Hold On [Sequel: I’m Not a Clown]

Hold On [Sequel: I’m Not a Clown]

 

Author                 : Sakinah Aulia P.

Tittle                     : Hold On [Sequel: I’m Not a Clown]

Cast                       :

§  Cho KyuHyun

§  Heo Hyo In(OC)

§  Heo Neul Mi a.k.a Cho Neul Mi

Genre                    : Romance, Hurt, Married Life.

Lenght                  : Oneshot

Rating                   : PG-15

^^Happy Reading^^

.

.

.

Setelah tujuh tahun berpisah denganmu, entah mengapa rasa rindu tiba- tiba saja datang menghampiri, Cho…. Jujur Cho, rasaku tidak pernah berubah padamu…. Masih sama seperti dulu…. Aku masih mencintaimu, Cho…. Tak ada yang berubah….

Cho, kau tau? Anak…. Anak kita, Cho….. Sekarang sudah tumbuh menjadi malaikat kecil yang lucu. Dia cantik, Cho…. Dia sangat mirip sepertimu….. Tapi, maafkan aku…. Tak kusematkan namamu di depan namanya…. Kumohon, maafkan aku, Cho….

“Eomma….” Malaikat kecil kita berlari kearahku sekarang….. Andai kau ada di sampingku, kau pasti akan gemas melihatnya sekarang…. Ah, tapi itu tidak mungkin….

“Ne, sayang..” Aku membelai surai hitam milik putri kecil kita. Dia memelukku sangat erat…. Dia sangat mirip sepertimu, Cho…. Dia selalu menghangatkanku setiap kupeluk…. Sama sepertimu, Cho…

“Eomma…. Neul Mi ingin melihat Appa…. Eomma bilang, Appa kerja. Tapi, kenapa sampai sekarang Appa belum pulang?”

Kau dengar itu, Cho? Dia merindukanmu…. Lebih tepatnya, KAMI. Kami merindukanmu….. Tapi, jika aku boleh kembali jujur, jika aku melihatmu, rasa benci dan marah atas kejadian tujuh tahun yang lalu, meluap begitu saja…

“Neul Mi sayang, Appa selalu mengirim rindunya untuk kita…. Jadi, Neul Mi tidak perlu menanyakan kenapa Appa sampai sekarang belum pulang…. Arra?”

Malaikat kecil itu hanya mengangguk, dan tersenyum. Cho, aku sekarang sedang berada di taman, dimana kita pertama kali bertemu…. Jika mengingat itu, rasanya….. Manis sekali. Taman ini, Cho…. Taman yang menjadi saksi bisu perjalanan cinta kita….. Dari awal bertemu, lalu kita menjadi sepasang kekasih, dan akhirnya…. Kau memutuskan untuk menjadikanku pendamping hidupmu…. Itu semua terekam jelas dalam ingatanku, Cho…. Sangat jelas…. Hingga akhirnya, kau sendiri yang menghianati janji yang kau ucapkan…..

“Eomma, Neul Mi ingin kesana…. Boleh, kan?” tanya Malaikat kecilku sambil menunjuk ke arah kolam ikan. Kolam ikan itu juga, Cho…. Apa kau masih ingat? Saat kau mencuri ciuman pertama ku? Hhh…. Dulu itu terasa manis, tapi sekarang…. Rasanya sangat pahit….

“Ne, boleh. Tapi, jangan bermain terlalu jauh, ne….” aku kembali membelai surai hitam milik malaikat kecilku. Dia tersenyum, dan mulai berlari menjuah dariku, menuju kolam ikan itu.

Cho, firasatku mengatakan kalau kau ada disini…. Tapi kau dimana? Cho, kumohon…. datanglah, Cho….

“Hyo In” suara itu…. Suara yang selalu ingin aku dengar di setiap detik dalam hidupku…. Suara milik seseorang yang sampai saat ini masih ada dalam hatiku…. Suara seorang Cho KyuHyun. Tapi, apa mungkin kau memang benar- benar ada disini, Cho? Rasaku tidak mungkin…. Itu hanya firasatku saja….

“Heo Hyo In…. Ini aku….” seseorang memegang bahuku. Hangat. Jemari lentiknya kini tengah memegang bahuku. Kehangatan itu seperti milikmu, Cho…. Apa itu benar kau?

Aku membalikkan badanku. Tidak, Cho…. Kau memang benar ada di sini….. Firasatku benar, kau memang ada disini….

“Aku merindukanmu….. Bogoshippo….” Kata- kata itu meluncur dengan bebas dari mulutmu. Jujur Cho, aku juga sangat merindukanmu…. Aku ingin sekali menghambur ke pelukanmu… Tapi, mengingat aku ini hanyalah mantan istrimu. Ya, MANTAN ISTRImu….

“Dimana anak kita? Aku….”

“Anakku… Dia anakku…. Tidak ada kata ‘kita’…. Dia anakku….” Maafkan aku Cho…. Kumohon maafkan aku….. Aku tak mau malaikat kecil kita, tau kelakuanmu di masa lalu…. Aku tak mau dia membencimu, karena kau…. Appa-nya.

“Eomma…. Ayo kita pulang. Neul Mi sudah lelah….” Aku segera membalikkan badanku saat mendengar suara malaikat kecilku…. Apa yang kau lakukan disana, Cho? Kenapa masih diam? Pergilah, sebelum Neul Mi menyadari keberadaanmu.

Aku memegang erat tangan malaikat kecil kita menjauh darimu. Maafkan aku, Cho…. Kuakui, aku memang tak bisa terus menerus menyembunyikan jati dirimu yang sebenarnya pada Neul Mi. Tapi, aku juga tak mau dia membencimu karena tau kau pernah menyakitiku…. Maafkan aku, Cho….

                                                                                                |{|{

Malaikat kecilku tengah tertidur pulas sekarang. Aku menarik selimutnya hingga batas dagu. Aku mengecup keningnya, lalu mematikan lampu kamarnya, dan keluar menuju dapur. Tiba- tiba saja bel rumahku berbunyi. Aku segera berlari menuju pintu rumah.

“Ch… Cho? Apa yang kau…. Lakukan?” tanyaku. Kau mendekat, dan menarikku dalam pelukanmu. Aku tau, kau menangis sekarang. Air matamu jatuh mengenai bajuku.

“Mianatta….”

Kau melepaskan pelukanmu. Kini, kau memegang bahuku erat. Matamu merah dan pipimu sangat basah. Cho, hentikan tangisanmu! Kau membuatku tersiksa jika melihatmu seperti itu… Dan sekarang, kau menggenggam tangaku erat.

“Apa kau mau ikut aku sebentar? Ada yang ingin aku katakan…. Sebentar saja..” Kau memohon. Aku diam. Aku melihat kebelakang. Berat rasanya meninggalkan malaikat kecil kita sendirian, Cho.

“Apa yang ingin kau katakan? Bicaranya… Di taman belakang saja.”

Aku menutup pintu, lalu berjalan ke belakang rumah, dan kau mengikutiku. Jujur Cho, dalam hatiku saat ini, sesuatu sedang berkecamuk. Entah apa. Entah rasa rindu, atau apa, aku pun tak tau.

Aku duduk di sebuah bangku panjang, dan kau ikut duduk di sebelahku. Awalnya, kau menatap bintang di langit sana, kemudian kau beralih menatapku.

“Jangan menatapku seperti itu. Cepat katakan apa yang ingin kau katakan.” aku berucap dingin. Kau menghela napas dan menunduk. Kau mengangkat wajahmu, lagi, dan tiba tiba saja kau menarik tanganku mendekat ke arahmu. Cho…. Jujur, wajah kita saat ini sangat dekat. Aku segera menutup mataku agar tak melihat tatapanmu yang sangat tajam itu. Kini, sesuatu tengah menempel di bibirku. Entah apa itu….

Sedikit kubuka mataku. Benar dugaanku. Kini kau tengah menempelkan bibirmu itu. Ya, hanya menempelkan, bukan melumatnya. Perlahan, kau jauhkan kepalamu dari kepalaku. Aku hanya bisa menatapmu dengan tatapan tak percaya. Bukan lagi dengan tatapan yang dingin, penuh amarah, dan kebencian.

“Apa…. Yang kau lakukan?” tanyaku sambil memegang bibirku. Kau kembali menunduk. Kini kau diam, dan tak mengatakan apapun.

“Eomma…. Appa….” suara seorang anak kecil memecahkan keheningan antara kita berdua. Kau dan aku sama sama bangkit dari duduk kita.

“Neul Mi….” aku mencoba mendekat kearahnya. Tapi dia malah mundur.

“Neul Mi, eomma bisa menjelaskan semuanya….”

“Eomma, lelaki itu Appa, kan? Iya, kan?”

Aku diam seribu bahasa. Tak tau mau berkata apa. Cho, tolong bantu aku menjawab pertanyaan dari malaikat kecil kita.

Malaikat kecil kita kini melangkah maju dan menghampirimu. Dia memegang tanganmu.

“Neul Mi” panggilku. dia tak menyahut.

“Cho Neul Mi!” tidak! Aku salah mengucapkan namanya. Seharusnya ‘Heo Neul Mi’ bukan ‘Cho Neul Mi’. Kalian mentapku dengan tatapan bingung. Dengan segera aku menarik tangan Neul Mi menjauh darimu. Aku tak perduli dia menangis sekeras apapun untuk kembali ke hadapanmu. Dengan cepat, aku menutup pintu rumahku, dan menguncinya…..Maafkan aku, Cho…. Kumohon, pergi dari sini….

“Eomma jahat!!! Kenapa eomma tak membiarkan Neul Mi bertemu dengan Appa?! Eomma jahat!! Neul Mi benci Eomma!!!” Malaikat kecilku berlari kearah kamarnya yang ada di lantai atas, dan tak lama kemudian terdengar suara bantingan keras dari pintu kamarnya. Aku tau, malaikat kecilku terpukul karena ini semua.

“Hyo In…. Aku….” terdengar suaramu dari luar sana.

“Pergilah, Cho!!! Pergi!!!” aku berteriak menyuruhmu pergi. Benar- benar menyakitkan untuk kita semua, Cho…. Terlebih pada Neul Mi.

Setelah itu, aku tak mendengar apa apa di luar sana. Entah kau sudah pergi atau belum, aku tak tau. Aku sedikit membuka tirai jendela. Kau masih melihat ke arah rumah ini. Tak lama kemudian, kau masuk ke dalam mobilmu dan pergi meninggalkan pekarangan rumahku. Maafkan aku, Cho…. Aku tau, ini semua meninggalkan luka yang mendalam bagi kita….

                                                                                |{|{

Aku mengetuk pintu kamar malaikat kecilku, kemudian membuka knop pintunya. Dia tengah duduk manis di pinggir ranjangnya. Dia menatapku. Tak lama. Kemudian ia menunduk lagi. Aku menghela napas, kemudian menghampirinya.

“Ayo kita berangkat” ajakku.

“Aku tidak mau sekolah.”

Aku kembali menghela napas, kemudian menyentuh surai hitamnya.

“Eomma janji, jika Neul Mi hari ini sekolah, hari ini, Eomma akan belikan ice cream. Eotte?”

Dia diam. Kemudian dia menggelengkan kepalanya.

“Neul Mi hanya ingin bertemu dengan Appa, itu saja.”

Aku kembali menghela napas. Sebisa mungkin aku untuk tersenyum,. Kemudian, ku ulurkan tanganku padanya untuk menggenggam tanganku. Dia menatapku sejenak. Aku tau, dari raut wajahnya ada sesuatu yang masih ia ragukan dalam diriku. Aku tau persis itu.

“Kajja” ajakku. Dia turun dari tempat tidurnya, dan berjalan mendahuluiku tanpa memegang tanganku. Aku tau ia masih kesal dan marah denganku karena kejadian semalam. Kemudian aku menutup pintu kamarnya, dan berjalan menyusulnya yang sekarang mungkin sudah menunggu di mobil.

                                                                                                |{|{

Aku menyeruput cappucino yang beberapa menit yang lalu aku pesan. Terdengar dentingan halus dan sapaan dari pelayan cafe atas pelanggan yang masuk. Kursi yang ada di depanku bergeser, dan duduklah seorang Cho KyuHyun. Cho KyuHyun yang dulunya sangat aku cintai, tapi akhirnya dia menyakitiku. Dan pada akhirnya juga, dia mencariku kembali.

“Bagaimana kabar istrimu?” tanyaku dengan sedikit meledek.

“Heo Hyo In”

“Oh, kau mau pesan apa? Atau kau ingin aku memesankan sesuatu untuk istrimu di rumah?”

“Heo Hyo In, Dengarkan aku!!”

Kau nyaris berteriak, Cho. Kita bukanlah anak kecil yang bisa membuat kerusuhan sesuka hati kita. Ini tempat umum. Tolonglah kendalikan emosimu, Cho.

“Kenapa K..”

“Neul Mi ingin bertemu denganmu.” selaku cepat. Kau diam tak berkutik. Kau menunduk. Aku menyodorkan sepucuk kertas kecil berisi alamat sekolahnya.

“Kumohon Cho, untuk kali ini saja”

Kau mengangkat wajahmu. Menatapku lama dan akhirnya berkata.

“Wae? Bukankah kau melarangku untuk menemuinya?” tanyamu.

“Ini permintaan Neul Mi, bukan kemauanku.”

“Lalu, apa yang akan kau lakukan saat aku menemuinya di sekolah?” tanyamu lagi.

“Aku hanya memperhatikanmu dari mobilku” jawabku seadanya. Kau menghela napas kasar. Aku berdiri dari dudukku.

“30 menit lagi waktunya dia pulang. Jangan kecewakan dia karena aku sudah berjanji padanya” aku berlalu pergi meninggalkanmu yang masih duduk mematung disana.

                                                                                |{|{

Terdengar suara langkah kaki dari arah luar. Dan tiba tiba, pintu terbuka. Manampilkan sosok Malaikat kecilku dan tentunya, seorang Cho KyuHyun.

Aku tersenyum saat malaikat kecilku menghambur ke pelukanku. Aku menyambut pelukan hangatnya, sambil membelai surai hitam miliknya. Seketika, dia melepaskan pelukannya padaku.

“Eomma! Tadi Neul Mi pergi membeli coklat. Ini, Appa membelikannya khusus buat eomma” Neul Mi terlihat begitu antusias saat menceritakannya. Aku memandangmu sejenak, lalu kembali mengalihkan pandanganku kepada Neul Mi. Aku kembali membelai surai hitam miliknya.

“Neul Mi sayang, ayo ganti bajumu. Lalu kita makan siang” kataku. Dia mengangguk. Dan dengan segera dia berlari menuju kamarnya. Aku bangkit dari dudukku di lantai, kemudian berjalan menuju Washtafel.

Aku tak perduli dengan yang kau lakukan sekarang, Cho. Tapi detik ini juga, aku benar- benar takut, saat kau mulai berjalan ke arahku. Dengan tiba- tiba saja kau melingkarkan tanganmu pada pinggangku, dan merebahkan kepalamu ke bahuku. Acara mencuci piring, sempat terhenti karenamu, Cho.

“Maafkan aku…. Aku benar benar menyesal…. Tolong maafkan aku…” katamu dengan nada penuh penyesalan. Aku tau, Cho. Kau tulus meminta maaf padaku, tapi aku tak tau harus menerimanya atau tidak.

“Apa alasanmu, Cho?” tanyaku.

“Aku… aku merasa gagal menyenangkan hatimu pada saat itu” jawabmu. Aku melepaskan tanganmu yang melingkar di pinggangku, kemudian beralih menatapmu. Kau mundur selangkah dariku. Mungkin kau merasa heran, Cho, karena sebelumnya tak ada penolakan dariku saat kau memelukku.

‘PLAK!’

Pipi kirimu berbekas merah, akibat tamparanku, Cho. Maaf, aku menamparmu, karena aku tidak habis pikir dengan alasanmu barusan. Seharusnya kau sadar, bahwa aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Seharusnya kau juga sadar, sekeras apapun usahamu untuk menyenangkan hatiku, pasti aku akan menerima semua itu.

“Pabo” ucapku pelan dan perlahan air mata kembali menetes.

“Uljima” kau mencoba menghapus air mataku, tapi aku segera menepisnya.

“Ka…” aku menyuruhmu pergi, tapi kau masih diam.

“Kayo!!” aku nyaris berteriak menyuruhmu pergi.

“Eomma…. Wae? Kenapa eomma menyuruh Appa pergi?” tanya Neul Mi dengan tiba- tiba saat dia turun dari kamarnya.

“Dia bukan Appamu Neul Mi. Sekali lagi eomma katakan, DIA BUKAN APPA-mu!” ucapku tanpa menoleh pada siapapun diantara kalian berdua. Aku berjalan melewatimu, menuju kamarku. Napasku terasa memburu. Dadaku sesak. Sebenarnya sakit sekali mengatakan hal itu, Cho. Tapi mau bagaimana lagi?

                                                                                |{|{

1 week latter

 “Eommaaa…..” panggil Neul Mi saat masuk ke ruang kerjaku. Aku tersenyum saat ia masuk dengan piyama yang ia gunakan tadi malam untuk tidur, sambil membawa boneka beruang berwarna merah jambu dalam pelukannya.

Aku membelai surai hitam milik malaikat kecilku ini. Dia menatapku dengan tampang polosnya. Sungguh saat ini dia sangatlah menggemaskan. Kuangkat dan kugendong dia, sambil kukecup keningnya.

“Eommaaa…. Neul Mi ingin bertemu dengan Appa…. Bukankah sudah satu minggu, Neul Mi tidak bertemu dengan Appa?” katanya dengan wajah polosnya

“Neul Mi sayang, sudah berapa kali eomma katakan, lelaki itu bukan Appamu…” jawabku.

“Tidak! Dia Appa!! Dia Appaa!!!” Neul Mi mulai berteriak dan matanya mulai berair. Dia memberontak dalam dekapanku. Ini sungguh menyakitkan… Tapi aku harus bagaimana? Aku juga tak ingin dia membencimu, Cho.

Dia turun dari gendonganku, dan berlari keluar ruang kerjaku. Anak itu, sangat keras kepala, Cho. Sama sepertimu.

“Neul Mi…. Neul Mi! Tunggu! Eomma ingin bicara padamu, sayang… Chakkaman!” aku berusaha mengejarnya, namun hasilnya Nihil. Aku mulai panik, saat seisi rumah tak ditemukan sosok Neul Mi.

“Neul Mi! Keluar, sayang” kataku lagi. Tapi tetap saja. Tak ada jawaban. Aku berlari keluar rumah. Cho, aku harap kau ada disana melindungi malaikat kecil kita. Aku berlari ke arah taman kota. Air mataku tak dapat lagi kubendung. Aku terus berlari sambil meneriaki nama Neul Mi. Tak perduli orang melihatku dengan tatapan aneh.

Aku terduduk lemas saat aku sampai di taman kota. Aku menangis, karena tak menemukan sosok Neul Mi. Cho, adakah kau disana untuk melindunginya? Aku harap, kau ada.

“Eomma” sebuah suara kemudian menangkap di indera pendengaranku. Suara itu sangatlah tak asing bagiku. Kemudian muncullah seorang anak perempuan cantik di hadapanku. Kurengkuh dia dalam pelukanku, sambil menciumi pipinya.

“Eomma…. Neul Mi mau minta maaf…. Tadi Neul Mi sudah jahat sama eomma” kata Neul Mi. Aku menggeleng. Kembali kurengkuh dia dalam pelukanku.

“Appa yang mengajarkan Neul Mi untuk meminta maaf pada eomma” sambung Neul Mi. Cho, jadi kau tadi ada bersamanya?

“Tadi, sewaktu Neul Mi keluar dari rumah, Neul Mi bertemu dengan Appa di depan cafe yang berada 2 rumah dari rumah kita. Kemudian, Appa bertanya kenapa Neul Mi keluar sendirian. Lalu, Neul Mi bilang, kalau Neul Mi sedang kesal pada eomma. Awalnya, appa menyuruh Neul Mi untuk pulang, tapi Neul Mi tidak mau. Yasudah, akhirnya Neul Mi jalan-jalan dengan Appa. Tadi Neul Mi juga dibelikan Ice Cream” ucap Neul Mi penuh semangat. Aku tersenyum sambil membelai surai hitam miliknya. Terimakasih Cho…

“Eomma… Appa ada dibalik pohon itu” tunjuk Neul Mi pada sebuah pohon maple yang tak jauh dari tempatku. Neul Mi menarik tangaku untuk mendekat ke pohon itu. Dengan tiba tiba, kau keuar dari tempat persembunyianmu. Aku tau betapa kagetnya kau saat mengetahui keberadaanku saat ini.

Aku berjalan kearahmu, dan segera menghambur ke pelukanmu. Jujur Cho, aku masih sangat sangat mencintaimu. Tapi, bagaimana dengan Neul Mi? Apa yang akan dikatakannya jika ia tau bagaimana kelakuanmu pada masa lalu? Aku melepaskan pelukanku padamu. Lalu perlahan menjauh dari tempatmu, dan menggandeng tangan Neul Mi.  Maafkan aku sudah memelukmu dan perlahan menjauh tanpa meninggalkan sepatah katapun padamu…

“Eomma…. Neul Mi sudah tau semuanya. Neul Mi tau, dulu Appa pernah menyakiti eomma. Tapi Neul Mi juga tau, eomma masih mencintai appa”

“Neul Mi, sayang…. Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu?” tanyaku.

“Eomma tidak bisa membohongi Neul Mi. Saat eomma pergi ke Busan, Neul Mi menemukan buku harian eomma. Dan Neul Mi suruh nenek untuk membaca semua tulisan eomma… Eomma sebenarnya mau rujuk dengan appa, tapi eomma takut Neul Mi akan membenci appa, karena itu” kata Neul Mi panjang lebar. Astaga, anak ini benar- benar membuatku gemas. Seorang anak berumur 7 tahun mengatakan hal seperti itu, layaknya orang dewasa? Belajar dimana anak ini?

“Eomma…. Maafkanlah Appa” mohonnya. Aku terdiam. Kau dengar itu tuan CHO KYUHYUN? Anakmu melakukan pengorbanan ini. Memang, aku memang sudah memafkan kesalahanmu, tetapi, untuk rujuk denganmu, rasanya aku masih ragu.

“Eomma….” tegur Neul Mi lagi. Aku tersenyum menanggapinya. Lalu kuanggukkan kepalaku.

“Ayo kita kembali lagi ke tempat tadi. Appa mungkin masih disana” katanya yang sesegera mungkin menarik tanganku. Dia menarik tanganku sambil berlari, yang membuatku mau tam mau ikut berlari.

Langkah kakinya terhenti saat dia menemukanmu sedang duduk di bangku panjang. Perlahan, kuulurkan tanganku menyentuh bahumu. Agak ragu memang, tapi aku harus melakukannya.

“Cho KyuHyun” tegurku. Kau mengangkat kepalamu, dan tersenyum.

“Bodoh! Jangan tersenyum seperti itu!” aku mengomelimu. tapi kau tetap tersenyum. Neul Mi mendekat, dan membisikkan sesuatu padamu. Kau tiba tiba saja terkikik, dan Neul Mi tak henti hentinya tertawa.

“Neul Mi bilang, kalian datang kesini, karena ingin memintaku membelikan ice cream? Dan itu permintaanmu, Heo Hyo In?” tanyamu.

Kau mengangkat dirimu dari kursi panjang itu. Kini, kau tengah berdiri tegak di depanku, dan menatapku dengan senyuman evil yang selalu kau tunjukkan. Kau merengkuhku dalam pelukanmu. Aku kembali merasakan kehangatan. Sama seperti pertama kali kau memintaku untuk menjadi pacarmu, lalu kau peluk aku. Rasa hangatnya masih sama seperti dulu, Cho.

“Mianatta” ucapmu. Aku mengangguk. Kau melepaskan pelukanmu, dan beralih memeluk Neul Mi. Neul Mi memelukmu sangat erat. Seperti tak ingin kau pergi meninggalkannya lagi.

“Sekarang, Neul Mi tidak perlu meminta Eomma untuk mempertemukan Appa dengan Neul Mi. Sekarang, Appa akan tinggal bersama Neul Mi dan Eomma” katamu.

“Jinjja? Eomma…. Benarkah itu?” tanya Neul Mi dengan antusias. Aku tersenyum dan mengangguk.

“Ayo kita pulang….” ajakku sambil menggandeng tanganmu. sementara kau sedang menggendong Neul Mi.

Cho, demi Neul Mi, aku memantapkan hatiku untuk menerimamu lagi sebagai suamiku. Aku harap kau tak akan mengulang kesalahan seperti tujuh tahun yang lalu. Aku ingin, keluarga ini utuh. Ada kau, Neul Mi, dan aku tentunya. Tak ada penganggu. Tak ada kebodohan yang menjalar di pikiranmu lagi. Aku ingin terus bersamamu sampai kapanpun, Cho.

 

Aku mencintaimu, Cho Kyu Hyun.

Saranghae……

                                                                               

 

-THE END-

17 Comments (+add yours?)

  1. oktalita1004
    Apr 09, 2015 @ 21:14:11

    keren unn.. aku udh bca yg sebelumnya dan bru review disini hehe mian.. tpi masih aneh aja alesan kyuhyun selingkuh -_-a ahh sudahlah abaikan.. ditunggu next ff yg lainnya ya un ^^

    Reply

  2. esakodok
    Apr 09, 2015 @ 23:15:21

    aghhh..seauelnya lebih brasa feelnya saengi….q lebih suka yg ini…tp penyesalannya kyu kurang bbt trlihat…kalo dbuat sidenya kyuhyun boleh jug

    Reply

  3. tabiyan
    Apr 10, 2015 @ 08:36:05

    Iya msh gantung soalnya semua di ambil dr sisi cweknya! Jd knp2 nya kyu kyk gt ga tau, beneran ga sih th kyu udah nyesel! Jgn2 dy cuma mau dkt2 sma anaknya aja! Tp selebihnya keren bagus!

    Reply

    • Kim Yong Ra
      Apr 19, 2015 @ 12:16:12

      gomawo udah mau baca ^^

      gomawo udah mau kritik ^^ maaf kalo ff aku kurang memuaskan, soalnya aku nulis ini dikejar2 deadline… Mianhaeyo#bow

      tapi, gomawo eonni udah mau baca ^^ sekali lagi gomawo^^

      Reply

  4. uchie vitria
    Apr 10, 2015 @ 17:48:53

    alasan yang sangat tidak logis kyu dan kamu emang bodoh cuma karna hal itu byakikitin istri dan anakmu
    hahhh tapi syukurlah hye mau maafin kyuhyun dan nrima kembali

    Reply

  5. Nikyu
    Apr 10, 2015 @ 18:03:16

    Pngen bca yg dri sdut pndangnya kyu gimna dia mnyesl tlah menghianati hyo in,tp nie bgus kok!

    Reply

  6. aryanahchoi
    Apr 10, 2015 @ 22:37:55

    keren eon gue suka ceritanya jelas bgt keren deh pokoknya

    Reply

  7. meynininx90
    Apr 11, 2015 @ 21:49:36

    Syukur dech g3 neul mi jdi kmbli mnjdi klrg yg utuh……mski rda jengkel ma kyu yg tkng slngkuh

    Reply

  8. Monika sbr
    Apr 20, 2015 @ 20:27:27

    Benar2 mengharukan….
    Akhirnya mereka bisa bersatu lagi

    Reply

  9. ayu diyah
    Aug 26, 2015 @ 12:59:43

    ceritanya bgus.. tp alurnya kecepetan..
    .. aaa.. dsini aku jdi ngrasa jdi kyuhyun,, seperti diajak komunikasi sama author.. aku suka🙂

    Reply

    • Kim Yong Ra
      Sep 03, 2015 @ 20:23:20

      Gomawo chingu ^^ udah mampir ke FF aku ^^
      gomawo ne, udah baca, komen, dan suka dengan FF nya meskipun alurnya kecepatan^^. ntar lain kali diperbaiki ^^

      Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: