I’m Not a Clown

I’m Not a Clown

Author                 : Sakinah Aulia P.

Tittle                     : I’m Not a Clown

Cast                       :

  • Cho Kyuhyun
  • Heo Hyo In(OC)

Length                  : Oneshot

Genre                    : Romance, Hurt, Married Life.

Rating                   : PG-15

^^ Happy Reading~~

.

.

.

.

Sampai kapan aku harus meredam semua emosiku? Sampai kapan aku harus berusaha tegar di depanmu? Sampai kapan juga aku harus menyembunyikan semua persaan letihku selama ini? Sampai kapan….. Kapan semua ini berakhir?

Aku tau, aku ini bukanlah wanita yang sempurna untukmu, tapi…. Tak bisakah kau menghargaiku sebagai istrimu? Terkadang, dengan gilanya kau membawa seorang wanita penghibur, masuk ke dalam rumah. Dan kau melakukannya dalam keadaan sadar, Cho. Itu menyakitkan….

Cho, apa kau sadar, betapa aku mencintaimu? Apa kau tau, rasanya seorang wanita tersakiti? Apa kau tau rasanya itu, Cho? Apa kau pernah merasakannya, Cho?

Apa aku harus pergi meninggalkanmu, supaya kau sadar dengan semua kesalahanmu? Itu terdengar egois memang, tapi aku tidak sanggup jika terus seperti ini…. Sangat tidak sanggup, Cho…. Sangat….

3 tahun kehidupan rumah tangga kita, berjalan dengan mulus. Tapi kenapa kau sekarang berubah, Cho? Kau berubah menjadi seorang penipu, Cho….Kau menbuatku muak dengan semuanya, Cho….

|{|{

“Eoh, Kyu…. Kau sudah pulang…..” sapaku saat kau masuk ke dalam kamar. Kau tersenyum, lebih tepatnya kau tersenyum penuh kebohongan. Kau berjalan ke arahku, dan mengecup puncak kepalaku. Kuhirup aroma yang menyeruak dan sangat menyengat dalam bajumu. Kau bermain wanita lagi. Ini…. bukan aroma parfum yang biasa kau gunakan, Cho. Kau membohongiku lagi.

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” tanyaku lagi saat kau mulai membuka jasmu, dan merenggangkan sedikit dasimu. Kau bersimpuh didepanku, dan menatapku lekat. Tanganmu perlahan terangkat menyetuh surai hitam milikku. Kau membelainya penuh arti. Jujur saja, aku rindu dengan perlakuanmu ini, Cho. Tapi, aku terlalu naif untuk mengatakannya.

“Kau merindukanku, eoh?” pertanyaan yang meluncur bebas dari mulutmu itu seakan membuatku terpaku. Memang, aku memang merindukanmu. Aku merindukan semuanya darimu. Tapi, bukan ditambah aroma parfum wanita, Cho…. Ingatlah, kau itu milikku!

Aku tersnyum menanggapi pertanyaanmu itu. Aku terlalu sungkan untuk mengatakannya padamu. Aku tau, kau melakukan ini semua hanya untuk melampiaskan semua kekesalanmu pada wanita wanita penghibur itu, kan?! Cho! Aku tidak sama dengan mereka! Aku ini istrimu! Meskipun kau tidak akan pernah LAGI menyadari hal itu…

“Kyu, aku….” aku ingin mengutarakan semuanya. Aku ingin kau tau, bahwa sekarang aku sedang mengandung darah dagingmu. Aku tau, jika aku mengatakan ini, wajahmu akan senang tapi hatimu? Hatimu membenci itu semua…. Cho, kau tak bisa membohongiku terus menerus….

“Kau kenapa, Yeobo?” Yeobo? Cih! Panggilan palsu itu kau ucapkan begitu saja? Kau tau betapa sakitnya saat kau katakan ‘Yeobo’.

“Setelah tiga tahun menikah…. Kau…. Tidakkah ingin mempunyai buah hati, Kyu?” tanyaku. Ekspresimu berubah….. Lihatlah! Kau seperti depresi jika kau mengatakan itu! Dimana tanggung jawabmu, Cho! Dimana!?

“Tentu saja.” jawabmu. Kau mengatakan kebohongan lagi, Cho. Kau mengatakan kebohongan yang tidak bisa aku mengerti, kenapa.

“Aku mengandung anakmu, Kyu” kataku lagi. Ekspresimu terkejut. Terkejut bukan dalam artian kata ‘senang’, tapi malah sebaliknya. Kau terkejut karena sebentar lagi tanggung jawabmu akan bertambah. Dan itu, akan semakin membuatmu tertekan, bukan begitu, Cho?

“Gomapta….” Aroma parfum wanita lain, kembali menyeruak dalam hidungku, saat kau memelukku. Kau tau, aku paling membenci aroma parfum yang bukan parfum milikku atau milikmu. Tapi, aroma ini menempel dalam bajumu. Tolong…. menjauhlah dariku, Cho. Kau membuatku kembali sakit….

Kau melepaskan pelukanmu, dan menatapku dalam. Jangan kira aku tak memperhatikan semuanya, Cho. Rambutku sedikit berantakan, bibirmu bengkak, bajumu juga kusut. Jangan kira aku tidak mengetahui apa yang kau perbuat dengan wanita- wanita itu, Cho! Aku tau! Aku lebih tau dari apa yang kau kira. Hanya saja, aku menutup mataku.

“Tidurlah. Aku tau kau lelah” kau kembali membelai surai hitam milikku. Kau benar- benar membuatku ingin menamparmu, Cho. Sampai kapan aku harus seperti ini?

Kini kau berjalan ke kamar mandi. Aku memilih untuk merebahkan badanku di atas ranjang, dan menutup mataku. Inikah yang kau inginkan, Cho? Air mata kesakitan dari istrimu. Inikah yang kau inginkan? Air mata kebencian dari anakmu juga. Apa ini yang kau inginkan? Jawab aku, Cho!!

|{|{

Sarapan telah tertata dengan rapi di atas meja makan. Kau keluar dengan setelan kantormu. Kau keluar, dan menghampiriku. Kau mengecup keningku.

“Mianhae, Yeobo. Aku terlambat. Hari ini ada meeting, dengan perusahaan Jepang. Maaf, kali ini aku tidak bisa makan sarapan buatanmu. Aku pergi ne… Oh, nanti malam aku pulang larut malam. Tidur, dan jangan tunggu aku. Kasihan aegi kita”

Kau memberiku ceramah seolah kau yang paling tahu segalanya. Kau meminta maaf padaku, tapi kau mengulangi kesalahanmu itu. Ini bukan yang pertama, kau tidak memakan sarapan buatanku, tapi ini yang kesekian kalinya, Cho! Kau selalu mengatakan alasan yang sama. Kau selalu mengatakan ada ‘meeting’ penting di kantor. Kau juga selalu mengatakan kalau kau terlamabat. Padahal jam baru menunjukkan pukul 06.30 KST. Sebagai istrimu, mana mungkin aku tidak tau jadwal kau masuk ke kantormu, jadwal kau meeting pagi, dan jadwal jadwal lainnya. Jangan kira aku tidak menggunakan otakku, Cho KyuHyun!

|{|{

“Hari ini tidak ada meeting, nyonya. Dan, daritadi pagi, Tuan KyuHyun tidak masuk ke kantor. Dia bilang lewat telephon, dia pergi bersama kakaknya.”ujar seorang resepsionis saat aku datang ke kantormu.

“Eonni, apa KyuHyun bersama eonni?” tanyaku saat aku memutuskan untuk menelpon kakakmu.

“…”

“Apa? Jadi, dia tidak datan ke rumah?”

“…”

“Gwenchana….. Aku baik baik saja. Kalau begitu, aku sudahi dulu ya, eonni.” aku memutuskan sambungan teleponku kepada kakakmu. Astaga, Cho…. Kau dimana? Kau bilang padaku hari ini kau ada meeting dengan perusahaan Jepang, tapi kenyataannya tidak ada. Cho…. Berhenti membohongiku……

Aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Kau tau, persaanku saat ini cemas…. Sangat cemas…. Cho, kau dimana sekarang?

Jalanan kota Seoul siang ini sedikit lebih ramai dari biasanya. Entah karena hatiku sedang dirundung kecemasan, atau memang keadaan sebenarnya seperti itu, aku pun tak tau. Rasa cemasku semakin menjadi, dan saat itu juga aku menancap gas mobilku. Cho, kumohon….. Jawab aku, kau dimana sekarang?!

Saat aku sudah selesai memarkirkan mobilku di pekarangan rumah, aku segera berlari menuju pintu rumah. Persaanku sangat marah kali ini, Cho. Kau benar benar membuatku membencimu. Aku benar benar tidak bisa mentolerir perbuatanmu kali ini!

Aku memerobos masuk ke dalam rumah, dan kudapati dirimu tengah bermesraan dan tak jarang kalian berciuman dengan panas. Bahkan, kau tidak menyadari keberadaan istrimu disini.

Aku sengaja menjatuhkan tasku. Akhirnya kau menyadari keberadaanku disini, Cho. Tidak, kau tidak perlu merapikan bajumu seperti itu. Aku sudah melihat semuanya. Aku melihat semuanya, Cho.

“Hyo In…. Aku….” Kau mau mengatakan apa sekarang? Kau mau menjelaskannya? Tidak ada yang perlu di jelaskan, Cho.

“Ini yang kau sebuat dengan Meeting dengan perusahaan Jepang, Cho? Ini kah dia…”

“Hyo In…. Kumohon…..”

“I’m Not a Clow, Cho. During this time I tried to close my eyes, Cho. Trying to keep the heart, and do not pretend to know all that you do. But today, I had to end it all. I’m too tired! I’m too tired to drown out all my anger Cho! Very tired!!!” Aku berteriak di depanmu dengan air mata kesakitan. Ini kan yang kau mau?

“Hyo In, aku bisa menjelaskan semuanya….. Tolong dengar aku….”

Tak ada gunanya lagi kau bersimpuh di depanku, Cho. Tak ada gunanya kau menjelaskan semuanya. Aku benar- benar letih dan lelah dengan semuanya.

“Aku pergi, Cho KyuHyun. Jangan cari aku. Setelah anak ini lahir, aku akan mengurus surat cerai kita. Dan aku ingin kau menandatangani-nya. Aku pergi, Cho. Semoga kau bahagia dengan perempuan itu…. Jangan cari aku…”

Aku melangkah keluar, dan meninggalkanmu dengan perempuan itu. Jujur Cho, ini sangat menyakitkan…. Mengingat betapa aku mencintaimu…. Tapi ini harus, Cho…. Demi kebaikan kita…. Kau dan aku sudah sama sama dewasa, Cho…. Seharusnya dengan berjalannya pernikahan ini, kau bisa menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Tapi aku salah, Cho…. Aku salah menilaimu….

Heo Hyo In…. Kajimara!!!

Itu, kalimat terakhir yang aku dengar darimu, Cho. Entah kau sudah membuka jalan pikiranmu, atau tidak, aku tak tau. Yang aku tau, kisah kita berakhir sampai disini. Aku benar benar tak sanggup melanjutkannya….

Selamat tinggal, Cho…..

The End.

Author                 : Sakinah Aulia P.

Tittle                     : I’m Not a Clown

Cast                       :

  • Cho Kyuhyun
  • Heo Hyo In(OC)

Length                  : Oneshot

Genre                    : Romance, Hurt, Married Life.

Rating                   : PG-15

^^ Happy Reading~~

.

.

.

.

Sampai kapan aku harus meredam semua emosiku? Sampai kapan aku harus berusaha tegar di depanmu? Sampai kapan juga aku harus menyembunyikan semua persaan letihku selama ini? Sampai kapan….. Kapan semua ini berakhir?

Aku tau, aku ini bukanlah wanita yang sempurna untukmu, tapi…. Tak bisakah kau menghargaiku sebagai istrimu? Terkadang, dengan gilanya kau membawa seorang wanita penghibur, masuk ke dalam rumah. Dan kau melakukannya dalam keadaan sadar, Cho. Itu menyakitkan….

Cho, apa kau sadar, betapa aku mencintaimu? Apa kau tau, rasanya seorang wanita tersakiti? Apa kau tau rasanya itu, Cho? Apa kau pernah merasakannya, Cho?

Apa aku harus pergi meninggalkanmu, supaya kau sadar dengan semua kesalahanmu? Itu terdengar egois memang, tapi aku tidak sanggup jika terus seperti ini…. Sangat tidak sanggup, Cho…. Sangat….

3 tahun kehidupan rumah tangga kita, berjalan dengan mulus. Tapi kenapa kau sekarang berubah, Cho? Kau berubah menjadi seorang penipu, Cho….Kau menbuatku muak dengan semuanya, Cho….

|{|{

“Eoh, Kyu…. Kau sudah pulang…..” sapaku saat kau masuk ke dalam kamar. Kau tersenyum, lebih tepatnya kau tersenyum penuh kebohongan. Kau berjalan ke arahku, dan mengecup puncak kepalaku. Kuhirup aroma yang menyeruak dan sangat menyengat dalam bajumu. Kau bermain wanita lagi. Ini…. bukan aroma parfum yang biasa kau gunakan, Cho. Kau membohongiku lagi.

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” tanyaku lagi saat kau mulai membuka jasmu, dan merenggangkan sedikit dasimu. Kau bersimpuh didepanku, dan menatapku lekat. Tanganmu perlahan terangkat menyetuh surai hitam milikku. Kau membelainya penuh arti. Jujur saja, aku rindu dengan perlakuanmu ini, Cho. Tapi, aku terlalu naif untuk mengatakannya.

“Kau merindukanku, eoh?” pertanyaan yang meluncur bebas dari mulutmu itu seakan membuatku terpaku. Memang, aku memang merindukanmu. Aku merindukan semuanya darimu. Tapi, bukan ditambah aroma parfum wanita, Cho…. Ingatlah, kau itu milikku!

Aku tersnyum menanggapi pertanyaanmu itu. Aku terlalu sungkan untuk mengatakannya padamu. Aku tau, kau melakukan ini semua hanya untuk melampiaskan semua kekesalanmu pada wanita wanita penghibur itu, kan?! Cho! Aku tidak sama dengan mereka! Aku ini istrimu! Meskipun kau tidak akan pernah LAGI menyadari hal itu…

“Kyu, aku….” aku ingin mengutarakan semuanya. Aku ingin kau tau, bahwa sekarang aku sedang mengandung darah dagingmu. Aku tau, jika aku mengatakan ini, wajahmu akan senang tapi hatimu? Hatimu membenci itu semua…. Cho, kau tak bisa membohongiku terus menerus….

“Kau kenapa, Yeobo?” Yeobo? Cih! Panggilan palsu itu kau ucapkan begitu saja? Kau tau betapa sakitnya saat kau katakan ‘Yeobo’.

“Setelah tiga tahun menikah…. Kau…. Tidakkah ingin mempunyai buah hati, Kyu?” tanyaku. Ekspresimu berubah….. Lihatlah! Kau seperti depresi jika kau mengatakan itu! Dimana tanggung jawabmu, Cho! Dimana!?

“Tentu saja.” jawabmu. Kau mengatakan kebohongan lagi, Cho. Kau mengatakan kebohongan yang tidak bisa aku mengerti, kenapa.

“Aku mengandung anakmu, Kyu” kataku lagi. Ekspresimu terkejut. Terkejut bukan dalam artian kata ‘senang’, tapi malah sebaliknya. Kau terkejut karena sebentar lagi tanggung jawabmu akan bertambah. Dan itu, akan semakin membuatmu tertekan, bukan begitu, Cho?

“Gomapta….” Aroma parfum wanita lain, kembali menyeruak dalam hidungku, saat kau memelukku. Kau tau, aku paling membenci aroma parfum yang bukan parfum milikku atau milikmu. Tapi, aroma ini menempel dalam bajumu. Tolong…. menjauhlah dariku, Cho. Kau membuatku kembali sakit….

Kau melepaskan pelukanmu, dan menatapku dalam. Jangan kira aku tak memperhatikan semuanya, Cho. Rambutku sedikit berantakan, bibirmu bengkak, bajumu juga kusut. Jangan kira aku tidak mengetahui apa yang kau perbuat dengan wanita- wanita itu, Cho! Aku tau! Aku lebih tau dari apa yang kau kira. Hanya saja, aku menutup mataku.

“Tidurlah. Aku tau kau lelah” kau kembali membelai surai hitam milikku. Kau benar- benar membuatku ingin menamparmu, Cho. Sampai kapan aku harus seperti ini?

Kini kau berjalan ke kamar mandi. Aku memilih untuk merebahkan badanku di atas ranjang, dan menutup mataku. Inikah yang kau inginkan, Cho? Air mata kesakitan dari istrimu. Inikah yang kau inginkan? Air mata kebencian dari anakmu juga. Apa ini yang kau inginkan? Jawab aku, Cho!!

|{|{

Sarapan telah tertata dengan rapi di atas meja makan. Kau keluar dengan setelan kantormu. Kau keluar, dan menghampiriku. Kau mengecup keningku.

“Mianhae, Yeobo. Aku terlambat. Hari ini ada meeting, dengan perusahaan Jepang. Maaf, kali ini aku tidak bisa makan sarapan buatanmu. Aku pergi ne… Oh, nanti malam aku pulang larut malam. Tidur, dan jangan tunggu aku. Kasihan aegi kita”

Kau memberiku ceramah seolah kau yang paling tahu segalanya. Kau meminta maaf padaku, tapi kau mengulangi kesalahanmu itu. Ini bukan yang pertama, kau tidak memakan sarapan buatanku, tapi ini yang kesekian kalinya, Cho! Kau selalu mengatakan alasan yang sama. Kau selalu mengatakan ada ‘meeting’ penting di kantor. Kau juga selalu mengatakan kalau kau terlamabat. Padahal jam baru menunjukkan pukul 06.30 KST. Sebagai istrimu, mana mungkin aku tidak tau jadwal kau masuk ke kantormu, jadwal kau meeting pagi, dan jadwal jadwal lainnya. Jangan kira aku tidak menggunakan otakku, Cho KyuHyun!

|{|{

“Hari ini tidak ada meeting, nyonya. Dan, daritadi pagi, Tuan KyuHyun tidak masuk ke kantor. Dia bilang lewat telephon, dia pergi bersama kakaknya.”ujar seorang resepsionis saat aku datang ke kantormu.

“Eonni, apa KyuHyun bersama eonni?” tanyaku saat aku memutuskan untuk menelpon kakakmu.

“…”

“Apa? Jadi, dia tidak datan ke rumah?”

“…”

“Gwenchana….. Aku baik baik saja. Kalau begitu, aku sudahi dulu ya, eonni.” aku memutuskan sambungan teleponku kepada kakakmu. Astaga, Cho…. Kau dimana? Kau bilang padaku hari ini kau ada meeting dengan perusahaan Jepang, tapi kenyataannya tidak ada. Cho…. Berhenti membohongiku……

Aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Kau tau, persaanku saat ini cemas…. Sangat cemas…. Cho, kau dimana sekarang?

Jalanan kota Seoul siang ini sedikit lebih ramai dari biasanya. Entah karena hatiku sedang dirundung kecemasan, atau memang keadaan sebenarnya seperti itu, aku pun tak tau. Rasa cemasku semakin menjadi, dan saat itu juga aku menancap gas mobilku. Cho, kumohon….. Jawab aku, kau dimana sekarang?!

Saat aku sudah selesai memarkirkan mobilku di pekarangan rumah, aku segera berlari menuju pintu rumah. Persaanku sangat marah kali ini, Cho. Kau benar benar membuatku membencimu. Aku benar benar tidak bisa mentolerir perbuatanmu kali ini!

Aku memerobos masuk ke dalam rumah, dan kudapati dirimu tengah bermesraan dan tak jarang kalian berciuman dengan panas. Bahkan, kau tidak menyadari keberadaan istrimu disini.

Aku sengaja menjatuhkan tasku. Akhirnya kau menyadari keberadaanku disini, Cho. Tidak, kau tidak perlu merapikan bajumu seperti itu. Aku sudah melihat semuanya. Aku melihat semuanya, Cho.

“Hyo In…. Aku….” Kau mau mengatakan apa sekarang? Kau mau menjelaskannya? Tidak ada yang perlu di jelaskan, Cho.

“Ini yang kau sebuat dengan Meeting dengan perusahaan Jepang, Cho? Ini kah dia…”

“Hyo In…. Kumohon…..”

“I’m Not a Clow, Cho. During this time I tried to close my eyes, Cho. Trying to keep the heart, and do not pretend to know all that you do. But today, I had to end it all. I’m too tired! I’m too tired to drown out all my anger Cho! Very tired!!!” Aku berteriak di depanmu dengan air mata kesakitan. Ini kan yang kau mau?

“Hyo In, aku bisa menjelaskan semuanya….. Tolong dengar aku….”

Tak ada gunanya lagi kau bersimpuh di depanku, Cho. Tak ada gunanya kau menjelaskan semuanya. Aku benar- benar letih dan lelah dengan semuanya.

“Aku pergi, Cho KyuHyun. Jangan cari aku. Setelah anak ini lahir, aku akan mengurus surat cerai kita. Dan aku ingin kau menandatangani-nya. Aku pergi, Cho. Semoga kau bahagia dengan perempuan itu…. Jangan cari aku…”

Aku melangkah keluar, dan meninggalkanmu dengan perempuan itu. Jujur Cho, ini sangat menyakitkan…. Mengingat betapa aku mencintaimu…. Tapi ini harus, Cho…. Demi kebaikan kita…. Kau dan aku sudah sama sama dewasa, Cho…. Seharusnya dengan berjalannya pernikahan ini, kau bisa menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Tapi aku salah, Cho…. Aku salah menilaimu….

Heo Hyo In…. Kajimara!!!

Itu, kalimat terakhir yang aku dengar darimu, Cho. Entah kau sudah membuka jalan pikiranmu, atau tidak, aku tak tau. Yang aku tau, kisah kita berakhir sampai disini. Aku benar benar tak sanggup melanjutkannya….

Selamat tinggal, Cho…..

The End.

5 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    Apr 09, 2015 @ 18:46:04

    jd kyu bawa selingkuhannya di rumah? kok bisa to…sebenernya agak janggal kalo selongkuhnya dirumah

    Reply

  2. uchie vitria
    Apr 10, 2015 @ 17:40:15

    lepas dari alasan apapun kyuhyun nglakuin itu tetaplah itu sebuah kesalahan
    dan hyeo gk pantes dapet perlakuan kayak gitu

    Reply

  3. Nikyu
    Apr 10, 2015 @ 17:45:40

    Emmz..sbenarnya ide ceritnya bgus tp penjabrannya aja agk kurang detail klo menrut ak si nie bkan oneshot tp ficlet or drabble,hehe

    Reply

  4. jung dong in
    Apr 10, 2015 @ 20:32:05

    apa mending di kasih sequel ya thor biar lebih jelas gitu

    Reply

  5. ddd
    Apr 11, 2015 @ 21:54:41

    setuju komenan yg lain… penjabaranya di tambah pasti keren

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: