Loveless Marriage [The Engagement] [1/?]

Author: Andrea Park / Park Minheon

Title: Loveless Marriage [The Engagement]

Cast:

– Ryeowook Kim

– Miyu Lee

– Henry Lau

– Hyena Lee

Genre: Romance, Hurt, After-married life

Rating: PG-15

Length: Chapter

Author Note: Bayangkan Ryeowook saat SS4/5jib, saat dia nyanyi Move Like Jagger.don’t plagiarism!

.

.

.

.

.

.

.

.

A Club, Gangnam, Seoul, South Korea

 

Ryeowook berjalan terhuyung ke arah Miyu, wajah dan telinganya memerah, Ryeowook mabuk. Ya, walaupun sedaritadi ia sibuk dengan yeoja-yeojanya di lantai dansa dan tidak beranjak sedikit pun dari sana, perlu kalian ketahui, diam-diam kebanyakan yeoja yang mengajak Ryeowook berciuman, memasukkan alkohol ke dalam mulutnya.

“Beri aku penutupan Henry-ya” ujar Ryeowook lalu duduk di sebelah Miyu, refleks Miyu menutup hidungnya mencium bau alkohol yang menguar dari mulut Ryeowook

“Arraseo, Kim Ryeowook hyung” Henry memberikan segelas cocktail yang ia racik khusus untuk Ryeowook dengan kadar alkohol sedang

“Apa ia selalu seperti itu?” tanya Miyu, Henry mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya pada Ryeowook yang mulai sibuk menghabiskan cocktail-nya

“Ya, selalu seperti ini, kurasa hidupnya terlalu bebas, ohya, ngomong-ngomong kau ini siapanya?” tanya Henry membuat wajah Miyu menjadi murung, “oh! Apa aku salah bicara?” tanya Henry lagi dengan nada panik

“A-ani! Bukan begitu Henry-ah, se-sebenarnya, aku ini calon tunangannya” ya, beruntunglah Lee Miyu karena Ryeowook sedang berada di ambang kesadarannya jadi ia tidak mendengar apa yang kau katakan, jika tidak? Aku tak tau apa yang akan terjadi padamu nanti

“Mwo? Hahaha, kau..kau tidak bercanda kan?” Henry berusaha menahan tawanya, Miyu mem-pout-kan bibirnya

“Kami di jodohkan. Kau tau? Ini seperti drama-drama di TV, sikapnya baik di depan kedua orangtuaku tadi, tapi saat di mobil dan sekarang, hih, dia macam laki-laki hidung belang dan dingin, benar-benar muka dua, jika ini bukan demi kesembuhan appaku, aku tidak akan sudi menikah dengannya” Miyu tersenyum sedih. Henry memajukan sedikit tubuhnya dan mengusap bahu Miyu sambil tersenyum

“Aku tau pasti rasanya tidak menyenangkan, sebaiknya kau bawa dia pulang, aku harus melayani pelangganku yang lain” ujar Henry, Miyu mengangguk dan memapah Ryeowook menuju mobil

Miyu menaruh Ryeowook di kursi penumpang, tentu saja, mana mungkin Ryeowook menyetir dalam keadaan setengah sadar seperti saat ini. Jangan salah, walaupun ia jatuh miskin sekarang, ia sempat belajar menyetir, jadi sekarang ia cukup bersyukur, bagaimana kalau ia tidak bisa menyetir? Mungkin ia akan diam disini sampai Ryeowook sadar

Miyu memakai sabuk pengamannya dan mulai menghidupkan mobil mewah milik Ryeowook itu

 

-andrea-

 

Miyu’s House, Seoul, South Korea

 

Miyu memarkir mobil Ryeowook di depan pekarangan rumahnya, terlihat rumahnya sudah gelap, menandakan orangtuanya sudah tidur. Dengan perlahan Miyu mengangkat tubuh Ryeowook dan memapahnya memasuki rumah, Miyu membuka kamarnya dan merebahkan Ryeowook di kasur single bed-nya. Miyu mengendap-endap menuju dapur dan mengambil sebuah baskom kecil dan handuk, Miyu mengisi baskom itu dengan air lalu kembali ke kamarnya

Ia membuka jaket yang dipakai Ryeowook menyisakan kaus oblong putihnya, ia mulai mengelap wajah Ryeowook, lalu menaruh handuk itu di kening Ryeowook. Miyu sempat merasakan suhu tubuh Ryeowook yang panas karena pengaruh banyak alkohol yang ia minum.

“Dia tertidur bagai malaikat, lihat saja saat ia bangun, cih, nappeun namja” gumam Miyu

Miyu beranjak dari tempat tidurnya lalu menghapus make-upnya, dan mengganti bajunya dengan baju tidur

Esok paginya Ryeowook terbangun karena sinar matahari yang menyinari kamar, Ryeowook mengerang merasakan sakit di kepalanya. Ryeowook membuka matanya dan mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk

“Ah, appo” ia bergumam sambil memegangi kepalanya

“Oh!  Kau sudah bangun Ryeowook-ssi?” samar-samar terdengar suara Miyu

“Dimana-uhuk” Ryeowook terbatuk sebelum menyelesaikan pertanyaannya, kerongkongannya terasa kering

“Ini, minumlah dulu biar ku jelaskan, semalam kau mabuk, aku tak tahu rumahmu jadi ku bawa kau ke rumahku, sekarang kau berada di kamarku, tenang  saja kita tidak tidur satu kasur, semalam aku tidur di lantai jadi kau tidak perlu khawatir, ohya satu lagi, bersikaplah seperti kau tidak mabuk, aku bilang pada eomma bahwa semalam kau sangat mengantuk sehingga memilih untuk menginap disini, arraseo? Ah! Joesonghamnida telah menggunakan banmal padamu dan memerintah tuan muda sepertimu, makananmu ada di meja makan, aku permisi dulu” jelas Miyu lalu perempuan itu keluar dari kamar

Ryeowook hanya terdiam mencoba mencerna kata-kata Miyu, “Siapa dia sampai berani menyuruhku untuk akting tidak mabuk? Siapa yang menyuruhnya untuk membawaku ke rumahnya?” Ryeowook bermonolog, tak lama perutnya berbunyi, memaksa pria itu untuk memakan sarapannya di dapur

Ryeowook membuka pintu kamar Miyu lalu memperhatikan rumah ‘calon tunangannya’ ini dengan detail

Rumahnya bahkan lebih kecil daripada ruang tamuku, tapi mengapa aku merasa lebih nyaman disini? Aku merasa hangat berbeda dengan rumahku yang dingin di musim panas sekalipun, batin Ryeowook

“Ryeowook-ah? Sudah bangun?” tanya nyonya Lee

“Ye, ahjumma” jawab Ryeowook sambil sedikit membungkuk

“Aigoo, tidak perlu seformal itu, sebentar lagi aku juga akan menjadi ibumu, panggil aku eomonim, arraseo?” ujar nyonya Lee

“Ah, ne arraseo, eo-eomonim” anak dan ibu sama saja, tukang perintah, ujar Ryeowook dalam hati

“Sarapanlah dulu Ryeowook-ah, Miyu sudah menyiapkan sarapan untukmu, eomoni tinggal ke toko bunga dulu ne? Ddo mannayo” nyonya Lee langsung bergegas menuju toko bunga di depan rumahnya

Ryeowook berjalan menuju dapur, berbeda dengan rumahnya yang memiliki batasan antara dapur dan ruang makan, di rumah ini dapur dan ruang makan menjadi satu, terlihat Miyu yang sedang menata sesuatu di nampan

“Kim Ryeowook-ssi, jangan memandangku seperti itu, makan saja sarapanmu sampai habis, maaf tak bisa membantumu lebih, ini rumahku dan aku memiliki kewajibanku sendiri, permisi” ujar Miyu, ia membawa nampan itu memasuki sebuah kamar yang ia yakini adalah kamar orangtua Miyu-karena dirumah itu hanya ada dua kamar dan sekali lagi berbeda dengan rumahnya yang mempunyai banyak kamar

Ryeowook mengaduk sarapannya hanya berupa bubur ayam, maaf jika author mengatakannya sekali lagi tetapi ini benar benar berbeda. Biasanya ia akan memakan makanan pembuka, lalu main dish, dan dessert

Ryeowook meletakkan mangkuknya di tempat cuci piring, bagaimanapun sebagai anak orang kaya ia masih tau sopan santun. Samar-samar terdengar suara Miyu dari kamar orangtuanya, Ryeowook yang penasaran berdiri di depan pintu yang tidak sepenuhnya tertutup

Terlihat Miyu yang sedang membantu appa-nya untuk meminum obat, begitu telaten Miyu merawat ayahnya, sementara Ryeowook kerjanya hanya menghambur-hamburkan uang appanya, tetapi Kim Ryeowook tetap saja Kim Ryeowook, ia tak peduli, toh menurutnya uang appanya tidak akan habis sampai tujuh turunan

Ryeowook segera pergi saat melihat Miyu beranjak ingin keluar kamar, tetapi terlambat karena ia sudah tertangkap basah mengintip

“Ryeowook-ssi” panggil Miyu dengan pelan, Ryeowook menoleh, menatap Miyu dengan tatapan bertanya

“Kau di panggil appa ke dalam, masuklah, jangan mengagetkan appa atau melakukan apapun yang membuat appaku terkena serangan jantung, ingat, kami tak sekaya dirimu untuk membawanya ke rumah sakit, walau appamu berjanji untuk membantu kami tetap saja kami tahu diri” Miyu langsung meninggalkan Ryeowook yang terdiam di depan kamar tuan Lee

“Ryeowook-ah?” panggil tuan Lee “masuklah”

“Ye, ahjussi” Ryeowook segera masuk ke dalam kamar ‘calon mertua’nya itu

“Duduklah” tuan Lee menepuk-nepuk sisi yang tadi di duduki Miyu “jangan panggil aku ahjussi lagi, panggil aku abeonim”

“Ne, abeonim, em.. waeyo?”

Tuan Lee menggenggam tangan Ryeowook “Ryeowook-ah, Miyu itu.. anak abeonim satu-satunya, ia sudah banyak susah karena abeonim, abeonim minta setelah kalian menikah nanti, kau bisa menjaganya dengan baik, jangan menyusahkannya, jangan membuatnya menangis lagi, arraseo?”

Perkataan Tuan Lee membuat Ryeowook terdiam sebentar, ia merasa kasihan pada Miyu, akan tetapi ia tetap tidak peduli, ia tidak mencintai Miyu sama sekali dan ia masih mempunyai pacar, ia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa club dan para perempuan yang mengelilinginya. Ah.. mungkin berakting menjadi ‘calon menantu’ yang baik tak ada salahnya, siapa tahu ada  yang akan menawarkan dirinya untuk bermain film

“Ne abeonim, aku akan menjaga Miyu dengan baik seperti apa yang abeonim minta” tuan Lee tersenyum mendengar perkataan Ryeowook “oh! Sebaiknya abeonim istirahat, sini biar aku bantu” Ryeowook beranjak untuk membantu tuan Lee berbaring diranjangnya

“Gomawo Ryeowook-ah”

Ryeowook membalas perkataan sang ‘calon mertua’ dengan senyuman, ia merasa aktingnya sangat bagus tadi. Ia merasa senang aktingnya tidak ketahuan, sampai Miyu melihatnya dengan tatapan datar membuat Ryeowook salah tingkah

“Tidak usah bersikap seperti itu Ryeowook-ssi, aku tau kau juga menolak perjodohan ini, aku juga tau kau hanya berakting sebagai ‘calon menantu yang baik’ dihadapanku, terserah padamu mau pergi dari rumahku kapan, asal aku tidak mendengar ayahku terkena serangan jantung karenamu, aku pergi dulu” Miyu selesai mengikatkan tali sepatunya

“Lee Miyu” panggilan Ryeowook membuat Miyu berbalik sambil menaikkan satu alis, “k-kau, mau kemana?”

“Aku akan ke tempat kerjaku, ada apa?”

“Kau bekerja?” Miyu tertawa sinis menanggapi pertanyaan Ryeowook

“Kau tahu sendiri Kim Ryeowook-ssi, keluargaku tak sekaya keluargamu, aku harus bekerja untuk menghidupi diriku dan keluargamu, bukan kau yang hanya tinggal menghamburkan uang untuk minuman dan perempuan-perempuan jalang di club sana, sampai bertemu di pesta pertunangan kita nanti Ryeowook-ssi” Miyu segera pergi meninggalkan Ryeowook yang terdiam di depan pintu rumah Miyu

 

-andrea-

 

The Engagement Day

Kim Family’s Mansion, Seoul, South Korea

 

Halaman belakang mansion keluarga Kim telah dipenuhi para tamu. Semua perhatian tertuju pada Ryeowook yang kala itu menggunakan jas berwarna khaki, kemeja putih, dasi abu-abu, dan celana bahan berwarna coklat muda tampak menawan. Ryeowook sudah biasa ditatapi seperti itu dan tetap berkumpul dengan teman-temannya

 “Ryeowook-ah, aku tak menyangka kau akan bertunangan secepat ini, aku bahkan tidak tau kapan kau berpacaran” ujar Siwon, si pewaris utama Hyundai corp.

“Diam dan minum saja wine-mu itu Choi Siwon” balas Ryeowook tak senang membuat Siwon tertawa

“Ryeowook hyung!” Ryeowook menoleh kearah suara yang memanggilnya

“Henry? Kau datang? Kau tidak bekerja?” Ryeowook memandang bingung ke arah Henry yang sibuk melambai pada dirinya

“Tidak, appa sudah tidak menghukumku lagi, tapi aku masih diterima jadi bartender di sana, mereka bilang banyak pelanggan yang menyukaiku, jadi sekarang aku bisa masuk sesuka hatiku” ujar Henry, Ryeowook hanya mengangguk-ngangguk

“Hyung, apa kau bertunangan dengan perempuan yang kau bawa malam itu?” pertanyaan Henry membuat Ryeowook tersentak

“D-darimana.. kau tahu?” Ryeowook sedikit gelagapan

“Ayolah hyung, aku ini kan masih sepupumu, lagipula mana mungkin kau membawa yeoja lain ke club selain Hyena noona, tenang saja aku akan merahasiakannya dari Hyena noona”

“Diam kau, jangan sampai eomma dan appa tau aku masih berpacaran dengan Hyena atau appa benar-benar akan mengasingkanku dan mencabut seluruh fasilitas yang ku pakai” Henry hanya mengangguk sambil memamerkan deretan gigi-giginya yang putih

“Kim Ryeowook, acaramu akan segera dimulai, berkumpulah dengan keluargamu, mereka sudah menunggu dan calon tunanganmu sudah selesai berdandan” ujar Jongwoon, salah satu karyawan di perusahaan ayahnya yang dekat dengan Ryeowook

Ryeowook segera menghampiri keluarganya yang sudah berkumpul, pintu belakang mansionnya terbuka lebar, para tamu menepi membuat jalan. Dari jauh Ryeowook melihat Miyu yang terlihat cantik dengan dress tanpa lengan diatas lutut, berwarna putih dengan motif bunga-bunga dengan warna peach dan orange

“Hampiri dia Ryeowook” bisik tuan Kim

Ryeowook menghampiri Miyu, ia mengulurkan tangannya ke arah Miyu yang  langsung disambut sedikit ragu oleh Miyu. Ryeowook menggandeng Miyu mendekat ke arah keluarganya

“Baiklah, acara pertunangan ini akan dimulai, Kim Ryeowook-ssi silahkan pegang cincin ini dan pakaikan pada Lee Miyu” Jongwoon menyodorkan kotak berisi sepasang cincin kepada Ryeowook. Ryeowook mengambil cincinnya yang berukuran kecil, ia mengambil tangan kanan Miyu dan memakaikan cincinnya di jari manis Miyu

“Lee Miyu-ssi, silahkan pakaikan cincin ini pada Kim Ryeowook” ujar Jongwoon, Miyu mengambil cincin yang berukuran besar dan memaikaikannya di jari manis Ryeowook

“Dengan ini, Kim Ryeowook dan Lee Miyu resmi bertunangan, beri tepuk tangan yang meriah”

Seiring dengan tepuk tangan dan teriakan meriah dari para tamu undangan, Ryeowook menarik pinggang Miyu mendekat dan mencium keningnya lama. Miyu merasa perasaan sesak merambat di dadanya membuat air matanya jauh

Gwaenchana, selama ini membuat appa bahagia, aku akan bertahan mengikuti permainanmu Kim Ryeowook-ssi, selama appa dan eomma bahagia aku tak apa walaupun ini sakit’ batin Miyu

 

 

TBC

Yosh! Inilah lanjutan ‘Loveless Marriage’ maklumi jika ada typo(s) atau kata kata yang tidak dimengerti, maaf jika terlambat update berhubung drea masih sekolah dan udah mau lulus yah maklumin aja, sampai ketemu di Loveless Marriage Part 3^^

-Andrea Park

1 Comment (+add yours?)

  1. idealqueen
    Apr 10, 2015 @ 23:35:54

    Kyknya udh pernah diposting deh thor…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: