah tidur?” tanya Chaeri. “Iya, dia tidur dengan nyenyak di sana. Dia tidak khawatir karena aku di sini menjagamu,” tangan Kyuhyun menunjuk seorang wanita yang tertidur dengan lelap di sofa. Chaeri mengangguk pelan. Dipandanginya wajah Kyuhyun yang ada di depan wajahnya. “Kau tampan,” bisiknya dengan pelan, tapi Kyuhyun masih bisa mendengarnya, sehingga dia kembali tersenyum dengan manis. “Kau baru sadar jika aku tampan?” perkataan Kyuhyun sukses membuat Chaeri kembali tertawa.

“Terlalu percaya diri!” Chaeri mengejek namja yang memeluknya.

“Kau yang membuatku terlalu percaya diri, Chaeri.”

“Aku menulis sesuatu untukmu.”

Mwo?”

“Hyeri membawanya, kau dapat mengetahuinya besok saat aku keluar dari rumah sakit…”

“Maksudmu?”

“Tidak ada. Aku mengantuk.”

“Tidurlah.”

Kyuhyun membenarkan letak selimut Chaeri. Yeoja itu memandanginya dengan sayu. Matanya terlihat lelah, namun dia tetap tersenyum. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Chaeri. Yeoja itu menutup matanya dan menunggu.

CUP

            Ciuman kecil mendarat di bibir Chaeri. “Kyuhyun-ah, saranghae,” senyumnya mengembang. Matanya perlahan menutup, seiring dengan pelukan Kyuhyun yang semakin erat. “Tidurlah yang nyenyak…” entah karena apa, air mata namja itu menetes. Membasahi wajah Chaeri yang bersandar padanya. Dia mengusap pelan air mata yang ada pada wajah Chaeri. Kyuhyun tahu, yeoja itu baru saja berpamitan dengannya. Isakannya terdengar sangat miris, samar-samar karena alat yang terpasang pada tubuh Chaeri berbunyi nyaring. Kyuhyun tahu jika Chaeri tidak akan pernah bangun lagi. Walaupun hatinya sakit seperti disayat pisau tajam, tapi dia berusaha senang karena Chaeri tidak lagi perlu merasakan sakitnya.

Kyuhyun mencium kening kekasihnya dengan sayang. Mulutnya tidak sanggup berkata-kata lagi karena menyadari bahwa dia telah kehilangan yeoja yang sangat ia cintai. Dengan mengabaikan rasa sakit di hatinya, dan juga rasa nyeri yang menyerang perutnya, dia bangkit dan membenarkan posisi Chaeri. Menggenggam tangannya erat. Ibu Chaeri terbangun saat dokter dan suster masuk ke dalam. Dengan sedikit berbisik, “Chaeri-ah. Saranghae,” Kyuhyun melepaskan genggamannya untuk yang terakhir kali.

The Painful Fate

Setiap insan akan kembali pada Sang Pencipta

Begitu juga denganku

Dengan sisa tenaga yang kumiliki

Dalam sisa waktuku yang tak lagi lama

Tanganku menulis untuk terakhir kalinya

Hidup singkat yang aku jalani

Terasa sempurna karena orang-orang yang aku kasihi

Maafkan daku yang pergi dengan cepat

Meninggalkanmu yang mencintaiku dengan tulus

Aku bahagia dalam akhir hidupku

Meninggal di dalam pelukan orang yang aku cintai

Adalah kesempatan yang luar biasa

Tuhan sangat baik

Dalam takdir yang cukup menyakitkan

Dia memberiku akhir yang bahagia

Terima kasih untuk kehidupan, cinta, dan kasih sayang

Peluk kasih dan sayang untukmu

Cho Kyuhyun, aku mencintaimu…

            Tangisan menghiasi pemakaman Kang Chaeri. Ada empat tulisan yang dibaca oleh Hyeri. Tulisan yang ditulis Chaeri untuk ayahnya, ibunya, Hyeri, dan yang baru saja dibacakan terakhir kali adalah untuk Kyuhyun. Hyeri meremas kertas ditangannya dengan erat dan tangisnya pecah melihat gundukan tanah tempat kakaknya tidur untuk selama-lamanya. Dia jatuh dalam pelukan sang ibu, yang juga berusaha untuk terlihat tegar.

Kyuhyun memandangi foto Chaeri yang ditaruh di depan nisannya. Nyeri di perutnya tak lagi berarti. Duka mendalam telah menyelimutinya. Chaeri telah pergi meninggalkannya terlebih dahulu. Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa Chaeri pergi secepat itu. Cho Kyuhyun terjatuh seiring dengan sakit yang makin menjadi di bagian perutnya. Dengan mata yang memburam, dan tangan yang memegangi perutnya, air mata Kyuhyun mengalir. Hal terakhir yang dia lihat adalah foto Chaeri yang tersenyum padanya, sebelum semua berubah gelap.

–oOo–

            Kini Chaeri tidak lagi sendirian, sesuai dengan janjinya, Kyuhyun akan selalu bersama dengan yeoja itu. Dia dimakamkan di samping makam milik Chaeri. Kejadian saat pemakaman Chaeri membuat Kyuhyun harus dioperasi. Namun mungkin Tuhan berkehendak lain dan menggagalkan operasinya. Cho Kyuhyun, meninggal beberapa jam kemudian setelah Kang Chaeri dimakamkan.

Takdir terkadang menyakitkan, tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi akhirnya, Tuhan memberikan akhir yang berbeda. Segala sesuatu yang menyakitkan, akan berakhir dengan sendirinya. Digantikan dengan hal-hal tak terduga yang telah disiapkan. Percayalah, Tuhan punya kebahagiaan yang berarti untuk setiap makhluknya.

E N D

The Painful Fate

Huweee gimana? Gimana? Gimana? Author ini 99L lho, masih unyu-unyu *dibakar massa*, masih ingusan, masih suka semaunya sendiri, makanya ceritanya jadi semrawut gini hehe😀

Maaf untuk typo, dan keanehan cerita di atas ya *plak

Terima kasih sudah baca, jangan lupa komentar ya supaya author mendapat banyak motivasi!^^ *bow* *tebar kisseu* *ditimpuk*

8 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Apr 04, 2015 @ 19:18:59

    Sedih banget thor!!
    Bacanya sambil berdurai air mata..
    Walaupun sedih, tp mereka masih bisa bersama disaat2 terakhir mereka…..

    Reply

  2. withwitri
    Apr 04, 2015 @ 23:06:08

    Lumayan bagus, kalimatnya enak dibaca, alurnya juga mengalir bagus. Tapi jln ceritanya gampang ditebak sih trus td ada chan dan kun itu jepang kan ya? Kayanya kurang sesuai dipake d sini soalnya ini setting tmptnya kan korea…. itu sekedar saran aja, semangat ya, ditunggu karya lainnya

    Reply

  3. esakodok
    Apr 05, 2015 @ 01:18:12

    setting pemakamannya bagus saengi..keren juga.. endingnya juga agak fiktif y..bahasanya q suka..simple tp ngena

    Reply

  4. jung dong in
    Apr 05, 2015 @ 17:58:09

    bagus thor bagus tapi ada kata kata yv yg kurang aku paham sih kaya MENCHAERIRKAN itu apaan ya??
    terus ada kun sama chan serasa liat anime jepang haha😄 btw kita kita sama sama line 99 loh *kaga ada yg nanya😄

    Reply

  5. Amy Jung
    Apr 07, 2015 @ 20:38:11

    Keren thor!! Air mata ngalir terus.. sedih amat. Kasihan Kyuhyun dan Chaeri nya…
    Keep writing!!
    Salam 99L kkkk~😀

    Reply

  6. FriendsLee
    Apr 14, 2015 @ 20:08:26

    Daebakk thor.. Ini bru namanya cinta sejati. ;(🙂

    Reply

  7. fitri tari
    Apr 20, 2015 @ 08:36:05

    jd krna kyu pnya kanker dia smpai ninggalin chaerin…
    akhirnya mrka mlh meninggal ne,,,
    sedih bgt deh

    Reply

  8. maulina oktriananda
    Jun 26, 2015 @ 17:31:31

    huaaaahhhh ff nya nyentuh bangeeeeet :(((((

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: