Scandal Love [1/?]

[Chapter 1] Scandal Love

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF / Riechanie Elf)

Berkunjunglah ke blog Rien~ http://riechanieelf.wordpress.com/

Cast :

  • Lee Dong Hae Super Junior as Lee Dong Hae
  • Cho Hyo Na (OC)
  • Park Jae Rin (OC)
  • Cho Kyu Hyun Super Junior as Cho Kyu Hyun
  • Han Jang Mi (OC)
  • Kim Ki Bum Super Junior as Kim Ki Bum

Genre : hurt, crime, sad, semi-romance

Rated : T, semi-M

Length : chapter

HAPPY READING~!!!

ENJOY~!!!

DON’T BASH~!!!

DON’T PLAGIAT~!!!

Don’t like don’t read~!!!

—Scandal Love—

“Hanya di jadikan sebagai boneka untuk membuat seseorang yang mencintainya membencinya namun keadaan berubah ketika ku tahu, ada banyak orang di sekitarku yang mulai ikut membenci ku dan menyakiti ku dan menganggap betapa buruknya aku dimata mereka…”—Cho Hyo Na.

—Scandal Love—

Gadis berambut sebahu itu terlihat baru saja memasuki kelas sepinya, seperti pagi biasanya dia selalu datang lebih awal dari teman yang lainnya dan dia kini terlihat menghabiskan waktu paginya dengan membaca novel yang memang selalu dia bawa di dalam tasnya. Tak lama beberapa menit setelah gadis itu membaca novelnya dan terlarut pada khayalan cerita, sosok pria berambut brunette datang memasuki kelasnya dan memilih diam melangkah menuju tempat duduknya yang tak jauh dari si gadis berambut sebahu itu.

Tak ada komunikasi diantara keduanya, namun dari pihak si pria mulai mencuri pandang ke arah gadis berambut sebahu yang di kenal sangat tidak peka terhadap situasi atau katakanlah dia tak begitu memperdulikan benar keadaan sekitarannya. Lalu dengan helaan nafas yang terdengar sedikit berat suara dari si pria berambut brunette keluar begitu saja, “Selamat pagi Hyonie!”

Gadis berambut sebahu itu lantas menegakkan tubuhnya, ditatapnya pria yang ada di depannya yang terlihat memberikan senyuman tulus di wajahnya, lalu dengan gerakan sedikit ragu gadis berambut sebahu itu membalasnya, “Selamat pagi, Dong Hae-ah!”

Klik.

Dan dimulailah cerita mereka di pagi hari ini yang mungkin saja akan berlanjut pada pagi-pagi atau hari-hari selanjutnya untuk si gadis berambut sebahu bernama Cho Hyo Na dengan pria berambut brunette bernama Lee Dong Hae.

—Scandal Love—

“Dong Hae-ah aku menyukaimu!”

Dong Hae membulatkan matanya tak percaya pada pernyataan perasaan seorang gadis berkacamata dihadapannya, rasa tak percaya terlalu terlihat padanya namun dia berusaha keras untuk menghilangkan pandangan itu, bermaksud tidak menyakiti gadis dihadapannya.

“Aku tahu ini terlalu mendadak untukmu, namun aku sudah tak bisa menahan perasaanku lagi padamu.”

Jujur gadis berkacamata itu bertutur membuat Dong Hae tidak tahu lagi harus bersikap apa padanya, terlalu sungkan. Dia ingin menolak karena perasaannya tidaklah sama dengan gadis itu, namun begitu dilihatnya gadis berkacamata itu sedikit memohon padanya entah mengapa rasa sungkan yang berlebihan merasuki dirinya. Terlebih pada hatinya yang tidak bisa menolak seorang gadis yang memohon seperti itu.

“Uhm, begini Jae Rin-ah aku…”

“Hiyah… Jang Mi-ah lepaskan!”

Teriakan suara cempreng dari Hyo Na terdengar dari kejauhan membuat gadis berkacamata yang bernama Jae Rin itu terkaget-kaget begitu juga dengan Dong Hae yang langsung melirik ke arah suara tersebut. Hingga di dapatinyalah Hyo Na yang terlihat tengah di cubit kedua pipinya oleh Jang Mi, sahabatnya.

“Aku bukan anak kecil lagi! Hiyah… berhen… uhm…”

“Kau masih kecil! Cepat masuk ke kelas!”

Dari jauh sana Jang Mi terlihat menyeret Hyo Na yang terlihat tengah dibekap mulutnya, tak membiarkan suara cempreng kekanakan Hyo Na menarik perhatian siswa-siswa lainnya. Terlebih kini Jae Rin dan Dong Hae yang mulai focus lagi pada pernyataan cinta itu, terlihat Jae Rin yang menunggu dengan harap-harap cemasnya pada jawaban Dong Hae yang belum memberikan jawaban.

“Jadi Dong Hae-ah…”

“Maafkan aku, Rin-ah! Kau gadis yang sangat baik yang pernah kukenal. Namun maaf, aku tak memiliki perasaan apapun terhadapmu. Maafkan aku.”

Jae Rin menunduk dalam sedihnya. Menyedihkan baginya yang seorang gadis menyatakan cinta pada seorang pria yang dicintainya namun faktanya dia ditolak seperti ini, walau penolakan ini sangat baik namun tetap saja bagi Jae Rin ini sangat menyakitkan untuknya. Dong Hae tahu Jae Rin mungkin akan menangis setelah menerima penolakan ini namun inilah jawaban  yang sebenarnya, tak mungkin juga dia menerima pernyataan itu atas dasar iba atau kasihan dengan Jae Rin, bagaimanapun juga Dong Hae masih memiliki hati yang baik terhadap gadis berkacamata itu.

Setelah lama dirasa Jae Rin yang sepertinya bungkam, akhirnya membuat keputusan Dong Hae untuk menjauh semakin besar. Kini terlihat dari langkah kakinya yang meninggalkan Jae Rin yang terlihat bahunya mulai bergetar, Jae Rin yang menangisi kisah tragis cintanya itu.

“Kau menyukai gadis lain, Dong Hae? hiks… benarkan?” teriakan Jae Rin terdengar disela-sela tangisnya yang bergetar itu, mengantar dirinya yang lemas tersungkur pada hamparan rerumputan hijau taman belakang sekolah.

Dong Hae terlihat mematung dalam langkahnya, dia tak ingin berbalik. Ya, dia tak ingin melakukannya karena itu akan sangat menyakitkan untuk Jae Rin yang tengah terluka karena dirinya. Maka itu, Dong Hae diam saja di tempatnya untuk didengarnya semua perkataan Jae Rin yang menangis itu.

“Kau pasti menyukai gadis lain! Aku tahu itu! Aku tahu semuanya! Maka itu kau selalu mengacuhkanku, kan?”

“…”

“Cho Hyo Na? Pasti gadis itulah yang kau sukai, kan? Hiks…”

Dong Hae sedikit membulatkan matanya tak percaya pada tuduhan Jae Rin, dia tak habis pikir gadis berkacamata yang dinilainya baik hati ini akan menuduhnya menyukai Hyo Na. Atas dasar apa Dong Hae menyukai gadis kekanakan yang selalu terlihat aneh itu? Atas dasar apa pun Dong Hae tak mau tahu dan tak mau mengerti.

Iya, hingga kemudian karena lelah mendengar tuduhan itu Dong Hae pun meninggalkan Jae Rin yang menangis. Tak dia perdulikan lagi jika akhirnya Jae Rin menganggapnya lelaki yang buruk dan tak berperasaan, tak akan dia perdulikan lagi. Namun sekarang yang mulai diperdulikannya adalah bagaimana bisa Jae Rin menganggapnya menyukai Hyo Na.

“Dong Hae-ah!”

“…”

Dong Hae!”

“…”

“Lee Dong…”

Grep.

“Eh?! Dong… Dong Hae-ah?”

Teriakan Hyo Na berubah menjadi lemah, didapatinya lengannya digenggam kuat oleh Dong Hae yang menatapnya dingin. Tak biasanya Dong Hae menatapnya seperti sekarang, hingga kini Hyo Na mulai memasang wajah tanyanya, “Ada apa, Hae-ah?”

Pertanyaan mulai keluar dari bibir Hyo Na, tanpa menjawab Dong Hae tariklah lengan itu untuk mengikutinya dan Hyo Na tanpa sadar mengikuti langkah kaki cepat Dong Hae. Tak ada lagi pertanyaan pada Hyo Na, karena dipikirnya tak akan gunanya bertanya dengan kondisi sekarang. Sedang dalam tempat lain, terlihatlah Jae Rin yang menatap Dong Hae menggenggam lengan Hyo Na dari kejauhan. Dan hal itu membuat hatinya benar-benar merasakan sakit yang amat sangat, lagi-lagi dia menangis dalam kesakitannya disana.

“Sudah ku duga… hiks, dia menyukai Hyo Na!”

“Bantu aku untuk membuat Jae Rin membenciku, Hyonie!”

Hyo Na membulatkan matanya tak percaya mendengar permintaan Dong Hae yang terdengar aneh di telinganya. Membenci, membuat Jae Rin membencinya atas dasar apa Hyo Na pun tak tahu.

“Uhm, Dong Hae-ah kau sedang bercanda sekarang?”

“Aku serius!”

Dong Hae terlihat menyentuh kedua pundak Hyo Na yang menatapnya dengan terkejut, tak biasanya Dong Hae bersikap seperti ini. Memaksa ataupun membentaknya, Dong Hae tidak akan kasar pada seorang gadis terlebih pada Hyo Na yang terkenal usil padanya. Tidak akan pernah, kecuali dia tengah memarahi Hyo Na akan sikap usilnya yang sudah keterlaluan dan itu hanyalah sebatas penyebutan nama lengkap Hyo Na.

“Dong Hae-ah aku… mana bisa…”

“Kau bisa!”

Hyo Na mengedip tak percaya pada tuduhan itu, dia tak percaya jika dirinya bisa membuat Dong Hae di benci oleh Jae Rin, mana mungkin bisa. Hyo Na tak mengerti sekarang dan dia tak ingin mengerti sama sekali.

“Kau bercanda! Kau…”

“Kau tidak tahu Hyonie? Di luar sana ada begitu banyak masalah yang kau ciptakan!”

“Masalah?”

Dong Hae menatap tepat di iris mata kelam Hyo Na yang tak percaya itu, mencoba membuktikan bahwa perkataannya benar. Ya, benar kalau Hyo Na bisa membuat masalah besar tanpa perencanaan sama sekali, sedangkan Hyo Na terlihat bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengenai masalah-masalah yang bahkan dia tak ketahui sama sekali.

—000—

“Kau tak tahu, kan? Hyo Na dengan Jong Woon sunbae sepertinya mereka tengah berkencan?”

“Benarkah dengan Jong Woon sunbae yang terkenal dengan suara indahnya itu? Ah, aku tak menyangka dia akan memilih Hyo Na?”

“Aku iri pada Hyo Na yang bisa memikat Jong Woon sunbae! Dan hampir setiap hari kulihat mereka selalu berangkat bersama!”

“Ah, beruntung Hyo Na!”

Dong Hae tak sengaja mendengarnya di kantin, saat ini dia hanya melirik pandang pada Hyo Na dengan Jong Woon yang tengah tertawa-tawa di meja sana. Sepertinya mereka sama sekali tak menyadari jika hampir berpasang-pasang mata menatap mereka dengan bisik-bisik keirian atau sekedar mendoakan hubungan mereka.

“Jong Woon sunbae ternyata tetangga baruku! Aku benar-benar tak menyangka akan bertetangga dengannya, Hae-ah!”

Di hari lain…

“Hyo Na sunbae beruntung!”

“Kenapa? Ada apa dengannya?”

“Kemarin saat sedang di perpustakaan, dia di tolong oleh Ki Bum!”

“Oh, ya?! Wah, aku pikir mereka pasti tengah berkencan? Kulihat akhir-akhir ini juga mereka sering bersama di perpustakaan?”

“Benarkah? Aku tak menyangka sama sekali!”

Terlihat kedua gadis yang diketahuinya adalah juniornya sudah berlalu dari hadapannya dan lagi-lagi dia tak sengaja mendengar percakapan mereka. Dong Hae hanya bisa menghela nafasnya pelan, sesekali di ingatnya Hyo Na pernah memberitahukan kepadanya prihal tentang Kim Ki Bum yang baru dikenalnya di perpustakaan.

“Kau tidak tahu, kan? Kim Ki Bum menganggapku sebagai noonanya dan itu karena dia ingin kuperkenalkan pada Jang Mi!”

“Ah, sepertinya banyak kesalahpahaman disini!” ucap Dong Hae sendiri lalu melanjutkan langkahnya untuk pulang ke rumah.

Namun ada hari lainnya…

“Kau tahu Zhoumi sunbae?”

“Hah, kekasih dari Dan Bi sunbae? Memangnya kenapa?”

“Ck, tak kusangka Zhoumi sunbae tertangkap berselingkuh kemarin!”

“Benarkah? Ah, bukannya Zhoumi sunbae itu pria yang baik, ya?”

“Zhoumi sunbae memanglah pria baik-baik namun… kau tahu Hyo Na sunbae?”

“Ah, Hyo Na sunbae yang ada di klub teater bersama Zhoumi sunbae, ya?”

“Karena gadis itulah Zhoumi dan Dan Bi sunbae mengakhiri hubungannya!”

Dong Hae mendadak pergi meninggalkan ruang perpustakaan yang baru saja dimasukinya, dia awalnya berniat untuk membolos pelajaran namun begitu di dapatinya dia tengah secara tak langsung mendengar percakapan yang berkaitan dengan Hyo Na dirinya harus segera pergi meninggalkan perpustakaan.

“Zhoumi dengan Dan Bi putus… aku tak menyangka jika Dan Bi lah yang berkhianat padanya…”

Diingatnya jelas beberapa hari lalu Hyo Na datang padanya dengan wajah murung lalu dia tak tahan untuk bercerita pada Dong Hae saat itu juga. Hingga Hyo Na mulai berani menceritakan semua yang membuatnya murung, padahal jelas itu bukanlah masalahnya namun mengingat Zhoumi adalah teman sekelasnya saat SMP dahulu, lagi-lagi Hyo Na harus bersikap iba dan kasihan padanya.

—Scandal Love—

Hyo Na terlihat murung pagi ini, membaca novel pun sudah tak berguna untuk mengalihkan pikirannya tentang perkataan Dong Hae kemarin. Tentang dirinya yang terlalu banyak menimbulkan masalah tanpa disadarinya. Itu semua bukanlah kesalahan Hyo Na, gadis berambut sebahu itu sangat tahu tentang posisinya sekarang.

“Kau harus tahu Hyonie! Betapa banyak masalah yang kau buat diluar sana!”

Hyo Na menenggelamkan kepalanya di atas meja, sebelumnya dia tarik topi kupluknya untuk menutupi seluruh rambutnya. Dia terlalu malu untuk menampakkan wajahnya di sekolah, menampakkan wajahnya pada Jong Woon, pada Ki Bum, pada Zhoumi dan terlebih pada seluruh siswa yang sudah membicarakannya.

“Selamat pagi Hyonie!”

Hyo Na menegakkan tubuhnya secara otomatis, dia selalu melakukan hal ini tanpa diperintah lalu dia akan membalas sapaan pagi teman-temannya, “Oh, pagi Rin-ah! Pagi sekali kau datang hari ini?”

Jae Rin adalah gadis yang tak biasa datang sepagi ini, Hyo Na tahu itu mengingat jika pagi-pagi adalah waktunya bersama dengan Dong Hae yang selalu datang pagi sepertinya. Jae Rin hanya tersenyum kecil membuat matanya yang terbungkus kacamata terlihat menyipit dan menambah kesan cantik pada wajahnya. Hyo Na diam-diam berpikir, dari mana Dong Hae bisa menolak Jae Rin yang cantik dan pintar ini karena hampir bagian diri Jae Rin terlihat sangatlah sempurna.

“Aku iri padamu, Hyonie.”

Hyo Na memandangi Jae Rin yang duduk di bangkunya, bangku Jae Rin terletak di depan di dekat meja guru tempat strategis untuk selalu dikenali guru dan diperhatikan di kelas. Lihat, betapa beruntungnya menjadi Jae Rin dan Hyo Na jujur saja mengaggumi sosok Jae Rin yang seperti itu, di kagumi banyak orang dan tentu saja dielu-elukan banyak guru.

“Maksudmu Rin-ah? Uhm… kau bercanda. Harusnya aku yang bilang iri padamu.”

“Benarkah?”

Hyo Na menganggukkan kepalanya, sifat polosnya keluar begitu saja, “Kau pintar, kau cantik, banyak orang yang menyukaimu dan mengaggumimu. Kau bisa dikatakan hampir sempurna Rin-ah.”

“…”

Hening kemudian menyelami kedua mata gadis yang berbeda warna itu, Jae Rin yang beriris mata kecoklatan dan memberikan kesan dewasa sedangkan Hyo Na yang bermata hitam kelam dan kekanakan. Ada banyak perbedaan yang kontras terlihat pada keduanya, Jae Rin yang dielu-elukan oleh kepintaran dan kecantikannya sedang Hyo Na yang tidak begitu menonjol dengan kepintaran dan kecantikannya. Tetapi yang tidak diketahui Hyo Na adalah, dia juga sama terkenalnya seperti Jae Rin, tetapi dalam artian skandal sampah.

“Aku tak sesempurna yang kupikirkan, Hyonie.”

Hyo Na tertawa kecil mendengarnya, ditelinganya terdengar seperti Jae Rin tengah merendahkan dirinya, “Kau terlalu baik, Rin-ah. Jangan merendah seperti itu!”

Jae Rin ikut tertawa juga akhirnya, namun tak menutup kemungkinan lagi bahwa dirinya pelan-pelan mulai membenci tawa Hyo Na yang terdengar menyebalkan di telinganya. Hingga dengan cepat dia menghentikan tawanya dan melihat Hyo Na tersenyum dengan polos, “Aku sempurna seperti ini hingga ada yang tak bisa kudapati sepertimu.”

Deg.

“Eh, mak… maksudmu, Rin-ah?”

Jae Rin tak menjawab dia hanya melangkah menuju Hyo Na yang hanya menatapnya dengan tanya di wajahnya, “Kau terlalu polos Hyonie hingga kau tak sadar. Ada begitu banyak gadis yang bah…”

“Selamat pagi Hyonie!”

Dan perkataan Jae Rin terputus akibat sapaan Dong Hae yang terdengar tiba-tiba, Hyo Na dengan sikapnya yang ramah itu lalu melihat ke arah Dong Hae dan membalasnya, “Oi Dong Hae-ah!”

Membiarkan Jae Rin yang terdiam ditempatnya sekarang, dibiarkan dirinya yang membelakangi Dong Hae yang sudah terlihat mendekati mereka berdua, “Kau telat? Tak seperti biasanya?”

Hyo Na sepertinya mengabaikan Jae Rin sekarang terlihat dari dirinya yang melangkah mendekati Dong Hae yang juga melangkah ke arahnya, sepertinya kini Jae Rin membalikkan tubuhnya untuk melihat apa yang tengah mereka lakukan sekarang, “Ah… ada yang tertinggal tadi hingga aku kembali lagi kerumah!”

Lalu dapat dilihat Hyo Na yang menggeleng tak percaya dan Dong Hae yang sedikit tertawa sambil mengelus tak langsung helaian rambut Hyo Na karena rambut itu dihalangi topi kupluknya, “Kau juga tak biasanya memakai topi kupluk?”

“Ah… ini… uhm, cuaca sangat dingin pagi ini hing…”

Brak.

Keduanya terlihat menatap pintu tak berdosa itu, Hyo Na masih menahan wajah tanya polosnya sedangkan Dong Hae sangat tahu siapa pelaku pembantingan pintu hanya diam saja, berpura-pura tidak tahu . Ia adalah Jae Rin yang kini sudah sukses menangis di langkahnya menuju atap sekolah, meninggalkan Hyo Na yang kini masih memasang wajah tanyanya.

“Ternyata tanpa dimintapun kau melakukannya, Hyonie?”

“Uhm? Apa…?”

“Terimakasih.”

Dong Hae terlihat melangkah menjauh menuju tempat duduknya meninggalkan Hyo Na yang dibiarkannya mengekori, satu per satu kini teman-teman di kelas sudah memenuhi kelasnya. Hyo Na kembali pada tempatnya meninggalkan Dong Hae yang berkata seperti tadi, masih malas dia bertanya dan dia juga masih bingung mengapa Jae Rin bersikap seperti itu padanya. Hyo Na terlalu polos atau mungkin saja bodoh mengartikan semua yang dirasanya cepat ini.

“Kau melamun terus?” suara Jang Mi membangunkannya, membuat kini iris mata Hyo Na seakan tersenyum, “Tak enak badan.” Lalu membuat Hyo Na kembali menarik topi kupluknya untuk dia tutupi di sebagian rambut di dahinya.

Jang Mi melihat perubahan besar itu, Hyo Na sangat jarang memakai blazer serapih ini lalu memakai topi kupluknya. Jang Mi tidak pernah melihat Hyo Na yang seperti ini, baginya ini keanehan mengingat Hyo Na selalu saja mengikatkan blazernya di pinggang dan topi kupluk itu selalu saja diletakkan di dalam tasnya.

Bel berbunyi setelahnya, lalu terlihat siswa-siswa sudah memasuki kelas termasuk Jae Rin yang kini terlihat melangkah memasuki kelas dengan mata sembabnya. Hingga menimbulkan tanya pada setiap teman-temannya, terkecuali Dong Hae yang bersikap biasa saja dan Hyo Na yang kini entah mengapa membuang pandangan matanya ke arah jendela disampingnya.

“Kau kenapa menangis Jae Rin?”

“Hiks, tidak apa-apa.”

“Jae Rin-ah…”

“Kau tahu Rin-ah kenapa, Hyonie?” Jang Mi bertanya disela-sela keributan kecil pada Hyo Na yang kini mulai mencuri pandang ke arah Jae Rin yang sudah dipeluk teman-temannya di depan.

“Aku…”

Grep.

“Eh, Dong Hae-ah?” Jang Mi yang berucap penuh dengan kekagetan, tak biasanya juga didapatinya Dong Hae yang tiba-tiba hadir seolah mengkhawatirkan Hyo Na yang kini memilih untuk menatap Dong Hae dengan sendunya.

Lalu terlihat Hyo Na yang menunduk dan melepaskan pegangan tangan Dong Hae pada bahunya, Jang Mi melihat perbedaan itu dan ada Dong Hae yang memilih duduk di bangku kosong yang ada di depan Hyo Na.

“Kau kenapa kesini, Hae-ah? Tak bia…”

“Mengkhawatirkannya.”

“Apa?!”

Kini mulai terlihat berpasang-pasang mata melirik tempat Jang Mi dan Hyo Na berada, Dong Hae terlihat masih menatapi Hyo Na yang memilih menunduk dan mengabaikan semuanya namun hal lain justru ditunjukkan Jang Mi. Yah, gadis bermata bulat dan memiliki rambut hitam lurus itu terlalu peka dalam mengartikan diamnya Hyo Na hingga kini dia mulai menaruh tanya besar pada Hyo Na menjadi diam. Ada juga Jae Rin di sana yang bahkan masih menangis sesenggukkan mulai bercerita pada teman-temannya yang kini mencuri pandang pada sikap Dong Hae dan Hyo Na.

Kemungkinan terbesar adalah kesalahpahaman terbesar akan mulai di buat oleh Hyo Na setelah diketahui dalang terbesarnya adalah pihak Jae Rin yang menaruh iri karena Dong Hae begitu dekat dengan Hyo Na. Dan sepertinya Jang Mi tak perlu lagi bertanya pada Hyo Na karena kabar angin mulai bertebaran memasuki telinganya, kini yang perlu dilakukannya adalah melindungi Hyo Na dari serangan seperti masalah-masalah biasanya.

Bagiamanapun juga masalah ini terlalu besar untuk Hyo Na yang tak ingin tahu dan tak ingin mengerti dengan semuanya, iya yang bersangkutan dengannya dia sama sekali tak ingin dan tak mau tahu.

—Scandal Love—

“Hyo noona!”

Ki Bum terlihat memanggil Hyo Na yang baru saja memasuki perpustakaan, dia tersenyum kecil menanggapinya lalu melangkah menuju Ki Bum yang berdiri dengan bukunya.

“Kau membolos?”

“Iya, bosan di kelas.”

Hyo Na sedikit menjawab lalu dia melangkah ke arah rak-rak yang penuh buku untuk mencari novel yang akan dibacanya. Tak perlu waktu lama, setelah dia mendapatkan bukunya dia lalu duduk dihadapan Ki Bum yang ada di depannya. Hyo Na sedikit tersenyum lagi melihat Ki Bum, lalu dia buka bukunya untuk kemudian menutupi wajahnya dengan buku itu.

“Tak biasanya kau…”

“Hiks…”

“Eh, noona?”

Dan dengan cepat Ki Bum singkirkan buku itu dari wajah Hyo Na hingga didapatinya Hyo Na yang sudah menangis dalam keheningan perpustakaan. Beruntung saat jam belajar seperti ini tak banyak siswa yang berkunjung diperpustakaan hingga kini Hyo Na bebas menangis di perpustakaan.

“Hiks, kumohon jauhi aku setelah ini…”

“Maksud noona?”

—000—

Bel istirahat baru berbunyi mengantar siswa-siswa lebih banyak keluar kelas menuju kantin terlebih juga Dong Hae yang sudah keluar kelas dengan teman sebangkunya dan menyisahkan Hyo Na dan Jang Mi yang baru saja ingin keluar namun disisi lain ada salah satu teman Jae Rin yang menghampiri keduanya.

“Ada apa Soo Ah?” Jang Mi bertanya heran, “Jang Mi bisakah menemaniku sebentar?” tanya Soo Ah langsung dan Jang Mi sedikit melihat ke arah Hyo Na yang kini menatapnya, “Temanilah aku sendiri saja ke kantin!”

Lalu tanpa berkata lagi tangan Jang Mi langsung ditarik Soo Ah untuk pergi keluar dan kini menyisahkan Hyo Na dengan beberapa teman Jae Rin yang terlihat sudah menutup pintu kelas. Dan itu membuat Hyo Na menatap mereka dengan tanya, hingga salah satu lagi menghampiri Hyo Na yang masih bertahan pada tempatnya.

“Ada apa Mi-ah?” tanya Hyo Na pada gadis pemilik rambut ikal panjang yang kini mendekatkan tubuhnya pada Hyo Na yang melangkah kebelakang, ketakutan.

“Apa yang dilihat pria-pria padamu?”

Hyo Na mengedip-ngedipkan matanya pada gadis itu, dia terlalu bingung dengan pertanyaan yang menurutnya ambigu itu. Lalu dengan pelan Hyo Na sedikit menghindari tatapan menusuknya dan baru saja akan menghindar lengan Hyo Na justru ditahan kuat oleh gadis itu hingga membuatnya sedikit meringis karena sakit, “Cho Hyo Na, mungkin ini adalah peringatan bagimu dan kau harus mengingatnya!”

“A… apa maksudmu Mi-ah aku tak mengerti? Peringatan apa?”

Gadis itu terlihat mendekatkan bibirnya ke telinga Hyo Na hingga membuatnya lagi-lagi harus tersudut karena pendorongan paksa itu, “Kau membuat Jae Rin menangis hari ini dan itu karena kau mendekati Dong Hae. Kau harus ingat itu sebelum tangan indahku ini melukaimu!”

“Sae Mi-ah…”

Dan setelahnya Hyo Na ditinggalkan begitu saja dikelas dengan dirinya yang sudah bergetar karena rasa takut yang menyelimutinya. Perkataan Sae Mi yang serius dan tatapan serta cengkraman Sae Mi yang masih dapat dirasanya sampai sekarang. Hingga kini dia merasa mengingat perkataan Dong Hae kemarin padanya.

“Aku tak tahu dimana daya tarikmu hingga membuat semua orang berpikir jika berada di dekatmu akan menjadi buah bibir dan kemungkinan bisa dibenci atau disukai. Tetapi sekarang kau harus sadar betapa bahayanya menjadi dirimu…”

—Scandal Love—

Jang Mi tengah kebingungan di kelas, tak biasanya dia dapati Hyo Na yang belum kunjung tiba dikelas apalagi Hyo Na yang membolos. Iya, membolos itu bukanlah gaya Hyo Na, Jang Mi sangat tahu Hyo Na tak akan melakukan hal itu, tidak akan pernah terkecuali dirinya yang sakit hingga harus masuk UKS. Kini Jang Mi menghampiri Kyu Hyun yang tengah menyusun buku pelajarannya, mungkin berniat mengganti buku pelajarannya selanjutnya.

‘”Kyu Hyun-ah…”

Kyu Hyun terdiam ditempatnya hingga melihat ke arah Jang Mi yang kini menunjukkan wajah cemasnya, “Ada apa, Jang Mi?”

“Uhm, kau tahu kemana Hyonie pergi?”

Mendadak Kyu Hyun melirik bangku Jang Mi juga Hyo Na, kemudian dia lihat lagi Jang Mi yang masih memasang wajah cemasnya, “Aku tidak tahu, bukannya dia selalu bersamamu?”

“Aku tidak tahu. Saat aku kembali bersama Soo Ah, dia sudah tak ada dikelas lagi. Lalu aku menyusulnya ke kantin, tapi dia juga tak disana.”

Kyu Hyun terlihat mulai cemas namun dengan kuat dia menunjukkan wajah tenangnya dihadapan Jang Mi, “Sudah kau hubungi dia?”

“Ponselnya tertinggal dilaci mejanya. Aku tak bisa menghubunginya.”

Sayup terdengar percakapan Jang Mi dengan Kyu Hyun pada Dong Hae yang kebetulan baru saja menempati tempat duduknya di samping Kyu Hyun, “Kau tak melihat Hyonie, Dong Hae-ah?”

“Aku baru saja masuk kelas, mana mungkin aku melihatnya.” Datar Dong Hae berucap dan itu membuat Jang Mi mendadak panic, “Aish, kemana gadis ceroboh itu, heh?!”

“Biar aku yang mencarinya, Jang Mi-ah!” kemudian Kyu Hyun terlihat menimpali kata-kata Jang Mi karena terlalu lelah baginya mendengar keluh kesah Jang Mi yang terlalu khawatir pada Hyo Na dan hal itu tentu saja mengundang Dong Hae yang kini melihat ke arahnya.

“Kau membolos, Kyu?”

“Lalu apalagi yang harus kulakukan? Kau tak li…”

“Biar aku saja yang mencarinya!” potong Dong Hae sepihak dan bahkan kini dia meninggalkan kelas tanpa kata lagi.

Lagi, sikapnya yang perduli pada Hyo Na justru terlihat pada Jae Rin yang mendengar perkataannya. Entah mengapa kini rasa iri dan marah tersulut sudah di bagian hati putih bersihnya, Jae Rin segera memberikan aba-aba pada salah satu temannya. Tidak tahu apa yang mereka rencanakan namun gadis berkuncir satu itu mulai keluar diam-diam dari kelas, sepertinya ikut membolos bersama Dong Hae dan Hyo Na.

—Scandal Love—

Hyo Na terlihat baru saja meninggalkan perpustakaan setelah Ki Bum dengan lembutnya memaksakan Hyo Na kembali ke kelas. Walau awalnya Hyo Na menolak karena dia takut, namun Ki Bum memastikan bahwa akan banyak orang yang melindunginya termasuk Ki Bum dan tak akan mungkin Hyo Na mendapati ancaman lagi oleh teman-teman Jae Rin.

Yah, setelah cukup lama Hyo Na menangis akhirnya Ki Bum dapat mendengar mengapa Hyo Na sampai berniat membolos dan ketakutan seperti itu. Hyo Na sudah menceritakan semuanya pada Ki Bum tentang permintaan Dong Hae padanya, tentang semua skandal yang tercipta begitu saja juga tentang ancaman teman Jae Rin.

“Aku tidak tahu jika berdekatan dengan noona akan begini akhirnya. Ah, aku menyusahkanmu noona, maafkan aku juga. Ah, iya, semua ini juga harus kau beritahu ke Jang Mi noona, nde!”

Dan masih diingatnya Ki Bum yang berpesan seperti itu, menyuruhnya memberitahu Jang Mi yang mungkin saja tengah khawatir dengannya. Maka itu, Ki Bum dengan cepat menyuruh Hyo Na kembali ke kelas dan menceritakannya.

“Hyonie!”

Hyo Na mendadak berhenti dari langkahnya, dia membalikan tubuhnya hingga mendapati sosok gadis berkuncir satu tengah menunjukkan wajah cemasnya. Kini terlihatlah gadis berkuncir satu itu mendekatinya, “Heh, kau kemana saja? Jang Mi mengkhawatikanmu!”

Dan dugaan Ki Bum tentang Jang Mi yang khawatir benar adanya, Hyo Na kini mulai merasa bersalah, “Ayo, cepat kembali kekelas Hyonie!”

Dan kini terasa tarikan pada tangan Hyo Na karena ditarik oleh gadis berkuncir satu itu. Perlahan sosok mereka berdua menghilang dilorong kelas, tergantikan sosok Dong Hae yang baru saja muncul dilorong dengan nafasnya yang tersengal-sengal disana. Matanya pun kini terlihat menyapu bersih lorong kelas yang sepi, berharap dapat menemukan Hyo Na namun yang didapatinya adalah sosok gadis yang dicarinya tak ada.

“Dong Hae?” suara Ki Bum terdengar dan membuat Dong Hae menoleh melihatnya, “Kau… hosh, melihat Hyonie?” tanya Dong Hae dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal itu.

“Bukannya dia sudah kembali kekelas? Aku baru saja menyuruhnya untuk kembali kekelas.”

“Sial!”

Dan tanpa perkataan lagi Dong Hae berlari menelusuri lorong kelas meninggalkan Ki Bum yang sepertinya ikut berfirasat aneh. Ya, padahal jelas baru beberapa menit yang lalu menyuruh Hyo Na untuk kembali kekelasnya namun mendengar Dong Hae bertanya tentang keberadaan Hyo Na tak menutup kemungkinan pasti Hyo Na tengah berada dalam bahaya.

“Yeobeoseo, Jang Mi noona kau harus membolos sekarang. Sepertinya Hyo noona menghilang sekarang.”

“Apa?! Kim Ki Bum kau bercanda?”

“Cepatlah, Dong Hae baru saja menemuiku dan bertanya padaku tentang Hyo noona yang jelas sudah beberapa menit lalu kusuruh kembali kekelas.”

Mendadak Jang Mi putus sambungan telepon itu, lalu dipanggilnya Kyu Hyun yang masih focus mengerjakan tugas yang baru beberapa menit diberikan Guru Oh. Kyu Hyun yang merasa terpanggil itu kini menatap wajah cemas Jang Mi, “Hyonie menghilang, Kyu!”

Dan tanpa banyak bicara lagi, Kyu Hyun keluar begitu saja dari kelas meninggalkan Jang Mi yang sepertinya menghubungi beberapa orang lagi untuk bertanya tentang keberadaan Hyo Na sekarang.

Jae Rin dapat dengar kalimat kekhawatiran dari Jang Mi dan sikap Kyu Hyun yang mulai turun tangan mencari Hyo Na, dia terlihat tersenyum licik dibalik kacamatanya itu lalu bersikap seolah baik-baik saja sambil mulai berbisik di depan ponselnya, “Habisi saja dia!”

Bisikan pelan yang tak terdengar hingga satu kelas, hanya teman-temannya lah yang tahu akan bisikan itu hingga mereka menunjukkan wajah bahagia mereka. Yah, bahagia karena faktanya adalah Hyo Na tengah bersama si gadis berkuncir satu tersebut.

“Habislah kau Cho Hyo Na!”

.

.

.

.

.

TBC or DELETE…

Please jangan timpuk Rien gegara buat FF yang beginian~! T.T huhuhu~ endingnya tepat ga sih kalo di buat disini?? ^o^ *cengir polos*

Hohohoh~ :O annyeong yeoreobeun~!!! ^o^ *muncul dari cangkang ddangko* Rien is back~!!! Iya, setelah beberapa lama tak menulis FF atau malah PHP-in FF yang baru prolog kemarin akhirnya Rien muncul bawa FF lagi-lagi chapter~ >_< ya ampun… padahal yang prolog kemarin aja belum kelar, eh… malah munculin yang chapter lagi!? -___-v

Heheheheheh~😀 awalnya sih mau buat oneshoot mungkin selingan karena Rien belum kelarin prolognya, eh… malah keterusan dan mikir kalo ini kepanjangan… -__- *suram*

Yaudah deh~ apa boleh buat terpaksa Rien buat chapter~!!! Hohohohoh~ kali ini jujur aja ya! Rien buat berdasarkan pengalaman Rien kurang lebih posisi Rien kayak Hyo Na di sana! Uhm, tapi ga semuanya pengalaman Rien dan persis kayak kehidupan Rien, nde~ disini Rien hanya menyumbang ide, kalo keadaannya Rien asli ngarang semua~! >_< *plak!

Huhuhuhu~ u,u namanya juga usaha chingudeul~! ^o^ hohohoooh~ maka itu Rien minta kerja samanya, nde~! Dan gomawo banget yang uda sempatin waktu baca FF Rien dan sempatin komentar~!!! {} ppai~ ppai~ chingudeul~! *bow+kiss*

9 Comments (+add yours?)

  1. devi
    Apr 08, 2015 @ 00:28:13

    Keren thor
    tp sayang alurnya kecepetan

    Reply

  2. aryanahchoi
    Apr 08, 2015 @ 00:52:33

    jht bgt jaerin hyona diapain tu ma tmnnya jaerin

    Reply

  3. Ira
    Apr 08, 2015 @ 18:37:48

    Emang ya cangkang nya baik tapi isinya belom tentu..
    Kira2 hyona bakal diapain temen jaerin tuh? Bakal nglawan ato diem aja? Next part ditunggu thor..

    Reply

  4. uchie vitria
    Apr 10, 2015 @ 18:01:11

    cewek populer karna kebaikannya dan sekarang dimanfaatin donghae jadi kalo ada apa” sama hyo na ya donghae lah yang bertanggung jawab

    Reply

  5. Deana
    Jun 15, 2015 @ 00:13:29

    Good good ganyesel baca ^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: