Scandal Love [2/?]

[Chapter 2] Scandal Love

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF / Riechanie Elf)

Berkunjunglah ke blog Rien~ http://riechanieelf.wordpress.com/

Cast :

  • Lee Dong Hae Super Junior as Lee Dong Hae
  • Cho Hyo Na (OC)
  • Park Jae Rin (OC)
  • Cho Kyu Hyun Super Junior as Cho Kyu Hyun
  • Han Jang Mi (OC)
  • Kim Ki Bum Super Junior as Kim Ki Bum

Genre : hurt, crime, romance

Rated : T, semi-M

Length : chapter

HAPPY READING~!!!

ENJOY~!!!

DON’T BASH~!!!

DON’T PLAGIAT~!!!

Don’t like don’t read~!!!

—Scandal Love—

“Hanya di jadikan sebagai boneka untuk membuat seseorang yang mencintainya membencinya namun keadaan berubah ketika ku tahu, ada banyak orang di sekitarku yang mulai ikut membenci ku dan menyakiti ku dan menganggap betapa buruknya aku dimata mereka…”—Cho Hyo Na.

—Scandal Love—

—Sebelumnya—

“Yeobeoseo, Jang Mi noona kau harus membolos sekarang. Sepertinya Hyo noona menghilang sekarang.”

“Apa?! Kim Ki Bum kau bercanda?”

“Cepatlah, Dong Hae baru saja menemuiku dan bertanya padaku tentang Hyo noona yang jelas sudah beberapa menit lalu kusuruh kembali kekelas.”

Mendadak Jang Mi putus sambungan telepon itu, lalu dipanggilnya Kyu Hyun yang masih focus mengerjakan tugas yang baru beberapa menit diberikan Guru Oh. Kyu Hyun yang merasa terpanggil itu kini menatap wajah cemas Jang Mi, “Hyonie menghilang, Kyu!”

Dan tanpa banyak bicara lagi, Kyu Hyun keluar begitu saja dari kelas meninggalkan Jang Mi yang sepertinya menghubungi beberapa orang lagi untuk bertanya tentang keberadaan Hyo Na sekarang.

Jae Rin dapat dengar kalimat kekhawatiran dari Jang Mi dan sikap Kyu Hyun yang mulai turun tangan mencari Hyo Na, dia terlihat tersenyum licik dibalik kacamatanya itu lalu bersikap seolah baik-baik saja sambil mulai berbisik di depan ponselnya, “Habisi saja dia!”

Bisikan pelan yang tak terdengar hingga satu kelas, hanya teman-temannya lah yang tahu akan bisikan itu hingga mereka menunjukkan wajah bahagia mereka. Yah, bahagia karena faktanya adalah Hyo Na tengah bersama si gadis berkuncir satu tersebut.

“Habislah kau Cho Hyo Na!”

—Scandal Love—

Lorong kelas yang sepi terlihat di depan matanya, belum ada sama sekali berisi aktifitas para siswa di lorong ataupun dikelas-kelas. Gadis berambut sebahu itu terlihat menutupi helaian rambut sebahunya didalam penutup kepalanya dari jaket hitam yang dia pakai. Dia berjalan sedikit menunduk dipagi yang masih sepi ini, iris mata kelamnya bahkan hanya focus pada apa yang tengah dia pijak saja. Tak ada niat sedikitpun baginya untuk melihat ke arah kelas-kelas kosong, tak ada niat itu sama sekali.

Gadis berambut sebahu itu masih terlalu takut, memang. Namun dia sudah menguatkan pada dirinya sendiri jika hari ini tak akan ada lagi luka yang menggores wajahnya, selain luka pada dahinya dan sudut bibirnya yang terlihat masih terluka. Ada darah segar yang terlihat masih setengah basah, sebelum dia berangkat dia masih sempat merawat luka itu.

Juga saat dia baru saja memasuki kelas sepinya dan melangkah menuju tempat duduknya untuk duduk diam disana, dia tanpa membuka penutup kepala itu langsung menarik novel dalam tasnya dan membawanya di depan wajahnya untuk kemudian dia mulai membaca setiap baris deret kalimat-kalimat itu.

Namun alih-alih membaca kini yang terdengar dari kelas sepi itu hanya sebuah isakan tertahan dari bibir luka si gadis berambut sebahu. Bahunya yang turun-naik mengikuti gerakan nafasnya yang tersengal mencoba menahan sekuat tenaga agar tangisnya tak menjadi kuat dikelasnya yang sepi ini. Itu sangatlah terlihat jelas dari jemarinya yang kuat menggenggam ujung-ujung novelnya, dia coba melampiaskannya pada novel itu namun tetap saja isakan dengan perih dihatinya sudah terlalu dalam dan sakit dia rasakan.

“Harusnya kau lebih menyayangi wajahmu ini, Hyonie. Jangan terlalu menyia-nyiakan wajahmu seperti ini. Kau tidak lihat? Kini sudah ada luka di dahi dan di sudut bibirmu! Dan mungkin bisa saja aku membuat wajahmu menghilang dari tempatnya!”

Masih jelas teringat perkataan yang membuat pertahanan dirinya akhirnya hancur berkeping-keping. Masih sangat ingat ujung pisau nista yang menjilati dahi dan sudut bibirnya. Dan yang masih sangat dia ingat adalah orang yang memperlakukannya hingga dia begitu menyedihkan, gadis berambut sebahu itu masih sangat mengingatnya dengan jelas.

“Hiks… aku tak sanggup… aku… aku… takut… hiks…”

Dan keluarlah kalimat bergetar dari bibirnya, menunjukkan betapa takut dirinya pada sosok yang dikenalnya baik hati itu. Tak jauh dari pintu sana, sosok Jang Mi kini mulai mengepalkan kedua tangannya. Diam-diam dia bersumpah akan menghabisi orang yang melukai gadis berambut sebahu yang menangis ketakutan disana. Jang Mi benar-benar akan bertindak jauh jika sudah didapatinya gadis berambut sebahu itu terluka terlalu jauh.

“Hyo…”

“Hiks, aku… hiks…”

Dan kemudian membuat Jang Mi berlari untuk menghampirinya kemudian memeluk Hyo Na—gadis berambut sebahu—yang dirasanya benar-benar bergetar dalam tangis ketakutannya, “Sshht, sudahlah, Hyonie. Aku disini!”

“Hiks, Jang Mi-ah… hiks, aku takut… hiks…”

Klik.

Dari kejauhan pintu sana faktanya Dong Hae tak mampu bergerak dengan apa yang baru beberapa hari dipintanya pada Hyo Na, menyuruhnya membuat Jae Rin benci padanya. Dan dia tak pernah berpikir, meminta hal itu pada Hyo Na sama dengan menyeret Hyo Na dalam siksaan batin yang luar biasa.

—000—

“Hyonie memang sering terdengar membuat masalah-masalah seperti itu, namun tak pernah sampai ada yang berniat untuk menculiknya seperti ini.”

“Kenapa?”

“Kyu Hyun yang selalu diam-diam menjaganya…”

Dong Hae melihat ke arah Jang Mi yang terlihat seperti mengingat sesuatu hal, di dalam langkah mereka yang masih mencari Hyo Na mereka memang mengisinya dengan berbincang kecil seperti ini. Kyu Hyun masih belum memberi kabar tentang Hyo Na, sedangkan Ki Bum masih mencari di tempat biasa Hyo Na datangi bersamanya di ikuti oleh Zhoumi dan Jong Woon yang juga sama-sama mencari.

“Kyu Hyun menyukainya?”

Jang Mi berhenti dalam langkahnya, dilihatnya Dong Hae yang memasang wajah tanya yang serius, “Menurutmu?”

“Aku berpikir iya, karena kulihat dia selalu saja memarahiku jika saja aku mendekati Hyo Na atau saja tengah berbicara dengan Hyo Na dia selalu menggangguku.”

Jang Mi tersenyum kecil tentu senyuman itu sangat berarti banyak bagi Dong Hae yang melihat dan mencoba mengartikannya, “Itu hanyalah cerita lama diantara keduanya, Hae-ah.”

Dong Hae sedikit terkejut mendengarnya, dia tatap Jang Mi yang melangkah mendahuluinya memasuki ruangan UKS untuk memeriksa keberadaan Hyo Na, “Mengapa begitu? Kulihat sampai sekarangpun mereka tetap dekat?”

“Ah, aku terlalu banyak bercerita padamu. Maaf untuk cerita itu aku tak bisa bercerita padamu, Dong Hae.”

Percakapan itu putus begitu saja, Jang Mi menghindari Dong Hae semakin jauh. Tak ingin lagi dia mengumbar semua cerita tentang Hyo Na pada Dong Hae yang Jang Mi tahu itu akan menyakiti hati Hyo Na secara perlahan. Tak ingin, bagaimanapun juga Jang Mi harus melindungi Hyo Na dari pria berambut brunette itu.

—Scandal Love—

Pagi tadi kelas cukup berisik karena perhatian mereka tersita oleh perubahan sikap Hyo Na yang tertutup dan dingin, sama seperti awal mereka dipertemukan sekelas. Mengumbar tanya pada beberapa orang yang mengenal sikap periang dan ramah Hyo Na, dan mengumbar bahagia bagi orang yang sudah berhasil membuat Hyo Na berlaku seperti pada awalnya. Jang Mi selalu terlihat berada di dekat Hyo Na yang masih memfokuskan dirinya menatapi jendela kelas, Kyu Hyun ada juga di dekat mereka namun dia duduk di bangku kosong depan Hyo Na serta Dong Hae ada di bangkunya sendiri.

“Luka mu sudah kau obati, Hyonie?”

“Heum.”

“Tersenyumlah sedikit Hyonie!”

“Iya, Jang Mi-ah!”

Jengah juga Dong Hae mendengar pertanyaan Jang Mi juga ajakan-ajakan Kyu Hyun pada Hyo Na dari jauh hingga kini dia lihat Hyo Na yang masih bertahan pada posisi melihat ke arah jendela sampingnya, tak memperdulikan kedua orang yang ada dihadapannya.

“Hyonie!”

Hyo Na menoleh suara Dong Hae ia tangkap dengan baik, keheranan cukup muncul di wajah Jang Mi juga ada Kyu Hyun yang memasang wajah datarnya. Hyo Na melihat ke arah Dong Hae yang kini sudah tersenyum sambil menunjukkan sebuah roti, “Kau mau? Aku tadi membeli dua, kupikir satunya untukmu saja!”

“Oh… uhm, Jang Mi-ah kau mau rotinya Hae-ah?” kemudian penawaran Hyo Na pada Jang Mi terdengar membuat gadis bermata bulat itu hanya meringis, “Eh? Dia menawarkannya untukmu kenapa kau beri padaku?”

Lalu terlihat Dong Hae mulai bangkit dari tempatnya, berjalan mendekati Hyo Na yang masih saja duduk disana, “Dia tak mau, untukmu saja! Kau selalu tak sarapan jika pagi, kan?”

Jae Rin mendengar itu semua, perkataan Dong Hae yang mengandung perhatian untuk Hyo Na. Perlahan sakit mendera ulu hati Jae Rin hingga kini entah mengapa di otaknya muncul ide konyol untuk menarik perhatian teman-teman sekelasnya, “Hah, aku lapar! Sae Mi belikan aku roti!”

Perhatian kelas sudah melihat ke arahnya, hal ini membuat Jae Rin tersenyum dalam hati namun di satu sisi Dong Hae hanya memperhatikannya datar saja lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Hyo Na yang menatapi Jae Rin yang didekati teman-temannya, “Atau kau tak ingin roti, Hyonie?”

Hyo Na melihat ke arah Dong Hae yang mendekatinya, Jang Mi sedikit terkejut melihat kedekatan yang dibuat Dong Hae pada Hyo Na yang hanya memilih untuk diam. Perlahan Kyu Hyun mencoba menghindari ketiga orang itu, hingga Jang Mi juga hanya mampu melihat punggung Kyu Hyun yang menghilang dari tempatnya.

“Kau harus makan sesuatu, Hyonie! Aku tak mau kau sakit!”

Jang Mi kini mulai ambil bagian, dia sedikit menarik tangan Dong Hae yang sepertinya sudah terlalu berlebihan dalam menganggu Hyo Na yang kini mulai menutupi wajahnya dan memilih diam melihat ke arah jendela, “Dong Hae berhenti menganggunya!”

“Dia saja tak merasa terganggu! Kau terlalu mencampuriku Jang Mi!”

“Dong Hae ka…”

“Kembali ke tempatmu! Guru Jung sudah datang!”

Dan suara interupsi Kyu Hyun menyelamatkan pertengkaran itu, membuat Dong Hae akhirnya mengikuti perkataan Kyu Hyun namun sebelum dia kembali ke tempat duduknya dia sedikit mengusap kepala Hyo Na. Hyo Na yang mendapatkan sentuhan seperti itu sedikit menegang di tempatnya, namun selanjutnya dirasanya usapan lembut dari Jang Mi pada bahunya.

“Abaikan saja orang bodoh itu!”

—000—

“Mana gadis itu?”

Terlihat Jae Rin baru saja memasuki sebuah ruangan penuh debu dengan banyak kursi dan meja-meja yang sudah tak terpakai lagi. Seorang gadis berkuncir satu terlihat menuntunnya menuju tengah ruangan, hingga terdapat sosok Hyo Na yang mulutnya di bekap dengan tubuhnya yang terikat melekat pada kursi.

Hyo Na tertidur ternyata dengan wajahnya yang sembab, sebelumnya dia menangis begitu tahu dirinya sudah terikat seperti sekarang. Terlihat kini sosok gadis berkuncir satu membangunkan Hyo Na hingga membuatnya sedikit membuka kedua kelopak matanya yang berat akibat menangis, “Kau sudah bangun Hyonie?”

Jae Rin kini bertanya dengan tangannya yang sudah menarik dagu Hyo Na agar berhadapan dengan wajahnya, dia tatap mata kelam itu dengan tajamnya hingga membuat mata itu lagi-lagi mengeluarkan air. Dia sangat takut itu dapat dilihat darinya yang bergetar dalam tangisnya yang pecah saat didapatinya sebelah tangan Jae Rin mengeluarkan sebuah pisau.

Hyo Na tak mampu berbicara yang hanya terdengar darinya adalah kalimat-kalimat tak jelas, lalu Jae Rin sedikit memberikan seringaiannya, “Kau tahu ini apa, Hyonie?”

Hyo Na menggelengkan kepalanya berniat sekali menjauhkan benda tajam itu dari wajahnya, lalu Jae Rin tertawa keji melihatnya yang ketakutan dan kemudian menarik penutup mulut Hyo Na, “Bisa berbicara Hyonie?”

“Hosh… Jae Rin-ah… kumohon… apa… hosh… salahku?”

Mata tajam pisau itu didekatkan di dahi Hyo Na hingga membuat luka goresan panjang serta mengeluarkan darah segar di sana, Hyo Na menjerit kesakitan dengan tangisnya yang pecah. Tetapi hal itu justru membuat Jae Rin dan beberapa temannya tertawa mengejeknya, “Aku tidak mendengar kau menyesalinya Hyonie?”

“Hiks… Jae Rin… kumohon… hiks…”

“Sudah diperingatkan bukan Hyonie sayang?” tanya Jae Rin kemudian sambil menarik keras ujung rambut sebahu milik Hyo Na hingga kepalanya sedikit mendongak.

Hyo Na hanya mampu apa selain menangis dan memohon untuk dilepaskan, dia terlalu lemah menghadapi kekuatan Jae Rin yang besar, terlebih lagi Jae Rin memegang benda tajam. Bisa saja saat Hyo Na berusaha melepaskan diri dia sudah tak bernyawa lagi. Hyo Na masih berpikir jauh-jauh tentang keselamatannya daripada wajahnya yang kemungkinan akan dilukai oleh Jae Rin.

“Jae… akh…”

Dan luka lagi terlihat di sudut bibir Hyo Na membuatnya berteriak dengan tangis yang kuat, betapa sakit ujung pisau itu menjilati bibirnya hingga kini mengeluarkan darah yang cukup banyak disana. Hyo Na tak mampu berkata-kata lagi hingga dia hanya mampu menangis keras dengan tubuhnya yang bergetar hebat, kini dia benar-benar takut pada Jae Rin yang selama ini sangat dikaguminya.

“Harusnya kau lebih menyayangi wajahmu ini, Hyonie. Jangan terlalu menyia-nyiakan wajahmu seperti ini. Kau tidak lihat? Kini sudah ada luka di dahi dan di sudut bibirmu! Dan mungkin bisa saja aku membuat wajahmu menghilang dari tempatnya!”

Lalu terlihatlah kini Jae Rin yang menjauhkan pisau itu dari wajahnya dan menjauhkan tubuhnya dari Hyo Na, dia menghampiri gadis berkuncir satu yang memasang wajah tersenyum jahat itu, “Kunci dia dan pastikan tak ada yang menemukannya!”

Hyo Na panic mendengarnya membuat dia menggelengkan kepalanya dengan sisa-sisa kekuatannya dia bahkan berteriak, “Kumohon Jae Rin… lepaskan aku! Jae Rin! Jae Rin! Hiks… Jae Rin! Kumohon ini bukan salahku!”

“Percuma kau berteriak Hyonie… tak akan ada yang mendengarmu disini!”

Dan tanpa mendengar teriakan Hyo Na lagi, Jae Rin langsung meninggalkan Hyo Na yang tengah berteriak meminta tolong. Tak diperdulikannya lagi Hyo Na akan ditemukan hidup atau mati ditempat itu yang kini dipikiran gadis berkacamata itu adalah bagaimana caranya agar Hyo Na bisa menjauh dari Dong Hae.

“Kumohon siapapun… tolong aku! Hiks, tolong aku!”

Kyu Hyun baru saja melewati lorong kosong di dekat kelas-kelas yang sudah tak terpakai, dia tajamkan lagi pendengarannya pada asal suara yang ganjil didengarnya. Dong Hae ada juga di dekatnya, dia juga tengah mencari Hyo Na. Sedangkan Jang Mi sudah beberapa menit yang lalu disuruh kembali ke kelas, memastikan jika Hyo Na kembali ke kelas dengan selamat.

“Kita harus berpencar!”

Dong Hae melihat ke arah Kyu Hyun yang sepertinya memasang wajah seriusnya, “Baiklah. Kabari aku jika Hyo Na sudah ditemukan!”

Dan mereka berpencar, Dong Hae ke arah yang sebaliknya sedangkan Kyu Hyun berjalan ke arah lorong yang membuatnya penasaran dengan suara teriakan. Dia terus saja melangkah mengikuti suara teriakan itu, dia selalu berharap jika saja teriakan itu adalah teriakan Hyo Na.

“Kumohon tolong aku! Hiks, siapapun tolong aku!”

Suara itu semakin dekat membuat Kyu Hyun membuka satu per satu pintu dan memeriksanya. Dia memastikan bahwa di dalam salah satu ruangan ada Hyo Na, hingga saat dia berada di ujung pintu dia mendekatkan telinganya pada daun pintu.

“Hiks… tolong aku! Kumohon! Jae Rin!”

Mata Kyu Hyun terbelalak mendengar suara itu, dia berusaha memastikan bahwa suara itu adalah Hyo Na. Dan tanpa sabar lagi dia mendobrak pintu itu dan menemukan Hyo Na yang sudah berlumuran darah di sekitaran wajahnya, dia terlihat menyedihkan dengan ikatan di tubuhnya dan rambutnya yang benar-benar terlihat berantakan lengket dengan darahnya sendiri.

“Hiks… Kyuhyunie… to… tolong!” dan setelahnya Hyo Na pingsan membuat Kyu Hyun berlari menghampirinya.

—Scandal Love—

Dong Hae terlihat duduk di samping Hyo Na yang tengah menulis catatannya, itu setelah Dong Hae berusaha keras menyuruh Jang Mi berganti tempat dengannya. Dan entah bermaksud apa bukannya mencatat seperti Hyo Na, Dong Hae justru hanya memperhatikan Hyo Na dari samping. Perlu di catat, kini Hyo Na sudah mau berbicara dengan temannya tidak seperti kemarin. Yah, kemarin dia hanya diam saja dikelas dan menutup dirinya dengan topi jaket itu.

“Berhenti melihatku!”

“Tidak mau!”

Hyo Na kini menatap Dong Hae yang sudah bisa melihatnya, wajah Hyo Na masih terlihat pucat dengan sudut bibirnya yang masih juga terluka dan di dahinya sebelah kiri ada plester yang menutupi lukanya.

“Aku menabrak ujung pintu dirumahku, jadi jangan bersikap berlebihan seperti itu!”

Masih diingatnya Hyo Na pagi tadi berteriak memarahinya yang memasang plester didahinya, Hyo Na yang beralasan jika luka itu adalah luka karena tabrakan dengan ujung pintu. Padahal jelas sekali dia ingin menutupinya dari Dong Hae, dan jangan pikir Dong Hae tak tahu. Dia tahu benar sikap tertutup Hyo Na hingga dia hanya menjawab iya saja saat Hyo Na memberi penjelasan seperti itu.

“Kau benar-benar tak perhatian ya pada dirimu!”

Hyo Na sedikit membulatkan matanya, dia tak percaya Dong Hae akan berucap seperti itu padanya membuatnya membuang muka untuk focus lagi mengerjakan catatannya. Dong Hae tertawa kecil melihatnya hingga dia mendekat pada Hyo Na, “Siapa yang menciummu hingga membuat luka pada bibirmu?”

Blush.

Hyo Na memerah sempurna mendengar godaan Dong Hae, menggelikan untuk Hyo Na namun Dong Hae menikmati godaan yang dilemparnya pada Hyo Na yang kini sudah sukses memukul Dong Hae dengan bukunya tepat di kepalanya. Hingga membuat kata aduh pada mulut Dong Hae dan seringaian kecil dari Hyo Na keluar, gadis berambut sebahu itu merasa perlakuannya begitu setimpal untuk Dong Hae yang menggodanya dengan cara menggelikan.

“Masih berani benar dia mendekati Dong Hae?”

Jae Rin sedikit menggeram dibangkunya, dia tak tahan juga akhirnya melihat kedekatan Dong HHae dengan Hyo Na. Bahkan gadis berkacamata itu berpendapat adalah Hyo Na benar-benar tak takut pada ancaman yang diberinya beberapa hari lalu, “Dia benar-benar membuatku muak! Cho Hyo Na!”

Kembali pada keisengan Dong Hae pada Hyo Na, kini kedua orang itu sudah sama-sama diam karena Hyo Na sendiri yang memutuskan untuk mendiamkan segala tingkah Dong Hae padanya karena dia sudah berkali-kali ditegur oleh Kyu Hyun untuk diam.

“Aku sudah diam! Dia saja yang menggangguku, Kyuhyunie!” adu Hyo Na pada Kyu Hyun yang menampilkan wajah marahnya, Jang Mi yang ada di dekat Kyu Hyun hanya mampu memberikan tatapan tajam pada Dong Hae yang terlihat tertawa kecil.

“Aku juga diam! Dia saja yang terlalu berisik! Dia yang meng…”

“Lebih baik kau pindah jika tak bisa menjaga suara mu!” Kyu Hyun berucap tegas memotong pembicaraan Dong Hae, lalu Dong Hae terlihat tertawa kecil, “Kau terlalu serius Ketua!”

Dan tanpa diperdulikan lagi Dong Hae kini menghadap ke depan dan mulai mencatat, meninggalkan Hyo Na yang meringis kecil seperti meminta perhatian pada Kyu Hyun agar memaklumi kelakuannya sedang Kyu Hyun kemudian menatap Hyo Na dengan tatapannya yang tak bisa diartikan sama sekali.

—Scandal Love—

“Aku tak biasa melihat Jang Mi noona keperpustakaan?”

Jang Mi sedikit berdecih mendengar kelakuan Ki Bum yang menyindirnya. Lalu pria berkacamata itu menghampiri Jang Mi yang sepertinya memilih-milih buku di rak, namun Jang Mi lebih memilih melihat-lihat daripada memilih untuk dibaca, “Jangan pilihkan aku buku! Aku hanya ingin berjalan-jalan disini saja!”

“Tidak terlihat seperti itu!”

Jang Mi berhenti dilangkahnya yang entah keberapa membuatnya melirik ke arah Ki Bum yang bersandar disalah satu rak dengan buku di tangannya, dilihatnya pria yang lebih muda satu tahun itu sedikit tersenyum membuat kadar tampannya bertambah. Namun sayang sekali, Jang Mi tidaklah tertarik pada Ki Bum hingga kemudian dia hanya memutarkan bola matanya tak percaya, “Kau pikir aku gadis apa yang bisa jatuh cinta hanya karena senyumanmu!”

Ki Bum menegakkan tubuhnya, dia tak percaya jika Jang Mi berkomentar seperti itu tentang daya tariknya yang sudah diakui remaja putri di sekolahnya, “Hanya kau yang menolakku!”

Jang Mi sedikit tertawa kecil menanggapinya, “Dasar bocah!”

“Aku bukan bocah!”

Jang Mi menoleh melihat Ki Bum yang dimatanya selalu menunjukkan berbagai ekspresi, hal ini tentu saja sangat jarang didapati oleh siswa lain. Dan bersyukurlah Jang Mi juga Hyo Na yang cukup sering melihat bermacam-macam ekspresi dari seorang Kim Ki Bum yang dikenal dingin dan datar di sekolah.

“Ah, bukan ini yang sebenarnya ingin kuributkan denganmu, Ki Bum-ah.”

Ki Bum mulai memasang wajah seriusnya, dilihatnya Jang Mi yang lagi melanjutkan langkah kakinya menuju ke rak paling ujung. Berharap percakapan ini tak akan di dengar oleh orang lain selain dirinya dan Ki Bum di perpustakaan.

“Apa yang sudah diceritakan Hyo Na padamu?”

“Hyo noona? Cerita apa?”

Ya, faktanya adalah Jang Mi yang terlalu penasaran dengan apa yang di sembunyikan Hyo Na padanya. Sampai dia berpikir, jika Ki Bum pasti tahu apa yang tengah dialami Hyo Na hingga membuatnya beberapa hari kemarin menjadi diam dan menutup diri.

“Bukannya Hyo noona sudah baikan?”

Jang Mi menganggukkan kepalanya, “Ada yang ganjil. Aku tak mengerti disini, mengapa Dong Hae terlihat akhrab dengannya? Kuingat dia dengan Dong Hae hanyalah berhubungan seperti pelaku dengan korban.”

Ki Bum tertawa mendengarnya dan tentu saja itu adalah hal yang sangat jarang dan lagi bersyukur Jang Mi bisa mendengarnya, “Aku tak ada hak untuk memberitahunya. Kau harus bertanya padanya, noona!”

Jang Mi bersumpah setelah mendengar kalimat nista itu dari Ki Bum, dia ingin sekali menyumpalkan sebuah buku besar ke dalam mulutnya. Karena Jang Mi sudah menyimak perkataan Ki Bum dengan serius namun yang didapatinya adalah jawaban yang tak sepadan dengan yang diarasakan, ditambah lagi Ki Bum yang pergi menghindarinya. Ya, sepertinya Ki Bum sangat tahu jika Jang Mi ingin sekali meledak mendengar jawabannya, “Kim Ki Bum!”

Dan diam-diam Ki Bum tersenyum mendengar namanya disebut seperti itu, baginya menggoda salah satu teman dekat Hyo Na tak ada bosannya. Yah, dia rasa cukup bersyukur dirinya bisa mengenal Hyo Na dan tentu saja mengenal Han Jang Mi.

Masih ingat bukan kalau Ki Bum menyukai Jang Mi?

—Scandal Love—

“Uhm, Jang Mi dan Dong Hae membolos sepertinya Kyuhyunie…”

Kyu Hyun mendongakkan kepalanya dilihatnya Hyo Na memegang buku pelajaran dan pulpen disebelah tangannya, lalu wajahnya yang masih pucat itu terlihat menyedihkan seperti anak anjing yang kehilangan induknya dan Kyu Hyun benar-benar tak tahan melihat tingkah Hyo Na yang seperti itu, “Aku takut duduk sendirian…”

“Duduklah denganku!”

Dan senyuman muncul di bibir luka Hyo Na, Kyu Hyun masih bertahan dengan wajah datarnya namun tak menutup kemungkinan jika sebagian hatinya tergelitik untuk ikut senyum. Hyo Na sudah duduk tepat disampingnya, dia menyusun buku pelajarannya lalu memegang pulpen disebelah tangannya dan sebelah lagi dia gunakan untuk memegangi penggaris. Itu sudah menjadi kebiasaan Hyo Na saat belajar, dia akan selalu memegangi penggaris juga pulpen dan terkadang ada spidol warna-warni di tangannya.

“Supaya catatanku terlihat berwarna Kyuhyunie!”

“Kenapa kau tersenyum, Kyuhyunie?”

“Oh? Apa katamu?”

Hyo Na tertawa mendengar Kyu Hyun yang dimatanya malah bertingkah seperti orang linglung, lalu hal itu membuat Kyu Hyun tanpa sadar menunjukkan wajah cemberutnya. Hyo Na masih tertawa memerhatikannya, “Aku jarang melihatmu berekspresi seperti ini!”

“…”

Hening menyelami keduanya. Kyu Hyun tak ingin berbicara saat ini hingga dia menunggu Hyo Na dengan melihatnya yang hanya memandangi Kyu Hyun dengan senyuman di bibirnya yang masih terluka, tak tahu dari mana terlihat tangan Kyu Hyun terangkat menyentuh sudut ujung bibir Hyo Na, “Masih sakit?”

Hyo Na sedikit meringis kecil disentuhan itu, lalu kepalanya mengangguk kecil menjawabnya tanpa kata. Kyu Hyun melepas sentuhannya lalu membuatnya merogoh saku blazernya dan menunjukkan plester pada Hyo Na yang kini tertawa-tawa kecil, “Ck, kalian sama saja! Aku ti…”

“Kau itu wanita. Harusnya lebih sayanglah pada wajahmu!” potong Kyu Hyun membuat Hyo Na bungkam dan menurut saja saat dipasanginya plester itu di bibir Hyo Na.

“Begini lebih baik daripada lukanya terus-menerus terbuka!” tambahnya lagi dan kemudian dia focus pada guru yang baru saja memasuki ruangan kelas.

Hyo Na masih cukup diam di tempatnya, apalagi mendapati sentuhan Kyu Hyun yang begitu perhatian. Hingga dia mengingat bagaimana Kyu Hyun menyelamatkannya saat disekap bersama Jae Rin. Dia masih sangat ingat hal itu hingga dia kini tersenyum dan melirik sekilas ke arah Kyu Hyun lalu ikut focus juga pada guru yang mulai menerangkan pelajarannya.

—Scandal Love—

Dong Hae terlihat duduk disalah satu bangku taman yang kosong. Sepertinya dia kembali bolos seperti beberapa hari yang lalu, saat dia dan Kyu Hyun mencari Hyo Na yang menghilang namun bersyukur saat itu Kyu Hyun lebih dulu menemukannya.

“Hah… menyebalkan!”

Keluhan keluar dari bibirnya, dia terlihat mengacak kasar rambut brunettenya dan memandangi langit secara tak langsung itu karena diatas tempatnya duduk ada dahan pohon yang menghalanginya hingga panas tak begitu menyengat kulitnya. Entah mengapa kini dia menyesal tidak menemukan Hyo Na lebih awal, dia benar-benar merasa dia lah yang berhak bertemu dengan Hyo Na saat hilang kemarin. Dan mengapa juga harus Kyu Hyun?

“Aku pikir aku gila!”

“Kau memang gila karena bicara sendiri!”

Dan Dong Hae berbalik menemukan sosok pria berwajah oriental dengan hidung mancungnya tengah berdiri tak jauh dari tempat duduknya, Dong Hae tidak perlu waktu lama untuk tak mengenalinya karena sosok yang kini sudah ikut duduk disampingnya itu sangat dia kenali. Dan itu berkat Hyo Na tentunya.

“Zhoumi kau membolos?”

Zhoumi si pria oriental dan berhidung mancung itu tersenyum membuat wajah tampannya terlihat lebih tampan lagi, sepertinya kali ini Dong Hae memiliki teman membolosnya. Lalu tanpa sadar Dong Hae ikut tersenyum, “Aku mendengar penyerangan yang melibatkan Hyonie kemarin.”

“Sudah jauh juga berita itu tersebar, ya?”

Zhoumi menganggukkan kepalanya, “Mengingat populasi wanita lebih banyak disekolah ini, pasti berita seperti itu sudah cepat tersebarnya.”

Candaan Zhoumi terlihat menggelitik membuat Dong Hae menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil dan hal itu juga dilakukan Zhoumi sendiri, “Bagaimana keadaannya?”

“Setelah dua hari penyerangan berlalu, dia kembali menjadi Cho Hyo Na yang kau kenal.”

“Uhm, tak heran. Sudah sering terluka pun dia masih saja bersikap kuat.”

Dong Hae lihat Zhoumi dari samping dengan serius, “Sering katamu?”

Zhoumi menganggukkan kepalanya, “Iya, kau lupa? Dia dengan ku teman masa SMP, wajar saja aku tahu bagaimana dia!”

Ada nada bangga yang terdengar dari Zhomi, lalu itu membuat Dong Hae sedikit merasa dirinya benar-benar tak berguna. Dia dengan Hyo Na baru mengenal semenjak duduk dikelas dua SMA ini, tidak seperti Zhoumi yang sudah lebih lama mengenalnya.

“Lalu siapa yang membantunya dulu?”

“Tetap saja orangnya sama sampai sekarang. Bahkan aku berpikir, kalau dia adalah orang yang ditakdirkan untuk menjaga Hyo Na.”

“Siapa?”

Zhoumi sedikit tertawa kecil, “Cho Kyu Hyun!”

Dan Dong Hae Hae Hae Hae tanpa sadar membulatkan matanya tak percaya pada jawaban yang diberikan Zhoumi padanya. Lagi, entah mengapa dia merasa jika Kyu Hyun selalu berada selangkah lebih dekat dengan Hyo Na. Zhoumi tahu perubahan yang terjadi pada Dong Hae hingga kini dia hanya tertawa saja, baginya jika Dong Hae tak menjelaskannya pun dia sudah tahu jawabannya. Ya, sepertinya Dong Hae tak sadar jika dirinya cemburu pada Kyu Hyun yang terlalu dekat dengan Hyo Na.

.

.

.

.

TBC or DELETE…

8 Comments (+add yours?)

  1. uchie vitria
    Apr 10, 2015 @ 18:14:55

    kyuhyun ama hyo na sodaraan apa bukan ya

    Reply

  2. sitinadiah
    Apr 10, 2015 @ 20:47:45

    Sebenernya kyuhyun itu siapanya hyona? Mungkinkah saudaranya atau bukan? Tp kalo kyuhyun saudaranya kenapa kyuhyun suka marah kalo donghae deket sama hyona? Jd penasaran lanjut thor jangan lama” hehe

    Reply

  3. dhe
    Apr 10, 2015 @ 22:50:09

    gak ngerti gak ngerti sama hub kyuhyun. terus donghae kan cuma manfaatin hyona kenpa harus cemburu ..

    Reply

  4. Ira
    Apr 12, 2015 @ 10:59:50

    Kenapa hyona ngga nglaporin jae rim aja ke guru ato temen2nya, kalo ngga ada yg percaya jebak kek biar pada tau kelakuan jaerim. Gregetan gue.
    Hubungan hyona-kyuhyun apa? Sodara ato mantan pacar? Next part ditunggu thor..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: